Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT SATS4121 Metode Statistika I dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT SATS4121 Metode Statistika I dan Kunci Jawaban
Soal UT SATS4121 Metode Statistika I

SATS4121 Metode Statistika I hadir sebagai salah satu mata kuliah yang menuntut lebih dari sekadar hafalan. Di balik deretan rumus dan tabel distribusi, tersimpan kemampuan berpikir kuantitatif yang kelak menjadi bekal berharga, bukan hanya untuk lulus ujian.

Maka, mengakrabi Soal UAS UT SATS4121 Metode Statistika I sejak jauh hari adalah langkah cerdas yang tidak bisa ditawar. Berlatih dengan soal latihan UT secara teratur membantu kamu mengenali pola berpikir yang diuji, sekaligus mengukur seberapa dalam pemahamanmu sebelum hari H tiba.

Lewat artikel ini, kami menghadirkan gambaran lengkap seputar materi ujian beserta tips persiapan yang praktis. Baik kamu yang akan menghadapi Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), maupun Take Home Exam (THE).

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT SATS4121 Metode Statistika I

1.

Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menganalisis data untuk mengambil kesimpulan. Berdasarkan definisi tersebut, cabang statistika yang bertugas menarik kesimpulan tentang populasi berdasarkan data sampel disebut…

  • A. Statistika deskriptif
  • B. Statistika inferensial
  • C. Statistika parametrik
  • D. Statistika nonparametrik
Jawaban: B. Statistika inferensial.
Statistika inferensial adalah cabang statistika yang digunakan untuk menarik kesimpulan (inferensi) mengenai populasi berdasarkan informasi yang diperoleh dari sampel, berbeda dengan statistika deskriptif yang hanya meringkas data.
2.

Sekumpulan pengamatan atau pengukuran yang diperoleh dari satu atau lebih variabel pada seluruh objek yang menjadi perhatian peneliti disebut…

  • A. Populasi
  • B. Sampel
  • C. Parameter
  • D. Statistik
Jawaban: A. Populasi.
Populasi adalah keseluruhan objek atau individu yang menjadi perhatian peneliti, sedangkan sampel adalah sebagian kecil yang diambil dari populasi tersebut.
3.

Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tinggi badan siswa dinyatakan dalam sentimeter. Skala pengukuran yang paling tepat untuk data tersebut adalah…

  • A. Nominal
  • B. Ordinal
  • C. Rasio
  • D. Interval
Jawaban: C. Rasio.
Skala rasio memiliki titik nol mutlak dan memungkinkan perbandingan antar nilai secara bermakna. Tinggi badan memiliki titik nol mutlak sehingga termasuk skala rasio.
4.

Seorang peneliti mengkategorikan responden berdasarkan jenis kelamin sebagai “laki-laki” dan “perempuan”. Skala pengukuran yang digunakan pada variabel jenis kelamin tersebut adalah…

  • A. Ordinal
  • B. Interval
  • C. Rasio
  • D. Nominal
Jawaban: D. Nominal.
Skala nominal hanya berfungsi sebagai label atau nama tanpa mengandung urutan atau jarak antar kategori. Jenis kelamin hanya membedakan kategori tanpa memiliki urutan, sehingga termasuk skala nominal.
5.

Perbedaan utama antara skala interval dan skala rasio terletak pada…

  • A. Kemampuan membedakan kategori
  • B. Ada tidaknya titik nol mutlak
  • C. Kemampuan mengurutkan data
  • D. Jenis operasi aritmetika yang dapat dilakukan
Jawaban: B. Ada tidaknya titik nol mutlak.
Skala interval tidak memiliki titik nol mutlak (contoh: suhu dalam Celsius), sedangkan skala rasio memiliki titik nol mutlak yang bermakna (contoh: tinggi badan). Perbedaan inilah yang menjadi pembeda utama keduanya.
6.

Dalam penyajian data statistika, tabel yang memuat frekuensi setiap nilai atau kelompok nilai disebut…

  • A. Distribusi frekuensi
  • B. Tabel silang
  • C. Tabel kontingensi
  • D. Tabel korelasi
Jawaban: A. Distribusi frekuensi.
Distribusi frekuensi adalah tabel yang menampilkan data dalam bentuk kelompok (kelas) beserta frekuensi kemunculannya, sehingga memudahkan pembacaan dan analisis data.
7.

