Pulang kerja, buka Modul 03 soal Manajemen Data, langsung bingung bedain DBMS sama data warehouse. Modul 05 juga tidak kalah bikin penat dengan rumus Simple Additive Weighting. Itu baru dua dari sembilan modul di STSI4301 Sistem Pendukung Keputusan. Latihan soal bisa jadi penyelamat di tengah jadwal kantor yang padat.
Modul 02 tentang Komponen SPK sering muncul bareng konsep dari Modul 04 Manajemen Model. Bukan karena materinya sulit. Dua modul ini saling terkait dan butuh pemahaman utuh. kumpulan soal UT Sains Data juga ada, kalau kamu ambil peminatan itu. Tapi fokus dulu ke kumpulan soal UAS UT yang spesifik untuk matkul ini.
Halaman ini menyediakan soal-soal yang mencakup topik penting tiap modul. Dari Managerial Decision Making sampai Organizational DSS. Setiap soal sudah dilengkapi kunci jawaban. Ada juga pembahasan singkat biar kamu paham logika jawabannya. Pelan-pelan saja kerjakan, tidak perlu buru-buru.
Soal UT STSI4301 Sistem Pendukung Keputusan
Seorang manajer dihadapkan pada situasi penurunan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak memiliki prosedur baku untuk mengatasinya. Jenis keputusan yang harus diambil manajer tersebut adalah…
Keputusan tidak terprogram bersifat baru, tidak terstruktur, dan tidak memiliki prosedur baku, sesuai dengan situasi penurunan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Seorang CEO harus memilih antara mengakuisisi perusahaan lain atau mengembangkan produk baru, namun informasi yang tersedia terbatas dan waktu pengambilan keputusan sempit. Kondisi ini paling tepat menggambarkan…
Rasionalitas terbatas menjelaskan bahwa pengambil keputusan tidak selalu mencapai solusi optimal karena adanya keterbatasan kognitif, informasi, dan waktu, seperti yang dialami CEO tersebut.
Mengidentifikasi masalah, mengembangkan alternatif, memilih alternatif, dan mengimplementasikan keputusan merupakan tahapan sistematis dalam…
Herbert Simon mengemukakan proses pengambilan keputusan melalui tahapan identifikasi masalah, pengembangan alternatif, pemilihan alternatif, hingga implementasi secara sistematis.
Keputusan pengisian ulang persediaan barang yang dilakukan setiap bulan berdasarkan aturan jumlah minimum stok dapat dikategorikan sebagai…
Keputusan terprogram bersifat rutin dan terstruktur karena memiliki aturan baku, seperti pengisian ulang persediaan berdasarkan batas minimum stok yang telah ditetapkan.
Salah satu asumsi dalam model rasional pengambilan keputusan yang membedakannya dari model perilaku adalah…
Model rasional mengasumsikan pengambil keputusan memiliki informasi lengkap dan memilih alternatif yang memaksimalkan utilitas, berbeda dengan model perilaku yang mengakui adanya pengaruh faktor psikologis dan keterbatasan.
Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi dan dukungan bagi pengambilan keputusan manajerial disebut…
Management support system adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk menyediakan informasi dan dukungan dalam pengambilan keputusan manajerial.
Manajer produksi membutuhkan laporan harian jumlah unit yang dihasilkan untuk mengawasi kinerja lini produksi, sedangkan direktur utama membutuhkan analisis tren pasar untuk menentukan ekspansi bisnis lima tahun ke depan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kebutuhan keputusan berbeda berdasarkan…
Manajer produksi bekerja pada tingkat operasional yang membutuhkan data harian, sementara direktur utama pada tingkat strategis membutuhkan analisis jangka panjang, menunjukkan bahwa kebutuhan keputusan berbeda berdasarkan tingkat manajemen.
Dalam kerangka kerja pendukung keputusan, penyediaan berbagai model analisis statistik dan simulasi untuk membantu manajer mengevaluasi alternatif termasuk dalam jenis dukungan…
Dukungan model menyediakan kemampuan analisis melalui koleksi model kuantitatif seperti model statistik dan simulasi untuk membantu evaluasi alternatif keputusan.
Kepala cabang sebuah bank memutuskan menyetujui atau menolak pengajuan kredit berdasarkan batas wewenang nominal yang telah ditetapkan kantor pusat. Jenis keputusan ini paling tepat digolongkan sebagai keputusan pada tingkat…
Keputusan pada tingkat taktis berada di antara operasional dan strategis, mencakup penerapan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen puncak dengan wewenang terbatas, seperti keputusan kredit dalam batas nominal tertentu.
Perbedaan mendasar antara dukungan data dan dukungan model dalam kerangka pendukung keputusan terletak pada…
Dukungan data berfokus pada penyediaan akses ke data yang relevan, sedangkan dukungan model berfokus pada penyediaan kemampuan analisis melalui berbagai model untuk mengevaluasi alternatif keputusan.
Karakteristik utama yang membedakan SPK dari sistem informasi manajemen adalah…
SPK dirancang khusus untuk membantu pengambil keputusan dalam menangani masalah semi-terstruktur, sedangkan SIM lebih berfokus pada penyediaan laporan untuk masalah terstruktur.
