Menjelang Ujian Akhir Semester di Universitas Terbuka, banyak mahasiswa mulai merasakan tekanan yang cukup nyata. Bukan karena tidak mau belajar, tapi karena materi yang harus dikuasai terasa begitu luas. Modul demi modul menumpuk, sementara waktu terus berjalan. Di sinilah strategi belajar yang tepat menjadi pembeda antara mahasiswa.
PBIS4317 Discourse Analysis adalah salah satu mata kuliah yang tidak bisa dianggap remeh. Fokusnya pada bagaimana bahasa bekerja dalam konteks komunikasi nyata, mulai dari percakapan sehari-hari hingga teks formal. Keterampilan ini semakin relevan di era digital, di mana kemampuan membaca dan menyusun wacana secara kritis.
Cara paling efisien untuk mengukur kesiapan sebelum ujian adalah dengan rutin mengerjakan Soal UAS UT PBIS4317 Discourse Analysis. Latihan soal bukan sekadar rutinitas, tapi alat untuk mendeteksi celah pemahaman. Kamu bisa tahu persis bagian mana yang sudah dikuasai dan mana.
Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.
Soal UT PBIS4317 Discourse Analysis
1.
Discourse analysis sebagai sebuah bidang kajian linguistik secara umum didefinisikan sebagai studi tentang…
A. Struktur morfologi dan sintaksis dalam kalimat tunggal
B. Bahasa yang digunakan di atas tataran kalimat dalam konteks penggunaannya
C. Sistem fonologi dan fonetik dalam tuturan lisan
D. Hubungan antara leksikon dan semantik dalam wacana tertulis
Jawaban: B. Bahasa yang digunakan di atas tataran kalimat dalam konteks penggunaannya. Discourse analysis adalah kajian bahasa yang melampaui batas kalimat dan memperhatikan konteks penggunaan bahasa, bukan sekadar struktur internal kalimat.
2.
Istilah “discourse” dalam analisis wacana merujuk pada…
A. Unit bahasa yang lebih besar dari kalimat, baik lisan maupun tulisan
B. Kumpulan kata-kata yang membentuk paragraf dalam teks tertulis
C. Percakapan formal yang terjadi dalam situasi akademis
D. Sekumpulan kalimat yang memiliki tema yang sama dalam satu bab
Jawaban: A. Unit bahasa yang lebih besar dari kalimat, baik lisan maupun tulisan. Discourse mencakup unit-unit bahasa yang melampaui batas kalimat, meliputi teks lisan maupun tulisan yang digunakan dalam komunikasi nyata.
3.
Salah satu ciri utama yang membedakan analisis wacana dari analisis gramatikal kalimat adalah…
A. Analisis wacana hanya memperhatikan struktur fonologis tuturan
B. Analisis wacana tidak memerlukan konteks dalam menginterpretasi makna
C. Analisis wacana mempertimbangkan konteks sosial dan situasional dalam pemaknaan
D. Analisis wacana berfokus pada aturan morfologi dan pembentukan kata
Jawaban: C. Analisis wacana mempertimbangkan konteks sosial dan situasional dalam pemaknaan. Berbeda dengan analisis gramatikal, analisis wacana selalu mengaitkan bahasa dengan konteks sosial, budaya, dan situasional tempat bahasa tersebut digunakan.
4.
Dalam kajian analisis wacana, “cohesion” didefinisikan sebagai…
A. Kepaduan makna yang dihasilkan dari struktur sintaksis kalimat
C. Hubungan logis antara paragraf dalam esai argumentatif
C. Kesesuaian antara tujuan penulis dan pemahaman pembaca
D. Keterkaitan unsur-unsur tekstual yang diwujudkan melalui piranti gramatikal dan leksikal
Jawaban: D. Keterkaitan unsur-unsur tekstual yang diwujudkan melalui piranti gramatikal dan leksikal. Kohesi merujuk pada hubungan formal antara elemen-elemen dalam teks yang ditandai secara gramatikal maupun leksikal, seperti referensi, substitusi, elipsis, konjungsi, dan kohesi leksikal.
5.
Konsep “coherence” dalam sistem wacana berkaitan erat dengan…
A. Penggunaan kata hubung dalam menghubungkan klausa satu dengan lainnya
B. Kepaduan makna dan interpretasi yang dibangun pembaca atau pendengar berdasarkan konteks
C. Ketepatan pemilihan diksi dan gaya bahasa dalam karangan formal
D. Kesesuaian antara judul teks dan isi paragraf pembuka
Jawaban: B. Kepaduan makna dan interpretasi yang dibangun pembaca atau pendengar berdasarkan konteks. Koherensi bersifat semantik dan pragmatis, berkaitan dengan bagaimana penerima membangun keutuhan makna dari teks berdasarkan pengetahuan dan konteks yang dimilikinya.
6.
