💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT SPAI4401 Teologi Islam dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT SPAI4401 Teologi Islam
Soal UT SPAI4401 Teologi Islam

Memahami dasar-dasar akidah Islam secara mendalam adalah kebutuhan penting bagi setiap mahasiswa program studi agama. SPAI4401 Teologi Islam hadir untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif tentang konsep ketuhanan, keimanan, dan aliran-aliran pemikiran dalam Islam yang relevan untuk kehidupan akademis maupun spiritual.

Berlatih dengan Soal UAS UT secara rutin terbukti meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi ujian sesungguhnya. Mahasiswa yang membiasakan diri mengerjakan latihan soal akan lebih mudah memahami pola pertanyaan dan materi prioritas yang sering diujikan, sehingga hasil akhir ujian pun menjadi lebih optimal dan memuaskan.

Untuk mendukung persiapan belajar Anda, kunjungi soalut.com sebagai sumber referensi latihan terpercaya. Temukan koleksi Soal UT lengkap berbagai mata kuliah yang disusun sistematis. Berlatih dengan Soal Ujian UT yang tepat akan membantu Anda menguasai materi teologi Islam secara lebih terstruktur dan efisien.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT SPAI4401 Teologi Islam

1.

Istilah 'Ilmu Kalam' dalam teologi Islam disebut demikian karena pada awalnya pembahasan yang paling ramai diperdebatkan adalah tentang…

  • A. Keesaan Allah SWT
  • B. Kalam (firman/sifat berbicara) Allah dan apakah ia qadim atau hadits
  • C. Hukum halal dan haram dalam syariat
  • D. Metode penafsiran Al-Qur'an
Jawaban: B. Kalam (firman/sifat berbicara) Allah dan apakah ia qadim atau hadits.
Istilah 'Ilmu Kalam' muncul karena perdebatan paling sengit di kalangan ulama klasik adalah tentang kalam Allah, yakni apakah Al-Qur'an sebagai kalam Allah bersifat qadim (azali) atau hadits (baru/diciptakan), sehingga ilmu ini dinamakan Ilmu Kalam.
2.

Faktor internal yang paling dominan mendorong munculnya persoalan teologis dalam Islam pada masa awal adalah…

  • A. Pengaruh filsafat Yunani yang masuk melalui terjemahan
  • B. Konflik politik pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW, terutama peristiwa tahkim
  • C. Serangan dari kaum Kristiani dan Yahudi terhadap akidah Islam
  • D. Perkembangan perdagangan yang membawa budaya asing
Jawaban: B. Konflik politik pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW, terutama peristiwa tahkim.
Faktor internal utama munculnya persoalan teologis dalam Islam adalah konflik politik setelah wafatnya Nabi, khususnya peristiwa tahkim (arbitrase) antara Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah yang melahirkan kelompok Khawarij dan memicu perdebatan tentang dosa besar, iman, dan kekafiran.
3.

Dalam metodologi ilmu kalam, metode yang mengandalkan dalil-dalil nash Al-Qur'an dan Hadis tanpa banyak menggunakan penalaran akal disebut metode…

  • A. Rasional (burhani)
  • B. Naql (naqli)
  • C. Bayani
  • D. Irfani
Jawaban: B. Naql (naqli).
Metode naql (naqli) adalah pendekatan dalam ilmu kalam yang mendasarkan argumen dan kesimpulan teologis semata-mata pada nash Al-Qur'an dan Hadis, berbeda dengan metode rasional yang mengutamakan penalaran akal.
4.

Pembagian tauhid menjadi Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat merupakan klasifikasi yang bertujuan untuk…

  • A. Membedakan antara Islam dan agama lain secara tegas
  • B. Memperinci aspek-aspek keesaan Allah agar pemahaman akidah lebih komprehensif
  • C. Membantah argumen kaum Mu'tazilah tentang sifat Allah
  • D. Menyederhanakan rukun iman agar mudah dipahami anak-anak
Jawaban: B. Memperinci aspek-aspek keesaan Allah agar pemahaman akidah lebih komprehensif.
Pembagian tauhid menjadi tiga kategori (Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat) bertujuan memperinci dimensi keesaan Allah secara menyeluruh: keesaan dalam penciptaan dan pengaturan alam, keesaan dalam peribadatan, serta keesaan dalam nama dan sifat-Nya.
5.

Di antara sifat wajib Allah berikut ini, yang berarti Allah tidak membutuhkan siapapun dan segala sesuatu bergantung kepada-Nya adalah sifat…

  • A. Qidam
  • B. Baqa'
  • C. Qiyamuhu binafsihi
  • D. Mukhalafatu lil hawadits
Jawaban: C. Qiyamuhu binafsihi.
Qiyamuhu binafsihi berarti Allah berdiri sendiri, tidak membutuhkan zat, tempat, maupun pihak lain. Semua makhluk sebaliknya bergantung kepada-Nya, berbeda dengan Qidam (dahulu tanpa permulaan) dan Baqa' (kekal abadi).
6.

