Aplikasi Gratis

Soalut.com

v1.3.0

Install sekali, akses kapan saja tanpa browser

Ribuan soal & modul lengkap di aplikasi

GET IT ON Google Play

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir! 💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung
Rp
Rp
Rp
Rp
Selalu Gratis
Ribuan soal UT gratis,
karena kamu peduli
Ikut Dukung Sekarang

Soal UAS UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Gratis

Soalut.com
★★★★★ 5.0
Gratis
GET IT ON Google Play
Soal UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah
Soal UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah

Pernah lihat istilah fiscal need di Modul 9 dan langsung skip, padahal itu kunci bedain daftar belanja pusat dan daerah. Di ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah, topik Kayak kebijakan reformasi pajak di Modul 3 juga sering muncul nyambung dengan desentralisasi fiskal. Seringnya mahasiswa terjebak di soal hitungan tax effort. kumpulan soal UT di sini sengaja digrup per KB biar kamu bisa latihan bagian itu.

Modul 6 tentang good governance dalam otonomi daerah dan Modul 4 tentang implementasi desentralisasi fiskal adalah dua bab yang paling sering membuatmu merasa sudah paham tapi salah jawab. Contohnya, membedakan mana kewenangan pusat dan daerah di Modul 8 butuh latihan soal dengan konteks nyata. Coba deh mulai dari soal Modul 4 dulu. soal UT Ekonomi Pembangunan diperbarui tiap semester jadi isinya mencerminkan pola soal terbaru.

Soal UAS UT di bawah ini mencakup semua modul dengan penekanan pada tax effort dan aspek hukum pengelolaan keuangan negara. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat yang langsung mengaitkan ke KB spesifik. Kalau jawabanmu meleset, baca dulu pembahasannya baru lanjut ke nomor selanjutnya. soal UAS Universitas Terbuka ini sengaja kami susun dengan format mirip lembar ujian asli.

Soal UT ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah

1.

Konsep APBN berimbang dan dinamis menghendaki agar anggaran negara disusun dengan cara…

  • A. belanja lebih besar dari pendapatan untuk mendorong pertumbuhan
  • B. pendapatan sama dengan belanja pada saat perencanaan
  • C. pendapatan lebih besar dari belanja untuk menekan inflasi
  • D. belanja negara hanya dialokasikan untuk sektor produktif
Jawaban: B
APBN berimbang dan dinamis menekankan keseimbangan antara pendapatan dan belanja dalam perencanaan anggaran.
2.

Dalam APBN berimbang dan dinamis, surplus anggaran yang terjadi pada tahun berjalan dapat digunakan untuk…

  • A. membiayai defisit tahun berikutnya
  • B. menambah subsidi langsung
  • C. mengurangi utang negara
  • D. meningkatkan gaji pegawai negeri
Jawaban: C
Surplus anggaran umumnya digunakan untuk mengurangi utang negara agar fiskal lebih sehat.
3.

Jika pendapatan negara lebih kecil dari belanja negara dalam APBN, maka kondisi tersebut disebut…

  • A. defisit
  • B. surplus
  • C. berimbang
  • D. dinamis
Jawaban: A
Defisit terjadi ketika belanja lebih besar dari pendapatan dalam APBN.
4.

Prinsip dinamis dalam APBN berimbang dan dinamis berarti anggaran harus mampu…

  • A. menyesuaikan dengan perubahan ekonomi dan kebutuhan pembangunan
  • B. tetap sama dari tahun ke tahun
  • C. hanya mengutamakan belanja rutin
  • D. tidak boleh mengalami perubahan selama tahun anggaran
Jawaban: A
Prinsip dinamis menekankan fleksibilitas anggaran untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan prioritas pembangunan.
5.

Apa yang dimaksud dengan deficit financing dalam konteks APBN berimbang dan dinamis?

  • A. Peningkatan pendapatan melalui pajak tambahan
  • B. Penghapusan defisit dengan pemotongan belanja
  • C. Pembiayaan defisit melalui utang atau sumber lain
  • D. Penggunaan surplus tahun lalu untuk belanja
Jawaban: C
Deficit financing adalah cara membiayai defisit APBN dengan utang atau sumber pembiayaan lainnya.
6.

Salah satu dampak positif dari APBN berimbang dan dinamis adalah…

  • A. memperlambat pertumbuhan ekonomi
  • B. meningkatkan utang luar negeri secara signifikan
  • C. menekan laju inflasi karena belanja tidak melebihi pendapatan
  • D. menurunkan kualitas pelayanan publik
Jawaban: C
Keseimbangan anggaran membantu mengendalikan inflasi karena belanja tidak berlebihan dibanding pendapatan.
7.

Perkembangan APBN berimbang dan dinamis di Indonesia sebelum era reformasi lebih menekankan pada…

  • A. anggaran surplus untuk investasi
  • B. anggaran dinamis dengan utang besar
  • C. anggaran defisit yang dibiayai cetak uang
  • D. anggaran berimbang tradisional tanpa fleksibilitas
Jawaban: D
Sebelum reformasi, Indonesia menganut anggaran berimbang tradisional yang kaku dan tidak fleksibel.
8.

Perubahan APBN menjadi berbasis kinerja di Indonesia menandai pergeseran dari sistem berimbang dan dinamis menuju…

  • A. pengelolaan anggaran yang lebih transparan dan efisien
  • B. peningkatan belanja tanpa perencanaan
  • C. pengurangan pendapatan pajak
  • D. sentralisasi pengelolaan keuangan daerah
Jawaban: A
Anggaran berbasis kinerja menekankan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara.
9.

Pada periode krisis ekonomi 1998, APBN berimbang dan dinamis di Indonesia mengalami…

  • A. penghapusan semua subsidi
  • B. surplus karena penurunan belanja
  • C. keseimbangan yang tetap terjaga
  • D. defisit besar yang dibiayai utang luar negeri
Jawaban: D
Krisis 1998 menyebabkan defisit besar yang memaksa Indonesia mencari pembiayaan utang luar negeri.
10.

