Soalut.com gratis berkat dukungan kamu. Bantu kami tetap online.❤ Gratis selamanya

Donasi sekarang

Soal UAS UT FSAB4104 Corporate Governance dan Kunci Jawaban

Soal UAS UT FSAB4104 Corporate Governance dan Kunci Jawaban
Soal UT FSAB4104 Corporate Governance

Banyak mahasiswa Universitas Terbuka merasa kewalahan saat UAS semakin dekat. Soal UAS UT sendiri punya karakteristik yang perlu kamu kenali lebih dulu sebelum duduk di kursi ujian. Memahami polanya lebih awal bisa jadi pembeda antara menjawab dengan yakin dan sekadar menebak.

FSAB4104 Corporate Governance adalah salah satu mata kuliah yang tidak bisa dianggap remeh. Cakupan materinya membahas tata kelola perusahaan secara mendalam, mulai dari struktur dewan hingga mekanisme pengawasan yang berlaku di dunia korporasi. Di era bisnis yang makin kompleks.

Cara paling efektif untuk mengukur kesiapanmu adalah dengan mengerjakan Soal Latihan UT secara langsung. Lewat latihan, kamu bisa memetakan bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih butuh perhatian. Kisi-kisi Soal UT juga bisa jadi panduan awal sebelum kamu menyelami soal-soal latihan lebih dalam.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT FSAB4104 Corporate Governance

1.

Hukum korporasi pada dasarnya mengatur hubungan antara berbagai pihak yang terlibat dalam suatu korporasi. Pihak yang TIDAK termasuk dalam ruang lingkup pengaturan hukum korporasi adalah…

  • A. Pemegang saham dan manajemen perusahaan
  • B. Konsumen akhir produk perusahaan secara individual
  • C. Direksi dan dewan komisaris perusahaan
  • D. Kreditor dan pemangku kepentingan internal
Jawaban: B. Konsumen akhir produk perusahaan secara individual
Ruang lingkup hukum korporasi mencakup hubungan antara pemegang saham, manajemen, direksi, komisaris, dan kreditor. Konsumen akhir secara individual bukan subjek langsung hukum korporasi, melainkan diatur oleh hukum perlindungan konsumen.
2.

Korporasi diakui sebagai entitas hukum yang terpisah dari pemiliknya. Konsekuensi utama dari prinsip pemisahan ini bagi pemegang saham adalah…

  • A. Pemegang saham hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disetor
  • B. Pemegang saham bertanggung jawab penuh atas seluruh utang korporasi
  • C. Pemegang saham memiliki hak langsung atas aset korporasi
  • D. Pemegang saham dapat mengelola operasional korporasi secara langsung
Jawaban: A. Pemegang saham hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disetor
Prinsip pemisahan entitas hukum korporasi menghasilkan konsep limited liability, di mana tanggung jawab pemegang saham dibatasi hanya pada jumlah modal yang telah disetorkan ke dalam korporasi.
3.

Peran sosial korporasi dalam masyarakat tercermin melalui hubungan korporasi dengan para pemangku kepentingannya. Yang dimaksud dengan pemangku kepentingan eksternal korporasi adalah…

  • A. Dewan direksi dan manajemen puncak perusahaan
  • B. Karyawan tetap dan karyawan kontrak perusahaan
  • C. Masyarakat sekitar, pemerintah, dan lingkungan hidup
  • D. Pemegang saham mayoritas dan minoritas perusahaan
Jawaban: C. Masyarakat sekitar, pemerintah, dan lingkungan hidup
Pemangku kepentingan eksternal adalah pihak di luar struktur internal korporasi yang turut terpengaruh oleh aktivitas korporasi, mencakup masyarakat, pemerintah, dan lingkungan hidup.
4.

Dalam teori keagenan (agency theory), hubungan keagenan muncul ketika satu pihak mendelegasikan wewenang kepada pihak lain. Dalam konteks korporasi, yang berperan sebagai prinsipal adalah…

  • A. Direksi yang mengelola operasional perusahaan sehari-hari
  • B. Manajer yang menerima wewenang dari dewan komisaris
  • C. Auditor eksternal yang mengawasi laporan keuangan
  • D. Pemegang saham yang mendelegasikan pengelolaan kepada manajemen
Jawaban: D. Pemegang saham yang mendelegasikan pengelolaan kepada manajemen
Dalam teori keagenan, pemegang saham disebut prinsipal karena mereka mendelegasikan wewenang pengelolaan perusahaan kepada manajemen (agen) untuk bertindak atas nama kepentingan mereka.
5.

Agency problem atau masalah keagenan timbul karena adanya perbedaan kepentingan antara prinsipal dan agen. Salah satu bentuk konkret masalah keagenan dalam korporasi adalah…

  • A. Pemegang saham menerima dividen yang lebih besar dari yang diharapkan
  • B. Manajemen mengambil keputusan yang menguntungkan diri sendiri daripada pemegang saham
  • C. Dewan komisaris menjalankan fungsi pengawasan secara efektif
  • D. Korporasi membagikan laba secara transparan kepada seluruh pemegang saham
Jawaban: B. Manajemen mengambil keputusan yang menguntungkan diri sendiri daripada pemegang saham
Masalah keagenan terjadi ketika agen (manajemen) bertindak berdasarkan kepentingan pribadi yang bertentangan dengan kepentingan prinsipal (pemegang saham), misalnya melalui pengambilan keputusan yang mementingkan diri sendiri.
6.

