💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT PBIN4212 Pragmatik dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT PBIN4212 Pragmatik
Soal UT PBIN4212 Pragmatik

Mempelajari PBIN4212 Pragmatik memberikan manfaat besar bagi mahasiswa yang ingin memahami penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Kemampuan menganalisis makna ujaran secara kontekstual menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan maupun komunikasi profesional. Persiapan ujian yang matang akan membantu mahasiswa meraih hasil optimal.

Berlatih menggunakan Soal Ujian UT secara rutin terbukti meningkatkan pemahaman materi secara menyeluruh. Mahasiswa dapat mengukur sejauh mana penguasaan konsep seperti tindak tutur, implikatur, dan deiksis. Platform soalut.com menyediakan koleksi soal lengkap yang dapat diakses kapan saja sebagai bahan latihan mandiri yang efektif.

Mengerjakan Soal UT secara konsisten membantu mahasiswa mengenali pola soal yang sering muncul dalam ujian akhir semester. Dengan membiasakan diri berlatih Soal UAS UT, mahasiswa lebih siap menghadapi ujian dengan percaya diri dan pemahaman yang solid terhadap seluruh materi pragmatik.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT PBIN4212 Pragmatik

1.

Istilah 'pragmatik' dalam linguistik pertama kali diperkenalkan oleh seorang filsuf bernama Charles Morris pada tahun 1938. Dalam pembagian semiotika, Morris menempatkan pragmatik sebagai cabang yang mengkaji hubungan antara…

  • A. tanda dengan tanda lainnya
  • B. tanda dengan objek yang diacunya
  • C. tanda dengan pengguna atau penafsirnya
  • D. tanda dengan makna harfiahnya
Jawaban: C. tanda dengan pengguna atau penafsirnya.
Charles Morris membagi semiotika menjadi tiga cabang: sintaktik (hubungan tanda dengan tanda), semantik (hubungan tanda dengan objek acuan), dan pragmatik (hubungan tanda dengan pengguna/penafsirnya).
2.

Dalam historisitas perkembangan pragmatik, aliran filsafat bahasa yang sangat berpengaruh dan menekankan bahwa makna bahasa tidak dapat dipisahkan dari penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari adalah aliran…

  • A. Strukturalisme Saussure
  • B. Transformasi Generatif Chomsky
  • C. Filsafat Bahasa Biasa (Ordinary Language Philosophy)
  • D. Formalisme Bloomfield
Jawaban: C. Filsafat Bahasa Biasa (Ordinary Language Philosophy).
Filsafat Bahasa Biasa (Ordinary Language Philosophy) yang dipelopori oleh tokoh seperti Wittgenstein, Austin, dan Searle menekankan bahwa makna bahasa harus dilihat dari penggunaannya dalam konteks kehidupan nyata, bukan hanya dari struktur formalnya.
3.

Pragmatik berbeda dari semantik dalam hal kajian makna. Pernyataan yang paling tepat menggambarkan perbedaan mendasar antara semantik dan pragmatik adalah…

  • A. Semantik mengkaji makna dalam konteks, sedangkan pragmatik mengkaji makna di luar konteks
  • B. Semantik mengkaji makna literal yang terikat pada sistem bahasa, sedangkan pragmatik mengkaji makna yang terikat pada konteks penggunaan
  • C. Semantik hanya mengkaji kata, sedangkan pragmatik hanya mengkaji kalimat
  • D. Semantik dan pragmatik mengkaji objek yang sama persis tanpa perbedaan
Jawaban: B. Semantik mengkaji makna literal yang terikat pada sistem bahasa, sedangkan pragmatik mengkaji makna yang terikat pada konteks penggunaan.
Semantik mengkaji makna literal atau makna yang terikat pada sistem bahasa itu sendiri (makna kata/kalimat), sedangkan pragmatik mengkaji makna yang muncul dari konteks penggunaan bahasa, yaitu apa yang dimaksud penutur dalam situasi tertentu.
4.

Salah satu prinsip dasar dalam pragmatik menyatakan bahwa penutur dan mitra tutur berusaha untuk bekerja sama dalam komunikasi sehingga tuturan dapat dipahami dengan baik. Prinsip tersebut dikenal sebagai…

  • A. Prinsip Relevansi
  • B. Prinsip Kesantunan
  • C. Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle)
  • D. Prinsip Ekonomi Bahasa
Jawaban: C. Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle).
Prinsip Kerja Sama (Cooperative Principle) dikemukakan oleh H.P. Grice yang menyatakan bahwa dalam percakapan, penutur dan mitra tutur bekerja sama untuk membuat kontribusi percakapan yang diperlukan sesuai dengan tujuan atau arah percakapan.
5.

Dalam kajian pragmatik, fenomena linguistik yang menjadi objek kajiannya mencakup deiksis. Deiksis adalah fenomena bahasa yang menunjukkan…

  • A. Makna kias yang terkandung dalam suatu tuturan
  • B. Rujukan yang bergantung pada konteks situasi tuturan seperti waktu, tempat, dan persona
  • C. Hubungan logis antarkalimat dalam sebuah teks
  • D. Pola intonasi yang membedakan makna kalimat
Jawaban: B. Rujukan yang bergantung pada konteks situasi tuturan seperti waktu, tempat, dan persona.
Deiksis adalah fenomena linguistik di mana interpretasi suatu ekspresi bergantung sepenuhnya pada konteks situasi tuturan, meliputi deiksis persona (saya, kamu), deiksis tempat (di sini, di sana), dan deiksis waktu (sekarang, kemarin).
6.

