Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT ASIP4208 Arsip Sejarah Lisan dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT ASIP4208 Arsip Sejarah Lisan dan Kunci Jawaban
Soal UT ASIP4208 Arsip Sejarah Lisan

UAS di Universitas Terbuka bukan sekadar formalitas akhir semester. Soal UT dirancang untuk mengukur pemahaman, bukan sekadar hafalan. Karena itu, strategi belajar yang tepat jauh lebih berpengaruh daripada sekadar membaca ulang modul dari halaman pertama sampai terakhir.

Di antara sekian banyak mata kuliah yang ada, ASIP4208 Arsip Sejarah Lisan punya karakteristik tersendiri yang perlu kamu pahami sejak awal. Bukan mata kuliah yang bisa dianggap enteng, tapi juga bukan yang mustahil dikuasai asal kamu tahu cara belajar yang efektif.

Berlatih mengerjakan Soal UAS UT ASIP4208 Arsip Sejarah Lisan adalah langkah konkret yang paling masuk akal sebelum ujian. Lewat latihan soal, kamu bisa memetakan topik mana yang sudah kamu kuasai dan mana yang masih bolong. Soal Ujian UT dari semester-semester sebelumnya juga sangat berguna sebagai bahan simulasi.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT ASIP4208 Arsip Sejarah Lisan

1.

Sejarah lisan pada dasarnya merupakan rekaman pengalaman pribadi seseorang yang disampaikan secara lisan. Metode ini tergolong unik karena bersumber dari…

  • A. Dokumen tertulis yang disimpan di arsip nasional
  • B. Ingatan dan kesaksian langsung pelaku atau saksi peristiwa
  • C. Laporan resmi pemerintah yang dikumpulkan oleh sejarawan
  • D. Catatan harian yang kemudian dibacakan oleh pemiliknya
Jawaban: B. Ingatan dan kesaksian langsung pelaku atau saksi peristiwa.
Sejarah lisan bersumber dari ingatan dan kesaksian langsung orang yang mengalami atau menyaksikan suatu peristiwa, bukan dari dokumen atau catatan tertulis.
2.

Istilah “oral history” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai sejarah lisan. Pengertian paling tepat dari sejarah lisan adalah…

  • A. Rekaman wawancara yang berisi kenangan, pandangan, dan interpretasi narasumber tentang masa lalunya
  • B. Tradisi tutur yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat adat
  • C. Kumpulan cerita rakyat yang dikumpulkan oleh peneliti folklor
  • D. Rekaman pidato tokoh-tokoh bersejarah yang disimpan dalam arsip
Jawaban: A. Rekaman wawancara yang berisi kenangan, pandangan, dan interpretasi narasumber tentang masa lalunya.
Sejarah lisan merupakan rekaman wawancara yang memuat kenangan, pandangan, dan interpretasi narasumber mengenai pengalaman pribadinya di masa lalu.
3.

Dalam pemahaman sejarah lisan, terdapat perbedaan antara sejarah lisan dengan tradisi lisan. Perbedaan utama keduanya terletak pada…

  • A. Bahasa yang digunakan dalam proses perekaman
  • B. Jenis peralatan yang digunakan untuk merekam
  • C. Sumber informasinya, yaitu pengalaman pribadi versus warisan kolektif masyarakat
  • D. Waktu pelaksanaan pengumpulan informasi dari narasumber
Jawaban: C. Sumber informasinya, yaitu pengalaman pribadi versus warisan kolektif masyarakat.
Sejarah lisan bersumber dari pengalaman pribadi narasumber yang masih hidup, sedangkan tradisi lisan merupakan warisan kolektif yang diturunkan dari generasi ke generasi.
4.

Sejarah lisan memiliki nilai penting sebagai sumber sejarah karena mampu mengungkap hal-hal yang tidak tercatat dalam dokumen tertulis. Kemampuan ini disebut sebagai fungsi…

  • A. Substitusi terhadap arsip konvensional
  • B. Koreksi terhadap sumber primer tertulis
  • C. Konfirmasi terhadap data statistik
  • D. Pengisian kesenjangan dalam catatan sejarah tertulis
Jawaban: D. Pengisian kesenjangan dalam catatan sejarah tertulis.
Sejarah lisan berfungsi mengisi kesenjangan yang ada dalam catatan sejarah tertulis, karena mampu merekam peristiwa dan pengalaman yang tidak sempat atau tidak mungkin didokumentasikan secara tertulis.
5.

Salah satu karakteristik khas sejarah lisan adalah sifatnya yang subjektif. Dalam konteks ini, subjektivitas narasumber justru dianggap sebagai…

  • A. Kelemahan yang harus diminimalisasi melalui proses editing
  • B. Kekayaan data yang mencerminkan perspektif langsung pelaku sejarah
  • C. Hambatan ilmiah yang mengurangi validitas sumber
  • D. Faktor yang membuat sejarah lisan tidak dapat dijadikan sumber primer
Jawaban: B. Kekayaan data yang mencerminkan perspektif langsung pelaku sejarah.
Subjektivitas dalam sejarah lisan dipandang sebagai kekayaan data karena mencerminkan perspektif, perasaan, dan interpretasi langsung dari pelaku atau saksi sejarah.
6.

Dalam konteks Modul 01, sejarah lisan dapat dimanfaatkan untuk keperluan apa saja? Salah satu manfaat utamanya adalah…

  • A. Memperkaya khazanah sejarah dengan sudut pandang kelompok yang terpinggirkan
  • B. Menggantikan seluruh sumber sejarah tertulis yang sudah ada
  • C. Menyederhanakan proses penelitian sejarah agar lebih cepat selesai
  • D. Mengotentikasi dokumen-dokumen yang tersimpan di lembaga arsip
Jawaban: A. Memperkaya khazanah sejarah dengan sudut pandang kelompok yang terpinggirkan.
Sejarah lisan sangat berguna untuk merekam pengalaman kelompok masyarakat yang suaranya jarang terwakili dalam sumber sejarah tertulis, sehingga memperkaya perspektif historiografi.
7.

