💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT PBIS4203 Semantics dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UAS UT PBIS4203 Semantics dan Kunci Jawaban
Soal UT PBIS4203 Semantics

Menjelang Ujian Akhir Semester di Universitas Terbuka, banyak mahasiswa mulai merasakan tekanan yang sesungguhnya. Bukan sekadar soal waktu belajar yang kurang, tapi lebih ke arah bagaimana cara mengolah tumpukan materi dari berbagai modul. Soal UAS UT bukan ujian hafalan biasa, jadi strategi belajar yang tepat sangat menentukan hasilnya.

PBIS4203 Semantics adalah salah satu mata kuliah yang tidak bisa dianggap enteng. Di sini, kamu akan belajar bagaimana makna terbentuk dalam bahasa, bagaimana pesan dikemas supaya sampai dengan tepat, dan media apa yang paling sesuai untuk konteks komunikasi tertentu. Keterampilan ini bukan hanya berguna saat ujian.

Cara paling efektif untuk mengukur kesiapan belajarmu adalah dengan mengerjakan Soal UAS UT PBIS4203 Semantics secara langsung. Latihan soal membuat kamu terbiasa dengan pola dan struktur pertanyaan yang sering muncul. Kecepatan berpikir pun ikut terasah, dan kamu jadi lebih mudah mendeteksi bagian materi mana.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT PBIS4203 Semantics

1.

Semantics sebagai cabang linguistik secara khusus mengkaji…

  • A. Struktur bunyi dalam sebuah bahasa
  • B. Makna dalam bahasa
  • C. Susunan kalimat secara gramatikal
  • D. Hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur
Jawaban: B. Makna dalam bahasa.
Semantics adalah cabang linguistik yang secara khusus mempelajari makna dalam bahasa, mencakup makna kata, frasa, klausa, dan kalimat.
2.

Istilah “semantics” berasal dari kata Yunani yang berarti…

  • A. Bermakna atau berarti
  • B. Berbicara atau bertutur
  • C. Menulis atau mencatat
  • D. Mendengar atau menyimak
Jawaban: A. Bermakna atau berarti.
Kata “semantics” berasal dari bahasa Yunani “sema” yang berarti tanda atau bermakna, sehingga semantics berkaitan erat dengan studi tentang makna.
3.

Cakupan semantics sebagai bidang ilmu meliputi kajian makna pada tingkat…

  • A. Fonem dan morfem saja
  • B. Paragraf dan wacana saja
  • C. Kata, frasa, klausa, dan kalimat
  • D. Bunyi dan intonasi saja
Jawaban: C. Kata, frasa, klausa, dan kalimat.
Semantics mencakup kajian makna pada berbagai tingkatan linguistik, mulai dari kata, frasa, klausa, hingga kalimat secara keseluruhan.
4.

Semantics dikategorikan sebagai bagian dari linguistik karena…

  • A. Mempelajari bunyi-bunyi bahasa secara empiris
  • B. Membahas aspek sosial penggunaan bahasa
  • C. Menganalisis struktur sintaksis kalimat
  • D. Mengkaji makna sebagai komponen inti sistem bahasa
Jawaban: D. Mengkaji makna sebagai komponen inti sistem bahasa.
Makna merupakan komponen inti dalam sistem bahasa, sehingga semantics yang mengkaji makna secara ilmiah termasuk dalam cakupan linguistik.
5.

Hubungan semantics dengan cabang linguistik lain seperti sintaksis adalah…

  • A. Semantics sepenuhnya terpisah dari sintaksis
  • B. Semantics dan sintaksis saling berkaitan dalam membentuk makna kalimat
  • C. Sintaksis menentukan seluruh aspek makna tanpa perlu semantics
  • D. Semantics hanya berkaitan dengan fonologi, bukan sintaksis
Jawaban: B. Semantics dan sintaksis saling berkaitan dalam membentuk makna kalimat.
Struktur sintaksis suatu kalimat berpengaruh pada interpretasi maknanya, sehingga semantics dan sintaksis merupakan bidang yang saling berkaitan erat.
6.

Teori makna yang menyatakan bahwa makna sebuah kata ditentukan oleh objek atau entitas yang diacunya di dunia nyata disebut…

  • A. Teori ideasional
  • B. Teori kontekstual
  • C. Teori referensial
  • D. Teori behavioristik
Jawaban: C. Teori referensial.
Teori referensial atau reference theory of meaning berpendapat bahwa makna suatu kata adalah objek atau entitas yang dirujuk (diacu) oleh kata tersebut di dunia nyata.
7.

