'" />

Soalut.com

★★★★★ 4.8 · Gratis · soalut.com
Akses cepat Tanpa browser Gratis 100%

Berhasil diinstall! 🎉

Soalut kini ada di layar utama HP kamu. Selamat belajar!

Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT PDGK4204 Pendidikan Bahasa Indonesia di SD dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT PDGK4204 Pendidikan Bahasa Indonesia di SD dan Kunci Jawaban
Soal UT PDGK4204 Pendidikan Bahasa Indonesia di SD

Salah satu mata kuliah yang kerap menjadi perhatian serius adalah PDGK4204 Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Mata kuliah ini bukan sekadar hafalan teori di atas kertas. Lebih dari itu, ia hadir untuk membentuk guru masa depan yang benar-benar memahami bagaimana cara mengajarkan bahasa Indonesia kepada anak-anak.

Di sinilah pentingnya berlatih menggunakan Soal UAS UT PDGK4204 Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Pola soal yang sering muncul dalam Soal Ujian UT akan jauh lebih mudah dikenali ketika Anda sudah terbiasa berlatih sejak jauh-jauh hari.

Artikel ini hadir sebagai teman belajar Anda dalam mempersiapkan Soal UT mata kuliah PDGK4204. Di sini Anda akan menemukan gambaran materi, kisi-kisi arah ujian, hingga tips praktis menghadapi berbagai format ujian seperti Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), maupun Take Home Exam (THE).

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT PDGK4204 Pendidikan Bahasa Indonesia di SD

1.

Bahasa didefinisikan sebagai sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer dan digunakan oleh sekelompok masyarakat untuk berkomunikasi. Sifat arbitrer pada bahasa berarti…

  • A. Hubungan antara lambang dan maknanya bersifat wajib dan tidak dapat berubah
  • B. Hubungan antara lambang dan maknanya bersifat manasuka dan tidak ada keharusan
  • C. Lambang bahasa selalu memiliki bentuk yang menyerupai benda yang diwakilinya
  • D. Setiap penutur bahasa wajib menyepakati lambang baru secara bersama-sama
Jawaban: B. Hubungan antara lambang dan maknanya bersifat manasuka dan tidak ada keharusan.
Sifat arbitrer berarti tidak ada hubungan wajib antara lambang bunyi dengan konsep yang dilambangkan, sehingga setiap bahasa dapat menggunakan bunyi berbeda untuk makna yang sama.
2.

Fungsi bahasa sebagai alat ekspresi diri terutama digunakan manusia untuk…

  • A. Menyatakan perasaan, pikiran, dan keinginan pribadi kepada orang lain
  • B. Menyampaikan informasi faktual kepada khalayak luas secara formal
  • C. Mengatur dan mengarahkan perilaku orang lain dalam suatu komunitas
  • D. Membangun hubungan sosial antar anggota masyarakat yang berbeda budaya
Jawaban: A. Menyatakan perasaan, pikiran, dan keinginan pribadi kepada orang lain.
Fungsi ekspresif bahasa berkaitan dengan pengungkapan perasaan, pikiran, dan sikap pribadi penutur sebagai bentuk ekspresi diri yang paling mendasar.
3.

Pembelajaran bahasa di sekolah dasar memiliki karakteristik khusus dibandingkan dengan konteks pembelajaran lainnya. Karakteristik utama pembelajaran bahasa di SD adalah…

  • A. Berfokus pada penguasaan tata bahasa formal dan analisis struktur kalimat
  • B. Mengutamakan hafalan kosakata dan pembentukan kalimat secara mekanis
  • C. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi melalui kegiatan berbahasa yang bermakna
  • D. Menekankan analisis teks sastra dan karya tulis ilmiah secara akademis
Jawaban: C. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi melalui kegiatan berbahasa yang bermakna.
Pembelajaran bahasa di SD diarahkan untuk mengembangkan kompetensi komunikatif siswa melalui kegiatan berbahasa yang kontekstual dan bermakna, bukan sekadar hafalan atau analisis formal.
4.

Pada pemerolehan bahasa pertama, anak memperoleh bahasa melalui proses alami tanpa pengajaran formal. Teori yang menyatakan bahwa pemerolehan bahasa terjadi karena adanya alat pemerolehan bahasa bawaan dalam diri manusia dikemukakan oleh…

  • A. B.F. Skinner
  • B. Jean Piaget
  • C. Lev Vygotsky
  • D. Noam Chomsky
Jawaban: D. Noam Chomsky.
Noam Chomsky mengemukakan teori Language Acquisition Device (LAD), yaitu alat pemerolehan bahasa bawaan yang memungkinkan anak secara alami mampu memperoleh dan mengembangkan bahasa pertamanya.
5.

