💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT EKSA4401 Manajemen Risiko dan Asuransi Syariah Beserta Kunci Jawaban

Soal UT EKSA4401 Manajemen Risiko dan Asuransi Syariah
Soal UT EKSA4401 Manajemen Risiko dan Asuransi Syariah

Ngomong-ngomong soal risiko di lembaga keuangan syariah, topik di Modul 1 default risk memang bikin garuk-garuk kepala sendiri. Apalagi pas nyambungin ke konsep underwriting di Modul 8 yang prosedurnya beda dari asuransi konvensional. Dua modul itu pasti jadi andalan dosen bikin soal. Bank soal UT yang kami sediakan di halaman ini fokus banget ngebahas bagian pelik seperti itu.

Modul 2 tentang prinsip keuangan Islam dan Modul 7 soal produk asuransi syariah sering jadi jebakan kalau cuma dihafal. Bukan karena materinya berat, tapi karena logika wadiah dan wakalah harus dipahami utuh baru bisa ngejawab soal. Coba mulai dari kisi-kisi di dua modul itu dulu. Kumpulan soal UT Ekonomi Syariah ini disusun biar kamu bisa langsung praktek bedain produk mana yang pakai akad apa.

EKSA4401 Manajemen Risiko dan Asuransi Syariah di bawah ini nyerempet inti tiap KB, dari regulasi di Modul 9 sampai mekanisme dana di Modul 8. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan, jadi nggak cuma tahu mana yang bener tapi kenapa itu bener. Soal UAS Universitas Terbuka di sini cocok buat kamu yang males baca modul tebal-tebal tapi tetap mau nilai oke.

Soal UT EKSA4401 Manajemen Risiko dan Asuransi Syariah

1.

Suatu bank syariah memiliki risiko gagal bayar dari nasabah pembiayaan, risiko ini termasuk ke dalam kategori risiko apa?

  • A. Risiko Kredit
  • B. Risiko Pasar
  • C. Risiko Likuiditas
  • D. Risiko Operasional
Jawaban: A
Risiko gagal bayar merupakan definisi dari risiko kredit, yaitu risiko ketika pihak lawan tidak memenuhi kewajibannya.
2.

Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mengenai proses manajemen risiko?

  • A. Proses manajemen risiko bersifat dinamis dan berulang
  • B. Identifikasi risiko hanya dilakukan sekali di awal
  • C. Evaluasi risiko tidak memerlukan data historis
  • D. Mitigasi risiko bertujuan menghilangkan semua risiko
Jawaban: A
Proses manajemen risiko bersifat siklis dan berkelanjutan, mencakup identifikasi, pengukuran, mitigasi, dan pemantauan yang dilakukan secara terus menerus.
3.

Sistem keuangan Islam melarang praktik riba. Dalam konteks lembaga keuangan, larangan ini secara langsung berdampak pada…

  • A. Larangan investasi pada sektor properti
  • B. Larangan memberikan bonus kepada nasabah
  • C. Larangan penerapan bunga pada transaksi pinjaman
  • D. Larangan melakukan jual beli
Jawaban: C
Riba secara spesifik merujuk pada tambahan atau bunga yang dipersyaratkan dalam transaksi pinjaman, sehingga dilarang dalam sistem keuangan Islam.
4.

Produk keuangan syariah yang menggunakan akad kerjasama antara pemilik modal dan pengelola usaha dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang disepakati disebut…

  • A. Murabahah
  • B. Ijarah
  • C. Wakalah
  • D. Mudharabah
Jawaban: D
Mudharabah adalah akad kerjasama antara shahibul maal (pemilik modal) dan mudharib (pengelola) dengan bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati.
5.

Salah satu risiko unik yang melekat pada lembaga keuangan syariah dan tidak ditemukan pada lembaga keuangan konvensional adalah risiko…

  • A. Risiko tingkat suku bunga
  • B. Risiko nilai tukar
  • C. Risiko reputasi
  • D. Risiko kepatuhan syariah
Jawaban: D
Risiko kepatuhan syariah adalah risiko yang timbul akibat ketidakpatuhan terhadap prinsip syariah, yang merupakan risiko spesifik bagi lembaga keuangan syariah.
6.

