'" />

Soalut.com

★★★★★ 4.8 · Gratis · soalut.com
Akses cepat Tanpa browser Gratis 100%

Berhasil diinstall! 🎉

Soalut kini ada di layar utama HP kamu. Selamat belajar!

Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT SPGK4105 Literasi Karakter dan Kepramukaan dan Kunci Jawaban

Soal UT SPGK4105 Literasi Karakter dan Kepramukaan dan Kunci Jawaban
Soal UT SPGK4105 Literasi Karakter dan Kepramukaan

Tidak sedikit mahasiswa Universitas Terbuka yang merasa kewalahan saat mendekati musim ujian. Tumpukan modul, padatnya aktivitas harian, dan minimnya waktu belajar membuat persiapan UAS terasa seperti perlombaan melawan waktu yang tidak pernah berpihak.

Mata kuliah SPGK4105 Literasi Karakter dan Kepramukaan menjadi salah satu yang patut mendapat perhatian lebih. Bukan karena materinya sulit, melainkan karena cakupannya luas dan menyentuh aspek yang sangat fundamental, yakni bagaimana seseorang memahami dirinya sebagai bagian dari bangsa yang besar.

Artikel ini hadir bukan sekadar kumpulan Soal UT biasa. Lebih dari itu, kami ingin menemani proses belajar Anda dengan pendekatan yang lebih praktis, terarah, dan menyenangkan agar hasil yang diraih benar-benar sepadan dengan usaha yang telah dicurahkan.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT SPGK4105 Literasi Karakter dan Kepramukaan

1.

Literasi karakter dalam konteks pendidikan merujuk pada kemampuan seseorang untuk…

  • A. Membaca dan menulis teks sastra dengan baik dan benar
  • B. Memahami, menginternalisasi, dan mengamalkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan
  • C. Menghafal definisi karakter dari berbagai sumber ilmiah
  • D. Mengajarkan nilai moral kepada peserta didik di sekolah dasar
Jawaban: B. Memahami, menginternalisasi, dan mengamalkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan.
Literasi karakter mencakup pemahaman mendalam sekaligus penerapan nilai-nilai karakter secara nyata dalam kehidupan, bukan sekadar kemampuan membaca atau menghafal definisi.
2.

Perbedaan mendasar antara karakter dan kepribadian terletak pada…

  • A. Karakter bersifat moral dan dapat dibentuk, sedangkan kepribadian mencakup keseluruhan sifat unik individu
  • B. Karakter dipengaruhi genetik, sedangkan kepribadian dibentuk oleh lingkungan sosial
  • C. Karakter hanya dimiliki oleh individu dewasa, sedangkan kepribadian sudah ada sejak lahir
  • D. Karakter berkaitan dengan kecerdasan kognitif, sedangkan kepribadian berkaitan dengan emosi
Jawaban: A. Karakter bersifat moral dan dapat dibentuk, sedangkan kepribadian mencakup keseluruhan sifat unik individu.
Karakter merujuk pada nilai-nilai moral yang dapat dikembangkan melalui pendidikan, sementara kepribadian adalah totalitas sifat psikologis yang membedakan satu individu dari individu lain.
3.

Pada tahap perkembangan karakter, anak usia sekolah dasar umumnya berada pada tahap…

  • A. Prakonvensional, karena perilaku didasarkan pada konsekuensi hukuman dan hadiah
  • B. Pascakonvensional, karena sudah mampu berpikir abstrak tentang prinsip moral
  • C. Konvensional, karena mulai memahami aturan sosial dan harapan kelompok
  • D. Transisi, karena belum memiliki pemahaman yang stabil tentang nilai moral
Jawaban: C. Konvensional, karena mulai memahami aturan sosial dan harapan kelompok.
Anak usia SD mulai berada pada tahap konvensional di mana mereka menyesuaikan perilaku dengan norma sosial dan harapan lingkungan sekitar mereka.
4.

Latihan sosial dalam pendidikan karakter bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan kemampuan akademik peserta didik melalui kerja kelompok
  • B. Membentuk kebiasaan membaca buku di lingkungan sekolah
  • C. Mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik secara formal
  • D. Membiasakan peserta didik berperilaku sesuai nilai moral melalui praktik nyata
Jawaban: D. Membiasakan peserta didik berperilaku sesuai nilai moral melalui praktik nyata.
Latihan sosial merupakan metode pembentukan karakter melalui pembiasaan bertindak sesuai nilai moral dalam situasi kehidupan nyata di lingkungan sosial.
5.

Perbedaan antara pendidikan moral dan pendidikan karakter adalah…

  • A. Pendidikan moral lebih holistik karena mencakup aspek afektif, kognitif, dan perilaku
  • B. Pendidikan karakter lebih holistik karena mencakup nilai moral, kebiasaan, dan tindakan nyata
  • C. Pendidikan moral dan pendidikan karakter adalah dua konsep yang identik
  • D. Pendidikan moral hanya diajarkan di lembaga keagamaan, sedangkan pendidikan karakter di sekolah umum
Jawaban: B. Pendidikan karakter lebih holistik karena mencakup nilai moral, kebiasaan, dan tindakan nyata.
Pendidikan karakter merupakan pengembangan dari pendidikan moral yang mencakup aspek lebih luas, yaitu internalisasi nilai, pembiasaan, dan perwujudan nyata dalam perilaku sehari-hari.
6.