Histogram adalah salah satu cara penyajian data secara grafis. Sumbu horizontal pada histogram menunjukkan…

  • A. Frekuensi kelas
  • B. Frekuensi kumulatif
  • C. Batas atau titik tengah kelas
  • D. Persentase frekuensi
Jawaban: C. Batas atau titik tengah kelas.
Pada histogram, sumbu horizontal (sumbu X) mewakili batas kelas atau titik tengah kelas, sedangkan sumbu vertikal (sumbu Y) mewakili frekuensi masing-masing kelas.
8.

Data nilai ujian 7 mahasiswa adalah: 60, 70, 80, 90, 70, 80, 70. Modus dari data tersebut adalah…

  • A. 80
  • B. 75
  • C. 74,3
  • D. 70
Jawaban: D. 70.
Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam data. Nilai 70 muncul sebanyak 3 kali, lebih banyak dari nilai lainnya, sehingga modus data tersebut adalah 70.
9.

Rata-rata hitung (mean) dari data: 5, 8, 10, 7, 10 adalah…

  • A. 7
  • B. 8
  • C. 9
  • D. 10
Jawaban: B. 8.
Mean dihitung dengan menjumlahkan seluruh data kemudian dibagi banyaknya data. Jumlah data = 5+8+10+7+10 = 40, dibagi 5 hasilnya 8.
10.

Ukuran pemusatan yang paling tidak terpengaruh oleh adanya nilai ekstrem (pencilan) dalam data adalah…

  • A. Median
  • B. Mean
  • C. Modus
  • D. Rata-rata tertimbang
Jawaban: A. Median.
Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan, sehingga tidak dipengaruhi oleh nilai ekstrem. Mean sangat sensitif terhadap pencilan karena melibatkan semua nilai dalam perhitungan.
11.

Variansi populasi adalah rata-rata dari kuadrat simpangan setiap data terhadap mean populasi. Jika variansi suatu data diketahui sebesar 25, maka simpangan baku (standar deviasi) data tersebut adalah…

  • A. 625
  • B. 12,5
  • C. 5
  • D. 2,5
Jawaban: C. 5.
Simpangan baku adalah akar kuadrat dari variansi. Akar kuadrat dari 25 adalah 5, sehingga simpangan baku data tersebut adalah 5.
12.

Koefisien variasi (KV) digunakan untuk membandingkan keragaman dua kelompok data yang berbeda satuan atau berbeda skala. Rumus koefisien variasi adalah…

  • A. KV = Variansi / Mean x 100%
  • B. KV = Mean / Simpangan baku x 100%
  • C. KV = Rentang / Mean x 100%
  • D. KV = Simpangan baku / Mean x 100%
Jawaban: D. KV = Simpangan baku / Mean x 100%.
Koefisien variasi dihitung dengan membagi simpangan baku dengan mean kemudian dikalikan 100%, sehingga menghasilkan ukuran keragaman relatif yang bebas dari satuan pengukuran.
13.

Rentang (range) suatu data adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil. Kelemahan utama penggunaan rentang sebagai ukuran penyebaran adalah…

  • A. Sulit dihitung secara manual
  • B. Hanya mempertimbangkan dua nilai ekstrem dan mengabaikan distribusi data lainnya
  • C. Tidak dapat digunakan untuk data bertipe numerik
  • D. Nilainya selalu lebih besar dari variansi
Jawaban: B. Hanya mempertimbangkan dua nilai ekstrem dan mengabaikan distribusi data lainnya.
Rentang hanya menggunakan nilai maksimum dan minimum sehingga tidak memberikan informasi tentang bagaimana data lainnya tersebar. Dua kumpulan data bisa memiliki rentang sama tetapi pola sebarannya sangat berbeda.
14.

Suatu percobaan dilakukan dengan melempar sebuah dadu bermata enam. Ruang sampel dari percobaan tersebut adalah…

  • A. {1, 2, 3, 4, 5, 6}
  • B. {1, 2, 3}
  • C. {2, 4, 6}
  • D. {1, 3, 5}
Jawaban: A. {1, 2, 3, 4, 5, 6}.
Ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin terjadi dari suatu percobaan. Dadu bermata enam menghasilkan salah satu dari enam angka (1 sampai 6), sehingga ruang sampelnya adalah {1, 2, 3, 4, 5, 6}.
15.

