💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT BING4318 Teori dan Masalah Penerjemahan Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi

Soalut.com v1.2.0
★★★★★
Android
Gratis
Unduh
Soal UAS UT BING4318 Teori dan Masalah Penerjemahan Beserta Kunci Jawaban
Soal UT BING4318 Teori dan Masalah Penerjemahan

Menjelang UAS, banyak mahasiswa Universitas Terbuka mulai merasakan tekanan yang cukup nyata. Bukan semata karena malas, tapi karena volume materi yang harus dikuasai itu luar biasa banyaknya. Modul demi modul menumpuk, dan tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengubah semua bacaan itu menjadi pemahaman.

Di antara sekian banyak mata kuliah, BING4318 Teori dan Masalah Penerjemahan layak mendapat porsi perhatian lebih. Mata kuliah ini bukan hanya soal menerjemahkan kata per kata. Di sinilah kamu dilatih untuk memahami nuansa bahasa, memilih padanan yang tepat, dan membangun pesan yang tetap utuh maknanya meski berpindah dari satu bahasa.

Salah satu strategi belajar yang paling efektif adalah mengerjakan Soal UAS UT BING4318 Teori dan Masalah Penerjemahan dari koleksi soal-soal sebelumnya. Berlatih dengan Soal Ujian UT yang nyata jauh lebih tajam hasilnya dibanding hanya membaca ulang modul. Kamu bisa mengenali pola soal, melatih kecepatan berpikir.

Soal UT BING4318 Teori dan Masalah Penerjemahan

1.

Fungsi bahasa yang paling mendasar menurut kajian linguistik adalah fungsi sebagai alat…

  • A. Ekspresi seni dan budaya
  • B. Komunikasi antarmanusia
  • C. Pencatatan sejarah peradaban
  • D. Pembentukan identitas nasional
Jawaban: B. Komunikasi antarmanusia.
Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi antarmanusia, yang menjadi dasar seluruh kajian fungsi bahasa dalam Modul 1 BMP BING4318.
2.

Menurut Modul 1, fungsi kognitif bahasa berkaitan erat dengan kemampuan manusia untuk…

  • A. Berpikir dan memahami dunia melalui konsep kebahasaan
  • B. Menyampaikan perasaan kepada lawan bicara
  • C. Membentuk norma sosial dalam masyarakat
  • D. Menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain
Jawaban: A. Berpikir dan memahami dunia melalui konsep kebahasaan.
Fungsi kognitif bahasa merujuk pada peran bahasa dalam proses berpikir dan pembentukan konsep tentang dunia yang dijelaskan dalam Kegiatan Belajar 2 Modul 1.
3.

Fungsi komunikatif bahasa mencakup aspek interaksi sosial. Salah satu contoh fungsi komunikatif bahasa dalam kehidupan sehari-hari adalah…

  • A. Menulis jurnal pribadi untuk refleksi diri
  • B. Membaca teks sastra untuk kepuasan estetis
  • C. Menyapa tetangga dan bertukar informasi harian
  • D. Menghafal kosakata bahasa asing secara mandiri
Jawaban: C. Menyapa tetangga dan bertukar informasi harian.
Fungsi komunikatif bahasa diwujudkan dalam interaksi sosial langsung antarindividu, seperti menyapa dan bertukar informasi sebagaimana dibahas di Kegiatan Belajar 3 Modul 1.
4.

Istilah yang digunakan untuk menyebut bahasa sumber dalam proses penerjemahan adalah…

  • A. Bahasa Sasaran (BSa)
  • B. Bahasa Penerima
  • C. Bahasa Tujuan
  • D. Bahasa Sumber (BSu)
Jawaban: D. Bahasa Sumber (BSu).
Dalam terminologi penerjemahan, bahasa asal teks yang akan diterjemahkan disebut Bahasa Sumber (BSu), sebagaimana dijelaskan dalam Modul 2 BMP BING4318.
5.

Hakikat penerjemahan menurut para ahli pada dasarnya adalah kegiatan…

  • A. Mengganti setiap kata BSu dengan padanan kata dalam BSa
  • B. Mengalihkan pesan dari BSu ke BSa dengan padanan yang paling dekat dan wajar
  • C. Menulis ulang teks BSu dalam BSa dengan gaya penerjemah sendiri
  • D. Menyederhanakan teks BSu agar mudah dipahami pembaca BSa
Jawaban: B. Mengalihkan pesan dari BSu ke BSa dengan padanan yang paling dekat dan wajar.
Hakikat penerjemahan adalah pengalihan pesan secara alami dan wajar dari BSu ke BSa, bukan sekadar penggantian kata per kata, sebagaimana dibahas dalam Kegiatan Belajar 1 Modul 2.
6.