Asmaul Husna 'Al-'Adl' memiliki implikasi teologis bahwa Allah Maha Adil. Implikasi keimanan ini dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim seharusnya mendorong…

  • A. Sikap pasif menunggu keadilan dari Allah tanpa berbuat sesuatu
  • B. Keyakinan bahwa semua ketidakadilan dunia tidak perlu diperjuangkan
  • C. Semangat menegakkan keadilan dalam interaksi sosial sebagai cerminan nilai ilahi
  • D. Penolakan terhadap sistem hukum manusia karena hanya Allah yang adil
Jawaban: C. Semangat menegakkan keadilan dalam interaksi sosial sebagai cerminan nilai ilahi.
Keimanan kepada Allah Al-'Adl (Maha Adil) seharusnya mendorong Muslim untuk meneladani sifat keadilan Allah dalam kehidupan sosial, bukan bersikap pasif. Teologi Islam mengajarkan bahwa nilai-nilai ilahi harus diaktualisasikan dalam perilaku nyata.
7.

Dalam teologi Islam, malaikat diciptakan dari nur (cahaya) dan memiliki sifat yang membedakannya dari manusia dan jin, yaitu…

  • A. Memiliki nafsu dan akal seperti manusia
  • B. Makhluk ghaib yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah dan selalu taat
  • C. Dapat memilih antara taat dan maksiat seperti manusia
  • D. Diciptakan dari api seperti halnya jin
Jawaban: B. Makhluk ghaib yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah dan selalu taat.
Teologi Islam menegaskan bahwa malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan dari cahaya, tidak memiliki nafsu, dan senantiasa taat kepada Allah tanpa pernah melakukan kemaksiatan, berbeda dengan manusia dan jin yang diberikan potensi untuk memilih.
8.

Perbedaan antara Nabi dan Rasul dalam teologi Islam yang paling tepat adalah…

  • A. Nabi mendapat wahyu melalui mimpi, rasul mendapat wahyu melalui malaikat Jibril secara langsung
  • B. Setiap rasul adalah nabi, tetapi tidak setiap nabi adalah rasul karena rasul memiliki risalah khusus untuk disampaikan kepada umatnya
  • C. Nabi lebih tinggi derajatnya dari rasul karena lebih banyak jumlahnya
  • D. Rasul hanya diutus untuk bani Israil, sedangkan nabi diutus untuk semua umat
Jawaban: B. Setiap rasul adalah nabi, tetapi tidak setiap nabi adalah rasul karena rasul memiliki risalah khusus untuk disampaikan kepada umatnya.
Dalam teologi Islam, setiap rasul pasti nabi, namun tidak setiap nabi adalah rasul. Rasul mendapat wahyu berupa syariat baru yang wajib disampaikan kepada umat, sementara nabi meneruskan syariat nabi sebelumnya tanpa membawa syariat baru.
9.

Konsep wahyu dalam perspektif ilmu kalam menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Aspek kemukjizatan Al-Qur'an yang paling utama dalam kajian teologis disebut…

  • A. I'jaz 'ilmi (kemukjizatan ilmiah)
  • B. I'jaz bayan (kemukjizatan pemberitaan masa depan)
  • C. I'jaz lughawi/balaghah (kemukjizatan bahasa dan sastra)
  • D. I'jaz tasyri'i (kemukjizatan legislasi hukum)
Jawaban: C. I'jaz lughawi/balaghah (kemukjizatan bahasa dan sastra).
Dalam kajian ilmu kalam, aspek kemukjizatan Al-Qur'an yang paling pokok dan menjadi tantangan langsung kepada bangsa Arab adalah i'jaz lughawi/balaghah, yaitu keindahan dan keluarbiasaan bahasa serta sastranya yang tak tertandingi oleh manusia manapun.
10.

Dalam eskatologi Islam, alam barzakh adalah…

  • A. Nama lain untuk hari kiamat besar
  • B. Fase kehidupan antara kematian seseorang hingga hari kebangkitan (yaumul ba'ats)
  • C. Surga yang diperuntukkan bagi para syuhada
  • D. Tempat penyiksaan khusus bagi orang-orang kafir
Jawaban: B. Fase kehidupan antara kematian seseorang hingga hari kebangkitan (yaumul ba'ats).
Alam barzakh adalah fase perantara antara kematian individu dan hari kebangkitan umum. Di dalamnya, ruh mengalami nikmat atau siksa kubur berdasarkan amal perbuatan selama hidup di dunia, sebelum seluruh manusia dibangkitkan di Padang Mahsyar.
11.

Pandangan aliran Jabariyah tentang perbuatan manusia sangat berbeda dengan Qadariyah. Inti pandangan Jabariyah adalah…

  • A. Manusia sepenuhnya bebas menciptakan dan menentukan perbuatannya sendiri
  • B. Manusia tidak memiliki kehendak bebas sama sekali dan semua perbuatannya adalah ciptaan Allah semata
  • C. Manusia memiliki daya (qudrah) untuk mewujudkan perbuatannya melalui kasb
  • D. Perbuatan manusia adalah hasil kerja sama antara kehendak manusia dan kehendak Allah
Jawaban: B. Manusia tidak memiliki kehendak bebas sama sekali dan semua perbuatannya adalah ciptaan Allah semata.
Jabariyah berpandangan bahwa manusia tidak memiliki kehendak dan daya bebas. Semua perbuatan manusia adalah perbuatan Allah semata, manusia hanya seperti wayang yang digerakkan. Pandangan ini kontras dengan Qadariyah yang menyatakan manusia bebas sepenuhnya.
12.

