💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT PKNI4303 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT PKNI4303 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn
Soal UT PKNI4303 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn

Setiap mahasiswa Universitas Terbuka (UT) wajib menguasai materi PKNI4303 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn secara komprehensif. Ujian Akhir Semester (UAS) menjadi ajang untuk mengukur pemahaman tersebut secara holistik. Persiapan yang matang sangat diperlukan agar hasil yang diperoleh maksimal dan memuaskan.

Salah satu cara efektif adalah mengerjakan berbagai contoh latihan. Anda dapat mengakses kumpulan soal latihan terbaru melalui soalut.com untuk mempertajam kemampuan. Platform ini menyediakan beragam materi yang relevan dengan kebutuhan belajar mahasiswa UT.

Untuk simulasi yang lebih mendekati ujian sesungguhnya, manfaatkan Soal UT sebagai bahan evaluasi diri. Soal UAS UT dan Soal Ujian UT lainnya dapat diunduh untuk latihan mandiri. Konsistensi berlatih akan membangun rasa percaya diri saat menghadapi UAS.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT PKNI4303 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn

1.

Visi utama Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai pendidikan karakter kebangsaan adalah untuk membentuk warga negara yang…

  • A. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi
  • B. Mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitas budaya
  • C. Cerdas, partisipatif, bertanggung jawab, serta cinta tanah air berdasarkan Pancasila
  • D. Patuh terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku
Jawaban: C. Cerdas, partisipatif, bertanggung jawab, serta cinta tanah air berdasarkan Pancasila.
Visi PKn sebagai pendidikan karakter kebangsaan adalah membentuk warga negara yang cerdas, partisipatif, bertanggung jawab, dan cinta tanah air yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
2.

Muatan nilai dan moral Pancasila dalam pendidikan karakter kebangsaan dan cinta tanah air harus diinternalisasikan melalui pendekatan…

  • A. Hafalan sila-sila Pancasila
  • B. Pembiasaan, keteladanan, dan pembelajaran kontekstual
  • C. Pemberian sanksi tegas bagi pelanggar norma
  • D. Penggunaan media sosial untuk menyebarkan konten kebangsaan
Jawaban: B. Pembiasaan, keteladanan, dan pembelajaran kontekstual.
Internalisasi nilai dan moral Pancasila memerlukan pembiasaan, keteladanan dari guru, dan pembelajaran yang kontekstual agar tertanam dalam sikap dan perilaku siswa.
3.

Fungsi pendidikan nasional dalam kerangka PKn adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang…

  • A. Beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta cakap dalam berdemokrasi
  • B. Sejahtera secara ekonomi dan mandiri secara finansial
  • C. Berprestasi akademik tinggi dan memiliki keterampilan teknis
  • D. Mematuhi semua peraturan sekolah tanpa syarat
Jawaban: A. Beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta cakap dalam berdemokrasi.
Fungsi pendidikan nasional sesuai UU Sisdiknas adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
4.

Kontribusi PKn dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional antara lain melalui…

  • A. Pembelajaran yang hanya berfokus pada teori politik dan hukum
  • B. Pembentukan karakter demokratis, toleransi, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia
  • C. Penyelenggaraan lomba pidato kebangsaan setiap semester
  • D. Penggunaan buku teks yang berisi sejarah perjuangan bangsa
Jawaban: B. Pembentukan karakter demokratis, toleransi, dan penghargaan terhadap hak asasi manusia.
PKn berkontribusi dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui pembentukan karakter demokratis, toleransi, dan penghargaan terhadap HAM yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
5.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) PKn di SMP/MTs menekankan bahwa peserta didik harus mampu…

  • A. Menjelaskan teori-teori politik kontemporer secara rinci
  • B. Menunjukkan sikap kebangsaan, cinta tanah air, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari
  • C. Menganalisis kasus hukum pidana dan perdata
  • D. Membuat makalah tentang sistem pemerintahan asing
Jawaban: B. Menunjukkan sikap kebangsaan, cinta tanah air, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
SKL PKn di SMP/MTs menekankan pada pembentukan sikap dan perilaku kebangsaan, cinta tanah air, serta kepedulian sosial sebagai warga negara yang baik.
6.

