💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT SPKN4308 Pendidikan Anti Korupsi dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT SPKN4308 Pendidikan Anti Korupsi
Soal UT SPKN4308 Pendidikan Anti Korupsi

Data dari KPK menunjukkan 54% perkara korupsi di Indonesia melibatkan pegawai negeri dan penyelenggara negara. SPKN4308 Pendidikan Anti Korupsi hadir untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang bahaya korupsi. Materi ini krusial untuk membangun integritas sejak di bangku kuliah.

Soal UAS UT kerap menguji pemahaman konseptual tentang faktor penyebab korupsi beserta upaya pencegahannya. Anda dapat mempelajari ribuan contoh pertanyaan di soalut.com untuk mengasah kemampuan. Latihan yang konsisten akan membantu Anda menguasai materi dengan lebih baik.

Soal UT merupakan kumpulan referensi soal terdahulu yang sangat berguna untuk persiapan UAS. Menguasai materi anti korupsi tidak hanya untuk lulus ujian, tetapi juga membentuk karakter anti rasuah. Soal Ujian UT biasanya mengukur dua aspek tersebut secara komprehensif.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT SPKN4308 Pendidikan Anti Korupsi

1.

Berdasarkan Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang dimaksud dengan korupsi adalah…

  • A. perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara
  • B. segala bentuk pemberian uang kepada pejabat negara
  • C. tindakan tidak sopan dalam pelayanan publik
  • D. pelanggaran etika dalam organisasi swasta
Jawaban: A. perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Menurut UU No. 31/1999, korupsi adalah perbuatan melawan hukum yang memperkaya diri sendiri/orang lain/korporasi yang merugikan keuangan/perekonomian negara.
2.

Pentingnya pendidikan antikorupsi bagi mahasiswa adalah untuk…

  • A. mempercepat kelulusan studi
  • B. membangun kesadaran dan integritas sejak dini agar tidak melakukan korupsi
  • C. memudahkan mendapatkan beasiswa
  • D. menggantikan mata kuliah wajib lainnya
Jawaban: B. membangun kesadaran dan integritas sejak dini agar tidak melakukan korupsi.
Pendidikan antikorupsi penting untuk menanamkan nilai kejujuran dan integritas sejak dini sebagai upaya preventif korupsi.
3.

Berikut ini yang termasuk bentuk korupsi gratifikasi adalah…

  • A. memotong anggaran proyek secara ilegal
  • B. menerima hadiah karena jabatan tanpa izin atasan
  • C. memalsukan tanda tangan dalam dokumen
  • D. menyuap petugas pajak
Jawaban: B. menerima hadiah karena jabatan tanpa izin atasan.
Gratifikasi adalah pemberian hadiah terkait jabatan yang dapat mempengaruhi keputusan pejabat, termasuk tanpa izin atasan.
4.

Faktor penyebab korupsi yang berasal dari dalam diri individu disebut faktor…

  • A. eksternal
  • B. internal
  • C. struktural
  • D. kultural
Jawaban: B. internal.
Faktor internal meliputi sifat serakah, moral lemah, dan gaya hidup konsumtif yang berasal dari dalam diri.
5.

Pendekatan studi korupsi yang menekankan pada analisis sistem politik dan pemerintahan adalah pendekatan…

  • A. antropologi
  • B. sosiologi
  • C. politik
  • D. psikologi
Jawaban: C. politik.
Pendekatan politik melihat korupsi terkait sistem politik, kekuasaan, dan kebijakan publik.
6.

Teori ‘Makan, Gaji, dan Korupsi’ mengatakan bahwa seseorang melakukan korupsi karena…

  • A. tekanan budaya lingkungan
  • B. ketidakcukupan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup
  • C. peluang yang terbuka lebar
  • D. pengaruh teman sebaya
Jawaban: B. ketidakcukupan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Teori ini menyatakan gaji rendah sering dikaitkan sebagai dorongan untuk melakukan korupsi memenuhi kebutuhan.
7.

