💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT EKSA4202 Akuntansi Perbankan Syariah dan Kunci Jawaban

Soal UT EKSA4202 Akuntansi Perbankan Syariah
Soal UT EKSA4202 Akuntansi Perbankan Syariah

Malam-malam nunggu anak tidur sambil baca modul, eh malah ketemu akad murabahah di Modul 6 dan mudarabah di Modul 8. Dua akad ini sama-sama pembiayaan tapi landasan syariahnya beda banget. Sering terkecoh kan. Latihan soal Universitas Terbuka di halaman ini nyusun pola soal yang bikin kamu gampang ngebedain transaksi jual beli sama bagi hasil di EKSA4202 Akuntansi Perbankan Syariah.

Modul 2 soal prinsip dasar syariah dan peran DPS saking krusialnya, kerangka KDPPLKS di Modul 4 langsung merujuk ke sana. Tanpa paham prinsip transaksi syariah, neraca bank syariah cuma bakal numpuk angka tanpa makna. Coba kerjakan dulu soal dari modul itu. Bank soal UT Ekonomi Syariah ini memetakan setiap KB, jadi kamu tahu posisi mana yang masih mbulet.

Soal UAS UT berikut menjangkau dari akuntansi istishna, ijarah, sampai zakat dan qardh. Setiap soal dibekali kunci jawaban plus pembahasan yang njelasin kenapa jawabannya itu. Latihan UAS UT di bawah ini langsung terhubung ke sumber rujukan di setiap modul.

Soal UT EKSA4202 Akuntansi Perbankan Syariah

1.

Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan latar belakang munculnya akuntansi syariah adalah…

  • A. Keinginan para akuntan Barat untuk menciptakan standar global
  • B. Adanya aktivitas bisnis berbasis syariah yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi konvensional
  • C. Kebutuhan untuk mengintegrasikan tata kelola modern ke dalam sistem Islam
  • D. Pengaruh mazhab ekonomi dari negara-negara Timur Tengah
Jawaban: C
Munculnya akuntansi syariah dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengintegrasikan tata kelola modern ke dalam sistem Islam sehingga aktivitas bisnis syariah dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan sesuai prinsip.
2.

Bank pertama yang secara resmi menerapkan prinsip syariah di Indonesia adalah…

  • A. Bank Muamalat Indonesia
  • B. Bank Syariah Mandiri
  • C. Bank BNI Syariah
  • D. Bank BRI Syariah
Jawaban: A
Bank Muamalat Indonesia resmi berdiri pada tahun 1991 dan menjadi bank pertama di Indonesia yang menerapkan prinsip syariah secara penuh.
3.

Dua lembaga yang memiliki peran utama dalam pengawasan dan fatwa di bank syariah Indonesia adalah…

  • A. OJK dan BI
  • B. DPS dan DSN MUI
  • C. Kementerian Keuangan dan LPS
  • D. DPR dan Presiden
Jawaban: B
Dewan Pengawas Syariah (DPS) mengawasi operasional harian bank syariah, sedangkan Dewan Syariah Nasional MUI (DSN MUI) mengeluarkan fatwa sebagai landasan hukum syariah.
4.

Prinsip dasar yang membedakan bank syariah dari bank konvensional adalah…

  • A. Larangan riba, gharar, dan maisir
  • B. Bunga sebagai keuntungan utama
  • C. Sistem bagi hasil yang opsional
  • D. Kepemilikan saham oleh pemerintah
Jawaban: A
Bank syariah berlandaskan prinsip larangan riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maisir (spekulasi), yang merupakan pembeda utama dengan bank konvensional.
5.

Apa yang dimaksud dengan akad tijarah dalam transaksi syariah?

  • A. Akad nirlaba yang tidak bertujuan komersial
  • B. Akad komersial yang bertujuan mencari keuntungan
  • C. Akad tolong-menolong tanpa imbalan
  • D. Akad jual beli dengan penundaan pembayaran
Jawaban: B
Akad tijarah adalah akad komersial yang dilakukan dengan tujuan mencari keuntungan, seperti dalam transaksi murabahah dan musyarakah.
6.

