Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT PWKL4209 Sistem Informasi Perencanaan dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UAS UT PWKL4209 Sistem Informasi Perencanaan can Kunci Jawaban
Soal UT PWKL4209 Sistem Informasi Perencanaan

Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, masa-masa menjelang UAS itu terasa seperti lomba lari jarak pendek di ujung maraton panjang. Kamu sudah melewati banyak modul, tapi pertanyaannya selalu sama: apakah semua yang dibaca benar-benar nyangkut di kepala? Soal UAS UT hadir bukan untuk menyiksa.

Salah satu mata kuliah yang sering bikin mahasiswa perlu strategi belajar lebih serius adalah PWKL4209 Sistem Informasi Perencanaan. Materi di dalamnya mencakup bagaimana merancang sistem informasi yang mendukung proses perencanaan secara terstruktur dan berbasis data.

Cara paling efektif untuk mengukur kesiapan sebelum ujian adalah berlatih langsung menggunakan Soal UAS UT PWKL4209 Sistem Informasi Perencanaan. Lewat latihan, kamu bisa mengenali pola soal yang sering muncul, melatih kecepatan berpikir, dan menambal bagian materi yang masih bolong.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT PWKL4209 Sistem Informasi Perencanaan

1.

Sistem informasi perencanaan didefinisikan sebagai suatu sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi bagi keperluan…

  • A. Pengelolaan keuangan daerah secara terpadu
  • B. Pengambilan keputusan dalam proses perencanaan pembangunan
  • C. Pemantauan pelaksanaan proyek infrastruktur
  • D. Pengarsipan dokumen administrasi pemerintahan
Jawaban: B. Pengambilan keputusan dalam proses perencanaan pembangunan.
Sistem informasi perencanaan secara fundamental dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan dalam proses perencanaan, bukan sekadar pengarsipan atau pengelolaan keuangan semata.
2.

Komponen utama yang membentuk sebuah sistem informasi perencanaan mencakup data, perangkat keras, perangkat lunak, dan…

  • A. Sumber daya manusia serta prosedur pengolahan informasi
  • B. Anggaran belanja dan laporan keuangan tahunan
  • C. Regulasi daerah dan peraturan perundang-undangan
  • D. Jaringan listrik dan infrastruktur telekomunikasi
Jawaban: A. Sumber daya manusia serta prosedur pengolahan informasi.
Komponen sistem informasi perencanaan meliputi data, perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, dan prosedur sebagai elemen yang saling mendukung dalam pengolahan informasi.
3.

Kebutuhan sistem informasi perencanaan timbul karena adanya kesenjangan antara informasi yang tersedia dengan informasi yang dibutuhkan oleh perencana. Kesenjangan ini disebut…

  • A. Kelebihan informasi (information overload)
  • B. Distorsi informasi (information distortion)
  • C. Kebutuhan informasi (information need)
  • D. Hambatan informasi (information barrier)
Jawaban: C. Kebutuhan informasi (information need).
Kebutuhan informasi muncul saat terjadi kesenjangan antara informasi yang ada dan informasi yang diperlukan perencana dalam menyelesaikan tugasnya.
4.

Lingkup sistem informasi perencanaan ditentukan oleh tingkat dan jenis perencanaan yang dilayaninya. Hal ini berarti sistem informasi untuk perencanaan strategis berbeda dengan sistem informasi untuk perencanaan…

  • A. Nasional dan regional
  • B. Jangka panjang dan menengah
  • C. Sektoral dan lintas sektoral
  • D. Operasional dan teknis
Jawaban: D. Operasional dan teknis.
Perencanaan strategis membutuhkan informasi agregat dan jangka panjang, sedangkan perencanaan operasional dan teknis membutuhkan informasi rinci dan spesifik yang berbeda karakteristiknya.
5.

Data ekonomi yang digunakan dalam perencanaan tata ruang mencakup informasi tentang kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi di suatu wilayah. Data ini termasuk dalam kategori…

  • A. Data fisik dan lingkungan
  • B. Data sosial ekonomi
  • C. Data infrastruktur dan utilitas
  • D. Data kependudukan dan demografi
Jawaban: B. Data sosial ekonomi.
Informasi mengenai kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi termasuk dalam data sosial ekonomi yang menggambarkan kondisi perekonomian suatu wilayah perencanaan.
6.

Informasi kependudukan yang diperlukan dalam perencanaan tata ruang meliputi jumlah penduduk, persebaran, dan komposisi penduduk. Data komposisi penduduk mencakup…

  • A. Struktur umur, jenis kelamin, dan mata pencaharian
  • B. Luas wilayah, kepadatan, dan topografi
  • C. Jumlah rumah tangga, luas lahan, dan produksi
  • D. Tingkat inflasi, PDRB, dan pendapatan daerah
Jawaban: A. Struktur umur, jenis kelamin, dan mata pencaharian.
Komposisi penduduk menggambarkan susunan penduduk berdasarkan karakteristik tertentu seperti umur, jenis kelamin, dan mata pencaharian yang relevan untuk perencanaan tata ruang.
7.

