'" />

Soalut.com

★★★★★ 4.8 · Gratis · soalut.com
Akses cepat Tanpa browser Gratis 100%

Berhasil diinstall! 🎉

Soalut kini ada di layar utama HP kamu. Selamat belajar!

Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.

Donasi sekarang

Soal UAS UT SPGK4307 Bimbingan Konseling di SD dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT SPGK4307 Bimbingan Konseling di SD dan Kunci Jawaban
Soal UT SPGK4307 Bimbingan Konseling di SD

Salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh adalah SPGK4307 Bimbingan Konseling di SD. Lebih dari sekadar mata kuliah akademik biasa, SPGK4307 hadir untuk membentuk calon pendidik yang peka terhadap kebutuhan siswa, mampu memberikan pendampingan yang tepat.

Berlatih mengerjakan Soal UAS UT SPGK4307 Bimbingan Konseling di SD adalah langkah cerdas yang sering diremehkan. Anda tidak hanya berkenalan dengan pola Soal Ujian UT, tetapi juga melatih ketajaman analitis dalam membaca pertanyaan, baik untuk format Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), maupun Take Home Exam (THE).

Artikel ini hadir sebagai teman belajar Anda dalam menghadapi Soal UAS UT, lengkap dengan gambaran ruang lingkup materi dan strategi belajar yang bisa langsung diterapkan. Dengan memanfaatkan Soal Latihan UT dan Kisi-kisi Soal UT yang tepat.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UAS UT SPGK4307 Bimbingan Konseling di SD

1.

Bimbingan dan konseling di sekolah dasar merupakan layanan yang diberikan kepada peserta didik untuk membantu mereka mencapai perkembangan yang optimal. Pengertian bimbingan menurut konsep dasar BK di SD adalah…

  • A. Proses pemberian nasihat langsung dari guru kepada siswa yang bermasalah
  • B. Proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang ahli kepada individu agar dapat mengembangkan dirinya secara optimal
  • C. Kegiatan pembelajaran tambahan yang dirancang untuk siswa berprestasi rendah
  • D. Pemberian hukuman dan penghargaan sebagai bentuk pembinaan perilaku siswa
Jawaban: B. Proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang ahli kepada individu agar dapat mengembangkan dirinya secara optimal.
Bimbingan didefinisikan sebagai proses pemberian bantuan oleh ahli kepada individu, bukan sekadar pemberian nasihat atau hukuman, dengan tujuan membantu individu mencapai perkembangan optimal sesuai konsep dasar BK di SD.
2.

Fungsi bimbingan dan konseling yang bertujuan mencegah berkembangnya masalah yang mungkin dialami peserta didik disebut fungsi…

  • A. Pencegahan (preventif)
  • B. Pengentasan (kuratif)
  • C. Pemeliharaan (preservatif)
  • D. Pengembangan (developmental)
Jawaban: A. Pencegahan (preventif).
Fungsi pencegahan atau preventif dalam BK bertujuan agar peserta didik terhindar dari berbagai permasalahan yang dapat mengganggu perkembangan dan proses belajarnya.
3.

Tujuan umum bimbingan dan konseling di sekolah dasar adalah untuk membantu peserta didik agar…

  • A. Memperoleh nilai akademik yang tinggi pada semua mata pelajaran
  • B. Mematuhi semua peraturan sekolah tanpa pengecualian
  • C. Dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal sesuai dengan tugas perkembangannya
  • D. Menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi dengan mandiri tanpa bantuan siapapun
Jawaban: C. Dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal sesuai dengan tugas perkembangannya.
Tujuan umum BK di SD adalah membantu peserta didik mengembangkan segenap potensinya secara optimal, mencakup aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier sesuai tugas perkembangan masing-masing.
4.

Prinsip bimbingan dan konseling yang menyatakan bahwa layanan BK harus diberikan kepada semua peserta didik, bukan hanya kepada mereka yang bermasalah, dikenal sebagai prinsip…

  • A. Prinsip kerahasiaan
  • B. Prinsip kesukarelaan
  • C. Prinsip kedinamisan
  • D. Prinsip layanan untuk semua
Jawaban: D. Prinsip layanan untuk semua.
Prinsip layanan untuk semua menegaskan bahwa BK tidak hanya ditujukan kepada peserta didik bermasalah, melainkan kepada seluruh peserta didik agar semua mendapat kesempatan berkembang secara optimal.
5.

Asas bimbingan dan konseling yang mewajibkan konselor untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dari konseli disebut asas…

  • A. Asas keterbukaan
  • B. Asas kerahasiaan
  • C. Asas kemandirian
  • D. Asas kekinian
Jawaban: B. Asas kerahasiaan.
Asas kerahasiaan merupakan asas kunci dalam BK yang mengharuskan konselor merahasiakan data dan informasi tentang konseli agar kepercayaan konseli terjaga dan proses konseling berjalan efektif.
6.