Konsep 'ko-teks' dalam studi pragmatik merujuk pada…

  • A. Situasi fisik dan sosial di luar bahasa yang melingkupi sebuah tuturan
  • B. Latar belakang budaya penutur dan mitra tutur
  • C. Teks atau ujaran verbal yang hadir sebelum dan sesudah suatu tuturan tertentu
  • D. Hubungan antara penutur dengan lawan tutur
Jawaban: C. Teks atau ujaran verbal yang hadir sebelum dan sesudah suatu tuturan tertentu.
Ko-teks (co-text) merujuk pada lingkungan verbal atau teks yang melingkupi suatu tuturan, yaitu kata-kata, kalimat, atau ujaran yang hadir sebelum (konteks kiri) dan sesudah (konteks kanan) suatu ekspresi tertentu, berbeda dengan konteks yang bersifat ekstralinguistik.
7.

Implikatur percakapan adalah konsep yang dikemukakan oleh Grice untuk menjelaskan makna tersirat dalam tuturan. Contoh berikut yang paling tepat menggambarkan implikatur percakapan adalah…

  • A. 'Kucing' berarti hewan berkaki empat yang mengeong
  • B. A bertanya 'Apakah kamu lapar?' dan B menjawab 'Sudah jam dua belas siang.' yang mengimplikasikan bahwa B memang lapar
  • C. Kata 'berlari' secara semantis mengandung makna pergerakan cepat
  • D. Kalimat 'Pintu itu terbuka' memiliki subjek dan predikat
Jawaban: B. A bertanya 'Apakah kamu lapar?' dan B menjawab 'Sudah jam dua belas siang.' yang mengimplikasikan bahwa B memang lapar.
Implikatur percakapan terjadi ketika jawaban B 'Sudah jam dua belas siang' tidak secara harfiah menjawab pertanyaan, namun secara tersirat mengimplikasikan makna bahwa B memang lapar karena sudah waktunya makan siang. Makna tersirat inilah yang disebut implikatur.
8.

Dalam kajian mikropragmatik, referensi (reference) berkaitan dengan…

  • A. Hubungan antara bunyi bahasa dengan makna
  • B. Tindakan penutur menggunakan bahasa untuk menunjuk entitas tertentu di dunia nyata atau wacana
  • C. Cara penutur mengekspresikan emosi melalui intonasi
  • D. Proses pembentukan kata baru dalam bahasa
Jawaban: B. Tindakan penutur menggunakan bahasa untuk menunjuk entitas tertentu di dunia nyata atau wacana.
Referensi dalam pragmatik adalah tindakan penutur menggunakan ekspresi linguistik untuk menunjuk atau mengidentifikasi entitas tertentu (orang, benda, tempat, peristiwa) dalam dunia nyata atau dalam wacana yang sedang berlangsung.
9.

John L. Austin membagi tindak tutur menjadi tiga jenis. Tindak tutur yang berkaitan dengan efek atau pengaruh yang ditimbulkan tuturan terhadap mitra tutur disebut…

  • A. Tindak Lokusi
  • B. Tindak Ilokusi
  • C. Tindak Perlokusi
  • D. Tindak Konstatatif
Jawaban: C. Tindak Perlokusi.
Menurut Austin, tindak tutur terbagi menjadi: lokusi (tindak bertutur itu sendiri), ilokusi (tindak yang dilakukan dalam bertutur, misalnya meminta atau memerintah), dan perlokusi (efek atau pengaruh yang ditimbulkan tuturan terhadap mitra tutur).
10.

Grice mengemukakan empat maksim dalam Prinsip Kerja Sama. Maksim yang menyatakan bahwa penutur hendaknya memberikan kontribusi yang cukup, tidak lebih dan tidak kurang dari yang diperlukan disebut maksim…

  • A. Maksim Kualitas
  • B. Maksim Kuantitas
  • C. Maksim Relevansi
  • D. Maksim Cara
Jawaban: B. Maksim Kuantitas.
Maksim Kuantitas mengharuskan penutur memberikan informasi yang cukup sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dan tidak kurang. Maksim Kualitas berkaitan dengan kebenaran informasi, Relevansi dengan keterkaitan topik, dan Cara dengan kejelasan penyampaian.
11.

Prinsip Kesantunan yang dikemukakan oleh Leech mencakup beberapa maksim. Maksim yang mendorong penutur untuk meminimalkan kerugian orang lain dan memaksimalkan keuntungan orang lain adalah…

  • A. Maksim Pujian (Approbation Maxim)
  • B. Maksim Kedermawanan (Generosity Maxim)
  • C. Maksim Kearifan (Tact Maxim)
  • D. Maksim Kesepakatan (Agreement Maxim)
Jawaban: C. Maksim Kearifan (Tact Maxim).
Maksim Kearifan (Tact Maxim) dalam Prinsip Kesantunan Leech menyatakan bahwa penutur hendaknya meminimalkan kerugian orang lain dan memaksimalkan keuntungan orang lain dalam setiap tindak tutur direktif atau komisif.
12.