Strategi tata kelola pendidikan karakter yang efektif di sekolah mencakup keterpaduan antara…

  • A. Manajemen sekolah, pembelajaran di kelas, dan kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler
  • B. Kurikulum nasional, buku teks pelajaran, dan ujian akhir semester
  • C. Program pemerintah, dana BOS, dan partisipasi orang tua
  • D. Visi misi sekolah, peraturan tata tertib, dan pemberian sanksi
Jawaban: A. Manajemen sekolah, pembelajaran di kelas, dan kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler.
Keterpaduan strategi tata kelola pendidikan karakter membutuhkan sinergi antara pengelolaan manajemen sekolah, integrasi dalam pembelajaran, serta kegiatan di luar jam pelajaran.
7.

Implementasi penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah dasar dapat dilakukan melalui budaya sekolah, salah satunya dengan…

  • A. Menambah jam pelajaran matematika dan sains setiap minggu
  • B. Memberikan nilai tambahan bagi siswa yang hadir tepat waktu
  • C. Membiasakan salam, senyum, dan sapa dalam interaksi warga sekolah
  • D. Mewajibkan siswa mengikuti les privat di luar jam sekolah
Jawaban: C. Membiasakan salam, senyum, dan sapa dalam interaksi warga sekolah.
Pembiasaan salam, senyum, dan sapa merupakan contoh nyata implementasi PPK melalui budaya sekolah yang membentuk karakter sopan santun dan saling menghargai.
8.

Kepala sekolah yang secara konsisten menunjukkan sikap jujur dan disiplin kepada seluruh warga sekolah berperan sebagai…

  • A. Fasilitator pembelajaran karakter di kelas
  • B. Evaluator program penguatan pendidikan karakter
  • C. Supervisor kegiatan ekstrakurikuler berbasis karakter
  • D. Model atau teladan dalam implementasi penguatan pendidikan karakter
Jawaban: D. Model atau teladan dalam implementasi penguatan pendidikan karakter.
Kepala sekolah yang konsisten menampilkan nilai-nilai karakter berfungsi sebagai model atau teladan yang secara langsung menginspirasi warga sekolah untuk berperilaku serupa.
9.

Pendekatan penilaian karakter yang menekankan pengamatan perilaku peserta didik secara berkelanjutan disebut pendekatan…

  • A. Sumatif, karena dilakukan di akhir semester untuk menentukan nilai akhir
  • B. Formatif, karena dilakukan secara terus-menerus selama proses pembelajaran
  • C. Normatif, karena membandingkan karakter peserta didik dengan standar baku
  • D. Diagnostik, karena hanya digunakan di awal tahun pelajaran
Jawaban: B. Formatif, karena dilakukan secara terus-menerus selama proses pembelajaran.
Penilaian karakter secara berkelanjutan termasuk dalam pendekatan formatif yang bertujuan memantau perkembangan karakter peserta didik sepanjang proses pendidikan berlangsung.
10.

Prinsip penilaian karakter yang mengharuskan penilaian mencerminkan kondisi nyata peserta didik disebut prinsip…

  • A. Otentik, karena penilaian dilakukan berdasarkan perilaku nyata dalam konteks kehidupan sehari-hari
  • B. Objektif, karena penilaian bebas dari pengaruh subjektif penilai
  • C. Komprehensif, karena mencakup seluruh aspek kepribadian peserta didik
  • D. Transparan, karena hasil penilaian diumumkan kepada publik
Jawaban: A. Otentik, karena penilaian dilakukan berdasarkan perilaku nyata dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Prinsip otentik dalam asesmen pendidikan karakter menekankan bahwa penilaian harus menggambarkan perilaku nyata peserta didik, bukan sekadar respons dalam situasi buatan.
11.

Instrumen asesmen penguatan pendidikan karakter yang paling tepat untuk mengukur konsistensi perilaku peserta didik dalam jangka waktu tertentu adalah…

  • A. Tes tertulis pilihan ganda dengan bobot nilai tinggi
  • B. Wawancara mendalam satu kali pada akhir semester
  • C. Lembar observasi yang diisi secara berkala oleh guru
  • D. Angket penilaian diri yang diselesaikan dalam satu pertemuan
Jawaban: C. Lembar observasi yang diisi secara berkala oleh guru.
Lembar observasi berkala memungkinkan guru memantau konsistensi perilaku karakter peserta didik dari waktu ke waktu, sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan representatif.
12.

Gerakan kepramukaan dunia pertama kali didirikan oleh…

  • A. Mahatma Gandhi di India pada tahun 1907
  • B. John Dewey di Amerika Serikat pada tahun 1910
  • C. Jean Piaget di Swiss pada tahun 1908
  • D. Robert Baden-Powell di Inggris pada tahun 1907
Jawaban: D. Robert Baden-Powell di Inggris pada tahun 1907.
Robert Baden-Powell mendirikan gerakan kepramukaan pertama di dunia melalui perkemahan di Pulau Brownsea, Inggris, pada tahun 1907 sebagai awal gerakan Pramuka global.
13.

