Mendekati jadwal Ujian Akhir Semester, banyak mahasiswa Universitas Terbuka mulai merasakan tekanan yang tidak kecil. Tumpukan modul, materi yang padat, dan waktu belajar mandiri yang harus dikelola sendiri menjadi kombinasi yang cukup menantang. Masalahnya bukan sekadar kurang rajin, tapi soal bagaimana cara belajar.
Di antara sekian banyak mata kuliah yang ada, EKSI4421 Laboratorium Akuntansi Kesehatan termasuk yang butuh pendekatan belajar lebih serius. Mata kuliah ini bukan hanya soal teori, tapi juga melatih kemampuan analisis dan penerapan konsep akuntansi dalam konteks layanan kesehatan.
Salah satu cara belajar paling efisien yang sering diremehkan adalah berlatih mengerjakan Soal UAS UT EKSI4421 Laboratorium Akuntansi Kesehatan secara konsisten. Dari situ, kamu bisa mengenali pola soal ujian UT, mengukur seberapa jauh pemahamanmu, sekaligus menemukan celah materi yang masih perlu diperkuat.
Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.
Soal UT EKSI4421 Laboratorium Akuntansi Kesehatan
1.
Perencanaan prestasi kesehatan pada dasarnya merupakan suatu proses yang bertujuan untuk…
A. Menentukan besarnya anggaran yang dibutuhkan organisasi kesehatan dalam satu periode
B. Menetapkan target kinerja yang ingin dicapai organisasi kesehatan dalam periode tertentu
C. Mengalokasikan sumber daya manusia ke setiap unit layanan kesehatan secara merata
D. Mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan sebelumnya
Jawaban: B. Menetapkan target kinerja yang ingin dicapai organisasi kesehatan dalam periode tertentu. Perencanaan prestasi kesehatan adalah proses penetapan target kinerja (output dan outcome) yang akan dicapai oleh organisasi kesehatan dalam periode waktu tertentu sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
2.
Salah satu komponen utama dalam dokumen perencanaan prestasi kesehatan adalah indikator kinerja. Fungsi indikator kinerja dalam perencanaan prestasi adalah…
A. Sebagai tolok ukur untuk menilai tingkat pencapaian target yang telah ditetapkan
B. Sebagai dasar perhitungan besaran anggaran yang dibutuhkan setiap program
C. Sebagai acuan dalam menentukan jumlah tenaga kesehatan yang diperlukan
D. Sebagai instrumen untuk mengawasi penggunaan dana di setiap unit kerja
Jawaban: A. Sebagai tolok ukur untuk menilai tingkat pencapaian target yang telah ditetapkan. Indikator kinerja berfungsi sebagai tolok ukur yang terukur dan dapat diverifikasi untuk menilai apakah target prestasi yang telah direncanakan tercapai atau tidak pada akhir periode.
3.
Dalam hierarki perencanaan kesehatan, rencana strategis berbeda dengan rencana operasional dalam hal…
A. Rencana strategis disusun oleh unit teknis, sedangkan rencana operasional disusun oleh pimpinan puncak
B. Rencana strategis bersifat jangka pendek, sedangkan rencana operasional bersifat jangka panjang
C. Rencana strategis berorientasi pada tujuan jangka panjang, sedangkan rencana operasional menguraikan kegiatan jangka pendek secara rinci
D. Rencana strategis memuat rincian biaya kegiatan, sedangkan rencana operasional memuat visi dan misi organisasi
Jawaban: C. Rencana strategis berorientasi pada tujuan jangka panjang, sedangkan rencana operasional menguraikan kegiatan jangka pendek secara rinci. Rencana strategis menetapkan arah dan tujuan organisasi dalam jangka 3-5 tahun, sementara rencana operasional menjabarkan kegiatan, anggaran, dan jadwal pelaksanaan secara rinci untuk periode satu tahun.
4.
Puskesmas X menetapkan target cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 95% pada tahun anggaran berikutnya. Penetapan target tersebut merupakan bagian dari tahapan perencanaan prestasi yang disebut…
A. Analisis situasi kesehatan wilayah kerja
B. Identifikasi masalah kesehatan prioritas
C. Penentuan alternatif pemecahan masalah
D. Penetapan tujuan dan target kinerja program
Jawaban: D. Penetapan tujuan dan target kinerja program. Menetapkan angka persentase capaian yang ingin dicapai (95% cakupan imunisasi) merupakan tahap penetapan tujuan dan target kinerja, yaitu menentukan kondisi akhir yang ingin diwujudkan setelah program dilaksanakan.
5.
Metode analisis SWOT dalam perencanaan prestasi kesehatan digunakan untuk…
A. Menghitung kebutuhan biaya operasional pelayanan kesehatan secara akurat
B. Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi kesehatan
C. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan kesehatan secara sistematis dan terstruktur
D. Menentukan prioritas program berdasarkan besarnya beban penyakit di masyarakat
Jawaban: B. Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi kesehatan. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) digunakan sebagai alat analisis situasi untuk memahami kondisi internal dan eksternal organisasi kesehatan sebagai dasar penyusunan strategi pencapaian prestasi.
6.
