Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, masa-masa menjelang UAS selalu terasa seperti sprint panjang yang butuh stamina lebih. Soal UAS UT bukan sekadar formalitas akhir semester. Tantangan sesungguhnya ada di sini, bagaimana caranya mengolah tumpukan modul menjadi pemahaman yang benar-benar tertanam.
Mata kuliah ini bukan hanya soal teori arsip yang kering. Di baliknya, ada pemahaman mendalam tentang bagaimana sistem penyimpanan dokumen berkembang dari masa ke masa dan mengapa hal itu masih relevan untuk praktik kearsipan modern yang kamu temui di dunia kerja nyata.
Cara paling efektif untuk mengukur sejauh mana pemahamanmu adalah dengan langsung mengerjakan Soal UAS UT ASIP4102 Sejarah Kearsipan. Latihan soal membantumu mengenali pola pertanyaan yang sering muncul, melatih kecepatan berpikir saat waktu terbatas.
Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.
Soal UT ASIP4102 Sejarah Kearsipan
1.
Arsip pada dasarnya merupakan rekaman kegiatan manusia yang memiliki nilai guna tertentu. Pengertian arsip dalam konteks yang paling mendasar merujuk pada…
A. Kumpulan buku yang disimpan di perpustakaan untuk keperluan ilmu pengetahuan
B. Informasi yang terekam dalam berbagai media sebagai bukti kegiatan organisasi atau perorangan
C. Dokumen resmi yang hanya dihasilkan oleh lembaga pemerintah dan badan hukum
D. Rekaman kegiatan yang hanya berbentuk tulisan tangan di atas kertas atau perkamen
Jawaban: B. Informasi yang terekam dalam berbagai media sebagai bukti kegiatan organisasi atau perorangan. Arsip secara mendasar adalah informasi terekam yang menjadi bukti kegiatan, tidak terbatas pada satu media atau satu jenis lembaga tertentu.
2.
Hubungan antara arsip dan sejarah sangat erat karena arsip berfungsi sebagai sumber utama penulisan sejarah. Pernyataan yang paling tepat menggambarkan hubungan tersebut adalah…
A. Arsip menjadi bukti otentik peristiwa masa lalu yang dapat digunakan sejarawan untuk merekonstruksi sejarah
B. Sejarah hanya dapat ditulis apabila semua arsip yang berkaitan telah dikumpulkan secara lengkap
C. Arsip dan sejarah merupakan dua disiplin ilmu yang terpisah dan tidak memiliki keterkaitan metodologis
D. Sejarah berfungsi sebagai penjelas arsip, sementara arsip tidak memiliki nilai bagi ilmu sejarah
Jawaban: A. Arsip menjadi bukti otentik peristiwa masa lalu yang dapat digunakan sejarawan untuk merekonstruksi sejarah. Arsip berperan sebagai sumber primer sejarah karena merekam peristiwa secara langsung pada saat kejadian, sehingga dapat digunakan untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu secara akurat.
3.
Dokumen berbeda dari arsip dalam hal tertentu. Perbedaan utama antara dokumen dan arsip yang paling tepat adalah…
A. Dokumen selalu berbentuk digital, sedangkan arsip selalu berbentuk fisik dan tercetak
B. Arsip hanya dihasilkan oleh instansi pemerintah, sedangkan dokumen dihasilkan oleh swasta
C. Dokumen belum tentu memiliki nilai kebuktian, sedangkan arsip merupakan rekaman kegiatan yang memiliki nilai autentik dan nilai guna
D. Arsip selalu bersifat rahasia, sedangkan dokumen dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara bebas
Jawaban: C. Dokumen belum tentu memiliki nilai kebuktian, sedangkan arsip merupakan rekaman kegiatan yang memiliki nilai autentik dan nilai guna. Perbedaan mendasar antara dokumen dan arsip terletak pada nilai kebuktian dan autentisitas, di mana arsip memiliki nilai tersebut sebagai rekaman resmi kegiatan.
4.
Dalam kajian kearsipan, istilah “rekod” (record) sering digunakan. Pengertian rekod yang paling tepat adalah…
A. Bahan pustaka yang disimpan di perpustakaan untuk keperluan referensi ilmiah
B. Arsip yang telah melewati masa retensi dan dipindahkan ke lembaga kearsipan pusat
C. Dokumen yang dibuat khusus untuk keperluan publikasi dan disebarluaskan kepada masyarakat
D. Informasi yang terekam, diciptakan, atau diterima dalam rangka pelaksanaan kegiatan organisasi
Jawaban: D. Informasi yang terekam, diciptakan, atau diterima dalam rangka pelaksanaan kegiatan organisasi. Rekod merujuk pada informasi yang lahir dari atau diterima dalam konteks pelaksanaan tugas dan fungsi suatu organisasi, sehingga memiliki nilai kebuktian administratif.
5.
Sebuah kantor pemerintah menerima surat keputusan dari kementerian mengenai penetapan anggaran. Surat tersebut kemudian disimpan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan program. Dalam konteks ini, surat keputusan tersebut dikategorikan sebagai…
A. Bahan pustaka karena berisi informasi yang dapat dijadikan referensi
B. Arsip dinamis karena masih digunakan secara langsung dalam kegiatan administrasi
C. Arsip statis karena sudah diserahkan kepada lembaga kearsipan
D. Dokumen biasa karena belum memiliki nilai kesejarahan
Jawaban: B. Arsip dinamis karena masih digunakan secara langsung dalam kegiatan administrasi. Arsip dinamis adalah arsip yang masih digunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya.
6.