Dalam teori referensial, hubungan antara kata “kucing” dengan hewan berbulu berkumis yang sebenarnya merupakan contoh dari…

  • A. Hubungan antara simbol linguistik dan referennya
  • B. Hubungan antara makna denotatif dan konotatif
  • C. Hubungan antara sense dan reference
  • D. Hubungan antara penanda dan petanda secara arbitrer
Jawaban: A. Hubungan antara simbol linguistik dan referennya.
Dalam teori referensial, kata sebagai simbol linguistik berhubungan langsung dengan objek yang diacunya (referen) di dunia nyata.
8.

Kelemahan utama teori referensial sebagai teori makna adalah…

  • A. Teori ini terlalu kompleks untuk diterapkan pada kata benda konkret
  • B. Teori ini tidak dapat menjelaskan makna kata kerja
  • C. Teori ini mengabaikan aspek bunyi dalam bahasa
  • D. Teori ini sulit diterapkan pada kata abstrak yang tidak memiliki referen fisik
Jawaban: D. Teori ini sulit diterapkan pada kata abstrak yang tidak memiliki referen fisik.
Teori referensial menghadapi kendala ketika diterapkan pada kata-kata abstrak seperti “kebebasan” atau “keadilan” karena kata tersebut tidak memiliki referen fisik yang dapat ditunjuk secara langsung.
9.

Konsep “sense” dalam semantics merujuk pada…

  • A. Objek fisik yang diacu oleh sebuah kata
  • B. Relasi makna suatu ekspresi dengan ekspresi lain dalam bahasa
  • C. Kesan emosional yang ditimbulkan oleh sebuah kata
  • D. Konteks tuturan yang melingkupi sebuah ujaran
Jawaban: B. Relasi makna suatu ekspresi dengan ekspresi lain dalam bahasa.
Sense merujuk pada makna internal sebuah kata dalam sistem bahasa, yaitu hubungan relasional ekspresi tersebut dengan ekspresi lain, berbeda dari reference yang mengacu pada objek di dunia nyata.
10.

Kata “pagi” dan “siang” memiliki hubungan makna yang disebut…

  • A. Sinonimi
  • B. Hiponimi
  • C. Antonimi
  • D. Meronimi
Jawaban: C. Antonimi.
Kata “pagi” dan “siang” merupakan pasangan antonim yang menunjukkan pertentangan makna dalam konteks waktu, termasuk ke dalam jenis antonimi gradabel.
11.

Hubungan makna di mana kata “bunga” mencakup makna “mawar”, “melati”, dan “anggrek” disebut…

  • A. Hiponimi
  • B. Sinonimi
  • C. Meronimi
  • D. Polisemi
Jawaban: A. Hiponimi.
Hiponimi adalah hubungan makna di mana kata yang lebih umum (superordinat) mencakup beberapa kata yang lebih khusus (hiponim). “Bunga” adalah superordinat, sedangkan “mawar”, “melati”, dan “anggrek” adalah hiponimnya.
12.

Dua kata disebut bersinonim apabila…

  • A. Keduanya memiliki ejaan yang hampir sama tetapi makna berbeda
  • B. Keduanya berasal dari bahasa yang berbeda
  • C. Salah satu kata mencakup makna kata lainnya
  • D. Keduanya memiliki makna yang sama atau sangat mirip
Jawaban: D. Keduanya memiliki makna yang sama atau sangat mirip.
Sinonimi adalah hubungan leksikal antara dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama atau sangat mirip sehingga dapat saling menggantikan dalam konteks tertentu.
13.

Hubungan makna antara “roda” dan “mobil” di mana “roda” merupakan bagian dari “mobil” disebut…

  • A. Hiponimi
  • B. Meronimi
  • C. Antonimi
  • D. Sinonimi
Jawaban: B. Meronimi.
Meronimi adalah hubungan makna bagian-keseluruhan, di mana satu kata merupakan bagian dari kata lain. “Roda” adalah meronim dari “mobil” karena roda adalah bagian dari mobil.
14.

