Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT MKWN4110 Pancasila dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT MKWN4110 Pancasila dan Kunci Jawaban
Soal UT MKWN4110 Pancasila

Setiap akhir semester, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) dihadapkan pada tantangan yang sama: bagaimana menaklukkan Ujian Akhir Semester (UAS) dengan persiapan yang benar-benar matang. Modul yang tebal, materi yang luas.

Namun di antara sekian banyak mata kuliah, MKWN4110 Pancasila memiliki tempat tersendiri. Mata kuliah ini bukan sekadar kewajiban akademik yang harus diselesaikan, melainkan sebuah perjalanan intelektual yang mengajak mahasiswa memahami nilai-nilai luhur.

Inilah mengapa berlatih dengan Soal UT MKWN4110 Pancasila jauh lebih dari sekadar persiapan ujian biasa. Melalui bank soal UT yang tepat, Anda tidak hanya mengasah kemampuan menjawab, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih utuh tentang setiap konsep yang selama ini tersebar di berbagai modul.

Artikel ini dirancang untuk menemani langkah persiapan Anda. Dari kisi-kisi soal UT, gambaran materi inti, hingga strategi jitu menghadapi Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), dan Take Home Exam (THE), semuanya akan kami uraikan secara praktis agar Anda melangkah ke ruang ujian dengan penuh keyakinan.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT MKWN4110 Pancasila

1.

Tujuan utama mata kuliah Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah untuk membentuk dan mengembangkan pemahaman mahasiswa tentang nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ….

  • A. landasan berbangsa dan bernegara
  • B. dasar hukum perdata Indonesia
  • C. pedoman kehidupan ekonomi nasional
  • D. syarat kelulusan program studi
Jawaban: A. landasan berbangsa dan bernegara.
Tujuan utama Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah membentuk dan mengembangkan pemahaman mahasiswa tentang nilai-nilai dasar Pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara, sehingga mahasiswa dapat menjadi warga negara yang baik dan menghargai keragaman.
2.

Kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta, di mana kata “sila” berarti ….

  • A. lima
  • B. prinsip atau asas
  • C. dasar hukum
  • D. nilai dan norma
Jawaban: B. prinsip atau asas.
Dalam bahasa Sanskerta, “panca” berarti lima dan “sila” berarti prinsip atau asas. Dengan demikian, Pancasila berarti lima prinsip dasar yang menjadi pijakan dalam penyelenggaraan negara Indonesia.
3.

Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila menjadi fundamen moral yang berdimensi religius bagi seluruh kehidupan negara. Prinsip ini menyatakan bahwa negara yang rakyatnya bertuhan mengharapkan berdirinya Indonesia merdeka berdasarkan ….

  • A. landasan kebudayaan lokal
  • B. landasan hukum positif
  • C. landasan kerohanian
  • D. landasan ekonomi nasional
Jawaban: C. landasan kerohanian.
Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa menyatakan bahwa negara yang rakyatnya bertuhan mengharapkan berdirinya Indonesia merdeka berdasarkan landasan kerohanian, yang menjadi fundamen moral dan berdimensi religius bagi seluruh kehidupan negara.
4.

Sila Persatuan Indonesia dalam Pancasila menekankan pentingnya bekerja sama dan menghargai keragaman budaya, suku, dan bahasa. Hal ini dilakukan demi ….

  • A. memperkuat kekuasaan pemerintah pusat
  • B. menghapus perbedaan antarsuku bangsa
  • C. mendorong homogenisasi budaya nasional
  • D. menciptakan kesatuan bangsa
Jawaban: D. menciptakan kesatuan bangsa.
Sila Persatuan Indonesia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan menghargai keragaman budaya, suku, dan bahasa demi menciptakan kesatuan bangsa.
5.

Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan menegaskan bahwa pemerintahan Indonesia didasarkan pada ….

  • A. kehendak rakyat
  • B. keputusan pemimpin tertinggi
  • C. kesepakatan elite politik
  • D. peraturan perundang-undangan
Jawaban: A. kehendak rakyat.
Sila keempat menegaskan bahwa pemerintahan Indonesia didasarkan pada kehendak rakyat, dengan mengedepankan prinsip demokrasi, partisipasi aktif, dan musyawarah dalam pengambilan keputusan sebagai asas penting dalam sistem politik Indonesia.
6.

Dalam konteks dinamika memahami Pancasila, globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ….

  • A. menurunnya jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pancasila
  • B. pengaruh budaya asing yang dapat mempengaruhi persepsi dan interpretasi nilai Pancasila
  • C. berkurangnya anggaran pendidikan untuk mata kuliah kewarganegaraan
  • D. meningkatnya jumlah peraturan perundang-undangan baru di Indonesia
Jawaban: B. pengaruh budaya asing yang dapat mempengaruhi persepsi dan interpretasi nilai Pancasila.
Globalisasi dan teknologi informasi membawa pengaruh budaya asing, nilai-nilai universal, dan eksposur terhadap berbagai pandangan dunia yang dapat mempengaruhi persepsi dan interpretasi Pancasila oleh masyarakat.
7.

Pendidikan Pancasila mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya peran mereka dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Secara keseluruhan, belajar Pancasila di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk ….

  • A. keterampilan teknis dan profesional mahasiswa
  • B. kemampuan berwirausaha mahasiswa Indonesia
  • C. karakter, identitas bangsa, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa
  • D. kemampuan diplomasi dan hubungan internasional mahasiswa
Jawaban: C. karakter, identitas bangsa, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi berperan penting dalam membentuk karakter, identitas bangsa, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sehingga mereka menjadi warga negara yang beretika, bertanggung jawab, dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
8.

Melalui pembelajaran Pancasila, mahasiswa diajarkan untuk menganalisis nilai-nilai dan prinsip-prinsip Pancasila dengan pendekatan berpikir kritis. Pendekatan ini membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan untuk ….

  • A. menghafalkan seluruh pasal dalam UUD 1945
  • B. menerapkan hukum positif dalam kehidupan sehari-hari
  • C. menyusun kebijakan publik di tingkat lokal
  • D. menganalisis isu-isu kompleks dan mengambil keputusan yang bermartabat
Jawaban: D. menganalisis isu-isu kompleks dan mengambil keputusan yang bermartabat.
Pembelajaran Pancasila dengan pendekatan berpikir kritis membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis isu-isu kompleks, dan mengambil keputusan yang bermartabat dalam menghadapi permasalahan aktual masyarakat.
9.

Seorang mahasiswa di sebuah universitas kerap terlibat konflik dengan teman-temannya yang berasal dari suku berbeda dan menolak berdiskusi dengan mereka. Sikap mahasiswa tersebut bertentangan dengan sila Pancasila yang menekankan ….

  • A. pentingnya menghargai keragaman budaya, suku, dan bahasa dalam menciptakan kesatuan bangsa
  • B. kewajiban membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab warga negara
  • C. pentingnya musyawarah hanya di lembaga legislatif dan eksekutif
  • D. perlunya mengutamakan kepentingan kelompok sendiri di atas kepentingan nasional
Jawaban: A. pentingnya menghargai keragaman budaya, suku, dan bahasa dalam menciptakan kesatuan bangsa.
Sikap menolak berinteraksi dengan orang dari suku berbeda bertentangan dengan Sila Persatuan Indonesia yang mengajarkan pentingnya bekerja sama dan menghargai keragaman budaya, suku, dan bahasa demi menciptakan kesatuan bangsa.
10.

Ruang lingkup Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi meliputi berbagai aspek. Berikut ini yang bukan termasuk dalam ruang lingkup Pendidikan Pancasila adalah ….

  • A. Pancasila sebagai dasar negara
  • B. Pancasila sebagai ideologi negara
  • C. Pancasila sebagai sistem filsafat
  • D. Pancasila sebagai pedoman investasi asing
Jawaban: D. Pancasila sebagai pedoman investasi asing.
Ruang lingkup Pendidikan Pancasila mencakup Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan sistem filsafat. Pancasila sebagai pedoman investasi asing tidak termasuk dalam ruang lingkup kajian Pendidikan Pancasila.
11.

Objek formal dalam Pendidikan Pancasila merujuk pada sudut pandang untuk melihat dan proses penerapan nilai-nilai serta prinsip-prinsip Pancasila. Salah satu contoh objek formal Pendidikan Pancasila adalah ….

  • A. teks Pembukaan UUD 1945
  • B. pendekatan historis dalam memahami lahirnya Pancasila
  • C. dokumen risalah sidang BPUPK
  • D. pidato para pendiri bangsa
Jawaban: B. pendekatan historis dalam memahami lahirnya Pancasila.
Objek formal adalah sudut pandang, sedangkan teks UUD 1945, risalah sidang BPUPK, dan pidato pendiri bangsa merupakan objek material. Pendekatan historis merupakan objek formal karena ia adalah cara/sudut pandang untuk memahami dan menjabarkan Pancasila dari proses historis pembentukannya.
12.

Landasan ontologis Pancasila berupaya menelusuri hakikat Pancasila dari aspek filsafati. Menurut Kaelan, dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak ….

  • A. monodualis
  • B. monoteistik
  • C. monopluralis
  • D. monosentris
Jawaban: C. monopluralis.
Kaelan menjelaskan bahwa dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak monopluralis. Manusia Indonesia menjadi dasar adanya Pancasila, dengan sifat kodrat raga dan jiwa, jasmani dan rohani, sebagai makhluk individu dan sosial.
13.

Landasan epistemologis Pancasila berkaitan dengan sumber dasar pengetahuan Pancasila. Secara epistemologis, pengetahuan Pancasila bersumber pada ….

  • A. nilai dan budaya masyarakat bangsa Indonesia
  • B. teori-teori filsafat Barat yang diadaptasi
  • C. keputusan para pemimpin negara masa kini
  • D. peraturan hukum internasional yang berlaku
Jawaban: A. nilai dan budaya masyarakat bangsa Indonesia.
Secara epistemologis, pengetahuan Pancasila bersumber pada nilai dan budaya masyarakat bangsa Indonesia. Akar sila-sila Pancasila berpijak pada nilai serta budaya masyarakat bangsa Indonesia yang dapat diungkap sejak ratusan tahun lamanya, jauh sebelum Indonesia merdeka.
14.

Dari aspek aksiologi, nilai intrinsik Pancasila terletak pada diakuinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan. Kekhasan ini yang membedakan Indonesia dari negara lain. Nilai-nilai tersebut pada dasarnya bersifat ….