Seorang penerjemah profesional dituntut memiliki kompetensi dwibahasa, yaitu kemampuan…

  • A. Berbicara fasih dalam lebih dari dua bahasa asing
  • B. Menulis karangan ilmiah dalam dua bahasa sekaligus
  • C. Menguasai BSu dan BSa secara aktif dan produktif
  • D. Menerjemahkan lebih dari satu bidang keilmuan secara bersamaan
Jawaban: C. Menguasai BSu dan BSa secara aktif dan produktif.
Kompetensi dwibahasa penerjemah profesional mengharuskan penguasaan aktif dan produktif terhadap kedua bahasa kerja, sebagaimana diuraikan dalam Kegiatan Belajar 2 Modul 2.
7.

Masalah yang paling sering dihadapi penerjemah ketika menangani teks adalah tidak adanya padanan langsung suatu kata BSu dalam BSa. Istilah teknis untuk situasi ini disebut…

  • A. Kekosongan leksikal
  • B. Interferensi gramatikal
  • C. Kehilangan makna denotatif
  • D. Ketidaksepadanan sintaksis
Jawaban: A. Kekosongan leksikal.
Kekosongan leksikal terjadi ketika tidak ditemukan kata padanan langsung dalam BSa untuk konsep tertentu dari BSu, merupakan masalah utama yang dibahas di Kegiatan Belajar 3 Modul 2.
8.

Prinsip kesepadanan dalam penerjemahan mengacu pada konsep bahwa terjemahan harus…

  • A. Setia secara harfiah terhadap setiap kata dalam BSu
  • B. Menghasilkan teks BSa yang lebih pendek dari teks BSu
  • C. Mengutamakan keindahan gaya bahasa BSa di atas pesan BSu
  • D. Menyampaikan pesan yang sepadan dengan pesan dalam teks BSu
Jawaban: D. Menyampaikan pesan yang sepadan dengan pesan dalam teks BSu.
Kesepadanan berarti pesan dalam teks terjemahan harus setara maknanya dengan teks sumber, bukan sekadar kemiripan bentuk, sebagaimana dibahas dalam Kegiatan Belajar 1 Modul 3.
9.

Nida dan Taber membedakan dua jenis kesepadanan dalam penerjemahan, yaitu kesepadanan formal dan kesepadanan…

  • A. Leksikal
  • B. Dinamis
  • C. Tekstual
  • D. Pragmatik
Jawaban: B. Dinamis.
Nida dan Taber membedakan kesepadanan formal yang terfokus pada bentuk dan kesepadanan dinamis yang terfokus pada kealamiahan pesan bagi pembaca BSa, sebagaimana diuraikan dalam Modul 3.
10.

Salah satu prinsip penerjemahan yang dikemukakan dalam Modul 3 menyatakan bahwa penerjemah harus memperhatikan konteks situasi teks BSu. Prinsip ini bertujuan untuk…

  • A. Mempersingkat waktu proses penerjemahan
  • B. Mempermudah pencarian padanan kata dalam kamus
  • C. Menghasilkan terjemahan yang akurat dan wajar sesuai konteks
  • D. Menyesuaikan panjang teks terjemahan dengan aslinya
Jawaban: C. Menghasilkan terjemahan yang akurat dan wajar sesuai konteks.
Memperhatikan konteks situasi adalah prinsip penting agar terjemahan tidak hanya tepat secara leksikal tetapi juga wajar dan alami bagi pembaca BSa, sebagaimana dibahas di Modul 3.
11.

Tahap prapenerjemahan merupakan bagian penting dari proses penerjemahan. Kegiatan utama yang dilakukan pada tahap ini adalah…

  • A. Membaca dan memahami teks BSu secara keseluruhan
  • B. Menyunting teks hasil terjemahan agar lebih mudah dibaca
  • C. Mencetak dan menyerahkan teks terjemahan kepada klien
  • D. Memilih metode penerjemahan yang akan digunakan
Jawaban: A. Membaca dan memahami teks BSu secara keseluruhan.
Prapenerjemahan diawali dengan membaca menyeluruh teks BSu untuk memahami isi, gaya, dan konteksnya sebelum proses alih bahasa dimulai, sebagaimana dibahas di Kegiatan Belajar 1 Modul 4.
12.

Pascapenerjemahan adalah tahap akhir dalam proses penerjemahan. Kegiatan yang termasuk dalam tahap pascapenerjemahan adalah…

  • A. Mengidentifikasi istilah khusus dalam teks sumber
  • B. Menentukan tujuan dan pembaca sasaran terjemahan
  • C. Mengalihkan pesan BSu ke BSa kata demi kata
  • D. Menyunting dan merevisi hasil terjemahan untuk penyempurnaan
Jawaban: D. Menyunting dan merevisi hasil terjemahan untuk penyempurnaan.
Pascapenerjemahan mencakup kegiatan penyuntingan dan revisi untuk memastikan kualitas teks terjemahan, sebagaimana diuraikan di Kegiatan Belajar 2 Modul 4.
13.