Dalam analisis percakapan, konsep 'pasangan berdekatan' (adjacency pair) merujuk pada…

  • A. Dua kalimat yang memiliki struktur gramatikal yang identik
  • B. Sepasang tuturan yang saling berdekatan dan memiliki hubungan fungsional, seperti pertanyaan-jawaban atau salam-balasan salam
  • C. Dua topik pembicaraan yang saling berkaitan dalam satu percakapan
  • D. Pasangan kata yang sering muncul bersama dalam sebuah teks
Jawaban: B. Sepasang tuturan yang saling berdekatan dan memiliki hubungan fungsional, seperti pertanyaan-jawaban atau salam-balasan salam.
Adjacency pair atau pasangan berdekatan adalah unit dasar dalam analisis percakapan yang terdiri dari dua tuturan yang diproduksi secara berurutan oleh penutur berbeda dan memiliki hubungan fungsional yang saling mengharapkan, seperti pertanyaan-jawaban, undangan-penerimaan/penolakan, dan salam-balasan salam.
13.

Analisis wacana dalam kajian makropragmatik berupaya memahami bahasa di atas tataran kalimat. Salah satu konsep penting dalam analisis wacana adalah kohesi. Kohesi dalam wacana mengacu pada…

  • A. Kesatuan makna atau topik yang menghubungkan bagian-bagian wacana secara logis
  • B. Keterkaitan formal atau gramatikal antarbagian dalam teks yang diwujudkan melalui perangkat kebahasaan
  • C. Kesesuaian isi wacana dengan norma budaya penuturnya
  • D. Kemampuan penutur untuk memahami maksud implisit dalam wacana
Jawaban: B. Keterkaitan formal atau gramatikal antarbagian dalam teks yang diwujudkan melalui perangkat kebahasaan.
Kohesi merujuk pada keterkaitan atau hubungan formal antarbagian teks yang diwujudkan melalui perangkat kebahasaan seperti referensi, substitusi, elipsis, konjungsi, dan kolokasi. Sementara koherensi mengacu pada kesatuan makna atau logika yang menghubungkan bagian-bagian wacana.
14.

Kompetensi pragmatik sebagai bagian dari keterampilan berbahasa mencakup dua aspek utama, yaitu kompetensi pragmalinguistik dan kompetensi sosiopragmatik. Kompetensi sosiopragmatik berkaitan dengan…

  • A. Pengetahuan tentang bentuk-bentuk linguistik yang digunakan untuk melakukan tindak tutur tertentu
  • B. Kemampuan memahami struktur gramatikal suatu bahasa
  • C. Pengetahuan tentang norma sosial dan budaya yang mengatur penggunaan bahasa dalam konteks sosial tertentu
  • D. Kemampuan menganalisis bunyi-bunyi bahasa secara fonetis
Jawaban: C. Pengetahuan tentang norma sosial dan budaya yang mengatur penggunaan bahasa dalam konteks sosial tertentu.
Kompetensi sosiopragmatik berkaitan dengan pengetahuan tentang kondisi sosial, budaya, dan situasional yang mengatur penggunaan bahasa. Sementara kompetensi pragmalinguistik berkaitan dengan pengetahuan tentang bentuk linguistik yang digunakan untuk fungsi pragmatik tertentu.
15.

Keterampilan pragmatik erat kaitannya dengan keterampilan berbahasa. Hubungan antara keterampilan pragmatik dan keterampilan membaca dapat dilihat dari kemampuan pembaca untuk…

  • A. Melafalkan teks dengan intonasi yang tepat
  • B. Mengidentifikasi makna tersurat dan tersirat serta tujuan komunikatif penulis berdasarkan konteks
  • C. Menghitung jumlah kata dalam sebuah teks bacaan
  • D. Menyalin teks secara akurat tanpa kesalahan ejaan
Jawaban: B. Mengidentifikasi makna tersurat dan tersirat serta tujuan komunikatif penulis berdasarkan konteks.
Keterampilan pragmatik dalam membaca diwujudkan melalui kemampuan pembaca untuk tidak hanya memahami makna literal teks, tetapi juga mengidentifikasi makna tersirat, tujuan komunikatif penulis, implikatur, dan memahami teks dalam konteks sosio-budayanya.
16.

Pragmatik sebagai pendekatan pembelajaran bahasa menekankan pentingnya pengajaran bahasa yang berfokus pada…

  • A. Hafalan kaidah tata bahasa secara eksplisit dan terpisah dari konteks
  • B. Penggunaan bahasa yang tepat sesuai konteks sosial dan komunikatif, bukan hanya ketepatan gramatikal
  • C. Penguasaan kosakata sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan cara penggunaannya
  • D. Kemampuan menterjemahkan teks dari bahasa sumber ke bahasa sasaran secara harfiah
Jawaban: B. Penggunaan bahasa yang tepat sesuai konteks sosial dan komunikatif, bukan hanya ketepatan gramatikal.
Pendekatan pragmatik dalam pembelajaran bahasa menekankan bahwa belajar bahasa tidak cukup hanya dengan menguasai kaidah tata bahasa (kompetensi linguistik), tetapi juga harus mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial dan komunikatif (kompetensi pragmatik/komunikatif).
17.