Dampak korupsi pada aspek ekonomi adalah…

  • A. menurunnya kepercayaan terhadap pemerintah
  • B. meningkatnya investasi asing
  • C. meningkatnya biaya pembangunan dan utang negara
  • D. meningkatnya kualitas pelayanan publik
Jawaban: C. meningkatnya biaya pembangunan dan utang negara.
Korupsi menyebabkan biaya pembangunan membengkak, kerugian negara, dan peningkatan utang.
8.

Dampak korupsi pada aspek nonekonomi meliputi…

  • A. meningkatnya pendapatan per kapita
  • B. menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga negara
  • C. stabilnya nilai tukar rupiah
  • D. meratanya pembangunan daerah
Jawaban: B. menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
Korupsi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi, hukum, dan demokrasi.
9.

Salah satu strategi pemberantasan korupsi melalui pendekatan preventif adalah…

  • A. menindak pelaku korupsi dengan hukuman berat
  • B. memperketat pengawasan internal dan eksternal
  • C. membangun sistem yang transparan dan akuntabel
  • D. melakukan operasi tangkap tangan
Jawaban: C. membangun sistem yang transparan dan akuntabel.
Pendekatan preventif fokus pada pencegahan dengan perbaikan sistem, transparansi, dan pendidikan antikorupsi.
10.

Kebijakan pemberantasan korupsi di Indonesia diatur dalam…

  • A. UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001
  • B. UU No. 5/1999
  • C. UU No. 23/2014
  • D. UU No. 12/2011
Jawaban: A. UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001.
UU No. 31/1999 yang diubah dengan UU No. 20/2001 adalah landasan utama pemberantasan tindak pidana korupsi.
11.

Nilai karakter antikorupsi yang mendorong seseorang untuk selalu mengatakan hal yang benar adalah…

  • A. disiplin
  • B. kejujuran
  • C. tanggung jawab
  • D. kemandirian
Jawaban: B. kejujuran.
Kejujuran merupakan nilai utama antikorupsi yang menuntut kebenaran dalam ucapan dan tindakan.
12.

Prinsip antikorupsi yang menuntut adanya keterbukaan informasi dalam pengelolaan keuangan negara adalah…

  • A. akuntabilitas
  • B. transparansi
  • C. kewajaran
  • D. kepastian hukum
Jawaban: B. transparansi.
Transparansi berarti keterbukaan informasi sehingga publik dapat mengawasi penggunaan anggaran.
13.

Salah satu faktor eksternal penyebab korupsi adalah…

  • A. sikap mental lemah
  • B. gaya hidup boros
  • C. lemahnya sistem hukum
  • D. rasa tidak puas
Jawaban: C. lemahnya sistem hukum.
Faktor eksternal meliputi kelemahan sistem hukum, birokrasi yang rumit, dan kurangnya pengawasan.
14.

Teori anomie yang dikemukakan Robert K. Merton menjelaskan korupsi sebagai akibat dari…

  • A. ketidakseimbangan antara tujuan budaya dan sarana yang tersedia
  • B. pengaruh kelompok elite
  • C. rendahnya moral individu
  • D. tradisi memberi hadiah
Jawaban: A. ketidakseimbangan antara tujuan budaya dan sarana yang tersedia.
Teori anomie menyatakan korupsi terjadi ketika individu tidak dapat mencapai tujuan sosial melalui cara yang sah.
15.

Dimensi dampak korupsi pada aspek sosial budaya adalah…

  • A. meningkatnya kemiskinan struktural
  • B. menurunnya kualitas pendidikan
  • C. merosotnya nilai etika dan moral masyarakat
  • D. meningkatnya inflasi
Jawaban: C. merosotnya nilai etika dan moral masyarakat.
Korupsi mengikis nilai kejujuran, keadilan, dan solidaritas sosial.
16.

Pendekatan represif dalam pemberantasan korupsi dilakukan melalui…

  • A. pendidikan dan kampanye antikorupsi
  • B. perbaikan sistem birokrasi
  • C. penegakan hukum dan sanksi pidana
  • D. peningkatan kesejahteraan pegawai
Jawaban: C. penegakan hukum dan sanksi pidana.
Pendekatan represif berupa penuntutan dan penghukuman terhadap pelaku korupsi sebagai efek jera.
17.

