💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT EKSA4101 Pengantar Akuntansi Syariah dan Kunci Jawaban

Soal UT EKSA4101 Pengantar Akuntansi Syariah
Soal UT EKSA4101 Pengantar Akuntansi Syariah

Buka modul setelah sholat isya, eh malah bingung bedain akad murabahah di Modul 7 dengan akad salam di Modul 8. Dua jenis transaksi itu sama-sama jual beli tapi aturan akuntansinya beda jauh. Bikin pusing sendiri. Soal UT di halaman ini fokus banget ke bagian yang sering bikin mahasiswa UT tersandung di EKSA4101 Pengantar Akuntansi Syariah.

Modul 5 tentang sistem akuntansi syariah dan Modul 10 tentang akuntansi mudarabah itu dua topik yang paling sering ngejebak mahasiswa. Bukan karena materinya sultan, tapi karena istilah-istilah kayak muslam dan mustashni. Coba deh langsung cek soal UAS UT Ekonomi Syariah ini per modul.

Halaman ini juga udah siap ngasih contoh konkret buat tiap akad, dari dasar hukum sampai jurnalnya. Lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan, jadi langsung tahu di mana letak salah pahamnya. Soal UAS UT di bawah ini cocok banget buat latihan sebelum ujian.

Soal UT EKSA4101 Pengantar Akuntansi Syariah

1.

Dalam Islam, pengertian syariah secara etimologi berarti…

  • A. peraturan hidup manusia
  • B. jalan yang lurus dan terang
  • C. hukum-hukum yang ditetapkan Allah
  • D. jalan menuju sumber mata air
Jawaban: D
Syariah secara etimologi berarti jalan menuju sumber mata air. Makna ini menggambarkan sumber kehidupan dan petunjuk bagi umat manusia.
2.

Hukum Islam yang mengatur hubungan antara sesama manusia disebut…

  • A. ibadah
  • B. jinayah
  • C. mawaris
  • D. muamalah
Jawaban: D
Muamalah adalah hukum Islam yang mengatur hubungan antarmanusia, termasuk di dalamnya aktivitas ekonomi dan bisnis seperti transaksi jual beli.
3.

Sumber hukum Islam yang pertama dan paling utama adalah…

  • A. Al-Qur'an
  • B. Ijmak
  • C. Qiyas
  • D. Hadis
Jawaban: A
Al-Qur'an merupakan sumber hukum Islam yang pertama dan paling utama. Semua sumber hukum lainnya bersumber dan tunduk pada ketentuan Al-Qur'an.
4.

Bukti sejarah menunjukkan praktik akuntansi telah dikenal pada masa peradaban…

  • A. Mesir Kuno
  • B. Yunani Kuno
  • C. Romawi Kuno
  • D. Babilonia
Jawaban: A
Peradaban Mesir Kuno telah menunjukkan bukti praktik pencatatan dan akuntansi, seperti pada sistem pengelolaan lumbung gandum dan bangunan piramida.
5.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, lembaga yang bertugas mengelola keuangan negara disebut…

  • A. Baitul Mal
  • B. Diwan
  • C. Syiqaq
  • D. Hisbah
Jawaban: B
Khalifah Umar bin Khattab mendirikan Diwan sebagai lembaga untuk mengelola administrasi dan keuangan negara, termasuk pencatatan penerimaan dan pengeluaran.
6.

Akuntansi syariah bertujuan untuk…

  • A. mewujudkan keadilan, kebenaran, dan pertanggungjawaban kepada Allah
  • B. memenuhi kewajiban perpajakan negara
  • C. menghitung laba perusahaan sebesar-besarnya
  • D. menyediakan informasi keuangan untuk investor asing
Jawaban: A
Tujuan utama akuntansi syariah adalah mewujudkan keadilan, kebenaran, dan pertanggungjawaban. Hal ini sesuai dengan prinsip Islam yang menekankan akuntabilitas kepada Allah.
7.