Muatan nilai dan moral Pancasila dalam SKL PKn di SMA/MA menghendaki lulusan memiliki kompetensi…

  • A. Menguasai seluruh konsep ilmu politik secara akademis
  • B. Berperilaku sesuai nilai Pancasila dalam konteks global yang multikultural
  • C. Mampu memimpin organisasi dengan gaya otoriter
  • D. Menyusun kebijakan publik untuk pemerintah daerah
Jawaban: B. Berperilaku sesuai nilai Pancasila dalam konteks global yang multikultural.
SKL PKn di SMA/MA menghendaki lulusan mampu berperilaku sesuai nilai Pancasila dan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi di tengah masyarakat multikultural.
7.

Substansi materi keilmuan yang melandasi standar kompetensi PKn di SMA/MA meliputi konsep-konsep dari ilmu…

  • A. Fisika, kimia, dan biologi
  • B. Politik, hukum, sosiologi, dan kewarganegaraan
  • C. Matematika, statistik, dan ekonomi
  • D. Sejarah, geografi, dan antropologi murni
Jawaban: B. Politik, hukum, sosiologi, dan kewarganegaraan.
Substansi PKn bersifat multidimensional dengan landasan keilmuan dari ilmu politik, hukum, sosiologi, dan konsep kewarganegaraan.
8.

Dalam pengorganisasian pengalaman belajar PKn di SMA/MA, pembelajaran sebaiknya dirancang secara…

  • A. Terpisah antara teori dan praktik
  • B. Berpusat pada guru dengan ceramah dominan
  • C. Integratif, kontekstual, dan partisipatif
  • D. Fokus pada hafalan undang-undang dan pasal-pasal
Jawaban: C. Integratif, kontekstual, dan partisipatif.
Pengorganisasian pengalaman belajar PKn harus integratif, kontekstual, dan partisipatif agar peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kehidupan nyata.
9.

Sistem belajar dan pembelajaran nilai dalam PKn menekankan pada proses…

  • A. Pemberian hadiah dan hukuman secara berkelanjutan
  • B. Internalisasi nilai melalui pembiasaan, keteladanan, dan refleksi
  • C. Penyampaian nilai secara langsung oleh guru tanpa diskusi
  • D. Penghafalan definisi nilai-nilai moral Pancasila
Jawaban: B. Internalisasi nilai melalui pembiasaan, keteladanan, dan refleksi.
Pembelajaran nilai dalam PKn dilakukan melalui internalisasi dengan pembiasaan, keteladanan dari guru, dan refleksi agar nilai benar-benar dihayati.
10.

Kebutuhan evaluasi yang relevan untuk mengukur pencapaian kompetensi PKn sebaiknya bersifat…

  • A. Hanya melalui ujian tertulis pilihan ganda
  • B. Terpadu antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor
  • C. Fokus pada keterampilan debat dan pidato
  • D. Menggunakan penilaian akhir semester sebagai satu-satunya tolok ukur
Jawaban: B. Terpadu antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Evaluasi PKn harus mengukur aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan) secara seimbang untuk mengetahui pencapaian kompetensi secara menyeluruh.
11.

Model evaluasi yang relevan untuk menilai sikap demokratis siswa dalam PKn adalah…

  • A. Tes objektif dengan pilihan benar-salah
  • B. Observasi partisipasi siswa dalam diskusi dan musyawarah
  • C. Ujian lisan menghafal pasal-pasal UUD 1945
  • D. Portofolio tugas menulis esai politik
Jawaban: B. Observasi partisipasi siswa dalam diskusi dan musyawarah.
Sikap demokratis paling tepat dinilai melalui observasi langsung terhadap partisipasi siswa dalam diskusi, musyawarah, dan pengambilan keputusan bersama.
12.

Karakteristik budaya kelas PKn yang berkarakter antara lain ditandai dengan…

  • A. Suasana kelas yang hening dan tertib karena guru mendominasi
  • B. Terciptanya dialog, toleransi, saling menghargai, dan tanggung jawab
  • C. Penggunaan seragam yang ketat dan seragam dalam setiap kegiatan
  • D. Persaingan ketat antar siswa untuk mendapatkan nilai tertinggi
Jawaban: B. Terciptanya dialog, toleransi, saling menghargai, dan tanggung jawab.
Budaya kelas PKn yang berkarakter tercipta dengan adanya dialog, toleransi, saling menghargai, dan tanggung jawab yang menjadi praktik nyata nilai Pancasila.
13.

