Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT EKAP4418 Akuntansi Kesehatan dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT EKAP4418 Akuntansi Kesehatan dan Kunci Jawaban
Soal UT EKAP4418 Akuntansi Kesehatan

Bagi mahasiswa Universitas Terbuka, masa-masa menjelang UAS bukan sekadar soal duduk dan membuka buku. Ada tekanan tersendiri ketika kamu harus menyerap tumpukan materi dari berbagai modul, lalu mengubahnya menjadi pemahaman yang benar-benar tertanam. Soal UAS UT bukan ujian hafalan semata.

EKAP4418 Akuntansi Kesehatan adalah salah satu mata kuliah yang tidak bisa dianggap enteng. Mata kuliah ini dirancang untuk membangun kemampuan mahasiswa dalam memahami sistem keuangan di sektor layanan kesehatan. Cakupan materinya cukup luas, mulai dari konsep dasar hingga penerapan akuntansi dalam konteks institusi kesehatan.

Cara paling efektif untuk mengukur sejauh mana pemahamanmu adalah dengan langsung mencoba Soal UAS UT EKAP4418 Akuntansi Kesehatan. Latihan mengerjakan soal ujian UT membantu kamu mengenali pola pertanyaan yang sering muncul, melatih kecepatan berpikir, dan menambal celah materi yang belum dikuasai sebelum hari ujian datang.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT EKAP4418 Akuntansi Kesehatan

1.

Paradigma baru manajemen kesehatan menempatkan kesehatan sebagai…

  • A. Komoditas yang dapat diperjualbelikan secara bebas di pasar
  • B. Hak dasar manusia yang harus dijamin pemenuhannya oleh negara
  • C. Kebutuhan tersier yang bergantung pada kemampuan finansial individu
  • D. Tanggung jawab individu semata tanpa campur tangan pemerintah
Jawaban: B. Hak dasar manusia yang harus dijamin pemenuhannya oleh negara.
Paradigma baru manajemen kesehatan menegaskan bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia dan negara berkewajiban memenuhinya melalui sistem kesehatan yang adil dan merata.
2.

Ideologi yang menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial ekonomi disebut ideologi…

  • A. Egalitarianisme dalam sistem kesehatan
  • B. Liberalisme dalam sistem kesehatan
  • C. Merkantilisme dalam sistem kesehatan
  • D. Pluralisme dalam sistem kesehatan
Jawaban: A. Egalitarianisme dalam sistem kesehatan.
Egalitarianisme berpandangan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi berdasarkan status ekonomi, sosial, atau golongan.
3.

Desentralisasi kesehatan di Indonesia ditujukan untuk…

  • A. Memusatkan seluruh kewenangan pengelolaan kesehatan pada pemerintah pusat
  • B. Mengurangi anggaran belanja kesehatan di tingkat pusat secara signifikan
  • C. Memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola urusan kesehatan sesuai kebutuhan lokal
  • D. Menyerahkan sepenuhnya pengelolaan kesehatan kepada sektor swasta daerah
Jawaban: C. Memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola urusan kesehatan sesuai kebutuhan lokal.
Desentralisasi kesehatan bertujuan mendekatkan pengambilan keputusan kepada masyarakat setempat sehingga pengelolaan kesehatan lebih responsif terhadap kondisi dan kebutuhan spesifik daerah.
4.

Komponen utama kerangka sistem kesehatan yang berfungsi sebagai penggerak seluruh sumber daya adalah…

  • A. Infrastruktur fisik pelayanan kesehatan
  • B. Teknologi informasi kesehatan yang terintegrasi
  • C. Sistem pembiayaan yang mencukupi dan berkelanjutan
  • D. Kepemimpinan dan tata kelola yang efektif
Jawaban: D. Kepemimpinan dan tata kelola yang efektif.
WHO menetapkan kepemimpinan dan tata kelola sebagai blok bangunan sistem kesehatan yang berfungsi mengintegrasikan dan menggerakkan seluruh komponen lainnya agar sistem berjalan optimal.
5.

Manajemen kesehatan di Indonesia pada era otonomi daerah bertumpu pada prinsip…

  • A. Sentralisasi penuh dengan koordinasi nasional yang ketat
  • B. Keseimbangan antara otonomi daerah dan standar nasional minimal
  • C. Kebebasan penuh daerah tanpa standar dari pemerintah pusat
  • D. Pelimpahan wewenang sepenuhnya kepada lembaga swadaya masyarakat
Jawaban: B. Keseimbangan antara otonomi daerah dan standar nasional minimal.
Manajemen kesehatan Indonesia pasca-otonomi daerah menerapkan prinsip keseimbangan, di mana daerah berwenang mengatur urusan kesehatan lokal namun tetap harus memenuhi standar pelayanan minimal yang ditetapkan pemerintah pusat.
6.

Indikator utama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sistem manajemen kesehatan di suatu wilayah adalah…

  • A. Angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka harapan hidup
  • B. Jumlah tenaga medis yang tersertifikasi di wilayah tersebut
  • C. Besarnya anggaran kesehatan yang dialokasikan pemerintah daerah
  • D. Jumlah fasilitas kesehatan yang beroperasi di wilayah tersebut
Jawaban: A. Angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka harapan hidup.
Ketiga indikator tersebut merupakan ukuran derajat kesehatan masyarakat yang paling sensitif dan mencerminkan kinerja sistem kesehatan secara komprehensif, bukan hanya input seperti anggaran atau jumlah fasilitas.
7.