  • A. eksklusif dan hanya dimiliki bangsa Indonesia
  • B. lokal dan hanya relevan di Asia Tenggara
  • C. regional dan berlaku di negara-negara berkembang
  • D. universal dan dimiliki manusia seluruh dunia
Jawaban: D. universal dan dimiliki manusia seluruh dunia.
Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dalam Pancasila memiliki sifat umum universal. Karena sifatnya yang universal, nilai-nilai itu tidak hanya milik manusia Indonesia, melainkan juga milik manusia seluruh dunia.
15.

Di era global, ideologi ekstremisme dan radikalisme berpengaruh terhadap pemahaman dan implementasi Pancasila di kalangan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan ini, Pancasila harus terus diperkuat sebagai pijakan untuk membangun masyarakat yang ….

  • A. homogen secara budaya dan agama
  • B. berkeadilan, damai, dan toleran
  • C. tertutup terhadap pengaruh luar negeri
  • D. mengutamakan kepentingan mayoritas semata
Jawaban: B. berkeadilan, damai, dan toleran.
Dalam menghadapi tantangan ekstremisme dan radikalisme yang bertentangan dengan nilai Pancasila seperti intoleransi dan kekerasan, Pancasila harus terus diperkuat sebagai pijakan untuk membangun masyarakat yang berkeadilan, damai, dan toleran.
16.

Pusat Studi Pancasila di perguruan tinggi memiliki berbagai peran strategis. Salah satu peran Pusat Studi Pancasila yang berkaitan langsung dengan pengembangan kurikulum adalah ….

  • A. menerbitkan peraturan perundang-undangan tentang Pancasila
  • B. mengelola seluruh kegiatan kemahasiswaan di perguruan tinggi
  • C. membantu merancang dan merevisi mata kuliah yang mencakup studi Pancasila
  • D. menetapkan standar kelulusan nasional untuk mata kuliah Pancasila
Jawaban: C. membantu merancang dan merevisi mata kuliah yang mencakup studi Pancasila.
Pusat Studi Pancasila berperan dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi terkait Pancasila, termasuk membantu merancang dan merevisi mata kuliah atau program studi yang mencakup studi Pancasila serta memberikan saran dalam pemilihan bahan ajar dan metode pengajaran.
17.

Seorang mahasiswa memahami nilai-nilai Pancasila secara teori dengan sangat baik, namun dalam kehidupan kampus sehari-hari ia tidak pernah mempraktikkan nilai-nilai tersebut. Kondisi ini merupakan ironi karena Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi seharusnya mendorong pemahaman yang lebih ….

  • A. aplikatif sehingga tindakan nyata ikut dilaksanakan
  • B. teoritis agar mahasiswa lulus ujian dengan nilai tinggi
  • C. historis agar sejarah Pancasila dapat dihafalkan seluruhnya
  • D. yuridis agar mahasiswa memahami hukum positif dengan baik
Jawaban: A. aplikatif sehingga tindakan nyata ikut dilaksanakan.
Pemahaman nilai-nilai Pancasila di perguruan tinggi perlu didorong lebih aplikatif, karena ketika pemahaman Pancasila secara teori sudah baik namun secara tindakan nyata belum dilakukan, hal tersebut menjadi ironi. Mahasiswa diharapkan bisa melakukan hal-hal “kecil-kecil” Pancasila dalam kehidupan nyata.
18.

Istilah yang digunakan Sukarno untuk menyebut dasar filsafat negara dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 adalah….

  • A. Weltanschauung
  • B. Philosophische grondslag
  • C. Staatidee
  • D. Minderheeden
Jawaban: B. Philosophische grondslag.
Dalam pidatonya di sidang BPUPK tanggal 1 Juni 1945, Sukarno menyebut dasar negara dengan istilah philosophische grondslag, yaitu fundamen, filsafat, jiwa, dan pikiran yang sedalam-dalamnya untuk mendirikan gedung Indonesia Merdeka.
19.

Ketua muda BPUPK yang merangkap sebagai ketua adalah….

  • A. Ichibangase Yosio
  • B. Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat
  • C. Moh. Yamin
  • D. RP. Soeroso
Jawaban: D. RP. Soeroso.
Dalam susunan kepengurusan BPUPK, Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat menjadi ketua, sedangkan ketua muda dipegang oleh Ichibangase Yosio dan RP. Soeroso, dengan RP. Soeroso merangkap sebagai ketua.
20.

Sidang pertama BPUPK berlangsung pada tanggal….

  • A. 29 Mei hingga 1 Juni 1945
  • B. 10 Juli hingga 17 Juli 1945
  • C. 22 Juni hingga 9 Juli 1945
  • D. 28 Mei hingga 7 Agustus 1945
Jawaban: A. 29 Mei hingga 1 Juni 1945.
Sidang pertama BPUPK dilaksanakan sejak 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945, sementara sidang kedua berlangsung tanggal 10 Juli sampai 17 Juli 1945.
21.

Lima dasar negara yang disampaikan Sukarno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 salah satunya adalah “dasar ketiga” yang berisi prinsip….

  • A. Kebangsaan Indonesia
  • B. Internasionalisme atau perikemanusiaan
  • C. Mufakat atau demokrasi
  • D. Kesejahteraan sosial
Jawaban: C. Mufakat atau demokrasi.
Lima prinsip yang disampaikan Sukarno secara berurutan adalah: (1) Kebangsaan Indonesia, (2) Internasionalisme atau perikemanusiaan, (3) Mufakat atau demokrasi, (4) Kesejahteraan sosial, dan (5) Ketuhanan yang berkebudayaan.
22.

Apabila anggota sidang BPUPK tidak menyetujui jumlah lima prinsip dasar negara, Sukarno mengusulkan untuk meringkasnya menjadi tiga prinsip yang disebut….

  • A. Ekasila
  • B. Trisila
  • C. Pancasila
  • D. Dwisila
Jawaban: B. Trisila.
Sukarno menyampaikan bahwa jika anggota tidak suka dengan bilangan 5, maka dapat diringkas menjadi tiga prinsip yaitu Sosionasionalisme, Sosiodemokrasi, dan Ketuhanan, yang kemudian disebut Trisila. Jika masih keberatan, bisa disatukan lagi menjadi Ekasila yaitu gotong royong.
23.

Panitia Kecil yang dibentuk setelah pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 beranggotakan….

  • A. 5 orang
  • B. 6 orang
  • C. 7 orang
  • D. 8 orang
Jawaban: D. 8 orang.
Panitia Kecil yang diketuai oleh Sukarno beranggotakan 8 orang, yaitu Hatta, Yamin, A.A. Maramis, Soebardjo, Wachid Hasjim, K.H. Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, dan R. Abikoesno Tjokrosoejoso. Panitia ini disebut juga Panitia Sembilan.
24.

Kalimat dalam Piagam Jakarta yang kemudian dihapus karena mendapat protes dari pihak non-Islam dan diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah….

  • A. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  • B. berdasarkan pengakuan atas Ketuhanan Yang Maha Esa
  • C. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  • D. dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Jawaban: A. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
Kalimat tersebut terdapat dalam Piagam Jakarta pada bagian sila pertama. Untuk menjaga persatuan dan keutuhan seluruh wilayah Indonesia, kalimat itu dihapus dan diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
25.

Sumber sejarah Pancasila yang bersifat lisan berupa….

  • A. relief dan prasasti
  • B. naskah dan dokumen resmi
  • C. keterangan langsung dari saksi sejarah
  • D. foto dan gambar peristiwa
Jawaban: C. keterangan langsung dari saksi sejarah.
Sumber sejarah terbagi tiga: tertulis (dokumen, naskah, piagam, surat, notulen), lisan (keterangan langsung dari saksi sejarah yang melihat peristiwa tersebut), dan benda atau artefak (relief, patung, monumen, bangunan, foto, gambar).
26.

Perhatikan pernyataan berikut: (1) Pancasila merupakan karya bersama dari pendiri bangsa; (2) nilai-nilai Pancasila bersumber dari agama, kebudayaan, dan adat istiadat; (3) Pancasila dirumuskan hanya oleh satu tokoh pendiri bangsa; (4) Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa dan dasar filsafat kenegaraan. Pernyataan yang tepat mengenai Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia adalah….

  • A. (1), (2), dan (3)
  • B. (1), (2), dan (4)
  • C. (2), (3), dan (4)
  • D. (1), (3), dan (4)
Jawaban: B. (1), (2), dan (4).
Pernyataan (3) keliru karena Pancasila dirumuskan melalui pembahasan dan diskusi oleh para tokoh pendiri bangsa secara kolektif, bukan oleh satu tokoh saja. Ketiga pernyataan lainnya sesuai dengan rangkuman modul tentang pengertian Pancasila dalam sejarah bangsa.
27.

Fase pembuahan dalam sejarah Pancasila ditandai dengan munculnya benih nasionalisme yang tertanam kuat dalam gerakan….

  • A. Perhimpoenan Indonesia
  • B. Indische Partij
  • C. Sumpah Pemuda
  • D. Sarikat Islam
Jawaban: A. Perhimpoenan Indonesia.
Ahli sejarah Sartono Kartodirdjo sebagaimana dikutip Mochtar Pabottinggi menyebutkan bahwa benih nasionalisme sudah mulai tertanam kuat dalam gerakan Perhimpoenan Indonesia yang sangat menekankan solidaritas dan kesatuan bangsa untuk menghadapi penjajahan.
28.

Empat prinsip yang dijadikan dasar tujuan kemerdekaan oleh Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda sejak tahun 1924 adalah persatuan nasional, solidaritas, nonkoorporasi, dan….

  • A. demokrasi
  • B. nasionalisme
  • C. internasionalisme
  • D. kemandirian (self-help)
Jawaban: D. kemandirian (self-help).
Empat prinsip PI adalah: (1) persatuan nasional, (2) solidaritas, (3) nonkoorporasi, yaitu keharusan mencapai kemerdekaan melalui upaya bangsa sendiri, dan (4) kemandirian (self-help), yaitu keharusan membangun struktur nasional yang berakar kuat dalam masyarakat pribumi.
29.

PPKI dibentuk pada 9 Agustus 1945 dengan anggota awal sebanyak 19 orang. Komposisi etnis terbanyak dalam keanggotaan PPKI adalah….

  • A. etnis Sumatra
  • B. etnis Sulawesi
  • C. etnis Jawa
  • D. etnis Kalimantan
Jawaban: C. etnis Jawa.
PPKI beranggotakan 19 orang yang berasal dari 11 orang etnis Jawa, 2 orang etnis Sumatra, 2 orang etnis Sulawesi, 1 orang etnis Maluku, 1 orang etnis Kalimantan, 1 orang etnis Nusa Tenggara, dan 1 orang etnis Tionghoa.
30.