Sistem Pendukung Keputusan berkembang dari sistem informasi manajemen karena adanya kebutuhan untuk…
Evolusi SPK dari SIM didorong oleh kebutuhan organisasi untuk menangani analisis yang lebih kompleks melampaui kemampuan pelaporan rutin SIM.
Seorang analis menggunakan sistem yang menyediakan akses ke data penjualan historis serta model peramalan untuk memprediksi permintaan produk. Berdasarkan fungsi yang dijalankan, sistem tersebut paling tepat dikategorikan sebagai…
SPK membantu pengambil keputusan dengan menyediakan akses ke data dan model analitis, seperti data historis dan model peramalan untuk memprediksi permintaan, sesuai deskripsi sistem yang digunakan analis tersebut.
SPK dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan, bukan menggantikan peran pengambil keputusan. Prinsip ini paling relevan dalam konteks…
Masalah semi-terstruktur memerlukan kombinasi antara solusi terkomputerisasi dan penilaian manusia, sehingga SPK mendukung, bukan menggantikan, peran pengambil keputusan.
Sistem Pendukung Keputusan berbeda dari sistem pakar dalam hal…
SPK melibatkan pengambil keputusan manusia secara aktif dalam proses pengambilan keputusan, sedangkan sistem pakar berusaha meniru keahlian manusia dan dapat beroperasi secara lebih otonom.
Komponen SPK yang bertanggung jawab menyediakan akses ke data internal dan eksternal yang relevan bagi pengambil keputusan adalah…
Subsistem manajemen data mengelola basis data dan menyediakan akses ke data internal maupun eksternal yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Subsistem antarmuka pengguna dalam SPK memiliki peran penting karena…
Subsistem antarmuka pengguna berfungsi sebagai lapisan komunikasi yang memfasilitasi interaksi antara pengambil keputusan dengan sistem SPK, menentukan kemudahan penggunaan sistem.
Seorang manajer ingin membangun SPK yang mampu mengakses data dari berbagai departemen serta mengambil data makroekonomi dari sumber pemerintah. Komponen yang bertanggung jawab menyediakan kemampuan tersebut adalah…
Subsistem manajemen data mengelola akses terhadap data internal (antar departemen) maupun data eksternal (makroekonomi pemerintah) yang relevan bagi pengambilan keputusan.
Perbedaan tanggung jawab utama antara subsistem manajemen model dan subsistem manajemen data dalam arsitektur SPK terletak pada…
Subsistem manajemen model memproses analitis melalui koleksi model, sedangkan subsistem manajemen data bertanggung jawab mengelola akses data. Keduanya memiliki fungsi berbeda: analisis versus penyediaan data.
PT Maju Karya mengembangkan SPK yang memungkinkan direktur berinteraksi langsung melalui layar sentuh dengan grafik dan menu visual. Komponen SPK yang paling berperan dalam kemudahan interaksi ini adalah…
Subsistem antarmuka pengguna memfasilitasi interaksi antara pengambil keputusan dengan sistem melalui elemen visual seperti grafik dan menu.
Dalam model pengambilan keputusan, pengambil keputusan dipengaruhi oleh faktor psikologis, politik, dan keterbatasan informasi sehingga tidak selalu memilih alternatif yang memaksimalkan utilitas. Model ini dikenal sebagai…
Model perilaku mengakui bahwa pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor psikologis, politik, dan keterbatasan informasi, berbeda dengan model rasional yang mengasumsikan optimalisasi utilitas dengan informasi lengkap.
Perbedaan fundamental antara model rasional dan model perilaku dalam pengambilan keputusan terletak pada asumsi tentang…
Model rasional mengasumsikan kapasitas tak terbatas dan informasi lengkap, sedangkan model perilaku mengakui keterbatasan kognitif dan informasi pengambil keputusan.
Seorang direktur keuangan cenderung menganalisis data secara mendalam dan menggunakan metode kuantitatif sebelum memutuskan investasi. Gaya pengambilan keputusan yang paling sesuai dengan karakteristik tersebut adalah…
Gaya analitis ditandai dengan kecenderungan menganalisis data secara mendalam dan menggunakan pendekatan kuantitatif dalam pengambilan keputusan, berbeda dengan gaya direktif yang lebih cepat dan tegas.
Seorang manajer pemasaran lebih mengandalkan intuisi dan musyawarah tim dalam mengambil keputusan, serta sangat mempertimbangkan dampak keputusan terhadap hubungan antar karyawan. Karakteristik ini mencerminkan gaya…
Gaya perilaku berfokus pada hubungan antar manusia, mempertimbangkan dampak sosial keputusan, dan mengandalkan komunikasi serta musyawarah dalam proses pengambilan keputusan.
Model rasional mengasumsikan pengambil keputusan memiliki informasi lengkap dan memilih alternatif terbaik. Herbert Simon mengkritik asumsi ini dengan mengemukakan konsep…
Herbert Simon mengkritik model rasional melalui konsep rasionalitas terbatas, yang menyatakan manusia membuat keputusan dalam batasan kognitif, informasi, dan waktu sehingga tidak selalu mencapai optimal.
