Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT ASIP4436 Perancangan Skema Klasifikasi dan Tesaurus Beserta Kunci Jawaban

Soal UAS UT ASIP4436 Perancangan Skema Klasifikasi dan Tesaurus Beserta Kunci Jawaban
Soal UT ASIP4436 Perancangan Skema Klasifikasi dan Thesaurus

Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, masa UAS bukan sekadar jadwal ujian biasa. Ini adalah titik buktikan diri setelah berbulan-bulan bergulat dengan modul. Soal UAS UT seringkali menjadi momok bukan karena materinya sulit, tapi karena begitu banyak hal yang harus dipahami sekaligus dalam waktu yang terbatas.

Salah satu mata kuliah yang layak mendapat perhatian ekstra adalah ASIP4436 Perancangan Skema Klasifikasi dan Tesaurus. Mata kuliah ini bukan sekadar teori. Kamu diajak memahami cara membangun sistem klasifikasi yang logis dan merancang tesaurus yang fungsional.

Cara paling efektif untuk mengukur kesiapan sebelum hari H adalah dengan mengerjakan Soal UAS UT ASIP4436 Perancangan Skema Klasifikasi dan Tesaurus secara langsung. Latihan membuat kamu akrab dengan pola soal ujian UT, melatih ketajaman analisis.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT ASIP4436 Perancangan Skema Klasifikasi dan Tesaurus

1.

Arsip dinamis adalah arsip yang masih digunakan secara langsung dalam kegiatan administrasi organisasi. Ciri utama yang membedakan arsip dinamis dari arsip statis adalah…

  • A. Arsip dinamis disimpan secara permanen di lembaga kearsipan nasional
  • B. Arsip dinamis masih dipergunakan secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan organisasi
  • C. Arsip dinamis sudah melewati masa retensi dan tidak memiliki nilai guna
  • D. Arsip dinamis hanya terdiri dari dokumen tercetak yang belum didigitalisasi
Jawaban: B. Arsip dinamis masih dipergunakan secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan organisasi.
Arsip dinamis didefinisikan sebagai arsip yang masih digunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan kegiatan administrasi organisasi, sehingga berbeda dari arsip statis yang sudah tidak aktif digunakan.
2.

Dalam pengelolaan arsip dinamis, konsep daur hidup arsip (life cycle of records) menggambarkan tahapan perjalanan arsip. Tahapan pertama dalam daur hidup arsip adalah…

  • A. Penciptaan arsip
  • B. Penyimpanan arsip
  • C. Pemindahan arsip
  • D. Pemusnahan arsip
Jawaban: A. Penciptaan arsip.
Daur hidup arsip dimulai dari tahap penciptaan, dilanjutkan dengan penggunaan, pemeliharaan, pemindahan, dan diakhiri dengan pemusnahan atau penyerahan ke lembaga kearsipan.
3.

Klasifikasi arsip adalah pengelompokan arsip berdasarkan kesamaan urusan, masalah, atau fungsi. Tujuan utama pembuatan klasifikasi arsip dalam pengelolaan arsip dinamis adalah…

  • A. Memperindah tampilan fisik ruang penyimpanan arsip
  • B. Mengurangi volume arsip yang disimpan di organisasi
  • C. Memudahkan penemuan kembali arsip secara cepat dan tepat
  • D. Menentukan nilai guna arsip untuk tujuan pemusnahan
Jawaban: C. Memudahkan penemuan kembali arsip secara cepat dan tepat.
Tujuan utama klasifikasi arsip adalah mempermudah dan mempercepat proses temu balik arsip ketika arsip tersebut dibutuhkan dalam kegiatan administrasi organisasi.
4.

Perangkat klasifikasi arsip memiliki beberapa manfaat bagi organisasi. Manfaat penggunaan perangkat klasifikasi arsip yang berkaitan dengan konsistensi pengelolaan arsip adalah…

  • A. Mempercepat proses penghapusan arsip yang tidak diperlukan
  • B. Meningkatkan kapasitas penyimpanan fisik ruang arsip
  • C. Mempermudah penentuan anggaran pengelolaan kearsipan
  • D. Memberikan keseragaman dalam pemberian kode dan penyimpanan arsip
Jawaban: D. Memberikan keseragaman dalam pemberian kode dan penyimpanan arsip.
Perangkat klasifikasi memastikan bahwa seluruh staf menggunakan sistem yang seragam dalam memberi kode dan menyimpan arsip, sehingga tercapai konsistensi pengelolaan arsip di seluruh organisasi.
5.

Perangkat klasifikasi arsip berbasis bisnis atau fungsi disusun berdasarkan kegiatan atau fungsi organisasi. Landasan utama penyusunan skema klasifikasi berbasis fungsi adalah…

  • A. Struktur hierarki jabatan pegawai dalam organisasi
  • B. Fungsi dan aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi
  • C. Jenis media atau format fisik arsip yang disimpan
  • D. Abjad nama unit kerja berdasarkan urutan alfabet
Jawaban: B. Fungsi dan aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi.
Skema klasifikasi berbasis bisnis atau fungsi disusun berdasarkan analisis terhadap fungsi dan aktivitas yang dijalankan organisasi, sehingga mencerminkan kegiatan nyata organisasi tersebut.
6.

Dalam instrumen pengelolaan arsip dinamis, terdapat beberapa jenis perangkat yang digunakan. Instrumen yang berfungsi mengelompokkan arsip berdasarkan masalah atau subyek secara hierarkis disebut…

  • A. Jadwal retensi arsip
  • B. Daftar arsip
  • C. Skema klasifikasi arsip
  • D. Indeks arsip
Jawaban: C. Skema klasifikasi arsip.
Skema klasifikasi arsip merupakan instrumen yang mengelompokkan arsip secara hierarkis berdasarkan masalah, subyek, atau fungsi, sehingga membantu pengelolaan dan temu balik arsip.
7.

