💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT PBIS4319 Translation dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UAS UT PBIS4319 Translation dan Kunci Jawaban
Soal UT PBIS4319 Translation

Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, menghadapi Soal UAS UT PBIS4319 Translation bukan sekadar soal duduk dan menjawab pertanyaan. Ada proses panjang di baliknya. Ratusan halaman modul harus dicerna, dipahami, lalu diubah menjadi pengetahuan.

Mata kuliah PBIS4319 Translation layak mendapat perhatian lebih dari sekadar “mata kuliah biasa.” Di sinilah kamu belajar bagaimana menerjemahkan pesan secara akurat, memilih padanan kata yang tepat, sekaligus menjaga makna asli tetap utuh. Kemampuan ini bukan hanya relevan untuk Soal Ujian UT, tapi juga berguna langsung di dunia kerja.

Cara paling efektif untuk mengukur kesiapan diri sebelum ujian adalah dengan aktif berlatih Soal UAS UT. Latihan bukan cuma mengulang materi, tapi melatih otak bekerja dalam tekanan waktu, mengenali pola soal yang sering muncul.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT PBIS4319 Translation

1.

Salah satu alasan utama yang mendasari pentingnya penerjemahan bagi Indonesia adalah kebutuhan untuk mengakses ilmu pengetahuan dari negara-negara maju. Alasan ini berkaitan dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang…

  • A. Memiliki bahasa daerah yang sangat beragam sehingga perlu penyeragaman
  • B. Sedang berkembang dan memerlukan transfer ilmu pengetahuan serta teknologi
  • C. Memiliki tradisi lisan yang kuat sehingga budaya tulis perlu ditingkatkan
  • D. Baru merdeka dan membutuhkan pengakuan internasional melalui terjemahan
Jawaban: B. Sedang berkembang dan memerlukan transfer ilmu pengetahuan serta teknologi.
Penerjemahan penting bagi Indonesia karena sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara maju melalui kegiatan penerjemahan.
2.

Penerjemahan berperan penting dalam pembangunan nasional Indonesia karena melalui penerjemahan, bangsa Indonesia dapat…

  • A. Menyerap hasil pemikiran dan kemajuan ilmu dari bangsa lain
  • B. Menggantikan bahasa asing dengan bahasa Indonesia dalam semua bidang
  • C. Menyebarluaskan budaya lokal ke seluruh dunia secara sistematis
  • D. Mengembangkan tata bahasa Indonesia yang lebih baku dan ilmiah
Jawaban: A. Menyerap hasil pemikiran dan kemajuan ilmu dari bangsa lain.
Penerjemahan memungkinkan Indonesia menyerap hasil pemikiran dan kemajuan ilmu pengetahuan dari bangsa lain, yang merupakan salah satu alasan utama pentingnya penerjemahan bagi pembangunan nasional.
3.

Dalam BMP Translation UT, istilah “penerjemahan” (dengan akhiran -an) mengacu pada…

  • A. Produk akhir berupa teks yang telah dialihbahasakan
  • B. Orang yang melakukan kegiatan mengalihbahasakan teks
  • C. Proses atau kegiatan mengalihkan pesan dari satu bahasa ke bahasa lain
  • D. Bidang kajian akademis yang mempelajari teori dan praktik alih bahasa
Jawaban: C. Proses atau kegiatan mengalihkan pesan dari satu bahasa ke bahasa lain.
Istilah “penerjemahan” merujuk pada proses atau kegiatan mengalihkan pesan, sedangkan “terjemahan” merujuk pada produk, dan “penerjemah” merujuk pada pelakunya.
4.

Perbedaan antara istilah “menerjemahkan” dan “penerjemahan” dalam konteks studi Translation adalah…

  • A. Menerjemahkan adalah kegiatan lisan, sedangkan penerjemahan adalah kegiatan tertulis
  • B. Menerjemahkan digunakan untuk teks sastra, sedangkan penerjemahan untuk teks ilmiah
  • C. Menerjemahkan mengacu pada hasil terjemahan, sedangkan penerjemahan mengacu pada pelakunya
  • D. Menerjemahkan adalah bentuk kata kerja (aktivitas), sedangkan penerjemahan adalah bentuk nomina (proses/bidang)
Jawaban: D. Menerjemahkan adalah bentuk kata kerja (aktivitas), sedangkan penerjemahan adalah bentuk nomina (proses/bidang).
Secara gramatikal, “menerjemahkan” adalah verba yang menunjukkan aktivitas, sementara “penerjemahan” adalah nomina yang merujuk pada proses atau bidang kajian.
5.

Menurut definisi yang dikemukakan dalam BMP Translation UT, inti dari kegiatan penerjemahan adalah…

  • A. Mengubah struktur gramatikal bahasa sumber menjadi struktur bahasa sasaran
  • B. Mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran
  • C. Menyederhanakan teks bahasa sumber agar mudah dipahami pembaca sasaran
  • D. Mengganti setiap kata bahasa sumber dengan padanannya dalam bahasa sasaran
Jawaban: B. Mengalihkan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran.
Inti penerjemahan adalah pengalihan pesan, bukan sekadar penggantian kata atau perubahan struktur, karena yang harus disampaikan adalah makna dan pesan dari teks asli.
6.