Dasar hukum akuntansi syariah yang bersumber dari peraturan perundang-undangan di Indonesia adalah…

  • A. Fatwa DSN-MUI
  • B. Keputusan Menteri Keuangan
  • C. Al-Qur'an dan Hadis
  • D. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Jawaban: D
PSAK khususnya PSAK Syariah adalah dasar hukum akuntansi syariah yang merupakan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dan mengacu pada prinsip syariah.
8.

Konsep dasar akuntansi syariah yang menyatakan bahwa hakikat kepemilikan harta adalah milik Allah disebut konsep…

  • A. tauhid
  • B. pertanggungjawaban
  • C. amanah
  • D. keadilan
Jawaban: A
Konsep tauhid dalam akuntansi syariah menegaskan bahwa segala sesuatu termasuk harta adalah milik Allah. Manusia hanya sebagai khalifah yang diberi amanah untuk mengelolanya.
9.

Prinsip akuntansi syariah yang melarang adanya riba, gharar, dan maysir termasuk dalam prinsip…

  • A. larangan terhadap transaksi yang dilarang
  • B. pertanggungjawaban
  • C. keadilan dan kebenaran
  • D. keseimbangan
Jawaban: A
Prinsip larangan terhadap transaksi yang dilarang secara tegas menolak riba, gharar, dan maysir. Prinsip ini membedakan akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional.
10.

Dalam konsep kepemilikan Islam, hak milik individu…

  • A. bersifat mutlak tanpa batas
  • B. hanya diakui jika tercatat di negara
  • C. terbatas oleh kepentingan sosial dan ketentuan syariat
  • D. dapat diwariskan tanpa syarat
Jawaban: C
Kepemilikan individu dalam Islam tidak mutlak, tetapi dibatasi oleh kepentingan sosial dan ketentuan syariat. Harta harus digunakan sesuai dengan aturan Allah dan tidak merugikan orang lain.
11.

Perbedaan mendasar antara akuntansi konvensional dan akuntansi syariah adalah…

  • A. akuntansi syariah menggunakan mata uang dolar
  • B. akuntansi syariah didasarkan pada prinsip syariah dan nilai-nilai Islam
  • C. akuntansi syariah tidak mengenal biaya
  • D. akuntansi syariah hanya digunakan di Indonesia
Jawaban: B
Perbedaan mendasar adalah landasannya. Akuntansi konvensional didasarkan pada prinsip umum, sedangkan akuntansi syariah berdasarkan prinsip syariah, nilai-nilai Islam, dan bertujuan untuk mencapai rida Allah.
12.

Dalam akuntansi murabahah, keuntungan penjual diakui pada saat…

  • A. akad ditandatangani
  • B. pembayaran pertama diterima
  • C. barang diserahkan kepada pembeli
  • D. seluruh angsuran dilunasi
Jawaban: C
Dalam murabahah, keuntungan penjual diakui pada saat penyerahan barang kepada pembeli. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa penjual telah merealisasikan bisnisnya setelah barang diserahkan.
13.

Dalam akuntansi salam, pembeli (muslam) mencatat pembayaran di muka sebagai…

  • A. beban dibayar di muka
  • B. piutang salam
  • C. persekot pembelian
  • D. aset salam
Jawaban: B
Pembayaran yang dilakukan di muka oleh muslam dicatat sebagai piutang salam. Piutang ini akan dieliminasi saat barang pesanan diterima sesuai spesifikasi.
14.

Pada akad istishna', penjual (shaani') mengakui pendapatan dari kontrak jasa konstruksi secara…

  • A. pada saat akad ditandatangani
  • B. proporsional sesuai dengan persentase penyelesaian pekerjaan
  • C. saat pekerjaan 100% selesai
  • D. setelah pembeli melakukan pembayaran penuh
Jawaban: B
Dalam akuntansi istishna', penjual mengakui pendapatan secara proporsional sesuai dengan persentase penyelesaian pekerjaan. Metode ini mencerminkan nilai pekerjaan yang telah dilaksanakan.
15.

