Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT ASIP4202 Aspek Hukum dalam Kearsipan dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT ASIP4202 Aspek Hukum dalam Kearsipan dan Kunci Jawaban
Soal UT ASIP4202 Aspek Hukum dalam Kearsipan

Menghadapi Ujian Akhir Semester di Universitas Terbuka bukan sekadar soal duduk belajar semalam sebelum ujian. Nah, di sinilah strategi belajar yang tepat mulai berperan. Berlatih mengerjakan Soal UAS UT ASIP4202 Aspek Hukum dalam Kearsipan bisa jadi titik awal yang solid untuk memulai persiapan.

Fokusnya mencakup aspek hukum yang melingkupi dunia kearsipan, hingga implikasi hukum dalam pengelolaan arsip di lembaga atau instansi. Pemahaman yang setengah-setengah di sini bisa bikin kamu kesulitan menjawab soal ujian UT yang sering mengujikan konsep secara mendalam.

Latihan soal punya fungsi yang jauh lebih besar dari sekadar “latihan.” Saat kamu rutin mengerjakan soal ujian UT, pola pikir kamu secara otomatis terlatih untuk menganalisis pertanyaan dengan cepat dan tepat. Kamu juga jadi tahu bagian mana yang masih bolong, sebelum bolong itu muncul di lembar jawaban yang sesungguhnya.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT ASIP4202 Aspek Hukum dalam Kearsipan

1.

Istilah “arsip” dalam bahasa Belanda dikenal dengan sebutan…

  • A. Archives
  • B. Archief
  • C. Archivio
  • D. Archivum
Jawaban: B. Archief.
Dalam bahasa Belanda, arsip disebut “archief”, sementara “archives” adalah istilah dalam bahasa Inggris dan Prancis, sedangkan “archivio” berasal dari bahasa Italia.
2.

Definisi arsip menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh…

  • A. Lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan
  • B. Lembaga negara, pemerintahan daerah, dan lembaga swasta yang menerima dana dari pemerintah
  • C. Instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara saja
  • D. Semua badan hukum yang terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Jawaban: A. Lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan.
UU No. 43 Tahun 2009 Pasal 1 angka 2 mendefinisikan arsip secara luas, mencakup berbagai jenis pencipta arsip mulai dari lembaga negara hingga perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3.

Arsip yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara dan badan pemerintahan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan disebut…

  • A. Arsip vital
  • B. Arsip statis
  • C. Arsip dinamis
  • D. Arsip inaktif
Jawaban: C. Arsip dinamis.
Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu, mencakup arsip vital, arsip aktif, dan arsip inaktif.
4.

Aspek hukum dalam kearsipan meliputi seluruh aturan dan norma yang mengatur pengelolaan arsip. Tujuan utama pengaturan hukum di bidang kearsipan adalah…

  • A. Membatasi akses publik terhadap arsip pemerintah agar kerahasiaan negara terjaga
  • B. Memudahkan pemusnahan arsip yang tidak lagi dibutuhkan oleh instansi pemerintah
  • C. Menetapkan sanksi bagi pejabat yang lalai dalam penyimpanan dokumen negara
  • D. Menjamin keselamatan, keamanan, dan ketersediaan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dan memori kolektif bangsa
Jawaban: D. Menjamin keselamatan, keamanan, dan ketersediaan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dan memori kolektif bangsa.
Pengaturan hukum kearsipan bertujuan menjamin keselamatan arsip sebagai bukti akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memori kolektif bangsa yang harus dijaga kelestariannya.
5.

Ruang lingkup aspek hukum dalam kearsipan mencakup pengaturan mengenai pengelolaan arsip dari tahap penciptaan hingga pemusnahan. Tahap siklus hidup arsip yang merupakan tahap terakhir sebelum pemusnahan atau pelimpahan ke lembaga kearsipan adalah…

  • A. Penciptaan arsip
  • B. Penyusutan arsip
  • C. Penggunaan arsip
  • D. Pemeliharaan arsip
Jawaban: B. Penyusutan arsip.
Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara pemindahan arsip inaktif, pemusnahan arsip yang tidak memiliki nilai guna, dan penyerahan arsip statis ke lembaga kearsipan, yang merupakan tahap akhir dalam siklus hidup arsip dinamis.
6.

Dalam konteks aspek hukum kearsipan, yang dimaksud dengan “arsip autentik” adalah arsip yang memiliki…

  • A. Nilai sejarah tinggi dan disimpan di lembaga kearsipan nasional secara permanen
  • B. Tanda tangan pejabat berwenang dan cap basah instansi yang bersangkutan
  • C. Identitas yang jelas mengenai pembuatnya, waktu pembuatan, serta isi yang dapat dipercaya dan belum mengalami perubahan
  • D. Format fisik asli berupa kertas dan belum pernah dialihkan ke media elektronik apapun
Jawaban: C. Identitas yang jelas mengenai pembuatnya, waktu pembuatan, serta isi yang dapat dipercaya dan belum mengalami perubahan.
Autentisitas arsip berkaitan dengan kepercayaan bahwa arsip tersebut memang merupakan bukti nyata dari kegiatan yang terjadi, mencakup kejelasan identitas pencipta, waktu, dan keutuhan isi tanpa perubahan yang tidak sah.
7.

Sumber hukum kearsipan yang merupakan sumber hukum tertinggi dalam hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia adalah…

  • A. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  • B. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
  • C. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU Kearsipan
  • D. Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Arsip Nasional
Jawaban: A. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sesuai UU No. 12 Tahun 2011, UUD 1945 berada di puncak hierarki peraturan perundang-undangan Indonesia dan menjadi landasan konstitusional bagi seluruh regulasi di bawahnya, termasuk regulasi kearsipan.
8.