Perluasan makna kata (ameliorasi) terjadi ketika…

  • A. Makna kata menyempit menjadi lebih spesifik dari makna asalnya
  • B. Makna kata bergeser ke arah nilai yang lebih rendah
  • C. Makna kata mencakup konsep yang lebih luas dari makna asalnya
  • D. Makna kata berubah total tanpa hubungan dengan makna asalnya
Jawaban: C. Makna kata mencakup konsep yang lebih luas dari makna asalnya.
Perluasan makna (generalisasi) terjadi ketika sebuah kata yang awalnya memiliki makna spesifik berkembang mencakup konsep yang lebih luas, misalnya kata “saudara” yang kini dapat merujuk pada orang yang tidak berhubungan darah.
15.

Kategori gramatikal yang mempengaruhi makna leksikal suatu kata mencakup…

  • A. Kelas kata, jumlah, aspek, dan kala
  • B. Nada, tekanan, intonasi, dan jeda
  • C. Ejaan, tipografi, paragraf, dan wacana
  • D. Dialek, idiolek, sosiolek, dan kronolek
Jawaban: A. Kelas kata, jumlah, aspek, dan kala.
Kategori gramatikal yang relevan dalam semantics mencakup kelas kata (nomina, verba, adjektiva), jumlah (tunggal, jamak), aspek (perfektif, imperfektif), dan kala (waktu).
16.

Derivational relation dalam semantics leksikal merujuk pada…

  • A. Hubungan makna antara kata-kata yang bersinonim
  • B. Hubungan antara kalimat induk dan kalimat turunan
  • C. Perubahan makna kata akibat pergeseran budaya
  • D. Hubungan makna antara kata dasar dan kata turunannya
Jawaban: D. Hubungan makna antara kata dasar dan kata turunannya.
Derivational relation mengacu pada hubungan semantis antara kata dasar dengan kata turunan yang dibentuk melalui proses derivasi, misalnya hubungan antara “ajar” dengan “pengajar” dan “pelajaran”.
17.

Kalimat “Semua mahasiswa lulus ujian” secara logis mengimplikasikan bahwa…

  • A. Tidak ada mahasiswa yang lulus ujian
  • B. Budi sebagai mahasiswa juga lulus ujian
  • C. Sebagian mahasiswa lulus dan sebagian tidak
  • D. Hanya mahasiswa tertentu yang lulus ujian
Jawaban: B. Budi sebagai mahasiswa juga lulus ujian.
Dalam logika, jika “semua mahasiswa lulus ujian” bernilai benar, maka secara entailment setiap individu yang termasuk mahasiswa, termasuk Budi, juga lulus ujian.
18.

Dalam semantics, hubungan logis di mana kebenaran kalimat P secara otomatis memastikan kebenaran kalimat Q disebut…

  • A. Presupposisi
  • B. Implikatur
  • C. Entailment
  • D. Kontradiksi
Jawaban: C. Entailment.
Entailment adalah hubungan logis antara dua kalimat di mana kebenaran kalimat pertama (P) secara niscaya memastikan kebenaran kalimat kedua (Q), tanpa memerlukan informasi tambahan.
19.

Presupposisi berbeda dari entailment karena presupposisi…

  • A. Tetap dipertahankan meskipun kalimat utama dinegasikan
  • B. Hanya berlaku pada kalimat tanya saja
  • C. Selalu bersifat eksplisit dalam tuturan
  • D. Hilang ketika kalimat diubah menjadi kalimat negatif
Jawaban: A. Tetap dipertahankan meskipun kalimat utama dinegasikan.
Salah satu ciri utama presupposisi adalah bersifat “defeasible under negation” secara terbatas, yaitu presupposisi tetap bertahan ketika kalimat dinegasikan, berbeda dari entailment yang gugur saat kalimat dinegasikan.
20.

Kalimat “Apakah kamu sudah berhenti merokok?” mengandung presupposisi bahwa…

  • A. Merokok adalah kebiasaan yang berbahaya
  • B. Penanya tidak mengetahui kebiasaan lawan bicara
  • C. Lawan bicara akan berhenti merokok
  • D. Lawan bicara pernah atau masih merokok
Jawaban: D. Lawan bicara pernah atau masih merokok.
Pertanyaan tersebut memiliki presupposisi bahwa lawan bicara adalah perokok atau pernah merokok. Presupposisi ini tetap berlaku baik jawaban “ya” maupun “tidak” diberikan.
21.