Dalam menyusun studi kasus perencanaan prestasi kesehatan, langkah yang dilakukan setelah identifikasi masalah adalah…
A. Menentukan prioritas masalah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan
B. Mengimplementasikan program kesehatan yang telah direncanakan sebelumnya
C. Mengalokasikan sumber daya ke unit yang memerlukan tambahan tenaga
D. Menyusun laporan pertanggungjawaban kepada dinas kesehatan setempat
Jawaban: A. Menentukan prioritas masalah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Setelah masalah teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memprioritaskan masalah menggunakan kriteria seperti besarnya masalah, kegawatan, dan kemampuan sumber daya untuk mengatasinya, sebelum merancang solusi.
7.
Konsep “prestasi” dalam konteks akuntansi kesehatan merujuk pada…
A. Jumlah pendapatan yang berhasil dikumpulkan oleh fasilitas kesehatan dalam satu periode
B. Penghargaan yang diterima organisasi kesehatan atas keunggulan layanannya
C. Hasil kerja atau output yang dicapai dari pelaksanaan program dan kegiatan kesehatan
D. Besarnya surplus yang dihasilkan rumah sakit dari selisih pendapatan dan biaya
Jawaban: C. Hasil kerja atau output yang dicapai dari pelaksanaan program dan kegiatan kesehatan. Dalam akuntansi kesehatan, prestasi mengacu pada hasil nyata (output) yang dapat diukur dari suatu kegiatan atau program, bukan sekadar finansial semata, melainkan mencakup layanan yang tersampaikan kepada masyarakat.
8.
Rumah sakit daerah merencanakan pengembangan layanan rawat inap kelas III dengan menambah 20 tempat tidur pada tahun depan. Pertimbangan utama yang harus dikaji dalam perencanaan prestasi tersebut adalah…
A. Besarnya tarif layanan rawat inap yang berlaku di rumah sakit swasta sekitarnya
B. Jumlah dokter spesialis yang bekerja di rumah sakit tersebut saat ini
C. Preferensi pasien terhadap desain dan fasilitas ruang rawat inap
D. Tingkat utilisasi tempat tidur saat ini dan proyeksi kebutuhan layanan ke depan
Jawaban: D. Tingkat utilisasi tempat tidur saat ini dan proyeksi kebutuhan layanan ke depan. Perencanaan penambahan kapasitas harus didasarkan pada data utilisasi (Bed Occupancy Rate) yang ada dan tren permintaan ke depan agar penambahan tempat tidur benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak mubazir.
9.
Dalam studi kasus perencanaan prestasi, seorang manajer Puskesmas menemukan bahwa cakupan kunjungan ibu hamil K4 hanya 70% dari target 90%. Langkah perencanaan yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah…
A. Menurunkan target K4 menjadi 70% agar sesuai dengan capaian yang ada
B. Menganalisis penyebab kesenjangan dan merancang intervensi yang tepat sasaran
C. Mengganti petugas kesehatan yang bertanggung jawab atas program KIA
D. Melaporkan capaian tersebut kepada dinas kesehatan tanpa rencana tindak lanjut
Jawaban: B. Menganalisis penyebab kesenjangan dan merancang intervensi yang tepat sasaran. Adanya gap antara target dan capaian mengharuskan manajer menganalisis akar penyebab (misal: akses, pengetahuan ibu, ketersediaan bidan) agar intervensi yang dirancang dalam perencanaan berikutnya dapat menjawab masalah secara tepat.
10.
Teknologi klinis kesehatan dalam konteks perencanaan didefinisikan sebagai…
A. Seluruh peralatan informatika yang digunakan untuk sistem informasi manajemen rumah sakit
B. Metode administrasi dan tata kelola yang diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan
C. Seperangkat prosedur medis, alat, obat, dan sistem yang digunakan dalam diagnosis dan tata laksana pasien
D. Sistem keuangan berbasis elektronik yang digunakan untuk penagihan klaim asuransi kesehatan
Jawaban: C. Seperangkat prosedur medis, alat, obat, dan sistem yang digunakan dalam diagnosis dan tata laksana pasien. Teknologi klinis kesehatan mencakup seluruh komponen yang digunakan dalam proses pelayanan klinis kepada pasien, mulai dari alat diagnostik, prosedur bedah, obat-obatan, hingga protokol tata laksana penyakit.
11.
Health Technology Assessment (HTA) dilakukan dalam perencanaan teknologi klinis terutama untuk…
A. Mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan efisiensi biaya suatu teknologi sebelum diterapkan
B. Menentukan harga jual alat kesehatan yang diproduksi oleh industri dalam negeri
C. Mengawasi distribusi alat kesehatan dari produsen ke fasilitas pelayanan kesehatan
D. Menyusun standar teknis minimal alat kesehatan yang boleh diimpor ke Indonesia
Jawaban: A. Mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan efisiensi biaya suatu teknologi sebelum diterapkan. HTA adalah proses sistematis untuk mengkaji bukti ilmiah tentang suatu teknologi kesehatan dari aspek klinis (efikasi, keamanan) dan ekonomi (cost-effectiveness) guna mendukung keputusan pengadaan dan kebijakan pembiayaan.
12.
