Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT EKAP4419 Akuntansi Kecamatan dan Desa Beserta Kunci Jawaban

Soal UAS UT EKAP4419 Akuntansi Kecamatan dan Desa Beserta Kunci Jawaban
Soal UT EKAP4419 Akuntansi Kecamatan dan Desa

Mendekati jadwal Ujian Akhir Semester, banyak mahasiswa Universitas Terbuka mulai merasakan tekanan yang cukup nyata. Bukan sekadar soal waktu belajar yang terasa kurang, tapi lebih ke arah bagaimana cara mengolah tumpukan modul menjadi pemahaman yang benar-benar bisa diandalkan saat menjawab Soal UAS UT nanti. Butuh strategi, bukan sekadar semangat.

Salah satu mata kuliah yang layak mendapat perhatian lebih adalah EKAP4419 Akuntansi Kecamatan dan Desa. Materi ini mencakup aspek pengelolaan keuangan di level pemerintahan paling bawah, mulai dari pencatatan transaksi hingga pelaporan anggaran desa.

Cara paling efektif untuk mengukur sejauh mana pemahamanmu adalah dengan rutin mengerjakan Soal UAS UT EKAP4419 Akuntansi Kecamatan dan Desa. Latihan soal melatih kamu mengenali pola pertanyaan yang sering muncul, membiasakan diri berpikir cepat dan sistematis, serta menutup celah materi.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT EKAP4419 Akuntansi Kecamatan dan Desa

1.

Manajemen keuangan di tingkat kecamatan pada dasarnya merupakan bagian dari manajemen pemerintahan yang bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan pendapatan asli daerah secara mandiri
  • B. Mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien
  • C. Mengalihkan fungsi anggaran dari kabupaten ke kecamatan
  • D. Memberikan otonomi penuh kepada camat dalam pengelolaan dana
Jawaban: B. Mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien.
Manajemen keuangan kecamatan diarahkan untuk mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan efisien sebagai bagian dari prinsip good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
2.

Regulasi utama yang mengatur pengelolaan keuangan desa di Indonesia adalah…

  • A. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
  • B. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 Tahun 2016 tentang Dana Desa
  • C. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  • D. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan PP Desa
Jawaban: A. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.
Permendagri No. 20 Tahun 2018 merupakan regulasi teknis yang secara khusus mengatur seluruh siklus pengelolaan keuangan desa, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.
3.

Dalam regulasi keuangan publik di kecamatan, fungsi camat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berarti camat bertanggung jawab atas…

  • A. Penetapan besaran anggaran kecamatan dalam APBD
  • B. Penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa senilai berapapun
  • C. Pelaksanaan anggaran dan pengendalian kegiatan di satuan kerja kecamatan
  • D. Penetapan kebijakan fiskal daerah di wilayah kecamatan
Jawaban: C. Pelaksanaan anggaran dan pengendalian kegiatan di satuan kerja kecamatan.
KPA bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengendalian anggaran pada satuan kerja yang dipimpinnya, termasuk memastikan setiap pengeluaran sesuai dengan DPA yang telah ditetapkan.
4.

Asas yang menyatakan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir pengelolaan keuangan daerah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat disebut asas…

  • A. Transparansi
  • B. Efisiensi
  • C. Efektivitas
  • D. Akuntabilitas
Jawaban: D. Akuntabilitas.
Akuntabilitas adalah asas yang menghendaki setiap kegiatan dan hasil akhir pengelolaan keuangan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
5.

Regulasi keuangan publik di kecamatan dan desa bagian II umumnya mencakup ketentuan mengenai…

  • A. Tata cara pemilihan kepala desa dan perangkat desa
  • B. Mekanisme pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan desa kepada bupati
  • C. Prosedur pembentukan badan usaha milik desa baru
  • D. Tata cara mutasi pegawai di lingkungan kecamatan
Jawaban: B. Mekanisme pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan desa kepada bupati.
Regulasi keuangan publik bagian II memuat ketentuan lanjutan termasuk kewajiban pelaporan dan pertanggungjawaban kepala desa kepada bupati/walikota melalui camat.
6.

Kecamatan sebagai organisasi pemerintah wilayah memiliki posisi sebagai…

  • A. Daerah otonom yang memiliki DPRD sendiri
  • B. Lembaga vertikal yang bertanggung jawab langsung ke provinsi
  • C. Perangkat daerah kabupaten/kota yang melaksanakan urusan pemerintahan umum
  • D. Unit pelaksana teknis dinas yang bersifat sektoral
Jawaban: C. Perangkat daerah kabupaten/kota yang melaksanakan urusan pemerintahan umum.
Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014, kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten/kota yang dipimpin oleh camat dan bertugas melaksanakan urusan pemerintahan umum di wilayahnya.
7.