Dalam regulasi lembaga keuangan syariah di Indonesia, lembaga yang memiliki wewenang untuk mengawasi kepatuhan terhadap prinsip syariah pada bank syariah adalah…

  • A. Otoritas Jasa Keuangan
  • B. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia
  • C. Bank Indonesia
  • D. Lembaga Penjamin Simpanan
Jawaban: B
Dewan Syariah Nasional MUI memiliki wewenang untuk menetapkan fatwa dan mengawasi kepatuhan syariah pada lembaga keuangan syariah di Indonesia.
7.

Tujuan utama dari asuransi adalah untuk…

  • A. Menghilangkan risiko sepenuhnya
  • B. Memberikan kepastian keuntungan bagi tertanggung
  • C. Menghimpun dana dari masyarakat untuk investasi
  • D. Mengalihkan risiko kerugian finansial dari tertanggung kepada penanggung
Jawaban: D
Fungsi dasar asuransi adalah transfer risiko, di mana risiko kerugian finansial dialihkan dari tertanggung ke penanggung melalui pembayaran premi.
8.

Suatu risiko yang dapat diasuransikan harus memenuhi karakteristik tertentu. Salah satu karakteristik tersebut adalah…

  • A. Kerugian harus bersifat spekulatif
  • B. Jumlah tertanggung harus sedikit
  • C. Risiko harus terjadi secara pasti dan tidak acak
  • D. Kerugian harus dapat diperkirakan dan diukur
Jawaban: D
Risiko yang dapat diasuransikan harus bersifat murni dan kerugiannya harus dapat diperkirakan serta diukur secara finansial.
9.

Prinsip dasar dalam asuransi syariah yang membedakannya dari asuransi konvensional adalah adanya akad…

  • A. Tolong menolong (at-ta'awun)
  • B. Sewa menyewa (al-ijarah)
  • C. Jual beli (al-bai)
  • D. Pertanggungan (at-ta'min)
Jawaban: A
Asuransi syariah didasarkan pada prinsip tolong menolong (ta'awun) dalam kebaikan dan ketakwaan, bukan pada prinsip pertanggungan risiko yang bersifat komersial semata.
10.

Dalam asuransi syariah, dana kontribusi peserta dikelola dengan akad tertentu. Jika akad yang digunakan adalah akad tijarah, maka dana tersebut dikelola secara…

  • A. Sosial tanpa imbal hasil
  • B. Mudharabah (bagi hasil)
  • C. Pinjaman tanpa bunga
  • D. Hibah
Jawaban: B
Akad tijarah adalah akad yang bersifat komersial, sehingga dana dikelola dengan prinsip bagi hasil seperti mudharabah atau musyarakah untuk menghasilkan keuntungan.
11.

Landasan hukum utama asuransi syariah di Indonesia yang mengatur tentang prinsip dan operasional perusahaan asuransi syariah adalah…

  • A. Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001
  • B. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
  • C. Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian
  • D. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang
Jawaban: C
Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian merupakan landasan hukum utama yang mengatur seluruh kegiatan usaha perasuransian termasuk asuransi syariah di Indonesia.
12.

Perusahaan asuransi syariah yang menjalankan usaha dengan menggabungkan fungsi asuransi dengan fungsi investasi, di mana peserta juga bertindak sebagai investor, disebut…

  • A. Asuransi umum
  • B. Asuransi jiwa
  • C. Reasuransi
  • D. Asuransi kerugian
Jawaban: B
Asuransi jiwa syariah umumnya menggabungkan unsur tabungan dan investasi (unsur proteksi dan investasi) sehingga peserta bisa mendapatkan manfaat investasi.
13.