Jenis kebenaran dalam semantics yang berlaku berdasarkan fakta dan keadaan di dunia nyata disebut…

  • A. Kebenaran analitik
  • B. Kebenaran sintetik
  • C. Kebenaran tautologis
  • D. Kebenaran kontradiktif
Jawaban: B. Kebenaran sintetik.
Kebenaran sintetik (synthetic truth) adalah kebenaran yang ditentukan oleh fakta empiris di dunia nyata, berbeda dari kebenaran analitik yang ditentukan oleh makna kata-katanya sendiri.
22.

Kalimat “Bujang perjaka itu belum menikah” merupakan contoh kebenaran…

  • A. Sintetik, karena bergantung pada fakta empiris
  • B. Kontradiksi, karena mengandung pertentangan makna
  • C. Analitik, karena kebenarannya ditentukan oleh makna kata-katanya
  • D. Tautologi yang membutuhkan verifikasi empiris
Jawaban: C. Analitik, karena kebenarannya ditentukan oleh makna kata-katanya.
Kalimat tersebut merupakan kebenaran analitik karena makna “bujang perjaka” sudah mencakup konsep “belum menikah”, sehingga kalimat ini benar berdasarkan kandungan maknanya sendiri tanpa perlu pembuktian empiris.
23.

Kalimat “Kucing adalah anjing” merupakan contoh…

  • A. Kontradiksi semantis
  • B. Tautologi semantis
  • C. Kebenaran sintetik
  • D. Kebenaran analitik
Jawaban: A. Kontradiksi semantis.
Kontradiksi semantis adalah kalimat yang selalu bernilai salah karena kandungan maknanya sendiri saling bertentangan. “Kucing adalah anjing” bernilai salah karena “kucing” dan “anjing” adalah dua entitas berbeda.
24.

Conditional truth condition menyatakan bahwa sebuah kalimat bernilai benar apabila…

  • A. Kalimat tersebut diucapkan oleh penutur yang kompeten
  • B. Kalimat tersebut mengandung informasi baru
  • C. Kalimat tersebut bersifat logis dan gramatikal
  • D. Kondisi kebenaran yang disyaratkan kalimat itu terpenuhi di dunia nyata
Jawaban: D. Kondisi kebenaran yang disyaratkan kalimat itu terpenuhi di dunia nyata.
Truth condition theory menyatakan bahwa makna sebuah kalimat dapat dipahami melalui kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar kalimat tersebut bernilai benar, yaitu keadaan di dunia yang membuat kalimat itu benar.
25.

Makna konvensional (conventional meaning) suatu kata adalah makna yang…

  • A. Ditentukan oleh konteks percakapan saat itu
  • B. Telah disepakati bersama oleh komunitas penutur bahasa tersebut
  • C. Hanya diketahui oleh penutur asli bahasa tersebut
  • D. Berubah sesuai dengan niat komunikatif penutur
Jawaban: B. Telah disepakati bersama oleh komunitas penutur bahasa tersebut.
Makna konvensional adalah makna yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam komunitas penutur suatu bahasa, bersifat stabil dan tidak bergantung pada konteks percakapan tertentu.
26.

Perhatikan percakapan berikut. A: “Apakah kamu bisa menutup jendela itu?” B menutup jendela tanpa menjawab “ya” atau “tidak”. Respons B menunjukkan bahwa B memahami tuturan A sebagai…

  • A. Pertanyaan tentang kemampuan fisik B
  • B. Pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab
  • C. Permintaan tidak langsung untuk menutup jendela
  • D. Ungkapan keheranan terhadap kondisi jendela
Jawaban: C. Permintaan tidak langsung untuk menutup jendela.
B menangkap implikatur percakapan dari tuturan A, yaitu bahwa meskipun secara linguistik A bertanya tentang kemampuan, maksud sebenarnya adalah meminta B untuk menutup jendela.
27.

Prinsip kerjasama Grice (Cooperative Principle) menyatakan bahwa dalam percakapan, penutur diharapkan…

  • A. Memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan percakapan yang sedang berlangsung
  • B. Selalu mengucapkan kebenaran dalam setiap tuturannya
  • C. Menghindari penggunaan bahasa kiasan dalam percakapan formal
  • D. Menggunakan kalimat yang singkat dan tidak panjang
Jawaban: A. Memberikan kontribusi yang sesuai dengan tujuan percakapan yang sedang berlangsung.
Prinsip kerjasama Grice menyatakan bahwa penutur diharapkan membuat kontribusinya sesuai dengan arah dan tujuan percakapan pada tahap tersebut, menjadi dasar keempat maksim percakapan.
28.

