Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT FSAP4402 Analisis Kebijakan Publik dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT FSAP4402 Analisis Kebijakan Publik dan Kunci Jawaban
Soal UT FSAP4402 Analisis Kebijakan Publik

Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, menghadapi Soal UAS UT FSAP4402 Analisis Kebijakan Publik bukan sekadar urusan hafalan. Ada banyak modul yang harus dicerna, dan tantangan terbesarnya adalah mengubah tumpukan materi itu menjadi pemahaman yang benar-benar nempel di kepala.

FSAP4402 Analisis Kebijakan Publik adalah mata kuliah yang mengasah kemampuan mahasiswa dalam merancang pesan komunikasi secara efektif. Di era serba digital seperti sekarang, dua kemampuan ini bukan hanya relevan di dunia akademik, tapi juga punya nilai praktis yang tinggi di dunia kerja. Wajar kalau mata kuliah ini layak mendapat perhatian lebih.

Latihan UT secara konsisten. Latihan bukan cuma soal mengulang materi. Lewat Kisi-kisi Soal UT yang tersedia, kamu bisa mengenali pola pertanyaan yang sering muncul, melatih kecepatan berpikir, dan menutup celah pemahaman yang mungkin belum disadari. Semakin sering berlatih, semakin kecil peluang terkejut saat Soal UT.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT FSAP4402 Analisis Kebijakan Publik

1.

Analisis kebijakan publik secara umum didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu sosial terapan yang menggunakan berbagai metode penelitian dan argumen untuk menghasilkan dan memindahkan informasi yang relevan bagi kebijakan. Definisi tersebut dikemukakan oleh…

  • A. Thomas Dye
  • B. William N. Dunn
  • C. Harold Lasswell
  • D. Charles Lindblom
Jawaban: B. William N. Dunn
William N. Dunn mendefinisikan analisis kebijakan publik sebagai disiplin ilmu sosial terapan yang menggunakan berbagai metode penelitian dan argumen untuk menghasilkan serta memindahkan informasi yang relevan bagi proses pembuatan kebijakan.
2.

Kebijakan publik menurut Thomas Dye adalah segala sesuatu yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan atau tidak dilakukan. Pernyataan ini menekankan bahwa kebijakan publik mencakup…

  • A. Tindakan aktif maupun keputusan untuk tidak bertindak oleh pemerintah
  • B. Hanya peraturan perundang-undangan yang telah disahkan oleh legislatif
  • C. Program dan anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah pusat
  • D. Kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat luas secara merata
Jawaban: A. Tindakan aktif maupun keputusan untuk tidak bertindak oleh pemerintah
Definisi Dye menegaskan bahwa kebijakan publik bukan hanya tindakan yang dilakukan pemerintah, tetapi juga mencakup pilihan untuk tidak bertindak terhadap suatu masalah publik.
3.

Dalam studi kebijakan publik, istilah “policy stakeholders” merujuk pada…

  • A. Para ahli kebijakan yang bertugas merancang agenda kebijakan pemerintah
  • B. Lembaga legislatif yang memiliki kewenangan membuat undang-undang
  • C. Individu atau kelompok yang dipengaruhi atau mempengaruhi kebijakan publik
  • D. Pegawai negeri sipil yang melaksanakan program pemerintah di lapangan
Jawaban: C. Individu atau kelompok yang dipengaruhi atau mempengaruhi kebijakan publik
Policy stakeholders adalah semua pihak, baik individu maupun kelompok, yang memiliki kepentingan terhadap suatu kebijakan karena mereka terdampak oleh kebijakan tersebut atau memiliki kemampuan untuk mempengaruhinya.
4.

Pendekatan rasional komprehensif dalam pembuatan kebijakan publik berasumsi bahwa pembuat kebijakan mampu mengidentifikasi semua alternatif dan memilih yang terbaik. Kritik utama terhadap pendekatan ini adalah…

  • A. Pendekatan ini mengabaikan peran legislatif dalam proses kebijakan
  • B. Pendekatan ini terlalu berpihak pada kepentingan kelompok tertentu
  • C. Pendekatan ini tidak mempertimbangkan nilai-nilai demokrasi dalam kebijakan
  • D. Keterbatasan kognitif manusia dan informasi membuat rasionalitas penuh tidak realistis
Jawaban: D. Keterbatasan kognitif manusia dan informasi membuat rasionalitas penuh tidak realistis
Herbert Simon mengkritik model rasional komprehensif dengan konsep “bounded rationality” bahwa manusia memiliki keterbatasan kognitif dan informasi sehingga tidak mungkin mempertimbangkan semua alternatif secara komprehensif.
5.

Model inkremental dalam analisis kebijakan publik yang dikembangkan oleh Charles Lindblom dikenal dengan istilah…

  • A. Mixed scanning
  • B. Muddling through
  • C. Bounded rationality
  • D. Satisficing model
Jawaban: B. Muddling through
Charles Lindblom menyebut model inkremental sebagai “the science of muddling through” yang menggambarkan pembuatan kebijakan sebagai proses bertahap dan tambal sulam dari kebijakan yang sudah ada.
6.

Tahapan dalam siklus kebijakan publik yang bertujuan untuk menentukan masalah apa saja yang akan mendapatkan perhatian pemerintah disebut…

  • A. Penyusunan agenda (agenda setting)
  • B. Formulasi kebijakan
  • C. Legitimasi kebijakan
  • D. Evaluasi kebijakan
Jawaban: A. Penyusunan agenda (agenda setting)
Agenda setting adalah tahap awal siklus kebijakan publik di mana masalah-masalah publik diidentifikasi dan dipilih untuk mendapatkan perhatian serta tindakan dari pemerintah.
7.