Salah satu ciri perkembangan APBN berimbang dan dinamis setelah reformasi adalah…

  • A. pelarangan total defisit anggaran
  • B. penggunaan defisit terkendali dengan batasan tertentu
  • C. anggaran hanya untuk belanja rutin
  • D. sentralisasi fiskal sepenuhnya
Jawaban: B
Setelah reformasi, defisit diizinkan secara terkendali dengan batasan hukum untuk menjaga stabilitas fiskal.
11.

APBN berimbang dan dinamis era Orde Baru menerapkan prinsip…

  • A. mengutamakan pembiayaan dari utang luar negeri
  • B. surplus anggaran untuk dana cadangan
  • C. defisit dibiayai dengan penerbitan obligasi
  • D. pendapatan harus sama dengan belanja tanpa utang
Jawaban: D
Orde Baru menganut prinsip anggaran berimbang tradisional di mana belanja sama dengan pendapatan tanpa utang.
12.

Fleksibilitas dalam APBN berimbang dan dinamis memungkinkan pemerintah untuk…

  • A. menaikkan pajak setiap tahun tanpa persetujuan DPR
  • B. menyesuaikan alokasi belanja sesuai prioritas nasional
  • C. mengabaikan target pendapatan
  • D. membatasi belanja hanya pada sektor tertentu
Jawaban: B
Fleksibilitas memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan belanja dengan prioritas yang berubah.
13.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan…

  • A. pengaturan nilai tukar mata uang
  • B. pengendalian jumlah uang beredar
  • C. penetapan suku bunga bank
  • D. pengaturan pendapatan dan belanja negara
Jawaban: D
Kebijakan fiskal berfokus pada pendapatan dan belanja negara untuk memengaruhi perekonomian.
14.

Tujuan utama kebijakan fiskal ekspansi adalah…

  • A. menstabilkan nilai tukar rupiah
  • B. menekan inflasi dengan menaikkan pajak
  • C. meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pengurangan pajak atau kenaikan belanja
  • D. mengurangi utang negara
Jawaban: C
Kebijakan fiskal ekspansi mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara menurunkan pajak atau meningkatkan belanja.
15.

Kebijakan fiskal kontraksi bertujuan untuk…

  • A. mengendalikan inflasi dengan mengurangi belanja atau menaikkan pajak
  • B. meningkatkan investasi asing langsung
  • C. memperluas lapangan kerja
  • D. menaikkan pendapatan per kapita
Jawaban: A
Kebijakan kontraksi digunakan untuk meredam inflasi dengan menekan belanja atau menaikkan pajak.
16.

Salah satu instrumen utama kebijakan fiskal adalah…

  • A. suku bunga acuan bank sentral
  • B. pajak dan belanja pemerintah
  • C. cadangan wajib minimum perbankan
  • D. operasi pasar terbuka
Jawaban: B
Pajak dan belanja negara adalah instrumen langsung dalam kebijakan fiskal untuk memengaruhi ekonomi.
17.

Dalam kebijakan fiskal, efek pengganda (multiplier effect) terkait dengan…

  • A. dampak perubahan belanja atau pajak terhadap pendapatan nasional secara lebih besar
  • B. penurunan suku bunga akibat kenaikan pajak
  • C. peningkatan impor karena belanja pemerintah
  • D. pengangguran yang berkurang secara linear
Jawaban: A
Efek pengganda menunjukkan bahwa perubahan belanja atau pajak dapat memengaruhi pendapatan nasional lebih dari nilai awalnya.
18.

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi perekonomian melalui…

  • A. pengaturan penerimaan dan belanja negara
  • B. pengaturan jumlah uang beredar dan suku bunga
  • C. pengaturan nilai tukar mata uang
  • D. pengaturan harga barang dan jasa
Jawaban: A
Kebijakan fiskal berfokus pada pengaturan penerimaan (seperti pajak) dan belanja negara untuk mencapai tujuan ekonomi.
19.

Reformasi kebijakan fiskal di Indonesia pada era 1980-an bertujuan untuk…

  • A. meningkatkan ketergantungan pada utang luar negeri
  • B. menurunkan penerimaan negara dari sektor pajak
  • C. meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan negara
  • D. mengurangi peran swasta dalam perekonomian
Jawaban: C
Reformasi kebijakan fiskal bertujuan untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan negara agar lebih efisien dan efektif.
20.

Salah satu langkah dalam reformasi kebijakan fiskal adalah pengenalan sistem perpajakan baru. Langkah ini dilakukan untuk…

  • A. mengurangi beban pajak bagi masyarakat
  • B. mempermudah penghindaran pajak oleh wajib pajak
  • C. menghilangkan semua jenis pungutan negara
  • D. meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak
Jawaban: D
Pengenalan sistem perpajakan baru dalam reformasi fiskal bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara secara optimal.
21.

Reformasi kebijakan fiskal mencakup pengelolaan belanja negara yang lebih transparan. Hal ini berarti…

  • A. belanja negara tidak perlu diawasi publik
  • B. belanja negara harus dipublikasikan secara terbuka
  • C. belanja negara hanya diketahui oleh pemerintah
  • D. belanja negara dirahasiakan untuk keamanan
Jawaban: B
Transparansi dalam pengelolaan belanja negara berarti informasi belanja dapat diakses publik untuk akuntabilitas.
22.

Tujuan utama reformasi kebijakan fiskal adalah untuk menciptakan…

  • A. defisit anggaran yang besar
  • B. sistem keuangan negara yang berkelanjutan
  • C. ketergantungan pada utang swasta
  • D. pengeluaran negara tanpa batas
Jawaban: B
Reformasi kebijakan fiskal bertujuan menciptakan sistem keuangan negara yang stabil dan berkelanjutan.
23.