Piranti kohesi yang menggunakan kata ganti untuk merujuk kembali pada unsur yang telah disebutkan sebelumnya disebut…
A. Substitusi
B. Elipsis
C. Referensi
D. Konjungsi
Jawaban: C. Referensi. Referensi adalah piranti kohesi gramatikal yang menghubungkan suatu elemen teks dengan elemen lain melalui penggunaan kata ganti atau kata penunjuk.
7.
Dalam analisis wacana, “register” merujuk pada…
A. Variasi bahasa yang digunakan sesuai dengan situasi, tujuan, dan partisipan komunikasi
B. Sistem pencatatan tuturan dalam transkripsi percakapan ilmiah
C. Tingkatan formalitas yang ditentukan oleh kelas sosial penutur
D. Kategori bahasa berdasarkan wilayah geografis penuturnya
Jawaban: A. Variasi bahasa yang digunakan sesuai dengan situasi, tujuan, dan partisipan komunikasi. Register adalah variasi linguistik yang dipilih penutur berdasarkan konteks situasional, mencakup medan (field), pelibat (tenor), dan sarana (mode) wacana.
8.
Dalam Systemic Functional Linguistics (SFL), tiga komponen metafungsi bahasa yang dikemukakan Halliday adalah…
A. Fonologi, sintaksis, dan semantik
B. Pragmatik, stilistika, dan retorika
C. Leksikal, gramatikal, dan tekstual
D. Ideasional, interpersonal, dan tekstual
Jawaban: D. Ideasional, interpersonal, dan tekstual. Halliday menyatakan bahwa bahasa menjalankan tiga metafungsi secara simultan, yaitu fungsi ideasional (menyatakan pengalaman), interpersonal (menjalin hubungan), dan tekstual (mengorganisasi pesan).
9.
Konsep “turn-taking” dalam analisis wacana lisan mengacu pada…
A. Strategi pembicara dalam mengubah topik pembicaraan secara mendadak
B. Mekanisme pengaturan giliran berbicara antarpeserta dalam percakapan
C. Cara penutur mengakhiri percakapan dengan sopan
D. Teknik memulai percakapan dalam konteks formal
Jawaban: B. Mekanisme pengaturan giliran berbicara antarpeserta dalam percakapan. Turn-taking adalah sistem yang mengatur siapa berbicara, kapan, dan berapa lama dalam interaksi percakapan, merupakan komponen penting dalam analisis wacana lisan.
10.
Dalam struktur percakapan, pasangan berdekatan (adjacency pairs) adalah…
A. Dua kalimat yang menggunakan struktur gramatikal yang sama
B. Dua penutur yang saling memahami tanpa perlu menjelaskan konteks
C. Pasangan tuturan yang berdampingan dan saling melengkapi secara konvensional
D. Dua ujaran berurutan yang memiliki tema wacana yang berbeda
Jawaban: C. Pasangan tuturan yang berdampingan dan saling melengkapi secara konvensional. Adjacency pairs merupakan unit dasar dalam analisis percakapan yang terdiri atas dua giliran bicara yang diproduksi oleh penutur berbeda, di mana bagian pertama memunculkan bagian kedua yang relevan.
11.
Dalam analisis wacana lisan, “repair” merujuk pada proses…
A. Koreksi atau perbaikan terhadap kesalahan atau masalah dalam percakapan
B. Penyusunan ulang kalimat dalam bahasa tulisan formal
C. Pemberian umpan balik oleh pendengar kepada pembicara
D. Pembetulan ejaan dalam transkripsi wacana tertulis
Jawaban: A. Koreksi atau perbaikan terhadap kesalahan atau masalah dalam percakapan. Repair adalah mekanisme dalam percakapan alamiah di mana penutur atau mitra tutur memperbaiki masalah yang muncul dalam pemahaman atau produksi tuturan.
A. Struktur gramatikal kalimat dalam teks percakapan tertulis
B. Pengaruh budaya terhadap pilihan topik dalam percakapan formal
C. Perbedaan leksikon antara penutur dari latar belakang berbeda
D. Organisasi dan struktur interaksi percakapan alamiah secara sekuensial
Jawaban: D. Organisasi dan struktur interaksi percakapan alamiah secara sekuensial. Conversation analysis mempelajari bagaimana percakapan diorganisasi secara sekuensial oleh penutur dalam interaksi sehari-hari, termasuk giliran bicara, pasangan berdekatan, dan perbaikan.
13.
Dalam wacana lisan, “backchannels” adalah sinyal yang digunakan pendengar untuk…
A. Mengambil alih giliran bicara dari penutur sebelumnya
B. Menunjukkan bahwa mereka mendengarkan dan memahami tanpa mengambil giliran
C. Mengakhiri percakapan dan memberi tanda perpisahan
D. Memperkenalkan topik baru dalam satu giliran bicara
Jawaban: B. Menunjukkan bahwa mereka mendengarkan dan memahami tanpa mengambil giliran. Backchannels seperti “mm”, “ya”, “uh-huh” digunakan pendengar untuk memberi sinyal bahwa mereka memperhatikan dan mengikuti tuturan tanpa bermaksud mengambil alih giliran bicara.