Sebuah perusahaan ritel mengelola data transaksi harian, data inventaris, dan data pelanggan untuk mendukung keputusan operasional. Proses pengelolaan data sebagai sumber daya organisasi yang mencakup akuisisi, penyimpanan, dan distribusi disebut…
Manajemen data adalah proses pengelolaan data sebagai sumber daya organisasi yang mencakup akuisisi, penyimpanan, dan distribusi data untuk mendukung pengambilan keputusan.
Manajer logistik menemukan bahwa data stok di gudang berbeda dengan data di sistem karena keterlambatan input. Masalah ini berkaitan dengan dimensi kualitas data, yaitu…
Ketepatan waktu berkaitan dengan ketersediaan data saat dibutuhkan. Keterlambatan input menyebabkan data tidak tepat waktu sehingga mengurangi kualitas data untuk pengambilan keputusan.
Kualitas data merupakan prasyarat keputusan yang efektif. Data yang tidak konsisten antar departemen paling tepat dikategorikan sebagai masalah pada dimensi…
Konsistensi berarti data tidak saling bertentangan antar sumber atau departemen. Ketidakkonsistenan data mengurangi kualitas dan keandalan informasi bagi pengambil keputusan.
Seorang analis SPK membutuhkan data pesaing dari laporan industri dan data demografi dari badan statistik. Data tersebut dikategorikan sebagai sumber data…
Data eksternal berasal dari luar organisasi, seperti laporan industri dan data badan statistik, yang relevan untuk analisis keputusan strategis.
Perbedaan antara data dan informasi dalam konteks pengambilan keputusan adalah bahwa informasi merupakan data yang telah…
Informasi adalah data yang telah diolah, diinterpretasi, dan memiliki makna bagi penerimanya dalam konteks pengambilan keputusan.
Perangkat lunak yang mengelola struktur, penyimpanan, dan akses terhadap basis data secara efisien dalam lingkungan SPK disebut…
DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak yang mengelola struktur, penyimpanan, dan akses terhadap basis data secara efisien.
PT Nusantara Energi memiliki data transaksi dari lima cabang yang tersebar di berbagai kota dan ingin menggabungkannya menjadi satu repositori terpusat untuk analisis tren penjualan tiga tahun terakhir. Solusi yang paling tepat untuk kebutuhan ini adalah…
Data warehouse merupakan repositori data terpusat yang menyimpan data historis dari berbagai sumber untuk mendukung analisis tren dan pengambilan keputusan.
Dalam pengembangan SPK, proses pengambilan data dari berbagai sumber operasional untuk dimuat ke dalam lingkungan SPK disebut…
Ekstraksi data adalah proses pengambilan data dari berbagai sumber untuk dimuat ke dalam lingkungan SPK, yang merupakan bagian dari proses ETL (Extract, Transform, Load).
Perbedaan utama antara DBMS dan basis data dalam konteks SPK adalah…
DBMS adalah perangkat lunak yang mengelola basis data, sedangkan basis data adalah kumpulan data terstruktur yang disimpan. Keduanya berbeda dalam hal perangkat lunak versus konten data.
PT Logistik Nusantara memiliki data transaksi pengiriman yang tersimpan di sistem operasional harian dan ingin memindahkan data tersebut ke dalam repositori terpisah yang dioptimalkan untuk analisis tren pengiriman tiga tahun terakhir tanpa mengganggu kinerja sistem operasional. Repositori yang paling tepat untuk kebutuhan ini adalah…
Data warehouse adalah repositori data terpusat yang menyimpan data historis dan terkini secara terpisah dari sistem operasional, dirancang khusus untuk mendukung analisis keputusan.
Seorang peneliti membuat simulasi penyebaran penyakit dengan menyederhanakan interaksi populasi ke dalam persamaan diferensial yang hanya melibatkan variabel jumlah individu rentan, terinfeksi, dan pulih dari total faktor yang sesungguhnya jauh lebih kompleks. Aktivitas peneliti tersebut merupakan penerapan dari konsep…
Model adalah representasi sederhana dari realitas yang menggambarkan hubungan antar variabel utama, mengabaikan detail yang kurang relevan untuk analisis keputusan.
Manajer keuangan menggunakan model yang hasil keluarannya selalu sama setiap kali dijalankan dengan input yang identik karena tidak mengandung unsur peluang. Model semacam ini dikategorikan sebagai…
Model deterministik menghasilkan output yang konsisten untuk input yang sama karena tidak melibatkan variabel acak, berbeda dengan model probabilistik yang mengandung unsur ketidakpastian.
Perbedaan paling mendasar antara model statis dan model dinamis dalam manajemen model terletak pada…
Model statis merepresentasikan hubungan pada satu titik waktu, sedangkan model dinamis secara eksplisit memasukkan dimensi waktu sehingga variabel berubah seiring waktu.
Fungsi manajemen model dalam SPK yang mencakup pengelolaan koleksi model untuk membantu pengguna membangun dan mengeksekusi analisis memiliki cakupan yang berbeda dari manajemen data karena…
Manajemen model berfokus pada penyediaan dan pengelolaan model analisis, sedangkan manajemen data berfokus pada akuisisi, penyimpanan, dan distribusi data.