Konsep “window of opportunity” dalam teori agenda setting oleh John Kingdon merujuk pada…

  • A. Anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan suatu kebijakan baru
  • B. Periode pemilu di mana kebijakan populis cenderung diutamakan
  • C. Momen terbukanya kesempatan bagi suatu masalah untuk masuk agenda kebijakan
  • D. Ruang negosiasi antara eksekutif dan legislatif dalam penetapan kebijakan
Jawaban: C. Momen terbukanya kesempatan bagi suatu masalah untuk masuk agenda kebijakan
Dalam model multiple streams Kingdon, policy window adalah momen langka ketika aliran masalah, kebijakan, dan politik bertemu sehingga suatu isu mendapat peluang untuk masuk ke agenda kebijakan pemerintah.
8.

Formulasi kebijakan publik merupakan tahap dalam siklus kebijakan yang mencakup kegiatan…

  • A. Mengidentifikasi kelompok masyarakat yang terdampak kebijakan secara langsung
  • B. Melaksanakan program yang telah disetujui oleh lembaga berwenang
  • C. Mengevaluasi kesesuaian kebijakan dengan tujuan yang telah ditetapkan
  • D. Merancang dan mengembangkan alternatif tindakan untuk mengatasi masalah publik
Jawaban: D. Merancang dan mengembangkan alternatif tindakan untuk mengatasi masalah publik
Formulasi kebijakan adalah proses penyusunan dan pengembangan alternatif-alternatif kebijakan yang dapat dijadikan pilihan untuk memecahkan masalah publik yang telah masuk dalam agenda pemerintah.
9.

Implementasi kebijakan publik yang berhasil menurut George Edward III sangat dipengaruhi oleh empat variabel utama. Salah satu variabel tersebut adalah “disposisi” yang bermakna…

  • A. Ketersediaan sumber daya finansial untuk mendukung pelaksanaan kebijakan
  • B. Sikap dan komitmen para pelaksana terhadap kebijakan yang diimplementasikan
  • C. Kejelasan perintah dan arahan dari pejabat tinggi kepada pelaksana lapangan
  • D. Struktur birokrasi yang mendukung koordinasi antar lembaga pelaksana kebijakan
Jawaban: B. Sikap dan komitmen para pelaksana terhadap kebijakan yang diimplementasikan
Disposisi dalam model Edward III merujuk pada kecenderungan sikap, nilai, dan komitmen para pelaksana kebijakan. Apabila pelaksana mendukung kebijakan, implementasi akan berjalan lebih efektif.
10.

Model implementasi kebijakan top-down berbeda dengan model bottom-up terutama dalam hal…

  • A. Sumber pembiayaan kebijakan yang berasal dari pemerintah pusat atau daerah
  • B. Jenis kebijakan yang diimplementasikan, apakah distributif atau redistributif
  • C. Titik awal analisis, apakah dari keputusan pemerintah atau dari pelaksana lapangan
  • D. Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kebijakan
Jawaban: C. Titik awal analisis, apakah dari keputusan pemerintah atau dari pelaksana lapangan
Model top-down memulai analisis dari keputusan kebijakan pemerintah pusat ke bawah, sedangkan model bottom-up memulai dari perilaku pelaksana di tingkat lapangan dan interaksinya dengan kelompok sasaran.
11.

Evaluasi kebijakan publik yang dilakukan sebelum kebijakan dilaksanakan dengan tujuan memperkirakan dampak yang akan terjadi disebut evaluasi…

  • A. Ex ante
  • B. On going
  • C. Ex post
  • D. Formatif
Jawaban: A. Ex ante
Evaluasi ex ante dilakukan sebelum kebijakan diimplementasikan untuk memprediksi dan memperkirakan dampak yang mungkin timbul, sehingga membantu pengambil keputusan dalam memilih alternatif kebijakan terbaik.
12.

Salah satu kriteria evaluasi kebijakan publik menurut William N. Dunn adalah “efektivitas” yang diukur berdasarkan…

  • A. Perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh
  • B. Distribusi manfaat kebijakan yang merata kepada seluruh kelompok masyarakat
  • C. Kesesuaian proses pelaksanaan kebijakan dengan prosedur yang telah ditetapkan
  • D. Sejauh mana hasil kebijakan mencapai nilai atau tujuan yang telah ditetapkan
Jawaban: D. Sejauh mana hasil kebijakan mencapai nilai atau tujuan yang telah ditetapkan
Dalam kerangka Dunn, efektivitas mengukur apakah suatu kebijakan telah berhasil mencapai tujuan atau target yang ditetapkan, bukan sekadar menilai proses atau biaya yang digunakan.
13.

Analisis kebijakan publik bersifat “multidisipliner” karena…

  • A. Melibatkan banyak lembaga pemerintah dalam proses pengambilan keputusan
  • B. Mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu untuk memahami kebijakan
  • C. Mencakup berbagai jenis kebijakan dari sektor ekonomi hingga sektor sosial
  • D. Diterapkan secara berbeda di setiap negara sesuai dengan sistem politiknya
Jawaban: B. Mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu untuk memahami kebijakan
Analisis kebijakan publik bersifat multidisipliner karena memadukan ilmu politik, ekonomi, sosiologi, psikologi, dan ilmu lainnya dalam memahami, merancang, dan mengevaluasi kebijakan publik secara komprehensif.
14.

