💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT BIOL4421 Pengendalian Hayati dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT BIOL4421 Pengendalian Hayati
Soal UT BIOL4421 Pengendalian Hayati

Pulang shift malam, buka modul BIOL4421 lagi, eh malah bingung bedain serangga pemangsa di Modul 4 dengan parasitoid di Modul 5. Dua modul ini mirip tapi fungsi ekologisnya beda jauh saat ngontrol hama. Sering ketuker. kumpulan soal UT di sini sengaja kami susun biar kamu nggak salah paham lagi soal peran agen pengendali hayati itu. BIOL4421 Pengendalian Hayati memang penuh detail kecil yang bikin gregetan kalau tidak dicermati.

Modul 2 soal prinsip ekologi populasi dan Modul 6 tentang patogen serangga jadi topik yang paling bikin mahasiswa UT mikir keras. Soalnya kadang konsep dasarnya malah bikin bingung saat dikaitkan sama aplikasi lapangan. Kerjakan soal ujian di bagian itu dulu. soal UT Biologi per modul ini sengaja kami buat untuk menguji pemahamanmu pada tiap KB yang paling sering muncul.

Soal UAS UT di bawah ini khusus merangkum inti dari Modul 7 tentang gulma sampai Modul 9 evaluasi musuh alami. Semua soal sudah dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan yang jelas. Fokus aja ke nomor yang jawabannya belum tepat sebelum lanjut.

Soal UT BIOL4421 Pengendalian Hayati

1.

Berikut ini yang merupakan contoh taktik pengendalian hama berbasis biologi adalah…

  • A. Penggunaan pestisida kimia
  • B. Pemasangan perangkap lampu
  • C. Pembajakan lahan secara mekanis
  • D. Penggunaan predator alami
Jawaban: D
Predator alami seperti kumbang coccinellid adalah agen pengendalian hayati yang memangsa hama secara langsung.
2.

Tujuan utama dari taktik pengendalian hama berbasis biologi adalah…

  • A. Memusnahkan semua hama
  • B. Meningkatkan resistensi hama
  • C. Mengurangi populasi hama hingga di bawah ambang ekonomi
  • D. Mempercepat siklus hidup hama
Jawaban: C
Pengendalian hayati bertujuan menjaga populasi hama pada tingkat yang tidak merugikan secara ekonomi, bukan pemusnahan total.
3.

Yang dimaksud dengan musuh alami dalam pengendalian hayati adalah…

  • A. Organisme yang memakan atau menginfeksi hama
  • B. Hama yang menyerang tanaman
  • C. Pestisida nabati
  • D. Tanaman transgenik
Jawaban: A
Musuh alami mencakup predator, parasitoid, dan patogen yang secara alami mengendalikan populasi hama.
4.

Salah satu keunggulan pengendalian hayati dibandingkan pengendalian kimia adalah…

  • A. Dapat membunuh hama dengan cepat
  • B. Meningkatkan populasi hama
  • C. Tidak meninggalkan residu berbahaya
  • D. Tidak spesifik terhadap hama
Jawaban: C
Pengendalian hayati menggunakan agen alami sehingga aman bagi lingkungan dan tidak meninggalkan residu kimia.
5.

Taktik pengendalian hama berbasis biologi yang memanfaatkan bakteri Bacillus thuringiensis termasuk ke dalam kelompok…

  • A. Patogen
  • B. Parasitoid
  • C. Predator
  • D. Kompetitor
Jawaban: A
Bacillus thuringiensis adalah bakteri patogen yang menghasilkan toksin untuk membunuh serangga hama.
6.

Manakah dari berikut ini yang BUKAN termasuk taktik pengendalian hama berbasis biologi?

  • A. Penyemprotan insektisida
  • B. Konservasi predator
  • C. Introduksi parasitoid
  • D. Aplikasi nematoda entomopatogen
Jawaban: A
Penyemprotan insektisida adalah pengendalian kimia, bukan biologi karena menggunakan bahan sintetis.
7.

Potensi utama pengendalian hayati dalam pengelolaan hama di masa depan terletak pada…

  • A. Kemampuannya menggantikan semua pestisida
  • B. Keterbatasan dalam skala aplikasi
  • C. Sifatnya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan
  • D. Biaya produksi yang sangat murah
Jawaban: C
Pengendalian hayati menawarkan solusi berkelanjutan dengan dampak minimal terhadap ekosistem.
8.

Salah satu tantangan dalam penerapan pengendalian hayati di masa depan adalah…

  • A. Hama menjadi lebih resisten
  • B. Pestisida kimia lebih efektif
  • C. Tanaman menjadi lebih rentan
  • D. Agen hayati sulit diproduksi massal
Jawaban: D
Kesulitan produksi massal agen hayati sering menjadi hambatan dalam aplikasi lapangan.
9.

Pengendalian hayati dianggap berpotensi besar untuk dikembangkan karena…

  • A. Dapat diaplikasikan tanpa pengetahuan khusus
  • B. Mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia
  • C. Hasilnya langsung terlihat dalam hitungan jam
  • D. Cocok untuk semua jenis hama
Jawaban: B
Pengendalian hayati merupakan alternatif yang mengurangi dampak negatif pestisida kimia.
10.

Masa depan pengendalian hayati sangat bergantung pada…

  • A. Peningkatan dosis aplikasi
  • B. Penelitian dan pengembangan teknologi
  • C. Ketersediaan agen hayati komersial
  • D. Penggunaan pestisida secara bersamaan
Jawaban: B
Inovasi dan riset terus diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi agen hayati.
11.

Di masa mendatang, pengendalian hayati diharapkan dapat diintegrasikan dengan…

  • A. Teknologi pertanian presisi
  • B. Pestisida kimia sintetis
  • C. Sistem monokultur
  • D. Pembakaran lahan
Jawaban: A
Integrasi dengan teknologi pertanian presisi dapat mengoptimalkan aplikasi agen hayati secara tepat.
12.

Salah satu hambatan pengembangan pengendalian hayati adalah persepsi petani yang menganggapnya…

  • A. Terlalu mahal
  • B. Kurang efektif dibanding pestisida kimia
  • C. Mudah diaplikasikan
  • D. Cepat bereaksi
Jawaban: B
Petani sering meragukan efektivitas pengendalian hayati karena hasilnya tidak secepat pestisida kimia.
13.

Prinsip dasar ekologi populasi yang relevan dalam pengendalian hayati adalah…

  • A. Hukum Hardy-Weinberg
  • B. Konsep seleksi alam
  • C. Hukum pemisahan Mendel
  • D. Konsep daya dukung lingkungan
Jawaban: D
Daya dukung lingkungan membatasi pertumbuhan populasi hama sehingga musuh alami dapat menekannya.
14.

Faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan populasi serangga hama antara lain…

  • A. Jenis tanah
  • B. Ketinggian tempat
  • C. Suhu dan kelembaban
  • D. Salinitas air
Jawaban: C
Suhu dan kelembaban merupakan faktor abiotik utama yang mempengaruhi perkembangan dan reproduksi serangga.
15.

Model pertumbuhan populasi eksponensial terjadi jika…

  • A. Tidak ada faktor pembatas
  • B. Sumber daya terbatas
  • C. Ada predasi
  • D. Populasi mencapai daya dukung
Jawaban: A
Pertumbuhan eksponensial hanya terjadi ketika lingkungan tidak membatasi dengan sumber daya melimpah.
16.

Konsep ambang ekonomi dalam pengendalian hama berarti…

  • A. Populasi hama harus nol
  • B. Populasi hama di bawah ambang tidak perlu dikendalikan
  • C. Semua hama harus dimusnahkan
  • D. Biaya pengendalian tidak dihitung
Jawaban: B
Ambang ekonomi adalah kepadatan populasi hama dimana tindakan pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah kerugian.
17.

Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan ledakan populasi hama adalah…

  • A. Ketersediaan musuh alami melimpah
  • B. Pestisida yang digunakan terus menerus
  • C. Ketersediaan makanan yang rendah
  • D. Kondisi cuaca yang ekstrem
Jawaban: D
Kondisi cuaca seperti suhu hangat dan kelembaban tinggi sering memicu reproduksi hama secara cepat.
18.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi serangga hama dalam ekosistem pertanian meliputi natalitas, mortalitas, imigrasi, dan emigrasi. Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh dari faktor mortalitas yang bergantung pada kepadatan populasi?

  • A. Banjir besar yang mematikan sebagian besar populasi hama secara tiba-tiba
  • B. Penggunaan insektisida kimia secara rutin tanpa melihat populasi
  • C. Kekeringan panjang yang mengurangi sumber air secara merata
  • D. Peningkatan aktivitas parasitoid saat populasi hama meningkat
Jawaban: D
Mortalitas yang bergantung pada kepadatan populasi meningkat seiring peningkatan populasi, seperti parasitoid yang lebih aktif saat populasi hama tinggi.
19.

Suhu lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan populasi serangga hama. Jika suhu harian rata-rata meningkat dari 25°C menjadi 30°C, maka dampak yang paling mungkin terjadi adalah…

  • A. Penurunan laju reproduksi serangga hama karena stres panas
  • B. Peningkatan laju perkembangan dan reproduksi serangga hama
  • C. Perpanjangan siklus hidup serangga hama hingga dua kali lipat
  • D. Kematian massal serangga hama akibat ketidakmampuan adaptasi
Jawaban: B
Peningkatan suhu dalam batas toleransi dapat mempercepat perkembangan dan reproduksi serangga hama karena metabolisme meningkat.
20.

Kelembaban udara yang rendah di suatu wilayah pertanian menyebabkan penurunan populasi serangga hama tertentu. Mekanisme utama yang mendasari fenomena ini adalah…

  • A. Serangga hama kehilangan air tubuh lebih cepat sehingga mortalitas meningkat
  • B. Serangga hama bermigrasi ke daerah yang lebih lembab
  • C. Semua jawaban di atas benar
  • D. Telur serangga hama tidak dapat menetas tanpa kelembaban tinggi
Jawaban: C
Kelembaban rendah menyebabkan dehidrasi, migrasi, dan gagal penetasan telur, sehingga semua mekanisme tersebut berperan.
21.

Curah hujan yang tinggi di musim penghujan seringkali menurunkan populasi serangga hama tertentu. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, hujan justru meningkatkan populasi hama. Contoh peningkatan populasi akibat hujan terjadi pada…

  • A. Ulat grayak yang terbawa air ke area baru
  • B. Belalang yang berkumpul untuk menghindari banjir
  • C. Kutu daun yang berkembang subur karena kelembaban tinggi
  • D. Rayap yang terpaksa naik ke permukaan tanah
Jawaban: C
Kelembaban tinggi dari hujan mendukung pertumbuhan tanaman inang dan reproduksi kutu daun, sehingga populasinya meningkat.
22.

Angin berperan penting dalam penyebaran serangga hama di lahan pertanian. Dampak langsung dari angin kencang terhadap populasi serangga hama adalah…

  • A. Memperkuat daya terbang serangga hama untuk bergerak melawan arah angin
  • B. Meningkatkan kemampuan predator menangkap serangga hama
  • C. Menghentikan aktivitas reproduksi serangga hama secara total
  • D. Membawa serangga hama ke area baru yang jauh dari sumber awal
Jawaban: D
Angin kencang dapat menerbangkan serangga hama ke area yang jauh, sehingga memperluas sebaran geografis populasi.
23.

Faktor abiotik seperti pH tanah mempengaruhi populasi serangga hama yang hidup di dalam tanah. Serangga hama yang sensitif terhadap pH rendah akan mengalami…

  • A. Peningkatan kemampuan bertelur karena suasana asam
  • B. Kematian atau penurunan aktivitas akibat kondisi asam
  • C. Mutasi genetik yang membuatnya tahan asam
  • D. Migrasi ke lapisan tanah yang lebih dalam
Jawaban: B
pH rendah menyebabkan stres fisiologis pada serangga tanah, mengganggu metabolisme dan menyebabkan kematian atau penurunan aktivitas.
24.

Intensitas cahaya mempengaruhi perilaku harian serangga hama. Serangga hama yang aktif pada malam hari biasanya akan mengalami…

  • A. Peningkatan populasi karena cahaya buatan menarik serangga
  • B. Penurunan populasi jika intensitas cahaya buatan tinggi
  • C. Tidak terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya
  • D. Perubahan siklus reproduksi menjadi diurnal
Jawaban: B
Cahaya buatan tinggi mengganggu aktivitas nokturnal, mengurangi perkawinan dan mencari makan, sehingga populasi menurun.
25.

Serangga dapat dikategorikan sebagai hama jika keberadaannya menyebabkan kerugian ekonomi. Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh kerusakan langsung oleh hama serangga?

  • A. Kontaminasi produk pascapanen oleh feses serangga
  • B. Penyebaran virus oleh kutu daun yang mengurangi hasil panen
  • C. Persaingan nutrisi antara serangga dengan tanaman
  • D. Penurunan harga jual karena daun tanaman berlubang
Jawaban: D
Kerusakan langsung terjadi ketika serangga secara fisik merusak bagian tanaman, seperti daun berlubang akibat gigitan.
26.