Fungsi utama dari sistem operasional perbankan syariah dalam penyaluran dana adalah…

  • A. Memberikan kredit dengan bunga tetap
  • B. Melakukan investasi langsung ke perusahaan
  • C. Menjamin simpanan nasabah tanpa risiko
  • D. Menyalurkan dana melalui akad yang sesuai syariah seperti jual beli, sewa, atau bagi hasil
Jawaban: D
Sistem operasional perbankan syariah menyalurkan dana melalui akad yang sesuai syariah, misalnya murabahah (jual beli), ijarah (sewa), atau mudarabah (bagi hasil).
7.

Tujuan utama Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS) adalah…

  • A. Memberikan pedoman akuntansi yang sesuai prinsip Islam
  • B. Menstandarkan pajak perusahaan syariah
  • C. Menggantikan PSAK konvensional untuk semua perusahaan
  • D. Mengatur penyaluran zakat perusahaan
Jawaban: A
KDPPLKS bertujuan memberikan pedoman penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, termasuk aspek transparansi dan akuntabilitas.
8.

Dalam penghimpunan dana perbankan syariah, prinsip mudarabah diterapkan untuk produk…

  • A. Tabungan wadiah
  • B. Giro wadiah
  • C. Deposito mudarabah
  • D. Pembiayaan murabahah
Jawaban: C
Deposito mudarabah menggunakan prinsip bagi hasil antara bank sebagai pengelola dan nasabah sebagai pemilik dana, sehingga termasuk penghimpunan dana syariah.
9.

Karakteristik utama akad mudarabah dalam penghimpunan dana adalah…

  • A. Bank bertindak sebagai pemilik dana
  • B. Keuntungan hanya untuk nasabah
  • C. Nasabah sebagai pemilik dana dan bank sebagai pengelola
  • D. Kerugian ditanggung bank sepenuhnya
Jawaban: C
Dalam mudarabah, nasabah bertindak sebagai shahibul mal (pemilik dana) dan bank sebagai mudharib (pengelola), dengan bagi hasil sesuai kesepakatan.
10.

Dalam akuntansi transaksi murabahah, pada saat penjualan aset, bank syariah akan mencatat…

  • A. Piutang murabahah sebesar harga pokok
  • B. Beban sebesar biaya perolehan
  • C. Pendapatan sebesar margin
  • D. Piutang murabahah sebesar harga jual
Jawaban: D
Saat penjualan murabahah, bank mencatat piutang murabahah sebesar harga jual (harga pokok ditambah margin), karena ini adalah kewajiban yang harus dibayar nasabah.
11.

Pada transaksi salam, risiko utama yang dihadapi bank adalah…

  • A. Pemasok gagal menyerahkan barang sesuai spesifikasi dan waktu
  • B. Harga barang naik drastis
  • C. Nasabah tidak membayar cicilan
  • D. Nilai tukar mata uang berfluktuasi
Jawaban: A
Transaksi salam adalah jual beli dengan pembayaran di muka dan penyerahan barang di kemudian hari, sehingga risiko utama adalah pemasok gagal menyerahkan barang sesuai spesifikasi dan waktu.
12.

Saat bank syariah bertindak sebagai penjual dalam akad istishna, pengakuan pendapatan dilakukan dengan metode…

  • A. Tunai
  • B. Persentase penyelesaian
  • C. Akrual penuh
  • D. Bagi hasil
Jawaban: B
Dalam istishna, pengakuan pendapatan dapat menggunakan metode persentase penyelesaian sesuai dengan kemajuan pekerjaan, karena akad ini bersifat pesanan.
13.

Pada transaksi ijarah, hak kepemilikan barang tetap berada di tangan…

  • A. Penyewa
  • B. Nasabah setelah akad selesai
  • C. Bank syariah sebagai perantara
  • D. Pemilik barang (muajjir)
Jawaban: D
Dalam ijarah, akad sewa-menyewa memberikan hak manfaat kepada penyewa, namun hak kepemilikan barang tetap berada di tangan pemilik (muajjir).
14.

Dalam akad hiwalah, bank syariah bertindak sebagai…

  • A. Pihak yang meminjamkan dana
  • B. Pihak yang membeli barang
  • C. Pihak yang menjamin pembayaran
  • D. Pihak yang mengalihkan utang
Jawaban: D
Hiwalah adalah akad pengalihan utang dari satu pihak ke pihak lain, sehingga bank syariah dapat bertindak sebagai pihak yang mengalihkan utang.
15.