Konsep organisasi kecamatan yang membedakannya dari organisasi swasta adalah adanya prinsip…

  • A. Hierarki komando dan pertanggungjawaban berbasis regulasi publik
  • B. Profit motive dalam setiap pelaksanaan kegiatan
  • C. Kompetisi antar unit kerja untuk mendapatkan anggaran terbesar
  • D. Kebebasan penuh dalam penetapan struktur organisasi
Jawaban: A. Hierarki komando dan pertanggungjawaban berbasis regulasi publik.
Organisasi kecamatan beroperasi dalam kerangka hierarki pemerintahan yang diatur oleh regulasi publik, di mana setiap tindakan harus memiliki dasar hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara vertikal.
8.

Sinergi tata ruang dan tata wilayah antara lembaga pemerintah kecamatan dan desa bertujuan untuk memastikan bahwa…

  • A. Kecamatan dapat menentukan batas wilayah desa secara sepihak
  • B. Dana desa dialokasikan berdasarkan luas wilayah semata
  • C. Pembangunan desa mengikuti standar kecamatan tanpa memperhatikan kondisi lokal
  • D. Perencanaan pembangunan desa selaras dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten
Jawaban: D. Perencanaan pembangunan desa selaras dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten.
Sinergi tata ruang antara kecamatan dan desa bertujuan agar perencanaan pembangunan di tingkat desa tidak bertentangan dan justru mendukung rencana tata ruang wilayah yang lebih luas di tingkat kabupaten.
9.

Pendelegasian wewenang dari bupati kepada camat diatur dengan tujuan utama untuk…

  • A. Mengurangi beban kerja bupati secara administratif semata
  • B. Mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di tingkat kecamatan
  • C. Memberikan otonomi penuh kepada camat dalam menetapkan pajak lokal
  • D. Menggantikan fungsi dinas teknis di wilayah kecamatan
Jawaban: B. Mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di tingkat kecamatan.
Pendelegasian wewenang kepada camat dimaksudkan untuk mempercepat dan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, sehingga urusan yang sebelumnya harus diselesaikan di kabupaten dapat ditangani di kecamatan.
10.

Infrastruktur kecamatan yang memadai dianggap penting karena berfungsi sebagai…

  • A. Simbol status kekuasaan camat di wilayahnya
  • B. Aset investasi yang dapat dijual untuk menutup defisit anggaran
  • C. Penunjang efektivitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan
  • D. Indikator utama keberhasilan program nasional pemerintah pusat
Jawaban: C. Penunjang efektivitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan.
Infrastruktur kecamatan berfungsi sebagai penunjang agar pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan efektif dan efisien di wilayah kecamatan.
11.

Teori perencanaan pembangunan yang menekankan partisipasi masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan dikenal sebagai pendekatan…

  • A. Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up planning)
  • B. Perencanaan sentralistik (top-down planning)
  • C. Perencanaan berbasis output (output-based planning)
  • D. Perencanaan indikatif jangka menengah
Jawaban: A. Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up planning).
Pendekatan bottom-up planning menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama yang mengidentifikasi kebutuhan dan merumuskan prioritas pembangunan dari tingkat paling dasar.
12.

Sistem perencanaan pembangunan nasional yang menjadi acuan perencanaan kecamatan dan desa diatur dalam…

  • A. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
  • B. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
  • C. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
  • D. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Jawaban: D. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
UU No. 25 Tahun 2004 mengatur sistem perencanaan pembangunan nasional yang mencakup seluruh tingkatan pemerintahan dan menjadi payung hukum bagi perencanaan di tingkat kecamatan dan desa.
13.

Dalam siklus perencanaan pembangunan kecamatan, Musrenbang Kecamatan berfungsi sebagai forum untuk…

  • A. Penetapan final anggaran kecamatan oleh camat
  • B. Penyelarasan usulan perencanaan dari desa dengan prioritas pembangunan kabupaten
  • C. Pemilihan kontraktor pelaksana kegiatan pembangunan fisik
  • D. Evaluasi kinerja kepala desa oleh camat secara formal
Jawaban: B. Penyelarasan usulan perencanaan dari desa dengan prioritas pembangunan kabupaten.
Musrenbang Kecamatan merupakan forum musyawarah perencanaan pembangunan yang bertujuan menyelaraskan usulan dari desa-desa di wilayah kecamatan dengan prioritas dan kemampuan anggaran kabupaten.
14.