Pada masa Revolusi Fisik (1945-1950), upaya Indonesia untuk menegakkan Pancasila sebagai dasar negara menghadapi tantangan besar karena….

  • A. rakyat Indonesia belum memahami isi Pancasila
  • B. gerakan perlawanan dan infiltrasi militer asing masih terus terjadi
  • C. Pancasila belum disahkan sebagai dasar negara secara resmi
  • D. para pendiri negara belum mencapai kesepakatan tentang sila-sila Pancasila
Jawaban: B. gerakan perlawanan dan infiltrasi militer asing masih terus terjadi.
Pada masa Revolusi Fisik, berbagai gerakan perlawanan dan infiltrasi pemerintah asing termasuk militer Belanda dan sekutunya masih terjadi. Kehendak Belanda untuk kembali menguasai Indonesia membuat pemerintah Indonesia lebih terkonsentrasi pada hal pengakuan kedaulatan, sehingga penerapan Pancasila belum dapat berjalan penuh.
31.

Pada masa Orde Baru, Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 1968 tentang Tata Cara Pembacaan Pancasila dikeluarkan oleh….

  • A. Presiden Soeharto
  • B. Presiden Sukarno
  • C. Presiden Habibie
  • D. Presiden Wahid
Jawaban: A. Presiden Soeharto.
Pada tahun 1968, Presiden Soeharto yang menggantikan Sukarno mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 1968 tentang Tata Cara Pembacaan Pancasila yang berlaku mulai 13 April 1968 sebagai panduan dalam mengucapkan Pancasila sebagai dasar negara.
32.

TAP MPR Nomor II/MPR/1978 yang menetapkan Ekaprasetia Pancakarsa berisi pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila yang dijabarkan menjadi….

  • A. 17 butir pedoman
  • B. 24 butir pedoman
  • C. 45 butir pedoman
  • D. 36 butir pedoman
Jawaban: D. 36 butir pedoman.
TAP MPR ini menjabarkan kelima asas Pancasila menjadi 36 butir pedoman praktis pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian dikenal sebagai pedoman “P4” (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).
33.

Pada era Reformasi, mata pelajaran Pancasila dihilangkan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang….

  • A. Otonomi Daerah
  • B. Kebebasan Pers
  • C. Sistem Pendidikan Nasional
  • D. Pemberdayaan Masyarakat
Jawaban: C. Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam dunia pendidikan pasca-Reformasi, terjadi bongkar pasang kurikulum yang menyebabkan hilangnya Pancasila sebagai mata pelajaran wajib, seperti terbitnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menghilangkan Pancasila dari mata pelajaran wajib di sekolah.
34.

Seorang mahasiswa menemukan bahwa di media sosial terdapat banyak informasi tentang sejarah Pancasila yang saling bertentangan dan berbeda versi. Berdasarkan prinsip dalam modul, cara yang paling tepat untuk mendapatkan pemahaman sejarah Pancasila yang akurat adalah….

  • A. memilih versi yang paling banyak disukai di media sosial
  • B. menelusuri sumber dokumen sejarah resmi seperti risalah sidang BPUPK dan dokumen PPKI
  • C. mengikuti pendapat tokoh yang paling terkenal di media
  • D. mengandalkan buku pelajaran sekolah menengah sebagai rujukan utama
Jawaban: B. menelusuri sumber dokumen sejarah resmi seperti risalah sidang BPUPK dan dokumen PPKI.
Fakta sejarah Pancasila dapat ditemukan dalam sumber-sumber resmi dan otentik seperti risalah sidang BPUPK, risalah sidang PPKI, pidato Sukarno 1 Juni 1945, dan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Sumber-sumber ini diverifikasi oleh arsip nasional dan bersifat objektif, berbeda dengan tafsir yang berkembang bebas di media sosial.
35.

Ditinjau dari konteks linguistik, kata “dasar” dalam istilah dasar negara bermakna sebagai…

  • A. Aturan tertinggi yang dibuat oleh legislatif
  • B. Fondasi atau landasan yang menopang kekuatan bagi bagian yang berada di atasnya
  • C. Norma hukum yang bersifat fleksibel dan dapat berubah sesuai perkembangan zaman
  • D. Pedoman teknis penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari
Jawaban: B. Fondasi atau landasan yang menopang kekuatan bagi bagian yang berada di atasnya.
Dasar merupakan fundamen atau unsur terbawah yang digunakan sebagai landasan dan menyumbang kekuatan pada setiap bagian yang berada di atasnya, sehingga dasar negara adalah fundamen yang digunakan sebagai tumpuan kekuatan berdirinya negara.
36.

Istilah “Negara” dalam bahasa Belanda dan Jerman disebut sebagai…

  • A. State
  • B. Etat
  • C. Staat
  • D. Status
Jawaban: C. Staat.
Menurut F. Isjwara dalam buku “Ilmu Negara”, istilah “Negara” diambil dari bahasa asing yaitu Staat (bahasa Belanda dan Jerman), State (bahasa Inggris), dan Etat (bahasa Prancis). Kata Staat berasal dari bahasa Latin status atau statum.
37.

Georg Jelinek (1851-1911) menegaskan bahwa negara adalah organisasi yang sudah memiliki wilayah tertentu dan diberkahi kekuasaan oleh rakyat. Definisi ini termasuk dalam pengertian negara sebagai…

  • A. Organisasi dengan wilayah dan kekuasaan yang bersumber dari rakyat
  • B. Lembaga yang memonopoli kekuatan fisik atas suatu wilayah tertentu
  • C. Entitas yang menggunakan kekuatan untuk menegakkan otoritas hukumnya
  • D. Masyarakat dengan kekuasaan (wazi) dan otoritas (mulk)
Jawaban: A. Organisasi dengan wilayah dan kekuasaan yang bersumber dari rakyat.
Jellinek menegaskan bahwa negara adalah organisasi yang sudah memiliki wilayah tertentu dan diberkahi kekuasaan oleh rakyat. Pilihan B adalah pandangan Max Weber, pilihan C adalah pandangan Robert M. Mac Iver, dan pilihan D adalah pandangan Ibnu Khaldun.
38.

Secara terminologis, dasar negara didefinisikan sebagai fondasi dan sumber dalam proses pembentukan dan penyelenggaraan negara. Dalam pandangan Hans Kelsen, norma dasar atau grundnorm digambarkan sebagai…

  • A. Sumber seluruh kekuasaan eksekutif negara yang dapat dimodifikasi
  • B. Aturan tertulis yang ditetapkan oleh lembaga legislatif tertinggi
  • C. Pedoman moral yang bersifat fleksibel mengikuti dinamika sosial masyarakat
  • D. Standar tertinggi yang menjaga koherensi sistem norma dan sifatnya tidak dapat dimodifikasi
Jawaban: D. Standar tertinggi yang menjaga koherensi sistem norma dan sifatnya tidak dapat dimodifikasi.
Hans Kelsen menyatakan bahwa norma dasar atau grundnorm adalah standar tertinggi yang menjaga koherensi sistem norma dalam masyarakat yang tertib, termasuk negara, dan sifatnya tidak dapat dimodifikasi.
39.

Dalam kapasitasnya sebagai ketua BPUPK, tokoh yang pertama kali mempertanyakan “Apa dasar negara Indonesia yang akan kita bentuk?” adalah…

  • A. Ir. Soekarno
  • B. Dr. Radjiman Wediodiningrat
  • C. Mohammad Hatta
  • D. Mohammad Yamin
Jawaban: B. Dr. Radjiman Wediodiningrat.
Dalam kapasitasnya sebagai ketua BPUPK, Dr. Radjiman Wediodiningrat pertama kali mempertanyakan “Apa dasar negara Indonesia yang akan kita bentuk?” sebagai persoalan fundamental bangsa dalam membangun negara.
40.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara secara yuridis tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya pada alinea keempat. Selain itu, secara yuridis formal penerimaan Pancasila sebagai dasar negara juga diperkuat oleh…

  • A. Keputusan MPRS Nomor XX/MPRS/1966
  • B. Keputusan MPRS Nomor XIX/MPRS/1966
  • C. Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1999
  • D. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009
Jawaban: A. Keputusan MPRS Nomor XX/MPRS/1966.
Pembukaan UUD 1945 dan Keputusan No. XX/MPRS/1966 (Jo Ketetapan MPR No. V/MPR/1973 dan SK No. IX/MPR/1978) yang menjadi dasar hukum pendukung, menjelaskan bahwa Pancasila pada dasarnya adalah kode moral, kesetaraan, dan hukum yang memasukkan lingkungan dan karakter spiritual bangsa.
41.

Berdasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemilihan tanggal tersebut merujuk pada momen sidang BPUPK pertama yang digelar pada tanggal 29 Mei 1945. Pada sidang tersebut, anggota BPUPK membahas mengenai…

  • A. Penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  • B. Penetapan UUD 1945 sebagai konstitusi negara
  • C. Dasar-dasar Indonesia merdeka
  • D. Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Jawaban: C. Dasar-dasar Indonesia merdeka.
Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam sidang tersebut, anggota BPUPK membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka sebagai landasan pembentukan negara.
42.

Sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar negara berakar pada pengalaman hidup bersama bangsa Indonesia. Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan arah kebangsaan dari perspektif sosiologis menurut Latif adalah…

  • A. Nilai-nilai Pancasila sepenuhnya bersumber dari ajaran agama Islam yang berkembang di Nusantara
  • B. Cita-cita nasional bangsa Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui supremasi hukum tertulis
  • C. Spiritualitas dan etika dalam kehidupan publik dianggap tidak relevan dengan dasar keberadaan negara
  • D. Spiritualitas, moralitas, dan etika dalam kehidupan publik berakar terutama pada cita-cita ilahi sebagai landasan dari keadaan etis negara
Jawaban: D. Spiritualitas, moralitas, dan etika dalam kehidupan publik berakar terutama pada cita-cita ilahi sebagai landasan dari keadaan etis negara.
Menurut Latif, salah satu gambaran arah kebangsaan yang sejalan dengan Pancasila adalah bahwa spiritualitas, moralitas, dan etika dalam kehidupan publik dianggap berakar terutama pada cita-cita ilahi (religiositas), yang dianggap sebagai landasan dari keadaan etis dan dihargai sebagai moralitas dasar keberadaan negara.
43.