14.
Perhatikan penggalan percakapan berikut. Guru: “Siapa yang belum mengerjakan PR?” Murid: (diam). Berdasarkan analisis wacana lisan, diam dalam konteks ini merupakan…
A. Kegagalan komunikasi karena murid tidak memahami pertanyaan
B. Bukti bahwa pertanyaan guru tidak relevan dengan situasi kelas
C. Respons bermakna yang mengindikasikan pengakuan tidak langsung
D. Pelanggaran terhadap aturan turn-taking dalam percakapan formal
Jawaban: C. Respons bermakna yang mengindikasikan pengakuan tidak langsung. Dalam analisis wacana lisan, keheningan bukan berarti ketiadaan komunikasi. Diam dalam konteks ini adalah respons yang bermakna, yaitu pengakuan tidak langsung bahwa ada murid yang belum mengerjakan PR.
15.
Dalam analisis wacana lisan, “opening sequence” dalam percakapan telepon biasanya mencakup…
A. Penyampaian tujuan utama percakapan sejak kalimat pertama
B. Penjelasan latar belakang dan maksud penelepon secara rinci
C. Penyebutan identitas dan konfirmasi ketersediaan penerima telepon
D. Sapaan, identifikasi, pengakuan, dan pertanyaan “apa kabar” secara berurutan
Jawaban: D. Sapaan, identifikasi, pengakuan, dan pertanyaan “apa kabar” secara berurutan. Menurut analisis percakapan, pembukaan percakapan telepon memiliki struktur yang relatif tetap, yaitu summons-answer, identifikasi, pengakuan, dan pertukaran sapaan sebelum masuk ke urusan utama.
16.
Dalam kajian wacana kelas, pola IRF atau IRE mengacu pada urutan…
A. Inisiasi guru, Respons siswa, dan Umpan balik atau Evaluasi guru
B. Instruksi, Refleksi, dan Formulasi ulang materi pelajaran
C. Interaksi, Reaksi, dan Formulasi dalam diskusi kelompok
D. Interpretasi, Restatement, dan Feedback dari mitra tutur
Jawaban: A. Inisiasi guru, Respons siswa, dan Umpan balik atau Evaluasi guru. Pola IRF/IRE adalah struktur interaksi yang khas dalam wacana kelas di mana guru memulai dengan pertanyaan, siswa merespons, kemudian guru memberikan umpan balik atau evaluasi.
17.
Perhatikan kutipan berikut. Guru: “What is the capital of France?” Siswa: “Paris.” Guru: “Good!” Dalam analisis wacana kelas, pertukaran ini merupakan contoh dari…
A. Percakapan spontan antara guru dan siswa dalam konteks informal
B. Struktur IRE yang merupakan ciri khas wacana kelas
C. Adjacency pair tanpa komponen evaluatif
D. Pertukaran wacana berbasis scaffolding kognitif
Jawaban: B. Struktur IRE yang merupakan ciri khas wacana kelas. Kutipan ini menunjukkan pola Inisiasi (pertanyaan guru), Respons (jawaban siswa), dan Evaluasi (“Good!”), yang merupakan struktur IRE yang sangat umum dalam wacana kelas.
18.
Wacana kelas berbeda dari percakapan biasa dalam hal pola distribusi giliran bicara karena…
A. Siswa lebih banyak berbicara daripada guru dalam konteks kelas
B. Tidak ada aturan giliran bicara yang berlaku dalam konteks kelas
C. Guru umumnya mengontrol giliran bicara dan topik pembicaraan
D. Siswa dan guru berbagi kontrol giliran bicara secara setara
Jawaban: C. Guru umumnya mengontrol giliran bicara dan topik pembicaraan. Berbeda dengan percakapan sehari-hari yang bersifat simetris, wacana kelas bersifat asimetris di mana guru memegang kendali atas pengaturan giliran dan topik yang dibahas.
A. Percakapan buatan lebih mudah diperoleh dan lebih sistematis
B. Bahasa lisan informal tidak memiliki nilai untuk dikaji secara akademis
C. Transkripsi formal lebih mencerminkan kemampuan gramatikal penutur
D. Data alamiah mencerminkan penggunaan bahasa yang sesungguhnya dalam konteks nyata
Jawaban: D. Data alamiah mencerminkan penggunaan bahasa yang sesungguhnya dalam konteks nyata. Analisis wacana lisan alamiah mengutamakan data autentik karena wacana yang terjadi secara alami mencerminkan pola-pola linguistik dan interaksional yang sesungguhnya digunakan penutur.
20.