Prinsip bagi hasil dalam akad mudarabah didasarkan pada…

  • A. Nisbah yang disepakati di awal
  • B. Pembagian modal awal
  • C. Keuntungan setelah pajak
  • D. Jumlah tenaga kerja
Jawaban: A
Dalam mudarabah, bagi hasil ditentukan berdasarkan nisbah (rasio) yang disepakati di awal akad, bukan jumlah modal atau tenaga kerja.
16.

Dalam musyarakah, ketika terjadi kerugian yang bukan karena kelalaian salah satu pihak, kerugian ditanggung…

  • A. Hanya oleh pihak yang memiliki modal
  • B. Sesuai proporsi modal masing-masing
  • C. Hanya oleh pengelola
  • D. Ditanggung bank sepenuhnya
Jawaban: B
Dalam musyarakah, kerugian ditanggung bersama oleh para pihak sesuai dengan proporsi modal yang disetor, kecuali kerugian akibat kelalaian.
17.

Dalam perbankan syariah, dana qardh biasanya digunakan untuk…

  • A. Pembiayaan usaha berisiko tinggi
  • B. Investasi jangka panjang
  • C. Pinjaman tanpa imbalan untuk tujuan sosial
  • D. Pembelian aset produktif
Jawaban: C
Qardh adalah pinjaman tanpa imbalan (kebajikan) yang bertujuan sosial, misalnya membantu nasabah yang membutuhkan dana mendesak tanpa bunga.
18.

Perkembangan akuntansi syariah tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pemikiran ekonomi Islam. Salah satu karakteristik utama yang membedakan akuntansi syariah dari akuntansi konvensional adalah…

  • A. fokus utamanya pada pencatatan transaksi berbasis bunga (riba) sebagai pendapatan utama
  • B. penggunaan nilai waktu uang (time value of money) dalam setiap pengukuran aset
  • C. pertanggungjawaban (accountability) tidak hanya kepada pemilik modal, tetapi juga kepada Allah SWT dan masyarakat
  • D. pemisahan total antara aset produktif dan aset non-produktif dalam laporan keuangan
Jawaban: C
Akuntansi syariah menekankan pertanggungjawaban vertikal kepada Allah SWT dan horizontal kepada manusia dan lingkungan, bukan hanya kepada pemilik modal sebagaimana akuntansi konvensional.
19.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) memiliki peran sentral dalam ekosistem perbankan syariah di Indonesia. Salah satu fungsi utama DSN-MUI adalah…

  • A. menetapkan fatwa yang menjadi landasan hukum bagi produk dan kegiatan usaha bank syariah
  • B. melakukan audit laporan keuangan tahunan setiap bank syariah
  • C. melatih dan menempatkan manajer risiko di setiap bank syariah
  • D. menjamin pembayaran klaim asuransi syariah bagi nasabah bank syariah
Jawaban: A
DSN-MUI berwenang menetapkan fatwa di bidang ekonomi syariah, termasuk perbankan syariah, yang mengikat dan menjadi rujukan operasional bank syariah.
20.

Transaksi jual beli yang pesanannya dilakukan dengan sistem indent dan pembayaran dapat dilakukan di muka, secara bertahap, atau di akhir, serta barangnya harus memiliki spesifikasi yang jelas, merupakan pengertian dari akad…

  • A. Murabahah
  • B. Salam
  • C. Istishna
  • D. Ijarah
Jawaban: C
Istishna adalah akad jual beli pesanan (indent) di mana pembayaran dapat dilakukan di muka, bertahap, atau di akhir, dan spesifikasi barang harus jelas. Murabahah adalah jual beli barang dengan menyebutkan harga pokok dan keuntungan, Salam adalah jual beli barang yang diserahkan di kemudian hari dengan pembayaran tunai di muka, sementara Ijarah adalah akad sewa.
21.

Dalam sistem operasional perbankan syariah, sumber dana pihak ketiga yang berasal dari titipan dengan jaminan pengembalian dana tersebut setiap saat apabila nasabah penitip menghendaki, disebut dengan akad…

  • A. Musyarakah
  • B. Wadiah yad amanah
  • C. Mudarabah mutlaqah
  • D. Wadiah yad dhamanah
Jawaban: D
Wadiah yad dhamanah adalah akad penitipan di mana bank sebagai penerima titipan dapat menggunakan dana tersebut dengan izin penitip dan bertanggung jawab penuh atas pengembaliannya setiap saat. Ini yang lazim diterapkan untuk produk giro dan tabungan wadiah.
22.

