💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT FSSI4210 Pragmatik dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT FSSI4210 Pragmatik
Soal UT FSSI4210 Pragmatik

FSSI4210 Pragmatik mengajarkan Anda memahami makna tersirat dalam komunikasi sehari-hari. Manfaat utama mempelajari pragmatik adalah kemampuan menafsirkan maksud pembicara. Soal UT di halaman ini dirancang untuk mengasah kepekaan Anda terhadap konteks percakapan.

Anda akan menemukan pola soal yang menguji pemahaman tindak tutur dan implikatur. Setiap pertanyaan disusun agar relevan dengan materi modul. Latihan rutin menggunakan kumpulan Soal UAS UT yang kami sediakan membantu Anda mengenali tipe soal ujian sesungguhnya.

Soal UAS UT berikut dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan terperinci. Pembahasan menjelaskan alasan mengapa satu opsi benar. Manfaatkan soal-soal di bawah ini untuk mengukur penguasaan Anda atas materi FSSI4210 Pragmatik.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT FSSI4210 Pragmatik

1.

Apa yang dimaksud dengan pragmatik dalam kajian linguistik?

  • A. Kajian tentang makna kata dalam kamus
  • B. Kajian tentang makna yang bergantung pada konteks pengguna bahasa
  • C. Kajian tentang struktur kalimat dalam bahasa
  • D. Kajian tentang bunyi bahasa
Jawaban: B. Kajian tentang makna yang bergantung pada konteks pengguna bahasa.
Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari makna yang disampaikan oleh penutur dan ditafsirkan oleh pendengar berdasarkan konteks situasi.
2.

Siapa tokoh yang dianggap sebagai perintis perkembangan pragmatik modern?

  • A. Ferdinand de Saussure
  • B. Noam Chomsky
  • C. H.P. Grice
  • D. J.L. Austin
Jawaban: D. J.L. Austin.
J.L. Austin dikenal dengan teori tindak tuturnya (speech acts) yang menjadi fondasi penting dalam pragmatik modern.
3.

Mengapa pragmatik penting dalam pembelajaran bahasa?

  • A. Karena pragmatik hanya mengajarkan tata bahasa
  • B. Karena pragmatik membantu memahami makna di balik ucapan dalam situasi nyata
  • C. Karena pragmatik menghilangkan ambiguitas bahasa tertulis
  • D. Karena pragmatik menggantikan peran fonetik
Jawaban: B. Karena pragmatik membantu memahami makna di balik ucapan dalam situasi nyata.
Pragmatik penting karena membantu pelajar bahasa memahami dan menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial dan situasional.
4.

Apa yang dimaksud dengan sharing background knowledge dalam interaksi?

  • A. Pengetahuan yang sama antara penutur dan lawan tutur agar komunikasi berhasil
  • B. Pengetahuan tentang latar belakang pendidikan penutur
  • C. Pengetahuan tentang sejarah bahasa
  • D. Pengetahuan yang hanya dimiliki oleh penutur
Jawaban: A. Pengetahuan yang sama antara penutur dan lawan tutur agar komunikasi berhasil.
Sharing background knowledge adalah pengetahuan bersama antara partisipan yang memungkinkan komunikasi berjalan efektif.
5.

Kata 'di sini' dalam kalimat 'Buku itu ada di sini' termasuk jenis deiksis apa?

  • A. Deiksis persona
  • B. Deiksis temporal
  • C. Deiksis spasial
  • D. Deiksis sosial
Jawaban: C. Deiksis spasial.
'Di sini' merujuk pada lokasi, sehingga termasuk deiksis spasial yang menunjukkan tempat.
6.

Apa yang dimaksud dengan implikatur dalam pragmatik?

  • A. Makna yang diucapkan secara langsung
  • B. Makna tersirat yang disimpulkan dari ujaran
  • C. Makna yang hanya ada dalam kamus
  • D. Makna yang bersifat universal
Jawaban: B. Makna tersirat yang disimpulkan dari ujaran.
Implikatur adalah makna tambahan yang tidak diucapkan secara eksplisit tetapi dapat disimpulkan dari konteks dan prinsip percakapan.
7.

Dalam teori tindak tutur, apa yang dimaksud dengan tindak lokusi?

  • A. Tindakan yang dilakukan dengan mengucapkan sesuatu
  • B. Tindakan mengucapkan kalimat yang memiliki makna
  • C. Tindakan yang menimbulkan efek pada lawan tutur
  • D. Tindakan yang melanggar prinsip kerja sama
Jawaban: B. Tindakan mengucapkan kalimat yang memiliki makna.
Tindak lokusi adalah tindakan mengatakan sesuatu yang mengandung makna tertentu, terlepas dari maksud atau efeknya.
8.

