💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah Beserta Kunci Jawaban

Soal UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah
Soal UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah

ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah memang materi yang padat. Memahami hubungan keuangan antar tingkat pemerintahan butuh ketekunan. Namun jangan khawatir, Anda bisa memulainya langkah demi langkah di sini. Fokus pada inti setiap modul adalah kunci.

Soal UT di halaman ini akan membantu Anda menguji pemahaman sebelum ujian. Juga tersedia Soal UAS UT yang spesifik dan terarah. Keduanya saling melengkapi persiapan Anda. Latihan yang konsisten akan membuat materi terasa lebih ringan.

Soal Ujian UT di bawah ini kami susun menyerupai format asli. Setiap nomor dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan yang jelas. Anda bisa langsung mencocokkan hasil kerja sendiri tanpa mencari sumber lain. Semua tersedia di halaman ini untuk belajar mandiri.

Soal UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah

1.

Apa yang dimaksud dengan APBN berimbang dan dinamis?

  • A. APBN yang selalu mengalami surplus setiap tahun
  • B. APBN yang disusun sedemikian rupa sehingga pendapatan sama dengan pengeluaran, namun dapat disesuaikan dengan kondisi perekonomian
  • C. APBN yang hanya berfokus pada peningkatan belanja modal
  • D. APBN yang defisitnya dibiayai sepenuhnya dari utang luar negeri
Jawaban: B. APBN yang disusun sedemikian rupa sehingga pendapatan sama dengan pengeluaran, namun dapat disesuaikan dengan kondisi perekonomian.
APBN berimbang dan dinamis adalah konsep di mana anggaran disusun dengan pendapatan dan pengeluaran yang seimbang, namun memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi.
2.

Perkembangan APBN berimbang dan dinamis di Indonesia ditandai dengan adanya perubahan dari sistem anggaran tradisional menuju …

  • A. Anggaran berbasis kinerja
  • B. Anggaran surplus primer
  • C. Anggaran defisit struktural
  • D. Anggaran tidak terprogram
Jawaban: A. Anggaran berbasis kinerja.
Perkembangan APBN di Indonesia menunjukkan pergeseran dari sistem tradisional (line item) menuju anggaran berbasis kinerja (performance based budgeting) yang lebih dinamis dan berimbang.
3.

Kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara meningkatkan pengeluaran pemerintah dan menurunkan pajak disebut kebijakan fiskal …

  • A. Kontraktif
  • B. Otonom
  • C. Ekspansif
  • D. Netral
Jawaban: C. Ekspansif.
Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan dengan meningkatkan belanja pemerintah dan/atau menurunkan pajak untuk merangsang aktivitas ekonomi.
4.

Reformasi kebijakan fiskal di Indonesia pasca krisis 1998 salah satunya diwujudkan dengan …

  • A. Penghapusan semua jenis pajak
  • B. Penerapan sistem anggaran defisit yang fleksibel tanpa batasan
  • C. Pembentukan lembaga fiskal yang independen dan transparan seperti Kementerian Keuangan yang lebih profesional
  • D. Penyerahan seluruh wewenang pajak ke pemerintah daerah
Jawaban: C. Pembentukan lembaga fiskal yang independen dan transparan seperti Kementerian Keuangan yang lebih profesional.
Reformasi kebijakan fiskal pasca-1998 menghasilkan penguatan kelembagaan, termasuk profesionalisme dan transparansi di Kementerian Keuangan, serta penerapan aturan fiskal yang lebih ketat.
5.

Reformasi perpajakan yang bertujuan untuk memperluas basis pajak dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak dikenal dengan istilah …

  • A. Tax amnesty
  • B. Ekstensifikasi pajak
  • C. Intensifikasi pajak
  • D. Subsidi pajak
Jawaban: B. Ekstensifikasi pajak.
Ekstensifikasi pajak adalah upaya memperluas basis pajak dengan menjaring wajib pajak baru yang sebelumnya belum terdaftar atau belum melaporkan kewajibannya.
6.

Utang luar negeri yang digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan yang menghasilkan pendapatan disebut sebagai …

  • A. Utang konsumtif
  • B. Utang produktif
  • C. Utang jangka pendek
  • D. Utang moneter
Jawaban: B. Utang produktif.
Utang produktif adalah pinjaman yang digunakan untuk membiayai investasi atau proyek yang diharapkan mampu menghasilkan pendapatan untuk membayar kembali utang tersebut.
7.