Teknik perencanaan pembangunan desa yang menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan warga dalam identifikasi masalah dan potensi desa disebut…

  • A. Analisis SWOT sektoral
  • B. Logical Framework Approach (LFA)
  • C. Participatory Rural Appraisal (PRA)
  • D. Critical Path Method (CPM)
Jawaban: C. Participatory Rural Appraisal (PRA).
PRA adalah teknik perencanaan berbasis partisipasi masyarakat yang mendorong warga desa secara aktif mengidentifikasi masalah, potensi, dan prioritas pembangunan di desa mereka sendiri.
15.

Dokumen perencanaan pembangunan desa jangka menengah yang memuat visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan desa selama 6 tahun disebut…

  • A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa)
  • B. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa)
  • C. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Desa (RPJPDesa)
  • D. Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK)
Jawaban: A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa).
RPJMDesa adalah dokumen perencanaan desa untuk jangka waktu 6 tahun yang memuat visi, misi kepala desa, arah kebijakan pembangunan, serta rencana kegiatan jangka menengah desa.
16.

Kajian teori dokumen perencanaan kecamatan dan desa menegaskan bahwa dokumen tersebut harus bersifat…

  • A. Rahasia dan hanya dapat diakses oleh aparat kecamatan
  • B. Fleksibel sehingga dapat diubah setiap saat tanpa prosedur
  • C. Bersifat indikatif tanpa keterikatan terhadap program apapun
  • D. Terbuka untuk diakses publik dan mengikat secara hukum bagi pelaksana
Jawaban: D. Terbuka untuk diakses publik dan mengikat secara hukum bagi pelaksana.
Dokumen perencanaan pemerintahan bersifat publik dan mengikat secara hukum, artinya pelaksana wajib mengacu pada dokumen tersebut dan masyarakat berhak mengaksesnya sebagai bentuk transparansi.
17.

Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) wajib disusun sebagai penjabaran dari RPJMDesa untuk jangka waktu…

  • A. 5 tahun sesuai periode kepala desa
  • B. 1 tahun anggaran
  • C. 2 tahun sesuai periode evaluasi
  • D. 3 tahun sebagai rencana jangka pendek
Jawaban: B. 1 tahun anggaran.
RKPDesa merupakan penjabaran RPJMDesa untuk periode satu tahun anggaran, yang memuat rencana program dan kegiatan pembangunan desa beserta prakiraan kebutuhan anggarannya.
18.

Siklus dokumen perencanaan kecamatan dimulai dari tahap identifikasi kebutuhan dan berakhir pada tahap…

  • A. Penyusunan anggaran belanja kecamatan
  • B. Pelaksanaan kegiatan oleh perangkat kecamatan
  • C. Evaluasi dan umpan balik untuk perencanaan periode berikutnya
  • D. Penandatanganan kontrak pembangunan infrastruktur
Jawaban: C. Evaluasi dan umpan balik untuk perencanaan periode berikutnya.
Siklus perencanaan bersifat siklikal dan berkelanjutan, sehingga tahap akhirnya adalah evaluasi terhadap hasil perencanaan yang kemudian menjadi masukan untuk perbaikan perencanaan periode berikutnya.
19.

Teknik penyusunan dokumen perencanaan desa yang mengharuskan setiap usulan kegiatan dikaitkan dengan indikator kinerja yang terukur merupakan penerapan prinsip…

  • A. Perencanaan berbasis kinerja (performance-based planning)
  • B. Perencanaan berbasis input (input-based planning)
  • C. Perencanaan berbasis wilayah (spatial planning)
  • D. Perencanaan inkremental (incremental planning)
Jawaban: A. Perencanaan berbasis kinerja (performance-based planning).
Perencanaan berbasis kinerja mensyaratkan setiap program dan kegiatan dikaitkan dengan indikator kinerja yang terukur sehingga efektivitas pencapaian tujuan dapat dinilai secara objektif.
20.

Teori dan sistem penganggaran kecamatan dan desa menekankan bahwa anggaran harus disusun berdasarkan…

  • A. Kemampuan negosiasi kepala desa dengan bupati
  • B. Realisasi anggaran tahun lalu tanpa mempertimbangkan perubahan kebutuhan
  • C. Keinginan kepala desa tanpa mengacu pada dokumen perencanaan
  • D. Prioritas kebutuhan masyarakat yang tertuang dalam RKPDesa
Jawaban: D. Prioritas kebutuhan masyarakat yang tertuang dalam RKPDesa.
Anggaran desa harus disusun berdasarkan RKPDesa yang memuat prioritas kebutuhan masyarakat hasil musyawarah, sehingga ada keterkaitan yang jelas antara perencanaan dan penganggaran.
21.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) harus ditetapkan paling lambat berapa hari setelah APBDKabupaten ditetapkan?