Dalam merancang pembelajaran pragmatik, seorang guru perlu mempertimbangkan integrasi aspek pragmatik ke dalam silabus. Pendekatan yang paling efektif untuk mengintegrasikan pragmatik dalam pembelajaran bahasa adalah…

  • A. Mengajarkan pragmatik sebagai mata pelajaran tersendiri yang terpisah dari keterampilan bahasa lainnya
  • B. Mengintegrasikan kesadaran pragmatik melalui kegiatan komunikatif autentik yang mencerminkan penggunaan bahasa nyata dalam berbagai konteks sosial
  • C. Hanya mengajarkan teori-teori pragmatik secara metalinguistik tanpa praktik
  • D. Membatasi pengajaran pragmatik hanya pada tingkat pendidikan tinggi saja
Jawaban: B. Mengintegrasikan kesadaran pragmatik melalui kegiatan komunikatif autentik yang mencerminkan penggunaan bahasa nyata dalam berbagai konteks sosial.
Rancangan pembelajaran pragmatik yang efektif adalah yang mengintegrasikan kesadaran dan kompetensi pragmatik melalui kegiatan komunikatif autentik yang mencerminkan penggunaan bahasa nyata, sehingga peserta didik dapat belajar bagaimana menggunakan bahasa secara tepat dalam berbagai konteks sosial dan situasional.
18.

Siapakah tokoh yang dianggap sebagai pelopor utama dalam perkembangan pragmatik sebagai cabang linguistik modern?

  • A. Ferdinand de Saussure
  • B. Noam Chomsky
  • C. Charles Morris
  • D. Leonard Bloomfield
Jawaban: C. Charles Morris.
Charles Morris adalah tokoh yang dianggap sebagai pelopor pragmatik. Ia memperkenalkan istilah pragmatik dalam kerangka semiotika dan membedakannya dari sintaksis dan semantik.
19.

Dalam historisitas pragmatik, istilah 'pragmatik' pertama kali diperkenalkan dalam konteks ilmu tanda (semiotika) yang membedakan tiga dimensi kajian bahasa. Ketiga dimensi tersebut adalah…

  • A. Fonologi, morfologi, dan sintaksis
  • B. Sintaksis, semantik, dan pragmatik
  • C. Leksikologi, semantik, dan pragmatik
  • D. Fonetik, fonologi, dan morfologi
Jawaban: B. Sintaksis, semantik, dan pragmatik.
Charles Morris membagi semiotika menjadi tiga dimensi kajian: sintaksis (hubungan antartanda), semantik (hubungan tanda dengan maknanya), dan pragmatik (hubungan tanda dengan penggunanya).
20.

Hubungan pragmatik dengan semantik dapat dijelaskan melalui pernyataan berikut, yaitu…

  • A. Pragmatik mengkaji makna di luar konteks, sedangkan semantik mengkaji makna dalam konteks
  • B. Pragmatik mengkaji makna dalam konteks penggunaan, sedangkan semantik mengkaji makna harfiah/literal
  • C. Pragmatik dan semantik mengkaji objek yang sama tanpa perbedaan apapun
  • D. Semantik merupakan bagian dari kajian pragmatik
Jawaban: B. Pragmatik mengkaji makna dalam konteks penggunaan, sedangkan semantik mengkaji makna harfiah/literal.
Pragmatik berfokus pada makna dalam konteks penggunaan bahasa (meaning in use), sedangkan semantik mengkaji makna harfiah atau literal suatu kata dan kalimat lepas dari konteks.
21.

Prinsip pragmatik yang menyatakan bahwa penutur dan mitra tutur harus bekerja sama untuk mencapai tujuan komunikasi disebut…

  • A. Prinsip kesantunan
  • B. Prinsip relevansi
  • C. Prinsip kerja sama
  • D. Prinsip implikatur
Jawaban: C. Prinsip kerja sama.
Prinsip kerja sama (cooperative principle) dikemukakan oleh Grice, yang menyatakan bahwa peserta tutur diharapkan bekerja sama agar komunikasi berjalan efektif dan tujuan bersama tercapai.
22.

Fenomena linguistik yang menjadi objek kajian pragmatik antara lain meliputi…

  • A. Struktur kalimat, morfem, dan fonem
  • B. Deiksis, implikatur, dan tindak tutur
  • C. Prefiks, sufiks, dan infiks
  • D. Vokal, konsonan, dan diftong
Jawaban: B. Deiksis, implikatur, dan tindak tutur.
Objek kajian pragmatik meliputi fenomena seperti deiksis (penunjukan kontekstual), implikatur (makna tersirat), dan tindak tutur (speech acts), bukan unsur gramatikal atau fonologis.
23.