Perencanaan prestasi kesehatan pada dasarnya adalah proses…

  • A. Penyusunan laporan keuangan program kesehatan tahunan
  • B. Penentuan target output pelayanan kesehatan tanpa mempertimbangkan sumber daya
  • C. Penentuan tujuan, sasaran, dan kegiatan kesehatan yang dihubungkan dengan hasil yang ingin dicapai
  • D. Penyusunan jadwal kegiatan operasional harian fasilitas kesehatan
Jawaban: C. Penentuan tujuan, sasaran, dan kegiatan kesehatan yang dihubungkan dengan hasil yang ingin dicapai.
Perencanaan prestasi kesehatan berorientasi pada hasil (outcome), yakni menghubungkan aktivitas dan sumber daya dengan pencapaian tujuan kesehatan yang terukur dan spesifik.
8.

Sistem perencanaan prestasi kesehatan yang baik harus memenuhi kriteria SMART. Huruf “M” dalam SMART merujuk pada…

  • A. Manageable, artinya dapat dikelola oleh tim yang ada
  • B. Motivating, artinya mampu memotivasi pelaksana program
  • C. Modern, artinya menggunakan pendekatan dan teknologi terkini
  • D. Measurable, artinya dapat diukur secara kuantitatif maupun kualitatif
Jawaban: D. Measurable, artinya dapat diukur secara kuantitatif maupun kualitatif.
Dalam kriteria SMART, “M” berarti Measurable, yaitu target atau sasaran harus dapat diukur sehingga kemajuan pencapaiannya dapat dipantau secara objektif.
9.

Siklus tata perencanaan prestasi kesehatan dimulai dengan tahap…

  • A. Analisis situasi dan identifikasi masalah kesehatan
  • B. Penyusunan rencana anggaran program kesehatan
  • C. Implementasi kegiatan program kesehatan di lapangan
  • D. Evaluasi hasil capaian program kesehatan sebelumnya
Jawaban: A. Analisis situasi dan identifikasi masalah kesehatan.
Siklus perencanaan selalu diawali dengan analisis situasi untuk memahami kondisi nyata di lapangan, mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi yang ada dan yang diinginkan, sebelum menetapkan prioritas dan solusi.
10.

Teknik perencanaan prestasi kesehatan yang membagi kegiatan ke dalam matriks waktu dan tanggung jawab pelaksana disebut…

  • A. PERT (Program Evaluation and Review Technique)
  • B. Gantt Chart
  • C. Fish Bone Diagram
  • D. Logic Model Framework
Jawaban: B. Gantt Chart.
Gantt Chart adalah alat perencanaan berbentuk diagram batang horizontal yang menampilkan jadwal kegiatan, durasi waktu, dan penanggung jawab setiap aktivitas program secara visual dan terstruktur.
11.

Sebuah puskesmas di daerah terpencil memiliki cakupan imunisasi balita sebesar 45%, jauh di bawah target nasional 80%. Langkah pertama dalam proses perencanaan prestasi yang harus dilakukan adalah…

  • A. Segera menambah jumlah tenaga kesehatan yang bertugas
  • B. Mengajukan tambahan anggaran ke dinas kesehatan kabupaten
  • C. Melakukan analisis penyebab rendahnya cakupan imunisasi secara sistematis
  • D. Menurunkan target cakupan imunisasi agar realistis dengan kondisi lapangan
Jawaban: C. Melakukan analisis penyebab rendahnya cakupan imunisasi secara sistematis.
Sebelum menentukan intervensi, perencana harus memahami akar masalah terlebih dahulu melalui analisis penyebab. Tanpa analisis yang tepat, solusi yang dipilih tidak akan efektif meskipun sumber daya tersedia.
12.

Contoh perencanaan prestasi kesehatan di Indonesia yang berorientasi pada pencapaian target derajat kesehatan masyarakat tertuang dalam…

  • A. Laporan Keuangan Kementerian Kesehatan tahunan
  • B. Peraturan Menteri Kesehatan tentang standar tarif pelayanan
  • C. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Kesehatan
  • D. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional bidang kesehatan
Jawaban: D. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional bidang kesehatan.
Renstra Kemenkes dan RPJMN bidang kesehatan merupakan dokumen perencanaan prestasi kesehatan yang memuat target-target derajat kesehatan dan indikator capaian program dalam jangka menengah.
13.

Teori perencanaan teknologi kesehatan yang menekankan pentingnya kesesuaian teknologi dengan kebutuhan, kemampuan, dan nilai-nilai masyarakat setempat disebut teori…

  • A. Technological Determinism
  • B. Appropriate Technology
  • C. Technology Transfer Theory
  • D. High Technology Paradigm
Jawaban: B. Appropriate Technology.
Appropriate Technology atau teknologi tepat guna menekankan bahwa pemilihan teknologi kesehatan harus disesuaikan dengan konteks lokal, meliputi kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan kebutuhan nyata masyarakat.
14.

