💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT SPAI4403 Ushul Fikih dan Fikih Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT SPAI4403 Ushul Fikih dan Fikih
Soal UT SPAI4403 Ushul Fikih dan Fikih

Apakah kamu sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir semester mata kuliah SPAI4403 Ushul Fikih dan Fikih? Mata kuliah ini membahas dasar-dasar hukum Islam yang cukup kompleks, sehingga persiapan yang matang menjadi sangat penting bagi setiap mahasiswa Universitas Terbuka.

Sudah tahukah kamu bahwa berlatih dengan Soal Ujian UT dari semester-semester sebelumnya adalah salah satu strategi paling efektif untuk memahami pola soal? Dengan membiasakan diri mengerjakan soal-soal tersebut, kamu akan lebih percaya diri dan mampu memahami materi ushul fikih secara lebih mendalam dan terstruktur.

Ingin tahu di mana kamu bisa menemukan kumpulan Soal UT yang lengkap dan terpercaya? Kunjungi soalut.com untuk mendapatkan berbagai referensi latihan Soal UAS UT yang bisa kamu gunakan sebagai bahan belajar mandiri sebelum ujian tiba.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT SPAI4403 Ushul Fikih dan Fikih

1.

Secara bahasa, kata 'Ushul' dalam Ushul Fikih berarti pokok atau dasar, sedangkan 'Fikih' secara istilah adalah…

  • A. Kumpulan ayat-ayat hukum dalam Al-Qur'an
  • B. Ilmu tentang hukum-hukum syara' yang bersifat praktis yang digali dari dalil-dalil terperinci
  • C. Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
  • D. Kesepakatan para ulama dalam menetapkan hukum Islam
Jawaban: B. Ilmu tentang hukum-hukum syara' yang bersifat praktis yang digali dari dalil-dalil terperinci.
Fikih secara istilah adalah ilmu tentang hukum-hukum syara' yang bersifat amaliah/praktis yang diperoleh melalui dalil-dalil terperinci, merupakan produk ijtihad para ulama dalam memahami sumber-sumber hukum Islam.
2.

Aliran dalam Ushul Fikih yang dikenal sebagai aliran Mutakallimin (aliran teolog) memiliki karakteristik utama yaitu…

  • A. Menyusun kaidah ushul berdasarkan praktik fatwa dan kebutuhan hukum konkret
  • B. Lebih banyak mengutip contoh-contoh fikih dalam pembahasan kaidah ushulnya
  • C. Membangun kaidah ushul secara teoritis dan rasional tanpa terikat pada mazhab tertentu
  • D. Mengutamakan kemaslahatan umat sebagai dasar penyusunan kaidah
Jawaban: C. Membangun kaidah ushul secara teoritis dan rasional tanpa terikat pada mazhab tertentu.
Aliran Mutakallimin (seperti Syafi'i, Asy'ariyyah, Mu'tazilah) membangun kaidah ushul secara teoritis-rasional, independen dari praktik fikih mazhab tertentu, berbeda dengan aliran Fuqaha yang menyesuaikan kaidah dengan praktik fikih mazhab Hanafi.
3.

Perbedaan mendasar antara Fikih dan Syariah dalam sistem hukum Islam adalah…

  • A. Syariah adalah produk ijtihad ulama sedangkan Fikih adalah wahyu Allah
  • B. Fikih bersifat tetap dan tidak berubah sedangkan Syariah dapat berubah sesuai zaman
  • C. Syariah bersifat ilahi dan universal sedangkan Fikih merupakan pemahaman manusia yang dapat berbeda dan berkembang
  • D. Fikih hanya mengatur ibadah sedangkan Syariah mengatur seluruh aspek kehidupan
Jawaban: C. Syariah bersifat ilahi dan universal sedangkan Fikih merupakan pemahaman manusia yang dapat berbeda dan berkembang.
Syariah adalah ketentuan hukum yang bersumber langsung dari Allah (wahyu) bersifat mutlak dan universal, sedangkan Fikih adalah pemahaman dan interpretasi ulama terhadap syariah yang bersifat relatif, dapat berbeda antar mazhab, dan berkembang sesuai konteks.
4.

Al-Qur'an menetapkan hukum melalui beberapa cara (Tasyri'). Salah satu metode penetapan hukum Al-Qur'an adalah secara bertahap (tadarruj). Contoh penerapan metode ini yang paling tepat adalah…

  • A. Penetapan hukum shalat lima waktu secara langsung dalam satu ayat
  • B. Pengharaman khamar yang dilakukan secara bertahap melalui beberapa tahapan ayat
  • C. Penetapan hukum zakat yang langsung diwajibkan dalam satu perintah
  • D. Pengharaman riba melalui satu ayat yang bersifat menyeluruh
Jawaban: B. Pengharaman khamar yang dilakukan secara bertahap melalui beberapa tahapan ayat.
Pengharaman khamar adalah contoh klasik metode tadarruj (bertahap) dalam Al-Qur'an: pertama disinggung mudharatnya, kemudian dilarang saat shalat, dan akhirnya diharamkan secara mutlak, menunjukkan kebijaksanaan penetapan hukum Islam secara gradual.
5.

Fungsi As-Sunnah terhadap Al-Qur'an yang disebut 'Bayan Taqrir' adalah…

  • A. Sunnah menjelaskan ayat Al-Qur'an yang masih bersifat umum menjadi lebih khusus
  • B. Sunnah menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam Al-Qur'an
  • C. Sunnah memperkuat dan mempertegas hukum yang telah ditetapkan Al-Qur'an
  • D. Sunnah membatasi keberlakuan hukum yang disebutkan dalam Al-Qur'an
Jawaban: C. Sunnah memperkuat dan mempertegas hukum yang telah ditetapkan Al-Qur'an.
Bayan Taqrir adalah fungsi Sunnah untuk memperkuat dan mempertegas hukum yang telah ada dalam Al-Qur'an, seperti hadits tentang kewajiban shalat yang mempertegas ayat-ayat Al-Qur'an tentang shalat.
6.