Nilai karakter antikorupsi yang menekankan pada keberanian menghadapi risiko disebut…

  • A. kepedulian
  • B. keadilan
  • C. kesederhanaan
  • D. keberanian
Jawaban: D. keberanian.
Keberanian adalah nilai antikorupsi untuk menolak godaan korupsi dan berani melaporkan pelanggaran.
18.

Apa definisi korupsi yang paling umum digunakan dalam konteks pendidikan anti korupsi di Indonesia?

  • A. Penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi
  • B. Penggelapan uang negara
  • C. Tindakan suap-menyuap
  • D. Pelanggaran hukum administrasi
Jawaban: A. Penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Definisi korupsi secara luas mencakup penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, yang menjadi fokus pendidikan anti korupsi untuk membangun integritas.
19.

Mengapa pendidikan anti korupsi dianggap penting dalam masyarakat?

  • A. Untuk meningkatkan pendapatan negara
  • B. Untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya anti korupsi sejak dini
  • C. Untuk menghukum pelaku korupsi
  • D. Untuk mempercepat pembangunan ekonomi
Jawaban: B. Untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya anti korupsi sejak dini.
Pendidikan anti korupsi penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan kesadaran moral guna mencegah korupsi di masa depan.
20.

Bentuk korupsi yang melibatkan pemerasan oleh pejabat publik termasuk dalam kategori apa?

  • A. Gratifikasi
  • B. Suap
  • C. Pemerasan
  • D. Nepotisme
Jawaban: C. Pemerasan.
Pemerasan adalah bentuk korupsi di mana pejabat publik memaksa seseorang memberikan sesuatu dengan ancaman atau tekanan.
21.

Faktor internal yang menyebabkan korupsi terkait dengan individu adalah…

  • A. Lemahnya penegakan hukum
  • B. Keserakahan dan moralitas rendah
  • C. Budaya organisasi yang permisif
  • D. Sistem administrasi yang rumit
Jawaban: B. Keserakahan dan moralitas rendah.
Faktor internal korupsi berasal dari dalam diri individu, seperti sifat serakah, tidak jujur, dan lemahnya moral.
22.

Pendekatan studi korupsi yang memfokuskan pada analisis biaya dan manfaat korupsi bagi individu disebut…

  • A. Pendekatan hukum
  • B. Pendekatan sosiologis
  • C. Pendekatan ekonomi
  • D. Pendekatan budaya
Jawaban: C. Pendekatan ekonomi.
Pendekatan ekonomi melihat korupsi sebagai keputusan rasional individu dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat.
23.

Teori yang menyatakan bahwa korupsi terjadi karena adanya monopoli kekuasaan ditambah diskresi tanpa akuntabilitas adalah…

  • A. Teori kriminalitas
  • B. Teori kesempatan
  • C. Teori agensi
  • D. Teori klientelisme
Jawaban: C. Teori agensi.
Teori agensi menjelaskan bahwa korupsi muncul ketika agen (pejabat) memiliki kekuasaan monopoli, diskresi, dan minim akuntabilitas.
24.

Dampak korupsi pada aspek ekonomi yang paling langsung terlihat adalah…

  • A. Meningkatnya kepercayaan investor
  • B. Menurunnya investasi dan pertumbuhan ekonomi
  • C. Meningkatnya kesetaraan sosial
  • D. Memperbaiki efisiensi birokrasi
Jawaban: B. Menurunnya investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Korupsi menyebabkan ketidakpastian, pemborosan anggaran, dan menurunkan minat investasi, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.
25.

Dampak korupsi pada aspek nonekonomi, seperti sosial politik, antara lain…

  • A. Meningkatnya kesejahteraan rakyat
  • B. Merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah
  • C. Memperkuat supremasi hukum
  • D. Mendorong partisipasi politik
Jawaban: B. Merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Korupsi mengikis kepercayaan masyarakat pada institusi negara dan melemahkan legitimasi politik.
26.

Pendekatan strategi pemberantasan korupsi yang berfokus pada penindakan hukum disebut…

  • A. Pendekatan preventif
  • B. Pendekatan represif
  • C. Pendekatan edukatif
  • D. Pendekatan partisipatif
Jawaban: B. Pendekatan represif.
Pendekatan represif menekankan pada penegakan hukum, penyidikan, dan hukuman bagi pelaku korupsi.
27.