Dalam analisis kebijakan publik, “masalah publik” (public problem) berbeda dengan “masalah privat” karena masalah publik…

  • A. Hanya dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar bebas yang kompetitif
  • B. Selalu berkaitan dengan kepentingan kelompok elite dan pejabat pemerintah
  • C. Berdampak luas pada masyarakat dan membutuhkan intervensi atau tindakan kolektif
  • D. Diakibatkan oleh kegagalan kebijakan pemerintah pada periode sebelumnya
Jawaban: C. Berdampak luas pada masyarakat dan membutuhkan intervensi atau tindakan kolektif
Masalah publik memiliki karakteristik dampak yang meluas ke banyak orang dan tidak dapat diselesaikan secara individual, sehingga memerlukan tindakan kolektif atau intervensi pemerintah melalui kebijakan publik.
15.

Proses di mana analis kebijakan mendefinisikan dan menetapkan batas-batas suatu masalah publik sebelum merancang solusi disebut…

  • A. Perumusan masalah (problem structuring)
  • B. Peramalan kebijakan (policy forecasting)
  • C. Rekomendasi kebijakan (policy recommendation)
  • D. Pemantauan kebijakan (policy monitoring)
Jawaban: A. Perumusan masalah (problem structuring)
Problem structuring merupakan proses fundamental dalam analisis kebijakan yang mencakup pendefinisian, klasifikasi, dan penentuan batas-batas masalah publik agar solusi yang dirancang tepat sasaran.
16.

Pendekatan “elite theory” dalam analisis kebijakan publik berpandangan bahwa kebijakan publik pada dasarnya merupakan…

  • A. Hasil kompromi antara berbagai kelompok kepentingan yang saling bersaing
  • B. Produk dari proses deliberasi demokratis yang melibatkan seluruh warga negara
  • C. Keputusan yang diambil berdasarkan analisis teknis dan ilmiah yang objektif
  • D. Cerminan nilai dan preferensi sekelompok kecil elite yang berkuasa dalam masyarakat
Jawaban: D. Cerminan nilai dan preferensi sekelompok kecil elite yang berkuasa dalam masyarakat
Elite theory berpandangan bahwa kebijakan publik dibentuk dan dikendalikan oleh kelompok kecil elite yang memiliki kekuasaan, kekayaan, dan status, sementara masyarakat luas hanya memiliki pengaruh yang terbatas.
17.

Dalam teori kelompok (group theory), kebijakan publik dipandang sebagai…

  • A. Keputusan rasional yang diambil oleh para teknokrat pemerintah
  • B. Titik keseimbangan dari persaingan dan negosiasi antar kelompok kepentingan
  • C. Produk dari sistem partai politik yang dominan dalam parlemen
  • D. Refleksi dari nilai budaya dan tradisi yang berlaku dalam masyarakat
Jawaban: B. Titik keseimbangan dari persaingan dan negosiasi antar kelompok kepentingan
Group theory memandang kebijakan publik sebagai hasil dari interaksi dan tarik-menarik antara berbagai kelompok kepentingan yang bersaing untuk mempengaruhi keputusan pemerintah demi keuntungan masing-masing kelompok.
18.

Metode peramalan kebijakan (policy forecasting) yang didasarkan pada penilaian sistematis dari para ahli atau orang yang berkompeten di bidangnya disebut metode…

  • A. Ekstrapolasi tren (trend extrapolation)
  • B. Pemodelan teoritis (theoretical modeling)
  • C. Delphi kebijakan (policy delphi)
  • D. Analisis regresi (regression analysis)
Jawaban: C. Delphi kebijakan (policy delphi)
Policy Delphi adalah metode peramalan yang mengumpulkan, menyempurnakan, dan mensintesis penilaian dari sekelompok ahli atau pakar melalui serangkaian putaran kuesioner untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat tentang masa depan kebijakan.
19.

Analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis) dalam kebijakan publik digunakan untuk…

  • A. Membandingkan biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu kebijakan dalam satuan moneter
  • B. Mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik yang diberikan pemerintah
  • C. Menilai kelayakan politis suatu kebijakan sebelum diajukan ke lembaga legislatif
  • D. Mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh suatu kebijakan tertentu
Jawaban: A. Membandingkan biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu kebijakan dalam satuan moneter
Cost-benefit analysis adalah teknik analisis ekonomi yang mengkonversi semua biaya dan manfaat suatu kebijakan ke dalam nilai moneter untuk menentukan apakah manfaat bersih positif dan alternatif mana yang paling menguntungkan secara ekonomis.
20.

Perbedaan utama antara analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis) dengan analisis biaya-efektivitas (cost-effectiveness analysis) terletak pada…

  • A. Jenis kebijakan yang dapat dianalisis, distributif atau regulatif
  • B. Tingkat pemerintahan yang menggunakannya, pusat atau daerah
  • C. Jumlah alternatif kebijakan yang dapat dibandingkan secara bersamaan
  • D. Cara pengukuran manfaat, apakah dalam satuan moneter atau satuan fisik non-moneter
Jawaban: D. Cara pengukuran manfaat, apakah dalam satuan moneter atau satuan fisik non-moneter
Cost-benefit analysis mengukur manfaat dalam satuan uang, sedangkan cost-effectiveness analysis mengukur manfaat dalam satuan fisik atau output yang spesifik seperti jumlah nyawa terselamatkan atau tahun hidup yang diperoleh, tanpa mengkonversinya ke nilai moneter.
21.