Desain budaya kelas PKn yang berkarakter sebaiknya dimulai dari…

  • A. Pembuatan tata tertib kelas yang kaku
  • B. Pembentukan kesepakatan kelas secara partisipatif
  • C. Penunjukan ketua kelas oleh guru
  • D. Penempatan kursi secara tetap tanpa perubahan
Jawaban: B. Pembentukan kesepakatan kelas secara partisipatif.
Budaya kelas berkarakter dimulai dengan pembentukan kesepakatan kelas yang dilakukan secara partisipatif, sehingga siswa merasa memiliki dan bertanggung jawab.
14.

Dalam KTSP PKn yang berkarakter, kriteria konseptual yang harus dipenuhi adalah…

  • A. Mengacu pada satu sumber belajar utama yaitu buku paket
  • B. Mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap kompetensi dasar
  • C. Menyediakan alokasi waktu khusus untuk kegiatan ekstrakurikuler
  • D. Memprioritaskan materi sejarah perjuangan bangsa
Jawaban: B. Mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap kompetensi dasar.
KTSP PKn yang berkarakter secara konseptual harus mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam setiap kompetensi dasar yang akan dicapai.
15.

Model KTSP PKn yang berkarakter secara programatik harus memuat…

  • A. Rencana kegiatan rekreasi siswa setiap semester
  • B. Silabus dan RPP yang memuat indikator pencapaian sikap dan nilai karakter
  • C. Jadwal pelajaran yang padat dengan mata pelajaran wajib
  • D. Daftar pustaka yang lengkap dari semua mata pelajaran
Jawaban: B. Silabus dan RPP yang memuat indikator pencapaian sikap dan nilai karakter.
Secara programatik, KTSP PKn berkarakter harus memiliki silabus dan RPP yang secara eksplisit memuat indikator pencapaian sikap dan nilai karakter.
16.

Kriteria konseptual silabus PKn yang baik harus memuat komponen utama yaitu…

  • A. SK, KD, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar
  • B. Tujuan sekolah, visi misi, dan profil lulusan
  • C. Daftar nama guru dan jadwal piket
  • D. Anggaran biaya operasional sekolah
Jawaban: A. SK, KD, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Silabus PKn secara konseptual harus memuat komponen utama seperti SK, KD, indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
17.

Dalam pengembangan model RPP PKn yang berkarakter, langkah awal yang paling tepat adalah…

  • A. Menentukan metode pembelajaran yang paling populer
  • B. Menganalisis kompetensi dasar dan merumuskan indikator pencapaian yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan
  • C. Membeli buku panduan guru dari penerbit ternama
  • D. Menyusun jadwal ulangan harian untuk seluruh semester
Jawaban: B. Menganalisis kompetensi dasar dan merumuskan indikator pencapaian yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Pengembangan RPP PKn berkarakter dimulai dari analisis KD kemudian merumuskan indikator yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terintegrasi.
18.

Visi utama Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai pendidikan karakter kebangsaan adalah untuk membentuk warga negara yang…

  • A. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
  • B. mampu bersaing di pasar global
  • C. memiliki kesadaran dan semangat kebangsaan serta cinta tanah air
  • D. patuh pada seluruh peraturan perundang-undangan
Jawaban: C. memiliki kesadaran dan semangat kebangsaan serta cinta tanah air.
Visi PKn sebagai pendidikan karakter kebangsaan adalah menumbuhkan kesadaran dan semangat kebangsaan serta cinta tanah air pada peserta didik.
19.

Nilai dan moral Pancasila dalam kerangka pendidikan karakter kebangsaan yang menekankan pada sikap saling menghormati dan bekerja sama antarumat beragama, suku, dan golongan merupakan penjabaran dari sila…

  • A. Pertama
  • B. Kedua
  • C. Ketiga
  • D. Keempat
Jawaban: C. Ketiga.
Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, mengandung nilai persatuan dan kesatuan, termasuk sikap saling menghormati dan bekerja sama antarberagam kelompok.
20.