Produk asuransi syariah yang memberikan perlindungan terhadap risiko kerusakan atau kehilangan kendaraan bermotor adalah contoh dari…

  • A. Asuransi umum syariah
  • B. Asuransi kesehatan syariah
  • C. Asuransi jiwa syariah
  • D. Asuransi pendidikan syariah
Jawaban: A
Asuransi kendaraan bermotor termasuk dalam kategori asuransi umum syariah karena melindungi harta benda (kerugian) bukan jiwa.
14.

Dalam mekanisme kerja asuransi syariah, kontrak antara peserta dengan perusahaan asuransi disebut sebagai akad…

  • A. Ijarah
  • B. Takaful
  • C. Wakalah bil Ujrah
  • D. Mudharabah
Jawaban: B
Takaful adalah istilah untuk kontrak atau akad asuransi syariah, yang secara harfiah berarti saling menanggung.
15.

Proses underwriting dalam asuransi syariah bertujuan untuk…

  • A. Menentukan besarnya komisi agen
  • B. Menghitung laba perusahaan
  • C. Menilai risiko calon peserta dan menetapkan kontribusi yang sesuai
  • D. Memasarkan produk asuransi
Jawaban: C
Underwriting adalah proses seleksi risiko untuk menilai tingkat risiko dari calon peserta dan menetapkan besaran premi atau kontribusi yang sesuai.
16.

Urgensi regulasi dalam industri asuransi syariah adalah untuk…

  • A. Melindungi kepentingan pemegang polis dan menjaga stabilitas industri
  • B. Membatasi jumlah perusahaan asuransi
  • C. Menyeragamkan produk asuransi
  • D. Menghilangkan persaingan antar perusahaan
Jawaban: A
Regulasi bertujuan memberikan perlindungan kepada konsumen (peserta) serta menjaga kesehatan dan stabilitas industri asuransi secara keseluruhan.
17.

Berdasarkan regulasi asuransi syariah di Indonesia, perusahaan asuransi syariah wajib memiliki…

  • A. Dewan Komisaris
  • B. Dewan Direksi
  • C. Dewan Pengawas Syariah
  • D. Dewan Audit
Jawaban: C
Perusahaan asuransi syariah diwajibkan memiliki Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi kepatuhan produk dan operasional terhadap prinsip syariah.
18.

Manakah dari berikut ini yang merupakan definisi risiko dalam konteks lembaga keuangan?

  • A. Kepastian akan kerugian
  • B. Peluang untuk mendapatkan keuntungan
  • C. Ketidakpastian yang menimbulkan kerugian finansial
  • D. Variabilitas pendapatan
Jawaban: C
Risiko dalam lembaga keuangan mengacu pada ketidakpastian yang dapat menyebabkan kerugian finansial, sesuai dengan konsep dasar risiko.
19.

Apa yang membedakan sistem keuangan Islam dengan sistem konvensional?

  • A. Bebas dari regulasi agama
  • B. Penggunaan bunga sebagai instrumen utama
  • C. Fokus pada keuntungan maksimal
  • D. Larangan riba dan gharar
Jawaban: D
Sistem keuangan Islam melarang riba (bunga) dan gharar (ketidakpastian berlebihan), menjadi dasar perbedaan utama dengan sistem konvensional.
20.

Risiko apa yang khas dihadapi oleh lembaga keuangan syariah terkait kepatuhan pada prinsip syariah?

  • A. Risiko kepatuhan syariah
  • B. Risiko likuiditas
  • C. Risiko pasar
  • D. Risiko kredit
Jawaban: A
Risiko kepatuhan syariah muncul ketika lembaga tidak memenuhi prinsip syariah, menjadi risiko karakteristik lembaga keuangan syariah.
21.

Tujuan utama dari asuransi adalah untuk…

  • A. Meningkatkan keuntungan perusahaan
  • B. Menghilangkan semua risiko
  • C. Mengalihkan risiko kepada pihak lain
  • D. Menciptakan risiko baru
Jawaban: C
Tujuan asuransi adalah mengalihkan risiko finansial dari tertanggung kepada penanggung melalui premi.
22.