Prinsip cost-effectiveness dalam perencanaan teknologi klinis bertujuan untuk memilih teknologi yang…
A. Memiliki harga pengadaan terendah di antara semua alternatif yang tersedia
B. Paling canggih dan terbaru sesuai perkembangan ilmu kedokteran modern
C. Paling banyak digunakan di fasilitas kesehatan di negara maju
D. Memberikan hasil kesehatan terbaik relatif terhadap biaya yang dikeluarkan
Jawaban: D. Memberikan hasil kesehatan terbaik relatif terhadap biaya yang dikeluarkan. Cost-effectiveness bukan sekadar murah, melainkan mempertimbangkan rasio antara efek klinis yang dihasilkan (seperti QALY atau kasus sembuh) dengan biaya yang diperlukan, sehingga pilihan jatuh pada teknologi yang paling efisien secara nilai.
13.
Dalam perencanaan pengadaan alat kesehatan, analisis kebutuhan (needs assessment) dilakukan dengan mempertimbangkan…
A. Keinginan para dokter spesialis yang bertugas di fasilitas tersebut
B. Volume pelayanan, pola penyakit, dan kapasitas teknis sumber daya manusia yang ada
C. Reputasi merek alat kesehatan yang diproduksi oleh perusahaan ternama
D. Ketersediaan dana hibah dari lembaga internasional untuk pembelian peralatan
Jawaban: B. Volume pelayanan, pola penyakit, dan kapasitas teknis sumber daya manusia yang ada. Analisis kebutuhan alat kesehatan harus didasarkan pada data beban pelayanan aktual, jenis penyakit yang ditangani, serta kemampuan operator dalam menggunakan teknologi tersebut agar pengadaan benar-benar menjawab kebutuhan klinis.
14.
Sebuah rumah sakit tipe C ingin merencanakan pengadaan alat MRI. Berdasarkan studi kasus perencanaan teknologi klinis, aspek yang paling kritis untuk dikaji adalah…
A. Model dan spesifikasi teknis terbaru dari produsen MRI terkemuka dunia
B. Preferensi dokter radiologi terhadap antarmuka pengguna perangkat lunak MRI
C. Kesiapan infrastruktur, proyeksi volume pemeriksaan, dan kemampuan pembiayaan jangka panjang
D. Harga sewa MRI yang ditawarkan oleh rumah sakit pesaing di wilayah yang sama
Jawaban: C. Kesiapan infrastruktur, proyeksi volume pemeriksaan, dan kemampuan pembiayaan jangka panjang. Pengadaan MRI memerlukan kajian menyeluruh tentang kesiapan ruang khusus (shielding), jumlah pasien yang akan menggunakan (feasibility), serta kemampuan rumah sakit menanggung biaya operasional dan pemeliharaan alat secara berkelanjutan.
15.
Siklus hidup teknologi klinis (technology life cycle) relevan dalam perencanaan karena membantu manajer untuk…
A. Mengantisipasi waktu penggantian atau pembaruan teknologi sehingga anggaran dapat disiapkan lebih awal
B. Menentukan jenis layanan baru yang paling diminati oleh pasien rawat jalan
C. Menghitung tarif pelayanan yang paling kompetitif dibandingkan fasilitas lain
D. Memilih pemasok alat kesehatan yang menawarkan garansi paling panjang
Jawaban: A. Mengantisipasi waktu penggantian atau pembaruan teknologi sehingga anggaran dapat disiapkan lebih awal. Pemahaman tentang siklus hidup teknologi (introduction, growth, maturity, decline) memungkinkan perencana memprediksi kapan suatu alat sudah usang atau perlu diganti, sehingga perencanaan anggaran penggantian dapat dilakukan jauh sebelumnya.
16.
Dalam studi kasus perencanaan teknologi klinis, sebuah puskesmas mempertimbangkan penggunaan telemedis untuk wilayah terpencil. Keunggulan utama penerapan telemedis dari perspektif perencanaan kesehatan adalah…
A. Menggantikan seluruh tenaga medis yang bertugas di puskesmas pembantu
B. Meningkatkan pendapatan puskesmas melalui tarif konsultasi daring yang lebih tinggi
C. Mempersingkat waktu tunggu pasien rawat inap di rumah sakit rujukan
D. Meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau
Jawaban: D. Meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau. Telemedis dirancang untuk mengatasi hambatan geografis dengan menghubungkan pasien di daerah terpencil dengan tenaga kesehatan melalui teknologi komunikasi, sehingga meningkatkan akses tanpa mengharuskan perjalanan jauh.
17.
Unit cost (biaya satuan) dalam akuntansi kesehatan didefinisikan sebagai…
A. Total biaya yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan dalam satu tahun anggaran
B. Biaya variabel yang berubah sesuai dengan jumlah pasien yang dilayani
C. Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit pelayanan kesehatan
D. Selisih antara tarif yang dipungut kepada pasien dan biaya obat yang digunakan
Jawaban: C. Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit pelayanan kesehatan. Unit cost diperoleh dengan membagi total biaya pusat produksi dengan jumlah unit pelayanan yang dihasilkan, sehingga mencerminkan berapa biaya yang diperlukan untuk setiap satu kunjungan, rawat inap per hari, atau tindakan medis tertentu.
18.
Metode distribusi biaya yang memindahkan biaya dari pusat biaya penunjang ke pusat biaya produksi secara bertahap dan berurutan disebut metode…
A. Distribusi langsung (direct distribution)
B. Distribusi bertahap (step-down distribution)
C. Distribusi timbal balik (reciprocal distribution)
D. Distribusi proporsional (proportional distribution)
Jawaban: B. Distribusi bertahap (step-down distribution). Metode step-down mendistribusikan biaya pusat biaya penunjang satu per satu secara berurutan ke pusat biaya produksi maupun penunjang lainnya, di mana pusat biaya yang sudah didistribusikan tidak menerima distribusi balik dari pusat biaya berikutnya.
