Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT MSIM4307 Sistem Pendukung Keputusan dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UAS UT MSIM4307 Sistem Pendukung Keputusan dan Kunci Jawaban
Soal UT MSIM4307 Sistem Pendukung Keputusan

Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, menghadapi Soal UAS UT MSIM4307 Sistem Pendukung Keputusan bukan sekadar urusan menghafal teori. Ada proses panjang di baliknya, mulai dari membedah modul satu per satu hingga memastikan setiap konsep benar-benar dipahami.

MSIM4307 Sistem Pendukung Keputusan adalah mata kuliah yang menuntut lebih dari sekadar pemahaman permukaan. Kamu diajak berpikir sistematis tentang bagaimana sebuah keputusan dirancang, didukung data, dan dikomunikasikan secara efektif.

Cara paling efektif untuk mengukur sejauh mana kamu sudah siap adalah dengan rutin berlatih Soal Ujian UT. Latihan soal bukan tentang menebak-nebak jawaban yang akan keluar. Ini tentang membiasakan otak bekerja dalam tekanan waktu, mengenali pola soal, dan menutup celah pemahaman.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT MSIM4307 Sistem Pendukung Keputusan

1.

Sistem yang dirancang untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan semi-terstruktur dengan menggabungkan kemampuan komputer dan penilaian manusia disebut…

  • A. Transaction Processing System
  • B. Management Support System
  • C. Office Automation System
  • D. Expert System
Jawaban: B. Management Support System.
Management Support System (MSS) adalah kategori sistem informasi yang dirancang khusus untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial, mencakup DSS, EIS, dan sistem berbasis pengetahuan.
2.

Menurut konsep Managerial Decision Making, keputusan yang memiliki struktur jelas, prosedur baku, dan dapat diprogram secara otomatis termasuk dalam kategori keputusan…

  • A. Terstruktur
  • B. Semi-terstruktur
  • C. Tidak terstruktur
  • D. Adaptif
Jawaban: A. Terstruktur.
Keputusan terstruktur memiliki prosedur yang jelas dan dapat diprogram, sehingga proses pengambilan keputusan dapat diotomatisasi tanpa banyak melibatkan pertimbangan manusia.
3.

Dalam kerangka kerja pendukung keputusan, fase yang melibatkan pencarian kondisi atau situasi yang membutuhkan keputusan disebut fase…

  • A. Design
  • B. Choice
  • C. Intelligence
  • D. Implementation
Jawaban: C. Intelligence.
Fase Intelligence dalam model Simon merupakan tahap pertama di mana pengambil keputusan mengidentifikasi dan mengenali masalah atau peluang yang memerlukan keputusan.
4.

Kerangka kerja pendukung keputusan Simon terdiri dari empat fase. Fase yang bertujuan memilih salah satu alternatif terbaik dari berbagai pilihan yang tersedia adalah fase…

  • A. Intelligence
  • B. Design
  • C. Implementation
  • D. Choice
Jawaban: D. Choice.
Fase Choice adalah tahap di mana pengambil keputusan mengevaluasi berbagai alternatif yang telah dirancang pada fase Design, kemudian memilih alternatif yang paling sesuai.
5.

Definisi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang paling tepat adalah sistem berbasis komputer yang…

  • A. Mengotomatisasi seluruh proses pengambilan keputusan manajerial tanpa intervensi manusia
  • B. Membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah semi-terstruktur melalui dialog interaktif
  • C. Menyimpan dan memproses transaksi bisnis harian secara efisien
  • D. Menggantikan peran manajer dalam menentukan kebijakan organisasi
Jawaban: B. Membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah semi-terstruktur melalui dialog interaktif.
SPK tidak menggantikan pengambil keputusan, melainkan mendukung mereka dengan menyediakan informasi dan model analisis secara interaktif untuk masalah semi-terstruktur.
6.

Tiga komponen utama Sistem Pendukung Keputusan yang saling berinteraksi adalah…

  • A. Manajemen data, manajemen model, dan antarmuka pengguna
  • B. Basis data, jaringan komputer, dan laporan manajemen
  • C. Input data, proses analisis, dan output keputusan
  • D. Hardware, software, dan brainware
Jawaban: A. Manajemen data, manajemen model, dan antarmuka pengguna.
Ketiga komponen ini merupakan arsitektur dasar SPK: manajemen data menyediakan data, manajemen model menyediakan alat analisis, dan antarmuka pengguna memfasilitasi interaksi.
7.

Dalam komponen SPK, subsistem yang bertugas mengelola berbagai jenis model analisis seperti model statistik, optimasi, dan simulasi disebut…

  • A. Database Management System
  • B. Dialog Management System
  • C. Model Management System
  • D. Knowledge Management System
Jawaban: C. Model Management System.
Model Management System (MMS) bertanggung jawab menyimpan, mengorganisasi, dan mengeksekusi berbagai model analisis kuantitatif yang digunakan SPK untuk mendukung pengambilan keputusan.
8.