Dalam kajian pragmatik, yang dimaksud dengan 'ko-teks' adalah…

  • A. Situasi sosial yang melatarbelakangi sebuah tuturan
  • B. Hubungan bahasa dengan budaya penuturnya
  • C. Unsur linguistik yang mengitari sebuah unit bahasa dalam teks yang sama
  • D. Latar belakang pengetahuan penutur dan mitra tutur
Jawaban: C. Unsur linguistik yang mengitari sebuah unit bahasa dalam teks yang sama.
Ko-teks merujuk pada unsur-unsur linguistik (kata, kalimat, paragraf) yang berada di sekitar unit bahasa tertentu dalam teks yang sama, berbeda dari konteks yang bersifat ekstralinguistik.
24.

Implikatur adalah konsep penting dalam pragmatik yang mengacu pada…

  • A. Makna yang secara eksplisit dinyatakan dalam tuturan
  • B. Makna yang tersirat atau dikomunikasikan secara tidak langsung dalam sebuah tuturan
  • C. Struktur gramatikal dari sebuah kalimat
  • D. Bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan penutur
Jawaban: B. Makna yang tersirat atau dikomunikasikan secara tidak langsung dalam sebuah tuturan.
Implikatur (implicature) yang diperkenalkan Grice mengacu pada makna yang tersirat atau tidak dinyatakan secara eksplisit tetapi dapat dipahami dari sebuah tuturan berdasarkan konteks dan prinsip kerja sama.
25.

Dalam kajian mikropragmatik, referensi mengacu pada…

  • A. Makna yang diperoleh melalui proses inferensi logis
  • B. Hubungan antara ekspresi linguistik dengan entitas di dunia nyata yang dirujuknya
  • C. Tindakan yang dilakukan penutur melalui tuturannya
  • D. Pelanggaran maksim dalam percakapan
Jawaban: B. Hubungan antara ekspresi linguistik dengan entitas di dunia nyata yang dirujuknya.
Referensi adalah hubungan antara ekspresi linguistik (seperti kata ganti atau nama diri) dengan entitas atau hal di dunia nyata yang dirujuk oleh ekspresi tersebut dalam konteks tuturan.
26.

Menurut J.L. Austin, tindak tutur yang berkaitan dengan efek atau dampak yang ditimbulkan pada mitra tutur disebut tindak tutur…

  • A. Lokusi
  • B. Ilokusi
  • C. Perlokusi
  • D. Direktif
Jawaban: C. Perlokusi.
Austin membagi tindak tutur menjadi tiga: lokusi (tindak bertutur itu sendiri), ilokusi (tujuan atau fungsi tuturan), dan perlokusi (efek atau dampak yang ditimbulkan tuturan terhadap mitra tutur).
27.

Prinsip kesantunan yang dikemukakan oleh Leech terdiri dari beberapa maksim. Maksim yang mengharuskan penutur untuk memaksimalkan keuntungan orang lain dan meminimalkan kerugian orang lain disebut…

  • A. Maksim kesederhanaan
  • B. Maksim kedermawanan
  • C. Maksim kebijaksanaan
  • D. Maksim kecocokan
Jawaban: C. Maksim kebijaksanaan.
Maksim kebijaksanaan (tact maxim) dalam prinsip kesantunan Leech mengharuskan penutur untuk meminimalkan kerugian orang lain dan memaksimalkan keuntungan orang lain dalam interaksi.
28.

Dalam analisis percakapan, struktur giliran bicara (turn-taking) mengacu pada…

  • A. Cara penutur memilih topik percakapan
  • B. Mekanisme yang mengatur pergantian pembicara dalam percakapan
  • C. Cara penutur mengakhiri percakapan
  • D. Penggunaan kata sapaan dalam percakapan
Jawaban: B. Mekanisme yang mengatur pergantian pembicara dalam percakapan.
Turn-taking atau giliran bicara adalah mekanisme yang mengatur bagaimana peserta percakapan bergantian berbicara secara teratur, mencakup kapan dan bagaimana peralihan pembicara terjadi.
29.

Analisis wacana dalam kajian makropragmatik berfokus pada…

  • A. Kajian bunyi bahasa dalam arus ujaran
  • B. Kajian satuan bahasa di atas kalimat serta penggunaannya dalam konteks
  • C. Kajian morfem sebagai satuan terkecil bermakna
  • D. Kajian bunyi-bunyi distingtif dalam bahasa
Jawaban: B. Kajian satuan bahasa di atas kalimat serta penggunaannya dalam konteks.
Analisis wacana mengkaji satuan bahasa yang lebih besar dari kalimat (wacana/teks) beserta cara penggunaannya dalam konteks sosial, budaya, dan situasional tertentu.
30.

Kompetensi pragmatik dalam keterampilan berbahasa mencakup kemampuan…

  • A. Melafalkan bunyi bahasa dengan tepat sesuai kaidah fonetik
  • B. Menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial dan situasi komunikasi
  • C. Mengidentifikasi morfem-morfem dalam sebuah kata
  • D. Memahami struktur kalimat secara gramatikal
Jawaban: B. Menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial dan situasi komunikasi.
Kompetensi pragmatik mencakup kemampuan menggunakan bahasa secara tepat dan efektif sesuai dengan konteks sosial, situasi komunikasi, dan tujuan komunikatif, bukan sekadar kemampuan gramatikal.
31.

