💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT ESHA4216 Akuntansi Keuangan Syariah dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT ESHA4216 Akuntansi Keuangan Syariah dan Kunci Jawaban
Soal UT ESHA4216 Akuntansi Keuangan Syariah

Memasuki periode Ujian Akhir Semester, mahasiswa Universitas Terbuka kerap dihadapkan pada tantangan nyata: bagaimana menyerap begitu banyak materi modul dalam waktu terbatas? Persiapan matang bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan agar hasil ujian benar-benar mencerminkan kemampuan yang dimiliki.

Soal UAS UT ESHA4216 Akuntansi Keuangan Syariah menjadi salah satu ujian yang menuntut pemahaman mendalam, bukan hafalan semata. Mata kuliah ini dirancang untuk membangun pola pikir yang terstruktur dalam memahami sistem keuangan berbasis prinsip syariah secara menyeluruh.

Berlatih dengan Soal Latihan UT terbukti mampu mengasah ketajaman analisis sekaligus membiasakan diri dengan pola pertanyaan. Simulasi menjawab soal membuat Anda lebih siap secara mental maupun teknis saat hari ujian tiba.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT ESHA4216 Akuntansi Keuangan Syariah

1.

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS) diterbitkan oleh…

  • A. Bank Indonesia
  • B. Otoritas Jasa Keuangan
  • C. Ikatan Akuntan Indonesia
  • D. Kementerian Keuangan
C. Ikatan Akuntan Indonesia
2.

Salah satu tujuan utama laporan keuangan syariah adalah…

  • A. Memaksimalkan laba bagi pemegang saham
  • B. Memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan entitas syariah
  • C. Melaporkan pembayaran pajak kepada negara
  • D. Menghitung besaran dividen yang akan dibagikan
B. Memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan entitas syariah
3.

Akuntansi syariah berkembang seiring munculnya lembaga keuangan syariah modern pertama di dunia, yaitu…

  • A. Bank Muamalat Indonesia
  • B. Islamic Development Bank
  • C. Dubai Islamic Bank
  • D. Abu Dhabi Islamic Bank
C. Dubai Islamic Bank
4.

Prinsip dasar yang membedakan akuntansi syariah dari akuntansi konvensional adalah…

  • A. Penggunaan sistem double-entry
  • B. Larangan riba, gharar, dan maysir dalam setiap transaksi
  • C. Penggunaan mata uang asing sebagai acuan
  • D. Penerapan metode akrual secara ketat
B. Larangan riba, gharar, dan maysir dalam setiap transaksi
5.

Dalam KDPPLKS, asumsi dasar penyusunan laporan keuangan syariah meliputi…

  • A. Kelangsungan usaha dan dasar akrual
  • B. Konservatisme dan materiality
  • C. Historis dan going concern
  • D. Realisasi dan periodisasi
A. Kelangsungan usaha dan dasar akrual
6.

Murabahah adalah akad jual beli di mana penjual menyatakan…

  • A. Harga jual tanpa menyebutkan keuntungan
  • B. Harga pokok dan keuntungan yang disepakati kepada pembeli
  • C. Harga pasar sebagai acuan pembayaran
  • D. Harga yang ditentukan sepihak oleh penjual
B. Harga pokok dan keuntungan yang disepakati kepada pembeli
7.

Menurut PSAK 102, pengakuan aset murabahah pada saat perolehan diukur sebesar…

  • A. Nilai wajar ditambah biaya transaksi
  • B. Harga pokok ditambah biaya perolehan lainnya
  • C. Nilai realisasi bersih
  • D. Nilai buku setelah depresiasi
D. Nilai buku setelah depresiasi
8.

Uang muka dalam transaksi murabahah disebut juga…

  • A. Hiwalah
  • B. Urbun
  • C. Kafalah
  • D. Wakalah
B. Urbun
9.

Keuntungan murabahah tangguh diakui selama periode akad dengan menggunakan metode…

  • A. Garis lurus atau anuitas
  • B. FIFO atau LIFO
  • C. Nilai kini atau nilai masa depan
  • D. Penyusutan dipercepat
A. Garis lurus atau anuitas
10.