Dalam reformasi kebijakan fiskal, pemerintah melakukan diversifikasi sumber penerimaan. Diversifikasi berarti…

  • A. mengandalkan satu sumber penerimaan utama
  • B. menghilangkan sumber penerimaan nonpajak
  • C. mengurangi semua sumber penerimaan
  • D. memperbanyak jenis sumber penerimaan negara
Jawaban: D
Diversifikasi sumber penerimaan bertujuan mengurangi risiko dengan memperbanyak jenis penerimaan.
24.

Salah satu aspek dalam reformasi kebijakan fiskal adalah penguatan sistem pengawasan. Tujuannya untuk mencegah…

  • A. kebocoran anggaran dan korupsi
  • B. peningkatan pendapatan negara
  • C. investasi asing masuk
  • D. kerja sama antar daerah
Jawaban: A
Penguatan pengawasan dalam reformasi fiskal mencegah kebocoran anggaran dan praktik korupsi.
25.

Kebijakan reformasi pajak di Indonesia bertujuan untuk…

  • A. menurunkan tarif pajak drastis tanpa pertimbangan
  • B. mengalihkan pajak ke sektor informal
  • C. menghapus semua jenis pajak
  • D. meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan penerimaan
Jawaban: D
Reformasi pajak bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk mengoptimalkan penerimaan negara.
26.

Salah satu langkah reformasi pajak adalah penerapan sistem self assessment. Dalam sistem ini, wajib pajak…

  • A. menghitung dan melaporkan pajak sendiri
  • B. tidak perlu melaporkan pajak
  • C. membayar pajak atas penentuan petugas
  • D. hanya membayar pajak jika ditagih
Jawaban: A
Sistem self assessment memungkinkan wajib pajak menghitung, membayar, dan melaporkan pajak secara mandiri.
27.

Reformasi pajak juga mencakup modernisasi administrasi perpajakan. Tujuannya adalah…

  • A. memperumit prosedur pembayaran pajak
  • B. menambah biaya administrasi pajak
  • C. mempermudah pelayanan dan pengawasan pajak
  • D. mengurangi transparansi pajak
Jawaban: C
Modernisasi administrasi perpajakan bertujuan mempermudah pelayanan dan meningkatkan pengawasan pajak.
28.

Dalam reformasi pajak, perluasan basis pajak dilakukan dengan cara…

  • A. menambah objek pajak baru
  • B. mengurangi jumlah wajib pajak
  • C. menurunkan semua tarif pajak
  • D. menghapus pajak bagi usaha kecil
Jawaban: A
Perluasan basis pajak berarti menambah jumlah objek atau subjek pajak untuk meningkatkan penerimaan.
29.

Salah satu tantangan dalam reformasi pajak adalah resistensi dari masyarakat. Resistensi ini biasanya muncul karena…

  • A. pajak dinilai terlalu rendah
  • B. kurangnya pemahaman tentang manfaat pajak
  • C. pajak tidak perlu dibayar
  • D. kemudahan akses informasi pajak
Jawaban: B
Resistensi masyarakat sering disebabkan kurangnya pemahaman tentang pentingnya pajak bagi pembangunan.
30.

Kebijakan reformasi pajak juga mencakup penegakan hukum perpajakan. Tujuannya untuk…

  • A. memberi hukuman pada semua wajib pajak
  • B. menghilangkan pengadilan pajak
  • C. meningkatkan kepatuhan dan efek jera
  • D. mengurangi sanksi bagi pelanggar
Jawaban: C
Penegakan hukum dalam reformasi pajak bertujuan meningkatkan kepatuhan dan memberikan efek jera bagi pelanggar.
31.

Utang luar negeri adalah pinjaman yang diperoleh pemerintah dari…

  • A. lembaga keuangan dalam negeri saja
  • B. pihak asing seperti negara atau lembaga internasional
  • C. swasta nasional murni
  • D. bank sentral Republik Indonesia
Jawaban: B
Utang luar negeri adalah pinjaman dari kreditor asing, termasuk negara lain dan lembaga internasional.
32.

Salah satu risiko utama dari utang luar negeri adalah…

  • A. peningkatan cadangan devisa
  • B. penguatan nilai tukar rupiah
  • C. kemudahan akses modal asing
  • D. beban pembayaran bunga dan pokok yang tinggi
Jawaban: D
Risiko utang luar negeri meliputi beban bunga dan pokok yang tinggi yang dapat membebani anggaran negara.
33.

Pemerintah menggunakan utang luar negeri untuk membiayai proyek pembangunan. Namun, kebijakan ini harus hati-hati karena…

  • A. utang luar negeri tidak perlu dikembalikan
  • B. selalu menguntungkan perekonomian
  • C. dapat meningkatkan ketergantungan pada pihak asing
  • D. tidak berdampak pada APBN
Jawaban: C
Penggunaan utang luar negeri yang berlebihan dapat meningkatkan ketergantungan pada kreditor asing dan mempengaruhi kedaulatan ekonomi.
34.

Salah satu syarat penggunaan utang luar negeri yang efektif adalah…

  • A. dialokasikan pada proyek yang produktif dan berkelanjutan
  • B. digunakan untuk konsumsi aparatur negara
  • C. tidak perlu perencanaan matang
  • D. hanya untuk membayar utang lama
Jawaban: A
Utang luar negeri efektif jika digunakan untuk proyek produktif yang dapat menghasilkan pendapatan untuk pembayaran kembali.
35.

Utang luar negeri yang digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan yang bersifat produktif dan dapat menghasilkan devisa disebut sebagai utang…

  • A. pemerintah
  • B. lunak
  • C. swasta
  • D. komersial
Jawaban: D
Utang komersial adalah pinjaman dari lembaga keuangan internasional atau bank dengan syarat pasar yang digunakan untuk proyek produktif yang dapat menghasilkan devisa untuk pembayaran kembali.
36.