Kelompok Khawarij muncul sebagai akibat dari penolakan terhadap peristiwa tahkim. Doktrin teologis paling ekstrem yang menjadi ciri khas Khawarij adalah…

  • A. Iman cukup di dalam hati tanpa perlu dibuktikan dengan amal perbuatan
  • B. Pelaku dosa besar dianggap kafir dan boleh diperangi
  • C. Allah tidak memiliki sifat karena menyerupai makhluk
  • D. Imam harus berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW
Jawaban: B. Pelaku dosa besar dianggap kafir dan boleh diperangi.
Doktrin paling ekstrem Khawarij adalah mengkafirkan pelaku dosa besar. Mereka berpandangan bahwa orang yang melakukan dosa besar telah keluar dari Islam dan dihukumi kafir, bahkan boleh diperangi. Ini berbeda jauh dengan pandangan Murjiah maupun Ahlussunnah.
13.

Lima prinsip dasar (Al-Ushul Al-Khamsah) Mu'tazilah terdiri dari Tauhid, Al-'Adl, Al-Wa'd wal Wa'id, Al-Manzilah bayna al-Manzilatain, dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Prinsip 'Al-Manzilah bayna al-Manzilatain' berkaitan dengan…

  • A. Kewajiban Allah untuk memberikan pahala bagi yang taat dan siksa bagi yang bermaksiat
  • B. Kedudukan pelaku dosa besar yang tidak kafir dan tidak pula mukmin sempurna, melainkan berada di posisi antara keduanya
  • C. Keyakinan bahwa Allah Maha Adil dan tidak mungkin berbuat zalim
  • D. Kewajiban menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam masyarakat
Jawaban: B. Kedudukan pelaku dosa besar yang tidak kafir dan tidak pula mukmin sempurna, melainkan berada di posisi antara keduanya.
Prinsip Al-Manzilah bayna al-Manzilatain (posisi di antara dua posisi) adalah doktrin Mu'tazilah bahwa pelaku dosa besar tidak berstatus kafir (seperti pandangan Khawarij) dan tidak pula mukmin penuh, melainkan berada di posisi tengah, yaitu fasiq.
14.

Perbedaan utama antara aliran Asy'ariyah dan Mu'tazilah dalam hal sifat Allah adalah…

  • A. Mu'tazilah menetapkan sifat-sifat Allah secara terperinci, sedangkan Asy'ariyah menolaknya
  • B. Asy'ariyah menetapkan sifat Allah sebagai sesuatu yang nyata dan qadim, sedangkan Mu'tazilah menolak sifat yang terpisah dari Zat Allah untuk menghindari ta'addud al-qudama
  • C. Keduanya sepakat tentang sifat Allah tetapi berbeda dalam metode pembuktian
  • D. Asy'ariyah mengikuti pendekatan Mu'tazilah dalam rasionalisasi sifat Allah
Jawaban: B. Asy'ariyah menetapkan sifat Allah sebagai sesuatu yang nyata dan qadim, sedangkan Mu'tazilah menolak sifat yang terpisah dari Zat Allah untuk menghindari ta'addud al-qudama.
Mu'tazilah menolak penetapan sifat-sifat Allah yang berdiri sendiri di luar Zat-Nya karena khawatir akan ta'addud al-qudama (berbilangnya sesuatu yang qadim). Sebaliknya, Asy'ariyah menetapkan bahwa sifat Allah adalah nyata, qadim, dan melekat pada Zat-Nya tanpa tasybih.
15.

Tokoh pembaruan teologi Islam modern yang dikenal dengan gagasan 'Pan-Islamisme' dan perlawanan terhadap imperialisme Barat melalui kebangkitan umat Islam adalah…

  • A. Muhammad Abduh
  • B. Jamaluddin al-Afghani
  • C. Muhammad Iqbal
  • D. Hasan al-Banna
Jawaban: B. Jamaluddin al-Afghani.
Jamaluddin al-Afghani (1838-1897) adalah tokoh pembaruan Islam yang terkenal dengan gagasan Pan-Islamisme, yaitu persatuan seluruh umat Islam untuk melawan imperialisme Barat. Ia mendorong kebangkitan teologis dan politik umat Islam secara bersamaan.
16.

Dalam konteks teologi Islam dan kehidupan berbangsa di Indonesia, hubungan antara akidah Islam dan Pancasila paling tepat dipahami sebagai…

  • A. Pertentangan yang tidak dapat didamaikan karena Islam hanya mengenal negara Islam
  • B. Hubungan yang harmonis karena nilai-nilai Pancasila sejalan dengan prinsip-prinsip universal Islam seperti keadilan, persatuan, dan ketuhanan
  • C. Toleransi sepihak di mana Islam mengorbankan akidahnya demi keutuhan negara
  • D. Pancasila menggantikan fungsi Al-Qur'an dalam kehidupan bernegara
Jawaban: B. Hubungan yang harmonis karena nilai-nilai Pancasila sejalan dengan prinsip-prinsip universal Islam seperti keadilan, persatuan, dan ketuhanan.
Teologi Islam kontemporer di Indonesia memandang Pancasila dan akidah Islam memiliki titik temu yang harmonis. Sila Ketuhanan YME selaras dengan tauhid, sila keadilan sosial relevan dengan maqashid syariah, dan persatuan Indonesia sejalan dengan ukhuwwah Islamiyah dan wathoniyah.
17.