Denda atas keterlambatan pembayaran dalam murabahah oleh penjual harus diperlakukan sebagai…

  • A. Pendapatan operasional
  • B. Pengurangan piutang
  • C. Dana kebajikan (qardh)
  • D. Cadangan kerugian
C. Dana kebajikan (qardh)
11.

Dalam akuntansi murabahah, diskon yang diterima setelah akad ditandatangani menjadi hak…

  • A. Penjual sepenuhnya
  • B. Pembeli jika disepakati dalam akad
  • C. Lembaga keuangan syariah
  • D. Pemerintah sebagai regulator
B. Pembeli jika disepakati dalam akad
12.

Akad Salam adalah…

  • A. Jual beli dengan pembayaran di muka dan barang diserahkan kemudian
  • B. Jual beli dengan pembayaran di belakang dan barang diserahkan sekarang
  • C. Sewa-menyewa atas manfaat suatu barang
  • D. Pembiayaan bagi hasil antara dua pihak
A. Jual beli dengan pembayaran di muka dan barang diserahkan kemudian
13.

Dalam PSAK 103 (Salam), aset yang diperoleh dari akad salam paralel dicatat sebesar…

  • A. Nilai wajar pada tanggal pelaporan
  • B. Nilai buku bersih
  • C. Harga perolehan (biaya historis)
  • D. Nilai realisasi neto
C. Harga perolehan (biaya historis)
14.

Salam Paralel terjadi ketika…

  • A. Penjual membuat dua akad salam dengan pembeli yang sama
  • B. Penjual (sebagai pembeli salam pertama) membuat akad salam kedua dengan pihak ketiga untuk memenuhi kewajibannya
  • C. Dua pembeli membuat akad salam dengan penjual yang sama
  • D. Satu akad salam berlaku untuk dua komoditas berbeda
B. Penjual (sebagai pembeli salam pertama) membuat akad salam kedua dengan pihak ketiga untuk memenuhi kewajibannya
15.

Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk…

  • A. Pemesanan pembuatan barang dengan kriteria tertentu
  • B. Pembiayaan atas sewa aset produktif
  • C. Jual beli valuta asing secara tunai
  • D. Pinjaman tanpa bunga kepada nasabah
A. Pemesanan pembuatan barang dengan kriteria tertentu
16.

Perbedaan utama antara Istishna dan Salam terletak pada…

  • A. Jenis komoditas yang diperjualbelikan
  • B. Cara pembayaran dan objek transaksi (barang harus diproduksi vs sudah tersedia)
  • C. Pihak yang terlibat dalam transaksi
  • D. Jangka waktu penyelesaian kontrak
B. Cara pembayaran dan objek transaksi (barang harus diproduksi vs sudah tersedia)
17.

Dalam akad Istishna Paralel, produsen (shani’) boleh menyerahkan pekerjaan kepada pihak ketiga dengan syarat…

  • A. Mendapat izin dari pemerintah
  • B. Kualitas dan spesifikasi barang tetap sesuai pesanan pembeli awal
  • C. Harga tidak berubah dari akad pertama
  • D. Pembeli awal tidak mengetahuinya
B. Kualitas dan spesifikasi barang tetap sesuai pesanan pembeli awal
18.

Pendapatan Istishna diakui menggunakan metode persentase penyelesaian jika…

  • A. Nilai kontrak di atas Rp1 miliar
  • B. Hasil pekerjaan dapat diestimasi secara andal
  • C. Pembeli telah membayar lunas
  • D. Barang sudah diserahkan kepada pembeli
B. Hasil pekerjaan dapat diestimasi secara andal
19.

Ijarah secara bahasa berarti…

  • A. Jual beli
  • B. Upah atau sewa
  • C. Bagi hasil
  • D. Pinjaman
B. Upah atau sewa
20.

Dalam PSAK 107, objek ijarah yang disewakan oleh pemilik (mu’jir) disebut…

  • A. Ma’jur
  • B. Ujrah
  • C. Musta’jir
  • D. Manfaat
A. Ma’jur
21.