Kebijakan apa yang diterapkan Indonesia untuk mencegah korupsi melalui sistem pelaporan kekayaan pejabat?

  • A. e-KTP
  • B. LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)
  • C. Sistem pengadaan barang elektronik
  • D. Anggaran berbasis kinerja
Jawaban: B. LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).
LHKPN adalah instrumen transparansi yang mewajibkan pejabat melaporkan harta kekayaannya sebagai upaya pencegahan korupsi.
28.

Nilai karakter antikorupsi yang mendorong seseorang untuk bertindak jujur dan konsisten adalah…

  • A. Mandiri
  • B. Integritas
  • C. Kerja keras
  • D. Gotong royong
Jawaban: B. Integritas.
Integritas adalah nilai yang mengedepankan kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan.
29.

Prinsip antikorupsi yang menuntut adanya keterbukaan informasi publik adalah…

  • A. Akuntabilitas
  • B. Transparansi
  • C. Keadilan
  • D. Kemandirian
Jawaban: B. Transparansi.
Transparansi memastikan masyarakat dapat mengakses informasi untuk mengawasi penyelenggaraan negara dan mencegah korupsi.
30.

Dalam modul 1, mengapa pendidikan antikorupsi perlu dimulai sejak usia dini?

  • A. Karena anak mudah diajari hukum
  • B. Karena penanaman nilai etika lebih efektif pada usia formatif
  • C. Karena korupsi hanya terjadi di usia dewasa
  • D. Karena anak tidak terpengaruh lingkungan
Jawaban: B. Karena penanaman nilai etika lebih efektif pada usia formatif.
Pendidikan antikorupsi sejak dini efektif menanamkan nilai integritas dan moral yang menjadi fondasi pencegahan korupsi.
31.

Berdasarkan bentuk-bentuk korupsi, tindakan 'gratifikasi' dianggap korupsi apabila…

  • A. Diberikan secara terbuka
  • B. Diterima pejabat terkait jabatannya dan tidak dilaporkan
  • C. Nilai gratifikasi kurang dari Rp1 juta
  • D. Diberikan oleh keluarga sendiri
Jawaban: B. Diterima pejabat terkait jabatannya dan tidak dilaporkan.
Gratifikasi menjadi korupsi jika diterima pejabat publik karena jabatannya dan tidak dilaporkan ke KPK.
32.

Teori korupsi 'Merton' menjelaskan bahwa korupsi terjadi akibat…

  • A. Ketidakseimbangan antara tujuan budaya dan sarana yang tersedia
  • B. Pengaruh budaya asing
  • C. Keserakahan individu
  • D. Sistem politik yang otoriter
Jawaban: A. Ketidakseimbangan antara tujuan budaya dan sarana yang tersedia.
Teori Merton menyatakan korupsi muncul ketika individu tidak bisa mencapai tujuan masyarakat melalui cara yang sah, sehingga memilih jalan menyimpang.
33.

Dampak korupsi dalam dimensi ekonomi makro yang signifikan adalah…

  • A. Meningkatnya inflasi akibat korupsi fiskal
  • B. Meningkatnya kualitas pelayanan publik
  • C. Berkurangnya utang negara
  • D. Meningkatnya investasi asing
Jawaban: A. Meningkatnya inflasi akibat korupsi fiskal.
Korupsi dalam pengelolaan keuangan negara dapat menyebabkan kebocoran anggaran yang mendorong inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.
34.

Nilai karakter mandiri dalam antikorupsi berarti…

  • A. Tidak menggantungkan diri pada orang lain untuk keputusan
  • B. Mampu bekerja sama dalam tim
  • C. Mematuhi peraturan tanpa berpikir
  • D. Berani mengambil risiko
Jawaban: A. Tidak menggantungkan diri pada orang lain untuk keputusan.
Mandiri mencerminkan sikap tidak bergantung pada orang lain dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri, menghindari ketergantungan yang berpotensi korupsi.
35.

Apa yang dimaksud dengan korupsi dalam konteks Pendidikan Anti Korupsi di Indonesia?