Dalam konteks kebijakan publik, “kegagalan pasar” (market failure) menjadi salah satu justifikasi intervensi pemerintah. Berikut ini yang merupakan contoh kegagalan pasar adalah…

  • A. Tingginya permintaan masyarakat terhadap produk impor berkualitas tinggi
  • B. Eksternalitas negatif berupa polusi industri yang merugikan masyarakat sekitar
  • C. Persaingan ketat antara produsen yang mendorong inovasi produk baru
  • D. Meningkatnya investasi asing yang tidak diimbangi penyerapan tenaga kerja lokal
Jawaban: B. Eksternalitas negatif berupa polusi industri yang merugikan masyarakat sekitar
Eksternalitas negatif adalah bentuk kegagalan pasar di mana biaya sosial suatu aktivitas ekonomi tidak ditanggung oleh pelakunya melainkan oleh pihak ketiga atau masyarakat, sehingga memerlukan regulasi atau intervensi pemerintah.
22.

Seorang analis kebijakan diminta mengevaluasi program subsidi pupuk bagi petani. Ia menemukan bahwa subsidi tersebut berhasil meningkatkan produksi padi namun distribusinya lebih banyak dinikmati oleh petani kaya daripada petani miskin. Berdasarkan kriteria evaluasi Dunn, temuan ini berkaitan dengan kriteria…

  • A. Efisiensi
  • B. Efektivitas
  • C. Kesamaan (equity)
  • D. Responsivitas
Jawaban: C. Kesamaan (equity)
Kriteria equity atau kesamaan menilai apakah manfaat dan biaya kebijakan terdistribusi secara adil di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda. Temuan bahwa subsidi lebih banyak dinikmati petani kaya menunjukkan permasalahan pada aspek keadilan distribusi.
23.

Pendekatan institusionalisme baru (new institutionalism) dalam analisis kebijakan publik menekankan bahwa…

  • A. Institusi formal maupun informal membentuk dan membatasi perilaku aktor kebijakan
  • B. Struktur pemerintahan yang kuat diperlukan untuk mengendalikan pasar bebas
  • C. Reformasi birokrasi adalah prasyarat utama keberhasilan setiap kebijakan publik
  • D. Lembaga internasional memiliki peran dominan dalam membentuk kebijakan nasional
Jawaban: A. Institusi formal maupun informal membentuk dan membatasi perilaku aktor kebijakan
New institutionalism berpandangan bahwa institusi, baik berupa aturan formal seperti hukum maupun norma informal seperti budaya organisasi, mempengaruhi secara signifikan cara aktor kebijakan berperilaku dan membuat keputusan.
24.

Pemerintah Kota X mengeluarkan kebijakan larangan kantong plastik sekali pakai di pasar tradisional. Namun setelah berjalan dua tahun, pedagang masih banyak menggunakannya karena tidak ada sanksi tegas dan sosialisasi yang kurang memadai. Kondisi ini menggambarkan permasalahan pada tahap…

  • A. Formulasi kebijakan
  • B. Penyusunan agenda
  • C. Legitimasi kebijakan
  • D. Implementasi kebijakan
Jawaban: D. Implementasi kebijakan
Meskipun kebijakan telah dibuat dan disahkan, kegagalan dalam penegakan sanksi dan sosialisasi menunjukkan masalah pada tahap implementasi, yaitu proses penerjemahan kebijakan menjadi tindakan nyata di lapangan.
25.

Konsep “street-level bureaucrats” yang dikemukakan oleh Michael Lipsky merujuk pada…

  • A. Pejabat birokrasi yang korup dan berorientasi pada kepentingan pribadi
  • B. Pegawai pemerintah yang berinteraksi langsung dengan warga dalam pelaksanaan kebijakan
  • C. Aktivis masyarakat yang mengawasi pelaksanaan kebijakan publik di tingkat lokal
  • D. Konsultan independen yang membantu pemerintah daerah merancang kebijakan
Jawaban: B. Pegawai pemerintah yang berinteraksi langsung dengan warga dalam pelaksanaan kebijakan
Street-level bureaucrats adalah petugas pemerintah di lini terdepan seperti guru, polisi, petugas sosial, yang secara langsung berhadapan dengan warga dan memiliki keleluasaan dalam menginterpretasi serta mengimplementasikan kebijakan.
26.

Kebijakan publik dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat distribusi manfaat dan bebannya. Kebijakan yang manfaatnya dirasakan oleh kelompok tertentu namun biayanya ditanggung oleh masyarakat luas disebut kebijakan…

  • A. Redistributif
  • B. Regulatif
  • C. Distributif
  • D. Konstituen
Jawaban: C. Distributif
Kebijakan distributif menurut Theodore Lowi adalah kebijakan yang memberikan manfaat kepada kelompok atau individu tertentu, sementara biayanya tidak langsung terasa karena ditanggung secara kolektif oleh seluruh pembayar pajak.
27.