Sumber hukum kearsipan dapat dibedakan menjadi sumber hukum tertulis dan tidak tertulis. Yang termasuk sumber hukum tidak tertulis dalam bidang kearsipan adalah…

  • A. Peraturan Pemerintah tentang kearsipan
  • B. Undang-undang khusus kearsipan
  • C. Peraturan Menteri terkait pengelolaan arsip
  • D. Kebiasaan dan praktik yang berlaku dalam pengelolaan arsip di suatu lembaga
Jawaban: D. Kebiasaan dan praktik yang berlaku dalam pengelolaan arsip di suatu lembaga.
Sumber hukum tidak tertulis meliputi hukum kebiasaan, yurisprudensi, dan doktrin yang tidak diformulasikan dalam bentuk peraturan tertulis, namun diakui dan diterapkan dalam praktik pengelolaan kearsipan.
9.

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009. Hubungan antara kedua regulasi ini dalam hierarki sumber hukum kearsipan menunjukkan bahwa…

  • A. PP No. 28 Tahun 2012 dapat membatalkan ketentuan dalam UU No. 43 Tahun 2009 apabila terdapat pertentangan
  • B. PP No. 28 Tahun 2012 harus selaras dan tidak boleh bertentangan dengan UU No. 43 Tahun 2009 sebagai peraturan yang lebih tinggi
  • C. PP No. 28 Tahun 2012 dan UU No. 43 Tahun 2009 memiliki kedudukan yang setara dalam hierarki perundang-undangan
  • D. PP No. 28 Tahun 2012 berlaku lebih khusus sehingga lebih diutamakan daripada UU No. 43 Tahun 2009 dalam penerapannya
Jawaban: B. PP No. 28 Tahun 2012 harus selaras dan tidak boleh bertentangan dengan UU No. 43 Tahun 2009 sebagai peraturan yang lebih tinggi.
Asas hierarki peraturan perundang-undangan menyatakan bahwa peraturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, sehingga PP sebagai peraturan pelaksana harus tunduk pada undang-undang yang menjadi dasarnya.
10.

Lembaga yang berwenang melaksanakan pengelolaan arsip statis dan pembinaan kearsipan secara nasional di Indonesia adalah…

  • A. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
  • B. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
  • C. Arsip Nasional Republik Indonesia
  • D. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
Jawaban: C. Arsip Nasional Republik Indonesia.
ANRI adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan, termasuk pengelolaan arsip statis berskala nasional dan pembinaan kearsipan kepada seluruh pencipta arsip.
11.

Teori penilaian arsip yang menekankan bahwa nilai arsip ditentukan berdasarkan kegunaannya bagi administrasi pencipta arsip disebut teori…

  • A. Nilai guna primer
  • B. Nilai guna sekunder
  • C. Nilai guna intrinsik
  • D. Nilai guna informatif
Jawaban: A. Nilai guna primer.
Nilai guna primer adalah nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip bagi kepentingan pencipta arsip itu sendiri, meliputi nilai guna administratif, hukum, fiskal, dan ilmiah yang berkaitan langsung dengan fungsi lembaga pencipta.
12.

Dalam penilaian arsip yang beraspek hukum, nilai guna sekunder arsip terdiri dari nilai guna evidential dan nilai guna informatif. Yang dimaksud dengan nilai guna evidential adalah…

  • A. Nilai arsip berdasarkan informasi yang terkandung di dalamnya tentang orang, tempat, dan kejadian
  • B. Nilai arsip berdasarkan keunikan fisik dan usia dokumen yang dimilikinya
  • C. Nilai arsip yang didasarkan pada kepentingan penelitian ilmiah dan akademik
  • D. Nilai arsip yang mencerminkan asal-usul, organisasi, fungsi, kebijakan, keputusan, dan operasi lembaga pencipta arsip
Jawaban: D. Nilai arsip yang mencerminkan asal-usul, organisasi, fungsi, kebijakan, keputusan, dan operasi lembaga pencipta arsip.
Nilai guna evidential (bukti) berkaitan dengan kemampuan arsip untuk memberikan bukti mengenai keberadaan, organisasi, fungsi, dan aktivitas lembaga yang menciptakannya, berbeda dengan nilai informatif yang berfokus pada isi informasi arsip.
13.

Sebuah instansi pemerintah sedang melakukan penilaian terhadap arsip kontrak pengadaan barang yang telah berakhir masa berlakunya lima tahun lalu. Nilai guna arsip tersebut yang paling relevan dipertimbangkan dalam konteks hukum adalah nilai guna…

  • A. Fiskal, karena berkaitan dengan anggaran dan keuangan negara
  • B. Hukum, karena kontrak berpotensi digunakan sebagai alat bukti dalam sengketa
  • C. Informatif, karena memuat informasi tentang spesifikasi barang yang dibeli
  • D. Ilmiah, karena dapat digunakan sebagai bahan penelitian pengadaan pemerintah
Jawaban: B. Hukum, karena kontrak berpotensi digunakan sebagai alat bukti dalam sengketa.
Arsip kontrak memiliki nilai guna hukum yang sangat penting karena dapat dijadikan alat bukti dalam penyelesaian sengketa, tuntutan hukum, atau pembuktian di pengadilan terkait hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian.
14.

Penilaian arsip yang beraspek hukum bertujuan untuk menentukan apakah suatu arsip layak disimpan dalam jangka waktu tertentu atau dapat dimusnahkan. Dasar pertimbangan utama dalam menentukan retensi arsip yang beraspek hukum adalah…

  • A. Volume arsip yang tersimpan dan kapasitas ruang penyimpanan yang tersedia
  • B. Usia arsip dan tahun anggaran pembuatannya oleh instansi yang bersangkutan
  • C. Jangka waktu daluwarsa hak atau kewajiban yang terkandung dalam arsip tersebut
  • D. Biaya penyimpanan dan nilai ekonomis arsip bagi instansi pencipta
Jawaban: C. Jangka waktu daluwarsa hak atau kewajiban yang terkandung dalam arsip tersebut.
Arsip yang beraspek hukum harus disimpan setidaknya selama masa daluwarsa dari hak atau kewajiban yang tercatat di dalamnya, agar arsip tersebut masih dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah apabila diperlukan.
15.