Dalam ilmu Ushul Fikih, Qiyas memiliki empat rukun. Berikut ini yang bukan termasuk rukun Qiyas adalah…

  • A. Al-Ashl (kasus asal yang telah ada hukumnya)
  • B. Al-Far'u (kasus baru yang dicari hukumnya)
  • C. Al-Hukm (hukum yang terdapat pada kasus asal)
  • D. Al-Mujtahid (orang yang melakukan analogi)
Jawaban: D. Al-Mujtahid (orang yang melakukan analogi).
Empat rukun Qiyas adalah: Al-Ashl (kasus asal), Al-Far'u (kasus baru), Hukm al-Ashl (hukum kasus asal), dan 'Illah (alasan/sebab hukum yang menghubungkan ashl dan far'u). Al-Mujtahid bukan termasuk rukun Qiyas.
7.

Maslahah Mursalah sebagai sumber hukum Islam ijtihadi memiliki syarat-syarat tertentu agar dapat dijadikan dasar penetapan hukum. Syarat yang paling fundamental adalah…

  • A. Harus didukung oleh kesepakatan seluruh ulama mazhab
  • B. Kemaslahatan tersebut harus bersifat hakiki, umum, dan tidak bertentangan dengan nash atau maqashid syariah
  • C. Harus berasal dari praktik adat kebiasaan masyarakat setempat
  • D. Hanya berlaku untuk urusan ibadah dan tidak untuk muamalah
Jawaban: B. Kemaslahatan tersebut harus bersifat hakiki, umum, dan tidak bertentangan dengan nash atau maqashid syariah.
Syarat Maslahah Mursalah yang utama adalah: bersifat hakiki (bukan dugaan), bersifat umum/kolektif (bukan kepentingan individu), dan tidak bertentangan dengan nash Al-Qur'an, Sunnah, maupun tujuan-tujuan syariah (maqashid).
8.

Istishab sebagai sumber hukum ijtihadi memiliki prinsip dasar yang tercermin dalam kaidah fikih 'Al-Asl Baqa' Ma Kana 'Ala Ma Kana'. Penerapan istishab yang paling tepat dalam kehidupan sehari-hari adalah…

  • A. Mengqiyas hukum suatu perkara baru dengan perkara lama yang serupa
  • B. Seseorang yang ragu apakah sudah berwudhu atau belum, maka dianggap belum berwudhu karena asal mulanya tidak berwudhu
  • C. Menetapkan hukum berdasarkan adat kebiasaan yang berlaku di masyarakat
  • D. Mempertimbangkan kemaslahatan umum dalam penetapan hukum baru
Jawaban: B. Seseorang yang ragu apakah sudah berwudhu atau belum, maka dianggap belum berwudhu karena asal mulanya tidak berwudhu.
Istishab adalah melanjutkan hukum yang telah ada selama belum ada bukti perubahan. Jika seseorang yakin belum berwudhu kemudian ragu apakah sudah berwudhu, maka berlaku istishab: keadaan awal (belum berwudhu) tetap dianggap berlaku sampai ada kepastian.
9.

'Urf (adat kebiasaan) dapat dijadikan pertimbangan dalam penetapan hukum Islam dengan syarat tertentu. 'Urf yang TIDAK dapat diterima sebagai dasar hukum adalah…

  • A. 'Urf yang berlaku umum di kalangan masyarakat Muslim
  • B. 'Urf yang sudah berlangsung lama sebelum datangnya Islam
  • C. 'Urf yang bertentangan dengan nash Al-Qur'an dan As-Sunnah
  • D. 'Urf yang berkaitan dengan transaksi perdagangan sehari-hari
Jawaban: C. 'Urf yang bertentangan dengan nash Al-Qur'an dan As-Sunnah.
'Urf fasid (rusak) yaitu adat kebiasaan yang bertentangan dengan dalil syara' (nash Al-Qur'an dan As-Sunnah) tidak dapat dijadikan dasar hukum. Hanya 'urf shahih (valid) yang tidak bertentangan dengan syariah yang dapat diterima.
10.

Dalam pembagian lafaz dari segi kejelasan makna, lafaz 'Amm adalah lafaz yang menunjukkan makna umum mencakup seluruh satuan yang ada dalam cakupannya. Contoh penerapan lafaz 'Amm dalam Al-Qur'an yang kemudian dikhususkan (takhsis) oleh Sunnah adalah…

  • A. Lafaz 'shalat' yang maknanya sudah sangat jelas dan tidak memerlukan penjelasan tambahan
  • B. Perintah memotong tangan pencuri dalam Al-Qur'an yang kemudian dijelaskan batas-batasnya oleh Sunnah
  • C. Larangan memakan babi yang berlaku untuk semua kondisi tanpa pengecualian
  • D. Perintah beriman kepada Allah yang mencakup seluruh aspek keimanan
Jawaban: B. Perintah memotong tangan pencuri dalam Al-Qur'an yang kemudian dijelaskan batas-batasnya oleh Sunnah.
Ayat tentang potong tangan pencuri (QS. Al-Maidah: 38) menggunakan lafaz umum, kemudian Sunnah Nabi SAW menjelaskan syarat dan batasan (nisab, jenis barang, dll.) sebagai takhsis 'amm, yaitu pengkhususan lafaz umum oleh dalil lain.
11.