Munculnya arsip dalam peradaban manusia erat kaitannya dengan perkembangan tertentu. Faktor utama yang mendorong munculnya arsip dalam kehidupan manusia purba adalah…
A. Kebutuhan manusia untuk menciptakan karya seni di atas batu dan dinding gua
B. Perintah dari pemimpin suku untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan perburuan
C. Kebutuhan untuk merekam transaksi, perjanjian, dan kegiatan administrasi dalam kehidupan bermasyarakat
D. Perkembangan teknologi cetak yang memungkinkan reproduksi dokumen dalam jumlah besar
Jawaban: C. Kebutuhan untuk merekam transaksi, perjanjian, dan kegiatan administrasi dalam kehidupan bermasyarakat. Arsip muncul karena kebutuhan manusia yang hidup bermasyarakat untuk merekam berbagai kegiatan administratif seperti transaksi dagang dan perjanjian antarpihak.
7.
Pada peradaban Mesopotamia, arsip tertua yang ditemukan umumnya berupa tablet tanah liat dengan tulisan paku (cuneiform). Jenis kegiatan yang paling banyak terekam dalam arsip tersebut adalah…
A. Transaksi perdagangan dan pembayaran pajak kepada pemerintahan setempat
B. Catatan perjalanan ilmiah dan ekspedisi geografi ke berbagai penjuru dunia
C. Rekaman upacara keagamaan dan ritual pemujaan dewa-dewa setempat
D. Dokumentasi pembangunan infrastruktur fisik seperti irigasi dan jalan raya
Jawaban: A. Transaksi perdagangan dan pembayaran pajak kepada pemerintahan setempat. Arsip Mesopotamia berupa tablet tanah liat sebagian besar merekam kegiatan ekonomi seperti transaksi dagang dan administrasi perpajakan yang menjadi kebutuhan mendasar pemerintahan kuno.
8.
Dalam perkembangan awal kearsipan, sistem penyimpanan arsip yang paling sederhana dilakukan dengan cara…
A. Menyimpan seluruh arsip dalam satu wadah tanpa pembedaan jenis atau periode waktu
B. Menggunakan sistem nomor urut berdasarkan tanggal penciptaan arsip secara ketat
C. Mendistribusikan salinan arsip kepada seluruh pejabat yang terlibat dalam suatu kegiatan
D. Mengelompokkan dan menyimpan arsip berdasarkan subjek atau pokok urusan tertentu
Jawaban: D. Mengelompokkan dan menyimpan arsip berdasarkan subjek atau pokok urusan tertentu. Sistem penyimpanan awal yang paling lazim dilakukan adalah pengelompokan berdasarkan subjek atau urusan, memudahkan penemuan kembali arsip yang dibutuhkan.
9.
Seorang arsiparis sedang menganalisis apakah suatu kumpulan tablet tanah liat dari Mesir Kuno termasuk arsip atau bukan. Kriteria utama yang digunakan untuk menentukan bahwa benda tersebut adalah arsip adalah…
A. Usia benda tersebut yang sudah melebihi seribu tahun sehingga memiliki nilai antik
B. Benda tersebut merupakan rekaman kegiatan yang memiliki nilai kebuktian dan dibuat dalam konteks pelaksanaan tugas
C. Benda tersebut disimpan di museum nasional dan telah diakui sebagai warisan budaya dunia
D. Benda tersebut berisi tulisan yang dapat dibaca dan diterjemahkan oleh para ahli bahasa kuno
Jawaban: B. Benda tersebut merupakan rekaman kegiatan yang memiliki nilai kebuktian dan dibuat dalam konteks pelaksanaan tugas. Kriteria utama sebuah benda disebut arsip adalah adanya nilai kebuktian dan konteks penciptaan dalam pelaksanaan kegiatan atau tugas tertentu, bukan sekadar usianya.
10.
Penyimpanan arsip pada masa peradaban kuno dilakukan di tempat-tempat khusus yang berfungsi sebagai repository. Istilah yang digunakan untuk menyebut tempat penyimpanan arsip pada zaman Romawi Kuno adalah…
A. Scriptorium
B. Bibliotheca
C. Tabularium
D. Chancellery
Jawaban: C. Tabularium. Tabularium adalah tempat penyimpanan arsip resmi pada masa Romawi Kuno yang menyimpan dokumen-dokumen negara seperti undang-undang, perjanjian, dan catatan sensus.
11.
Sebelum Revolusi Prancis, pengelolaan arsip di Eropa pada umumnya bersifat tertutup dan dikuasai oleh golongan tertentu. Karakteristik utama pengelolaan arsip sebelum Revolusi Prancis adalah…
A. Arsip dikuasai oleh raja, gereja, dan bangsawan sebagai alat kekuasaan yang tidak dapat diakses publik
B. Arsip dikelola secara terbuka oleh badan khusus yang dibentuk oleh parlemen setempat
C. Arsip sudah dikelola secara sistematis dengan jadwal retensi yang ditetapkan oleh pemerintah
D. Pengelolaan arsip sudah dilakukan secara profesional oleh arsiparis terlatih di setiap kerajaan
Jawaban: A. Arsip dikuasai oleh raja, gereja, dan bangsawan sebagai alat kekuasaan yang tidak dapat diakses publik. Sebelum Revolusi Prancis, arsip bersifat tertutup dan hanya dapat diakses oleh penguasa, gereja, dan bangsawan, bukan oleh masyarakat umum.
12.
Lembaga kearsipan yang dibentuk setelah Revolusi Prancis memiliki prinsip fundamental yang berbeda dari era sebelumnya. Prinsip terpenting yang diperkenalkan pasca Revolusi Prancis dalam pengelolaan arsip adalah…
A. Arsip hanya boleh disimpan di ibu kota negara dan tidak boleh didistribusikan ke daerah
B. Pengelolaan arsip harus dilakukan oleh tenaga militer yang terlatih secara khusus
C. Arsip negara wajib dimusnahkan setelah masa pemerintahan suatu rezim berakhir
D. Arsip merupakan milik publik dan masyarakat berhak mengakses arsip negara
Jawaban: D. Arsip merupakan milik publik dan masyarakat berhak mengakses arsip negara. Revolusi Prancis mengubah paradigma kearsipan dengan menetapkan bahwa arsip adalah milik rakyat, sehingga hak akses publik terhadap arsip negara menjadi prinsip fundamental.