Perbedaan Ijarah dengan Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT) adalah…

  • A. IMBT menggunakan barang yang lebih mahal
  • B. Pada IMBT terdapat opsi pemindahan kepemilikan di akhir masa sewa
  • C. Ijarah biasa hanya untuk aset tidak bergerak
  • D. IMBT tidak memerlukan akad terpisah
B. Pada IMBT terdapat opsi pemindahan kepemilikan di akhir masa sewa
22.

Biaya perbaikan objek ijarah yang bersifat rutin menjadi tanggung jawab…

  • A. Penyewa (musta’jir)
  • B. Pihak ketiga yang ditunjuk
  • C. Pemilik (mu’jir)
  • D. Lembaga keuangan sebagai perantara
C. Pemilik (mu’jir)
23.

Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) adalah bentuk musyarakah di mana…

  • A. Keuntungan dibagi sama rata setiap bulan
  • B. Porsi kepemilikan salah satu pihak berkurang secara bertahap hingga nihil
  • C. Modal disetor dalam bentuk aset tetap
  • D. Kerugian ditanggung pihak ketiga
B. Porsi kepemilikan salah satu pihak berkurang secara bertahap hingga nihil
24.

Dalam MMQ untuk pembiayaan properti, sewa yang dibayar nasabah terdiri dari…

  • A. Pokok dan bunga
  • B. Ujrah dan cicilan pembelian porsi bank
  • C. Bagi hasil dan fee administrasi
  • D. Margin keuntungan dan asuransi
B. Ujrah dan cicilan pembelian porsi bank
25.

Akuntansi Investasi syariah yang dibahas dalam Modul 05 berfokus pada…

  • A. Investasi saham konvensional
  • B. Akuntansi Mudarabah dan Musyarakah
  • C. Investasi obligasi pemerintah
  • D. Reksa dana berbasis indeks
B. Akuntansi Mudarabah dan Musyarakah
26.

Dalam akad Mudarabah, pihak yang menyediakan modal disebut…

  • A. Mudharib
  • B. Musytari
  • C. Shahibul Maal
  • D. Musta’jir
C. Shahibul Maal
27.

Kerugian dalam akad Mudarabah yang bukan disebabkan kelalaian mudharib ditanggung oleh…

  • A. Mudharib
  • B. Shahibul maal
  • C. Keduanya secara proporsional
  • D. Pihak asuransi syariah
B. Shahibul maal
28.

Nisbah bagi hasil dalam Mudarabah disepakati…

  • A. Setelah proyek selesai dan keuntungan diketahui
  • B. Di awal akad sebelum usaha dimulai
  • C. Oleh regulator berdasarkan ketentuan OJK
  • D. Berdasarkan rata-rata industri keuangan syariah
B. Di awal akad sebelum usaha dimulai
29.

Musyarakah berbeda dengan Mudarabah karena dalam Musyarakah…

  • A. Hanya satu pihak yang menyediakan modal
  • B. Semua pihak berkontribusi modal dan boleh ikut mengelola usaha
  • C. Keuntungan hanya untuk pemilik modal
  • D. Akad tidak dapat diakhiri sebelum masa jatuh tempo
B. Semua pihak berkontribusi modal dan boleh ikut mengelola usaha
30.

Dalam akad Musyarakah, pembagian keuntungan harus berdasarkan…

  • A. Jumlah tenaga kerja yang dikontribusikan
  • B. Nisbah yang disepakati, bukan rasio modal semata
  • C. Keputusan pihak yang lebih banyak menyetor modal
  • D. Standar yang ditetapkan Bank Indonesia
B. Nisbah yang disepakati, bukan rasio modal semata
31.

Akuntansi Sosial dalam konteks syariah mencakup…

  • A. Pelaporan kinerja sosial perusahaan konvensional
  • B. Akuntansi Qardh dan Asuransi Syariah
  • C. Audit lingkungan hidup perusahaan
  • D. Pelaporan CSR menurut standar GRI
B. Akuntansi Qardh dan Asuransi Syariah
32.