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan syariah adalah menyediakan informasi yang relevan bagi pengguna. Salah satu karakteristik kualitatif utama informasi akuntansi menurut KDPPLKS adalah…

  • A. materialitas dan biaya-manfaat
  • B. prioritas pada bentuk hukum daripada substansi ekonomi
  • C. konservatisme dan kehati-hatian
  • D. dapat dipahami, relevan, andal, dan dapat dibandingkan
Jawaban: D
KDPPLKS mengadopsi karakteristik kualitatif fundamental yaitu dapat dipahami, relevan, andal (reliable), dan dapat dibandingkan (comparable) sebagai dasar penyajian laporan keuangan syariah.
23.

Bank Syariah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan mudarabah. Dalam akad ini, kedudukan bank adalah sebagai…

  • A. mudharib (pengelola dana)
  • B. wadi (penitip)
  • C. shahibul mal (pemilik dana)
  • D. wakil (perwakilan)
Jawaban: A
Dalam tabungan mudarabah, nasabah bertindak sebagai shahibul mal (pemilik dana) dan bank sebagai mudharib (pengelola dana). Bank mengelola dana untuk kegiatan usaha dan keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati.
24.

Dalam akad Murabahah, bank membelikan barang yang diinginkan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah dengan harga pokok ditambah margin keuntungan yang disepakati. Jurnal yang tepat saat bank menyerahkan barang kepada nasabah adalah…

  • A. Debit: Persediaan, Kredit: Kas
  • B. Debit: Persediaan, Kredit: Utang Murabahah
  • C. Debit: Kas, Kredit: Piutang Murabahah
  • D. Debit: Piutang Murabahah, Kredit: Persediaan
Jawaban: D
Saat barang diserahkan kepada nasabah, bank mengakui piutang murabahah sebesar harga jual dan mengeluarkan persediaan barang. Jurnalnya adalah Debit Piutang Murabahah (sebesar harga jual) dan Kredit Persediaan (sebesar harga pokok) serta selisihnya sebagai margin murabahah ditangguhkan.
25.

Transaksi Salam adalah jual beli barang dengan pembayaran tunai di muka dan penyerahan barang di kemudian hari. Pada saat pembayaran di muka diterima bank dari nasabah pemesan, maka jurnal yang dibuat bank syariah adalah…

  • A. Debit: Kas, Kredit: Piutang Salam
  • B. Debit: Kas, Kredit: Pendapatan Salam
  • C. Debit: Kas, Kredit: Utang Salam
  • D. Debit: Persediaan Salam, Kredit: Kas
Jawaban: C
Ketika bank sebagai penjual menerima pembayaran di muka dari nasabah (pembeli), bank mengakui kewajiban untuk menyerahkan barang di masa depan. Jurnalnya adalah Debit Kas, Kredit Utang Salam (kewajiban menyerahkan barang).
26.

Bank syariah menyewakan mobil kepada nasabah dengan akad Ijarah. Setelah masa sewa berakhir, mobil tersebut tidak beralih kepemilikannya. Dalam pencatatan akuntansi bank, mobil yang disewakan tersebut diklasifikasikan sebagai…

  • A. Aset Tetap
  • B. Piutang Ijarah
  • C. Aset Ijarah
  • D. Persediaan
Jawaban: C
Aset Ijarah adalah aset yang diperuntukkan khusus untuk disewakan dengan akad ijarah. Aset ini dicatat terpisah dari aset tetap yang digunakan untuk operasional bank.
27.

Akad Hiwalah dalam perbankan syariah adalah akad pengalihan hutang. Dalam praktiknya, hiwalah digunakan untuk…

  • A. memindahkan tagihan dari satu pihak kepada pihak lain yang memiliki piutang kepada pihak pertama
  • B. menyewakan barang dengan opsi kepemilikan di akhir
  • C. kerja sama antara bank dan nasabah di mana bank menyediakan modal 100%
  • D. jual beli barang dengan cicilan tanpa menyebutkan margin
Jawaban: A
Hiwalah adalah akad pengalihan hutang dari satu pihak (muhil) kepada pihak lain (muhal 'alaih) yang memiliki piutang kepada muhil. Ini digunakan sebagai solusi pengalihan tagihan dalam perbankan syariah.
28.