Desentralisasi fiskal adalah penyerahan sejumlah kewenangan di bidang keuangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Salah satu tujuannya adalah …

  • A. Memusatkan seluruh penerimaan negara di pusat
  • B. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik di daerah
  • C. Menghilangkan peran pemerintah pusat dalam perekonomian daerah
  • D. Menciptakan keseragaman kebijakan di seluruh daerah
Jawaban: B. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik di daerah.
Salah satu tujuan utama desentralisasi fiskal adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik dengan mendekatkan pengambilan keputusan kepada masyarakat di daerah.
8.

Implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia diwujudkan melalui mekanisme transfer ke daerah, salah satunya adalah Dana Alokasi Umum (DAU) yang berfungsi untuk …

  • A. Membiayai proyek-proyek khusus yang ditetapkan pusat
  • B. Sebagai dana bagi hasil dari sumber daya alam
  • C. Menyeimbangkan kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance)
  • D. Membiayai kegiatan dekonentrasi
Jawaban: C. Menyeimbangkan kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance).
DAU bersifat block grant yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan kemampuan keuangan antar daerah (horizontal imbalance) sehingga setiap daerah dapat menyediakan pelayanan publik minimal.
9.

Aspek hukum dalam pengelolaan keuangan negara sangat penting karena berfungsi untuk …

  • A. Memberikan kekuasaan absolut kepada Menteri Keuangan
  • B. Menjamin kepastian, ketertiban, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara
  • C. Mempercepat proses pencairan anggaran tanpa prosedur
  • D. Mengurangi peran Badan Pemeriksa Keuangan
Jawaban: B. Menjamin kepastian, ketertiban, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Aspek hukum memberikan landasan bagi setiap tindakan pengelolaan keuangan negara, memastikan bahwa semua kegiatan dilaksanakan berdasarkan aturan yang jelas, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
10.

Peranan pengawasan dan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan negara dapat meningkatkan akuntabilitas melalui …

  • A. Pembatasan akses publik terhadap data keuangan
  • B. Sistem manual yang rumit untuk menghindari kesalahan
  • C. Implementasi sistem transparansi berbasis online seperti e-budgeting dan e-reporting
  • D. Penghapusan audit eksternal
Jawaban: C. Implementasi sistem transparansi berbasis online seperti e-budgeting dan e-reporting.
Teknologi informasi (e-budgeting, e-reporting, dll) memungkinkan transparansi dan pengawasan yang lebih ketat karena data keuangan dapat diakses dan dipantau secara real-time.
11.

Good governance dalam perspektif teori merujuk pada suatu tata kelola yang …

  • A. Bersifat otoriter dan terpusat
  • B. Partisipatif, transparan, akuntabel, dan efektif
  • C. Hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi
  • D. Mengabaikan supremasi hukum
Jawaban: B. Partisipatif, transparan, akuntabel, dan efektif.
Good governance secara teoritis mencakup prinsip-prinsip seperti partisipasi masyarakat, transparansi, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi, serta penegakan supremasi hukum.
12.

Penerapan good governance dalam otonomi daerah mensyaratkan bahwa pemerintah daerah harus …

  • A. Menutup akses informasi publik untuk menjaga rahasia negara
  • B. Melibatkan masyarakat dan DPRD dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan daerah
  • C. Menghapus peran lembaga swadaya masyarakat
  • D. Berfokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan
Jawaban: B. Melibatkan masyarakat dan DPRD dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan daerah.
Good governance di daerah menuntut adanya partisipasi publik dan pengawasan dari DPRD untuk memastikan bahwa kebijakan daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dikelola secara transparan.
13.

Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat. Dasar hukum pelaksanaannya di Indonesia adalah …

  • A. UUD 1945 Pasal 1
  • B. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
  • C. Peraturan Pemerintah tentang Gaji Pegawai Negeri
  • D. Instruksi Presiden tentang Penghematan Anggaran
Jawaban: B. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah merupakan landasan hukum utama penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia, menggantikan UU sebelumnya.
14.