Dalam analisis kebijakan publik, “advocacy coalition framework” (ACF) yang dikembangkan oleh Sabatier dan Jenkins-Smith berfokus pada…

  • A. Koalisi aktor yang berbagi keyakinan inti dan bersaing dalam subsistem kebijakan
  • B. Peran media massa dalam membentuk opini publik terhadap isu kebijakan
  • C. Mekanisme desentralisasi kebijakan dari pemerintah pusat ke daerah
  • D. Proses advokasi masyarakat sipil dalam menuntut akuntabilitas pemerintah
Jawaban: A. Koalisi aktor yang berbagi keyakinan inti dan bersaing dalam subsistem kebijakan
ACF memandang perubahan kebijakan sebagai hasil persaingan antara koalisi-koalisi yang terdiri dari berbagai aktor yang berbagi sistem kepercayaan inti (core beliefs) dan strategi dalam subsistem kebijakan tertentu selama jangka waktu panjang.
28.

Teknik “brainstorming” dalam analisis kebijakan publik paling tepat digunakan pada tahap…

  • A. Evaluasi dampak kebijakan yang telah berjalan selama lima tahun
  • B. Pemantauan pelaksanaan program di tingkat kabupaten dan kota
  • C. Penghitungan biaya dan manfaat alternatif kebijakan yang ada
  • D. Penggalian dan pengembangan alternatif solusi kebijakan secara kreatif
Jawaban: D. Penggalian dan pengembangan alternatif solusi kebijakan secara kreatif
Brainstorming adalah teknik generasi ide yang digunakan untuk menghasilkan sebanyak mungkin alternatif solusi secara bebas tanpa evaluasi awal, sehingga paling tepat digunakan saat analis perlu mengembangkan berbagai alternatif kebijakan.
29.

Prinsip “good governance” dalam konteks kebijakan publik mencakup beberapa dimensi. Dimensi yang mensyaratkan keputusan dan pelaksanaan kebijakan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik adalah…

  • A. Transparansi
  • B. Akuntabilitas
  • C. Efisiensi
  • D. Partisipasi
Jawaban: B. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah dimensi good governance yang mewajibkan para pengambil keputusan di pemerintahan untuk bertanggung jawab kepada publik atas setiap keputusan dan tindakan yang mereka ambil dalam mengelola urusan publik.
30.

Analisis kebijakan publik dengan menggunakan pendekatan “positivisme” berbeda dengan pendekatan “post-positivisme” terutama dalam hal…

  • A. Jumlah metode penelitian yang dapat digunakan dalam satu studi kebijakan
  • B. Tingkat keterlibatan analis dalam proses pelaksanaan kebijakan di lapangan
  • C. Keyakinan tentang objektivitas ilmu pengetahuan dan peran nilai dalam analisis
  • D. Kemampuan analis dalam mengakses data kuantitatif dari lembaga pemerintah
Jawaban: C. Keyakinan tentang objektivitas ilmu pengetahuan dan peran nilai dalam analisis
Positivisme percaya pada objektivitas ilmu dan memisahkan fakta dari nilai, sementara post-positivisme mengakui bahwa nilai, persepsi, dan konteks sosial tidak dapat dipisahkan dari proses analisis kebijakan sehingga objektivitas penuh sulit dicapai.
31.

Dalam proses perumusan masalah kebijakan, “meta-problem” atau masalah tingkat tinggi adalah…

  • A. Sistem keseluruhan masalah yang saling terkait dan belum terdefinisikan dengan baik
  • B. Masalah paling penting yang harus diprioritaskan oleh pemerintah dalam satu periode
  • C. Masalah yang memerlukan anggaran sangat besar untuk dapat diselesaikan
  • D. Masalah yang timbul akibat kegagalan kebijakan pada level pemerintah yang lebih tinggi
Jawaban: A. Sistem keseluruhan masalah yang saling terkait dan belum terdefinisikan dengan baik
Meta-problem dalam terminologi Dunn adalah kumpulan masalah-masalah publik yang saling berhubungan, kompleks, dan belum terstruktur dengan baik, sehingga memerlukan pendefinisian ulang sebelum dapat ditangani secara efektif.
32.

Pendekatan “garbage can model” dalam pengambilan keputusan kebijakan yang dikemukakan oleh Cohen, March, dan Olsen menggambarkan bahwa…

  • A. Kebijakan yang buruk dihasilkan dari proses deliberasi yang tidak transparan
  • B. Pengambilan keputusan selalu dipengaruhi oleh kepentingan kelompok yang dominan
  • C. Organisasi pemerintah cenderung membuang masalah yang sulit diselesaikan
  • D. Keputusan kebijakan sering terjadi secara tidak terstruktur akibat pertemuan acak antara masalah, solusi, dan peserta
Jawaban: D. Keputusan kebijakan sering terjadi secara tidak terstruktur akibat pertemuan acak antara masalah, solusi, dan peserta
Garbage can model menggambarkan organisasi sebagai “organized anarchies” di mana masalah, solusi, peserta, dan pilihan bertemu secara relatif acak, sehingga keputusan yang dihasilkan tidak selalu rasional atau terencana.
33.

Pemantauan kebijakan (policy monitoring) berbeda dengan evaluasi kebijakan karena pemantauan kebijakan lebih berfokus pada…

  • A. Penilaian dampak jangka panjang kebijakan terhadap perubahan sosial masyarakat
  • B. Pengumpulan informasi mengenai sebab-akibat pelaksanaan kebijakan secara berkelanjutan
  • C. Perbandingan antara kebijakan yang berlaku dengan kebijakan negara-negara lain
  • D. Pengukuran kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah secara periodik
Jawaban: B. Pengumpulan informasi mengenai sebab-akibat pelaksanaan kebijakan secara berkelanjutan
Pemantauan kebijakan adalah prosedur analisis yang menghasilkan informasi tentang penyebab dan konsekuensi dari kebijakan yang sedang berjalan secara terus-menerus, berbeda dengan evaluasi yang lebih menekankan penilaian hasil akhir.
34.