19.
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam konteks penghitungan biaya kesehatan menggunakan sistem pembayaran berbasis…
A. INA-CBGs (Indonesia Case Base Groups) untuk layanan rawat inap di rumah sakit
B. Fee for service untuk seluruh jenis layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama
C. Reimbursement penuh berdasarkan tagihan aktual yang diajukan fasilitas kesehatan
D. Budget global yang dibagi rata kepada seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama
Jawaban: A. INA-CBGs (Indonesia Case Base Groups) untuk layanan rawat inap di rumah sakit. JKN menggunakan sistem INA-CBGs untuk pembayaran rawat inap di rumah sakit, yaitu pembayaran berdasarkan kelompok diagnosis tertentu dengan tarif paket yang telah ditentukan, bukan berdasarkan rincian tindakan yang dilakukan.
20.
Biaya tetap (fixed cost) dalam penghitungan unit biaya kesehatan memiliki karakteristik bahwa besarnya biaya tersebut…
A. Berubah secara proporsional sesuai dengan peningkatan jumlah pasien yang dilayani
C. Dapat dihindari apabila volume pelayanan turun di bawah titik impas
C. Tergantung pada jenis tindakan medis yang dilakukan kepada setiap pasien
D. Tidak berubah dalam jangka pendek meskipun volume pelayanan berfluktuasi
Jawaban: D. Tidak berubah dalam jangka pendek meskipun volume pelayanan berfluktuasi. Biaya tetap seperti gaji pegawai tetap, depresiasi gedung, dan sewa lahan tidak dipengaruhi oleh naik-turunnya jumlah pasien dalam jangka pendek, sehingga unit cost per pasien akan menurun jika volume meningkat.
21.
Laboratorium klinik sebuah puskesmas melayani 500 pemeriksaan per bulan dengan total biaya Rp5.000.000. Jika biaya tetap Rp2.000.000 dan biaya variabel Rp3.000.000, maka unit cost per pemeriksaan adalah…
A. Rp4.000
B. Rp6.000
C. Rp10.000
D. Rp16.000
Jawaban: C. Rp10.000. Unit cost dihitung dengan membagi total biaya dengan jumlah unit pelayanan: Rp5.000.000 dibagi 500 pemeriksaan = Rp10.000 per pemeriksaan. Total biaya mencakup biaya tetap dan biaya variabel secara keseluruhan.
22.
Kapitasi dalam sistem JKN merupakan mekanisme pembayaran kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama yang ditetapkan berdasarkan…
A. Jumlah tindakan medis yang dilakukan kepada peserta JKN dalam satu bulan
B. Jumlah peserta yang terdaftar di fasilitas tersebut, terlepas dari penggunaan layanan
C. Biaya obat dan bahan habis pakai yang digunakan untuk melayani peserta JKN
D. Nilai klaim yang diajukan setiap akhir bulan oleh fasilitas kesehatan kepada BPJS
Jawaban: B. Jumlah peserta yang terdaftar di fasilitas tersebut, terlepas dari penggunaan layanan. Kapitasi adalah pembayaran per kapita per bulan yang dihitung berdasarkan jumlah peserta terdaftar, bukan berdasarkan berapa kali peserta datang berobat, sehingga mendorong fasilitas untuk menjaga kesehatan peserta secara proaktif.
23.
Dalam studi kasus penghitungan unit biaya, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum mendistribusikan biaya ke pusat produksi adalah…
A. Menghitung tarif layanan yang berlaku di fasilitas kesehatan tersebut
B. Menentukan jumlah pasien yang akan dilayani pada tahun berikutnya
C. Menyusun laporan keuangan konsolidasian fasilitas kesehatan
D. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pusat biaya serta mengumpulkan data biaya total
Jawaban: D. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan pusat biaya serta mengumpulkan data biaya total. Perhitungan unit cost diawali dengan pemetaan seluruh pusat biaya (baik penunjang maupun produksi) dan pengumpulan data biaya aktual dari masing-masing pusat, sebelum proses distribusi dan alokasi biaya dilakukan.
24.
Anggaran kesehatan berbasis kinerja (performance-based budgeting) berbeda dari anggaran tradisional karena anggaran berbasis kinerja menekankan pada…
A. Keterkaitan antara alokasi dana dengan output dan outcome yang diharapkan
B. Penyusunan anggaran berdasarkan kebutuhan input yang diajukan tiap unit kerja
C. Penggunaan anggaran tahun lalu sebagai dasar perhitungan anggaran tahun berikutnya
D. Penyusunan anggaran secara terpusat oleh pimpinan puncak organisasi kesehatan
Jawaban: A. Keterkaitan antara alokasi dana dengan output dan outcome yang diharapkan. Anggaran berbasis kinerja mengharuskan setiap rupiah yang dianggarkan dikaitkan dengan hasil yang terukur, sehingga pertanggungjawaban tidak hanya pada penyerapan anggaran tetapi pada pencapaian kinerja yang telah ditetapkan.
25.