Prinsip dasar kepramukaan yang menekankan kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa tercermin dalam…

  • A. Kode etik pramuka yang dirumuskan oleh pengurus pusat
  • B. Dasa Dharma Pramuka poin pertama tentang ketakwaan kepada Tuhan
  • C. Peraturan tata tertib perkemahan nasional pramuka
  • D. Program latihan mingguan di gugus depan masing-masing
Jawaban: B. Dasa Dharma Pramuka poin pertama tentang ketakwaan kepada Tuhan.
Dasa Dharma Pramuka poin pertama secara eksplisit menyebutkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama karakter seorang pramuka.
14.

Nilai pendidikan karakter yang paling menonjol dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan adalah…

  • A. Kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan
  • B. Kecerdasan intelektual, logika berpikir, dan kemampuan analitis
  • C. Kemampuan membaca peta, mendirikan tenda, dan memasak
  • D. Prestasi akademik, hafalan materi, dan nilai ujian tinggi
Jawaban: A. Kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan.
Pendidikan kepramukaan dirancang untuk mengembangkan nilai-nilai karakter seperti kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan melalui berbagai kegiatan lapangan.
15.

Seorang guru pembimbing pramuka di SD mengamati bahwa peserta didik masih sulit bekerja sama dalam regu. Langkah yang paling tepat dilakukan pembimbing adalah…

  • A. Membubarkan regu tersebut dan membentuk regu baru dengan anggota berbeda
  • B. Memberikan hukuman kepada anggota yang tidak mau bekerja sama
  • C. Merancang kegiatan yang membutuhkan kerja sama tim agar peserta belajar berkolaborasi
  • D. Mengurangi kegiatan lapangan dan memperbanyak ceramah tentang kerja sama
Jawaban: C. Merancang kegiatan yang membutuhkan kerja sama tim agar peserta belajar berkolaborasi.
Strategi pembimbingan pramuka yang efektif menggunakan pendekatan experiential learning, di mana karakter kerja sama dibentuk melalui kegiatan yang secara langsung mengharuskan kolaborasi.
16.

Konsep pembimbing pramuka yang ideal menurut prinsip kepramukaan adalah seseorang yang…

  • A. Memiliki gelar pendidikan tinggi dan pengalaman akademik yang luas
  • B. Mampu menyelesaikan semua tugas administrasi pramuka dengan cepat
  • C. Berpengalaman dalam lomba pramuka tingkat nasional dan internasional
  • D. Menjadi teladan, memiliki kompetensi kepramukaan, dan mampu membimbing peserta didik
Jawaban: D. Menjadi teladan, memiliki kompetensi kepramukaan, dan mampu membimbing peserta didik.
Pembimbing atau pelatih pramuka yang ideal harus memenuhi tiga syarat utama: menjadi panutan, menguasai materi kepramukaan, dan memiliki kemampuan membimbing perkembangan peserta didik.
17.

Strategi pembimbingan kegiatan pramuka di SD yang paling sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar adalah…

  • A. Ceramah panjang tentang nilai dan sejarah kepramukaan
  • B. Belajar sambil bermain melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna
  • C. Hafalan teks sumpah pramuka setiap pertemuan latihan
  • D. Latihan fisik intensif untuk membangun ketahanan jasmani peserta didik
Jawaban: B. Belajar sambil bermain melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.
Anak usia SD belajar paling efektif melalui pendekatan bermain yang menyenangkan, sehingga strategi pembimbingan pramuka harus mengintegrasikan unsur permainan dalam setiap aktivitas.
18.

Pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat aktivitas belajar dalam pendidikan karakter disebut pendekatan…

  • A. Student-centered, karena peserta didik aktif mengonstruksi pengetahuan dan nilai
  • B. Teacher-centered, karena guru menjadi sumber utama nilai moral
  • C. Textbook-centered, karena buku teks menjadi acuan utama pendidikan karakter
  • D. Curriculum-centered, karena kurikulum nasional menentukan nilai yang harus dipelajari
Jawaban: A. Student-centered, karena peserta didik aktif mengonstruksi pengetahuan dan nilai.
Pendekatan student-centered menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang membangun pemahaman dan nilai melalui pengalaman langsung, sesuai dengan prinsip pendidikan karakter modern.
19.

Model pembelajaran yang menggunakan permasalahan nyata sebagai titik tolak untuk mengembangkan karakter peserta didik dikenal sebagai…

  • A. Model pembelajaran kooperatif berbasis kelompok kecil
  • B. Model pembelajaran langsung dengan demonstrasi guru
  • C. Model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning)
  • D. Model pembelajaran berbasis proyek tanpa batasan waktu
Jawaban: C. Model pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning).
Problem-based learning menggunakan permasalahan kontekstual sebagai stimulus bagi peserta didik untuk berpikir kritis sekaligus menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam proses pemecahan masalah.
20.