Perhatikan kutipan berikut: seorang penerjemah menerima naskah berbahasa Inggris, lalu membuat daftar istilah teknis beserta padanannya dalam bahasa Indonesia sebelum mulai menerjemahkan. Kegiatan penerjemah tersebut termasuk dalam tahap…

  • A. Pascapenerjemahan
  • B. Prapenerjemahan
  • C. Penyuntingan terjemahan
  • D. Evaluasi terjemahan
Jawaban: B. Prapenerjemahan.
Pembuatan glosarium istilah teknis sebelum menerjemahkan adalah bagian dari tahap prapenerjemahan yang bertujuan mempersiapkan penerjemah menghadapi teks sumber, sesuai Modul 4.
14.

Metode penerjemahan yang mengutamakan kesetiaan terhadap bentuk dan struktur BSu dikenal sebagai metode penerjemahan…

  • A. Komunikatif
  • B. Adaptasi
  • C. Harfiah
  • D. Semantik
Jawaban: C. Harfiah.
Penerjemahan harfiah (literal) menekankan kesetiaan pada struktur dan bentuk BSu, sehingga sering menghasilkan teks yang kaku dalam BSa, sebagaimana dibahas dalam Kegiatan Belajar 1 Modul 5.
15.

Metode penerjemahan komunikatif berorientasi pada…

  • A. Keterbacaan dan kewajaran pesan bagi pembaca BSa
  • B. Kesesuaian bentuk gramatikal teks BSu dalam BSa
  • C. Kesetiaan terhadap gaya penulisan pengarang BSu
  • D. Keakuratan makna konotasi setiap kata dalam BSu
Jawaban: A. Keterbacaan dan kewajaran pesan bagi pembaca BSa.
Metode komunikatif mengutamakan efek komunikatif yang wajar pada pembaca BSa, sebagaimana diuraikan dalam Kegiatan Belajar 2 Modul 5 tentang metode yang berorientasi pada BSa.
16.

Newmark membagi metode penerjemahan berdasarkan orientasi terhadap BSu atau BSa. Metode yang paling dekat dengan BSu menurut Newmark adalah…

  • A. Penerjemahan bebas
  • B. Penerjemahan idiomatik
  • C. Penerjemahan komunikatif
  • D. Penerjemahan kata demi kata
Jawaban: D. Penerjemahan kata demi kata.
Dalam spektrum metode Newmark, penerjemahan kata demi kata berada di ujung orientasi BSu karena sangat setia pada bentuk leksikal dan susunan kalimat BSu, sebagaimana dibahas di Modul 5.
17.

Prosedur penerjemahan berbeda dari metode penerjemahan karena prosedur diterapkan pada tingkat…

  • A. Keseluruhan teks
  • B. Kata, frasa, atau kalimat tertentu
  • C. Paragraf utama dalam teks
  • D. Bab atau bagian dokumen sumber
Jawaban: B. Kata, frasa, atau kalimat tertentu.
Prosedur penerjemahan diterapkan pada unit-unit kecil teks seperti kata dan frasa, berbeda dengan metode yang berlaku untuk keseluruhan teks, sebagaimana dijelaskan dalam Modul 6.
18.

Prosedur peminjaman (borrowing) dalam penerjemahan dilakukan ketika penerjemah…

  • A. Mengganti konsep BSu dengan konsep yang berbeda namun sepadan dalam BSa
  • B. Menambahkan penjelasan tambahan dalam tanda kurung pada teks BSa
  • C. Mengambil dan menggunakan kata atau istilah BSu langsung ke dalam teks BSa
  • D. Mengubah struktur kalimat BSu agar sesuai dengan tata bahasa BSa
Jawaban: C. Mengambil dan menggunakan kata atau istilah BSu langsung ke dalam teks BSa.
Peminjaman adalah prosedur di mana kata BSu diambil dan dipakai langsung dalam BSa, umumnya untuk istilah teknis atau budaya tanpa padanan, sebagaimana dibahas di Kegiatan Belajar 1 Modul 6.
19.

Prosedur transposisi dalam penerjemahan merujuk pada perubahan…

  • A. Kategori gramatikal dari BSu ke BSa tanpa mengubah pesan
  • B. Makna konotasi kata untuk menyesuaikan budaya BSa
  • C. Gaya penuturan dari ragam formal ke ragam informal
  • D. Urutan informasi dalam kalimat untuk kejelasan BSa
Jawaban: A. Kategori gramatikal dari BSu ke BSa tanpa mengubah pesan.
Transposisi adalah prosedur yang melibatkan pergeseran kelas kata atau kategori gramatikal antara BSu dan BSa demi kewajaran terjemahan, sesuai uraian di Modul 6.
20.