Sistem perencanaan teknologi kesehatan yang baik harus mempertimbangkan aspek Health Technology Assessment (HTA). Tujuan utama HTA adalah…

  • A. Menilai efektivitas, efisiensi, keamanan, dan dampak sosial teknologi sebelum diterapkan
  • B. Menentukan harga jual teknologi kesehatan di pasar internasional
  • C. Mempercepat proses perizinan teknologi kesehatan baru di Indonesia
  • D. Mengembangkan teknologi kesehatan baru melalui penelitian dan pengembangan
Jawaban: A. Menilai efektivitas, efisiensi, keamanan, dan dampak sosial teknologi sebelum diterapkan.
HTA adalah proses sistematik untuk mengevaluasi berbagai aspek teknologi kesehatan guna mendukung pengambilan keputusan kebijakan yang berbasis bukti sebelum teknologi tersebut diadopsi secara luas.
15.

Siklus pemilihan teknologi kesehatan yang dimulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi purna pakai dapat digambarkan sebagai proses yang bersifat…

  • A. Linear dan tidak dapat diulang setelah keputusan pembelian dibuat
  • B. Acak dan bergantung pada ketersediaan anggaran semata
  • C. Siklik dan berkesinambungan dengan umpan balik dari setiap tahap
  • D. Hirarkis dan hanya dapat dimulai dari tingkat pemerintah pusat
Jawaban: C. Siklik dan berkesinambungan dengan umpan balik dari setiap tahap.
Siklus pemilihan teknologi kesehatan bersifat berulang karena hasil evaluasi pada setiap tahap memberikan masukan untuk perbaikan di tahap berikutnya, memastikan teknologi yang dipilih tetap relevan dan efektif.
16.

Sebuah rumah sakit daerah hendak memilih antara dua mesin diagnostik dengan harga dan spesifikasi berbeda. Pertimbangan utama yang paling tepat dalam pemilihan teknologi kesehatan tersebut adalah…

  • A. Memilih mesin dengan harga termurah untuk menghemat anggaran
  • B. Memilih mesin dengan teknologi terbaru agar tidak cepat usang
  • C. Memilih mesin yang paling banyak digunakan oleh rumah sakit lain
  • D. Menilai kesesuaian teknologi dengan kebutuhan klinis, kapasitas SDM, dan biaya total kepemilikan
Jawaban: D. Menilai kesesuaian teknologi dengan kebutuhan klinis, kapasitas SDM, dan biaya total kepemilikan.
Pemilihan teknologi kesehatan yang rasional harus berlandaskan analisis multidimensi yang mencakup efektivitas klinis, kemampuan operasional staf, dan total biaya siklus hidup, bukan hanya harga awal atau popularitas alat.
17.

Contoh perencanaan teknologi kesehatan di Indonesia yang berkaitan dengan pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah…

  • A. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara nasional
  • B. Program pengadaan alat kesehatan melalui e-catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
  • C. Pelatihan tenaga kesehatan dalam penggunaan alat kedokteran dasar
  • D. Penyusunan standar tarif tindakan medis di fasilitas kesehatan tingkat lanjut
Jawaban: A. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara nasional.
SIMRS merupakan contoh nyata perencanaan teknologi informasi kesehatan di Indonesia yang diamanatkan dalam regulasi untuk meningkatkan efisiensi manajemen dan kualitas layanan rumah sakit secara menyeluruh.
18.

Dokumen perencanaan kesehatan yang bersifat operasional dan memuat rincian kegiatan, jadwal, serta anggaran dalam satu tahun anggaran disebut…

  • A. Rencana Strategis Lima Tahunan
  • B. Rencana Operasional Tahunan atau Plan of Action
  • C. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah bidang kesehatan
  • D. Memorandum Program Kesehatan Kementerian
Jawaban: B. Rencana Operasional Tahunan atau Plan of Action.
Plan of Action (PoA) atau Rencana Operasional Tahunan merupakan jabaran teknis dan operasional dari rencana strategis, memuat kegiatan spesifik beserta jadwal, penanggung jawab, dan alokasi anggaran untuk satu tahun anggaran.
19.

Keterkaitan antara dokumen perencanaan kesehatan dengan sistem perencanaan nasional di Indonesia mengharuskan dokumen perencanaan dinas kesehatan kabupaten berpedoman pada…

  • A. Renstra Kementerian Kesehatan secara langsung tanpa memperhatikan RPJMD
  • B. Kebijakan anggaran APBN bidang kesehatan tahun berjalan
  • C. RPJMD dan RKPD kabupaten/kota yang mengacu pada RPJMN bidang kesehatan
  • D. Rekomendasi WHO dan UNICEF untuk program kesehatan daerah
Jawaban: C. RPJMD dan RKPD kabupaten/kota yang mengacu pada RPJMN bidang kesehatan.
Sistem perencanaan nasional Indonesia menggunakan hirarki dokumen yang saling mengacu, di mana Renstra dinas kesehatan kabupaten harus berpedoman pada RPJMD kabupaten/kota yang pada gilirannya mengacu pada RPJMN.
20.

Siklus penyusunan dokumen perencanaan kesehatan yang sesuai dengan siklus perencanaan dan penganggaran nasional di Indonesia diawali setiap tahun pada bulan…

  • A. Oktober, bersamaan dengan penyusunan APBN tahun berikutnya
  • B. Desember, setelah anggaran tahun berjalan selesai dilaksanakan
  • C. April, setelah evaluasi triwulan pertama program berjalan
  • D. Januari hingga Maret, melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan
Jawaban: D. Januari hingga Maret, melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan.
Siklus perencanaan tahunan di Indonesia dimulai dengan Musrenbang tingkat desa/kelurahan pada Januari, kemudian berjenjang ke tingkat kecamatan dan kabupaten/kota pada Februari hingga Maret, sebelum dokumen rencana kerja pemerintah disusun.
21.