Ambang ekonomi adalah konsep penting dalam pengendalian hama serangga. Jika populasi hama telah melampaui ambang ekonomi, maka tindakan yang tepat adalah…

  • A. Melakukan pengendalian segera untuk mencegah kerugian lebih besar
  • B. Tidak melakukan apa-apa karena populasi masih rendah
  • C. Hanya melakukan pemantauan tanpa intervensi
  • D. Menunda pengendalian hingga musim panen tiba
Jawaban: A
Ambang ekonomi menandakan populasi hama sudah pada tingkat yang dapat menyebabkan kerugian, sehingga pengendalian harus segera dilakukan.
27.

Berikut adalah ciri-ciri serangga yang berpotensi menjadi hama utama pada tanaman, kecuali…

  • A. Memiliki laju reproduksi yang tinggi
  • B. Mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanaman
  • C. Memiliki kisaran inang yang sempit
  • D. Mudah menyebar ke area yang luas
Jawaban: C
Hama utama biasanya memiliki kisaran inang luas, bukan sempit, karena dapat menyerang banyak jenis tanaman.
28.

Serangga hama yang menyebabkan kerusakan pada bagian vegetatif tanaman seperti daun akan berdampak pada…

  • A. Penurunan hasil panen karena gangguan fotosintesis
  • B. Peningkatan kualitas buah karena penipisan daun
  • C. Percepatan pembungaan sebagai respons stress
  • D. Tidak ada dampak signifikan pada hasil akhir
Jawaban: A
Kerusakan daun mengurangi luas area fotosintesis, sehingga produksi karbohidrat berkurang dan hasil panen menurun.
29.

Jenis serangga hama yang menyerang buah tanaman biasanya menyebabkan kerusakan berupa…

  • A. Akar putus dan tanaman layu
  • B. Daun menguning dan rontok sebelum waktunya
  • C. Lubang gerekan pada buah dan pembusukan sekunder
  • D. Batang patah karena berat serangga
Jawaban: C
Hama buah seperti penggerek buah membuat lubang gerekan yang memicu infeksi patogen dan pembusukan.
30.

Konsep tingkat kerusakan ekonomi digunakan untuk menentukan…

  • A. Jumlah serangga hama yang harus dimusnahkan setiap hari
  • B. Populasi hama pada saat kerugian yang ditimbulkan sama dengan biaya pengendalian
  • C. Waktu yang tepat untuk memulai pemantauan hama
  • D. Jenis predator yang paling efektif mengendalikan hama
Jawaban: B
Tingkat kerusakan ekonomi adalah titik di mana kerugian akibat hama setara dengan biaya pengendalian, sehingga tindakan perlu diambil.
31.

Jika biaya pengendalian hama serangga pada suatu lahan adalah Rp500.000 per hektar dan nilai hasil panen yang hilang akibat serangan hama adalah Rp400.000 per hektar, maka keputusan yang paling rasional adalah…

  • A. Melakukan pengendalian karena kerugian sudah besar
  • B. Menunggu hingga populasi hama meningkat dua kali lipat
  • C. Melakukan pengendalian setengah dosis untuk menghemat biaya
  • D. Tidak melakukan pengendalian karena biaya lebih besar daripada kerugian
Jawaban: D
Secara ekonomi, jika biaya pengendalian melebihi kerugian, tindakan pengendalian tidak menguntungkan sehingga sebaiknya tidak dilakukan.
32.

Dalam perhitungan ambang ekonomi, faktor yang harus dipertimbangkan adalah…

  • A. Biaya pengendalian, nilai hasil panen, dan tingkat kerusakan
  • B. Hanya jumlah serangga hama saat ini
  • C. Jenis predator alami yang ada di lahan
  • D. Waktu tanam dan varietas tanaman
Jawaban: A
Ambang ekonomi dihitung berdasarkan biaya pengendalian, nilai ekonomi hasil panen, dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan hama.
33.

Keuntungan utama dari penerapan konsep ambang ekonomi dalam pengelolaan hama adalah…

  • A. Mencegah penggunaan pestisida yang tidak perlu dan menghemat biaya
  • B. Menekan populasi hama hingga nol secara total
  • C. Mempercepat pertumbuhan tanaman dengan mengurangi populasi serangga
  • D. Meningkatkan hasil panen secara eksponensial
Jawaban: A
Ambang ekonomi membantu petani hanya melakukan pengendalian saat benar-benar perlu, sehingga mengurangi pemakaian pestisida dan biaya.
34.

Dampak jangka panjang dari pengabaian ambang ekonomi dalam pengendalian hama serangga adalah…

  • A. Terjadinya resistensi hama terhadap pestisida dan peningkatan biaya produksi
  • B. Populasi hama menjadi stabil dalam jangka waktu lama
  • C. Musuh alami menjadi lebih dominan tanpa campur tangan manusia
  • D. Hasil panen meningkat karena hama terkendali secara alami
Jawaban: A
Penggunaan pestisida berlebihan tanpa ambang ekonomi mendorong resistensi hama, sehingga biaya dan dosis meningkat dari waktu ke waktu.
35.

Dalam konteks ekonomi pengendalian hama, konsep Ambang Ekonomi (AE) didefinisikan sebagai…

  • A. Kepadatan populasi hama pada saat kerusakan tanaman mencapai titik maksimal
  • B. Jumlah musuh alami yang dibutuhkan untuk menekan populasi hama secara alami
  • C. Tingkat populasi hama di mana pengendalian harus dilakukan untuk mencegah kerusakan ekonomi
  • D. Tingkat populasi hama yang menyebabkan kerugian ekonomi sama dengan biaya pengendalian
Jawaban: C
Ambang ekonomi adalah kepadatan populasi hama di mana tindakan pengendalian harus segera dilakukan agar kerugian ekonomi tidak melebihi biaya pengendalian.
36.

Jika biaya pengendalian hama adalah Rp500.000 per hektar dan harga tanaman adalah Rp10.000 per kg, dengan potensi kehilangan hasil akibat hama sebesar 200 kg per hektar, maka nilai Ambang Ekonomi dalam kg per hektar adalah…

  • A. 150 kg
  • B. 100 kg
  • C. 50 kg
  • D. 200 kg
Jawaban: C
Ambang Ekonomi dihitung dengan membagi biaya pengendalian dengan harga tanaman, yaitu 500.000/10.000 = 50 kg.
37.

Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri umum serangga pemangsa adalah…

  • A. Memiliki tubuh yang relatif lebih besar dari mangsanya
  • B. Menghabiskan seluruh atau sebagian besar hidupnya di dalam tubuh inang
  • C. Membunuh mangsanya dengan cepat untuk segera dikonsumsi
  • D. Memiliki alat mulut yang kuat seperti mandibula untuk menangkap mangsa
Jawaban: B
Ciri menghabiskan hidup di dalam tubuh inang merupakan karakteristik parasitoid, bukan pemangsa. Pemangsa biasanya hidup bebas dan memangsa langsung.
38.