Kegiatan Belajar 2 Modul 01 membahas fungsi sejarah lisan. Sejarah lisan dikatakan berfungsi sebagai sumber penelitian karena…

  • A. Hasil wawancara langsung dapat dipublikasikan tanpa proses verifikasi
  • B. Data yang diperoleh selalu lebih akurat dibandingkan data tertulis
  • C. Memberikan informasi yang tidak tersedia dalam sumber-sumber dokumenter konvensional
  • D. Proses pengumpulannya lebih murah dan efisien daripada penelitian arsip
Jawaban: C. Memberikan informasi yang tidak tersedia dalam sumber-sumber dokumenter konvensional.
Sejarah lisan berfungsi sebagai sumber penelitian karena mampu menyediakan informasi yang tidak ditemukan dalam dokumen tertulis, terutama mengenai kehidupan sosial dan pengalaman individual.
8.

Seorang peneliti ingin mendokumentasikan pengalaman para veteran perang kemerdekaan yang kini sudah sangat tua. Pendekatan sejarah lisan paling tepat digunakan dalam situasi ini karena…

  • A. Peneliti dapat menghemat biaya perjalanan ke daerah-daerah
  • B. Narasumber yang sudah tua lebih mudah diwawancarai daripada yang muda
  • C. Wawancara lisan lebih mudah diolah daripada dokumen tertulis
  • D. Kesaksian langsung pelaku peristiwa berpotensi hilang selamanya jika tidak segera direkam
Jawaban: D. Kesaksian langsung pelaku peristiwa berpotensi hilang selamanya jika tidak segera direkam.
Urgensi sejarah lisan muncul ketika narasumber yang menjadi satu-satunya sumber informasi suatu peristiwa semakin menua, sehingga kesaksian mereka harus segera direkam sebelum hilang.
9.

Sejarah lisan modern dianggap berbeda dari tradisi bercerita lisan kuno. Perbedaan yang paling mendasar antara keduanya adalah…

  • A. Sejarah lisan modern menggunakan bahasa yang lebih formal dan baku
  • B. Sejarah lisan modern melibatkan proses perekaman yang sistematis dan terencana
  • C. Tradisi lisan kuno tidak pernah memiliki nilai sejarah yang signifikan
  • D. Sejarah lisan modern hanya dilakukan oleh lembaga pemerintah resmi
Jawaban: B. Sejarah lisan modern melibatkan proses perekaman yang sistematis dan terencana.
Sejarah lisan modern dibedakan dari tradisi lisan kuno karena menggunakan metodologi yang sistematis, terencana, dan didukung teknologi perekaman, bukan sekadar penuturan turun-temurun.
10.

Sejarah lisan sebagai disiplin ilmu modern mulai berkembang pesat pada abad ke-20. Faktor teknologi yang paling mendukung perkembangan ini adalah…

  • A. Berkembangnya mesin cetak yang memudahkan publikasi hasil wawancara
  • B. Kemajuan transportasi yang memudahkan peneliti menjangkau narasumber
  • C. Ditemukannya alat perekam suara yang memungkinkan dokumentasi wawancara secara akurat
  • D. Perkembangan internet yang memudahkan distribusi hasil penelitian
Jawaban: C. Ditemukannya alat perekam suara yang memungkinkan dokumentasi wawancara secara akurat.
Perkembangan teknologi perekam suara menjadi faktor utama yang mendorong berkembangnya sejarah lisan sebagai metode ilmiah, karena memungkinkan dokumentasi yang akurat dan dapat diputar ulang.
11.

Allan Nevins dari Universitas Columbia dianggap sebagai pelopor sejarah lisan modern. Kontribusinya yang paling berpengaruh adalah…

  • A. Mendirikan program sejarah lisan pertama secara sistematis pada tahun 1948
  • B. Menulis buku teks pertama tentang metodologi sejarah lisan
  • C. Menciptakan alat perekam khusus untuk keperluan wawancara sejarah
  • D. Mendirikan asosiasi sejarah lisan internasional pertama di dunia
Jawaban: A. Mendirikan program sejarah lisan pertama secara sistematis pada tahun 1948.
Allan Nevins dikenal sebagai pelopor sejarah lisan modern karena mendirikan program sejarah lisan yang terorganisasi di Universitas Columbia pada tahun 1948, menjadi fondasi pengembangan disiplin ini secara ilmiah.
12.

Perkembangan sejarah lisan di dunia mengalami fase ekspansi pada tahun 1960-an dan 1970-an. Faktor sosial-politik yang mendorong perkembangan ini adalah…

  • A. Meningkatnya anggaran penelitian sejarah dari pemerintah negara-negara Barat
  • B. Berakhirnya Perang Dunia II yang mendorong rekonstruksi sejarah resmi
  • C. Meningkatnya jumlah universitas yang membuka program studi sejarah
  • D. Gerakan sosial yang mendorong pengakuan terhadap suara kelompok minoritas dan masyarakat biasa
Jawaban: D. Gerakan sosial yang mendorong pengakuan terhadap suara kelompok minoritas dan masyarakat biasa.
Gerakan hak sipil dan gerakan sosial progresif pada 1960-1970an mendorong para sejarawan untuk memberikan perhatian kepada suara kelompok yang selama ini terpinggirkan dari historiografi resmi.
13.