Tahap ocehan (babbling) dalam perkembangan bahasa anak pertama ditandai oleh…

  • A. Anak mampu mengucapkan kata pertama yang memiliki makna spesifik
  • B. Anak menghasilkan bunyi berulang seperti suku kata tanpa makna yang jelas
  • C. Anak mulai menyusun kalimat dua kata untuk menyampaikan maksud tertentu
  • D. Anak hanya menghasilkan bunyi tangisan sebagai respons terhadap rangsangan
Jawaban: B. Anak menghasilkan bunyi berulang seperti suku kata tanpa makna yang jelas.
Tahap ocehan ditandai dengan produksi bunyi-bunyi seperti “ba-ba”, “ma-ma” yang bersifat berulang dan belum memiliki makna semantis yang sesungguhnya.
6.

Pemerolehan bahasa kedua berbeda dari pemerolehan bahasa pertama dalam hal penting berikut ini…

  • A. Pemerolehan bahasa kedua umumnya terjadi secara sadar dan melibatkan proses pembelajaran formal
  • B. Pemerolehan bahasa kedua tidak dipengaruhi oleh bahasa pertama yang telah dikuasai
  • C. Pemerolehan bahasa kedua selalu lebih cepat dan mudah dibandingkan bahasa pertama
  • D. Pemerolehan bahasa kedua tidak memerlukan interaksi sosial yang intensif
Jawaban: A. Pemerolehan bahasa kedua umumnya terjadi secara sadar dan melibatkan proses pembelajaran formal.
Berbeda dengan bahasa pertama yang diperoleh secara alami, pemerolehan bahasa kedua lebih banyak melibatkan kesadaran dan upaya belajar yang disengaja, termasuk pembelajaran di sekolah.
7.

Fenomena transfer bahasa pertama ke bahasa kedua yang mengakibatkan kesalahan berbahasa disebut…

  • A. Alih kode
  • B. Campur kode
  • C. Interferensi
  • D. Interlanguage
Jawaban: C. Interferensi.
Interferensi adalah pengaruh negatif bahasa pertama terhadap penggunaan bahasa kedua yang mengakibatkan kesalahan, misalnya pola kalimat bahasa daerah yang terbawa ke dalam bahasa Indonesia.
8.

Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD menekankan bahwa tujuan utama pembelajaran bahasa adalah…

  • A. Penguasaan kaidah tata bahasa secara menyeluruh dan sistematis
  • B. Kemampuan menghafal dan melafalkan kata baku dengan tepat
  • C. Pemahaman mendalam tentang sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia
  • D. Kemampuan menggunakan bahasa secara efektif untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi
Jawaban: D. Kemampuan menggunakan bahasa secara efektif untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi.
Pendekatan komunikatif menitikberatkan pada pengembangan kompetensi komunikatif, yaitu kemampuan menggunakan bahasa secara tepat dan efektif sesuai konteks sosial, bukan sekadar penguasaan kaidah gramatikal.
9.

Seorang guru menggunakan metode tanya jawab dan diskusi kelompok dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode tersebut paling tepat dikategorikan sebagai penerapan pendekatan…

  • A. Struktural
  • B. Komunikatif
  • C. Tematik
  • D. Kontekstual
Jawaban: B. Komunikatif.
Tanya jawab dan diskusi kelompok merupakan aktivitas berbahasa yang mendorong interaksi aktif antarpartisipan, yang merupakan ciri khas pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa.
10.

Pembelajaran Bahasa Indonesia Terpadu di SD mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa dalam satu kegiatan pembelajaran. Keempat keterampilan tersebut adalah…

  • A. Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis
  • B. Mendengar, bercakap, membaca, dan mengarang
  • C. Menyimak, berdiskusi, membaca, dan menyalin
  • D. Berbicara, melafalkan, membaca, dan menulis indah
Jawaban: A. Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Empat keterampilan berbahasa yang menjadi dasar pembelajaran bahasa Indonesia terpadu di SD adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, yang dalam pelaksanaannya saling mendukung dan terintegrasi.
11.

Hakikat kurikulum dalam konteks pendidikan dasar dapat dipahami sebagai…

  • A. Kumpulan buku teks yang digunakan sebagai sumber belajar di sekolah
  • B. Daftar mata pelajaran dan alokasi waktu yang ditetapkan pemerintah
  • C. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
  • D. Kegiatan ekstrakurikuler dan intra kurikuler yang dilaksanakan di sekolah
Jawaban: C. Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.
Definisi kurikulum secara resmi mencakup tujuan, isi, bahan, dan cara pembelajaran yang dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan, bukan sekadar daftar pelajaran atau buku teks.
12.