Salah satu risiko utama dari penggunaan utang luar negeri bagi perekonomian Indonesia adalah…

  • A. beban pembayaran bunga yang tinggi
  • B. apresiasi nilai tukar
  • C. peningkatan investasi langsung
  • D. penurunan cadangan devisa hanya sementara
Jawaban: A
Risiko utama utang luar negeri adalah beban pembayaran bunga dan pokok yang tinggi yang dapat mengganggu stabilitas fiskal dan neraca pembayaran.
37.

Konsep desentralisasi fiskal menekankan pada penyerahan kewenangan di bidang…

  • A. pertahanan dan keamanan
  • B. kebijakan moneter
  • C. hubungan luar negeri
  • D. penerimaan dan belanja publik kepada daerah
Jawaban: D
Desentralisasi fiskal adalah penyerahan kewenangan perpajakan dan pengeluaran publik dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk meningkatkan efisiensi.
38.

Tujuan utama desentralisasi fiskal adalah untuk…

  • A. memusatkan seluruh penerimaan negara
  • B. mengurangi peran pemerintah daerah
  • C. meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pelayanan publik
  • D. memperkuat kontrol pusat atas daerah
Jawaban: C
Desentralisasi fiskal bertujuan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya dan akuntabilitas pelayanan publik dengan mendekatkan pengambilan keputusan ke masyarakat.
39.

Dalam teori desentralisasi fiskal, prinsip yang menyatakan bahwa pengeluaran publik harus disediakan oleh tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat adalah…

  • A. prinsip korelasi fiskal
  • B. prinsip subsidi
  • C. prinsip manfaat
  • D. prinsip keseragaman
Jawaban: A
Prinsip korelasi fiskal (fiscal correspondence) menyatakan bahwa pengeluaran publik harus disediakan oleh pemerintahan yang wilayahnya mencakup penerima manfaat agar terjadi kesesuaian.
40.

Sumber penerimaan utama pemerintah daerah dalam desentralisasi fiskal adalah…

  • A. bea masuk
  • B. Pajak Bumi dan Bangunan
  • C. Pajak Penghasilan
  • D. cukai
Jawaban: B
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu sumber penerimaan utama daerah yang dialokasikan melalui desentralisasi fiskal.
41.

Transfer dana dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang bersifat tidak bersyarat disebut…

  • A. dana alokasi khusus
  • B. dana bagi hasil
  • C. dana alokasi umum
  • D. pinjaman daerah
Jawaban: C
Dana Alokasi Umum (DAU) adalah transfer dari pusat ke daerah yang bersifat tidak bersyarat sehingga daerah bebas menggunakannya sesuai prioritas.
42.

Salah satu hambatan dalam implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia adalah…

  • A. kemandirian fiskal daerah yang tinggi
  • B. pengawasan pusat yang lemah
  • C. kesenjangan kapasitas fiskal antar daerah
  • D. partisipasi masyarakat yang berlebihan
Jawaban: C
Kesenjangan kapasitas fiskal antar daerah menyebabkan ketimpangan pelayanan publik dan menjadi hambatan dalam implementasi desentralisasi fiskal.
43.

Dalam implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia, dana perimbangan terdiri dari…

  • A. DAU, DAK, dan DBH
  • B. PAD, DAU, dan pinjaman
  • C. DAK, pajak daerah, dan retribusi
  • D. DBH, pinjaman, dan hibah
Jawaban: A
Dana perimbangan meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) sesuai undang-undang.
44.

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan desentralisasi fiskal adalah…

  • A. kapasitas sumber daya manusia aparatur daerah
  • B. sentralisasi perencanaan
  • C. pengurangan peran legislatif daerah
  • D. ketergantungan penuh pada transfer pusat
Jawaban: A
Kapasitas SDM aparatur daerah sangat mempengaruhi kemampuan daerah dalam mengelola keuangan dan melaksanakan desentralisasi fiskal secara efektif.
45.

Implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia bertujuan untuk…

  • A. memperkuat peran pemerintah pusat dalam semua sektor
  • B. meningkatkan pendapatan asli daerah dan kemandirian fiskal
  • C. menyeragamkan kebijakan di seluruh daerah
  • D. mengurangi partisipasi masyarakat dalam pembangunan
Jawaban: B
Salah satu tujuan desentralisasi fiskal adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong kemandirian fiskal daerah.
46.

Salah satu tantangan dalam implementasi desentralisasi fiskal adalah…

  • A. meningkatnya efisiensi pelayanan publik secara merata
  • B. meningkatnya investasi asing langsung ke daerah
  • C. berkurangnya korupsi di tingkat pusat
  • D. adanya moral hazard dalam penggunaan dana daerah
Jawaban: D
Moral hazard muncul ketika daerah tidak bertanggung jawab dalam menggunakan dana transfer sehingga memerlukan pengawasan yang ketat.
47.

Dasar hukum utama implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia adalah…

  • A. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003
  • B. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
  • C. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
  • D. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004
Jawaban: D
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah menjadi dasar desentralisasi fiskal.
48.

Aspek hukum dalam pengelolaan keuangan negara mengatur bahwa setiap penerimaan dan pengeluaran negara harus…

  • A. berdasarkan mekanisme pasar
  • B. dikelola oleh sektor swasta
  • C. ditetapkan dalam Undang-Undang APBN
  • D. bebas dari pengawasan legislatif
Jawaban: C
Aspek hukum menuntut agar penerimaan dan pengeluaran negara dituangkan dalam Undang-Undang APBN sebagai dasar pelaksanaan anggaran.
49.

Sumber daya manusia yang kompeten dalam pengelolaan keuangan negara diperlukan untuk…

  • A. mempercepat proses korupsi
  • B. meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan
  • C. mengurangi transparansi
  • D. menghindari teknologi informasi
Jawaban: B
SDM yang kompeten mampu menjalankan prinsip akuntabilitas dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan pembangunan.
50.