13.
Archives Nationales de France didirikan sebagai dampak langsung dari Revolusi Prancis. Lembaga ini pertama kali didirikan pada tahun…
A. 1784
B. 1790
C. 1804
D. 1815
Jawaban: B. 1790. Archives Nationales de France didirikan pada tahun 1790 sebagai lembaga kearsipan nasional yang lahir dari semangat Revolusi Prancis untuk menjadikan arsip sebagai milik publik.
14.
Setelah Revolusi Prancis, terjadi perubahan signifikan dalam pengelolaan arsip di Eropa. Perubahan mendasar yang terjadi pada lembaga kearsipan setelah Revolusi Prancis adalah…
A. Seluruh arsip kerajaan dibakar sebagai simbol penolakan terhadap kekuasaan monarki
B. Arsip hanya boleh disimpan dalam format digital untuk efisiensi pengelolaan
C. Pengelolaan arsip mulai dilembagakan secara nasional dengan akses yang lebih terbuka bagi publik
D. Semua arsip dipusatkan di gereja karena gereja dianggap paling mampu menjaga keamanannya
Jawaban: C. Pengelolaan arsip mulai dilembagakan secara nasional dengan akses yang lebih terbuka bagi publik. Revolusi Prancis mendorong terbentuknya lembaga kearsipan nasional yang transparan dan dapat diakses publik, mengubah paradigma arsip dari alat kekuasaan menjadi warisan bersama.
15.
Lembaga kearsipan pada masa abad pertengahan di Eropa umumnya berada di bawah kendali gereja. Alasan utama gereja memegang kendali atas arsip pada masa tersebut adalah…
A. Gereja memiliki kemampuan tulis-baca dan fasilitas penyimpanan yang lebih baik dibanding institusi lain
B. Pemerintah kerajaan melarang siapapun selain gereja untuk menyimpan dokumen tertulis
C. Gereja mendapatkan mandat langsung dari raja untuk mengelola seluruh arsip negara
D. Arsip hanya berisi dokumen keagamaan sehingga paling tepat dikelola oleh gereja
Jawaban: A. Gereja memiliki kemampuan tulis-baca dan fasilitas penyimpanan yang lebih baik dibanding institusi lain. Pada abad pertengahan, gereja menjadi pusat pendidikan dan literasi, sehingga menjadi lembaga yang paling mampu secara teknis untuk mengelola dan menyimpan arsip.
16.
Pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia, penyimpanan dokumen atau arsip dilakukan dengan cara yang disesuaikan dengan kondisi dan bahan yang tersedia. Media utama yang digunakan untuk menyimpan arsip pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia adalah…
A. Kertas berbahan serat kapas yang diimpor dari Tiongkok
B. Perkamen dari kulit binatang yang disamak secara khusus
C. Tablet tanah liat yang dibakar menggunakan teknik tembikar
D. Daun lontar, kulit kayu, batu, dan logam sebagai media tulisan
Jawaban: D. Daun lontar, kulit kayu, batu, dan logam sebagai media tulisan. Arsip masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia menggunakan media yang tersedia secara lokal seperti daun lontar, batu (prasasti), kulit kayu, dan logam (tembaga) sebagai media penulisan.
17.
Prasasti yang banyak ditemukan dari masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia merupakan salah satu bentuk arsip masa kerajaan. Jenis informasi yang paling sering termuat dalam prasasti tersebut adalah…
A. Catatan ilmu pengetahuan dan filsafat yang dikembangkan oleh para pendeta
B. Kisah perjalanan raja dalam melakukan ekspedisi militer ke berbagai daerah
C. Penetapan hak atas tanah, penghargaan raja, dan aturan dari penguasa setempat
D. Resep pengobatan tradisional dan ritual keagamaan yang bersifat rahasia
Jawaban: C. Penetapan hak atas tanah, penghargaan raja, dan aturan dari penguasa setempat. Prasasti umumnya berisi keputusan raja seperti pemberian hak tanah (sima), penghargaan kepada pejabat, serta aturan-aturan yang berlaku dalam wilayah kekuasaan.
18.
Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, pengelolaan arsip mengalami perubahan signifikan. Lembaga yang pertama kali secara resmi mengelola arsip pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia adalah…
A. Raad van Indie
B. Landarchief
C. Algemeen Rijksarchief
D. Grote Raad
Jawaban: B. Landarchief. Landarchief merupakan lembaga yang mengelola arsip pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal lembaga kearsipan nasional.
19.
Arsip dari masa penjajahan memiliki fungsi ganda bagi Indonesia. Pernyataan yang paling tepat mengenai fungsi arsip masa penjajahan bagi Indonesia saat ini adalah…
A. Sebagai bukti sejarah dan sumber data untuk klaim hak atas wilayah, perbatasan, dan identitas bangsa
B. Sebagai koleksi museum yang tidak memiliki nilai hukum dan hanya bernilai estetika
C. Sebagai dokumentasi yang harus dimusnahkan karena merupakan warisan penjajah
D. Sebagai referensi ilmiah yang hanya boleh diakses oleh kalangan akademisi tertentu
Jawaban: A. Sebagai bukti sejarah dan sumber data untuk klaim hak atas wilayah, perbatasan, dan identitas bangsa. Arsip masa penjajahan memiliki nilai strategis sebagai bukti yuridis dan historis yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan negara, termasuk penetapan batas wilayah.