Teknik evaluasi rencana kesehatan yang membandingkan antara rencana yang telah disusun dengan realisasi pelaksanaan untuk mengidentifikasi kesenjangan disebut…

  • A. Gap Analysis atau analisis kesenjangan
  • B. Cost Benefit Analysis atau analisis manfaat biaya
  • C. SWOT Analysis untuk identifikasi kekuatan dan kelemahan
  • D. Root Cause Analysis atau analisis akar masalah
Jawaban: A. Gap Analysis atau analisis kesenjangan.
Gap Analysis secara khusus bertujuan mengukur dan mengidentifikasi perbedaan antara kondisi yang direncanakan dengan kondisi yang sesungguhnya terjadi, sehingga dapat dirumuskan tindakan korektif yang tepat.
22.

Teori pembiayaan kesehatan yang menekankan bahwa risiko finansial akibat sakit harus ditanggung bersama oleh seluruh anggota masyarakat dikenal sebagai prinsip…

  • A. Fee-for-service atau pembayaran tunai langsung per layanan
  • C. Moral hazard dalam asuransi kesehatan
  • C. Risk pooling atau pemerataan risiko pembiayaan
  • D. Adverse selection dalam pasar asuransi kesehatan
Jawaban: C. Risk pooling atau pemerataan risiko pembiayaan.
Risk pooling adalah prinsip inti pembiayaan kesehatan berbasis solidaritas, di mana iuran dari banyak orang dikumpulkan untuk menanggung biaya pelayanan bagi mereka yang membutuhkan, sehingga tidak ada individu yang menanggung beban besar sendirian.
23.

Sistem pembiayaan kesehatan yang menempatkan pemerintah sebagai penyandang dana tunggal dan pengelola seluruh layanan kesehatan bagi masyarakat disebut sistem…

  • A. Asuransi kesehatan sosial berbasis iuran wajib pekerja
  • B. National Health Service atau Pelayanan Kesehatan Nasional
  • C. Asuransi kesehatan swasta berbasis premi individual
  • D. Pembiayaan out-of-pocket tanpa mekanisme prapembayaran
Jawaban: B. National Health Service atau Pelayanan Kesehatan Nasional.
National Health Service (NHS) seperti yang diterapkan di Inggris adalah sistem di mana pemerintah mendanai dan mengelola seluruh layanan kesehatan melalui pajak umum, sehingga masyarakat mendapat layanan tanpa biaya langsung saat menggunakannya.
24.

Siklus pembiayaan kesehatan meliputi tahap pengumpulan dana, pengelolaan dana, dan pembayaran kepada pemberi layanan. Mekanisme pembayaran berbasis kapitasi dalam BPJS Kesehatan Indonesia berarti…

  • A. Pembayaran dilakukan berdasarkan jenis dan jumlah tindakan medis yang diberikan
  • B. Pembayaran dilakukan setelah pasien sembuh dan keluar dari fasilitas kesehatan
  • C. Pembayaran dilakukan berdasarkan lama rawat inap pasien di rumah sakit
  • D. Pembayaran dilakukan per peserta yang terdaftar per bulan tanpa memandang jumlah kunjungan
Jawaban: D. Pembayaran dilakukan per peserta yang terdaftar per bulan tanpa memandang jumlah kunjungan.
Kapitasi adalah metode pembayaran pra-upaya di mana fasilitas kesehatan tingkat pertama menerima sejumlah dana tetap per peserta yang terdaftar setiap bulan, mendorong fasilitas untuk menjaga kesehatan peserta karena risiko biaya ditanggung bersama.
25.

Teknik pembiayaan kesehatan yang mewajibkan peserta membayar sebagian biaya pelayanan di luar tanggungan asuransi untuk mengurangi penggunaan layanan yang tidak perlu disebut…

  • A. Cost sharing melalui mekanisme copayment atau deductible
  • B. Subsidi silang dari peserta mampu kepada peserta tidak mampu
  • C. Pembayaran retrospektif berdasarkan biaya aktual yang terjadi
  • D. Penghematan premi melalui program kesehatan preventif
Jawaban: A. Cost sharing melalui mekanisme copayment atau deductible.
Cost sharing bertujuan mengurangi moral hazard dengan membuat peserta menanggung sebagian biaya sehingga terdapat insentif untuk tidak menggunakan layanan kesehatan secara berlebihan atau tidak diperlukan.
26.

Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi target WHO mensyaratkan tiga dimensi perlindungan. Dimensi yang berkaitan dengan perlindungan finansial dari beban biaya kesehatan catastrophic adalah dimensi…

  • A. Populasi yang dijangkau oleh sistem perlindungan kesehatan
  • B. Jenis layanan kesehatan yang termasuk dalam paket manfaat
  • C. Proporsi biaya yang ditanggung oleh sistem tanpa beban bagi individu
  • D. Kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh peserta
Jawaban: C. Proporsi biaya yang ditanggung oleh sistem tanpa beban bagi individu.
UHC memiliki tiga dimensi yakni siapa yang dilindungi (populasi), apa yang dilindungi (paket manfaat), dan seberapa besar perlindungan finansialnya. Dimensi ketiga ini memastikan individu tidak jatuh miskin karena biaya kesehatan yang tinggi.
27.