Peraturan perundang-undangan yang mengatur pencatatan dan pelaporan keuangan negara adalah…

  • A. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004
  • B. Peraturan Menteri Keuangan
  • C. Peraturan Presiden
  • D. Undang-Undang Antikorupsi
Jawaban: A
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara mengatur pencatatan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan negara.
51.

Salah satu peran teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan negara adalah…

  • A. memperlambat proses pelaporan
  • B. mempermudah pemantauan dan pengawasan secara real-time
  • C. meningkatkan risiko kesalahan manual
  • D. menggantikan peran auditor
Jawaban: B
Teknologi informasi memungkinkan pemantauan dan pengawasan keuangan negara secara real-time sehingga efisiensi dan akuntabilitas meningkat.
52.

Aspek hukum dalam pengelolaan keuangan negara bertujuan untuk memberikan landasan yang jelas bagi pemerintah dalam menjalankan aktivitas fiskal. Manakah dari berikut ini yang merupakan fungsi utama aspek hukum dalam pengelolaan keuangan negara?

  • A. Menjamin kepastian hukum dan akuntabilitas
  • B. Meningkatkan pendapatan negara melalui pajak
  • C. Menekan inflasi melalui kebijakan moneter
  • D. Mengurangi utang luar negeri secara bertahap
Jawaban: A
Aspek hukum memberikan kepastian hukum dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara, sehingga setiap tindakan pemerintah memiliki dasar hukum yang jelas.
53.

Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sangat diperlukan dalam pengelolaan keuangan negara. Dampak langsung dari SDM yang tidak kompeten di bidang ini adalah:

  • A. Rendahnya kualitas laporan keuangan dan potensi penyimpangan
  • B. Efisiensi belanja negara yang lebih baik
  • C. Peningkatan investasi asing langsung
  • D. Kenaikan pendapatan dari sektor pariwisata
Jawaban: A
SDM yang tidak kompeten dapat menyebabkan kesalahan dalam pencatatan, pelaporan, dan pengendalian keuangan, sehingga kualitas laporan keuangan rendah dan berpotensi terjadi penyimpangan.
54.

Dalam pengelolaan keuangan negara, salah satu prinsip penting yang diatur oleh aspek hukum adalah transparansi. Transparansi dalam konteks ini berarti:

  • A. Semua informasi keuangan harus dirahasiakan untuk keamanan nasional
  • B. Informasi keuangan hanya boleh diketahui oleh pejabat tinggi negara
  • C. Informasi keuangan harus disajikan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik
  • D. Informasi keuangan disampaikan secara lisan saja kepada DPR
Jawaban: C
Transparansi adalah keterbukaan pemerintah dalam menyajikan informasi keuangan kepada publik, sehingga masyarakat dapat mengawasi dan mengevaluasi pengelolaan keuangan negara.
55.

Peranan pengawasan dalam pengelolaan keuangan negara sangat krusial untuk mencegah penyimpangan. Salah satu lembaga pengawas eksternal di Indonesia adalah:

  • A. Kementerian Keuangan
  • B. Sekretariat Negara
  • C. Badan Pemeriksa Keuangan
  • D. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Jawaban: C
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah lembaga pengawas eksternal yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
56.

Teknologi informasi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara. Contoh penerapan teknologi informasi dalam sistem keuangan negara adalah:

  • A. Pencatatan manual menggunakan buku besar
  • B. Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD)
  • C. Pengiriman dokumen via pos
  • D. Rapat tatap muka setiap minggu
Jawaban: B
SIKD adalah sistem yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengelola data keuangan daerah secara terintegrasi, meningkatkan akurasi dan kecepatan pelaporan.
57.

Pengawasan internal dalam pengelolaan keuangan negara dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Tujuan utama dari pengawasan internal adalah:

  • A. Mencari kesalahan pegawai untuk dihukum
  • B. Memberikan opini atas laporan keuangan
  • C. Menyusun anggaran negara tahun depan
  • D. Membantu manajemen mencapai tujuan secara efektif dan efisien
Jawaban: D
Pengawasan internal bertujuan memberikan keyakinan memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
58.

Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMKADA) merupakan salah satu inovasi teknologi informasi. Manfaat utama dari SIMKADA adalah:

  • A. Mempermudah korupsi karena data terpusat
  • B. Menyulitkan koordinasi antar dinas
  • C. Meningkatkan akurasi dan kecepatan penyusunan laporan keuangan
  • D. Menambah beban kerja pegawai
Jawaban: C
SIMKADA mengintegrasikan data keuangan sehingga memudahkan akses dan pengolahan informasi, yang pada akhirnya meningkatkan akurasi dan kecepatan laporan keuangan.
59.

Peranan teknologi informasi dalam pengawasan keuangan negara membantu auditor dalam melakukan audit secara lebih efektif. Salah satu fitur yang mendukung audit adalah:

  • A. Akun media sosial untuk pegawai
  • B. Sistem absensi sidik jari
  • C. Game online untuk refreshing
  • D. Database terintegrasi yang dapat diakses oleh auditor
Jawaban: D
Database terintegrasi memungkinkan auditor mengakses data keuangan secara real-time dan komprehensif, sehingga audit dapat dilakukan lebih efisien dan akurat.
60.

Dalam pengelolaan keuangan negara, teknologi informasi juga berperan dalam transparansi. Contoh nyata dari peran ini adalah:

  • A. Siaran radio tentang APBN
  • B. Surat kabar harian yang memuat berita keuangan
  • C. Papan pengumuman di kantor pemerintahan
  • D. Portal data terbuka (open data) yang menampilkan anggaran publik
Jawaban: D
Portal data terbuka menyediakan akses langsung kepada masyarakat untuk melihat rincian anggaran, sehingga meningkatkan transparansi dan partisipasi publik.
61.