20.
Sistem pengelolaan kearsipan pada masa Hindia Belanda mengalami perkembangan seiring waktu. Tokoh yang dikenal sebagai arsitek utama sistem kearsipan kolonial di Hindia Belanda dan berperan besar dalam penataan arsip VOC adalah…
A. Herman Willem Daendels
B. Thomas Stamford Raffles
C. Jacob Anne van der Chijs
D. Johannes van den Bosch
Jawaban: C. Jacob Anne van der Chijs. Jacob Anne van der Chijs adalah Landsarchivaris pertama yang berperan besar dalam menata dan mempublikasikan arsip VOC serta meletakkan dasar sistem kearsipan kolonial di Hindia Belanda.
21.
Lembaga Kearsipan Nasional Republik Indonesia yang saat ini dikenal sebagai Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memiliki sejarah panjang. ANRI secara resmi terbentuk sebagai lembaga kearsipan nasional yang mandiri pada tahun…
A. 1945
B. 1950
C. 1958
D. 1971
Jawaban: D. 1971. ANRI secara resmi berdiri sebagai lembaga pemerintah non-departemen yang mandiri pada tahun 1971 berdasarkan Keputusan Presiden yang mengatur status dan fungsinya.
22.
Pada masa Orde Lama, lembaga yang bertanggung jawab mengelola arsip negara di Indonesia berada di bawah naungan kementerian tertentu. Kementerian yang menaungi lembaga kearsipan pada masa Orde Lama adalah…
A. Kementerian Dalam Negeri
B. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
C. Kementerian Komunikasi dan Informasi
D. Kementerian Sekretariat Negara
Jawaban: B. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada masa Orde Lama, lembaga kearsipan berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mencerminkan orientasi arsip sebagai bagian dari warisan budaya dan ilmu pengetahuan.
23.
Perkembangan kearsipan pada masa Orde Baru ditandai dengan berbagai perubahan kelembagaan dan regulasi. Undang-undang yang menjadi tonggak pertama pengaturan kearsipan secara nasional di Indonesia adalah…
A. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan
B. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
C. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip
D. Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1974 tentang ANRI
Jawaban: A. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. UU No. 7 Tahun 1971 merupakan undang-undang kearsipan pertama di Indonesia yang mengatur ketentuan pokok kearsipan secara nasional dan menjadi landasan hukum pengelolaan arsip.
24.
Lembaga Kearsipan pada Masa Orde Baru mengalami perubahan dalam hal cakupan tugas dan fungsinya. Perubahan terpenting yang terjadi pada ANRI selama masa Orde Baru adalah…
A. ANRI dibubarkan dan fungsinya diserahkan kepada masing-masing kementerian
B. ANRI hanya mengelola arsip yang berkaitan dengan kegiatan militer dan pertahanan negara
C. ANRI berkembang menjadi lembaga pemerintah non-departemen dengan tugas dan fungsi yang lebih luas
D. ANRI digabung dengan Perpustakaan Nasional menjadi satu lembaga yang terintegrasi
Jawaban: C. ANRI berkembang menjadi lembaga pemerintah non-departemen dengan tugas dan fungsi yang lebih luas. Pada masa Orde Baru, status ANRI diperkuat menjadi lembaga pemerintah non-departemen yang memiliki kewenangan lebih luas dalam pembinaan dan pengelolaan kearsipan nasional.
25.
Era Reformasi membawa perubahan mendasar dalam pengelolaan kearsipan di Indonesia. Aspek yang paling mencirikan perubahan sistem kearsipan pada masa Reformasi adalah…
A. Arsip seluruhnya didigitalisasi dan disimpan dalam cloud milik pemerintah
B. Seluruh arsip negara dipindahkan ke luar negeri untuk keamanan penyimpanan
C. Pengelolaan arsip sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah tanpa koordinasi pusat
D. Keterbukaan informasi publik dan desentralisasi memengaruhi sistem pengelolaan arsip secara signifikan
Jawaban: D. Keterbukaan informasi publik dan desentralisasi memengaruhi sistem pengelolaan arsip secara signifikan. Era Reformasi membawa prinsip keterbukaan informasi dan desentralisasi yang secara langsung memengaruhi paradigma dan sistem pengelolaan kearsipan nasional di Indonesia.
26.
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan diterbitkan pada masa Reformasi. Perubahan mendasar yang dibawa oleh UU No. 43 Tahun 2009 dibandingkan UU No. 7 Tahun 1971 adalah…
A. Cakupan pengaturan yang lebih komprehensif, termasuk kearsipan daerah, perguruan tinggi, dan perusahaan
B. Pembatasan akses arsip hanya bagi kalangan pejabat pemerintah tingkat eselon satu ke atas
C. Penghapusan kewajiban penyerahan arsip statis kepada lembaga kearsipan nasional
D. Pemusatan seluruh kewenangan kearsipan pada Kementerian Dalam Negeri
Jawaban: A. Cakupan pengaturan yang lebih komprehensif, termasuk kearsipan daerah, perguruan tinggi, dan perusahaan. UU No. 43 Tahun 2009 memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan komprehensif dibanding pendahulunya, mengatur berbagai sektor dan aktor dalam sistem kearsipan nasional.
27.