Dalam konteks sumber politis Pancasila sebagai dasar negara, paradigma Pancasila yang merupakan sistem politik demokratis mengharuskan bahwa sistem demokrasi Indonesia didasarkan pada gagasan bahwa kekuasaan dijalankan oleh, untuk, dan untuk rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembangunan politik Indonesia…

  • A. Kekuasaan tertinggi berada pada pemerintah pusat sebagai representasi negara
  • B. Rakyat harus dipandang sebagai pemegang kekuasaan tertinggi ketika membangun otoritas politik
  • C. Pengembangan politik harus mengutamakan kepentingan partai politik sebagai infrastruktur demokrasi
  • D. Kekuasaan politik sepenuhnya bersumber dari mandat internasional yang diakui dunia
Jawaban: B. Rakyat harus dipandang sebagai pemegang kekuasaan tertinggi ketika membangun otoritas politik.
Sistem politik Indonesia didirikan di atas subjek manusia, yang berarti bahwa rakyat harus dipandang sebagai pemegang kekuasaan tertinggi ketika membangun otoritas politik. Sistem demokrasi didasarkan pada gagasan bahwa kekuasaan dijalankan oleh, untuk, dan untuk rakyat.
44.

Salah satu aspek identitas dalam eksistensi NKRI adalah Pancasila. Kata “filsafat” berasal dari istilah Yunani “philos” dan “sophia”. Makna harfiah dari kedua kata tersebut secara berurutan adalah…

  • A. Kebenaran dan pengetahuan
  • B. Keilmuan dan moralitas
  • C. Cinta atau kebahagiaan, dan kebijaksanaan
  • D. Rasionalitas dan kearifan lokal
Jawaban: C. Cinta atau kebahagiaan, dan kebijaksanaan.
“Philos” menunjukkan cinta, kesukaan, dan kebahagiaan, sedangkan “sophia” berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, filsafat dapat dianggap memiliki cinta untuk kebijaksanaan.
45.

Lambang sila keempat Pancasila adalah kepala banteng. Makna yang terkandung dalam simbol kepala banteng tersebut berkaitan dengan prinsip musyawarah, yaitu…

  • A. Hewan suka berteman yang suka berkumpul, mengandung makna bahwa dalam musyawarah warga harus duduk bersama untuk membicarakan berbagai hal
  • B. Hewan yang kuat dan tangguh, melambangkan bahwa keputusan musyawarah harus dilaksanakan dengan penuh keteguhan
  • C. Simbol keberanian pemimpin dalam mengambil keputusan demi kepentingan seluruh rakyat
  • D. Lambang persatuan kelompok yang beragam menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan
Jawaban: A. Hewan suka berteman yang suka berkumpul, mengandung makna bahwa dalam musyawarah warga harus duduk bersama untuk membicarakan berbagai hal.
Kepala banteng melambangkan hewan suka berteman yang suka berkumpul. Hal ini mengandung makna sebagaimana dalam musyawarah maka warga harus duduk bersama dan berkumpul untuk membicarakan atau mendiskusikan berbagai hal.
46.

Menurut Mahfud M.D., sebagai dasar negara, Pancasila melahirkan minimal empat konsepsi yang berfungsi sebagai acuan untuk menyusun undang-undang politik, hukum, atau negara yang luas. Salah satu konsepsi tersebut menyatakan bahwa negara Indonesia tidak anti agama dan cenderung sebagai negara sekuler. Konsekuensinya adalah…

  • A. Satu agama mayoritas diizinkan untuk mendominasi proses penyusunan undang-undang
  • B. Negara memisahkan sepenuhnya urusan agama dari seluruh aspek kehidupan bernegara
  • C. Hanya agama resmi yang diakui negara yang boleh memengaruhi kebijakan publik
  • D. Tidak ada agama tunggal yang diizinkan untuk memengaruhi proses penyusunan undang-undang, dan setiap hukum harus mewujudkan prinsip-prinsip banyak agama di Indonesia
Jawaban: D. Tidak ada agama tunggal yang diizinkan untuk memengaruhi proses penyusunan undang-undang, dan setiap hukum harus mewujudkan prinsip-prinsip banyak agama di Indonesia.
Berdasarkan konsepsi toleransi beragama dalam Pancasila, tidak ada agama tunggal yang diizinkan untuk memengaruhi atau mengindoktrinasi siapa pun yang terlibat dalam proses penyusunan undang-undang atau kebijakan. Setiap hukum dan kebijakan harus mewujudkan prinsip-prinsip banyak agama di Indonesia dan melayani kebaikan yang lebih tinggi bagi semua orang.
47.

Fungsi Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia diterapkan dalam sikap mental, tingkah laku, dan perbuatan. Menurut Hendrizal (2020), karakter suatu negara atau identitas nasional suatu bangsa merupakan…

  • A. Warisan budaya leluhur yang bersifat statis dan tidak mengalami perubahan
  • B. Produk dari gabungan kepribadian unik tiap individu yang membentuk elemen-elemen bangsa
  • C. Kumpulan norma hukum yang ditetapkan secara resmi oleh lembaga negara
  • D. Hasil dari pengaruh globalisasi yang membentuk identitas bersama antar bangsa
Jawaban: B. Produk dari gabungan kepribadian unik tiap individu yang membentuk elemen-elemen bangsa.
Hendrizal (2020) mengemukakan bahwa karakter suatu negara atau identitas nasional suatu bangsa merupakan produk dari gabungan kepribadian unik tiap individu yang membentuk elemen-elemen bangsa, sehingga makna identitas nasional dan kepribadian bangsa tidak dapat dipisahkan.
48.

Moerdiono (1995/1996) menegaskan bahwa ada tiga tingkatan nilai dalam ideologi Pancasila. Nilai yang bersifat abstrak dan tetap, tidak terpengaruh oleh perubahan waktu, dan melampaui ruang serta waktu disebut sebagai…

  • A. Nilai praksis
  • B. Nilai instrumental
  • C. Nilai dasar
  • D. Nilai normatif
Jawaban: C. Nilai dasar.
Nilai dasar, atau nilai dengan kualitas abstrak dan tetap yang tidak terpengaruh oleh perubahan waktu, adalah tingkat awal. Prinsip dasar adalah gagasan yang melampaui ruang dan waktu dan memiliki isi kebenaran yang mirip dengan aksioma, sehingga berbeda dari nilai instrumental yang dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.
49.

Sila ketiga Pancasila, “Persatuan Indonesia,” menyatakan bahwa “perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia”. Salah satu interpretasi bangsa Indonesia terkait sila ketiga ini yang harus selalu diselaraskan dalam menjalani kehidupan adalah…

  • A. Bangsa Indonesia harus bersatu menjadi satu negara, bukan terpecah menjadi negara federasi
  • B. Seluruh warga negara wajib menggunakan satu bahasa dalam kehidupan sehari-hari
  • C. Keberagaman budaya harus dihapuskan demi terwujudnya kesatuan nasional yang kuat
  • D. Persatuan hanya dapat dicapai melalui penyeragaman sistem pemerintahan di seluruh daerah
Jawaban: A. Bangsa Indonesia harus bersatu menjadi satu negara, bukan terpecah menjadi negara federasi.
Kandungan makna sila ketiga Pancasila yaitu persatuan Indonesia adalah hendaknya warga negara memahami hakikat Indonesia yang bersatu harus selalu diselaraskan dalam menjalani kehidupan. Alih-alih pecah menjadi negara federasi, bangsa Indonesia harus bersatu menjadi satu negara.
50.

Tantangan terhadap Pancasila sebagai dasar falsafah negara digambarkan ibarat fenomena gunung es, di mana bagian terbesar berada di dalam dan tidak terlihat. Untuk memastikan nilai-nilai Pancasila diterapkan secara konsisten, Suwarno (1993) menyatakan bahwa Pancasila formal yang bersifat abstrak, umum, dan universal harus…

  • A. Dipertahankan dalam bentuk aslinya tanpa perlu diterjemahkan ke dalam konteks yang lebih konkret
  • B. Diganti dengan nilai-nilai baru yang lebih sesuai dengan perkembangan global
  • C. Diserahkan penafsirannya sepenuhnya kepada lembaga yudikatif negara
  • D. Diubah menjadi rumusan umum kolektif dan jika diperlukan diubah menjadi Pancasila khusus individu
Jawaban: D. Diubah menjadi rumusan umum kolektif dan jika diperlukan diubah menjadi Pancasila khusus individu.
Untuk memastikan nilai-nilai Pancasila diterapkan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila formal yang abstrak, umum, dan universal harus diubah menjadi rumusan umum kolektif, dan jika diperlukan harus diubah menjadi Pancasila khusus individu (Suwarno, 1993: 108).
51.

Pada fase implementasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara, prinsip-prinsip good governance harus selalu dilaksanakan. Penerapan prinsip tersebut diharapkan dapat terlepas dari praktik yang merugikan bangsa. Praktik yang dimaksud adalah…

  • A. Liberalisasi perdagangan, monopoli kebijakan, dan nasionalisme sempit
  • B. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
  • C. Sektarianisme, etnosentrisme, dan radikalisme
  • D. Birokrasi berlebihan, sentralisasi kekuasaan, dan ketidaktransparanan
Jawaban: B. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.
Pada fase implementasi, prinsip-prinsip good governance harus selalu dilaksanakan, yaitu akuntabilitas, transparansi, dan keadilan. Penerapan tersebut diharapkan dapat terlepas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme sebagai bentuk penyimpangan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
52.

Menurut etimologi, kata “ideologi” berasal dari dua kata yaitu “ide” dan “logos”. Arti kata “logos” yang paling tepat adalah ….

  • A. gagasan atau konsep dasar
  • B. ideal atau cita-cita
  • C. sains atau ilmu pengetahuan
  • D. pemahaman atau pengertian
Jawaban: C. Sains atau ilmu pengetahuan.
Kata “logos” berarti “sains” atau ilmu pengetahuan, sedangkan “ide” berarti ide, konsep, pemahaman dasar, dan ideal. Sehingga secara etimologi, ideologi berarti ilmu tentang gagasan atau studi tentang konsep-konsep dasar.
53.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ideologi adalah sekelompok gagasan terorganisir yang membentuk dasar sudut pandang yang menawarkan panduan dan tujuan bertahan hidup. Definisi lain dari ideologi yang juga termuat dalam KBBI adalah ….

  • A. filosofi seseorang atau kelompok yang mencakup pemahaman, teori, dan tujuan program sosial-politik
  • B. seperangkat norma yang mengikat seluruh warga negara dalam satu kesatuan hukum
  • C. sistem nilai yang lahir dari kebudayaan dan diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya
  • D. kumpulan peraturan tertulis yang disepakati oleh seluruh lapisan masyarakat dalam suatu negara
Jawaban: A. Filosofi seseorang atau kelompok yang mencakup pemahaman, teori, dan tujuan program sosial-politik.
KBBI (2008: 517) mendefinisikan ideologi juga sebagai filosofi seseorang atau kelompok, di mana pemahaman, teori, dan tujuan program sosial-politik semuanya dapat dianggap sebagai komponen ideologi.
54.