Maksim kualitas (maxim of quality) dalam teori Grice mengharuskan penutur untuk…

  • A. Menyampaikan informasi sebanyak yang diperlukan
  • B. Menyampaikan tuturan yang relevan dengan topik
  • C. Menggunakan ungkapan yang jelas dan tidak ambigu
  • D. Tidak mengatakan sesuatu yang diyakini tidak benar
Jawaban: D. Tidak mengatakan sesuatu yang diyakini tidak benar.
Maksim kualitas mengharuskan penutur untuk hanya mengatakan hal yang diyakini benar dan memiliki bukti yang memadai, sehingga tuturan tidak menyesatkan mitra tutur.
29.

Seorang dosen bertanya kepada mahasiswanya, “Bagaimana nilai ujianmu?” dan mahasiswa menjawab, “Cuacanya bagus ya, Pak.” Jawaban mahasiswa tersebut melanggar maksim…

  • A. Kuantitas
  • B. Relevansi
  • C. Kualitas
  • D. Cara
Jawaban: B. Relevansi.
Maksim relevansi mengharuskan penutur memberikan jawaban yang berkaitan dengan pertanyaan. Mahasiswa menjawab tentang cuaca padahal pertanyaan tentang nilai ujian, sehingga melanggar maksim relevansi.
30.

Conversational implicature adalah makna yang…

  • A. Tersurat secara eksplisit dalam tuturan
  • B. Terkandung dalam makna leksikal kata-kata yang digunakan
  • C. Tersirat dan dapat disimpulkan dari konteks percakapan
  • D. Ditentukan oleh struktur gramatikal kalimat
Jawaban: C. Tersirat dan dapat disimpulkan dari konteks percakapan.
Conversational implicature adalah makna tambahan yang tidak dikatakan secara eksplisit tetapi dapat disimpulkan oleh mitra tutur melalui pemahaman tentang prinsip kerjasama dan konteks percakapan.
31.

Dalam semantics kalimat, “situation type” merujuk pada…

  • A. Jenis peristiwa atau keadaan yang digambarkan oleh kalimat
  • B. Konteks sosial tempat kalimat diujarkan
  • C. Jenis kalimat berdasarkan struktur sintaksisnya
  • D. Situasi komunikasi antara penutur dan pendengar
Jawaban: A. Jenis peristiwa atau keadaan yang digambarkan oleh kalimat.
Situation type dalam semantics kalimat mengacu pada tipologi peristiwa atau keadaan yang dideskripsikan oleh kalimat, seperti state, activity, accomplishment, dan achievement (klasifikasi Vendler).
32.

Kalimat “Ani sedang berlari di taman” menggambarkan situation type berupa…

  • A. State, karena menggambarkan kondisi yang statis
  • B. Achievement, karena menggambarkan peristiwa sesaat
  • C. Accomplishment, karena memiliki titik akhir yang jelas
  • D. Activity, karena menggambarkan aktivitas yang berlangsung tanpa batas akhir yang jelas
Jawaban: D. Activity, karena menggambarkan aktivitas yang berlangsung tanpa batas akhir yang jelas.
Activity adalah jenis situation type yang menggambarkan aktivitas dinamis yang berlangsung selama periode tertentu tanpa titik akhir yang inheren. “Berlari di taman” merupakan aktivitas yang berlanjut tanpa batas akhir yang ditentukan.
33.

Aspek gramatikal “perfektif” dalam semantics menyatakan bahwa suatu peristiwa…

  • A. Sedang berlangsung pada saat tuturan
  • B. Telah selesai atau dipandang sebagai keseluruhan yang utuh
  • C. Akan berlangsung di masa mendatang
  • D. Berlangsung secara berulang-ulang
Jawaban: B. Telah selesai atau dipandang sebagai keseluruhan yang utuh.
Aspek perfektif memandang suatu peristiwa sebagai satu kesatuan yang utuh atau sudah selesai, berbeda dari aspek imperfektif yang memandang peristiwa sebagai proses yang sedang berlangsung.
34.