Tesaurus fungsi adalah alat bantu yang digunakan dalam pengelolaan arsip. Fungsi utama tesaurus dalam konteks arsip dinamis adalah…

  • A. Mengontrol dan menyeragamkan istilah yang digunakan dalam pengindeksan arsip
  • B. Menentukan masa simpan arsip berdasarkan nilai gunanya
  • C. Mencatat seluruh arsip yang tersimpan dalam satu unit kerja
  • D. Mengatur penempatan fisik arsip dalam rak penyimpanan
Jawaban: A. Mengontrol dan menyeragamkan istilah yang digunakan dalam pengindeksan arsip.
Tesaurus berfungsi sebagai kosakata terkontrol yang menyeragamkan istilah dalam pengindeksan arsip agar pencarian dan temu balik informasi dapat dilakukan secara konsisten.
8.

Jenis tesaurus yang secara khusus mengorganisasikan konsep berdasarkan hubungan hierarkis, asosiatif, dan ekuivalen dalam satu bidang ilmu tertentu disebut…

  • A. Tesaurus alfabetis
  • B. Tesaurus makrotematis
  • C. Tesaurus multibahasa
  • D. Tesaurus mikrotematis
Jawaban: D. Tesaurus mikrotematis.
Tesaurus mikrotematis adalah jenis tesaurus yang fokus pada satu bidang ilmu atau subyek tertentu secara mendalam, mengorganisasikan konsep-konsep dalam bidang tersebut melalui hubungan hierarkis, asosiatif, dan ekuivalen.
9.

Dalam proses perancangan skema klasifikasi arsip, langkah awal yang harus dilakukan sebelum menyusun struktur klasifikasi adalah…

  • A. Menetapkan kode angka untuk setiap kelompok arsip
  • B. Menganalisis fungsi dan aktivitas organisasi secara menyeluruh
  • C. Menghitung volume arsip yang tersimpan di unit kerja
  • D. Menyiapkan sarana penyimpanan fisik arsip
Jawaban: B. Menganalisis fungsi dan aktivitas organisasi secara menyeluruh.
Sebelum menyusun skema klasifikasi, perancang harus terlebih dahulu memahami dan menganalisis seluruh fungsi serta aktivitas organisasi agar skema yang dihasilkan mencerminkan kegiatan nyata organisasi.
10.

Tinjauan manfaat perangkat klasifikasi menunjukkan bahwa skema klasifikasi berperan penting dalam akuntabilitas organisasi. Hal ini karena skema klasifikasi membantu organisasi dalam…

  • A. Mempercepat proses rekrutmen pegawai kearsipan
  • B. Mengurangi biaya operasional ruang penyimpanan arsip
  • C. Mendokumentasikan kegiatan dan keputusan organisasi secara terstruktur
  • D. Membatasi akses arsip hanya kepada pimpinan tertinggi
Jawaban: C. Mendokumentasikan kegiatan dan keputusan organisasi secara terstruktur.
Skema klasifikasi mendukung akuntabilitas organisasi karena memastikan bahwa seluruh kegiatan dan keputusan terdokumentasi secara terstruktur dan dapat ditemukan kembali sebagai bukti pertanggungjawaban.
11.

Penyusunan skema klasifikasi bisnis dilakukan dengan mengidentifikasi fungsi organisasi pada level tertinggi. Dalam hierarki skema klasifikasi bisnis, level tertinggi yang mencerminkan tanggung jawab utama organisasi disebut…

  • A. Fungsi
  • B. Aktivitas
  • C. Transaksi
  • D. Subyek
Jawaban: A. Fungsi.
Dalam hierarki skema klasifikasi bisnis, level tertinggi adalah fungsi yang mencerminkan tanggung jawab utama atau bidang kerja utama organisasi, kemudian di bawahnya terdapat aktivitas dan transaksi.
12.

Sebuah organisasi sedang menyusun skema klasifikasi arsipnya. Ketika menetapkan judul kelas dalam skema klasifikasi, prinsip yang harus diperhatikan adalah…

  • A. Judul kelas harus menggunakan nama unit kerja sebagai dasar penamaan
  • B. Judul kelas boleh tumpang tindih agar semua arsip dapat masuk ke lebih dari satu kelas
  • C. Judul kelas harus mencerminkan nama pencipta arsip secara pribadi
  • D. Judul kelas harus jelas, tidak ambigu, dan saling eksklusif satu sama lain
Jawaban: D. Judul kelas harus jelas, tidak ambigu, dan saling eksklusif satu sama lain.
Prinsip penyusunan judul kelas dalam skema klasifikasi mengharuskan setiap kelas memiliki judul yang jelas, tidak bermakna ganda, dan tidak tumpang tindih dengan kelas lain agar pengelompokan arsip menjadi tepat.
13.

Pemahaman terhadap kebutuhan pengguna merupakan tahap awal yang krusial dalam perancangan tesaurus. Sumber informasi utama yang digunakan untuk memahami kebutuhan pengguna tesaurus adalah…

  • A. Katalog produk dari vendor perangkat lunak kearsipan
  • B. Analisis tugas dan fungsi organisasi serta wawancara dengan pengguna
  • C. Laporan keuangan tahunan organisasi
  • D. Standar internasional yang ditetapkan oleh ISO secara langsung
Jawaban: B. Analisis tugas dan fungsi organisasi serta wawancara dengan pengguna.
Untuk memahami kebutuhan pengguna tesaurus, perancang perlu menganalisis tugas dan fungsi organisasi serta melakukan wawancara atau survei langsung kepada pengguna potensial agar tesaurus yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan.
14.

Ruang lingkup tesaurus menentukan batas cakupan istilah yang akan dimasukkan ke dalamnya. Penetapan ruang lingkup tesaurus yang tepat bertujuan untuk…

  • A. Memperbanyak jumlah istilah agar tesaurus terlihat komprehensif
  • B. Memudahkan penambahan istilah baru tanpa batas di masa mendatang
  • C. Memastikan tesaurus mencakup seluruh konsep relevan tanpa melampaui bidang yang ditentukan
  • D. Menyederhanakan tesaurus agar hanya memuat istilah populer saja
Jawaban: C. Memastikan tesaurus mencakup seluruh konsep relevan tanpa melampaui bidang yang ditentukan.
Penetapan ruang lingkup yang tepat memastikan bahwa tesaurus mencakup semua konsep dan istilah yang relevan dengan bidang yang dimaksud, sekaligus membatasi agar tidak melampaui cakupan yang telah ditetapkan.
15.