Contoh serangga pemangsa yang umum digunakan dalam pengendalian hayati adalah…

  • A. Kupu-kupu
  • B. Lalat buah
  • C. Ngengat
  • D. Kumbang kepik
Jawaban: D
Kumbang kepik (Coccinellidae) adalah predator yang efektif untuk mengendalikan kutu daun dan hama kecil lainnya.
39.

Serangga pemangsa dari famili Syrphidae, yaitu lalat bunga, pada tahap larvanya memangsa…

  • A. Ulat daun
  • B. Kumbang penggerek
  • C. Telur belalang
  • D. Kutu daun
Jawaban: D
Larva lalat bunga (Syrphidae) adalah predator kutu daun (aphid) yang efektif di berbagai ekosistem pertanian.
40.

Salah satu keunggulan menggunakan serangga pemangsa sebagai agen pengendali hayati adalah…

  • A. Dapat memangsa berbagai jenis hama dalam satu waktu
  • B. Hanya memangsa satu jenis hama secara spesifik
  • C. Memiliki siklus hidup yang sangat panjang
  • D. Tidak memerlukan lingkungan yang lembab
Jawaban: A
Serangga pemangsa umumnya polifag, sehingga dapat memangsa berbagai jenis hama, memberikan fleksibilitas dalam pengendalian.
41.

Serangga pemangsa dari ordo Odonata, seperti capung, memangsa mangsa dengan cara…

  • A. Memangsa mangsa saat terbang dengan kaki yang berduri
  • B. Menyuntikkan racun ke tubuh mangsa
  • C. Menghisap cairan tubuh mangsa menggunakan alat mulut
  • D. Menggigit dan mengunyah bagian tubuh mangsa
Jawaban: A
Capung (Odonata) memangsa serangga kecil terbang dengan menggunakan kaki yang berduri untuk menangkap mangsa di udara.
42.

Pada tahap pencarian mangsa, serangga pemangsa menggunakan berbagai rangsangan. Rangsangan visual biasanya digunakan pada jarak…

  • A. Dekat, untuk mengidentifikasi mangsa secara detail
  • B. Tidak ada pengaruh visual dalam pencarian mangsa
  • C. Menengah, untuk mengejar mangsa
  • D. Jauh, untuk mendeteksi keberadaan mangsa
Jawaban: D
Rangsangan visual efektif pada jarak jauh untuk mendeteksi keberadaan mangsa, sedangkan rangsangan kimia atau taktil digunakan pada jarak dekat.
43.

Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan pemangsa dalam memilih mangsa adalah…

  • A. Kemampuan mangsa untuk bergerak cepat
  • B. Ukuran mangsa yang lebih besar dari pemangsa
  • C. Warna mangsa yang kontras dengan lingkungan
  • D. Ketersediaan mangsa di sekitar habitat pemangsa
Jawaban: C
Warna mangsa yang kontras memudahkan pemangsa mendeteksi dan menangkap mangsa, terutama pemangsa yang mengandalkan penglihatan.
44.

Mekanisme pertahanan mangsa yang membuat serangga pemangsa enggan memangsa adalah…

  • A. Mimikri Batesian, yaitu mangsa meniru bentuk daun
  • B. Membuat jaring di sekitar tubuh
  • C. Bergerak sangat lambat agar tidak terdeteksi
  • D. Mengeluarkan bau busuk atau cairan beracun
Jawaban: D
Mengeluarkan bau busuk atau cairan beracun adalah mekanisme pertahanan kimia yang efektif untuk menghalangi pemangsa.
45.

Jika terdapat dua jenis mangsa yang tersedia, pemangsa cenderung memilih mangsa yang…

  • A. Memiliki nilai energi lebih tinggi dengan usaha penangkapan yang rendah
  • B. Berukuran paling kecil agar mudah ditangkap
  • C. Bergerak secara acak di lingkungan
  • D. Berwarna cerah dan mencolok
Jawaban: A
Pemangsa akan memilih mangsa yang memberikan keuntungan energi maksimal dengan biaya penangkapan minimal, sesuai prinsip optimal foraging.
46.

Konsep pemangsaan tipe fungsional (functional response) tipe II menunjukkan bahwa…

  • A. Jumlah mangsa yang dimakan meningkat linear seiring peningkatan kepadatan mangsa
  • B. Jumlah mangsa yang dimakan meningkat cepat kemudian melambat hingga mencapai titik jenuh
  • C. Jumlah mangsa yang dimakan menurun saat kepadatan mangsa meningkat
  • D. Pemangsa tidak terpengaruh oleh perubahan kepadatan mangsa
Jawaban: B
Respon fungsional tipe II menunjukkan kurva jenuh, di mana pada awal peningkatan kepadatan mangsa, konsumsi meningkat cepat, lalu melambat karena keterbatasan waktu penanganan.
47.

Serangga parasitoid adalah organisme yang pada tahap larvanya…

  • A. Hidup di dalam atau pada tubuh inang dan akhirnya membunuh inang
  • B. Hidup bebas dan memangsa inang secara langsung
  • C. Hanya memakan sisa-sisa organik dari inang
  • D. Bersimbiosis dengan inang tanpa merugikan inang
Jawaban: A
Parasitoid memiliki fase larva yang hidup di dalam atau pada tubuh inang, dan pada akhirnya inang akan mati sebagai akibat dari perkembangan parasitoid.
48.

Contoh serangga parasitoid yang umum digunakan untuk mengendalikan hama ulat kubis adalah…

  • A. Trichogramma spp.
  • B. Chrysoperla carnea
  • C. Cotesia plutellae
  • D. Mantis religiosa
Jawaban: C
Cotesia plutellae adalah parasitoid larva yang efektif untuk mengendalikan ulat kubis (Plutella xylostella) dengan meletakkan telur di dalam tubuh larva.
49.

Perbedaan utama antara parasitoid dan predator adalah…

  • A. Parasitoid hanya membunuh satu inang untuk menyelesaikan perkembangan larvanya
  • B. Predator membutuhkan satu mangsa untuk menyelesaikan siklus hidupnya
  • C. Parasitoid berukuran lebih besar dari inangnya
  • D. Predator selalu hidup di dalam tubuh mangsa
Jawaban: A
Parasitoid hanya membutuhkan satu inang untuk menyelesaikan siklus hidup larvanya, sementara predator perlu memangsa banyak mangsa selama hidupnya.
50.

Proses oviposisi pada parasitoid biasanya dilakukan dengan cara…

  • A. Meletakkan telur di sekitar sarang inang
  • B. Menyuntikkan telur ke dalam tubuh inang menggunakan ovipositor
  • C. Menempelkan telur pada permukaan daun
  • D. Menanam telur di dalam tanah
Jawaban: B
Parasitoid betina menggunakan ovipositor untuk menyuntikkan telur langsung ke dalam tubuh inang, sehingga larva yang menetas langsung mendapatkan sumber makanan.
51.