Good governance dalam perspektif teori menekankan pada partisipasi masyarakat. Partisipasi dalam good governance berarti:

  • A. Masyarakat hanya boleh menjadi penonton dalam keputusan publik
  • B. Masyarakat memiliki hak untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan
  • C. Pemerintah memutuskan semua hal tanpa masukan
  • D. Partisipasi hanya melalui pemilu setiap lima tahun
Jawaban: B
Partisipasi adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun melalui perwakilan, untuk memastikan keputusan mencerminkan kepentingan publik.
62.

Prinsip rule of law dalam good governance mengandung makna bahwa:

  • A. Hukum hanya berlaku bagi warga negara biasa
  • B. Pejabat pemerintah kebal terhadap hukum
  • C. Semua orang termasuk pejabat pemerintah tunduk pada hukum yang sama
  • D. Hukum dapat diabaikan demi kepentingan politik
Jawaban: C
Rule of law mengharuskan semua individu dan institusi, termasuk pemerintah, untuk tunduk pada hukum yang berlaku secara adil dan tidak memihak.
63.

Transparansi sebagai salah satu pilar good governance berarti:

  • A. Informasi publik dapat diakses oleh siapa pun yang membutuhkan
  • B. Semua informasi harus ditutup rapat
  • C. Hanya pejabat tinggi yang boleh mengetahui informasi
  • D. Informasi disebarkan secara terbatas pada media tertentu
Jawaban: A
Transparansi menuntut keterbukaan informasi publik sehingga masyarakat dapat mengawasi jalannya pemerintahan dan mencegah praktik korupsi.
64.

Responsivitas dalam good governance mengacu pada kemampuan pemerintah untuk:

  • A. Menunda-nunda keputusan
  • B. Mengabaikan keluhan masyarakat
  • C. Hanya fokus pada kepentingan internal
  • D. Menanggapi kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara cepat
Jawaban: D
Responsivitas adalah kesediaan pemerintah untuk mendengar dan menindaklanjuti kebutuhan serta keluhan masyarakat secara cepat dan tepat.
65.

Efektivitas dan efisiensi dalam good governance berarti bahwa:

  • A. Pemerintah mencapai tujuan dengan menggunakan sumber daya secara optimal
  • B. Prosedur birokrasi dibuat rumit agar tidak mudah diikuti
  • C. Pemerintah menggunakan sumber daya sebanyak mungkin
  • D. Prioritas diberikan pada proyek yang mewah
Jawaban: A
Efektivitas dan efisiensi menekankan pencapaian hasil yang maksimal dengan penggunaan sumber daya yang minimal, sehingga tidak ada pemborosan.
66.

Implementasi good governance dalam otonomi daerah di Indonesia menghadapi tantangan berupa kurangnya koordinasi antar daerah. Dampak dari kurangnya koordinasi ini adalah:

  • A. Peningkatan efisiensi pelayanan publik
  • B. Tumpang tindih kebijakan dan pemborosan anggaran
  • C. Semakin kuatnya kemandirian daerah
  • D. Peningkatan investasi asing
Jawaban: B
Kurangnya koordinasi dapat menyebabkan kebijakan antar daerah saling bertentangan dan duplikasi program, yang mengakibatkan pemborosan sumber daya.
67.

Salah satu indikator keberhasilan penerapan good governance di daerah adalah menurunnya tingkat korupsi. Faktor yang mendukung penurunan korupsi adalah:

  • A. Sentralisasi kekuasaan pada satu orang
  • B. Penerapan sistem akuntabilitas yang kuat
  • C. Lemahnya sistem pengawasan
  • D. Keterbukaan informasi yang minim
Jawaban: B
Akuntabilitas yang kuat memaksa setiap pejabat untuk bertanggung jawab atas tindakannya, sehingga mempersempit ruang gerak korupsi.
68.

Dalam otonomi daerah, good governance juga memerlukan profesionalisme aparatur sipil negara. Profesionalisme berarti:

  • A. Aparatur memiliki kompetensi dan integritas dalam menjalankan tugas
  • B. Aparatur bekerja sesuai dengan hubungan kekeluargaan
  • C. Aparatur hanya mengikuti perintah atasan tanpa pertimbangan
  • D. Aparatur menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi
Jawaban: A
Profesionalisme menuntut aparatur memiliki keahlian, netralitas, dan moral yang baik dalam melaksanakan tugas publik tanpa diskriminasi.
69.

Dalam perspektif teori, good governance diartikan sebagai tata kelola pemerintahan yang baik dengan ciri utama…

  • A. partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas
  • B. kekuasaan terpusat pada eksekutif
  • C. efisiensi anggaran tanpa pengawasan
  • D. dominasi sektor swasta dalam kebijakan publik
Jawaban: A
Good governance memiliki ciri utama partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
70.

Prinsip transparansi dalam good governance mengharuskan pemerintah daerah untuk…

  • A. merahasiakan dokumen anggaran
  • B. membatasi akses publik pada rapat dewan
  • C. menyediakan informasi keuangan secara terbuka kepada masyarakat
  • D. memberikan kewenangan penuh pada kepala daerah
Jawaban: C
Transparansi menuntut keterbukaan informasi, termasuk informasi keuangan daerah, agar publik dapat mengawasi.
71.

Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini didasarkan pada asas…

  • A. sentralisasi
  • B. dekonsentrasi
  • C. desentralisasi
  • D. tugas pembantuan
Jawaban: C
Otonomi daerah merupakan perwujudan dari asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
72.

Tujuan utama pemberian otonomi kepada daerah adalah untuk…

  • A. memperkuat kekuasaan pusat
  • B. mengurangi peran pemerintah daerah
  • C. menyeragamkan kebijakan di seluruh daerah
  • D. meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik
Jawaban: D
Otonomi daerah bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga lebih efisien dan efektif.
73.

Dalam pelaksanaan otonomi daerah, daerah memiliki kewenangan untuk…

  • A. mengatur seluruh urusan termasuk politik luar negeri
  • B. mengatur urusan agama
  • C. membuat perjanjian internasional
  • D. mengatur urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya berdasarkan undang-undang
Jawaban: D
Daerah hanya berwenang mengatur urusan yang telah ditetapkan undang-undang, bukan urusan absolut pusat.
74.