Di Indonesia, sejarah lisan mulai mendapat perhatian ilmiah pada era tertentu. Lembaga yang berperan penting dalam pengembangan sejarah lisan di Indonesia adalah…

  • A. Badan Intelijen Negara yang merekam kesaksian tokoh-tokoh politik
  • B. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang mengembangkan program sejarah lisan
  • C. Perpustakaan Nasional yang mengoleksi rekaman cerita rakyat dari seluruh nusantara
  • D. Kementerian Pendidikan yang mewajibkan pengumpulan sejarah lisan di sekolah
Jawaban: B. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang mengembangkan program sejarah lisan.
ANRI berperan penting dalam pengembangan sejarah lisan di Indonesia melalui program-program pengumpulan dan pelestarian rekaman wawancara dengan tokoh-tokoh penting nasional.
14.

Perkembangan sejarah lisan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya masyarakat nusantara. Kondisi yang paling mendukung relevansi sejarah lisan di Indonesia adalah…

  • A. Tingginya tingkat literasi masyarakat Indonesia yang memudahkan dokumentasi
  • B. Banyaknya arsip kolonial Belanda yang tersimpan lengkap di berbagai daerah
  • C. Kuatnya tradisi kelisanan dalam budaya masyarakat Indonesia yang kaya ragamnya
  • D. Kemajuan teknologi digital yang memudahkan penyebaran hasil wawancara
Jawaban: C. Kuatnya tradisi kelisanan dalam budaya masyarakat Indonesia yang kaya ragamnya.
Indonesia memiliki ratusan kelompok etnis dengan tradisi kelisanan yang kuat, menjadikan sejarah lisan sangat relevan untuk mendokumentasikan kekayaan budaya dan sejarah yang belum tercatat secara tertulis.
15.

Perbandingan antara perkembangan sejarah lisan di dunia Barat dan di Indonesia menunjukkan perbedaan dalam hal waktu mulainya. Kondisi ini dapat dijelaskan karena…

  • A. Di negara Barat sejarah lisan berkembang lebih awal didorong oleh kemajuan teknologi rekam dan tradisi akademis yang lebih mapan
  • B. Indonesia tidak memiliki tokoh-tokoh yang layak dijadikan narasumber sejarah lisan
  • C. Sejarah lisan di Indonesia berkembang lebih awal karena tradisi lisan yang lebih kuat
  • D. Pemerintah Indonesia melarang pengembangan sejarah lisan pada masa Orde Baru
Jawaban: A. Di negara Barat sejarah lisan berkembang lebih awal didorong oleh kemajuan teknologi rekam dan tradisi akademis yang lebih mapan.
Kemajuan teknologi perekaman dan infrastruktur akademis yang lebih dahulu berkembang di negara Barat menyebabkan disiplin sejarah lisan muncul lebih awal di sana dibandingkan di Indonesia.
16.

Sebelum melakukan wawancara sejarah lisan, peneliti wajib melakukan persiapan yang matang. Tahap persiapan yang paling awal dan fundamental adalah…

  • A. Memilih jenis alat perekam yang akan digunakan dalam wawancara
  • B. Menentukan jadwal dan lokasi wawancara bersama narasumber
  • C. Menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber
  • D. Menentukan topik dan tujuan penelitian secara jelas dan spesifik
Jawaban: D. Menentukan topik dan tujuan penelitian secara jelas dan spesifik.
Langkah pertama dan paling mendasar dalam persiapan wawancara sejarah lisan adalah menetapkan topik serta tujuan penelitian, karena semua tahap persiapan berikutnya bergantung pada kejelasan topik dan tujuan tersebut.
17.

Penelitian pendahuluan (preliminary research) merupakan bagian penting dari persiapan wawancara sejarah lisan. Tujuan utama penelitian pendahuluan ini adalah…

  • A. Mengumpulkan data statistik yang akan dibandingkan dengan hasil wawancara
  • B. Membekali pewawancara dengan pengetahuan dasar tentang topik dan narasumber
  • C. Menentukan berapa banyak sesi wawancara yang diperlukan
  • D. Mendapatkan izin resmi dari lembaga yang berwenang atas narasumber
Jawaban: B. Membekali pewawancara dengan pengetahuan dasar tentang topik dan narasumber.
Penelitian pendahuluan bertujuan agar pewawancara memiliki pemahaman yang memadai tentang topik penelitian dan latar belakang narasumber, sehingga wawancara dapat berlangsung lebih efektif dan mendalam.
18.

Dalam pemilihan narasumber untuk wawancara sejarah lisan, kriteria utama yang harus dipenuhi adalah…

  • A. Narasumber harus merupakan tokoh terkenal yang namanya ada dalam buku sejarah
  • B. Narasumber harus bersedia menerima honorarium sebagai kompensasi waktu
  • C. Narasumber memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung yang relevan dengan topik
  • D. Narasumber harus berusia minimal 60 tahun agar memiliki memori yang panjang
Jawaban: C. Narasumber memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung yang relevan dengan topik.
Kriteria terpenting dalam pemilihan narasumber sejarah lisan adalah relevansi pengalaman atau pengetahuannya dengan topik yang diteliti, bukan ketenaran, usia, atau faktor-faktor lainnya.
19.

Panduan wawancara (interview guide) dalam sejarah lisan berbeda dengan kuesioner penelitian survei. Perbedaan utamanya adalah bahwa panduan wawancara sejarah lisan bersifat…

  • A. Fleksibel dan terbuka, memungkinkan pengembangan pertanyaan berdasarkan respons narasumber
  • B. Tertutup dan terstruktur ketat sehingga semua narasumber mendapat pertanyaan yang persis sama
  • C. Bersifat rahasia dan hanya boleh dilihat oleh pewawancara profesional
  • D. Berisi pertanyaan dengan pilihan jawaban yang sudah ditentukan sebelumnya
Jawaban: A. Fleksibel dan terbuka, memungkinkan pengembangan pertanyaan berdasarkan respons narasumber.
Panduan wawancara sejarah lisan dirancang fleksibel agar pewawancara dapat mengikuti alur cerita narasumber dan mengembangkan pertanyaan lanjutan berdasarkan informasi yang muncul selama wawancara.
20.