Seorang analis mengelompokkan model dalam SPK ke dalam model yang menghasilkan output pasti dan model yang outputnya bergantung pada distribusi peluang. Dimensi klasifikasi yang digunakan analis tersebut adalah…
Klasifikasi deterministik versus probabilistik membedakan model berdasarkan ada tidaknya unsur ketidakpastian atau peluang dalam hubungan antar variabel.
Dalam arsitektur SPK, katalog yang menyimpan deskripsi dan metadata tentang model-model yang tersedia agar pengguna dapat menemukan model yang sesuai dengan masalah keputusannya disebut…
Direktori model adalah katalog yang berisi deskripsi dan informasi tentang model-model dalam basis model, memudahkan pengguna menemukan model yang tepat.
PT Mega Finance memiliki basis model yang berisi model regresi, model simulasi Monte Carlo, dan model optimasi linear. Direktur ingin mengetahui model mana yang tersedia untuk analisis risiko kredit beserta parameter yang dibutuhkan masing-masing model. Komponen SPK yang menyediakan informasi tersebut adalah…
Direktori model menyediakan katalog beserta deskripsi model, termasuk parameter yang dibutuhkan, sehingga pengguna dapat memilih model yang sesuai dengan kebutuhan analisis.
Proses menjalankan model dengan serangkaian parameter tertentu untuk menghasilkan output yang akan digunakan pengambil keputusan disebut…
Eksekusi model adalah proses menjalankan model yang telah dibangun dengan parameter spesifik untuk menghasilkan output yang membantu pengambil keputusan.
Perbedaan antara basis model dan direktori model dalam SPK adalah…
Basis model adalah koleksi model terintegrasi yang siap digunakan, sedangkan direktori model adalah katalog berisi deskripsi dan metadata tentang model-model tersebut.
Seorang pengembang SPK menambahkan model simulasi baru ke dalam sistem dan mencatat deskripsinya di katalog. Aktivitas ini menunjukkan interaksi antara…
Penambahan model ke basis model disertai pencatatan deskripsi di direktori model menunjukkan keterkaitan antara koleksi model dan katalog informasinya.
Dalam metode Simple Additive Weighting, proses menyamakan skala nilai kriteria yang memiliki satuan berbeda menjadi skala yang seragam sebelum dilakukan perhitungan total disebut…
Normalisasi nilai adalah proses menyamakan skala nilai kriteria menjadi seragam agar dapat dijumlahkan secara bermakna dalam metode SAW.
Seorang analis SDM mengevaluasi tiga kandidat untuk posisi manajer menggunakan empat kriteria: pengalaman (bobot 0,4), pendidikan (bobot 0,3), keterampilan teknis (bobot 0,2), dan keterampilan komunikasi (bobot 0,1). Ia menormalisasi nilai setiap kriteria lalu menghitung total skor dengan menjumlahkan hasil perkalian nilai normalisasi dan bobot. Metode yang digunakan analis tersebut adalah…
SAW menggunakan penjumlahan hasil perkalian nilai normalisasi dengan bobot kriteria untuk menghitung skor total setiap alternatif.
Bobot kriteria dalam metode SAW menunjukkan tingkat kepentingan relatif setiap kriteria. Jika jumlah seluruh bobot adalah 1, maka bobot 0,5 pada suatu kriteria berarti…
Bobot 0,5 dari total 1 menunjukkan bahwa kriteria tersebut menyumbang 50% dari total kepentingan seluruh kriteria dalam evaluasi.
Dalam normalisasi linier metode SAW untuk kriteria keuntungan, nilai normalisasi dihitung dengan membagi nilai alternatif dengan nilai maksimum dari semua alternatif pada kriteria tersebut. Jika tiga alternatif memiliki nilai pengalaman kerja 5, 8, dan 10 tahun, maka nilai normalisasi untuk alternatif dengan 8 tahun adalah…
Normalisasi linier untuk kriteria keuntungan menggunakan rumus nilai dibagi nilai maksimum, yaitu 8/10 = 0,80.
Perbedaan utama antara metode SAW dan WP dalam mengevaluasi alternatif terletak pada…
SAW mengagregasi dengan menjumlahkan hasil kali bobot dan nilai normalisasi, sedangkan WP mengagregasi dengan mengalikan nilai kriteria yang dipangkatkan dengan bobot.
PT Agrobisnis Nusantara mengevaluasi empat pemasok menggunakan metode WP dengan dua kriteria: harga (bobot 0,6, kriteria biaya) dan kualitas (bobot 0,4, kriteria keuntungan). Harga pemasok A adalah Rp1.000 dan kualitasnya 80, sedangkan harga pemasok B Rp1.200 dan kualitasnya 90. Jika menggunakan normalisasi standar WP, pemasok mana yang lebih diunggulkan? Gunakan perhitungan dengan normalisasi di mana kriteria biaya: nilai minimum/nilai alternatif, kriteria keuntungan: nilai alternatif/nilai maksimum, dan agregasi WP: S = Π(nilai_normalisasi)^(bobot)…
Untuk A: normalisasi harga = 1000/1000 = 1, normalisasi kualitas = 80/90 = 0,889; skor A = 1^0,6 × 0,889^0,4 = 1 × 0,954 = 0,954. Untuk B: normalisasi harga = 1000/1200 = 0,833, normalisasi kualitas = 90/90 = 1; skor B = 0,833^0,6 × 1^0,4 = 0,897 × 1 = 0,897. Skor A lebih tinggi sehingga pemasok A lebih diunggulkan.