Dua kejadian A dan B disebut saling bebas (independen) apabila…

  • A. P(A dan B) = P(A) + P(B)
  • B. P(A dan B) = 0
  • C. P(A dan B) = P(A) x P(B)
  • D. P(A atau B) = 1
Jawaban: C. P(A dan B) = P(A) x P(B).
Dua kejadian dikatakan saling bebas jika terjadinya satu kejadian tidak memengaruhi peluang terjadinya kejadian lainnya, yang secara matematis dinyatakan dengan P(A dan B) = P(A) x P(B).
16.

Peluang kejadian A adalah 0,4 dan peluang kejadian B adalah 0,3. Jika A dan B adalah kejadian yang saling lepas (mutually exclusive), maka P(A atau B) adalah…

  • A. 0,12
  • B. 0,58
  • C. 0,1
  • D. 0,7
Jawaban: D. 0,7.
Untuk dua kejadian saling lepas, berlaku P(A atau B) = P(A) + P(B). Maka P(A atau B) = 0,4 + 0,3 = 0,7.
17.

Teorema Bayes digunakan untuk menghitung peluang suatu kejadian berdasarkan informasi tambahan yang tersedia. Rumus Teorema Bayes yang benar adalah…

  • A. P(A|B) = P(A) x P(B)
  • B. P(A|B) = P(B|A) x P(A) / P(B)
  • C. P(A|B) = P(A) + P(B) / P(A)
  • D. P(A|B) = P(A) / P(B|A)
Jawaban: B. P(A|B) = P(B|A) x P(A) / P(B).
Teorema Bayes menyatakan bahwa peluang bersyarat P(A|B) dapat dihitung dari P(B|A) x P(A) dibagi P(B), yang memungkinkan pembaruan peluang awal berdasarkan bukti baru.
18.

Peluang bersyarat P(A|B) didefinisikan sebagai peluang terjadinya kejadian A dengan diketahui bahwa kejadian B telah terjadi. Rumus yang tepat untuk P(A|B) adalah…

  • A. P(A dan B) / P(B)
  • B. P(A) / P(B)
  • C. P(A) x P(B)
  • D. P(A dan B) / P(A)
Jawaban: A. P(A dan B) / P(B).
Peluang bersyarat P(A|B) didefinisikan sebagai P(A dan B) dibagi P(B), dengan syarat P(B) lebih besar dari 0. Rumus ini memperhitungkan bahwa ruang sampel telah dipersempit menjadi kejadian B.
19.

Variabel acak adalah suatu fungsi yang memetakan setiap hasil percobaan ke suatu bilangan riil. Variabel acak yang hanya dapat mengambil nilai-nilai yang terhitung (countable) disebut…

  • A. Variabel acak kontinu
  • B. Variabel acak campuran
  • C. Variabel acak diskrit
  • D. Variabel acak uniform
Jawaban: C. Variabel acak diskrit.
Variabel acak diskrit hanya dapat mengambil nilai-nilai yang terhitung, seperti bilangan bulat non-negatif. Berbeda dengan variabel acak kontinu yang dapat mengambil nilai dalam suatu interval tak terhingga.
20.

Nilai harapan (ekspektasi) E(X) dari variabel acak diskrit X dengan fungsi peluang P(X=x) dihitung dengan rumus…

  • A. E(X) = maks P(X=x)
  • B. E(X) = jumlah x dikuadratkan dikali P(X=x)
  • C. E(X) = rata-rata dari x saja
  • D. E(X) = jumlah dari x dikali P(X=x)
Jawaban: D. E(X) = jumlah dari x dikali P(X=x).
Nilai harapan variabel acak diskrit diperoleh dengan menjumlahkan hasil perkalian antara setiap nilai x dan peluangnya P(X=x), yaitu E(X) = sigma [x . P(X=x)].
21.