Spesies parasitoid yang menyerang telur inang disebut…

  • A. Parasitoid larva
  • B. Parasitoid telur
  • C. Parasitoid pupa
  • D. Parasitoid imago
Jawaban: B
Parasitoid telur seperti Trichogramma spp. menyerang dan berkembang di dalam telur inang, mencegah telur menetas menjadi larva.
52.

Serangga parasitoid pada tahap dewasanya umumnya hidup bebas dan memakan nektar, tetapi pada tahap larvanya bersifat parasitoid. Apa yang dilakukan larva parasitoid terhadap inangnya?

  • A. Hidup di dalam tubuh inang dan akhirnya membunuhnya
  • B. Memangsa dan memakan inang secara langsung
  • C. Bertelur di luar inang dan larva mencari makan sendiri
  • D. Membantu inang berkembang biak lebih cepat
Jawaban: A
Larva parasitoid hidup di dalam atau pada tubuh inang, mengambil nutrisi, dan akhirnya menyebabkan kematian inang. Pada tahap dewasa, mereka hidup bebas dan sering memakan nektar.
53.

Ciri utama yang membedakan serangga parasitoid dengan predator adalah bahwa parasitoid hanya memakan satu inang selama siklus hidupnya. Manakah yang termasuk contoh parasitoid?

  • A. Kumbang Coccinellidae yang memakan kutu daun
  • B. Lebah parasit dari famili Ichneumonidae
  • C. Capung yang memangsa nyamuk
  • D. Belalang sembah yang menangkap lalat
Jawaban: B
Lebah parasit famili Ichneumonidae adalah parasitoid karena larvanya berkembang di dalam inang dan hanya memakan satu inang. Predator seperti kumbang Coccinellidae memakan banyak mangsa.
54.

Dalam pengendalian hayati, parasitoid sering digunakan untuk mengendalikan hama. Salah satu keunggulan parasitoid dibandingkan predator adalah spesifisitas inang yang tinggi. Apa dampak dari spesifisitas ini?

  • A. Parasitoid dapat membunuh berbagai jenis hama sekaligus
  • B. Parasitoid membutuhkan lebih banyak makanan daripada predator
  • C. Parasitoid hanya menyerang spesies inang tertentu sehingga aman bagi serangga non-target
  • D. Parasitoid lebih mudah dipelihara di laboratorium
Jawaban: C
Spesifisitas inang yang tinggi membuat parasitoid hanya menyerang spesies inang tertentu, sehingga mengurangi risiko terhadap serangga non-target dan meningkatkan efektivitas pengendalian hayati.
55.

Pemilihan inang oleh parasitoid sangat penting untuk keberhasilan reproduksinya. Faktor apa yang paling menentukan dalam pemilihan inang oleh parasitoid betina?

  • A. Ukuran dan kualitas inang yang sesuai untuk perkembangan larva
  • B. Warna inang yang mencolok
  • C. Jumlah inang yang banyak di suatu area
  • D. Kecepatan gerak inang
Jawaban: A
Parasitoid betina memilih inang berdasarkan ukuran dan kualitas yang cukup untuk mendukung perkembangan larva hingga dewasa. Ukuran dan kualitas inang menentukan keberhasilan reproduksi parasitoid.
56.

  • A. Memiliki kemampuan menyerang berbagai spesies inang
  • B. Hanya menyerang satu spesies inang
  • C. Tidak efektif dalam pengendalian hayati
  • D. Lebih spesifik dalam memilih inang daripada monofag
Jawaban: A
Parasitoid polifag dapat menyerang berbagai spesies inang, sehingga lebih fleksibel dalam pengendalian hayati, meskipun kadang kurang spesifik dibandingkan monofag.
57.

Respon inang terhadap serangan parasitoid dapat berupa kapsulasi atau enkapsulasi. Apa yang dimaksud dengan enkapsulasi oleh inang?

  • A. Inang melarikan diri dari parasitoid
  • B. Inang mengeluarkan racun untuk membunuh parasitoid
  • C. Inang membentuk lapisan sel di sekitar telur parasitoid untuk menghancurkannya
  • D. Inang mempercepat pertumbuhan parasitoid
Jawaban: C
Enkapsulasi adalah respons imun inang dengan membentuk lapisan sel di sekitar telur atau larva parasitoid untuk menghancurkannya, sehingga inang dapat bertahan hidup.
58.

Dalam klasifikasi parasitoid, terdapat kelompok idioobiont dan koinobiont. Apa perbedaan utama antara keduanya?

  • A. Idioobiont hanya menyerang inang dewasa, sedangkan koinobiont menyerang larva
  • B. Idioobiont membunuh inang segera, sedangkan koinobiont mengizinkan inang terus tumbuh
  • C. Idioobiont memiliki siklus hidup lebih panjang
  • D. Koinobiont tidak membutuhkan inang untuk berkembang
Jawaban: B
Idioobiont melumpuhkan atau membunuh inang segera setelah parasitasi, sementara koinobiont mengizinkan inang terus tumbuh dan berkembang selama beberapa waktu sebelum akhirnya mati.
59.

Parasitoid sering digunakan dalam program pengendalian hayati klasik. Apa syarat utama agar parasitoid efektif sebagai agen pengendali?

  • A. Memiliki kemampuan reproduksi yang rendah
  • B. Hanya menyerang inang yang sudah mati
  • C. Mudah menyebar dan menyesuaikan dengan lingkungan baru
  • D. Memerlukan inang alternatif yang banyak
Jawaban: C
Parasitoid efektif jika mudah menyebar dan beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga dapat mengendalikan populasi hama secara berkelanjutan.
60.

Bakteri patogen serangga yang umum digunakan dalam pengendalian hayati adalah Bacillus thuringiensis (Bt). Bagaimana cara kerja Bt dalam membunuh serangga?

  • A. Menghalangi pernapasan serangga
  • B. Menginfeksi sistem saraf serangga
  • C. Menyebabkan dehidrasi pada serangga
  • D. Menghasilkan toksin yang merusak saluran pencernaan serangga
Jawaban: D
Bacillus thuringiensis menghasilkan kristal protein toksin yang, setelah dimakan serangga, larut di usus dan merusak sel-sel epitel saluran pencernaan, menyebabkan kematian.
61.

Kapang atau jamur patogen serangga seperti Beauveria bassiana menginfeksi melalui kutikula. Apa yang terjadi setelah spora jamur menempel pada tubuh serangga?