Dalam akuntansi mudarabah, jika pengelola dana (mudharib) mengalami kerugian yang bukan karena kelalaiannya, maka kerugian ditanggung oleh…

  • A. pengelola dana
  • B. pihak ketiga sebagai penjamin
  • C. kedua belah pihak secara bersama
  • D. pemilik dana
Jawaban: D
Dalam akad mudarabah, risiko kerugian usaha (bukan karena kelalaian mudharib) ditanggung oleh pemilik dana (shahibul mal). Mudharib hanya kehilangan waktu dan tenaganya.
16.

Dalam musyarakah, pada saat salah satu mitra menyetorkan aset non-kas sebagai modal, aset tersebut dinilai sebesar…

  • A. harga perolehan mitra pemberi
  • B. nilai buku aset tersebut
  • C. nilai wajar aset pada saat penyerahan
  • D. nilai nominal yang disepakati dalam akta
Jawaban: C
Aset non-kas yang disetorkan sebagai modal musyarakah dinilai sebesar nilai wajar pada saat penyerahan. Hal ini untuk memastikan keadilan dalam penentuan kepemilikan modal masing-masing mitra.
17.

Dalam akuntansi ijarah, pendapatan sewa diakui oleh pemberi sewa (mu'jir) secara…

  • A. pada saat kontrak ditandatangani
  • B. saat barang diserahkan kepada penyewa
  • C. proporsional selama masa sewa
  • D. saat penyewa melakukan pembayaran
Jawaban: C
Pendapatan sewa dalam akuntansi ijarah diakui secara proporsional selama masa sewa. Metode ini sesuai dengan prinsip akuntansi yang mencerminkan manfaat ekonomi yang diterima penyewa selama periode tersebut.
18.

Dalam konteks Islam, apa definisi yang paling tepat dari kata 'Islam' itu sendiri?

  • A. Nama sebuah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad
  • B. Keyakinan kepada malaikat dan kitab suci
  • C. Sebuah aturan hidup yang hanya mengatur ibadah
  • D. Ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah
Jawaban: D
Secara etimologis, Islam berarti ketundukan, kepasrahan, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah. Definisi ini mencakup seluruh aspek kehidupan, bukan hanya ibadah ritual.
19.

Sumber hukum Islam yang pertama dan utama, serta menjadi pedoman bagi seluruh umat Muslim adalah…

  • A. Al-Hadits
  • B. Al-Quran
  • C. Ijma Ulama
  • D. Qiyas
Jawaban: B
Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, menjadi sumber hukum primer dan utama dalam Islam sebelum sumber hukum lainnya seperti Hadits, Ijma, dan Qiyas.
20.

Kitab yang ditulis oleh Abu Ja'far Muhammad bin Jarir ath-Thabari dengan judul Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk sangat relevan dalam studi sejarah akuntansi syariah karena memuat catatan tentang…

  • A. Sistem administrasi keuangan dan perpajakan pada masa Kekhalifaban
  • B. Metode pembukuan perdagangan bangsa Romawi
  • C. Teknik pembuatan laporan keuangan pada era pra-Islam
  • D. Perkembangan praktik riba di Jazirah Arab
Jawaban: A
Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk adalah salah satu kitab sejarah Islam klasik yang mendokumentasikan sistem administrasi negara, termasuk pengelolaan baitul mal dan sistem perpajakan pada masa Kekhalifaban.
21.

Tujuan utama akuntansi syariah yang membedakannya dengan akuntansi konvensional adalah…

  • A. Memberikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi
  • B. Menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah dan mewujudkan keadilan, kebenaran, serta pertanggungjawaban kepada Allah
  • C. Memaksimalkan laba bagi pemilik modal melalui efisiensi biaya
  • D. Menyediakan data untuk perhitungan pajak perusahaan
Jawaban: B
Akuntansi syariah bertujuan tidak hanya untuk kepentingan ekonomi duniawi, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban (accountability) kepada Allah dan masyarakat, serta memastikan seluruh transaksi sesuai dengan nilai-nilai Islam.
22.

Prinsip dasar dalam akuntansi syariah yang menyatakan bahwa pemilik mutlak atas segala sesuatu adalah Allah Swt, sehingga harta yang dimiliki manusia hanyalah titipan, disebut…

  • A. Prinsip Pertanggungjawaban
  • B. Prinsip Keadilan
  • C. Prinsip Kebenaran
  • D. Prinsip Kepemilikan
Jawaban: D
Prinsip kepemilikan dalam akuntansi syariah menegaskan bahwa hak milik absolut hanya milik Allah. Manusia hanya diberi amanah untuk mengelola dan memanfaatkannya sesuai dengan ketentuan syariah.
23.