Muatan nilai moral yang terkandung dalam fungsi dan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, paling erat kaitannya dengan nilai Pancasila, yaitu:

  • A. Ketuhanan Yang Maha Esa
  • B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • C. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  • D. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Jawaban: C. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Tujuan pendidikan nasional untuk membentuk warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab mencerminkan nilai sila keempat Pancasila.
21.

Kontribusi PKn dalam perwujudan fungsi pendidikan nasional adalah membentuk peserta didik menjadi warga negara yang memiliki…

  • A. pengetahuan hukum yang tinggi
  • B. kemampuan berbahasa asing yang baik
  • C. kesadaran hukum, politik, dan kenegaraan yang tinggi
  • D. keterampilan teknis yang mumpuni
Jawaban: C. kesadaran hukum, politik, dan kenegaraan yang tinggi.
PKn berkontribusi membentuk warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam bidang hukum, politik, dan kenegaraan.
22.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) PKn di SMP/MTs menuntut peserta didik untuk memiliki kompetensi menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku. Muatan nilai moral Pancasila yang paling dominan dalam kompetensi ini adalah…

  • A. sila pertama
  • B. sila kedua
  • C. sila ketiga
  • D. sila keempat dan kelima
Jawaban: B. sila kedua.
Sikap positif terhadap norma, seperti menghormati hak asasi manusia, mencerminkan nilai sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
23.

Muatan nilai moral Pancasila yang terkandung dalam Standar Kompetensi Lulusan PKn di SMA/MA yang berkaitan dengan kompetensi partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, paling erat kaitannya dengan sila…

  • A. Pertama
  • B. Ketiga
  • C. Keempat
  • D. Kelima
Jawaban: C. Keempat.
Partisipasi aktif dalam demokrasi merupakan perwujudan dari sila keempat Pancasila, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
24.

Substansi materi keilmuan yang melandasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar PKn di SMA/MA tentang sistem hukum dan peradilan nasional, merupakan muatan dari cabang ilmu…

  • A. Sosiologi
  • B. Ilmu Politik
  • C. Ilmu Hukum
  • D. Antropologi
Jawaban: C. Ilmu Hukum.
Materi tentang sistem hukum dan peradilan merupakan substansi dari cabang ilmu hukum.
25.

Dalam pengorganisasian pengalaman belajar PKn di SMA/MA, agar pembelajaran lebih bermakna, maka pengalaman belajar harus dirancang dengan prinsip…

  • A. berpusat pada guru
  • B. berpusat pada peserta didik
  • C. berfokus pada hafalan
  • D. bersifat individual
Jawaban: B. berpusat pada peserta didik.
Pembelajaran bermakna menekankan pada keaktifan peserta didik, sehingga pengalaman belajar harus berpusat pada peserta didik.
26.

Sistem belajar dan pembelajaran nilai dalam PKn menekankan pada proses…

  • A. penghafalan nilai-nilai Pancasila
  • B. pemberian hukuman bagi yang melanggar
  • C. internalisasi nilai melalui pembiasaan dan keteladanan
  • D. penguasaan teori moral secara kognitif
Jawaban: C. internalisasi nilai melalui pembiasaan dan keteladanan.
Pembelajaran nilai dalam PKn dilakukan melalui proses internalisasi, yaitu penanaman nilai melalui pembiasaan dan keteladanan, bukan sekadar hafalan.
27.

Kebutuhan evaluasi yang relevan untuk mengukur pencapaian kompetensi PKn yang bersifat afektif, terutama sikap cinta tanah air, adalah menggunakan instrumen…

  • A. tes pilihan ganda
  • B. tes uraian objektif
  • C. skala sikap dan observasi
  • D. portofolio kognitif
Jawaban: C. skala sikap dan observasi.
Kompetensi afektif seperti sikap cinta tanah air paling tepat dievaluasi menggunakan skala sikap atau lembar observasi.
28.