Dalam akad Mudarabah, bank syariah berperan sebagai shahibul mal (pemilik dana) dan nasabah sebagai mudharib (pengelola). Jika usaha yang dijalankan mudharib mengalami kerugian yang bukan disebabkan oleh kelalaian mudharib, maka kerugian tersebut ditanggung oleh…

  • A. nasabah (mudharib) saja
  • B. bank syariah (shahibul mal) saja
  • C. bank dan nasabah secara bersama-sama sesuai porsi modal
  • D. pihak ketiga penjamin
Jawaban: B
Dalam mudarabah, kerugian usaha di luar kelalaian mudharib ditanggung sepenuhnya oleh shahibul mal (pemilik dana). Mudharib hanya kehilangan waktu dan tenaga, bukan modal. Ini prinsip bagi hasil di mana kerugian bisnis menjadi risiko pemodal.
29.

Dalam akad Musyarakah, bank syariah dan nasabah sama-sama menyetorkan modal untuk suatu usaha. Pada akhir periode, usaha tersebut memperoleh laba. Berdasarkan PSAK Syariah, laba tersebut dibagi…

  • A. sesuai porsi modal masing-masing, kecuali disepakati lain
  • B. sama rata antara bank dan nasabah
  • C. seluruhnya kepada nasabah sebagai pengelola
  • D. 100% menjadi hak bank sampai modal bank kembali
Jawaban: A
Pembagian laba dalam musyarakah dilakukan berdasarkan nisbah yang disepakati di awal akad, yang boleh tidak sama dengan porsi modal. Namun jika tidak ada kesepakatan khusus, laba dibagi sesuai porsi modal masing-masing.
30.

Bank syariah menerima Zakat dari muzakki (pembayar zakat). Dalam akuntansi zakat, zakat yang diterima tersebut dicatat sebagai…

  • A. Pendapatan bank
  • B. Aset tidak berwujud
  • C. Ekuitas bank
  • D. Liabilitas (kewajiban) bank
Jawaban: D
Zakat yang diterima bank syariah bersifat amanah yang harus disalurkan kepada mustahik sesuai syariat. Oleh karena itu, zakat dicatat sebagai liabilitas di neraca sampai disalurkan. Zakat tidak boleh diakui sebagai pendapatan bank.
31.

Akad Qardh adalah pinjaman kebajikan tanpa imbalan. Dalam perbankan syariah, akad Qardh biasanya digunakan untuk…

  • A. pembiayaan modal kerja jangka panjang
  • B. pinjaman talangan dana atau dana sosial yang bersifat sementara dan tanpa bunga
  • C. investasi proyek besar dengan bagi hasil
  • D. simpanan giro yang dapat diambil setiap saat dengan bonus
Jawaban: B
Qardh adalah pinjaman yang bersifat sosial tanpa imbalan. Bank syariah menyediakan dana qardh untuk tujuan talangan (pinjaman sementara) atau dana sosial, dan peminjam hanya wajib mengembalikan pokok pinjaman.
32.

Transaksi Istishna paralel adalah ketika bank syariah memesan barang kepada pemasok untuk kemudian dijual kepada nasabah. Dalam pencatatan akuntansi bank, setelah menerima barang dari pemasok, bank mencatatnya sebagai…

  • A. Aset Istishna (persediaan)
  • B. Piutang Istishna
  • C. Beban Istishna
  • D. Utang Istishna
Jawaban: A
Dalam istishna paralel, saat bank menerima barang dari pemasok, bank akan mencatat barang tersebut sebagai Aset Istishna (atau persediaan) sebelum diserahkan kepada nasabah. Setelah diserahkan, baru diakui piutang istishna dari nasabah.
33.

Salah satu prinsip dasar transaksi syariah adalah bahwa setiap transaksi harus bebas dari gharar. Gharar dalam transaksi keuangan syariah diartikan sebagai…

  • A. pembagian keuntungan secara sepihak
  • B. ketidakjelasan atau ketidakpastian yang berlebihan yang dapat merugikan salah satu pihak
  • C. adanya unsur bunga yang ditentukan di muka
  • D. transaksi yang dilakukan secara tunai tanpa bukti tertulis
Jawaban: B
Gharar berarti ketidakjelasan, keraguan, atau risiko yang tidak pasti dalam transaksi. Islam melarang transaksi yang mengandung gharar berlebihan karena dapat menimbulkan perselisihan dan ketidakadilan.
34.