Sistem kegiatan dalam konteks perencanaan tata ruang merujuk pada pola aktivitas manusia yang berlangsung di atas ruang. Salah satu contoh sistem kegiatan yang perlu diidentifikasi dalam perencanaan adalah…

  • A. Sistem jaringan jalan dan transportasi umum
  • B. Sistem hidrologi dan drainase wilayah
  • C. Pola kegiatan perdagangan, industri, dan permukiman
  • D. Jaringan listrik, air bersih, dan telekomunikasi
Jawaban: C. Pola kegiatan perdagangan, industri, dan permukiman.
Sistem kegiatan mencerminkan pola aktivitas manusia di ruang seperti perdagangan, industri, dan permukiman yang harus diidentifikasi dalam perencanaan tata ruang.
8.

Penggunaan lahan merupakan salah satu elemen informasi penting dalam perencanaan tata ruang. Data penggunaan lahan dibutuhkan terutama untuk mengetahui…

  • A. Nilai jual objek pajak di setiap kawasan
  • B. Tingkat kepadatan bangunan di kawasan perkotaan
  • C. Jumlah perizinan mendirikan bangunan yang diterbitkan
  • D. Kondisi eksisting dan kesesuaian pemanfaatan ruang
Jawaban: D. Kondisi eksisting dan kesesuaian pemanfaatan ruang.
Data penggunaan lahan dibutuhkan untuk mengetahui kondisi eksisting pemanfaatan ruang serta kesesuaiannya dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
9.

Informasi lingkungan hidup yang dibutuhkan dalam perencanaan tata ruang mencakup kondisi ekosistem, daya dukung lingkungan, dan tingkat pencemaran. Data daya dukung lingkungan diperlukan untuk…

  • A. Menghitung luas kawasan hutan yang dapat dikonversi
  • B. Menentukan batas kemampuan lingkungan dalam menampung kegiatan pembangunan
  • C. Menetapkan tarif retribusi lingkungan bagi pelaku usaha
  • D. Mengidentifikasi jenis flora dan fauna yang dilindungi
Jawaban: B. Menentukan batas kemampuan lingkungan dalam menampung kegiatan pembangunan.
Daya dukung lingkungan menggambarkan batas maksimal kemampuan lingkungan dalam menampung beban kegiatan pembangunan tanpa mengalami kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.
10.

Data transportasi dalam perencanaan tata ruang meliputi informasi tentang jaringan jalan, volume lalu lintas, dan pola pergerakan penduduk. Informasi pola pergerakan penduduk digunakan untuk…

  • A. Menetapkan tarif angkutan umum di kawasan perkotaan
  • B. Menentukan lebar jalan minimum di kawasan permukiman
  • C. Merencanakan jaringan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan pergerakan
  • D. Menghitung jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi
Jawaban: C. Merencanakan jaringan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan pergerakan.
Pola pergerakan penduduk dianalisis agar jaringan transportasi dapat direncanakan sesuai arah dan intensitas pergerakan yang terjadi di wilayah tersebut.
11.

Utilitas dalam konteks perencanaan tata ruang merujuk pada sarana dan prasarana penunjang kehidupan masyarakat. Contoh utilitas yang termasuk dalam elemen informasi perencanaan adalah…

  • A. Jaringan air bersih, listrik, dan pengelolaan sampah
  • B. Kawasan perdagangan, industri, dan pergudangan
  • C. Ruang terbuka hijau, taman, dan jalur hijau
  • D. Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hotel
Jawaban: A. Jaringan air bersih, listrik, dan pengelolaan sampah.
Utilitas mencakup jaringan infrastruktur penunjang seperti air bersih, listrik, dan pengelolaan sampah yang menjadi elemen penting dalam data perencanaan tata ruang.
12.

Kebutuhan umum data dalam perencanaan tata ruang didasarkan pada prinsip bahwa data harus relevan, akurat, dan tepat waktu. Prinsip relevansi data berarti data yang dikumpulkan harus…

  • A. Bersumber dari lembaga pemerintah yang berwenang
  • B. Disajikan dalam format digital yang mudah diakses
  • C. Dikumpulkan dengan metode survei lapangan langsung
  • D. Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perencanaan yang ditetapkan
Jawaban: D. Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perencanaan yang ditetapkan.
Relevansi data berarti data yang dikumpulkan harus memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dan tujuan perencanaan agar proses analisis dan pengambilan keputusan menjadi efektif.
13.