Prosedur modulasi dalam penerjemahan terjadi ketika penerjemah mengubah…

  • A. Jumlah kata dalam terjemahan agar lebih ringkas
  • B. Ejaan kata BSu agar sesuai konvensi ortografi BSa
  • C. Urutan struktur kalimat BSu menjadi kalimat pasif BSa
  • D. Sudut pandang atau cara pengungkapan pesan tanpa mengubah maknanya
Jawaban: D. Sudut pandang atau cara pengungkapan pesan tanpa mengubah maknanya.
Modulasi adalah perubahan perspektif atau cara pandang dalam mengungkapkan pesan yang sama, sehingga terjemahan terasa alami dalam BSa, sebagaimana dijelaskan di Kegiatan Belajar 2 Modul 6.
21.

Penerjemahan antarbudaya menghadapi tantangan khusus karena…

  • A. Perbedaan jumlah kosakata antara BSu dan BSa sangat besar
  • B. Konsep budaya dalam BSu seringkali tidak memiliki padanan dalam BSa
  • C. Penerjemah harus menguasai seluruh dialek regional dari BSu
  • D. Teks budaya selalu ditulis dalam gaya sastra yang rumit
Jawaban: B. Konsep budaya dalam BSu seringkali tidak memiliki padanan dalam BSa.
Tantangan utama penerjemahan antarbudaya adalah ketiadaan padanan konsep budaya karena setiap budaya memiliki sistem nilai dan konsep unik, sebagaimana dibahas dalam Kegiatan Belajar 1 Modul 7.
22.

Kata-kata yang mengandung muatan budaya spesifik dari suatu masyarakat dan sulit diterjemahkan disebut…

  • A. Istilah teknis
  • B. Kata polisemi
  • C. Kata bermuatan budaya atau culture-specific items
  • D. Kata homonim
Jawaban: C. Kata bermuatan budaya atau culture-specific items.
Culture-specific items adalah unsur leksikal yang mengandung konsep budaya tertentu dan tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa atau budaya lain, sebagaimana dibahas di Modul 7.
23.

Bahasa figuratif dalam teks sumber menimbulkan tantangan penerjemahan karena makna yang disampaikan bersifat…

  • A. Tidak literal dan bergantung pada konotasi budaya tertentu
  • B. Sangat teknis dan hanya dipahami oleh kalangan akademis
  • C. Terlalu pendek sehingga sulit diperluas dalam BSa
  • D. Mengandung unsur matematis yang tidak dapat dialihbahasakan
Jawaban: A. Tidak literal dan bergantung pada konotasi budaya tertentu.
Bahasa figuratif seperti metafora dan idiom menyampaikan makna tidak langsung yang terkait erat dengan konotasi budaya BSu, sehingga penerjemahannya memerlukan padanan yang fungsional dalam BSa, sesuai Modul 7.
24.

Tujuan penerjemahan menurut Modul 7 dipengaruhi oleh faktor sasaran pembaca. Hal ini berarti penerjemah perlu mempertimbangkan…

  • A. Jumlah halaman teks yang harus diterjemahkan
  • B. Anggaran biaya yang tersedia dari klien
  • C. Pengalaman pribadi penerjemah dengan topik terkait
  • D. Latar belakang, pengetahuan, dan kebutuhan pembaca terjemahan
Jawaban: D. Latar belakang, pengetahuan, dan kebutuhan pembaca terjemahan.
Sasaran penerjemahan mencakup pertimbangan terhadap karakteristik pembaca BSa agar terjemahan tepat guna dan komunikatif, sebagaimana diuraikan di Kegiatan Belajar 3 Modul 7.
25.

Penyuntingan teks terjemahan bertujuan untuk memastikan bahwa terjemahan memenuhi kriteria…

  • A. Kesederhanaan kosakata dan singkatnya kalimat
  • B. Keakuratan, kealamiahan, dan keterbacaan
  • C. Kemiripan bentuk visual dengan teks BSu
  • D. Penggunaan kata serapan sesedikit mungkin
Jawaban: B. Keakuratan, kealamiahan, dan keterbacaan.
Penyuntingan terjemahan diarahkan untuk memenuhi tiga kriteria kualitas utama yaitu akurat, alami, dan mudah dibaca, sebagaimana dibahas dalam Kegiatan Belajar 1 Modul 8.
26.

Evaluasi terjemahan dilakukan dengan membandingkan teks terjemahan terhadap teks sumber. Salah satu aspek yang dievaluasi adalah ketepatan pengalihan pesan, yang disebut juga sebagai aspek…

  • A. Keterbacaan
  • B. Penerimaan
  • C. Keakuratan
  • D. Kewajaran
Jawaban: C. Keakuratan.
Keakuratan adalah aspek evaluasi yang mengukur sejauh mana pesan BSu dialihkan secara tepat ke dalam BSa tanpa penambahan, pengurangan, atau penyimpangan makna, sesuai Modul 8.
27.