Rezim kebijakan publik di Indonesia mengalami perubahan signifikan setelah reformasi 1998, terutama dalam hal…

  • A. Penghapusan seluruh kebijakan warisan Orde Baru yang dianggap tidak demokratis
  • B. Pengalihan sepenuhnya kewenangan kebijakan dari pemerintah ke sektor swasta
  • C. Desentralisasi kewenangan kebijakan kepada pemerintah daerah yang lebih luas
  • D. Pembatasan peran lembaga legislatif dalam proses pengambilan kebijakan publik
Jawaban: C. Desentralisasi kewenangan kebijakan kepada pemerintah daerah yang lebih luas
Salah satu perubahan paling fundamental pasca-reformasi adalah desentralisasi melalui UU Otonomi Daerah yang mengalihkan banyak kewenangan membuat dan melaksanakan kebijakan dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
35.

Kerangka logis (logical framework) atau “logframe” digunakan dalam analisis kebijakan publik terutama untuk…

  • A. Menghubungkan input, aktivitas, output, outcome, dan dampak suatu program secara sistematis
  • B. Menyederhanakan prosedur birokrasi dalam proses persetujuan anggaran kebijakan
  • C. Menetapkan hierarki kewenangan antar lembaga dalam implementasi kebijakan
  • D. Mengidentifikasi resistensi politik terhadap usulan kebijakan baru dari pemerintah
Jawaban: A. Menghubungkan input, aktivitas, output, outcome, dan dampak suatu program secara sistematis
Logframe adalah alat manajemen dan analisis yang menyajikan hubungan kausal antara sumber daya yang digunakan, kegiatan yang dilakukan, hasil yang dihasilkan, serta dampak jangka panjang dari suatu kebijakan atau program secara sistematis.
36.

Teori “punctuated equilibrium” dalam kebijakan publik yang dikemukakan oleh Baumgartner dan Jones menjelaskan bahwa perubahan kebijakan…

  • A. Terjadi secara bertahap dan proporsional seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat
  • B. Selalu diinisiasi oleh kelompok penekan yang memiliki akses ke pengambil keputusan
  • C. Bergantung pada siklus anggaran tahunan yang ditetapkan oleh lembaga legislatif
  • D. Berlangsung dalam periode stabil yang panjang yang sesekali diselingi perubahan drastis dan cepat
Jawaban: D. Berlangsung dalam periode stabil yang panjang yang sesekali diselingi perubahan drastis dan cepat
Punctuated equilibrium theory menjelaskan bahwa kebijakan publik umumnya bersifat stabil dalam jangka panjang karena dikuasai oleh policy monopoly, namun sewaktu-waktu dapat berubah secara dramatis ketika isu mendapat perhatian yang meluas di tingkat makro-politik.
37.

Analisis dampak regulasi (regulatory impact analysis/RIA) merupakan instrumen penting dalam kebijakan publik yang bertujuan untuk…

  • A. Menegakkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah
  • B. Menilai konsekuensi potensial dari suatu regulasi sebelum ditetapkan secara resmi
  • C. Mengukur tingkat efektivitas regulasi yang sudah berjalan minimal lima tahun
  • D. Membandingkan regulasi nasional dengan standar internasional yang berlaku umum
Jawaban: B. Menilai konsekuensi potensial dari suatu regulasi sebelum ditetapkan secara resmi
RIA adalah proses analitis yang dilakukan sebelum regulasi ditetapkan untuk mengidentifikasi dan mengukur potensi dampak positif maupun negatifnya terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga regulasi yang dihasilkan lebih berkualitas.
38.

Dalam konteks analisis kebijakan publik, “wicked problems” atau masalah jahat (liar) berbeda dari masalah jinak (tame problems) karena…

  • A. Wicked problems selalu berkaitan dengan perilaku kriminal dan ketidakpatuhan hukum
  • B. Wicked problems memerlukan anggaran yang jauh lebih besar untuk diselesaikan
  • C. Wicked problems tidak memiliki definisi yang jelas, solusi yang pasti, dan tidak dapat diselesaikan tuntas
  • D. Wicked problems hanya muncul di negara-negara berkembang yang lemah secara institusional
Jawaban: C. Wicked problems tidak memiliki definisi yang jelas, solusi yang pasti, dan tidak dapat diselesaikan tuntas
Rittel dan Webber mendefinisikan wicked problems sebagai masalah yang sangat kompleks, saling terhubung, tidak memiliki definisi tunggal, tidak ada solusi benar-salah yang jelas, dan setiap upaya penyelesaiannya memunculkan masalah baru.
39.

Kebijakan publik di bidang kesehatan yang mewajibkan vaksinasi bagi seluruh anak usia sekolah merupakan contoh instrumen kebijakan jenis…

  • A. Regulasi (peraturan yang memaksa)
  • B. Insentif ekonomi (penghargaan finansial)
  • C. Penyediaan langsung barang atau jasa publik
  • D. Edukasi dan informasi publik
Jawaban: A. Regulasi (peraturan yang memaksa)
Kewajiban vaksinasi adalah contoh instrumen regulatif karena menggunakan kekuatan hukum untuk memaksa atau mewajibkan perilaku tertentu, berbeda dari instrumen insentif yang bersifat sukarela atau penyediaan layanan langsung.
40.