Layanan bimbingan dan konseling yang bertujuan membantu konseli memahami dan menerima dirinya sendiri serta lingkungannya disebut layanan…

  • A. Layanan konseling perorangan
  • B. Layanan bimbingan kelompok
  • C. Layanan orientasi
  • D. Layanan mediasi
Jawaban: C. Layanan orientasi.
Layanan orientasi dirancang untuk membantu peserta didik memahami lingkungan baru, termasuk dirinya sendiri, agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi sekolah dan lingkungan barunya secara efektif.
7.

Salah satu jenis layanan BK yang memberikan informasi kepada peserta didik tentang berbagai hal yang diperlukan untuk pengembangan diri, seperti informasi tentang karier dan pendidikan lanjutan, adalah layanan…

  • A. Layanan informasi
  • B. Layanan penempatan dan penyaluran
  • C. Layanan penguasaan konten
  • D. Layanan konsultasi
Jawaban: A. Layanan informasi.
Layanan informasi bertujuan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan peserta didik untuk memahami diri dan lingkungannya, termasuk informasi pendidikan dan karier, guna mendukung pengembangan diri yang optimal.
8.

Seorang guru SD menempatkan seorang siswa pada kelompok belajar tertentu berdasarkan kemampuan dan minatnya agar siswa dapat berkembang secara optimal. Jenis layanan BK yang dilaksanakan guru tersebut adalah layanan…

  • A. Layanan orientasi
  • B. Layanan informasi
  • C. Layanan bimbingan kelompok
  • D. Layanan penempatan dan penyaluran
Jawaban: D. Layanan penempatan dan penyaluran.
Layanan penempatan dan penyaluran bertujuan menempatkan peserta didik pada posisi, kelompok, atau kegiatan yang sesuai dengan potensi dan minatnya agar dapat berkembang secara optimal.
9.

Karakteristik perkembangan peserta didik SD pada aspek fisik-motorik yang membedakannya dari anak usia dini adalah…

  • A. Kemampuan motorik halus belum berkembang sama sekali
  • B. Koordinasi motorik kasar dan halus semakin meningkat dan lebih terkontrol
  • C. Pertumbuhan fisik berlangsung sangat cepat seperti masa bayi
  • D. Anak lebih banyak menggunakan motorik kasar daripada motorik halus
Jawaban: B. Koordinasi motorik kasar dan halus semakin meningkat dan lebih terkontrol.
Pada usia sekolah dasar, perkembangan fisik-motorik ditandai dengan meningkatnya koordinasi antara motorik kasar dan halus yang semakin baik dan terkontrol, berbeda dengan anak usia dini yang masih dalam tahap awal perkembangan motorik.
10.

Menurut teori perkembangan kognitif Piaget, peserta didik SD yang berada pada tahap operasional konkret memiliki kemampuan untuk…

  • A. Berpikir secara abstrak dan hipotetis tentang hal-hal yang belum pernah dialami
  • B. Memahami simbol-simbol tanpa perlu benda konkret sebagai bantuan
  • C. Melakukan operasi logis pada objek konkret yang dapat diamati secara langsung
  • D. Mengembangkan bahasa tanpa perlu pengalaman langsung dengan lingkungan
Jawaban: C. Melakukan operasi logis pada objek konkret yang dapat diamati secara langsung.
Tahap operasional konkret (usia 7-12 tahun) ditandai oleh kemampuan anak melakukan operasi logis seperti klasifikasi, seriasi, dan konservasi, namun masih terbatas pada objek yang nyata dan dapat diamati.
11.

Upaya bimbingan yang dapat dilakukan guru SD untuk membantu peserta didik mengoptimalkan perkembangan fisik-motoriknya adalah…

  • A. Memberikan kesempatan bermain dan beraktivitas fisik yang terstruktur
  • B. Mengurangi jam istirahat agar waktu belajar akademik lebih banyak
  • C. Melarang kegiatan fisik yang berisiko agar siswa tidak cedera
  • D. Memfokuskan seluruh pembelajaran pada aspek kognitif semata
Jawaban: A. Memberikan kesempatan bermain dan beraktivitas fisik yang terstruktur.
Aktivitas fisik terstruktur membantu mengembangkan koordinasi motorik, kekuatan, dan keseimbangan peserta didik SD sehingga perkembangan fisik-motorik dapat berlangsung secara optimal.
12.