Dalam menelaah buku teks mata pelajaran Bahasa Indonesia SD kelas rendah, aspek yang perlu diperhatikan antara lain adalah kesesuaian isi buku dengan…

  • A. Selera penerbit dan pasar buku pelajaran yang diminati masyarakat
  • B. Kemampuan ekonomi orang tua siswa dan ketersediaan di pasaran
  • C. Gaya bahasa pengarang dan ketebalan halaman buku yang diterbitkan
  • D. Kurikulum yang berlaku, perkembangan siswa, dan prinsip pembelajaran bahasa
Jawaban: D. Kurikulum yang berlaku, perkembangan siswa, dan prinsip pembelajaran bahasa.
Penelaahan buku teks harus mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kurikulum yang berlaku, tingkat perkembangan kognitif dan bahasa siswa, serta prinsip-prinsip ilmiah pembelajaran bahasa.
13.

Aspek pembelajaran bahasa yang mencakup kemampuan menggunakan unsur bahasa seperti tata bunyi, tata kata, dan tata kalimat secara tepat disebut aspek…

  • A. Pragmatik
  • B. Kebahasaan
  • C. Sastrawi
  • D. Komunikatif
Jawaban: B. Kebahasaan.
Aspek kebahasaan meliputi penguasaan unsur-unsur bahasa secara formal seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis yang menjadi landasan penggunaan bahasa yang benar dan tepat.
14.

Dalam telaah buku teks Bahasa Indonesia untuk SD kelas tinggi, kajian buku teks meliputi penilaian terhadap…

  • A. Kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan
  • B. Harga, ketebalan, ukuran huruf, dan warna sampul buku
  • C. Nama pengarang, tahun terbit, penerbit, dan jumlah halaman
  • D. Kesesuaian dengan selera siswa, orang tua, dan kepala sekolah
Jawaban: A. Kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan.
Kajian buku teks secara standar mencakup empat komponen utama, yaitu kelayakan isi yang mencakup substansi materi, aspek kebahasaan, cara penyajian, serta aspek kegrafikaan seperti ilustrasi dan tata letak.
15.

Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) di kelas rendah SD dilaksanakan dengan tujuan utama agar siswa mampu…

  • A. Memahami teks bacaan panjang dan menulis karangan ilmiah sederhana
  • B. Menganalisis unsur intrinsik cerita dan membuat ringkasan cerita
  • C. Mengenal dan menguasai lambang tulis serta hubungannya dengan bunyi bahasa
  • D. Membaca cepat dan menulis dengan kecepatan tinggi secara mekanis
Jawaban: C. Mengenal dan menguasai lambang tulis serta hubungannya dengan bunyi bahasa.
MMP bertujuan membekali siswa dengan kemampuan dasar berupa pengenalan lambang tulis, bunyi huruf, dan keterampilan merangkai huruf menjadi suku kata, kata, dan kalimat sederhana.
16.

Metode SAS (Struktur Analitik Sintetik) dalam pembelajaran MMP mengikuti urutan langkah sebagai berikut…

  • A. Huruf, suku kata, kata, dan kalimat
  • B. Suku kata, kata, kalimat, dan paragraf
  • C. Kata, suku kata, huruf, kemudian kata kembali
  • D. Kalimat utuh, kata, suku kata, huruf, kemudian kembali ke kalimat utuh
Jawaban: D. Kalimat utuh, kata, suku kata, huruf, kemudian kembali ke kalimat utuh.
Metode SAS dimulai dari kalimat utuh yang bermakna (struktur), dianalisis menjadi kata, suku kata, dan huruf, lalu disintesiskan kembali menjadi kalimat utuh, sesuai prinsip dari keseluruhan ke bagian dan kembali ke keseluruhan.
17.

Strategi pembelajaran MMP yang menekankan pada penggunaan cerita sebagai konteks pengenalan huruf dan suku kata disebut strategi…

  • A. Eja
  • B. Whole Language
  • C. SAS
  • D. Abjad
Jawaban: B. Whole Language.
Pendekatan Whole Language mengintegrasikan kegiatan membaca dan menulis dalam konteks bahasa yang bermakna dan utuh, termasuk penggunaan cerita sebagai media pengenalan literasi dasar.
18.

Penilaian dalam pembelajaran MMP yang dilakukan dengan cara mengamati proses siswa membaca nyaring secara langsung termasuk bentuk penilaian…

  • A. Penilaian kinerja atau unjuk kerja
  • B. Penilaian tertulis pilihan ganda
  • C. Penilaian portofolio
  • D. Penilaian diri sendiri
Jawaban: A. Penilaian kinerja atau unjuk kerja.
Pengamatan langsung terhadap kemampuan siswa membaca nyaring merupakan bentuk penilaian kinerja, karena menilai kemampuan siswa dalam menampilkan suatu performa nyata secara langsung.
19.

Fokus pembelajaran bahasa Indonesia di SD yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa memahami dan memproduksi teks lisan maupun tertulis disebut pembelajaran dengan fokus…

  • A. Kebahasaan
  • B. Sastra
  • C. Keterampilan berbahasa
  • D. Apresiasi
Jawaban: C. Keterampilan berbahasa.
Pembelajaran dengan fokus keterampilan berbahasa diarahkan pada pengembangan kemampuan produktif dan reseptif dalam memahami dan menghasilkan teks lisan maupun tulisan dalam berbagai konteks.
20.