Kompetensi teologis yang harus dimiliki guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan radikalisme digital di era media sosial adalah…

  • A. Kemampuan memblokir konten-konten agama di media sosial
  • B. Penguasaan akidah yang kuat, kemampuan berpikir kritis-moderat (wasathiyah), dan kecakapan mengintegrasikan nilai teologi dalam pembelajaran kontekstual
  • C. Menghindari pembahasan isu-isu kontemporer dalam pembelajaran akidah
  • D. Cukup menguasai kurikulum tanpa perlu memahami perdebatan teologis kontemporer
Jawaban: B. Penguasaan akidah yang kuat, kemampuan berpikir kritis-moderat (wasathiyah), dan kecakapan mengintegrasikan nilai teologi dalam pembelajaran kontekstual.
Guru PAI di era digital memerlukan tiga kompetensi teologis utama: (1) penguasaan akidah yang kokoh sebagai landasan, (2) kemampuan berpikir kritis dengan perspektif wasathiyah (moderat) untuk menangkal narasi ekstremis, dan (3) kecakapan pedagogis untuk mengintegrasikan nilai-nilai teologi Islam dalam konteks kehidupan modern siswa.
18.

Istilah yang digunakan untuk menyebut ilmu yang membahas pokok-pokok kepercayaan dalam Islam, yang secara harfiah berarti 'ilmu tentang berbicara' atau 'ilmu kalam', adalah…

  • A. Fiqh
  • B. Ilmu Kalam
  • C. Tasawuf
  • D. Ushul Fiqh
Jawaban: B. Ilmu Kalam.
Ilmu Kalam adalah istilah teknis dalam tradisi intelektual Islam yang merujuk pada disiplin ilmu yang membahas pokok-pokok akidah dan kepercayaan Islam melalui argumen rasional dan naql, sehingga sering disamakan dengan Teologi Islam.
19.

Faktor internal yang paling awal memicu munculnya persoalan teologis dalam Islam adalah…

  • A. Pengaruh filsafat Yunani yang masuk ke dunia Islam
  • B. Kontak dengan peradaban Persia dan Romawi
  • C. Peristiwa politik seperti pembunuhan Utsman bin Affan dan perang saudara
  • D. Terjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab
Jawaban: C. Peristiwa politik seperti pembunuhan Utsman bin Affan dan perang saudara.
Peristiwa politik seperti terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan dan terjadinya perang saudara (fitnah al-kubra) merupakan faktor internal utama yang memunculkan persoalan teologis, khususnya tentang status pelaku dosa besar dan legitimasi kepemimpinan.
20.

Dalam metodologi ilmu kalam, metode yang mengandalkan teks Al-Qur'an dan Hadis sebagai landasan argumen disebut metode…

  • A. Rasional
  • B. Empiris
  • C. Naql
  • D. Dialektis
Jawaban: C. Naql.
Metode naql (naqliyah) adalah metode dalam ilmu kalam yang bersandar pada dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber otoritatif, berbeda dengan metode rasional (aqliyah) yang mengandalkan penalaran akal.
21.

Pembagian tauhid menjadi tiga bagian, yaitu tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat, bertujuan untuk…

  • A. Membedakan antara Muslim dan non-Muslim secara formal
  • B. Memperjelas dimensi-dimensi keesaan Allah secara komprehensif
  • C. Menentukan syarat sahnya ibadah ritual dalam Islam
  • D. Mengklasifikasikan jenis-jenis dosa besar dalam Islam
Jawaban: B. Memperjelas dimensi-dimensi keesaan Allah secara komprehensif.
Pembagian tauhid menjadi rububiyah (keesaan Allah dalam penciptaan dan pengaturan alam), uluhiyah (keesaan Allah dalam peribadatan), dan asma wa sifat (keesaan nama dan sifat Allah) bertujuan untuk menjelaskan secara komprehensif seluruh dimensi konsep keesaan Allah.
22.

Dalam teologi Islam, sifat yang MUSTAHIL bagi Allah yang berkaitan dengan ketidakmampuan-Nya adalah…

  • A. Hayat (hidup)
  • B. Qidam (dahulu)
  • C. Ajzun (lemah/tidak mampu)
  • D. Iradah (berkehendak)
Jawaban: C. Ajzun (lemah/tidak mampu).
Ajzun (lemah atau tidak mampu) adalah sifat mustahil bagi Allah, yang merupakan kebalikan dari sifat wajib Qudrah (Maha Kuasa). Allah mustahil memiliki kelemahan karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
23.

Implikasi keimanan kepada Asmaul Husna bagi seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari antara lain adalah…

  • A. Menjadikan nama-nama Allah sebagai mantra dalam ritual tertentu
  • B. Meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam nama-nama Allah sesuai kapasitas manusia
  • C. Menghafalkan seluruh Asmaul Husna tanpa perlu memahami maknanya
  • D. Menyembah Allah hanya berdasarkan nama-nama tertentu yang disukai
Jawaban: B. Meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam nama-nama Allah sesuai kapasitas manusia.
Implikasi keimanan kepada Asmaul Husna adalah meneladani nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sesuai kapasitas manusia, seperti bersikap pengasih karena Allah Ar-Rahman, berlaku adil karena Allah Al-Adl, dan sebagainya dalam kehidupan sehari-hari.
24.