Pengumpulan istilah merupakan salah satu tahap dalam pembuatan tesaurus. Sumber yang paling tepat untuk mengumpulkan istilah dalam pembuatan tesaurus kearsipan adalah…

  • A. Literatur, dokumen, dan arsip yang berkaitan dengan bidang kearsipan
  • B. Kamus bahasa umum yang diterbitkan oleh lembaga bahasa nasional
  • C. Ensiklopedia umum yang mencakup berbagai bidang pengetahuan
  • D. Buku telepon dan direktori organisasi pemerintah
Jawaban: A. Literatur, dokumen, dan arsip yang berkaitan dengan bidang kearsipan.
Pengumpulan istilah untuk tesaurus kearsipan paling tepat bersumber dari literatur, dokumen, dan arsip yang relevan dengan bidang tersebut agar istilah yang terkumpul benar-benar mencerminkan terminologi yang digunakan dalam praktik kearsipan.
16.

Pengelompokan istilah dalam pembuatan tesaurus dilakukan berdasarkan hubungan antar konsep. Hubungan yang menunjukkan bahwa dua istilah memiliki makna yang sama atau hampir sama dalam konteks pengindeksan disebut hubungan…

  • A. Hierarkis
  • B. Asosiatif
  • C. Partitif
  • D. Ekuivalen
Jawaban: D. Ekuivalen.
Hubungan ekuivalen dalam tesaurus menunjukkan bahwa dua atau lebih istilah memiliki makna yang sama atau hampir sama, sehingga salah satunya ditetapkan sebagai istilah yang digunakan (descriptor) dan lainnya sebagai istilah yang tidak digunakan (non-descriptor).
17.

Pembuatan tesaurus melibatkan serangkaian tahapan yang harus dilakukan secara sistematis. Tahap yang dilakukan setelah pengumpulan dan pengelompokan istilah selesai adalah…

  • A. Penetapan ruang lingkup tesaurus
  • B. Penyusunan hubungan antar istilah dan pembuatan entri tesaurus
  • C. Pembuatan skema klasifikasi arsip sebagai pendamping tesaurus
  • D. Evaluasi dan pengujian oleh pengguna akhir
Jawaban: B. Penyusunan hubungan antar istilah dan pembuatan entri tesaurus.
Setelah istilah terkumpul dan dikelompokkan, tahap berikutnya adalah menyusun hubungan antar istilah (hierarkis, asosiatif, dan ekuivalen) serta membuat entri tesaurus secara lengkap.
18.

Dalam sistem kearsipan, penentuan arsip yang akan dimasukkan ke dalam sistem merupakan langkah penting. Kriteria utama yang digunakan untuk menentukan apakah suatu dokumen perlu dimasukkan ke dalam sistem kearsipan adalah…

  • A. Usia dokumen tersebut sejak pertama kali dibuat
  • B. Format fisik atau digital dari dokumen yang bersangkutan
  • C. Nilai guna dan relevansi dokumen bagi kegiatan organisasi
  • D. Nama pejabat yang menandatangani dokumen tersebut
Jawaban: C. Nilai guna dan relevansi dokumen bagi kegiatan organisasi.
Penentuan arsip yang dimasukkan ke dalam sistem kearsipan didasarkan pada nilai guna dokumen tersebut bagi kegiatan organisasi, bukan pada usia, format fisik, atau nama penandatangannya.
19.

Berkas arsip (file) merupakan unit dasar penyimpanan dalam sistem kearsipan. Yang dimaksud dengan berkas arsip adalah…

  • A. Kumpulan arsip yang memiliki hubungan karena berkaitan dengan masalah atau kegiatan yang sama
  • B. Satu lembar dokumen tunggal yang disimpan secara terpisah
  • C. Ruangan fisik tempat penyimpanan seluruh arsip organisasi
  • D. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola arsip digital
Jawaban: A. Kumpulan arsip yang memiliki hubungan karena berkaitan dengan masalah atau kegiatan yang sama.
Berkas arsip adalah kumpulan arsip yang dihimpun karena memiliki keterkaitan, baik karena berkaitan dengan masalah yang sama, kegiatan yang sama, maupun transaksi yang sama dalam administrasi organisasi.
20.

Pemberian klasifikasi dan indeksasi pada arsip merupakan kegiatan yang saling berkaitan. Perbedaan mendasar antara klasifikasi arsip dan indeksasi arsip adalah…

  • A. Klasifikasi dilakukan setelah arsip ditemukan, sedangkan indeksasi dilakukan sebelum arsip disimpan
  • B. Klasifikasi hanya berlaku untuk arsip digital, sedangkan indeksasi hanya untuk arsip fisik
  • C. Klasifikasi dilakukan oleh pimpinan, sedangkan indeksasi dilakukan oleh staf administrasi
  • D. Klasifikasi mengelompokkan arsip ke dalam kategori tertentu, sedangkan indeksasi menentukan titik akses untuk temu balik
Jawaban: D. Klasifikasi mengelompokkan arsip ke dalam kategori tertentu, sedangkan indeksasi menentukan titik akses untuk temu balik.
Klasifikasi adalah proses mengelompokkan arsip ke dalam kelas atau kategori berdasarkan kesamaan subyek atau fungsi, sedangkan indeksasi adalah proses menentukan titik akses atau kata kunci yang memudahkan penelusuran dan temu balik arsip.
21.

Temu balik dokumen elektronik dalam sistem kearsipan berbantuan komputer memerlukan pendekatan yang berbeda dari temu balik arsip fisik. Kelebihan utama sistem temu balik dokumen elektronik dibandingkan sistem manual adalah…

  • A. Dokumen elektronik tidak memerlukan pengindeksan sama sekali
  • B. Pencarian dapat dilakukan dengan berbagai titik akses secara cepat dan simultan
  • C. Dokumen elektronik otomatis terklasifikasi tanpa campur tangan manusia
  • D. Sistem elektronik tidak memerlukan standar pengindeksan yang baku
Jawaban: B. Pencarian dapat dilakukan dengan berbagai titik akses secara cepat dan simultan.
Sistem temu balik dokumen elektronik memungkinkan pencarian dilakukan melalui berbagai titik akses sekaligus dalam waktu yang sangat singkat, yang merupakan keunggulan utama dibandingkan sistem manual yang terbatas pada satu titik akses dalam satu waktu.
22.