Kaidah fikih asasi 'Al-Masyaqqah Tajlib al-Taysir' (kesulitan mendatangkan kemudahan) menjadi landasan konsep rukhsah dalam Islam. Penerapan kaidah ini yang paling tepat dalam konteks fikih ibadah adalah…

  • A. Kewajiban mengganti shalat yang ditinggalkan tanpa uzur selama bertahun-tahun
  • B. Diperbolehkannya shalat dengan duduk atau berbaring bagi orang yang sakit dan tidak mampu berdiri
  • C. Larangan meninggalkan shalat meskipun dalam kondisi perang
  • D. Kewajiban berpuasa bagi musafir karena perjalanan bukan termasuk kesulitan
Jawaban: B. Diperbolehkannya shalat dengan duduk atau berbaring bagi orang yang sakit dan tidak mampu berdiri.
Kaidah 'Al-Masyaqqah Tajlib al-Taysir' diterapkan dalam rukhsah ibadah, salah satunya kebolehan shalat sambil duduk atau berbaring bagi orang sakit yang tidak mampu berdiri, sesuai prinsip bahwa kesulitan (masyaqqah) membawa kemudahan (taysir) dalam hukum Islam.
12.

Dalam pembahasan Maqashid al-Syari'ah, 'Hifdz al-'Aql' (menjaga akal) merupakan salah satu tujuan pokok syariah. Hukum Islam yang secara langsung bertujuan melindungi 'Hifdz al-'Aql' adalah…

  • A. Kewajiban zakat untuk menjaga distribusi harta
  • B. Pengharaman khamar dan segala jenis narkotika
  • C. Kewajiban shalat untuk menjaga hubungan dengan Allah
  • D. Ketentuan hukum waris untuk menjaga keberlangsungan keluarga
Jawaban: B. Pengharaman khamar dan segala jenis narkotika.
Hifdz al-'Aql (perlindungan akal) diwujudkan antara lain melalui pengharaman khamar (minuman keras) dan narkotika karena keduanya merusak fungsi akal yang merupakan nikmat terbesar manusia dan syarat taklif (pembebanan hukum).
13.

Ijtihad kolektif (Jama'i) semakin relevan di era kontemporer. Lembaga yang berperan sebagai wadah ijtihad kolektif resmi di Indonesia dalam menjawab persoalan hukum Islam kontemporer adalah…

  • A. Mahkamah Agung Republik Indonesia
  • B. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwanya
  • C. Kementerian Agama Republik Indonesia
  • D. Pengadilan Agama Indonesia
Jawaban: B. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwanya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa merupakan lembaga ijtihad kolektif resmi di Indonesia yang bertugas mengeluarkan fatwa-fatwa hukum Islam untuk menjawab berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi umat Islam Indonesia.
14.

Dalam fikih zakat, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq). Golongan 'Riqab' yang disebutkan dalam QS. At-Taubah: 60 dalam konteks kontemporer dapat diinterpretasikan sebagai…

  • A. Orang-orang yang sedang dalam perjalanan jauh dan kehabisan bekal
  • B. Para da'i yang berjuang di jalan Allah
  • C. Upaya pembebasan dari bentuk-bentuk perbudakan modern seperti perdagangan manusia
  • D. Orang-orang yang baru masuk Islam dan perlu dibina
Jawaban: C. Upaya pembebasan dari bentuk-bentuk perbudakan modern seperti perdagangan manusia.
Riqab secara klasik berarti budak yang ingin memerdekakan diri. Dalam konteks kontemporer, para ulama menginterpretasikan riqab sebagai upaya pembebasan dari segala bentuk perbudakan modern termasuk perdagangan manusia (human trafficking) dan eksploitasi.
15.

Konsep Riba dalam fikih muamalah terbagi menjadi beberapa jenis. Riba yang terjadi akibat penundaan pembayaran atau penambahan jumlah hutang karena keterlambatan pembayaran disebut…

  • A. Riba Fadhl
  • B. Riba Nasi'ah
  • C. Riba Qardh
  • D. Riba Yad
Jawaban: B. Riba Nasi'ah.
Riba Nasi'ah adalah riba yang terjadi karena penundaan (ta'khir) dalam pertukaran atau pembayaran hutang, di mana terjadi penambahan jumlah sebagai kompensasi waktu. Ini adalah bentuk riba yang paling umum terjadi dalam transaksi pinjam-meminjam berbunga.
16.

Dalam fikih mawaris, 'Ashabah Binafsihi adalah ahli waris yang menerima sisa harta setelah dibagikan kepada ahli waris yang mendapat bagian tetap (furudh al-muqaddarah). Yang termasuk 'Ashabah Binafsihi adalah…

  • A. Ibu, nenek, dan saudara perempuan
  • B. Anak perempuan, cucu perempuan, dan istri
  • C. Anak laki-laki, cucu laki-laki dari anak laki-laki, dan saudara laki-laki
  • D. Suami, istri, dan anak perempuan
Jawaban: C. Anak laki-laki, cucu laki-laki dari anak laki-laki, dan saudara laki-laki.
'Ashabah Binafsihi adalah ahli waris laki-laki yang menerima sisa warisan berdasarkan kekerabatan garis laki-laki ('ashabah nasabiyyah), meliputi anak laki-laki, cucu laki-laki dari anak laki-laki, saudara laki-laki kandung, dan seterusnya ke bawah dan ke samping.
17.

Dalam fikih jinayah, sanksi Ta'zir berbeda dari Hudud dan Qishash. Karakteristik utama yang membedakan Ta'zir dari kedua sanksi tersebut adalah…

  • A. Ta'zir hanya berlaku untuk tindak pidana yang menyangkut hak Allah semata
  • B. Besaran dan jenis sanksi Ta'zir bersifat fleksibel dan diserahkan kepada kebijakan hakim atau penguasa sesuai kemaslahatan
  • C. Ta'zir selalu berupa hukuman mati sebagai bentuk deterrent effect
  • D. Ta'zir tidak dapat diterapkan pada pelaku kejahatan yang sudah bertaubat
Jawaban: B. Besaran dan jenis sanksi Ta'zir bersifat fleksibel dan diserahkan kepada kebijakan hakim atau penguasa sesuai kemaslahatan.
Ta'zir adalah sanksi diskresioner yang jenis dan besarannya tidak ditentukan secara pasti dalam nash, melainkan diserahkan kepada ijtihad hakim atau penguasa (ulil amri) berdasarkan pertimbangan kemaslahatan, kondisi pelaku, dan situasi masyarakat, berbeda dengan Hudud yang bersifat tetap.
18.