Kewajiban fiduciary dalam korporasi mengikat pihak tertentu untuk bertindak demi kepentingan terbaik korporasi. Pihak yang secara hukum memikul kewajiban fiduciary kepada korporasi adalah…

  • A. Direksi dan komisaris korporasi
  • B. Kreditur dan investor obligasi korporasi
  • C. Auditor eksternal dan konsultan hukum independen
  • D. Pemegang saham publik dan investor institusional
Jawaban: A. Direksi dan komisaris korporasi
Kewajiban fiduciary secara hukum dibebankan kepada direksi dan komisaris karena mereka dipercaya untuk mengelola dan mengawasi korporasi demi kepentingan terbaik perusahaan dan pemegang saham.
7.

Teori kemitraan (stakeholder theory) berbeda dari teori keagenan dalam hal orientasi tanggung jawab korporasi. Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada…

  • A. Teori keagenan menekankan kepentingan semua pemangku kepentingan, sedangkan teori kemitraan hanya pada pemegang saham
  • B. Teori kemitraan mengabaikan peran pemegang saham dalam pengambilan keputusan korporasi
  • C. Teori keagenan berfokus pada hubungan prinsipal-agen, sedangkan teori kemitraan memperluas tanggung jawab ke semua pemangku kepentingan
  • D. Teori kemitraan hanya berlaku untuk perusahaan nirlaba dan koperasi
Jawaban: C. Teori keagenan berfokus pada hubungan prinsipal-agen, sedangkan teori kemitraan memperluas tanggung jawab ke semua pemangku kepentingan
Teori keagenan memfokuskan pada relasi pemegang saham dan manajemen, sementara teori kemitraan (stakeholder theory) berpandangan bahwa korporasi bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemegang saham.
8.

Tata kelola korporasi yang baik (good corporate governance) bertumpu pada prinsip-prinsip dasar yang diakui secara internasional. Prinsip yang mewajibkan korporasi untuk mengungkapkan informasi material secara tepat waktu dan akurat kepada publik disebut prinsip…

  • A. Akuntabilitas
  • B. Responsibilitas
  • C. Kemandirian
  • D. Transparansi
Jawaban: D. Transparansi
Prinsip transparansi menghendaki korporasi untuk menyediakan dan mengungkapkan informasi yang material secara terbuka, tepat waktu, dan akurat kepada pemangku kepentingan dan publik.
9.

Prinsip akuntabilitas dalam tata kelola korporasi mengharuskan adanya kejelasan fungsi, hak, kewajiban, dan wewenang setiap organ korporasi. Tujuan utama penerapan prinsip akuntabilitas ini adalah…

  • A. Meningkatkan nilai saham korporasi di pasar modal dalam jangka pendek
  • B. Menciptakan pengelolaan korporasi yang efektif dan dapat dipertanggungjawabkan
  • C. Mempercepat proses pengambilan keputusan oleh dewan direksi
  • D. Mengurangi jumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam korporasi
Jawaban: B. Menciptakan pengelolaan korporasi yang efektif dan dapat dipertanggungjawabkan
Akuntabilitas bertujuan untuk memastikan setiap organ korporasi menjalankan fungsinya dengan jelas dan dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya, sehingga pengelolaan korporasi berjalan efektif.
10.

Implementasi tata kelola korporasi yang baik pada organisasi nirlaba memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan organisasi profit. Perbedaan utama implementasi GCG pada organisasi nirlaba terletak pada…

  • A. Organisasi nirlaba tidak memerlukan mekanisme pengawasan internal
  • B. Prinsip transparansi tidak berlaku bagi organisasi nirlaba
  • C. Ukuran keberhasilan bukan profit finansial, melainkan pencapaian misi sosial
  • D. Organisasi nirlaba tidak perlu mempertanggungjawabkan penggunaan dana kepada donatur
Jawaban: C. Ukuran keberhasilan bukan profit finansial, melainkan pencapaian misi sosial
Pada organisasi nirlaba, GCG tetap diperlukan namun orientasi utamanya adalah pada pencapaian misi sosial dan pertanggungjawaban kepada donatur serta masyarakat, bukan pada maksimalisasi keuntungan finansial.
11.

Fungsi tata kelola korporasi yang baik salah satunya adalah melindungi hak pemegang saham. Hak dasar pemegang saham yang dijamin oleh prinsip GCG menurut pedoman OECD adalah…

  • A. Hak untuk mendapatkan informasi dan berpartisipasi dalam keputusan korporasi yang fundamental
  • B. Hak untuk mengelola operasional perusahaan secara langsung tanpa perantara manajemen
  • C. Hak untuk menetapkan besaran kompensasi bagi seluruh karyawan perusahaan
  • D. Hak untuk mengakses seluruh dokumen rahasia dan strategi bisnis perusahaan
Jawaban: A. Hak untuk mendapatkan informasi dan berpartisipasi dalam keputusan korporasi yang fundamental
Pedoman GCG OECD menjamin hak dasar pemegang saham untuk memperoleh informasi material dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan fundamental korporasi, seperti dalam RUPS.
12.

Kegagalan tata kelola korporasi sering kali disebabkan oleh lemahnya pengawasan dewan. Kasus kegagalan tata kelola yang ditandai dengan manipulasi laporan keuangan dan penipuan akuntansi mencerminkan kegagalan dalam dimensi…

  • A. Perencanaan strategi jangka panjang perusahaan
  • B. Pengelolaan sumber daya manusia korporasi
  • C. Penentuan struktur modal dan kebijakan dividen
  • D. Pengawasan integritas pelaporan keuangan korporasi
Jawaban: D. Pengawasan integritas pelaporan keuangan korporasi
Manipulasi laporan keuangan merupakan kegagalan tata kelola dalam dimensi pengawasan atas integritas pelaporan keuangan, yang merupakan tanggung jawab dewan dan komite audit dalam sistem GCG.
13.