Dalam implementasi otonomi daerah di Indonesia, salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah …

  • A. Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang merata secara instan
  • B. Ketergantungan fiskal daerah yang tinggi terhadap transfer dari pusat
  • C. Hilangnya perbedaan budaya antar daerah
  • D. Sentralisasi kekuasaan yang semakin kuat di tingkat kabupaten
Jawaban: B. Ketergantungan fiskal daerah yang tinggi terhadap transfer dari pusat.
Banyak daerah di Indonesia masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat (DAU, DAK, DBH) sehingga kemandirian fiskal daerah masih rendah, menjadi tantangan dalam implementasi otonomi.
15.

Kewenangan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi urusan pemerintah pusat, seperti politik luar negeri, pertahanan, dan moneter, dikenal sebagai …

  • A. Kewenangan konkuren
  • B. Kewenangan wajib
  • C. Kewenangan absolut
  • D. Kewenangan pilihan
Jawaban: C. Kewenangan absolut.
Kewenangan absolut adalah urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat dan tidak dapat diserahkan kepada daerah, seperti yang diatur dalam Pasal 10 UU 23/2014.
16.

Hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah yang tercermin dalam Tax Effort mengacu pada …

  • A. Jumlah total pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat
  • B. Upaya atau kemampuan daerah dalam menggali potensi penerimaan pajak dari wilayahnya
  • C. Besar kecilnya belanja daerah untuk pegawai
  • D. Proporsi dana alokasi khusus dalam APBD
Jawaban: B. Upaya atau kemampuan daerah dalam menggali potensi penerimaan pajak dari wilayahnya.
Tax effort adalah indikator yang mengukur seberapa besar upaya suatu daerah dalam memobilisasi penerimaan pajak dari potensi pajak yang dimilikinya.
17.

Konsep Fiscal Need dalam hubungan keuangan pusat dan daerah berkaitan dengan …

  • A. Kebutuhan fiskal suatu daerah untuk menyediakan pelayanan publik bagi penduduknya
  • B. Jumlah utang daerah yang harus dibayar
  • C. Besarnya anggaran belanja pemerintah pusat
  • D. Target penerimaan pajak nasional
Jawaban: A. Kebutuhan fiskal suatu daerah untuk menyediakan pelayanan publik bagi penduduknya.
Fiscal need adalah perkiraan biaya yang diperlukan oleh suatu daerah untuk menyediakan tingkat pelayanan publik standar kepada masyarakatnya, yang menjadi dasar dalam perhitungan transfer fiskal.
18.

Apa yang dimaksud dengan APBN berimbang dan dinamis dalam konteks kebijakan fiskal Indonesia?

  • A. Anggaran yang selalu surplus setiap tahun
  • B. Anggaran yang selalu defisit setiap tahun
  • C. Anggaran yang disusun dengan prinsip keseimbangan antara pendapatan dan belanja, namun fleksibel terhadap perubahan kondisi ekonomi
  • D. Anggaran yang tidak mempertimbangkan perubahan ekonomi
Jawaban: C. Anggaran yang disusun dengan prinsip keseimbangan antara pendapatan dan belanja, namun fleksibel terhadap perubahan kondisi ekonomi.
APBN berimbang dan dinamis berarti anggaran disusun dengan keseimbangan antara pendapatan dan belanja, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang berubah.
19.

Salah satu ciri perkembangan APBN berimbang dan dinamis di Indonesia adalah penerapan defisit anggaran. Apa tujuan utama dari kebijakan defisit anggaran tersebut?

  • A. Meningkatkan utang luar negeri
  • B. Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stimulus fiskal
  • C. Mengurangi belanja pemerintah
  • D. Menstabilkan nilai tukar rupiah
Jawaban: B. Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stimulus fiskal.
Defisit anggaran digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, misalnya melalui belanja infrastruktur atau program sosial.
20.

Kebijakan fiskal ekspansif biasanya diterapkan ketika perekonomian mengalami resesi. Instrumen apa yang paling umum digunakan dalam kebijakan ini?

  • A. Menaikkan pajak
  • B. Mengurangi belanja pemerintah
  • C. Meningkatkan belanja pemerintah atau menurunkan pajak
  • D. Menurunkan suku bunga bank sentral
Jawaban: C. Meningkatkan belanja pemerintah atau menurunkan pajak.
Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan dengan meningkatkan belanja pemerintah atau menurunkan pajak untuk merangsang aktivitas ekonomi.
21.