  • A. Spora berkecambah dan menembus kutikula dengan enzim
  • B. Spora langsung berkembang di dalam darah
  • C. Spora menunggu serangga mati baru tumbuh
  • D. Spora menyebar melalui makanan
Jawaban: A
Spora jamur berkecambah di permukaan kutikula, menghasilkan hifa yang menembus kutikula dengan bantuan enzim, kemudian masuk ke dalam tubuh dan menyebar, menyebabkan kematian.
62.

Virus patogen serangga, seperti nucleopolyhedrovirus (NPV), memiliki cara infeksi khusus. Bagaimana NPV menginfeksi serangga?

  • A. Melalui spora yang terbawa udara
  • B. Melalui organ reproduksi
  • C. Melalui luka pada tubuh serangga
  • D. Melalui makanan yang terkontaminasi dan berkembang di usus
Jawaban: D
Nucleopolyhedrovirus (NPV) masuk ke tubuh serangga melalui makanan yang terkontaminasi, kemudian berkembang biak di sel usus dan menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan kematian.
63.

Keuntungan menggunakan patogen serangga dalam pengendalian hayati adalah spesifisitasnya. Namun, ada kelemahan utama. Apa kelemahan utama tersebut?

  • A. Membunuh serangga terlalu cepat
  • B. Mudah terdegradasi oleh sinar UV dan kondisi lingkungan
  • C. Tidak efektif melawan hama
  • D. Menyebabkan pencemaran tanah
Jawaban: B
Patogen serangga seperti bakteri, jamur, dan virus mudah terdegradasi oleh sinar ultraviolet dan kondisi lingkungan yang ekstrem, sehingga memerlukan aplikasi ulang.
64.

Dalam aplikasi bakteri patogen, formulasi sangat penting untuk meningkatkan stabilitas. Apa fungsi bahan pelindung dalam formulasi Bt?

  • A. Meningkatkan rasa makanan
  • B. Mempercepat pertumbuhan bakteri
  • C. Melindungi spora dari sinar UV dan kekeringan
  • D. Menarik serangga untuk datang
Jawaban: C
Bahan pelindung seperti lignin atau gula digunakan untuk melindungi spora Bt dari kerusakan akibat sinar UV dan kekeringan selama penyimpanan dan aplikasi di lapangan.
65.

Nematoda patogen serangga dari famili Heterorhabditidae dan Steinernematidae membawa bakteri simbion. Apa peran bakteri simbion ini?

  • A. Membantu nematoda bergerak
  • B. Mempercepat pertumbuhan nematoda
  • C. Melindungi nematoda dari predator
  • D. Mematikan inang dan menyediakan nutrisi untuk nematoda
Jawaban: D
Bakteri simbion yang dibawa nematoda patogen akan dilepaskan ke dalam hemocoel inang, menyebabkan septikemia dan kematian inang, serta menyediakan nutrisi bagi nematoda.
66.

Mikrosporidia adalah patogen serangga yang bersifat obligat intraseluler. Apa dampak infeksi mikrosporidia terhadap serangga?

  • A. Menyebabkan kematian segera dalam hitungan jam
  • B. Tidak berpengaruh pada serangga dewasa
  • C. Membuat serangga menjadi lebih kuat
  • D. Mengganggu reproduksi dan pertumbuhan secara kronis
Jawaban: D
Mikrosporidia menyebabkan infeksi kronis yang mengganggu reproduksi, pertumbuhan, dan umur serangga inang, biasanya tidak langsung mematikan tetapi melemahkan populasi dalam jangka panjang.
67.

Dalam pengendalian hayati menggunakan nematoda patogen, faktor lingkungan sangat memengaruhi efektivitasnya. Faktor apa yang paling kritis?

  • A. Kelembaban tanah yang tinggi untuk pergerakan nematoda
  • B. Ketersediaan inang alternatif
  • C. Suhu tinggi yang mempercepat metabolisme
  • D. Cahaya matahari yang cukup
Jawaban: A
Nematoda patogen memerlukan kelembaban tanah yang tinggi untuk bergerak dan bertahan hidup karena mereka rentan terhadap kekeringan. Lingkungan lembab meningkatkan efektivitas infeksi.
68.

Mikrosporidia memiliki siklus hidup yang kompleks dengan spora yang tahan lingkungan. Bagaimana spora mikrosporidia masuk ke tubuh serangga?

  • A. Melalui gigitan serangga lain
  • B. Melalui makanan atau air yang terkontaminasi
  • C. Melalui luka terbuka pada kutikula
  • D. Melalui pernapasan
Jawaban: B
Spora mikrosporidia masuk ke tubuh serangga melalui rute oral, yaitu saat serangga memakan makanan atau meminum air yang terkontaminasi spora, kemudian spora berkecambah di usus dan menginfeksi sel.
69.

Nematoda yang digunakan sebagai agen pengendalian hayati serangga hama umumnya berasal dari famili apa?

  • A. Mermithidae dan Rhabditidae
  • B. Steinernematidae dan Heterorhabditidae
  • C. Aphelenchoididae dan Tylenchidae
  • D. Dorylaimidae dan Mononchidae
Jawaban: B
Nematoda entomopatogen yang efektif berasal dari famili Steinernematidae dan Heterorhabditidae karena bersimbiosis dengan bakteri patogen.
70.

Mikrosporidia yang menginfeksi serangga hama umumnya menyebar melalui jalur apa?

  • A. Hanya melalui luka fisik
  • B. Melalui pernapasan saja
  • C. Oral (tertelan) atau kontak langsung
  • D. Melalui penetrasi kulit aktif
Jawaban: C
Mikrosporidia menginfeksi inang melalui jalur oral tertelan atau kontak langsung, kemudian berkembang di dalam sel.
71.

Apa tujuan utama pengendalian hayati gulma di bidang pertanian?

  • A. Meningkatkan populasi serangga penyerbuk
  • B. Mempercepat pertumbuhan tanaman budidaya
  • C. Menghilangkan semua jenis gulma secara total
  • D. Menekan populasi gulma hingga di bawah ambang ekonomi tanpa merusak ekosistem
Jawaban: D
Pengendalian hayati gulma bertujuan menekan populasi gulma ke tingkat yang tidak merugikan secara ekonomi, tanpa eliminasi total.
72.

Agen pengendalian hayati yang digunakan untuk mengendalikan patogen tanaman biasanya berupa apa?

  • A. Predator vertebrata
  • B. Serangga herbivora
  • C. Herbisida kimia
  • D. Mikroorganisme antagonis seperti jamur Trichoderma
Jawaban: D
Untuk mengendalikan patogen tanaman, agen hayati yang umum digunakan adalah mikroorganisme antagonis seperti jamur Trichoderma yang menghambat pertumbuhan patogen.
73.