Etika bisnis dalam organisasi merupakan landasan penting tata kelola yang baik. Perilaku etis dalam bisnis pada dasarnya mensyaratkan bahwa keputusan bisnis harus…

  • A. Semata-mata memaksimalkan keuntungan finansial pemegang saham
  • B. Mempertimbangkan dampak terhadap seluruh pemangku kepentingan secara berimbang
  • C. Mengikuti instruksi pemegang saham mayoritas tanpa pertimbangan lain
  • D. Didelegasikan sepenuhnya kepada auditor eksternal sebagai pihak independen
Jawaban: B. Mempertimbangkan dampak terhadap seluruh pemangku kepentingan secara berimbang
Etika bisnis mensyaratkan bahwa keputusan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial, moral, dan kepentingan semua pemangku kepentingan secara berimbang.
14.

Sebuah perusahaan besar menghadapi dilema ketika mengetahui bahwa produknya berpotensi merugikan konsumen meskipun masih legal secara hukum. Berdasarkan etika bisnis, tindakan yang paling tepat dilakukan manajemen adalah…

  • A. Melanjutkan penjualan selama belum ada regulasi yang melarang produk tersebut
  • B. Menunggu pesaing bertindak terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan
  • C. Menarik atau memperbaiki produk demi melindungi konsumen sesuai tanggung jawab etis
  • D. Mengalihkan tanggung jawab kepada distributor yang memasarkan produk tersebut
Jawaban: C. Menarik atau memperbaiki produk demi melindungi konsumen sesuai tanggung jawab etis
Etika bisnis melampaui kepatuhan hukum semata. Manajemen yang bertindak etis akan mengutamakan keselamatan dan kepentingan konsumen meskipun tindakan tersebut tidak diwajibkan oleh hukum.
15.

Evolusi struktur kepemilikan korporasi menunjukkan adanya pergeseran dari perusahaan tertutup ke perusahaan terbuka. Karakteristik utama perusahaan tertutup (closely held company) adalah…

  • A. Saham dimiliki oleh sejumlah kecil pemegang saham dan tidak diperdagangkan di bursa
  • B. Saham perusahaan telah terdaftar dan diperdagangkan secara bebas di bursa efek
  • C. Perusahaan dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah dan tidak dapat diprivatisasi
  • D. Kepemilikan saham tersebar merata di antara ribuan investor publik
Jawaban: A. Saham dimiliki oleh sejumlah kecil pemegang saham dan tidak diperdagangkan di bursa
Perusahaan tertutup (closely held company) ditandai dengan kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada sekelompok kecil pemegang saham dan sahamnya tidak diperdagangkan secara umum di bursa efek.
16.

Dispersi kepemilikan saham pada korporasi publik memiliki implikasi terhadap tata kelola perusahaan. Implikasi tata kelola yang paling signifikan dari kepemilikan saham yang tersebar luas adalah…

  • A. Berkurangnya kebutuhan akan dewan komisaris sebagai organ pengawas
  • B. Meningkatnya kemampuan pemegang saham untuk mempengaruhi keputusan manajemen
  • C. Terkonsentrasinya kekuasaan pengambilan keputusan pada pemegang saham terbesar
  • D. Meningkatnya potensi masalah keagenan antara pemegang saham dan manajemen
Jawaban: D. Meningkatnya potensi masalah keagenan antara pemegang saham dan manajemen
Ketika kepemilikan tersebar luas, setiap pemegang saham memiliki insentif dan kemampuan yang terbatas untuk mengawasi manajemen, sehingga meningkatkan potensi masalah keagenan karena pengawasan menjadi lemah.
17.

Kepemilikan saham oleh investor institusional seperti dana pensiun dan reksa dana memiliki pengaruh tertentu terhadap tata kelola korporasi. Pengaruh positif kepemilikan institusional terhadap GCG adalah…

  • A. Mendorong manajemen untuk fokus pada keuntungan jangka pendek semata
  • B. Mengurangi keterlibatan pemegang saham dalam RUPS tahunan perusahaan
  • C. Meningkatkan pengawasan terhadap manajemen karena investor institusional memiliki sumber daya dan insentif untuk memantau kinerja
  • D. Memperlemah posisi tawar dewan direksi dalam menghadapi tekanan eksternal
Jawaban: C. Meningkatkan pengawasan terhadap manajemen karena investor institusional memiliki sumber daya dan insentif untuk memantau kinerja
Investor institusional dengan kepemilikan saham besar memiliki kapasitas, sumber daya, dan insentif yang memadai untuk mengawasi manajemen secara aktif, sehingga berkontribusi positif terhadap kualitas tata kelola korporasi.
18.

Dewan komisaris dalam sistem tata kelola korporasi Indonesia menjalankan fungsi pengawasan terhadap direksi. Salah satu tugas utama dewan komisaris berdasarkan ketentuan yang berlaku adalah…

  • A. Mengelola operasional perusahaan sehari-hari secara langsung
  • B. Mengawasi kebijakan pengurusan dan jalannya pengurusan perseroan oleh direksi
  • C. Menetapkan harga jual produk dan strategi pemasaran perusahaan
  • D. Melaksanakan audit keuangan perusahaan secara periodik dan independen
Jawaban: B. Mengawasi kebijakan pengurusan dan jalannya pengurusan perseroan oleh direksi
Dewan komisaris bertugas melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai perseroan maupun usaha perseroan yang dilakukan oleh direksi.
19.

Komisaris independen merupakan salah satu pilar penting dalam tata kelola korporasi yang baik. Syarat utama seseorang dapat dikategorikan sebagai komisaris independen adalah…

  • A. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali, direksi, atau komisaris lainnya
  • B. Merupakan mantan direktur utama perusahaan yang berpengalaman minimal 10 tahun
  • C. Dimiliki sahamnya di perusahaan minimal 5% dari total saham yang beredar
  • D. Ditunjuk langsung oleh otoritas regulator pasar modal tanpa persetujuan RUPS
Jawaban: A. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali, direksi, atau komisaris lainnya
Komisaris independen disyaratkan bebas dari hubungan afiliasi dengan pihak-pihak utama korporasi agar dapat menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan independen tanpa konflik kepentingan.
20.