Lembaga Kearsipan Masa Reformasi mengalami penguatan fungsi dan wewenang. Salah satu perubahan kelembagaan yang terjadi pada ANRI di era Reformasi adalah…
A. ANRI dilebur ke dalam Badan Intelijen Negara untuk keperluan keamanan
B. ANRI dihapus dan digantikan oleh Dewan Kearsipan Nasional yang bersifat independen
C. ANRI diperkuat perannya sebagai pembina kearsipan nasional yang mencakup lembaga daerah dan swasta
D. ANRI dipindahkan ke bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika sesuai perkembangan teknologi
Jawaban: C. ANRI diperkuat perannya sebagai pembina kearsipan nasional yang mencakup lembaga daerah dan swasta. Di era Reformasi, ANRI mendapatkan mandat yang lebih kuat untuk membina kearsipan di seluruh Indonesia, termasuk membina lembaga kearsipan daerah dan organisasi swasta.
28.
Sistem pengelolaan kearsipan masa Hindia Belanda meninggalkan warisan yang masih berpengaruh. Warisan sistem kearsipan Hindia Belanda yang paling signifikan bagi Indonesia modern adalah…
A. Penggunaan bahasa Belanda sebagai bahasa resmi dalam penulisan arsip pemerintah
B. Arsip masa kolonial yang menjadi sumber historis penting dan landasan sistem kearsipan modern
C. Sistem sentralisasi arsip yang menempatkan seluruh arsip di ibu kota provinsi
D. Kebijakan memusnahkan arsip yang dianggap membahayakan kepentingan penjajah
Jawaban: B. Arsip masa kolonial yang menjadi sumber historis penting dan landasan sistem kearsipan modern. Warisan terpenting Hindia Belanda adalah koleksi arsip yang sangat besar dan sistem pengelolaan yang menjadi cikal bakal sistem kearsipan Indonesia, termasuk pembentukan Landsarchief yang kemudian menjadi ANRI.
29.
Dalam sistem pengelolaan kearsipan Hindia Belanda, terdapat pembagian jenis arsip berdasarkan usia dan penggunaannya. Arsip yang sudah tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan administrasi sehari-hari namun masih disimpan untuk keperluan referensi disebut…
A. Arsip aktif yang masih dalam siklus penggunaan rutin
B. Arsip vital yang tidak dapat dimusnahkan dalam kondisi apapun
C. Arsip duplikat yang dibuat untuk tujuan cadangan semata
D. Arsip inaktif yang sudah berkurang frekuensi penggunaannya
Jawaban: D. Arsip inaktif yang sudah berkurang frekuensi penggunaannya. Arsip inaktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya dalam kegiatan administrasi sudah sangat berkurang, meskipun masih perlu disimpan untuk keperluan referensi tertentu.
30.
Sistem pengelolaan kearsipan masa Republik Indonesia pasca kemerdekaan menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama yang dihadapi dalam pengelolaan kearsipan pada periode awal kemerdekaan adalah…
A. Keterbatasan sumber daya manusia terlatih dan infrastruktur kearsipan yang belum memadai
B. Terlalu banyak arsiparis yang menguasai sistem sehingga terjadi tumpang tindih kewenangan
C. Koleksi arsip yang terlalu kecil sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan administrasi negara
D. Tekanan internasional yang memaksa Indonesia untuk menyerahkan arsip kepada bekas penjajah
Jawaban: A. Keterbatasan sumber daya manusia terlatih dan infrastruktur kearsipan yang belum memadai. Pada awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi keterbatasan tenaga arsiparis yang terlatih dan minimnya infrastruktur pengelolaan arsip yang memadai sebagai warisan sistem kolonial.
31.
Lembaga kearsipan di berbagai negara umumnya menjalankan fungsi yang serupa. Fungsi utama lembaga kearsipan nasional yang berlaku secara universal adalah…
A. Mencetak dan mempublikasikan buku-buku sejarah berdasarkan arsip yang dimiliki
B. Memberikan sanksi pidana kepada instansi yang tidak mengelola arsip dengan benar
C. Menyimpan, merawat, dan menyediakan akses terhadap arsip statis bernilai guna permanen
D. Menghancurkan arsip yang dianggap membahayakan keamanan negara secara berkala
Jawaban: C. Menyimpan, merawat, dan menyediakan akses terhadap arsip statis bernilai guna permanen. Fungsi utama lembaga kearsipan nasional di manapun adalah menyimpan arsip yang memiliki nilai guna permanen, merawatnya agar tetap autentik, dan menyediakan akses bagi pengguna.
32.
Seorang peneliti sejarah ingin mengakses arsip masa kolonial yang tersimpan di ANRI untuk keperluan penelitian akademisnya. Jenis arsip yang ia cari termasuk kategori…
A. Arsip dinamis aktif karena masih dapat digunakan untuk penelitian ilmiah
B. Arsip statis karena sudah tidak digunakan dalam kegiatan administrasi dan telah diserahkan kepada lembaga kearsipan
C. Arsip vital karena mengandung informasi yang tidak dapat direproduksi
D. Arsip duplikat karena yang asli masih tersimpan di Belanda
Jawaban: B. Arsip statis karena sudah tidak digunakan dalam kegiatan administrasi dan telah diserahkan kepada lembaga kearsipan. Arsip kolonial yang tersimpan di ANRI termasuk arsip statis, yaitu arsip yang sudah tidak digunakan secara langsung dalam administrasi aktif dan memiliki nilai guna permanen sebagai sumber sejarah.
33.
Lembaga kearsipan pada masa Orde Lama di Indonesia lebih difokuskan pada fungsi tertentu. Orientasi utama kearsipan pada masa Orde Lama di Indonesia adalah…
A. Mengembangkan sistem kearsipan digital yang canggih untuk mendukung administrasi negara
B. Memusnahkan seluruh arsip peninggalan kolonial yang dianggap tidak relevan
C. Memberdayakan masyarakat untuk mengelola arsip pribadi dan komunitas secara mandiri
D. Pelestarian dan penelitian arsip untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan
Jawaban: D. Pelestarian dan penelitian arsip untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa Orde Lama, lembaga kearsipan yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih berorientasi pada fungsi pelestarian dan penelitian arsip untuk kepentingan ilmiah dan budaya.