Persiapan perlengkapan wawancara sejarah lisan mencakup berbagai aspek teknis. Hal yang paling krusial untuk diperiksa sebelum wawancara dimulai adalah…

  • A. Ketersediaan minuman dan makanan untuk kenyamanan narasumber
  • B. Pakaian yang akan dikenakan pewawancara saat wawancara berlangsung
  • C. Jumlah pertanyaan yang telah disusun dalam panduan wawancara
  • D. Kondisi dan kapasitas alat perekam serta ketersediaan media penyimpanan cadangan
Jawaban: D. Kondisi dan kapasitas alat perekam serta ketersediaan media penyimpanan cadangan.
Pemeriksaan alat perekam dan media penyimpanan adalah hal paling krusial sebelum wawancara, karena kegagalan teknis dapat menyebabkan kehilangan rekaman yang tidak dapat terulang.
21.

Seorang peneliti baru saja menemukan narasumber potensial yang merupakan mantan pejabat penting. Langkah etis pertama yang harus dilakukan peneliti sebelum melakukan wawancara adalah…

  • A. Segera datang menemui narasumber untuk melakukan wawancara tidak terstruktur
  • B. Meminta izin dan mendapatkan persetujuan informed consent dari narasumber
  • C. Mempublikasikan profil narasumber agar dapat menarik perhatian media
  • D. Langsung menyusun daftar pertanyaan berdasarkan informasi dari sumber lain
Jawaban: B. Meminta izin dan mendapatkan persetujuan informed consent dari narasumber.
Memperoleh informed consent merupakan kewajiban etis yang harus dilakukan sebelum wawancara, memastikan narasumber memahami tujuan penelitian dan memberikan persetujuan secara sadar.
22.

Pemilihan lokasi wawancara sejarah lisan mempengaruhi kualitas rekaman dan kenyamanan narasumber. Lokasi yang paling ideal untuk wawancara sejarah lisan adalah…

  • A. Ruang publik yang ramai agar suasana terasa lebih santai dan akrab
  • B. Studio rekaman profesional untuk menghasilkan kualitas suara terbaik
  • C. Tempat yang tenang dan nyaman bagi narasumber dengan gangguan suara minimal
  • D. Kantor resmi lembaga penelitian untuk menunjukkan profesionalitas
Jawaban: C. Tempat yang tenang dan nyaman bagi narasumber dengan gangguan suara minimal.
Lokasi ideal untuk wawancara sejarah lisan adalah tempat yang tenang dan membuat narasumber merasa nyaman, sehingga dapat berbicara bebas dengan kualitas rekaman yang baik.
23.

Tahap pelaksanaan wawancara sejarah lisan dimulai dengan pembukaan yang baik. Tujuan utama dari fase pembukaan wawancara adalah…

  • A. Membangun rapport dan kepercayaan sehingga narasumber merasa nyaman berbicara
  • B. Segera menggali informasi inti yang menjadi fokus penelitian
  • C. Menguji pengetahuan narasumber tentang topik yang akan dibahas
  • D. Memastikan alat perekam berfungsi dengan baik sebelum wawancara inti
Jawaban: A. Membangun rapport dan kepercayaan sehingga narasumber merasa nyaman berbicara.
Fase pembukaan wawancara bertujuan membangun hubungan yang nyaman (rapport) antara pewawancara dan narasumber, sehingga narasumber merasa aman dan percaya untuk berbagi informasi secara terbuka.
24.

Selama proses wawancara sejarah lisan berlangsung, pewawancara yang baik harus menunjukkan sikap tertentu. Sikap yang TIDAK tepat dilakukan pewawancara adalah…

  • A. Mendengarkan dengan penuh perhatian setiap penjelasan narasumber
  • B. Memberikan waktu jeda yang cukup bagi narasumber untuk berpikir
  • C. Mengajukan pertanyaan lanjutan berdasarkan informasi yang baru disampaikan
  • D. Memotong pembicaraan narasumber jika dianggap tidak relevan dengan topik utama
Jawaban: D. Memotong pembicaraan narasumber jika dianggap tidak relevan dengan topik utama.
Pewawancara seharusnya tidak memotong pembicaraan narasumber karena informasi yang tampak tidak relevan sekalipun berpotensi mengandung data berharga yang tidak terduga.
25.

Dalam wawancara sejarah lisan, jenis pertanyaan yang paling efektif untuk menggali informasi mendalam dari narasumber adalah pertanyaan…

  • A. Tertutup yang jawabannya ya atau tidak untuk mengkonfirmasi fakta
  • B. Terbuka yang mendorong narasumber menguraikan pengalaman dan perspektifnya
  • C. Sugestif yang mengarahkan narasumber pada jawaban yang diharapkan peneliti
  • D. Konfrontatif yang menantang narasumber untuk membuktikan pernyataannya
Jawaban: B. Terbuka yang mendorong narasumber menguraikan pengalaman dan perspektifnya.
Pertanyaan terbuka paling efektif dalam wawancara sejarah lisan karena memberi ruang bagi narasumber untuk bercerita secara bebas dan mendalam tentang pengalaman pribadinya.
26.