Dalam sistem two-tier board yang diterapkan di Indonesia, terdapat pemisahan yang tegas antara dua organ korporasi. Perbedaan utama antara sistem two-tier board dan one-tier board adalah…

  • A. Sistem one-tier board memisahkan fungsi pengawasan dan pengelolaan ke dalam dua dewan terpisah
  • B. Sistem two-tier board menggabungkan fungsi direksi dan komisaris dalam satu dewan tunggal
  • C. Sistem one-tier board hanya digunakan di negara-negara berkembang dengan pasar modal kecil
  • D. Sistem two-tier board memisahkan fungsi pengelolaan (direksi) dan pengawasan (komisaris) ke dalam dua dewan yang berbeda
Jawaban: D. Sistem two-tier board memisahkan fungsi pengelolaan (direksi) dan pengawasan (komisaris) ke dalam dua dewan yang berbeda
Sistem two-tier board seperti yang berlaku di Indonesia memisahkan organ pengelolaan (direksi) dan organ pengawasan (dewan komisaris) ke dalam dua dewan yang strukturnya berbeda dan terpisah.
21.

Kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada satu pemegang saham pengendali dapat menimbulkan konflik kepentingan tertentu. Konflik yang paling umum terjadi dalam struktur kepemilikan terkonsentrasi adalah konflik antara…

  • A. Direksi dengan auditor eksternal perusahaan
  • B. Manajemen dengan dewan komisaris perusahaan
  • C. Pemegang saham pengendali dengan pemegang saham minoritas
  • D. Kreditur dengan pemegang saham mayoritas perusahaan
Jawaban: C. Pemegang saham pengendali dengan pemegang saham minoritas
Dalam kepemilikan terkonsentrasi, pemegang saham pengendali berpotensi mengambil keputusan atau melakukan transaksi yang menguntungkan dirinya sendiri dengan mengorbankan kepentingan pemegang saham minoritas.
22.

Tata kelola permodalan korporasi mencakup keputusan-keputusan penting yang diambil oleh dewan direksi. Keputusan permodalan yang secara langsung mempengaruhi komposisi kepemilikan saham perusahaan adalah…

  • A. Keputusan untuk menetapkan batas kredit dari perbankan
  • B. Keputusan untuk menerbitkan saham baru atau melakukan buyback saham
  • C. Keputusan untuk meningkatkan anggaran operasional tahunan perusahaan
  • D. Keputusan untuk mengubah nama dan identitas merek perusahaan
Jawaban: B. Keputusan untuk menerbitkan saham baru atau melakukan buyback saham
Penerbitan saham baru (rights issue) maupun pembelian kembali saham (buyback) secara langsung mengubah jumlah saham yang beredar dan komposisi kepemilikan dalam struktur modal korporasi.
23.

Pemegang saham memiliki peran penting dalam tata kelola permodalan korporasi melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Persetujuan RUPS mutlak diperlukan untuk keputusan permodalan berupa…

  • A. Keputusan operasional rutin yang dilakukan manajemen dalam batas anggaran
  • B. Perubahan kebijakan pemasaran dan penetapan harga produk perusahaan
  • C. Penunjukan auditor eksternal untuk keperluan audit laporan keuangan tahunan
  • D. Perubahan modal dasar dan pengesahan laporan keuangan tahunan perusahaan
Jawaban: D. Perubahan modal dasar dan pengesahan laporan keuangan tahunan perusahaan
Keputusan fundamental seperti perubahan modal dasar perseroan dan pengesahan laporan keuangan tahunan merupakan kewenangan eksklusif RUPS dan tidak dapat didelegasikan kepada direksi atau komisaris.
24.

Keputusan dewan direksi dalam permodalan korporasi dipengaruhi oleh pertimbangan struktur modal optimal. Teori struktur modal yang menyatakan bahwa nilai perusahaan meningkat seiring penggunaan utang karena adanya manfaat pajak adalah…

  • A. Trade-off theory
  • B. Pecking order theory
  • C. Market timing theory
  • D. Signaling theory
Jawaban: A. Trade-off theory
Trade-off theory berpendapat bahwa perusahaan menyeimbangkan manfaat pajak dari penggunaan utang (tax shield) dengan biaya kesulitan keuangan, sehingga ada struktur modal optimal yang memaksimalkan nilai perusahaan.
25.

Standar tata kelola korporasi yang baik mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh berbagai lembaga internasional. Pedoman GCG yang paling banyak dijadikan acuan oleh negara-negara di dunia dalam menyusun regulasi tata kelola korporasi adalah pedoman yang diterbitkan oleh…

  • A. International Monetary Fund (IMF)
  • B. World Economic Forum (WEF)
  • C. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
  • D. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD)
Jawaban: C. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
OECD Principles of Corporate Governance merupakan pedoman GCG yang paling diakui dan paling banyak diadopsi oleh berbagai negara sebagai kerangka acuan dalam pengembangan regulasi dan praktik tata kelola korporasi.
26.

Implementasi tata kelola korporasi di tingkat internasional memerlukan penyesuaian dengan standar global. Lembaga yang menetapkan standar akuntansi internasional yang digunakan sebagai bagian dari implementasi GCG global adalah…

  • A. Financial Stability Board (FSB)
  • B. International Accounting Standards Board (IASB)
  • C. Basel Committee on Banking Supervision (BCBS)
  • D. International Organization of Securities Commissions (IOSCO)
Jawaban: B. International Accounting Standards Board (IASB)
IASB adalah lembaga yang menerbitkan International Financial Reporting Standards (IFRS), standar pelaporan keuangan internasional yang diadopsi secara luas sebagai bagian dari kerangka transparansi dalam GCG global.
27.