Seorang manajer menggunakan SPK untuk menentukan jumlah produksi optimal dengan mempertimbangkan kapasitas mesin, ketersediaan bahan baku, dan permintaan pasar. Jenis masalah yang dihadapi manajer tersebut termasuk masalah…

  • A. Terstruktur penuh karena melibatkan data numerik
  • B. Tidak terstruktur karena melibatkan banyak variabel
  • C. Rutin karena dilakukan setiap hari
  • D. Semi-terstruktur karena ada prosedur baku namun memerlukan penilaian manajerial
Jawaban: D. Semi-terstruktur karena ada prosedur baku namun memerlukan penilaian manajerial.
Masalah semi-terstruktur memiliki sebagian prosedur yang dapat diprogram dan sebagian lainnya memerlukan pertimbangan manusia, sehingga SPK sangat tepat digunakan dalam situasi ini.
9.

Manajemen data dalam konteks Sistem Pendukung Keputusan mencakup kegiatan…

  • A. Pembuatan model matematika dan statistika untuk analisis keputusan
  • B. Pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, dan pengambilan data yang dibutuhkan SPK
  • C. Penyajian hasil analisis kepada pengguna dalam bentuk laporan
  • D. Pengelolaan jaringan komunikasi antarbagian organisasi
Jawaban: B. Pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, dan pengambilan data yang dibutuhkan SPK.
Manajemen data bertanggung jawab atas seluruh siklus hidup data dalam SPK, mulai dari pengumpulan hingga penyediaan data yang akurat dan tepat waktu untuk proses pengambilan keputusan.
10.

Dalam sistem manajemen basis data, konsep yang mengatur hubungan antartabel sehingga integritas referensial terjaga dikenal sebagai…

  • A. Relasi antartabel melalui kunci primer dan kunci asing
  • B. Normalisasi data untuk menghilangkan redundansi
  • C. Indeksasi data untuk mempercepat pencarian
  • D. Enkripsi data untuk menjaga kerahasiaan informasi
Jawaban: A. Relasi antartabel melalui kunci primer dan kunci asing.
Integritas referensial dalam basis data relasional dijaga melalui penggunaan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key) yang menghubungkan data antartabel secara konsisten.
11.

Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) dalam SPK berfungsi sebagai perantara antara…

  • A. Model analisis dan antarmuka pengguna
  • B. Pengguna dan jaringan internet
  • C. Basis data fisik dan komponen SPK lainnya
  • D. Hardware komputer dan sistem operasi
Jawaban: C. Basis data fisik dan komponen SPK lainnya.
SMBD bertindak sebagai lapisan perantara yang memungkinkan komponen SPK lain mengakses, memanipulasi, dan mengelola data yang tersimpan dalam basis data fisik secara efisien dan aman.
12.

Manajemen model dalam SPK mencakup kemampuan untuk menyimpan, mengakses, dan menjalankan berbagai jenis model. Model yang digunakan untuk memprediksi nilai variabel berdasarkan hubungan historis antarvariabel termasuk model…

  • A. Optimasi
  • B. Simulasi
  • C. Heuristik
  • D. Statistika atau peramalan
Jawaban: D. Statistika atau peramalan.
Model statistika dan peramalan digunakan untuk menganalisis pola historis dan memprediksi nilai variabel di masa depan, seperti regresi dan time series analysis dalam manajemen model SPK.
13.

Definisi manajemen model dalam konteks SPK adalah…

  • A. Proses pengumpulan data mentah dari berbagai sumber untuk keperluan analisis
  • B. Pengelolaan sekumpulan model kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis data dalam mendukung keputusan
  • C. Pengaturan tampilan grafis hasil analisis agar mudah dipahami pengguna
  • D. Penyusunan laporan manajemen secara berkala berdasarkan data transaksi
Jawaban: B. Pengelolaan sekumpulan model kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis data dalam mendukung keputusan.
Manajemen model mencakup penyimpanan, pemeliharaan, dan eksekusi model-model analisis kuantitatif yang menjadi inti kemampuan analitis SPK dalam mendukung pengambilan keputusan.
14.

Pembangun manajemen model (model base management) dalam SPK bertugas untuk…

  • A. Mengintegrasikan, mengorganisasi, dan mengelola berbagai model yang tersedia dalam SPK
  • B. Merancang antarmuka yang ramah pengguna untuk akses ke sistem
  • C. Mengumpulkan dan memvalidasi data dari sumber eksternal organisasi
  • D. Menghasilkan laporan eksekutif secara otomatis berdasarkan indikator kinerja
Jawaban: A. Mengintegrasikan, mengorganisasi, dan mengelola berbagai model yang tersedia dalam SPK.
Pembangun manajemen model memungkinkan pengguna mengakses, mengkombinasikan, dan menjalankan model-model analisis yang tersimpan dalam basis model SPK secara terorganisasi.
15.

Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam SPK digunakan untuk…

  • A. Mengoptimalkan satu fungsi tujuan dengan kendala linear
  • B. Mensimulasikan kondisi masa depan berdasarkan skenario tertentu
  • C. Menentukan peringkat alternatif berdasarkan penjumlahan berbobot dari nilai atribut yang telah dinormalisasi
  • D. Menganalisis hubungan hierarkis antarkriteria pengambilan keputusan
Jawaban: C. Menentukan peringkat alternatif berdasarkan penjumlahan berbobot dari nilai atribut yang telah dinormalisasi.
SAW bekerja dengan menormalisasi setiap nilai atribut alternatif kemudian mengalikannya dengan bobot kepentingan masing-masing kriteria, lalu menjumlahkan hasilnya untuk mendapatkan nilai akhir setiap alternatif.
16.

Dalam metode SAW, proses normalisasi nilai atribut bertipe benefit dilakukan dengan cara…

  • A. Membagi nilai minimum dengan nilai atribut alternatif yang bersangkutan
  • B. Mengurangkan nilai atribut dari nilai maksimum kemudian membaginya dengan rentang nilai
  • C. Mengalikan nilai atribut dengan bobot kepentingan kriteria yang sesuai
  • D. Membagi nilai atribut alternatif dengan nilai maksimum atribut tersebut di antara semua alternatif
Jawaban: D. Membagi nilai atribut alternatif dengan nilai maksimum atribut tersebut di antara semua alternatif.
Untuk atribut bertipe benefit (semakin besar semakin baik), normalisasi SAW dilakukan dengan rumus r_ij = x_ij / max(x_ij), sehingga nilai alternatif terbaik menjadi 1.
17.

Sebuah perusahaan menggunakan metode Weighted Product (WP) untuk menyeleksi pemasok. Langkah pertama yang dilakukan dalam metode WP adalah…

  • A. Menghitung nilai preferensi akhir setiap alternatif
  • B. Menentukan bobot kepentingan setiap kriteria dan memastikan jumlah bobot sama dengan satu
  • C. Membandingkan setiap alternatif dengan alternatif referensi ideal
  • D. Menormalisasi matriks keputusan menggunakan nilai maksimum dan minimum
Jawaban: B. Menentukan bobot kepentingan setiap kriteria dan memastikan jumlah bobot sama dengan satu.
Dalam metode WP, langkah awal adalah menetapkan bobot untuk setiap kriteria dengan total bobot harus sama dengan 1, karena bobot ini akan digunakan sebagai pangkat dalam perhitungan vektor S.
18.

Perbedaan mendasar antara metode SAW dan metode Weighted Product (WP) terletak pada cara penggabungan nilai atribut, yaitu SAW menggunakan operasi penjumlahan berbobot, sedangkan WP menggunakan operasi…

  • A. Perkalian berbobot dengan nilai atribut dipangkatkan bobot kriteria
  • B. Pembagian berbobot dengan nilai minimum sebagai pembagi
  • C. Perbandingan berpasangan antara setiap pasang alternatif
  • D. Pengurangan berbobot dari nilai ideal tertinggi
Jawaban: A. Perkalian berbobot dengan nilai atribut dipangkatkan bobot kriteria.
WP menggunakan perkalian untuk menghubungkan nilai atribut, di mana setiap nilai atribut dipangkatkan dengan bobot kriteria yang bersangkutan, sehingga menghasilkan vektor S untuk setiap alternatif.
19.

Dalam metode Analytic Hierarchy Process (AHP), konsep consistency ratio (CR) digunakan untuk…

  • A. Menghitung bobot global setiap alternatif terhadap tujuan utama
  • B. Menentukan jumlah level hierarki yang diperlukan dalam struktur masalah
  • C. Mengukur tingkat konsistensi penilaian perbandingan berpasangan
  • D. Menetapkan skala prioritas kriteria berdasarkan frekuensi kemunculannya
Jawaban: C. Mengukur tingkat konsistensi penilaian perbandingan berpasangan.
CR digunakan untuk menguji apakah penilaian perbandingan berpasangan yang diberikan konsisten. Nilai CR yang dapat diterima adalah kurang dari atau sama dengan 0,1 (10%).
20.