Apa yang memengaruhi kesuksesan tindak tutur dalam konteks budaya?

  • A. Hanya tata bahasa yang benar
  • B. Kesesuaian dengan norma dan nilai budaya setempat
  • C. Panjang pendeknya kalimat
  • D. Kecepatan berbicara
Jawaban: B. Kesesuaian dengan norma dan nilai budaya setempat.
Konteks budaya menentukan apakah suatu tindak tutur dianggap sopan, tepat, atau efektif dalam komunikasi.
9.

Prinsip kerja sama (Cooperative Principle) dalam percakapan dikemukakan oleh siapa?

  • A. J.L. Austin
  • B. John Searle
  • C. H.P. Grice
  • D. Geoffrey Leech
Jawaban: C. H.P. Grice.
H.P. Grice mengemukakan prinsip kerja sama beserta maksim-maksimnya untuk menjelaskan bagaimana komunikasi berlangsung secara efektif.
10.

Jika seseorang mengatakan 'Apakah kamu punya jam?' padahal ia melihat jam di dinding, pengabaian maksim apa yang terjadi?

  • A. Maksim kuantitas
  • B. Maksim kualitas
  • C. Maksim relevansi
  • D. Maksim cara
Jawaban: C. Maksim relevansi.
Ujaran tersebut melanggar maksim relevansi karena pertanyaan tidak relevan dengan situasi yang jelas-jelas ada jam.
11.

Strategi kesantunan 'bald on record' digunakan dalam situasi apa?

  • A. Saat ingin menjaga hubungan baik dengan lawan tutur
  • B. Saat situasi darurat atau mendesak yang memerlukan kejelasan
  • C. Saat ingin menyembunyikan maksud
  • D. Saat berbicara dengan orang yang lebih tua
Jawaban: B. Saat situasi darurat atau mendesak yang memerlukan kejelasan.
'Bald on record' adalah strategi langsung tanpa basa-basi, cocok dalam situasi darurat atau ketika kejelasan lebih penting daripada kesantunan.
12.

Apa ciri utama dari strategi kesantunan positif (positive politeness)?

  • A. Menjaga jarak dengan lawan tutur
  • B. Menunjukkan perhatian dan persahabatan kepada lawan tutur
  • C. Menggunakan kalimat pasif
  • D. Menghindari kontak mata
Jawaban: B. Menunjukkan perhatian dan persahabatan kepada lawan tutur.
Positive politeness berfokus pada pendekatan dan keakraban dengan lawan tutur untuk mengurangi ancaman muka.
13.

Dalam strategi negative politeness, tindakan apa yang sering dilakukan?

  • A. Memuji lawan tutur secara berlebihan
  • B. Menggunakan permintaan maaf atau hedges
  • C. Memberikan perintah langsung
  • D. Mengabaikan lawan tutur
Jawaban: B. Menggunakan permintaan maaf atau hedges.
Negative politeness menghormati otonomi lawan tutur dengan menggunakan bentuk yang tidak memaksa, seperti permintaan maaf atau kata-kata pelunakan.
14.

Apa yang dimaksud dengan 'turn-taking' dalam percakapan?

  • A. Pergantian topik dalam percakapan
  • B. Pergantian giliran berbicara antarpartisipan
  • C. Penggunaan kata sambung dalam percakapan
  • D. Pengulangan kata dalam percakapan
Jawaban: B. Pergantian giliran berbicara antarpartisipan.
Turn-taking adalah aturan atau cara partisipan bergantian berbicara dalam percakapan untuk menjaga kelancaran komunikasi.
15.

Apa faktor utama yang menyebabkan ketidaklangsungan dalam percakapan?

  • A. Penggunaan bahasa asing
  • B. Adanya implikatur dan strategi kesantunan
  • C. Kurangnya kosa kata
  • D. Kecepatan bicara yang lambat
Jawaban: B. Adanya implikatur dan strategi kesantunan.
Ketidaklangsungan sering terjadi karena penutur menggunakan implikatur atau strategi kesantunan untuk menyampaikan maksud secara tidak langsung.
16.

Apa peran pragmatik dalam analisis wacana percakapan?

  • A. Menganalisis struktur kalimat
  • B. Menganalisis makna berdasarkan konteks dan interaksi
  • C. Menganalisis fonem dalam ujaran
  • D. Menganalisis ejaan yang benar
Jawaban: B. Menganalisis makna berdasarkan konteks dan interaksi.
Pragmatik membantu menganalisis bagaimana konteks, prinsip kerja sama, dan kesantunan memengaruhi interpretasi dalam percakapan.
17.

Mengapa latar belakang budaya penting dalam analisis pragmatik percakapan?