Standar tata kelola korporasi di Indonesia mengacu pada pedoman yang diterbitkan oleh lembaga berwenang. Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) bertugas untuk…

  • A. Mengelola investasi pemerintah di perusahaan BUMN secara langsung
  • B. Menetapkan suku bunga acuan untuk pasar modal Indonesia
  • C. Mengaudit laporan keuangan seluruh perusahaan publik di Indonesia
  • D. Merumuskan dan menyempurnakan pedoman GCG nasional serta mendorong penerapannya
Jawaban: D. Merumuskan dan menyempurnakan pedoman GCG nasional serta mendorong penerapannya
KNKG bertugas merumuskan pedoman Good Corporate Governance dan Good Public Governance di Indonesia, serta mendorong dan memantau pelaksanaannya di lingkungan korporasi dan lembaga publik.
28.

Good Corporate Governance (GCG) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Penelitian empiris secara konsisten menunjukkan bahwa perusahaan dengan penerapan GCG yang baik cenderung memiliki…

  • A. Biaya modal yang lebih rendah dan valuasi perusahaan yang lebih tinggi
  • B. Tingkat utang yang lebih tinggi karena kepercayaan kreditur meningkat
  • C. Jumlah karyawan yang lebih sedikit karena efisiensi operasional meningkat
  • D. Dividen yang lebih rendah karena laba ditahan untuk reinvestasi internal
Jawaban: A. Biaya modal yang lebih rendah dan valuasi perusahaan yang lebih tinggi
Penerapan GCG yang baik meningkatkan kepercayaan investor sehingga menurunkan premi risiko dan biaya modal, sekaligus meningkatkan valuasi perusahaan karena pasar memberikan premium atas kualitas tata kelola yang baik.
29.

Manajemen risiko merupakan komponen integral dari tata kelola korporasi yang baik. Tahap pertama dalam proses manajemen risiko korporasi yang sistematis adalah…

  • A. Mitigasi risiko melalui penerapan kontrol internal
  • B. Pemantauan dan pelaporan risiko kepada dewan komisaris
  • C. Identifikasi dan penilaian risiko yang dihadapi korporasi
  • D. Penentuan toleransi risiko yang dapat diterima manajemen
Jawaban: C. Identifikasi dan penilaian risiko yang dihadapi korporasi
Proses manajemen risiko yang sistematis diawali dengan identifikasi risiko untuk mengenali semua risiko yang mungkin dihadapi, kemudian dilanjutkan dengan penilaian probabilitas dan dampaknya sebelum langkah mitigasi dilakukan.
30.

Evaluasi kinerja korporasi dalam kerangka GCG tidak hanya menggunakan indikator keuangan. Pendekatan balanced scorecard dalam evaluasi kinerja korporasi melengkapi perspektif keuangan dengan perspektif…

  • A. Perspektif hukum, regulasi, etika, dan kepatuhan
  • B. Perspektif pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan
  • C. Perspektif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG)
  • D. Perspektif pemegang saham, kreditur, dan karyawan secara terpisah
Jawaban: B. Perspektif pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan
Balanced scorecard Kaplan dan Norton melengkapi perspektif keuangan dengan tiga perspektif lain yaitu perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan untuk pengukuran kinerja yang komprehensif.
31.

Kegagalan tata kelola pada korporasi besar dapat menimbulkan dampak sistemik. Faktor internal utama yang paling sering menjadi penyebab kegagalan tata kelola korporasi adalah…

  • A. Perubahan regulasi pemerintah yang tidak terduga dan mendadak
  • B. Persaingan pasar yang semakin ketat dari kompetitor asing
  • C. Fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak dapat dikendalikan manajemen
  • D. Lemahnya pengawasan dewan dan konflik kepentingan yang tidak terkelola
Jawaban: D. Lemahnya pengawasan dewan dan konflik kepentingan yang tidak terkelola
Kajian atas berbagai kasus kegagalan korporasi menunjukkan bahwa lemahnya fungsi pengawasan dewan dan tidak terkelolanya konflik kepentingan merupakan faktor internal utama yang memicu kegagalan tata kelola.
32.

Whistleblowing system merupakan salah satu mekanisme penting dalam mencegah dan mendeteksi kegagalan tata kelola. Fungsi utama whistleblowing system dalam konteks GCG adalah…

  • A. Menggantikan fungsi audit internal dalam pemeriksaan laporan keuangan
  • B. Memberikan insentif finansial kepada karyawan yang melaporkan pelanggaran
  • C. Memberikan saluran aman bagi pihak internal untuk melaporkan pelanggaran tanpa takut pembalasan
  • D. Menggantikan peran komite audit dalam pengawasan pelaporan keuangan
Jawaban: C. Memberikan saluran aman bagi pihak internal untuk melaporkan pelanggaran tanpa takut pembalasan
Whistleblowing system dirancang untuk menyediakan mekanisme pelaporan pelanggaran yang aman dan terlindungi bagi karyawan atau pihak internal lainnya, sehingga mendorong deteksi dini atas praktik-praktik yang merugikan korporasi.
33.

Peran dan fungsi tata kelola korporasi yang baik sangat penting dalam menciptakan nilai jangka panjang. Salah satu fungsi utama GCG yang berkaitan dengan perlindungan investor adalah…

  • A. Mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan melindungi hak pemegang saham minoritas
  • B. Memastikan korporasi selalu membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham
  • C. Menjamin korporasi tidak pernah mengalami kerugian finansial dalam jangka pendek
  • D. Memberikan hak kepada pemegang saham untuk mengelola operasional harian perusahaan
Jawaban: A. Mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan melindungi hak pemegang saham minoritas
Salah satu fungsi utama GCG dalam kaitannya dengan perlindungan investor adalah mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak pengendali dan memastikan hak-hak pemegang saham minoritas terlindungi secara adil.
34.