Dalam sistem akuntansi syariah, sebuah akad dianggap sah apabila memenuhi rukun dan syarat tertentu. 'Adanya ijab dan qabul' termasuk dalam rukun akad yang disebut…

  • A. Maudhu'
  • B. Aqid
  • C. Ma'qud Alaih
  • D. Shighat
Jawaban: D
Shighat adalah ijab dan qabul (pernyataan serah terima) yang menjadi rukun utama dalam sebuah akad. Tanpa adanya shighat yang jelas, akad tidak sah.
24.

Salah satu keterbatasan akuntansi konvensional yang mendorong lahirnya akuntansi syariah adalah…

  • A. Tidak mengakui adanya konservatisme dalam pelaporan
  • B. Tidak dapat mencatat transaksi non-tunai
  • C. Tidak adanya dimensi spiritual dan keadilan sosial dalam pelaporan keuangan
  • D. Terlalu fokus pada akuntansi biaya historis
Jawaban: C
Akuntansi konvensional lebih berorientasi pada kepentingan pemilik modal (shareholder) dan materi, sehingga dianggap kurang memiliki dimensi spiritual, keadilan, dan tanggung jawab sosial yang menjadi inti dari akuntansi syariah.
25.

Dalam akuntansi murabahah, keuntungan yang diakui oleh penjual pada saat akad terjadi adalah…

  • A. Selisih antara harga jual dan harga pokok yang disepakati
  • B. Keuntungan yang diterima di muka secara tunai
  • C. Seluruh margin keuntungan dari harga pokok penjualan
  • D. Keuntungan yang diakui hanya saat penerimaan kas di akhir periode
Jawaban: A
Murabahah adalah akad jual beli dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati. Keuntungan yang diakui adalah selisih antara harga jual yang telah disepakati dengan harga pokok perolehan barang.
26.

Jika seorang pembeli (muslam) telah membayar penuh harga barang salam, namun penjual (muslam ilaih) gagal menyerahkan barang tepat waktu, maka perlakuan akuntansi yang tepat bagi pembeli adalah…

  • A. Mencatat aset salam sebesar nilai pasar
  • B. Membatalkan akad dan mencatat kerugian
  • C. Tetap menunggu tanpa melakukan pencatatan apapun
  • D. Mencatat piutang salam sebesar harga yang telah dibayar
Jawaban: D
Dalam akad salam, jika penjual gagal menyerahkan barang, pembeli memiliki piutang (hutang penjual) sebesar uang yang telah dibayarkan. Ini merupakan kewajiban penjual yang harus dipenuhi.
27.

Dalam akuntansi istishna', pengakuan pendapatan oleh produsen (shaani') dapat dilakukan dengan menggunakan metode…

  • A. Saat barang jadi diserahkan seluruhnya
  • B. Pembayaran penuh di muka
  • C. Persentase penyelesaian (percentage of completion)
  • D. Saat kontrak ditandatangani
Jawaban: C
Akuntansi istishna' mengakui pendapatan secara bertahap seiring dengan kemajuan proses produksi barang. Metode persentase penyelesaian adalah metode yang paling sesuai untuk mencerminkan pendapatan yang telah dihasilkan.
28.

Dalam akad mudarabah, jika terjadi kerugian bisnis yang bukan disebabkan oleh kelalaian pengelola dana (mudharib), maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh…

  • A. Pemilik dana (shahibul maal)
  • B. Pengelola dana (mudharib)
  • C. Keduanya secara proporsional
  • D. Pihak ketiga sebagai penjamin
Jawaban: A
Prinsip dasar mudarabah adalah bahwa kerugian finansial ditanggung oleh pemilik dana (shahibul maal) selama kerugian tersebut bukan karena kelalaian atau pelanggaran dari pihak pengelola (mudharib). Pengelola kehilangan waktu dan tenaganya saja.
29.

