💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT ADPU4433 Perencanaan Kota dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UAS UT ADPU4433 Perencanaan Kota dan Kunci Jawaban
Soal UT ADPU4433 Perencanaan Kota

Banyak mahasiswa Universitas Terbuka merasa kewalahan bukan karena tidak belajar, tapi karena tidak tahu harus mulai dari mana. Modul yang tebal, materi yang padat, dan waktu yang terbatas membuat persiapan Soal UAS UT ADPU4433 Perencanaan Kota terasa seperti pekerjaan besar yang sulit dipecah menjadi langkah-langkah konkret.

ADPU4433 Perencanaan Kota bukan mata kuliah yang bisa dianggap remeh. Di dalamnya, kamu akan diajak memahami bagaimana sebuah kota dirancang, bagaimana ruang publik dikelola, dan bagaimana kebijakan tata ruang bisa berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Pemahaman yang mendalam di sini bukan sekadar nilai bagus.

Cara paling efektif untuk mengukur seberapa jauh pemahamanmu adalah dengan langsung mengerjakan Soal UAS UT yang relevan dengan mata kuliah ini. Latihan aktif jauh lebih ampuh daripada sekadar membaca ulang modul. Saat kamu berhadapan dengan Kisi-kisi Soal UT dan mencoba menjawabnya sendiri, kamu akan tahu persis bagian mana.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT ADPU4433 Perencanaan Kota

1.

Istilah “wilayah” dalam konteks perencanaan merujuk pada suatu unit geografis yang memiliki ciri khas tertentu. Menurut konsep dasar perencanaan kota, wilayah dibedakan dari daerah berdasarkan…

  • A. Luas area yang mencakup lebih dari satu provinsi
  • B. Adanya keseragaman atau homogenitas dalam satu atau beberapa karakteristik tertentu
  • C. Keberadaan pemerintahan yang memiliki otonomi penuh
  • D. Batas administratif yang ditetapkan secara resmi oleh undang-undang
Jawaban: B. Adanya keseragaman atau homogenitas dalam satu atau beberapa karakteristik tertentu
Wilayah didefinisikan berdasarkan adanya homogenitas atau keseragaman tertentu, seperti karakteristik fisik, ekonomi, atau sosial, yang membedakannya dari konsep daerah yang lebih mengacu pada batas administratif.
2.

Konsep “kota” dalam perspektif perencanaan kota secara umum dicirikan oleh…

  • A. Konsentrasi penduduk yang tinggi, kegiatan non-agraris, dan kelengkapan fasilitas pelayanan
  • B. Wilayah dengan luas minimal 500 km persegi yang ditetapkan pemerintah pusat
  • C. Kawasan yang memiliki pemerintahan sendiri dan batas administratif resmi
  • D. Daerah yang penduduknya mayoritas bekerja di sektor industri manufaktur
Jawaban: A. Konsentrasi penduduk yang tinggi, kegiatan non-agraris, dan kelengkapan fasilitas pelayanan
Kota dicirikan oleh kepadatan penduduk yang relatif tinggi, dominasi kegiatan non-pertanian, serta tersedianya berbagai fasilitas dan infrastruktur pelayanan yang lebih lengkap dibanding desa.
3.

Kawasan perkotaan memiliki karakteristik yang berbeda dari kawasan perdesaan. Salah satu indikator utama yang membedakan kawasan perkotaan dari sisi fisik adalah…

  • A. Dominasi lahan pertanian dan perkebunan yang produktif
  • B. Tingkat pendidikan rata-rata penduduk yang lebih rendah
  • C. Kepadatan bangunan yang rendah dengan ruang terbuka hijau yang luas
  • D. Kepadatan bangunan yang tinggi dengan penggunaan lahan yang beragam dan intensif
Jawaban: D. Kepadatan bangunan yang tinggi dengan penggunaan lahan yang beragam dan intensif
Secara fisik, kawasan perkotaan ditandai oleh kepadatan bangunan yang tinggi serta intensitas dan keragaman penggunaan lahan yang jauh lebih besar dibandingkan kawasan perdesaan.
4.

Dalam kajian perencanaan kota, perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses yang bersifat rasional dan sistematis. Unsur pokok yang membedakan perencanaan dari sekadar prediksi atau perkiraan adalah…

  • A. Adanya keterlibatan banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu
  • B. Penggunaan data statistik yang akurat dan terkini
  • C. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan upaya sadar untuk mewujudkannya
  • D. Dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah
Jawaban: C. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan upaya sadar untuk mewujudkannya
Perencanaan bukan sekadar prediksi, melainkan suatu proses yang memuat tujuan yang jelas dan tindakan sadar serta terorganisir untuk mencapai tujuan tersebut.
5.

Karakteristik kota ditinjau dari aspek sosial budaya ditandai oleh adanya heterogenitas penduduk. Kondisi ini mengakibatkan…

  • A. Terciptanya kohesi sosial yang kuat antara seluruh lapisan masyarakat kota
  • B. Interaksi sosial yang lebih impersonal dan melemahnya ikatan tradisional
  • C. Dominasi satu kelompok etnis dalam pengelolaan pemerintahan kota
  • D. Meningkatnya ketergantungan warga pada sektor pertanian subsisten
Jawaban: B. Interaksi sosial yang lebih impersonal dan melemahnya ikatan tradisional
Heterogenitas penduduk kota mendorong interaksi sosial yang bersifat sekunder dan impersonal, berbeda dengan masyarakat desa yang lebih homogen dengan ikatan sosial yang kuat.
6.