Kajian teori penyusunan sistem biaya kesehatan menyatakan bahwa biaya kesehatan dibedakan menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Yang termasuk biaya tidak langsung akibat sakit adalah…

  • A. Biaya obat-obatan yang dibeli di apotek selama masa pengobatan
  • B. Biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan untuk berobat
  • C. Biaya tindakan operasi dan perawatan intensif di rumah sakit
  • D. Hilangnya produktivitas akibat tidak dapat bekerja selama sakit
Jawaban: D. Hilangnya produktivitas akibat tidak dapat bekerja selama sakit.
Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dibayarkan secara tunai tetapi muncul sebagai dampak ekonomi dari kondisi sakit, seperti kehilangan pendapatan karena tidak bisa bekerja atau berkurangnya produktivitas.
28.

Sistem akuntansi biaya kesehatan yang membebankan biaya overhead ke unit pelayanan berdasarkan proporsi penggunaan sumber daya secara aktual disebut sistem…

  • A. Traditional Cost Accounting berbasis alokasi biaya tetap
  • B. Activity-Based Costing yang membebankan biaya berdasarkan aktivitas
  • C. Standard Costing menggunakan tarif biaya standar yang ditetapkan
  • D. Marginal Costing yang hanya memperhitungkan biaya variabel
Jawaban: B. Activity-Based Costing yang membebankan biaya berdasarkan aktivitas.
Activity-Based Costing (ABC) mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang mengonsumsi sumber daya, kemudian membebankan biaya ke objek biaya berdasarkan seberapa banyak aktivitas tersebut digunakan, menghasilkan informasi biaya yang lebih akurat.
29.

Dalam sistem biaya kesehatan, Average Cost System (ACS) digunakan untuk menghitung tarif layanan dengan cara…

  • A. Membagi total biaya unit layanan dengan jumlah seluruh output layanan yang dihasilkan
  • B. Menetapkan tarif berdasarkan biaya marjinal setiap tambahan satu unit layanan
  • C. Menghitung biaya berdasarkan tingkat kompleksitas diagnosis pasien
  • D. Menetapkan tarif berdasarkan kemampuan bayar rata-rata masyarakat
Jawaban: A. Membagi total biaya unit layanan dengan jumlah seluruh output layanan yang dihasilkan.
ACS menghitung biaya rata-rata dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan oleh suatu unit pelayanan dengan total volume layanan yang diberikan dalam periode tertentu, menghasilkan biaya per unit layanan.
30.

Case Mix System dalam akuntansi biaya rumah sakit bertujuan untuk…

  • A. Menyederhanakan proses administrasi klaim asuransi kesehatan
  • B. Menentukan prioritas diagnosis penyakit yang ditangani rumah sakit
  • C. Mengelompokkan pasien dengan karakteristik klinis dan biaya serupa untuk efisiensi pembayaran
  • D. Mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima
Jawaban: C. Mengelompokkan pasien dengan karakteristik klinis dan biaya serupa untuk efisiensi pembayaran.
Case Mix System seperti INA-CBGs mengelompokkan kasus-kasus dengan diagnosis dan prosedur serupa ke dalam satu kelompok tarif, memungkinkan pembayaran prospektif yang lebih efisien dan mendorong rumah sakit mengelola biaya secara lebih efektif.
31.

Teknik ABC (Activity-Based Costing) dalam biaya kesehatan berbeda dari sistem biaya tradisional terutama karena ABC…

  • A. Hanya memperhitungkan biaya variabel dan mengabaikan biaya tetap
  • B. Menggunakan satu cost driver tunggal untuk seluruh overhead fasilitas
  • C. Membebankan biaya langsung tanpa alokasi biaya overhead apapun
  • D. Menggunakan banyak cost driver yang mencerminkan penyebab biaya sesungguhnya di setiap aktivitas
Jawaban: D. Menggunakan banyak cost driver yang mencerminkan penyebab biaya sesungguhnya di setiap aktivitas.
Keunggulan ABC dibandingkan sistem tradisional terletak pada penggunaan multiple cost drivers yang disesuaikan dengan sifat masing-masing aktivitas, sehingga pembebanan biaya lebih akurat dan mencerminkan konsumsi sumber daya yang sesungguhnya.
32.

Kajian teori penganggaran kesehatan menyatakan bahwa anggaran kesehatan memiliki fungsi sebagai alat perencanaan sekaligus alat…

  • A. Pemasaran layanan kesehatan kepada masyarakat luas
  • B. Pengendalian dan akuntabilitas penggunaan sumber daya
  • C. Rekrutmen dan seleksi tenaga kesehatan yang dibutuhkan
  • D. Penetapan tarif pelayanan kesehatan di fasilitas publik
Jawaban: B. Pengendalian dan akuntabilitas penggunaan sumber daya.
Anggaran berfungsi ganda yakni sebagai alat perencanaan yang menetapkan target alokasi sumber daya, sekaligus sebagai alat pengendalian yang memungkinkan pemantauan dan pertanggungjawaban atas penggunaan dana selama periode anggaran.
33.