Reformasi kebijakan fiskal di Indonesia mencakup penerapan kerangka penganggaran berbasis kinerja. Apa manfaat utama dari pendekatan ini?

  • A. Meningkatkan fleksibilitas anggaran tanpa pengawasan
  • B. Mengaitkan alokasi anggaran dengan hasil yang terukur dan efisiensi belanja
  • C. Mengurangi peran DPR dalam pengawasan anggaran
  • D. Mempermudah proses pencairan dana tanpa verifikasi
Jawaban: B. Mengaitkan alokasi anggaran dengan hasil yang terukur dan efisiensi belanja.
Anggaran berbasis kinerja memastikan alokasi dana terkait dengan capaian hasil, sehingga meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas.
22.

Dalam reformasi perpajakan di Indonesia, prinsip self assessment system memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung dan membayar pajak sendiri. Dampak positif dari sistem ini adalah?

  • A. Meningkatkan beban administrasi pajak
  • B. Mendorong kepatuhan sukarela wajib pajak dan efisiensi administrasi
  • C. Mengurangi penerimaan negara dari pajak
  • D. Mempermudah petugas pajak dalam menentukan besaran pajak secara sepihak
Jawaban: B. Mendorong kepatuhan sukarela wajib pajak dan efisiensi administrasi.
Self assessment system meningkatkan kepatuhan sukarela karena wajib pajak bertanggung jawab penuh, serta mengurangi beban administrasi petugas pajak.
23.

Apa alasan utama pemerintah Indonesia mengambil utang luar negeri dalam konteks kebijakan fiskal?

  • A. Untuk membiayai defisit anggaran guna mendanai pembangunan infrastruktur
  • B. Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari pegawai negeri
  • C. Untuk membiayai subsidi bahan bakar minyak tanpa perencanaan
  • D. Untuk ditabung sebagai cadangan devisa
Jawaban: A. Untuk membiayai defisit anggaran guna mendanai pembangunan infrastruktur.
Utang luar negeri digunakan terutama untuk membiayai defisit anggaran yang dialokasikan pada proyek pembangunan yang produktif.
24.

Desentralisasi fiskal bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Prinsip utama dalam desentralisasi fiskal adalah?

  • A. Pemerintah pusat memegang kendali penuh atas semua pajak daerah
  • B. Pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya keuangan sendiri sesuai kebutuhan lokal
  • C. Semua penerimaan daerah dikelola langsung oleh pusat
  • D. Pemerintah daerah tidak memiliki hak untuk memungut pajak
Jawaban: B. Pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya keuangan sendiri sesuai kebutuhan lokal.
Desentralisasi fiskal memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengelola keuangan sendiri, sehingga pelayanan publik lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.
25.

Implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia didukung oleh transfer dana dari pusat ke daerah, seperti Dana Alokasi Umum (DAU). Fungsi utama DAU adalah?

  • A. Mendanai proyek-proyek khusus di daerah tertentu
  • B. Mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah melalui pemerataan kemampuan keuangan
  • C. Membayar gaji pegawai daerah secara langsung
  • D. Menggantikan penerimaan pajak daerah
Jawaban: B. Mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah melalui pemerataan kemampuan keuangan.
DAU bertujuan untuk mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah, sehingga setiap daerah memiliki kemampuan keuangan yang relatif setara.
26.

Aspek hukum yang mendukung pengelolaan keuangan negara di Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Apa prinsip dasar yang diatur dalam UU tersebut?

  • A. Pengelolaan keuangan negara dilakukan secara terpusat tanpa melibatkan daerah
  • B. Keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab
  • C. Pengelolaan keuangan negara hanya diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan
  • D. Keuangan negara dapat digunakan untuk kepentingan pribadi pejabat negara
Jawaban: B. Keuangan negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 menekankan prinsip pengelolaan keuangan yang tertib, efisien, efektif, dan akuntabel.
27.

Peranan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan negara sangat penting. Sistem apa yang digunakan di Indonesia untuk mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran secara elektronik?

  • A. Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA)
  • B. Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD)
  • C. Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN)
  • D. Sistem Informasi Pajak Online
Jawaban: C. Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).
SPAN adalah sistem yang digunakan untuk mengelola perbendaharaan dan anggaran negara secara terintegrasi di tingkat pusat.
28.

Good governance dalam penyelenggaraan otonomi daerah menekankan pada prinsip akuntabilitas. Apa yang dimaksud dengan akuntabilitas dalam konteks ini?