Struktur hierarki dalam metode AHP terdiri dari tiga level utama secara berurutan dari atas ke bawah, yaitu…

  • A. Alternatif, kriteria, dan tujuan
  • B. Kriteria, subkriteria, dan tujuan
  • C. Tujuan, alternatif, dan kriteria
  • D. Tujuan, kriteria, dan alternatif
Jawaban: D. Tujuan, kriteria, dan alternatif.
AHP menyusun masalah dalam struktur hierarki di mana level tertinggi adalah tujuan utama, level tengah adalah kriteria penilaian, dan level terbawah adalah alternatif pilihan yang akan dievaluasi.
21.

Skala penilaian perbandingan berpasangan dalam AHP menggunakan skala 1 sampai 9. Nilai 9 pada skala tersebut menunjukkan bahwa satu elemen dibandingkan elemen lain memiliki tingkat kepentingan…

  • A. Sama penting
  • B. Mutlak lebih penting
  • C. Sedikit lebih penting
  • D. Sangat kuat lebih penting
Jawaban: B. Mutlak lebih penting.
Dalam skala AHP Saaty, nilai 9 menunjukkan kepentingan yang mutlak atau ekstrem dari satu elemen terhadap elemen lainnya, merupakan nilai tertinggi dalam skala penilaian AHP.
22.

Konsep dasar pengembangan SPK mencakup identifikasi kebutuhan pengguna sebagai tahap awal. Pendekatan pengembangan yang paling sesuai untuk SPK karena memungkinkan umpan balik pengguna secara berulang adalah…

  • A. Prototyping
  • B. Waterfall
  • C. Rapid Application Development (RAD) tanpa umpan balik pengguna
  • D. Pembelian perangkat lunak jadi tanpa kustomisasi
Jawaban: A. Prototyping.
Pendekatan prototyping sangat cocok untuk pengembangan SPK karena memungkinkan pengembang membangun versi awal sistem, mendapatkan umpan balik pengguna, dan melakukan penyempurnaan secara iteratif.
23.

Dalam proses pengembangan SPK, analisis kebutuhan sistem bertujuan untuk…

  • A. Menentukan bahasa pemrograman yang akan digunakan dalam implementasi
  • B. Merancang tampilan antarmuka pengguna secara terperinci
  • C. Mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional yang harus dipenuhi sistem
  • D. Menguji performa sistem dalam kondisi beban kerja maksimal
Jawaban: C. Mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional yang harus dipenuhi sistem.
Analisis kebutuhan merupakan fondasi pengembangan SPK, di mana kebutuhan fungsional (apa yang harus dilakukan sistem) dan nonfungsional (kualitas dan kendala sistem) diidentifikasi secara komprehensif.
24.

SPK Generator adalah perangkat lunak yang menyediakan kemampuan umum untuk membangun SPK spesifik. Contoh paling tepat dari SPK Generator adalah…

  • A. Sistem pencatatan transaksi keuangan harian perusahaan
  • B. Aplikasi pengolah kata untuk membuat laporan manajemen
  • C. Sistem operasi yang mengelola sumber daya komputer
  • D. Perangkat lunak spreadsheet dengan kemampuan analisis dan pemodelan
Jawaban: D. Perangkat lunak spreadsheet dengan kemampuan analisis dan pemodelan.
SPK Generator seperti spreadsheet menyediakan fasilitas umum (basis data, model analisis, antarmuka) yang dapat dikonfigurasi untuk membangun berbagai aplikasi SPK spesifik sesuai kebutuhan pengguna.
25.

Antarmuka pengguna (user interface) dalam SPK merupakan komponen yang penting karena…

  • A. Menentukan kecepatan pemrosesan data dan model analisis dalam sistem
  • B. Menjadi titik interaksi langsung antara pengguna dan kemampuan analitis sistem
  • C. Menyimpan seluruh data dan model yang digunakan dalam proses analisis
  • D. Mengamankan data sensitif dari akses yang tidak berwenang
Jawaban: B. Menjadi titik interaksi langsung antara pengguna dan kemampuan analitis sistem.
Antarmuka pengguna merupakan komponen yang menentukan kemudahan penggunaan SPK, karena melalui antarmuka inilah pengguna berinteraksi, memasukkan data, menjalankan model, dan menginterpretasikan hasil analisis.
26.

Konsep antarmuka pemakai dalam SPK menekankan prinsip bahwa sistem harus dirancang berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pengguna, bukan sebaliknya. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip…

  • A. User-centered design
  • B. System-centered design
  • C. Technology-centered design
  • D. Data-centered design
Jawaban: A. User-centered design.
Prinsip user-centered design menempatkan pengguna sebagai pusat dalam proses perancangan antarmuka, sehingga sistem dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan preferensi pengguna target.
27.