Komponen utama dalam struktur anggaran berbasis kinerja terdiri atas program, kegiatan, dan…
A. Laporan realisasi anggaran semester sebelumnya
B. Rincian kebutuhan sumber daya manusia per unit kerja
C. Indikator kinerja beserta target yang terukur
D. Standar biaya rata-rata nasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan
Jawaban: C. Indikator kinerja beserta target yang terukur. Anggaran berbasis kinerja memerlukan tiga komponen inti: program (kebijakan besar), kegiatan (rincian pelaksanaan program), dan indikator kinerja yang mengukur keberhasilan setiap kegiatan secara kuantitatif dan dapat diverifikasi.
26.
Pendekatan Zero Based Budgeting (ZBB) dalam penyusunan anggaran kesehatan memiliki keunggulan utama yaitu…
A. Lebih mudah dan cepat disusun karena menggunakan data historis sebagai acuan
B. Memaksa setiap unit untuk membenarkan seluruh pengeluarannya dari awal setiap periode
C. Memberikan kepastian alokasi anggaran yang sama setiap tahunnya kepada unit kerja
D. Mengurangi beban administrasi karena tidak memerlukan proposal kegiatan baru
Jawaban: B. Memaksa setiap unit untuk membenarkan seluruh pengeluarannya dari awal setiap periode. ZBB dimulai dari nol setiap periode tanpa mengasumsikan anggaran lama otomatis dilanjutkan, sehingga mendorong efisiensi karena setiap program dan kegiatan harus dibuktikan kelayakannya secara terperinci sebelum mendapat alokasi dana.
27.
Dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) berbasis kinerja di sektor kesehatan, standar biaya digunakan untuk…
A. Menentukan besarnya iuran JKN yang harus dibayarkan oleh peserta mandiri
B. Mengevaluasi kinerja keuangan fasilitas kesehatan pada akhir tahun anggaran
C. Menetapkan tarif pelayanan yang akan dikenakan kepada pasien umum
D. Menghitung perkiraan kebutuhan anggaran secara wajar berdasarkan biaya per unit kegiatan
Jawaban: D. Menghitung perkiraan kebutuhan anggaran secara wajar berdasarkan biaya per unit kegiatan. Standar biaya (standar biaya masukan dan standar biaya keluaran) digunakan sebagai acuan dalam menghitung kebutuhan anggaran agar estimasi yang dibuat bersifat realistis, tidak under-budgeted maupun over-budgeted.
28.
Dinas kesehatan kabupaten menyusun anggaran program imunisasi dengan metode berbasis kinerja. Target output yang ditetapkan adalah 10.000 bayi mendapat imunisasi dasar lengkap dengan biaya satuan Rp150.000 per bayi. Maka anggaran yang diperlukan adalah…
A. Rp1.500.000.000
B. Rp150.000.000
C. Rp15.000.000.000
D. Rp1.050.000.000
Jawaban: A. Rp1.500.000.000. Anggaran dihitung dengan mengalikan volume output (10.000 bayi) dengan biaya satuan (Rp150.000), menghasilkan Rp1.500.000.000 atau Rp1,5 miliar sebagai kebutuhan anggaran program imunisasi tersebut.
29.
Dalam proses penyusunan anggaran kesehatan berbasis kinerja, tahap pengkajian proposal anggaran oleh tim penilai bertujuan untuk…
A. Memperkirakan pendapatan BPJS Kesehatan untuk tahun anggaran berikutnya
B. Menentukan unit kerja mana yang mendapat kenaikan anggaran terbesar
C. Memastikan keterkaitan logis antara program, kegiatan, output, dan anggaran yang diajukan
D. Membandingkan anggaran dengan laporan keuangan fasilitas kesehatan swasta
Jawaban: C. Memastikan keterkaitan logis antara program, kegiatan, output, dan anggaran yang diajukan. Kajian proposal anggaran berbasis kinerja difokuskan pada verifikasi logical framework, yaitu memastikan bahwa setiap kegiatan benar-benar mendukung program, output yang dijanjikan realistis, dan anggaran yang diminta proporsional dengan target kinerja.
30.
Salah satu tantangan utama dalam penerapan anggaran berbasis kinerja di sektor kesehatan pemerintah adalah…
A. Terlalu banyak pilihan metode akuntansi yang tersedia untuk digunakan
B. Kurangnya dukungan regulasi dari pemerintah pusat terhadap anggaran berbasis kinerja
C. Besarnya anggaran kesehatan yang tersedia membuat prioritas sulit ditentukan
D. Kesulitan menetapkan indikator kinerja yang terukur dan disepakati semua pihak
Jawaban: D. Kesulitan menetapkan indikator kinerja yang terukur dan disepakati semua pihak. Penetapan indikator kinerja yang valid, reliabel, dan dapat diverifikasi serta disepakati oleh semua pemangku kepentingan merupakan kendala utama dalam implementasi anggaran berbasis kinerja, terutama untuk program kesehatan yang bersifat lintas sektor.
31.