Kedudukan Al-Qur'an dibandingkan kitab-kitab suci sebelumnya dalam perspektif teologi Islam adalah…

  • A. Setara dengan Taurat dan Injil karena sama-sama wahyu Allah
  • B. Kitab terakhir yang menyempurnakan dan menjadi penjaga kitab-kitab sebelumnya
  • C. Kitab yang hanya berlaku bagi umat Arab saja
  • D. Pengganti Injil yang khusus diturunkan untuk mengoreksi kesalahan Nabi Isa
Jawaban: B. Kitab terakhir yang menyempurnakan dan menjadi penjaga kitab-kitab sebelumnya.
Dalam teologi Islam, Al-Qur'an dipandang sebagai kitab suci terakhir yang bersifat universal, menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya (Taurat, Zabur, Injil), dan menjadi penjaga (muhaymin) atas kebenaran ajaran yang termuat dalam kitab-kitab terdahulu.
25.

Perbedaan mendasar antara nabi dan rasul dalam perspektif teologi Islam adalah…

  • A. Nabi menerima wahyu melalui mimpi, rasul menerima langsung dari Allah
  • B. Rasul diwajibkan menyampaikan syariat baru kepada umatnya, sedangkan nabi tidak selalu demikian
  • C. Nabi memiliki mukjizat, sedangkan rasul tidak memiliki mukjizat
  • D. Rasul hanya diutus kepada bangsa Arab, sedangkan nabi diutus kepada semua bangsa
Jawaban: B. Rasul diwajibkan menyampaikan syariat baru kepada umatnya, sedangkan nabi tidak selalu demikian.
Perbedaan utama antara nabi dan rasul adalah bahwa rasul mendapat tugas untuk menyampaikan syariat atau risalah baru kepada umatnya, sementara nabi hanya menerima wahyu namun tidak selalu membawa syariat baru, melainkan mengikuti syariat rasul sebelumnya.
26.

Konsep kemukjizatan para nabi dalam perspektif ilmu kalam berfungsi sebagai…

  • A. Bukti kekuatan fisik yang dimiliki para nabi
  • B. Pembuktian kebenaran klaim kenabian seseorang kepada umat manusia
  • C. Cara para nabi memperoleh kekayaan untuk berdakwah
  • D. Simbol keunggulan bangsa tertentu atas bangsa lainnya
Jawaban: B. Pembuktian kebenaran klaim kenabian seseorang kepada umat manusia.
Dalam ilmu kalam, mukjizat berfungsi sebagai bukti pembenar (tasdiq) atas klaim kenabian seseorang. Mukjizat merupakan kejadian luar biasa yang melampaui kemampuan manusia biasa dan diberikan Allah kepada nabi untuk membuktikan kebenaran risalah yang dibawanya.
27.

Konsep alam barzakh dalam eskatologi Islam merujuk pada…

  • A. Tempat berkumpulnya seluruh manusia pada hari kiamat
  • B. Kehidupan di antara kematian seseorang hingga hari kebangkitan
  • C. Surga tertinggi yang diperuntukkan bagi para nabi dan syuhada
  • D. Neraka paling dalam tempat orang-orang kafir kekal
Jawaban: B. Kehidupan di antara kematian seseorang hingga hari kebangkitan.
Alam barzakh dalam eskatologi Islam adalah fase kehidupan antara (intermediate state) yang dialami manusia setelah kematian hingga hari kebangkitan (ba'ats). Di alam ini roh manusia mengalami kehidupan tersendiri sambil menunggu hari kiamat.
28.

Pandangan aliran Jabariyah tentang perbuatan manusia dalam kaitannya dengan qada dan qadar adalah…

  • A. Manusia memiliki kebebasan penuh untuk menentukan perbuatannya
  • B. Manusia sama sekali tidak memiliki kehendak bebas dan segala perbuatannya dipaksakan Allah
  • C. Perbuatan manusia diciptakan oleh manusia sendiri tanpa campur tangan Allah
  • D. Manusia memiliki daya kasb untuk memilih perbuatan yang telah Allah ciptakan
Jawaban: B. Manusia sama sekali tidak memiliki kehendak bebas dan segala perbuatannya dipaksakan Allah.
Aliran Jabariyah berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas sama sekali; semua perbuatan manusia pada hakikatnya adalah perbuatan Allah yang dipaksakan kepada manusia, sehingga manusia seperti 'wayang' yang digerakkan oleh dalang (Allah).
29.

Doktrin teologis yang paling khas dari aliran Khawarij adalah…

  • A. Iman adalah cukup di dalam hati tanpa perlu amal perbuatan
  • B. Pelaku dosa besar dihukumi kafir dan keluar dari Islam
  • C. Kepemimpinan hanya sah bila berasal dari keturunan Ali bin Abi Thalib
  • D. Akal manusia mampu mengetahui baik dan buruk tanpa wahyu
Jawaban: B. Pelaku dosa besar dihukumi kafir dan keluar dari Islam.
Doktrin paling khas Khawarij adalah takfir (pengkafiran) terhadap pelaku dosa besar. Mereka berpendapat bahwa orang yang melakukan dosa besar telah keluar dari Islam dan dianggap kafir, berbeda dengan aliran Murjiah yang menangguhkan hukum atas pelaku dosa besar.
30.