Aktivitas guru yang paling mendukung pengembangan karakter peserta didik melalui model pembelajaran penguatan pendidikan karakter adalah…

  • A. Menjelaskan materi secara rinci dan memberikan banyak latihan soal
  • B. Mewajibkan peserta didik menghafal nilai-nilai karakter dalam kurikulum
  • C. Menyediakan bahan bacaan tentang tokoh-tokoh berkarakter mulia
  • D. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menjadi contoh perilaku berkarakter
Jawaban: D. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menjadi contoh perilaku berkarakter.
Aktivitas guru yang paling efektif dalam model PPK adalah keteladanan langsung dan penciptaan lingkungan belajar yang mendukung internalisasi nilai karakter secara alami.
21.

Teori pengembangan karakter yang menekankan bahwa karakter terbentuk melalui pembiasaan berulang hingga menjadi kebiasaan permanen dikemukakan oleh…

  • A. Jean Piaget melalui teori perkembangan kognitif anak
  • B. Aristoteles melalui konsep etika keutamaan (virtue ethics)
  • C. Sigmund Freud melalui teori psikoanalisis kepribadian
  • D. B.F. Skinner melalui teori penguatan perilaku (reinforcement)
Jawaban: B. Aristoteles melalui konsep etika keutamaan (virtue ethics).
Aristoteles mengemukakan bahwa karakter terbentuk melalui kebiasaan (habituation) yang berulang, di mana tindakan baik yang dilakukan secara konsisten akan membentuk keutamaan karakter yang permanen.
22.

Korupsi dalam konteks pendidikan karakter antikorupsi didefinisikan sebagai…

  • A. Penyalahgunaan kekuasaan atau kepercayaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok secara tidak sah
  • B. Tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh pejabat pemerintah tingkat pusat
  • C. Penggunaan uang negara yang tidak sesuai dengan prosedur administrasi keuangan
  • D. Perilaku tidak jujur yang dilakukan hanya dalam lingkup birokrasi pemerintahan
Jawaban: A. Penyalahgunaan kekuasaan atau kepercayaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok secara tidak sah.
Korupsi secara konseptual didefinisikan sebagai penyalahgunaan wewenang atau kepercayaan demi keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang bertentangan dengan hukum dan norma sosial.
23.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam konteks pendidikan karakter berperan sebagai lembaga yang…

  • A. Memberikan sanksi kepada guru yang tidak melaksanakan pendidikan antikorupsi
  • B. Menerbitkan kurikulum wajib antikorupsi untuk seluruh jenjang pendidikan
  • C. Mendorong internalisasi nilai integritas melalui pendidikan antikorupsi di sekolah
  • D. Mengevaluasi pelaksanaan ujian nasional berbasis nilai kejujuran
Jawaban: C. Mendorong internalisasi nilai integritas melalui pendidikan antikorupsi di sekolah.
KPK memiliki peran dalam pendidikan dengan mendorong penanaman nilai integritas sejak dini melalui program pendidikan antikorupsi di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan jangka panjang.
24.

Nilai integritas dalam pendidikan karakter antikorupsi mencakup…

  • A. Kemampuan menganalisis laporan keuangan dengan teliti dan akurat
  • B. Keberanian melaporkan tindakan korupsi kepada aparat penegak hukum
  • C. Pengetahuan tentang jenis-jenis tindak pidana korupsi di Indonesia
  • D. Kejujuran, konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta tanggung jawab moral
Jawaban: D. Kejujuran, konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta tanggung jawab moral.
Integritas dalam pendidikan antikorupsi merujuk pada nilai kejujuran, kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, serta kesediaan mempertanggungjawabkan setiap tindakan secara moral.
25.

Strategi pendidikan karakter antikorupsi yang paling efektif untuk anak usia SD adalah…

  • A. Memberi ceramah panjang tentang bahaya korupsi dan hukumannya
  • B. Membiasakan perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari
  • C. Mengundang narapidana korupsi untuk bercerita di depan kelas
  • D. Mewajibkan hafalan pasal-pasal undang-undang antikorupsi
Jawaban: B. Membiasakan perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari.
Pendidikan antikorupsi untuk anak SD paling efektif dilakukan melalui pembiasaan nilai-nilai dasar seperti kejujuran dan tanggung jawab dalam konteks kehidupan sehari-hari yang konkret.
26.