Instrumen evaluasi terjemahan yang menggunakan skala penilaian untuk mengukur kualitas terjemahan berdasarkan aspek tertentu disebut…

  • A. Rubrik penilaian terjemahan
  • B. Glosarium bilingual
  • C. Kamus dwibahasa paralel
  • D. Korpus terjemahan paralel
Jawaban: A. Rubrik penilaian terjemahan.
Rubrik penilaian adalah instrumen evaluasi berskala yang digunakan untuk mengukur kualitas terjemahan secara sistematis berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebagaimana dibahas di Modul 8.
28.

Anotasi dalam penerjemahan adalah penambahan informasi berupa catatan yang bertujuan untuk…

  • A. Mempersingkat teks terjemahan agar lebih efisien
  • B. Menggantikan kata-kata sulit dengan sinonim yang lebih mudah
  • C. Menyesuaikan gaya penulisan terjemahan dengan selera penerbit
  • D. Menjelaskan informasi tambahan yang tidak dapat dikomunikasikan melalui terjemahan semata
Jawaban: D. Menjelaskan informasi tambahan yang tidak dapat dikomunikasikan melalui terjemahan semata.
Anotasi berfungsi memberikan informasi kontekstual atau budaya yang tidak cukup tersampaikan lewat teks terjemahan saja, sebagaimana dijelaskan di Kegiatan Belajar 1 Modul 9.
29.

Catatan kaki dalam teks terjemahan merupakan salah satu bentuk anotasi yang ditempatkan…

  • A. Di awal teks sebagai kata pengantar penerjemah
  • B. Di bagian bawah halaman yang memuat kata atau konsep yang dijelaskan
  • C. Di akhir dokumen terjemahan sebagai daftar istilah
  • D. Di dalam tanda kurung tepat setelah kata yang bersangkutan
Jawaban: B. Di bagian bawah halaman yang memuat kata atau konsep yang dijelaskan.
Catatan kaki secara konvensional ditempatkan di bagian bawah halaman yang relevan untuk memudahkan pembaca merujuk penjelasan tambahan, sesuai uraian di Modul 9.
30.

Terjemahan beranotasi (annotated translation) adalah produk terjemahan yang disertai catatan yang membahas…

  • A. Biografi lengkap pengarang teks sumber
  • B. Daftar harga jasa penerjemahan yang digunakan
  • C. Alasan dan pertimbangan pilihan padanan yang diambil penerjemah
  • D. Riwayat publikasi teks asli di negara asal
Jawaban: C. Alasan dan pertimbangan pilihan padanan yang diambil penerjemah.
Terjemahan beranotasi menyertakan komentar penerjemah mengenai keputusan penerjemahan yang diambil, termasuk alasan pemilihan padanan tertentu, sebagaimana diuraikan di Kegiatan Belajar 2 Modul 9.
31.

Seorang penerjemah menerjemahkan kalimat “The window was broken by John” menjadi “Yohanes memecahkan jendela itu.” Prosedur penerjemahan yang digunakan adalah…

  • A. Transposisi, dari kalimat pasif BSu ke kalimat aktif BSa
  • B. Modulasi, mengubah sudut pandang pengarang
  • C. Adaptasi, mengganti konsep budaya BSu dengan budaya BSa
  • D. Peminjaman, mengambil kata langsung dari BSu
Jawaban: A. Transposisi, dari kalimat pasif BSu ke kalimat aktif BSa.
Perubahan dari konstruksi pasif bahasa Inggris menjadi kalimat aktif dalam bahasa Indonesia merupakan transposisi gramatikal yang lazim dalam penerjemahan, sesuai konsep Modul 6.
32.

Penerjemah menerjemahkan idiom bahasa Inggris “it’s raining cats and dogs” menjadi “hujan lebat sekali” dalam bahasa Indonesia. Pendekatan ini mencerminkan prinsip…

  • A. Kesetiaan pada bentuk BSu
  • B. Penerjemahan kata demi kata
  • C. Peminjaman leksikal dari BSu
  • D. Pengalihan makna fungsional ke dalam BSa
Jawaban: D. Pengalihan makna fungsional ke dalam BSa.
Menerjemahkan idiom dengan padanan maknanya dalam BSa, bukan terjemahan harfiahnya, mencerminkan pengalihan makna fungsional yang mengutamakan efek komunikatif, sesuai Modul 5 dan 7.
33.