Realisasi anggaran kesehatan adalah proses…
A. Penyusunan dokumen anggaran tahunan oleh unit kerja di bidang kesehatan
B. Pelaksanaan kegiatan dan penyerapan dana anggaran sesuai rencana yang telah ditetapkan
C. Evaluasi akhir tahun terhadap kesesuaian antara anggaran dan laporan keuangan
D. Penetapan pagu anggaran oleh lembaga legislatif berdasarkan usulan eksekutif
Jawaban: B. Pelaksanaan kegiatan dan penyerapan dana anggaran sesuai rencana yang telah ditetapkan. Realisasi anggaran mencerminkan sejauh mana anggaran yang telah direncanakan benar-benar digunakan untuk melaksanakan kegiatan, diukur dari persentase penyerapan anggaran dibandingkan total pagu yang ditetapkan.
32.
Rendahnya tingkat realisasi anggaran di akhir semester pertama pada program kesehatan umumnya disebabkan oleh…
A. Besarnya alokasi anggaran yang diterima melebihi kapasitas pelayanan fasilitas
B. Tingginya komitmen staf dalam menjalankan program sesuai jadwal yang ditetapkan
C. Keterlambatan proses pengadaan, pencairan dana, atau penetapan dokumen pelaksanaan anggaran
D. Ketersediaan sumber daya manusia yang lebih dari cukup untuk melaksanakan semua kegiatan
Jawaban: C. Keterlambatan proses pengadaan, pencairan dana, atau penetapan dokumen pelaksanaan anggaran. Hambatan administratif seperti lambatnya penetapan DPA, proses tender yang memakan waktu, atau kendala pencairan dana dari kas daerah merupakan penyebab utama rendahnya penyerapan anggaran pada awal tahun anggaran.
33.
Monitoring realisasi anggaran kesehatan secara berkala bermanfaat untuk…
A. Mendeteksi penyimpangan sejak dini agar tindakan koreksi dapat dilakukan tepat waktu
B. Memudahkan proses audit keuangan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
C. Mempertegas hierarki kewenangan antara pimpinan dan staf pelaksana kegiatan
D. Mengurangi jumlah dokumen pertanggungjawaban yang harus disusun di akhir tahun
Jawaban: A. Mendeteksi penyimpangan sejak dini agar tindakan koreksi dapat dilakukan tepat waktu. Monitoring periodik (bulanan atau triwulanan) memungkinkan manajer mengetahui apabila ada deviasi antara rencana dan realisasi sedini mungkin, sehingga penyesuaian program masih dapat dilakukan sebelum akhir tahun anggaran.
34.
Revisi anggaran dalam pelaksanaan program kesehatan diperbolehkan apabila…
A. Pimpinan unit kerja menginginkan perubahan kegiatan karena alasan pribadi
B. Realisasi anggaran triwulan pertama telah mencapai 100% dari pagu yang tersedia
C. Auditor internal menemukan ketidaksesuaian antara anggaran dan dokumen pengadaan
D. Terdapat perubahan kondisi yang signifikan sehingga rencana semula tidak lagi relevan
Jawaban: D. Terdapat perubahan kondisi yang signifikan sehingga rencana semula tidak lagi relevan. Revisi anggaran hanya dibenarkan apabila ada perubahan lingkungan yang mendasar, seperti bencana, wabah penyakit, atau perubahan kebijakan nasional yang menyebabkan rencana awal tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
35.
Dalam studi kasus realisasi anggaran, sebuah dinas kesehatan mencatat bahwa penyerapan anggaran program gizi baru 30% pada akhir triwulan III. Langkah yang paling tepat untuk dilakukan manajer program adalah…
A. Mengusulkan penambahan pagu anggaran kepada bagian keuangan untuk menutup kekurangan
B. Mengidentifikasi hambatan pelaksanaan dan mempercepat realisasi kegiatan yang tersisa
C. Mengalihkan sisa anggaran ke program lain yang realisasinya lebih rendah
D. Melaporkan hambatan kepada atasan dan menunggu instruksi tanpa tindakan lebih lanjut
Jawaban: B. Mengidentifikasi hambatan pelaksanaan dan mempercepat realisasi kegiatan yang tersisa. Dengan penyerapan hanya 30% di akhir triwulan III, manajer harus segera menelusuri akar hambatan (administratif, SDM, atau logistik) dan mengambil langkah akselerasi kegiatan agar sisa anggaran dapat terserap secara efektif sebelum tahun anggaran berakhir.
36.
Efisiensi realisasi anggaran dalam konteks program kesehatan dinilai bukan hanya dari tingkat penyerapan dana, tetapi juga dari…
A. Besarnya sisa anggaran yang dikembalikan ke kas negara pada akhir tahun
B. Kecepatan proses pencairan dana dari KPPN ke rekening satuan kerja
C. Tingkat pencapaian output program yang dihasilkan per rupiah yang dibelanjakan
D. Jumlah kegiatan yang berhasil diselesaikan sebelum batas waktu yang ditetapkan
Jawaban: C. Tingkat pencapaian output program yang dihasilkan per rupiah yang dibelanjakan. Efisiensi sejati diukur dari rasio output (hasil kerja) yang dihasilkan terhadap biaya yang dikeluarkan, bukan semata-mata dari persentase penyerapan, karena anggaran yang terserap 100% tetapi output minim bukan merupakan efisiensi.
37.