Model prosedur dan alat evaluasi yang tepat untuk mengevaluasi kompetensi peserta didik dalam merumuskan solusi atas permasalahan sosial di lingkungannya, adalah dengan…

  • A. tes tertulis esai
  • B. penilaian proyek
  • C. tes lisan
  • D. kuesioner kepuasan
Jawaban: B. penilaian proyek.
Penilaian proyek cocok untuk mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam merumuskan solusi atas permasalahan nyata.
29.

Karakteristik budaya kelas PKn yang berkarakter adalah kelas yang mampu menciptakan suasana…

  • A. kompetitif dan individual
  • B. otoriter dan disiplin tinggi
  • C. demokratis, dialogis, dan menghargai perbedaan
  • D. tenang dan sunyi selama pembelajaran
Jawaban: C. demokratis, dialogis, dan menghargai perbedaan.
Budaya kelas PKn yang berkarakter menciptakan suasana demokratis, dialogis, dan menghargai perbedaan pendapat.
30.

Desain budaya kelas PKn yang berkarakter dapat diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti…

  • A. upacara bendera dan diskusi kelas
  • B. lomba kebersihan kelas
  • C. piket kelas harian
  • D. semua jawaban benar
Jawaban: D. semua jawaban benar.
Upacara bendera, diskusi kelas, lomba kebersihan, dan piket kelas merupakan contoh kegiatan yang dapat membentuk budaya kelas berkarakter.
31.

Kriteria konseptual KTSP PKn yang berkarakter antara lain harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam…

  • A. setiap mata pelajaran lain
  • B. kegiatan ekstrakurikuler saja
  • C. seluruh komponen silabus dan RPP
  • D. kegiatan pembiasaan di sekolah
Jawaban: C. seluruh komponen silabus dan RPP.
KTSP PKn yang berkarakter mengintegrasikan nilai karakter ke dalam seluruh komponen silabus dan RPP, bukan hanya kegiatan tertentu.
32.

Model KTSP PKn di SMP/MTs yang berkarakter harus memuat kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang selaras dengan…

  • A. minat peserta didik saja
  • B. perkembangan teknologi
  • C. nilai-nilai Pancasila
  • D. kebijakan kepala sekolah
Jawaban: C. nilai-nilai Pancasila.
KTSP yang berkarakter harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pengembangan karakter.
33.

Analisis terhadap kriteria konseptual dan programatik silabus PKn menunjukkan bahwa silabus harus dikembangkan secara sistematis, artinya…

  • A. dibuat oleh guru secara mandiri
  • B. berisi kegiatan pembelajaran yang acak
  • C. memuat urutan materi, kegiatan, dan penilaian yang logis
  • D. hanya fokus pada aspek kognitif
Jawaban: C. memuat urutan materi, kegiatan, dan penilaian yang logis.
Silabus yang sistematis berarti memiliki urutan yang logis dan terpadu antara materi, kegiatan, dan penilaian.
34.

Pengembangan model RPP PKn di SMA/MA yang berkarakter sebaiknya mencantumkan langkah-langkah pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik, seperti…

  • A. ceramah dan mencatat
  • B. pemecahan masalah dan diskusi
  • C. membaca dan mengerjakan LKS
  • D. mendengarkan dan menghafal
Jawaban: B. pemecahan masalah dan diskusi.
RPP berkarakter mendorong pembelajaran aktif, seperti pemecahan masalah dan diskusi, untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan karakter.
35.

Visi utama Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai pendidikan karakter kebangsaan adalah untuk…

  • A. membentuk warga negara yang patuh pada hukum tanpa mempertanyakan nilai
  • B. mengembangkan warga negara yang demokratis, cinta tanah air, dan berkarakter Pancasila
  • C. menciptakan peserta didik yang menguasai teori politik secara akademis
  • D. menyiapkan peserta didik menjadi pemimpin politik di masa depan
Jawaban: B. mengembangkan warga negara yang demokratis, cinta tanah air, dan berkarakter Pancasila.
Visi PKn adalah membentuk warga negara yang demokratis, cinta tanah air, dan berkarakter Pancasila, bukan hanya kepatuhan buta atau penguasaan teori politik semata.
36.