Model pembelajaran bahasa Indonesia di SD/MI yang mengorganisasikan pengalaman belajar siswa berdasarkan tema-tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari disebut model…

  • A. Konstruktivistik
  • B. Kooperatif
  • C. Berbasis proyek
  • D. Tematik
Jawaban: D. Tematik.
Model tematik mengintegrasikan berbagai kompetensi dan mata pelajaran dalam satu tema yang bermakna bagi siswa, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih utuh dan kontekstual.
21.

Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus membaca di SD bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam…

  • A. Menulis karangan panjang yang runtut dan kohesif
  • B. Memperoleh makna dari teks tulis secara efektif dan efisien
  • C. Berbicara di depan umum dengan intonasi yang tepat
  • D. Menyimak informasi dari berbagai sumber secara kritis
Jawaban: B. Memperoleh makna dari teks tulis secara efektif dan efisien.
Fokus pembelajaran membaca adalah kemampuan siswa untuk memahami dan mengkonstruksi makna dari teks tulis melalui interaksi aktif antara pembaca dan teks.
22.

Model pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus membaca yang melibatkan guru membaca nyaring di hadapan siswa sebagai contoh dan motivasi disebut model…

  • A. Membaca bersama (Shared Reading)
  • B. Membaca mandiri (Independent Reading)
  • C. Membaca terbimbing (Guided Reading)
  • D. Membaca berpasangan (Paired Reading)
Jawaban: A. Membaca bersama (Shared Reading).
Shared Reading adalah model di mana guru membaca nyaring buku atau teks besar bersama siswa, memberikan contoh bagaimana membaca yang baik sekaligus membangun antusiasme membaca siswa.
23.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menulis di SD, tahap prapenulisan (prewriting) mencakup kegiatan…

  • A. Menyunting kesalahan ejaan dan tanda baca dalam draf tulisan
  • B. Mempublikasikan hasil tulisan kepada pembaca yang sesungguhnya
  • C. Memilih topik, mengumpulkan ide, dan menyusun kerangka tulisan
  • D. Menulis draf pertama tanpa memperhatikan kesalahan
Jawaban: C. Memilih topik, mengumpulkan ide, dan menyusun kerangka tulisan.
Tahap prapenulisan merupakan fase persiapan sebelum menulis yang mencakup pemilihan topik, curah gagasan, pengumpulan bahan, dan penyusunan kerangka sebagai panduan penulisan.
24.

Model pembelajaran menulis yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan ide secara spontan tanpa dibatasi aturan mekanik pada tahap awal disebut model…

  • A. Menulis terbimbing
  • B. Menulis bersama
  • C. Menulis berbasis teks
  • D. Menulis bebas
Jawaban: D. Menulis bebas.
Menulis bebas mendorong siswa mengekspresikan pikiran dan perasaan secara spontan tanpa tekanan aturan mekanik, sehingga kreativitas dan keberanian menulis berkembang secara alami.
25.

Pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menyimak di SD bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk…

  • A. Membaca teks dengan lafal dan intonasi yang tepat
  • B. Memahami pesan yang disampaikan secara lisan dengan penuh perhatian
  • C. Menulis kembali isi pembicaraan secara lengkap dan rinci
  • D. Menganalisis struktur gramatika ujaran yang didengar
Jawaban: B. Memahami pesan yang disampaikan secara lisan dengan penuh perhatian.
Menyimak adalah kegiatan mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian untuk memahami pesan yang disampaikan pembicara, berbeda dengan sekadar mendengar yang bersifat pasif.
26.

Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD dengan fokus menyimak menggunakan model pembelajaran bahasa Indonesia yang mengajak siswa mendengarkan rekaman cerita, kemudian menjawab pertanyaan pemahaman. Kegiatan ini termasuk dalam jenis menyimak…

  • A. Menyimak ekstensif
  • B. Menyimak estetik
  • C. Menyimak kritis
  • D. Menyimak apresiatif
Jawaban: A. Menyimak ekstensif.
Menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak dalam jumlah besar berbagai jenis teks lisan untuk tujuan pemahaman umum, termasuk mendengarkan rekaman dan menjawab pertanyaan pemahaman.
27.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD dengan fokus berbicara, kemampuan berbicara yang paling mendasar perlu dikembangkan pada siswa adalah…

  • A. Kemampuan berpidato di hadapan audiens yang besar
  • B. Kemampuan mendebat dan mempertahankan argumen secara formal
  • C. Kemampuan mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dengan jelas
  • D. Kemampuan melafalkan bunyi bahasa asing dengan aksen yang tepat
Jawaban: C. Kemampuan mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dengan jelas.
Kemampuan dasar berbicara di SD diarahkan pada pengungkapan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan bahasa yang jelas, runtut, dan dapat dipahami pendengar.
28.