Istilah “terjemahan” dalam kajian Translation UT merujuk pada…

  • A. Proses kognitif yang dilakukan oleh penerjemah dalam mengalihkan makna
  • B. Seseorang yang memiliki kompetensi mengalihkan teks antarbahasa
  • C. Produk atau hasil akhir dari proses penerjemahan
  • D. Metode yang digunakan untuk mengalihkan pesan antarbahasa
Jawaban: C. Produk atau hasil akhir dari proses penerjemahan.
Dalam studi penerjemahan, “terjemahan” mengacu pada produk atau hasil akhir, berbeda dengan “penerjemahan” yang mengacu pada proses dan “penerjemah” yang mengacu pada pelaku.
7.

Seorang penerjemah yang bekerja berdasarkan pemahaman bahwa tugasnya adalah menyampaikan pesan teks sumber secara setia kepada pembaca teks sasaran termasuk dalam definisi “penerjemah” sebagai…

  • A. Pelaku atau agen yang melaksanakan kegiatan penerjemahan
  • B. Mediator budaya yang menciptakan teks baru secara bebas
  • C. Penulis ulang yang mengubah isi teks sesuai kebutuhan pembaca
  • D. Editor yang menyempurnakan terjemahan orang lain
Jawaban: A. Pelaku atau agen yang melaksanakan kegiatan penerjemahan.
Penerjemah adalah pelaku atau agen yang melaksanakan kegiatan penerjemahan dengan tugas utama menyampaikan pesan dari teks sumber ke teks sasaran secara setia.
8.

Menurut BMP Translation UT, tipe penerjemah yang bekerja secara profesional dan dibayar untuk pekerjaannya disebut…

  • A. Penerjemah sastrawi
  • B. Penerjemah akademis
  • C. Penerjemah sukarela
  • D. Penerjemah profesional
Jawaban: D. Penerjemah profesional.
Penerjemah profesional adalah tipe penerjemah yang menjadikan penerjemahan sebagai profesi dan mendapatkan imbalan atas pekerjaannya, berbeda dengan penerjemah amatir atau sukarela.
9.

Penerjemahan sebagai proses mencakup tahapan yang dilalui oleh penerjemah. Tahap pertama yang umumnya dilakukan penerjemah dalam proses penerjemahan adalah…

  • A. Menyusun teks sasaran sesuai dengan kaidah bahasa sasaran
  • B. Membaca dan memahami teks sumber secara menyeluruh
  • C. Mencari padanan kata dalam kamus dwibahasa
  • D. Melakukan revisi dan penyuntingan teks terjemahan
Jawaban: B. Membaca dan memahami teks sumber secara menyeluruh.
Tahap pertama dalam proses penerjemahan adalah pemahaman teks sumber, karena penerjemah harus memahami makna dan pesan teks sebelum dapat mengalihkannya ke bahasa sasaran.
10.

Dalam model proses penerjemahan, fase di mana penerjemah mengubah pemahaman teks sumber menjadi ungkapan dalam bahasa sasaran disebut fase…

  • A. Analisis
  • B. Verifikasi
  • C. Restrukturisasi
  • D. Pembandingan
Jawaban: C. Restrukturisasi.
Fase restrukturisasi adalah tahap di mana penerjemah menyusun kembali makna yang telah dipahami dari teks sumber ke dalam ungkapan bahasa sasaran yang wajar dan berterima.
11.

Kompetensi penerjemahan mencakup berbagai aspek kemampuan. Kemampuan yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh seorang penerjemah adalah…

  • A. Penguasaan bahasa sumber dan bahasa sasaran secara memadai
  • B. Kemampuan menggunakan perangkat lunak penerjemahan berbantuan komputer
  • C. Pemahaman mendalam tentang sejarah hubungan antarbangsa
  • D. Kemampuan menulis sastra dalam bahasa sasaran
Jawaban: A. Penguasaan bahasa sumber dan bahasa sasaran secara memadai.
Kompetensi linguistik, yaitu penguasaan bahasa sumber dan bahasa sasaran, merupakan kompetensi yang paling mendasar karena tanpanya penerjemah tidak dapat melakukan kegiatan penerjemahan.
12.

Selain kompetensi linguistik, kompetensi penerjemah juga mencakup kompetensi bidang yang berkaitan dengan…

  • A. Kemampuan berbicara di depan umum dalam bahasa sumber
  • B. Keahlian mengedit naskah secara teknis dan tipografis
  • C. Kemampuan menghafalkan kosakata sebanyak mungkin
  • D. Pengetahuan tentang pokok bahasan atau bidang teks yang diterjemahkan
Jawaban: D. Pengetahuan tentang pokok bahasan atau bidang teks yang diterjemahkan.
Kompetensi bidang (subject matter competence) mengharuskan penerjemah memiliki pengetahuan tentang bidang teks yang diterjemahkan agar dapat menghasilkan terjemahan yang akurat.
13.

Seorang penerjemah yang memahami konteks situasi dan budaya kedua bahasa yang digunakan menunjukkan penguasaan kompetensi…

  • A. Kompetensi transfer
  • B. Kompetensi budaya
  • C. Kompetensi tekstual
  • D. Kompetensi leksikografikal
Jawaban: B. Kompetensi budaya.
Kompetensi budaya mencakup pemahaman tentang konteks situasi, norma, dan nilai budaya kedua bahasa sehingga penerjemah dapat menjembatani perbedaan budaya dalam terjemahannya.
14.