Seorang penerjemah sedang menerjemahkan teks hukum dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Ia menggunakan kata “force majeure” langsung dalam teks terjemahannya tanpa menggantinya. Prosedur yang digunakan adalah…

  • A. Adaptasi
  • B. Peminjaman
  • C. Kalke
  • D. Modulasi
Jawaban: B. Peminjaman.
Penggunaan langsung kata “force majeure” tanpa modifikasi dari BSu ke teks BSa adalah prosedur peminjaman (borrowing), khususnya untuk istilah teknis yang sudah dikenal luas, sesuai Modul 6.
34.

Penerjemah A menerjemahkan sebuah novel menggunakan metode yang memprioritaskan kesetiaan pada gaya dan jiwa pengarang asli, bukan pada keterbacaan bagi pembaca BSa. Metode ini disebut…

  • A. Penerjemahan bebas
  • B. Penerjemahan komunikatif
  • C. Penerjemahan semantik
  • D. Penerjemahan idiomatik
Jawaban: C. Penerjemahan semantik.
Penerjemahan semantik mengutamakan kesetiaan terhadap makna kontekstual dan gaya pengarang BSu, berbeda dengan metode komunikatif yang berorientasi pada efek bagi pembaca BSa, sesuai Modul 5.
35.

Seorang penerjemah menerima teks BSu, kemudian membuat catatan tentang nada, register, dan tujuan teks sebelum mulai menerjemahkan. Tahap proses penerjemahan yang sedang dilakukan adalah…

  • A. Prapenerjemahan
  • B. Penerjemahan inti
  • C. Pascapenerjemahan
  • D. Penyuntingan
Jawaban: A. Prapenerjemahan.
Analisis nada, register, dan tujuan teks sebelum proses alih bahasa adalah bagian dari tahap prapenerjemahan yang mempersiapkan penerjemah, sesuai Modul 4.
36.

Dalam konteks penerjemahan budaya, kata “gotong royong” dalam bahasa Indonesia termasuk kategori…

  • A. Istilah universal yang mudah diterjemahkan ke semua bahasa
  • B. Kata teknis dari bidang ilmu sosial
  • C. Padanan langsung dari konsep bahasa Inggris
  • D. Culture-specific item yang tidak memiliki padanan tepat dalam banyak bahasa lain
Jawaban: D. Culture-specific item yang tidak memiliki padanan tepat dalam banyak bahasa lain.
“Gotong royong” adalah konsep budaya Indonesia yang unik dan tidak memiliki kata padanan tunggal dalam banyak bahasa lain, menjadikannya contoh culture-specific item sesuai Modul 7.
37.

Perbedaan utama antara penyuntingan dan evaluasi teks terjemahan adalah…

  • A. Penyuntingan dilakukan oleh klien, sedangkan evaluasi dilakukan oleh penerjemah
  • B. Penyuntingan bertujuan memperbaiki teks, sedangkan evaluasi bertujuan menilai kualitas teks
  • C. Penyuntingan hanya mencakup aspek gramatikal, sedangkan evaluasi mencakup aspek budaya
  • D. Penyuntingan dilakukan sebelum terjemahan selesai, sedangkan evaluasi dilakukan saat proses berlangsung
Jawaban: B. Penyuntingan bertujuan memperbaiki teks, sedangkan evaluasi bertujuan menilai kualitas teks.
Penyuntingan adalah kegiatan perbaikan aktif teks terjemahan, sementara evaluasi adalah proses penilaian kualitas secara sistematis berdasarkan kriteria tertentu, sebagaimana dibahas di Modul 8.
38.

Penerjemah yang baik tidak hanya menguasai bahasa tetapi juga harus memahami bidang keilmuan teks yang diterjemahkan. Kompetensi ini disebut…

  • A. Kompetensi pragmatik
  • B. Kompetensi linguistik
  • C. Kompetensi tematik atau bidang
  • D. Kompetensi strategis
Jawaban: C. Kompetensi tematik atau bidang.
Kompetensi tematik merujuk pada pengetahuan penerjemah tentang bidang keilmuan teks sumber, yang sangat diperlukan untuk menghasilkan terjemahan yang akurat, sebagaimana dibahas di Modul 2.
39.

Kesepadanan dinamis menurut Nida menekankan bahwa respons pembaca terjemahan terhadap pesan BSa harus…

  • A. Sepadan dengan respons pembaca asli terhadap teks BSu
  • B. Lebih mudah dipahami dari teks BSu oleh pembaca awam
  • C. Mengikuti struktur gramatikal teks BSu sedekat mungkin
  • D. Mencerminkan gaya sastra pengarang teks BSu
Jawaban: A. Sepadan dengan respons pembaca asli terhadap teks BSu.
Inti kesepadanan dinamis Nida adalah kesetaraan respons, yaitu pembaca BSa bereaksi terhadap terjemahan dengan cara yang sepadan dengan reaksi pembaca asli BSu, sesuai Modul 3.
40.