Model pembelajaran bahasa Indonesia di SD dengan fokus berbicara yang melibatkan siswa dalam kegiatan bermain peran (role play) bertujuan untuk…

  • A. Melatih siswa membaca naskah dengan lafal dan intonasi yang tepat
  • B. Mengembangkan kemampuan menulis dialog dalam naskah drama
  • C. Meningkatkan kemampuan siswa menganalisis karakter tokoh cerita
  • D. Mengembangkan kemampuan berbicara dalam konteks situasi yang otentik dan bermakna
Jawaban: D. Mengembangkan kemampuan berbicara dalam konteks situasi yang otentik dan bermakna.
Bermain peran menciptakan situasi komunikasi yang otentik sehingga siswa berlatih berbicara dalam konteks yang bermakna, menggunakan bahasa yang sesuai dengan peran dan situasi yang dimainkan.
29.

Hakikat pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD adalah…

  • A. Menghafal nama pengarang dan judul karya sastra Indonesia yang terkenal
  • B. Menumbuhkan apresiasi dan kecintaan siswa terhadap karya sastra melalui pengalaman bersastra
  • C. Menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra secara akademis
  • D. Menerjemahkan karya sastra daerah ke dalam bahasa Indonesia yang baku
Jawaban: B. Menumbuhkan apresiasi dan kecintaan siswa terhadap karya sastra melalui pengalaman bersastra.
Pembelajaran sastra di SD bertujuan utama menumbuhkan apresiasi dan kecintaan terhadap karya sastra melalui pengalaman langsung membaca, mendengarkan, dan menikmati karya sastra yang sesuai usia.
30.

Model pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD yang melibatkan siswa dalam kegiatan mendongeng, membacakan puisi, dan dramatisasi cerita disebut model…

  • A. Apresiasi sastra secara langsung
  • B. Kritik sastra berbasis teks
  • C. Analisis struktural sastra
  • D. Komparasi karya sastra
Jawaban: A. Apresiasi sastra secara langsung.
Apresiasi sastra secara langsung melibatkan siswa dalam pengalaman bersastra yang nyata seperti mendongeng, membaca puisi, dan dramatisasi, sehingga siswa menghayati karya sastra secara emosional dan estetis.
31.

Bahasa memiliki sifat produktif yang berarti…

  • A. Bahasa hanya dapat digunakan dalam situasi yang menghasilkan keuntungan ekonomi
  • B. Penutur bahasa dapat menciptakan kata baru dari morfem yang tersedia secara terbatas
  • C. Penutur bahasa dapat menghasilkan dan memahami ujaran baru yang belum pernah didengar sebelumnya
  • D. Bahasa hanya digunakan untuk memproduksi teks tulis dan karya sastra
Jawaban: C. Penutur bahasa dapat menghasilkan dan memahami ujaran baru yang belum pernah didengar sebelumnya.
Sifat produktif bahasa memungkinkan penutur menciptakan dan memahami kalimat-kalimat baru yang tak terbatas jumlahnya dengan menggunakan kaidah terbatas yang telah dikuasai.
32.

Anak usia dua tahun yang mengucapkan “mama minum” untuk menyampaikan keinginan agar ibunya meminumkan sesuatu kepadanya menunjukkan tahap perkembangan bahasa yang disebut tahap…

  • A. Tahap holofrasis
  • B. Tahap ocehan
  • C. Tahap kalimat tiga kata
  • D. Tahap telegrafis atau kalimat dua kata
Jawaban: D. Tahap telegrafis atau kalimat dua kata.
Tahap telegrafis ditandai dengan kemampuan anak menyusun dua kata yang bermakna untuk menyampaikan pesan tertentu, seperti “mama minum” yang merupakan ciri perkembangan bahasa usia sekitar dua tahun.
33.

Teknik pembelajaran bahasa yang menggunakan situasi nyata atau simulasi dari kehidupan sehari-hari sebagai konteks latihan berbahasa disebut teknik…

  • A. Drill dan latihan mekanis
  • B. Kontekstual dan situasional
  • C. Hafalan dan repetisi
  • D. Analisis dan sintesis gramatikal
Jawaban: B. Kontekstual dan situasional.
Teknik kontekstual dan situasional menempatkan latihan berbahasa dalam konteks situasi kehidupan nyata sehingga bahasa yang dipelajari langsung bermakna dan dapat digunakan secara fungsional.
34.

Seorang guru kelas I SD mengamati bahwa siswa yang berbahasa ibu Jawa sering mengucapkan “aku mau pergi ke pasar sama ibu” alih-alih “saya ingin pergi ke pasar bersama ibu”. Fenomena ini paling tepat dikategorikan sebagai…

  • A. Interferensi bahasa pertama terhadap bahasa Indonesia
  • B. Alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa
  • C. Campur kode antara bahasa Jawa dan bahasa Indonesia
  • D. Kesalahan fonologis akibat perbedaan sistem bunyi kedua bahasa
Jawaban: A. Interferensi bahasa pertama terhadap bahasa Indonesia.
Penggunaan kata “aku” dan “sama” yang merupakan ragam nonformal bahasa Jawa yang terbawa ke dalam bahasa Indonesia merupakan bentuk interferensi leksikal dari bahasa pertama terhadap bahasa kedua.
35.