Dokumen pertanggungjawaban keuangan yang wajib disusun setelah realisasi anggaran adalah…
A. Laporan realisasi anggaran yang memuat perbandingan antara anggaran dan realisasi
B. Rencana kerja tahunan untuk periode anggaran berikutnya
C. Analisis SWOT terhadap program yang telah selesai dilaksanakan
D. Laporan kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan selama periode tersebut
Jawaban: A. Laporan realisasi anggaran yang memuat perbandingan antara anggaran dan realisasi. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) adalah dokumen pertanggungjawaban formal yang menyajikan perbandingan antara anggaran yang ditetapkan dan realisasi penerimaan serta pengeluaran, sebagaimana diwajibkan oleh standar akuntansi pemerintahan.
38.
Tujuan utama pelaporan keuangan fasilitas kesehatan kepada pemangku kepentingan eksternal adalah…
A. Memudahkan proses rekrutmen tenaga kesehatan baru oleh bagian kepegawaian
C. Menghitung besarnya tunjangan kinerja yang berhak diterima setiap pegawai
C. Menetapkan tarif pelayanan yang akan dikenakan pada pasien untuk periode berikutnya
D. Menyediakan informasi keuangan yang relevan dan andal bagi pengambilan keputusan
Jawaban: D. Menyediakan informasi keuangan yang relevan dan andal bagi pengambilan keputusan. Tujuan utama pelaporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna bagi berbagai pihak berkepentingan (pemilik, regulator, pemberi dana) untuk menilai kondisi keuangan, kinerja, dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya organisasi kesehatan.
39.
Komponen laporan keuangan rumah sakit pemerintah yang menggambarkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu adalah…
A. Laporan Realisasi Anggaran
B. Neraca (Balance Sheet)
C. Laporan Arus Kas
D. Laporan Perubahan Ekuitas
Jawaban: B. Neraca (Balance Sheet). Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan organisasi pada tanggal pelaporan tertentu, mencakup seluruh aset yang dimiliki, kewajiban yang harus dipenuhi, dan ekuitas atau nilai bersih organisasi.
40.
Prinsip akuntabilitas dalam pelaporan keuangan kesehatan mengandung makna bahwa pengelola fasilitas kesehatan harus…
A. Menghasilkan surplus keuangan sebesar mungkin dari setiap kegiatan pelayanan
B. Menyusun laporan keuangan hanya untuk keperluan audit tahunan oleh inspektorat
C. Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya secara transparan kepada pihak yang berwenang
D. Membatasi akses informasi keuangan hanya kepada jajaran direksi dan komite audit
Jawaban: C. Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya secara transparan kepada pihak yang berwenang. Akuntabilitas berarti kewajiban pihak yang diberi amanah untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya secara jujur, terbuka, dan dapat diverifikasi oleh pihak yang memiliki kepentingan dan kewenangan.
41.
Indikator kinerja keuangan yang mengukur kemampuan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya disebut rasio…
A. Likuiditas
B. Solvabilitas
C. Profitabilitas
D. Aktivitas
Jawaban: A. Likuiditas. Rasio likuiditas, seperti current ratio dan quick ratio, mengukur sejauh mana aset lancar yang dimiliki cukup untuk menutup kewajiban lancar (utang jangka pendek) yang jatuh tempo dalam waktu dekat.
42.
Perbedaan utama antara laporan kinerja (LAKIP) dan laporan keuangan pada instansi kesehatan pemerintah terletak pada…
A. Laporan kinerja disusun bulanan, sedangkan laporan keuangan disusun tahunan
B. Laporan keuangan memuat target program, sedangkan laporan kinerja memuat realisasi keuangan
C. Laporan kinerja hanya ditujukan kepada Kementerian Keuangan, laporan keuangan kepada publik
D. Laporan kinerja fokus pada pencapaian tujuan dan sasaran, sedangkan laporan keuangan fokus pada posisi dan arus keuangan
Jawaban: D. Laporan kinerja fokus pada pencapaian tujuan dan sasaran, sedangkan laporan keuangan fokus pada posisi dan arus keuangan. LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) mengukur pencapaian indikator kinerja program dan kegiatan, sedangkan laporan keuangan menyajikan informasi tentang posisi keuangan, realisasi anggaran, dan arus kas secara akuntansi.
43.
Dalam pelaporan kinerja kesehatan, indikator outcome berbeda dari indikator output karena indikator outcome mengukur…
A. Jumlah kegiatan yang telah selesai dilaksanakan dalam periode pelaporan
B. Perubahan kondisi kesehatan masyarakat yang dihasilkan oleh program yang dilaksanakan
C. Besarnya dana yang telah diserap dari total anggaran yang tersedia
D. Jumlah tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan program
Jawaban: B. Perubahan kondisi kesehatan masyarakat yang dihasilkan oleh program yang dilaksanakan. Outcome mengukur dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat akibat program kesehatan, seperti penurunan angka kematian ibu atau peningkatan cakupan imunisasi, berbeda dengan output yang hanya mengukur produk langsung kegiatan.
44.
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang digunakan sebagai acuan penyusunan laporan keuangan instansi kesehatan pemerintah di Indonesia diatur melalui…
A. Peraturan Menteri Kesehatan tentang tata kelola keuangan fasilitas kesehatan
B. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
C. Peraturan Pemerintah yang menetapkan standar akuntansi berbasis akrual untuk entitas pemerintah
D. Pedoman teknis yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia untuk sektor publik
Jawaban: C. Peraturan Pemerintah yang menetapkan standar akuntansi berbasis akrual untuk entitas pemerintah. SAP ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP Nomor 71 Tahun 2010) yang mengatur penerapan akuntansi berbasis akrual bagi seluruh entitas pemerintah pusat dan daerah, termasuk instansi di sektor kesehatan.