Graphical User Interface (GUI) dalam antarmuka SPK memberikan keunggulan dibandingkan antarmuka berbasis teks karena…

  • A. Membutuhkan lebih sedikit memori komputer untuk beroperasi
  • B. Mempercepat pemrosesan model analisis secara signifikan
  • C. Memudahkan interaksi pengguna melalui elemen visual seperti ikon, menu, dan jendela
  • D. Mengurangi kebutuhan akan pelatihan penggunaan sistem secara keseluruhan
Jawaban: C. Memudahkan interaksi pengguna melalui elemen visual seperti ikon, menu, dan jendela.
GUI memanfaatkan elemen grafis yang intuitif sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan sistem secara lebih mudah dan natural, terutama bagi pengguna yang tidak memiliki latar belakang teknis yang kuat.
28.

Teknologi multimedia dalam antarmuka SPK mencakup integrasi berbagai media seperti teks, grafik, suara, dan video. Manfaat utama penggunaan multimedia dalam SPK adalah…

  • A. Mengurangi ukuran basis data yang digunakan sistem
  • B. Meningkatkan kecepatan eksekusi algoritma model analisis
  • C. Menggantikan kebutuhan akan antarmuka berbasis teks sepenuhnya
  • D. Memperkaya penyajian informasi sehingga lebih mudah dipahami pengambil keputusan
Jawaban: D. Memperkaya penyajian informasi sehingga lebih mudah dipahami pengambil keputusan.
Multimedia memungkinkan informasi disajikan dalam berbagai format yang saling melengkapi, sehingga pengambil keputusan dapat memahami informasi kompleks dengan lebih cepat dan efektif.
29.

Executive Information System (EIS) didefinisikan sebagai sistem yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi…

  • A. Staf operasional dalam menjalankan tugas rutin harian
  • B. Manajer puncak dan eksekutif dalam memantau kinerja organisasi secara strategis
  • C. Departemen keuangan dalam menyusun laporan akuntansi periodik
  • D. Tim pengembang sistem dalam mendokumentasikan proses bisnis
Jawaban: B. Manajer puncak dan eksekutif dalam memantau kinerja organisasi secara strategis.
EIS dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi strategis para eksekutif, menyajikan informasi ringkas, tepat waktu, dan relevan tentang kinerja organisasi untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.
30.

Salah satu karakteristik utama EIS yang membedakannya dari sistem informasi lain adalah kemampuan drill-down, yang berarti…

  • A. Kemampuan pengguna untuk menelusuri dari ringkasan ke rincian data yang lebih spesifik
  • B. Kemampuan sistem untuk memproses data dalam jumlah besar secara paralel
  • C. Kemampuan mengintegrasikan data dari berbagai sistem warisan secara otomatis
  • D. Kemampuan menyesuaikan tampilan sistem dengan preferensi individual pengguna
Jawaban: A. Kemampuan pengguna untuk menelusuri dari ringkasan ke rincian data yang lebih spesifik.
Drill-down adalah fitur khas EIS yang memungkinkan eksekutif mengeksplorasi data secara hierarkis, mulai dari gambaran umum hingga data terperinci untuk memahami penyebab suatu kondisi bisnis.
31.

Model EIS yang menekankan pada pemantauan faktor-faktor kritis yang menentukan keberhasilan organisasi menggunakan konsep…

  • A. Business Intelligence Dashboard
  • B. Balanced Scorecard
  • C. Critical Success Factors (CSF)
  • D. Key Performance Indicator (KPI) Matrix
Jawaban: C. Critical Success Factors (CSF).
CSF adalah faktor-faktor yang harus berjalan dengan baik agar organisasi dapat mencapai tujuannya. Model EIS berbasis CSF memfokuskan informasi yang disajikan pada pemantauan faktor-faktor kritis tersebut.
32.

Karakteristik EIS yang memungkinkan pengguna mengakses informasi dari berbagai sumber internal dan eksternal organisasi melalui satu antarmuka terpadu disebut karakteristik…

  • A. Exception reporting
  • B. Trend analysis
  • C. Status access
  • D. Integrasi sumber data
Jawaban: D. Integrasi sumber data.
EIS mengintegrasikan data dari berbagai sumber, termasuk basis data internal, laporan keuangan, dan informasi eksternal seperti data pasar, sehingga eksekutif memiliki pandangan holistik melalui satu sistem.
33.

Organizational Decision Support System (ODSS) adalah sistem yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan yang melibatkan…

  • A. Satu individu dalam menyelesaikan masalah operasional sehari-hari
  • B. Beberapa kelompok atau unit organisasi yang saling berkoordinasi
  • C. Departemen keuangan dalam menyusun anggaran tahunan
  • D. Eksekutif puncak dalam memantau kinerja secara individual
Jawaban: B. Beberapa kelompok atau unit organisasi yang saling berkoordinasi.
ODSS dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan yang bersifat lintas unit atau melibatkan beberapa kelompok dalam organisasi, sehingga koordinasi dan komunikasi antarpihak dapat difasilitasi secara sistematis.
34.