Pada akhir sesi wawancara sejarah lisan, pewawancara perlu melakukan sejumlah hal penting. Salah satu hal yang wajib dilakukan setelah wawancara selesai adalah…

  • A. Langsung mempublikasikan hasil rekaman ke media sosial
  • B. Menghapus bagian rekaman yang dianggap tidak penting
  • C. Membuat catatan lapangan tentang konteks dan kondisi wawancara
  • D. Meminta narasumber menandatangani persetujuan bahwa semua informasi boleh dipublikasikan
Jawaban: C. Membuat catatan lapangan tentang konteks dan kondisi wawancara.
Catatan lapangan setelah wawancara penting untuk merekam konteks, kondisi, ekspresi, dan hal-hal nonverbal yang tidak tertangkap rekaman tetapi relevan untuk interpretasi data.
27.

Seorang pewawancara mendapati narasumbernya tampak enggan membicarakan suatu peristiwa tertentu. Tindakan paling tepat yang harus dilakukan pewawancara adalah…

  • A. Menghormati keengganan narasumber dan beralih ke topik lain yang lebih nyaman
  • B. Terus mendesak dengan pertanyaan berbeda hingga narasumber bersedia menjawab
  • C. Menyebutkan bahwa peneliti sudah mengetahui faktanya dari sumber lain
  • D. Menghentikan wawancara dan mencari narasumber pengganti
Jawaban: A. Menghormati keengganan narasumber dan beralih ke topik lain yang lebih nyaman.
Etika wawancara sejarah lisan mengharuskan pewawancara menghormati batas narasumber, sehingga jika narasumber enggan membahas suatu topik, pewawancara harus menghormatinya dan beralih topik.
28.

Proses akhir wawancara sejarah lisan mencakup langkah-langkah pasca-wawancara. Yang dimaksud dengan “proses akhir wawancara” dalam Modul 04 meliputi…

  • A. Pembayaran honorarium kepada narasumber dan penanda tanganan kontrak
  • B. Penghapusan bagian rekaman yang bersifat pribadi atas permintaan narasumber
  • C. Pengunggahan rekaman ke basis data publik secara langsung
  • D. Pembuatan salinan cadangan rekaman, pelabelan, dan pengemasan material wawancara
Jawaban: D. Pembuatan salinan cadangan rekaman, pelabelan, dan pengemasan material wawancara.
Proses akhir wawancara mencakup langkah-langkah teknis pengamanan rekaman seperti membuat salinan cadangan, melabeli rekaman dengan informasi identifikasi, dan mengemas semua material secara sistematis.
29.

Pengolahan arsip sejarah lisan dimulai dengan proses transkripsi. Yang dimaksud dengan transkripsi dalam konteks sejarah lisan adalah…

  • A. Penerjemahan rekaman dari bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia baku
  • B. Pengalihan rekaman suara ke dalam bentuk tulisan secara verbatim
  • C. Proses penyuntingan rekaman untuk menghilangkan kesalahan dan pengulangan
  • D. Pemindahan data dari media analog ke media digital
Jawaban: B. Pengalihan rekaman suara ke dalam bentuk tulisan secara verbatim.
Transkripsi adalah proses mengubah rekaman audio menjadi teks tertulis secara verbatim (kata per kata), termasuk mencatat jeda, intonasi, dan ekspresi yang relevan.
30.

Dalam pengolahan arsip sejarah lisan, abstrak atau ringkasan dibuat sebagai bagian dari pengolahan intelektual. Fungsi utama abstrak dalam arsip sejarah lisan adalah…

  • A. Menggantikan rekaman asli yang sudah tidak dapat diputar lagi
  • B. Menyimpan semua informasi detail dari wawancara dalam format ringkas
  • C. Memudahkan pengguna mengetahui isi rekaman sebelum memutuskan untuk mengaksesnya
  • D. Menggantikan transkripsi bagi arsip yang tidak memiliki naskah tertulis
Jawaban: C. Memudahkan pengguna mengetahui isi rekaman sebelum memutuskan untuk mengaksesnya.
Abstrak berfungsi sebagai alat bantu temu kembali yang memungkinkan pengguna mengevaluasi relevansi rekaman sebelum mendengarkan keseluruhan isi wawancara.
31.

Indeksasi merupakan salah satu tahap penting dalam pengolahan arsip sejarah lisan. Tujuan utama pembuatan indeks arsip sejarah lisan adalah…

  • A. Memfasilitasi temu kembali informasi secara cepat dan tepat oleh pengguna
  • B. Mendeskripsikan kondisi fisik media rekaman untuk keperluan konservasi
  • C. Menentukan nilai guna arsip untuk penetapan jadwal retensi
  • D. Mengklasifikasikan rekaman berdasarkan format media penyimpanannya
Jawaban: A. Memfasilitasi temu kembali informasi secara cepat dan tepat oleh pengguna.
Indeksasi bertujuan menciptakan titik akses yang memungkinkan pengguna menemukan informasi spesifik dalam koleksi arsip sejarah lisan secara efisien.
32.

Seorang arsiparis sedang mengolah rekaman wawancara sejarah lisan dengan seorang tokoh penting. Ia perlu menentukan elemen metadata apa saja yang harus dicatat. Elemen metadata yang paling mendasar untuk arsip sejarah lisan mencakup…

  • A. Ukuran file digital dan resolusi rekaman audio
  • B. Harga peralatan rekam yang digunakan saat wawancara
  • C. Jumlah pendengar yang telah mengakses rekaman tersebut
  • D. Identitas narasumber, pewawancara, tanggal, tempat, dan topik wawancara
Jawaban: D. Identitas narasumber, pewawancara, tanggal, tempat, dan topik wawancara.
Metadata mendasar arsip sejarah lisan mencakup unsur-unsur identifikasi utama seperti siapa narasumber dan pewawancaranya, kapan dan di mana wawancara berlangsung, serta topik yang dibahas.
33.