Taktik pendidikan karakter antikorupsi yang mengintegrasikan nilai kejujuran dalam proses pembelajaran di kelas contohnya adalah…

  • A. Melaksanakan ujian tanpa pengawas dan mengedepankan kepercayaan kepada peserta didik
  • B. Mengundang pejabat KPK untuk mengisi jam pelajaran karakter setiap bulan
  • C. Memberikan nilai sempurna kepada peserta didik yang tidak pernah absen
  • D. Memasang poster antikorupsi di seluruh sudut ruang kelas
Jawaban: A. Melaksanakan ujian tanpa pengawas dan mengedepankan kepercayaan kepada peserta didik.
Ujian berbasis kepercayaan merupakan taktik nyata yang mengintegrasikan nilai kejujuran dan integritas dalam proses pembelajaran, sekaligus melatih tanggung jawab moral peserta didik.
27.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk bekerja sama dengan orang dari latar belakang berbeda adalah…

  • A. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • B. Bernalar kritis dalam menghadapi berbagai informasi
  • C. Berkebinekaan global dengan menghargai keberagaman budaya
  • D. Mandiri dalam mengelola potensi diri secara optimal
Jawaban: C. Berkebinekaan global dengan menghargai keberagaman budaya.
Dimensi berkebinekaan global dalam Profil Pelajar Pancasila mencakup kemampuan untuk menghargai perbedaan, bekerja sama lintas budaya, dan membangun hubungan positif dengan orang dari berbagai latar belakang.
28.

Profil Pelajar Pancasila dirancang sebagai…

  • A. Standar penilaian akademik peserta didik di seluruh jenjang pendidikan
  • B. Pedoman tata tertib dan disiplin peserta didik di lingkungan sekolah
  • C. Kriteria seleksi penerimaan peserta didik baru di sekolah unggulan
  • D. Gambaran karakter dan kompetensi ideal lulusan pendidikan Indonesia
Jawaban: D. Gambaran karakter dan kompetensi ideal lulusan pendidikan Indonesia.
Profil Pelajar Pancasila merupakan rumusan kompetensi dan karakter yang diharapkan dimiliki oleh setiap peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan di Indonesia.
29.

Dimensi “beriman dan berakhlak mulia” dalam Profil Pelajar Pancasila menekankan bahwa peserta didik harus…

  • A. Mengikuti semua kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah
  • B. Memiliki akhlak yang baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan
  • C. Mendapat nilai sempurna dalam mata pelajaran pendidikan agama
  • D. Menghafalkan seluruh teks doa dan ibadah sesuai agama masing-masing
Jawaban: B. Memiliki akhlak yang baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan.
Dimensi beriman dan berakhlak mulia mencakup manifestasi keimanan dalam bentuk perilaku akhlak yang baik secara menyeluruh, meliputi hubungan dengan diri sendiri, orang lain, dan alam sekitar.
30.

Dimensi “mandiri” dalam Profil Pelajar Pancasila berarti peserta didik mampu…

  • A. Mengelola diri sendiri, termasuk emosi, motivasi, dan proses belajarnya secara bertanggung jawab
  • B. Menolak semua bentuk bantuan dari guru dan orang tua dalam belajar
  • C. Membiayai kebutuhan belajar sendiri tanpa bergantung pada orang lain
  • D. Mengerjakan semua tugas tanpa berdiskusi dengan teman sekelasnya
Jawaban: A. Mengelola diri sendiri, termasuk emosi, motivasi, dan proses belajarnya secara bertanggung jawab.
Kemandirian dalam Profil Pelajar Pancasila mencakup regulasi diri yang mencakup pengelolaan emosi, motivasi intrinsik, dan kemampuan mengatur proses pembelajaran secara mandiri dan bertanggung jawab.
31.

Kemampuan bernalar kritis dalam Profil Pelajar Pancasila berbeda dari berpikir kreatif karena bernalar kritis lebih menekankan pada…

  • A. Menghasilkan ide-ide orisinal yang belum pernah ada sebelumnya
  • B. Menghubungkan berbagai ide dari disiplin ilmu yang berbeda
  • C. Menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi secara logis dan sistematis
  • D. Menciptakan karya seni yang menggabungkan berbagai unsur estetika
Jawaban: C. Menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi secara logis dan sistematis.
Bernalar kritis berfokus pada proses analisis dan evaluasi informasi secara sistematis menggunakan logika, sedangkan berpikir kreatif lebih berfokus pada penciptaan ide dan solusi baru yang orisinal.
32.

Dimensi “bergotong royong” dalam Profil Pelajar Pancasila mengacu pada kemampuan peserta didik untuk…

  • A. Membagi tugas secara adil berdasarkan kemampuan masing-masing anggota
  • B. Menyelesaikan pekerjaan fisik bersama dalam kegiatan kerja bakti sekolah
  • C. Memenangkan kompetisi kelompok melalui strategi yang terkoordinasi
  • D. Berkolaborasi dengan orang lain, berbagi, dan berkontribusi pada kepentingan bersama
Jawaban: D. Berkolaborasi dengan orang lain, berbagi, dan berkontribusi pada kepentingan bersama.
Bergotong royong dalam Profil Pelajar Pancasila adalah kemampuan untuk bekerja sama secara kolaboratif, peduli terhadap orang lain, dan memberikan kontribusi nyata demi tujuan bersama.
33.

Jika seorang peserta didik SD diajak temannya untuk mencontek saat ujian namun menolak karena menyadari tindakan itu salah, perilaku tersebut mencerminkan dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu…

  • A. Berkebinekaan global karena menghargai perbedaan pendapat
  • B. Beriman dan berakhlak mulia karena memiliki integritas moral
  • C. Bernalar kritis karena menganalisis konsekuensi dari tindakannya
  • D. Kreatif karena menemukan cara belajar sendiri tanpa bergantung pada orang lain
Jawaban: B. Beriman dan berakhlak mulia karena memiliki integritas moral.
Menolak mencontek karena kesadaran moral mencerminkan akhlak mulia yang merupakan manifestasi dari dimensi beriman dan berakhlak mulia dalam Profil Pelajar Pancasila.
34.