Qardh adalah akad…

  • A. Pinjam-meminjam tanpa imbalan (kebajikan)
  • B. Jual beli dengan keuntungan tertentu
  • C. Sewa aset produktif jangka panjang
  • D. Bagi hasil atas usaha bersama
A. Pinjam-meminjam tanpa imbalan (kebajikan)
33.

Dalam akuntansi Qardh, pinjaman yang diberikan dicatat oleh pemberi pinjaman sebesar…

  • A. Nilai wajar ditambah biaya transaksi
  • B. Nilai nominal yang dipinjamkan
  • C. Nilai kini arus kas masa depan
  • D. Nilai buku setelah penyesuaian inflasi
B. Nilai nominal yang dipinjamkan
34.

Dana kebajikan yang berasal dari denda nasabah dalam perbankan syariah seharusnya disalurkan untuk…

  • A. Operasional bank
  • B. Bagi hasil pemegang saham
  • C. Kegiatan sosial dan amal
  • D. Cadangan kerugian piutang
C. Kegiatan sosial dan amal
35.

Asuransi Syariah (Takaful) beroperasi berdasarkan prinsip…

  • A. Transfer risiko seperti asuransi konvensional
  • B. Tolong-menolong (ta’awun) melalui kontribusi peserta ke dana tabarru’
  • C. Investasi premi untuk menghasilkan return maksimal
  • D. Garansi pengembalian premi oleh perusahaan
B. Tolong-menolong (ta’awun) melalui kontribusi peserta ke dana tabarru’
36.

Surplus underwriting dalam asuransi syariah adalah…

  • A. Keuntungan perusahaan asuransi dari investasi
  • B. Kelebihan dana tabarru’ setelah dikurangi klaim dan beban operasional
  • C. Selisih premi yang dibayar dengan nilai pertanggungan
  • D. Biaya pengelolaan yang diambil operator takaful
B. Kelebihan dana tabarru’ setelah dikurangi klaim dan beban operasional
37.

ZIS dalam akuntansi syariah merupakan singkatan dari…

  • A. Zakat, Infak, dan Sedekah
  • B. Zakat, Ijarah, dan Salam
  • C. Zakat, Investasi, dan Sukuk
  • D. Zakat, Istishna, dan Salam
A. Zakat, Infak, dan Sedekah
38.

PSAK 109 mengatur akuntansi…

  • A. Murabahah dan Salam
  • B. Zakat, Infak, dan Sedekah
  • C. Ijarah dan IMBT
  • D. Musyarakah dan Mudarabah
B. Zakat, Infak, dan Sedekah
39.

Zakat wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat…

  • A. Nisab dan haul
  • B. Niat dan kemampuan
  • C. Usia dan profesi
  • D. Kepemilikan dan hutang
A. Nisab dan haul
40.

Dalam PSAK 109, penerimaan zakat diakui pada saat…

  • A. Muzakki menyatakan niat berzakat
  • B. Aset zakat diterima oleh amil
  • C. Zakat didistribusikan kepada mustahiq
  • D. Laporan keuangan amil disahkan
B. Aset zakat diterima oleh amil
41.

Perbedaan antara infak dan sedekah adalah…

  • A. Infak bersifat wajib, sedekah bersifat sunnah
  • B. Infak khusus berupa uang, sedekah berupa barang
  • C. Infak mencakup pemberian materi maupun non-materi, sedekah lebih luas meliputi segala kebaikan
  • D. Infak hanya untuk keluarga, sedekah untuk umum
C. Infak mencakup pemberian materi maupun non-materi, sedekah lebih luas meliputi segala kebaikan
42.

Hybrid Contract (Al-‘Uqud Al-Murakkabah) dalam PSAK 111 adalah…

  • A. Akad tunggal yang melibatkan dua komoditas berbeda
  • B. Penggabungan dua atau lebih akad dalam satu transaksi
  • C. Akad bersama antara tiga pihak atau lebih
  • D. Kontrak yang menggabungkan syarat konvensional dan syariah
B. Penggabungan dua atau lebih akad dalam satu transaksi
43.