Dalam akuntansi musyarakah, keuntungan yang diperoleh dari usaha bersama dibagikan kepada para mitra berdasarkan…

  • A. Nisbah bagi hasil yang telah disepakati bersama
  • B. Proporsi investasi awal masing-masing mitra secara eksklusif
  • C. Jumlah jam kerja yang dikontribusikan
  • D. Keputusan sepihak dari mitra aktif
Jawaban: A
Dalam musyarakah, pembagian keuntungan tidak harus proporsional dengan modal disetor. Para pihak bebas menyepakati nisbah (rasio) bagi hasil pada awal akad, yang menjadi dasar pembagian keuntungan.
30.

Dalam akad ijarah, pada saat penyewa (musta'jir) membayar sewa di muka untuk satu periode, maka bagi pemberi sewa (mu'ajjir), pembayaran tersebut diakui sebagai…

  • A. Pendapatan sewa
  • B. Pendapatan diterima di muka
  • C. Piutang sewa
  • D. Utang sewa
Jawaban: B
Pembayaran sewa yang diterima di muka oleh pemberi sewa belum menjadi hak penuhnya karena masih ada kewajiban memberikan jasa sewa di masa depan. Oleh karena itu, transaksi tersebut dicatat sebagai 'Pendapatan Diterima di Muka' (kewajiban lancar).
31.

Salah satu perbedaan mendasar antara akuntansi konvensional dan akuntansi syariah terletak pada konsep…

  • A. Pengakuan pendapatan berbasis kas
  • B. Penggunaan mata uang asing
  • C. Waktu (time value of money) yang dilarang dalam akuntansi syariah
  • D. Penyusutan aset tetap
Jawaban: C
Akuntansi syariah melarang pengakuan time value of money (konsep bunga) karena dianggap riba. Akuntansi konvensional menganggap uang memiliki nilai waktu yang dihitung dengan bunga. Perbedaan ini mendasar.
32.

Landasan hukum yang menjadi rujukan utama bagi operasional akuntansi syariah di Indonesia adalah…

  • A. Undang-Undang Pasar Modal
  • B. Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)
  • C. International Financial Reporting Standards (IFRS)
  • D. Peraturan Bank Indonesia
Jawaban: B
Fatwa DSN-MUI adalah rujukan utama yang mengatur kesesuaian produk dan operasional lembaga keuangan syariah dengan prinsip Islam, termasuk aspek akuntansinya di Indonesia.
33.

Transaksi yang dilarang dalam Islam karena mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan dapat merugikan salah satu pihak adalah…

  • A. Jual beli barang yang belum jelas wujudnya
  • B. Jual beli murabahah
  • C. Jual beli ijarah
  • D. Jual beli salam
Jawaban: A
Jual beli barang yang tidak jelas wujud, spesifikasi, atau keberadaannya (gharar) sangat dilarang. Ini dapat menimbulkan perselisihan dan ketidakadilan. Salam dan istishna' adalah pengecualian dengan syarat ketat.
34.

Seorang mitra pasif dalam akad musyarakah menyerahkan modal 60% namun hanya meminta bagi hasil 40%. Setelah usaha berjalan lancar, ternyata akad tersebut…

  • A. Sah tetapi harus mendapat persetujuan dari otoritas syariah
  • B. Tidak sah karena harus sesuai proporsi modal
  • C. Sah karena nisbah bagi hasil adalah hasil kesepakatan kedua belah pihak
  • D. Sah hanya untuk jangka waktu pendek
Jawaban: C
Dalam musyarakah, para mitra boleh menyepakati nisbah bagi hasil yang berbeda dari proporsi modal yang disetorkan. Hal ini diperbolehkan selama disepakati bersama di awal akad dan tidak merugikan salah satu pihak.
35.

Dalam ajaran Islam, konsep tauhid merupakan fondasi utama. Bagaimana penerapan konsep tauhid dalam operasional lembaga keuangan syariah?