Dalam metode Weighted Product, jika suatu alternatif memiliki nilai kriteria biaya yang sangat baik (paling rendah), maka setelah normalisasi nilai kriteria biaya tersebut akan menjadi yang tertinggi. Prinsip ini diterapkan karena…
Dalam WP, normalisasi kriteria biaya menggunakan rumus (nilai minimum/nilai alternatif), sehingga alternatif dengan nilai biaya terendah akan menghasilkan rasio tertinggi karena penyebutnya paling kecil.
Kepala produksi PT Karya Mandiri mengevaluasi tiga mesin menggunakan metode WP dengan kriteria: harga (bobot 0,5, biaya), konsumsi listrik (bobot 0,3, biaya), dan kapasitas (bobot 0,2, keuntungan). Mesin X berharga 50 juta, konsumsi 100 watt, kapasitas 200 unit. Mesin Y berharga 60 juta, konsumsi 80 watt, kapasitas 250 unit. Jika menggunakan normalisasi standar WP, faktor apa yang paling menentukan keunggulan suatu mesin…
WP menggunakan agregasi perkalian berbobot S = Π(nilai_normalisasi)^(bobot) yang menggabungkan seluruh kriteria secara simultan, sehingga keunggulan ditentukan oleh kombinasi semua faktor, bukan satu kriteria tunggal.
Perbedaan esensial antara metode SAW dan WP terletak pada cara menghitung nilai total alternatif. Dalam SAW digunakan penjumlahan terbobot, sedangkan WP menggunakan perkalian berbobot. Implikasi dari perbedaan ini adalah…
Karena WP menggunakan perkalian, jika satu kriteria bernilai sangat rendah (mendekati nol), total akan tergerus drastis. SAW dengan penjumlahan kurang sensitif terhadap satu nilai rendah karena nilai lain masih dapat mengompensasi.
Dalam metode Weighted Product, pangkat dari nilai normalisasi setiap kriteria ditentukan oleh bobot kriteria tersebut. Jika suatu kriteria memiliki bobot negatif dalam konteks tertentu, apa yang terjadi pada proses agregasi WP…
Metode Weighted Product tidak dirancang untuk menangani bobot negatif karena agregasi menggunakan pangkat akan menghasilkan nilai yang tidak terdefinisi dengan baik dalam konteks perhitungan preferensi.
Sebuah tim konsultan menggunakan AHP untuk memilih lokasi pabrik baru. Mereka menyusun hierarki dengan tujuan di level teratas, empat kriteria di level kedua, dan tiga alternatif lokasi di level terbawah. Antar elemen dalam satu level, mereka melakukan perbandingan berpasangan. Tujuan utama penyusunan hierarki dalam AHP adalah…
Penyusunan hierarki dalam AHP bertujuan menyederhanakan masalah keputusan yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih terstruktur sehingga memudahkan analisis perbandingan berpasangan.
Dalam AHP, skala perbandingan 1–9 digunakan untuk menilai tingkat kepentingan relatif. Jika kriteria A dinilai 7 kali lebih penting daripada kriteria B, maka dalam matriks perbandingan berpasangan, nilai perbandingan B terhadap A adalah…
Dalam matriks perbandingan berpasangan AHP, nilai perbandingan B terhadap A adalah kebalikan dari nilai A terhadap B, sehingga jika A bernilai 7 maka B terhadap A adalah 1/7.
Analis keuangan menghitung rasio konsistensi dari matriks perbandingan berpasangan dan memperoleh nilai CR = 0,15. Berdasarkan ketentuan AHP, langkah yang paling tepat dilakukan analis tersebut adalah…
Rasio konsistensi 0,15 melebihi ambang batas 0,10 yang ditetapkan Saaty, sehingga penilaian dianggap tidak konsisten dan perlu ditinjau ulang serta direvisi untuk memperbaiki logika perbandingan.
Perbedaan fundamental antara AHP dengan SAW dalam menangani kriteria keputusan terletak pada…
AHP mendasarkan penentuan bobot pada perbandingan berpasangan antar elemen, sedangkan SAW menggunakan bobot yang ditentukan secara langsung tanpa mekanisme perbandingan tersebut.
Seorang manajer proyek membandingkan tiga vendor TI menggunakan AHP. Setelah menghitung vektor prioritas, ia mendapatkan nilai prioritas global Vendor P = 0,45, Vendor Q = 0,35, dan Vendor R = 0,20. Interpretasi yang tepat dari nilai prioritas global ini adalah…
Nilai prioritas global menunjukkan tingkat preferensi relatif Vendor P tertinggi di antara ketiganya berdasarkan keseluruhan hierarki, bukan berarti keunggulan mutlak atau selisih persentase sederhana.