Secara bahasa, kata 'Ushul' berarti akar atau dasar, sedangkan 'Fikih' secara istilah adalah ilmu yang membahas tentang…

  • A. Akidah dan keyakinan dalam Islam
  • B. Hukum-hukum syariat yang bersifat praktis yang diambil dari dalil-dalil terperinci
  • C. Sejarah perkembangan hukum Islam dari masa ke masa
  • D. Tafsir Al-Qur'an secara mendalam dan komprehensif
Jawaban: B. Hukum-hukum syariat yang bersifat praktis yang diambil dari dalil-dalil terperinci.
Fikih secara istilah adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang bersifat praktis (amaliah) yang diistinbathkan dari dalil-dalil syariat yang terperinci, mencakup ibadah, muamalah, dan sebagainya.
19.

Dalam sejarah ushul fikih, kitab 'Al-Risalah' yang merupakan karya monumental pertama dalam ilmu ushul fikih ditulis oleh…

  • A. Imam Abu Hanifah
  • B. Imam Malik bin Anas
  • C. Imam Muhammad bin Idris al-Syafi'i
  • D. Imam Ahmad bin Hanbal
Jawaban: C. Imam Muhammad bin Idris al-Syafi'i.
Kitab Al-Risalah karya Imam al-Syafi'i dianggap sebagai kitab ushul fikih pertama yang sistematis dan komprehensif, menjadi fondasi bagi pengembangan ilmu ushul fikih selanjutnya.
20.

Aliran dalam ushul fikih yang dikenal dengan nama 'Aliran Fuqaha' atau 'Aliran Hanafiyyah' memiliki karakteristik utama yaitu…

  • A. Menggunakan metode deduktif murni dari dalil naqli tanpa mempertimbangkan aspek praktis
  • B. Membangun kaidah ushul berdasarkan praktik fikih yang sudah ada sehingga lebih bersifat induktif
  • C. Hanya menggunakan Al-Qur'an sebagai sumber hukum tanpa mempertimbangkan sunnah
  • D. Menolak penggunaan qiyas sebagai salah satu metode penetapan hukum
Jawaban: B. Membangun kaidah ushul berdasarkan praktik fikih yang sudah ada sehingga lebih bersifat induktif.
Aliran Fuqaha (Hanafiyyah) membangun teori ushul fikih secara induktif berdasarkan produk-produk fikih yang sudah ada dari para imam, sehingga kaidah ushul disesuaikan dengan furu' yang telah ditetapkan.
21.

Cara Al-Qur'an dalam menetapkan hukum (tasyri') secara bertahap dikenal dengan istilah 'tadarruj'. Contoh paling terkenal dari prinsip ini adalah proses pengharaman…

  • A. Riba
  • B. Judi dan khamar
  • C. Zina
  • D. Membunuh tanpa hak
Jawaban: B. Judi dan khamar.
Pengharaman khamar (minuman keras) dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahapan ayat Al-Qur'an, mulai dari sindiran negatif, larangan saat shalat, hingga pengharaman total. Ini merupakan contoh klasik tasyri' yang bertahap (tadarruj).
22.

Fungsi sunnah terhadap Al-Qur'an yang disebut 'bayan takhshish' adalah…

  • A. Menjelaskan makna ayat yang masih bersifat umum menjadi lebih khusus
  • B. Menetapkan hukum baru yang tidak disebutkan dalam Al-Qur'an
  • C. Menguatkan dan mengonfirmasi hukum yang sudah ada dalam Al-Qur'an
  • D. Membatalkan hukum yang telah ditetapkan Al-Qur'an sebelumnya
Jawaban: A. Menjelaskan makna ayat yang masih bersifat umum menjadi lebih khusus.
Bayan takhshish adalah fungsi sunnah yang mengkhususkan atau membatasi keumuman lafaz Al-Qur'an, misalnya pembatasan hukum waris yang umum dengan hadis yang mengecualikan pembunuh dari mendapat warisan.
23.

Ijma' sebagai sumber hukum Islam ketiga memiliki syarat utama bahwa kesepakatan harus terjadi di antara…

  • A. Seluruh umat Islam di dunia tanpa terkecuali
  • B. Para penguasa dan pemimpin negara Islam
  • C. Seluruh mujtahid Muslim pada suatu masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW
  • D. Para ulama Al-Qur'an dan ahli hadis saja
Jawaban: C. Seluruh mujtahid Muslim pada suatu masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Syarat sahnya ijma' adalah adanya kesepakatan di antara seluruh mujtahid Muslim pada suatu periode tertentu setelah wafatnya Nabi SAW mengenai suatu hukum syariat.
24.

Metode ijtihad 'Maslahah Mursalah' dapat diterapkan dengan syarat bahwa kemaslahatan tersebut bersifat…

  • A. Khayaliyah (imajiner), meskipun tidak terbukti secara nyata
  • B. Haqiqiyyah (nyata), kulliyyah (umum/universal), dan tidak bertentangan dengan nash
  • C. Parsial dan hanya menguntungkan kelompok tertentu dalam masyarakat
  • D. Bertentangan dengan qiyas namun didukung oleh pendapat mayoritas ulama
Jawaban: B. Haqiqiyyah (nyata), kulliyyah (umum/universal), dan tidak bertentangan dengan nash.
Syarat maslahah mursalah yang dapat dijadikan hujjah adalah harus bersifat haqiqiyyah (nyata dan pasti, bukan dugaan), kulliyyah (menyangkut kepentingan umum), dan tidak bertentangan dengan nash Al-Qur'an dan Sunnah.
25.