34.
Kearsipan pada masa Orde Baru mengalami perkembangan dalam hal regulasi. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1979 yang diterbitkan pada masa Orde Baru mengatur tentang…
A. Penyusutan arsip, termasuk pemindahan, pemusnahan, dan penyerahan arsip
B. Pembentukan arsip daerah di seluruh provinsi di Indonesia
C. Standar kompetensi arsiparis dan jenjang karier tenaga kearsipan
D. Tata cara pengadaan peralatan dan sarana prasarana kearsipan
Jawaban: A. Penyusutan arsip, termasuk pemindahan, pemusnahan, dan penyerahan arsip. PP No. 34 Tahun 1979 merupakan regulasi penting masa Orde Baru yang secara khusus mengatur tentang penyusutan arsip yang meliputi pemindahan, pemusnahan, dan penyerahan arsip kepada lembaga kearsipan.
35.
Sistem pengelolaan kearsipan pada masa Hindia Belanda menerapkan prinsip-prinsip tertentu dalam penataan arsip. Prinsip kearsipan yang diterapkan dalam penataan arsip VOC adalah…
A. Principle of pertinence, yaitu arsip ditata berdasarkan subjek tanpa memperhatikan asal-usulnya
B. Principle of alphabetical order, yaitu arsip ditata secara alfabet berdasarkan nama pencipta
C. Principle of provenance, yaitu arsip ditata berdasarkan lembaga atau organisasi yang menciptakannya
D. Principle of chronological order, yaitu arsip ditata semata-mata berdasarkan urutan tanggal
Jawaban: C. Principle of provenance, yaitu arsip ditata berdasarkan lembaga atau organisasi yang menciptakannya. Principle of provenance atau prinsip asal-usul adalah prinsip penataan arsip berdasarkan pencipta atau asal-usulnya, yang menjadi landasan ilmu kearsipan modern dan diterapkan dalam penataan arsip kolonial.
36.
Pada masa Orde Baru, Jadwal Retensi Arsip (JRA) mulai diterapkan secara lebih sistematis. Fungsi utama Jadwal Retensi Arsip dalam pengelolaan arsip adalah…
A. Menentukan anggaran yang dibutuhkan untuk penyimpanan arsip setiap tahun fiskal
B. Menetapkan jangka waktu penyimpanan dan nasib akhir setiap jenis arsip
C. Mengklasifikasikan arsip berdasarkan tingkat kerahasiaan informasi yang dikandungnya
D. Menentukan jumlah salinan yang harus dibuat untuk setiap jenis arsip penting
Jawaban: B. Menetapkan jangka waktu penyimpanan dan nasib akhir setiap jenis arsip. Jadwal Retensi Arsip berfungsi sebagai pedoman yang menetapkan berapa lama setiap jenis arsip harus disimpan dan apa yang harus dilakukan setelahnya, apakah dimusnahkan atau diserahkan sebagai arsip statis.
37.
Sistem pengelolaan kearsipan pada masa Republik Indonesia mengalami perubahan seiring pergantian rezim. Perbandingan antara sistem kearsipan Orde Lama dan Orde Baru yang paling tepat adalah…
A. Orde Lama lebih maju dalam hal regulasi, sementara Orde Baru lebih maju dalam hal pelestarian fisik arsip
B. Orde Lama dan Orde Baru memiliki sistem yang identik tanpa perbedaan yang signifikan
C. Orde Baru lebih mengedepankan keterbukaan akses arsip dibandingkan masa Orde Lama
D. Orde Lama lebih berorientasi pada penelitian budaya, sementara Orde Baru lebih menekankan administrasi dan regulasi kearsipan
Jawaban: D. Orde Lama lebih berorientasi pada penelitian budaya, sementara Orde Baru lebih menekankan administrasi dan regulasi kearsipan. Terdapat perbedaan orientasi yang jelas antara kedua era, di mana Orde Lama menempatkan arsip dalam konteks ilmu dan budaya, sementara Orde Baru lebih menekankan aspek administratif dan pembentukan regulasi kearsipan.
38.
Dalam sistem kearsipan Republik Indonesia, terdapat pembagian antara arsip yang dikelola oleh pencipta arsip dan arsip yang dikelola oleh lembaga kearsipan. Pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan arsip dinamis adalah…
A. Pencipta arsip, yaitu instansi pemerintah, lembaga, atau organisasi yang menghasilkan arsip tersebut
B. ANRI sebagai lembaga kearsipan nasional yang berwenang atas semua jenis arsip
C. Kementerian Sekretariat Negara untuk semua arsip milik instansi pemerintah pusat
D. Badan Pemeriksa Keuangan sebagai lembaga pengawas yang memiliki otoritas atas arsip keuangan
Jawaban: A. Pencipta arsip, yaitu instansi pemerintah, lembaga, atau organisasi yang menghasilkan arsip tersebut. Arsip dinamis dikelola oleh pencipta arsip itu sendiri, karena arsip tersebut masih digunakan secara aktif dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang bersangkutan.
39.
Sistem pengelolaan arsip di Hindia Belanda pada abad ke-19 mulai menggunakan pendekatan yang lebih ilmiah. Pendekatan ilmiah yang mulai diterapkan dalam pengelolaan arsip Hindia Belanda pada abad ke-19 adalah…
A. Penggunaan mesin fotografis untuk mereproduksi seluruh arsip penting sebagai cadangan
B. Pemisahan arsip berdasarkan bahasa, yaitu arsip berbahasa Melayu dipisahkan dari arsip berbahasa Belanda
C. Penerapan prinsip penataan berdasarkan asal-usul dan urutan asli arsip dalam pengelolaan koleksi
D. Pembuatan katalog berdasarkan nilai ekonomis arsip yang disimpan
Jawaban: C. Penerapan prinsip penataan berdasarkan asal-usul dan urutan asli arsip dalam pengelolaan koleksi. Pendekatan ilmiah pada abad ke-19 ditandai dengan penerapan prinsip provenance dan respect des fonds yang mengatur penataan arsip berdasarkan asal-usul dan urutan aslinya.