Dalam model “punctuated equilibrium”, konsep “policy monopoly” mengacu pada…

  • A. Dominasi satu partai politik dalam menentukan arah kebijakan nasional jangka panjang
  • B. Penguasaan sektor ekonomi strategis secara eksklusif oleh perusahaan milik negara
  • C. Hak eksklusif lembaga internasional untuk membuat kebijakan di negara berkembang
  • D. Penguasaan agenda dan keputusan dalam subsistem kebijakan oleh kelompok aktor tertentu
Jawaban: D. Penguasaan agenda dan keputusan dalam subsistem kebijakan oleh kelompok aktor tertentu
Policy monopoly dalam teori Baumgartner dan Jones adalah situasi di mana sekelompok aktor mendominasi dan mengendalikan definisi masalah serta agenda kebijakan dalam suatu subsistem, sehingga menghasilkan stabilitas kebijakan dalam jangka panjang.
41.

Pendekatan “mixed scanning” yang dikembangkan oleh Amitai Etzioni dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan dari dua model sebelumnya, yaitu…

  • A. Model kelompok kepentingan dan model elite
  • B. Model rasional komprehensif dan model inkremental
  • C. Model garbage can dan model punctuated equilibrium
  • D. Model top-down dan model bottom-up
Jawaban: B. Model rasional komprehensif dan model inkremental
Etzioni mengembangkan mixed scanning sebagai jalan tengah yang menggabungkan keunggulan model rasional komprehensif untuk keputusan besar dan strategis dengan fleksibilitas model inkremental untuk keputusan operasional sehari-hari.
42.

Konsep “policy transfer” atau alih kebijakan merujuk pada proses di mana…

  • A. Kebijakan dipindahkan dari kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah
  • B. Anggaran kebijakan dialihkan dari satu sektor ke sektor lain dalam APBN
  • C. Pengetahuan tentang kebijakan, program, atau lembaga dari satu konteks diadopsi di konteks lain
  • D. Tanggung jawab implementasi kebijakan diserahkan dari birokrasi ke sektor swasta
Jawaban: C. Pengetahuan tentang kebijakan, program, atau lembaga dari satu konteks diadopsi di konteks lain
Policy transfer adalah proses di mana pengetahuan, program, kebijakan, atau pengaturan kelembagaan yang berlaku di satu tempat atau waktu digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan di tempat atau waktu yang berbeda.
43.

Dalam penyusunan rekomendasi kebijakan, analis harus mempertimbangkan “feasibility” atau kelayakan dari suatu alternatif. Kelayakan politis (political feasibility) suatu kebijakan dapat dinilai dari…

  • A. Tingkat dukungan dan penerimaan dari aktor-aktor kunci serta publik terhadap alternatif tersebut
  • B. Kecukupan anggaran negara untuk membiayai pelaksanaan kebijakan secara penuh
  • C. Ketersediaan teknologi dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk implementasinya
  • D. Kesesuaian kebijakan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini
Jawaban: A. Tingkat dukungan dan penerimaan dari aktor-aktor kunci serta publik terhadap alternatif tersebut
Kelayakan politis mengacu pada kemungkinan suatu kebijakan mendapatkan dukungan yang cukup dari para pemangku kepentingan kunci, partai politik, kelompok kepentingan, dan masyarakat agar dapat ditetapkan dan dilaksanakan.
44.

Suatu pemerintah daerah ingin mengembangkan kebijakan transportasi publik namun menghadapi kendala: (1) anggaran terbatas, (2) penolakan dari pengusaha angkutan kota, dan (3) infrastruktur jalan yang buruk. Dari perspektif analisis kebijakan, pemerintah daerah tersebut menghadapi kendala dalam dimensi…

  • A. Kelayakan teknis dan kelayakan substantif saja
  • B. Kelayakan politis dan kelayakan hukum saja
  • C. Kelayakan finansial dan kelayakan teknis saja
  • D. Kelayakan finansial, kelayakan politis, dan kelayakan teknis sekaligus
Jawaban: D. Kelayakan finansial, kelayakan politis, dan kelayakan teknis sekaligus
Ketiga kendala tersebut masing-masing merepresentasikan dimensi kelayakan yang berbeda, yaitu anggaran terbatas (kelayakan finansial), penolakan pengusaha angkutan (kelayakan politis), dan infrastruktur buruk (kelayakan teknis), sehingga ketiganya bermasalah secara bersamaan.
45.

Salah satu karakteristik “barang publik” (public goods) yang membedakannya dari barang privat adalah sifat “non-excludable”, yang berarti…

  • A. Penggunaan barang tersebut oleh satu pihak tidak mengurangi ketersediaannya bagi pihak lain
  • B. Tidak ada pihak yang dapat dicegah untuk menggunakan barang tersebut meskipun tidak membayar
  • C. Biaya produksi barang tersebut tidak dapat ditanggung secara eksklusif oleh pemerintah
  • D. Barang tersebut harus didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah tanpa terkecuali
Jawaban: B. Tidak ada pihak yang dapat dicegah untuk menggunakan barang tersebut meskipun tidak membayar
Non-excludability berarti tidak mungkin atau sangat mahal untuk mencegah seseorang menikmati manfaat dari barang publik, bahkan jika orang tersebut tidak berkontribusi terhadap biaya penyediaannya, yang menimbulkan masalah “free rider”.
46.