Penggunaan tesaurus dalam sistem temu balik informasi dapat meningkatkan efektivitas pencarian arsip. Cara tesaurus membantu meningkatkan recall (perolehan) dalam pencarian informasi adalah…

  • A. Membatasi hasil pencarian hanya pada dokumen terbaru
  • B. Menyaring hasil pencarian berdasarkan nama pengarang dokumen
  • C. Menyertakan istilah sinonim dan istilah yang lebih luas dalam pencarian
  • D. Mengecualikan dokumen yang memiliki lebih dari satu subyek
Jawaban: C. Menyertakan istilah sinonim dan istilah yang lebih luas dalam pencarian.
Tesaurus meningkatkan recall dengan memperluas cakupan pencarian melalui penyertaan sinonim dan istilah yang lebih luas (broader terms), sehingga dokumen relevan yang menggunakan variasi istilah berbeda tetap dapat ditemukan.
23.

Hubungan antara tesaurus dan temu balik informasi bersifat sangat erat. Dalam konteks temu balik informasi, tesaurus berperan sebagai…

  • A. Kosakata terkontrol yang menjembatani bahasa pengguna dengan bahasa pengindeks
  • B. Perangkat lunak utama yang menjalankan sistem manajemen arsip
  • C. Daftar arsip yang telah dimusnahkan beserta alasan pemusnahannya
  • D. Jadwal penyimpanan dan pemusnahan arsip berdasarkan retensinya
Jawaban: A. Kosakata terkontrol yang menjembatani bahasa pengguna dengan bahasa pengindeks.
Tesaurus berfungsi sebagai kosakata terkontrol yang menjembatani perbedaan antara istilah yang digunakan pengguna saat mencari informasi dengan istilah yang digunakan pengindeks saat mengindeks dokumen, sehingga meningkatkan keberhasilan temu balik.
24.

Pengelolaan seri arsip berdasarkan skema klasifikasi merupakan kegiatan penting dalam sistem kearsipan. Yang dimaksud dengan seri arsip adalah…

  • A. Satu lembar arsip yang memiliki nilai historis tinggi
  • B. Peralatan penyimpanan arsip dalam satu lemari khusus
  • C. Arsip yang diciptakan oleh satu orang pejabat tertentu
  • D. Kelompok arsip yang disimpan bersama karena memiliki hubungan fungsional atau struktural
Jawaban: D. Kelompok arsip yang disimpan bersama karena memiliki hubungan fungsional atau struktural.
Seri arsip adalah unit pengelompokan arsip yang terdiri dari arsip-arsip yang disimpan bersama karena memiliki hubungan fungsional, struktural, atau hubungan lain yang bersifat organis sebagai hasil dari kegiatan yang sama.
25.

Pengaturan berkas ke dalam seri arsip merupakan langkah awal dalam pengelolaan seri arsip. Prinsip yang menjadi dasar pengaturan berkas ke dalam seri adalah…

  • A. Berkas dikelompokkan berdasarkan ukuran fisik dan warna foldernya
  • B. Berkas yang berasal dari kegiatan atau fungsi yang sama dimasukkan ke dalam seri yang sama
  • C. Berkas dikelompokkan berdasarkan abjad nama penerima surat
  • D. Berkas disusun berurutan sesuai tanggal penandatanganan dokumen
Jawaban: B. Berkas yang berasal dari kegiatan atau fungsi yang sama dimasukkan ke dalam seri yang sama.
Pengaturan berkas ke dalam seri didasarkan pada prinsip bahwa berkas yang dihasilkan dari kegiatan atau fungsi yang sama harus dikelompokkan bersama dalam satu seri, mencerminkan hubungan organis antar arsip tersebut.
26.

Dokumentasi sistem pemberkasan merupakan komponen penting dalam pengelolaan arsip. Yang dimaksud dengan dokumentasi sistem pemberkasan adalah…

  • A. Proses digitalisasi seluruh arsip fisik ke dalam format elektronik
  • B. Daftar nama pegawai yang bertanggung jawab atas penyimpanan arsip
  • C. Catatan tertulis yang menjelaskan bagaimana sistem pemberkasan arsip dirancang dan dioperasikan
  • D. Laporan tahunan tentang jumlah arsip yang berhasil ditemukan kembali
Jawaban: C. Catatan tertulis yang menjelaskan bagaimana sistem pemberkasan arsip dirancang dan dioperasikan.
Dokumentasi sistem pemberkasan adalah rekaman tertulis yang menjelaskan rancangan, prosedur, dan cara operasional sistem pemberkasan arsip, sehingga dapat dijadikan panduan oleh seluruh staf yang terlibat.
27.

Jadwal retensi arsip merupakan instrumen penting dalam pengelolaan arsip. Definisi jadwal retensi arsip adalah…

  • A. Daftar seluruh arsip yang tersimpan dalam satu lembaga kearsipan
  • B. Petunjuk teknis penggunaan peralatan penyimpanan arsip
  • C. Anggaran biaya yang diperlukan untuk pengelolaan arsip organisasi
  • D. Daftar yang memuat jenis arsip beserta jangka waktu simpan dan nasib akhirnya
Jawaban: D. Daftar yang memuat jenis arsip beserta jangka waktu simpan dan nasib akhirnya.
Jadwal retensi arsip adalah instrumen yang memuat daftar jenis atau seri arsip disertai dengan keterangan masa simpan serta nasib akhir arsip tersebut, apakah dimusnahkan, dipindahkan, atau diserahkan ke lembaga kearsipan.
28.

Hubungan antara tesaurus dan jadwal retensi arsip perlu dipahami dalam konteks pengelolaan arsip. Kaitan antara tesaurus dengan jadwal retensi arsip adalah…

  • A. Tesaurus menyediakan istilah yang konsisten untuk mengidentifikasi jenis arsip dalam jadwal retensi
  • B. Tesaurus menggantikan jadwal retensi dalam sistem kearsipan modern
  • C. Jadwal retensi digunakan untuk menyusun entri tesaurus secara alfabet
  • D. Tesaurus dan jadwal retensi tidak memiliki hubungan dalam sistem kearsipan
Jawaban: A. Tesaurus menyediakan istilah yang konsisten untuk mengidentifikasi jenis arsip dalam jadwal retensi.
Tesaurus berperan dalam menyediakan kosakata terkontrol yang konsisten, sehingga jenis arsip yang tercantum dalam jadwal retensi dapat diidentifikasi secara tepat dan seragam, menghindari kebingungan akibat variasi istilah.
29.