Sistem penganggaran kesehatan yang mengalokasikan dana berdasarkan program dan kegiatan dengan indikator kinerja yang terukur disebut sistem…

  • A. Line item budgeting yang merinci anggaran per jenis belanja
  • B. Incremental budgeting yang menambahkan persentase dari anggaran sebelumnya
  • C. Performance budgeting atau anggaran berbasis kinerja
  • D. Zero-based budgeting yang memulai dari nol setiap tahun anggaran
Jawaban: C. Performance budgeting atau anggaran berbasis kinerja.
Performance budgeting mengaitkan secara langsung alokasi anggaran dengan pencapaian hasil atau kinerja yang terukur, mendorong efisiensi dan efektivitas penggunaan dana dibandingkan sistem yang hanya berfokus pada input pengeluaran.
34.

Siklus penganggaran program kesehatan di Indonesia secara umum mencakup tahap penyusunan, pembahasan, penetapan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Dokumen yang menjadi acuan utama dalam tahap penyusunan anggaran adalah…

  • A. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Renja SKPD yang telah disusun sebelumnya
  • B. Laporan keuangan dan realisasi anggaran tahun sebelumnya
  • C. Laporan hasil audit BPK atas pelaksanaan anggaran yang lalu
  • D. Standar harga satuan barang dan jasa yang ditetapkan kementerian keuangan
Jawaban: A. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Renja SKPD yang telah disusun sebelumnya.
RKPD dan Renja SKPD merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menjadi landasan penyusunan KUA-PPAS dan kemudian APBD, sehingga anggaran yang disusun konsisten dengan prioritas dan target kinerja yang telah ditetapkan.
35.

Teknik penganggaran program kesehatan yang paling efektif untuk menghilangkan pemborosan anggaran dari program yang tidak lagi relevan adalah…

  • A. Incremental budgeting dengan kenaikan flat rate setiap tahun
  • B. Line item budgeting dengan rincian per jenis pengeluaran
  • C. Program budgeting dengan pengelompokan per program strategis
  • D. Zero-based budgeting yang mengharuskan pembenaran setiap program dari awal
Jawaban: D. Zero-based budgeting yang mengharuskan pembenaran setiap program dari awal.
Zero-based budgeting (ZBB) mengharuskan setiap program dan kegiatan dibenarkan dari nol tanpa mengacu pada anggaran sebelumnya, sehingga program yang tidak efektif atau tidak relevan dapat dieliminasi dan sumber daya dialokasikan ulang secara optimal.
36.

Contoh penganggaran kesehatan di Indonesia yang mengalokasikan dana minimal 10% dari APBN untuk sektor kesehatan diamanatkan dalam…

  • A. Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan Nasional
  • B. Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang tentang Kesehatan yang berlaku
  • C. Peraturan Menteri Kesehatan tentang standar pelayanan minimal
  • D. Keputusan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan
Jawaban: B. Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang tentang Kesehatan yang berlaku.
Amanah alokasi minimal 10% anggaran kesehatan dari APBN di luar gaji, dan 10% dari APBD, tercantum dalam Undang-Undang Kesehatan sebagai jaminan komitmen negara terhadap pembiayaan sektor kesehatan.
37.

Kajian teori realisasi anggaran kesehatan mencakup konsep penyerapan anggaran yang optimal. Penyerapan anggaran dinyatakan optimal apabila…

  • A. Seluruh dana anggaran habis terserap pada akhir tahun anggaran tanpa sisa
  • B. Penyerapan merata setiap bulan tanpa fluktuasi sepanjang tahun anggaran
  • C. Dana terserap sesuai jadwal perencanaan dan menghasilkan keluaran yang ditargetkan
  • D. Seluruh kegiatan diselesaikan dalam semester pertama tahun anggaran
Jawaban: C. Dana terserap sesuai jadwal perencanaan dan menghasilkan keluaran yang ditargetkan.
Penyerapan anggaran yang optimal bukan sekadar habisnya dana, tetapi kesesuaian antara waktu penyerapan, volume belanja, dan capaian output sesuai rencana, sehingga nilai uang benar-benar menghasilkan manfaat yang direncanakan.
38.

Sistem realisasi anggaran kesehatan dan siklus realisasi anggaran mengharuskan adanya rekonsiliasi antara laporan keuangan satuan kerja dengan data Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). Tujuan rekonsiliasi tersebut adalah…

  • A. Mempercepat proses pencairan dana program kesehatan berikutnya
  • B. Menghitung sisa anggaran yang dapat digunakan kembali tahun depan
  • C. Menetapkan besaran tunjangan kinerja pegawai berdasarkan serapan anggaran
  • D. Memastikan keakuratan dan konsistensi data antara catatan satuan kerja dengan sistem perbendaharaan negara
Jawaban: D. Memastikan keakuratan dan konsistensi data antara catatan satuan kerja dengan sistem perbendaharaan negara.
Rekonsiliasi dilakukan untuk mendeteksi dan menyelesaikan perbedaan pencatatan antara satuan kerja dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, guna menghasilkan laporan keuangan yang akurat, andal, dan dapat dipertanggungjawabkan.
39.

Teknik realisasi anggaran kesehatan yang mengelola pembayaran kepada penyedia layanan menggunakan mekanisme e-purchasing melalui katalog elektronik memiliki keunggulan utama berupa…

  • A. Transparansi harga, efisiensi proses pengadaan, dan pengurangan risiko korupsi
  • B. Kemudahan negosiasi harga secara langsung dengan penyedia barang
  • C. Kebebasan memilih spesifikasi teknis yang berbeda dari standar katalog
  • D. Percepatan pencairan anggaran tanpa perlu dokumen pertanggungjawaban
Jawaban: A. Transparansi harga, efisiensi proses pengadaan, dan pengurangan risiko korupsi.
E-purchasing melalui e-catalogue memungkinkan satuan kerja membeli langsung pada harga yang sudah dinegosiasikan dan dipublikasikan, mengurangi potensi mark-up harga, mempercepat proses pengadaan, dan meningkatkan akuntabilitas belanja.
40.