Dalam kajian jenis-jenis makna dalam penerjemahan, makna yang didasarkan pada hubungan antara tanda linguistik dengan konsep atau referennya disebut makna…

  • A. Konotatif
  • B. Afektif
  • C. Referensial atau denotatif
  • D. Pragmatis
Jawaban: C. Referensial atau denotatif.
Makna referensial atau denotatif adalah makna yang didasarkan pada hubungan langsung antara tanda bahasa dengan konsep atau acuannya, tanpa unsur emotif atau konotatif.
15.

Kata “rumah” dalam kalimat “Dia merindukan rumah” memiliki makna yang melampaui makna harfiahnya, yaitu merindukan keluarga dan tempat tinggal yang nyaman. Jenis makna yang terdapat pada konteks ini adalah…

  • A. Makna konotatif
  • B. Makna denotatif
  • C. Makna referensial
  • D. Makna leksikal
Jawaban: A. Makna konotatif.
Makna konotatif adalah makna tambahan di luar makna denotatif yang berkaitan dengan nilai rasa, emosi, atau asosiasi tertentu, seperti kata “rumah” yang mengandung kerinduan akan keluarga dan kenyamanan.
16.

Dalam menerjemahkan teks, penerjemah perlu memperhatikan makna pragmatis karena makna ini berkaitan dengan…

  • A. Nilai estetika atau keindahan bahasa yang digunakan penulis
  • B. Hubungan antara bentuk kata dan maknanya dalam kamus
  • C. Struktur gramatikal kalimat dalam teks sumber
  • D. Maksud tuturan dalam konteks situasi penggunaan bahasa
Jawaban: D. Maksud tuturan dalam konteks situasi penggunaan bahasa.
Makna pragmatis berkaitan dengan maksud atau tujuan tuturan yang terikat pada konteks situasi, sehingga penerjemah perlu mempertimbangkan konteks saat mengalihkan makna ini.
17.

Salah satu parameter utama terjemahan yang berkualitas menurut BMP Translation UT adalah keakuratan, yang berarti…

  • A. Terjemahan menggunakan kosakata yang banyak dan kaya
  • B. Pesan teks sumber tersampaikan secara tepat dalam teks sasaran
  • C. Terjemahan mengikuti struktur kalimat teks sumber kata per kata
  • D. Terjemahan bebas dari kesalahan ejaan dan tanda baca
Jawaban: B. Pesan teks sumber tersampaikan secara tepat dalam teks sasaran.
Keakuratan sebagai parameter kualitas terjemahan berarti pesan, informasi, dan makna dari teks sumber tersampaikan secara tepat dan tidak menyimpang dalam teks sasaran.
18.

Terjemahan yang terasa wajar dan mudah dipahami oleh pembaca bahasa sasaran, seolah-olah bukan merupakan terjemahan, memenuhi parameter kualitas terjemahan yang disebut…

  • A. Keakuratan
  • B. Kesetiaan
  • C. Keberterimaan
  • D. Keterbacaan
Jawaban: C. Keberterimaan.
Keberterimaan (acceptability) berarti terjemahan terasa wajar dan alamiah dalam bahasa sasaran sehingga pembaca tidak menyadari bahwa teks tersebut adalah hasil terjemahan.
19.

Seorang penilai terjemahan menemukan bahwa terjemahan sebuah teks medis sangat akurat secara isi, tetapi kalimat-kalimatnya terasa janggal dan tidak sesuai dengan gaya bahasa Indonesia. Terjemahan ini dinilai kurang memenuhi parameter…

  • A. Keberterimaan
  • B. Keakuratan
  • C. Ketepatan istilah
  • D. Keutuhan teks
Jawaban: A. Keberterimaan.
Meskipun akurat secara isi, terjemahan yang terasa janggal dan tidak wajar dalam bahasa sasaran menunjukkan rendahnya keberterimaan, yaitu terjemahan tidak memenuhi kaidah dan kebiasaan bahasa sasaran.
20.

Ideologi penerjemahan yang berorientasi pada teks sumber dan berupaya mempertahankan kekhasan budaya serta gaya bahasa sumber disebut ideologi…

  • A. Domestikasi
  • B. Naturalisasi
  • C. Adaptasi
  • D. Foreignisasi
Jawaban: D. Foreignisasi.
Foreignisasi adalah ideologi penerjemahan yang mempertahankan unsur asing, kekhasan budaya, dan gaya bahasa sumber dalam terjemahan, sehingga pembaca merasakan nuansa asing dalam teks sasaran.
21.

Ideologi domestikasi dalam penerjemahan dipilih ketika penerjemah bertujuan untuk…

  • A. Memperkenalkan budaya asing kepada pembaca bahasa sasaran
  • B. Membuat terjemahan terasa akrab dan mudah dipahami oleh pembaca sasaran
  • C. Mempertahankan unsur leksikal dan gramatikal bahasa sumber
  • D. Menonjolkan perbedaan budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran
Jawaban: B. Membuat terjemahan terasa akrab dan mudah dipahami oleh pembaca sasaran.
Domestikasi mengutamakan kenyamanan pembaca sasaran dengan mengadaptasi unsur budaya dan bahasa sumber sehingga terjemahan terasa akrab dan mudah dipahami oleh pembaca bahasa sasaran.
22.