  • A. 7 hari kerja
  • B. 30 hari kerja
  • C. 14 hari kerja
  • D. 60 hari kerja
Jawaban: B. 30 hari kerja.
Berdasarkan regulasi pengelolaan keuangan desa, APBDesa wajib ditetapkan paling lambat 30 hari kerja setelah APBD kabupaten/kota ditetapkan agar keuangan desa dapat segera dijalankan.
22.

Siklus penganggaran kecamatan dan desa secara berurutan yang benar adalah…

  • A. Pelaksanaan, perencanaan, pengesahan, penatausahaan, pelaporan
  • B. Pengesahan, perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, evaluasi
  • C. Perencanaan, pengesahan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban
  • D. Perencanaan, pelaksanaan, pengesahan, pertanggungjawaban, evaluasi
Jawaban: C. Perencanaan, pengesahan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban.
Siklus pengelolaan keuangan desa mencakup enam tahap berurutan: perencanaan, penganggaran/pengesahan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban sesuai Permendagri No. 20 Tahun 2018.
23.

Teknik penganggaran yang membagi anggaran desa berdasarkan bidang-bidang prioritas seperti penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat menggunakan pendekatan…

  • A. Penganggaran berbasis program dan kegiatan
  • B. Penganggaran inkremental berbasis tahun lalu
  • C. Zero Based Budgeting tanpa referensi historis
  • D. Penganggaran sektoral berbasis dinas teknis
Jawaban: A. Penganggaran berbasis program dan kegiatan.
Penganggaran APBDesa menggunakan pendekatan berbasis program dan kegiatan yang dikelompokkan ke dalam empat bidang prioritas, sehingga alokasi anggaran mencerminkan prioritas pembangunan yang telah direncanakan.
24.

Sebuah desa menerima Dana Desa sebesar Rp 900 juta. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, minimal berapa persen dari Dana Desa tersebut harus dialokasikan untuk dana desa yang digunakan langsung untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa?

  • A. 50 persen
  • B. 60 persen
  • C. 65 persen
  • D. 70 persen
Jawaban: D. 70 persen.
Regulasi Dana Desa menetapkan minimal 70 persen Dana Desa harus digunakan untuk pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat desa secara langsung.
25.

Teori realisasi program kecamatan dan desa menegaskan bahwa keberhasilan realisasi program sangat bergantung pada kualitas…

  • A. Kemampuan negosiasi kepala desa dengan pihak ketiga
  • B. Perencanaan yang matang dan kapasitas sumber daya manusia pelaksana
  • C. Besarnya alokasi anggaran yang diterima dari pemerintah kabupaten
  • D. Dukungan media massa dalam pemberitaan program desa
Jawaban: B. Perencanaan yang matang dan kapasitas sumber daya manusia pelaksana.
Realisasi program yang baik sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan sebelumnya dan kemampuan aparat pelaksana, karena tanpa keduanya program berpotensi tidak tepat sasaran atau terlambat.
26.

Sistem dan siklus realisasi program kecamatan dan desa pada tahap pelaksanaan kegiatan mengharuskan adanya…

  • A. Laporan media sosial yang dipublikasikan setiap minggu
  • B. Persetujuan tertulis dari seluruh warga desa sebelum kegiatan dimulai
  • C. Pencatatan setiap transaksi keuangan dan dokumentasi bukti pelaksanaan kegiatan
  • D. Audit independen oleh kantor akuntan publik setiap bulan
Jawaban: C. Pencatatan setiap transaksi keuangan dan dokumentasi bukti pelaksanaan kegiatan.
Selama pelaksanaan kegiatan, setiap transaksi keuangan harus dicatat secara tertib dan dilengkapi dengan bukti-bukti pendukung sebagai dasar penatausahaan dan pertanggungjawaban anggaran.
27.

Dalam teknik realisasi program desa, pelaksanaan kegiatan fisik menggunakan pola swakelola berarti kegiatan dilaksanakan oleh…

  • A. Tim pelaksana kegiatan yang dibentuk oleh desa dengan melibatkan masyarakat lokal
  • B. Kontraktor swasta yang dipilih melalui tender terbuka
  • C. Dinas pekerjaan umum kabupaten secara langsung
  • D. Perusahaan BUMN yang ditunjuk langsung oleh bupati
Jawaban: A. Tim pelaksana kegiatan yang dibentuk oleh desa dengan melibatkan masyarakat lokal.
Swakelola desa berarti kegiatan dikerjakan sendiri oleh tim yang dibentuk pemerintah desa dengan mengoptimalkan partisipasi dan tenaga kerja masyarakat lokal, bukan diserahkan kepada pihak ketiga.
28.