Mekanisme apa yang sering dimanfaatkan dalam pengendalian hayati penyakit tanaman dengan menggunakan bakteri antagonis?

  • A. Predasi oleh serangga
  • B. Parasitisme langsung
  • C. Kompetisi dan antibiosis
  • D. Penghindaran fisik
Jawaban: C
Bakteri antagonis seperti Bacillus spp. mengendalikan patogen melalui kompetisi nutrisi dan antibiosis dengan menghasilkan senyawa antimikroba.
74.

Apa yang dimaksud dengan agen hayati hiperparasit dalam konteks pengendalian penyakit tanaman?

  • A. Mikroorganisme yang menyerang predator
  • B. Serangga yang memakan tumbuhan
  • C. Mikroorganisme yang menyerang patogen tanaman secara langsung
  • D. Herbisida biologi
Jawaban: C
Hiperparasit adalah agen hayati yang menginfeksi atau memangsa patogen tanaman, sehingga mengurangi keparahan penyakit.
75.

Apa keuntungan utama penggunaan agen hayati dalam pengendalian gulma dibandingkan herbisida kimia?

  • A. Lebih ramah lingkungan dan bersifat selektif
  • B. Lebih cepat membunuh gulma
  • C. Biaya produksi lebih murah
  • D. Tidak perlu aplikasi ulang
Jawaban: A
Agen hayati lebih ramah lingkungan dan selektif karena hanya menyerang gulma target tanpa merusak tanaman lain atau tanah.
76.

Prinsip dasar strategi pengendalian hayati gulma dengan metode klasik adalah dengan cara apa?

  • A. Memperkenalkan musuh alami dari daerah asal gulma
  • B. Menggunakan herbisida kimia dosis rendah
  • C. Meningkatkan keragaman tanaman budidaya
  • D. Menggunakan predator umum
Jawaban: A
Strategi klasik melibatkan introduksi musuh alami spesifik dari habitat asli gulma untuk menekan populasinya.
77.

Apa faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan agen hayati untuk pengendalian gulma?

  • A. Kemampuan agen untuk berkembang biak cepat
  • B. Spesifisitas inang yang tinggi terhadap gulma target
  • C. Ketahanan terhadap perubahan cuaca
  • D. Biaya produksi yang rendah
Jawaban: B
Spesifisitas inang tinggi diperlukan agar agen hayati hanya menyerang gulma target dan tidak merusak tanaman lain.
78.

Dalam pengendalian hayati gulma, apa yang dimaksud dengan metode inokulatif?

  • A. Pelepasan agen dalam jumlah besar sekali waktu
  • B. Pelepasan agen dalam jumlah kecil secara periodik untuk membangun populasi
  • C. Penggunaan herbisida biologi secara terus-menerus
  • D. Pemanfaatan predator alami tanpa campur tangan
Jawaban: B
Metode inokulatif melepaskan agen hayati dalam jumlah kecil secara berkala agar populasi terbentuk dan bertahan.
79.

Apa kelemahan utama dari pengendalian hayati gulma menggunakan jamur patogen?

  • A. Jamur tidak dapat bertahan di lingkungan
  • B. Biaya aplikasi sangat mahal
  • C. Jamur hanya menyerang akar
  • D. Keberhasilannya sangat tergantung pada kelembaban dan suhu
Jawaban: D
Efektivitas jamur patogen sangat dipengaruhi faktor lingkungan seperti kelembaban dan suhu yang optimal.
80.

Apa tujuan utama dari pengendalian hayati dalam konteks pertanian berkelanjutan?

  • A. Meningkatkan hasil panen secara drastis
  • B. Menyeimbangkan populasi hama dengan musuh alami
  • C. Menggantikan semua pestisida kimia
  • D. Mempercepat pertumbuhan tanaman
Jawaban: B
Tujuan utama pengendalian hayati adalah menjaga keseimbangan populasi hama dan musuh alami untuk pertanian berkelanjutan.
81.

Pendekatan augmentasi dalam pengendalian hayati bertujuan untuk apa?

  • A. Mengintroduksi spesies baru
  • B. Mengubah habitat hama
  • C. Menghentikan semua aplikasi pestisida
  • D. Meningkatkan populasi musuh alami yang sudah ada
Jawaban: D
Augmentasi adalah pelepasan musuh alami tambahan untuk meningkatkan populasi yang sudah ada di lapangan.
82.

Apa yang dimaksud dengan pendekatan konservasi dalam pengendalian hayati?

  • A. Menggunakan pestisida selektif
  • B. Mengimpor musuh alami dari luar negeri
  • C. Melindungi dan memanipulasi habitat untuk mendukung musuh alami
  • D. Membiakkan musuh alami di laboratorium
Jawaban: C
Konservasi melibatkan perlindungan dan modifikasi lingkungan agar musuh alami dapat bertahan dan berkembang.
83.

Mengapa taksonomi penting dalam pengendalian hayati?

  • A. Untuk mengidentifikasi spesies musuh alami yang tepat
  • B. Untuk mempercepat proses reproduksi agen
  • C. Untuk meningkatkan harga jual agen
  • D. Untuk mengurangi biaya pengendalian
Jawaban: A
Taksonomi membantu identifikasi spesies musuh alami sehingga agen yang digunakan sesuai dengan target hama.
84.

Apa risiko dari kesalahan identifikasi taksonomi dalam program pengendalian hayati?

  • A. Agen hayati dapat menjadi hama baru atau tidak efektif
  • B. Agen hayati menjadi lebih mahal
  • C. Populasi musuh alami menurun
  • D. Tanaman budidaya menjadi resisten
Jawaban: A
Kesalahan identifikasi dapat menyebabkan agen hayati tidak efisien atau bahkan menjadi invasif dan merugikan.
85.

Tujuan utama dari pengendalian hayati adalah untuk…

  • A. mengeliminasi semua populasi hama
  • B. mengurangi populasi hama di bawah ambang ekonomi
  • C. mengganti semua insektisida kimia
  • D. mendorong pertumbuhan populasi hama
Jawaban: B
Pengendalian hayati bertujuan menekan populasi hama hingga di bawah ambang ekonomi tanpa eliminasi total, sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
86.

Identifikasi spesies musuh alami yang tepat sangat bergantung pada cabang ilmu…

  • A. evolusi
  • B. taksonomi
  • C. ekologi
  • D. fisiologi
Jawaban: B
Taksonomi berperan penting dalam pengendalian hayati karena identifikasi spesies yang akurat diperlukan untuk memilih dan mengelola agen pengendali yang efektif.
87.