Dalam proses penerjemahan, langkah yang dilakukan setelah penerjemah selesai menghasilkan draf pertama terjemahan adalah…

  • A. Menyerahkan terjemahan langsung kepada penerbit
  • B. Membuat glosarium istilah baru yang ditemukan
  • C. Menerjemahkan ulang seluruh teks dengan metode berbeda
  • D. Membaca ulang dan merevisi draf untuk penyempurnaan
Jawaban: D. Membaca ulang dan merevisi draf untuk penyempurnaan.
Setelah draf pertama selesai, penerjemah memasuki tahap pascapenerjemahan dengan membaca ulang dan merevisi teks untuk memastikan kualitasnya, sesuai Modul 4.
41.

Analisis berikut ini, manakah yang paling tepat membedakan metode penerjemahan harfiah dengan penerjemahan bebas?

  • A. Penerjemahan harfiah digunakan untuk teks sastra, sedangkan penerjemahan bebas untuk teks ilmiah
  • B. Penerjemahan harfiah mengikuti struktur BSu, sedangkan penerjemahan bebas mengutamakan keterbacaan dan kewajaran BSa
  • C. Penerjemahan harfiah lebih mudah dikerjakan karena tidak memerlukan pemahaman konteks
  • D. Penerjemahan bebas selalu menghasilkan terjemahan yang lebih akurat dari harfiah
Jawaban: B. Penerjemahan harfiah mengikuti struktur BSu, sedangkan penerjemahan bebas mengutamakan keterbacaan dan kewajaran BSa.
Perbedaan mendasar kedua metode terletak pada orientasinya: harfiah terikat pada bentuk BSu, sedangkan bebas mengutamakan naturalness hasil terjemahan bagi pembaca BSa, sesuai Modul 5.
42.

Perbandingan antara kesepadanan formal dan kesepadanan dinamis menunjukkan bahwa kesepadanan formal cenderung menghasilkan terjemahan yang…

  • A. Lebih komunikatif dan mudah dipahami pembaca sasaran
  • B. Lebih sesuai dengan konteks budaya pembaca sasaran
  • C. Cenderung kaku karena terikat pada bentuk dan struktur BSu
  • D. Lebih kreatif karena penerjemah bebas mengekspresikan gagasan
Jawaban: C. Cenderung kaku karena terikat pada bentuk dan struktur BSu.
Kesepadanan formal yang mengutamakan kemiripan bentuk dengan BSu seringkali menghasilkan terjemahan yang kaku dan kurang alami dalam BSa dibandingkan kesepadanan dinamis, sesuai Modul 3.
43.

Seorang mahasiswa membandingkan dua terjemahan novel yang sama. Terjemahan pertama lebih setia pada gaya bahasa asli, sedangkan terjemahan kedua lebih mudah dibaca namun agak jauh dari teks asli. Perbedaan ini mencerminkan dikotomi antara…

  • A. Kesepadanan formal dan kesepadanan dinamis
  • B. Prosedur transposisi dan modulasi
  • C. Prapenerjemahan dan pascapenerjemahan
  • D. Metode kalke dan peminjaman
Jawaban: A. Kesepadanan formal dan kesepadanan dinamis.
Terjemahan yang setia pada gaya asli mencerminkan kesepadanan formal, sedangkan yang mengutamakan keterbacaan mencerminkan kesepadanan dinamis, dua konsep utama di Modul 3.
44.

Mengapa penerjemahan teks yang mengandung humor atau permainan kata (pun) termasuk masalah penerjemahan yang kompleks?

  • A. Karena teks humor selalu ditulis dalam register formal yang sulit
  • B. Karena humor hanya ditemukan dalam teks sastra bertaraf tinggi
  • C. Karena penerjemah dilarang mengubah konten dari teks BSu
  • D. Karena efek humornya bergantung pada sistem bunyi atau leksikal BSu yang tidak ada padanannya dalam BSa
Jawaban: D. Karena efek humornya bergantung pada sistem bunyi atau leksikal BSu yang tidak ada padanannya dalam BSa.
Permainan kata mengandalkan keunikan sistem leksikal atau fonetis BSu sehingga sulit menemukan padanan yang mempertahankan efek humor dalam BSa, merupakan masalah penerjemahan di Modul 2.
45.