Dalam pembagian lafaz dari segi kejelasan makna, lafaz yang sudah jelas maknanya dan tidak memerlukan penafsiran lagi karena hanya mengandung satu makna disebut…

  • A. Lafaz 'Amm
  • B. Lafaz Mujmal
  • C. Lafaz Muhkam
  • D. Lafaz Mutasyabih
Jawaban: C. Lafaz Muhkam.
Lafaz Muhkam adalah lafaz yang sudah sangat jelas maknanya, tidak mungkin ditakwilkan, tidak dinasakh, dan tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut. Ini merupakan tingkatan tertinggi dalam kejelasan makna lafaz.
26.

Kaidah fikih 'Al-Masyaqqah Tajlib al-Taysir' (kesulitan mendatangkan kemudahan) menjadi dasar hukum bagi kebolehan…

  • A. Meninggalkan shalat fardhu karena kesibukan pekerjaan
  • B. Tidak membayar zakat karena kondisi ekonomi sedang baik
  • C. Shalat dengan duduk bagi orang yang tidak mampu berdiri karena sakit
  • D. Menggabungkan shalat tanpa alasan perjalanan
Jawaban: C. Shalat dengan duduk bagi orang yang tidak mampu berdiri karena sakit.
Kaidah ini menjadi dasar konsep rukhsah (keringanan) dalam Islam, termasuk kebolehan shalat dengan duduk atau berbaring bagi orang yang sakit dan tidak mampu berdiri. Kesulitan kondisi fisik mendatangkan keringanan hukum.
27.

Dalam ilmu Maqashid al-Syari'ah, perlindungan terhadap akal (hifdz al-'aql) menjadi dasar hukum pengharaman khamar. Perlindungan ini termasuk dalam tingkatan maqashid…

  • A. Tahsiniyyat (penyempurna)
  • B. Hajiyyat (kebutuhan sekunder)
  • C. Dharuriyyat (kebutuhan primer/esensial)
  • D. Tabi'iyyat (pelengkap)
Jawaban: C. Dharuriyyat (kebutuhan primer/esensial).
Hifdz al-'aql (menjaga akal) termasuk dalam tingkatan dharuriyyat, yaitu kebutuhan primer yang jika tidak terpenuhi akan mengancam eksistensi kehidupan manusia. Pengharaman khamar bertujuan melindungi akal sebagai unsur dharuri.
28.

Dalam fikih thaharah, seseorang yang tidak menemukan air dan tanah untuk bersuci, namun harus melaksanakan shalat, maka hukum shalatnya adalah…

  • A. Tidak sah dan wajib mengulang ketika sudah menemukan air
  • B. Sah karena keadaan darurat, dan tidak perlu mengulang menurut pendapat yang kuat
  • C. Batal dan haram dilakukan sebelum menemukan media bersuci
  • D. Boleh ditunda hingga menemukan air tanpa batas waktu
Jawaban: B. Sah karena keadaan darurat, dan tidak perlu mengulang menurut pendapat yang kuat.
Menurut jumhur ulama, orang yang berada dalam kondisi darurat tanpa air dan tanah tetap wajib shalat pada waktunya. Shalatnya sah menurut pendapat yang kuat dan tidak wajib diulang, berdasarkan prinsip la dharara wa la dhirar dan kemudahan dalam Islam.
29.

Dalam fikih zakat, salah satu mustahiq (penerima zakat) yang disebut 'fi sabilillah' dalam konteks kontemporer diperluas maknanya oleh sebagian ulama untuk mencakup…

  • A. Hanya pejuang perang fisik di medan pertempuran
  • B. Kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan kemaslahatan umum umat Islam
  • C. Orang kaya yang sedang mengalami kebangkrutan sementara
  • D. Hanya pembangunan masjid dan tempat ibadah
Jawaban: B. Kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan kemaslahatan umum umat Islam.
Dalam konteks kontemporer, sebagian ulama dan lembaga fatwa memperluas makna 'fi sabilillah' tidak hanya untuk jihad fisik tetapi juga mencakup kegiatan dakwah, pendidikan Islam, dan berbagai kemaslahatan umum umat Islam.
30.

Dalam fikih muamalah, akad yang mengandung unsur gharar (ketidakjelasan yang berlebihan) hukumnya adalah…

  • A. Makruh dan dianjurkan untuk dihindari namun tetap sah
  • B. Mubah jika kedua belah pihak sudah sepakat dan ridha
  • C. Haram dan akad tersebut tidak sah
  • D. Sunnah untuk dihindari namun tidak ada sanksi hukum
Jawaban: C. Haram dan akad tersebut tidak sah.
Gharar (ketidakjelasan/ketidakpastian yang berlebihan) dalam akad hukumnya haram karena mengandung unsur penipuan dan kezaliman yang dapat merugikan salah satu pihak. Akad yang mengandung gharar dinyatakan tidak sah (fasid/bathil).
31.

Riba yang terjadi akibat penundaan pembayaran atau penambahan jumlah utang karena keterlambatan pelunasan disebut…

  • A. Riba Fadhl
  • B. Riba Nasi'ah
  • C. Riba Yad
  • D. Riba Qardh
Jawaban: B. Riba Nasi'ah.
Riba Nasi'ah adalah riba yang terjadi karena penundaan pembayaran, yaitu penambahan jumlah yang harus dibayar sebagai kompensasi atas penundaan waktu pembayaran utang. Ini adalah bentuk riba yang paling umum dikenal dalam praktik perbankan konvensional.
32.