Distribusi Binomial digunakan untuk memodelkan percobaan yang memenuhi syarat tertentu. Salah satu syarat distribusi Binomial adalah…

  • A. Setiap percobaan memiliki lebih dari dua kemungkinan hasil
  • B. Peluang sukses pada setiap percobaan tetap konstan
  • C. Percobaan dilakukan dalam jangka waktu yang tetap
  • D. Hasil percobaan saling bergantung satu sama lain
Jawaban: B. Peluang sukses pada setiap percobaan tetap konstan.
Distribusi Binomial mensyaratkan: percobaan dilakukan n kali secara independen, setiap percobaan hanya memiliki dua hasil (sukses atau gagal), dan peluang sukses (p) tetap konstan pada setiap percobaan.
22.

Distribusi Hipergeometrik berbeda dari distribusi Binomial karena pada distribusi Hipergeometrik, pengambilan sampel dilakukan…

  • A. Tanpa pengembalian dari populasi terbatas
  • B. Dengan pengembalian dari populasi tak terbatas
  • C. Dengan pengembalian dari populasi terbatas
  • D. Tanpa pengembalian dari populasi tak terbatas
Jawaban: A. Tanpa pengembalian dari populasi terbatas.
Distribusi Hipergeometrik berlaku ketika pengambilan sampel dilakukan tanpa pengembalian dari populasi yang berukuran terbatas, sehingga peluang sukses berubah pada setiap pengambilan.
23.

Distribusi Poisson cocok digunakan untuk memodelkan kejadian yang berlangsung secara acak dalam suatu interval waktu atau ruang tertentu. Parameter dari distribusi Poisson adalah…

  • A. n dan p
  • B. n dan sigma
  • C. Lambda (rata-rata kejadian per interval)
  • D. Mu dan sigma
Jawaban: C. Lambda (rata-rata kejadian per interval).
Distribusi Poisson hanya memiliki satu parameter, yaitu lambda, yang menyatakan rata-rata jumlah kejadian dalam satu interval tertentu. Nilai lambda ini sekaligus merupakan rata-rata dan variansi distribusi Poisson.
24.

Distribusi Normal memiliki beberapa sifat khas. Salah satu sifat distribusi Normal yang benar adalah…

  • A. Kurvanya miring ke kanan
  • B. Nilai mean, median, dan modus berbeda
  • C. Total luas di bawah kurva adalah 0,5
  • D. Kurvanya simetris terhadap nilai mean
Jawaban: D. Kurvanya simetris terhadap nilai mean.
Distribusi Normal berbentuk kurva lonceng yang simetris terhadap nilai mean. Pada distribusi Normal, mean, median, dan modus bernilai sama, dan total luas di bawah kurva adalah 1.
25.

Distribusi Normal Baku (Z) adalah distribusi Normal dengan mean dan simpangan baku tertentu. Nilai mean dan simpangan baku distribusi Normal Baku secara berturut-turut adalah…

  • A. 1 dan 0
  • B. 0 dan 1
  • C. 0 dan 0
  • D. 1 dan 1
Jawaban: B. 0 dan 1.
Distribusi Normal Baku atau distribusi Z memiliki mean (mu) = 0 dan simpangan baku (sigma) = 1. Transformasi ke bentuk baku dilakukan dengan rumus Z = (X – mu) / sigma.
26.

Nilai X dari distribusi Normal dengan mean 50 dan simpangan baku 10 ingin ditransformasi ke nilai Z baku. Jika X = 65, nilai Z yang diperoleh adalah…

  • A. 1,5
  • B. 0,65
  • C. 6,5
  • D. 15
Jawaban: A. 1,5.
Nilai Z dihitung dengan Z = (X – mu) / sigma = (65 – 50) / 10 = 15 / 10 = 1,5. Nilai Z positif menunjukkan X berada di atas mean.
27.

Distribusi Eksponensial sering digunakan untuk memodelkan waktu tunggu antar kejadian dalam proses Poisson. Karakteristik utama distribusi Eksponensial adalah…

  • A. Memiliki dua parameter, yaitu mu dan sigma
  • B. Kurvanya berbentuk lonceng simetris
  • C. Kurvanya menurun secara monoton dari kiri ke kanan
  • D. Memiliki nilai mean yang selalu lebih besar dari mediannya
Jawaban: C. Kurvanya menurun secara monoton dari kiri ke kanan.
Distribusi Eksponensial memiliki kurva yang dimulai dari nilai tertinggi di titik x=0 dan menurun secara monoton. Distribusi ini hanya memiliki satu parameter (lambda atau beta) dan digunakan untuk memodelkan waktu antar kejadian.
28.