Muatan nilai moral Pancasila dalam pendidikan karakter kebangsaan dan cinta tanah air dapat diinternalisasikan melalui…

  • A. pembiasaan perilaku yang mencerminkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
  • B. penghafalan teks Pancasila tanpa penerapan
  • C. larangan total terhadap budaya asing
  • D. penggunaan seragam nasional setiap hari
Jawaban: A. pembiasaan perilaku yang mencerminkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Internalisasi nilai moral Pancasila dilakukan melalui pembiasaan perilaku yang mencerminkan sila-sila Pancasila, seperti gotong royong dan toleransi, bukan sekadar hafalan.
37.

Fungsi pendidikan nasional yang menekankan pengembangan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab, secara langsung mengandung muatan nilai…

  • A. hedonisme dan materialisme
  • B. nilai moral dan spiritual
  • C. nilai individualisme dan liberalisme
  • D. nilai kompetisi tanpa batas
Jawaban: B. nilai moral dan spiritual.
Fungsi pendidikan nasional mengandung nilai moral dan spiritual karena bertujuan mengembangkan iman, akhlak mulia, dan tanggung jawab sesuai Pancasila.
38.

Kontribusi utama PKn dalam perwujudan fungsi pendidikan nasional adalah…

  • A. menggantikan peran mata pelajaran lain
  • B. membentuk warga negara yang sadar hukum, cinta tanah air, dan berwawasan kebangsaan
  • C. menekankan aspek kognitif tanpa afektif
  • D. mengisolasi peserta didik dari isu sosial
Jawaban: B. membentuk warga negara yang sadar hukum, cinta tanah air, dan berwawasan kebangsaan.
PKn berkontribusi membentuk warga negara yang sadar hukum, cinta tanah air, dan berwawasan kebangsaan, sesuai fungsi pendidikan nasional.
39.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) PKn di SMP/MTs memuat muatan nilai moral Pancasila yang menekankan…

  • A. penguasaan hafalan pasal-pasal UUD 1945
  • B. kemampuan bersikap demokratis dan toleran dalam kehidupan bersama
  • C. keahlian berdebat secara agresif
  • D. pemahaman teori politik negara luar
Jawaban: B. kemampuan bersikap demokratis dan toleran dalam kehidupan bersama.
SKL PKn SMP/MTs menekankan sikap demokratis dan toleran sebagai perwujudan nilai moral Pancasila, bukan sekadar hafalan.
40.

Muatan nilai moral Pancasila dalam SKL PKn di SMA/MA terutama bertujuan agar lulusan mampu…

  • A. menguasai semua sistem pemerintahan dunia
  • B. berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkeadaban
  • C. menjadi pengusaha sukses
  • D. menghindari keterlibatan sosial
Jawaban: B. berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkeadaban.
SKL PKn SMA/MA bertujuan membentuk lulusan yang mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkeadaban sesuai Pancasila.
41.

Materi keilmuan yang melandasi Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) PKn di SMA/MA banyak bersumber dari…

  • A. ilmu pengetahuan alam
  • B. ilmu politik, hukum, dan kewarganegaraan
  • C. matematika dan statistika
  • D. seni dan sastra
Jawaban: B. ilmu politik, hukum, dan kewarganegaraan.
PKn bersumber dari ilmu politik, hukum, dan kewarganegaraan yang relevan dengan substansi kewarganegaraan dan HAM.
42.

Substansi materi keilmuan dalam SK dan KD PKn di SMA/MA mencakup konsep…

  • A. reaksi kimia
  • B. pembelahan sel
  • C. demokrasi, hak asasi, dan konstitusi
  • D. persamaan kuadrat
Jawaban: C. demokrasi, hak asasi, dan konstitusi.
Substansi PKn mencakup demokrasi, HAM, dan konstitusi sebagai pilar keilmuan kewarganegaraan.
43.

Pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar dalam pembelajaran PKn di SMA/MA sebaiknya menekankan…

  • A. ceramah satu arah oleh guru
  • B. pengalaman belajar yang partisipatif dan reflektif
  • C. pemberian tugas individual saja
  • D. penggunaan media tanpa interaksi
Jawaban: B. pengalaman belajar yang partisipatif dan reflektif.
Pembelajaran PKn efektif menggunakan pengalaman partisipatif dan reflektif agar peserta didik menghayati nilai.
44.

