💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT FSAP4305 Korupsi dan Anti Korupsi Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UAS UT FSAP4305 Korupsi dan Anti Korupsi Beserta Kunci Jawaban
Soal UT FSAP4305 Korupsi dan Anti Korupsi

Mendekati jadwal UAS, banyak mahasiswa Universitas Terbuka mulai merasakan tekanan yang cukup nyata. Bukan sekadar soal kurang belajar, tapi bagaimana cara mencerna tumpukan modul agar benar-benar dipahami, bukan sekadar dihafal. Soal UAS UT FSAP4305 Korupsi dan Anti Korupsi menjadi salah satu ujian.

Mata kuliah ini bukan mata kuliah biasa yang bisa diremehkan begitu saja. Materinya membahas konsep korupsi secara mendalam sekaligus strategi anti korupsi yang aplikatif. Kisi-kisi Soal UT untuk mata kuliah ini mencakup berbagai sudut pandang, mulai dari landasan hukum, etika publik, hingga praktik pencegahan korupsi.

Cara paling efektif untuk mengukur sejauh mana pemahamanmu adalah dengan aktif mengerjakan Soal Latihan UT. Latihan bukan cuma tentang menghafal jawaban. Lewat proses ini, kamu bisa mengenali pola Soal UAS UT yang sering muncul, melatih kecepatan analisis, dan menemukan celah materi yang selama ini luput dari perhatian.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT FSAP4305 Korupsi dan Anti Korupsi

1.

Menurut Transparency International, korupsi didefinisikan sebagai…

  • A. Tindakan pejabat negara yang menyalahgunakan anggaran untuk kepentingan partai politik
  • B. Penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan untuk kepentingan pribadi
  • C. Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh aparatur negara dalam lingkup pemerintahan
  • D. Penggelapan dana publik oleh individu yang memiliki akses terhadap keuangan negara
Jawaban: B. Penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan untuk kepentingan pribadi
Transparency International mendefinisikan korupsi sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan (abuse of entrusted power) untuk keuntungan pribadi, yang merupakan definisi paling mendasar dalam kajian antikorupsi.
2.

Korupsi yang melibatkan pemberian suap kepada petugas tingkat rendah untuk memperlancar layanan administrasi sehari-hari disebut…

  • A. Korupsi administratif atau petty corruption
  • B. Korupsi politik atau grand corruption
  • C. Korupsi sistemik atau systemic corruption
  • D. Korupsi struktural atau structural corruption
Jawaban: A. Korupsi administratif atau petty corruption
Petty corruption merujuk pada korupsi skala kecil yang terjadi di tingkat operasional pelayanan publik, seperti suap kepada petugas loket, polisi, atau pegawai administrasi untuk mempercepat layanan.
3.

Jenis korupsi yang terjadi ketika seorang pejabat mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan tertentu dalam pengambilan kebijakan publik disebut…

  • A. Gratifikasi
  • B. Penggelapan
  • C. Nepotisme
  • D. Kolusi
Jawaban: C. Nepotisme
Nepotisme adalah bentuk korupsi yang melibatkan pengutamaan anggota keluarga atau kelompok tertentu dalam pemberian jabatan atau keuntungan, sehingga mengabaikan prinsip meritokrasi.
4.

Undang-Undang Republik Indonesia yang secara khusus mengatur tentang pemberantasan tindak pidana korupsi adalah…

  • A. UU No. 28 Tahun 1999
  • B. UU No. 15 Tahun 2002
  • C. UU No. 8 Tahun 2010
  • D. UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001
Jawaban: D. UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001
Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 yang diperbarui dengan UU No. 20 Tahun 2001 merupakan landasan hukum utama pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.
5.

Grand corruption berbeda dari petty corruption terutama karena grand corruption…

  • A. Dilakukan oleh masyarakat umum, sedangkan petty corruption dilakukan oleh pejabat
  • B. Melibatkan pejabat tinggi dan nilai yang sangat besar sehingga merusak kebijakan negara
  • C. Bersifat sporadis dan tidak terorganisasi, sedangkan petty corruption bersifat sistematis
  • D. Hanya terjadi di sektor swasta, sedangkan petty corruption terjadi di sektor publik
Jawaban: B. Melibatkan pejabat tinggi dan nilai yang sangat besar sehingga merusak kebijakan negara
Grand corruption melibatkan pejabat pemerintahan di tingkat tinggi dengan nilai kerugian yang masif sehingga berpotensi mendistorsi kebijakan publik dan fungsi negara secara keseluruhan.
6.