Christenson et al. (1971) mengelompokkan sembilan karakteristik ideologi. Salah satunya menyatakan bahwa ideologi muncul ketika masyarakat memiliki keyakinan kuat bahwa sistem politik masa lalu telah meninggalkan atau mengeksploitasi mereka. Karakteristik ini dikenal sebagai ….

  • A. merupakan pola sistematik dari pemikiran politik
  • B. muncul dari kondisi krisis
  • C. memiliki elemen empiris dan normatif
  • D. cenderung eksklusif, absolut, dan universal
Jawaban: B. Muncul dari kondisi krisis.
Orang mengembangkan ideologi ketika mereka merasa sistem politik lama telah mengeksploitasi mereka atau ketika perubahan sosial signifikan mengancam cara hidup mereka. Ideologi liberal misalnya muncul saat masyarakat merasa rezim konservatif dan feodal tidak memuaskan.
55.

Komponen normatif dalam ideologi menyatakan bahwa tatanan politik tertentu telah dipilih, sementara komponen empiris menyatakan bahwa kondisi tertentu ada. Pernyataan ini merupakan ciri ideologi yang memiliki ….

  • A. ruang lingkup yang luas dan bervariasi
  • B. argumen persuasif untuk memotivasi keterlibatan aktif
  • C. pola sistematik dari pemikiran politik
  • D. elemen empiris dan normatif
Jawaban: D. Elemen empiris dan normatif.
Karakteristik keempat ideologi menurut Christenson et al. adalah memiliki elemen empiris dan normatif. Ideologi menggabungkan unsur-unsur apa yang nyata (empiris) dengan apa yang seharusnya terjadi dalam politik (normatif).
56.

Menurut Mubyarto (1991), ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol sekelompok orang atau suatu bangsa yang menjadi pedoman dan pedoman kerja untuk mencapai tujuan masyarakat atau bangsa. Pernyataan ini sejalan dengan pandangan Tjokroamidjojo (1992) yang menyatakan bahwa ideologi harus ….

  • A. tercermin dalam sikap, perbuatan, dan perilaku pengikutnya serta dapat disebarkan secara legal
  • B. bersumber dari pemikiran individu yang kemudian disepakati oleh kelompok secara demokratis
  • C. berakar pada nilai-nilai agama yang universal dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat
  • D. dirumuskan oleh para ahli filsafat dan kemudian disosialisasikan kepada seluruh warga negara
Jawaban: A. Tercermin dalam sikap, perbuatan, dan perilaku pengikutnya serta dapat disebarkan secara legal.
Tjokroamidjojo (1992) menegaskan bahwa ideologi harus tercermin dalam sikap, perbuatan, dan perilaku pengikutnya. Ideologi juga dapat disebarkan secara legal dan terhubung ke entitas institusional yang dibentuk untuk melaksanakan pola pikir tertentu.
57.

Ideologi kapitalisme berawal dari konsep ekonomi di Inggris pada abad 18 dan kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika Utara. Salah satu ciri utama ideologi kapitalisme adalah ….

  • A. negara memegang kendali penuh atas seluruh sektor produksi dan distribusi barang
  • B. kepemilikan pribadi atas alat produksi dihapuskan demi keadilan sosial bagi semua kelas
  • C. pihak swasta memegang kendali dalam sistem ekonomi dan peran negara sangat minim
  • D. negara mengintervensi pasar untuk memastikan distribusi kekayaan yang merata bagi seluruh rakyat
Jawaban: C. Pihak swasta memegang kendali dalam sistem ekonomi dan peran negara sangat minim.
Dalam kacamata kapitalisme, swasta memegang kendali sedangkan peranan negara sangat minim. Negara tidak dapat mengintervensi sistem ekonomi, namun hanya bertugas sebagai pengawas untuk memastikan perekonomian berjalan lancar.
58.

Liberalisme dan nasionalisme tumbuh bersama di negara-negara terjajah dan keduanya menyerukan pembentukan negara merdeka. Salah satu kelemahan ideologi liberalisme adalah ….

  • A. terlalu mengutamakan kekuasaan negara sehingga hak individu sering terabaikan dan tidak terlindungi
  • B. mengabaikan komponen sosial dan menghilangkan akuntabilitas individu untuk kebaikan publik
  • C. menolak eksistensi hak asasi manusia sebagai bagian dari sistem nilai kemasyarakatan
  • D. bersifat dogmatis sehingga tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman
Jawaban: B. Mengabaikan komponen sosial dan menghilangkan akuntabilitas individu untuk kebaikan publik.
Kekurangan liberalisme terletak pada pengabaian komponen sosialnya, sehingga menghilangkan akuntabilitas individu untuk kebaikan publik. Sebaliknya, kelebihan liberalisme adalah memanfaatkan materialitas pribadi seseorang dengan martabat.
59.

Dalam menghadapi perdebatan antara ideologi sosialisme-komunisme dan liberalisme-kapitalisme, para pendiri bangsa Indonesia menawarkan jalan tengah. Soepomo dalam pidatonya menguraikan konsep pandangan dunia integralistik yang ….

  • A. menolak semua bentuk nilai keagamaan dan menempatkan negara sebagai otoritas tertinggi yang absolut
  • B. mengutamakan kepentingan individu di atas kolektivitas dengan tetap menjaga keseimbangan sosial
  • C. menerapkan sistem kepemilikan bersama atas alat produksi sebagaimana diajarkan oleh Marx dan Engels
  • D. menganggap negara sebagai kesatuan organik dan mengutamakan kekayaan masyarakat di atas martabat individu namun tetap menghargai martabat manusia
Jawaban: D. Menganggap negara sebagai kesatuan organik dan mengutamakan kekayaan masyarakat di atas martabat individu namun tetap menghargai martabat manusia.
Pandangan dunia integralistik memandang negara sebagai kesatuan organik yang memprioritaskan kekayaan masyarakat di atas martabat manusia individu, namun tetap menghargai martabat manusia. Sudut pandang ini berbeda dari kolektivisme Rusia maupun individualisme Barat.
60.

Sistem nilai Pancasila disusun dalam dua cara, yaitu saling melengkapi dan saling memenuhi syarat, serta bersifat hierarkis dan piramidal. Ide dasar di balik struktur hierarkis piramidal Pancasila adalah bahwa ….

  • A. setiap sila menentukan sila berikutnya dan setiap sila menggabungkan sila lain dalam dirinya
  • B. sila pertama lebih penting dari sila lainnya sehingga dapat menggantikan kedudukan sila yang lain
  • C. kelima sila berdiri sendiri-sendiri dan dapat diterapkan secara terpisah sesuai kebutuhan negara
  • D. urutan sila dari satu sampai lima mencerminkan tingkat kepentingan yang semakin berkurang
Jawaban: A. Setiap sila menentukan sila berikutnya dan setiap sila menggabungkan sila lain dalam dirinya.
Lima sila disusun dengan cara yang menentukan sila sebelumnya dan menunjukkan perkembangan tingkat dalam hal luas dan isinya. Setiap sila di dalamnya menggabungkan sila lain, dan penempatan Pancasila dalam hierarki piramida dapat dijelaskan dalam hal saling melengkapi dan kualifikasi.
61.

Pancasila sebagai ideologi terbuka dicirikan oleh gagasan dan cita-cita yang diambil dari sumber daya spiritual, moral, dan budaya masyarakat sendiri. Hal ini berbeda dengan ideologi tertutup yang ….

  • A. bersumber dari nilai-nilai yang digali langsung dari kehidupan masyarakat dan kebudayaan setempat
  • B. dasarnya adalah keyakinan ideologis sekelompok orang tertentu yang dipaksakan dari luar
  • C. selalu terbuka terhadap perubahan nilai sesuai perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat
  • D. menjadi milik seluruh rakyat karena ditemukan dan digali dari masyarakat itu sendiri
Jawaban: B. Dasarnya adalah keyakinan ideologis sekelompok orang tertentu yang dipaksakan dari luar.
Ideologi terbuka dicirikan oleh gagasan yang bersumber dari masyarakat sendiri, bukan dipaksakan dari luar. Sebaliknya, ideologi tertutup dasarnya adalah hasil keyakinan ideologis sekelompok orang tertentu yang dipaksakan kepada masyarakat.
62.

Menurut Kaelan (2002), Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki tiga dimensi. Dimensi yang mengakui bahwa prinsip-prinsip yang terkandung dalam setiap sila Pancasila diambil dari nilai-nilai nasional adalah dimensi ….

  • A. normatif
  • B. fleksibilitas
  • C. realistis
  • D. idealisme
Jawaban: C. Realistis.
Dimensi realistis terdapat dalam setiap nilai sila Pancasila dan harus mampu menangkap esensi masyarakat Indonesia sebagaimana adanya. Dimensi ini mengakui bahwa prinsip-prinsip Pancasila diambil dari nilai-nilai nasional bangsa Indonesia.
63.

Batas-batas keterbukaan Ideologi Pancasila yang tidak boleh dilanggar menurut Syarbaini (2009) terdiri dari lima hal. Di antara pernyataan berikut, yang bukan merupakan batas keterbukaan Ideologi Pancasila adalah ….

  • A. pelarangan berkembangnya ideologi leninisme, marxisme, dan komunisme
  • B. pencegahan terhadap perkembangan paham liberalis
  • C. pelarangan adanya pandangan ekstrim yang meresahkan kehidupan masyarakat
  • D. larangan bagi warga negara untuk mempelajari ideologi lain selain Pancasila
Jawaban: D. Larangan bagi warga negara untuk mempelajari ideologi lain selain Pancasila.
Lima batas keterbukaan Pancasila meliputi: stabilitas nasional, pelarangan ideologi komunisme/leninisme/marxisme, pencegahan paham liberal, pelarangan pandangan ekstrim, dan konsensus dalam menciptakan norma baru. Melarang warga mempelajari ideologi lain bukan termasuk batasan tersebut.
64.

Ideologi terbuka harus memiliki struktur proses yang memperhitungkan tiga dimensi. Dimensi yang menunjukkan bahwa kemajuan bertujuan untuk memenuhi tujuan Proklamasi 1945 disebut dimensi ….

  • A. teleologis
  • B. etika
  • C. integral-integratif
  • D. epistemologis
Jawaban: A. Teleologis.
Tiga dimensi proses ideologi terbuka adalah: dimensi teleologis yang menunjukkan kemajuan untuk memenuhi tujuan Proklamasi 1945, dimensi etika yang menunjukkan pentingnya martabat manusia, dan komponen integral-integratif yang menempatkan orang dalam pengaturan struktural.
65.