Modalitas dalam semantics kalimat berkaitan dengan…

  • A. Urutan waktu terjadinya peristiwa yang diacu kalimat
  • B. Hubungan tematik antara partisipan dan predikat
  • C. Sikap penutur terhadap proposisi yang dituturkannya
  • D. Jenis kalimat berdasarkan fungsi komunikatifnya
Jawaban: C. Sikap penutur terhadap proposisi yang dituturkannya.
Modalitas mengekspresikan sikap atau penilaian penutur terhadap proposisi yang disampaikan, mencakup kemungkinan, keniscayaan, kemampuan, dan izin yang berkaitan dengan kebenaran proposisi tersebut.
35.

Thematic role “agent” dalam semantics merujuk pada…

  • A. Partisipan yang dengan sengaja melakukan suatu tindakan
  • B. Partisipan yang menerima dampak dari suatu tindakan
  • C. Partisipan yang berpindah tempat karena suatu peristiwa
  • D. Partisipan yang mengalami suatu keadaan psikologis
Jawaban: A. Partisipan yang dengan sengaja melakukan suatu tindakan.
Agent adalah thematic role yang diberikan kepada partisipan yang secara sadar dan sengaja melakukan atau menginisiasi suatu tindakan, merupakan pelaku aktif dalam suatu peristiwa.
36.

Dalam kalimat “Buku itu dipukul oleh Rudi”, thematic role “Rudi” adalah…

  • A. Patient
  • B. Theme
  • C. Experiencer
  • D. Agent
Jawaban: D. Agent.
Meskipun kalimat berbentuk pasif, “Rudi” tetap memerankan thematic role agent karena Rudi adalah pelaku aktif yang dengan sengaja melakukan tindakan memukul buku tersebut.
37.

Thematic role “patient” berbeda dari “theme” karena patient…

  • A. Merupakan pelaku tindakan yang tidak disengaja
  • B. Mengalami perubahan kondisi akibat tindakan yang dilakukan padanya
  • C. Merupakan entitas yang berpindah lokasi dalam peristiwa
  • D. Mengalami kondisi mental atau emosional tertentu
Jawaban: B. Mengalami perubahan kondisi akibat tindakan yang dilakukan padanya.
Patient adalah thematic role entitas yang mengalami perubahan kondisi atau keadaan sebagai akibat langsung dari tindakan, berbeda dari theme yang hanya menggambarkan entitas yang terlibat atau berpindah tanpa mengalami perubahan kondisi.
38.

Grammatical relation “subjek” dan “objek” dalam semantics dapat dianalisis berdasarkan…

  • A. Posisi kata dalam kalimat saja
  • B. Bunyi yang dihasilkan saat mengucapkannya
  • C. Thematic role yang diemban oleh nomina tersebut
  • D. Jumlah suku kata yang dimiliki nomina tersebut
Jawaban: C. Thematic role yang diemban oleh nomina tersebut.
Dalam analisis semantis, grammatical relation subjek dan objek dapat dikaitkan dengan thematic role partisipan, misalnya subjek kalimat aktif umumnya berfungsi sebagai agent sedangkan objek berfungsi sebagai patient atau theme.
39.

Voice (diatesis) dalam semantics berkaitan dengan…

  • A. Cara perspektif peristiwa dipresentasikan melalui relasi gramatikal subjek dan objek
  • B. Tinggi rendahnya nada suara penutur saat bertutur
  • C. Ekspresi emosi penutur yang tampak dalam pilihan kata
  • D. Jenis modal yang digunakan dalam kalimat
Jawaban: A. Cara perspektif peristiwa dipresentasikan melalui relasi gramatikal subjek dan objek.
Voice atau diatesis mengacu pada cara suatu bahasa menghubungkan thematic role partisipan dengan fungsi gramatikal, misalnya kalimat aktif memfokuskan agent sebagai subjek sedangkan kalimat pasif memfokuskan patient sebagai subjek.
40.

Cognitive semantics berbeda dari pendekatan semantics formal karena…

  • A. Cognitive semantics hanya mengkaji kata benda konkret
  • B. Cognitive semantics tidak menggunakan analisis kalimat
  • C. Cognitive semantics berfokus pada struktur logika formal
  • D. Cognitive semantics menekankan bahwa makna berkaitan dengan struktur konseptual dan pengalaman manusia
Jawaban: D. Cognitive semantics menekankan bahwa makna berkaitan dengan struktur konseptual dan pengalaman manusia.
Cognitive semantics memandang makna sebagai struktur konseptual yang dibangun berdasarkan pengalaman dan persepsi manusia terhadap dunia, berbeda dari pendekatan formal yang memandang makna sebagai hubungan logis antar proposisi.
41.