Aspek keterampilan pragmatik yang berkaitan dengan kemampuan seseorang memahami dan menghasilkan tindak tutur secara tepat disebut…

  • A. Kompetensi gramatikal
  • B. Kompetensi pragmalinguistik
  • C. Kompetensi fonetik
  • D. Kompetensi leksikal
Jawaban: B. Kompetensi pragmalinguistik.
Kompetensi pragmalinguistik merujuk pada pengetahuan tentang sumber-sumber linguistik yang tersedia untuk menyampaikan tindak tutur secara tepat, termasuk pemahaman hubungan antara bentuk bahasa dan fungsinya.
32.

Hubungan keterampilan pragmatik dengan keterampilan berbicara tercermin dalam kemampuan…

  • A. Memahami simbol-simbol tulisan
  • B. Menyesuaikan gaya dan isi tuturan dengan konteks dan lawan bicara
  • C. Mengeja kata-kata dengan benar
  • D. Memahami intonasi dalam bahasa tulis
Jawaban: B. Menyesuaikan gaya dan isi tuturan dengan konteks dan lawan bicara.
Keterampilan pragmatik mendukung keterampilan berbicara karena penutur perlu menyesuaikan gaya bicara, pilihan kata, dan isi tuturan dengan konteks situasi dan karakteristik lawan bicara.
33.

Pragmatik sebagai pendekatan pembelajaran bahasa menekankan pentingnya…

  • A. Penguasaan tata bahasa secara formal dan hafalan kosakata
  • B. Penggunaan bahasa dalam konteks komunikatif yang nyata dan bermakna
  • C. Latihan penerjemahan kata per kata antarbahasa
  • D. Penghafalan struktur kalimat baku
Jawaban: B. Penggunaan bahasa dalam konteks komunikatif yang nyata dan bermakna.
Pendekatan pragmatik dalam pembelajaran bahasa menekankan penggunaan bahasa dalam konteks komunikatif yang nyata dan bermakna, bukan sekadar penguasaan kaidah gramatikal secara formal.
34.

Dalam merancang pembelajaran berbasis pragmatik, guru perlu memperhatikan hal berikut, yaitu…

  • A. Hanya menyajikan teks tertulis tanpa melibatkan konteks sosial
  • B. Menyiapkan situasi dan konteks autentik agar siswa dapat berlatih menggunakan bahasa secara tepat
  • C. Memfokuskan seluruh pembelajaran pada penghafalan kaidah tata bahasa
  • D. Menghindari penggunaan contoh percakapan nyata dalam pembelajaran
Jawaban: B. Menyiapkan situasi dan konteks autentik agar siswa dapat berlatih menggunakan bahasa secara tepat.
Rancangan pembelajaran pragmatik yang efektif harus menyajikan situasi dan konteks autentik sehingga siswa dapat berlatih menggunakan bahasa secara tepat sesuai fungsi komunikatif dalam kehidupan nyata.
35.

Pragmatik sebagai cabang linguistik mulai berkembang pesat setelah adanya kontribusi dari filsuf bahasa pada abad ke-20. Siapakah tokoh yang dianggap sebagai pelopor utama dalam perkembangan historis pragmatik melalui teori tindak tutur?

  • A. Noam Chomsky
  • B. Ferdinand de Saussure
  • C. John L. Austin
  • D. Leonard Bloomfield
Jawaban: C. John L. Austin.
John L. Austin adalah tokoh pelopor pragmatik melalui karyanya 'How to Do Things with Words' yang memperkenalkan teori tindak tutur, menjadi landasan penting perkembangan historis pragmatik.
36.

Dalam sejarah perkembangan pragmatik, Charles Morris membagi semiotika menjadi tiga cabang. Cabang yang paling berkaitan langsung dengan pragmatik adalah…

  • A. Sintaksis, yang mengkaji hubungan antartanda
  • B. Semantik, yang mengkaji hubungan tanda dengan makna
  • C. Pragmatik, yang mengkaji hubungan tanda dengan pengguna/penafsir
  • D. Fonologi, yang mengkaji sistem bunyi bahasa
Jawaban: C. Pragmatik, yang mengkaji hubungan tanda dengan pengguna/penafsir.
Charles Morris membagi semiotika menjadi sintaksis, semantik, dan pragmatik. Pragmatik mengkaji hubungan antara tanda (bahasa) dengan pengguna atau penafsirnya dalam konteks komunikasi.
37.

Perbedaan mendasar antara pragmatik dan semantik terletak pada fokus kajiannya. Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan perbedaan tersebut?

  • A. Semantik mengkaji makna dalam konteks penggunaan, sedangkan pragmatik mengkaji struktur kalimat
  • B. Pragmatik mengkaji makna berdasarkan konteks penggunaan bahasa, sedangkan semantik mengkaji makna secara lepas dari konteks
  • C. Pragmatik hanya mengkaji bahasa lisan, sedangkan semantik mengkaji bahasa tulis
  • D. Semantik dan pragmatik memiliki objek kajian yang sama persis tanpa perbedaan
Jawaban: B. Pragmatik mengkaji makna berdasarkan konteks penggunaan bahasa, sedangkan semantik mengkaji makna secara lepas dari konteks.
Perbedaan utama adalah bahwa pragmatik mengkaji makna dalam hubungannya dengan konteks penggunaan bahasa (penutur, mitra tutur, situasi), sedangkan semantik mengkaji makna secara lebih abstrak dan lepas dari konteks.
38.