Kasus anak yang mengalami kesulitan bersosialisasi di sekolah karena pola asuh otoriter di rumah, jika dianalisis dari tinjauan sosiologi, disebabkan oleh…

  • A. Sosialisasi primer yang tidak optimal sehingga menghambat perkembangan keterampilan sosial
  • B. Gangguan perkembangan kognitif yang memengaruhi kemampuan beradaptasi
  • C. Faktor genetik yang menurunkan kemampuan berkomunikasi dari orang tua
  • D. Kondisi ekonomi keluarga yang membatasi pengalaman sosial anak
Jawaban: A. Sosialisasi primer yang tidak optimal sehingga menghambat perkembangan keterampilan sosial.
Dari tinjauan sosiologi, keluarga merupakan agen sosialisasi primer. Pola asuh otoriter dapat menghambat sosialisasi primer yang sehat dan berdampak pada kesulitan bersosialisasi di lingkungan sekunder seperti sekolah.
35.

Analisis kasus anak yang menunjukkan perilaku agresif di sekolah dari tinjauan psikologi dapat dikaitkan dengan teori…

  • A. Piaget yang menyatakan bahwa anak belajar melalui skema kognitif yang berkembang
  • B. Erikson yang menekankan pentingnya kepercayaan dasar pada tahap awal kehidupan
  • C. Bandura yang menjelaskan bahwa perilaku agresif dapat dipelajari melalui pengamatan dan peniruan
  • D. Kohlberg yang mengaitkan perilaku dengan tahap perkembangan moral anak
Jawaban: C. Bandura yang menjelaskan bahwa perilaku agresif dapat dipelajari melalui pengamatan dan peniruan.
Teori pembelajaran sosial Albert Bandura menyatakan bahwa perilaku agresif dapat dipelajari melalui observasi terhadap model, termasuk orang tua, teman sebaya, atau media, dan kemudian ditiru oleh anak.
36.

Kepribadian sehat dalam perspektif psikologi ditandai dengan kemampuan individu untuk…

  • A. Selalu mendapat nilai tertinggi dalam setiap aspek penilaian akademik
  • B. Tidak pernah merasakan emosi negatif seperti sedih atau marah
  • C. Memiliki banyak teman dan disukai oleh seluruh anggota masyarakat
  • D. Beradaptasi dengan lingkungan, mengelola emosi, dan berfungsi secara optimal
Jawaban: D. Beradaptasi dengan lingkungan, mengelola emosi, dan berfungsi secara optimal.
Kepribadian sehat ditandai oleh kemampuan individu untuk beradaptasi secara fleksibel, meregulasi emosi dengan sehat, dan berfungsi secara efektif dalam berbagai aspek kehidupan.
37.

Seorang anak SD kelas 4 sering berbohong kepada guru dan orang tuanya. Dari tinjauan pendidikan karakter, langkah pertama yang harus dilakukan guru adalah…

  • A. Memberikan hukuman tegas agar anak jera dan tidak mengulangi perbuatannya
  • B. Mengidentifikasi penyebab perilaku berbohong melalui pendekatan personal yang hangat
  • C. Melaporkan perilaku anak kepada kepala sekolah untuk ditindaklanjuti
  • D. Meminta orang tua untuk menambah jam belajar di rumah agar anak lebih sibuk
Jawaban: B. Mengidentifikasi penyebab perilaku berbohong melalui pendekatan personal yang hangat.
Penanganan kasus karakter dalam pendidikan harus diawali dengan identifikasi akar masalah. Pendekatan personal yang hangat memungkinkan guru memahami konteks dan penyebab perilaku sebelum menentukan intervensi yang tepat.
38.

Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan melalui integrasi nilai-nilai karakter ke dalam mata pelajaran disebut penguatan berbasis…

  • A. Intrakurikuler, karena dilakukan dalam proses pembelajaran di dalam kelas
  • B. Kokurikuler, karena dilakukan dalam kegiatan penunjang pembelajaran
  • C. Ekstrakurikuler, karena dilakukan di luar jam pelajaran wajib
  • D. Komunitas, karena melibatkan partisipasi masyarakat sekitar sekolah
Jawaban: A. Intrakurikuler, karena dilakukan dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Penguatan karakter berbasis intrakurikuler dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara langsung ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas sebagai bagian dari kurikulum resmi.
39.

Dalam konteks model pendidikan karakter, peran orang tua sebagai mitra sekolah mencakup…

  • A. Menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan karakter kepada pihak sekolah
  • B. Memberikan hadiah materi kepada anak atas setiap perilaku baik yang ditunjukkan
  • C. Memperkuat nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah melalui pembiasaan di rumah
  • D. Mengawasi guru dalam melaksanakan program pendidikan karakter di sekolah
Jawaban: C. Memperkuat nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah melalui pembiasaan di rumah.
Peran orang tua sebagai mitra sekolah adalah memperkuat dan mempertegas nilai karakter yang sudah diajarkan guru dengan menciptakan pembiasaan yang konsisten di lingkungan rumah.
40.