Keputusan rakyat Indonesia untuk mengadopsi Pancasila sebagai ideologi negara tertuang dalam Keputusan MPR Nomor 18 Tahun 1998. Keputusan MPR tersebut mencabut ketetapan ….

  • A. MPR RI Nomor 1 Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  • B. MPR RI Nomor 2 Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  • C. MPR RI Nomor 3 Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  • D. MPR RI Nomor 4 Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
Jawaban: B. MPR RI Nomor 2 Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.
Keputusan MPR Nomor 18 Tahun 1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI Nomor 2 Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Penetapan Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara.
66.

Pancasila sebagai Ideologi dalam negara setidaknya memiliki lima fungsi. Fungsi kedua Pancasila yang berkaitan dengan orientasi mendasar melalui pengungkapan kebenaran yang memberi tujuan dan makna hidup adalah fungsi sebagai ….

  • A. standar yang mengarahkan perilaku warga negara dalam kehidupan bermasyarakat
  • B. struktur kognitif sebagai dasar untuk memahami dan menafsirkan dunia luar dan kejadiannya
  • C. orientasi mendasar yang mengungkapkan kebenaran dan memberi tujuan serta makna hidup
  • D. sarana bagi individu untuk menemukan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia
Jawaban: C. Orientasi mendasar yang mengungkapkan kebenaran dan memberi tujuan serta makna hidup.
Lima fungsi Pancasila sebagai ideologi negara meliputi: (1) struktur kognitif, (2) orientasi mendasar yang memberi kebenaran dan makna hidup, (3) standar yang mengarahkan perilaku, (4) sarana menemukan identitas, dan (5) aspek pendidikan untuk mengasimilasi perilaku.
67.

Seorang warga negara hidup di lingkungan yang majemuk dengan berbagai suku, agama, dan ras yang berbeda. Ia ingin tetap menjaga persatuan tanpa mengorbankan keyakinan agamanya. Berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa, sila yang paling relevan untuk situasi tersebut adalah ….

  • A. Sila Kedua, karena kemanusiaan yang adil dan beradab menjamin hak asasi setiap warga negara
  • B. Sila Keempat, karena musyawarah mufakat adalah cara terbaik menyelesaikan perbedaan di masyarakat
  • C. Sila Kelima, karena keadilan sosial menjamin setiap warga mendapatkan perlakuan yang sama
  • D. Sila Pertama, karena sila ini menggambarkan Tuhan yang sama yang mengikat semua agama di Indonesia
Jawaban: D. Sila Pertama, karena sila ini menggambarkan Tuhan yang sama yang mengikat semua agama di Indonesia.
Sila pertama menggambarkan Tuhan yang sama yang mengikat semua agama di Indonesia, sehingga sangat relevan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman agama. Sila ini memungkinkan setiap warga berpegang pada keyakinan agamanya sekaligus tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.
68.

Menurut Riyanto dan Baliyanto (2017), ideologi Pancasila mengacu pada cita-cita yang terdapat dalam Pancasila yang menjadi pedoman kehidupan sehari-hari dalam penyelenggaraan negara. Kesepakatan bersama tersebut mengarah pada adopsi Pancasila sebagai ….

  • A. dasar hukum tertinggi yang mengatur seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia
  • B. cita-cita yang dipegang teguh dan berfungsi sebagai jembatan untuk menyatukan rakyat Indonesia
  • C. pedoman teknis bagi aparatur negara dalam menjalankan tugas pemerintahan sehari-hari
  • D. sistem ideologi tertutup yang tidak dapat diubah dan disesuaikan dengan perkembangan zaman
Jawaban: B. Cita-cita yang dipegang teguh dan berfungsi sebagai jembatan untuk menyatukan rakyat Indonesia.
Menurut Riyanto dan Baliyanto (2017), kesepakatan bersama mengarah pada adopsi Pancasila sebagai cita-cita yang dipegang teguh yang berfungsi sebagai jembatan untuk menyatukan rakyat Indonesia. Dua penafsiran ini menunjukkan sentralitas Pancasila dalam kehidupan bernegara Indonesia.
69.

Kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia yang terbentuk dari dua kata. Dua kata tersebut adalah ….

  • A. philia (persahabatan) dan sophia (kebijaksanaan)
  • B. philos (cinta) dan sophos (kebenaran)
  • C. philia (cinta) dan logos (ilmu pengetahuan)
  • D. philos (cinta) dan sophos (kebijaksanaan)
Jawaban: D. philos (cinta) dan sophos (kebijaksanaan).
Secara etimologis, kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani philosophia yang terbentuk dari dua kata: philos yang berarti cinta dan sophos yang berarti kebijaksanaan, sehingga filsafat berarti cinta pada kebijaksanaan.
70.

Filsafat sebagai ilmu memenuhi empat syarat pengetahuan ilmiah. Syarat yang mengharuskan pengetahuan filsafat memiliki unsur-unsur yang berbeda namun merupakan satu kesatuan sistem disebut syarat ….

  • A. berobjek
  • B. sistematis
  • C. bermetode
  • D. universal
Jawaban: B. sistematis.
Syarat ketiga ilmu filsafat adalah bersifat sistematis, yaitu pengetahuan memiliki unsur-unsur yang berbeda namun merupakan satu kesatuan sistem. Syarat berobjek berkaitan dengan objek material dan formal, syarat bermetode berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan, dan syarat universal berkaitan dengan kebenaran yang diterima secara umum.
71.

Objek kajian filsafat terbagi ke dalam objek yang bersifat abstrak dan objek yang bersifat konkret. Yang termasuk objek kajian filsafat yang bersifat abstrak adalah ….

  • A. ide, konsep, nilai, dan teori
  • B. manusia, masyarakat, dan negara
  • C. benda, tempat, dan peristiwa
  • D. perilaku, sikap, dan tindakan manusia
Jawaban: A. ide, konsep, nilai, dan teori.
Objek kajian filsafat yang bersifat abstrak antara lain ide, konsep, nilai, dan teori. Sedangkan objek yang bersifat konkret adalah manusia, masyarakat, dan negara.
72.

Filsafat memiliki tiga ciri umum sebagai ilmu. Ciri yang berarti pemikiran mendalam atau fundamental sampai pada akar yang bersifat esensial disebut ciri ….

  • A. universal
  • B. sistematis
  • C. radikal
  • D. konseptual
Jawaban: C. radikal.
Ciri radikal dalam filsafat berarti pemikiran mendalam atau fundamental sampai pada akar yang bersifat esensial. Universal berarti memandang objek dari berbagai aspek, dan sistematis berarti mengikuti alur metodologis yang runtut dan logis.
73.

Sistem filsafat Platonisme dikenal juga sebagai sistem idealis karena didasarkan pada pandangan Plato bahwa realitas dunia materi adalah bayangan dari dunia ide. Berdasarkan idealisme ini, manusia dalam filsafat Plato dipandang sebagai makhluk yang ….

  • A. bersifat sepenuhnya material dan dapat diamati secara empiris
  • B. hanya mengenal kebenaran melalui pengalaman dan pengamatan langsung
  • C. tidak memiliki kemampuan untuk menyelidiki kebenaran abadi
  • D. memiliki jiwa abadi sehingga jiwa dapat menyelidiki dunia
Jawaban: D. memiliki jiwa abadi sehingga jiwa dapat menyelidiki dunia.
Berdasarkan idealisme Platonisme, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki jiwa abadi, dan karena hal yang bersifat fisikal maka jiwa dapat menyelidiki dunia. Pandangan bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman dan pengamatan justru merupakan ciri Aristotelianisme, bukan Platonisme.
74.

Auguste Comte sebagai pendiri aliran Positivisme memperkenalkan ajaran yang disebut law of three stages. Urutan tahap perkembangan yang benar menurut hukum tiga tahap tersebut adalah ….

  • A. tahap teologi, tahap metafisik, tahap positif
  • B. tahap metafisik, tahap teologi, tahap positif
  • C. tahap positif, tahap teologi, tahap metafisik
  • D. tahap teologi, tahap positif, tahap metafisik
Jawaban: A. tahap teologi, tahap metafisik, tahap positif.
Menurut Auguste Comte, sejarah umat manusia mengikuti tiga tahap perkembangan secara berurutan: tahap teologi yang bersifat fiktif, tahap metafisik yang bersifat abstrak, dan tahap positif yang bersifat ilmiah atau riil.
75.

Agama adalah sistem keyakinan, praktik, dan nilai-nilai yang mengatur hubungan manusia dengan yang transenden. Dalam upaya manusia menemukan moral, kedudukan agama menjadi sumber pengetahuan yang dilandasi oleh tiga unsur keagamaan. Ketiga unsur tersebut adalah ….

  • A. wahyu, keyakinan, dan ibadah
  • B. iman, akal, dan pengalaman spiritual
  • C. kepercayaan (kredo), peribadatan (ritus), dan norma
  • D. teologi, etika, dan ritual keagamaan
Jawaban: C. kepercayaan (kredo), peribadatan (ritus), dan norma.
Dalam agama terdapat tiga unsur sistem peribadatan, yaitu kepercayaan (kredo), peribadatan (ritus), dan norma. Berdasarkan ketiga unsur keagamaan ini, kedudukan agama menjadi sumber pengetahuan dalam upaya manusia menemukan moral.
76.

Filsafat sebagai sistem pengetahuan dapat dipelajari melalui dua cara. Franz Magnis Suseno menunjukkan salah satu tugas filsafat dalam hubungannya dengan fungsi agama, yaitu dengan filsafat manusia terbantu menghadapi tantangan ideologi-ideologi baru. Ini merupakan tugas filsafat yang ke ….

  • A. pertama
  • B. keempat
  • C. kedua
  • D. ketiga
Jawaban: B. keempat.
Franz Magnis Suseno menyebutkan empat tugas filsafat dalam hubungannya dengan fungsi agama. Tugas keempat adalah dengan filsafat, manusia terbantu dalam menggunakan agama secara benar untuk menghadapi tantangan ideologi-ideologi baru.
77.

Sila 1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam kesatuan sila-sila Pancasila memiliki hubungan yang organis dengan sila-sila lainnya. Hubungan sila 1 dengan sila 2, 3, 4, dan 5 adalah ….