Daluwarsa arsip dalam konteks hukum kearsipan berkaitan erat dengan konsep daluwarsa dalam hukum perdata. Pengertian daluwarsa arsip secara umum adalah…

  • A. Berakhirnya nilai hukum atau kekuatan pembuktian suatu arsip setelah jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh peraturan
  • B. Kondisi fisik arsip yang sudah rusak sehingga tidak dapat dibaca atau digunakan kembali
  • C. Proses pengalihan arsip dari unit pengolah ke unit kearsipan di lingkungan pencipta arsip
  • D. Penghapusan arsip dari daftar inventaris setelah mendapat persetujuan pimpinan lembaga
Jawaban: A. Berakhirnya nilai hukum atau kekuatan pembuktian suatu arsip setelah jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh peraturan.
Konsep daluwarsa arsip mengacu pada habisnya masa berlaku nilai hukum arsip, sejalan dengan prinsip daluwarsa dalam hukum perdata yang membatasi jangka waktu penggunaan hak atas suatu tuntutan hukum.
16.

Jadwal Retensi Arsip (JRA) adalah daftar yang memuat sekurang-kurangnya jangka waktu penyimpanan dan nasib akhir arsip. Hubungan antara daluwarsa arsip dengan JRA adalah…

  • A. JRA menggantikan konsep daluwarsa karena JRA lebih rinci dan komprehensif dalam mengatur nasib akhir arsip
  • B. Daluwarsa arsip hanya berlaku untuk arsip perdata, sedangkan JRA berlaku untuk semua jenis arsip
  • C. JRA tidak mempertimbangkan daluwarsa hukum karena retensi ditetapkan berdasarkan kebutuhan administrasi saja
  • D. Masa daluwarsa hukum menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan jangka waktu retensi arsip dalam JRA
Jawaban: D. Masa daluwarsa hukum menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan jangka waktu retensi arsip dalam JRA.
Penetapan retensi arsip dalam JRA harus mempertimbangkan masa daluwarsa hukum dari hak dan kewajiban yang tercatat dalam arsip, sehingga arsip tersebut masih dapat digunakan sebagai alat bukti yang sah selama masa daluwarsa berlangsung.
17.

Dalam hukum perdata Indonesia, daluwarsa penuntutan untuk tindakan yang menimbulkan kerugian secara umum diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Pasal yang mengatur daluwarsa umum selama 30 tahun adalah Pasal…

  • A. Pasal 1946 KUHPerdata
  • B. Pasal 1967 KUHPerdata
  • C. Pasal 1967 KUHPerdata yang menetapkan daluwarsa umum 30 tahun untuk semua tuntutan hukum
  • D. Pasal 1963 KUHPerdata
Jawaban: C. Pasal 1967 KUHPerdata yang menetapkan daluwarsa umum 30 tahun untuk semua tuntutan hukum.
Pasal 1967 KUHPerdata mengatur bahwa segala tuntutan hukum, baik yang bersifat kebendaan maupun perorangan, hapus karena daluwarsa setelah lewat 30 tahun, yang menjadi acuan retensi minimum arsip yang beraspek hukum perdata.
18.

Dasar hukum pelaksanaan penyusutan arsip di lingkungan lembaga negara dan pemerintahan daerah diatur dalam…

  • A. Peraturan Kepala ANRI yang ditetapkan setiap tahun anggaran berjalan
  • B. Jadwal Retensi Arsip yang telah mendapat persetujuan dari Kepala ANRI
  • C. Keputusan pimpinan lembaga berdasarkan pertimbangan ketersediaan ruang penyimpanan
  • D. Instruksi Presiden yang dikeluarkan secara berkala oleh pemerintah pusat
Jawaban: B. Jadwal Retensi Arsip yang telah mendapat persetujuan dari Kepala ANRI.
Penyusutan arsip harus dilaksanakan berdasarkan JRA yang telah ditetapkan secara resmi dan mendapat persetujuan dari Kepala ANRI, sehingga proses penyusutan memiliki dasar hukum yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
19.

Penyusutan arsip melalui pemusnahan harus memenuhi persyaratan hukum tertentu. Salah satu persyaratan utama agar pemusnahan arsip dinyatakan sah secara hukum adalah…

  • A. Dilakukan dengan disaksikan oleh pejabat berwenang dan dibuatkan berita acara pemusnahan
  • B. Mendapat persetujuan tertulis dari Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia
  • C. Dilaksanakan setelah arsip berusia minimal 10 tahun sejak tanggal pembuatannya
  • D. Dilakukan di fasilitas pengolahan sampah yang telah mendapat sertifikasi dari pemerintah
Jawaban: A. Dilakukan dengan disaksikan oleh pejabat berwenang dan dibuatkan berita acara pemusnahan.
Pemusnahan arsip harus dilaksanakan dengan disaksikan oleh sekurang-kurangnya dua pejabat dari unit hukum dan pengawasan lembaga pencipta, dan wajib dibuatkan berita acara sebagai bukti pertanggungjawaban yang sah secara hukum.
20.

Suatu instansi pemerintah hendak memusnahkan arsip surat keputusan pengangkatan pegawai yang sudah pensiun. Sebelum melakukan pemusnahan, langkah yang WAJIB dilakukan berdasarkan ketentuan kearsipan adalah…

  • A. Memindahkan terlebih dahulu arsip tersebut ke ruang arsip inaktif selama minimal 5 tahun
  • B. Mendapat persetujuan dari pegawai yang bersangkutan atau ahli warisnya
  • C. Mengajukan izin pemusnahan ke Kementerian Dalam Negeri selaku pembina kepegawaian daerah
  • D. Melakukan penilaian arsip untuk memastikan arsip tersebut tidak memiliki nilai guna yang mengharuskan penyimpanan permanen atau penyerahan ke lembaga kearsipan
Jawaban: D. Melakukan penilaian arsip untuk memastikan arsip tersebut tidak memiliki nilai guna yang mengharuskan penyimpanan permanen atau penyerahan ke lembaga kearsipan.
Sebelum pemusnahan, wajib dilakukan penilaian untuk memastikan arsip tidak bernilai permanen atau tidak perlu diserahkan ke ANRI, karena arsip kepegawaian tertentu dapat memiliki nilai historis atau bukti yang mengharuskan pelestarian jangka panjang.
21.