Salah satu dari lima prinsip dasar (Al-Ushul Al-Khamsah) Mu'tazilah yang berkaitan dengan keadilan Allah adalah…

  • A. At-Tauhid (keesaan Allah)
  • B. Al-Wa'd wal Wa'id (janji dan ancaman)
  • C. Al-Adl (keadilan Allah)
  • D. Al-Manzilah bainal Manzilatain
Jawaban: C. Al-Adl (keadilan Allah).
Al-Adl (keadilan Allah) adalah salah satu dari lima prinsip dasar Mu'tazilah yang menegaskan bahwa Allah Maha Adil dan mustahil berbuat zalim. Prinsip ini menjadi landasan pandangan Mu'tazilah bahwa perbuatan baik dan buruk dapat diketahui akal dan Allah wajib berlaku adil kepada hamba-Nya.
31.

Imam Abu Hasan Al-Asy'ari sebelum mendirikan aliran Asy'ariyah adalah murid dari tokoh Mu'tazilah yang bernama…

  • A. Washil bin Atha
  • B. Al-Jubba'i
  • C. Al-Allaf
  • D. Ibrahim An-Nazzam
Jawaban: B. Al-Jubba'i.
Imam Abu Hasan Al-Asy'ari sebelum melepaskan diri dari Mu'tazilah adalah murid dari Al-Jubba'i, seorang tokoh besar Mu'tazilah. Ketidakpuasan Al-Asy'ari terhadap pandangan gurunya mendorongnya untuk merumuskan teologi baru yang dikenal sebagai aliran Asy'ariyah.
32.

Gerakan Wahabi yang muncul di Jazirah Arab pada abad ke-18 M diprakarsai oleh…

  • A. Jamaluddin Al-Afghani
  • B. Muhammad Abduh
  • C. Muhammad bin Abdul Wahhab
  • D. Hasan Al-Banna
Jawaban: C. Muhammad bin Abdul Wahhab.
Gerakan Wahabi diprakarsai oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792 M) di Najd, Arab Saudi. Gerakan ini bertujuan memurnikan akidah Islam dari praktik-praktik yang dianggap bid'ah dan syirik, dan mendapat dukungan politik dari Muhammad bin Saud.
33.

Dalam perspektif teologi Islam, pandangan yang menyatakan bahwa semua agama memiliki kebenaran yang setara dan sama-sama mengantar kepada keselamatan dikenal dengan istilah…

  • A. Toleransi beragama
  • B. Dialog antaragama
  • C. Pluralisme agama
  • D. Inklusivisme
Jawaban: C. Pluralisme agama.
Pluralisme agama adalah pandangan yang menyatakan bahwa semua agama memiliki kebenaran dan jalan keselamatan yang setara. Pandangan ini berbeda dengan toleransi beragama (menghormati perbedaan) dan inklusivisme (mengakui kebenaran parsial agama lain), dan menjadi salah satu isu teologis yang diperdebatkan dalam konteks dialog antaragama.
34.

Kompetensi teologis yang paling mendasar yang harus dimiliki seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan teologi Islam ke dalam profesinya adalah…

  • A. Kemampuan menghafal seluruh teks hadis tentang akidah
  • B. Pemahaman mendalam tentang akidah Islam dan kemampuan mengkontekstualisasikannya dalam pembelajaran
  • C. Keahlian dalam berdebat dengan aliran-aliran teologi yang menyimpang
  • D. Kemampuan menghafalkan seluruh nama dan tokoh aliran kalam klasik
Jawaban: B. Pemahaman mendalam tentang akidah Islam dan kemampuan mengkontekstualisasikannya dalam pembelajaran.
Kompetensi teologis mendasar seorang guru PAI adalah memiliki pemahaman yang mendalam tentang akidah Islam sekaligus kemampuan untuk mengkontekstualisasikan dan menyampaikannya secara efektif kepada peserta didik sesuai tingkat perkembangan mereka, sehingga teologi Islam dapat menjadi landasan pendidikan akidah yang bermakna.
35.

Ilmu Kalam disebut juga sebagai Teologi Islam karena membahas persoalan-persoalan mendasar tentang keyakinan dalam Islam. Istilah lain yang digunakan untuk menyebut ilmu ini dalam tradisi keilmuan Islam adalah…

  • A. Fiqh dan Ushul Fiqh
  • B. Aqidah dan Ushuluddin
  • C. Tasawuf dan Akhlak
  • D. Tafsir dan Hadis
Jawaban: B. Aqidah dan Ushuluddin.
Teologi Islam dikenal dengan beberapa istilah, antara lain Ilmu Kalam, Aqidah, dan Ushuluddin. Ketiganya merujuk pada kajian tentang pokok-pokok kepercayaan dan keyakinan dalam Islam.
36.

Salah satu faktor internal yang memengaruhi perkembangan teologi Islam pada masa awal adalah…

  • A. Masuknya filsafat Yunani ke dunia Islam
  • B. Perbedaan pendapat tentang kepemimpinan pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW
  • C. Penerjemahan karya-karya ilmiah Persia
  • D. Penyebaran agama Kristen di wilayah Arab
Jawaban: B. Perbedaan pendapat tentang kepemimpinan pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Faktor internal yang memicu munculnya persoalan teologis dalam Islam adalah perbedaan pendapat di kalangan umat Islam tentang masalah kepemimpinan (khilafah) setelah Rasulullah SAW wafat, yang kemudian berkembang menjadi perdebatan teologis yang lebih luas.
37.