Teori GONE yang dikemukakan oleh Jack Bologna menjelaskan faktor penyebab korupsi melalui empat unsur. Huruf “G” dalam akronim GONE merujuk pada…

  • A. Government, yakni lemahnya pengawasan pemerintah
  • B. Greed, yakni keserakahan yang timbul akibat tekanan ekonomi
  • C. Greed, yakni sifat serakah yang ada pada diri manusia
  • D. Governance, yakni tata kelola pemerintahan yang buruk
Jawaban: C. Greed, yakni sifat serakah yang ada pada diri manusia
Dalam teori GONE, “G” merujuk pada Greed (keserakahan) sebagai dorongan internal dari individu itu sendiri, bukan semata karena tekanan eksternal seperti kemiskinan.
7.

Menurut teori Robert Klitgaard, korupsi dapat terjadi apabila terdapat monopoli kekuasaan ditambah diskresi yang besar dan dikurangi akuntabilitas. Formula tersebut dirumuskan sebagai…

  • A. C = M + D – A
  • B. C = M x D + A
  • C. C = D + A – M
  • D. C = A – M + D
Jawaban: A. C = M + D – A
Klitgaard merumuskan bahwa Corruption (C) sama dengan Monopoly (M) ditambah Discretion (D) dikurangi Accountability (A), sehingga semakin rendah akuntabilitas maka semakin besar peluang korupsi.
8.

Faktor penyebab korupsi yang berasal dari luar individu, seperti lingkungan kerja yang permisif terhadap praktik suap, termasuk dalam kategori faktor…

  • A. Faktor psikologis individual
  • B. Faktor biologis dan hereditas
  • C. Faktor moral dan spiritual
  • D. Faktor eksternal atau lingkungan
Jawaban: D. Faktor eksternal atau lingkungan
Faktor eksternal mencakup kondisi di luar individu seperti budaya organisasi, sistem pengawasan yang lemah, dan norma sosial yang mentoleransi korupsi sehingga mendorong perilaku koruptif.
9.

Seorang pegawai negeri yang bergaji cukup tetap melakukan korupsi karena ingin memenuhi gaya hidup mewah. Kondisi ini paling tepat dijelaskan oleh faktor penyebab korupsi berupa…

  • A. Kebutuhan ekonomi mendesak akibat rendahnya gaji
  • B. Keserakahan dan gaya hidup konsumtif
  • C. Lemahnya sistem pengawasan internal
  • D. Kurangnya sanksi hukum yang tegas
Jawaban: B. Keserakahan dan gaya hidup konsumtif
Ketika seseorang melakukan korupsi bukan karena kekurangan tetapi karena keinginan memenuhi kebutuhan hidup mewah, faktor pendorongnya adalah sifat serakah (greed) dan pola hidup konsumtif.
10.

Rendahnya gaji pegawai negeri yang tidak sebanding dengan beban kerja sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab korupsi. Argumen ini menggambarkan faktor penyebab korupsi dari sisi…

  • A. Budaya dan tradisi organisasi
  • B. Lemahnya penegakan hukum
  • C. Kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan
  • D. Diskresi kekuasaan yang berlebihan
Jawaban: C. Kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan
Ketidaksesuaian antara gaji dan kebutuhan hidup merupakan faktor ekonomi yang mendorong individu mencari sumber pendapatan tambahan melalui cara-cara tidak sah, termasuk korupsi.
11.

Pandangan yang menyatakan bahwa korupsi merupakan hasil dari proses pembelajaran sosial di mana individu meniru perilaku koruptif dari lingkungannya disebut pendekatan…

  • A. Pendekatan sosiologis atau pembelajaran sosial
  • B. Pendekatan biologis dan determinisme genetik
  • C. Pendekatan struktural-fungsional
  • D. Pendekatan hukum normatif
Jawaban: A. Pendekatan sosiologis atau pembelajaran sosial
Teori pembelajaran sosial (social learning theory) menjelaskan bahwa perilaku koruptif dipelajari melalui interaksi sosial, imitasi, dan penguatan dari lingkungan sekitar individu.
12.