Dalam perencanaan tata ruang, sumber data dibedakan menjadi data primer dan data sekunder. Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada…

  • A. Tingkat keakuratan dan kelengkapan data yang dimiliki
  • B. Cara perolehan data, apakah langsung dari lapangan atau melalui sumber yang telah ada
  • C. Jenis instansi yang mengumpulkan dan menerbitkan data tersebut
  • D. Format penyajian data dalam bentuk tabel atau peta
Jawaban: B. Cara perolehan data, apakah langsung dari lapangan atau melalui sumber yang telah ada.
Data primer diperoleh langsung melalui observasi atau survei lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber yang telah ada seperti publikasi, laporan, atau dokumen instansi terkait.
14.

Klasifikasi perencanaan tata ruang menurut tingkatannya dibedakan menjadi perencanaan nasional, regional, dan lokal. Perencanaan pada tingkat lokal mencakup…

  • A. Rencana pembangunan jangka panjang nasional
  • B. Rencana tata ruang wilayah provinsi
  • C. Rencana detail tata ruang kawasan perkotaan
  • D. Rencana pengembangan koridor ekonomi antarpulau
Jawaban: C. Rencana detail tata ruang kawasan perkotaan.
Perencanaan tata ruang pada tingkat lokal mencakup rencana detail kawasan perkotaan atau perdesaan yang bersifat lebih spesifik dan operasional dibandingkan perencanaan nasional maupun regional.
15.

Ruang lingkup perencanaan tata ruang mencakup dimensi horizontal dan vertikal. Dimensi vertikal dalam perencanaan tata ruang mengacu pada…

  • A. Hubungan hierarki antartingkatan rencana dari nasional hingga lokal
  • B. Pengaturan ketinggian bangunan dalam kawasan perkotaan
  • C. Pembagian kawasan berdasarkan fungsi dan peruntukan lahan
  • D. Koordinasi antarsektoral dalam pemanfaatan ruang
Jawaban: A. Hubungan hierarki antartingkatan rencana dari nasional hingga lokal.
Dimensi vertikal dalam perencanaan tata ruang menunjukkan keterkaitan hierarkis antara rencana nasional, regional, dan lokal sehingga rencana di tingkat bawah mengacu pada rencana di tingkat atasnya.
16.

Tahapan penyusunan rencana tata ruang memerlukan jenis data yang berbeda pada setiap tahap. Pada tahap identifikasi masalah, jenis data yang paling dibutuhkan adalah…

  • A. Data proyeksi kebutuhan lahan di masa mendatang
  • B. Data rencana investasi dari sektor swasta
  • C. Data anggaran pembangunan daerah lima tahun ke depan
  • D. Data kondisi eksisting wilayah yang mencerminkan permasalahan aktual
Jawaban: D. Data kondisi eksisting wilayah yang mencerminkan permasalahan aktual.
Pada tahap identifikasi masalah, data kondisi eksisting wilayah sangat dibutuhkan untuk mengenali permasalahan aktual yang menjadi dasar penyusunan rencana tata ruang.
17.

Kebutuhan data dalam penyusunan rencana tata ruang bervariasi menurut skala dan kedalaman rencana. Rencana dengan skala yang lebih besar membutuhkan data yang lebih…

  • A. Umum dan bersifat makro
  • B. Rinci dan spesifik
  • C. Historis dan longitudinal
  • D. Kualitatif dan deskriptif
Jawaban: B. Rinci dan spesifik.
Rencana dengan skala peta yang lebih besar mencerminkan tingkat kedetailan yang lebih tinggi sehingga membutuhkan data yang lebih rinci dan spesifik untuk setiap unit wilayah perencanaan.
18.

Metode pengumpulan data melalui wawancara terstruktur termasuk dalam teknik pengumpulan data…

  • A. Sekunder melalui dokumentasi
  • B. Sekunder melalui kompilasi statistik
  • C. Primer melalui survei lapangan
  • D. Primer melalui penginderaan jauh
Jawaban: C. Primer melalui survei lapangan.
Wawancara terstruktur merupakan teknik pengumpulan data primer yang dilakukan secara langsung di lapangan untuk memperoleh informasi dari responden sesuai tujuan penelitian atau perencanaan.
19.

Teknik penyimpanan data dalam sistem informasi perencanaan dapat dilakukan secara manual dan komputerisasi. Keunggulan sistem penyimpanan komputerisasi dibandingkan manual adalah…

  • A. Kemampuan pengolahan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi
  • B. Tidak memerlukan keahlian khusus dalam pengoperasiannya
  • C. Biaya pengadaan perangkat yang lebih murah
  • D. Lebih tahan terhadap kerusakan akibat bencana alam
Jawaban: A. Kemampuan pengolahan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi.
Sistem penyimpanan komputerisasi unggul dalam kemampuannya mengolah dan menyimpan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi serta memudahkan pencarian dan pemrosesan informasi.
20.