40.
Seorang pegawai kearsipan diminta untuk memindahkan sejumlah berkas yang sudah tidak aktif dari unit pengolah ke unit kearsipan kantor. Kegiatan ini dalam terminologi kearsipan disebut…
A. Akuisisi arsip, yaitu pengambilalihan arsip dari pihak luar
B. Pemindahan arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan
C. Pemusnahan arsip, yaitu penghapusan arsip yang sudah habis masa retensinya
D. Penyerahan arsip statis kepada lembaga kearsipan yang berwenang
Jawaban: B. Pemindahan arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan. Kegiatan memindahkan berkas dari unit kerja ke tempat penyimpanan terpusat dalam lingkungan yang sama disebut pemindahan arsip inaktif, yang merupakan bagian dari proses penyusutan arsip.
41.
Setelah Revolusi Prancis, konsep hak publik atas arsip mulai berkembang. Implikasi terpenting dari konsep hak publik atas arsip bagi perkembangan kearsipan modern adalah…
A. Masyarakat dapat memiliki dan menjual arsip negara secara bebas di pasar terbuka
B. Pemerintah tidak lagi memiliki kewenangan untuk merahasiakan dokumen negara
C. Lembaga kearsipan wajib menerima semua arsip dari masyarakat tanpa seleksi
D. Terbentuknya lembaga kearsipan nasional yang terbuka dan bertanggung jawab kepada publik
Jawaban: D. Terbentuknya lembaga kearsipan nasional yang terbuka dan bertanggung jawab kepada publik. Konsep hak publik atas arsip mendorong pembentukan lembaga kearsipan nasional yang bersifat terbuka, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat, menjadi ciri utama sistem kearsipan modern.
42.
Kearsipan pada masa Orde Baru memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh sistem politik saat itu. Karakteristik pengelolaan arsip pada masa Orde Baru yang berkaitan langsung dengan sistem politiknya adalah…
A. Akses terhadap arsip tertentu cenderung terbatas dan dikendalikan oleh pemerintah
B. Sistem kearsipan sepenuhnya terdesentralisasi ke seluruh daerah tanpa kontrol pusat
C. Pengelolaan arsip dilakukan secara transparan dan dapat diaudit oleh masyarakat sipil
D. Arsip Orde Baru banyak yang diakses secara bebas oleh media massa nasional
Jawaban: A. Akses terhadap arsip tertentu cenderung terbatas dan dikendalikan oleh pemerintah. Sistem politik Orde Baru yang sentralistis dan otoriter berpengaruh pada pengelolaan arsip, di mana akses terhadap arsip tertentu cenderung dibatasi dan dikendalikan secara ketat oleh pemerintah.
43.
Pengelolaan arsip yang baik memiliki dampak langsung terhadap akuntabilitas pemerintahan. Kaitan antara pengelolaan arsip yang baik dengan akuntabilitas pemerintah adalah…
A. Arsip yang terkelola baik secara otomatis meningkatkan penerimaan pajak negara
B. Arsip yang banyak jumlahnya mencerminkan produktivitas birokrasi yang tinggi
C. Arsip yang dikelola dengan baik menjadi bukti pertanggungjawaban setiap keputusan dan kegiatan pemerintah
D. Pengelolaan arsip yang baik cukup dilakukan oleh unit kearsipan tanpa perlu melibatkan pimpinan
Jawaban: C. Arsip yang dikelola dengan baik menjadi bukti pertanggungjawaban setiap keputusan dan kegiatan pemerintah. Arsip yang terkelola dengan baik memungkinkan setiap keputusan dan tindakan pemerintah dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, yang merupakan inti dari akuntabilitas pemerintahan.
44.
Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, pengelolaan arsip mengalami perubahan. Kondisi yang paling menggambarkan kearsipan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia adalah…
A. Jepang membangun sistem kearsipan yang lebih maju dan terstruktur dari sistem Belanda
B. Seluruh arsip Belanda diserahkan kepada Indonesia sebelum Jepang menguasai wilayah
C. Jepang mengizinkan Indonesia mengelola arsip secara mandiri dan otonom
D. Banyak arsip mengalami kerusakan atau hilang akibat situasi perang dan perubahan kekuasaan yang cepat
Jawaban: D. Banyak arsip mengalami kerusakan atau hilang akibat situasi perang dan perubahan kekuasaan yang cepat. Masa pendudukan Jepang ditandai oleh kerusakan dan hilangnya sejumlah arsip akibat kondisi perang, pergantian kekuasaan yang cepat, serta kurangnya perhatian terhadap pelestarian arsip warisan Belanda.
45.
Dalam konsep manajemen arsip modern, daur hidup arsip (life cycle of records) terdiri dari beberapa tahap. Urutan yang benar dari daur hidup arsip adalah…
A. Penyimpanan, penciptaan, penggunaan, pemindahan, penyusutan
B. Penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan, penyusutan atau pemusnahan
C. Pemusnahan, penciptaan, penyimpanan, penggunaan, pemindahan
D. Penggunaan, penciptaan, pemeliharaan, akuisisi, pemusnahan
Jawaban: B. Penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan, penyusutan atau pemusnahan. Daur hidup arsip secara umum mencakup tiga fase utama, yaitu penciptaan arsip, penggunaan dan pemeliharaan selama masa aktif dan inaktif, serta penyusutan yang dapat berakhir pada pemusnahan atau penyerahan sebagai arsip statis.