Dalam menganalisis wacana kelas bahasa, seorang peneliti menemukan bahwa guru sering mengulang jawaban siswa sebelum memberikan evaluasi. Fungsi pengulangan tersebut dalam wacana kelas paling tepat dianalisis sebagai…
A. Strategi penguatan dan konfirmasi untuk memastikan seluruh kelas mendengar jawaban yang benar
B. Indikasi bahwa guru tidak memahami jawaban yang diberikan siswa
C. Teknik pengalihan topik sebelum guru memberikan pertanyaan berikutnya
D. Bukti adanya gangguan dalam proses turn-taking di kelas tersebut
Jawaban: A. Strategi penguatan dan konfirmasi untuk memastikan seluruh kelas mendengar jawaban yang benar. Pengulangan jawaban siswa oleh guru adalah praktik umum dalam wacana kelas yang berfungsi mengonfirmasi kebenaran jawaban, memperkuat pemahaman, sekaligus memastikan seluruh peserta kelas menerima informasi yang sama.
21.
Dalam kajian analisis wacana tertulis, “written discourse analysis” secara spesifik berfokus pada…
A. Sistem ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam teks formal
B. Struktur morfologis kata dalam berbagai jenis teks tertulis
C. Bagaimana teks tertulis diorganisasi dan bermakna di atas tataran kalimat
D. Perbedaan gaya penulisan antara penulis pemula dan penulis berpengalaman
Jawaban: C. Bagaimana teks tertulis diorganisasi dan bermakna di atas tataran kalimat. Analisis wacana tertulis mengkaji bagaimana teks diorganisasi secara kohesif dan koheren melebihi tataran kalimat, termasuk struktur retoris, jenis teks, dan pola pemaknaan.
22.
Perbedaan utama antara analisis wacana lisan dan analisis wacana tertulis terletak pada…
A. Wacana lisan selalu lebih pendek dan tidak terstruktur dibanding wacana tertulis
B. Medium penyampaian dan sifat interaksi antara penutur atau penulis dan penerima
C. Wacana tertulis tidak memerlukan analisis kohesi karena sudah tersusun secara formal
D. Analisis wacana lisan hanya berlaku untuk bahasa Inggris sebagai bahasa ibu
Jawaban: B. Medium penyampaian dan sifat interaksi antara penutur atau penulis dan penerima. Perbedaan mendasar antara wacana lisan dan tulisan terletak pada mediumnya (suara vs. teks) dan sifat interaksinya (sinkronis dan spontan vs. asinkronis dan terencana).
23.
Dalam analisis wacana tertulis, “generic structure” atau struktur generik merujuk pada…
A. Aturan tata bahasa umum yang berlaku dalam semua jenis teks
B. Kosakata yang sering muncul dalam berbagai jenis teks akademis
C. Tingkat abstraksi yang digunakan dalam teks ilmiah populer
D. Pola organisasi tahapan yang khas dan wajib dalam suatu jenis teks tertentu
Jawaban: D. Pola organisasi tahapan yang khas dan wajib dalam suatu jenis teks tertentu. Struktur generik adalah tahapan-tahapan berurutan yang membentuk suatu jenis teks (genre) dan harus ada agar teks tersebut dapat mencapai tujuan sosialnya.
24.
Kohesi leksikal dalam teks tertulis dapat diwujudkan melalui penggunaan…
A. Reiterasi dan kolokasi
B. Konjungsi dan elipsis
C. Referensi dan substitusi
D. Anafora dan katafora
Jawaban: A. Reiterasi dan kolokasi. Kohesi leksikal terdiri atas reiterasi (pengulangan, sinonim, antonim, hiponim, kata umum) dan kolokasi (pasangan kata yang cenderung muncul bersama), berbeda dengan kohesi gramatikal yang meliputi referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi.
25.
Dalam analisis wacana tertulis berbasis SFL, “field” dalam konteks situasional merujuk pada…
A. Hubungan sosial antara penulis dan pembaca teks
B. Saluran atau medium yang digunakan dalam penyampaian teks
C. Topik atau bidang kegiatan yang sedang dibicarakan dalam teks
D. Tujuan retoris yang ingin dicapai oleh penulis
Jawaban: C. Topik atau bidang kegiatan yang sedang dibicarakan dalam teks. Dalam SFL, field mengacu pada apa yang sedang terjadi atau sedang dibicarakan dalam interaksi, yaitu bidang pengalaman atau aktivitas sosial yang menjadi topik wacana.
26.
Dalam analisis wacana berbasis SFL, “tenor” merujuk pada…
A. Medium atau saluran komunikasi yang digunakan dalam teks
B. Hubungan sosial dan peran antara peserta dalam interaksi
C. Tema utama yang dibahas dalam sebuah teks akademis
D. Struktur kalimat yang digunakan untuk menyatakan perintah
Jawaban: B. Hubungan sosial dan peran antara peserta dalam interaksi. Tenor dalam SFL berkaitan dengan dimensi interpersonal, yaitu siapa yang terlibat dalam interaksi dan bagaimana hubungan peran, status, dan relasi mereka memengaruhi bahasa yang digunakan.
27.