Sistem belajar dan pembelajaran nilai dalam PKn di SMP/MTs dan SMA/MA dianjurkan menggunakan pendekatan…

  • A. indoktrinasi nilai secara kaku
  • B. penanaman nilai melalui diskusi dan pemecahan masalah moral
  • C. penghafalan sanksi hukum
  • D. pengabaian konteks sosial
Jawaban: B. penanaman nilai melalui diskusi dan pemecahan masalah moral.
Pembelajaran nilai PKn menggunakan diskusi dan pemecahan masalah moral agar siswa aktif menginternalisasi nilai.
45.

Kebutuhan evaluasi yang relevan untuk mengukur pencapaian kompetensi PKn di SMP/MTs harus mencakup ranah…

  • A. kognitif saja
  • B. psikomotorik saja
  • C. kognitif, afektif, dan psikomotorik
  • D. hanya afektif
Jawaban: C. kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Evaluasi PKn harus menyeluruh meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik karena kompetensi PKn bersifat multidimensi.
46.

Model prosedur dan alat evaluasi yang relevan untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi PKn di SMA/MA dapat berupa…

  • A. tes objektif saja
  • B. portofolio, observasi sikap, dan tes tertulis
  • C. wawancara tanpa kriteria
  • D. angket tanpa skor
Jawaban: B. portofolio, observasi sikap, dan tes tertulis.
Portofolio, observasi sikap, dan tes tertulis adalah alat evaluasi yang relevan untuk mengukur berbagai aspek kompetensi PKn.
47.

Karakteristik budaya kelas PKn yang berkarakter di SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK adalah…

  • A. kelas yang hening dan otoriter
  • B. kelas yang demokratis, saling menghargai, dan partisipatif
  • C. kelas yang hanya fokus pada nilai akademis
  • D. kelas yang mengisolasi peserta didik
Jawaban: B. kelas yang demokratis, saling menghargai, dan partisipatif.
Budaya kelas PKn berkarakter bersifat demokratis, saling menghargai, dan partisipatif, sesuai nilai Pancasila.
48.

Desain budaya kelas PKn yang berkarakter sebaiknya mengintegrasikan nilai-nilai seperti…

  • A. intoleransi dan persaingan tidak sehat
  • B. gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab
  • C. kepatuhan butuh tanpa nalar
  • D. individualisme dan materialisme
Jawaban: B. gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab.
Nilai gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab adalah inti dalam mendesain budaya kelas PKn berkarakter.
49.

Kriteria konseptual dan programatik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PKn di SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK harus…

  • A. mengabaikan kondisi sekolah
  • B. disesuaikan dengan potensi dan karakteristik sekolah serta peserta didik
  • C. seragam secara nasional tanpa adaptasi
  • D. hanya fokus pada materi teori
Jawaban: B. disesuaikan dengan potensi dan karakteristik sekolah serta peserta didik.
KTSP PKn bersifat fleksibel dan harus disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
50.

Langkah awal dalam mengembangkan model silabus/RPP PKn yang berkarakter di SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK adalah…

  • A. menentukan media pembelajaran tanpa analisis
  • B. menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar serta nilai karakter yang akan dikembangkan
  • C. langsung membuat soal evaluasi
  • D. menyusun jadwal mengajar
Jawaban: B. menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar serta nilai karakter yang akan dikembangkan.
Analisis KI dan KD serta nilai karakter menjadi langkah awal penyusunan silabus/RPP yang berkarakter dan terintegrasi.

Semoga latihan ini memberi gambaran jelas tentang materi yang akan diuji. Pahami konsep inti dan kerjakan dengan teliti. Persiapkan dirimu untuk format ujian UT seperti Ujian Tulis Mandiri (UTM) dan Ujian Online (UO) yang mungkin kamu hadapi.

Tetap semangat dalam mempelajari PKNI4303 Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran PKn. Kerjakan Soal UAS UT dengan percaya diri berdasarkan pemahamanmu. Yakini bahwa usaha belajar yang konsisten akan membuahkan hasil yang memuaskan. Selamat mengerjakan ujian.

Bagikan

error: Content is protected !!