Pendekatan pengembangan SPK yang bersifat iteratif dan melibatkan pengguna secara aktif dalam setiap siklus pengembangan disebut pendekatan…
Pendekatan prototipe bersifat iteratif dan melibatkan pengguna secara aktif di setiap siklus, cocok ketika kebutuhan awal belum sepenuhnya jelas dan memerlukan umpan balik berkelanjutan.
Dalam siklus hidup pengembangan SPK, tahap yang membedakannya secara signifikan dari pengembangan sistem informasi transaksional adalah…
Tahap yang membedakan secara signifikan adalah penekanan pada pemodelan keputusan dan analisis, karena SPK berfokus pada dukungan keputusan semi-terstruktur dengan model, bukan sekadar transaksi data.
PT Indo Agri berencana mengembangkan SPK untuk membantu manajer operasional memprediksi hasil panen. Tim pengembang mengusulkan pendekatan prototipe karena kebutuhan pengguna belum sepenuhnya jelas. Keuntungan utama pendekatan prototipe dalam situasi ini adalah…
Keuntungan utama prototipe adalah pengguna dapat melihat dan menguji versi awal sistem secara cepat, sehingga kebutuhan yang belum jelas dapat diklarifikasi melalui interaksi langsung dengan prototipe.
Partisipasi aktif pengambil keputusan dalam pengembangan SPK sangat ditekankan. Risiko utama jika pengguna kunci tidak terlibat dalam proses pengembangan adalah…
Risiko utama jika pengguna kunci tidak terlibat adalah sistem yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan keputusan aktual karena pengembang tidak memahami konteks dan preferensi pengambil keputusan.
Tahap identifikasi masalah keputusan dan spesifikasi kebutuhan fungsional dalam pengembangan SPK disebut…
Tahap identifikasi masalah keputusan dan spesifikasi kebutuhan fungsional dalam pengembangan SPK disebut analisis kebutuhan.
Seorang analis sistem merancang struktur komponen SPK yang mencakup basis data, basis model, dan antarmuka pengguna. Tahap pengembangan yang sedang dilakukan analis tersebut adalah…
Perancangan struktur komponen SPK yang mencakup basis data, basis model, dan antarmuka pengguna merupakan kegiatan dalam tahap desain arsitektur.
Tim pengembang SPK di PT Karya Digital telah menyelesaikan tahap implementasi dan kini memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai spesifikasi yang ditetapkan di awal. Aktivitas ini termasuk dalam pengujian…
Memastikan sistem berfungsi sesuai spesifikasi yang ditetapkan di awal merupakan aktivitas verifikasi, yaitu memeriksa kesesuaian terhadap spesifikasi teknis.
Perbedaan antara verifikasi dan validasi dalam pengujian SPK adalah verifikasi berfokus pada…
Verifikasi berfokus pada kesesuaian sistem dengan spesifikasi yang telah ditentukan, sedangkan validasi berfokus pada kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna yang sebenarnya.
PT Digital Solusi merencanakan pengembangan sistem pendukung keputusan untuk tiga divisi berbeda dengan kebutuhan yang sangat bervariasi. Tim TI memutuskan menggunakan perangkat lunak yang menyediakan modul manajemen data, model, dan antarmuka siap pakai yang dapat dikonfigurasi ulang untuk setiap divisi tanpa memulai dari awal. Perangkat lunak yang dimaksud dikenal sebagai…
SPK Generator adalah perangkat lunak yang menyediakan alat dan modul siap pakai untuk membangun SPK spesifik secara cepat melalui konfigurasi, bukan pengembangan dari nol.
Keunggulan utama penggunaan SPK Generator dibandingkan pengembangan SPK spesifik dari awal adalah…
SPK Generator mempercepat pengembangan karena menyediakan modul-modul bawaan yang sudah teruji, sehingga pengembang tidak perlu membangun semuanya dari nol.
Dalam SPK Generator, modul yang dikonfigurasi untuk menangani koleksi model kuantitatif dan kualitatif yang akan digunakan dalam analisis keputusan termasuk dalam komponen…
SPK Generator menyediakan tiga modul utama, yaitu manajemen data, manajemen model, dan antarmuka. Modul manajemen model menangani koleksi dan eksekusi model analisis.
PT Manufaktur Cepat memilih membeli SPK Generator dibanding membangun SPK spesifik dari awal untuk analisis kelayakan investasi. Implikasi paling signifikan dari pilihan ini adalah…
SPK Generator menggunakan modul bawaan yang dapat dikonfigurasi, namun tingkat kustomisasinya terbatas. Pengembangan spesifik dari awal memberikan fleksibilitas lebih besar untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan unik organisasi.
Lapisan komunikasi antara pengambil keputusan dan sistem SPK yang menentukan kemudahan penggunaan sistem disebut…
Antarmuka pengguna merupakan lapisan yang memfasilitasi interaksi antara pengambil keputusan dengan sistem SPK, dan sangat menentukan tingkat kemudahan penggunaan sistem.
Konsistensi, umpan balik, dan kemudahan navigasi merupakan prinsip utama dalam desain…
Prinsip konsistensi, umpan balik, dan kemudahan navigasi adalah prinsip-prinsip esensial dalam merancang antarmuka SPK agar pengguna dapat berinteraksi secara efektif dengan sistem.