Evaluasi formatif dalam kebijakan publik bertujuan untuk…

  • A. Menentukan apakah suatu program layak untuk dilanjutkan atau dihentikan secara permanen
  • B. Mengukur dampak jangka panjang kebijakan terhadap perubahan perilaku masyarakat
  • C. Memperbaiki dan menyempurnakan program yang sedang berjalan berdasarkan umpan balik
  • D. Memberikan penilaian akhir terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu kebijakan
Jawaban: C. Memperbaiki dan menyempurnakan program yang sedang berjalan berdasarkan umpan balik
Evaluasi formatif dilakukan selama program masih berjalan dan bertujuan untuk memberikan umpan balik yang berguna bagi pengelola program agar dapat melakukan perbaikan dan penyesuaian sebelum program berakhir, berbeda dengan evaluasi sumatif yang menilai hasil akhir.
47.

Konsep “policy termination” atau penghentian kebijakan sering kali sulit dilakukan karena…

  • A. Adanya resistensi dari kelompok yang diuntungkan dan inersia birokrasi yang mendukung kebijakan
  • B. Kurangnya anggaran untuk membiayai proses transisi dari kebijakan lama ke kebijakan baru
  • C. Tidak adanya mekanisme hukum yang memungkinkan penghapusan kebijakan yang sudah ada
  • D. Sulitnya mencari pengganti yang memiliki kompetensi setara dari kebijakan yang dihentikan
Jawaban: A. Adanya resistensi dari kelompok yang diuntungkan dan inersia birokrasi yang mendukung kebijakan
Policy termination sulit dilakukan karena kelompok yang selama ini menikmati manfaat kebijakan akan aktif menentang penghentiannya, ditambah adanya inersia birokrasi di mana lembaga pelaksana cenderung mempertahankan program yang memberikan justifikasi keberadaan mereka.
48.

Dalam analisis kebijakan publik, “discourse analysis” atau analisis wacana digunakan untuk…

  • A. Menganalisis data statistik dari survei opini publik tentang suatu isu kebijakan
  • B. Membandingkan efektivitas kebijakan di berbagai negara secara sistematis
  • C. Mengukur derajat konsensus antar pemangku kepentingan dalam proses kebijakan
  • D. Mengkaji bagaimana bahasa dan narasi membentuk pemahaman dan legitimasi kebijakan
Jawaban: D. Mengkaji bagaimana bahasa dan narasi membentuk pemahaman dan legitimasi kebijakan
Discourse analysis dalam kebijakan publik menganalisis penggunaan bahasa, teks, narasi, dan frame dalam dokumen kebijakan maupun perdebatan publik untuk memahami bagaimana makna dikonstruksi dan bagaimana hal itu mempengaruhi legitimasi serta arah kebijakan.
49.

Perbedaan antara “output” dan “outcome” kebijakan publik adalah…

  • A. Output adalah hasil jangka panjang kebijakan, sedangkan outcome adalah produk langsung yang dihasilkan
  • B. Output adalah produk langsung dari kegiatan kebijakan, sedangkan outcome adalah perubahan kondisi yang dituju
  • C. Output bersifat kualitatif sedangkan outcome bersifat kuantitatif dan dapat diukur secara statistik
  • D. Output dihasilkan oleh pemerintah pusat sedangkan outcome dihasilkan oleh pemerintah daerah
Jawaban: B. Output adalah produk langsung dari kegiatan kebijakan, sedangkan outcome adalah perubahan kondisi yang dituju
Output merujuk pada produk atau layanan yang langsung dihasilkan dari kegiatan program seperti jumlah sekolah dibangun, sementara outcome adalah perubahan kondisi yang lebih luas yang ingin dicapai seperti peningkatan angka melek huruf.
50.

Seorang analis kebijakan menemukan bahwa program beasiswa pemerintah berhasil meningkatkan angka partisipasi kuliah namun di sisi lain menyebabkan terjadinya “brain drain” karena banyak penerima beasiswa yang bekerja di luar negeri setelah lulus. Kondisi ini dalam analisis kebijakan dikenal sebagai…

  • A. Policy failure atau kegagalan kebijakan secara menyeluruh
  • B. Implementation gap atau kesenjangan antara rencana dan pelaksanaan
  • C. Unintended consequences atau dampak yang tidak direncanakan dari kebijakan
  • D. Policy conflict atau pertentangan antar kebijakan dalam sektor yang sama
Jawaban: C. Unintended consequences atau dampak yang tidak direncanakan dari kebijakan
Unintended consequences adalah dampak yang timbul dari kebijakan di luar yang direncanakan, baik positif maupun negatif. Dalam kasus ini, meningkatnya brain drain adalah konsekuensi yang tidak direncanakan dari program beasiswa yang pada dasarnya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ada Ujian Tatap Muka (UTM) yang mengharuskan kehadiran fisik di lokasi ujian, ada Ujian Online (UO) yang bisa dikerjakan dari mana saja lewat platform digital, dan ada pula Take Home Exam (THE) yang memberikan waktu lebih panjang untuk mengerjakan soal secara mandiri di rumah.

Proses belajar yang sudah kamu jalani selama ini tidak akan sia-sia. Setiap soal latihan yang dikerjakan, setiap halaman modul yang dibaca, semuanya menumpuk menjadi bekal yang nyata. Percayai prosesnya. Semoga usaha kerasmu dalam mempersiapkan Soal UAS UT FSAP4402 Analisis Kebijakan Publik berbuah nilai yang membanggakan.

Bagikan:

error: Content is protected !!