  • A. Seluruh aktivitas lembaga keuangan didasari keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang memiliki hak mutlak dan segala aktivitas adalah bentuk ibadah kepada-Nya
  • B. Lembaga keuangan bertujuan semata-mata mencari keuntungan materi dengan cara halal
  • C. Lembaga keuangan mengutamakan produk yang sesuai dengan budaya lokal
  • D. Lembaga keuangan wajib membagi seluruh keuntungan untuk zakat
Jawaban: A
Konsep tauhid menempatkan Allah sebagai pemilik mutlak. Seluruh aktivitas, termasuk ekonomi, harus dilakukan sebagai bentuk ibadah dan kepatuhan kepada syariat-Nya.
36.

Seorang akuntan syariah menemukan sebuah transaksi yang belum ada aturan jelasnya dalam Al-Qur'an dan Hadis. Metode apakah yang paling tepat digunakan untuk menetapkan hukum transaksi tersebut?

  • A. Ijma' (kesepakatan ulama)
  • B. Istihsan (memilih hukum yang lebih baik)
  • C. Qiyas (analogi)
  • D. Urf (kebiasaan masyarakat setempat)
Jawaban: C
Qiyas adalah metode penetapan hukum yang digunakan untuk kasus baru yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam nash, dengan menganalogikannya pada kasus yang sudah ada hukumnya karena kesamaan illat (sebab hukum).
37.

Berdasarkan sejarah pemikiran akuntansi, kontribusi besar apa yang diberikan oleh Lucas Pacioli pada abad ke-15 yang masih menjadi dasar akuntansi modern hingga saat ini?

  • A. Memperkenalkan sistem pembukuan tunggal (single entry)
  • B. Menulis buku pertama tentang sistem pembukuan berpasangan (double entry)
  • C. Menemukan konsep akuntansi syariah pertama kali
  • D. Mendirikan sekolah akuntansi pertama di dunia
Jawaban: B
Lucas Pacioli, seorang matematikawan Italia, menerbitkan buku 'Summa de Arithmetica' yang di dalamnya menjelaskan sistem pembukuan berpasangan yang menjadi fondasi akuntansi modern.
38.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, dikenal istilah 'Diwan'. Apa fungsi utama dari lembaga Diwan tersebut dalam konteks akuntansi?

  • A. Mengatur tata cara ibadah haji
  • B. Sebagai lembaga peradilan untuk sengketa harta
  • C. Sebagai pusat pelatihan militer
  • D. Lembaga yang mencatat penerimaan dan pengeluaran negara (Baitul Mal) untuk menjamin transparansi keuangan
Jawaban: D
Diwan adalah lembaga yang dibentuk untuk mengelola administrasi dan pencatatan keuangan negara secara sistematis, memastikan setiap pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan baik.
39.

Tujuan utama akuntansi syariah tidak hanya untuk menyediakan informasi keuangan yang relevan, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. Manakah yang paling mencerminkan dimensi spiritual tersebut?

  • A. Menyajikan informasi agar perusahaan mampu menarik investor sebanyak-banyaknya
  • B. Menjamin manajemen mendapat bonus atas kinerja tinggi
  • C. Menyusun laporan keuangan yang rumit dan sulit dipahami
  • D. Menegakkan keadilan dan kebenaran serta menjadi alat pertanggungjawaban (accountability) kepada Allah SWT
Jawaban: D
Akuntansi syariah bertujuan mewujudkan nilai keadilan, transparansi, dan pertanggungjawaban tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah SWT sebagai bentuk ibadah.
40.

Konsep pertanggungjawaban dalam akuntansi syariah dikenal dengan istilah 'Mas'uliyyah'. Bagaimana penerapan konsep Mas'uliyyah dalam penyusunan laporan keuangan?

  • A. Laporan keuangan hanya berfokus pada laba bersih perusahaan
  • B. Manajemen perusahaan harus menyajikan informasi secara jujur dan transparan karena akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan akhirat
  • C. Manajemen menyembunyikan potensi kerugian perusahaan
  • D. Laporan keuangan tidak perlu diaudit
Jawaban: B
Mas'uliyyah menuntut setiap individu, khususnya manajemen, untuk bertanggung jawab atas amanah yang diemban. Dalam akuntansi, ini diwujudkan dengan penyajian informasi yang benar dan transparan.
41.