Dalam kajian Teologi Islam, tauhid dibagi menjadi tiga bagian utama. Bagian tauhid yang berkaitan dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan diibadahi disebut…

  • A. Tauhid Rububiyah
  • B. Tauhid Asma wa Sifat
  • C. Tauhid Uluhiyah
  • D. Tauhid Mulkiyah
Jawaban: C. Tauhid Uluhiyah.
Tauhid Uluhiyah adalah keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah dan diibadahi. Berbeda dengan Tauhid Rububiyah yang berkaitan dengan pengakuan Allah sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta.
38.

Menurut teologi Islam, sifat yang MUSTAHIL bagi Allah berkaitan dengan kebalikan dari sifat wajib-Nya. Sifat mustahil yang merupakan kebalikan dari sifat Qidam (dahulu/azali) adalah…

  • A. Fana
  • B. Huduts
  • C. Ajz
  • D. Karahah
Jawaban: B. Huduts.
Sifat mustahil kebalikan dari Qidam (tidak berawal) adalah Huduts, yaitu baru atau memiliki permulaan. Allah mustahil bersifat Huduts karena Dia bersifat Qidam, tidak didahului oleh ketiadaan.
39.

Asmaul Husna memiliki implikasi teologis yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Implikasi keimanan kepada Allah melalui nama Al-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) yang paling tepat adalah…

  • A. Umat Islam tidak perlu berusaha karena rezeki sudah diatur Allah
  • B. Mendorong sikap tawakkal setelah berikhtiar secara maksimal
  • C. Meyakini bahwa rezeki hanya datang melalui jalur yang dihalalkan saja
  • D. Mengabaikan usaha dan hanya berdoa meminta rezeki kepada Allah
Jawaban: B. Mendorong sikap tawakkal setelah berikhtiar secara maksimal.
Keimanan kepada Allah sebagai Al-Razzaq mendorong seorang Muslim untuk berikhtiar secara maksimal, kemudian bertawakkal kepada Allah atas hasilnya. Ini mencerminkan keseimbangan antara usaha manusia dan kepercayaan kepada ketentuan Allah.
40.

Dalam teologi Islam, para malaikat memiliki tugas-tugas yang spesifik. Malaikat yang bertugas meniup sangkakala sebagai tanda dimulainya hari kiamat adalah…

  • A. Malaikat Jibril
  • B. Malaikat Izrail
  • C. Malaikat Israfil
  • D. Malaikat Mikail
Jawaban: C. Malaikat Israfil.
Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala (terompet) yang menandai datangnya hari kiamat. Tiupan pertama menyebabkan semua makhluk mati, sedangkan tiupan kedua membangkitkan semua makhluk untuk menghadapi hari perhitungan.
41.

Konsep kenabian dalam perspektif ilmu kalam mencakup pembahasan tentang sifat-sifat rasul. Sifat yang menyatakan bahwa seorang rasul pasti menyampaikan seluruh wahyu yang diterimanya kepada umat manusia disebut…

  • A. Amanah
  • B. Tabligh
  • C. Fathanah
  • D. Siddiq
Jawaban: B. Tabligh.
Tabligh adalah sifat wajib bagi rasul yang berarti menyampaikan. Setiap rasul wajib menyampaikan seluruh wahyu yang diterimanya dari Allah kepada umat manusia tanpa menyembunyikan satu pun.
42.

Eskatologi Islam mencakup keyakinan tentang kehidupan setelah mati. Alam yang merupakan batas antara dunia dan akhirat, di mana roh manusia menunggu sampai datangnya hari kiamat, disebut…

  • A. Alam Mahsyar
  • B. Alam Mizan
  • C. Alam Barzakh
  • D. Alam Sidratul Muntaha
Jawaban: C. Alam Barzakh.
Alam Barzakh adalah alam antara (perantara) yang memisahkan alam dunia dan alam akhirat. Di alam ini, roh manusia berada setelah kematian hingga datangnya hari kebangkitan (yaumul ba'ats).
43.

Dalam perdebatan tentang qada dan qadar, terdapat pandangan yang menyatakan bahwa manusia sepenuhnya bebas menentukan perbuatannya sendiri tanpa campur tangan Allah. Pandangan ini dikemukakan oleh aliran…

  • A. Jabariyah
  • B. Asy'ariyah
  • C. Mu'tazilah
  • D. Maturidiyah
Jawaban: C. Mu'tazilah.
Mu'tazilah berpandangan bahwa manusia memiliki kebebasan penuh (free will) dalam menentukan perbuatannya. Manusia adalah pencipta perbuatannya sendiri. Ini berbeda dengan Jabariyah yang berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas.
44.

Aliran Khawarij muncul sebagai akibat dari peristiwa tahkim (arbitrase) dalam Perang Siffin. Salah satu doktrin teologis ekstrem yang dipegang oleh Khawarij adalah…

  • A. Muslim yang melakukan dosa besar tetap mukmin selama masih beriman dalam hati
  • B. Muslim yang melakukan dosa besar dianggap kafir dan halal darahnya
  • C. Pelaku dosa besar berada di antara dua posisi: bukan mukmin dan bukan kafir
  • D. Perbuatan dosa tidak memengaruhi keimanan seseorang
Jawaban: B. Muslim yang melakukan dosa besar dianggap kafir dan halal darahnya.
Doktrin ekstrem Khawarij menyatakan bahwa Muslim yang melakukan dosa besar dianggap telah kafir (murtad) dan halal darahnya. Pandangan ini sangat berbeda dengan Murjiah yang menunda penilaian terhadap pelaku dosa besar.
45.