  • A. diliputi dan dijiwai oleh sila 2, 3, 4, dan 5
  • B. diliputi oleh sila 2, 3, 4, dan 5 serta menjiwai sila 2 saja
  • C. meliputi dan menjiwai sila 2, 3, 4, dan 5
  • D. sejajar dan setara kedudukannya dengan sila 2, 3, 4, dan 5
Jawaban: C. meliputi dan menjiwai sila 2, 3, 4, dan 5.
Sila 1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” meliputi dan menjiwai sila 2, 3, 4, dan 5. Sebaliknya, sila-sila berikutnya diliputi dan dijiwai oleh sila pertama, mencerminkan kesatuan organis yang tidak dapat dipisahkan.
78.

Dalam sila 2 “Kemanusiaan yang adil dan beradab” terkandung nilai-nilai yang mencerminkan pengakuan atas martabat manusia. Salah satu nilai yang terkandung di dalamnya adalah pengakuan adanya pengertian manusia yang beradab memiliki cipta, rasa, dan karya yang dapat memberikan pertimbangan atas keadilan hak bagi umat manusia untuk ….

  • A. berpartisipasi dalam pemerintahan negara secara langsung
  • B. mendapatkan perlindungan dari ancaman asing
  • C. memperoleh kesejahteraan ekonomi yang merata
  • D. merdeka, berdaulat, dan menentukan nasib sendiri
Jawaban: D. merdeka, berdaulat, dan menentukan nasib sendiri.
Nilai dalam sila 2 mencakup pengakuan adanya manusia yang beradab dengan cipta, rasa, dan karya yang dapat memberikan pertimbangan atas keadilan hak bagi umat manusia untuk merdeka, berdaulat, dan menentukan nasib sendiri.
79.

Filsafat Pancasila secara umum dapat dipahami sebagai hasil berpikir atau pemikiran mendalam yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap Pancasila. Menurut Abdul Gani (1998), Pancasila dikatakan sebagai filsafat karena Pancasila merupakan ….

  • A. hasil permenungan jiwa yang mendalam oleh the founding fathers yang dituangkan dalam suatu sistem nilai
  • B. kumpulan aturan hukum yang disusun secara sistematis oleh para pendiri negara Indonesia
  • C. ideologi terbuka yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman secara bebas
  • D. rumusan nilai yang diambil dari berbagai sistem filsafat dunia dan disesuaikan dengan budaya Indonesia
Jawaban: A. hasil permenungan jiwa yang mendalam oleh the founding fathers yang dituangkan dalam suatu sistem nilai.
Menurut Abdul Gani (1998), Pancasila dikatakan sebagai filsafat karena Pancasila merupakan hasil permenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding fathers Indonesia dan kemudian dituangkan dalam suatu sistem nilai.
80.

Perbedaan mendasar antara konsep “Filsafat Pancasila” dan “sila-sila Pancasila sebagai sistem filsafat” terletak pada objek materialnya. Sila-sila Pancasila sebagai sistem filsafat meletakkan objek material pada ….

  • A. perspektif filsafat yang meninjau Pancasila dari sudut pandang ilmu filsafat
  • B. susunan dan kedudukan sila-sila Pancasila sebagai bagian dari sistem filsafat
  • C. sejarah perumusan Pancasila dalam sidang BPUPKI dan PPKI
  • D. nilai-nilai universal yang terkandung dalam setiap sila Pancasila
Jawaban: B. susunan dan kedudukan sila-sila Pancasila sebagai bagian dari sistem filsafat.
Sila-sila Pancasila sebagai sistem filsafat meletakkan objek material pada susunan dan kedudukan sila-sila Pancasila sebagai bagian dari sistem filsafat. Sedangkan Filsafat Pancasila bertitik tolak pada objek material Pancasila yang ditinjau dari perspektif filsafat.
81.

Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki tiga landasan nilai. Nilai instrumental merupakan pedoman yang dapat diukur dan diarahkan. Apabila nilai instrumental berkaitan dengan manusia dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut akan menjadi ….

  • A. nilai dasar yang bersifat universal dan objektif
  • B. nilai praksis yang menjadi penjabaran lebih lanjut dari nilai dasar
  • C. norma sosial atau moral dalam kehidupan bermasyarakat
  • D. kebijakan publik yang ditetapkan oleh pemerintah
Jawaban: C. norma sosial atau moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai instrumental merupakan pedoman yang dapat diukur dan dapat diarahkan. Apabila nilai instrumental berkaitan dengan manusia dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut akan menjadi norma sosial atau moral dalam masyarakat.
82.

Implementasi Pancasila sebagai sistem filsafat dari segi realitas dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu wujud implementasi realitas Pancasila dalam konteks bernegara adalah ….

  • A. peraturan perundang-undangan seperti peraturan jaminan sosial dan jaminan kesehatan
  • B. kegiatan gotong royong dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat
  • C. melestarikan nilai tradisi dan budaya bangsa yang asli dalam konteks berbangsa
  • D. memahami konsep-konsep dasar sila-sila Pancasila secara akademis
Jawaban: A. peraturan perundang-undangan seperti peraturan jaminan sosial dan jaminan kesehatan.
Implementasi realitas Pancasila dalam konteks bernegara dapat dilihat melalui peraturan perundang-undangan yang mencerminkan realitas Pancasila, seperti peraturan tentang pajak, peraturan jaminan sosial, dan jaminan kesehatan. Pilihan B dan C merupakan implementasi dalam konteks bermasyarakat dan berbangsa.
83.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pemahaman yang selama ini terjadi di masyarakat dan di kalangan akademik memandang Pancasila terdiri atas lima sila yang dijabarkan dan dijelaskan secara terpisah. Dampak dari pemahaman yang keliru ini adalah ….

  • A. sila-sila Pancasila menjadi mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat
  • B. implementasi Pancasila menjadi lebih efektif karena fokus pada satu sila
  • C. nilai-nilai Pancasila dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah
  • D. implementasi sila Pancasila menjadi salah kaprah dan belum terimplementasi dengan baik
Jawaban: D. implementasi sila Pancasila menjadi salah kaprah dan belum terimplementasi dengan baik.
Pemahaman Pancasila yang menjelaskan sila-sila secara terpisah secara konseptual menjadi salah kaprah dan belum terimplementasikan dengan baik. Seharusnya masyarakat memahami bahwa substansi Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh, bukan bagian-bagian yang berdiri sendiri.
84.

Pancasila membentuk sistem filsafat yang dipengaruhi oleh lingkungan fisik, sosial, dan spiritual tempat bangsa Indonesia hidup. Dalam Pancasila tercermin pandangan bangsa Indonesia mengenai lima konsep dasar. Konsep yang tidak termasuk dalam pandangan tersebut adalah ….

  • A. “Tuhan”
  • B. “hukum”
  • C. “rakyat”
  • D. “adil”
Jawaban: B. “hukum”.
Dalam Pancasila tercermin pandangan bangsa Indonesia mengenai “Tuhan”, “manusia”, “satu”, “rakyat”, dan “adil”. Konsep “hukum” tidak termasuk dalam lima konsep dasar yang tercermin dalam sistem filsafat Pancasila menurut Mudhofir (1996).
85.

Istilah “paradigma” berasal dari bahasa Yunani yang tersusun atas dua kata. Kata “diegma” dalam akar kata tersebut memiliki arti ….

  • A. di sebelah atau di samping
  • B. kerangka berpikir yang ilmiah
  • C. teladan, ideal, atau model
  • D. pandangan tentang dunia sekitar
Jawaban: C. Teladan, ideal, atau model.
Secara etimologis, kata “para” berarti “di sebelah” atau “di samping”, sedangkan “diegma” berarti “teladan”, “ideal”, atau “model”. Pilihan A adalah arti kata “para”, bukan “diegma”.
86.

Thomas Kuhn pertama kali memperkenalkan istilah “paradigma” melalui karyanya yang berjudul ….

  • A. The Structure of Scientific Revolution (1962)
  • B. Toward an Integrated Sociological Paradigm (1981)
  • C. The Paradigma Dialog (1990)
  • D. The Possibility of Naturalisme (1989)
Jawaban: A. The Structure of Scientific Revolution (1962).
Istilah “paradigma” untuk pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Kuhn melalui karyanya berjudul The Structure of Scientific Revolution pada tahun 1962. Karya tersebut awalnya menggunakan paradigma sebagai acuan terminologis untuk menjelaskan model perkembangan ilmu pengetahuan.
87.

Menurut Guba (1990), paradigma didefinisikan sebagai seperangkat keyakinan dasar yang berhubungan dengan prinsip-prinsip tertinggi. Berdasarkan pengertian tersebut, fungsi utama paradigma bagi pemegangnya adalah ….

  • A. menyamakan metode penelitian seluruh komunitas ilmiah
  • B. mendefinisikan pandangan dunia dan sifat dunia bagi pemegangnya
  • C. menghasilkan kebenaran tunggal yang bersifat empiris
  • D. membatasi ruang lingkup kajian ilmu pengetahuan tertentu
Jawaban: B. Mendefinisikan pandangan dunia dan sifat dunia bagi pemegangnya.
Guba (1990) menyatakan paradigma adalah seperangkat keyakinan dasar yang berhubungan dengan prinsip-prinsip tertinggi, yaitu pandangan dunia yang mendefinisikan, bagi pemegangnya, sifat dunia. Dengan demikian, paradigma berfungsi memberi landasan cara pandang seseorang terhadap realitas.
88.

Positivisme yang dikemukakan oleh Auguste Comte menganggap bahwa kebenaran ilmu pengetahuan hanya diperoleh dari satu sumber. Sumber kebenaran yang dimaksud dalam paradigma Positivisme adalah ….

  • A. wahyu dan intuisi manusia yang terlatih
  • B. konsensus komunitas ilmiah yang dominan
  • C. nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat
  • D. fakta empiris atau fakta indrawi semata
Jawaban: D. Fakta empiris atau fakta indrawi semata.
Positivisme pada dasarnya menganggap kebenaran hanya diperoleh berdasarkan fakta empiris atau fakta indrawi saja, sehingga kebenaran bersifat tunggal yang dikenal dengan istilah single truth. Pilihan lain tidak sesuai dengan prinsip dasar aliran Positivisme Comte.
89.

Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu dapat dipahami melalui empat rumusan pengertian. Salah satu rumusan menyatakan bahwa setiap upaya pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia seharusnya berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. Proses ini disebut sebagai ….

  • A. indigenisasi ilmu pengetahuan
  • B. sekularisasi ilmu pengetahuan
  • C. globalisasi ilmu pengetahuan
  • D. liberalisasi ilmu pengetahuan
Jawaban: A. Indigenisasi ilmu pengetahuan.
Setiap upaya pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia seharusnya berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia, atau biasa disebut sebagai proses indigenisasi (mempribumikan) ilmu pengetahuan. Sekularisasi justru merupakan dampak yang harus dihindari apabila ilmu dikembangkan tanpa melepaskan nilai ideologi bangsa.
90.