Dalam konsep kepemilikan Islam, hak milik individu diakui tetapi dibatasi oleh syariat. Manakah transaksi berikut yang DILARANG dalam Islam karena mengandung unsur gharar?

  • A. Jual beli mobil dengan spesifikasi jelas dan diserahkan saat akad
  • B. Jual beli ikan yang masih di dalam laut (belum tertangkap)
  • C. Jual beli saham di bursa efek yang diawasi OJK
  • D. Sewa menyewa rumah dengan harga dan jangka waktu yang jelas
Jawaban: B
Gharar adalah ketidakpastian atau spekulasi. Jual beli ikan yang masih di laut termasuk gharar karena objeknya tidak jelas wujud dan jumlahnya, sehingga dilarang dalam Islam.
42.

Perbedaan mendasar antara akuntansi konvensional dan akuntansi syariah terletak pada landasan filosofisnya. Dalam hal pengakuan pendapatan, apa perbedaan prinsip yang paling mencolok?

  • A. Akuntansi syariah tidak mengenal pendapatan, hanya bagi hasil
  • B. Tidak ada perbedaan dalam pengakuan pendapatan
  • C. Akuntansi konvensional menganut prinsip time value of money sedangkan akuntansi syariah menganut economic value of time
  • D. Akuntansi syariah mengakui pendapatan lebih lambat dari konvensional
Jawaban: C
Perbedaan prinsip: akuntansi konvensional menganggap uang memiliki nilai waktu (bunga), sementara syariah melarang bunga dan menganut nilai ekonomi berdasarkan waktu yang terkait dengan aktivitas riil.
43.

Sebuah bank syariah menjual rumah seharga Rp 300 juta secara murabahah. Bank membeli rumah tersebut dari developer seharga Rp 250 juta. Bagaimana bank syariah mencatat keuntungan dari transaksi murabahah pada saat akad jual beli?

  • A. Keuntungan diakui sekaligus saat akad
  • B. Keuntungan diakui saat semua pembayaran selesai
  • C. Keuntungan diakui secara proporsional sesuai dengan realisasi pembayaran angsuran dari nasabah
  • D. Keuntungan tidak perlu dicatat
Jawaban: C
Dalam PSAK 102, keuntungan murabahah tangguh diakui secara proporsional sesuai dengan porsi pembayaran angsuran yang diterima, karena penjual belum merealisasikan seluruh keuntungannya.
44.

Pak Budi sebagai petani membeli bibit via akad salam. Dalam akad tersebut, pembeli (Pak Budi) membayar penuh di muka. Bagaimana pencatatan oleh Pak Budi (pembeli/muslam) atas uang yang dibayarkan?

  • A. Dicatat sebagai Piutang Salam
  • B. Dicatat sebagai Beban Dibayar Dimuka
  • C. Dicatat sebagai Uang Muka Pembelian
  • D. Dicatat sebagai Investasi
Jawaban: A
Dalam akuntansi, pembeli (muslam) mencatat pembayaran di muka kepada penjual sebagai 'Piutang Salam' karena ia memiliki hak untuk menerima barang di masa depan.
45.

Seorang pengusaha ingin memesan seragam kantor dalam jumlah besar dengan spesifikasi khusus. Akad syariah apa yang paling tepat digunakan untuk transaksi ini?

  • A. Istishna' (jual beli pemesanan)
  • B. Musyarakah (kemitraan)
  • C. Murabahah (jual beli)
  • D. Salam (jual beli dengan pembayaran di muka)
Jawaban: A
46.

Dalam akuntansi mudarabah, jika usaha yang dijalankan oleh pengelola dana (mudharib) mengalami kerugian yang bukan disebabkan oleh kelalaian mudharib, bagaimana perhitungan kerugian tersebut?

  • A. Ditanggung bersama antara pemilik dana dan pengelola dana
  • B. Ditanggung seluruhnya oleh pengelola dana (mudharib)
  • C. Ditanggung seluruhnya oleh pemilik dana (shahibul mal)
  • D. Kerugian tidak perlu diperhitungkan
Jawaban: C
Prinsip dasar mudarabah: kerugian finansial ditanggung oleh pemilik modal (shahibul mal). Pengelola (mudharib) kehilangan waktu dan tenaga yang telah dikeluarkan.
47.