Dalam konteks asuransi syariah, konsep tolong-menolong diwujudkan melalui prinsip…

  • A. Mudharabah
  • B. Tabarru'
  • C. Ijarah
  • D. Wakalah
Jawaban: B
Tabarru' adalah dana donasi yang digunakan untuk saling menanggung risiko, mencerminkan prinsip tolong-menolong.
23.

Landasan hukum asuransi syariah di Indonesia terutama bersumber dari…

  • A. Fatwa DSN-MUI
  • B. Undang-Undang Perbankan
  • C. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang
  • D. Peraturan OJK tentang asuransi konvensional
Jawaban: A
Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia menjadi landasan utama operasional asuransi syariah.
24.

Jenis usaha perasuransian yang menyediakan produk untuk melindungi jiwa disebut…

  • A. Asuransi jiwa
  • B. Asuransi kerugian
  • C. Reasuransi
  • D. Asuransi sosial
Jawaban: A
Asuransi jiwa adalah jenis usaha yang fokus memberikan perlindungan atas risiko kematian atau hidup tertanggung.
25.

Salah satu produk asuransi syariah yang menggabungkan tabungan dan perlindungan adalah…

  • A. Asuransi jiwa murni
  • B. Asuransi pendidikan
  • C. Asuransi mikro
  • D. Asuransi dengan unsur investasi (link)
Jawaban: D
Produk asuransi syariah dengan unsur investasi menggabungkan manfaat perlindungan dan tabungan atau investasi.
26.

Dalam pengelolaan kontrak asuransi syariah, akad yang digunakan antara peserta dan perusahaan adalah…

  • A. Akad ijarah
  • B. Akad wakalah bil ujrah
  • C. Akad mudharabah
  • D. Akad musyarakah
Jawaban: B
Wakalah bil ujrah adalah akad pemberian kuasa dengan imbalan, umum digunakan dalam pengelolaan dana asuransi syariah.
27.

Regulasi asuransi syariah di Indonesia diatur dalam…

  • A. UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
  • B. UU No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian
  • C. PP No. 39 Tahun 2018 tentang Asuransi
  • D. Fatwa DSN-MUI No. 21
Jawaban: B
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian menjadi kerangka regulasi utama, termasuk untuk asuransi syariah.
28.

Proses manajemen risiko yang pertama dalam suatu sistem adalah…

  • A. Identifikasi risiko
  • B. Evaluasi risiko
  • C. Mitigasi risiko
  • D. Monitoring risiko
Jawaban: A
Langkah awal manajemen risiko adalah identifikasi risiko untuk mengenali potensi kerugian yang mungkin terjadi.
29.

Instrumen keuangan Islam yang paling mendasar adalah…

  • A. Sukuk
  • B. Obligasi
  • C. Saham
  • D. Derivatif
Jawaban: A
Sukuk adalah instrumen keuangan Islam yang setara dengan obligasi, tetapi berdasarkan prinsip syariah tanpa bunga.
30.

Salah satu risiko dalam asuransi konvensional yang juga ditemui pada asuransi syariah adalah…

  • A. Risiko valuta asing
  • B. Risiko suku bunga
  • C. Risiko moral
  • D. Risiko politik
Jawaban: C
Risiko moral, seperti perilaku tidak jujur tertanggung, dapat terjadi di kedua jenis asuransi meskipun ada perbedaan prinsip.
31.

Manfaat asuransi syariah bagi peserta antara lain…

  • A. Bebas dari premi
  • B. Menghindari semua risiko
  • C. Jaminan keuntungan pasti
  • D. Perlindungan risiko dan investasi halal
Jawaban: D
Asuransi syariah memberikan perlindungan risiko sekaligus kesempatan investasi yang sesuai syariah.
32.

Dalam sejarah asuransi syariah di Indonesia, pendirian perusahaan asuransi syariah pertama dipelopori oleh…

  • A. PT Asuransi Jiwasraya
  • B. PT Asuransi Takaful Keluarga
  • C. PT Asuransi Bumiputera
  • D. PT Asuransi Prudential
Jawaban: B
PT Asuransi Takaful Keluarga merupakan perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia yang berdiri pada 1994.
33.