Penentuan periode retensi arsip memerlukan pertimbangan berbagai faktor. Faktor utama yang menjadi dasar penetapan periode retensi arsip adalah…

  • A. Biaya penyimpanan arsip per tahun di gudang arsip
  • B. Preferensi pribadi pimpinan tertinggi organisasi
  • C. Nilai guna arsip, kebutuhan hukum, dan persyaratan peraturan yang berlaku
  • D. Kapasitas ruang penyimpanan yang tersedia di unit kerja
Jawaban: C. Nilai guna arsip, kebutuhan hukum, dan persyaratan peraturan yang berlaku.
Periode retensi arsip ditetapkan berdasarkan nilai guna arsip (administratif, hukum, fiskal, historis), kebutuhan hukum, serta persyaratan dari peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi organisasi tersebut.
30.

Alat penilaian terhadap arsip merupakan kegiatan untuk menentukan nilai dan nasib akhir arsip. Penilaian arsip yang dilakukan untuk menentukan arsip mana yang memiliki nilai permanen untuk diserahkan ke lembaga kearsipan disebut penilaian…

  • A. Penilaian administratif
  • B. Penilaian arsip statis
  • C. Penilaian fiskal
  • D. Penilaian hukum
Jawaban: B. Penilaian arsip statis.
Penilaian arsip statis adalah proses penilaian yang bertujuan menentukan arsip mana yang memiliki nilai permanen atau nilai kesejarahan sehingga perlu diserahkan ke lembaga kearsipan untuk disimpan secara permanen.
31.

Model fungsional pengelolaan arsip menggambarkan fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan dalam sistem kearsipan. Fungsi inti yang membedakan model fungsional dari model konseptual pengelolaan arsip adalah…

  • A. Model fungsional hanya membahas arsip digital, sedangkan model konseptual membahas arsip fisik
  • B. Model fungsional berfokus pada teori, sedangkan model konseptual berfokus pada praktik lapangan
  • C. Model fungsional hanya berlaku untuk arsip pemerintah, sedangkan model konseptual untuk swasta
  • D. Model fungsional menekankan fungsi yang harus dilakukan, sedangkan model konseptual menjelaskan hubungan antar konsep dalam sistem kearsipan
Jawaban: D. Model fungsional menekankan fungsi yang harus dilakukan, sedangkan model konseptual menjelaskan hubungan antar konsep dalam sistem kearsipan.
Model fungsional pengelolaan arsip berfokus pada apa yang harus dilakukan (fungsi-fungsi pengelolaan), sedangkan model konseptual menjelaskan bagaimana konsep-konsep kearsipan saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kerangka pikir yang utuh.
32.

Model konseptual pengelolaan arsip memberikan kerangka pemahaman tentang sistem kearsipan secara menyeluruh. Keunggulan utama penggunaan model konseptual dalam pengembangan sistem kearsipan adalah…

  • A. Memberikan landasan pemikiran yang sistematis untuk merancang dan mengembangkan sistem kearsipan
  • B. Mempercepat proses fisik penyimpanan arsip di rak atau lemari
  • C. Menggantikan kebutuhan akan staf kearsipan yang terlatih
  • D. Mengotomatiskan seluruh proses pengelolaan arsip tanpa campur tangan manusia
Jawaban: A. Memberikan landasan pemikiran yang sistematis untuk merancang dan mengembangkan sistem kearsipan.
Model konseptual memberikan kerangka berpikir yang sistematis dan koheren untuk memahami, merancang, dan mengembangkan sistem kearsipan, sehingga setiap komponen sistem dapat dipahami dalam hubungannya dengan komponen lain.
33.

Klasifikasi dalam ilmu perpustakaan berbeda dengan klasifikasi dalam ilmu kearsipan. Perbedaan mendasar antara klasifikasi arsip dan klasifikasi perpustakaan terletak pada…

  • A. Klasifikasi perpustakaan menggunakan kode angka, sedangkan klasifikasi arsip selalu menggunakan abjad
  • B. Klasifikasi arsip tidak menggunakan hierarki, sedangkan klasifikasi perpustakaan selalu hierarkis
  • C. Klasifikasi arsip didasarkan pada fungsi dan konteks penciptaan, sedangkan klasifikasi perpustakaan didasarkan pada subyek atau isi
  • D. Klasifikasi perpustakaan hanya berlaku untuk buku, sedangkan klasifikasi arsip berlaku untuk semua jenis dokumen
Jawaban: C. Klasifikasi arsip didasarkan pada fungsi dan konteks penciptaan, sedangkan klasifikasi perpustakaan didasarkan pada subyek atau isi.
Perbedaan mendasar antara kedua pendekatan ini adalah bahwa klasifikasi arsip mempertimbangkan fungsi dan konteks di mana arsip diciptakan (prinsip provenance), sedangkan klasifikasi perpustakaan menggunakan pendekatan subyek atau isi dari koleksi.
34.

Ilmu informasi (information science) memiliki pandangan tersendiri tentang klasifikasi yang berbeda dengan ilmu kearsipan. Sudut pandang ilmu informasi terhadap klasifikasi lebih menekankan pada…

  • A. Preservasi fisik dokumen sebagai warisan budaya bangsa
  • B. Konteks penciptaan dan provenance dokumen secara organis
  • C. Pengelompokan berdasarkan lembaga pencipta dokumen
  • D. Organisasi pengetahuan dan pengoptimalan temu balik informasi dari berbagai sumber
Jawaban: D. Organisasi pengetahuan dan pengoptimalan temu balik informasi dari berbagai sumber.
Ilmu informasi menekankan klasifikasi sebagai bagian dari organisasi pengetahuan yang bertujuan mengoptimalkan temu balik informasi dari berbagai jenis sumber, tidak terbatas pada konteks penciptaan seperti dalam ilmu kearsipan.
35.