Normalisasi korupsi dalam suatu masyarakat, di mana memberi uang pelicin dianggap hal yang wajar dan lumrah, merupakan wujud korupsi sebagai…

  • A. Korupsi struktural yang melembaga dalam birokrasi
  • B. Korupsi episodik yang bersifat sementara
  • C. Korupsi transaksional antara pemberi dan penerima
  • D. Korupsi sebagai gejala sosial dan budaya
Jawaban: D. Korupsi sebagai gejala sosial dan budaya
Ketika korupsi telah diterima secara sosial dan dianggap normal dalam kehidupan sehari-hari, hal itu menunjukkan bahwa korupsi telah berakar sebagai gejala sosial dan budaya yang sulit diberantas.
13.

Istilah “capture state” dalam kajian korupsi mengacu pada kondisi di mana…

  • A. Aparat hukum berhasil menangkap pelaku korupsi kelas atas
  • B. Kelompok kepentingan tertentu menguasai kebijakan negara demi keuntungan pribadi
  • C. Negara berhasil merebut aset hasil korupsi dari pelakunya
  • D. Pemerintah mengendalikan seluruh sektor ekonomi nasional
Jawaban: B. Kelompok kepentingan tertentu menguasai kebijakan negara demi keuntungan pribadi
State capture terjadi ketika elite bisnis atau kelompok kepentingan berhasil memengaruhi dan mengendalikan proses pembuatan kebijakan negara sehingga menguntungkan kelompok tersebut secara tidak sah.
14.

Korupsi yang dilakukan secara terorganisasi dan melibatkan jaringan luas antara pelaku bisnis, birokrat, dan politisi disebut…

  • A. Korupsi sporadis
  • B. Korupsi transaksional
  • C. Korupsi sistemik
  • D. Korupsi birokratik
Jawaban: C. Korupsi sistemik
Korupsi sistemik bersifat terstruktur, meluas, dan melibatkan jaringan aktor dari berbagai sektor sehingga menjadi bagian dari cara kerja sistem birokrasi dan politik secara keseluruhan.
15.

Dampak korupsi terhadap perekonomian yang paling mendasar adalah…

  • A. Menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi investasi
  • B. Meningkatkan inflasi secara langsung di pasar domestik
  • C. Mendorong pertumbuhan sektor informal yang tidak terkendali
  • D. Melemahkan nilai tukar mata uang nasional secara otomatis
Jawaban: A. Menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi investasi
Korupsi menciptakan ketidakpastian hukum dan biaya tambahan bagi dunia usaha sehingga investor enggan menanamkan modal, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.
16.

Korupsi dalam pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan di rumah sakit pemerintah berdampak paling langsung pada…

  • A. Penurunan pendapatan asli daerah
  • B. Lemahnya citra diplomatik Indonesia di mata dunia
  • C. Berkurangnya jumlah tenaga medis di fasilitas kesehatan
  • D. Menurunnya kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat miskin
Jawaban: D. Menurunnya kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat miskin
Korupsi di sektor kesehatan menyebabkan pengadaan obat dan alat kesehatan tidak optimal, sehingga masyarakat miskin yang bergantung pada layanan publik paling terdampak oleh menurunnya kualitas pelayanan.
17.

Dampak korupsi terhadap demokrasi yang paling signifikan adalah…

  • A. Meningkatnya jumlah partai politik yang bersaing dalam pemilu
  • B. Melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi dan proses demokrasi
  • C. Berkurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
  • D. Meningkatnya konflik horizontal antara kelompok masyarakat
Jawaban: B. Melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi dan proses demokrasi
Korupsi yang merajalela membuat warga negara tidak lagi percaya kepada lembaga-lembaga demokrasi seperti parlemen, pemerintah, dan peradilan, sehingga merusak fondasi sistem demokrasi itu sendiri.
18.

Korupsi dalam pembangunan infrastruktur yang menyebabkan penggunaan material di bawah standar paling berpotensi mengakibatkan…

  • A. Menurunnya pendapatan kontraktor swasta
  • B. Meningkatnya ketergantungan pada anggaran negara
  • C. Ancaman keselamatan jiwa masyarakat pengguna infrastruktur
  • D. Turunnya nilai estetika bangunan publik
Jawaban: C. Ancaman keselamatan jiwa masyarakat pengguna infrastruktur
Penggunaan material di bawah standar akibat korupsi dalam proyek infrastruktur berpotensi menyebabkan kerusakan atau keruntuhan bangunan, jembatan, atau jalan yang secara langsung mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
19.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor…

  • A. UU No. 30 Tahun 2002
  • B. UU No. 28 Tahun 2002
  • C. UU No. 31 Tahun 2002
  • D. UU No. 32 Tahun 2002
Jawaban: A. UU No. 30 Tahun 2002
KPK dibentuk dan diatur oleh Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai lembaga independen dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
20.