Prinsip pembelajaran bahasa Indonesia terpadu yang paling membedakannya dari pembelajaran bahasa secara terpisah adalah…

  • A. Menggunakan buku teks yang berbeda untuk setiap keterampilan berbahasa
  • B. Mengalokasikan waktu yang lebih banyak untuk mata pelajaran bahasa Indonesia
  • C. Mengembangkan beberapa keterampilan berbahasa secara bersamaan dalam satu kegiatan pembelajaran
  • D. Mengajarkan tata bahasa secara eksplisit sebelum memasuki kegiatan berbahasa
Jawaban: C. Mengembangkan beberapa keterampilan berbahasa secara bersamaan dalam satu kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran terpadu mengintegrasikan beberapa keterampilan berbahasa sekaligus dalam satu kegiatan, misalnya menyimak cerita kemudian mendiskusikan dan menuliskan kembali isinya.
36.

Aspek-aspek pembelajaran bahasa dalam kurikulum Bahasa Indonesia SD meliputi mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis yang dikembangkan secara terpadu. Hal ini sesuai dengan pandangan bahwa bahasa adalah…

  • A. Sistem aturan yang harus dikuasai secara bertahap dan terpisah
  • B. Kumpulan kosakata yang perlu dipelajari satu per satu
  • C. Seperangkat kaidah tata bahasa yang baku dan tidak berubah
  • D. Satu kesatuan yang utuh dan keterampilan berbahasa saling mendukung satu sama lain
Jawaban: D. Satu kesatuan yang utuh dan keterampilan berbahasa saling mendukung satu sama lain.
Pandangan holistik tentang bahasa melihat keterampilan berbahasa sebagai satu kesatuan yang saling terkait dan memperkuat, sehingga pengembangannya dilakukan secara terpadu bukan terpisah-pisah.
37.

Penilaian portofolio dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD merupakan penilaian yang…

  • A. Hanya mengukur hasil akhir kemampuan siswa pada akhir semester
  • B. Mengumpulkan dan menilai karya siswa secara berkelanjutan sebagai bukti perkembangan belajar
  • C. Dilakukan hanya oleh guru tanpa melibatkan siswa dalam proses penilaian
  • D. Menggunakan tes tertulis pilihan ganda sebagai instrumen utama pengukuran
Jawaban: B. Mengumpulkan dan menilai karya siswa secara berkelanjutan sebagai bukti perkembangan belajar.
Portofolio adalah kumpulan karya terbaik siswa yang dikumpulkan secara sistematis dan berkelanjutan untuk menunjukkan perkembangan kompetensi siswa dari waktu ke waktu.
38.

Guru kelas II SD memberikan tugas kepada siswa untuk mendengarkan cerita yang dibacakan guru, kemudian menceritakan kembali isi cerita secara lisan. Kegiatan ini mengintegrasikan keterampilan berbahasa…

  • A. Menyimak dan berbicara
  • B. Membaca dan menulis
  • C. Berbicara dan menulis
  • D. Membaca dan berbicara
Jawaban: A. Menyimak dan berbicara.
Kegiatan mendengarkan cerita yang dibacakan melatih keterampilan menyimak, sedangkan menceritakan kembali secara lisan melatih keterampilan berbicara, sehingga dua keterampilan ini terintegrasi dalam satu kegiatan.
39.

Metode global dalam pembelajaran MMP mengajarkan membaca dengan cara…

  • A. Memperkenalkan huruf satu per satu kemudian merangkainya menjadi suku kata
  • B. Mengeja setiap kata berdasarkan nama huruf yang menyusunnya
  • C. Mengenalkan kata utuh sebagai satu kesatuan bermakna tanpa mengeja terlebih dahulu
  • D. Menganalisis kalimat menjadi suku kata lalu disusun kembali menjadi kata
Jawaban: C. Mengenalkan kata utuh sebagai satu kesatuan bermakna tanpa mengeja terlebih dahulu.
Metode global atau kata lembaga memperkenalkan kata utuh yang sudah dikenal siswa sebagai satu kesatuan, kemudian dianalisis menjadi bagian-bagian lebih kecil, berbeda dengan metode eja yang memulai dari huruf.
40.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus menulis di SD, kegiatan revisi pada proses menulis bertujuan untuk…

  • A. Menyalin ulang seluruh tulisan dengan tulisan tangan yang lebih rapi
  • B. Mengganti seluruh isi tulisan dengan ide yang lebih baik
  • C. Memperbaiki ejaan, tanda baca, dan penulisan kata
  • D. Memperbaiki isi, organisasi, dan kejelasan pesan yang disampaikan dalam tulisan
Jawaban: D. Memperbaiki isi, organisasi, dan kejelasan pesan yang disampaikan dalam tulisan.
Revisi berfokus pada perbaikan substansi tulisan seperti isi, organisasi ide, kejelasan kalimat, dan kelengkapan informasi, berbeda dengan penyuntingan (editing) yang berfokus pada aspek mekanik seperti ejaan dan tanda baca.
41.