  • A. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab kepada publik atas penggunaan anggaran dan kebijakan yang diambil
  • B. Pemerintah daerah bebas menentukan kebijakan tanpa pengawasan
  • C. Pemerintah daerah hanya bertanggung jawab kepada DPRD
  • D. Pemerintah daerah tidak perlu melaporkan keuangan kepada publik
Jawaban: A. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab kepada publik atas penggunaan anggaran dan kebijakan yang diambil.
Akuntabilitas berarti pemerintah daerah harus mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan penggunaan dana kepada masyarakat.
29.

Otonomi daerah di Indonesia memberikan kewenangan yang luas kepada daerah. Namun, ada bidang yang tetap menjadi kewenangan pusat. Manakah di bawah ini yang termasuk kewenangan pusat?

  • A. Pendidikan dasar dan menengah
  • B. Pertanian dan perkebunan
  • C. Pertahanan dan keamanan nasional
  • D. Pengelolaan pasar tradisional
Jawaban: C. Pertahanan dan keamanan nasional.
Pertahanan dan keamanan adalah urusan mutlak pemerintah pusat, sementara daerah mengurus urusan yang bersifat lokal.
30.

Implementasi otonomi daerah di Indonesia menghadapi tantangan berupa ketimpangan sumber daya antar daerah. Salah satu upaya mengatasinya adalah melalui?

  • A. Penarikan semua kewenangan dari daerah
  • B. Pemberian dana perimbangan seperti Dana Alokasi Khusus (DAK)
  • C. Peningkatan pajak daerah secara seragam di seluruh Indonesia
  • D. Pembatasan investasi asing di daerah tertinggal
Jawaban: B. Pemberian dana perimbangan seperti Dana Alokasi Khusus (DAK).
DAK diberikan untuk membantu daerah yang kurang mampu dalam membiayai kebutuhan khusus, sehingga mengurangi ketimpangan.
31.

Kewenangan pemerintahan antara pusat dan daerah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Prinsip otonomi seluas-luasnya berarti?

  • A. Daerah diberikan kewenangan hampir pada semua urusan kecuali yang ditentukan undang-undang sebagai urusan pusat
  • B. Daerah hanya memiliki kewenangan terbatas pada bidang tertentu
  • C. Kewenangan pusat dan daerah sama besar dalam semua urusan
  • D. Daerah tidak memiliki kewenangan untuk membuat peraturan daerah
Jawaban: A. Daerah diberikan kewenangan hampir pada semua urusan kecuali yang ditentukan undang-undang sebagai urusan pusat.
Prinsip otonomi seluas-luasnya memberikan keleluasaan kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri, kecuali urusan yang menjadi kewenangan pusat.
32.

Hubungan keuangan antara pusat dan daerah meliputi transfer dana. Transfer yang bersifat umum (block grant) digunakan untuk?

  • A. Mendanai proyek tertentu yang ditetapkan pusat
  • B. Memberikan kebebasan kepada daerah dalam penggunaan dana sesuai prioritas lokal
  • C. Membayar utang daerah kepada pusat
  • D. Menutup defisit anggaran pusat
Jawaban: B. Memberikan kebebasan kepada daerah dalam penggunaan dana sesuai prioritas lokal.
Block grant memberikan fleksibilitas kepada daerah untuk menggunakan dana sesuai kebutuhan dan prioritas daerah masing-masing.
33.

Tax effort adalah ukuran upaya suatu daerah dalam mengumpulkan pendapatan pajak. Faktor apa yang mempengaruhi tax effort suatu daerah?

  • A. Jumlah penduduk dan tingkat partisipasi angkatan kerja
  • B. Potensi ekonomi daerah dan administrasi perpajakan yang efektif
  • C. Besarnya utang luar negeri yang dimiliki daerah
  • D. Kebijakan moneter nasional
Jawaban: B. Potensi ekonomi daerah dan administrasi perpajakan yang efektif.
Tax effort dipengaruhi oleh potensi ekonomi (seperti PDRB) dan efektivitas administrasi perpajakan daerah.
34.

Fiscal need adalah kebutuhan fiskal yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah untuk menyediakan pelayanan publik. salah satu indikator fiscal need adalah?