Salah satu kewenangan KPK yang membedakannya dari kepolisian dan kejaksaan dalam penanganan korupsi adalah…

  • A. Kewenangan menetapkan tersangka tanpa melalui proses penyelidikan
  • B. Kewenangan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang
  • C. Kewenangan menjatuhkan hukuman pidana tanpa melewati pengadilan
  • D. Kewenangan melakukan penyadapan dalam rangka penyelidikan dan penyidikan
Jawaban: D. Kewenangan melakukan penyadapan dalam rangka penyelidikan dan penyidikan
KPK diberikan kewenangan khusus melakukan penyadapan yang diatur dalam UU KPK, sebuah kewenangan yang tidak dimiliki secara umum oleh kepolisian maupun kejaksaan dalam konteks pemberantasan korupsi.
21.

Fungsi pencegahan korupsi yang dilakukan KPK mencakup kegiatan…

  • A. Menangkap pelaku korupsi yang tertangkap tangan menerima suap
  • B. Melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah dan membangun sistem integritas nasional
  • C. Mengajukan tuntutan hukuman maksimal kepada terdakwa kasus korupsi
  • D. Mengelola aset negara yang disita dari terpidana kasus korupsi
Jawaban: B. Melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah dan membangun sistem integritas nasional
Fungsi pencegahan KPK bersifat proaktif melalui koordinasi, supervisi, dan pembangunan sistem antikorupsi di berbagai lembaga, bukan hanya melalui tindakan penindakan hukum.
22.

Gratifikasi dalam konteks hukum pidana korupsi Indonesia didefinisikan sebagai…

  • A. Hadiah yang diberikan atas dasar hubungan pertemanan tanpa kaitan jabatan
  • B. Pemberian kepada pejabat negara yang telah memasuki masa pensiun
  • C. Pemberian dalam arti luas kepada pegawai negeri yang berhubungan dengan jabatannya
  • D. Imbalan resmi yang diberikan pemerintah kepada pegawai berprestasi
Jawaban: C. Pemberian dalam arti luas kepada pegawai negeri yang berhubungan dengan jabatannya
Gratifikasi mencakup segala bentuk pemberian seperti uang, barang, diskon, atau fasilitas kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang terkait dengan jabatan atau kewenangannya.
23.

Program Monitoring Centre for Prevention (MCP) yang dikembangkan KPK bertujuan untuk…

  • A. Memantau dan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah secara terstruktur
  • B. Melacak pergerakan aset para terdakwa korupsi di seluruh Indonesia
  • C. Mengelola pengaduan masyarakat tentang dugaan korupsi secara digital
  • D. Memantau transaksi keuangan mencurigakan di perbankan nasional
Jawaban: A. Memantau dan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah secara terstruktur
MCP adalah program pencegahan korupsi KPK yang berfokus pada perbaikan delapan area tata kelola pemerintahan daerah guna mencegah potensi korupsi sejak dini melalui pemantauan berkala.
24.

Ombudsman Republik Indonesia merupakan lembaga negara yang berwenang mengawasi…

  • A. Pengelolaan keuangan negara oleh kementerian dan lembaga pemerintah
  • B. Kinerja aparat penegak hukum dalam penanganan kasus pidana
  • C. Rekrutmen pegawai negeri sipil di seluruh instansi pemerintahan
  • D. Penyelenggaraan pelayanan publik oleh lembaga pemerintah dan badan usaha milik negara
Jawaban: D. Penyelenggaraan pelayanan publik oleh lembaga pemerintah dan badan usaha milik negara
Sesuai UU No. 37 Tahun 2008, Ombudsman RI berwenang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara dan pemerintah, termasuk BUMN dan BUMD.
25.

Konsep maladministrasi yang menjadi rujukan utama Ombudsman dalam menilai kualitas pelayanan publik mencakup perilaku…

  • A. Penggelapan uang retribusi oleh petugas loket pelayanan
  • B. Penundaan berlarut, pembiaran, dan penyalahgunaan wewenang dalam pelayanan publik
  • C. Penerimaan suap oleh pegawai untuk mempercepat pengurusan izin
  • D. Penyelewengan anggaran dalam program pemberdayaan masyarakat
Jawaban: B. Penundaan berlarut, pembiaran, dan penyalahgunaan wewenang dalam pelayanan publik
Maladministrasi merujuk pada perilaku atau perbuatan yang tidak patut dalam penyelenggaraan pelayanan publik, seperti penundaan berlarut, tidak memberikan pelayanan, diskriminasi, dan penyalahgunaan wewenang.
26.