Seorang kepala desa mendapati bahwa realisasi belanja desa pada bulan ketiga sudah mencapai 80% dari total APBDesa. Langkah yang paling tepat dilakukan adalah…

  • A. Segera mengajukan penambahan dana desa ke bupati
  • B. Menghentikan semua kegiatan pembangunan sampai akhir tahun
  • C. Menarik kembali dana yang sudah dicairkan dari rekening kas desa
  • D. Melakukan evaluasi penyerapan anggaran dan menyusun perubahan APBDesa jika diperlukan
Jawaban: D. Melakukan evaluasi penyerapan anggaran dan menyusun perubahan APBDesa jika diperlukan.
Ketika realisasi anggaran melebihi target waktu secara signifikan, kepala desa harus mengevaluasi penyebabnya dan jika terdapat pergeseran kebutuhan, dapat menyusun perubahan APBDesa sesuai ketentuan yang berlaku.
29.

Penatausahaan keuangan kecamatan dilakukan oleh pejabat yang disebut…

  • A. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
  • B. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP)
  • C. Inspektur Daerah Kabupaten
  • D. Staf Ahli Bidang Keuangan Camat
Jawaban: B. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP).
Penatausahaan keuangan di satuan kerja kecamatan dilaksanakan oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu yang bertanggung jawab mencatat dan mengelola seluruh transaksi pengeluaran kecamatan.
30.

Penatausahaan penerimaan desa mengharuskan setiap pendapatan yang diterima oleh bendahara desa harus…

  • A. Disimpan terlebih dahulu di rumah kepala desa sebelum disetor
  • B. Dilaporkan secara lisan kepada kepala desa tanpa dokumentasi
  • C. Disetor ke rekening kas desa dan dicatat dalam Buku Kas Umum
  • D. Dibagikan langsung kepada masyarakat sebagai bentuk realisasi program
Jawaban: C. Disetor ke rekening kas desa dan dicatat dalam Buku Kas Umum.
Seluruh penerimaan desa wajib disetor ke rekening kas desa dan dicatat dalam Buku Kas Umum oleh bendahara desa, untuk menjamin transparansi dan kemudahan audit atas pendapatan desa.
31.

Laporan bendahara desa yang memuat semua penerimaan dan pengeluaran kas serta saldo kas pada periode tertentu disebut…

  • A. Buku Kas Umum (BKU)
  • B. Laporan Realisasi APBDesa Semesteran
  • C. Laporan Kekayaan Milik Desa
  • D. Buku Pembantu Pajak
Jawaban: A. Buku Kas Umum (BKU).
BKU adalah buku penatausahaan utama bendahara desa yang mencatat semua penerimaan dan pengeluaran uang secara kronologis beserta saldo kas yang tersisa pada setiap akhir pencatatan.
32.

Penatausahaan belanja desa yang menggunakan sistem pembantu pajak berfungsi untuk memisahkan antara uang yang menjadi hak desa dengan uang yang…

  • A. Akan digunakan untuk pembayaran honor aparat desa
  • B. Disisihkan untuk dana cadangan desa
  • C. Dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur desa
  • D. Dipungut sebagai pajak dan harus disetorkan ke kas negara
Jawaban: D. Dipungut sebagai pajak dan harus disetorkan ke kas negara.
Buku pembantu pajak digunakan untuk mencatat pungutan pajak (seperti PPh dan PPN) yang dipotong dari pembayaran dan harus disetorkan ke kas negara, agar tidak tercampur dengan kas desa.
33.

Kode rekening dalam penatausahaan keuangan desa berfungsi untuk…

  • A. Mengidentifikasi nomor rekening bank tempat kas desa disimpan
  • B. Mengklasifikasikan setiap transaksi keuangan sesuai jenis pendapatan atau belanjanya
  • C. Menentukan urutan prioritas pembayaran kepada pihak ketiga
  • D. Memberi identitas unik pada setiap anggota BPD
Jawaban: B. Mengklasifikasikan setiap transaksi keuangan sesuai jenis pendapatan atau belanjanya.
Kode rekening merupakan sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan setiap transaksi keuangan ke dalam kategori yang tepat, sehingga laporan keuangan dapat disusun secara sistematis dan mudah ditelusuri.
34.