Seorang guru SD ingin mengajarkan puisi kepada siswa kelas IV. Langkah pertama yang paling tepat dilakukan dalam pembelajaran sastra berbasis apresiasi adalah…

  • A. Meminta siswa mencatat definisi puisi dan ciri-cirinya dari buku teks
  • B. Membacakan puisi dengan ekspresif untuk memberikan pengalaman estetis kepada siswa
  • C. Menjelaskan unsur intrinsik puisi seperti rima, irama, dan diksi secara teoritis
  • D. Memberikan tes tertulis tentang pemahaman siswa terhadap pengertian puisi
Jawaban: B. Membacakan puisi dengan ekspresif untuk memberikan pengalaman estetis kepada siswa.
Pembelajaran sastra berbasis apresiasi dimulai dengan pemberian pengalaman estetis secara langsung kepada siswa, bukan dengan teori. Membacakan puisi secara ekspresif menciptakan kenikmatan bersastra yang menjadi fondasi apresiasi.
42.

Bahasa bersifat dinamis, yang berarti…

  • A. Bahasa terus berkembang dan berubah seiring perkembangan masyarakat penggunanya
  • B. Bahasa memiliki kecepatan tinggi dalam menyampaikan informasi kepada banyak orang
  • C. Bahasa dapat digunakan kapan saja dan di mana saja tanpa batasan waktu
  • D. Bahasa digunakan untuk mengekspresikan gerakan dan aktivitas fisik penuturnya
Jawaban: A. Bahasa terus berkembang dan berubah seiring perkembangan masyarakat penggunanya.
Sifat dinamis bahasa menunjukkan bahwa bahasa bukanlah sistem yang statis dan kaku, melainkan terus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan dinamika sosial, budaya, dan teknologi masyarakat pemakainya.
43.

Dalam pembelajaran menyimak di SD, kemampuan siswa menangkap informasi pokok dari wacana yang didengar dan membedakannya dari informasi tambahan merupakan kemampuan menyimak pada tingkat…

  • A. Menyimak marginal
  • B. Menyimak apresiatif
  • C. Menyimak intensif
  • D. Menyimak selektif
Jawaban: C. Menyimak intensif.
Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh konsentrasi dan perhatian untuk memahami pesan secara mendalam, termasuk kemampuan membedakan informasi pokok dan informasi penjelas.
44.

Guru bahasa Indonesia di SD menggunakan pendekatan whole language dalam pembelajaran membaca. Ciri utama pendekatan ini adalah…

  • A. Memulai pembelajaran dari pengenalan fonem satu per satu secara sistematis
  • B. Mengutamakan latihan mengeja dengan suara keras sebelum membaca dalam hati
  • C. Menggunakan buku teks sebagai satu-satunya sumber pembelajaran membaca
  • D. Menggunakan teks autentik yang bermakna dan mengintegrasikan membaca dengan keterampilan berbahasa lain
Jawaban: D. Menggunakan teks autentik yang bermakna dan mengintegrasikan membaca dengan keterampilan berbahasa lain.
Whole Language menekankan penggunaan bahasa yang bermakna dan utuh dalam konteks autentik, mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa dalam pembelajaran yang berpusat pada teks nyata bukan latihan terisolasi.
45.

Pernyataan yang paling tepat mengenai perbedaan antara metode berbicara bermain peran dan metode simulasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD adalah…

  • A. Bermain peran menggunakan naskah tertulis sedangkan simulasi dilakukan secara spontan
  • B. Bermain peran menekankan penghayatan karakter tokoh sedangkan simulasi menekankan proses pengambilan keputusan dalam situasi tertentu
  • C. Bermain peran hanya digunakan untuk pembelajaran sastra sedangkan simulasi untuk semua keterampilan berbahasa
  • D. Bermain peran dilakukan secara individual sedangkan simulasi selalu dilakukan secara berkelompok
Jawaban: B. Bermain peran menekankan penghayatan karakter tokoh sedangkan simulasi menekankan proses pengambilan keputusan dalam situasi tertentu.
Bermain peran (role play) berfokus pada penghayatan karakter dan situasi tokoh fiksi, sedangkan simulasi lebih menekankan proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dalam situasi yang menyerupai kenyataan.
46.