Komite audit merupakan organ pendukung dewan komisaris yang penting dalam tata kelola korporasi. Fungsi utama komite audit dalam kerangka GCG adalah…

  • A. Menetapkan strategi bisnis perusahaan untuk periode 5 tahun ke depan
  • B. Membantu dewan komisaris dalam mengawasi integritas pelaporan keuangan dan pengendalian internal
  • C. Mengelola portofolio investasi keuangan perusahaan secara langsung
  • D. Mewakili kepentingan pemegang saham dalam setiap rapat direksi perusahaan
Jawaban: B. Membantu dewan komisaris dalam mengawasi integritas pelaporan keuangan dan pengendalian internal
Komite audit bertanggung jawab membantu dewan komisaris memastikan kualitas dan integritas laporan keuangan, efektivitas pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
35.

Prinsip kesetaraan (fairness) dalam GCG mewajibkan perlakuan yang adil terhadap semua pemegang saham. Pelanggaran terhadap prinsip kesetaraan yang paling sering terjadi dalam praktik adalah…

  • A. Pembayaran dividen yang sama nominalnya kepada seluruh pemegang saham
  • B. Pelaksanaan RUPS yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham secara proporsional
  • C. Pengungkapan informasi material kepada regulator secara berkala dan tepat waktu
  • D. Insider trading dan pemberian informasi eksklusif kepada pihak tertentu sebelum diumumkan ke publik
Jawaban: D. Insider trading dan pemberian informasi eksklusif kepada pihak tertentu sebelum diumumkan ke publik
Insider trading dan penyampaian informasi material secara selektif kepada pihak tertentu melanggar prinsip kesetaraan karena menciptakan keuntungan tidak adil bagi pihak yang memiliki akses informasi dibanding pemegang saham lainnya.
36.

Kode etik (code of conduct) perusahaan merupakan instrumen penting dalam membangun budaya tata kelola yang baik. Karakteristik kode etik perusahaan yang efektif adalah…

  • A. Hanya berlaku bagi manajemen puncak dan tidak mengikat karyawan operasional
  • B. Disusun secara sepihak oleh dewan direksi tanpa konsultasi dengan pemangku kepentingan
  • C. Berlaku universal bagi seluruh insan korporasi dan disertai mekanisme penegakan yang jelas
  • D. Bersifat aspirasional tanpa sanksi untuk menjaga suasana kerja yang kondusif
Jawaban: C. Berlaku universal bagi seluruh insan korporasi dan disertai mekanisme penegakan yang jelas
Kode etik yang efektif harus berlaku untuk semua pihak dalam korporasi tanpa pengecualian dan dilengkapi dengan mekanisme pelaporan, penyelidikan, dan penegakan sanksi yang jelas agar tidak sekadar dokumen formalitas.
37.

Suatu perusahaan manufaktur besar baru saja go public. Setelah IPO, diketahui bahwa terdapat 40% saham dipegang oleh pendiri, 35% oleh investor institusional, dan 25% oleh publik. Berdasarkan struktur kepemilikan ini, risiko tata kelola yang paling relevan adalah…

  • A. Potensi pemegang saham pendiri menggunakan kendalinya untuk mengambil keputusan yang tidak sejalan dengan kepentingan pemegang saham publik
  • B. Risiko bahwa investor institusional akan menjual seluruh sahamnya dalam waktu singkat
  • C. Risiko bahwa pemegang saham publik akan mengambil alih kendali dari pendiri perusahaan
  • D. Potensi kelebihan likuiditas yang menyebabkan manajemen terlalu agresif dalam ekspansi
Jawaban: A. Potensi pemegang saham pendiri menggunakan kendalinya untuk mengambil keputusan yang tidak sejalan dengan kepentingan pemegang saham publik
Dengan kepemilikan 40%, pendiri memiliki pengaruh dominan. Risiko utama dalam struktur ini adalah pemegang saham pengendali memanfaatkan posisinya untuk keputusan yang menguntungkan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan pemegang saham minoritas (publik).
38.

Prinsip responsibilitas dalam GCG mewajibkan korporasi untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Bentuk nyata penerapan prinsip responsibilitas dalam operasional korporasi adalah…

  • A. Melaporkan kinerja keuangan secara kuartalan kepada otoritas pasar modal
  • B. Mempertahankan posisi pasar dominan melalui strategi penetapan harga yang kompetitif
  • C. Memaksimalkan efisiensi produksi untuk meningkatkan margin keuntungan perusahaan
  • D. Menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan dan mematuhi regulasi lingkungan hidup
Jawaban: D. Menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan dan mematuhi regulasi lingkungan hidup
Prinsip responsibilitas mewajibkan korporasi mematuhi peraturan yang berlaku dan bertanggung jawab kepada masyarakat, yang diwujudkan antara lain melalui program CSR dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan hidup.
39.

Sebuah perusahaan publik mengangkat mantan direktur keuangannya sebagai komisaris independen segera setelah masa jabatan direktur tersebut berakhir. Tindakan ini bermasalah dari perspektif GCG karena…

  • A. Mantan direktur tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi komisaris independen
  • B. Independensi komisaris tersebut diragukan karena hubungan sebelumnya dengan manajemen
  • C. Jabatan rangkap antara direksi dan komisaris tidak diizinkan oleh hukum perseroan
  • D. Mantan direksi tidak dapat menjadi bagian dari dewan komisaris berdasarkan ketentuan OECD
Jawaban: B. Independensi komisaris tersebut diragukan karena hubungan sebelumnya dengan manajemen
Pengangkatan mantan direktur sebagai komisaris independen segera setelah masa jabatannya bermasalah karena hubungan kerja yang baru saja berakhir menimbulkan keraguan atas independensi dan objektivitasnya dalam mengawasi manajemen.
40.