Mu'tazilah memiliki lima prinsip dasar yang dikenal sebagai Al-Ushul Al-Khamsah. Prinsip yang menyatakan bahwa Allah tidak mungkin berlaku zalim dan pasti menghendaki kebaikan bagi makhluk-Nya disebut…

  • A. At-Tauhid
  • B. Al-Adl
  • C. Al-Wa'd wal Wa'id
  • D. Al-Manzilah bayn al-Manzilatain
Jawaban: B. Al-Adl.
Al-Adl (keadilan) adalah salah satu dari lima prinsip Mu'tazilah yang menegaskan bahwa Allah Maha Adil dan tidak mungkin berbuat zalim. Allah pasti menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya dan mustahil memerintahkan sesuatu yang merugikan tanpa hikmah.
46.

Aliran Asy'ariyah didirikan oleh Abu Hasan Al-Asy'ari sebagai respons terhadap pemikiran Mu'tazilah. Dalam persoalan perbuatan manusia, Asy'ariyah mengemukakan konsep yang disebut…

  • A. Ikhtiyar mutlak
  • B. Jabr murni
  • C. Kasb (kasab)
  • D. Tafwidh
Jawaban: C. Kasb (kasab).
Asy'ariyah mengemukakan konsep 'kasb' (kasab/perolehan) untuk menjelaskan hubungan antara perbuatan manusia dengan kehendak Allah. Manusia memiliki kemampuan (qudrah) yang disertai dengan perbuatan yang diciptakan Allah, namun manusia bertanggung jawab atas perolehan (kasb) perbuatannya.
47.

Gerakan pembaruan teologi Islam modern yang mengajak kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah secara harfiah serta menolak taklid buta kepada mazhab, yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab di Arabia, dikenal dengan nama…

  • A. Ahmadiyah
  • B. Wahabisme
  • C. Neo-Modernisme
  • D. Liberalisme Islam
Jawaban: B. Wahabisme.
Wahabisme adalah gerakan pembaruan teologi yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab di Jazirah Arabia. Gerakan ini mengajak kembali kepada kemurnian Al-Qur'an dan Sunnah serta menolak praktik-praktik yang dianggap bid'ah dan syirik.
48.

Dalam konteks Teologi Islam dan kehidupan berbangsa di Indonesia, hubungan antara akidah Islam dengan Pancasila dapat dipahami sebagai…

  • A. Dua hal yang saling bertentangan dan tidak dapat dikompromikan
  • B. Akidah Islam harus menggantikan Pancasila sebagai dasar negara
  • C. Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Pancasila mencerminkan kesesuaian antara ajaran Islam dan cita-cita kebangsaan
  • D. Pancasila adalah saingan ideologi Islam yang harus ditolak
Jawaban: C. Nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Pancasila mencerminkan kesesuaian antara ajaran Islam dan cita-cita kebangsaan.
Teologi Islam kontemporer di Indonesia memandang bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, keadilan, dan kemanusiaan, sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini mencerminkan kompatibilitas antara akidah Islam dan semangat kebangsaan Indonesia.
49.

Dalam teologi Islam, akal memiliki kedudukan yang penting namun tetap dalam batas-batas tertentu. Aliran yang paling keras dalam membatasi peran akal dan lebih mengutamakan teks (naql) dalam memahami persoalan teologis adalah…

  • A. Mu'tazilah
  • B. Asy'ariyah
  • C. Jabariyah
  • D. Salafiyah/Hambali
Jawaban: D. Salafiyah/Hambali.
Aliran Salafiyah yang mengikuti tradisi Imam Ahmad bin Hanbal dikenal paling ketat dalam membatasi peran akal dalam persoalan teologis. Mereka sangat mengutamakan teks Al-Qur'an dan Hadis secara literal tanpa banyak interpretasi rasional.
50.

Seorang guru PAI yang memiliki kompetensi teologis yang baik harus mampu menanamkan akidah kepada peserta didiknya. Strategi penanaman akidah yang paling efektif di satuan pendidikan adalah…

  • A. Hanya menyampaikan materi akidah secara hafalan tanpa kontekstualisasi
  • B. Mengintegrasikan nilai-nilai akidah ke dalam seluruh mata pelajaran dan kehidupan sekolah secara holistik
  • C. Memisahkan pembelajaran akidah dari kehidupan nyata siswa agar tetap murni
  • D. Membiarkan siswa menemukan sendiri akidahnya tanpa bimbingan
Jawaban: B. Mengintegrasikan nilai-nilai akidah ke dalam seluruh mata pelajaran dan kehidupan sekolah secara holistik.
Strategi penanaman akidah yang efektif adalah dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai teologi Islam ke dalam seluruh mata pelajaran dan budaya sekolah. Pendekatan ini memastikan akidah tidak hanya dipahami secara kognitif tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga latihan melalui Soal UAS UT ini membantu Anda memahami konsep-konsep teologi Islam secara mendalam. Persiapkan diri dengan baik, baik untuk format UTM maupun UO, agar Anda mampu menjawab setiap pertanyaan dengan percaya diri dan tepat sasaran.

Teruslah belajar dan jangan menyerah dalam menguasai materi SPAI4401 Teologi Islam. Keyakinan dan ketekunan adalah kunci keberhasilan ujian Anda. Semoga Allah memudahkan langkah Anda meraih nilai terbaik dan ilmu yang bermanfaat.

Bagikan

error: Content is protected !!