Pendekatan Normal untuk distribusi Binomial dapat digunakan jika syarat tertentu terpenuhi. Syarat umum yang harus dipenuhi agar pendekatan Normal valid adalah…

  • A. n lebih dari 10 dan p = 0,5
  • B. np lebih dari 5 saja
  • C. n lebih dari 100 dan p mendekati 0
  • D. np lebih dari atau sama dengan 5 dan n(1-p) lebih dari atau sama dengan 5
Jawaban: D. np lebih dari atau sama dengan 5 dan n(1-p) lebih dari atau sama dengan 5.
Pendekatan Normal untuk Binomial valid jika np lebih dari atau sama dengan 5 dan nq = n(1-p) lebih dari atau sama dengan 5, yang memastikan distribusi Binomial mendekati bentuk normal yang simetris.
29.

Distribusi sampling rata-rata adalah distribusi dari semua nilai rata-rata sampel yang mungkin diambil dari suatu populasi. Jika rata-rata populasi adalah mu, maka rata-rata dari distribusi sampling rata-rata adalah…

  • A. mu / n
  • B. mu
  • C. mu x n
  • D. mu dikuadratkan
Jawaban: B. mu.
Berdasarkan sifat distribusi sampling, rata-rata dari semua nilai rata-rata sampel (mu-x-bar) sama dengan rata-rata populasi (mu). Sifat ini menjadikan rata-rata sampel sebagai penduga yang tidak bias bagi rata-rata populasi.
30.

Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem) menyatakan bahwa distribusi sampling rata-rata akan mendekati distribusi Normal jika…

  • A. Ukuran sampel cukup besar, umumnya n lebih dari atau sama dengan 30
  • B. Populasi asal harus berdistribusi Normal
  • C. Nilai variansi populasi harus diketahui
  • D. Sampel diambil dengan pengembalian
Jawaban: A. Ukuran sampel cukup besar, umumnya n lebih dari atau sama dengan 30.
Teorema Limit Pusat menyatakan bahwa tanpa memandang bentuk distribusi populasi asalnya, distribusi sampling rata-rata akan mendekati Normal jika ukuran sampel cukup besar, lazimnya n lebih dari atau sama dengan 30.
31.

Galat baku (standard error) dari rata-rata sampel dengan ukuran n yang diambil dari populasi bersimpangan baku sigma adalah…

  • A. sigma x n
  • B. sigma dikuadratkan / n
  • C. sigma / akar n
  • D. sigma / n
Jawaban: C. sigma / akar n.
Galat baku rata-rata adalah sigma dibagi akar dari n. Semakin besar ukuran sampel n, semakin kecil galat baku, yang berarti rata-rata sampel semakin mendekati rata-rata populasi.
32.

Pendugaan titik (point estimation) adalah penggunaan satu nilai statistik sampel untuk menduga parameter populasi. Penduga titik yang tidak bias (unbiased estimator) untuk rata-rata populasi adalah…

  • A. Variansi sampel
  • B. Median sampel
  • C. Modus sampel
  • D. Rata-rata sampel
Jawaban: D. Rata-rata sampel.
Rata-rata sampel (x-bar) adalah penduga titik yang tidak bias bagi rata-rata populasi (mu) karena nilai harapan E(x-bar) = mu. Sifat tidak bias ini menjadikan rata-rata sampel sebagai penduga yang paling sering digunakan.
33.

Selang kepercayaan (confidence interval) untuk rata-rata populasi saat sigma diketahui dan n besar menggunakan distribusi…

  • A. t-Student
  • B. Normal baku (Z)
  • C. Chi-kuadrat
  • D. F
Jawaban: B. Normal baku (Z).
Selang kepercayaan rata-rata populasi menggunakan distribusi Normal baku (Z) jika simpangan baku populasi (sigma) diketahui atau ukuran sampel besar (n lebih dari atau sama dengan 30). Distribusi t-Student digunakan ketika sigma tidak diketahui dan n kecil.
34.