BUMDesa yang berbadan hukum diwajibkan mengelola keuangannya secara terpisah dari keuangan desa karena prinsip…

  • A. Otonomi fiskal desa yang bersifat mutlak
  • B. Sentralisasi akuntansi pada pemerintah kabupaten
  • C. Pemisahan entitas bisnis dari entitas pemerintahan untuk akuntabilitas dan perlindungan aset
  • D. Larangan penggunaan dana desa untuk kegiatan komersial
Jawaban: C. Pemisahan entitas bisnis dari entitas pemerintahan untuk akuntabilitas dan perlindungan aset.
Pemisahan keuangan BUMDesa dari keuangan desa didasarkan pada prinsip pemisahan entitas agar tanggung jawab dan risiko bisnis tidak bercampur dengan tanggung jawab pemerintahan, serta untuk memudahkan audit masing-masing entitas.
35.

Teori pelaporan kecamatan dan desa menyebutkan bahwa tujuan utama laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi…

  • A. Pengambilan keputusan dan penilaian akuntabilitas pengelolaan keuangan
  • B. Kepentingan promosi jabatan aparat pemerintahan desa
  • C. Keperluan internal kecamatan tanpa perlu dipublikasikan
  • D. Penghitungan bonus kinerja seluruh aparatur desa
Jawaban: A. Pengambilan keputusan dan penilaian akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Tujuan utama laporan keuangan pemerintahan adalah menyediakan informasi yang relevan dan andal untuk mendukung pengambilan keputusan serta memungkinkan publik menilai akuntabilitas pengelolaan keuangan.
36.

Laporan keuangan desa yang wajib disampaikan kepada bupati melalui camat paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun anggaran adalah…

  • A. Laporan Realisasi APBDesa Semesteran
  • B. Laporan Interim Triwulanan
  • C. Laporan Kinerja Aparatur Desa Tahunan
  • D. Laporan Pertanggungjawaban Realisasi APBDesa Akhir Tahun
Jawaban: D. Laporan Pertanggungjawaban Realisasi APBDesa Akhir Tahun.
Kepala desa wajib menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Realisasi APBDesa akhir tahun kepada bupati melalui camat paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir, disertai Perdes tentang LPJ tersebut.
37.

Sistem pelaporan kecamatan yang terintegrasi dengan sistem informasi keuangan daerah bertujuan untuk…

  • A. Menggantikan peran bendahara kecamatan dengan sistem otomatis
  • B. Mempermudah konsolidasi data keuangan dan meningkatkan akurasi pelaporan
  • C. Menghilangkan kebutuhan audit oleh inspektorat daerah
  • D. Mengalihkan tanggung jawab pelaporan kepada vendor teknologi informasi
Jawaban: B. Mempermudah konsolidasi data keuangan dan meningkatkan akurasi pelaporan.
Integrasi sistem pelaporan kecamatan dengan sistem informasi keuangan daerah memungkinkan konsolidasi data yang lebih mudah dan akurat, serta mengurangi risiko kesalahan manual dalam pelaporan keuangan.
38.

Siklus pelaporan desa yang benar mencakup laporan realisasi APBDesa yang wajib disampaikan kepada bupati sebanyak…

  • A. Satu kali pada akhir tahun anggaran saja
  • B. Empat kali setiap triwulan dalam satu tahun anggaran
  • C. Dua kali, yaitu laporan semester pertama dan laporan akhir tahun
  • D. Tiga kali setiap caturwulan dalam satu tahun anggaran
Jawaban: C. Dua kali, yaitu laporan semester pertama dan laporan akhir tahun.
Berdasarkan Permendagri No. 20 Tahun 2018, kepala desa wajib menyampaikan laporan realisasi APBDesa dua kali, yaitu laporan semester pertama paling lambat akhir bulan Juli dan laporan akhir tahun paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir.
39.

Teknik pelaporan keuangan desa yang baik mensyaratkan bahwa setiap laporan keuangan harus memenuhi karakteristik kualitatif berupa…

  • A. Relevan, andal, dapat diperbandingkan, dan dapat dipahami
  • B. Lengkap, panjang, terperinci, dan menggunakan bahasa teknis akuntansi
  • C. Cepat, murah, mudah dibuat, dan tidak perlu diverifikasi
  • D. Rahasia, hanya diserahkan kepada inspektorat, dan tidak dipublikasikan
Jawaban: A. Relevan, andal, dapat diperbandingkan, dan dapat dipahami.
Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), karakteristik kualitatif laporan keuangan yang baik mencakup relevansi, keandalan, keterbandingan, dan kemudahan pemahaman oleh pengguna laporan.
40.