  • A. Penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi
  • B. Tindakan suap menyuap antar pejabat
  • C. Perilaku tidak jujur dalam pemerintahan
  • D. Semua bentuk penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau kelompok
Jawaban: D. Semua bentuk penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau kelompok.
Korupsi didefinisikan secara luas sebagai penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok, tidak terbatas pada suap saja.
36.

Mengapa pendidikan antikorupsi dianggap penting dalam membangun generasi muda?

  • A. Agar generasi muda tidak menjadi koruptor
  • B. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang hukum
  • C. Karena membentuk karakter integritas dan kejujuran sejak dini
  • D. Sebagai syarat kelulusan pendidikan formal
Jawaban: C. Karena membentuk karakter integritas dan kejujuran sejak dini.
Pendidikan antikorupsi penting karena menanamkan nilai-nilai karakter seperti integritas, kejujuran, dan tanggung jawab yang dapat mencegah korupsi di masa depan.
37.

Bentuk korupsi yang melibatkan pemberian uang atau barang kepada pejabat publik untuk mempengaruhi keputusan disebut?

  • A. Gratifikasi
  • B. Suap
  • C. Pemerasan
  • D. Penglolaan
Jawaban: B. Suap.
Suap adalah bentuk korupsi di mana terjadi pemberian uang, barang, atau jasa untuk mempengaruhi keputusan pejabat publik.
38.

Faktor eksternal yang sering menjadi penyebab korupsi di Indonesia adalah?

  • A. Keserakahan pribadi
  • B. Budaya permisif terhadap korupsi
  • C. Lemahnya sistem pengawasan dan penegakan hukum
  • D. Pendidikan rendah
Jawaban: C. Lemahnya sistem pengawasan dan penegakan hukum.
Faktor eksternal seperti lemahnya sistem pengawasan, hukum tidak ditegakkan, dan kurangnya transparansi sering menyebabkan individu tergoda melakukan korupsi.
39.

Pendekatan studi korupsi yang menekankan pada faktor ekonomi dan rasionalitas individu disebut?

  • A. Pendekatan moral
  • B. Pendekatan struktural
  • C. Pendekatan behavioris
  • D. Pendekatan sosiologis
Jawaban: B. Pendekatan struktural.
Pendekatan struktural dalam studi korupsi fokus pada faktor ekonomi, insentif, dan rasionalitas individu dalam membuat keputusan koruptif.
40.

Teori korupsi yang menyatakan bahwa korupsi terjadi karena adanya peluang yang didukung oleh tekanan dan rasionalisasi disebut?

  • A. Teori Fraud Triangle
  • B. Teori Agensi
  • C. Teori Budaya
  • D. Teori Institusional
Jawaban: A. Teori Fraud Triangle.
Teori Fraud Triangle (Segitiga Kecurangan) menjelaskan korupsi terjadi karena adanya tekanan (pressure), peluang (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization).
41.

Dampak korupsi pada aspek ekonomi yang paling signifikan adalah?

  • A. Meningkatkan pendapatan negara
  • B. Menurunnya investasi asing dan pertumbuhan ekonomi
  • C. Mempercepat pembangunan infrastruktur
  • D. Meningkatnya persaingan bisnis yang sehat
Jawaban: B. Menurunnya investasi asing dan pertumbuhan ekonomi.
Korupsi mengurangi kepercayaan investor, menurunkan efisiensi ekonomi, dan menghambat pertumbuhan ekonomi karena dana publik disalahgunakan.
42.

Dampak nonekonomi dari korupsi yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah adalah?

  • A. Meningkatnya partisipasi politik
  • B. Melemahnya legitimasi pemerintahan dan hukum
  • C. Menciptakan masyarakat yang lebih kritis
  • D. Meningkatnya kualitas demokrasi
Jawaban: B. Melemahnya legitimasi pemerintahan dan hukum.
Korupsi mengikis kepercayaan publik pada institusi negara, melemahkan supremasi hukum, dan mengurangi legitimasi pemerintah di mata rakyat.
43.

Strategi pemberantasan korupsi yang berfokus pada pencegahan melalui perbaikan sistem disebut?