Prinsip pragmatik yang menyatakan bahwa penutur dan mitra tutur dalam komunikasi harus memiliki latar belakang pengetahuan bersama agar komunikasi berjalan lancar disebut…

  • A. Prinsip kerja sama
  • B. Prinsip kesantunan
  • C. Prinsip relevansi
  • D. Prinsip pengetahuan bersama (common ground)
Jawaban: D. Prinsip pengetahuan bersama (common ground).
Prinsip pengetahuan bersama (common ground) menekankan bahwa komunikasi yang efektif memerlukan adanya latar belakang pengetahuan, kepercayaan, dan asumsi yang dimiliki bersama oleh penutur dan mitra tutur.
39.

Fenomena linguistik berupa penggunaan kata 'sana' atau 'sini' yang maknanya bergantung pada posisi penutur dan mitra tutur merupakan contoh dari…

  • A. Metafora
  • B. Deiksis
  • C. Implikatur
  • D. Presuposisi
Jawaban: B. Deiksis.
Deiksis adalah fenomena linguistik yang penafsirannya bergantung pada konteks situasi tutur, termasuk posisi atau orientasi penutur. Kata 'sana' dan 'sini' adalah contoh deiksis tempat.
40.

Perhatikan tuturan berikut: 'Bisa tolong tutup pintunya?' Secara literal ini adalah pertanyaan tentang kemampuan, tetapi secara pragmatis merupakan permintaan. Fenomena ini merupakan contoh dari…

  • A. Tindak tutur langsung
  • B. Tindak tutur tidak langsung
  • C. Implikatur konvensional
  • D. Presuposisi eksistensial
Jawaban: B. Tindak tutur tidak langsung.
Tindak tutur tidak langsung terjadi ketika penutur menggunakan bentuk tuturan tertentu untuk menyampaikan maksud yang berbeda dari makna literalnya, seperti kalimat tanya yang digunakan sebagai permintaan.
41.

Dalam kajian teks, ko-teks, dan konteks, yang dimaksud dengan 'ko-teks' adalah…

  • A. Situasi sosial dan budaya yang melingkupi tuturan
  • B. Pengetahuan dunia yang dimiliki penutur
  • C. Elemen linguistik yang mengelilingi suatu tuturan dalam teks yang sama
  • D. Identitas penutur dan mitra tutur
Jawaban: C. Elemen linguistik yang mengelilingi suatu tuturan dalam teks yang sama.
Ko-teks merujuk pada elemen-elemen linguistik (kata, kalimat, paragraf) yang berada di sekitar suatu tuturan atau ekspresi dalam teks yang sama, berbeda dengan konteks yang lebih luas mencakup faktor ekstralinguistik.
42.

Implikatur percakapan yang tidak bergantung pada prinsip kerja sama dan muncul dari makna konvensional kata-kata disebut…

  • A. Implikatur percakapan umum
  • B. Implikatur percakapan khusus
  • C. Implikatur konvensional
  • D. Implikatur skalaran
Jawaban: C. Implikatur konvensional.
Implikatur konvensional adalah makna tambahan yang melekat pada kata-kata secara konvensional tanpa bergantung pada konteks percakapan atau prinsip kerja sama, berbeda dengan implikatur percakapan yang bergantung pada konteks.
43.

Grice mengajukan empat maksim dalam Prinsip Kerja Sama percakapan. Maksim yang mengharuskan penutur memberikan informasi yang benar dan didukung bukti yang cukup adalah…

  • A. Maksim kuantitas
  • B. Maksim kualitas
  • C. Maksim relevansi
  • D. Maksim cara
Jawaban: B. Maksim kualitas.
Maksim kualitas (Quality) mengharuskan penutur untuk hanya mengatakan hal yang diyakini benar dan tidak mengatakan sesuatu yang tidak memiliki bukti yang cukup, demi menjaga kejujuran dalam komunikasi.
44.

Leech mengajukan Prinsip Kesantunan yang terdiri dari beberapa maksim. Maksim yang menyatakan bahwa penutur harus meminimalkan keuntungan bagi diri sendiri dan memaksimalkan keuntungan bagi orang lain adalah…

  • A. Maksim kebijaksanaan (tact maxim)
  • B. Maksim kedermawanan (generosity maxim)
  • C. Maksim pujian (approbation maxim)
  • D. Maksim kerendahhatian (modesty maxim)
Jawaban: B. Maksim kedermawanan (generosity maxim).
Maksim kedermawanan (generosity maxim) dalam prinsip kesantunan Leech menyatakan bahwa penutur hendaknya meminimalkan keuntungan diri sendiri dan memaksimalkan keuntungan bagi mitra tutur sebagai wujud kesantunan.
45.

Dalam analisis percakapan, pasangan berdekatan (adjacency pairs) adalah konsep penting. Manakah contoh yang paling tepat menggambarkan pasangan berdekatan?