Dalam evaluasi kinerja korporasi berbasis GCG, indikator kinerja kunci (KPI) yang mencerminkan dimensi tata kelola (governance) adalah…

  • A. Tingkat pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar perusahaan
  • B. Return on equity dan earnings per share perusahaan
  • C. Tingkat kehadiran komisaris independen dalam rapat dewan dan skor penilaian GCG
  • D. Tingkat kepuasan pelanggan dan net promoter score perusahaan
Jawaban: C. Tingkat kehadiran komisaris independen dalam rapat dewan dan skor penilaian GCG
KPI dimensi governance mencerminkan kualitas proses tata kelola, seperti tingkat kehadiran dan partisipasi komisaris independen serta skor dari penilaian GCG eksternal, berbeda dengan KPI finansial atau pelanggan.
41.

Analisis perbandingan kasus kegagalan korporasi seperti Enron dan WorldCom mengungkapkan pola kegagalan tata kelola yang serupa. Persamaan utama dari kedua kasus tersebut dalam perspektif GCG adalah…

  • A. Kegagalan fungsi pengawasan dewan dan keterlibatan auditor dalam manipulasi informasi keuangan
  • B. Kegagalan yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti krisis ekonomi global
  • C. Keduanya merupakan perusahaan di sektor keuangan yang mengalami risiko kredit sistemik
  • D. Kegagalan yang semata-mata disebabkan oleh persaingan bisnis yang tidak sehat
Jawaban: A. Kegagalan fungsi pengawasan dewan dan keterlibatan auditor dalam manipulasi informasi keuangan
Baik Enron maupun WorldCom menunjukkan pola kegagalan serupa berupa dewan yang tidak menjalankan fungsi pengawasan secara efektif serta keterlibatan atau kelalaian auditor, yang memungkinkan manipulasi laporan keuangan berlangsung dalam waktu lama.
42.

Tata kelola korporasi pada perusahaan keluarga menghadapi tantangan unik dibandingkan perusahaan publik. Tantangan tata kelola yang paling khas pada perusahaan keluarga adalah…

  • A. Kesulitan dalam memperoleh pendanaan dari pasar modal publik
  • B. Keharusan untuk melaporkan kinerja keuangan kepada regulator setiap kuartal
  • C. Tingginya biaya keagenan akibat kepemilikan yang tersebar luas
  • D. Pencampuran kepentingan keluarga dengan kepentingan bisnis yang berpotensi merugikan pemegang saham lain
Jawaban: D. Pencampuran kepentingan keluarga dengan kepentingan bisnis yang berpotensi merugikan pemegang saham lain
Tantangan utama GCG pada perusahaan keluarga adalah potensi tercampurnya kepentingan pribadi atau keluarga pemilik dengan kepentingan bisnis korporasi, yang dapat mengorbankan kepentingan pemegang saham non-keluarga.
43.

Konsep stewardship theory menawarkan pandangan yang berbeda dari teori keagenan mengenai motivasi manajemen korporasi. Asumsi inti stewardship theory tentang perilaku manajer adalah…

  • A. Manajer pada dasarnya selalu oportunistik dan mengutamakan kepentingan pribadi
  • B. Manajer bertindak sebagai pelindung aset korporasi dan secara intrinsik termotivasi untuk mencapai kinerja terbaik
  • C. Manajer hanya akan bekerja optimal jika diberi insentif finansial yang kompetitif
  • D. Manajer tidak perlu diawasi karena mekanisme pasar sudah cukup efisien
Jawaban: B. Manajer bertindak sebagai pelindung aset korporasi dan secara intrinsik termotivasi untuk mencapai kinerja terbaik
Stewardship theory memandang manajer sebagai steward (pengelola) yang secara intrinsik termotivasi untuk bertindak demi kepentingan terbaik korporasi dan pemegang saham, berlawanan dengan asumsi oportunistik dalam teori keagenan.
44.

Penerapan GCG yang baik memberikan manfaat bagi berbagai pemangku kepentingan. Manfaat penerapan GCG yang paling dirasakan oleh investor asing adalah…

  • A. Jaminan bahwa perusahaan selalu menghasilkan return di atas rata-rata pasar
  • B. Kemudahan dalam mengakuisisi saham pengendali perusahaan target
  • C. Kepastian bahwa investasi mereka dikelola secara transparan dan terlindungi dari penyalahgunaan
  • D. Hak untuk menunjuk direksi perusahaan secara langsung tanpa melalui RUPS
Jawaban: C. Kepastian bahwa investasi mereka dikelola secara transparan dan terlindungi dari penyalahgunaan
Bagi investor asing, GCG yang baik memberikan jaminan bahwa investasi mereka dikelola secara transparan, akuntabel, dan terlindungi dari risiko ekspropriasi atau penyalahgunaan, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka untuk berinvestasi.
45.

Korporasi sebagai entitas bisnis memiliki tanggung jawab ganda, yaitu sebagai entitas ekonomi sekaligus entitas sosial. Tanggung jawab korporasi sebagai entitas sosial tercermin dalam…

  • A. Kewajiban korporasi untuk memperhatikan dampak operasinya terhadap masyarakat dan lingkungan
  • B. Kewajiban korporasi untuk memaksimalkan nilai pemegang saham dalam setiap kuartal
  • C. Kewajiban korporasi untuk mempekerjakan hanya tenaga ahli bersertifikasi internasional
  • D. Kewajiban korporasi untuk terdaftar di bursa efek internasional
Jawaban: A. Kewajiban korporasi untuk memperhatikan dampak operasinya terhadap masyarakat dan lingkungan
Sebagai entitas sosial, korporasi memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan dan meminimalkan dampak negatif operasinya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, yang merupakan inti dari konsep tanggung jawab sosial perusahaan.
46.