  • A. Karena budaya menentukan fonologi bahasa
  • B. Karena budaya memengaruhi norma kesantunan dan interpretasi implikatur
  • C. Karena budaya menghilangkan ambiguitas bahasa
  • D. Karena budaya hanya memengaruhi tata bahasa
Jawaban: B. Karena budaya memengaruhi norma kesantunan dan interpretasi implikatur.
Budaya membentuk aturan kesantunan dan cara orang menyampaikan makna tersirat, sehingga penting untuk memahami konteks budaya dalam analisis pragmatik.
18.

Apa yang dimaksud dengan deiksis dalam pragmatik?

  • A. Fenomena bahasa yang merujuk pada konteks situasi ujaran
  • B. Prinsip kerja sama dalam percakapan
  • C. Teori kesantunan berbahasa
  • D. Analisis wacana secara struktural
Jawaban: A. Fenomena bahasa yang merujuk pada konteks situasi ujaran.
Deiksis adalah ungkapan yang merujuk pada konteks situasi ujaran, seperti penutur, waktu, dan tempat.
19.

Tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah 'pragmatik' dalam kajian semiotika adalah…

  • A. Charles Morris
  • B. John Searle
  • C. H.P. Grice
  • D. Geoffrey Leech
Jawaban: A. Charles Morris.
Charles Morris adalah tokoh yang memperkenalkan istilah pragmatik sebagai cabang semiotika yang mengkaji hubungan tanda dengan penafsirnya.
20.

Manfaat utama mempelajari pragmatik dalam pembelajaran bahasa adalah…

  • A. Meningkatkan kemampuan menghafal kosakata
  • B. Memahami makna tersirat dalam konteks komunikasi
  • C. Menguasai tata bahasa baku
  • D. Menulis teks akademik dengan benar
Jawaban: B. Memahami makna tersirat dalam konteks komunikasi.
Pragmatik membantu pembelajar memahami makna yang tidak diungkapkan secara eksplisit, yang sangat penting dalam komunikasi sehari-hari.
21.

Dalam sharing background knowledge, asumsi bersama antara penutur dan lawan tutur disebut…

  • A. Presuposisi
  • B. Implikatur
  • C. Deiksis
  • D. Tindak ilokusi
Jawaban: A. Presuposisi.
Presuposisi adalah asumsi yang dianggap benar oleh penutur dan lawan tutur sebelum tuturan terjadi.
22.

Contoh deiksis persona yang merujuk pada pembicara adalah kata…

  • A. Saya
  • B. Kamu
  • C. Dia
  • D. Mereka
Jawaban: A. Saya.
Deiksis persona 'saya' merujuk pada pembicara (orang pertama).
23.

Implikatur dalam pragmatik merujuk pada…

  • A. Makna harfiah dari suatu tuturan
  • B. Makna tersirat yang disimpulkan dari konteks
  • C. Struktur kalimat dalam percakapan
  • D. Kesantunan dalam berbahasa
Jawaban: B. Makna tersirat yang disimpulkan dari konteks.
Implikatur adalah makna yang tidak diucapkan secara langsung tetapi dapat disimpulkan oleh pendengar berdasarkan konteks.
24.

Tiga jenis makna dalam tindak tutur menurut Austin adalah…

  • A. Lokusi, ilokusi, perlokusi
  • B. Denotasi, konotasi, asosiasi
  • C. Eksplisit, implisit, literal
  • D. Deklaratif, interogatif, imperatif
Jawaban: A. Lokusi, ilokusi, perlokusi.
Austin membedakan tiga jenis makna dalam tuturan: lokusi (makna literal), ilokusi (maksud penutur), dan perlokusi (efek pada lawan tutur).
25.

Faktor yang memengaruhi keberhasilan tindak tutur dalam konteks budaya adalah…

  • A. Tingkat pendidikan penutur
  • B. Kesesuaian dengan norma dan nilai budaya setempat
  • C. Jumlah kata yang digunakan
  • D. Kecepatan berbicara
Jawaban: B. Kesesuaian dengan norma dan nilai budaya setempat.
Konteks budaya menentukan apakah suatu tindak tutur dianggap tepat atau tidak, karena norma dan nilai budaya memengaruhi interpretasi.
26.

Prinsip kerja sama dalam percakapan (cooperative principle) pertama kali dikemukakan oleh…

  • A. H.P. Grice
  • B. J.L. Austin
  • C. Noam Chomsky
  • D. Ferdinand de Saussure
Jawaban: A. H.P. Grice.
H.P. Grice mengemukakan prinsip kerja sama yang terdiri dari maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara.
27.