Seorang analis membaca sebuah artikel ilmiah dan menemukan bahwa setiap paragraf dimulai dengan kalimat topik yang kemudian dijelaskan oleh kalimat-kalimat pendukung. Pola ini dalam analisis wacana tertulis dikenal sebagai…
A. Pola induktif karena kesimpulan ditempatkan di akhir paragraf
B. Pola spiral karena ide berputar kembali ke topik awal
C. Pola elaboratif karena setiap kalimat menambahkan informasi yang setara
D. Pola deduktif karena pernyataan umum diikuti oleh perincian pendukung
Jawaban: D. Pola deduktif karena pernyataan umum diikuti oleh perincian pendukung. Pola paragraf yang dimulai dengan kalimat topik (pernyataan umum) kemudian diikuti kalimat penjelas adalah pola deduktif, yang umum dalam teks akademik bahasa Inggris.
28.
Dalam analisis wacana tertulis, “intra-paragraph cohesion” mengacu pada keterkaitan yang terjadi…
A. Di dalam satu paragraf, antarkalimat dalam paragraf yang sama
B. Di antara paragraf-paragraf yang berbeda dalam satu teks
C. Di antara berbagai teks dalam satu genre yang sama
D. Di antara berbagai bab dalam satu buku teks akademis
Jawaban: A. Di dalam satu paragraf, antarkalimat dalam paragraf yang sama. Intra-paragraph cohesion adalah kohesi yang terjadi dalam satu paragraf, yaitu hubungan antarkalimat di dalam paragraf yang sama, berbeda dengan inter-paragraph cohesion yang menghubungkan antarparagraf.
29.
Dalam pendekatan SFL untuk analisis wacana tertulis, “mode” dalam konteks situasional merujuk pada…
A. Topik yang dibahas dalam teks dan relevansinya bagi pembaca
B. Status sosial penulis dibandingkan pembaca yang dituju
C. Saluran komunikasi dan peran bahasa dalam teks tersebut
D. Jenis kalimat yang digunakan, apakah deklaratif atau interogatif
Jawaban: C. Saluran komunikasi dan peran bahasa dalam teks tersebut. Mode dalam SFL berkaitan dengan medium atau saluran yang digunakan (lisan/tulisan, spontan/terencana) dan seberapa besar peran bahasa dalam keseluruhan interaksi tersebut.
30.
Seseorang menganalisis sebuah editorial surat kabar menggunakan pendekatan SFL. Ia menemukan banyak penggunaan modalitas seperti “should”, “must”, dan “ought to”. Penggunaan modalitas tersebut paling erat berkaitan dengan metafungsi…
A. Ideasional, karena menyatakan pengalaman penulis tentang dunia
B. Interpersonal, karena mencerminkan sikap dan hubungan penulis dengan pembaca
C. Tekstual, karena mengorganisasi pesan agar kohesif dan logis
D. Eksperiensial, karena menggambarkan proses fisik dalam teks
Jawaban: B. Interpersonal, karena mencerminkan sikap dan hubungan penulis dengan pembaca. Modalitas adalah realisasi dari metafungsi interpersonal dalam SFL. Penggunaan modalitas menunjukkan bagaimana penulis menempatkan dirinya dalam hubungan dengan pembaca dan mengekspresikan derajat kepastian atau kewajiban.
31.
Dalam konteks analisis wacana tertulis dengan pendekatan SFL, istilah “genre” didefinisikan sebagai…
A. Gaya penulisan yang mencerminkan latar belakang budaya penulis
B. Kategori teks berdasarkan topik yang dibahas
C. Format visual dokumen yang digunakan dalam teks formal
D. Proses sosial yang berorientasi tujuan dan terjadi secara bertahap
Jawaban: D. Proses sosial yang berorientasi tujuan dan terjadi secara bertahap. Dalam SFL, genre didefinisikan sebagai staged, goal-oriented social process, artinya genre adalah cara komunitas mencapai tujuan sosialnya melalui tahapan-tahapan yang terorganisasi.
32.
Dalam analisis teks berbasis SFL, proses “relational” dalam transitivity merujuk pada…
A. Proses yang menyatakan hubungan, atribut, atau identitas antara dua entitas
B. Proses yang menggambarkan tindakan fisik yang dilakukan oleh pelaku
C. Proses yang menyatakan persepsi dan reaksi emosional partisipan
D. Proses yang mengekspresikan tuturan verbal oleh manusia
Jawaban: A. Proses yang menyatakan hubungan, atribut, atau identitas antara dua entitas. Dalam sistem transitivitas SFL, proses relasional menyatakan hubungan antara dua entitas, baik bersifat atributif (A memiliki kualitas B) maupun identifikatif (A adalah B).
33.
Analisis inter-paragraph cohesion dalam sebuah esai argumentatif bertujuan untuk…
A. Mengidentifikasi jenis kalimat yang digunakan di tiap paragraf
B. Menghitung frekuensi kemunculan kata kunci dalam teks
C. Menunjukkan bagaimana paragraf-paragraf dihubungkan secara logis dan tekstual
D. Mengevaluasi ketepatan penggunaan tanda baca antarparagraf
Jawaban: C. Menunjukkan bagaimana paragraf-paragraf dihubungkan secara logis dan tekstual. Analisis inter-paragraph cohesion mengkaji hubungan antarparagraf dalam teks, termasuk penggunaan konjungsi, referensi, dan piranti leksikal yang menjaga keutuhan dan alur argumentasi teks.