Ketentuan tentang jangka waktu penyimpanan arsip yang berkaitan dengan hak atas tanah dipengaruhi oleh peraturan daluwarsa dalam hukum agraria. Undang-Undang Pokok Agraria yang menjadi dasar pengaturan hak atas tanah di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor…

  • A. UU No. 5 Tahun 1960
  • B. UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
  • C. UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan
  • D. UU No. 20 Tahun 2000 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
Jawaban: B. UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
UU No. 5 Tahun 1960 (UUPA) merupakan landasan hukum utama pengaturan hak atas tanah di Indonesia, yang ketentuannya mempengaruhi penetapan retensi arsip pertanahan karena menyangkut daluwarsa hak kepemilikan dan penggunaan tanah.
22.

Kerahasiaan arsip merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan arsip. Pengertian arsip rahasia menurut klasifikasi keamanan arsip adalah arsip yang…

  • A. Hanya boleh diakses oleh Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan tugasnya
  • C. Disimpan dalam ruangan khusus yang hanya dapat diakses dengan kunci ganda
  • C. Apabila diketahui oleh pihak yang tidak berhak dapat membahayakan keselamatan atau kepentingan negara secara serius
  • D. Berisi informasi pribadi pejabat negara yang tidak boleh dipublikasikan kepada umum
Jawaban: C. Apabila diketahui oleh pihak yang tidak berhak dapat membahayakan keselamatan atau kepentingan negara secara serius.
Arsip rahasia adalah arsip yang apabila diketahui oleh pihak yang tidak berhak dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa, sehingga akses terhadapnya dibatasi secara ketat.
23.

Alasan utama mengapa kerahasiaan arsip perlu dijaga secara hukum adalah karena…

  • A. Pengungkapan arsip rahasia tanpa izin dapat menimbulkan kerugian bagi negara, lembaga, atau individu yang terkait dengan isi arsip tersebut
  • B. Arsip yang tidak dijaga kerahasiaannya akan cepat mengalami kerusakan fisik
  • C. Ketentuan internasional mengharuskan semua negara menjaga kerahasiaan arsip pemerintah minimal 50 tahun
  • D. Biaya pengelolaan arsip rahasia lebih tinggi sehingga perlu perlindungan hukum khusus
Jawaban: A. Pengungkapan arsip rahasia tanpa izin dapat menimbulkan kerugian bagi negara, lembaga, atau individu yang terkait dengan isi arsip tersebut.
Perlindungan hukum terhadap kerahasiaan arsip bertujuan mencegah kerugian yang dapat timbul akibat bocornya informasi sensitif, baik berupa ancaman terhadap keamanan nasional, kerugian komersial, maupun pelanggaran privasi individu.
24.

Klasifikasi keamanan arsip di Indonesia secara umum terdiri dari beberapa tingkatan. Arsip yang apabila diketahui pihak tidak berwenang hanya akan berdampak terbatas terhadap lembaga digolongkan sebagai arsip…

  • A. Sangat rahasia
  • B. Rahasia
  • C. Terbatas
  • D. Biasa atau terbuka
Jawaban: D. Biasa atau terbuka.
Arsip biasa atau terbuka adalah arsip yang tidak memerlukan perlindungan khusus karena pengungkapannya tidak menimbulkan kerugian berarti, berbeda dengan arsip terbatas, rahasia, atau sangat rahasia yang memiliki dampak lebih besar bila terungkap.
25.

Ketentuan pengamanan arsip rahasia mencakup aspek fisik dan aspek prosedural. Yang termasuk pengamanan arsip rahasia secara prosedural adalah…

  • A. Penggunaan lemari besi dan brankas untuk penyimpanan dokumen rahasia
  • B. Penetapan sistem izin akses berdasarkan kebutuhan mengetahui (need to know principle)
  • C. Pemasangan kamera pengawas di seluruh ruangan penyimpanan arsip
  • D. Pengunaan kertas khusus anti-fotokopi untuk dokumen yang bersifat rahasia
Jawaban: B. Penetapan sistem izin akses berdasarkan kebutuhan mengetahui (need to know principle).
Pengamanan prosedural arsip rahasia meliputi penetapan siapa saja yang berhak mengakses arsip berdasarkan prinsip need to know, yaitu hanya pihak yang memang memerlukan informasi tersebut untuk melaksanakan tugasnya yang diberikan akses.
26.

Undang-Undang yang secara khusus mengatur tentang informasi yang dikecualikan dari keterbukaan informasi publik, termasuk arsip yang bersifat rahasia negara, adalah…

  • A. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  • B. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
  • C. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
  • D. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara
Jawaban: C. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
UU KIP mengatur hak publik atas informasi sekaligus membatasi informasi yang dikecualikan karena dapat membahayakan kepentingan negara, persaingan usaha, dan privasi individu, yang relevan dalam penentuan aksesibilitas arsip rahasia.
27.

Dasar hukum kerahasiaan arsip di Indonesia antara lain terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal dalam KUHP yang mengatur tentang membuka rahasia jabatan adalah Pasal…

  • A. Pasal 322 KUHP
  • B. Pasal 263 KUHP
  • C. Pasal 335 KUHP
  • D. Pasal 112 KUHP
Jawaban: A. Pasal 322 KUHP.
Pasal 322 KUHP mengatur tindak pidana membuka rahasia yang wajib disimpan karena jabatan atau pekerjaan, yang menjadi salah satu dasar hukum perlindungan kerahasiaan arsip bagi aparat dan pejabat yang mengelola arsip rahasia.
28.