Selang kepercayaan 95% untuk rata-rata populasi berarti…

  • A. Jika pengambilan sampel diulang berkali-kali, sekitar 95% selang yang terbentuk akan memuat parameter populasi sebenarnya
  • B. Peluang parameter populasi berada dalam selang tersebut adalah 95%
  • C. Sebanyak 95% data sampel berada dalam selang tersebut
  • D. Tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 95%
Jawaban: A. Jika pengambilan sampel diulang berkali-kali, sekitar 95% selang yang terbentuk akan memuat parameter populasi sebenarnya.
Interpretasi yang tepat dari selang kepercayaan 95% adalah bahwa dalam jangka panjang, 95% dari seluruh selang kepercayaan yang dibentuk dengan prosedur yang sama akan mencakup nilai parameter populasi yang sebenarnya.
35.

Pendugaan selang untuk proporsi populasi (p) menggunakan penduga titik p-hat. Rumus galat baku untuk proporsi sampel p-hat adalah…

  • A. akar dari (p-hat / n)
  • B. p-hat x (1 – p-hat)
  • C. akar dari (p-hat x (1 – p-hat) / n)
  • D. (1 – p-hat) / n
Jawaban: C. akar dari (p-hat x (1 – p-hat) / n).
Galat baku proporsi sampel dihitung dengan mengakarkan hasil bagi antara p-hat dikali (1-p-hat) dengan ukuran sampel n. Rumus ini digunakan untuk membangun selang kepercayaan proporsi populasi.
36.

Dalam pendugaan selang untuk variansi populasi, distribusi yang digunakan adalah…

  • A. Distribusi Normal baku
  • B. Distribusi t-Student
  • C. Distribusi F
  • D. Distribusi Chi-kuadrat
Jawaban: D. Distribusi Chi-kuadrat.
Pendugaan selang untuk variansi populasi menggunakan distribusi Chi-kuadrat karena statistik (n-1)S²/sigma² mengikuti distribusi Chi-kuadrat dengan derajat bebas n-1.
37.

Dalam pengujian hipotesis, hipotesis nol (H0) adalah…

  • A. Hipotesis yang ingin dibuktikan kebenarannya oleh peneliti
  • B. Pernyataan awal tentang parameter populasi yang diasumsikan benar sampai terbukti sebaliknya
  • C. Hipotesis alternatif yang menentang status quo
  • D. Pernyataan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua kelompok
Jawaban: B. Pernyataan awal tentang parameter populasi yang diasumsikan benar sampai terbukti sebaliknya.
Hipotesis nol (H0) adalah pernyataan status quo yang dianggap benar pada awalnya. Pengujian hipotesis dilakukan untuk memutuskan apakah data sampel memberikan cukup bukti untuk menolak H0.
38.

Kesalahan Tipe I dalam pengujian hipotesis terjadi ketika…

  • A. H0 yang sebenarnya benar ditolak
  • B. H0 yang sebenarnya salah tidak ditolak
  • C. H1 yang sebenarnya benar diterima
  • D. H0 yang sebenarnya salah ditolak
Jawaban: A. H0 yang sebenarnya benar ditolak.
Kesalahan Tipe I (alpha) adalah kesalahan menolak H0 padahal H0 sebenarnya benar. Peluang terjadinya kesalahan Tipe I disimbolkan dengan alpha dan disebut juga taraf signifikansi.
39.

Nilai p-value dalam pengujian hipotesis didefinisikan sebagai…

  • A. Peluang hipotesis nol benar
  • B. Taraf signifikansi yang digunakan peneliti
  • C. Peluang mendapatkan nilai statistik uji yang sama atau lebih ekstrem jika H0 benar
  • D. Peluang hipotesis alternatif benar
Jawaban: C. Peluang mendapatkan nilai statistik uji yang sama atau lebih ekstrem jika H0 benar.
P-value adalah peluang memperoleh hasil yang sama atau lebih ekstrem dari yang diamati, dengan asumsi H0 benar. Jika p-value kurang dari alpha, maka H0 ditolak.
40.