Prof. Dr. T. Jacob berpendapat bahwa Pancasila seharusnya digunakan sebagai dasar etika ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Salah satu dari lima prinsip besar yang dikemukakan T. Jacob sebagai landasan etika IPTEK adalah ….

  • A. empirisme dan rasionalisme ilmiah
  • B. pragmatisme dan profesionalisme
  • C. monoteisme dan humanisme serta solidaritas karya negara
  • D. positivisme dan relevansi teknologi
Jawaban: C. Monoteisme dan humanisme serta solidaritas karya negara.
T. Jacob menggagas lima prinsip besar bagi penerapan Pancasila sebagai dasar etika IPTEK, yaitu monoteisme, humanisme dan solidaritas karya negara, nasionalisme dan solidaritas karya negara, demokrasi dan perwakilan, serta keadilan sosial. Pilihan lain tidak tercantum dalam gagasan T. Jacob tersebut.
91.

Pelaksanaan pembangunan nasional yang berlandaskan Pancasila sebagai paradigma pembangunan mensyaratkan beberapa prinsip. Salah satu prinsip yang wajib dipenuhi adalah bahwa pembangunan harus menghormati HAM. Maksud prinsip ini dalam konteks pembangunan adalah ….

  • A. pembangunan mengutamakan hasil yang terukur dan nyata
  • B. pembangunan tidak boleh mengorbankan manusia dan harus menghormati harkat serta martabat bangsa
  • C. pembangunan melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara demokratis
  • D. pembangunan tidak boleh mengabaikan pertimbangan etnis dan golongan
Jawaban: B. Pembangunan tidak boleh mengorbankan manusia dan harus menghormati harkat serta martabat bangsa.
Pelaksanaan pembangunan harus menghormati HAM berarti pembangunan tidak boleh mengorbankan manusia, namun harus menghormati harkat serta martabat suatu bangsa. Pilihan C merujuk pada prinsip demokratis, bukan prinsip penghormatan HAM secara spesifik.
92.

Sistem ekonomi Pancasila memiliki ciri khas yang membedakannya dari sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Ciri sistem ekonomi Pancasila yang berkaitan dengan hubungan antara pemerintah dan swasta adalah ….

  • A. pemerintah mendominasi seluruh kegiatan perekonomian nasional
  • B. pihak swasta menjadi pengendali utama hajat hidup orang banyak
  • C. modal dan buruh mendominasi seluruh sektor perekonomian
  • D. pemerintah dan swasta hidup beriringan secara damai dan saling mendukung
Jawaban: D. Pemerintah dan swasta hidup beriringan secara damai dan saling mendukung.
Dalam sistem ekonomi Pancasila, peran negara penting namun tidak dominan, begitu pula dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Kedua pihak hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung, sehingga tidak akan terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun komando.
93.

Pancasila merupakan dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Konsekuensi logis dari kedudukan tersebut bagi seluruh bangsa Indonesia adalah ….

  • A. menjadikan Pancasila sebagai syarat untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia
  • B. menghafalkan kelima sila Pancasila dalam setiap kegiatan kenegaraan
  • C. menghayati dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
  • D. menyerahkan penafsiran nilai Pancasila sepenuhnya kepada pemerintah
Jawaban: C. Menghayati dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Konsekuensi logis dari kedudukan Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 adalah seluruh bentuk penghayatan dan pengimplementasian terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila harus dilaksanakan oleh segenap bangsa Indonesia.
94.

Menurut Soeprapto (2016), pengimplementasian Pancasila harus datang dari diri sendiri. Pernyataan ini mengandung makna bahwa ….

  • A. Pancasila memiliki kebutuhan sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa yang harus diupayakan secara sungguh-sungguh
  • B. implementasi Pancasila cukup dilakukan melalui program pendidikan formal di sekolah
  • C. pemerintah tidak perlu mendorong warga negara untuk mengamalkan nilai Pancasila
  • D. nilai-nilai Pancasila akan muncul dengan sendirinya tanpa perlu usaha khusus
Jawaban: A. Pancasila memiliki kebutuhan sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa yang harus diupayakan secara sungguh-sungguh.
Soeprapto (2016) menegaskan bahwa Pancasila memiliki sebuah kebutuhan dalam pegangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan hal tersebut tidak dapat muncul dengan sendirinya, namun harus dilakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk mencapainya. Pilihan D bertentangan langsung dengan pernyataan Soeprapto tersebut.
95.

Nilai ketuhanan dalam Sila Pertama Pancasila mengandung makna bahwa Indonesia bukan merupakan negara ateis. Perwujudan nyata nilai ini dalam kehidupan kampus adalah ….

  • A. mahasiswa diwajibkan mengikuti semua kegiatan keagamaan di kampus
  • B. mata kuliah agama diwajibkan menjadi mata kuliah yang dipelajari mahasiswa melalui kurikulum yang berlaku
  • C. mahasiswa dibebaskan memilih agama yang paling banyak dianut di kampus
  • D. kegiatan organisasi mahasiswa hanya boleh diikuti oleh pemeluk agama tertentu
Jawaban: B. Mata kuliah agama diwajibkan menjadi mata kuliah yang dipelajari mahasiswa melalui kurikulum yang berlaku.
Contoh implementasi makna Sila Pertama Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus antara lain diwajibkannya mata kuliah agama menjadi mata kuliah yang dipelajari mahasiswa melalui kurikulum pembelajaran yang berlaku, sebagai wujud pengakuan terhadap Tuhan pencipta alam semesta.
96.

Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengandung makna penting tentang jaminan kedudukan warga negara. Konsekuensi dari implementasi sila kedua bagi setiap warga negara Indonesia adalah ….

  • A. setiap warga negara berhak menentukan sistem pemerintahan yang berlaku
  • B. warga negara berhak mendapat perlindungan khusus berdasarkan latar belakangnya
  • C. warga negara bebas memilih norma yang akan dijadikan pedoman hidupnya
  • D. setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan serta berkewajiban menjunjung tinggi hukum
Jawaban: D. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan serta berkewajiban menjunjung tinggi hukum.
Konsekuensi dari implementasi sila kedua adalah jaminan kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan, serta berkewajiban untuk menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan harus diperoleh setiap warga negara. Prinsip ini merupakan manifestasi sifat bangsa yang berbudaya tinggi dan tidak sewenang-wenang.
97.

Sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, mengandung makna perlindungan negara terhadap segenap bangsa. Salah satu bentuk implementasi Sila Ketiga dalam kehidupan sehari-hari adalah ….

  • A. bersikap saling menghargai terhadap berbagai keragaman suku, agama, dan budaya
  • B. menaati peraturan perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah
  • C. memberikan pinjaman kepada masyarakat menengah ke bawah untuk usaha
  • D. menerima dan menghargai pendapat orang lain dalam musyawarah
Jawaban: A. Bersikap saling menghargai terhadap berbagai keragaman suku, agama, dan budaya.
Nilai persatuan Indonesia mewujud dalam bentuk menghargai dan mengakui sepenuhnya keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Bersikap saling menghargai terhadap keragaman merupakan contoh langsung implementasi Sila Ketiga. Pilihan D lebih tepat mencerminkan implementasi Sila Keempat.
98.

Sila Keempat Pancasila mengandung makna bahwa penyelenggaraan negara haruslah berdasarkan pada permusyawaratan dan perwakilan. Dalam konteks kehidupan berbangsa, prinsip hikmat kebijaksanaan dalam sila keempat mengandung arti ….

  • A. keputusan selalu didasarkan pada suara terbanyak tanpa pengecualian
  • B. kepemimpinan negara bersifat absolut dan tidak dapat diganggu gugat
  • C. kondisi sosial yang membebaskan diri dari pemikiran berasaskan kelompok dan aliran sempit
  • D. setiap keputusan harus mendapat persetujuan dari seluruh warga negara Indonesia
Jawaban: C. Kondisi sosial yang membebaskan diri dari pemikiran berasaskan kelompok dan aliran sempit.
Hikmat kebijaksanaan atau keadaan yang menunjukkan kondisi sosial membebaskan diri dari pemikiran berasaskan kelompok serta aliran tertentu yang sempit. Prinsip ini mendorong pengambilan keputusan yang berorientasi pada kepentingan bersama, bukan kepentingan golongan.
99.

Sila Kelima Pancasila mengandung makna bahwa negara menghendaki kekayaan alam Indonesia digunakan untuk kemakmuran seluruh rakyatnya. Nilai keadilan dalam sila kelima menjunjung norma berdasarkan tiga prinsip utama, yaitu ….

  • A. kebebasan, persaingan, dan efisiensi ekonomi
  • B. ketidakberpihakan, keseimbangan, serta pemerataan
  • C. kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas
  • D. demokrasi, kebebasan individu, dan hak asasi manusia
Jawaban: B. Ketidakberpihakan, keseimbangan, serta pemerataan.
Nilai keadilan menjunjung norma berdasarkan ketidakberpihakan, keseimbangan, serta pemerataan yang terjadi. Upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bangsa agar kesejahteraan dapat tercapai secara merata bagi seluruh anggota masyarakat.
100.

Tantangan terhadap implementasi Pancasila sebagai paradigma pembangunan pada era globalisasi saat ini datang dari berbagai penjuru. Jika gelombang neo-liberalisme dan neo-konservatisme terus memengaruhi cara pandang masyarakat Indonesia tanpa diimbangi pengamalan nilai Pancasila, dampak yang paling berpotensi terjadi adalah ….

  • A. meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia secara signifikan
  • B. semakin kuatnya identitas nasional bangsa Indonesia di tingkat global
  • C. berkembangnya demokrasi Pancasila yang lebih adaptif terhadap perubahan
  • D. termarginalisasinya Pancasila dan munculnya sistem nilai baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa
Jawaban: D. Termarginalisasinya Pancasila dan munculnya sistem nilai baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa.
Gelombang demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan memengaruhi cara pandang dan cara berfikir masyarakat Indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan Pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa, sehingga implementasi Pancasila menjadi semakin terancam.

Konsistensi dalam berlatih soal ujian UT MKWN4110 Pancasila adalah kunci yang sering diremehkan, padahal dampaknya luar biasa. Setiap soal yang Anda kerjakan secara serius akan membentuk kepekaan tersendiri terhadap pola soal UAS UT.

Pada akhirnya, semua usaha yang Anda curahkan dalam mempersiapkan soal latihan UT ini memiliki makna yang jauh melampaui angka di lembar nilai. Anda sedang membentuk cara berpikir yang lebih kritis, lebih sadar.

Bagikan:

error: Content is protected !!