Contoh realisasi anggaran kesehatan di Indonesia yang sering mengalami masalah penumpukan di akhir tahun (backloading) disebabkan oleh…

  • A. Kelebihan anggaran yang dialokasikan dalam DIPA satuan kerja
  • B. Lambatnya proses pengadaan barang dan jasa serta keterlambatan pengesahan dokumen anggaran
  • C. Terlalu banyaknya program kesehatan yang harus dilaksanakan secara bersamaan
  • D. Kurangnya tenaga fungsional kesehatan di daerah terpencil
Jawaban: B. Lambatnya proses pengadaan barang dan jasa serta keterlambatan pengesahan dokumen anggaran.
Backloading anggaran di akhir tahun di Indonesia umumnya disebabkan oleh proses pengadaan yang panjang dan birokratis, keterlambatan pengesahan DIPA, serta revisi anggaran yang baru selesai di pertengahan hingga akhir tahun, sehingga pelaksanaan kegiatan terkonsentrasi di kuartal terakhir.
41.

Kajian teori pelaporan kesehatan menyatakan bahwa sistem pelaporan yang baik harus memenuhi prinsip timeliness yang berarti…

  • A. Laporan disusun dengan format yang lengkap dan rinci sesuai standar baku
  • B. Laporan mencakup seluruh variabel data yang diperlukan tanpa terkecuali
  • C. Laporan disampaikan tepat waktu agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
  • D. Laporan disusun oleh tenaga yang kompeten dan terlatih secara khusus
Jawaban: C. Laporan disampaikan tepat waktu agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Timeliness dalam sistem pelaporan mengacu pada ketepatan waktu penyampaian laporan. Informasi yang terlambat kehilangan nilai penggunaannya karena keputusan mungkin sudah diambil tanpa informasi tersebut.
42.

Sistem dan siklus pelaporan kesehatan di Indonesia menggunakan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang terintegrasi. Manfaat utama integrasi sistem pelaporan tersebut bagi manajemen kesehatan adalah…

  • A. Mengurangi beban kerja administratif tenaga kesehatan secara drastis
  • B. Memungkinkan puskesmas beroperasi tanpa supervisi dari dinas kesehatan
  • C. Meningkatkan pendapatan fungsional puskesmas dari retribusi layanan
  • D. Menyediakan data kesehatan yang akurat dan real-time untuk perencanaan dan evaluasi program
Jawaban: D. Menyediakan data kesehatan yang akurat dan real-time untuk perencanaan dan evaluasi program.
Integrasi SIMPUS dengan sistem informasi dinas kesehatan memungkinkan aliran data yang cepat dan akurat dari fasilitas layanan ke pengambil keputusan, mendukung pemantauan kinerja program dan perencanaan kesehatan berbasis bukti.
43.

Teknik pelaporan kesehatan yang menggunakan pendekatan narasi untuk menjelaskan pencapaian, hambatan, dan rencana tindak lanjut program kesehatan disebut laporan…

  • A. Laporan perkembangan program atau progress report yang bersifat kualitatif
  • B. Laporan keuangan berbasis akrual sesuai standar akuntansi pemerintahan
  • C. Laporan statistik rutin dengan tabel dan grafik tanpa analisis
  • D. Laporan insidental yang hanya disusun pada saat terjadi kejadian luar biasa
Jawaban: A. Laporan perkembangan program atau progress report yang bersifat kualitatif.
Progress report menggunakan pendekatan naratif untuk menguraikan capaian kualitatif, kendala yang dihadapi, dan rencana perbaikan, melengkapi data kuantitatif agar pengambil keputusan memperoleh gambaran utuh tentang pelaksanaan program.
44.

Pelaporan keuangan satuan kerja pemerintah di bidang kesehatan di Indonesia diwajibkan menggunakan basis akrual sesuai dengan…

  • A. Peraturan Menteri Kesehatan tentang sistem informasi kesehatan nasional
  • B. Peraturan Pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual
  • C. Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang pengelolaan keuangan daerah
  • D. Keputusan Badan Pemeriksa Keuangan tentang standar pemeriksaan keuangan negara
Jawaban: B. Peraturan Pemerintah tentang Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual.
PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan mewajibkan seluruh entitas pemerintah termasuk satuan kerja bidang kesehatan untuk menyajikan laporan keuangan berbasis akrual guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
45.

Contoh pelaporan kesehatan di Indonesia yang berfungsi sebagai instrumen akuntabilitas publik dan disusun secara periodik oleh Kementerian Kesehatan adalah…

  • A. Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia yang dilaksanakan setiap lima tahun
  • B. Laporan Riset Kesehatan Dasar yang memuat data prevalensi penyakit nasional
  • C. Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan setiap tahun berisi capaian program kesehatan
  • D. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang bersifat internal Kemenkes
Jawaban: C. Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan setiap tahun berisi capaian program kesehatan.
Profil Kesehatan Indonesia adalah dokumen pelaporan publik tahunan Kementerian Kesehatan yang memuat data komprehensif tentang situasi kesehatan, sumber daya, dan capaian program kesehatan nasional sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
46.