Dalam penyusunan skema klasifikasi arsip, terdapat pendekatan top-down dan bottom-up. Pendekatan bottom-up dalam penyusunan skema klasifikasi dimulai dari…

  • A. Identifikasi fungsi utama organisasi di tingkat manajemen puncak
  • B. Analisis arsip yang sudah ada di unit kerja sebagai dasar penyusunan
  • C. Penetapan kode klasifikasi terlebih dahulu sebelum menentukan judul kelas
  • D. Konsultasi dengan lembaga kearsipan nasional untuk mendapatkan format standar
Jawaban: B. Analisis arsip yang sudah ada di unit kerja sebagai dasar penyusunan.
Pendekatan bottom-up dalam penyusunan skema klasifikasi dimulai dengan menganalisis arsip yang sudah ada di unit kerja, kemudian mengidentifikasi pola pengelompokan yang ada untuk dijadikan dasar penyusunan skema klasifikasi.
36.

Sebuah organisasi nirlaba sedang membangun sistem kearsipan baru. Staf kearsipan menemukan bahwa beberapa dokumen sulit dikelompokkan karena berkaitan dengan lebih dari satu fungsi organisasi. Tindakan yang paling tepat dalam situasi ini adalah…

  • A. Menempatkan dokumen pada kelas yang paling dominan dan mencatat referensi silang ke kelas lain
  • B. Membuat salinan dokumen dan menempatkannya di semua kelas yang relevan
  • C. Menghapus dokumen tersebut karena dianggap tidak dapat diklasifikasikan
  • D. Membiarkan dokumen tanpa kode klasifikasi sampai ditemukan solusi yang tepat
Jawaban: A. Menempatkan dokumen pada kelas yang paling dominan dan mencatat referensi silang ke kelas lain.
Ketika dokumen berkaitan dengan lebih dari satu fungsi, praktik terbaik adalah menempatkannya pada kelas yang paling sesuai atau dominan, lalu membuat referensi silang ke kelas-kelas lain yang relevan agar dokumen tetap dapat ditemukan melalui berbagai titik akses.
37.

Seorang pengelola arsip diminta mengevaluasi skema klasifikasi yang sudah berjalan selama lima tahun di kantornya. Indikator yang menunjukkan bahwa skema klasifikasi perlu diperbarui adalah…

  • A. Jumlah arsip yang tersimpan meningkat secara signifikan setiap tahunnya
  • B. Pegawai baru yang bergabung tidak memahami cara menggunakan skema
  • C. Banyak arsip yang ditempatkan dalam kelas “lain-lain” karena tidak cocok dengan kelas yang ada
  • D. Arsip yang tersimpan lebih dari sepuluh tahun belum pernah diminta oleh pengguna
Jawaban: C. Banyak arsip yang ditempatkan dalam kelas “lain-lain” karena tidak cocok dengan kelas yang ada.
Banyaknya arsip yang masuk ke kelas “lain-lain” atau kategori umum tanpa kelas spesifik merupakan indikator kuat bahwa skema klasifikasi tidak lagi memadai untuk mencerminkan kegiatan organisasi dan perlu diperbarui.
38.

Sebuah instansi pemerintah menggunakan tesaurus dalam sistem pengarsipan elektroniknya. Ketika pengguna mencari arsip dengan kata kunci “surat dinas” tetapi sistem juga menampilkan arsip yang diindeks dengan istilah “korespondensi resmi”, hal ini terjadi karena…

  • A. Sistem mengalami gangguan teknis dalam proses pencarian
  • B. Pengguna salah mengetikkan kata kunci pencarian
  • C. Sistem melakukan pencarian secara acak pada seluruh basis data arsip
  • D. Tesaurus menghubungkan kedua istilah melalui relasi ekuivalen sehingga keduanya dianggap sinonim
Jawaban: D. Tesaurus menghubungkan kedua istilah melalui relasi ekuivalen sehingga keduanya dianggap sinonim.
Dalam tesaurus, relasi ekuivalen menghubungkan istilah yang memiliki makna sama atau setara. Sistem yang menggunakan tesaurus akan secara otomatis memperluas pencarian untuk menyertakan istilah-istilah sinonim yang terhubung, sehingga “surat dinas” dan “korespondensi resmi” keduanya ditampilkan.
39.

Suatu perusahaan baru saja melakukan restrukturisasi organisasi yang mengakibatkan perubahan fungsi di beberapa divisi. Dampak langsung yang perlu dilakukan terhadap skema klasifikasi arsip perusahaan tersebut adalah…

  • A. Memusnahkan seluruh arsip lama karena sudah tidak relevan dengan struktur baru
  • B. Merevisi skema klasifikasi agar mencerminkan fungsi dan aktivitas organisasi yang baru
  • C. Memindahkan semua arsip ke lembaga kearsipan nasional tanpa melakukan evaluasi
  • D. Menghentikan sementara seluruh kegiatan pengarsipan sampai struktur baru stabil
Jawaban: B. Merevisi skema klasifikasi agar mencerminkan fungsi dan aktivitas organisasi yang baru.
Skema klasifikasi berbasis fungsi harus selalu mencerminkan fungsi dan aktivitas organisasi yang aktual. Ketika terjadi restrukturisasi yang mengubah fungsi organisasi, skema klasifikasi perlu direvisi agar tetap relevan dan efektif.
40.

Seorang arsiparis sedang menyusun berkas arsip proyek pembangunan gedung yang terdiri dari dokumen perencanaan, kontrak, laporan kemajuan, dan foto dokumentasi. Pendekatan yang paling tepat dalam mengelola berkas proyek tersebut adalah…

  • A. Memisahkan setiap jenis dokumen ke dalam berkas yang berbeda berdasarkan formatnya
  • B. Menyimpan semua dokumen dalam satu berkas tanpa pembedaan apapun
  • C. Mengelompokkan dokumen dalam berkas yang mencerminkan tahapan atau aktivitas proyek secara berurutan
  • D. Memisahkan dokumen berdasarkan nama penandatangan tanpa memperhatikan konteks kegiatan
Jawaban: C. Mengelompokkan dokumen dalam berkas yang mencerminkan tahapan atau aktivitas proyek secara berurutan.
Pengelolaan berkas proyek yang tepat dilakukan dengan mengelompokkan dokumen berdasarkan tahapan atau aktivitas proyek, sehingga berkas mencerminkan konteks kegiatan dan memudahkan penelusuran kembali secara kronologis dan fungsional.
41.