Penerjemah memilih metode penerjemahan harfiah (literal translation) ketika…

  • A. Tujuan penerjemahan adalah menghasilkan teks yang sangat berterima dalam bahasa sasaran
  • B. Teks yang diterjemahkan adalah teks sastra yang memerlukan adaptasi budaya
  • C. Struktur bahasa sumber dan bahasa sasaran relatif serupa sehingga terjemahan kata per kata masih berterima
  • D. Penerjemah ingin menyesuaikan teks dengan selera pembaca bahasa sasaran
Jawaban: C. Struktur bahasa sumber dan bahasa sasaran relatif serupa sehingga terjemahan kata per kata masih berterima.
Penerjemahan harfiah dapat digunakan ketika struktur kedua bahasa cukup serupa sehingga terjemahan yang mengikuti susunan kata sumber masih menghasilkan teks yang gramatikal dan berterima.
23.

Metode penerjemahan bebas (free translation) ditandai oleh kecenderungan penerjemah untuk lebih mengutamakan…

  • A. Gaya dan efek komunikatif dalam bahasa sasaran dibandingkan kesetiaan pada bentuk teks sumber
  • B. Padanan kata demi kata antara bahasa sumber dan bahasa sasaran
  • C. Kesetiaan penuh pada struktur kalimat dan paragraf teks sumber
  • D. Penggunaan istilah teknis yang baku sesuai bidang teks
Jawaban: A. Gaya dan efek komunikatif dalam bahasa sasaran dibandingkan kesetiaan pada bentuk teks sumber.
Penerjemahan bebas mengutamakan efek komunikatif dan kewajaran gaya dalam bahasa sasaran, sehingga penerjemah lebih bebas berangkat dari bentuk literal teks sumber.
24.

Teknik penerjemahan yang dilakukan dengan menambahkan informasi atau penjelasan dalam teks sasaran yang tidak terdapat secara eksplisit dalam teks sumber disebut teknik…

  • A. Reduksi
  • B. Modulasi
  • C. Transposisi
  • D. Amplifikasi
Jawaban: D. Amplifikasi.
Teknik amplifikasi adalah penambahan informasi atau penjelasan eksplisit dalam teks sasaran yang tidak tersurat dalam teks sumber, guna memperjelas makna bagi pembaca sasaran.
25.

Teknik transposisi dalam penerjemahan adalah teknik yang mengubah…

  • A. Sudut pandang atau perspektif makna tanpa mengubah isi informasi
  • B. Kelas kata atau kategori gramatikal dari bahasa sumber ke bahasa sasaran
  • C. Unsur budaya dari teks sumber menjadi unsur budaya teks sasaran
  • D. Jumlah kata atau kalimat dalam teks sumber menjadi lebih sedikit
Jawaban: B. Kelas kata atau kategori gramatikal dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.
Transposisi adalah teknik yang mengubah kelas gramatikal kata, misalnya kata benda dalam bahasa sumber menjadi kata kerja dalam bahasa sasaran, guna menghasilkan terjemahan yang berterima.
26.

Teknik modulasi dalam penerjemahan diterapkan ketika penerjemah mengubah…

  • A. Urutan unsur kalimat dari pola aktif menjadi pola pasif
  • B. Kelas kata dari nomina menjadi verba atau sebaliknya
  • C. Sudut pandang atau perspektif makna tanpa mengubah informasi yang disampaikan
  • D. Istilah budaya asing menjadi padanan budaya lokal yang dikenal pembaca
Jawaban: C. Sudut pandang atau perspektif makna tanpa mengubah informasi yang disampaikan.
Modulasi adalah teknik mengubah sudut pandang, perspektif, atau fokus makna dalam terjemahan tanpa mengubah informasi dasarnya, misalnya mengubah pernyataan positif menjadi negatif dengan makna yang sama.
27.

Penerjemahan kalimat “She gave him a cold shoulder” menjadi “Dia bersikap acuh tak acuh padanya” merupakan contoh penerapan teknik…

  • A. Padanan deskriptif atau parafrase
  • B. Peminjaman atau borrowing
  • C. Kalke atau calque
  • D. Naturalisasi
Jawaban: A. Padanan deskriptif atau parafrase.
Ungkapan idiomatis “cold shoulder” tidak diterjemahkan secara harfiah, melainkan dijelaskan maknanya melalui parafrase “bersikap acuh tak acuh,” yang merupakan teknik padanan deskriptif.
28.