Pengujian hipotesis rata-rata satu populasi dengan sigma tidak diketahui dan n kecil menggunakan statistik uji yang mengikuti distribusi…

  • A. Normal baku Z
  • B. Chi-kuadrat
  • C. F dengan dua derajat bebas
  • D. t-Student dengan derajat bebas n-1
Jawaban: D. t-Student dengan derajat bebas n-1.
Ketika sigma populasi tidak diketahui dan ukuran sampel kecil, statistik uji untuk rata-rata satu populasi mengikuti distribusi t-Student dengan derajat bebas n-1, menggunakan simpangan baku sampel S sebagai pengganti sigma.
41.

Pengujian hipotesis dua arah (two-tailed test) untuk rata-rata populasi digunakan ketika hipotesis alternatifnya berbentuk…

  • A. H1 : mu lebih besar dari mu0
  • B. H1 : mu tidak sama dengan mu0
  • C. H1 : mu lebih kecil dari mu0
  • D. H1 : mu sama dengan mu0
Jawaban: B. H1 : mu tidak sama dengan mu0.
Pengujian dua arah digunakan ketika hipotesis alternatif menyatakan bahwa parameter berbeda dari nilai yang dihipotesiskan (tidak sama dengan), sehingga daerah penolakan berada di kedua ujung distribusi.
42.

Pengujian hipotesis proporsi satu populasi menggunakan statistik uji Z yang dihitung dengan rumus…

  • A. Z = (p-hat – p0) / akar (p0(1-p0)/n)
  • B. Z = (p-hat – p0) / (p0 x n)
  • C. Z = (p0 – p-hat) x n
  • D. Z = p-hat / akar n
Jawaban: A. Z = (p-hat – p0) / akar (p0(1-p0)/n).
Statistik uji untuk proporsi satu populasi adalah Z = (p-hat – p0) dibagi akar dari p0(1-p0)/n, di mana p0 adalah nilai proporsi yang dihipotesiskan dan p-hat adalah proporsi sampel.
43.

Dalam pengujian hipotesis variansi satu populasi, statistik uji yang digunakan adalah chi-kuadrat hitung. Rumus chi-kuadrat hitung tersebut adalah…

  • A. (n-1) x sigma kuadrat / S kuadrat
  • B. n x S kuadrat / sigma kuadrat
  • C. (n-1) x S kuadrat / sigma kuadrat
  • D. S kuadrat / (n x sigma kuadrat)
Jawaban: C. (n-1) x S kuadrat / sigma kuadrat.
Statistik uji untuk variansi populasi adalah chi-kuadrat = (n-1)S²/sigma0², di mana S² adalah variansi sampel dan sigma0² adalah nilai variansi yang dihipotesiskan. Statistik ini mengikuti distribusi chi-kuadrat dengan derajat bebas n-1.
44.

Pengujian hipotesis dua populasi untuk selisih rata-rata dengan sampel berpasangan (paired sample) digunakan ketika…

  • A. Kedua sampel diambil secara acak dari dua populasi yang berbeda
  • B. Ukuran kedua sampel harus sama besar
  • C. Variansi kedua populasi diketahui dan sama
  • D. Setiap pengamatan dari satu sampel berpasangan dengan satu pengamatan dari sampel lain
Jawaban: D. Setiap pengamatan dari satu sampel berpasangan dengan satu pengamatan dari sampel lain.
Sampel berpasangan terjadi ketika setiap unit pengamatan dari satu kelompok memiliki pasangan alami dalam kelompok lain, misalnya pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan pada subjek yang sama.
45.

Untuk menguji kesamaan dua variansi populasi, statistik uji yang digunakan mengikuti distribusi…

  • A. t-Student
  • B. F dengan dua derajat bebas
  • C. Normal baku Z
  • D. Chi-kuadrat
Jawaban: B. F dengan dua derajat bebas.
Pengujian kesamaan dua variansi populasi menggunakan statistik F = S1²/S2², yang mengikuti distribusi F dengan derajat bebas pembilang (n1-1) dan derajat bebas penyebut (n2-1).
46.