Perkembangan bahasa peserta didik SD ditandai oleh kemampuan yang semakin baik dalam memahami dan menggunakan kosa kata. Upaya bimbingan yang tepat untuk mendukung perkembangan bahasa tersebut adalah…

  • A. Melarang penggunaan bahasa daerah di lingkungan sekolah
  • C. Memberikan hukuman kepada siswa yang membuat kesalahan berbahasa
  • C. Membatasi interaksi antarsiswa agar komunikasi lebih terkontrol
  • D. Mendorong kebiasaan membaca dan memberikan latihan berbicara di depan kelas
Jawaban: D. Mendorong kebiasaan membaca dan memberikan latihan berbicara di depan kelas.
Kebiasaan membaca memperkaya kosa kata, sedangkan latihan berbicara meningkatkan kemampuan mengekspresikan ide, keduanya merupakan upaya bimbingan yang efektif untuk mendukung perkembangan bahasa peserta didik SD.
13.

Perkembangan sosial peserta didik SD ditandai oleh meningkatnya orientasi terhadap kelompok teman sebaya. Implikasi bimbingan yang paling tepat dari kondisi tersebut adalah…

  • A. Memisahkan peserta didik dari pengaruh teman sebaya agar lebih mandiri
  • B. Memanfaatkan dinamika kelompok teman sebaya sebagai media bimbingan sosial
  • C. Melarang pembentukan kelompok bermain di luar kegiatan akademik
  • D. Mengalihkan perhatian peserta didik dari teman sebaya ke kegiatan individual
Jawaban: B. Memanfaatkan dinamika kelompok teman sebaya sebagai media bimbingan sosial.
Karena peserta didik SD sangat dipengaruhi teman sebaya, guru BK dapat memanfaatkan kelompok tersebut sebagai media untuk mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan kerja sama yang positif.
14.

Perkembangan moral peserta didik SD menurut Kohlberg berada pada tahap konvensional awal, yang ditandai oleh kecenderungan anak untuk…

  • A. Mempertimbangkan prinsip etika universal dalam setiap pengambilan keputusan
  • B. Mengabaikan peraturan kelompok dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi
  • C. Berperilaku sesuai aturan karena ingin mendapat persetujuan dari orang lain
  • D. Menilai perbuatan hanya dari akibat fisik yang diterimanya
Jawaban: C. Berperilaku sesuai aturan karena ingin mendapat persetujuan dari orang lain.
Pada tahap konvensional awal (tahap 3 Kohlberg), anak bertindak sesuai harapan orang di sekitarnya, terutama ingin diakui sebagai anak baik oleh keluarga dan teman, bukan karena pemahaman prinsip moral yang mendalam.
15.

Istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses pengumpulan informasi tentang peserta didik secara sistematis guna memahami kebutuhan, kekuatan, dan kelemahannya dalam konteks BK SD adalah…

  • A. Asesmen
  • B. Evaluasi
  • C. Diagnosis
  • D. Supervisi
Jawaban: A. Asesmen.
Asesmen dalam konteks BK adalah proses sistematis mengumpulkan informasi tentang peserta didik untuk memahami kondisi, kebutuhan, serta potensinya sebagai dasar perancangan layanan bimbingan yang tepat.
16.

Prinsip asesmen yang menekankan bahwa data yang dikumpulkan harus benar-benar mencerminkan kondisi nyata peserta didik, bukan dipengaruhi oleh bias atau kesalahan pengukuran, disebut prinsip…

  • A. Prinsip komprehensif
  • B. Prinsip berkelanjutan
  • C. Prinsip kerahasiaan
  • D. Prinsip validitas dan reliabilitas
Jawaban: D. Prinsip validitas dan reliabilitas.
Validitas memastikan instrumen asesmen mengukur hal yang sebenarnya ingin diukur, sedangkan reliabilitas memastikan hasil yang konsisten, keduanya penting agar data asesmen mencerminkan kondisi nyata peserta didik.
17.

Teknik asesmen yang dilakukan dengan cara mengamati perilaku peserta didik secara langsung dalam situasi nyata tanpa melibatkan alat tes tertulis disebut teknik…

  • A. Teknik tes psikologis
  • B. Teknik observasi
  • C. Teknik sosiometri
  • D. Teknik angket
Jawaban: B. Teknik observasi.
Observasi adalah teknik asesmen non-tes yang dilakukan dengan mengamati perilaku peserta didik secara langsung dalam situasi nyata, sehingga data yang diperoleh bersifat autentik dan kontekstual.
18.