  • A. Dua kalimat berurutan dalam sebuah paragraf esai
  • B. Salam dan balasan salam dalam percakapan
  • C. Dua paragraf yang membahas topik yang sama
  • D. Kalimat pertanyaan retoris yang tidak memerlukan jawaban
Jawaban: B. Salam dan balasan salam dalam percakapan.
Pasangan berdekatan (adjacency pairs) adalah sepasang tuturan yang saling berkaitan secara terstruktur dalam percakapan, di mana tuturan pertama mengandaikan tuturan kedua, seperti salam-balasan salam, pertanyaan-jawaban.
46.

Analisis wacana dalam kajian makropragmatik memperhatikan struktur teks di atas kalimat. Kohesi dan koherensi merupakan dua unsur penting wacana. Manakah yang merupakan contoh kohesi gramatikal?

  • A. Keterkaitan makna antarparagraf secara logis
  • B. Penggunaan kata ganti (pronomina) untuk merujuk unsur yang telah disebutkan sebelumnya
  • C. Relevansi topik dalam keseluruhan wacana
  • D. Pengetahuan budaya yang mendukung pemahaman teks
Jawaban: B. Penggunaan kata ganti (pronomina) untuk merujuk unsur yang telah disebutkan sebelumnya.
Kohesi gramatikal merujuk pada keterkaitan bentuk linguistik dalam teks, salah satunya melalui penggunaan kata ganti (referensi) untuk merujuk kembali pada unsur yang sudah disebutkan, menjaga keutuhan struktur teks.
47.

Kompetensi pragmatik sebagai keterampilan berbahasa mencakup kemampuan untuk menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial dan budaya. Kemampuan ini merupakan bagian dari kompetensi yang lebih luas yang disebut…

  • A. Kompetensi gramatikal
  • B. Kompetensi komunikatif
  • C. Kompetensi linguistik
  • D. Kompetensi fonologis
Jawaban: B. Kompetensi komunikatif.
Kompetensi pragmatik merupakan bagian dari kompetensi komunikatif yang lebih luas, yaitu kemampuan menggunakan bahasa secara tepat dalam berbagai situasi sosial dan budaya, melampaui sekadar pengetahuan tata bahasa.
48.

Aspek keterampilan pragmatik yang berkaitan dengan kemampuan penutur untuk menyesuaikan gaya bahasa dan register sesuai dengan situasi dan lawan bicara disebut…

  • A. Keterampilan sosiolinguistik
  • B. Keterampilan gramatikal
  • C. Keterampilan wacana
  • D. Keterampilan strategis
Jawaban: A. Keterampilan sosiolinguistik.
Keterampilan sosiolinguistik dalam kompetensi pragmatik mencakup kemampuan menyesuaikan penggunaan bahasa—termasuk gaya, register, dan pilihan ungkapan—sesuai dengan konteks sosial, budaya, dan hubungan antarpenutur.
49.

Dalam pembelajaran bahasa, pendekatan pragmatik menekankan pentingnya pembelajaran bahasa dalam konteks penggunaan nyata. Hal ini berkaitan erat dengan pandangan bahwa bahasa harus dipelajari sebagai…

  • A. Sistem aturan gramatikal yang harus dihafal
  • B. Alat komunikasi yang digunakan dalam konteks sosial dan budaya nyata
  • C. Kumpulan kosakata yang perlu dikuasai sebanyak mungkin
  • D. Struktur fonologis yang perlu dilatih secara berulang
Jawaban: B. Alat komunikasi yang digunakan dalam konteks sosial dan budaya nyata.
Pendekatan pragmatik dalam pembelajaran bahasa memandang bahasa sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam konteks sosial dan budaya nyata, sehingga pembelajaran harus memperhatikan aspek penggunaan bahasa dalam situasi komunikatif autentik.
50.

Dalam merancang pembelajaran pragmatik, seorang pendidik sebaiknya mengintegrasikan unsur-unsur berikut, KECUALI…

  • A. Situasi komunikatif yang autentik dan kontekstual
  • B. Pengenalan norma sosial dan budaya dalam penggunaan bahasa
  • C. Penghafalan daftar aturan tata bahasa secara terpisah dari konteks
  • D. Kegiatan role-play atau simulasi percakapan nyata
Jawaban: C. Penghafalan daftar aturan tata bahasa secara terpisah dari konteks.
Rancangan pembelajaran pragmatik yang baik mengintegrasikan situasi autentik, norma sosial-budaya, dan simulasi percakapan. Penghafalan aturan tata bahasa secara terpisah dari konteks justru bertentangan dengan prinsip pembelajaran pragmatik yang menekankan penggunaan bahasa dalam konteks nyata.

Semoga latihan Soal UAS UT ini membantu kamu memahami konsep pragmatik lebih dalam. Teruslah berlatih menjawab soal dalam format UTM maupun UO agar kamu semakin siap menghadapi ujian sesungguhnya. Jangan ragu untuk kembali mengunjungi halaman ini kapan pun kamu membutuhkan referensi belajar tambahan.

Kami mengundang kamu untuk terus belajar bersama kami dalam mempersiapkan ujian PBIN4212 Pragmatik dengan lebih percaya diri. Bagikan artikel ini kepada rekan mahasiswa lain yang juga membutuhkan. Selamat belajar dan semoga sukses dalam ujian nanti!

Bagikan

error: Content is protected !!