Basis data (database) dalam sistem informasi perencanaan berfungsi sebagai tempat penyimpanan data yang terorganisir. Karakteristik utama basis data yang membedakannya dari sistem pengarsipan biasa adalah…

  • A. Menggunakan kertas dan folder sebagai media penyimpanan
  • B. Hanya dapat diakses oleh satu pengguna pada satu waktu
  • C. Tidak memerlukan pemeliharaan dan pembaruan secara berkala
  • D. Memungkinkan integrasi, pencarian, dan berbagi data secara efisien
Jawaban: D. Memungkinkan integrasi, pencarian, dan berbagi data secara efisien.
Basis data memiliki kemampuan integrasi antar tabel data, pencarian cepat, dan berbagi data oleh banyak pengguna sekaligus, yang membedakannya secara fundamental dari sistem pengarsipan konvensional.
21.

Konsep data dalam sistem informasi secara umum didefinisikan sebagai fakta mentah yang belum diolah dan diinterpretasikan. Perbedaan mendasar antara data dan informasi adalah…

  • A. Data selalu berwujud angka, sedangkan informasi berupa teks naratif
  • B. Informasi merupakan data yang telah diolah sehingga memiliki makna bagi penggunanya
  • C. Data bersifat rahasia, sedangkan informasi bersifat publik
  • D. Informasi dikumpulkan di lapangan, sedangkan data dihasilkan dari analisis
Jawaban: B. Informasi merupakan data yang telah diolah sehingga memiliki makna bagi penggunanya.
Data adalah fakta mentah, sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data yang telah diberi konteks dan makna sehingga berguna bagi pengambil keputusan.
22.

Kualitas informasi dalam sistem informasi perencanaan dipengaruhi oleh beberapa atribut. Atribut akurasi informasi berarti informasi tersebut harus…

  • A. Disajikan dalam format yang mudah dipahami oleh pengguna
  • B. Tersedia sebelum batas waktu pengambilan keputusan
  • C. Bebas dari kesalahan dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
  • D. Mencakup semua aspek yang diperlukan dalam perencanaan
Jawaban: C. Bebas dari kesalahan dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Akurasi informasi berarti informasi harus bebas dari kesalahan, tidak menyesatkan, dan mencerminkan kondisi aktual yang ada di lapangan agar dapat diandalkan dalam proses perencanaan.
23.

Pengelompokan data dalam sistem informasi perencanaan bertujuan untuk memudahkan pengelolaan dan analisis. Pengelompokan data berdasarkan sifatnya membedakan antara data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dicirikan oleh…

  • A. Bentuk angka yang dapat diukur dan dihitung secara numerik
  • B. Deskripsi verbal tentang kondisi atau keadaan tertentu
  • C. Informasi yang bersumber dari wawancara mendalam
  • D. Pendapat dan persepsi masyarakat terhadap suatu isu
Jawaban: A. Bentuk angka yang dapat diukur dan dihitung secara numerik.
Data kuantitatif berwujud angka yang dapat diukur, dihitung, dan dianalisis secara statistik, berbeda dengan data kualitatif yang berupa deskripsi atau kategori.
24.

Pengelompokan data berdasarkan skala pengukurannya mencakup skala nominal, ordinal, interval, dan rasio. Skala ordinal digunakan untuk data yang…

  • A. Hanya membedakan kategori tanpa urutan tertentu
  • B. Memiliki jarak antar nilai yang sama dan titik nol mutlak
  • C. Memiliki titik nol mutlak dan dapat diperbandingkan secara proporsional
  • D. Dapat diurutkan atau diperingkat meskipun jarak antar nilai tidak sama
Jawaban: D. Dapat diurutkan atau diperingkat meskipun jarak antar nilai tidak sama.
Skala ordinal memungkinkan pengurutan atau pemeringkatan data, namun jarak antar nilai tidak harus sama, berbeda dengan skala interval yang memiliki jarak tetap.
25.

Model kependudukan dalam analisis perencanaan digunakan untuk memprediksi pertumbuhan dan distribusi penduduk di masa mendatang. Metode proyeksi penduduk yang paling sederhana berdasarkan laju pertumbuhan rata-rata adalah metode…

  • A. Kohort komponen
  • B. Geometrik atau eksponensial
  • C. Regresi berganda
  • D. Rantai Markov
Jawaban: B. Geometrik atau eksponensial.
Metode geometrik atau eksponensial merupakan metode proyeksi penduduk yang paling sederhana dengan menggunakan laju pertumbuhan rata-rata tahunan untuk memproyeksikan jumlah penduduk di masa mendatang.
26.

Model kohort komponen dalam proyeksi penduduk memisahkan proyeksi berdasarkan tiga komponen utama pertumbuhan penduduk, yaitu…

  • A. Jumlah, kepadatan, dan distribusi penduduk
  • B. Urbanisasi, ruralisasi, dan transmigrasi
  • C. Fertilitas, mortalitas, dan migrasi
  • D. Kelahiran, pernikahan, dan kematian bayi
Jawaban: C. Fertilitas, mortalitas, dan migrasi.
Model kohort komponen menganalisis pertumbuhan penduduk secara terpisah berdasarkan tiga komponen utama, yaitu fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), dan migrasi (perpindahan penduduk).
27.