Seorang guru BK ingin mengetahui pola hubungan pertemanan dan kedudukan sosial setiap siswa dalam kelompok kelasnya. Teknik asesmen yang paling tepat digunakan adalah…

  • A. Wawancara mendalam
  • B. Angket tertutup
  • C. Sosiometri
  • D. Studi kasus
Jawaban: C. Sosiometri.
Sosiometri adalah teknik asesmen yang khusus dirancang untuk memetakan pola hubungan sosial antarpeserta didik dalam suatu kelompok, termasuk mengidentifikasi siswa yang populer, terisolir, atau ditolak oleh teman-temannya.
19.

Data hasil asesmen peserta didik yang mencakup latar belakang keluarga, kondisi sosial-ekonomi, dan riwayat pendidikan biasanya dikumpulkan melalui teknik…

  • A. Kunjungan rumah dan studi dokumentasi
  • B. Tes intelegensi terstandar
  • C. Sosiometri antarkelas
  • D. Observasi perilaku di kelas
Jawaban: A. Kunjungan rumah dan studi dokumentasi.
Kunjungan rumah memungkinkan konselor memperoleh data langsung tentang kondisi keluarga, sedangkan studi dokumentasi memberikan informasi riwayat pendidikan dan kondisi sosial-ekonomi peserta didik secara komprehensif.
20.

Pemanfaatan data hasil asesmen dalam BK di SD bertujuan utama untuk…

  • A. Memberi label dan mengategorikan peserta didik berdasarkan kemampuannya
  • B. Melaporkan kondisi siswa kepada orang tua tanpa tindak lanjut
  • C. Menyusun peringkat prestasi akademik siswa di kelas
  • D. Merancang dan menetapkan program layanan BK yang sesuai kebutuhan peserta didik
Jawaban: D. Merancang dan menetapkan program layanan BK yang sesuai kebutuhan peserta didik.
Data hasil asesmen merupakan dasar utama dalam perencanaan program BK, sehingga layanan yang diberikan benar-benar relevan dan responsif terhadap kebutuhan nyata peserta didik.
21.

Landasan hukum yang menjadi dasar penyelenggaraan BK di sekolah dasar di Indonesia adalah…

  • A. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  • B. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • C. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  • D. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
Jawaban: B. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 merupakan landasan hukum utama yang mengatur penyelenggaraan pendidikan nasional, termasuk layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari sistem pendidikan.
22.

Visi program BK di sekolah dasar yang baik harus mencerminkan…

  • A. Target jumlah siswa yang akan ditangani dalam satu tahun ajaran
  • B. Anggaran yang tersedia untuk pelaksanaan program BK
  • C. Gambaran ideal tentang kondisi peserta didik yang ingin dicapai melalui layanan BK
  • D. Jadwal kegiatan layanan BK yang telah disusun oleh konselor
Jawaban: C. Gambaran ideal tentang kondisi peserta didik yang ingin dicapai melalui layanan BK.
Visi program BK merupakan pernyataan tentang kondisi ideal peserta didik yang ingin diwujudkan melalui penyelenggaraan layanan BK, menjadi arah dan inspirasi bagi seluruh kegiatan bimbingan.
23.

Analisis kebutuhan peserta didik dalam perencanaan program BK di SD dilakukan dengan tujuan…

  • A. Memastikan program BK dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata peserta didik
  • B. Menentukan jumlah guru BK yang dibutuhkan sekolah
  • C. Membandingkan prestasi akademik antara kelas satu dengan kelas lainnya
  • D. Menyusun jadwal pelajaran yang efektif untuk seluruh kelas
Jawaban: A. Memastikan program BK dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata peserta didik.
Analisis kebutuhan dilakukan agar program BK yang dirancang benar-benar relevan, responsif, dan efektif dalam menjawab permasalahan serta kebutuhan perkembangan peserta didik yang sesungguhnya.
24.

Aspek layanan BK yang mencakup upaya membantu peserta didik merencanakan dan mengarahkan masa depan pendidikan serta kariernya disebut bidang layanan…

  • A. Bimbingan pribadi
  • B. Bimbingan sosial
  • C. Bimbingan belajar
  • D. Bimbingan karier
Jawaban: D. Bimbingan karier.
Bimbingan karier bertujuan membantu peserta didik memahami potensi, minat, dan bakat dirinya, serta mengarahkan mereka untuk merencanakan pendidikan dan karier masa depan secara lebih terarah.
25.