46.
Dalam konteks sejarah kearsipan Indonesia, naskah kuno dari berbagai kerajaan memiliki nilai yang sangat penting. Alasan utama mengapa naskah kuno dari masa kerajaan perlu dilestarikan sebagai arsip adalah…
A. Naskah tersebut merupakan bukti otentik peradaban, hukum, dan sistem pemerintahan kerajaan yang tidak tergantikan
B. Naskah kuno bernilai tinggi secara ekonomis sehingga dapat dijual untuk menambah devisa negara
C. Pelestarian naskah kuno merupakan syarat wajib keanggotaan Indonesia dalam organisasi internasional
D. Naskah kuno diperlukan semata-mata sebagai bahan pameran di museum nasional
Jawaban: A. Naskah tersebut merupakan bukti otentik peradaban, hukum, dan sistem pemerintahan kerajaan yang tidak tergantikan. Naskah kuno kerajaan memiliki nilai kebuktian yang sangat tinggi sebagai rekaman autentik peradaban, sistem hukum, dan pemerintahan masa lalu yang tidak dapat direproduksi atau digantikan.
47.
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 mengatur tentang kewajiban penyerahan arsip statis. Instansi yang wajib menyerahkan arsip statis kepada ANRI berdasarkan ketentuan tersebut adalah…
A. Hanya lembaga pemerintah pusat setingkat kementerian dan lembaga negara
B. Seluruh warga negara yang memiliki dokumen berusia lebih dari 25 tahun
C. Lembaga negara, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan perguruan tinggi negeri
D. Hanya instansi yang mendapatkan anggaran dari APBN dan telah beroperasi lebih dari 50 tahun
Jawaban: C. Lembaga negara, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan perguruan tinggi negeri. UU No. 43 Tahun 2009 mewajibkan berbagai instansi termasuk lembaga negara, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan perguruan tinggi negeri untuk menyerahkan arsip statis kepada lembaga kearsipan yang berwenang.
48.
Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak besar pada sistem kearsipan di era Reformasi. Tantangan utama yang dihadapi lembaga kearsipan di era digital adalah…
A. Berkurangnya produksi arsip kertas sehingga lembaga kearsipan kekurangan bahan untuk dikelola
B. Memastikan autentisitas, integritas, dan ketersediaan jangka panjang arsip yang lahir secara digital
C. Menghapus seluruh arsip kertas dan menggantinya dengan format digital dalam waktu singkat
D. Memilih perangkat lunak komersial yang paling murah untuk pengelolaan arsip digital
Jawaban: B. Memastikan autentisitas, integritas, dan ketersediaan jangka panjang arsip yang lahir secara digital. Tantangan utama kearsipan di era digital adalah menjamin bahwa arsip elektronik tetap autentik, utuh, dan dapat diakses dalam jangka panjang meskipun teknologi terus berkembang.
49.
Hubungan antara sistem pengelolaan kearsipan Hindia Belanda dan sistem kearsipan Republik Indonesia pasca kemerdekaan dapat dianalisis dari berbagai aspek. Aspek kesinambungan yang paling jelas terlihat antara keduanya adalah…
A. Penggunaan bahasa Belanda yang dipertahankan sebagai bahasa resmi dalam penulisan arsip negara
B. Penempatkan seluruh arsip di gedung Landsarchief yang sama tanpa perubahan fisik
C. Struktur organisasi kearsipan yang identik antara era kolonial dan era kemerdekaan
D. Lembaga kearsipan nasional Indonesia mengambil alih koleksi dan infrastruktur Landsarchief sebagai titik awal
Jawaban: D. Lembaga kearsipan nasional Indonesia mengambil alih koleksi dan infrastruktur Landsarchief sebagai titik awal. Kesinambungan yang paling nyata adalah pengambilalihan koleksi dan infrastruktur Landsarchief oleh Indonesia pasca kemerdekaan, yang menjadi fondasi bagi pembentukan lembaga kearsipan nasional.
50.
Seorang kepala dinas kearsipan provinsi diminta untuk membuat rekomendasi kebijakan pengelolaan arsip daerah yang mengacu pada sistem kearsipan nasional. Langkah pertama yang harus dilakukan berdasarkan prinsip kearsipan yang berlaku di Indonesia adalah…
A. Mengadopsi sistem kearsipan dari negara lain yang dianggap lebih maju tanpa modifikasi
B. Memusnahkan seluruh arsip lama yang belum terdata untuk menyederhanakan pengelolaan
C. Mengacu pada regulasi kearsipan nasional dan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan daerah
D. Menunggu petunjuk teknis dari ANRI sebelum mengambil tindakan apapun dalam pengelolaan arsip
Jawaban: C. Mengacu pada regulasi kearsipan nasional dan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan daerah. Kebijakan kearsipan daerah harus berpedoman pada regulasi nasional seperti UU No. 43 Tahun 2009, namun perlu diadaptasi sesuai kondisi, kebutuhan, dan karakteristik spesifik daerah yang bersangkutan.
Berlatih mengerjakan Soal Ujian UT secara konsisten terbukti membuat mahasiswa lebih adaptif terhadap berbagai format ujian yang diterapkan UT. Perlu kamu tahu, ada tiga format yang mungkin kamu hadapi, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM) yang dilaksanakan langsung di lokasi ujian, Ujian Online (UO).
Setiap soal latihan yang kamu kerjakan, setiap halaman modul yang kamu baca dengan serius, semuanya terakumulasi menjadi kesiapan yang nyata. Semoga usahamu dalam mempersiapkan Soal UAS UT ASIP4102 Sejarah Kearsipan berbuah nilai yang membanggakan di akhir semester ini.