34.
Dalam analisis SFL terhadap sebuah berita, seorang analis menemukan banyak penggunaan proses material. Temuan ini mengindikasikan bahwa teks tersebut…
A. Didominasi oleh ekspresi perasaan dan persepsi narasumber
B. Banyak menceritakan tindakan dan kejadian fisik yang terjadi
C. Berfokus pada penjelasan hubungan dan karakteristik suatu fenomena
D. Mengandung banyak kutipan langsung dari narasumber
Jawaban: B. Banyak menceritakan tindakan dan kejadian fisik yang terjadi. Proses material dalam transitivitas SFL menyatakan tindakan atau kejadian fisik yang melibatkan pelaku (actor) dan sasaran (goal), sehingga dominasinya dalam berita menunjukkan teks banyak melaporkan peristiwa atau tindakan nyata.
35.
Fungsi discourse analysis dalam konteks pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) adalah…
A. Menggantikan pendekatan komunikatif dengan pendekatan gramatikal yang lebih ketat
B. Memfokuskan pengajaran hanya pada struktur kalimat yang benar secara gramatikal
C. Membatasi analisis bahasa pada tataran fonetik dan fonologi
D. Membantu guru dan siswa memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks komunikasi nyata
Jawaban: D. Membantu guru dan siswa memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks komunikasi nyata. Discourse analysis memberikan wawasan tentang penggunaan bahasa yang autentik dan kontekstual, sehingga membantu pengajaran bahasa yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan komunikatif nyata.
36.
Peran analisis wacana lisan dalam pengajaran bahasa Inggris mencakup…
A. Memberikan pemahaman tentang fitur-fitur percakapan yang autentik untuk dikembangkan dalam kelas
B. Mengganti penggunaan teks tertulis dalam pembelajaran keterampilan membaca
C. Memfokuskan latihan hanya pada pengucapan dan intonasi kata tunggal
D. Mengajarkan aturan morfologi bahasa Inggris melalui contoh percakapan
Jawaban: A. Memberikan pemahaman tentang fitur-fitur percakapan yang autentik untuk dikembangkan dalam kelas. Analisis wacana lisan mengungkap fitur percakapan nyata seperti turn-taking, repair, dan opening/closing yang dapat dijadikan dasar pengembangan materi dan aktivitas pembelajaran bahasa lisan.
37.
Kontribusi analisis wacana tertulis dalam pengajaran bahasa Inggris dapat terlihat dalam…
A. Pembatasan jenis teks yang boleh diajarkan di kelas EFL
B. Pengutamaan penghafalan tata bahasa tanpa memperhatikan teks
C. Pengembangan kemampuan siswa menghasilkan teks sesuai genre dan tujuan sosialnya
D. Penggunaan teks lisan untuk menggantikan teks tertulis dalam semua kegiatan
Jawaban: C. Pengembangan kemampuan siswa menghasilkan teks sesuai genre dan tujuan sosialnya. Analisis wacana tertulis, terutama yang berbasis genre, membantu pengajaran menulis agar siswa memahami bahwa setiap jenis teks memiliki tujuan sosial, struktur, dan fitur linguistik tersendiri.
38.
Dalam pengajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris, pengetahuan tentang “opening and closing sequences” dalam wacana percakapan dapat dimanfaatkan untuk…
A. Mengajarkan cara menyusun esai argumentatif yang baik dan benar
B. Melatih siswa membuka dan menutup percakapan dengan cara yang berterima secara sosial
C. Mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis surat resmi berbahasa Inggris
D. Menganalisis struktur kalimat dalam teks bacaan bahasa Inggris
Jawaban: B. Melatih siswa membuka dan menutup percakapan dengan cara yang berterima secara sosial. Pengetahuan tentang opening dan closing sequences dalam wacana lisan secara langsung dapat diterapkan dalam pembelajaran speaking agar siswa dapat berinteraksi secara lebih alami dan tepat secara sosial.
39.
Implikasi analisis wacana kelas bagi guru bahasa Inggris adalah guru dapat…
A. Menghindari penggunaan bahasa ibu siswa dalam seluruh proses pembelajaran
B. Menggunakan pola IRF secara eksklusif tanpa variasi untuk semua topik
C. Mengurangi penggunaan teknik bertanya agar siswa lebih mandiri belajar
D. Merefleksikan dan meningkatkan kualitas interaksi kelas untuk mendorong keterlibatan siswa
Jawaban: D. Merefleksikan dan meningkatkan kualitas interaksi kelas untuk mendorong keterlibatan siswa. Kesadaran tentang pola wacana kelas seperti IRF membantu guru merefleksikan praktik mengajarnya dan mengembangkan variasi interaksi yang lebih mendorong partisipasi dan berpikir kritis siswa.