Dana underwriting dalam asuransi syariah digunakan untuk…

  • A. Operasional pemasaran
  • B. Keuntungan perusahaan
  • C. Investasi bebas risiko
  • D. Membayar klaim peserta
Jawaban: D
Dana underwriting, dari kontribusi peserta, dialokasikan terutama untuk membayar klaim jika terjadi risiko.
34.

Regulasi asuransi syariah bertujuan untuk…

  • A. Mengurangi persaingan pasar
  • B. Memaksimalkan keuntungan perusahaan
  • C. Melindungi kepentingan peserta dan kepatuhan syariah
  • D. Mempermudah investasi asing
Jawaban: C
Tujuan regulasi adalah memberikan perlindungan kepada peserta dan memastikan operasional sesuai prinsip syariah.
35.

Risiko yang timbul akibat ketidakmampuan debitur memenuhi kewajibannya disebut risiko apa?

  • A. Risiko likuiditas
  • B. Risiko kredit
  • C. Risiko pasar
  • D. Risiko operasional
Jawaban: B
Risiko kredit adalah risiko gagal bayar dari pihak lawan transaksi.
36.

Dalam proses manajemen risiko, tahap identifikasi risiko bertujuan untuk…

  • A. Mengenali jenis dan sumber risiko
  • B. Menentukan besaran kerugian
  • C. Memilih teknik mitigasi risiko
  • D. Mengevaluasi efektivitas pengendalian
Jawaban: A
Identifikasi risiko adalah proses mengenali risiko yang mungkin dihadapi organisasi.
37.

Prinsip keuangan Islam yang melarang riba berarti…

  • A. Larangan spekulasi
  • B. Larangan ketidakpastian
  • C. Larangan bunga
  • D. Larangan investasi haram
Jawaban: C
Riba secara syariah adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi pinjam meminjam uang.
38.

Produk keuangan syariah yang menggunakan akad jual beli dengan margin keuntungan disebut…

  • A. Mudharabah
  • B. Murabahah
  • C. Musyarakah
  • D. Ijarah
Jawaban: B
Murabahah adalah akad jual beli di mana penjual menyebutkan harga perolehan dan margin keuntungan.
39.

Karakteristik risiko utama yang membedakan lembaga keuangan syariah dengan konvensional adalah…

  • A. Risiko kredit lebih rendah
  • B. Risiko kepatuhan syariah
  • C. Risiko suku bunga
  • D. Risiko likuiditas lebih tinggi
Jawaban: B
Kepatuhan syariah menjadi risiko unik karena harus memastikan produk dan operasional sesuai prinsip Islam.
40.

Regulasi yang mengatur operasional lembaga keuangan syariah di Indonesia dikeluarkan oleh…

  • A. Majelis Ulama Indonesia
  • B. Bank Indonesia
  • C. Kementerian Keuangan
  • D. Otoritas Jasa Keuangan
Jawaban: D
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki fungsi pengaturan dan pengawasan lembaga keuangan syariah.
41.

Tujuan utama asuransi adalah…

  • A. Mengalihkan risiko kepada pihak lain
  • B. Menghilangkan risiko
  • C. Memperkecil risiko
  • D. Mengelola risiko tanpa biaya
Jawaban: A
Asuransi mengalihkan risiko dari tertanggung kepada penanggung dengan pembayaran premi.
42.

Syarat risiko yang dapat diasuransikan adalah…

  • A. Risiko spekulatif
  • B. Risiko yang pasti terjadi
  • C. Kerugian yang dapat diukur secara finansial
  • D. Risiko yang tidak terduga sama sekali
Jawaban: C
Risiko yang dapat diasuransikan harus dapat diukur nilai kerugiannya agar bisa ditentukan premi.
43.