Pengujian hipotesis selisih dua rata-rata populasi dengan sampel bebas (independen) dan variansi populasi tidak diketahui tetapi diasumsikan sama menggunakan…

  • A. Variansi gabungan (pooled variance) dalam perhitungan statistik uji t
  • B. Distribusi Normal baku langsung
  • C. Distribusi F sebagai statistik uji utama
  • D. Selisih langsung antara dua variansi sampel
Jawaban: A. Variansi gabungan (pooled variance) dalam perhitungan statistik uji t.
Ketika variansi dua populasi tidak diketahui namun diasumsikan sama, variansi gabungan Sp² dihitung dari kedua sampel kemudian digunakan dalam rumus statistik uji t untuk selisih dua rata-rata.
47.

Pengujian hipotesis proporsi dua populasi digunakan untuk menguji apakah dua proporsi populasi berbeda secara signifikan. Statistik uji yang digunakan dalam pengujian ini adalah…

  • A. Distribusi t-Student
  • B. Distribusi chi-kuadrat
  • C. Distribusi Normal baku Z dengan proporsi gabungan
  • D. Distribusi F
Jawaban: C. Distribusi Normal baku Z dengan proporsi gabungan.
Pengujian hipotesis selisih dua proporsi menggunakan statistik uji Z yang dihitung menggunakan proporsi gabungan (p-hat gabungan) dari kedua sampel sebagai penduga proporsi populasi bersama di bawah H0.
48.

Seorang peneliti ingin menguji apakah rata-rata nilai ujian mahasiswa lebih dari 70. Hipotesis alternatif (H1) yang tepat adalah…

  • A. H1 : mu tidak sama dengan 70
  • B. H1 : mu sama dengan 70
  • C. H1 : mu lebih kecil dari 70
  • D. H1 : mu lebih besar dari 70
Jawaban: D. H1 : mu lebih besar dari 70.
Karena peneliti ingin menguji apakah rata-rata lebih dari 70, hipotesis alternatifnya adalah H1 : mu lebih besar dari 70. Ini merupakan pengujian satu arah (one-tailed test) ke arah kanan.
49.

Kekuatan uji (power of test) dalam pengujian hipotesis didefinisikan sebagai peluang…

  • A. Tidak menolak H0 ketika H0 benar
  • B. Menolak H0 ketika H0 salah (H1 benar)
  • C. Menolak H0 ketika H0 benar
  • D. Tidak menolak H0 ketika H0 salah
Jawaban: B. Menolak H0 ketika H0 salah (H1 benar).
Kekuatan uji (power) adalah 1 minus beta, di mana beta adalah peluang kesalahan Tipe II. Power merupakan kemampuan pengujian untuk mendeteksi perbedaan yang nyata ketika H0 memang salah.
50.

Dua peneliti melakukan pengujian hipotesis pada data yang sama dengan taraf signifikansi berbeda, yaitu alpha = 0,01 dan alpha = 0,05. Pernyataan yang benar tentang perbedaan kedua pengujian tersebut adalah…

  • A. Pengujian dengan alpha = 0,05 lebih mudah menolak H0 dan memiliki peluang kesalahan Tipe I yang lebih besar
  • B. Pengujian dengan alpha = 0,01 lebih mudah menolak H0 karena lebih ketat
  • C. Kedua pengujian akan selalu menghasilkan keputusan yang sama
  • D. Taraf signifikansi tidak memengaruhi keputusan pengujian hipotesis
Jawaban: A. Pengujian dengan alpha = 0,05 lebih mudah menolak H0 dan memiliki peluang kesalahan Tipe I yang lebih besar.
Taraf signifikansi alpha yang lebih besar memperluas daerah penolakan sehingga H0 lebih mudah ditolak, namun sekaligus meningkatkan peluang terjadinya kesalahan Tipe I. Sebaliknya, alpha = 0,01 lebih konservatif dan lebih sulit menolak H0.

Satu hal yang membedakan mahasiswa yang siap dengan yang sekadar hadir adalah kebiasaan berlatih soal ujian UT secara konsisten. Mengerjakan Soal UAS UT SATS4121 Metode Statistika I berulang kali bukan aktivitas monoton.

Pada akhirnya, semua kisi-kisi soal UT, semua malam yang kamu habiskan memelototi rumus, dan semua soal ujian UT yang kamu taklukkan satu per satu adalah bukti bahwa kamu serius. Nilai yang baik hanyalah salah satu hasilnya.

Bagikan:

error: Content is protected !!