Kerangka kerja penerapan ODSS dalam organisasi mencakup dimensi teknologi, proses, dan manusia. Dimensi yang berfokus pada prosedur, alur kerja, dan mekanisme koordinasi antarpihak dalam pengambilan keputusan bersama adalah dimensi…

  • A. Proses
  • B. Teknologi
  • C. Manusia
  • D. Infrastruktur
Jawaban: A. Proses.
Dimensi proses dalam kerangka ODSS mencakup prosedur operasional, alur kerja pengambilan keputusan, dan mekanisme koordinasi yang mengatur bagaimana berbagai pihak berinteraksi dalam proses keputusan organisasional.
35.

Suatu perusahaan manufaktur ingin menggunakan SAW untuk memilih pemasok terbaik berdasarkan tiga kriteria: harga (bobot 0,5), kualitas (bobot 0,3), dan ketepatan pengiriman (bobot 0,2). Jika nilai ternormalisasi pemasok X pada ketiga kriteria berturut-turut adalah 0,8, 0,9, dan 1,0, maka nilai preferensi pemasok X adalah…

  • A. 0,80
  • B. 0,84
  • C. 0,87
  • D. 0,90
Jawaban: C. 0,87.
Nilai preferensi SAW dihitung: (0,5 x 0,8) + (0,3 x 0,9) + (0,2 x 1,0) = 0,40 + 0,27 + 0,20 = 0,87. Nilai ini merupakan penjumlahan berbobot dari seluruh atribut yang telah dinormalisasi.
36.

Dalam pengambilan keputusan menggunakan AHP, jika seorang manajer menilai bahwa kriteria A sedikit lebih penting dari kriteria B, maka nilai yang diisikan pada matriks perbandingan berpasangan untuk pasangan (A,B) adalah…

  • A. 1
  • B. 5
  • C. 7
  • D. 3
Jawaban: D. 3.
Dalam skala AHP Saaty, nilai 3 menunjukkan bahwa satu elemen sedikit lebih penting (moderate importance) dibandingkan elemen lain, nilai 1 berarti sama penting, nilai 5 berarti lebih penting, dan nilai 7 berarti sangat lebih penting.
37.

Jika sebuah SPK menghasilkan dua rekomendasi berbeda untuk masalah yang sama karena perbedaan bobot kriteria yang digunakan, hal ini menunjukkan bahwa SPK…

  • A. Mengalami kerusakan sistem yang perlu segera diperbaiki
  • B. Sensitif terhadap preferensi pengguna dan menunjukkan fleksibilitas dalam mendukung keputusan
  • C. Tidak dapat diandalkan karena hasilnya tidak konsisten
  • D. Memerlukan penambahan data untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih akurat
Jawaban: B. Sensitif terhadap preferensi pengguna dan menunjukkan fleksibilitas dalam mendukung keputusan.
Perbedaan hasil berdasarkan bobot yang berbeda adalah fitur, bukan kelemahan SPK. Ini menunjukkan bahwa sistem mampu mengakomodasi berbagai perspektif pengambil keputusan sesuai prioritas yang ditetapkan.
38.

Perbedaan utama antara EIS dan SPK konvensional terletak pada…

  • A. Pengguna target, di mana EIS ditujukan untuk eksekutif puncak sedangkan SPK konvensional untuk manajer menengah
  • B. Teknologi yang digunakan, karena EIS selalu menggunakan kecerdasan buatan
  • C. Jenis data, karena EIS hanya menggunakan data keuangan sedangkan SPK menggunakan semua jenis data
  • D. Metode analisis, karena EIS menggunakan model optimasi sedangkan SPK menggunakan simulasi
Jawaban: A. Pengguna target, di mana EIS ditujukan untuk eksekutif puncak sedangkan SPK konvensional untuk manajer menengah.
EIS secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan eksekutif puncak dengan informasi strategis yang ringkas dan mudah diakses, sedangkan SPK konvensional lebih banyak digunakan oleh manajer menengah untuk analisis operasional.
39.

Proses pengembangan SPK yang dimulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan, implementasi, hingga evaluasi dan pemeliharaan merupakan siklus yang dikenal sebagai…

  • A. Business Process Reengineering
  • B. Total Quality Management
  • C. System Development Life Cycle (SDLC)
  • D. Continuous Improvement Process
Jawaban: C. System Development Life Cycle (SDLC).
SDLC adalah metodologi terstruktur dalam pengembangan sistem informasi termasuk SPK, yang mencakup tahapan perencanaan, analisis, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan sistem secara sistematis.
40.