Dalam fikih pernikahan, 'fasakh' berbeda dengan 'talak' karena fasakh adalah…

  • A. Perceraian yang dijatuhkan suami karena istri membangkang
  • B. Pemutusan pernikahan melalui pengadilan atas dasar cacat atau bahaya, bukan semata kehendak suami
  • C. Perceraian yang dilakukan dengan memberikan tebusan dari istri kepada suami
  • D. Pengucapan cerai tiga kali sekaligus oleh suami
Jawaban: B. Pemutusan pernikahan melalui pengadilan atas dasar cacat atau bahaya, bukan semata kehendak suami.
Fasakh adalah pemutusan atau pembatalan akad pernikahan oleh hakim/pengadilan atas dasar adanya cacat, bahaya, atau kondisi tertentu yang mengancam salah satu pihak, berbeda dengan talak yang merupakan hak cerai suami.
33.

Dalam fikih mawaris, ahli waris yang mendapat bagian tertentu yang sudah ditetapkan Al-Qur'an disebut 'Ashhabul Furudh'. Berapa bagian yang diterima seorang suami jika istrinya meninggal dan meninggalkan anak?

  • A. Seperdua (1/2)
  • B. Seperempat (1/4)
  • C. Seperdelapan (1/8)
  • D. Sepertiga (1/3)
Jawaban: B. Seperempat (1/4).
Berdasarkan QS. An-Nisa ayat 12, suami mendapat bagian seperempat (1/4) dari harta warisan istri jika istri meninggalkan anak, dan mendapat setengah (1/2) jika istri tidak meninggalkan anak.
34.

Dalam fikih jinayah, sanksi 'ta'zir' berbeda dari hudud karena ta'zir adalah…

  • A. Hukuman yang jenis dan ukurannya sudah ditetapkan secara pasti oleh nash Al-Qur'an dan Hadis
  • B. Hukuman yang diserahkan kepada kebijaksanaan hakim atau penguasa berdasarkan kemaslahatan
  • C. Hukuman yang hanya berlaku untuk kejahatan pembunuhan dan penganiayaan
  • D. Hukuman yang hanya dapat dijatuhkan oleh khalifah atau pemimpin tertinggi negara
Jawaban: B. Hukuman yang diserahkan kepada kebijaksanaan hakim atau penguasa berdasarkan kemaslahatan.
Ta'zir adalah sanksi hukuman yang jenis, bentuk, dan ukurannya tidak ditetapkan secara pasti oleh nash, melainkan diserahkan kepada ijtihad hakim atau penguasa berdasarkan pertimbangan kemaslahatan dan kondisi pelaku serta masyarakat.
35.

Secara bahasa, kata 'Ushul' berarti akar atau dasar, sedangkan 'Fikih' secara istilah adalah…

  • A. Kumpulan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hukum
  • B. Pengetahuan tentang hukum-hukum syara' yang bersifat praktis yang diperoleh dari dalil-dalilnya yang terperinci
  • C. Ilmu yang membahas tentang akidah dan keyakinan Islam
  • D. Kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk memahami Al-Qur'an
Jawaban: B. Pengetahuan tentang hukum-hukum syara' yang bersifat praktis yang diperoleh dari dalil-dalilnya yang terperinci.
Fikih secara istilah didefinisikan sebagai pengetahuan tentang hukum-hukum syara' yang bersifat amaliah (praktis) yang digali dari dalil-dalilnya yang terperinci, berbeda dengan akidah yang bersifat i'tiqadiyyah.
36.

Aliran Mutakallimin dalam Ushul Fikih dikenal juga dengan sebutan aliran…

  • A. Fuqaha atau Hanafiyyah
  • B. Syafi'iyyah atau Malakiyyah
  • C. Syafi'i atau Jumhur Ulama yang mengutamakan aspek teoritis-logis
  • D. Ahli Hadis yang mengutamakan riwayat
Jawaban: C. Syafi'i atau Jumhur Ulama yang mengutamakan aspek teoritis-logis.
Aliran Mutakallimin (dikenal juga sebagai aliran Syafi'i atau Jumhur) menyusun kaidah ushul secara teoritis-logis terlepas dari kasus-kasus fikih, berbeda dengan aliran Fuqaha/Hanafiyyah yang membangun kaidah berdasarkan kasus fikih yang ada.
37.

Perbedaan mendasar antara Fikih dan Syariah adalah…

  • A. Syariah adalah hasil ijtihad ulama, sedangkan Fikih bersumber langsung dari wahyu
  • B. Fikih adalah produk pemikiran manusia (ijtihad) yang bersifat relatif, sedangkan Syariah adalah hukum Allah yang bersifat mutlak
  • C. Fikih hanya mencakup ibadah, sedangkan Syariah mencakup semua aspek kehidupan
  • D. Syariah hanya berlaku di negara Islam, sedangkan Fikih berlaku universal
Jawaban: B. Fikih adalah produk pemikiran manusia (ijtihad) yang bersifat relatif, sedangkan Syariah adalah hukum Allah yang bersifat mutlak.
Syariah merupakan hukum yang ditetapkan langsung oleh Allah SWT melalui wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah) yang bersifat mutlak dan abadi, sementara Fikih adalah hasil pemahaman dan ijtihad para ulama yang bersifat relatif dan dapat berkembang.
38.

Fungsi Sunnah terhadap Al-Qur'an yang disebut 'Bayan Taqrir' adalah…

  • A. Sunnah menjelaskan hal-hal yang belum disebutkan dalam Al-Qur'an
  • B. Sunnah mengkhususkan ayat-ayat Al-Qur'an yang bersifat umum
  • C. Sunnah memperkuat dan menegaskan kembali hukum yang sudah ada dalam Al-Qur'an
  • D. Sunnah menghapus hukum yang telah ditetapkan Al-Qur'an
Jawaban: C. Sunnah memperkuat dan menegaskan kembali hukum yang sudah ada dalam Al-Qur'an.
Bayan Taqrir adalah fungsi Sunnah untuk memperkuat dan menegaskan kembali (mengkonfirmasi) ketentuan hukum yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur'an, sehingga hukum tersebut semakin kuat dasar penetapannya.
39.