Pengertian audit di kecamatan dan desa dalam konteks pengawasan keuangan publik adalah…

  • A. Proses pemberian sanksi kepada kepala desa yang terbukti korupsi
  • B. Proses pencairan dana desa yang dilakukan oleh bank pemerintah
  • C. Proses penyusunan laporan keuangan tahunan oleh bendahara desa
  • D. Proses pemeriksaan secara sistematis atas laporan dan bukti keuangan untuk menilai kewajaran dan kepatuhan
Jawaban: D. Proses pemeriksaan secara sistematis atas laporan dan bukti keuangan untuk menilai kewajaran dan kepatuhan.
Audit adalah proses sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti terkait laporan keuangan untuk menilai kewajaran penyajian dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, bukan proses administratif atau hukum semata.
41.

Teori audit di kecamatan dan desa menyebutkan bahwa audit keuangan desa pada umumnya dilakukan oleh…

  • A. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara langsung setiap tahun
  • B. Inspektorat Kabupaten sebagai aparat pengawasan internal pemerintah
  • C. Kantor Akuntan Publik yang dipilih oleh kepala desa sendiri
  • D. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setiap semester
Jawaban: B. Inspektorat Kabupaten sebagai aparat pengawasan internal pemerintah.
Audit keuangan desa dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten/Kota sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan terhadap keuangan desa di wilayahnya.
42.

Sistem audit kecamatan dan desa yang efektif harus didukung oleh adanya…

  • A. Kesediaan kepala desa untuk membagi hasil usaha BUMDesa kepada auditor
  • B. Pemberian insentif khusus kepada tim auditor dari dana desa
  • C. Sistem pengendalian internal yang memadai dan pencatatan yang tertib
  • D. Keterbatasan akses auditor terhadap dokumen sensitif desa
Jawaban: C. Sistem pengendalian internal yang memadai dan pencatatan yang tertib.
Audit yang efektif membutuhkan sistem pengendalian internal yang kuat dan pencatatan keuangan yang tertib sebagai objek pemeriksaan, karena tanpa keduanya proses audit akan sulit menghasilkan opini yang dapat diandalkan.
43.

Siklus audit kecamatan dan desa diawali dengan tahap perencanaan audit yang bertujuan untuk…

  • A. Memahami entitas yang diaudit dan menetapkan ruang lingkup serta program audit
  • B. Langsung melakukan penghitungan fisik kas bendahara desa tanpa pemberitahuan
  • C. Menetapkan sanksi yang akan diberikan kepada kepala desa
  • D. Memilih metode sampling yang akan digunakan untuk menilai kinerja desa
Jawaban: A. Memahami entitas yang diaudit dan menetapkan ruang lingkup serta program audit.
Tahap perencanaan audit dimulai dengan pemahaman mendalam terhadap entitas yang diaudit, termasuk karakteristik dan risiko keuangannya, untuk menetapkan ruang lingkup dan program audit yang tepat.
44.

Salah satu teknik audit yang paling umum digunakan dalam pemeriksaan keuangan desa adalah konfirmasi, yang bertujuan untuk…

  • A. Menghitung ulang semua bukti pembayaran yang ada di arsip desa
  • B. Mewawancarai masyarakat tentang kepuasan mereka terhadap pelayanan desa
  • C. Mengamati langsung pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan
  • D. Memperoleh informasi dari pihak ketiga yang independen untuk memverifikasi data klien
Jawaban: D. Memperoleh informasi dari pihak ketiga yang independen untuk memverifikasi data klien.
Teknik konfirmasi dalam audit bertujuan mendapatkan bukti yang kuat dari pihak ketiga yang independen, misalnya konfirmasi saldo rekening dari bank, untuk memverifikasi kebenaran data yang disajikan oleh entitas yang diaudit.
45.

Dalam konteks audit kecamatan dan desa, temuan audit yang menyebutkan bahwa pengeluaran tidak didukung bukti yang memadai termasuk dalam kategori temuan…

  • A. Temuan ketidakefektifan program pembangunan
  • B. Temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
  • C. Temuan kelemahan sistem informasi manajemen desa
  • D. Temuan ketidakefisienan penggunaan sumber daya manusia
Jawaban: B. Temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Pengeluaran yang tidak didukung bukti yang memadai merupakan pelanggaran terhadap ketentuan penatausahaan keuangan, sehingga dikategorikan sebagai temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan, bukan temuan ketidakefektifan atau kelemahan sistem.
46.