Penyimpanan arsip sejarah lisan dalam format digital memerlukan strategi khusus. Strategi terpenting dalam penyimpanan digital arsip sejarah lisan adalah…

  • A. Menyimpan hanya satu salinan digital untuk menghemat ruang penyimpanan
  • B. Menggunakan format file proprietary agar lebih aman dari pembajakan
  • C. Membuat beberapa salinan cadangan yang disimpan di lokasi berbeda
  • D. Mengompres file seminimal mungkin untuk efisiensi penyimpanan
Jawaban: C. Membuat beberapa salinan cadangan yang disimpan di lokasi berbeda.
Strategi redundansi dengan menyimpan beberapa salinan di lokasi berbeda adalah prinsip utama preservasi digital untuk memastikan arsip sejarah lisan tidak hilang akibat kerusakan atau bencana.
34.

Format penyimpanan arsip sejarah lisan berpengaruh terhadap longevitas dan aksesibilitas arsip. Format yang paling direkomendasikan untuk penyimpanan jangka panjang rekaman audio sejarah lisan adalah…

  • A. Format MP3 karena ukuran filenya kecil dan mudah dibagikan
  • B. Format tidak terkompresi seperti WAV atau FLAC karena kualitasnya terjaga
  • C. Format WMA karena dikembangkan oleh perusahaan teknologi terkemuka
  • D. Format AAC karena kompatibel dengan semua perangkat modern
Jawaban: B. Format tidak terkompresi seperti WAV atau FLAC karena kualitasnya terjaga.
Format audio tidak terkompresi mempertahankan kualitas suara asli secara penuh, yang sangat penting untuk pelestarian jangka panjang arsip sejarah lisan agar informasi tidak mengalami degradasi.
35.

Pemberian label pada media rekaman arsip sejarah lisan merupakan bagian dari sistem pengelolaan. Informasi yang paling penting untuk dicantumkan pada label media rekaman adalah…

  • A. Nomor identifikasi unik, nama narasumber, tanggal wawancara, dan nomor sisi atau sesi
  • B. Nama merek alat perekam yang digunakan dan harga pembeliannya
  • C. Tanggal pembelian media, kapasitas penyimpanan, dan nomor seri pabrik
  • D. Nama lembaga penyimpan, alamat lengkap, dan nomor telepon kontak
Jawaban: A. Nomor identifikasi unik, nama narasumber, tanggal wawancara, dan nomor sisi atau sesi.
Label media rekaman harus memuat informasi identifikasi yang memungkinkan rekaman ditemukan dan diidentifikasi dengan tepat, mencakup nomor unik, identitas narasumber, dan informasi kronologis.
36.

Dalam sistem penyimpanan arsip sejarah lisan, pemisahan antara master copy dan access copy memiliki tujuan tertentu. Perbedaan fungsi keduanya adalah…

  • A. Master copy digunakan untuk keperluan publikasi sedangkan access copy disimpan di gudang
  • B. Master copy dibuat dalam format MP3 sedangkan access copy dalam format WAV
  • C. Master copy diberikan kepada narasumber sedangkan access copy disimpan lembaga
  • D. Master copy disimpan sebagai arsip utama yang dilindungi sedangkan access copy digunakan untuk pelayanan pengguna
Jawaban: D. Master copy disimpan sebagai arsip utama yang dilindungi sedangkan access copy digunakan untuk pelayanan pengguna.
Pemisahan master copy dan access copy bertujuan melindungi integritas rekaman asli dari kerusakan akibat penggunaan berulang, sementara pengguna dilayani menggunakan salinan akses yang dapat digandakan.
37.

Perawatan arsip sejarah lisan berbasis media rekam analog seperti kaset pita memerlukan kondisi lingkungan khusus. Kondisi lingkungan yang paling ideal untuk penyimpanan kaset pita audio adalah…

  • A. Suhu tinggi dan kelembaban rendah untuk mencegah pertumbuhan jamur
  • B. Suhu sejuk, kelembaban terkontrol, dan bebas dari medan magnet
  • C. Suhu ruangan normal dengan sirkulasi udara yang baik
  • D. Suhu rendah ekstrem seperti dalam lemari es untuk memperlambat degradasi
Jawaban: B. Suhu sejuk, kelembaban terkontrol, dan bebas dari medan magnet.
Kaset pita audio membutuhkan lingkungan penyimpanan dengan suhu dan kelembaban yang terkontrol serta jauh dari medan magnet yang dapat merusak data magnetis yang tersimpan pada pita.
38.

Migrasi format merupakan salah satu strategi preservasi digital arsip sejarah lisan. Yang dimaksud dengan migrasi format adalah…

  • A. Proses memindahkan arsip fisik dari satu gudang ke gudang lainnya
  • B. Pemindahan koleksi arsip dari satu lembaga ke lembaga penyimpan lain
  • C. Pengalihan file digital dari format yang sudah usang ke format yang lebih baru dan terbuka
  • D. Penerjemahan isi rekaman dari bahasa asli ke bahasa lain
Jawaban: C. Pengalihan file digital dari format yang sudah usang ke format yang lebih baru dan terbuka.
Migrasi format adalah strategi preservasi digital untuk memastikan arsip tetap dapat diakses dengan mengalihkannya dari format yang mulai usang ke format yang lebih mutakhir dan didukung perangkat lunak terkini.
39.

Perawatan arsip sejarah lisan berbasis kaset pita analog yang masih terawat baik harus diputar secara berkala. Alasan utama kaset pita perlu diputar secara periodik adalah…

  • A. Untuk mencegah lapisan oksida pada pita menempel satu sama lain akibat penyimpanan lama
  • B. Untuk memastikan isi rekaman masih sesuai dengan transkrip yang ada
  • C. Untuk meningkatkan kualitas suara rekaman melalui proses pemanasan pita
  • D. Untuk memungkinkan arsiparis memeriksa kondisi fisik pita secara visual
Jawaban: A. Untuk mencegah lapisan oksida pada pita menempel satu sama lain akibat penyimpanan lama.
Pemutaran berkala pada kaset pita dilakukan untuk mencegah fenomena “sticky shed syndrome” di mana lapisan oksida magnetis yang menyimpan data dapat saling menempel bila dibiarkan terlalu lama tanpa diputar.
40.