Syarat sahnya Ijma' yang paling mendasar adalah…

  • A. Kesepakatan seluruh umat Islam di seluruh dunia
  • B. Kesepakatan seluruh mujtahid Muslim pada suatu masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW
  • C. Kesepakatan para ulama di satu negara tertentu
  • D. Kesepakatan para sahabat Nabi saja tanpa mempertimbangkan ulama lain
Jawaban: B. Kesepakatan seluruh mujtahid Muslim pada suatu masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Ijma' yang sah secara ushul fikih adalah kesepakatan seluruh mujtahid (bukan semua umat Islam) pada suatu masa tertentu setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW terhadap suatu hukum syara'.
40.

Dalam Qiyas, unsur yang disebut 'Illat' adalah…

  • A. Hukum yang ada pada kasus asal (al-ashl)
  • B. Kasus baru yang hendak dicari hukumnya
  • C. Sifat atau alasan hukum yang menjadi penghubung antara kasus asal dan kasus baru
  • D. Dalil Al-Qur'an atau Sunnah yang menjadi dasar qiyas
Jawaban: C. Sifat atau alasan hukum yang menjadi penghubung antara kasus asal dan kasus baru.
Illat dalam qiyas adalah sifat, alasan, atau motif yang menjadi dasar penetapan hukum pada kasus asal (al-ashl) dan ditemukan pula pada kasus baru (al-far'), sehingga keduanya dapat dihubungkan dan disamakan hukumnya.
41.

Istishab secara prinsip berarti…

  • A. Mengambil kemaslahatan yang tidak disebutkan oleh syara' secara khusus
  • B. Menetapkan berlakunya suatu hukum yang telah ada pada masa lalu sampai ada dalil yang mengubahnya
  • C. Menutup jalan yang dapat mengarah pada kerusakan
  • D. Memilih hukum yang lebih ringan dari dua hukum yang bertentangan
Jawaban: B. Menetapkan berlakunya suatu hukum yang telah ada pada masa lalu sampai ada dalil yang mengubahnya.
Istishab adalah metode penetapan hukum dengan meneruskan berlakunya hukum yang telah ada (status quo) dari masa lalu hingga ada dalil yang menunjukkan perubahan hukum tersebut. Prinsipnya: 'asal segala sesuatu adalah tetap seperti semula.'
42.

'Urf yang dapat dijadikan dasar penetapan hukum dalam Islam harus memenuhi syarat, di antaranya adalah…

  • A. 'Urf tersebut harus berasal dari budaya Arab
  • B. 'Urf tersebut tidak bertentangan dengan nash Al-Qur'an dan Sunnah serta tidak merugikan pihak lain
  • C. 'Urf tersebut harus sudah berlaku sejak zaman sahabat Nabi
  • D. 'Urf tersebut hanya berlaku di kalangan ulama fikih
Jawaban: B. 'Urf tersebut tidak bertentangan dengan nash Al-Qur'an dan Sunnah serta tidak merugikan pihak lain.
'Urf yang dapat dijadikan dasar hukum (shahih) adalah 'urf yang tidak bertentangan dengan nash syara', tidak membatalkan kewajiban, dan tidak menghalalkan yang haram. 'Urf yang bertentangan dengan syara' disebut 'urf fasid dan tidak dapat dijadikan hujjah.
43.

Lafaz 'Amm dalam ilmu Ushul Fikih adalah…

  • A. Lafaz yang menunjukkan makna tertentu dan terbatas
  • B. Lafaz yang menunjukkan makna umum yang mencakup semua satuan yang termasuk dalam pengertiannya tanpa batasan
  • C. Lafaz yang maknanya tersembunyi dan membutuhkan takwil
  • D. Lafaz yang digunakan secara majaz (kiasan) dalam Al-Qur'an
Jawaban: B. Lafaz yang menunjukkan makna umum yang mencakup semua satuan yang termasuk dalam pengertiannya tanpa batasan.
Lafaz 'Amm adalah lafaz yang menunjukkan suatu makna umum yang mencakup seluruh satuan (afrad) yang termasuk dalam pengertiannya secara menyeluruh tanpa batas bilangan tertentu, seperti kata 'al-muslimun' yang mencakup semua orang Muslim.
44.

Dalam pembagian hukum taklifi, perbedaan antara 'Wajib' dan 'Sunnah' terletak pada…

  • A. Wajib dilakukan secara berjamaah, sunnah dilakukan secara individu
  • B. Wajib mendapat pahala jika dikerjakan dan berdosa jika ditinggalkan, sedangkan sunnah mendapat pahala jika dikerjakan tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan
  • C. Wajib hanya berlaku untuk laki-laki, sunnah berlaku untuk semua
  • D. Wajib ditetapkan oleh Al-Qur'an saja, sunnah ditetapkan oleh Hadis
Jawaban: B. Wajib mendapat pahala jika dikerjakan dan berdosa jika ditinggalkan, sedangkan sunnah mendapat pahala jika dikerjakan tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan.
Perbedaan mendasar antara Wajib dan Sunnah adalah konsekuensi hukumnya: Wajib berarti pelakunya mendapat pahala dan meninggalkannya berakibat dosa, sedangkan Sunnah berarti mengerjakannya mendapat pahala namun meninggalkannya tidak mendapat dosa.
45.