Dalam akad musyarakah, kedua pihak (mitra aktif dan pasif) berkontribusi modal dan bekerja sama. Bagaimana laba dari usaha musyarakah didistribusikan sesuai kesepakatan?

  • A. Laba dibagi sesuai dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati bersama di awal akad, tidak harus sama dengan proporsi modal
  • B. Laba dibagi sesuai dengan porsi kerja
  • C. Laba dibagi sesuai dengan proporsi modal yang disetor
  • D. Laba dibagi rata, 50:50
Jawaban: A
Dalam musyarakah, distribusi laba didasarkan pada kesepakatan (nisbah) di awal kontrak. Nisbah ini boleh berbeda dengan proporsi modal, asalkan disepakati bersama.
48.

Seseorang menyewa kendaraan untuk keperluan mudik selama 5 hari. Pada hari ketiga, kendaraan tersebut mogok total karena kesalahan teknis dari pabrik. Siapa yang wajib menanggung biaya perbaikan sesuai akad ijarah?

  • A. Penyewa, karena ia yang menggunakannya
  • B. Pemberi sewa (mu'jir) wajib menanggung biaya perbaikan karena kerusakan bukan akibat kelalaian penyewa
  • C. Tidak ada yang menanggung, biarkan rusak
  • D. Kedua belah pihak berbagi biaya perbaikan
Jawaban: B
Dalam akad ijarah, pemberi sewa bertanggung jawab atas pemeliharaan barang agar tetap berfungsi. Jika kerusakan di luar kesalahan penyewa, biaya perbaikan menjadi tanggung jawab pemberi sewa.
49.

Landasan hukum apa yang menjadi rujukan tertinggi dalam pengembangan standar akuntansi syariah di Indonesia selain fatwa DSN-MUI?

  • A. Undang-Undang Pajak Penghasilan
  • B. Peraturan Bank Indonesia
  • C. Kode Etik Akuntan Indonesia
  • D. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK Syariah)
Jawaban: D
PSAK Syariah yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menjadi pedoman standar akuntansi yang wajib diterapkan oleh entitas syariah di Indonesia, setelah melalui proses harmonisasi dengan fatwa DSN-MUI.
50.

Dalam penyusunan laporan keuangan entitas syariah, selain laporan keuangan konvensional, terdapat laporan tambahan yang khas. Laporan apakah yang secara khusus menjadi ciri khas entitas syariah?

  • A. Laporan Laba Ditahan
  • B. Laporan Arus Kas
  • C. Laporan Harga Pokok Produksi
  • D. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat dan Laporan Perubahan Dana Kebajikan
Jawaban: D
Entitas syariah wajib menyajikan Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat serta Laporan Perubahan Dana Kebajikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan dana non-komersial yang sesuai dengan syariat.

Saat mulai mengerjakan soal akuntansi murabahah, perhatikan dulu siapa yang bertindak sebagai penjual dan siapa pembelinya. Perbedaan posisi itu mengubah alur jurnal dan pengakuan laba secara signifikan. Akad ini sering muncul di UAS. Kalau dasarnya sudah kuat, soal akad salam dan istishna akan terasa lebih mudah karena polanya mirip, hanya bergeser di sistem pembayaran dan waktu serah terima. Ada banyak bank soal UAS UT lain di sini kalau kamu mau lanjut latihan matkul lain.

Jenis akad di EKSA4101 Pengantar Akuntansi Syariah memang cukup bervariasi, tapi soal yang pernah muncul biasanya berputar di akad-akad utama seperti mudarabah dan musyarakah. Soal UAS UT untuk matkul ini sering menggabungkan teori prinsip syariah di modul awal dengan perhitungan jurnal di modul akhir. Jadi jangan hanya menghafal ayat dan hadis, pastikan juga paham mana beban yang diakui saat akad berlangsung.

Bagikan

error: Content is protected !!