Pemanfaatan arsip sejarah lisan untuk keperluan pendidikan merupakan salah satu manfaat utamanya. Cara pemanfaatan yang paling efektif untuk keperluan pembelajaran di sekolah adalah…

  • A. Mengharuskan siswa menyalin seluruh transkrip wawancara sebagai latihan
  • B. Menjadikan rekaman sebagai pengganti sepenuhnya buku teks pelajaran
  • C. Memutar rekaman tanpa konteks atau panduan untuk eksplorasi mandiri
  • D. Mengintegrasikan cuplikan rekaman dengan materi pembelajaran untuk menghidupkan sejarah
Jawaban: D. Mengintegrasikan cuplikan rekaman dengan materi pembelajaran untuk menghidupkan sejarah.
Integrasi rekaman sejarah lisan ke dalam materi pembelajaran membuat sejarah terasa lebih nyata dan dekat bagi siswa karena mereka dapat mendengar langsung kesaksian pelaku sejarah.
41.

Arsip sejarah lisan dapat dimanfaatkan oleh peneliti dari berbagai disiplin ilmu, tidak hanya sejarah. Disiplin ilmu lain yang paling banyak memanfaatkan arsip sejarah lisan adalah…

  • A. Ilmu matematika dan statistik untuk analisis data kuantitatif
  • B. Antropologi, sosiologi, dan ilmu komunikasi untuk kajian budaya dan sosial
  • C. Ilmu fisika dan kimia untuk keperluan rekonstruksi peristiwa alam
  • D. Ilmu hukum untuk pembuktian dalam proses peradilan formal
Jawaban: B. Antropologi, sosiologi, dan ilmu komunikasi untuk kajian budaya dan sosial.
Arsip sejarah lisan banyak dimanfaatkan oleh disiplin ilmu sosial dan humaniora seperti antropologi, sosiologi, dan ilmu komunikasi karena kekayaannya dalam menggambarkan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
42.

Akses terhadap arsip sejarah lisan diatur oleh berbagai pertimbangan etis dan hukum. Pembatasan akses pada arsip sejarah lisan dapat dilakukan apabila…

  • A. Arsip tersebut baru saja selesai didigitalisasi dan belum selesai diindeks
  • B. Lembaga penyimpan membutuhkan pendapatan dari biaya akses yang tinggi
  • C. Narasumber menetapkan syarat tertentu saat memberikan persetujuan wawancara
  • D. Arsip terlalu populer sehingga perlu dibatasi agar tidak cepat rusak
Jawaban: C. Narasumber menetapkan syarat tertentu saat memberikan persetujuan wawancara.
Pembatasan akses dapat terjadi ketika narasumber menetapkan kondisi tertentu dalam perjanjian wawancara, misalnya menutup akses untuk jangka waktu tertentu atau membatasi penggunaan untuk tujuan tertentu saja.
43.

Perawatan preventif arsip sejarah lisan bertujuan mencegah kerusakan sebelum terjadi. Kegiatan yang termasuk dalam perawatan preventif arsip sejarah lisan adalah…

  • A. Pengendalian suhu dan kelembaban ruang penyimpanan secara konsisten
  • B. Perbaikan fisik media rekaman yang sudah mengalami kerusakan
  • C. Pembuatan transkrip ulang dari rekaman yang sudah tidak jelas suaranya
  • D. Penggantian media rekaman yang sudah rusak dengan rekaman baru
Jawaban: A. Pengendalian suhu dan kelembaban ruang penyimpanan secara konsisten.
Perawatan preventif berfokus pada pencegahan kerusakan melalui pengendalian kondisi lingkungan penyimpanan seperti suhu dan kelembaban yang merupakan faktor utama penyebab degradasi media rekaman.
44.

Pemanfaatan arsip sejarah lisan untuk keperluan dokumenter atau produksi media memerlukan prosedur khusus. Persyaratan utama yang harus dipenuhi sebelum rekaman sejarah lisan digunakan dalam produksi media adalah…

  • A. Rekaman harus terlebih dahulu ditingkatkan kualitas suaranya di studio
  • B. Rekaman harus ditranskripsi ulang oleh penerjemah profesional
  • C. Peneliti harus menyertakan analisis kritis terhadap isi rekaman
  • D. Izin penggunaan harus diperoleh dari narasumber atau ahli warisnya sesuai perjanjian
Jawaban: D. Izin penggunaan harus diperoleh dari narasumber atau ahli warisnya sesuai perjanjian.
Penggunaan rekaman sejarah lisan untuk produksi media harus mendapatkan izin dari narasumber atau ahli warisnya, karena hak atas isi wawancara tetap melekat pada narasumber sesuai perjanjian awal.
45.

Arsip sejarah lisan memiliki nilai guna yang dapat dibedakan menjadi dua kategori utama. Kedua kategori nilai guna arsip sejarah lisan tersebut adalah…

  • A. Nilai komersial dan nilai nonkomersial berdasarkan potensi monetisasinya
  • B. Nilai primer (bagi lembaga pencipta) dan nilai sekunder (bagi pengguna lain)
  • C. Nilai lokal dan nilai nasional berdasarkan lingkup geografis peristiwanya
  • D. Nilai ilmiah dan nilai populer berdasarkan segmen penggunanya
Jawaban: B. Nilai primer (bagi lembaga pencipta) dan nilai sekunder (bagi pengguna lain).
Dalam ilmu kearsipan, nilai guna arsip dibagi menjadi nilai primer yang berguna bagi lembaga atau individu pencipta arsip, dan nilai sekunder yang berguna bagi pengguna dan peneliti di luar pencipta arsip.
46.