Natural Language Processing (NLP) dalam antarmuka SPK memungkinkan pengguna untuk…

  • A. Mengakses sistem dari berbagai perangkat mobile secara nirkabel
  • B. Memvisualisasikan data dalam bentuk grafik dan diagram interaktif
  • C. Mengotomatisasi proses entri data dari dokumen fisik
  • D. Berinteraksi dengan sistem menggunakan bahasa manusia sehari-hari secara langsung
Jawaban: D. Berinteraksi dengan sistem menggunakan bahasa manusia sehari-hari secara langsung.
NLP memungkinkan sistem memahami dan memproses masukan dalam bentuk bahasa alami manusia, sehingga pengguna tidak perlu mempelajari perintah khusus atau bahasa teknis untuk berinteraksi dengan SPK.
41.

Fase Design dalam model kerangka pengambilan keputusan Simon dilakukan setelah fase Intelligence. Tujuan utama fase Design adalah…

  • A. Memilih alternatif terbaik untuk diimplementasikan
  • B. Mengembangkan dan menganalisis berbagai alternatif solusi yang mungkin
  • C. Mengevaluasi hasil implementasi keputusan yang telah diambil
  • D. Mengidentifikasi masalah atau peluang yang memerlukan keputusan
Jawaban: B. Mengembangkan dan menganalisis berbagai alternatif solusi yang mungkin.
Fase Design berfokus pada penciptaan dan penilaian berbagai alternatif untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi pada fase Intelligence, sebelum dilakukan pemilihan pada fase Choice.
42.

Dalam konteks ODSS, pengambilan keputusan organisasional berbeda dari pengambilan keputusan individual karena melibatkan…

  • A. Koordinasi antarbagian, negosiasi kepentingan, dan konsensus kelompok
  • B. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang lebih canggih
  • C. Data yang lebih besar dan model analisis yang lebih kompleks
  • D. Keterlibatan konsultan eksternal dalam setiap tahap keputusan
Jawaban: A. Koordinasi antarbagian, negosiasi kepentingan, dan konsensus kelompok.
Pengambilan keputusan organisasional bersifat kolektif dan memerlukan koordinasi antar unit yang mungkin memiliki kepentingan berbeda, sehingga proses negosiasi dan pencapaian konsensus menjadi bagian integral ODSS.
43.

Kelebihan utama metode Weighted Product (WP) dibandingkan SAW dalam konteks tertentu adalah WP tidak memerlukan proses normalisasi yang terpisah karena…

  • A. WP hanya dapat digunakan untuk atribut yang bersifat benefit
  • B. WP selalu menghasilkan nilai preferensi yang lebih akurat dari SAW
  • C. Proses pemangkatan dengan bobot dalam WP secara implisit mengakomodasi skala perbedaan antaratribut
  • D. WP tidak memerlukan penentuan bobot kriteria sebelum perhitungan dimulai
Jawaban: C. Proses pemangkatan dengan bobot dalam WP secara implisit mengakomodasi skala perbedaan antaratribut.
Dalam WP, nilai atribut dipangkatkan dengan bobotnya sehingga perbedaan skala antarkriteria dapat diakomodasi secara alami dalam proses perkalian, meskipun pada praktiknya normalisasi tetap disarankan untuk konsistensi.
44.

Manajemen data dalam SPK memerlukan mekanisme untuk menjamin kualitas data. Dimensi kualitas data yang mengukur sejauh mana data mencerminkan kondisi nyata di lapangan disebut dimensi…

  • A. Ketepatan waktu (timeliness)
  • B. Kelengkapan (completeness)
  • C. Konsistensi (consistency)
  • D. Akurasi (accuracy)
Jawaban: D. Akurasi (accuracy).
Akurasi mengukur sejauh mana data yang tersimpan dalam sistem sesuai dengan kondisi atau fakta sesungguhnya di dunia nyata, merupakan dimensi kualitas data yang paling fundamental dalam SPK.
45.

Sebuah perusahaan ritel menerapkan EIS untuk memantau penjualan di seluruh cabang. Direktur menemukan penurunan penjualan di wilayah tertentu dan ingin mengetahui produk mana yang mengalami penurunan paling signifikan. Fitur EIS yang digunakan direktur tersebut adalah…

  • A. Exception reporting untuk menampilkan selisih penjualan antarperiode
  • B. Drill-down untuk menelusuri dari data wilayah ke data produk secara terperinci
  • C. Trend analysis untuk memproyeksikan penjualan masa depan
  • D. What-if analysis untuk menguji skenario kenaikan harga produk
Jawaban: B. Drill-down untuk menelusuri dari data wilayah ke data produk secara terperinci.
Kemampuan drill-down memungkinkan direktur menelusuri informasi secara hierarkis dari tingkat ringkasan wilayah ke tingkat detail produk, sehingga dapat mengidentifikasi produk spesifik yang mengalami penurunan penjualan.
46.