Dalam menyusun rencana operasional BK di SD, langkah yang harus dilakukan setelah penetapan tujuan program adalah…

  • A. Menyusun laporan evaluasi program tahun sebelumnya
  • B. Menentukan jenis layanan, materi, dan jadwal pelaksanaan yang spesifik
  • C. Memilih konseli yang akan menjadi prioritas layanan
  • D. Melaksanakan evaluasi hasil layanan kepada seluruh peserta didik
Jawaban: B. Menentukan jenis layanan, materi, dan jadwal pelaksanaan yang spesifik.
Setelah tujuan program ditetapkan, langkah berikutnya dalam rencana operasional adalah menjabarkan kegiatan secara konkret, meliputi pemilihan jenis layanan, materi yang akan disampaikan, serta jadwal pelaksanaannya.
26.

Strategi penyelenggaraan BK yang melibatkan kerja sama antara konselor dengan berbagai pihak di luar sekolah, seperti psikolog, dokter, dan lembaga sosial, untuk memberikan layanan terbaik kepada peserta didik, dikenal sebagai strategi…

  • A. Strategi konseling individual
  • B. Strategi bimbingan klasikal
  • C. Strategi alih tangan kasus (referal)
  • D. Strategi konsultasi dengan orang tua
Jawaban: C. Strategi alih tangan kasus (referal).
Alih tangan kasus atau referal adalah strategi BK yang dilakukan ketika masalah peserta didik berada di luar kewenangan konselor, sehingga peserta didik diarahkan kepada ahli atau lembaga yang lebih kompeten.
27.

Peran utama guru SD dalam pelaksanaan BK di sekolah dasar, mengingat belum tersedianya konselor khusus, adalah sebagai…

  • A. Konselor sekolah yang menangani kebutuhan bimbingan peserta didik secara terpadu
  • B. Pengawas yang memantau kepatuhan siswa terhadap peraturan sekolah
  • C. Administrator yang mencatat semua masalah siswa dalam buku kasus
  • D. Mediator antara orang tua dan kepala sekolah dalam penyelesaian konflik
Jawaban: A. Konselor sekolah yang menangani kebutuhan bimbingan peserta didik secara terpadu.
Di SD yang belum memiliki konselor khusus, guru kelas berperan ganda sebagai konselor sekolah yang bertanggung jawab memberikan layanan bimbingan dan konseling secara terpadu dalam kegiatan sehari-hari.
28.

Tanggung jawab guru SD dalam BK yang berkaitan dengan aspek akademik adalah…

  • A. Menentukan program remedial sesuai kebijakan dinas pendidikan setempat
  • B. Melaporkan perkembangan akademik siswa kepada kepala sekolah setiap bulan
  • C. Memberikan hukuman akademik kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas
  • D. Membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar agar dapat mencapai potensi akademiknya
Jawaban: D. Membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar agar dapat mencapai potensi akademiknya.
Salah satu tanggung jawab utama guru dalam BK adalah memberikan bimbingan belajar, termasuk mendeteksi dan membantu mengatasi kesulitan belajar agar setiap siswa dapat berkembang secara akademik sesuai potensinya.
29.

Metode pendekatan BK di SD yang dilakukan melalui kegiatan kelompok, seperti diskusi dan permainan peran, untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan sosial disebut pendekatan…

  • A. Pendekatan individual
  • B. Pendekatan kelompok
  • C. Pendekatan klasikal
  • D. Pendekatan konsultasi
Jawaban: B. Pendekatan kelompok.
Pendekatan kelompok dalam BK memanfaatkan dinamika interaksi antaranggota kelompok untuk mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan kemampuan kerja sama peserta didik dalam suasana yang menyenangkan.
30.

Seorang guru SD menerapkan metode bermain peran (role playing) untuk membantu siswanya memahami cara menyelesaikan konflik dengan teman. Metode ini termasuk dalam pendekatan BK yang bersifat…

  • A. Direktif dan otoriter
  • B. Psikoanalitik
  • C. Eksperiensial dan humanistik
  • D. Behavioristik murni
Jawaban: C. Eksperiensial dan humanistik.
Bermain peran merupakan metode experiential learning yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik, sesuai dengan pendekatan humanistik yang menekankan keterlibatan aktif dan pengalaman nyata dalam proses belajar.
31.

Implementasi kegiatan BK di SD yang dilakukan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran disebut…

  • A. Bimbingan terpadu dalam pembelajaran
  • B. Layanan konseling kelompok reguler
  • C. Layanan responsif untuk krisis
  • D. Program dukungan sistem eksternal
Jawaban: A. Bimbingan terpadu dalam pembelajaran.
Bimbingan terpadu dalam pembelajaran merupakan pendekatan implementasi BK di SD di mana guru mengintegrasikan nilai, sikap, dan keterampilan hidup ke dalam proses pembelajaran sehari-hari secara alami dan berkelanjutan.
32.