Dewan direksi memiliki tanggung jawab strategis dalam tata kelola permodalan korporasi. Keputusan dewan direksi yang paling berpengaruh terhadap nilai perusahaan dari perspektif permodalan adalah…

  • A. Keputusan mengenai desain logo dan identitas merek perusahaan
  • B. Keputusan mengenai lokasi pendirian kantor cabang baru di daerah
  • C. Keputusan mengenai sistem teknologi informasi yang digunakan perusahaan
  • D. Keputusan mengenai kebijakan dividen dan perubahan struktur modal perusahaan
Jawaban: D. Keputusan mengenai kebijakan dividen dan perubahan struktur modal perusahaan
Kebijakan dividen dan keputusan perubahan struktur modal secara langsung mempengaruhi arus kas kepada pemegang saham, risiko keuangan perusahaan, dan penilaian nilai perusahaan oleh pasar, sehingga merupakan keputusan permodalan yang paling berpengaruh.
47.

Transparansi informasi merupakan pondasi kepercayaan antara korporasi dan pemangku kepentingannya. Pengungkapan yang tidak memadai atas transaksi pihak berelasi (related party transactions) merupakan pelanggaran terhadap prinsip GCG berupa…

  • A. Pelanggaran prinsip responsibilitas terhadap regulasi perburuhan
  • B. Pelanggaran prinsip kemandirian dalam pengambilan keputusan dewan
  • C. Pelanggaran prinsip transparansi dan kesetaraan informasi antar pemegang saham
  • D. Pelanggaran prinsip akuntabilitas dalam pelaporan kinerja operasional
Jawaban: C. Pelanggaran prinsip transparansi dan kesetaraan informasi antar pemegang saham
Transaksi pihak berelasi yang tidak diungkapkan secara memadai melanggar prinsip transparansi karena menyembunyikan informasi material, sekaligus melanggar prinsip kesetaraan karena sebagian pemegang saham tidak memiliki akses informasi yang sama.
48.

Dalam kerangka GCG, struktur dewan yang efektif memerlukan keberagaman komposisi anggotanya. Keberagaman dewan (board diversity) yang paling terbukti berkontribusi pada kualitas pengawasan adalah keberagaman dalam hal…

  • A. Kesamaan latar belakang pendidikan dan universitas asal anggota dewan
  • B. Kompetensi, pengalaman industri, dan independensi anggota dewan
  • C. Kedekatan relasi antara anggota dewan dengan manajemen perusahaan
  • D. Keseragaman pandangan strategis anggota dewan untuk mempercepat pengambilan keputusan
Jawaban: B. Kompetensi, pengalaman industri, dan independensi anggota dewan
Keberagaman yang paling relevan untuk kualitas pengawasan dewan adalah keberagaman kompetensi dan pengalaman yang saling melengkapi, serta tingkat independensi yang memadai, sehingga diskusi dewan lebih kritis dan keputusan lebih berkualitas.
49.

Implementasi GCG yang komprehensif memerlukan dukungan dari seluruh lapisan organisasi. Peran manajemen menengah dalam mendukung implementasi GCG perusahaan adalah…

  • A. Merancang dan menetapkan kebijakan GCG tingkat korporat secara mandiri
  • B. Mengevaluasi dan menilai kinerja dewan komisaris secara berkala
  • C. Mengawasi kepatuhan auditor eksternal terhadap standar profesi
  • D. Menerjemahkan kebijakan GCG ke dalam prosedur operasional dan memastikan kepatuhannya di tingkat unit kerja
Jawaban: D. Menerjemahkan kebijakan GCG ke dalam prosedur operasional dan memastikan kepatuhannya di tingkat unit kerja
Manajemen menengah berperan sebagai jembatan antara kebijakan GCG korporat dengan pelaksanaan di lapangan, dengan menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam prosedur yang dapat diimplementasikan dan memastikan kepatuhan di unit kerja masing-masing.
50.

Penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan perkembangan terkini dalam kerangka tata kelola korporasi. Hubungan antara ESG dan GCG yang paling tepat adalah…

  • A. ESG merupakan perluasan GCG yang mengintegrasikan dimensi lingkungan dan sosial sebagai bagian dari tata kelola yang bertanggung jawab
  • B. ESG dan GCG adalah dua kerangka yang sepenuhnya berbeda dan tidak saling berkaitan
  • C. GCG merupakan bagian kecil dari kerangka ESG yang lebih komprehensif dan menggantikannya
  • D. ESG hanya relevan bagi perusahaan di sektor industri berat dan tidak berlaku untuk sektor jasa
Jawaban: A. ESG merupakan perluasan GCG yang mengintegrasikan dimensi lingkungan dan sosial sebagai bagian dari tata kelola yang bertanggung jawab
ESG memperluas cakupan tata kelola korporasi dengan mengintegrasikan isu lingkungan (Environmental) dan sosial (Social) ke dalam kerangka governance (G), menjadikannya pendekatan tata kelola yang lebih holistik dan berorientasi keberlanjutan.

Perlu kamu tahu, UT mengenal beberapa format ujian yang berbeda. Ada Ujian Tatap Muka (UTM) yang diselenggarakan langsung di lokasi tertentu, Ujian Online (UO) yang bisa dikerjakan dari mana saja secara daring, serta Take Home Exam (THE).

Proses belajar yang konsisten tidak pernah mengkhianati hasilnya. Setiap latihan soal yang kamu selesaikan adalah satu langkah lebih dekat menuju nilai yang kamu targetkan. Jadikan persiapan Soal UAS UT FSAB4104 Corporate Governance ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa kerja kerasmu selama satu semester memang layak.

Bagikan:

error: Content is protected !!