Model ekonomi basis (economic base model) dalam analisis perencanaan wilayah membagi kegiatan ekonomi menjadi dua sektor. Sektor basis (basic sector) didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang…

  • A. Menghasilkan barang dan jasa untuk diekspor ke luar wilayah
  • B. Melayani kebutuhan penduduk di dalam wilayah itu sendiri
  • C. Menyerap tenaga kerja paling banyak di suatu wilayah
  • D. Memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB wilayah
Jawaban: A. Menghasilkan barang dan jasa untuk diekspor ke luar wilayah.
Sektor basis adalah kegiatan ekonomi yang berorientasi ekspor ke luar wilayah sehingga mendatangkan pendapatan dari luar dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah.
28.

Analisis Location Quotient (LQ) digunakan dalam model ekonomi untuk mengidentifikasi sektor unggulan suatu wilayah. Suatu sektor dikatakan sebagai sektor basis apabila nilai LQ-nya…

  • A. Kurang dari 0,5
  • B. Sama dengan 0
  • C. Antara 0,5 dan 1,0
  • D. Lebih besar dari 1
Jawaban: D. Lebih besar dari 1.
Sektor dengan nilai LQ lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa konsentrasi sektor tersebut di wilayah yang bersangkutan melebihi rata-rata wilayah referensi, sehingga dikategorikan sebagai sektor basis.
29.

Penyajian informasi keruangan dalam sistem informasi perencanaan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Penyajian dalam bentuk peta tematik bertujuan untuk…

  • A. Menampilkan topografi dan morfologi lahan secara detail
  • B. Menggambarkan distribusi spasial suatu fenomena atau variabel tertentu
  • C. Menyajikan batas administrasi wilayah secara legal
  • D. Menunjukkan jaringan transportasi dan infrastruktur dasar
Jawaban: B. Menggambarkan distribusi spasial suatu fenomena atau variabel tertentu.
Peta tematik dirancang khusus untuk menggambarkan distribusi spasial fenomena atau variabel tertentu seperti kepadatan penduduk, penggunaan lahan, atau tingkat kemiskinan di suatu wilayah.
30.

Klasifikasi penyajian informasi keruangan berdasarkan dimensi waktu membedakan antara informasi statis dan informasi dinamis. Informasi keruangan yang bersifat dinamis memiliki ciri utama berupa…

  • A. Penyajian dalam format tiga dimensi yang interaktif
  • B. Ketergantungan pada teknologi penginderaan jauh terkini
  • C. Perubahan nilai atau kondisi yang terjadi seiring berjalannya waktu
  • D. Penyimpanan dalam basis data yang tidak dapat diubah
Jawaban: C. Perubahan nilai atau kondisi yang terjadi seiring berjalannya waktu.
Informasi keruangan dinamis dicirikan oleh kondisi atau nilainya yang berubah dari waktu ke waktu, sehingga memerlukan pembaruan data secara periodik untuk tetap relevan.
31.

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan salah satu alat analisis dalam perencanaan. SIG didefinisikan sebagai sistem yang dirancang untuk…

  • A. Mengelola, menganalisis, dan menyajikan data yang memiliki referensi keruangan
  • B. Mengumpulkan data lapangan melalui teknologi Global Positioning System
  • C. Membuat peta digital skala besar untuk keperluan cadastral
  • D. Menyiarkan informasi wilayah kepada masyarakat umum secara daring
Jawaban: A. Mengelola, menganalisis, dan menyajikan data yang memiliki referensi keruangan.
SIG adalah sistem komputer yang dirancang untuk mengelola, menganalisis, dan menyajikan data yang memiliki referensi keruangan (geospasial) sehingga mendukung pengambilan keputusan perencanaan.
32.

Komponen utama SIG terdiri atas perangkat keras, perangkat lunak, data, dan manusia. Komponen data dalam SIG dibedakan menjadi data spasial dan data atribut. Data atribut berfungsi untuk…

  • A. Menentukan koordinat geografis setiap objek di peta
  • B. Menggambarkan bentuk dan posisi objek di permukaan bumi
  • C. Menyimpan gambar satelit hasil penginderaan jauh
  • D. Memberikan keterangan deskriptif tentang karakteristik objek spasial
Jawaban: D. Memberikan keterangan deskriptif tentang karakteristik objek spasial.
Data atribut dalam SIG berisi keterangan deskriptif atau tabel yang menjelaskan karakteristik objek spasial, seperti nama, luas, populasi, atau fungsi dari suatu wilayah pada peta.
33.