Sebuah lembaga pendidikan mengembangkan tesaurus untuk mendukung sistem kearsipan digitalnya. Ketika tim menemukan bahwa istilah “mahasiswa” dan “peserta didik” digunakan secara bergantian oleh staf, langkah yang tepat dalam penyusunan tesaurus adalah…

  • A. Menetapkan salah satu sebagai istilah resmi (descriptor) dan yang lain sebagai istilah yang tidak digunakan (non-descriptor) dengan rujukan USE
  • B. Menghapus kedua istilah dan menggantinya dengan istilah baru yang sama sekali berbeda
  • C. Membiarkan keduanya digunakan sebagai istilah resmi tanpa menentukan prioritas
  • D. Menggunakan kedua istilah secara bergantian tanpa relasi apa pun di antara keduanya
Jawaban: A. Menetapkan salah satu sebagai istilah resmi (descriptor) dan yang lain sebagai istilah yang tidak digunakan (non-descriptor) dengan rujukan USE.
Dalam penyusunan tesaurus, ketika dua istilah bersifat sinonim, satu istilah ditetapkan sebagai descriptor (istilah yang digunakan) dan yang lain sebagai non-descriptor dengan catatan rujukan USE agar pengguna diarahkan ke istilah yang tepat.
42.

Analisis terhadap perbedaan klasifikasi menurut sudut pandang ilmu kearsipan, ilmu perpustakaan, dan ilmu informasi penting untuk memahami keunikan masing-masing disiplin. Pernyataan yang paling tepat menggambarkan pendekatan ilmu kearsipan terhadap klasifikasi adalah…

  • A. Ilmu kearsipan mengklasifikasikan arsip berdasarkan popularitas subyek di kalangan pengguna
  • B. Ilmu kearsipan mengklasifikasikan berdasarkan sistem Dewey Decimal Classification seperti perpustakaan
  • C. Ilmu kearsipan tidak mengenal konsep klasifikasi karena arsip dikelola berdasarkan urutan kronologis
  • D. Ilmu kearsipan mengklasifikasikan arsip berdasarkan prinsip provenance dan konteks organis penciptaannya
Jawaban: D. Ilmu kearsipan mengklasifikasikan arsip berdasarkan prinsip provenance dan konteks organis penciptaannya.
Ciri khas pendekatan ilmu kearsipan adalah penerapan prinsip provenance, yaitu arsip dikelompokkan berdasarkan asal-usul penciptaan dan konteks organis di mana arsip tersebut diciptakan, berbeda dengan pendekatan subyek dalam ilmu perpustakaan.
43.

Dalam hubungan hierarkis tesaurus, notasi BT (Broader Term) menunjukkan hubungan antara suatu istilah dengan istilah yang lebih luas. Contoh yang tepat menggambarkan hubungan BT dalam konteks kearsipan adalah…

  • A. Arsip statis BT Arsip dinamis
  • B. Arsip dinamis BT Arsip
  • C. Arsip BT Dokumen
  • D. Jadwal retensi BT Pemusnahan arsip
Jawaban: B. Arsip dinamis BT Arsip.
Notasi BT (Broader Term) menunjukkan bahwa istilah yang diacu adalah konsep yang lebih luas. “Arsip dinamis BT Arsip” benar karena “Arsip” adalah konsep yang lebih luas yang mencakup “Arsip dinamis” sebagai salah satu jenisnya.
44.

Tesaurus makrotematis berbeda dari tesaurus mikrotematis dalam hal cakupan dan kedalaman. Ciri utama yang membedakan tesaurus makrotematis dari tesaurus mikrotematis adalah…

  • A. Tesaurus makrotematis hanya mencakup istilah dalam satu bahasa, sedangkan mikrotematis multibahasa
  • B. Tesaurus makrotematis digunakan untuk arsip fisik, sedangkan mikrotematis untuk arsip digital
  • C. Tesaurus makrotematis mencakup beberapa bidang ilmu secara umum, sedangkan mikrotematis mencakup satu bidang secara mendalam
  • D. Tesaurus makrotematis disusun oleh lembaga internasional, sedangkan mikrotematis oleh lembaga nasional
Jawaban: C. Tesaurus makrotematis mencakup beberapa bidang ilmu secara umum, sedangkan mikrotematis mencakup satu bidang secara mendalam.
Perbedaan utama antara keduanya adalah cakupan: tesaurus makrotematis mencakup berbagai bidang ilmu secara lebih umum dan luas, sementara tesaurus mikrotematis berfokus mendalam pada satu bidang ilmu atau subyek tertentu.
45.

Perangkat klasifikasi arsip memiliki peran dalam mendukung akuntabilitas organisasi, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Pernyataan yang paling tepat menggambarkan peran perangkat klasifikasi dalam mendukung good governance adalah…

  • A. Perangkat klasifikasi memastikan arsip sebagai bukti kegiatan tersimpan secara terstruktur dan dapat ditelusuri
  • B. Perangkat klasifikasi memungkinkan organisasi menyembunyikan informasi sensitif dari publik
  • C. Perangkat klasifikasi hanya berguna untuk organisasi dengan skala besar dan kompleks
  • D. Perangkat klasifikasi mengurangi kebutuhan pengawasan eksternal terhadap kegiatan organisasi
Jawaban: A. Perangkat klasifikasi memastikan arsip sebagai bukti kegiatan tersimpan secara terstruktur dan dapat ditelusuri.
Perangkat klasifikasi mendukung good governance dengan memastikan bahwa semua arsip sebagai bukti kegiatan dan keputusan organisasi tersimpan secara terstruktur, mudah ditemukan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan.
46.