Ruang lingkup perencanaan kota mencakup berbagai dimensi. Dimensi yang paling fundamental dalam perencanaan kota adalah dimensi…

  • A. Tata ruang, karena mengatur distribusi kegiatan dan penggunaan lahan secara spasial
  • B. Keuangan, karena menyangkut alokasi anggaran pembangunan kota
  • C. Sosial, karena berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan
  • D. Lingkungan, karena berkaitan dengan pengelolaan ekosistem kota
Jawaban: A. Tata ruang, karena mengatur distribusi kegiatan dan penggunaan lahan secara spasial
Perencanaan kota pada intinya berkaitan dengan pengaturan tata ruang yang menentukan lokasi dan intensitas berbagai kegiatan di dalam wilayah kota secara spasial.
7.

Sejarah perkembangan kota di dunia menunjukkan bahwa kota-kota pertama muncul di lembah sungai besar. Faktor utama yang mendorong kemunculan kota-kota awal ini adalah…

  • A. Perkembangan teknologi industri yang membutuhkan tenaga kerja terpusat
  • B. Dorongan eksplorasi ilmu pengetahuan dan pertukaran budaya antarbangsa
  • C. Perkembangan perdagangan internasional melalui jalur laut
  • D. Surplus produksi pertanian yang memungkinkan spesialisasi pekerjaan dan konsentrasi penduduk
Jawaban: D. Surplus produksi pertanian yang memungkinkan spesialisasi pekerjaan dan konsentrasi penduduk
Kota-kota awal muncul ketika surplus pertanian memungkinkan sebagian penduduk untuk tidak lagi bertani dan dapat berspesialisasi dalam kegiatan lain, sehingga terjadi konsentrasi penduduk di suatu tempat.
8.

Revolusi Industri pada abad ke-18 dan ke-19 memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan kota di Eropa. Dampak langsung yang paling nyata dari Revolusi Industri terhadap struktur kota adalah…

  • A. Berkurangnya jumlah penduduk kota karena banyak yang kembali ke desa
  • B. Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan sanitasi perkotaan
  • C. Pertumbuhan kota yang pesat namun tidak terencana sehingga menimbulkan berbagai masalah sosial dan fisik
  • D. Terbentuknya kota-kota kecil yang tersebar merata di seluruh wilayah
Jawaban: C. Pertumbuhan kota yang pesat namun tidak terencana sehingga menimbulkan berbagai masalah sosial dan fisik
Revolusi Industri mendorong urbanisasi besar-besaran ke kota-kota industri, namun pertumbuhan yang tidak terencana menghasilkan permukiman kumuh, polusi, dan berbagai masalah sosial.
9.

Perkembangan kota dan perencanaan kota di Indonesia pada masa kolonial Belanda ditandai oleh kebijakan pembangunan yang bersifat dualistik. Ciri utama dualisme perkotaan kolonial ini adalah…

  • A. Dibangunnya dua pusat pemerintahan yang setara di setiap kota besar
  • B. Adanya pemisahan permukiman antara penduduk Eropa yang tertata baik dan penduduk pribumi yang padat
  • C. Penerapan dua sistem hukum pertanahan yang berlaku bersamaan
  • D. Pembangunan dua jenis infrastruktur yang berbeda untuk kawasan komersial dan perumahan
Jawaban: B. Adanya pemisahan permukiman antara penduduk Eropa yang tertata baik dan penduduk pribumi yang padat
Pada masa kolonial, kota-kota di Indonesia ditandai oleh dualisme berupa kawasan Eropa yang tertata rapi dengan fasilitas lengkap di satu sisi, dan kawasan pribumi yang padat dan kurang terencana di sisi lain.
10.

Setelah kemerdekaan Indonesia, perkembangan perencanaan kota mengalami perubahan orientasi. Orientasi utama perencanaan kota Indonesia pada era Orde Baru difokuskan pada…

  • A. Pembangunan fisik dan ekonomi yang terpusat melalui rencana pembangunan lima tahun
  • B. Desentralisasi penuh kepada pemerintah daerah untuk merencanakan kotanya
  • C. Pemberdayaan masyarakat sebagai aktor utama dalam perencanaan partisipatif
  • D. Pengembangan kawasan perbatasan dan daerah terpencil sebagai prioritas nasional
Jawaban: A. Pembangunan fisik dan ekonomi yang terpusat melalui rencana pembangunan lima tahun
Era Orde Baru dicirikan oleh perencanaan yang terpusat dan sentralistik melalui Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.
11.

Urbanisasi merupakan fenomena yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kota. Secara konseptual, urbanisasi dapat didefinisikan sebagai…

  • A. Proses renovasi dan modernisasi bangunan tua di pusat kota menjadi kawasan komersial
  • B. Perpindahan penduduk dari satu kota ke kota lain yang lebih besar
  • C. Proses peningkatan proporsi penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan dibandingkan total populasi
  • D. Pembangunan infrastruktur perkotaan di kawasan perdesaan
Jawaban: C. Proses peningkatan proporsi penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan dibandingkan total populasi
Urbanisasi secara konseptual mengacu pada meningkatnya proporsi penduduk perkotaan terhadap total populasi suatu negara atau wilayah, bukan sekadar perpindahan fisik individu.
12.