Dalam SIG, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua model utama, yaitu model vektor dan model raster. Model raster merepresentasikan data dengan menggunakan…

  • A. Titik, garis, dan poligon yang memiliki koordinat tepat
  • B. Grid sel atau piksel yang masing-masing memiliki nilai tertentu
  • C. Layer tematik yang ditampilkan secara bertumpuk
  • D. Kurva kontur yang menggambarkan ketinggian permukaan lahan
Jawaban: B. Grid sel atau piksel yang masing-masing memiliki nilai tertentu.
Model raster merepresentasikan data spasial dalam bentuk grid sel atau piksel, di mana setiap sel memiliki nilai yang merepresentasikan kondisi permukaan bumi pada lokasi tersebut.
34.

Model analisis spasial dalam SIG mencakup berbagai teknik analisis. Analisis overlay bertujuan untuk…

  • A. Menghitung jarak terdekat antara dua titik di permukaan bumi
  • B. Mengidentifikasi pola sebaran titik dalam suatu wilayah
  • C. Menggabungkan dua atau lebih layer data untuk menghasilkan informasi baru
  • D. Menentukan wilayah yang dapat dilihat dari suatu titik tertentu
Jawaban: C. Menggabungkan dua atau lebih layer data untuk menghasilkan informasi baru.
Analisis overlay dalam SIG dilakukan dengan menumpangsusunkan dua atau lebih layer data spasial untuk menghasilkan informasi baru berdasarkan kombinasi karakteristik dari setiap layer.
35.

Analisis buffer dalam SIG digunakan untuk mengidentifikasi zona di sekitar suatu objek spasial. Dalam perencanaan tata ruang, analisis buffer dapat digunakan untuk…

  • A. Menentukan zona sempadan sungai atau kawasan terdampak jalan baru
  • B. Menghitung luas total kawasan hutan lindung di suatu provinsi
  • C. Membandingkan perubahan penggunaan lahan antara dua periode waktu
  • D. Mengklasifikasikan tingkat kemiringan lahan berdasarkan data topografi
Jawaban: A. Menentukan zona sempadan sungai atau kawasan terdampak jalan baru.
Analisis buffer menghasilkan zona dengan jarak tertentu dari objek spasial seperti sungai atau jalan, sehingga sangat berguna untuk menentukan sempadan sungai atau kawasan yang terdampak infrastruktur baru.
36.

Informasi keruangan dalam perencanaan tata ruang disajikan dalam berbagai skala peta. Peta dengan skala 1:5.000 termasuk dalam kategori peta…

  • A. Skala sangat kecil
  • B. Skala kecil
  • C. Skala sedang
  • D. Skala besar
Jawaban: D. Skala besar.
Peta skala 1:5.000 termasuk peta skala besar karena menggambarkan area yang relatif kecil dengan tingkat detail yang tinggi, berbeda dengan peta skala kecil yang menggambarkan area luas dengan detail minimal.
37.

Metode pengumpulan data melalui penginderaan jauh (remote sensing) memiliki keunggulan dibandingkan survei lapangan konvensional. Keunggulan utama penginderaan jauh adalah…

  • A. Menghasilkan data yang lebih akurat tentang kondisi sosial masyarakat
  • B. Mampu meliput wilayah yang luas dalam waktu singkat
  • C. Tidak memerlukan interpretasi oleh tenaga ahli
  • D. Menghasilkan data atribut yang lebih lengkap dan terperinci
Jawaban: B. Mampu meliput wilayah yang luas dalam waktu singkat.
Penginderaan jauh menggunakan sensor pada wahana udara atau satelit yang mampu merekam kondisi permukaan bumi dalam cakupan wilayah luas secara bersamaan dan dalam waktu yang lebih singkat dibanding survei lapangan.
38.

Dalam konteks sistem informasi perencanaan, karakteristik data yang berkaitan dengan kemudahan akses dan penggunaan oleh berbagai pihak disebut…

  • A. Akurasi data
  • B. Validitas data
  • C. Aksesibilitas data
  • D. Reliabilitas data
Jawaban: C. Aksesibilitas data.
Aksesibilitas data berkaitan dengan kemudahan akses dan penggunaan data oleh berbagai pengguna yang membutuhkan, berbeda dengan akurasi yang menyangkut kebenaran data dan reliabilitas yang menyangkut konsistensinya.
39.

Seorang perencana kota ingin menganalisis kesesuaian lahan untuk pengembangan permukiman baru. Ia menggunakan data kemiringan lereng, jenis tanah, dan kerawanan bencana. Teknik analisis SIG yang paling tepat digunakan adalah…

  • A. Overlay berbobot dari ketiga layer data tersebut
  • B. Buffer 500 meter dari batas kawasan permukiman eksisting
  • C. Analisis jaringan untuk menentukan aksesibilitas kawasan
  • D. Analisis titik panas (hotspot) berbasis kepadatan penduduk
Jawaban: A. Overlay berbobot dari ketiga layer data tersebut.
Analisis kesesuaian lahan yang melibatkan beberapa kriteria seperti kemiringan, jenis tanah, dan kerawanan bencana paling tepat dilakukan dengan overlay berbobot untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan terintegrasi.
40.