Dalam konteks pengelolaan arsip dinamis, prinsip “respect des fonds” atau prinsip provenance merupakan landasan penting. Implikasi prinsip ini terhadap klasifikasi arsip adalah…

  • A. Arsip dari berbagai organisasi dapat dicampur dalam satu klasifikasi berdasarkan kesamaan subyek
  • B. Arsip harus diklasifikasikan berdasarkan abjad nama pencipta tanpa memperhatikan konteks
  • C. Arsip dapat dipindahkan dari satu fonds ke fonds lain jika subyeknya lebih relevan
  • D. Arsip harus dikelompokkan dan dijaga keutuhannya sesuai dengan organisasi yang menciptakannya
Jawaban: D. Arsip harus dikelompokkan dan dijaga keutuhannya sesuai dengan organisasi yang menciptakannya.
Prinsip provenance atau respect des fonds mengharuskan arsip tetap dikelompokkan bersama sesuai dengan organisasi yang menciptakannya dan tidak boleh dicampur dengan arsip dari organisasi lain, demi menjaga konteks dan integritas arsip.
47.

Hubungan asosiatif (Related Term atau RT) dalam tesaurus digunakan untuk menunjukkan keterkaitan konsep yang bukan hierarkis dan bukan sinonim. Contoh hubungan RT yang tepat dalam bidang kearsipan adalah…

  • A. Arsip RT Rekod (karena keduanya sinonim penuh)
  • B. Klasifikasi arsip RT Indeksasi (karena keduanya saling berkaitan dalam pengorganisasian arsip)
  • C. Arsip dinamis RT Arsip aktif (karena keduanya adalah konsep yang lebih luas dari arsip)
  • D. Retensi RT Arsip statis (karena retensi adalah bagian dari arsip statis)
Jawaban: B. Klasifikasi arsip RT Indeksasi (karena keduanya saling berkaitan dalam pengorganisasian arsip).
Hubungan RT (Related Term) menunjukkan keterkaitan konsep yang bukan hierarkis dan bukan sinonim. “Klasifikasi arsip” dan “Indeksasi” saling berkaitan dalam kegiatan pengorganisasian arsip, namun bukan merupakan konsep yang lebih luas atau sinonim satu sama lain.
48.

Dalam mengevaluasi hubungan antara tesaurus dan jadwal retensi arsip, seorang manajer arsip perlu memahami bagaimana kedua instrumen ini saling melengkapi. Pernyataan yang paling tepat mengenai hubungan fungsional antara tesaurus dan jadwal retensi arsip adalah…

  • A. Tesaurus menggantikan jadwal retensi dalam sistem kearsipan digital modern
  • B. Jadwal retensi menentukan istilah yang harus dimasukkan ke dalam tesaurus
  • C. Tesaurus membantu penerapan jadwal retensi dengan menyediakan istilah yang konsisten untuk mengidentifikasi seri arsip
  • D. Jadwal retensi dan tesaurus harus disusun oleh orang yang sama agar dapat bekerja bersama
Jawaban: C. Tesaurus membantu penerapan jadwal retensi dengan menyediakan istilah yang konsisten untuk mengidentifikasi seri arsip.
Hubungan fungsional antara tesaurus dan jadwal retensi bersifat komplementer: tesaurus menyediakan kosakata terkontrol yang memastikan istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi seri arsip dalam jadwal retensi bersifat konsisten dan tidak ambigu.
49.

Perancangan skema klasifikasi arsip yang efektif harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang organisasi. Dari perspektif analitis, kelemahan utama skema klasifikasi yang berbasis struktur organisasi (organogram) dibandingkan skema berbasis fungsi adalah…

  • A. Skema berbasis organogram menjadi tidak relevan ketika terjadi restrukturisasi organisasi, sedangkan skema berbasis fungsi lebih stabil karena fungsi organisasi cenderung tetap
  • B. Skema berbasis organogram lebih mahal untuk dikembangkan dibandingkan skema berbasis fungsi
  • C. Skema berbasis organogram tidak dapat digunakan untuk arsip digital, sedangkan skema berbasis fungsi dapat digunakan untuk kedua jenis arsip
  • D. Skema berbasis organogram memerlukan lebih banyak kode klasifikasi dibandingkan skema berbasis fungsi
Jawaban: A. Skema berbasis organogram menjadi tidak relevan ketika terjadi restrukturisasi organisasi, sedangkan skema berbasis fungsi lebih stabil karena fungsi organisasi cenderung tetap.
Kelemahan mendasar skema berbasis struktur organisasi adalah ketidakstabilannya: setiap kali terjadi restrukturisasi, skema harus direvisi total. Sebaliknya, skema berbasis fungsi lebih tahan terhadap perubahan struktur karena fungsi-fungsi inti organisasi cenderung bertahan meskipun terjadi perubahan struktur.
50.

Dalam konteks pengembangan sistem kearsipan terintegrasi, seorang arsiparis harus mampu menganalisis kebutuhan penggunaan berbagai instrumen secara bersamaan. Kombinasi instrumen yang paling tepat untuk mendukung pengelolaan arsip dinamis secara komprehensif adalah…

  • A. Kamus bahasa, daftar nama pegawai, dan laporan keuangan tahunan
  • B. Organogram, kalender kegiatan, dan anggaran operasional kantor
  • C. Indeks nama, daftar alamat, dan direktori telepon organisasi
  • D. Skema klasifikasi arsip, tesaurus, dan jadwal retensi arsip
Jawaban: D. Skema klasifikasi arsip, tesaurus, dan jadwal retensi arsip.
Kombinasi skema klasifikasi arsip, tesaurus, dan jadwal retensi arsip merupakan tiga instrumen utama dalam pengelolaan arsip dinamis: skema klasifikasi mengorganisasikan arsip, tesaurus menyeragamkan istilah untuk pengindeksan dan temu balik, serta jadwal retensi mengatur masa simpan dan nasib akhir arsip secara komprehensif.

Berlatih dengan Soal Ujian UT secara konsisten terbukti membantu mahasiswa beradaptasi dengan berbagai format ujian yang berlaku. Di UT, kamu mungkin menghadapi Ujian Tatap Muka atau UTM yang berlangsung di lokasi tertentu, Ujian Online atau UO yang dikerjakan lewat sistem daring, hingga Take Home Exam atau THE.

Setiap soal latihan yang kamu kerjakan, setiap halaman modul yang kamu baca dengan sungguh-sungguh, semuanya menumpuk menjadi kesiapan yang nyata. Semoga usahamu dalam mempersiapkan Soal UAS UT ASIP4436 Perancangan Skema Klasifikasi dan Tesaurus berbuah nilai yang membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!