Fungsi kognitif bahasa dan fungsi komunikatif bahasa saling berkaitan. Perbedaan mendasar keduanya terletak pada…

  • A. Fungsi kognitif hanya berlaku untuk bahasa tulis, sedangkan komunikatif untuk bahasa lisan
  • B. Fungsi kognitif berkaitan dengan proses berpikir internal, sedangkan komunikatif berkaitan dengan interaksi sosial eksternal
  • C. Fungsi kognitif hanya dimiliki manusia dewasa, sedangkan komunikatif sudah ada sejak bayi
  • D. Fungsi kognitif bersifat universal, sedangkan fungsi komunikatif bergantung pada budaya setempat
Jawaban: B. Fungsi kognitif berkaitan dengan proses berpikir internal, sedangkan komunikatif berkaitan dengan interaksi sosial eksternal.
Fungsi kognitif berhubungan dengan cara bahasa membantu manusia berpikir dan membentuk konsep, sementara fungsi komunikatif berfokus pada penggunaan bahasa untuk berinteraksi secara sosial, sesuai Modul 1.
46.

Prosedur kalke dalam penerjemahan berbeda dari peminjaman karena kalke…

  • A. Mengambil kata BSu tanpa perubahan apapun
  • B. Mengganti seluruh kalimat BSu dengan kalimat baru dalam BSa
  • C. Menerjemahkan unsur-unsur kata atau frasa BSu secara harfiah ke dalam BSa
  • D. Mengubah makna kata BSu agar sesuai dengan konteks budaya BSa
Jawaban: C. Menerjemahkan unsur-unsur kata atau frasa BSu secara harfiah ke dalam BSa.
Kalke menerjemahkan komponen-komponen suatu ekspresi BSu satu per satu ke dalam BSa, berbeda dari peminjaman yang mengambil kata BSu secara utuh, sesuai Modul 6.
47.

Penerjemah perlu memahami tujuan teks BSu karena tujuan teks memengaruhi…

  • A. Pilihan metode dan prosedur penerjemahan yang tepat
  • B. Jumlah halaman terjemahan yang harus dihasilkan
  • C. Kecepatan penerjemah dalam menyelesaikan pekerjaan
  • D. Honorarium yang diterima penerjemah dari klien
Jawaban: A. Pilihan metode dan prosedur penerjemahan yang tepat.
Tujuan teks BSu menentukan pendekatan penerjemahan yang sesuai agar pesan tersampaikan secara efektif kepada pembaca sasaran, sebagaimana dibahas di Modul 7.
48.

Salah satu prinsip dasar penerjemahan yang dikemukakan dalam Modul 3 menyatakan bahwa terjemahan yang baik adalah terjemahan yang tidak terasa seperti terjemahan. Prinsip ini berkaitan erat dengan konsep…

  • A. Kesetiaan pada bentuk gramatikal BSu
  • B. Keakuratan makna denotatif kata per kata
  • C. Peminjaman leksikal dari bahasa sumber
  • D. Kewajaran dan kelancaran teks dalam BSa
Jawaban: D. Kewajaran dan kelancaran teks dalam BSa.
Terjemahan yang tidak terasa seperti terjemahan mencerminkan kewajaran ekspresi dalam BSa sehingga pembaca BSa tidak merasa membaca teks asing, merupakan prinsip kealamiahan di Modul 3.
49.

Jenis anotasi yang disisipkan langsung dalam teks terjemahan di antara tanda kurung disebut…

  • A. Catatan akhir
  • B. Catatan dalam teks atau intratekstual
  • C. Catatan penerjemah di bagian pendahuluan
  • D. Glosarium bilingual
Jawaban: B. Catatan dalam teks atau intratekstual.
Anotasi yang disisipkan langsung di dalam teks menggunakan tanda kurung termasuk jenis catatan intratekstual, berbeda dari catatan kaki atau catatan akhir, sesuai Modul 9.
50.

Penguasaan prinsip-prinsip penerjemahan, pemilihan metode yang tepat, penerapan prosedur yang sesuai, serta kemampuan menyunting dan mengevaluasi hasil terjemahan merupakan gambaran kemampuan seorang…

  • A. Pembaca teks sastra lintas budaya
  • B. Pengajar bahasa asing tingkat dasar
  • C. Penerjemah profesional yang kompeten
  • D. Penulis bilingual yang kreatif
Jawaban: C. Penerjemah profesional yang kompeten.
Kombinasi penguasaan teori, metode, prosedur, penyuntingan, dan evaluasi terjemahan mencerminkan profil penerjemah profesional yang kompeten sebagaimana digambarkan dalam keseluruhan BMP BING4318.

Perlu kamu ketahui, UT mengenal beberapa format ujian yang berbeda. Ada Ujian Tatap Muka (UTM) yang diselenggarakan langsung di lokasi ujian, ada Ujian Online (UO) yang bisa dikerjakan dari rumah lewat platform digital, dan ada pula Take Home Exam (THE).

Tidak ada usaha yang sia-sia, sekecil apapun itu. Setiap soal latihan yang kamu kerjakan, setiap halaman modul yang kamu baca, semuanya menumpuk menjadi kesiapan yang nyata. Semoga latihanmu menghadapi Soal UAS UT BING4318 Teori dan Masalah Penerjemahan berbuah nilai yang membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!