Ombudsman Republik Indonesia dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor…

  • A. UU No. 25 Tahun 2008
  • B. UU No. 14 Tahun 2008
  • C. UU No. 37 Tahun 2008
  • D. UU No. 25 Tahun 2009
Jawaban: C. UU No. 37 Tahun 2008
Ombudsman Republik Indonesia secara resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga pengawas pelayanan publik yang independen.
27.

Peran Ombudsman dalam pencegahan korupsi di bidang pelayanan publik dilakukan terutama melalui…

  • A. Menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat tentang maladministrasi serta memberikan rekomendasi perbaikan
  • B. Menjatuhkan sanksi pidana kepada penyelenggara pelayanan yang melakukan pelanggaran
  • C. Menggantikan pejabat yang terbukti melakukan maladministrasi dengan pejabat baru
  • D. Menerbitkan regulasi standar pelayanan publik yang mengikat seluruh instansi pemerintah
Jawaban: A. Menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat tentang maladministrasi serta memberikan rekomendasi perbaikan
Ombudsman tidak memiliki kewenangan pidana, tetapi berperan melalui fungsi pengawasan berbasis laporan masyarakat dan pemberian rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti oleh penyelenggara layanan.
28.

Pendidikan antikorupsi bertujuan utama untuk…

  • A. Memberikan pengetahuan teknis tentang cara melaporkan kasus korupsi kepada penegak hukum
  • B. Mencetak kader jaksa dan hakim yang khusus menangani perkara korupsi
  • C. Meningkatkan kemampuan investigasi jurnalis dalam mengungkap korupsi
  • D. Membangun nilai, sikap, dan perilaku antikorupsi melalui proses pembelajaran
Jawaban: D. Membangun nilai, sikap, dan perilaku antikorupsi melalui proses pembelajaran
Pendidikan antikorupsi bersifat preventif dan transformatif, bertujuan menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sejak dini agar generasi mendatang menolak korupsi secara sadar.
29.

Nilai antikorupsi yang mencerminkan ketidaksediaan seseorang menerima atau memberikan sesuatu yang bukan haknya disebut nilai…

  • A. Keberanian
  • B. Kejujuran
  • C. Kepedulian
  • D. Kemandirian
Jawaban: B. Kejujuran
Kejujuran merupakan nilai inti antikorupsi yang mencerminkan komitmen seseorang untuk tidak mengambil atau menerima sesuatu yang bukan haknya dan selalu bertindak sesuai kebenaran.
30.

Strategi pendidikan antikorupsi yang paling efektif untuk diterapkan di tingkat sekolah dasar adalah melalui…

  • A. Pemberian mata kuliah hukum pidana korupsi sebagai mata pelajaran wajib
  • B. Diskusi mendalam tentang kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani KPK
  • C. Pembiasaan nilai kejujuran dan tanggung jawab melalui kegiatan sehari-hari di sekolah
  • D. Pelibatan siswa dalam pengawasan anggaran sekolah secara langsung
Jawaban: C. Pembiasaan nilai kejujuran dan tanggung jawab melalui kegiatan sehari-hari di sekolah
Pada jenjang pendidikan dasar, pendekatan yang paling sesuai adalah pembiasaan (habituasi) nilai-nilai antikorupsi melalui praktik nyata sehari-hari, bukan melalui pendekatan kognitif yang bersifat abstrak.
31.

Sembilan nilai antikorupsi yang dikembangkan KPK meliputi kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan…

  • A. Keadilan
  • B. Ketaatan
  • C. Keterbukaan
  • D. Kepatuhan
Jawaban: A. Keadilan
Sembilan nilai antikorupsi KPK terdiri dari: kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan sebagai nilai kesembilan.
32.

Integrasi pendidikan antikorupsi ke dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah menengah merupakan contoh pendekatan…

  • A. Pendekatan monodisiplin yang terfokus pada satu bidang ilmu
  • B. Pendekatan eksklusif yang memisahkan antikorupsi dari kurikulum umum
  • C. Pendekatan punitive yang mengutamakan sanksi bagi pelanggar aturan sekolah
  • D. Pendekatan integratif yang menyisipkan nilai antikorupsi dalam kurikulum yang ada
Jawaban: D. Pendekatan integratif yang menyisipkan nilai antikorupsi dalam kurikulum yang ada
Pendekatan integratif menanamkan nilai antikorupsi ke dalam mata pelajaran yang sudah ada tanpa membuat mata pelajaran baru, sehingga lebih efisien dan menjangkau seluruh aspek pembelajaran.
33.