Seorang peneliti membandingkan antara isi rekaman wawancara sejarah lisan dengan dokumen tertulis dari periode yang sama dan menemukan perbedaan signifikan. Langkah metodologis yang paling tepat adalah…

  • A. Mengabaikan rekaman wawancara karena dokumen tertulis lebih dapat dipercaya
  • B. Mengabaikan dokumen tertulis karena sejarah lisan lebih autentik
  • C. Menganalisis perbedaan tersebut sebagai data yang bermakna tentang persepsi dan memori
  • D. Mencari narasumber baru hingga ditemukan yang sesuai dengan dokumen tertulis
Jawaban: C. Menganalisis perbedaan tersebut sebagai data yang bermakna tentang persepsi dan memori.
Perbedaan antara kesaksian lisan dan dokumen tertulis tidak selalu berarti salah satu salah, melainkan dapat mencerminkan perbedaan perspektif, ingatan selektif, atau konteks yang berbeda yang justru bernilai analitis.
47.

Digitalisasi arsip sejarah lisan analog merupakan langkah penting dalam perawatan modern. Tujuan utama digitalisasi arsip sejarah lisan adalah…

  • A. Memperluas akses pengguna sekaligus mengurangi penggunaan media analog yang rentan rusak
  • B. Menghapus media analog asli setelah digitalisasi selesai untuk menghemat tempat
  • C. Meningkatkan kualitas suara rekaman agar lebih jelas dari rekaman aslinya
  • D. Mengubah format isi wawancara agar sesuai dengan standar penulisan akademik
Jawaban: A. Memperluas akses pengguna sekaligus mengurangi penggunaan media analog yang rentan rusak.
Digitalisasi bertujuan ganda yaitu meningkatkan aksesibilitas melalui distribusi digital dan melindungi media analog asli dari kerusakan akibat pemakaian berulang.
48.

Pemanfaatan arsip sejarah lisan dalam konteks pembangunan komunitas (community building) memiliki nilai tersendiri. Manfaat sejarah lisan bagi komunitas lokal yang paling signifikan adalah…

  • A. Menjadi alat promosi pariwisata daerah yang efektif dan murah
  • B. Menghasilkan pendapatan bagi komunitas melalui penjualan rekaman
  • C. Menggantikan peran pemimpin adat dalam penyampaian nilai tradisional
  • D. Memperkuat identitas kolektif dan mentransmisikan memori budaya antargenerasi
Jawaban: D. Memperkuat identitas kolektif dan mentransmisikan memori budaya antargenerasi.
Arsip sejarah lisan berperan penting dalam komunitas lokal karena membantu mempertahankan dan meneruskan identitas, nilai, dan memori kolektif dari generasi yang lebih tua kepada generasi muda.
49.

Dalam konteks pelestarian budaya, arsip sejarah lisan berbeda fungsinya dari museum. Perbedaan utama antara fungsi arsip sejarah lisan dan museum dalam pelestarian budaya adalah…

  • A. Museum lebih unggul karena menyimpan benda fisik yang dapat dilihat langsung
  • B. Arsip sejarah lisan merekam dan melestarikan pengetahuan, pengalaman, serta perspektif yang tidak berwujud fisik
  • C. Museum dan arsip sejarah lisan memiliki fungsi yang identik dalam pelestarian budaya
  • D. Arsip sejarah lisan lebih murah biaya operasionalnya dibandingkan museum
Jawaban: B. Arsip sejarah lisan merekam dan melestarikan pengetahuan, pengalaman, serta perspektif yang tidak berwujud fisik.
Arsip sejarah lisan melengkapi museum karena mampu melestarikan warisan intangible berupa pengetahuan, cerita, perspektif, dan pengalaman hidup yang tidak dapat diwakili oleh benda fisik apapun.
50.

Lembaga yang mengelola arsip sejarah lisan perlu memiliki kebijakan akses yang jelas. Prinsip yang paling penting dalam kebijakan akses arsip sejarah lisan adalah keseimbangan antara…

  • A. Kepentingan komersial lembaga dan kebutuhan akademis peneliti
  • B. Kecepatan layanan dan keakuratan informasi yang diberikan kepada pengguna
  • C. Keterbukaan akses untuk kepentingan publik dan perlindungan privasi narasumber
  • D. Kebutuhan pelestarian fisik media dan efisiensi biaya operasional lembaga
Jawaban: C. Keterbukaan akses untuk kepentingan publik dan perlindungan privasi narasumber.
Kebijakan akses arsip sejarah lisan harus menyeimbangkan antara kewajiban lembaga untuk membuka arsip bagi kepentingan publik dan kewajiban etis untuk melindungi privasi serta hak narasumber sesuai perjanjian wawancara.

Rajin mengerjakan Soal UO UT dan berbagai latihan ujian lainnya terbukti membantu mahasiswa beradaptasi dengan beragam format penilaian yang berlaku di UT. Perlu kamu tahu, UT mengenal tiga format ujian utama. Ujian Tatap Muka (UTM) mengharuskan kamu hadir langsung di lokasi ujian, Ujian Online (UO).

Setiap soal yang kamu kerjakan, setiap materi yang kamu pahami, semuanya terakumulasi menjadi kesiapan nyata. Jangan remehkan latihan kecil yang kamu lakukan hari ini, karena di situlah fondasi kepercayaan diri terbentuk. Semoga persiapanmu menghadapi Soal UAS UT ASIP4208 Arsip Sejarah Lisan berbuah hasil yang membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!