Analisis yang menunjukkan bahwa sebuah buku teks Bahasa Indonesia SD menggunakan ilustrasi yang tidak sesuai dengan teks dan ukuran huruf terlalu kecil untuk siswa kelas rendah merupakan penilaian pada aspek…

  • A. Kegrafikaan
  • B. Kelayakan isi
  • C. Kebahasaan
  • D. Penyajian
Jawaban: A. Kegrafikaan.
Aspek kegrafikaan mencakup penilaian terhadap kualitas fisik buku seperti ukuran dan jenis huruf, ilustrasi, tata letak, dan desain halaman yang harus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pembaca sasaran.
47.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD, karya sastra yang paling sesuai untuk siswa kelas rendah adalah…

  • A. Novel dengan alur yang kompleks dan tema yang berat
  • B. Puisi lirik dengan diksi yang abstrak dan simbolis
  • C. Dongeng, fabel, dan cerita bergambar dengan bahasa sederhana
  • D. Cerpen dengan konflik psikologis tokoh yang mendalam
Jawaban: C. Dongeng, fabel, dan cerita bergambar dengan bahasa sederhana.
Siswa kelas rendah SD berada pada tahap perkembangan kognitif konkret-operasional, sehingga karya sastra yang sesuai adalah dongeng, fabel, dan cerita bergambar yang menggunakan bahasa sederhana dan cerita yang dekat dengan pengalaman anak.
48.

Guru kelas V SD membandingkan dua strategi pembelajaran membaca, yaitu strategi Directed Reading Activity (DRA) dan strategi SQ3R. Perbedaan mendasar antara kedua strategi tersebut adalah…

  • A. DRA digunakan untuk membaca nyaring sedangkan SQ3R untuk membaca dalam hati
  • B. DRA hanya digunakan di kelas rendah sedangkan SQ3R hanya di kelas tinggi
  • C. DRA menggunakan teks fiksi sedangkan SQ3R menggunakan teks nonfiksi
  • D. DRA lebih berpusat pada bimbingan guru sedangkan SQ3R lebih menekankan strategi mandiri siswa
Jawaban: D. DRA lebih berpusat pada bimbingan guru sedangkan SQ3R lebih menekankan strategi mandiri siswa.
DRA merupakan strategi membaca yang dipandu guru secara terstruktur mulai dari prabaca hingga pascabaca, sedangkan SQ3R memberikan siswa langkah-langkah mandiri untuk membaca dan memahami teks secara efektif.
49.

Model pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD yang meminta siswa membuat karya sastra sendiri seperti puisi atau cerita pendek disebut model…

  • A. Apresiasi reseptif
  • B. Ekspresi sastra atau apresiasi produktif
  • C. Analisis karya sastra
  • D. Kritik sastra terapan
Jawaban: B. Ekspresi sastra atau apresiasi produktif.
Apresiasi produktif atau ekspresi sastra adalah kegiatan di mana siswa tidak hanya menikmati karya sastra orang lain (reseptif) tetapi juga menghasilkan karya sastra sendiri sebagai wujud ekspresi kreatif berdasarkan pengalaman bersastranya.
50.

Guru bahasa Indonesia kelas VI SD merancang pembelajaran dengan kegiatan: (1) siswa membaca teks berita, (2) berdiskusi tentang isi berita, (3) menulis laporan singkat berdasarkan hasil diskusi. Rancangan pembelajaran tersebut menerapkan prinsip pembelajaran bahasa Indonesia yang…

  • A. Terpadu, karena mengintegrasikan keterampilan membaca, berbicara, dan menulis dalam satu rangkaian kegiatan bermakna
  • B. Struktural, karena mengajarkan tata bahasa melalui teks berita secara sistematis
  • C. Individual, karena setiap siswa mengerjakan tugas secara mandiri tanpa bantuan teman
  • D. Remedial, karena dirancang untuk siswa yang belum menguasai keterampilan dasar berbahasa
Jawaban: A. Terpadu, karena mengintegrasikan keterampilan membaca, berbicara, dan menulis dalam satu rangkaian kegiatan bermakna.
Rangkaian kegiatan membaca teks, berdiskusi, dan menulis laporan merupakan implementasi pembelajaran bahasa Indonesia terpadu yang mengembangkan beberapa keterampilan berbahasa secara berkesinambungan dalam satu konteks yang bermakna.

Konsistensi dalam mengerjakan Soal Latihan UT adalah kunci yang sering kali diremehkan, namun terbukti memberikan dampak nyata. Semakin sering Anda bersentuhan dengan Bank Soal UT dan berbagai variasi pertanyaan, semakin tajam pula insting Anda dalam memilih jawaban yang paling tepat saat ujian berlangsung.

Selain berlatih soal, cobalah membangun kebiasaan merangkum setiap modul menggunakan peta konsep sederhana. Cara ini membantu Anda melihat benang merah antar materi, misalnya bagaimana pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia terhubung langsung dengan metode pengajaran di kelas nyata.

Bagikan:

error: Content is protected !!