Gerakan antikorupsi yang melibatkan partisipasi masyarakat sipil dalam mengawasi penggunaan anggaran publik disebut…

  • A. Pengawasan represif oleh lembaga pengadilan
  • B. Social accountability atau akuntabilitas sosial
  • C. Internal audit yang dilakukan oleh inspektorat
  • D. External audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
Jawaban: B. Social accountability atau akuntabilitas sosial
Akuntabilitas sosial merupakan mekanisme di mana warga negara dan organisasi masyarakat sipil secara aktif memantau dan menuntut pertanggungjawaban penyelenggara negara atas penggunaan anggaran publik.
34.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menjadi kerangka internasional utama dalam pemberantasan korupsi dikenal dengan nama…

  • A. UN Convention Against Transnational Organized Crime (UNTOC)
  • B. UN Convention on the Rights of the Child (UNCRC)
  • C. UN Convention Against Corruption (UNCAC)
  • D. UN Global Compact Against Bribery (UNGCAB)
Jawaban: C. UN Convention Against Corruption (UNCAC)
UNCAC yang diadopsi PBB pada tahun 2003 merupakan instrumen hukum internasional yang paling komprehensif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi secara global dan telah diratifikasi Indonesia.
35.

Kerja sama internasional dalam pemberantasan korupsi yang melibatkan pemulangan aset hasil korupsi yang disimpan di luar negeri disebut…

  • A. Asset recovery atau pemulihan aset
  • B. Mutual legal assistance atau bantuan hukum timbal balik
  • C. Extradition atau perjanjian ekstradisi
  • D. Confiscation order atau perintah penyitaan
Jawaban: A. Asset recovery atau pemulihan aset
Asset recovery merupakan proses pengembalian aset negara yang dicuri melalui korupsi dan disembunyikan di luar negeri, yang diatur dalam Bab V UNCAC sebagai salah satu pilar utama kerja sama antikorupsi internasional.
36.

Peran media massa dalam gerakan antikorupsi yang paling strategis adalah…

  • A. Menjatuhkan vonis kepada pejabat yang diduga melakukan korupsi melalui pemberitaan
  • B. Mengelola laporan keuangan pemerintah agar transparan bagi publik
  • C. Menggantikan fungsi lembaga pengawas dalam audit keuangan negara
  • D. Mengungkap dan mempublikasikan kasus korupsi sehingga mendorong akuntabilitas publik
Jawaban: D. Mengungkap dan mempublikasikan kasus korupsi sehingga mendorong akuntabilitas publik
Media massa berperan sebagai watchdog yang mengekspos praktik korupsi melalui investigasi jurnalistik, sehingga menciptakan tekanan publik dan mendorong akuntabilitas pejabat yang terlibat.
37.

Gerakan antikorupsi berbasis komunitas yang melibatkan warga dalam pemantauan layanan publik di tingkat desa disebut…

  • A. Citizen journalism atau jurnalisme warga
  • B. Community monitoring atau pemantauan komunitas
  • C. Crowd funding atau pengumpulan dana komunitas
  • D. Social media activism atau aktivisme media sosial
Jawaban: B. Community monitoring atau pemantauan komunitas
Community monitoring melibatkan warga secara langsung dalam pengawasan program dan layanan publik di tingkat lokal, merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang efektif dalam mencegah korupsi di tingkat akar rumput.
38.

Korupsi dalam pelayanan publik paling sering terjadi pada tahap…

  • A. Perencanaan kebijakan layanan oleh kementerian terkait
  • B. Evaluasi tahunan kinerja unit pelayanan publik
  • C. Titik pertemuan antara petugas dan pengguna layanan
  • D. Proses rekrutmen tenaga pelayan publik baru
Jawaban: C. Titik pertemuan antara petugas dan pengguna layanan
Korupsi dalam pelayanan publik paling rentan terjadi pada titik kontak langsung (frontline) antara petugas dan pengguna layanan, di mana terjadi pertukaran informasi, dokumen, atau uang secara langsung.
39.