Teknik peminjaman (borrowing) dalam penerjemahan dilakukan dengan cara…

  • A. Mengubah kategori gramatikal kata sumber menjadi kategori berbeda dalam bahasa sasaran
  • B. Menerjemahkan ungkapan sumber secara harfiah kata per kata ke dalam bahasa sasaran
  • C. Mengganti unsur budaya sumber dengan unsur budaya yang dikenal dalam bahasa sasaran
  • D. Mengambil kata atau ungkapan dari bahasa sumber dan menggunakannya langsung dalam teks sasaran
Jawaban: D. Mengambil kata atau ungkapan dari bahasa sumber dan menggunakannya langsung dalam teks sasaran.
Teknik peminjaman (borrowing) mengambil kata atau istilah bahasa sumber secara langsung ke dalam teks sasaran, baik tanpa perubahan (pure borrowing) maupun dengan penyesuaian fonetis (naturalisasi).
29.

Penerjemahan frasa adalah penerjemahan pada tataran unit bahasa yang terdiri atas satu kata inti dan unsur-unsur yang mendampinginya. Frasa nomina dalam bahasa Inggris “the old wooden table” dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “meja kayu tua.” Perubahan urutan unsur ini menunjukkan adanya…

  • A. Perbedaan jumlah kata dalam kedua bahasa
  • B. Perbedaan pola urutan frasa nomina antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia
  • C. Penghilangan informasi dari teks sumber ke teks sasaran
  • D. Penggunaan teknik modulasi dalam menerjemahkan frasa
Jawaban: B. Perbedaan pola urutan frasa nomina antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Dalam bahasa Inggris, pewatas frasa nomina umumnya mendahului inti, sedangkan dalam bahasa Indonesia mengikuti inti, sehingga urutan kata berubah dalam terjemahan frasa.
30.

Dalam penerjemahan frasa verba, penerjemah perlu memperhatikan aspek dan modalitas. Kalimat “She must have left early” diterjemahkan menjadi “Dia pasti sudah pergi lebih awal.” Kata “must have” diterjemahkan menjadi “pasti sudah” untuk menyampaikan makna…

  • A. Kewajiban yang ditunjukkan oleh kata “must”
  • B. Kemungkinan yang belum pasti terjadi di masa depan
  • C. Keyakinan atau inferensi tentang peristiwa yang telah terjadi
  • D. Keharusan untuk melakukan sesuatu di masa lampau
Jawaban: C. Keyakinan atau inferensi tentang peristiwa yang telah terjadi.
Bentuk “must have + past participle” dalam bahasa Inggris menyatakan inferensi atau keyakinan kuat bahwa suatu peristiwa telah terjadi, bukan kewajiban, sehingga diterjemahkan sebagai “pasti sudah.”
31.

Dalam penerjemahan klausa, penerjemah menghadapi tantangan terkait perbedaan sistem klausa relatif. Klausa relatif bahasa Inggris “The book that I bought yesterday” secara harfiah berbeda strukturnya dari padanannya dalam bahasa Indonesia. Padanan yang paling tepat adalah…

  • A. Buku yang saya beli kemarin
  • B. Buku, saya beli kemarin itu
  • C. Kemarin buku yang saya beli
  • D. Buku telah saya beli kemarin
Jawaban: A. Buku yang saya beli kemarin.
Klausa relatif bahasa Indonesia menggunakan kata penghubung “yang” yang mengikuti unsur yang diterangkan, sehingga struktur “buku yang saya beli kemarin” merupakan padanan yang gramatikal dan berterima.
32.

Dalam penerjemahan klausa kondisional tipe pertama bahasa Inggris (first conditional), seperti “If it rains, we will cancel the trip,” struktur yang paling tepat dalam bahasa Indonesia adalah…

  • A. Jika hujan, kami telah membatalkan perjalanan
  • B. Kalau hujan, kami mungkin sudah membatalkan perjalanan
  • C. Seandainya hujan, kami akan membatalkan perjalanan
  • D. Jika hujan, kami akan membatalkan perjalanan
Jawaban: D. Jika hujan, kami akan membatalkan perjalanan.
Klausa kondisional tipe pertama menyatakan kondisi nyata di masa depan, sehingga padanan yang tepat menggunakan “jika” dengan predikat yang menyatakan rencana atau prediksi ke depan.
33.

Salah satu tantangan dalam penerjemahan kalimat adalah perbedaan sistem kala (tense) antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Cara yang paling tepat untuk mengatasi ketiadaan sistem kala gramatikal dalam bahasa Indonesia adalah…

  • A. Mengabaikan informasi waktu dan hanya menerjemahkan isi pokok kalimat
  • B. Menggunakan keterangan waktu atau aspek leksikal untuk menyatakan waktu kejadian
  • C. Menambahkan kata bantu “adalah” atau “merupakan” di setiap kalimat
  • D. Menerjemahkan semua kalimat dalam bentuk kalimat aktif masa kini
Jawaban: B. Menggunakan keterangan waktu atau aspek leksikal untuk menyatakan waktu kejadian.
Karena bahasa Indonesia tidak memiliki kala gramatikal seperti bahasa Inggris, informasi waktu disampaikan melalui keterangan waktu seperti “kemarin,” “sudah,” “sedang,” atau “akan.”
34.