Sebuah kabupaten ingin membangun fasilitas pengolahan sampah. Perencana diminta mengidentifikasi lokasi yang berjarak minimal 500 meter dari permukiman. Analisis SIG yang digunakan adalah…

  • A. Analisis interpolasi spasial
  • B. Analisis jaringan transportasi
  • C. Analisis kerapatan (density analysis)
  • D. Analisis buffer dari layer permukiman
Jawaban: D. Analisis buffer dari layer permukiman.
Untuk mengidentifikasi zona dengan jarak minimal tertentu dari permukiman, teknik analisis buffer digunakan untuk membuat zona eksklusi di sekitar area permukiman, sehingga lokasi di luar zona buffer dapat dipertimbangkan.
41.

Suatu wilayah mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 2% per tahun. Perencana menggunakan data ini untuk memproyeksikan kebutuhan fasilitas pendidikan 10 tahun ke depan. Pendekatan yang digunakan perencana tersebut termasuk dalam analisis…

  • A. Deskriptif kondisi eksisting
  • B. Proyektif berbasis model kependudukan
  • C. Evaluatif terhadap kebijakan yang berlaku
  • D. Normatif berdasarkan standar pelayanan minimum
Jawaban: B. Proyektif berbasis model kependudukan.
Penggunaan data laju pertumbuhan penduduk untuk memperkirakan kebutuhan fasilitas di masa depan merupakan pendekatan analisis proyektif yang mengandalkan model kependudukan sebagai dasar perhitungan.
42.

Dalam penyusunan rencana detail tata ruang, perencana perlu membandingkan kondisi penggunaan lahan eksisting dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi…

  • A. Nilai NJOP lahan yang mengalami kenaikan tertinggi
  • B. Jumlah penduduk yang bermukim di kawasan budidaya
  • C. Penyimpangan pemanfaatan ruang dari rencana yang ditetapkan
  • D. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah
Jawaban: C. Penyimpangan pemanfaatan ruang dari rencana yang ditetapkan.
Perbandingan antara penggunaan lahan eksisting dengan rencana bertujuan mengidentifikasi penyimpangan atau ketidaksesuaian pemanfaatan ruang yang terjadi sebagai dasar tindakan penertiban.
43.

Sebuah kota memiliki sektor pertanian dengan nilai LQ sebesar 0,6 dan sektor pariwisata dengan nilai LQ sebesar 1,8. Berdasarkan hasil analisis ini, sektor yang perlu diprioritaskan sebagai penggerak perekonomian kota tersebut adalah…

  • A. Sektor pariwisata karena nilai LQ-nya lebih besar dari 1
  • B. Sektor pertanian karena menyerap lebih banyak tenaga kerja
  • C. Kedua sektor secara bersamaan karena saling mendukung
  • D. Sektor pertanian karena nilai LQ-nya menunjukkan potensi pengembangan
Jawaban: A. Sektor pariwisata karena nilai LQ-nya lebih besar dari 1.
Sektor pariwisata dengan LQ 1,8 merupakan sektor basis yang memiliki keunggulan komparatif dan berorientasi ekspor, sehingga menjadi prioritas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah.
44.

Perencana wilayah menganalisis pola penggunaan lahan suatu kecamatan menggunakan citra satelit. Ia menemukan bahwa lahan sawah berubah menjadi kawasan industri selama kurun waktu 10 tahun. Jenis analisis yang dilakukan perencana tersebut adalah…

  • A. Analisis kesesuaian lahan berbasis kriteria
  • B. Analisis kepadatan permukiman perkotaan
  • C. Analisis jaringan utilitas wilayah
  • D. Analisis perubahan penggunaan lahan secara temporal
Jawaban: D. Analisis perubahan penggunaan lahan secara temporal.
Identifikasi perubahan penggunaan lahan dari satu jenis ke jenis lain selama periode waktu tertentu merupakan analisis perubahan penggunaan lahan secara temporal yang menggunakan data multiwaktu.
45.

Jika dua kota memiliki jumlah penduduk dan fasilitas perdagangan yang sama, tetapi kota A memiliki aksesibilitas jaringan jalan yang jauh lebih baik, maka kota A akan cenderung memiliki…

  • A. Tingkat kepadatan bangunan yang lebih rendah
  • B. Nilai LQ sektor pertanian yang lebih tinggi
  • C. Daya tarik pertumbuhan ekonomi yang lebih besar
  • D. Kebutuhan data kependudukan yang lebih kompleks
Jawaban: C. Daya tarik pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
Aksesibilitas jaringan jalan yang lebih baik meningkatkan konektivitas dan efisiensi distribusi barang, sehingga memperkuat daya tarik investasi dan pertumbuhan ekonomi suatu kota dibandingkan kota dengan aksesibilitas lebih rendah.
46.