40.
Pendekatan berbasis genre (genre-based approach) dalam pengajaran menulis didasarkan pada temuan analisis wacana tertulis bahwa…
A. Setiap jenis teks memiliki struktur, tujuan, dan fitur linguistik yang berbeda dan perlu diajarkan secara eksplisit
B. Kemampuan menulis berkembang secara alami tanpa perlu instruksi tentang struktur teks
C. Semua jenis teks memiliki struktur yang sama sehingga cukup diajarkan satu pola penulisan
D. Teks lisan lebih penting dari teks tertulis dalam pembelajaran bahasa kedua
Jawaban: A. Setiap jenis teks memiliki struktur, tujuan, dan fitur linguistik yang berbeda dan perlu diajarkan secara eksplisit. Genre-based approach lahir dari kesadaran bahwa setiap genre memiliki tujuan sosial, struktur generik, dan fitur linguistik yang khas, sehingga pengajaran menulis perlu dilakukan secara eksplisit dan sistematis.
41.
Dalam analisis wacana, konsep “intertextuality” merujuk pada…
A. Keterkaitan antara kalimat-kalimat dalam satu teks yang sama
B. Kemampuan pembaca memahami teks dalam berbagai bahasa
C. Hubungan antara satu teks dengan teks-teks lain yang mendahului atau melingkupinya
D. Proses penerjemahan teks dari satu bahasa ke bahasa lain
Jawaban: C. Hubungan antara satu teks dengan teks-teks lain yang mendahului atau melingkupinya. Intertekstualitas adalah konsep bahwa setiap teks tidak berdiri sendiri melainkan selalu berhubungan dengan teks-teks lain, baik secara eksplisit maupun implisit, melalui kutipan, referensi, atau konvensi genre.
42.
Dalam kajian wacana, “context of situation” menurut Halliday dan Hasan mencakup tiga variabel, yaitu…
A. Penutur, pesan, dan tujuan komunikasi
B. Field, tenor, dan mode
C. Sintaksis, semantik, dan pragmatik
D. Latar, suasana, dan partisipan
Jawaban: B. Field, tenor, dan mode. Menurut Halliday dan Hasan, konteks situasi terdiri atas tiga variabel: field (apa yang sedang terjadi), tenor (siapa yang terlibat), dan mode (saluran komunikasi yang digunakan).
43.
Perbedaan antara “text” dan “discourse” dalam kajian analisis wacana adalah…
A. Text hanya merujuk pada tulisan, sementara discourse hanya merujuk pada tuturan lisan
B. Text adalah data yang lebih panjang, sedangkan discourse lebih pendek
C. Text ditulis oleh penulis tunggal, sementara discourse melibatkan banyak penutur
D. Text adalah produk bahasa yang dapat diamati, sementara discourse menekankan proses dan konteks penggunaannya
Jawaban: D. Text adalah produk bahasa yang dapat diamati, sementara discourse menekankan proses dan konteks penggunaannya. Dalam analisis wacana, text seringkali dipahami sebagai produk linguistik yang dapat dilihat atau didengar, sedangkan discourse mencakup proses, fungsi, dan konteks sosial yang melingkupi teks tersebut.
44.
Konsep “presupposition” dalam analisis wacana merujuk pada…
A. Informasi yang dianggap sudah diketahui atau diterima bersama oleh penutur dan mitra tutur
B. Asumsi penulis tentang kemampuan gramatikal pembaca teks
C. Pernyataan eksplisit tentang topik yang akan dibahas dalam wacana
D. Kesimpulan yang ditarik pembaca setelah membaca keseluruhan teks
Jawaban: A. Informasi yang dianggap sudah diketahui atau diterima bersama oleh penutur dan mitra tutur. Presupposisi adalah latar belakang pengetahuan atau asumsi yang dianggap benar oleh penutur sebelum ujaran disampaikan, dan diterima begitu saja oleh kedua belah pihak dalam komunikasi.
45.
Dalam analisis wacana, “implicature” yang diperkenalkan oleh Grice merujuk pada makna yang…
A. Dinyatakan secara eksplisit dalam teks dan mudah dipahami pembaca
B. Hanya dapat dipahami oleh penutur asli bahasa tersebut
C. Dikomunikasikan secara tidak langsung dan melampaui makna literal ujaran
D. Tersembunyi dalam struktur gramatikal kalimat dan sulit dianalisis
Jawaban: C. Dikomunikasikan secara tidak langsung dan melampaui makna literal ujaran. Implicature adalah makna yang dikomunikasikan penutur tetapi tidak dinyatakan secara harfiah, diinterpretasikan berdasarkan prinsip kerja sama (cooperative principle) dan maksim percakapan Grice.
46.