Kesalahan dalam identifikasi taksonomi agen pengendali hayati dapat menyebabkan…

  • A. kegagalan program pengendalian hayati
  • B. peningkatan keanekaragaman hayati
  • C. percepatan pertumbuhan populasi hama
  • D. peningkatan hasil panen secara langsung
Jawaban: A
Identifikasi taksonomi yang keliru membuat agen pengendali yang dipilih tidak sesuai sasaran, sehingga program pengendalian hayati tidak berhasil.
88.

Dalam program pengendalian hayati klasik, taksonomi membantu dalam hal…

  • A. menentukan harga jual agen hayati
  • B. menemukan spesies musuh alami dari daerah asal hama
  • C. mengolah limbah pertanian
  • D. mempercepat pertumbuhan gulma
Jawaban: B
Pengendalian hayati klasik melibatkan pencarian musuh alami dari daerah asal hama, dan taksonomi membantu identifikasi spesies yang tepat.
89.

Salah satu manfaat taksonomi dalam pengendalian hayati adalah untuk…

  • A. membedakan spesies yang mirip secara morfologi
  • B. meningkatkan resistensi hama
  • C. menurunkan kualitas tanah
  • D. memperkenalkan spesies invasif baru
Jawaban: A
Taksonomi berguna untuk membedakan spesies musuh alami yang mirip sehingga agen yang tepat dapat dipilih untuk pengendalian hayati.
90.

Kunci determinasi dalam taksonomi sering digunakan untuk…

  • A. mengukur suhu lingkungan
  • B. menganalisis kandungan hara tanah
  • C. menghitung jumlah populasi
  • D. mengidentifikasi spesies organisme
Jawaban: D
Kunci determinasi adalah alat taksonomi yang membantu mengidentifikasi spesies berdasarkan ciri-ciri morfologi, penting dalam memilih agen hayati.
91.

Pemantauan hama secara rutin bertujuan untuk…

  • A. menunggu ledakan populasi
  • B. meningkatkan penggunaan pestisida
  • C. mendeteksi perubahan populasi hama secara dini
  • D. menghentikan semua aktivitas pertanian
Jawaban: C
Pemantauan rutin memungkinkan deteksi dini perubahan populasi hama sehingga pengendalian hayati dapat dilakukan tepat waktu.
92.

Salah satu metode pemantauan musuh alami adalah dengan menggunakan…

  • A. pestisida kimia dosis tinggi
  • B. sistem irigasi tetes
  • C. perangkap cahaya atau perangkap kuning
  • D. pupuk organik padat
Jawaban: C
Perangkap cahaya atau perangkap kuning sering digunakan untuk memantau kehadiran dan kepadatan musuh alami di lapangan.
93.

Data pemantauan hama dan musuh alami sangat berguna untuk…

  • A. mengambil keputusan pengendalian yang tepat
  • B. menghilangkan semua serangga
  • C. menambah dosis pupuk
  • D. memperluas lahan pertanian
Jawaban: A
Hasil pemantauan menjadi dasar pengambilan keputusan apakah perlu intervensi pengendalian hayati atau tidak, sehingga tindakan lebih efektif.
94.

Frekuensi pemantauan hama yang disarankan pada musim tanam adalah…

  • A. setahun sekali
  • B. setiap bulan
  • C. setiap minggu
  • D. tidak perlu dipantau
Jawaban: C
Pemantauan mingguan pada musim tanam memungkinkan deteksi cepat perubahan populasi sehingga respons pengendalian hayati dapat segera dilakukan.
95.

Salah satu indikator keberhasilan pengendalian hayati yang diamati dalam pemantauan adalah…

  • A. peningkatan populasi musuh alami
  • B. peningkatan populasi hama
  • C. penurunan kualitas tanaman
  • D. pertambahan luas lahan
Jawaban: A
Peningkatan populasi musuh alami menunjukkan bahwa agen pengendali hayati berfungsi dan mampu menekan populasi hama.
96.

Evaluasi dampak musuh alami dilakukan untuk menilai…

  • A. harga jual hasil panen
  • B. keindahan tanaman
  • C. efektivitas musuh alami dalam mengendalikan hama
  • D. kandungan nutrisi tanah
Jawaban: C
Evaluasi dampak mengukur sejauh mana musuh alami berhasil menekan populasi hama, sehingga diketahui efektivitas pengendalian hayati.
97.

Salah satu metode evaluasi dampak musuh alami adalah dengan…

  • A. mengukur suhu udara
  • B. menganalisis pH tanah
  • C. menghitung curah hujan
  • D. membandingkan populasi hama di area dengan dan tanpa musuh alami
Jawaban: D
Perbandingan antara area yang ada musuh alami dan tanpa musuh alami dapat menunjukkan kontribusi pengendalian hayati pada populasi hama.
98.

Hasil evaluasi dampak musuh alami dapat digunakan untuk…

  • A. menambah jumlah pestisida
  • B. menyusun strategi pengendalian hayati yang lebih baik
  • C. menghentikan semua penelitian
  • D. mempercepat panen
Jawaban: B
Informasi dari evaluasi membantu penyempurnaan strategi pengendalian hayati agar lebih efektif di masa mendatang.
99.

Parameter yang sering digunakan dalam evaluasi dampak musuh alami adalah…

  • A. tinggi tanaman
  • B. kelembaban udara
  • C. warna daun
  • D. tingkat parasitisasi atau predasi
Jawaban: D
Tingkat parasitisasi dan predasi adalah parameter langsung yang menunjukkan aktivitas musuh alami dalam mengendalikan hama.
100.

Keberhasilan evaluasi dampak musuh alami sangat bergantung pada…

  • A. varietas tanaman
  • B. waktu penyiraman
  • C. jenis pupuk yang digunakan
  • D. data pemantauan yang akurat dan konsisten
Jawaban: D
Data pemantauan yang akurat dan konsisten diperlukan untuk mengevaluasi dampak musuh alami secara tepat dan valid.

Soal parasitoid dan patogen serangga sering muncul sebagai jebakan di UAS. Banyak mahasiswa yang hafal nama-nama agen hayati, tapi lupa kapan waktu tepat menggunakan masing-masing. Kebingungan biasanya terjadi antara bakteri Bacillus thuringiensis dengan kapang Beauveria bassiana. Pemahaman soal ekologi populasi di Modul 2 juga sering jadi penentu nilai. Ada banyak latihan UAS UT lain kalau kamu mau membandingkan polanya.

Di UAS nanti, soal UTM biasanya menguji konsep dasar tiap modul, sementara soal UO lebih ke kasus pengendalian hama di lapangan. Untuk BIOL4421 Pengendalian Hayati, pahami dulu peran pemangsa dan parasitoid sebelum masuk ke patogen. Soal Ujian UT sering menggabungkan teknik pemantauan musuh alami dengan evaluasi dampaknya. Kalau sudah paham prinsip ekologinya, sisanya hanya soal menghubungkan.

Bagikan

error: Content is protected !!