Metafora konseptual dalam cognitive semantics, seperti “ARGUMEN ADALAH PERANG” (argument is war), menunjukkan bahwa…

  • A. Argumen dan perang merupakan konsep yang identik
  • B. Konsep abstrak dipahami melalui pemetaan dari domain yang lebih konkret
  • C. Bahasa hanya digunakan untuk menggambarkan pertempuran verbal
  • D. Metafora hanya berfungsi sebagai gaya bahasa dalam puisi
Jawaban: B. Konsep abstrak dipahami melalui pemetaan dari domain yang lebih konkret.
Metafora konseptual dalam cognitive semantics menunjukkan bahwa manusia memahami konsep abstrak (domain target) dengan cara memetakannya dari domain sumber yang lebih konkret dan familiar.
42.

Dalam cognitive semantics, metafora dipahami bukan sekadar sebagai gaya bahasa, melainkan sebagai…

  • A. Kesalahan penggunaan bahasa yang perlu dihindari
  • B. Teknik retorika untuk memperindah tulisan
  • C. Cara berpikir dan memahami realitas yang mendasar
  • D. Fenomena khusus dalam bahasa puisi saja
Jawaban: C. Cara berpikir dan memahami realitas yang mendasar.
Menurut Lakoff dan Johnson, metafora bukan hanya alat bahasa tetapi merupakan mekanisme kognitif fundamental yang menstrukturkan cara manusia berpikir, memahami pengalaman, dan berinteraksi dengan realitas.
43.

Polisemi terjadi ketika sebuah kata memiliki…

  • A. Beberapa makna yang saling berkaitan dan berasal dari satu sumber yang sama
  • B. Dua bentuk penulisan yang berbeda tetapi bermakna sama
  • C. Beberapa makna yang tidak saling berkaitan sama sekali
  • D. Makna yang berlawanan tergantung pada konteks penggunaannya
Jawaban: A. Beberapa makna yang saling berkaitan dan berasal dari satu sumber yang sama.
Polisemi adalah fenomena satu kata yang memiliki lebih dari satu makna di mana makna-makna tersebut saling berhubungan dan dapat ditelusuri ke satu makna asal, berbeda dari homonimi di mana makna-maknanya tidak berkaitan.
44.

Kata “kepala” dalam frasa “kepala manusia”, “kepala surat”, dan “kepala desa” merupakan contoh…

  • A. Homonimi, karena ketiga makna tersebut tidak berkaitan
  • B. Sinonimi, karena ketiga kata merujuk hal yang sama
  • C. Antonimi, karena ketiga makna tersebut saling berlawanan
  • D. Polisemi, karena ketiga makna berasal dari konsep asal yang sama
Jawaban: D. Polisemi, karena ketiga makna berasal dari konsep asal yang sama.
Kata “kepala” dalam ketiga frasa tersebut merupakan polisemi karena semua maknanya (bagian atas tubuh, bagian atas surat, pemimpin) berasal dari konsep dasar yang sama yaitu “bagian teratas atau terdepan”.
45.

Ambiguitas leksikal terjadi ketika…

  • A. Sebuah kalimat memiliki dua struktur sintaksis yang berbeda
  • B. Sebuah kata memiliki lebih dari satu makna yang mungkin dalam konteks tersebut
  • C. Penutur menggunakan bahasa dengan makna yang berbeda dari makna sebenarnya
  • D. Sebuah kalimat tidak dapat ditentukan nilai kebenarannya
Jawaban: B. Sebuah kata memiliki lebih dari satu makna yang mungkin dalam konteks tersebut.
Ambiguitas leksikal terjadi karena satu kata memiliki beberapa makna sehingga tuturan menjadi tidak jelas atau dapat ditafsirkan lebih dari satu cara berdasarkan makna leksikalnya.
46.