Wa’d dalam konteks keuangan syariah berarti…

  • A. Akad jual beli bersyarat
  • B. Janji atau komitmen sepihak untuk melakukan sesuatu di masa depan
  • C. Akad gadai atas aset
  • D. Perjanjian bagi hasil antara dua pihak
B. Janji atau komitmen sepihak untuk melakukan sesuatu di masa depan
44.

Akuntansi Hybrid Contract diatur dalam…

  • A. PSAK 102
  • B. PSAK 107
  • C. PSAK 109
  • D. PSAK 111
D. PSAK 111
45.

Salah satu syarat sahnya Hybrid Contract menurut fatwa DSN-MUI adalah…

  • A. Harus mendapat persetujuan Bank Indonesia
  • B. Tidak boleh menggabungkan akad yang secara syariah dilarang dikombinasikan
  • C. Nilai transaksi minimal Rp500 juta
  • D. Harus dicatat oleh akuntan publik bersertifikat syariah
B. Tidak boleh menggabungkan akad yang secara syariah dilarang dikombinasikan
46.

Wakaf diatur dalam PSAK 112. Wakaf adalah…

  • A. Pinjaman aset kepada pihak yang membutuhkan
  • B. Pemindahan hak milik kepada orang tertentu dengan imbalan
  • C. Penahan harta yang dapat dimanfaatkan dengan tidak memusnahkan bendanya, untuk tujuan kebajikan
  • D. Pemberian aset secara cuma-cuma kepada keluarga dekat
C. Penahan harta yang dapat dimanfaatkan dengan tidak memusnahkan bendanya, untuk tujuan kebajikan
47.

Pihak yang menerima dan mengelola harta wakaf disebut…

  • A. Wakif
  • B. Mauquf
  • C. Nazhir
  • D. Mauquf ‘alaih
C. Nazhir
48.

Dalam PSAK 112, aset wakaf diakui dan diukur sebesar…

  • A. Nilai pasar terkini aset serupa
  • B. Nilai yang ditetapkan oleh Badan Wakaf Indonesia
  • C. Nilai perolehan atau nilai wajar pada saat diterima
  • D. Nilai penyusutan yang tersisa
C. Nilai perolehan atau nilai wajar pada saat diterima
49.

Wakaf Uang (Cash Waqf) memiliki keunggulan dibandingkan wakaf benda tidak bergerak karena…

  • A. Lebih mudah diwariskan kepada ahli waris
  • B. Dapat diinvestasikan sehingga manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan
  • C. Bebas dari pengawasan Badan Wakaf Indonesia
  • D. Tidak memerlukan akad tertulis
B. Dapat diinvestasikan sehingga manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan
50.

Secara keseluruhan, tujuan laporan keuangan entitas syariah yang membedakannya dari entitas konvensional adalah…

  • A. Memaksimalkan nilai perusahaan bagi investor asing
  • B. Fokus pada pelaporan pajak yang efisien
  • C. Memberikan informasi kepatuhan syariah dan pertanggungjawaban kepada Allah (hablumminallah) dan manusia (hablumminannas)
  • D. Meminimalkan kewajiban zakat perusahaan
C. Memberikan informasi kepatuhan syariah dan pertanggungjawaban kepada Allah (hablumminallah) dan manusia (hablumminannas)

Konsistensi dalam mengerjakan Soal UAS UT setiap hari akan membentuk kebiasaan belajar yang produktif. Gunakan pula Kisi-kisi Soal UT sebagai peta navigasi belajar, agar energi dan waktu Anda terfokus pada materi yang paling esensial, baik untuk format Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), maupun Take Home Exam (THE).

Setiap langkah persiapan yang Anda tempuh hari ini adalah investasi nyata untuk masa depan akademik Anda. Percayai proses belajar yang sedang berjalan karena Soal UT yang Anda latih dengan sungguh-sungguh akan menjadi bekal terkuat menghadapi ujian dan meraih capaian terbaik.

Bagikan

error: Content is protected !!