Faktor pendorong (push factor) urbanisasi dari desa ke kota yang paling dominan di negara berkembang adalah…

  • A. Ketersediaan hiburan dan fasilitas rekreasi yang lebih beragam di kota
  • B. Keinginan untuk memperoleh pendidikan tinggi di perguruan negeri terkemuka
  • C. Tingginya upah minimum yang diberlakukan di kawasan industri kota
  • D. Sempitnya lahan pertanian, rendahnya produktivitas, dan terbatasnya lapangan kerja di desa
Jawaban: D. Sempitnya lahan pertanian, rendahnya produktivitas, dan terbatasnya lapangan kerja di desa
Faktor pendorong dari desa mencakup keterbatasan ekonomi agraris seperti sempitnya lahan, rendahnya produktivitas pertanian, dan sulitnya mendapat pekerjaan non-pertanian di perdesaan.
13.

Pertumbuhan kota yang tidak terkendali menimbulkan masalah “urban sprawl”. Dampak negatif urban sprawl yang paling merugikan dari aspek lingkungan adalah…

  • A. Menurunnya harga lahan di pusat kota akibat perpindahan penduduk ke pinggiran
  • B. Konversi lahan pertanian produktif dan ruang terbuka hijau menjadi kawasan terbangun
  • C. Berkurangnya jumlah tenaga kerja di sektor industri pusat kota
  • D. Meningkatnya konflik sosial antara penduduk kota lama dan pendatang baru
Jawaban: B. Konversi lahan pertanian produktif dan ruang terbuka hijau menjadi kawasan terbangun
Urban sprawl menyebabkan penyebaran pembangunan ke pinggiran kota yang mengakibatkan alih fungsi lahan pertanian dan ruang hijau menjadi kawasan perumahan dan komersial yang berdampak buruk bagi lingkungan.
14.

Masalah permukiman kumuh (slum) di kota-kota berkembang merupakan manifestasi dari ketidakseimbangan pembangunan. Pendekatan yang dianggap paling tepat untuk mengatasi permukiman kumuh secara berkelanjutan adalah…

  • A. Peningkatan kualitas permukiman setempat dengan melibatkan partisipasi warga (upgrading)
  • B. Penggusuran dan relokasi seluruh penghuni ke kawasan baru di luar kota
  • C. Pembangunan rumah susun mewah di atas lahan yang sebelumnya kumuh
  • D. Penghentian migrasi masuk ke kota melalui kebijakan pembatasan kependudukan
Jawaban: A. Peningkatan kualitas permukiman setempat dengan melibatkan partisipasi warga (upgrading)
Pendekatan upgrading yang mempertahankan komunitas di lokasi asalnya sambil meningkatkan kualitas fisik dan sosial permukiman dengan partisipasi warga dianggap lebih berkelanjutan dibanding relokasi paksa.
15.

Faktor perkembangan kota dalam lingkup wilayah dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Faktor geografis yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan suatu kota adalah…

  • A. Luas wilayah administrasi yang dimiliki kota tersebut
  • B. Jumlah penduduk kota yang terdaftar secara resmi
  • C. Lokasi dan aksesibilitas kota terhadap sumber daya dan jaringan transportasi
  • D. Jumlah perguruan tinggi negeri yang terdapat di kota tersebut
Jawaban: C. Lokasi dan aksesibilitas kota terhadap sumber daya dan jaringan transportasi
Lokasi strategis yang memudahkan akses terhadap sumber daya alam, pasar, dan jaringan transportasi merupakan faktor geografis utama yang mempengaruhi potensi perkembangan sebuah kota.
16.

Peranan dan fungsi kota dalam lingkup wilayah dapat dikategorikan berdasarkan aktivitas dominannya. Kota yang berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan jasa untuk wilayah di sekitarnya disebut kota dengan fungsi…

  • A. Kota industri (industrial city)
  • B. Kota wisata (tourist city)
  • C. Kota satelit (satellite city)
  • D. Kota perdagangan atau pusat distribusi regional
Jawaban: D. Kota perdagangan atau pusat distribusi regional
Kota yang menjadi pusat distribusi melayani kebutuhan barang dan jasa bagi wilayah sekitarnya, sehingga berfungsi sebagai simpul perdagangan regional.
17.

Dalam teori tempat sentral (central place theory) yang dikemukakan Christaller, hierarki kota ditentukan oleh…

  • A. Jumlah penduduk dan kepadatan bangunan di pusat kota
  • B. Jangkauan pelayanan dan ambang batas minimum permintaan terhadap barang atau jasa
  • C. Tingkat pendapatan per kapita dan daya beli masyarakat kota
  • D. Luas wilayah administrasi dan jumlah kecamatan yang dimiliki
Jawaban: B. Jangkauan pelayanan dan ambang batas minimum permintaan terhadap barang atau jasa
Teori Christaller menjelaskan hierarki kota berdasarkan “range” (jangkauan pelayanan) dan “threshold” (ambang batas minimum permintaan) yang menentukan seberapa besar dan pada level apa suatu kota dapat menyediakan jenis pelayanan tertentu.
18.

Perencanaan Pembangunan Nasional di Indonesia diselenggarakan berdasarkan suatu sistem yang diatur dalam undang-undang. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) yang berlaku di Indonesia diatur dalam…

  • A. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
  • B. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007
  • C. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
  • D. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
Jawaban: A. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 yang menjadi landasan hukum bagi seluruh proses perencanaan pembangunan dari tingkat nasional hingga daerah.
19.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) memiliki rentang waktu perencanaan selama…

  • A. 5 tahun
  • B. 10 tahun
  • C. 20 tahun
  • D. 25 tahun
Jawaban: C. 20 tahun
RPJPN merupakan dokumen perencanaan pembangunan nasional jangka panjang yang memiliki rentang waktu 20 tahun sebagai arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang negara.
20.

Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan bagian integral dari sistem perencanaan nasional. Dokumen perencanaan daerah yang menjadi penjabaran visi dan misi kepala daerah selama satu periode jabatan adalah…

  • A. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
  • B. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
  • C. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD)
  • D. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Jawaban: D. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 tahun yang berisi penjabaran visi, misi, dan program kepala daerah terpilih selama satu periode jabatannya.
21.

Kaitan antara Perencanaan Pembangunan Nasional, Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Perencanaan Wilayah Perkotaan bersifat hierarkis. Implikasi dari sifat hierarkis ini dalam perencanaan kota adalah…

  • A. Pemerintah kota tidak perlu membuat rencana sendiri selama ada rencana nasional
  • B. Rencana kota harus mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan rencana pembangunan yang lebih tinggi
  • C. Rencana nasional harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan rencana setiap kota
  • D. Setiap tingkatan perencanaan bersifat independen tanpa keterkaitan satu sama lain
Jawaban: B. Rencana kota harus mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan rencana pembangunan yang lebih tinggi
Hierarki perencanaan mengharuskan rencana pada level yang lebih rendah (kota) untuk mengacu dan konsisten dengan rencana pada level yang lebih tinggi (daerah dan nasional) sebagai wujud kesatuan sistem perencanaan.
22.

Unsur pembentuk struktur tata ruang kota terdiri dari pusat kegiatan, kawasan fungsional, dan jaringan jalan. Pusat kegiatan dalam konteks struktur kota berfungsi sebagai…

  • A. Lokasi pemerintahan yang mengelola administrasi seluruh wilayah kota
  • B. Kawasan konservasi yang dilindungi dari pembangunan fisik
  • C. Titik konsentrasi kegiatan yang menarik pergerakan penduduk dan menjadi simpul pelayanan
  • D. Area ruang terbuka hijau yang memisahkan kawasan perumahan dengan industri
Jawaban: C. Titik konsentrasi kegiatan yang menarik pergerakan penduduk dan menjadi simpul pelayanan
Pusat kegiatan dalam struktur kota adalah simpul yang menjadi daya tarik pergerakan orang dan barang karena konsentrasi fungsi pelayanan, perdagangan, dan aktivitas lainnya.
23.

Kawasan fungsional dalam struktur tata ruang kota dibedakan berdasarkan dominasi aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Kawasan yang didominasi fungsi tempat tinggal penduduk dengan kepadatan tertentu disebut kawasan…

  • A. Permukiman atau perumahan (residential zone)
  • B. Perdagangan dan jasa (commercial zone)
  • C. Industri (industrial zone)
  • D. Ruang terbuka hijau (green open space)
Jawaban: A. Permukiman atau perumahan (residential zone)
Kawasan fungsional yang peruntukannya didominasi oleh fungsi hunian atau tempat tinggal penduduk disebut kawasan permukiman atau perumahan (residential zone).
24.

Jaringan jalan memiliki peran strategis dalam membentuk struktur internal kota. Peran utama jaringan jalan arteri primer dalam konteks struktur kota adalah…

  • A. Menghubungkan perumahan dengan fasilitas sosial di tingkat kelurahan
  • B. Melayani pergerakan kendaraan berat dari pabrik ke gudang distribusi
  • C. Menyediakan akses langsung ke kavling-kavling perumahan di kawasan permukiman
  • D. Menghubungkan kota dengan kota-kota lain dan melayani pergerakan jarak jauh dengan kapasitas tinggi
Jawaban: D. Menghubungkan kota dengan kota-kota lain dan melayani pergerakan jarak jauh dengan kapasitas tinggi
Jalan arteri primer berfungsi melayani angkutan utama jarak jauh antarkota dengan kapasitas dan kecepatan tinggi sebagai tulang punggung jaringan jalan dalam sistem transportasi regional.
25.

Pendekatan ekologis dalam memahami struktur internal kota dikembangkan oleh sosiolog Mazhab Chicago. Konsep utama pendekatan ekologis kota adalah…

  • A. Perencanaan kota harus mengutamakan kelestarian kawasan hutan kota
  • B. Kota berkembang secara organis melalui proses kompetisi, dominasi, invasi, dan suksesi antarkelompok
  • C. Struktur kota ditentukan oleh pola jaringan jalan yang dibangun secara terencana
  • D. Fungsi kota harus disesuaikan dengan daya dukung ekosistem alamnya
Jawaban: B. Kota berkembang secara organis melalui proses kompetisi, dominasi, invasi, dan suksesi antarkelompok
Pendekatan ekologis Mazhab Chicago memandang kota layaknya ekosistem alam yang berkembang melalui proses-proses ekologis seperti kompetisi antarkelompok atas ruang, dominasi, invasi, dan suksesi.
26.

Model struktur kota konsentris (concentric zone model) yang dikemukakan Burgess menggambarkan bahwa kota berkembang dalam zona-zona melingkar. Zona inti yang menjadi pusat seluruh kegiatan kota dalam model ini disebut…

  • A. Zona transisi (zone of transition)
  • B. Zona komuter (commuter zone)
  • C. Pusat Bisnis Kota (Central Business District)
  • D. Zona permukiman kelas pekerja (zone of workingmen’s homes)
Jawaban: C. Pusat Bisnis Kota (Central Business District)
Dalam model konsentris Burgess, zona inti atau zona pertama yang menjadi pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, dan jasa kota adalah Central Business District (CBD).
27.