Berdasarkan KDPPLKS, laporan keuangan syariah harus disajikan dengan tujuan memberikan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan. Informasi tentang kemampuan bank dalam membayar kewajiban jangka pendek ditunjukkan dalam laporan…

  • A. Laporan Laba Rugi
  • B. Neraca (Laporan Posisi Keuangan)
  • C. Laporan Perubahan Ekuitas
  • D. Laporan Arus Kas
Jawaban: B
Neraca menyajikan informasi posisi keuangan, termasuk aset lancar dan liabilitas jangka pendek, yang memungkinkan pengguna menilai likuiditas dan solvabilitas bank syariah dalam jangka pendek.
35.

Perkembangan akuntansi syariah modern tidak dapat dipisahkan dari perkembangan lembaga keuangan syariah. Salah satu peristiwa penting yang menandai era modern akuntansi syariah adalah berdirinya Bank Islam pertama di dunia. Di negara manakah bank syariah modern pertama kali didirikan?

  • A. Arab Saudi
  • B. Pakistan
  • C. Mesir
  • D. Malaysia
Jawaban: C
Bank syariah modern pertama adalah Mit Ghamr Bank yang didirikan di Mesir pada tahun 1963 oleh Ahmad El-Najjar.
36.

Dalam sistem keuangan syariah, dewan pengawas syariah memiliki peran penting untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip Islam. Lembaga manakah di Indonesia yang memiliki kewenangan tertinggi dalam menetapkan fatwa terkait produk dan aktivitas perbankan syariah?

  • A. Badan Wakaf Indonesia
  • B. Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • C. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • D. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI)
Jawaban: D
DSN MUI adalah lembaga yang memiliki kewenangan menetapkan fatwa terkait kegiatan usaha perbankan syariah di Indonesia.
37.

Bank syariah beroperasi dengan prinsip yang berbeda dari bank konvensional. Prinsip dasar yang membedakan bank syariah adalah larangan terhadap riba dan penerapan sistem bagi hasil. Apa yang dimaksud dengan prinsip mudarabah dalam operasional bank syariah?

  • A. Akad kerja sama usaha antara dua pihak di mana satu pihak menyediakan modal dan pihak lain menyediakan keahlian
  • B. Akad jual beli barang dengan harga jual sebesar harga perolehan ditambah keuntungan yang disepakati
  • C. Akad sewa menyewa barang atau jasa dengan imbalan
  • D. Akad pinjaman tanpa bunga yang wajib dikembalikan
Jawaban: A
Mudarabah adalah akad kerja sama usaha antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola (mudarib) di mana keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati.
38.

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (KDPPLKS) menjadi acuan utama dalam penyusunan laporan keuangan entitas syariah. Tujuan laporan keuangan syariah menurut KDPPLKS tidak hanya menyediakan informasi keuangan tetapi juga informasi kepatuhan terhadap prinsip syariah. Informasi apakah yang secara khusus harus diungkapkan untuk menunjukkan kepatuhan syariah tersebut?

  • A. Informasi laba per saham
  • B. Informasi perubahan harga pasar
  • C. Informasi zakat, dana kebajikan, dan pendapatan nonhalal
  • D. Informasi arus kas perusahaan
Jawaban: C
KDPPLKS menekankan pengungkapan informasi terkait zakat, dana kebajikan (qardh), dan pendapatan nonhalal sebagai bentuk akuntabilitas syariah.
39.

Penghimpunan dana di bank syariah dilakukan melalui berbagai akad syariah. Salah satu produk penghimpunan dana adalah giro wadiah. Karakteristik utama dari akad wadiah yad dhamanah pada giro adalah…

  • A. Bank dapat menggunakan dana tanpa izin nasabah dan nasabah mendapatkan bagi hasil
  • B. Bank dapat menggunakan dana dengan izin nasabah dan bank menjamin pengembalian dana
  • C. Bank tidak boleh menggunakan dana dan nasabah dikenakan biaya penitipan
  • D. Bank hanya boleh menggunakan dana untuk proyek tertentu yang disetujui nasabah
Jawaban: B
Pada akad wadiah yad dhamanah, bank dapat menggunakan dana titipan dengan izin nasabah dan bank bertanggung jawab penuh atas pengembalian dana tersebut.
40.