Sumber penerimaan daerah dalam otonomi daerah antara lain berasal dari…

  • A. pajak pusat
  • B. bea cukai
  • C. pendapatan asli daerah (PAD)
  • D. penerimaan migas
Jawaban: C
PAD merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang utama untuk membiayai pembangunan daerah.
75.

Kendala umum yang dihadapi dalam implementasi otonomi daerah di Indonesia adalah…

  • A. keseragaman potensi antar daerah
  • B. ketimpangan kemampuan fiskal antar daerah
  • C. ketersediaan sumber daya manusia yang memadai
  • D. sentralisasi kekuasaan yang kuat
Jawaban: B
Ketimpangan fiskal antar daerah menjadi kendala karena daerah miskin sulit membiayai urusan otonomi.
76.

Dalam implementasi otonomi daerah, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengelola sumber daya alam di wilayahnya sesuai dengan…

  • A. kepentingan investor asing
  • B. peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • C. keinginan kepala daerah
  • D. kesepakatan internasional
Jawaban: B
Kewenangan daerah dalam pengelolaan SDA harus sesuai dengan aturan undang-undang untuk menjaga kepentingan nasional.
77.

Dampak positif dari otonomi daerah dalam pelayanan publik adalah…

  • A. pelayanan lebih cepat dan sesuai kebutuhan lokal
  • B. pelayanan menjadi lebih lambat
  • C. peningkatan birokrasi yang rumit
  • D. pengurangan anggaran daerah
Jawaban: A
Dengan otonomi, daerah dapat menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan spesifik masyarakat setempat sehingga lebih efektif.
78.

Pembagian kewenangan antara pusat dan daerah dalam otonomi daerah diatur dalam…

  • A. Undang-Undang Dasar 1945
  • B. Undang-Undang Pemerintahan Daerah
  • C. Peraturan Presiden
  • D. Peraturan Menteri Dalam Negeri
Jawaban: B
Undang-Undang Pemerintahan Daerah mengatur secara rinci pembagian kewenangan pusat dan daerah.
79.

Evaluasi implementasi otonomi daerah menunjukkan bahwa daerah masih bergantung pada…

  • A. pinjaman luar negeri
  • B. investasi swasta
  • C. dana perimbangan dari pusat
  • D. ekspor komoditas
Jawaban: C
Banyak daerah bergantung pada dana perimbangan seperti DAU dan DAK karena PAD masih rendah.
80.

Kewenangan pemerintahan yang dimiliki oleh pemerintah pusat meliputi urusan…

  • A. pertanian dan perkebunan
  • B. pendidikan dan kesehatan
  • C. pariwisata dan kebudayaan
  • D. politik luar negeri, pertahanan, keamanan, moneter, dan agama
Jawaban: D
Urusan absolut pusat mencakup politik luar negeri, pertahanan, keamanan, moneter, dan agama sesuai UUD.
81.

Dalam sistem desentralisasi, kewenangan yang dilimpahkan kepada daerah bersifat…

  • A. terbatas dan berdasarkan undang-undang
  • B. penuh dan mutlak
  • C. tidak terbatas
  • D. sementara
Jawaban: A
Kewenangan daerah bersifat terbatas karena hanya meliputi urusan yang diserahkan oleh pusat melalui undang-undang.
82.

Asas dekonsentrasi dalam kewenangan pemerintahan berarti pelimpahan wewenang dari…

  • A. daerah ke pusat
  • B. daerah ke kecamatan
  • C. pusat ke rakyat
  • D. pusat ke gubernur sebagai wakil pemerintah
Jawaban: D
Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah di daerah.
83.

Kewenangan wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam otonomi daerah mencakup urusan…

  • A. pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan
  • B. peradilan
  • C. penerbangan dan pelayaran
  • D. moneter dan fiskal nasional
Jawaban: A
Urusan wajib daerah meliputi pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sesuai standar nasional.
84.

Prinsip pembagian kewenangan antara pusat dan daerah didasarkan pada kriteria…

  • A. luas wilayah
  • B. eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi
  • C. jumlah penduduk
  • D. kedekatan dengan ibu kota
Jawaban: B
Pembagian kewenangan mempertimbangkan eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi untuk menentukan tingkat pemerintahan yang tepat.
85.

Kewenangan pemerintahan yang dimiliki oleh suatu negara pada hakikatnya berasal dari…

  • A. rakyat
  • B. pemerintah pusat
  • C. lembaga internasional
  • D. konstitusi
Jawaban: D
Berdasarkan teori kedaulatan hukum, kewenangan pemerintahan berasal dari konstitusi sebagai hukum tertinggi.
86.

Pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor…

  • A. 33 Tahun 2004
  • B. 1 Tahun 2004
  • C. 17 Tahun 2003
  • D. 23 Tahun 2014
Jawaban: D
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur secara rinci pembagian kewenangan antara pusat dan daerah.
87.

Kewenangan pemerintah pusat yang bersifat mutlak meliputi urusan…

  • A. pendidikan
  • B. kesehatan
  • C. pertahanan dan keamanan
  • D. pertanian
Jawaban: C
Pertahanan dan keamanan merupakan urusan absolut pemerintah pusat yang tidak dapat diserahkan kepada daerah.
88.

Kewenangan pemerintah daerah dalam menjalankan otonomi daerah mencakup urusan…

  • A. pelayanan dasar publik
  • B. moneter dan fiskal nasional
  • C. politik luar negeri
  • D. yudikatif
Jawaban: A
Pelayanan dasar publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur merupakan urusan yang menjadi kewenangan daerah dalam otonomi.
89.