Penerapan sistem antrian elektronik dan pembatasan interaksi langsung antara petugas dan pengguna layanan merupakan solusi pencegahan korupsi yang bekerja melalui mekanisme…

  • A. Pengurangan peluang terjadinya korupsi melalui desain sistem
  • B. Penegakan sanksi hukum yang lebih berat bagi pelaku korupsi
  • C. Peningkatan pendapatan petugas agar tidak tergiur menerima suap
  • D. Pendidikan moral bagi petugas pelayan publik
Jawaban: A. Pengurangan peluang terjadinya korupsi melalui desain sistem
Sistem elektronik dan minimisasi kontak langsung merupakan pendekatan structural prevention yang secara teknis mengurangi kesempatan terjadinya korupsi dengan mendesain ulang proses layanan.
40.

Prinsip pelayanan publik yang mengharuskan seluruh prosedur, biaya, dan standar layanan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat disebut prinsip…

  • A. Aksesibilitas
  • B. Efisiensi
  • C. Akuntabilitas
  • D. Transparansi
Jawaban: D. Transparansi
Transparansi dalam pelayanan publik mengharuskan keterbukaan informasi mengenai persyaratan, prosedur, biaya, dan waktu penyelesaian layanan sehingga masyarakat dapat mengawasi dan mencegah penyimpangan.
41.

Salah satu indikator keberhasilan reformasi birokrasi dalam mencegah korupsi pelayanan publik adalah meningkatnya skor pada…

  • A. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
  • B. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index
  • C. Indeks Harga Konsumen (IHK)
  • D. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI)
Jawaban: B. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index
CPI yang diterbitkan Transparency International mengukur persepsi tingkat korupsi di sektor publik. Semakin tinggi skor IPK suatu negara, semakin bersih persepsi publik terhadap pelayanan dan tata kelola pemerintahannya.
42.

Praktik korupsi berupa pungutan liar (pungli) termasuk dalam kategori delik korupsi…

  • A. Penggelapan dalam jabatan
  • B. Benturan kepentingan dalam pengadaan
  • C. Pemerasan
  • D. Perbuatan curang
Jawaban: C. Pemerasan
Pungutan liar yang dipaksakan oleh pegawai atau pejabat kepada masyarakat yang membutuhkan layanan termasuk dalam delik pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 UU Tipikor.
43.

Berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001, unsur utama yang harus terpenuhi agar suatu perbuatan dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi adalah…

  • A. Perbuatan melawan hukum dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara
  • B. Adanya kesengajaan dan dilakukan oleh lebih dari satu pelaku
  • C. Pelaku adalah pegawai negeri sipil yang aktif bertugas
  • D. Kerugian negara melebihi nilai satu miliar rupiah
Jawaban: A. Perbuatan melawan hukum dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara
Dua unsur utama tindak pidana korupsi menurut UU Tipikor adalah adanya perbuatan melawan hukum dan akibat berupa kerugian terhadap keuangan negara atau perekonomian negara, tanpa batas nilai minimum.
44.

Apabila seorang pejabat pengadaan barang memenangkan perusahaan milik saudaranya dalam tender proyek pemerintah tanpa proses yang transparan, jenis korupsi yang paling tepat menggambarkan kondisi tersebut adalah…

  • A. Gratifikasi
  • B. Suap menyuap
  • C. Penggelapan dalam jabatan
  • D. Benturan kepentingan dalam pengadaan
Jawaban: D. Benturan kepentingan dalam pengadaan
Benturan kepentingan (conflict of interest) dalam pengadaan terjadi ketika pejabat yang berwenang memiliki kepentingan pribadi terhadap pihak yang menjadi mitra atau peserta pengadaan barang dan jasa pemerintah.
45.

Perbedaan mendasar antara korupsi dan kolusi adalah bahwa kolusi mensyaratkan adanya…

  • A. Kerugian keuangan negara dalam jumlah yang sangat besar
  • B. Kesepakatan atau persekongkolan antara dua pihak atau lebih
  • C. Pelaku yang merupakan pejabat negara tingkat menteri ke atas
  • D. Keterlibatan pihak asing atau perusahaan multinasional
Jawaban: B. Kesepakatan atau persekongkolan antara dua pihak atau lebih
Kolusi secara definitif melibatkan persekongkolan rahasia antara dua pihak atau lebih untuk tujuan yang merugikan pihak lain atau negara, berbeda dari korupsi yang dapat dilakukan secara individual.
46.