Seorang manajer keuangan mengeluhkan bahwa ia harus melalui tujuh langkah menu berbeda hanya untuk melihat proyeksi arus kas, sementara koleganya di perusahaan lain cukup dua klik. Permasalahan yang dihadapi manajer tersebut paling tepat dikaitkan dengan aspek…
Usability mengacu pada tingkat kemudahan dan efisiensi pengguna dalam mencapai tujuan menggunakan antarmuka sistem. Banyaknya langkah yang harus ditempuh menunjukkan rendahnya usability.
Perbedaan antara usability dan utility dalam konteks antarmuka SPK terletak pada…
Usability berkaitan dengan seberapa mudah dan efisien pengguna menggunakan antarmuka, sedangkan utility berkaitan dengan apakah sistem memiliki fungsionalitas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.
Antarmuka SPK yang menggunakan ikon, menu tarik, dan jendela untuk memfasilitasi interaksi pengguna dengan sistem disebut…
GUI adalah antarmuka berbasis grafis yang menggunakan elemen visual seperti ikon, menu, dan jendela untuk memudahkan interaksi pengguna dengan sistem.
PT Retail Maju mengembangkan SPK dengan antarmuka yang menampilkan tombol besar, menu tarik, dan kotak dialog untuk membantu manajer toko yang tidak memiliki latar belakang TI. Keunggulan utama pendekatan ini adalah…
GUI dirancang untuk menyediakan kemudahan belajar dan pengoperasian melalui elemen visual yang intuitif, sehingga cocok bagi pengguna tanpa latar belakang teknis.
Perbedaan utama antara ikon dan menu dalam konteks GUI terletak pada…
Ikon adalah representasi grafis yang melambangkan fungsi atau aplikasi, sementara menu adalah daftar pilihan berbasis teks yang disusun secara hierarkis atau kontekstual.
Dalam SPK modern, elemen GUI seperti kotak dialog berfungsi untuk…
Kotak dialog adalah komponen GUI yang memungkinkan komunikasi dua arah, seperti meminta masukan pengguna atau memberikan peringatan dan konfirmasi.
Integrasi teks, grafik, suara, dan video dalam antarmuka SPK untuk memperkaya penyajian informasi disebut…
Multimedia adalah integrasi berbagai media seperti teks, grafik, suara, dan video dalam satu antarmuka untuk memperkaya penyajian informasi.
Seorang analis SPK merancang sistem navigasi yang memungkinkan pengguna berpindah dari grafik penjualan langsung ke tabel detail transaksi, lalu ke profil pelanggan terkait melalui tautan yang saling terhubung. Sistem navigasi non-linier semacam ini disebut…
Hypermedia adalah sistem navigasi non-linier yang menghubungkan berbagai media melalui tautan, memungkinkan pengguna mengeksplorasi informasi secara bebas sesuai kebutuhan.
Teknologi yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan SPK menggunakan bahasa alami manusia tanpa harus mempelajari sintaks perintah khusus disebut…
Natural Language Processing memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan sistem menggunakan bahasa alami, sehingga tidak perlu mempelajari perintah atau sintaks khusus.
Direktur keuangan sebuah perusahaan lebih suka mengajukan pertanyaan lisan seperti "Bagaimana tren profitabilitas tiga tahun terakhir?" daripada menjelajahi menu. Teknologi antarmuka yang paling sesuai untuk preferensi ini menggabungkan…
Pertanyaan lisan memerlukan teknologi pengenalan suara untuk menangkap ucapan, dan Natural Language Processing untuk memahami maksud pertanyaan dalam bahasa alami.
Executive Information System (EIS) dirancang khusus untuk menyediakan akses cepat ke informasi kritis bagi eksekutif. Tujuan utama EIS adalah…
EIS dirancang untuk memantau kinerja dan mengidentifikasi isu strategis, bukan untuk otomatisasi keputusan atau menyediakan data transaksional bagi karyawan operasional.
Seorang CEO PT Sinar Nusantara menginginkan sistem yang dapat menampilkan ringkasan pendapatan harian, dan ketika ia mengeklik angka penjualan regional, sistem langsung merinci data per cabang hingga transaksi individual. Fitur EIS yang memungkinkan eksplorasi berlapis semacam ini disebut…
Kemampuan drill-down memungkinkan pengguna menjelajahi data dari tingkat ringkasan tinggi ke detail yang lebih rinci, fitur khas EIS untuk analisis eksploratif.
PT Agro Lestari memutuskan mengimplementasikan EIS untuk direksi. Perbedaan paling mendasar antara EIS dan SPK dalam konteks penggunaannya adalah…
Fokus pengguna dan tujuan sistem membedakan EIS dan SPK: EIS menyajikan informasi bagi eksekutif, sementara SPK mendukung analisis masalah semi-terstruktur bagi pengambil keputusan di berbagai level.
Kemampuan menampilkan indikator kinerja utama dalam bentuk grafik, indikator warna, dan ringkasan visual pada satu layar merupakan fitur EIS yang dikenal sebagai…
Dashboard adalah tampilan visual terpadu yang menyajikan berbagai indikator kunci dalam satu layar, memudahkan eksekutif memantau kondisi organisasi secara cepat.