Pendekatan morfologi kota mengkaji bentuk fisik kota secara menyeluruh. Elemen morfologi kota yang paling mendasar yang membentuk tampilan fisik suatu kota adalah…

  • A. Pola jaringan jalan, blok lahan (kavling), dan bangunan
  • B. Tingkat kepadatan penduduk dan komposisi demografis
  • C. Jenis vegetasi dan kondisi topografi wilayah
  • D. Sistem pemerintahan dan struktur kelembagaan kota
Jawaban: A. Pola jaringan jalan, blok lahan (kavling), dan bangunan
Morfologi kota mengkaji bentuk fisik kota yang terbentuk dari tiga elemen utama yaitu pola jaringan jalan, subdivisi lahan atau kavling, dan bangunan yang bersama-sama membentuk lanskap kota.
28.

Perkembangan pendekatan perencanaan kota mengalami perubahan dari pendekatan yang bersifat fisik menuju pendekatan yang lebih komprehensif. Kelemahan utama pendekatan perencanaan fisik tradisional yang mendorong perubahan tersebut adalah…

  • A. Terlalu berfokus pada keterlibatan masyarakat sehingga proses perencanaan menjadi lambat
  • B. Mengabaikan aspek estetika dan keindahan visual kota
  • C. Membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga tidak efisien
  • D. Mengabaikan dimensi sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi perkembangan kota
Jawaban: D. Mengabaikan dimensi sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi perkembangan kota
Pendekatan fisik tradisional terlalu memusatkan perhatian pada tata guna lahan dan desain fisik semata, sehingga sering mengabaikan faktor sosial, ekonomi, dan politik yang sesungguhnya sangat menentukan dinamika perkembangan kota.
29.

Perencanaan rasional komprehensif (comprehensive rational planning) merupakan salah satu pendekatan dominan dalam perencanaan kota. Asumsi dasar pendekatan ini adalah…

  • A. Perencanaan harus dilakukan secara bertahap dan inkremental mengikuti perubahan situasi
  • B. Masyarakat merupakan aktor utama yang harus memimpin proses perencanaan
  • C. Perencana memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan, dan memilih solusi terbaik secara rasional
  • D. Pasar bebas merupakan mekanisme terbaik untuk mengalokasikan ruang kota
Jawaban: C. Perencana memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan, dan memilih solusi terbaik secara rasional
Pendekatan rasional komprehensif mengasumsikan bahwa perencana sebagai ahli mampu mengidentifikasi semua masalah, merumuskan tujuan secara menyeluruh, dan memilih alternatif solusi terbaik melalui proses yang rasional dan sistematis.
30.

Pendekatan inkremental dalam perencanaan kota dikembangkan sebagai kritik terhadap perencanaan rasional komprehensif. Inti dari pendekatan inkremental adalah…

  • A. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan semua alternatif secara menyeluruh sebelum memutuskan
  • B. Keputusan perencanaan diambil secara bertahap dengan perubahan kecil dari kondisi yang sudah ada
  • C. Perencanaan difokuskan pada perubahan besar yang bersifat revolusioner dalam satu waktu
  • D. Keputusan perencanaan sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar
Jawaban: B. Keputusan perencanaan diambil secara bertahap dengan perubahan kecil dari kondisi yang sudah ada
Pendekatan inkremental Lindblom didasarkan pada pengambilan keputusan yang bersifat “muddling through,” yaitu perubahan kecil dan bertahap dari status quo alih-alih perencanaan besar yang menyeluruh.
31.

Paradigma baru dalam perencanaan kota menekankan pentingnya keberlanjutan (sustainability). Kota yang menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan harus memenuhi keseimbangan antara tiga pilar utama, yaitu…

  • A. Pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas ekonomi
  • B. Efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pemerintahan
  • C. Infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia
  • D. Keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup
Jawaban: D. Keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup
Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bertumpu pada tiga pilar yang harus berjalan seimbang, yaitu keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial, dan keberlanjutan lingkungan atau ekologi.
32.

Konsep “Smart City” atau kota cerdas merupakan salah satu paradigma baru dalam perencanaan kota. Ciri utama kota cerdas yang membedakannya dari kota konvensional adalah…

  • A. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan kualitas hidup warga
  • B. Keberadaan lembaga penelitian dan universitas terkemuka di dalam wilayah kota
  • C. Tingkat pendapatan per kapita penduduk yang jauh di atas rata-rata nasional
  • D. Jumlah penduduk yang sangat besar dengan kepadatan tinggi di seluruh wilayah
Jawaban: A. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi layanan dan kualitas hidup warga
Kota cerdas (smart city) didefinisikan oleh penggunaan TIK secara terintegrasi dalam pengelolaan kota untuk mengoptimalkan layanan publik, infrastruktur, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara efisien.
33.

Tinjauan umum proses perencanaan menunjukkan bahwa perencanaan merupakan siklus yang berulang. Urutan tahap yang benar dalam proses perencanaan yang rasional adalah…

  • A. Implementasi, evaluasi, identifikasi masalah, perumusan tujuan, analisis alternatif
  • B. Perumusan tujuan, implementasi, analisis alternatif, identifikasi masalah, evaluasi
  • C. Identifikasi masalah, perumusan tujuan, analisis alternatif, penetapan rencana, implementasi, evaluasi
  • D. Analisis alternatif, identifikasi masalah, penetapan rencana, evaluasi, implementasi
Jawaban: C. Identifikasi masalah, perumusan tujuan, analisis alternatif, penetapan rencana, implementasi, evaluasi
Proses perencanaan yang rasional dimulai dari identifikasi masalah dan kebutuhan, kemudian merumuskan tujuan, menganalisis berbagai alternatif, menetapkan rencana terpilih, mengimplementasikannya, dan mengevaluasi hasilnya.
34.