Dalam sistem informasi perencanaan, analisis jaringan (network analysis) pada SIG digunakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan…

  • A. Klasifikasi penggunaan lahan berdasarkan citra satelit
  • B. Optimasi rute perjalanan dan jangkauan layanan fasilitas
  • C. Identifikasi batas administrasi antar wilayah
  • D. Perhitungan luas kawasan konservasi alam
Jawaban: B. Optimasi rute perjalanan dan jangkauan layanan fasilitas.
Analisis jaringan dalam SIG digunakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan konektivitas seperti optimasi rute transportasi, penentuan jangkauan pelayanan, dan analisis aksesibilitas fasilitas.
47.

Perbedaan antara sistem informasi berbasis SIG dengan sistem informasi tabular biasa terletak terutama pada kemampuan SIG untuk…

  • A. Mengintegrasikan data dengan dimensi keruangan dan melakukan analisis spasial
  • B. Menghasilkan laporan keuangan yang lebih terstruktur
  • C. Menyimpan lebih banyak data dalam format yang lebih ringkas
  • D. Menampilkan grafik dan diagram statistik yang lebih beragam
Jawaban: A. Mengintegrasikan data dengan dimensi keruangan dan melakukan analisis spasial.
Keunggulan SIG dibandingkan sistem informasi tabular terletak pada kemampuannya mengintegrasikan data dengan referensi geografis dan melakukan berbagai analisis spasial yang tidak dapat dilakukan sistem tabular biasa.
48.

Dalam memilih metode analisis untuk perencanaan wilayah, perencana perlu mempertimbangkan ketersediaan data. Apabila data kependudukan hanya tersedia dalam bentuk agregat per kecamatan, maka metode analisis yang paling sesuai digunakan adalah…

  • A. Analisis individual berbasis data rumah tangga
  • B. Model agen berbasis perilaku individu
  • C. Analisis mikro berbasis data sensus penduduk per jiwa
  • D. Analisis makro berbasis data agregat wilayah administrasi
Jawaban: D. Analisis makro berbasis data agregat wilayah administrasi.
Ketika data hanya tersedia dalam bentuk agregat per wilayah administrasi, analisis makro merupakan pilihan yang paling sesuai karena tidak membutuhkan data individual yang lebih rinci.
49.

Perencana wilayah diminta mengevaluasi apakah fasilitas kesehatan di suatu kabupaten sudah terdistribusi secara merata. Ia perlu membandingkan jangkauan pelayanan setiap puskesmas dengan sebaran permukiman. Pendekatan analisis yang paling tepat adalah…

  • A. Overlay peta penggunaan lahan dengan peta administratif
  • B. Proyeksi jumlah pasien berbasis laju pertumbuhan penduduk
  • C. Analisis buffer dari lokasi puskesmas dikombinasikan dengan sebaran permukiman
  • D. Analisis LQ sektor kesehatan terhadap PDRB kabupaten
Jawaban: C. Analisis buffer dari lokasi puskesmas dikombinasikan dengan sebaran permukiman.
Evaluasi pemerataan jangkauan fasilitas kesehatan paling tepat dilakukan dengan analisis buffer untuk menentukan zona layanan setiap puskesmas, kemudian dibandingkan dengan sebaran permukiman untuk mengidentifikasi kawasan yang belum terlayani.
50.

Dalam perencanaan tata ruang berbasis SIG, integrasi data spasial dari berbagai sumber sering kali menghadapi masalah ketidaksesuaian sistem koordinat. Masalah ini dapat diselesaikan dengan cara…

  • A. Menghapus layer data yang memiliki sistem koordinat berbeda
  • B. Melakukan transformasi atau proyeksi ulang ke sistem koordinat yang seragam
  • C. Mengubah skala peta agar semua layer memiliki ukuran yang sama
  • D. Menyajikan setiap layer secara terpisah tanpa penggabungan
Jawaban: B. Melakukan transformasi atau proyeksi ulang ke sistem koordinat yang seragam.
Ketidaksesuaian sistem koordinat diatasi dengan melakukan transformasi atau reprojekai semua layer data ke sistem koordinat yang seragam sehingga overlay dan analisis spasial dapat dilakukan dengan benar.

Mahasiswa UT menghadapi beragam format ujian, mulai dari Ujian Tatap Muka (UTM) yang dilaksanakan langsung di lokasi ujian, Ujian Online (UO) yang bisa diakses dari rumah secara mandiri, hingga Take Home Exam (THE) yang memberikan fleksibilitas waktu pengerjaan di luar ruang ujian.

Tidak ada usaha yang sia-sia, termasuk setiap kali kamu membuka modul atau mengerjakan Soal UO UT di malam yang sepi. Jadikan persiapan ini bukan sekadar rutinitas, tapi komitmen. Semoga latihanmu menghadapi Soal UAS UT PWKL4209 Sistem Informasi Perencanaan berbuah nilai yang membanggakan di akhir semester ini.

Bagikan

error: Content is protected !!