Asuransi syariah disebut juga sebagai…

  • A. Mudharabah
  • B. Tabarru
  • C. Takaful
  • D. Wakalah
Jawaban: C
Takaful adalah istilah untuk asuransi syariah yang berarti saling menanggung.
44.

Dalam asuransi syariah, dana kontribusi peserta yang digunakan untuk tolong-menolong disebut dana…

  • A. Premi
  • B. Cadangan
  • C. Investasi
  • D. Tabarru
Jawaban: D
Dana tabarru adalah dana hibah dari peserta yang digunakan untuk membayar klaim.
45.

Prinsip asuransi syariah yang melarang unsur maisir berarti…

  • A. Larangan riba
  • B. Larangan ketidakjelasan
  • C. Larangan perjudian
  • D. Larangan kezaliman
Jawaban: C
Maisir adalah perjudian atau spekulasi yang dilarang dalam prinsip syariah.
46.

Landasan hukum utama asuransi syariah di Indonesia adalah…

  • A. Fatwa DSN MUI
  • B. UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
  • C. UU No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian
  • D. Peraturan OJK
Jawaban: A
Fatwa DSN MUI merupakan landasan hukum syariah yang mengatur operasional asuransi syariah.
47.

Jenis usaha perasuransian syariah yang menanggung risiko jiwa disebut…

  • A. Asuransi umum syariah
  • B. Asuransi sosial
  • C. Reasuransi syariah
  • D. Asuransi jiwa syariah
Jawaban: D
Asuransi jiwa syariah menanggung risiko yang berkaitan dengan jiwa atau meninggalnya tertanggung.
48.

Produk asuransi syariah yang memberikan perlindungan atas kerugian harta benda adalah…

  • A. Asuransi kebakaran
  • B. Asuransi kesehatan
  • C. Asuransi jiwa kredit
  • D. Asuransi perjalanan
Jawaban: A
Asuransi kebakaran adalah produk asuransi umum syariah yang melindungi harta benda dari risiko kebakaran.
49.

Dalam mekanisme kerja asuransi syariah, kontrak antara peserta dan perusahaan menggunakan akad…

  • A. Jual beli
  • B. Wakalah atau mudharabah
  • C. Sewa menyewa
  • D. Pinjam meminjam
Jawaban: B
Akad yang umum digunakan dalam asuransi syariah adalah wakalah atau mudharabah.
50.

Regulasi khusus yang mengatur asuransi syariah di Indonesia diwujudkan dalam bentuk…

  • A. Peraturan Pemerintah
  • B. Undang-Undang Perbankan
  • C. Keputusan Menteri Keuangan
  • D. Peraturan OJK tentang Asuransi Syariah
Jawaban: D
OJK menerbitkan peraturan khusus yang mengatur tata kelola dan produk asuransi syariah.

Perbedaan akad antara asuransi konvensional dan syariah itu yang paling sering bikin bingung kalau sudah masuk ke soal hitungan klaim. Banyak yang hafal definisi tabarru dan mudharabah tapi kesulitan waktu disuruh hitung bagi hasil dari dana peserta. Padahal pola soalnya selalu sama, tinggal bedain mana dana tabarru untuk tolong-menolong dan mana dana investasi yang dijalankan. Coba deh ulang lagi mekanisme underwriting di Modul 8, karena di UAS biasanya keluar sebagai soal studi kasus.

Untuk EKSA4401 Manajemen Risiko dan Asuransi Syariah, soal UO biasanya menyuruh kamu menentukan jenis risiko di lembaga keuangan syariah berdasarkan karakteristiknya. Kalau sudah paham tabel risiko di Modul 1 dan perbedaan sistem keuangan Islam di Modul 2, sebenarnya tinggal cocok-cocokin ke kasus yang dikasih. Ada banyak Soal UAS UT dari matkul lain kalau kamu mau variasi latihan sambil nunggu jadwal ujian. Yang penting jangan panik kalau nemu istilah sukuk dan ijarah di soal, karena biasanya cuma disuruh bedain akadnya.

Bagikan

error: Content is protected !!