Dalam akuntansi biaya rumah sakit, biaya yang berubah secara proporsional seiring bertambah atau berkurangnya volume pelayanan disebut…

  • A. Biaya tetap yang tidak berubah dalam rentang aktivitas normal
  • B. Biaya semi-variabel yang memiliki komponen tetap dan variabel
  • C. Biaya overhead yang dialokasikan ke unit pelayanan secara tidak langsung
  • D. Biaya variabel yang berubah langsung sesuai volume output layanan
Jawaban: D. Biaya variabel yang berubah langsung sesuai volume output layanan.
Biaya variabel memiliki hubungan proporsional dengan volume aktivitas, artinya semakin banyak pasien yang dilayani semakin besar biayanya, seperti biaya obat, bahan habis pakai, dan reagen laboratorium.
47.

Konsep efisiensi teknis dalam pembiayaan kesehatan mengacu pada kemampuan untuk…

  • A. Menghasilkan output kesehatan maksimal dari sejumlah input yang tersedia
  • B. Memilih kombinasi program kesehatan yang memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat
  • C. Mendistribusikan pelayanan kesehatan secara merata ke seluruh lapisan masyarakat
  • D. Menekan biaya administrasi sistem kesehatan hingga proporsi minimal
Jawaban: A. Menghasilkan output kesehatan maksimal dari sejumlah input yang tersedia.
Efisiensi teknis berkaitan dengan hubungan antara input dan output dalam proses produksi layanan kesehatan, di mana suatu unit pelayanan dikatakan efisien secara teknis jika tidak ada cara lain untuk menghasilkan output yang sama dengan input lebih sedikit.
48.

Dalam proses penyusunan anggaran kesehatan berbasis kinerja, yang dimaksud dengan indikator outcome adalah…

  • A. Jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun anggaran berjalan
  • B. Perubahan kondisi kesehatan masyarakat yang dihasilkan dari program yang dilaksanakan
  • C. Jumlah dana yang berhasil diserap oleh satuan kerja pada akhir tahun anggaran
  • D. Jumlah tenaga kesehatan yang dilatih dalam program pengembangan kapasitas
Jawaban: B. Perubahan kondisi kesehatan masyarakat yang dihasilkan dari program yang dilaksanakan.
Outcome adalah perubahan nyata pada kondisi atau perilaku sasaran sebagai dampak dari kegiatan yang dilaksanakan, berbeda dari output yang hanya mengukur produk langsung kegiatan. Misalnya, output adalah jumlah balita yang diimunisasi, sedangkan outcome adalah penurunan angka kesakitan akibat penyakit yang dapat dicegah.
49.

Dalam sistem akuntansi kesehatan, manfaat utama penerapan akuntansi berbasis akrual dibandingkan basis kas untuk satuan kerja pemerintah bidang kesehatan adalah…

  • A. Mempermudah pencairan dana dari kas negara karena prosedur lebih sederhana
  • B. Mengurangi kebutuhan tenaga akuntan karena pencatatan lebih otomatis
  • C. Menyajikan gambaran utuh posisi keuangan termasuk aset, kewajiban, dan beban yang lebih akurat
  • D. Mempercepat proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan setiap akhir tahun
Jawaban: C. Menyajikan gambaran utuh posisi keuangan termasuk aset, kewajiban, dan beban yang lebih akurat.
Akuntansi berbasis akrual mencatat transaksi saat terjadi bukan saat kas diterima atau dibayar, sehingga laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya termasuk piutang, utang, dan beban yang belum dibayar, memberikan informasi lebih komprehensif bagi pengambilan keputusan.
50.

Sebuah dinas kesehatan provinsi menerima laporan bahwa program gizi buruk di beberapa kabupaten memiliki serapan anggaran 95% namun prevalensi gizi buruk tidak mengalami penurunan. Berdasarkan prinsip akuntabilitas kinerja, kondisi ini mengindikasikan…

  • A. Keberhasilan program karena anggaran hampir seluruhnya terserap dengan baik
  • B. Kebutuhan penambahan anggaran program di tahun anggaran berikutnya
  • C. Masalah administrasi pelaporan yang perlu diperbaiki oleh kabupaten bersangkutan
  • D. Inefisiensi penggunaan anggaran karena serapan tinggi tidak diikuti pencapaian outcome yang ditargetkan
Jawaban: D. Inefisiensi penggunaan anggaran karena serapan tinggi tidak diikuti pencapaian outcome yang ditargetkan.
Serapan anggaran yang tinggi tanpa disertai perubahan kondisi sasaran menunjukkan bahwa dana tidak digunakan secara efektif. Akuntabilitas kinerja menuntut pertanggungjawaban bukan hanya atas habisnya anggaran, tetapi atas tercapainya hasil yang direncanakan sesuai tujuan program.

Latihan soal secara konsisten terbukti membuat mahasiswa lebih adaptif dalam menghadapi berbagai format ujian. Perlu kamu tahu, UT mengenal dua format ujian resmi, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM) yang dilaksanakan langsung di lokasi ujian, dan Ujian Online (UO).

Percayai setiap langkah belajar yang sudah kamu tempuh. Setiap sesi latihan, setiap halaman modul yang kamu baca, semuanya menambah lapisan kesiapan yang akan terasa saat hari ujian tiba. Semoga persiapanmu mengerjakan Soal UAS UT EKAP4418 Akuntansi Kesehatan membuahkan hasil yang membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!