Seorang pegawai kearsipan membocorkan isi arsip rahasia negara kepada pihak asing yang tidak berwenang. Berdasarkan aspek hukum kearsipan, tindakan tersebut dapat dikenai sanksi berdasarkan…

  • A. Ketentuan hukum perdata tentang wanprestasi dalam perjanjian kerja
  • B. Ketentuan disiplin pegawai negeri sipil saja tanpa sanksi pidana
  • C. Ketentuan hukum administrasi negara tentang penyelenggaraan pemerintahan
  • D. Ketentuan pidana dalam KUHP dan UU Kearsipan tentang pengungkapan rahasia negara secara tidak sah
Jawaban: D. Ketentuan pidana dalam KUHP dan UU Kearsipan tentang pengungkapan rahasia negara secara tidak sah.
Membocorkan arsip rahasia negara merupakan tindak pidana yang dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan pasal-pasal KUHP tentang rahasia jabatan serta ketentuan pidana dalam UU No. 43 Tahun 2009 yang mengatur sanksi bagi yang dengan sengaja menyebarkan arsip tanpa hak.
29.

Pembuktian yuridis arsip elektronik berkaitan dengan kemampuan arsip dalam format digital untuk digunakan sebagai alat bukti yang sah di pengadilan. Perkembangan pembuktian yuridis arsip elektronik di Indonesia dimulai secara signifikan dengan diundangkannya…

  • A. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
  • B. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
  • C. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
  • D. Peraturan Bank Indonesia tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi Perbankan
Jawaban: C. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
UU ITE merupakan tonggak penting dalam pengakuan legalitas dokumen dan arsip elektronik di Indonesia, karena mengatur secara eksplisit bahwa informasi dan dokumen elektronik dapat digunakan sebagai alat bukti hukum yang sah.
30.

Salah satu tantangan utama dalam pembuktian yuridis arsip elektronik adalah membuktikan keaslian dan integritas dokumen digital. Teknologi yang digunakan untuk menjamin keaslian dan integritas dokumen elektronik adalah…

  • A. Pemindaian dokumen fisik menggunakan alat pemindai berteknologi tinggi
  • B. Tanda tangan elektronik dan enkripsi data
  • C. Penyimpanan arsip di server yang terletak di luar wilayah Indonesia
  • D. Pencetakan dokumen elektronik ke dalam bentuk fisik berformat khusus
Jawaban: B. Tanda tangan elektronik dan enkripsi data.
Tanda tangan elektronik berfungsi memverifikasi identitas penandatangan dan memastikan integritas dokumen tidak berubah sejak ditandatangani, sementara enkripsi melindungi konten dari perubahan yang tidak sah, sehingga keduanya mendukung autentisitas arsip elektronik.
31.

Dalam hukum pembuktian, alat bukti yang diakui dalam hukum acara perdata Indonesia berdasarkan HIR dan KUHPerdata mencakup berbagai jenis. Bukti tertulis berupa dokumen atau arsip termasuk dalam kategori alat bukti…

  • A. Surat atau tulisan
  • B. Keterangan saksi
  • C. Persangkaan
  • D. Pengakuan
Jawaban: A. Surat atau tulisan.
Dokumen dan arsip tertulis termasuk dalam kategori alat bukti surat yang diakui dalam hukum acara perdata Indonesia, dan merupakan alat bukti yang memiliki kekuatan pembuktian kuat terutama apabila berupa akta otentik.
32.

Pengakuan media arsip modern di pengadilan Indonesia berkaitan dengan perluasan definisi alat bukti yang sah. Berdasarkan UU ITE, informasi elektronik dinyatakan sah sebagai alat bukti dengan syarat…

  • A. Telah dicetak dalam kertas resmi dan diberi materai yang cukup sesuai ketentuan
  • B. Disimpan dalam server milik pemerintah yang berlokasi di wilayah Indonesia
  • C. Menggunakan sistem elektronik yang andal, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan
  • D. Mendapat verifikasi dari notaris yang ditunjuk oleh Kementerian Hukum dan HAM
Jawaban: C. Menggunakan sistem elektronik yang andal, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.
UU ITE mengatur bahwa informasi elektronik dapat dijadikan alat bukti yang sah apabila menggunakan sistem elektronik yang memenuhi persyaratan keandalan, keamanan, dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk memastikan integritas dan autentisitasnya.
33.

Suatu perusahaan dalam sengketa bisnis mengajukan bukti berupa salinan e-mail yang dicetak sebagai bukti perjanjian dengan mitra usahanya. Hakim perlu mempertimbangkan aspek berikut untuk menentukan kekuatan pembuktian dokumen tersebut, KECUALI…

  • A. Keaslian dan integritas dokumen elektronik aslinya
  • B. Keandalan sistem yang digunakan untuk membuat dan menyimpan e-mail tersebut
  • C. Kemungkinan adanya perubahan pada isi dokumen sejak dibuat
  • D. Merek dan model perangkat komputer yang digunakan untuk mencetak e-mail tersebut
Jawaban: D. Merek dan model perangkat komputer yang digunakan untuk mencetak e-mail tersebut.
Kekuatan pembuktian dokumen elektronik dinilai berdasarkan aspek autentisitas, integritas, dan keandalan sistem, bukan spesifikasi teknis perangkat keras yang digunakan untuk mencetak, karena hal tersebut tidak mempengaruhi nilai hukum dokumen.
34.