Dalam penyelenggaraan desentralisasi, kewenangan yang diberikan kepada daerah bersifat…

  • A. sementara dan dapat dicabut kapan saja
  • B. penuh tanpa campur tangan pusat
  • C. terbatas dan diatur oleh peraturan pusat
  • D. bersama antara pusat dan daerah
Jawaban: C
Kewenangan daerah dalam desentralisasi bersifat terbatas karena tetap berada dalam kerangka regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat.
90.

Salah satu contoh kewenangan pemerintah pusat yang bersifat concurrent adalah…

  • A. kebijakan tarif pajak daerah
  • B. pengelolaan sumber daya alam
  • C. pengangkatan kepala desa
  • D. penetapan standar pelayanan minimal
Jawaban: D
Penetapan standar pelayanan minimal merupakan kewenangan bersama antara pusat dan daerah, termasuk dalam urusan concurrent.
91.

Hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah didasarkan pada prinsip…

  • A. desentralisasi fiskal
  • B. sentralisasi penuh
  • C. otonomi mutlak
  • D. intervensi langsung
Jawaban: A
Desentralisasi fiskal menjadi prinsip dasar hubungan keuangan pusat dan daerah, dengan transfer dana seperti DAU dan DAK.
92.

Dana Perimbangan dalam hubungan keuangan pusat dan daerah terdiri dari…

  • A. PAD dan pinjaman daerah
  • B. hibah dan bantuan sosial
  • C. DAU, DAK, dan DBH
  • D. pajak daerah dan retribusi
Jawaban: C
Dana Perimbangan meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH).
93.

Tujuan utama hubungan keuangan pusat dan daerah adalah untuk…

  • A. mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah
  • B. menciptakan ketergantungan daerah
  • C. memperkuat pusat secara finansial
  • D. menghapus pajak daerah
Jawaban: A
Hubungan keuangan pusat dan daerah bertujuan mengurangi kesenjangan fiskal sehingga pelayanan publik merata.
94.

Dalam hubungan pusat dan daerah, prinsip money follows function berarti…

  • A. fungsi mengikuti ketersediaan dana
  • B. dana mengikuti fungsi pemerintahan
  • C. uang disesuaikan dengan anggaran
  • D. fungsi pusat lebih penting dari uang
Jawaban: B
Prinsip money follows function berarti alokasi dana disesuaikan dengan fungsi atau kewenangan yang dijalankan oleh daerah.
95.

Tax effort mengukur kemampuan suatu daerah dalam…

  • A. mengelola utang daerah
  • B. menggali potensi pajak daerah
  • C. menentukan tarif pajak nasional
  • D. menghitung belanja modal
Jawaban: B
Tax effort adalah indikator yang mengukur sejauh mana daerah mampu menggali potensi pajak daerah secara optimal.
96.

Fiscal need adalah konsep yang menggambarkan…

  • A. kebutuhan belanja daerah untuk pelayanan publik
  • B. kemampuan daerah dalam menghasilkan pendapatan
  • C. jumlah utang daerah yang harus dibayar
  • D. kebutuhan dana dari pusat secara mutlak
Jawaban: A
Fiscal need menggambarkan kebutuhan belanja daerah berdasarkan beban pelayanan publik yang harus dipenuhi.
97.

Jika suatu daerah memiliki tax effort tinggi tetapi fiscal need rendah, transfer dari pusat cenderung…

  • A. lebih besar
  • B. lebih kecil
  • C. tidak berubah
  • D. dihapuskan
Jawaban: B
Daerah dengan tax effort tinggi dan fiscal need rendah menunjukkan kemandirian fiskal tinggi, sehingga transfer dari pusat lebih kecil.
98.

Rumus umum dalam menentukan besaran DAU menggunakan variabel…

  • A. PAD dan belanja langsung
  • B. tax effort dan fiscal need
  • C. jumlah penduduk dan luas wilayah
  • D. tingkat inflasi dan suku bunga
Jawaban: B
DAU dihitung berdasarkan celah fiskal yang merupakan selisih antara fiscal need dan tax effort atau kapasitas fiskal daerah.
99.

Salah satu komponen dalam menghitung fiscal need adalah…

  • A. jumlah pegawai daerah
  • B. persentase pajak pusat
  • C. indeks kemahalan konstruksi
  • D. sisa lebih perhitungan anggaran
Jawaban: C
Indeks kemahalan konstruksi digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan belanja daerah dengan biaya pembangunan.
100.

Peningkatan tax effort dapat dilakukan melalui upaya…

  • A. pengurangan belanja publik
  • B. penghapusan retribusi daerah
  • C. penambahan utang luar negeri
  • D. ekstensifikasi dan intensifikasi pajak daerah
Jawaban: D
Ekstensifikasi dan intensifikasi seperti perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan wajib pajak dapat meningkatkan tax effort.

Kebijakan fiskal pusat dan daerah itu beda tipis sama hubungan rumah tangga, saling memengaruhi. Kalau pusat menarik pajak besar-besaran, daerah harus pintar mengelola dana transfer dari APBN yang belum tentu cukup. Desentralisasi fiskal sering jadi jebakan soal di UAS karena konsepnya terlihat sederhana tapi detailnya kompleks. Cek jawabanmu dengan kunci untuk soal yang berbau otonomi daerah dan hubungan keuangan pusat-daerah. Pola soal di ESPA4524 Sistem Keuangan Pusat dan Daerah biasanya berulang antara modul 4 sampai 9.

Format UAS UT mengombinasikan soal UTM yang hafalan dengan soal UO yang butuh analisis kasus, misalnya menghitung tax effort atau fiscal need antar daerah. Banyak yang terkecoh di bagian aspek hukum dan pengawasan keuangan karena materinya terlalu teoretis. Ada banyak Soal UAS UT lain di sini kalau kamu mau lanjut latihan matkul dengan cakupan serupa. Fokus ke mekanisme distribusi kewenangan pusat dan daerah dulu, baru sisanya seperti bonus.

Bagikan

error: Content is protected !!