Penerjemahan kalimat pasif bahasa Inggris “The report was submitted by the manager” ke dalam bahasa Indonesia yang paling berterima adalah…

  • A. Laporan itu sudah diserahkan oleh manajer kepada pihak yang berwenang
  • B. Oleh manajer, laporan itu diserahkan
  • C. Laporan itu diserahkan oleh manajer
  • D. Manajer itu menyerahkan laporan kepada atasan
Jawaban: C. Laporan itu diserahkan oleh manajer.
Kalimat pasif bahasa Indonesia dengan struktur “subjek + kata kerja di- + oleh + pelaku” merupakan padanan yang paling tepat dan berterima untuk kalimat pasif bahasa Inggris tersebut tanpa penambahan informasi.
35.

Penerjemahan pada tataran makro berkaitan dengan penerjemahan teks secara keseluruhan sebagai satu kesatuan. Tataran makro memperhatikan aspek yang TIDAK diperhatikan pada tataran mikro, yaitu…

  • A. Koherensi, kohesi, dan jenis teks secara keseluruhan
  • B. Padanan kata dan frasa dalam kamus
  • C. Struktur gramatikal kalimat individual
  • D. Pemilihan teknik penerjemahan kata serapan
Jawaban: A. Koherensi, kohesi, dan jenis teks secara keseluruhan.
Tataran makro penerjemahan mempertimbangkan teks sebagai satu kesatuan yang utuh, termasuk koherensi isi, kohesi antarkalimat, dan kesesuaian dengan jenis teks yang diterjemahkan.
36.

Dalam penerjemahan teks bidang pendidikan, penerjemah perlu memperhatikan konvensi penulisan teks akademik dalam bahasa sasaran. Hal ini bertujuan agar…

  • A. Terjemahan menggunakan istilah yang lebih umum dan mudah dipahami masyarakat luas
  • B. Penerjemah dapat menambahkan opininya dalam terjemahan teks pendidikan
  • C. Terjemahan menjadi lebih panjang dari teks aslinya agar lebih jelas
  • D. Terjemahan memenuhi standar dan format teks akademik yang berlaku dalam bahasa sasaran
Jawaban: D. Terjemahan memenuhi standar dan format teks akademik yang berlaku dalam bahasa sasaran.
Teks pendidikan memiliki konvensi penulisan akademik tertentu dalam bahasa sasaran, sehingga penerjemah perlu mengikuti standar tersebut agar terjemahan berterima di komunitas akademik sasaran.
37.

Teks kedokteran memiliki karakteristik khusus yang harus dipahami penerjemah. Salah satu ciri khas teks kedokteran adalah penggunaan…

  • A. Bahasa figuratif dan metafora untuk mendeskripsikan gejala penyakit
  • B. Istilah teknis berbasis bahasa Latin dan Yunani yang sangat spesifik
  • C. Gaya bahasa populer agar dapat dipahami pasien awam
  • D. Ungkapan idiomatis yang bervariasi antara satu penulis dan penulis lain
Jawaban: B. Istilah teknis berbasis bahasa Latin dan Yunani yang sangat spesifik.
Teks kedokteran dicirikan oleh penggunaan terminologi teknis yang umumnya berasal dari bahasa Latin dan Yunani, bersifat sangat spesifik, dan memiliki makna yang baku di seluruh dunia.
38.

Teks biologi yang berisi deskripsi spesies baru mencantumkan nama ilmiah dalam bahasa Latin, seperti “Panthera tigris sumatrae.” Dalam penerjemahan teks tersebut ke dalam bahasa Indonesia, nama ilmiah tersebut sebaiknya…

  • A. Diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia
  • B. Diganti dengan nama lokal yang dikenal masyarakat Indonesia
  • C. Dipertahankan dalam bentuk aslinya karena merupakan nama ilmiah universal
  • D. Dihilangkan dan diganti dengan penjelasan deskriptif
Jawaban: C. Dipertahankan dalam bentuk aslinya karena merupakan nama ilmiah universal.
Nama ilmiah (nomenklatur binomial) bersifat universal dan digunakan secara internasional, sehingga dalam penerjemahan teks biologi nama tersebut dipertahankan dalam bahasa Latin aslinya.
39.

Dalam penerjemahan teks penelitian, abstrak merupakan bagian yang sangat penting. Tantangan utama dalam menerjemahkan abstrak penelitian adalah…

  • A. Memadatkan informasi secara akurat sekaligus mengikuti konvensi penulisan abstrak dalam bahasa sasaran
  • B. Menambahkan informasi latar belakang yang tidak ada dalam abstrak asli
  • C. Menerjemahkan judul penelitian secara kreatif agar menarik minat pembaca
  • D. Mengubah metodologi penelitian agar sesuai dengan standar penelitian lokal
Jawaban: A. Memadatkan informasi secara akurat sekaligus mengikuti konvensi penulisan abstrak dalam bahasa sasaran.
Abstrak penelitian memerlukan kepadatan informasi yang tinggi dan mengikuti konvensi tertentu, sehingga tantangan utamanya adalah menyampaikan semua informasi penting secara akurat dalam format yang berterima di komunitas penelitian sasaran.
40.