Peraturan perundang-undangan yang mengatur secara khusus tentang tanda tangan elektronik dan sertifikat elektronik sebagai sarana pengamanan dokumen elektronik di Indonesia adalah…

  • A. PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
  • B. PP No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
  • C. Peraturan Menkominfo tentang Tata Kelola Sistem Elektronik Pemerintah
  • D. Peraturan ANRI tentang Pengelolaan Arsip Elektronik di Lingkungan Pemerintah
Jawaban: B. PP No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
PP No. 82 Tahun 2012 mengatur secara rinci tentang penyelenggaraan sistem elektronik termasuk ketentuan tanda tangan elektronik dan sertifikat elektronik yang mendukung keabsahan dan keamanan dokumen serta arsip elektronik.
35.

Dalam konteks pembuktian yuridis, perbedaan utama antara akta otentik dan akta di bawah tangan dalam kaitannya dengan arsip adalah…

  • A. Akta otentik hanya berlaku untuk urusan kenegaraan, sedangkan akta di bawah tangan untuk urusan perdata
  • B. Akta di bawah tangan memiliki kekuatan pembuktian lebih kuat karena ditandatangani langsung oleh para pihak
  • C. Akta otentik memiliki kekuatan pembuktian sempurna, sedangkan akta di bawah tangan kekuatan pembuktiannya tergantung pengakuan para pihak
  • D. Akta otentik tidak dapat digugat kebenarannya di pengadilan, sementara akta di bawah tangan dapat digugat setiap saat
Jawaban: C. Akta otentik memiliki kekuatan pembuktian sempurna, sedangkan akta di bawah tangan kekuatan pembuktiannya tergantung pengakuan para pihak.
Akta otentik yang dibuat oleh pejabat berwenang memiliki kekuatan pembuktian sempurna dan mengikat, sedangkan akta di bawah tangan baru memiliki kekuatan pembuktian penuh apabila diakui oleh pihak yang menandatanganinya.
36.

Pengertian “arsip vital” dalam konteks hukum kearsipan adalah arsip yang…

  • A. Keberadaannya merupakan persyaratan dasar bagi kelangsungan operasional lembaga pencipta, tidak dapat diperbarui, dan tidak tergantikan apabila rusak atau hilang
  • B. Berisi informasi sangat rahasia yang hanya boleh diketahui oleh pimpinan tertinggi lembaga
  • C. Memiliki nilai sejarah tinggi dan harus disimpan secara permanen di ANRI
  • D. Dibuat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan administratif yang rutin setiap hari
Jawaban: A. Keberadaannya merupakan persyaratan dasar bagi kelangsungan operasional lembaga pencipta, tidak dapat diperbarui, dan tidak tergantikan apabila rusak atau hilang.
Arsip vital adalah arsip yang keberadaannya sangat penting bagi kelangsungan operasional lembaga, perlindungan hak-hak lembaga dan para pegawai, serta tidak dapat diganti atau diperbarui, sehingga harus mendapat perlindungan dan pengamanan maksimal.
37.

Arsip statis adalah arsip yang telah habis retensinya dan tidak dipergunakan lagi secara langsung untuk kegiatan operasional pencipta arsip. Lembaga yang berwenang menyimpan arsip statis lembaga negara tingkat pusat adalah…

  • A. Unit kearsipan masing-masing kementerian atau lembaga pencipta arsip
  • B. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
  • C. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI
  • D. Arsip Nasional Republik Indonesia
Jawaban: D. Arsip Nasional Republik Indonesia.
ANRI bertugas menyimpan, mengelola, dan memberikan akses terhadap arsip statis lembaga negara tingkat pusat, sesuai mandat UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan sebagai pengelola arsip statis nasional.
38.

Ketentuan tentang kerahasiaan arsip di Indonesia juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Berdasarkan UU tersebut, badan publik wajib menyediakan informasi yang dapat diakses oleh publik, namun terdapat pengecualian. Informasi yang dikecualikan antara lain adalah informasi yang…

  • A. Belum selesai proses verifikasinya oleh unit hukum lembaga yang bersangkutan
  • B. Apabila dibuka dapat mengganggu kepentingan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat
  • C. Dibuat sebelum tahun 2008 dan belum pernah dipublikasikan kepada masyarakat umum
  • D. Berisi informasi teknis mengenai prosedur operasional standar lembaga pemerintah
Jawaban: B. Apabila dibuka dapat mengganggu kepentingan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat.
UU KIP mengatur bahwa informasi yang dikecualikan mencakup informasi yang apabila dibuka dapat merugikan kepentingan perlindungan usaha dari persaingan tidak sehat, rahasia dagang, privasi, serta keamanan negara dan pertahanan nasional.
39.

Analisis perbandingan antara sistem hukum common law dan civil law menunjukkan perbedaan dalam pengakuan arsip elektronik sebagai alat bukti. Perbedaan yang paling fundamental antara kedua sistem tersebut dalam konteks pembuktian adalah…

  • A. Sistem common law tidak mengakui arsip elektronik sebagai alat bukti yang sah sama sekali
  • B. Sistem civil law hanya menerima alat bukti tertulis dalam format fisik dan menolak dokumen digital
  • C. Sistem common law lebih fleksibel dalam penerimaan alat bukti berdasarkan kasus, sedangkan civil law mengandalkan kodifikasi yang lebih ketat
  • D. Kedua sistem hukum memiliki ketentuan identik tentang pembuktian karena pengaruh hukum internasional yang seragam
Jawaban: C. Sistem common law lebih fleksibel dalam penerimaan alat bukti berdasarkan kasus, sedangkan civil law mengandalkan kodifikasi yang lebih ketat.
Perbedaan mendasar antara common law dan civil law dalam pembuktian terletak pada sumber hukumnya, di mana common law lebih bergantung pada preseden kasus, sementara civil law seperti yang dianut Indonesia mengandalkan peraturan tertulis yang dikodifikasikan.
40.