Salah satu karakteristik utama Executive Information System (EIS) yang membedakannya dari sistem informasi lain adalah…
EIS dirancang sederhana dan ringkas agar eksekutif yang tidak memiliki latar teknis dapat langsung menggunakannya tanpa pelatihan panjang.
Model data EIS mengintegrasikan data dari berbagai sumber yang relevan dengan isu strategis. Seorang direktur membutuhkan data inflasi nasional dan nilai tukar mata uang selain data penjualan internal. Data inflasi dan nilai tukar tersebut tergolong sebagai…
Data yang berasal dari luar organisasi, seperti indikator ekonomi makro, dikategorikan sebagai data eksternal yang penting bagi analisis strategis eksekutif.
Pendekatan Critical Success Factors (CSF) yang dikemukakan John Rockart dalam konteks EIS berfokus pada…
CSF memfokuskan EIS pada area kunci yang paling menentukan keberhasilan organisasi, sehingga informasi yang disajikan benar-benar relevan dan prioritas bagi eksekutif.
PT Logistik Cepat mengalami penurunan tepat-waktu pengiriman. CEO meminta tim TI merancang EIS yang menyoroti faktor paling kritis penyebab keterlambatan. Pendekatan yang menekankan pemusatan perhatian pada faktor penentu keberhasilan ini disebut…
CSF mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menentukan keberhasilan dan menjadikannya fokus utama dalam sistem informasi eksekutif, berbeda dengan KPI yang mengukur kinerja secara lebih luas.
Organizational Decision Support System (ODSS) berbeda dari SPK individual terutama dalam hal…
ODSS dirancang untuk melibatkan banyak pengambil keputusan lintas unit organisasi, menjadikannya sistem pendukung keputusan berskala organisasional, bukan individual.
Tujuan utama Organizational Decision Support System (ODSS) adalah…
ODSS bertujuan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan kolektif yang melibatkan banyak pihak dalam organisasi, bukan sekadar menggantikan komunikasi atau menyediakan laporan rutin.
Sejumlah direktur divisi di PT Nusa Konstruksi harus bersama-sama memutuskan lokasi proyek baru dengan mempertimbangkan data dari divisi keuangan, operasional, pemasaran, dan logistik. Sistem yang paling sesuai untuk mendukung proses pengambilan keputusan semacam ini adalah…
ODSS mendukung pengambilan keputusan yang melibatkan banyak pihak dari berbagai unit organisasi, seperti keputusan strategis lintas divisi dalam kasus ini.
Perbedaan mendasar antara ODSS dan SPK individual terletak pada cakupan pengambil keputusan. ODSS berfokus pada keputusan organisasional yang melibatkan banyak pihak, sementara SPK individual…
SPK individual dirancang untuk mendukung satu pengambil keputusan atau satu unit dalam organisasi, berbeda dengan ODSS yang melibatkan banyak pihak lintas unit.
Dalam kerangka kerja ODSS, teknologi, proses, dan orang disusun untuk mendukung keputusan kolaboratif. Komponen yang secara khusus memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antar pengambil keputusan dalam kelompok disebut…
Group Support System (GSS) adalah komponen dalam ODSS yang menyediakan fasilitas komunikasi dan kolaborasi bagi anggota kelompok pengambil keputusan.
PT Bank Nasional berencana menyusun rencana strategis lima tahun yang melibatkan seluruh kepala divisi. Mereka membutuhkan sistem yang memungkinkan setiap kepala divisi memberikan masukan, melihat data bersama, dan berdiskusi secara terstruktur. Kerangka kerja ODSS yang sesuai untuk kebutuhan ini mencakup…
Kerangka kerja ODSS secara esensial memadukan teknologi, proses, dan orang untuk mendukung pengambilan keputusan kolaboratif di seluruh organisasi.
Penerapan ODSS paling tepat untuk aktivitas organisasi seperti…
ODSS diterapkan pada aktivitas yang memerlukan kolaborasi lintas unit dan keputusan kompleks, seperti perencanaan strategis dan penganggaran, bukan pada tugas operasional rutin.
Perbedaan antara Group Support System (GSS) dan ODSS secara keseluruhan adalah…
GSS adalah subsistem dalam ODSS yang berfokus pada dukungan kolaborasi kelompok, sementara ODSS merupakan sistem yang lebih luas mencakup seluruh aspek pendukung keputusan organisasional.
AHP di Modul 5 itu jebakan klasik. Banyak yang hafal langkahnya, tapi lupa normalisasi matriks. Begitu angkanya beda dikit dari contoh, langsung bingung. Latihan di sini ngasih kamu rasa soal yang kadang lebih njelimet dari UAS sebenarnya. Lumayan buat ngukur seberapa tahan kamu sama hitungan berulang.
Modul 7 juga gak kalah licin. Antarmuka user kelihatannya teori ringan, tapi soal UO bisa ambil studi kasus GUI yang bikin kamu mikir dua kali. Kalau otak udah panas, ambil napas dulu. Coba deh tengok soal UT MATA4110 Kalkulus I buat pemanasan otak model lain. Di STSI4301 Sistem Pendukung Keputusan, soal campuran UTM dan UO biasanya nyangkut di model analisis. Nah, itu dia.