Proses perencanaan tata ruang kota di Indonesia menghasilkan dokumen rencana tata ruang. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota merupakan rencana yang mengatur pemanfaatan ruang kota selama jangka waktu…

  • A. 5 tahun
  • B. 20 tahun
  • C. 10 tahun
  • D. 25 tahun
Jawaban: B. 20 tahun
Sesuai dengan ketentuan UU Penataan Ruang, RTRW Kota merupakan rencana tata ruang jangka panjang yang berlaku selama 20 tahun dan dapat ditinjau kembali setiap 5 tahun.
35.

Dalam proses perencanaan tata ruang kota di Indonesia, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan dokumen yang lebih rinci dari RTRW Kota. Fungsi utama RDTR adalah sebagai…

  • A. Panduan umum arah pembangunan kota dalam jangka panjang
  • B. Dokumen anggaran belanja infrastruktur kota per kawasan
  • C. Laporan evaluasi pelaksanaan pembangunan fisik yang telah dilakukan
  • D. Acuan penerbitan izin pemanfaatan ruang dan pengendalian pembangunan di tingkat kawasan
Jawaban: D. Acuan penerbitan izin pemanfaatan ruang dan pengendalian pembangunan di tingkat kawasan
RDTR berfungsi sebagai instrumen operasional penataan ruang yang menjadi dasar hukum penerbitan Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKKPR) dan pengendalian pembangunan di tingkat kawasan.
36.

Produk perencanaan tata ruang kota mencakup berbagai jenis dokumen. Dokumen yang mengatur tentang panduan desain dan tata bangunan di lingkungan perkotaan pada skala kawasan atau blok disebut…

  • A. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
  • B. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
  • C. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW Kota)
  • D. Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)
Jawaban: A. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
RTBL adalah dokumen panduan yang mengatur wujud struktural dan penampilan suatu kawasan terbangun, termasuk panduan tata bangunan, sistem pergerakan, sistem ruang terbuka, dan sistem utilitas di tingkat kawasan.
37.

Tantangan pembangunan perkotaan di Indonesia semakin kompleks. Salah satu tantangan utama yang dihadapi kota-kota besar Indonesia saat ini berkaitan dengan ketimpangan spasial, yaitu…

  • A. Kelebihan kapasitas infrastruktur transportasi yang tidak dimanfaatkan secara optimal
  • B. Terlalu meratanya distribusi fasilitas publik di seluruh wilayah kota
  • C. Terkonsentrasinya pembangunan di kawasan tertentu sementara kawasan lain terpinggirkan
  • D. Kelebihan pasokan perumahan formal yang tidak terserap oleh masyarakat berpenghasilan rendah
Jawaban: C. Terkonsentrasinya pembangunan di kawasan tertentu sementara kawasan lain terpinggirkan
Ketimpangan spasial di kota-kota Indonesia ditandai oleh konsentrasi pembangunan dan investasi di kawasan tertentu, menciptakan kesenjangan antara kawasan yang berkembang pesat dengan kawasan yang tertinggal.
38.

Kebijakan pembangunan perkotaan nasional di Indonesia diarahkan untuk mewujudkan kota yang layak huni. Konsep “kota layak huni” (livable city) mencakup dimensi utama berupa…

  • A. Ketersediaan pusat perbelanjaan modern dan hiburan bertaraf internasional
  • B. Dominasi sektor jasa keuangan dan bisnis properti dalam perekonomian kota
  • C. Jumlah gedung bertingkat tinggi dan infrastruktur teknologi yang canggih
  • D. Ketersediaan perumahan terjangkau, lingkungan yang aman, fasilitas publik yang memadai, dan aksesibilitas yang baik
Jawaban: D. Ketersediaan perumahan terjangkau, lingkungan yang aman, fasilitas publik yang memadai, dan aksesibilitas yang baik
Kota layak huni berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga kota yang meliputi hunian terjangkau, rasa aman, layanan publik berkualitas, serta kemudahan akses terhadap kegiatan ekonomi dan sosial.
39.

Masalah kemacetan lalu lintas di perkotaan Indonesia merupakan permasalahan yang kronis. Pendekatan perencanaan yang dianggap paling efektif untuk mengurangi kemacetan secara berkelanjutan adalah…

  • A. Penambahan kapasitas jalan secara terus-menerus melalui pelebaran dan pembangunan jalan baru
  • B. Integrasi tata guna lahan dengan sistem transportasi publik yang andal dan terjangkau
  • C. Pembatasan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor pribadi melalui pajak tinggi
  • D. Pemindahan seluruh pusat kegiatan ekonomi ke kawasan pinggiran kota
Jawaban: B. Integrasi tata guna lahan dengan sistem transportasi publik yang andal dan terjangkau
Pendekatan Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan perencanaan tata guna lahan dengan pengembangan transportasi publik dianggap sebagai solusi berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan kemacetan.
40.