Menurut konsep tahap perkembangan moral Kohlberg, peserta didik yang mematuhi aturan semata-mata karena takut dihukum berada pada tahap…

  • A. Konvensional tingkat orientasi hukum dan ketertiban
  • B. Pascakonvensional tingkat prinsip etika universal
  • C. Konvensional tingkat orientasi persetujuan interpersonal
  • D. Prakonvensional tingkat orientasi hukuman dan ketaatan
Jawaban: D. Prakonvensional tingkat orientasi hukuman dan ketaatan.
Dalam teori Kohlberg, mematuhi aturan karena takut dihukum merupakan ciri khas tahap prakonvensional pertama (orientasi hukuman-ketaatan), di mana motivasi moral masih bersifat eksternal.
41.

Pendidikan karakter yang efektif harus menyentuh tiga komponen utama, yaitu…

  • A. Kurikulum, anggaran, dan sumber daya manusia
  • B. Moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral action (tindakan moral)
  • C. Visi sekolah, misi sekolah, dan tujuan pendidikan nasional
  • D. Keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai tri pusat pendidikan
Jawaban: B. Moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral action (tindakan moral).
Menurut Thomas Lickona, pendidikan karakter yang komprehensif harus mencakup tiga komponen yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action agar terbentuk karakter yang utuh dan konsisten.
42.

Penggunaan rubrik penilaian karakter oleh guru bertujuan untuk memastikan bahwa penilaian bersifat…

  • A. Konsisten dan terstandar sehingga hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan
  • B. Mudah dikerjakan oleh guru tanpa memerlukan pelatihan khusus
  • C. Cepat diselesaikan agar tidak menyita waktu pembelajaran di kelas
  • D. Menarik perhatian orang tua sehingga meningkatkan kepercayaan pada sekolah
Jawaban: A. Konsisten dan terstandar sehingga hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan.
Rubrik penilaian karakter berfungsi sebagai pedoman yang menjamin konsistensi dan standarisasi penilaian, sehingga hasil asesmen bersifat valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
43.

Perbedaan antara metode dan teknik dalam pembelajaran pendidikan karakter adalah…

  • A. Metode lebih sempit cakupannya dibanding teknik karena hanya fokus pada satu keterampilan
  • B. Teknik lebih umum dibanding metode karena mencakup keseluruhan pendekatan pembelajaran
  • C. Metode merupakan cara umum yang lebih luas, sedangkan teknik adalah cara operasional yang lebih spesifik
  • D. Metode dan teknik adalah istilah yang identik dan dapat saling menggantikan
Jawaban: C. Metode merupakan cara umum yang lebih luas, sedangkan teknik adalah cara operasional yang lebih spesifik.
Dalam hierarki pembelajaran, metode bersifat lebih umum dan menyeluruh, sementara teknik merupakan penjabaran operasional dari metode yang lebih spesifik dan langsung diterapkan dalam interaksi di kelas.
44.

Salah satu faktor yang membedakan karakter dengan moral adalah…

  • A. Karakter bersifat bawaan sejak lahir, sedangkan moral diperoleh melalui pendidikan
  • B. Karakter hanya berlaku dalam konteks keagamaan, sedangkan moral berlaku universal
  • C. Karakter tidak dapat diubah setelah individu mencapai usia dewasa
  • D. Moral merujuk pada norma yang ditetapkan secara sosial, sedangkan karakter adalah internalisasi nilai dalam diri individu
Jawaban: D. Moral merujuk pada norma yang ditetapkan secara sosial, sedangkan karakter adalah internalisasi nilai dalam diri individu.
Moral bersifat eksternal dan merupakan norma sosial yang disepakati bersama, sedangkan karakter merupakan wujud internalisasi nilai-nilai moral yang telah menjadi bagian dari diri individu secara mendalam.
45.

Kegiatan pramuka seperti perkemahan bersama (jambore) berkontribusi pada pembentukan karakter peserta didik karena…

  • A. Menambah pengetahuan akademik melalui materi yang disampaikan di perkemahan
  • B. Melatih kemandirian, solidaritas, dan kemampuan beradaptasi dalam situasi nyata
  • C. Meningkatkan prestasi belajar peserta didik di seluruh mata pelajaran
  • D. Memenuhi persyaratan administrasi kepramukaan yang ditetapkan Kwartir Nasional
Jawaban: B. Melatih kemandirian, solidaritas, dan kemampuan beradaptasi dalam situasi nyata.
Perkemahan bersama menciptakan situasi yang menuntut peserta didik untuk mandiri, saling membantu, dan beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dari keseharian, sehingga efektif membentuk karakter.
46.