Sistem pelaporan korupsi yang melindungi identitas pelapor dari ancaman dan pembalasan disebut…

  • A. Sistem audit internal
  • B. Sistem pengaduan masyarakat
  • C. Sistem perlindungan whistleblower
  • D. Sistem pemantauan ombudsman
Jawaban: C. Sistem perlindungan whistleblower
Whistleblower protection system memberikan jaminan keamanan, kerahasiaan identitas, dan perlindungan hukum bagi individu yang melaporkan dugaan korupsi, sehingga mendorong lebih banyak orang berani melapor.
47.

Dalam konteks reformasi birokrasi, zona integritas merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja pemerintah yang berhasil membangun…

  • A. Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)
  • B. Sistem informasi keuangan yang terintegrasi dengan Kementerian Keuangan
  • C. Tim audit internal yang independen dari pengaruh pimpinan
  • D. Standar pelayanan minimal yang diakui oleh ISO internasional
Jawaban: A. Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)
Zona integritas adalah sebutan bagi unit kerja yang memperoleh predikat WBK atau WBBM, yakni pengakuan atas komitmen nyata dalam membangun birokrasi yang bersih dari korupsi dan berorientasi pelayanan publik yang baik.
48.

Dampak korupsi terhadap kesenjangan sosial terjadi karena korupsi cenderung…

  • A. Mendistribusikan anggaran negara secara lebih merata kepada daerah terpencil
  • B. Mendorong kelompok miskin untuk lebih aktif berwirausaha secara mandiri
  • C. Meningkatkan jumlah lapangan kerja di sektor informal perkotaan
  • D. Mengalihkan sumber daya publik kepada kelompok elite sehingga memperlebar kesenjangan
Jawaban: D. Mengalihkan sumber daya publik kepada kelompok elite sehingga memperlebar kesenjangan
Korupsi mengalihkan anggaran yang seharusnya digunakan untuk program sosial dan pembangunan ke tangan kelompok elite, sehingga memperbesar jurang antara kelompok kaya dan miskin dalam masyarakat.
49.

Apabila sebuah daerah memiliki Indeks Persepsi Korupsi yang rendah namun tingkat belanja sosialnya tinggi, analisis yang paling tepat adalah…

  • A. Belanja sosial yang tinggi membuktikan daerah tersebut bebas dari korupsi
  • B. IPK yang rendah mengindikasikan anggaran sosial berpotensi bocor akibat korupsi sehingga manfaatnya tidak optimal
  • C. IPK rendah menunjukkan daerah tersebut tidak perlu diawasi oleh KPK
  • D. Tingginya belanja sosial secara otomatis meningkatkan skor IPK dalam jangka pendek
Jawaban: B. IPK yang rendah mengindikasikan anggaran sosial berpotensi bocor akibat korupsi sehingga manfaatnya tidak optimal
IPK rendah berarti persepsi korupsi tinggi, sehingga meskipun belanja sosial besar, efektivitasnya dipertanyakan karena sebagian besar anggaran berpotensi diselewengkan sebelum mencapai kelompok penerima manfaat.
50.

Strategi pencegahan korupsi yang paling komprehensif menggabungkan pendekatan pencegahan, pendidikan, dan penindakan. Pendekatan yang mengutamakan penciptaan sistem yang tidak memberi ruang bagi korupsi disebut pendekatan…

  • A. Pendekatan deterrence atau efek jera melalui hukuman berat
  • B. Pendekatan moralistik melalui penguatan nilai-nilai agama
  • C. Pendekatan sistemik melalui reformasi kelembagaan dan tata kelola
  • D. Pendekatan represif melalui operasi tangkap tangan
Jawaban: C. Pendekatan sistemik melalui reformasi kelembagaan dan tata kelola
Pendekatan sistemik berfokus pada perbaikan struktur, prosedur, dan sistem pengawasan lembaga agar secara inheren tidak memberikan celah bagi korupsi, merupakan strategi jangka panjang yang paling berkelanjutan.

Perlu kamu tahu, UT menerapkan beberapa format ujian yang berbeda. Ada Ujian Tatap Muka atau UTM yang dilaksanakan langsung di lokasi ujian, ada Ujian Online atau UO yang bisa dikerjakan dari mana saja secara daring, dan ada juga Take Home Exam atau THE yang memberikan fleksibilitas waktu pengerjaan di rumah.

Setiap Soal UT yang kamu kerjakan, semuanya punya kontribusi nyata terhadap kesiapanmu. Teruslah berlatih dengan konsisten, dan percayalah bahwa persiapan matang untuk Soal UAS UT FSAP4305 Korupsi dan Anti Korupsi akan membawa hasil yang sepadan di hari ujian nanti.

Bagikan

error: Content is protected !!