Pemerintah desa wajib menindaklanjuti rekomendasi hasil audit dari inspektorat dalam jangka waktu…

  • A. 7 hari kerja sejak laporan audit diterima
  • B. 90 hari kalender sejak laporan audit dipublikasikan
  • C. 60 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima
  • D. 1 tahun anggaran sejak audit dilaksanakan
Jawaban: C. 60 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima.
Berdasarkan ketentuan pengawasan pemerintahan, entitas yang diaudit wajib menindaklanjuti rekomendasi temuan audit dalam waktu 60 hari sejak laporan hasil pemeriksaan diterima sebagai bentuk komitmen perbaikan tata kelola.
47.

Contoh penerapan audit berbasis risiko di tingkat desa adalah ketika auditor memfokuskan pemeriksaan lebih intensif pada…

  • A. Program dengan alokasi anggaran terbesar dan riwayat penyimpangan tertinggi
  • B. Program dengan realisasi anggaran terendah karena dianggap tidak berisiko
  • C. Kegiatan yang paling sering diliput oleh media lokal
  • D. Pengeluaran honor aparatur desa yang bersifat rutin
Jawaban: A. Program dengan alokasi anggaran terbesar dan riwayat penyimpangan tertinggi.
Audit berbasis risiko mengarahkan sumber daya pemeriksaan pada area yang memiliki risiko paling tinggi, yaitu program dengan anggaran besar dan riwayat penyimpangan sebelumnya, karena potensi kerugian dan dampaknya lebih signifikan.
48.

Peran camat dalam pengawasan pengelolaan keuangan desa berdasarkan regulasi yang berlaku adalah sebagai…

  • A. Auditor eksternal yang memberikan opini atas laporan keuangan desa
  • B. Pengguna anggaran yang berwenang memblokir rekening kas desa
  • C. Atasan langsung kepala desa yang menetapkan sanksi administratif
  • D. Fasilitator pembinaan dan penerima laporan pertanggungjawaban desa sebelum diteruskan ke bupati
Jawaban: D. Fasilitator pembinaan dan penerima laporan pertanggungjawaban desa sebelum diteruskan ke bupati.
Camat berperan sebagai fasilitator dalam pembinaan pengelolaan keuangan desa dan menerima laporan pertanggungjawaban kepala desa untuk dievaluasi dan diteruskan kepada bupati, bukan sebagai auditor independen atau pemegang kewenangan anggaran desa.
49.

Contoh audit kecamatan dan desa yang bertujuan menilai apakah program pemberdayaan masyarakat telah mencapai tujuan yang ditetapkan termasuk jenis audit…

  • A. Audit kepatuhan (compliance audit)
  • B. Audit kinerja (performance audit)
  • C. Audit investigasi (forensic audit)
  • D. Audit laporan keuangan (financial statement audit)
Jawaban: B. Audit kinerja (performance audit).
Audit kinerja (performance audit) menilai apakah program atau kegiatan pemerintah telah dilaksanakan secara efektif, efisien, dan ekonomis dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, berbeda dari audit keuangan yang hanya menilai kewajaran penyajian laporan.
50.

Dalam teknik dan contoh audit kecamatan dan desa, prosedur audit untuk memverifikasi keberadaan fisik aset tetap desa yang tercatat dalam laporan keuangan dilakukan melalui…

  • A. Analisis rasio keuangan desa secara menyeluruh
  • B. Konfirmasi tertulis kepada vendor yang menjual aset tersebut
  • C. Inspeksi fisik langsung ke lapangan untuk memastikan aset benar-benar ada dan dalam kondisi yang dilaporkan
  • D. Penelaahan dokumen kontrak pengadaan tanpa perlu turun ke lapangan
Jawaban: C. Inspeksi fisik langsung ke lapangan untuk memastikan aset benar-benar ada dan dalam kondisi yang dilaporkan.
Prosedur inspeksi fisik merupakan teknik audit yang paling tepat untuk memverifikasi eksistensi aset tetap, karena dengan turun langsung ke lapangan auditor dapat memastikan aset tersebut benar-benar ada, dalam kondisi baik, dan sesuai dengan data yang tercatat dalam laporan keuangan desa.

Berlatih mengerjakan Soal Ujian UT secara konsisten terbukti membantu mahasiswa beradaptasi dengan berbagai format ujian yang berlaku. Perlu kamu tahu, UT mengenal dua skema ujian, yaitu Ujian Tatap Muka (UTM) yang dilaksanakan langsung di lokasi ujian, dan Ujian Online (UO).

Setiap Soal UO UT yang kamu kerjakan, setiap halaman modul yang kamu baca ulang, semuanya menumpuk menjadi kesiapan yang nyata. Tetap percaya pada prosesmu, dan semoga usaha kerasmu dalam mempersiapkan Soal UAS UT EKAP4419 Akuntansi Kecamatan dan Desa berbuah nilai yang membanggakan.

Bagikan

error: Content is protected !!