45.
Laporan arus kas (cash flow statement) pada fasilitas kesehatan menyajikan informasi tentang…
A. Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan
B. Posisi aset tetap dan aset tidak berwujud yang dimiliki fasilitas kesehatan
C. Perubahan nilai ekuitas akibat surplus atau defisit yang terjadi dalam periode berjalan
D. Rincian saldo piutang kepada pasien dan BPJS Kesehatan pada akhir periode
Jawaban: A. Penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. Laporan arus kas mengklasifikasikan pergerakan uang masuk dan keluar ke dalam tiga kelompok: aktivitas operasi (kegiatan utama), aktivitas investasi (pembelian dan penjualan aset jangka panjang), dan aktivitas pendanaan (pinjaman dan pelunasan utang).
46.
Balanced Scorecard (BSC) dalam pengukuran kinerja fasilitas kesehatan menggunakan empat perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, serta…
A. Kepatuhan regulasi dan pengendalian internal
B. Kepuasan staf medis dan kepala instalasi
C. Mutu layanan dan keselamatan pasien
D. Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi
Jawaban: D. Pembelajaran dan pertumbuhan organisasi. Balanced Scorecard yang dikembangkan Kaplan dan Norton menggunakan empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan, yang terakhir berkaitan dengan kapasitas SDM, inovasi, dan budaya organisasi.
47.
Transparansi dalam pelaporan keuangan dan kinerja kesehatan berarti bahwa informasi yang disajikan harus…
A. Hanya dapat diakses oleh pejabat yang berwenang di tingkat pusat dan daerah
B. Dapat diakses dan dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan yang berkepentingan
C. Disajikan dalam format teknis yang hanya dapat diinterpretasikan oleh akuntan profesional
D. Diklasifikasikan sebagai rahasia negara karena menyangkut data keuangan strategis
Jawaban: B. Dapat diakses dan dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan yang berkepentingan. Transparansi dalam tata kelola keuangan publik mensyaratkan keterbukaan informasi keuangan dan kinerja kepada semua pihak yang memiliki kepentingan sah, termasuk masyarakat, dalam bentuk yang mudah dimengerti.
48.
Rumah sakit memiliki total aset lancar Rp2.000.000.000 dan kewajiban lancar Rp800.000.000. Berdasarkan data tersebut, current ratio rumah sakit adalah…
A. 0,4
B. 1,6
C. 2,5
D. 4,0
Jawaban: C. 2,5. Current ratio dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban lancar: Rp2.000.000.000 dibagi Rp800.000.000 = 2,5. Nilai ini menunjukkan bahwa setiap Rp1 kewajiban lancar didukung oleh Rp2,5 aset lancar.
49.
Dalam studi kasus pelaporan kinerja, apabila suatu puskesmas mencapai target output 100% namun outcome (angka kesakitan) tidak membaik, maka kesimpulan yang paling tepat adalah…
A. Terdapat masalah relevansi atau efektivitas intervensi yang dipilih dalam program tersebut
B. Kinerja puskesmas sangat baik karena seluruh target telah tercapai sepenuhnya
C. Laporan kinerja yang dibuat mengandung kesalahan data yang perlu diverifikasi ulang
D. Indikator outcome yang dipilih tidak relevan dengan program yang dilaksanakan
Jawaban: A. Terdapat masalah relevansi atau efektivitas intervensi yang dipilih dalam program tersebut. Ketika output tercapai tetapi outcome tidak membaik, hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan yang dilakukan tidak cukup efektif mengubah kondisi kesehatan, kemungkinan karena pemilihan intervensi kurang tepat sasaran atau ada faktor luar yang lebih dominan.
50.
Fungsi utama catatan atas laporan keuangan (CaLK) dalam pelaporan keuangan fasilitas kesehatan adalah…
A. Menggantikan laporan neraca apabila data aset tidak lengkap pada akhir periode
B. Menyajikan rencana kegiatan dan anggaran untuk periode tahun berikutnya
C. Memuat opini auditor tentang kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan
D. Memberikan penjelasan dan rincian atas pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan utama
Jawaban: D. Memberikan penjelasan dan rincian atas pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan utama. CaLK merupakan bagian integral laporan keuangan yang menguraikan kebijakan akuntansi yang diterapkan, penjelasan rinci atas setiap akun material, serta informasi tambahan yang diperlukan untuk memahami laporan keuangan secara utuh.
Rutinitas mengerjakan soal latihan terbukti membantu mahasiswa beradaptasi dengan berbagai format ujian yang diterapkan UT. Dalam sistem UT, ada dua format utama yang perlu kamu kenali. Ujian Tatap Muka atau UTM adalah ujian yang diselenggarakan langsung di lokasi tertentu dengan pengawas hadir, sedangkan Ujian Online atau UO.
Perjalanan belajarmu sampai di sini bukan hal kecil. Setiap modul yang kamu baca, setiap soal UAS UT yang kamu kerjakan, semuanya menumpuk menjadi kesiapan yang nyata. Percayai prosesnya. Semoga latihanmu mengerjakan Soal UAS UT EKSI4421 Laboratorium Akuntansi Kesehatan berbuah nilai yang membanggakan di akhir semester ini.