Murabahah merupakan salah satu produk pembiayaan syariah dengan prinsip jual beli. Dalam transaksi murabahah, bank syariah bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Kapan keuntungan (margin) murabahah diakui oleh bank syariah menurut PSAK 102?

  • A. Diakui seluruhnya pada saat akad ditandatangani
  • B. Diakui secara proporsional selama periode akad sesuai dengan metode anuitas atau proporsional
  • C. Diakui hanya pada saat nasabah melunasi seluruh pembiayaan
  • D. Diakui pada saat barang diserahkan kepada nasabah
Jawaban: B
Menurut PSAK 102, margin murabahah diakui selama periode akad secara proporsional dengan menggunakan metode anuitas atau proporsional (effective yield method).
41.

Akad salam adalah jual beli barang yang dipesan dengan pembayaran tunai di muka dan penyerahan barang di kemudian hari. Dalam akuntansi salam, bank syariah dapat bertindak sebagai pembeli (salam paralel). Bagaimana perlakuan akuntansi atas uang muka yang diterima bank dari pembeli akhir dalam akad salam paralel?

  • A. Dicatat sebagai utang
  • B. Dicatat sebagai pendapatan diterima di muka
  • C. Dicatat sebagai kewajiban sebesar dana yang diterima
  • D. Dicatat sebagai modal disetor
Jawaban: C
Dalam salam paralel, uang muka yang diterima bank dari pembeli akhir dicatat sebagai kewajiban (liabilitas) karena bank harus menyerahkan barang pada masa depan.
42.

Istishna adalah akad jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan harga yang disepakati. Jika terjadi pembatalan akad istishna oleh nasabah setelah bank syariah memulai proses produksi, bagaimana perlakuan akuntansi atas biaya yang telah dikeluarkan bank?

  • A. Biaya dibebankan seluruhnya ke nasabah sebagai denda
  • B. Biaya diakui sebagai kerugian dan dibebankan ke laba rugi
  • C. Biaya dikapitalisasi sebagai aset tetap
  • D. Biaya ditangguhkan hingga terjadi akad baru
Jawaban: B
Jika akad istishna dibatalkan oleh nasabah, biaya yang telah dikeluarkan bank tidak dapat ditagihkan dan harus diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi.
43.

Ijarah adalah akad sewa menyewa barang atau jasa. Dalam akuntansi ijarah, bank syariah sebagai pemberi sewa (mu'jir) mengakui aset ijarah. Bagaimana penyusutan aset ijarah dilakukan?

  • A. Tidak disusutkan karena aset ijarah bukan milik bank
  • B. Disusutkan selama masa sewa dengan metode garis lurus
  • C. Disusutkan hanya pada saat akhir masa sewa
  • D. Disusutkan sesuai dengan kebijakan akuntansi aset tetap bank
Jawaban: D
Aset ijarah disusutkan sesuai kebijakan akuntansi aset tetap yang dimiliki bank, yaitu selama umur ekonomis aset tersebut.
44.

Hiwalah adalah akad pengalihan utang dari satu pihak ke pihak lain. Dalam perbankan syariah, hiwalah digunakan untuk memfasilitasi transaksi anjak piutang. Jika bank syariah sebagai muhal (penerima pengalihan) menerima tagihan, bagaimana pencatatan akuntansinya?

  • A. Mencatat piutang hiwalah dan kewajiban hiwalah
  • B. Mencatat aset hiwalah dan utang hiwalah
  • C. Mencatat piutang hiwalah dan pendapatan hiwalah
  • D. Mencatat kas dan pendapatan hiwalah
Jawaban: A
Saat bank menerima tagihan hiwalah, bank mencatat piutang hiwalah (tagihan kepada pihak yang berutang) dan kewajiban hiwalah (kewajiban kepada pihak yang mengalihkan utang).
45.

Mudarabah adalah akad kerja sama bagi hasil di mana bank sebagai pemilik dana (shahibul maal). Dalam akuntansi mudarabah, jika terjadi kerugian usaha yang bukan disebabkan oleh kelalaian pengelola (mudarib), bagaimana perlakuan atas kerugian tersebut?

  • A. Kerugian ditanggung sepenuhnya oleh bank
  • B. Kerugian ditanggung sepenuhnya oleh mudarib
  • C. Kerugian ditanggung bersama sesuai nisbah bagi hasil
  • D. Kerugian ditutup oleh dana cadangan bank
Jawaban: A
Dalam akad mudarabah, kerugian yang bukan karena kelalaian mudarib ditanggung sepenuhnya oleh pemilik dana (bank), karena mudarib kehilangan waktu dan tenaga.
46.

Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dan keahlian. Keuntungan dalam musyarakah dibagi sesuai kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung sesuai…

  • A. Kesepakatan bersama
  • B. Porsi kontribusi modal masing-masing pihak
  • C. Keputusan mayoritas pemilik modal
  • D. Proporsi keahlian masing-masing pihak
Jawaban: B
Dalam musyarakah, kerugian harus ditanggung sesuai porsi kontribusi modal masing-masing pihak, sedangkan keuntungan dapat dibagi sesuai kesepakatan.
47.

Zakat merupakan kewajiban bagi bank syariah sebagai entitas bisnis. Dalam perhitungan zakat bank syariah, zakat dihitung atas dasar apa?

  • A. Laba bersih sebelum pajak
  • B. Total aset dikurangi kewajiban jangka pendek
  • C. Nilai aset produktif neto yang telah mencapai nisab dan haul
  • D. Modal disetor ditambah cadangan
Jawaban: C
Zakat bank syariah dihitung dari aset produktif neto (aset produktif dikurangi kewajiban yang diterima bank) yang telah memenuhi syarat nisab dan haul.
48.

Qardh adalah pinjaman kebajikan tanpa imbalan yang diberikan bank syariah. Sumber dana utama untuk penyaluran qardh berasal dari…

  • A. Dana pihak ketiga
  • B. Modal bank
  • C. Dana kebajikan (qardh fund) yang berasal dari denda, infak, sedekah, dan sumber nonhalal
  • D. Keuntungan operasional bank
Jawaban: C
Dana qardh bersumber dari dana kebajikan yang terkumpul dari denda, infak, sedekah, dan pendapatan nonhalal yang tidak dapat diakui sebagai pendapatan.
49.

Dalam PSAK 105 tentang Mudarabah, jika bank syariah memberikan pembiayaan mudarabah dan nasabah memberikan jaminan, bagaimana perlakuan jaminan tersebut?

  • A. Jaminan dicatat sebagai aset bank
  • B. Jaminan tidak diakui sebagai aset bank tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
  • C. Jaminan dicatat sebagai piutang bank
  • D. Jaminan dicatat sebagai kewajiban bank
Jawaban: B
Jaminan dalam akad mudarabah tidak diakui sebagai aset bank. Jaminan hanya diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan sebagai komitmen dan kontinjensi.
50.

Laporan keuangan bank syariah memiliki komponen yang berbeda dengan bank konvensional. Salah satu laporan yang khusus disajikan oleh bank syariah adalah Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat. Tujuan utama laporan ini adalah…

  • A. Menunjukkan kemampuan bank dalam mengelola zakat untuk investasi
  • B. Memberikan informasi tentang sumber perolehan dana zakat dan penyalurannya sesuai syariah
  • C. Menghitung kewajiban pajak bank atas dana zakat
  • D. Menilai profitabilitas bank dari aktivitas pengelolaan zakat
Jawaban: B
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat bertujuan untuk memberikan informasi transparan mengenai sumber penerimaan dana zakat dan bagaimana dana tersebut disalurkan sesuai ketentuan syariah.

Latihan soal di atas bikin sadar beda murabahah sama mudarabah itu ternyata remeh-temeh kalau belum paham pembiayaan salam dan istishna. Padahal di UAS nanti, soal musyarakah dan hiwalah juga jadi andalan buat ngetes nalar. Udah tahu konsep dasar KDPPLKS dan peran DSN MUI belum? Soal UT biasanya bawa cerita kasus yang butuh bedah alur transaksi, jadi jangan cuma hafalin jurnal. Ada banyak kumpulan soal UAS UT lain di sini buat nambah jam terbang.

Kalau di EKSA4202 Akuntansi Perbankan Syariah bagian qardh dan zakat masih terasa asing, coba ulang lagi bedanya akad tijarah dan tabarru. Soal UAS UT paling sering nguji aplikasi akuntansi hibah dan pembiayaan. Bayar pajak aja bisa salah perhitungan, apalagi debat soal prinsip syariah di Modul 2, itu yang bikin nilai UTM aman tapi UO jeblok. Santai aja, yang penting mulai dari latihan yang paling bikin ragu.

Bagikan

error: Content is protected !!