Strategi pembelajaran berbasis bimbingan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari pengalaman nyata melalui proyek atau kegiatan autentik disebut…

  • A. Pembelajaran berbasis ceramah (lecture-based learning)
  • B. Pembelajaran berbasis hafalan (memorization-based learning)
  • C. Pembelajaran berbasis tes (test-based learning)
  • D. Pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning)
Jawaban: D. Pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman memberikan kesempatan peserta didik untuk belajar melalui pengalaman nyata, refleksi, dan penerapan, sehingga mendukung perkembangan pribadi dan sosial secara holistik.
33.

Seorang guru SD menerapkan strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari secara kolaboratif. Strategi ini paling sesuai dengan prinsip bimbingan yang menekankan…

  • A. Ketergantungan penuh siswa kepada guru sebagai sumber utama pengetahuan
  • B. Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik
  • C. Penguasaan konten akademik sebagai prioritas utama di atas segalanya
  • D. Persaingan antarindividu untuk mencapai prestasi tertinggi
Jawaban: B. Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.
Strategi pembelajaran berbasis masalah sejalan dengan prinsip bimbingan yang mengutamakan pengembangan kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah peserta didik secara kolaboratif.
34.

Definisi evaluasi program BK yang paling tepat adalah…

  • A. Proses pengukuran hasil belajar peserta didik pada akhir semester
  • B. Kegiatan pengumpulan data tentang perilaku negatif peserta didik
  • C. Proses sistematis untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan relevansi program BK
  • D. Prosedur pemberian nilai akhir kepada konselor berdasarkan kinerjanya
Jawaban: C. Proses sistematis untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan relevansi program BK.
Evaluasi program BK merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menilai sejauh mana program BK telah mencapai tujuannya, sehingga dapat dilakukan perbaikan dan pengembangan yang berkelanjutan.
35.

Tujuan evaluasi program BK di sekolah dasar adalah untuk…

  • A. Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan program dan sebagai dasar perbaikan program selanjutnya
  • B. Memberikan sanksi kepada guru BK yang tidak memenuhi target kinerja
  • C. Menetapkan peringkat sekolah berdasarkan kualitas program BK yang dimiliki
  • D. Mengumpulkan bukti administratif untuk keperluan akreditasi sekolah semata
Jawaban: A. Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan program dan sebagai dasar perbaikan program selanjutnya.
Evaluasi program BK bertujuan mengukur seberapa jauh tujuan program telah tercapai dan menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan, sehingga kualitas layanan BK dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
36.

Fungsi evaluasi BK yang berkaitan dengan upaya memberikan pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas pelaksanaan program BK disebut fungsi…

  • A. Fungsi formatif
  • B. Fungsi sumatif
  • C. Fungsi diagnostik
  • D. Fungsi akuntabilitas
Jawaban: D. Fungsi akuntabilitas.
Fungsi akuntabilitas evaluasi BK berkaitan dengan pertanggungjawaban konselor kepada pemangku kepentingan, seperti kepala sekolah, orang tua, dan komite sekolah, atas pelaksanaan dan hasil program BK.
37.

Aspek evaluasi BK yang menilai kesesuaian antara proses pelaksanaan layanan dengan rencana program yang telah ditetapkan disebut evaluasi…

  • A. Evaluasi konteks
  • B. Evaluasi proses
  • C. Evaluasi hasil
  • D. Evaluasi input
Jawaban: B. Evaluasi proses.
Evaluasi proses berfokus pada pelaksanaan program BK, menilai apakah kegiatan layanan berlangsung sesuai dengan rencana, prosedur, dan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
38.

Kriteria evaluasi yang digunakan untuk menilai apakah program BK telah mencapai tujuan yang ditetapkan dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin disebut kriteria…

  • A. Efektivitas
  • B. Relevansi
  • C. Efisiensi
  • D. Ketepatan waktu
Jawaban: C. Efisiensi.
Efisiensi sebagai kriteria evaluasi mengukur kemampuan program BK mencapai tujuan dengan menggunakan sumber daya, waktu, dan biaya secara optimal, tanpa pemborosan yang tidak perlu.
39.

Model evaluasi yang paling sering digunakan dalam mengevaluasi program BK di sekolah, yang mencakup empat komponen yaitu konteks, masukan, proses, dan produk adalah model…

  • A. Model CIPP (Context, Input, Process, Product)
  • B. Model Tyler (tujuan dan pencapaian)
  • C. Model Stake (deskripsi dan pertimbangan)
  • D. Model Illuminatif (proses dan partisipasi)
Jawaban: A. Model CIPP (Context, Input, Process, Product).
Model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam mencakup empat komponen evaluasi, yaitu konteks, masukan, proses, dan produk, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas program BK secara komprehensif.
40.