Teks ekonomi, sosial, dan budaya memiliki karakteristik yang berbeda dari teks ilmu pengetahuan alam. Perbedaan yang paling mencolok adalah…

  • A. Teks ekonomi lebih banyak menggunakan angka dan rumus matematis daripada narasi
  • B. Teks sosial tidak memerlukan penerjemah yang memahami konteks budaya sasaran
  • C. Teks budaya selalu bersifat universal sehingga tidak memerlukan adaptasi
  • D. Teks ekonomi, sosial, dan budaya mengandung unsur budaya spesifik yang memerlukan kepekaan konteks
Jawaban: D. Teks ekonomi, sosial, dan budaya mengandung unsur budaya spesifik yang memerlukan kepekaan konteks.
Teks ekonomi, sosial, dan budaya sangat dipengaruhi oleh konteks budaya setempat, sehingga penerjemah harus memiliki kepekaan terhadap nuansa budaya agar makna dapat tersampaikan secara tepat.
41.

Penerjemahan teks yang mengandung unsur budaya spesifik seperti nama makanan khas daerah tertentu menimbulkan masalah budaya dalam penerjemahan. Strategi yang paling tepat untuk menangani istilah budaya yang tidak memiliki padanan dalam bahasa sasaran adalah…

  • A. Menghilangkan istilah tersebut dari terjemahan karena tidak ada padanannya
  • B. Mempertahankan istilah asli disertai catatan kaki atau penjelasan singkat
  • C. Mengganti istilah dengan istilah budaya yang paling populer dalam bahasa sasaran
  • D. Menerjemahkan istilah secara harfiah kata per kata tanpa penjelasan tambahan
Jawaban: B. Mempertahankan istilah asli disertai catatan kaki atau penjelasan singkat.
Ketika istilah budaya tidak memiliki padanan, strategi yang umum digunakan adalah mempertahankan istilah asli (foreignisasi) sambil memberikan penjelasan melalui catatan kaki atau glosarium agar pembaca dapat memahami maknanya.
42.

Metode penerjemahan yang berupaya menemukan padanan yang paling alami dan wajar dalam bahasa sasaran, baik dari sisi makna maupun gaya, disebut metode…

  • A. Penerjemahan harfiah
  • B. Penerjemahan kata per kata
  • C. Penerjemahan komunikatif
  • D. Penerjemahan semantis
Jawaban: C. Penerjemahan komunikatif.
Penerjemahan komunikatif mengutamakan penyampaian efek komunikatif yang setara dalam bahasa sasaran, dengan mencari ungkapan yang paling alami dan berterima bagi pembaca bahasa sasaran.
43.

Penerjemahan semantis berbeda dari penerjemahan komunikatif karena penerjemahan semantis lebih berorientasi pada…

  • A. Makna kontekstual teks sumber dan kesetiaan pada gaya bahasa penulis asli
  • B. Efek yang diterima pembaca bahasa sasaran tanpa mempertimbangkan gaya teks sumber
  • C. Adaptasi budaya agar terjemahan sepenuhnya terasa seperti teks asli bahasa sasaran
  • D. Kecepatan proses penerjemahan dengan bantuan perangkat lunak otomatis
Jawaban: A. Makna kontekstual teks sumber dan kesetiaan pada gaya bahasa penulis asli.
Penerjemahan semantis mengutamakan kesetiaan pada makna kontekstual dan gaya penulis asli, sehingga lebih berorientasi pada teks sumber dibandingkan penerjemahan komunikatif yang berorientasi pada pembaca sasaran.
44.

Seorang penerjemah sedang menerjemahkan teks iklan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Ia memutuskan untuk mengubah slogan “Just Do It” menjadi ungkapan yang memiliki daya persuasi serupa dalam bahasa Indonesia. Keputusan ini mencerminkan penerapan metode…

  • A. Penerjemahan harfiah
  • B. Penerjemahan semantis
  • C. Penerjemahan kata per kata
  • D. Penerjemahan komunikatif atau adaptasi
Jawaban: D. Penerjemahan komunikatif atau adaptasi.
Mengubah slogan agar memiliki efek persuasif yang setara dalam bahasa sasaran merupakan ciri penerjemahan komunikatif atau adaptasi, yang mengutamakan efek komunikatif daripada kesetiaan pada bentuk teks sumber.
45.

Teknik kalke (calque) dalam penerjemahan dilakukan dengan cara…

  • A. Mengambil kata asing langsung tanpa perubahan apapun ke dalam teks sasaran
  • B. Menerjemahkan secara harfiah unsur-unsur pembentuk kata atau ungkapan sumber
  • C. Menyesuaikan lafal kata asing mengikuti sistem bunyi bahasa sasaran
  • D. Mendeskripsikan makna kata asing menggunakan frasa bahasa sasaran
Jawaban: B. Menerjemahkan secara harfiah unsur-unsur pembentuk kata atau ungkapan sumber.
Kalke adalah teknik yang menerjemahkan setiap unsur morfem atau kata pembentuk istilah sumber secara harfiah, misalnya “skyscraper” menjadi “pencakar langit” dalam bahasa Indonesia.
46.

Dalam konteks penerjemahan, konsep “kesepadanan dinamis” yang dikemukakan oleh Nida menekankan bahwa terjemahan yang baik harus menghasilkan…

  • A. Struktur kalimat yang identik antara teks sumber dan teks sasaran
  • B. Terjemahan yang mempertahankan semua unsur budaya teks sumber
  • C. Respons pembaca teks sasaran yang setara dengan respons pembaca teks sumber
  • D. Jumlah kata yang sama antara teks sumber dan teks sasaran
Jawaban: C. Respons pembaca teks sasaran yang setara dengan respons pembaca teks sumber.
Kesepadanan dinamis dari Nida menekankan bahwa terjemahan yang baik menghasilkan efek yang sama pada pembaca teks sasaran seperti yang dihasilkan teks asli pada pembaca teks sumber.
47.