Dalam konteks pengajaran bahasa Inggris, analisis wacana tertulis memberikan kontribusi dalam pengembangan materi ajar dengan cara…
A. Menyediakan daftar kosakata yang harus dihafal siswa untuk setiap genre teks
B. Membantu seleksi dan sekuensi teks autentik yang sesuai dengan kebutuhan komunikatif siswa
C. Memberikan aturan tata bahasa universal yang berlaku untuk semua jenis teks
D. Mengurangi kebutuhan penggunaan teks asli dalam proses pembelajaran
Jawaban: B. Membantu seleksi dan sekuensi teks autentik yang sesuai dengan kebutuhan komunikatif siswa. Pengetahuan tentang struktur dan fitur berbagai genre teks membantu guru dalam memilih dan mengurutkan teks autentik yang relevan, sehingga materi ajar mencerminkan penggunaan bahasa yang nyata.
47.
Dalam analisis wacana, “speech act” yang dikemukakan Austin dan Searle merujuk pada konsep bahwa…
A. Tuturan hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi faktual kepada pendengar
B. Setiap bahasa lisan memiliki struktur sintaksis yang berbeda dari bahasa tulisan
C. Percakapan hanya terjadi dalam konteks formal dan terstruktur
D. Mengucapkan sesuatu berarti melakukan sebuah tindakan, bukan sekadar menyatakan informasi
Jawaban: D. Mengucapkan sesuatu berarti melakukan sebuah tindakan, bukan sekadar menyatakan informasi. Teori speech act menyatakan bahwa bahasa bukan sekadar alat penyampaian informasi, melainkan bentuk tindakan. Setiap ujaran memiliki locutionary act, illocutionary act, dan perlocutionary act.
48.
Seorang guru bahasa Inggris ingin memanfaatkan analisis wacana untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Langkah yang paling tepat adalah…
A. Mengajarkan siswa mengenali struktur generik dan piranti kohesi dalam berbagai jenis teks
B. Meminta siswa menghafal seluruh kosakata baru dalam teks sebelum membaca
C. Melatih siswa menerjemahkan teks kata per kata ke dalam bahasa Indonesia
D. Mengutamakan latihan membaca nyaring dibandingkan membaca pemahaman
Jawaban: A. Mengajarkan siswa mengenali struktur generik dan piranti kohesi dalam berbagai jenis teks. Pemahaman tentang struktur generik dan kohesi membantu siswa mengantisipasi organisasi teks dan memahami hubungan antarbagian teks, sehingga meningkatkan kemampuan membaca pemahaman secara signifikan.
49.
Salah satu keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam penerapan analisis wacana di kelas bahasa adalah…
A. Analisis wacana tidak dapat diterapkan pada teks berbahasa Inggris sebagai bahasa asing
B. Konsep-konsep analisis wacana hanya relevan untuk pembelajaran di tingkat universitas
C. Kompleksitas konsep analisis wacana memerlukan adaptasi yang cermat agar sesuai dengan tingkat kemampuan siswa
D. Analisis wacana hanya efektif untuk melatih keterampilan menulis dan tidak berguna untuk keterampilan lain
Jawaban: C. Kompleksitas konsep analisis wacana memerlukan adaptasi yang cermat agar sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Konsep-konsep dalam analisis wacana cukup kompleks sehingga guru perlu menyederhanakan dan mengadaptasinya secara pedagogis agar dapat diaplikasikan secara efektif sesuai dengan level kemampuan siswa.
50.
Seorang guru mencermati bahwa dalam proses diskusi kelas, siswa jarang berinisiatif mengajukan pertanyaan dan cenderung hanya menjawab pertanyaan guru. Dari perspektif analisis wacana kelas, kondisi ini paling tepat dijelaskan sebagai…
A. Bukti bahwa siswa telah menguasai materi dan tidak perlu klarifikasi lebih lanjut
B. Dampak dari pola interaksi IRF yang menempatkan guru sebagai pengontrol utama wacana kelas
C. Indikasi bahwa metode pengajaran yang digunakan sudah sangat efektif dan efisien
D. Hasil dari kurangnya kosakata yang dimiliki siswa untuk bertanya dalam bahasa Inggris
Jawaban: B. Dampak dari pola interaksi IRF yang menempatkan guru sebagai pengontrol utama wacana kelas. Pola IRF yang dominan menciptakan struktur wacana yang asimetris di mana guru selalu memegang inisiatif. Pola ini secara tidak langsung mengkondisikan siswa untuk bersikap responsif dan pasif, bukan inisiatif dalam percakapan kelas.
Berlatih dengan Soal UAS UT secara konsisten terbukti membantu mahasiswa beradaptasi dengan berbagai format ujian yang diberlakukan UT. Ujian Tatap Muka atau UTM menuntut kecepatan dan ketepatan menjawab di tempat, sementara Ujian Online atau UO.
Setiap Soal UT yang kamu kerjakan, setiap halaman modul yang kamu baca, semuanya terakumulasi menjadi bekal yang solid. Kepercayaan diri saat ujian tidak datang tiba-tiba, melainkan dibangun dari proses yang konsisten. Semoga persiapanmu menghadapi Soal UAS UT PBIS4317 Discourse Analysis berbuah hasil.