  • A. Pendekatan represif
  • B. Pendekatan edukatif
  • C. Pendekatan preventif
  • D. Pendekatan kuratif
Jawaban: C. Pendekatan preventif.
Pendekatan preventif menitikberatkan pada pencegahan korupsi melalui reformasi sistem, prosedur, transparansi, dan akuntabilitas.
44.

Kebijakan antikorupsi yang mewajibkan pejabat publik melaporkan harta kekayaannya disebut?

  • A. LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)
  • B. SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan)
  • C. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • D. e-KTP
Jawaban: A. LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).
LHKPN adalah kebijakan yang mewajibkan pejabat negara melaporkan harta kekayaannya secara berkala sebagai upaya transparansi dan pencegahan korupsi.
45.

Nilai karakter antikorupsi yang menekankan pada sikap tidak mau menerima sesuatu yang bukan haknya disebut?

  • A. Kejujuran
  • B. Kemandirian
  • C. Kepedulian
  • D. Tanggung jawab
Jawaban: A. Kejujuran.
Kejujuran adalah nilai inti antikorupsi yang mendorong seseorang untuk bersikap jujur, tidak mengambil atau menerima sesuatu yang bukan haknya.
46.

Prinsip antikorupsi yang menjamin bahwa setiap kebijakan dan pengelolaan keuangan publik dapat diakses dan diawasi oleh masyarakat adalah?

  • A. Akuntabilitas
  • B. Transparansi
  • C. Partisipasi
  • D. Keadilan
Jawaban: B. Transparansi.
Transparansi adalah prinsip keterbukaan yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan serta pengelolaan keuangan.
47.

Apa yang dimaksud dengan gratifikasi dalam konteks tindak pidana korupsi?

  • A. Pemberian hadiah dalam rangka hubungan sosial
  • B. Pemberian uang atau barang dalam jumlah besar
  • C. Pemberian hadiah yang diterima oleh pegawai negeri yang dianggap suap
  • D. Hanya pemberian dalam bentuk uang tunai
Jawaban: C. Pemberian hadiah yang diterima oleh pegawai negeri yang dianggap suap.
Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas termasuk hadiah, hiburan, atau fasilitas yang diterima pegawai negeri dan dapat dianggap sebagai suap jika terkait jabatannya.
48.

Faktor internal penyebab korupsi yang berkaitan dengan lemahnya integritas individu adalah?

  • A. Budaya organisasi yang korup
  • B. Tekanan ekonomi
  • C. Keserakahan dan moral rendah
  • D. Sistem hukum yang lemah
Jawaban: C. Keserakahan dan moral rendah.
Faktor internal seperti keserakahan, ketamakan, dan moral rendah membuat individu mudah tergoda melakukan korupsi meskipun sistem sudah baik.
49.

Pendekatan studi korupsi yang menganalisis bagaimana norma dan nilai sosial mempengaruhi perilaku koruptif disebut?

  • A. Pendekatan ekonomi
  • B. Pendekatan sosiologis
  • C. Pendekatan psikologis
  • D. Pendekatan politik
Jawaban: B. Pendekatan sosiologis.
Pendekatan sosiologis melihat korupsi sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh norma, budaya, dan struktur sosial dalam masyarakat.
50.

Lembaga negara yang secara khusus dibentuk untuk memberantas korupsi di Indonesia adalah?

  • A. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
  • B. Polri
  • C. Kejaksaan
  • D. Kepolisian
Jawaban: A. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
KPK adalah lembaga negara independen yang dibentuk khusus untuk menangani pemberantasan korupsi melalui koordinasi, supervisi, penyelidikan, dan penuntutan.

Teruslah semangat mempersiapkan diri. Latihan soal ini membantu Anda menguasai materi untuk UTM dan UO nanti. Kunci keberhasilan adalah memahami konsep anti korupsi yang diajarkan.

Jangan lupa untuk mempelajari kumpulan Soal Ujian UT sebagai referensi tambahan. Karena SPKN4308 Pendidikan Anti Korupsi mengajarkan nilai integritas, terapkan juga dalam mengerjakan ujian secara jujur. Semoga sukses.

Bagikan

error: Content is protected !!