Dalam UU No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, terdapat ketentuan pidana bagi pihak yang dengan sengaja memusnahkan arsip yang tidak sesuai prosedur. Ancaman pidana bagi perbuatan tersebut adalah…

  • A. Pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00
  • B. Pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp250.000.000,00
  • C. Pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,00
  • D. Pidana denda saja tanpa ancaman pidana penjara sebesar Rp1.000.000.000,00
Jawaban: A. Pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00.
UU No. 43 Tahun 2009 Pasal 86 mengatur bahwa setiap orang yang dengan sengaja merusak atau memusnahkan arsip negara yang memiliki nilai guna dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.
41.

Ketentuan kerahasiaan arsip juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Keterkaitan UU Intelijen dengan hukum kearsipan terletak pada…

  • A. Kewajiban ANRI untuk mengelola seluruh arsip yang dihasilkan oleh lembaga intelijen negara
  • B. Hak publik untuk mengakses arsip intelijen setelah jangka waktu 25 tahun
  • C. Larangan bagi pegawai kearsipan untuk mengelola arsip yang berkaitan dengan keamanan negara
  • D. Pengaturan khusus tentang kerahasiaan arsip yang berkaitan dengan kegiatan intelijen dan ancaman sanksi bagi yang membocorkannya
Jawaban: D. Pengaturan khusus tentang kerahasiaan arsip yang berkaitan dengan kegiatan intelijen dan ancaman sanksi bagi yang membocorkannya.
UU Intelijen mengatur perlindungan khusus terhadap informasi dan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan intelijen negara, termasuk ancaman pidana bagi siapa pun yang membocorkan rahasia intelijen, yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan arsip rahasia negara.
42.

Arsip aktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya masih tinggi dan secara langsung digunakan dalam kegiatan operasional. Berdasarkan ketentuan UU No. 43 Tahun 2009, pengelolaan arsip aktif menjadi tanggung jawab…

  • A. Unit kearsipan pusat di bawah koordinasi langsung ANRI
  • B. Unit pengolah pada masing-masing satuan kerja pencipta arsip
  • C. Sekretariat jenderal atau sekretariat utama lembaga pencipta arsip
  • D. Lembaga kearsipan daerah tempat lembaga pencipta berkedudukan
Jawaban: B. Unit pengolah pada masing-masing satuan kerja pencipta arsip.
Pengelolaan arsip aktif menjadi tanggung jawab unit pengolah pada masing-masing satuan kerja karena arsip aktif masih digunakan secara langsung dalam kegiatan operasional, sehingga harus berada di dekat pengguna yang membutuhkannya.
43.

Lembaga A hendak menyerahkan arsip statis kepada ANRI. Syarat yang harus dipenuhi agar penyerahan arsip statis dinyatakan sah secara hukum adalah…

  • A. Arsip harus telah berusia minimal 50 tahun sejak tanggal pembuatannya
  • B. Mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat sebelum penyerahan dilakukan
  • C. Dilakukan berdasarkan JRA yang berlaku dan disertai berita acara serta daftar arsip yang diserahkan
  • D. Arsip telah didigitalisasi seluruhnya dan disimpan dalam server cadangan lembaga pencipta
Jawaban: C. Dilakukan berdasarkan JRA yang berlaku dan disertai berita acara serta daftar arsip yang diserahkan.
Penyerahan arsip statis kepada ANRI harus dilaksanakan berdasarkan JRA yang berlaku, disertai berita acara penyerahan dan daftar arsip yang diserahkan, sebagai bentuk pertanggungjawaban yang sah dan dapat diverifikasi.
44.

Prinsip asal usul (principle of provenance) dalam pengelolaan arsip memiliki implikasi hukum yang penting. Implikasi hukum utama dari penerapan prinsip ini adalah…

  • A. Arsip yang dicampur dengan arsip lembaga lain kehilangan nilai evidential-nya karena konteks asal-usulnya rusak
  • B. Setiap arsip harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia agar dapat digunakan di pengadilan
  • C. Lembaga yang menciptakan arsip tidak bertanggung jawab atas pengelolaan setelah penyerahan ke ANRI
  • D. Arsip yang tidak diketahui penciptanya secara otomatis menjadi milik negara tanpa proses hukum apapun
Jawaban: A. Arsip yang dicampur dengan arsip lembaga lain kehilangan nilai evidential-nya karena konteks asal-usulnya rusak.
Prinsip provenance mengharuskan arsip dikelola sesuai dengan asal-usul penciptanya tanpa dicampurkan dengan arsip lembaga lain, karena percampuran akan merusak konteks dan nilai evidential arsip sebagai bukti kegiatan lembaga pencipta.
45.

Keterkaitan antara aspek hukum kearsipan dengan prinsip akuntabilitas pemerintahan (good governance) terletak pada fungsi arsip sebagai…

  • A. Media komunikasi antar lembaga pemerintah yang perlu diatur secara hukum
  • B. Sarana penghematan anggaran melalui pemusnahan arsip yang tidak diperlukan
  • C. Instrumen teknis administrasi yang memperlancar koordinasi antar unit kerja
  • D. Bukti pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan kepada publik
Jawaban: D. Bukti pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan kepada publik.
Arsip berfungsi sebagai bukti otentik pelaksanaan kegiatan pemerintahan yang dapat digunakan untuk audit, pertanggungjawaban kepada legislatif dan publik, serta penegakan hukum, sehingga pengelolaan arsip yang baik merupakan pilar penting good governance.
46.

Seorang peneliti mengajukan permohonan akses terhadap arsip statis yang tersimpan di ANRI. Berdasarkan UU No. 43 Tahun 2009, ANRI berkewajiban memberikan akses arsip statis kepada publik dengan batasan bahwa arsip yang bersifat tertutup baru dapat dibuka setelah…

  • A. 15 tahun sejak arsip diterima oleh ANRI dari lembaga pencipta
  • B. 25 tahun sejak arsip tersebut diciptakan atau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • C. 50 tahun sejak arsip diserahkan kepada ANRI oleh lembaga pencipta arsip
  • D. 10 tahun sejak lembaga pencipta arsip yang bersangkutan dibubarkan atau berganti nama
Jawaban: B. 25 tahun sejak arsip tersebut diciptakan atau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
UU No. 43 Tahun 2009 mengatur bahwa arsip statis yang bersifat tertutup dapat dibuka untuk kepentingan publik setelah 25 tahun sejak penciptaannya, kecuali diatur lain oleh peraturan perundang-undangan yang lebih khusus.
47.