  • A. Jumlah rumah sakit dan sekolah di daerah
  • B. Tingkat inflasi nasional
  • C. Nilai ekspor impor daerah
  • D. Jumlah investor asing di daerah
Jawaban: A. Jumlah rumah sakit dan sekolah di daerah.
Fiscal need diukur berdasarkan kebutuhan pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, yang tercermin dari jumlah fasilitas publik.
35.

Apa yang dimaksud dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berimbang dalam konteks sistem keuangan negara?

  • A. Anggaran yang selalu surplus
  • B. Anggaran yang pendapatannya sama dengan pengeluarannya
  • C. Anggaran yang didasarkan pada pinjaman luar negeri
  • D. Anggaran yang hanya membelanjakan pendapatan pajak
Jawaban: B. Anggaran yang pendapatannya sama dengan pengeluarannya.
APBN berimbang adalah kondisi di mana total pendapatan negara sama dengan total belanja negara, sehingga tidak terjadi defisit atau surplus.
36.

Dinamika APBN berimbang di Indonesia pada era 1990-an sering mengalami perubahan karena faktor apa?

  • A. Kenaikan harga minyak dunia
  • B. Kebijakan desentralisasi fiskal
  • C. Peningkatan utang luar negeri
  • D. Reformasi pajak besar-besaran
Jawaban: A. Kenaikan harga minyak dunia.
Pada era 1990-an, Indonesia sangat bergantung pada penerimaan minyak, sehingga fluktuasi harga minyak dunia memengaruhi keseimbangan APBN.
37.

Kebijakan fiskal yang bertujuan untuk meningkatkan permintaan agregat dalam perekonomian disebut sebagai kebijakan fiskal…

  • A. Kontraktif
  • B. Ekspansif
  • C. Netral
  • D. Defisit
Jawaban: B. Ekspansif.
Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan dengan meningkatkan belanja negara atau menurunkan pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
38.

Salah satu contoh reformasi kebijakan fiskal di Indonesia adalah penerapan sistem perpajakan yang lebih modern. Hal ini bertujuan untuk…

  • A. Memperkuat otonomi daerah
  • B. Meningkatkan penerimaan negara tanpa membebani rakyat
  • C. Mengurangi peran swasta dalam ekonomi
  • D. Mengalihkan utang ke daerah
Jawaban: B. Meningkatkan penerimaan negara tanpa membebani rakyat.
Reformasi kebijakan fiskal, seperti modernisasi perpajakan, bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penerimaan negara serta mengurangi beban ekonomi.
39.

Reformasi pajak di Indonesia yang bertujuan untuk memperluas basis pajak dan mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu disebut…

  • A. Tax amnesty
  • B. Tax ratio
  • C. Tax reform
  • D. Tax avoidance
Jawaban: C. Tax reform.
Tax reform adalah upaya perbaikan sistem perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan dan memperluas basis pajak, seperti yang dilakukan melalui berbagai kebijakan perpajakan.
40.

Utang luar negeri sering digunakan pemerintah untuk menutup defisit APBN. Risiko utama dari utang luar negeri adalah…

  • A. Menurunkan inflasi
  • B. Meningkatkan kemandirian ekonomi
  • C. Kerentanan terhadap fluktuasi nilai tukar
  • D. Menurunkan suku bunga domestik
Jawaban: C. Kerentanan terhadap fluktuasi nilai tukar.
Utang luar negeri memiliki risiko nilai tukar, karena jika mata uang domestik melemah, beban utang dalam denominasi asing akan meningkat.
41.

Konsep desentralisasi fiskal adalah penyerahan wewenang perpajakan dan belanja dari pemerintah pusat ke daerah. Tujuan utamanya adalah…

  • A. Memusatkan semua pendapatan di pusat
  • B. Meningkatkan efisiensi pelayanan publik
  • C. Menghilangkan peran pemerintah pusat
  • D. Membatasi otonomi daerah
Jawaban: B. Meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
Desentralisasi fiskal bertujuan memberikan kewenangan lebih besar kepada daerah untuk mengelola keuangan dan pelayanan publik agar lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.
42.

Dalam implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia, dana yang dialokasikan dari APBN ke daerah untuk mendanai kebutuhan spesifik disebut…

  • A. Dana Alokasi Umum (DAU)
  • B. Dana Alokasi Khusus (DAK)
  • C. Dana Bagi Hasil (DBH)
  • D. Dana Insentif Daerah (DID)
Jawaban: B. Dana Alokasi Khusus (DAK).
DAK adalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan ke daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi prioritas nasional.
43.