Dalam konteks perencanaan kota, ketika sebuah kota mengalami stagnasi ekonomi dan penurunan jumlah penduduk secara signifikan, fenomena ini disebut sebagai…

  • A. Penyusutan kota (urban shrinkage)
  • B. Suburbanisasi (suburbanization)
  • C. Kontraurbansasi (counter-urbanization)
  • D. Gentrifikasi (gentrification)
Jawaban: A. Penyusutan kota (urban shrinkage)
Urban shrinkage atau penyusutan kota mengacu pada fenomena penurunan jumlah penduduk, stagnasi ekonomi, dan berkurangnya kegiatan perkotaan yang merupakan kebalikan dari pertumbuhan kota.
41.

Sebuah kota sedang menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Dalam proses penyusunannya, pemerintah kota wajib melakukan konsultasi publik. Tujuan utama konsultasi publik dalam proses perencanaan tata ruang adalah…

  • A. Memenuhi syarat administratif agar dokumen rencana dapat disahkan oleh DPRD
  • B. Mendapatkan dukungan politik dari tokoh masyarakat setempat
  • C. Mengakomodasi aspirasi, kebutuhan, dan pengetahuan lokal masyarakat dalam dokumen rencana
  • D. Mensosialisasikan rencana yang telah ditetapkan pemerintah kepada warga
Jawaban: C. Mengakomodasi aspirasi, kebutuhan, dan pengetahuan lokal masyarakat dalam dokumen rencana
Konsultasi publik bertujuan untuk menjamin partisipasi bermakna masyarakat dalam proses perencanaan sehingga aspirasi, kebutuhan, dan kearifan lokal warga dapat terakomodasi dalam dokumen rencana tata ruang.
42.

Pemerintah Kota X berencana membangun jalan lingkar luar yang akan melewati lahan pertanian produktif milik warga. Dalam perspektif perencanaan kota yang berkelanjutan, pertimbangan utama yang harus dilakukan adalah…

  • A. Mempercepat pembebasan lahan agar proyek dapat diselesaikan sesuai target waktu
  • C. Mengutamakan kepentingan investasi swasta yang akan masuk akibat pembangunan jalan
  • C. Membangun jalan di atas lahan pertanian karena nilai ekonomi infrastruktur lebih tinggi
  • D. Mengkaji dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi serta mencari alternatif jalur yang meminimalkan konversi lahan produktif
Jawaban: D. Mengkaji dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi serta mencari alternatif jalur yang meminimalkan konversi lahan produktif
Prinsip keberlanjutan mengharuskan kajian dampak yang komprehensif dan pencarian alternatif yang dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lahan pertanian produktif sebelum keputusan pembangunan diambil.
43.

Suatu kawasan perkotaan mengalami gentrifikasi. Dampak sosial negatif yang paling umum terjadi akibat proses gentrifikasi adalah…

  • A. Menurunnya kualitas bangunan dan infrastruktur di kawasan tersebut
  • B. Penggusuran atau perpindahan paksa warga berpenghasilan rendah akibat kenaikan harga lahan dan sewa
  • C. Bertambahnya jumlah permukiman kumuh di pusat kota akibat masuknya penduduk baru
  • D. Menurunnya investasi sektor swasta di kawasan yang mengalami gentrifikasi
Jawaban: B. Penggusuran atau perpindahan paksa warga berpenghasilan rendah akibat kenaikan harga lahan dan sewa
Gentrifikasi menyebabkan kenaikan harga lahan dan biaya sewa di kawasan yang direvitalisasi sehingga warga berpenghasilan rendah tidak mampu lagi bertahan dan terpaksa berpindah, yang disebut sebagai displacement.
44.

Seorang perencana kota diminta menganalisis kesesuaian antara kondisi eksisting kota dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Metode yang paling tepat digunakan untuk analisis kesesuaian tata ruang adalah…

  • A. Overlay peta penggunaan lahan eksisting dengan peta rencana pola ruang menggunakan sistem informasi geografis
  • B. Wawancara mendalam dengan seluruh kepala keluarga yang tinggal di kawasan yang diteliti
  • C. Analisis regresi untuk memprediksi pertumbuhan penduduk dalam 10 tahun ke depan
  • D. Studi banding ke kota-kota lain yang memiliki RTRW serupa
Jawaban: A. Overlay peta penggunaan lahan eksisting dengan peta rencana pola ruang menggunakan sistem informasi geografis
Analisis kesesuaian tata ruang dilakukan dengan menumpangkan (overlay) peta penggunaan lahan aktual di atas peta rencana pola ruang menggunakan SIG untuk mengidentifikasi kawasan yang sesuai maupun yang menyimpang dari rencana.
45.

Pemerintah daerah Kota Y menghadapi situasi di mana RTRW Kota yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kota yang sangat pesat. Langkah yang dapat ditempuh pemerintah kota adalah…

  • A. Menunggu hingga masa berlaku RTRW habis sebelum dapat melakukan perubahan apapun
  • B. Langsung mengubah peruntukan lahan tanpa revisi dokumen RTRW
  • C. Melakukan peninjauan kembali RTRW yang dapat dilakukan setiap 5 tahun sekali
  • D. Menyerahkan kewenangan revisi RTRW sepenuhnya kepada pemerintah provinsi
Jawaban: C. Melakukan peninjauan kembali RTRW yang dapat dilakukan setiap 5 tahun sekali
Ketentuan penataan ruang mengatur bahwa RTRW yang memiliki masa berlaku 20 tahun dapat ditinjau kembali setiap 5 tahun, atau lebih cepat jika terdapat kondisi strategis yang berubah secara mendasar.
46.