Jika ditemukan anak yang menunjukkan gejala tidak peduli terhadap perasaan orang lain dan sering memanipulasi teman, dari perspektif psikologi, anak tersebut kemungkinan mengalami hambatan dalam perkembangan…

  • A. Empati, yaitu kemampuan merasakan dan memahami perasaan orang lain
  • B. Kecerdasan logis-matematis yang memengaruhi kemampuan berpikir sistematis
  • C. Memori jangka panjang yang memengaruhi kemampuan mengingat aturan sosial
  • D. Kemampuan berbahasa yang menghambat komunikasi dengan teman sebaya
Jawaban: A. Empati, yaitu kemampuan merasakan dan memahami perasaan orang lain.
Ketidakpedulian terhadap perasaan orang lain dan kecenderungan memanipulasi merupakan indikator hambatan dalam perkembangan empati, yang merupakan komponen penting dalam kecerdasan emosional dan pembentukan karakter.
47.

Pendekatan “whole school approach” dalam implementasi pendidikan karakter berarti…

  • A. Seluruh mata pelajaran diajarkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok
  • B. Pendidikan karakter hanya dilaksanakan pada jam pelajaran penuh tanpa istirahat
  • C. Pendidikan karakter dilaksanakan secara menyeluruh melibatkan semua warga dan aspek kehidupan sekolah
  • D. Seluruh peserta didik wajib mengikuti setiap program pendidikan karakter tanpa terkecuali
Jawaban: C. Pendidikan karakter dilaksanakan secara menyeluruh melibatkan semua warga dan aspek kehidupan sekolah.
Pendekatan whole school approach menekankan bahwa pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab satu guru atau satu mata pelajaran, melainkan melibatkan seluruh ekosistem sekolah secara terpadu.
48.

Penilaian diri (self-assessment) dalam asesmen pendidikan karakter memiliki keunggulan karena…

  • A. Menghasilkan data yang paling akurat karena peserta didik tidak bisa berbohong kepada diri sendiri
  • B. Lebih efisien karena tidak memerlukan waktu khusus dari guru untuk melaksanakannya
  • C. Menghasilkan nilai numerik yang dapat langsung dimasukkan ke rapor peserta didik
  • D. Mendorong peserta didik untuk berefleksi terhadap perilaku dan perkembangan karakternya sendiri
Jawaban: D. Mendorong peserta didik untuk berefleksi terhadap perilaku dan perkembangan karakternya sendiri.
Keunggulan utama penilaian diri adalah membangun kesadaran diri (self-awareness) peserta didik melalui proses refleksi, yang merupakan komponen penting dalam pembentukan karakter yang berkelanjutan.
49.

Guru yang menerapkan model pembelajaran penguatan pendidikan karakter (PPK) harus memahami bahwa tujuan utamanya adalah…

  • A. Meningkatkan nilai akademik peserta didik pada setiap mata pelajaran
  • B. Membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat sebagai dasar kehidupan
  • C. Memenuhi target kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat
  • D. Mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi ujian nasional berbasis karakter
Jawaban: B. Membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat sebagai dasar kehidupan.
Tujuan utama model PPK adalah pembentukan karakter yang kokoh pada diri peserta didik sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan, bukan sekadar pencapaian nilai akademik atau pemenuhan target administratif.
50.

Menuju kepribadian sehat pada anak usia SD dapat diwujudkan melalui lingkungan sekolah yang mendukung, antara lain dengan…

  • A. Menciptakan iklim kelas yang aman, penuh kasih sayang, dan menghargai setiap individu
  • B. Memperbanyak kompetisi akademik untuk melatih daya saing dan ketangguhan
  • C. Memberikan nilai sempurna kepada semua peserta didik agar merasa percaya diri
  • D. Memisahkan peserta didik berdasarkan kemampuan agar pembelajaran lebih efisien
Jawaban: A. Menciptakan iklim kelas yang aman, penuh kasih sayang, dan menghargai setiap individu.
Kepribadian sehat anak berkembang optimal dalam lingkungan yang aman secara psikologis, hangat, dan penuh penerimaan, karena kondisi tersebut memenuhi kebutuhan dasar rasa aman dan dihargai setiap individu.

Satu hal yang sering diabaikan mahasiswa adalah konsistensi kecil yang dilakukan setiap hari justru jauh lebih berdampak dibanding belajar maraton semalam sebelum ujian. Mengerjakan soal UAS UT SPGK4105 Literasi Karakter dan Kepramukaan secara bertahap melatih otak.

Kenali juga format ujian yang akan Anda hadapi. Apakah melalui Ujian Tatap Muka (UTM) yang menuntut ketangkasan menjawab di tempat, Ujian Online (UO) yang membutuhkan koneksi dan fokus ekstra, atau Take Home Exam (THE).

Pada akhirnya, nilai hanyalah cerminan kecil dari proses panjang yang telah Anda jalani. Yang jauh lebih berharga adalah pemahaman yang Anda bawa pulang dari mata kuliah ini, bahwa menjadi warga negara yang berkarakter bukan cita-cita abstrak, melainkan pilihan nyata yang bisa dimulai dari bangku kuliah.

Bagikan:

error: Content is protected !!