Dalam kasus sengketa kepemilikan tanah, arsip berupa sertifikat hak milik atas tanah yang hilang dapat digantikan dengan alat bukti lain. Berdasarkan prinsip hukum pembuktian, kekuatan arsip sertifikat tanah sebagai alat bukti kepemilikan adalah…

  • A. Lemah karena sertifikat tanah hanyalah dokumen administratif yang mudah dipalsukan
  • B. Setara dengan keterangan saksi sehingga keduanya dapat saling menggantikan di pengadilan
  • C. Kuat sebagai akta otentik yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna karena dikeluarkan oleh pejabat berwenang
  • D. Tidak berlaku sebagai alat bukti karena sertifikat tanah bukan termasuk arsip dalam pengertian hukum
Jawaban: C. Kuat sebagai akta otentik yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna karena dikeluarkan oleh pejabat berwenang.
Sertifikat tanah merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang (Kantor Pertanahan), sehingga memiliki kekuatan pembuktian sempurna dan mengikat, kecuali dapat dibuktikan sebaliknya melalui proses hukum.
48.

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 mengatur tentang pengelolaan arsip secara komprehensif. Salah satu ketentuan penting dalam PP ini terkait sanksi administratif adalah bahwa pimpinan lembaga negara yang tidak melaksanakan pengelolaan arsip sesuai ketentuan dapat dikenai…

  • A. Teguran tertulis, penghentian kegiatan, atau sanksi administratif lainnya sesuai peraturan perundang-undangan
  • B. Pidana penjara minimal 2 tahun karena melanggar ketentuan peraturan pemerintah
  • C. Denda langsung sebesar Rp1 miliar yang dibayarkan kepada kas negara
  • D. Pembekuan anggaran lembaga secara otomatis oleh Kementerian Keuangan
Jawaban: A. Teguran tertulis, penghentian kegiatan, atau sanksi administratif lainnya sesuai peraturan perundang-undangan.
Sanksi atas pelanggaran administratif di bidang kearsipan umumnya berupa sanksi administratif seperti teguran tertulis, penghentian kegiatan tertentu, atau sanksi lain yang ditetapkan melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku.
49.

Analisis terhadap ketentuan UU No. 43 Tahun 2009 menunjukkan bahwa tujuan pembentukan undang-undang tersebut antara lain adalah untuk menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya. Hal ini bermakna bahwa arsip harus memenuhi persyaratan…

  • A. Diproduksi dalam jumlah banyak agar selalu tersedia apabila dibutuhkan oleh pengguna
  • B. Disimpan dalam format digital untuk memudahkan akses dan penyebaran informasi
  • C. Dapat diakses secara bebas oleh seluruh masyarakat tanpa pembatasan apapun
  • D. Autentik berarti dapat dipercaya keabsahannya, sedangkan terpercaya berarti isi informasinya dapat diandalkan sebagai bukti yang akurat
Jawaban: D. Autentik berarti dapat dipercaya keabsahannya, sedangkan terpercaya berarti isi informasinya dapat diandalkan sebagai bukti yang akurat.
UU No. 43 Tahun 2009 menekankan dua kualitas utama arsip yaitu autentisitas yang berkaitan dengan keabsahan asal-usul arsip, dan reliabilitas yang berkaitan dengan keterpercayaan isi informasi arsip sebagai bukti yang dapat diandalkan.
50.

Peraturan perundang-undangan terkait pembuktian arsip elektronik di pengadilan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Berdasarkan analisis perkembangan hukum di Indonesia, tantangan utama yang masih dihadapi dalam implementasi pengakuan arsip elektronik sebagai alat bukti adalah…

  • A. Kurangnya perangkat keras komputer yang memadai di lingkungan pengadilan Indonesia
  • B. Kesenjangan antara perkembangan teknologi yang sangat cepat dengan kemampuan regulasi dan aparat hukum dalam memverifikasi autentisitas arsip elektronik
  • C. Penolakan masyarakat terhadap penggunaan dokumen elektronik dalam transaksi sehari-hari
  • D. Tidak adanya regulasi sama sekali yang mengatur penggunaan dokumen elektronik di pengadilan Indonesia
Jawaban: B. Kesenjangan antara perkembangan teknologi yang sangat cepat dengan kemampuan regulasi dan aparat hukum dalam memverifikasi autentisitas arsip elektronik.
Tantangan utama implementasi pengakuan arsip elektronik terletak pada kesenjangan antara kecepatan perkembangan teknologi informasi dengan kemampuan sistem hukum dan sumber daya manusia aparat penegak hukum dalam memahami, memverifikasi, dan menilai autentisitas serta integritas arsip digital.

\Ada Ujian Tatap Muka atau UTM yang dilaksanakan secara langsung di lokasi ujian, ada Ujian Online atau UO yang dikerjakan melalui platform digital, dan ada pula Take Home Exam atau THE yang memberikan fleksibilitas pengerjaan di rumah dengan batas waktu tertentu.

Setiap kali kamu membuka modul, mengerjakan soal latihan, atau mencoba memahami satu pasal hukum dalam materi kearsipan, itu semua terakumulasi menjadi kesiapan yang nyata. Jangan remehkan langkah kecil itu. Semoga persiapan kamu untuk menghadapi Soal UAS UT ASIP4202 Aspek Hukum dalam Kearsipan berjalan lancar dan hasilnya sesuai target yang kamu impikan.

Bagikan

error: Content is protected !!