Perbandingan antara foreignisasi dan domestikasi: penerjemah yang memilih foreignisasi dianggap “membawa pembaca ke teks sumber,” sedangkan penerjemah yang memilih domestikasi dianggap “membawa teks sumber ke pembaca.” Pernyataan ini paling tepat mencerminkan pandangan dari tokoh…

  • A. Lawrence Venuti
  • B. Eugene Nida
  • C. Peter Newmark
  • D. Roman Jakobson
Jawaban: A. Lawrence Venuti.
Lawrence Venuti adalah tokoh yang memperkenalkan dan mempopulerkan konsep foreignisasi dan domestikasi dalam teori penerjemahan modern, termasuk cara memandang orientasi penerjemah terhadap teks sumber dan pembaca sasaran.
48.

Seorang mahasiswa membandingkan dua versi terjemahan novel yang sama: Terjemahan A menggunakan nama tempat dan ungkapan asli dari bahasa sumber, sedangkan Terjemahan B mengganti semua nama dan ungkapan tersebut dengan padanan lokal. Berdasarkan analisis ini, Terjemahan A menggunakan ideologi, sedangkan Terjemahan B menggunakan ideologi…

  • A. Terjemahan A menggunakan domestikasi, Terjemahan B menggunakan foreignisasi
  • B. Terjemahan A menggunakan adaptasi, Terjemahan B menggunakan harfiah
  • C. Terjemahan A menggunakan naturalisasi, Terjemahan B menggunakan kalke
  • D. Terjemahan A menggunakan foreignisasi, Terjemahan B menggunakan domestikasi
Jawaban: D. Terjemahan A menggunakan foreignisasi, Terjemahan B menggunakan domestikasi.
Mempertahankan nama dan ungkapan asli adalah ciri foreignisasi, sedangkan mengganti semua unsur asing dengan padanan lokal adalah ciri domestikasi yang mengutamakan kenyamanan pembaca sasaran.
49.

Dalam mengevaluasi kualitas terjemahan teks ekonomi, penilai menemukan bahwa istilah “bear market” diterjemahkan menjadi “pasar beruang.” Terjemahan ini dinilai tidak tepat karena…

  • A. Penerjemah seharusnya menggunakan teknik peminjaman dan menulis “bear market”
  • B. Istilah tersebut adalah istilah teknis ekonomi yang memiliki padanan baku, yaitu “pasar lesu” atau “pasar merosot”
  • C. Terjemahan harfiah “pasar beruang” sudah banyak digunakan sehingga bukan masalah
  • D. Penerjemah seharusnya menghilangkan istilah ini karena tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia
Jawaban: B. Istilah tersebut adalah istilah teknis ekonomi yang memiliki padanan baku, yaitu “pasar lesu” atau “pasar merosot”.
Terjemahan harfiah istilah teknis yang memiliki padanan baku dalam bahasa sasaran merupakan kesalahan penerjemahan, karena penerjemah seharusnya menggunakan istilah yang sudah diterima dalam komunitas bidang tersebut.
50.

Seorang penerjemah diminta menerjemahkan artikel ilmiah tentang sosiologi budaya yang membahas konsep “cultural capital” dari Pierre Bourdieu. Penerjemah memilih menerjemahkannya sebagai “modal budaya” dan menambahkan penjelasan konsep dalam catatan kaki. Keputusan ini menunjukkan penerapan kompetensi…

  • A. Kompetensi leksikografikal semata
  • B. Kompetensi linguistik tanpa mempertimbangkan konteks budaya
  • C. Kompetensi bidang dan kompetensi budaya secara terpadu
  • D. Kompetensi transfer yang mengabaikan makna konseptual
Jawaban: C. Kompetensi bidang dan kompetensi budaya secara terpadu.
Penerjemah menunjukkan kompetensi bidang sosiologi dengan memilih padanan konseptual yang tepat, sekaligus kompetensi budaya dengan menyadari perlunya penjelasan tambahan bagi pembaca yang tidak familiar dengan konsep Bourdieu.

Rajin mengerjakan Soal UO UT dan berbagai latihan ujian terbukti membantu mahasiswa beradaptasi dengan format penilaian yang berbeda-beda. Perlu kamu tahu, UT mengenal tiga format ujian utama yaitu Ujian Tatap Muka (UTM) yang berlangsung langsung di lokasi ujian, Ujian Online (UO) yang dikerjakan melalui platform digital, serta Take Home Exam (THE).

Percayai setiap langkah belajar yang sudah kamu tempuh. Setiap Soal Ujian UT yang kamu kerjakan, setiap modul yang kamu baca sampai tuntas, semuanya menumpuk menjadi modal nyata di hari ujian. Persiapan matang untuk Soal UAS UT PBIS4319 Translation bukan jaminan nilai sempurna, tapi jauh lebih baik dari sekadar berharap tanpa persiapan.

Bagikan

error: Content is protected !!