Dalam menganalisis permasalahan perencanaan kota, seorang perencana menemukan bahwa pertumbuhan penduduk di Kota Z jauh melampaui kapasitas infrastruktur yang tersedia. Kondisi ini dalam terminologi perencanaan disebut sebagai…

  • A. Defisit anggaran infrastruktur (infrastructure budget deficit)
  • B. Kepadatan penduduk yang optimal (optimal population density)
  • C. Pertumbuhan terencana (planned growth)
  • D. Kesenjangan antara kebutuhan dan kapasitas pelayanan atau infrastructure gap
Jawaban: D. Kesenjangan antara kebutuhan dan kapasitas pelayanan atau infrastructure gap
Kondisi di mana pertumbuhan kebutuhan pelayanan melampaui kapasitas infrastruktur yang tersedia disebut infrastructure gap, yaitu kesenjangan antara kebutuhan yang terus bertambah dengan kapasitas pelayanan yang ada.
47.

Permasalahan banjir di kawasan perkotaan Indonesia tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga berkaitan erat dengan permasalahan perencanaan kota. Permasalahan perencanaan yang paling berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir perkotaan adalah…

  • A. Kegagalan dalam membangun tembok penahan banjir yang cukup tinggi
  • B. Alih fungsi lahan resapan air dan bantaran sungai menjadi kawasan terbangun
  • C. Jumlah pompa air yang tidak memadai di kawasan rawan banjir
  • D. Ketidakmampuan pemerintah kota dalam memprediksi curah hujan tahunan
Jawaban: B. Alih fungsi lahan resapan air dan bantaran sungai menjadi kawasan terbangun
Dari perspektif perencanaan, meningkatnya risiko banjir banyak disebabkan oleh kegagalan pengendalian alih fungsi lahan resapan air dan sempadan sungai menjadi kawasan permukiman atau komersial yang mengurangi kapasitas penyerapan air.
48.

Dalam membandingkan dua model struktur kota, model sektoral (sector model) yang dikemukakan Hoyt berbeda dari model konsentris Burgess karena model sektoral menekankan bahwa perkembangan kota…

  • A. Terjadi mengikuti jalur transportasi utama sehingga membentuk pola seperti kipas atau sektor dari pusat kota
  • B. Berpusat di beberapa titik kegiatan yang tersebar di seluruh wilayah kota secara merata
  • C. Sepenuhnya ditentukan oleh kebijakan pemerintah dalam menetapkan zonasi kota
  • D. Terjadi secara melingkar dari pusat kota ke arah luar secara simetris
Jawaban: A. Terjadi mengikuti jalur transportasi utama sehingga membentuk pola seperti kipas atau sektor dari pusat kota
Model sektoral Hoyt menyatakan bahwa perkembangan kota tidak melingkar secara simetris, melainkan mengikuti jalur transportasi utama sehingga membentuk sektor-sektor yang memanjang dari pusat kota ke arah luar.
49.

Model multi-pusat (multiple nuclei model) yang dikembangkan Harris dan Ullman berbeda dari model konsentris maupun sektoral dalam menjelaskan struktur kota. Asumsi mendasar model multi-pusat adalah…

  • A. Seluruh kegiatan kota terpusat di satu inti tunggal yang sangat dominan
  • B. Kota modern tidak lagi memiliki hierarki pusat kegiatan yang jelas
  • C. Kota memiliki beberapa inti atau pusat kegiatan yang masing-masing memiliki fungsi spesifik
  • D. Letak geografis kota tidak berpengaruh terhadap pembentukan pusat-pusat kegiatan
Jawaban: C. Kota memiliki beberapa inti atau pusat kegiatan yang masing-masing memiliki fungsi spesifik
Model multi-pusat Harris dan Ullman menyatakan bahwa kota modern tidak hanya memiliki satu CBD, melainkan beberapa nukleus atau pusat kegiatan yang muncul dan berkembang berdasarkan aktivitas spesifiknya masing-masing.
50.

Evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan perencanaan kota di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan antara rencana dan implementasi. Faktor kelembagaan yang paling sering menyebabkan kesenjangan tersebut adalah…

  • A. Terlalu banyaknya jumlah perencana yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah
  • B. Standar teknis perencanaan yang terlalu tinggi sehingga sulit diterapkan
  • C. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan di tahap awal
  • D. Lemahnya koordinasi antarlembaga, terbatasnya kapasitas SDM, dan kurangnya penegakan hukum tata ruang
Jawaban: D. Lemahnya koordinasi antarlembaga, terbatasnya kapasitas SDM, dan kurangnya penegakan hukum tata ruang
Kesenjangan antara rencana dan pelaksanaan di Indonesia umumnya disebabkan oleh kombinasi faktor kelembagaan yaitu lemahnya koordinasi antar-SKPD, keterbatasan kapasitas aparatur perencana, serta lemahnya penegakan aturan tata ruang terhadap pelanggaran.

Membiasakan diri mengerjakan Soal Latihan UT secara rutin akan membuat kamu lebih adaptif menghadapi berbagai format ujian. Di Universitas Terbuka, ujian bisa hadir dalam tiga bentuk, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM) yang berlangsung langsung di lokasi ujian, Ujian Online (UO).

Setiap sesi latihan Soal UT yang kamu selesaikan, setiap halaman modul yang kamu baca dengan serius, semuanya menumpuk menjadi kesiapan yang nyata. Percayai prosesmu, jaga fokusmu, dan hadapi Soal UAS UT ADPU4433 Perencanaan Kota dengan keyakinan penuh bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik.

Bagikan

error: Content is protected !!