Kalimat “Saya melihat pria dengan teropong” merupakan contoh ambiguitas…

  • A. Leksikal, karena kata “pria” bermakna ganda
  • B. Pragmatis, karena makna bergantung pada konteks sosial
  • C. Struktural, karena kalimat dapat dianalisis dengan dua struktur berbeda
  • D. Fonetis, karena pelafalan kata menimbulkan kesalahpahaman
Jawaban: C. Struktural, karena kalimat dapat dianalisis dengan dua struktur berbeda.
Kalimat tersebut merupakan ambiguitas struktural karena frasa “dengan teropong” dapat diinterpretasikan sebagai menerangkan cara penutur melihat atau sebagai ciri pria yang dilihat, menghasilkan dua analisis struktural yang berbeda.
47.

Maksim kuantitas dalam prinsip kerjasama Grice mengharuskan penutur untuk…

  • A. Memberikan informasi yang cukup, tidak lebih dan tidak kurang dari yang diperlukan
  • B. Tidak mengucapkan hal yang diyakini salah
  • C. Menyampaikan tuturan yang relevan dengan topik
  • D. Menggunakan bahasa yang jelas dan tidak bermakna ganda
Jawaban: A. Memberikan informasi yang cukup, tidak lebih dan tidak kurang dari yang diperlukan.
Maksim kuantitas berkaitan dengan jumlah informasi yang disampaikan. Penutur harus memberi informasi seperlunya sesuai kebutuhan percakapan, tidak berlebihan dan tidak kekurangan informasi.
48.

Seorang penutur yang mengatakan “Matahari terbit di timur” sedang menyampaikan tuturan yang termasuk jenis kebenaran…

  • A. Kontradiksi, karena pernyataan tersebut dapat salah dalam kondisi tertentu
  • B. Analitik, karena maknanya terkandung dalam kata-katanya sendiri
  • C. Tautologi, karena selalu benar tanpa perlu diverifikasi
  • D. Sintetik, karena kebenarannya bergantung pada fakta empiris di dunia
Jawaban: D. Sintetik, karena kebenarannya bergantung pada fakta empiris di dunia.
Kebenaran sintetik ditentukan oleh fakta di dunia nyata. “Matahari terbit di timur” benar karena sesuai dengan fenomena alam yang dapat diverifikasi secara empiris, bukan karena kandungan makna kata-katanya saja.
49.

Perbedaan utama antara polisemi dan homonimi terletak pada…

  • A. Jumlah makna yang dimiliki oleh masing-masing kata tersebut
  • B. Ada tidaknya kaitan historis atau semantis antara makna-makna yang dimilikinya
  • C. Panjang pendeknya kata yang bersangkutan
  • D. Kelas kata dari kata yang bersangkutan
Jawaban: B. Ada tidaknya kaitan historis atau semantis antara makna-makna yang dimilikinya.
Polisemi memiliki makna-makna yang saling berkaitan dan berasal dari satu etimologi, sedangkan homonimi memiliki makna-makna yang tidak berkaitan sama sekali baik secara historis maupun semantis meskipun bentuk katanya sama.
50.

Seorang atasan berkata kepada bawahannya, “Sudah jam 12 siang.” Berdasarkan prinsip Grice, tuturan tersebut kemungkinan besar mengimplikasikan…

  • A. Atasan sedang memberi tahu bawahan tentang kondisi cuaca saat itu
  • B. Atasan ingin mengajak bawahan membahas jadwal harian
  • C. Sudah waktunya istirahat makan siang atau menyelesaikan pekerjaan
  • D. Atasan sedang memverifikasi jam pada jam tangannya
Jawaban: C. Sudah waktunya istirahat makan siang atau menyelesaikan pekerjaan.
Melalui conversational implicature, bawahan dapat menyimpulkan bahwa tuturan atasan bukan sekadar informasi waktu, melainkan sinyal bahwa sudah tiba waktunya untuk istirahat makan siang atau suatu tenggat waktu tertentu yang relevan dalam konteks kerja.

Rajin berlatih dengan Soal Ujian UT terbukti membantu mahasiswa beradaptasi dengan berbagai format penilaian yang berlaku di UT. Ada Ujian Tatap Muka (UTM) yang mengharuskan hadir langsung di lokasi ujian, ada Ujian Online (UO) yang dikerjakan melalui platform digital, dan ada pula Take Home Exam (THE).

Setiap Soal UO UT yang kamu kerjakan, setiap halaman modul yang kamu baca, semua itu bukan usaha yang sia-sia. Tetap konsisten, jaga fokus, dan semoga persiapanmu menghadapi Soal UAS UT PBIS4203 Semantics berbuah nilai yang membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!