Kaidah fikih 'Al-Masyaqqah Tajlib al-Taysir' berarti…

  • A. Keyakinan tidak dapat dihilangkan oleh keraguan
  • B. Segala sesuatu dinilai berdasarkan niatnya
  • C. Kesulitan mendatangkan kemudahan (keringanan)
  • D. Tidak boleh ada bahaya dan membalas bahaya dengan bahaya
Jawaban: C. Kesulitan mendatangkan kemudahan (keringanan).
Kaidah 'Al-Masyaqqah Tajlib al-Taysir' bermakna bahwa kesulitan atau kesukaran yang dialami oleh seorang mukallaf dalam menjalankan ibadah atau hukum syara' dapat mendatangkan kemudahan berupa rukhsah (keringanan), seperti bolehnya menjamak dan mengqashar shalat bagi musafir.
46.

Metode ijtihad 'Istishlahi' dalam penetapan hukum Islam berpijak pada…

  • A. Analisis teks Al-Qur'an dan Hadis secara linguistik
  • B. Pencarian 'illat dan sebab hukum dari nash
  • C. Pertimbangan kemaslahatan umum yang sesuai dengan tujuan syariat (Maqashid al-Syari'ah)
  • D. Penggunaan hukum umat terdahulu sebagai dasar
Jawaban: C. Pertimbangan kemaslahatan umum yang sesuai dengan tujuan syariat (Maqashid al-Syari'ah).
Metode ijtihad Istishlahi adalah metode penetapan hukum yang berpijak pada pertimbangan kemaslahatan umum (maslahah) yang sesuai dengan tujuan-tujuan syariat (Maqashid al-Syari'ah), digunakan ketika tidak ada nash yang sharih dan qiyas tidak dapat diterapkan.
47.

Dalam Maqashid al-Syari'ah, 'Hifdz al-'Aql' (menjaga akal) diimplementasikan antara lain melalui…

  • A. Kewajiban membayar zakat dan haji
  • B. Larangan mengonsumsi minuman keras (khamr) dan segala sesuatu yang memabukkan
  • C. Kewajiban menikah secara sah
  • D. Larangan melakukan riba dalam transaksi
Jawaban: B. Larangan mengonsumsi minuman keras (khamr) dan segala sesuatu yang memabukkan.
Hifdz al-'Aql (menjaga akal) adalah salah satu dari lima tujuan pokok syariat. Implementasinya yang paling nyata adalah pengharaman khamr (minuman keras) dan segala zat yang memabukkan karena dapat merusak fungsi akal manusia.
48.

Konsep 'Rukhsah' dalam fikih ibadah memiliki pengertian…

  • A. Hukum asal yang berlaku dalam kondisi normal
  • B. Keringanan hukum yang diberikan syariat kepada mukallaf dalam kondisi tertentu yang menyulitkan
  • C. Larangan keras yang tidak boleh dilanggar dalam keadaan apapun
  • D. Kewajiban tambahan yang diberikan kepada orang yang mampu
Jawaban: B. Keringanan hukum yang diberikan syariat kepada mukallaf dalam kondisi tertentu yang menyulitkan.
Rukhsah adalah keringanan hukum yang diberikan oleh syariat Islam kepada mukallaf yang menghadapi kesulitan atau uzur tertentu, seperti kebolehan berbuka puasa bagi orang sakit atau musafir, dan kebolehan menjamak-qashar shalat bagi musafir.
49.

Dalam fikih mawaris, yang dimaksud dengan 'Furudh al-Muqaddarah' adalah…

  • A. Ahli waris yang tidak mendapat bagian karena terhijab
  • B. Bagian-bagian tertentu yang telah ditetapkan oleh Al-Qur'an untuk ahli waris tertentu
  • C. Proses penghitungan pembagian harta warisan
  • D. Harta yang dikeluarkan sebelum dibagikan kepada ahli waris
Jawaban: B. Bagian-bagian tertentu yang telah ditetapkan oleh Al-Qur'an untuk ahli waris tertentu.
Furudh al-Muqaddarah adalah bagian-bagian tertentu yang telah ditetapkan secara pasti oleh Al-Qur'an (QS. An-Nisa: 11-12) untuk ahli waris tertentu, seperti 1/2, 1/4, 1/8, 2/3, 1/3, dan 1/6.
50.

Dalam fikih jinayah, 'Ta'zir' dibedakan dari 'Hudud' karena…

  • A. Ta'zir merupakan hukuman yang ditetapkan secara pasti dalam Al-Qur'an dan Sunnah
  • B. Ta'zir adalah sanksi yang jenis dan kadarnya diserahkan kepada kebijaksanaan hakim atau penguasa
  • C. Ta'zir hanya berlaku untuk kejahatan yang berkaitan dengan hak Allah
  • D. Ta'zir tidak dapat diterapkan kepada non-Muslim
Jawaban: B. Ta'zir adalah sanksi yang jenis dan kadarnya diserahkan kepada kebijaksanaan hakim atau penguasa.
Ta'zir berbeda dengan Hudud karena jenis dan kadar hukumannya tidak ditetapkan secara pasti dalam nash, melainkan diserahkan kepada ijtihad dan kebijaksanaan hakim (qadhi) atau penguasa sesuai dengan kondisi dan kemaslahatan, sehingga bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan.

Semoga latihan soal ini membantu kamu memahami materi dengan lebih baik. Rajinlah berlatih mengerjakan Soal UAS UT agar terbiasa dengan pola soal ujian, baik dalam format UTM maupun UO yang berlaku di Universitas Terbuka saat ini.

Teruslah bersemangat dan percaya diri dalam mempersiapkan ujian SPAI4403 Ushul Fikih dan Fikih. Dengan pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar hukum Islam ini, kamu pasti mampu meraih hasil terbaik. Sukses selalu untuk ujianmu!

Bagikan

error: Content is protected !!