Metode evaluasi program BK yang dilakukan dengan cara mengumpulkan pendapat peserta didik, orang tua, dan pihak terkait melalui instrumen tertulis secara sistematis adalah metode…

  • A. Observasi partisipatif
  • B. Wawancara mendalam
  • C. Studi kasus
  • D. Survei dengan angket atau kuesioner
Jawaban: D. Survei dengan angket atau kuesioner.
Survei menggunakan angket atau kuesioner memungkinkan pengumpulan data dari banyak responden secara efisien dan sistematis, sehingga cocok digunakan untuk mengevaluasi program BK dari berbagai sudut pandang pemangku kepentingan.
41.

Prosedur evaluasi program BK yang dilakukan sebelum program dimulai untuk memastikan kesiapan sumber daya dan relevansi rancangan program disebut evaluasi…

  • A. Evaluasi sumatif
  • B. Evaluasi antisipatif atau pra-program
  • C. Evaluasi formatif
  • D. Evaluasi dampak jangka panjang
Jawaban: B. Evaluasi antisipatif atau pra-program.
Evaluasi pra-program dilakukan sebelum program BK dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesiapan sumber daya, kelayakan rancangan, serta memastikan relevansi program dengan kebutuhan peserta didik yang telah diidentifikasi.
42.

Laporan evaluasi program BK yang baik harus mencantumkan rekomendasi. Rekomendasi dalam laporan evaluasi BK berfungsi untuk…

  • A. Menyalahkan pihak-pihak yang dianggap menyebabkan kegagalan program
  • B. Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan selama program
  • C. Memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan dan peningkatan program BK ke depan
  • D. Menyajikan data statistik perbandingan antar sekolah dalam satu wilayah
Jawaban: C. Memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan dan peningkatan program BK ke depan.
Rekomendasi dalam laporan evaluasi BK bersifat konstruktif dan berorientasi ke depan, memberikan saran konkret tentang aspek-aspek yang perlu diperbaiki agar program BK periode berikutnya lebih efektif dan berkualitas.
43.

Tindak lanjut evaluasi program BK yang dilakukan apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa suatu layanan tidak efektif adalah…

  • A. Merevisi atau mengganti layanan tersebut dengan layanan yang lebih sesuai kebutuhan
  • B. Mempertahankan layanan karena sudah direncanakan dari awal tahun ajaran
  • C. Menambah frekuensi pelaksanaan layanan yang tidak efektif tersebut
  • D. Melimpahkan tanggung jawab pelaksanaan kepada guru lain
Jawaban: A. Merevisi atau mengganti layanan tersebut dengan layanan yang lebih sesuai kebutuhan.
Tindak lanjut evaluasi yang tepat ketika suatu layanan tidak efektif adalah melakukan revisi menyeluruh atau mengganti dengan pendekatan layanan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nyata peserta didik.
44.

Asas kesukarelaan dalam BK mengharuskan bahwa proses bimbingan dan konseling hendaknya berlangsung atas dasar…

  • A. Instruksi resmi dari kepala sekolah kepada peserta didik
  • B. Paksaan orang tua agar anak mau mengikuti bimbingan
  • C. Kewajiban yang tercantum dalam tata tertib sekolah
  • D. Kemauan dan kesadaran peserta didik sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun
Jawaban: D. Kemauan dan kesadaran peserta didik sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun.
Asas kesukarelaan menekankan bahwa konseli harus datang dan mengikuti proses bimbingan atas kemauan sendiri, karena keterpaksaan akan menghambat keterbukaan dan efektivitas proses konseling.
45.

Seorang guru SD mendapati bahwa salah satu siswanya selalu menghindari pelajaran matematika dan menunjukkan kecemasan saat ujian. Langkah pertama yang seharusnya dilakukan guru berdasarkan pendekatan BK adalah…

  • A. Memberikan hukuman agar siswa lebih termotivasi belajar matematika
  • B. Melakukan asesmen untuk mengidentifikasi penyebab kecemasan dan kesulitan belajar siswa tersebut
  • C. Segera merujuk siswa ke psikolog tanpa analisis lebih lanjut
  • D. Meminta orang tua untuk memberikan les tambahan di rumah
Jawaban: B. Melakukan asesmen untuk mengidentifikasi penyebab kecemasan dan kesulitan belajar siswa tersebut.
Asesmen merupakan langkah awal yang esensial dalam BK, karena tanpa memahami akar penyebab masalah, intervensi yang diberikan tidak akan tepat sasaran dan tidak efektif membantu peserta didik.
46.