Hypermedia dalam antarmuka SPK merupakan perluasan dari konsep hypertext yang menambahkan kemampuan untuk menghubungkan…

  • A. Berbagai jenis media seperti teks, gambar, suara, dan video dalam satu jaringan informasi nonlinear
  • B. Basis data dari berbagai lokasi geografis melalui jaringan internet
  • C. Pengguna dari berbagai departemen untuk berkolaborasi secara daring
  • D. Model analisis dengan basis data secara otomatis tanpa konfigurasi manual
Jawaban: A. Berbagai jenis media seperti teks, gambar, suara, dan video dalam satu jaringan informasi nonlinear.
Hypermedia memperluas konsep hypertext dengan mengintegrasikan berbagai format media dalam struktur informasi yang dapat dinavigasi secara nonlinear, memungkinkan pengguna SPK mengakses informasi dalam berbagai format secara terhubung.
47.

Perbandingan antara ODSS dan SPK individual menunjukkan bahwa ODSS memiliki tantangan tambahan berupa…

  • A. Kebutuhan data yang lebih sedikit karena keputusan dibagi ke banyak pihak
  • B. Antarmuka yang lebih sederhana karena digunakan oleh banyak pengguna dengan latar belakang teknis
  • C. Manajemen konflik kepentingan dan kebutuhan fasilitasi proses pengambilan keputusan kelompok
  • D. Ketergantungan pada satu model analisis yang disepakati seluruh anggota organisasi
Jawaban: C. Manajemen konflik kepentingan dan kebutuhan fasilitasi proses pengambilan keputusan kelompok.
Dalam ODSS, berbagai unit organisasi mungkin memiliki kepentingan yang berbeda atau bahkan bertentangan, sehingga diperlukan mekanisme fasilitasi, negosiasi, dan pengelolaan konflik yang tidak ada dalam SPK individual.
48.

Model EIS yang menggunakan pendekatan Balanced Scorecard mengintegrasikan perspektif keuangan dengan tiga perspektif lainnya, yaitu…

  • A. Teknologi, sumber daya manusia, dan regulasi
  • B. Pemasaran, operasional, dan riset pengembangan
  • C. Efisiensi, efektivitas, dan kepuasan karyawan
  • D. Pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan
Jawaban: D. Pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Balanced Scorecard Kaplan dan Norton mengintegrasikan empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan, untuk memberikan gambaran kinerja organisasi secara menyeluruh dalam EIS.
49.

Analisis pengembangan SPK memerlukan evaluasi terhadap kelayakan sistem. Kelayakan yang menilai apakah organisasi memiliki sumber daya manusia dengan kemampuan teknis yang cukup untuk mengembangkan dan mengoperasikan SPK disebut kelayakan…

  • A. Ekonomi
  • B. Operasional
  • C. Teknis
  • D. Jadwal
Jawaban: B. Operasional.
Kelayakan operasional menilai apakah sistem yang dikembangkan dapat beroperasi secara efektif dalam lingkungan organisasi yang ada, termasuk kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakan dan memelihara sistem.
50.

Penerapan ODSS dalam konteks pengambilan keputusan strategis organisasi memberikan nilai tambah utama berupa…

  • A. Peningkatan kualitas keputusan melalui integrasi perspektif multipihak dan basis informasi bersama
  • B. Pengurangan jumlah personel yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan
  • C. Otomatisasi penuh seluruh keputusan strategis tanpa keterlibatan manajemen
  • D. Penggantian sistem informasi yang ada dengan platform tunggal yang terintegrasi
Jawaban: A. Peningkatan kualitas keputusan melalui integrasi perspektif multipihak dan basis informasi bersama.
ODSS meningkatkan kualitas keputusan organisasional dengan mengintegrasikan berbagai perspektif dari seluruh pemangku kepentingan dan menyediakan basis informasi bersama yang konsisten, sehingga keputusan yang dihasilkan lebih komprehensif dan diterima oleh semua pihak.

Rajin mengerjakan Soal UO UT atau Soal UAS UT dalam berbagai format terbukti membuat mahasiswa jauh lebih adaptif saat hari ujian tiba. Perlu kamu tahu, UT mengenal tiga format ujian yang berbeda, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM) yang dilaksanakan di lokasi tertentu, Ujian Online (UO).

Percayai setiap langkah yang sudah kamu tempuh. Satu sesi latihan soal, satu halaman modul yang kamu baca dengan serius, semuanya terakumulasi menjadi kesiapan nyata. Semoga usahamu dalam menaklukkan Soal UAS UT MSIM4307 Sistem Pendukung Keputusan berbuah nilai yang membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!