Aspek hukum dalam pengelolaan keuangan negara, seperti UU Keuangan Negara, berfungsi untuk…

  • A. Mempermudah korupsi
  • B. Menjamin transparansi dan akuntabilitas
  • C. Membatasi pendapatan daerah
  • D. Mengesampingkan teknologi
Jawaban: B. Menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Aspek hukum memberikan kerangka kerja yang jelas untuk pengelolaan keuangan negara, memastikan transparansi, dan mencegah penyimpangan.
44.

Peranan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan negara terutama adalah untuk…

  • A. Menyembunyikan data keuangan
  • B. Meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan
  • C. Menggantikan pengawasan manual
  • D. Memusatkan seluruh data di pusat
Jawaban: B. Meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan.
Teknologi informasi memungkinkan pengelolaan data keuangan yang lebih cepat, akurat, dan transparan, serta memudahkan pengawasan.
45.

Menurut teori good governance, prinsip akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berarti…

  • A. Pemerintah tidak perlu melapor
  • B. Setiap tindakan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan
  • C. Hanya pejabat tinggi yang bertanggung jawab
  • D. Masyarakat tidak boleh mengawasi
Jawaban: B. Setiap tindakan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan.
Akuntabilitas adalah kewajiban pemerintah untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan penggunaan sumber daya kepada publik.
46.

Penerapan good governance dalam otonomi daerah dapat diwujudkan melalui…

  • A. Pemusatan kekuasaan di gubernur
  • B. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan
  • C. Penghapusan dewan perwakilan rakyat daerah
  • D. Penggunaan dana tanpa audit
Jawaban: B. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan.
Good governance mendorong partisipasi publik dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
47.

Otonomi daerah di Indonesia memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur urusan pemerintahan sendiri, kecuali dalam bidang…

  • A. Pendidikan
  • B. Kesehatan
  • C. Pertahanan dan keamanan
  • D. Pariwisata
Jawaban: C. Pertahanan dan keamanan.
Bidang pertahanan dan keamanan tetap menjadi wewenang pemerintah pusat karena menyangkut kedaulatan negara, tidak diserahkan ke daerah.
48.

Implementasi otonomi daerah di Indonesia secara resmi dimulai dengan diberlakukannya undang-undang pada tahun…

  • A. 1998
  • B. 1999
  • C. 2001
  • D. 2004
Jawaban: B. 1999.
Otonomi daerah secara resmi dimulai dengan UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.
49.

Kewenangan pemerintah pusat yang tidak dapat didelegasikan ke daerah meliputi…

  • A. Pembangunan jalan kabupaten
  • B. Pengelolaan pelabuhan lokal
  • C. Kebijakan moneter dan fiskal nasional
  • D. Pelayanan air minum daerah
Jawaban: C. Kebijakan moneter dan fiskal nasional.
Kebijakan moneter dan fiskal nasional merupakan kewenangan pusat karena menyangkut stabilitas ekonomi negara secara keseluruhan.
50.

Dalam hubungan keuangan pusat dan daerah, konsep tax effort mengukur…

  • A. Jumlah pajak yang dipungut daerah
  • B. Upaya daerah dalam menggali potensi pajak
  • C. Transfer dana dari pusat ke daerah
  • D. Kebutuhan belanja daerah
Jawaban: B. Upaya daerah dalam menggali potensi pajak.
Tax effort adalah indikator yang mengukur seberapa besar upaya suatu daerah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak dari potensi yang ada.

Setelah membaca soal-soal di atas, kamu jadi tahu pola pertanyaan UAS. Fokuslah memahami konsep hubungan fiskal pusat dan daerah. Ingat, format Ujian UT menggunakan Ujian Tertulis Manual (UTM) atau Ujian Online (UO). Gunakan soal latihan ini untuk mengukur pemahamanmu.

Agar lebih siap, ulangi materi yang terasa sulit dari ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah. Cocokkan jawabanmu dengan buku materi pokok. Soal UAS UT seperti ini membantumu terbiasa dengan tipe pertanyaan. Manfaatkan halaman ini sebagai simulasi sebelum ujian sesungguhnya.

Bagikan

error: Content is protected !!