Guru kelas VI SD menemukan dua siswanya yang terlibat konflik berkepanjangan. Guru tersebut mengundang keduanya dan memfasilitasi dialog agar mereka dapat menyelesaikan perbedaan secara damai. Layanan BK yang diterapkan guru adalah…

  • A. Layanan konseling perorangan
  • B. Layanan bimbingan kelompok
  • C. Layanan mediasi
  • D. Layanan advokasi
Jawaban: C. Layanan mediasi.
Layanan mediasi adalah layanan BK di mana konselor berperan sebagai pihak ketiga yang netral untuk memfasilitasi penyelesaian konflik antara dua pihak yang berselisih secara damai dan konstruktif.
47.

Guru BK SD menganalisis data hasil evaluasi dan menemukan bahwa program bimbingan sosial berjalan efektif, namun program bimbingan belajar perlu diperbaiki. Berdasarkan analisis ini, tindakan yang tepat adalah…

  • A. Mempertahankan program bimbingan sosial dan merevisi program bimbingan belajar berdasarkan temuan evaluasi
  • B. Menghapus seluruh program dan memulai dari awal
  • C. Mengalihkan anggaran program bimbingan belajar untuk memperkuat bimbingan sosial
  • D. Melanjutkan semua program tanpa perubahan karena sudah direncanakan
Jawaban: A. Mempertahankan program bimbingan sosial dan merevisi program bimbingan belajar berdasarkan temuan evaluasi.
Tindak lanjut evaluasi yang tepat adalah berbasis bukti, yaitu mempertahankan program yang efektif dan merevisi secara spesifik program yang terbukti kurang efektif berdasarkan data evaluasi yang telah dikumpulkan.
48.

Perbedaan mendasar antara bimbingan dan konseling dalam konteks BK di SD adalah…

  • A. Bimbingan hanya diberikan kepada siswa berprestasi, sedangkan konseling untuk siswa bermasalah
  • B. Bimbingan dilaksanakan di luar jam pelajaran, sedangkan konseling di dalam jam pelajaran
  • C. Bimbingan hanya melibatkan guru, sedangkan konseling hanya melibatkan psikolog
  • D. Bimbingan bersifat lebih umum dan preventif, sedangkan konseling lebih individual dan terapeutik
Jawaban: D. Bimbingan bersifat lebih umum dan preventif, sedangkan konseling lebih individual dan terapeutik.
Bimbingan cenderung bersifat proaktif dan ditujukan kepada banyak individu untuk mencegah masalah, sedangkan konseling bersifat responsif dan individual untuk mengatasi masalah yang sudah muncul secara lebih mendalam.
49.

Seorang konselor SD merencanakan program BK tahunan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem. Pendekatan perencanaan BK ini dikenal sebagai…

  • A. Pendekatan remediatif
  • B. Pendekatan komprehensif
  • C. Pendekatan eklektik
  • D. Pendekatan direktif
Jawaban: B. Pendekatan komprehensif.
Program BK komprehensif mencakup empat komponen yaitu layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem, yang dirancang untuk melayani kebutuhan seluruh peserta didik secara menyeluruh dan terpadu.
50.

Apabila hasil evaluasi program BK menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum mencapai kompetensi kemandirian yang ditargetkan, maka implikasi bagi perencanaan program BK tahun berikutnya adalah…

  • A. Menurunkan target kompetensi kemandirian agar lebih mudah dicapai
  • B. Menghapus komponen kemandirian dari program BK karena tidak realistis
  • C. Memperkuat dan menambah layanan yang mendukung pengembangan kemandirian peserta didik
  • D. Menyerahkan tanggung jawab pengembangan kemandirian sepenuhnya kepada orang tua
Jawaban: C. Memperkuat dan menambah layanan yang mendukung pengembangan kemandirian peserta didik.
Ketika evaluasi menunjukkan target belum tercapai, tindak lanjut yang tepat adalah menganalisis penyebabnya dan memperkuat komponen program yang relevan, bukan menurunkan standar atau mengabaikan kompetensi yang belum dicapai.

Konsistensi dalam mengerjakan Soal UAS UT SPGK4307 Bimbingan Konseling di SD adalah investasi belajar yang hasilnya nyata. Setiap soal yang Anda kerjakan dari Bank Soal UT bukan hanya melatih kecepatan menjawab, tetapi juga mempertajam kemampuan Anda dalam memilah informasi penting di bawah tekanan waktu ujian.

Setiap usaha yang Anda curahkan hari ini adalah fondasi dari versi terbaik diri Anda di masa depan. Percayai proses, nikmati perjalanan belajarnya, dan hadapi Soal Ujian UT dengan kepala tegak dan persiapan yang solid. Hasil terbaik menanti mereka yang mau berjuang dengan sungguh-sungguh.

Bagikan:

error: Content is protected !!