Salah satu bentuk pengabaian prinsip kerja sama percakapan yang sengaja dilakukan untuk menyindir disebut…

  • A. Melanggar maksim kuantitas
  • B. Memanfaatkan implikatur
  • C. Menggunakan deiksis sosial
  • D. Menerapkan strategi bald on record
Jawaban: B. Memanfaatkan implikatur.
Pengabaian prinsip kerja sama sering dilakukan untuk menimbulkan implikatur, seperti sindiran, dengan melanggar maksim tertentu secara sengaja.
28.

Strategi kesantunan 'bald on record' adalah…

  • A. Bertutur secara langsung tanpa basa-basi
  • B. Menggunakan pujian untuk mengurangi ancaman muka
  • C. Menyampaikan pesan secara tidak langsung
  • D. Menggunakan ungkapan permintaan maaf
Jawaban: A. Bertutur secara langsung tanpa basa-basi.
Bald on record adalah strategi kesantunan di mana penutur berbicara secara langsung, jelas, dan tanpa upaya mengurangi dampak pada muka lawan tutur.
29.

Contoh strategi positive politeness adalah…

  • A. Menggunakan perintah langsung
  • B. Menunjukkan perhatian dan persahabatan
  • C. Menyampaikan kritik dengan kalimat pasif
  • D. Menghindari topik sensitif
Jawaban: B. Menunjukkan perhatian dan persahabatan.
Positive politeness bertujuan untuk mendekatkan hubungan dengan lawan tutur, misalnya melalui ungkapan perhatian atau pujian.
30.

Dalam strategi negative politeness, penutur sering menggunakan…

  • A. Ungkapan yang memperkuat solidaritas
  • B. Pertanyaan retoris
  • C. Ungkapan permintaan maaf atau keraguan
  • D. Perintah langsung
Jawaban: C. Ungkapan permintaan maaf atau keraguan.
Negative politeness bertujuan untuk mengurangi ancaman terhadap muka negatif lawan tutur, misalnya dengan meminta maaf atau menyatakan keraguan.
31.

Bagian terkecil dalam percakapan yang saling berhubungan disebut…

  • A. Giliran bicara (turn-taking)
  • B. Pasangan berurutan (adjacency pair)
  • C. Topik wacana
  • D. Skema percakapan
Jawaban: B. Pasangan berurutan (adjacency pair).
Pasangan berurutan adalah unit terkecil dalam percakapan yang terdiri dari dua tuturan yang saling terkait, seperti tanya-jawab.
32.

Ketidaklangsungan dalam percakapan dapat disebabkan oleh faktor…

  • A. Kejelasan informasi
  • B. Kesantunan dan strategi menghindari konflik
  • C. Penggunaan kosakata baku
  • D. Keseragaman dialek
Jawaban: B. Kesantunan dan strategi menghindari konflik.
Ketidaklangsungan sering digunakan untuk menjaga kesantunan atau menghindari konflik dengan menyampaikan maksud secara tidak langsung.
33.

Analisis wacana percakapan dengan pendekatan pragmatik menekankan pada…

  • A. Struktur gramatikal kalimat
  • B. Hubungan antara tuturan dan konteks sosial
  • C. Frekuensi penggunaan kata
  • D. Bunyi fonem dalam ujaran
Jawaban: B. Hubungan antara tuturan dan konteks sosial.
Pendekatan pragmatik dalam analisis wacana fokus pada bagaimana konteks, latar belakang, dan tujuan komunikasi memengaruhi percakapan.
34.

Pernyataan yang tepat tentang hubungan pragmatik dengan pembelajaran bahasa adalah…

  • A. Pragmatik hanya relevan untuk bahasa lisan
  • B. Pragmatik membantu pembelajar memahami makna di luar struktur kalimat
  • C. Pragmatik tidak berkaitan dengan konteks budaya
  • D. Pragmatik hanya digunakan dalam sastra
Jawaban: B. Pragmatik membantu pembelajar memahami makna di luar struktur kalimat.
Pragmatik relevan baik untuk bahasa lisan maupun tulis, dan membantu pembelajar memahami makna yang bergantung pada konteks dan budaya.
35.

Siapa tokoh yang dianggap sebagai bapak pragmatik modern dan memperkenalkan istilah 'pragmatics' secara luas?

  • A. Charles Morris
  • B. John L. Austin
  • C. H.P. Grice
  • D. Jürgen Habermas
Jawaban: A. Charles Morris.
Charles Morris adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah pragmatik secara luas dalam semiotika pada tahun 1938, sehingga dianggap sebagai bapak pragmatik modern.
36.

Mengapa pragmatik penting dalam pembelajaran bahasa?

  • A. Karena mengajarkan tata bahasa yang benar
  • B. Karena membantu memahami makna tersirat di balik ujaran dalam konteks
  • C. Karena hanya fokus pada struktur kalimat
  • D. Karena menggantikan peran sintaksis dan semantik
Jawaban: B. Karena membantu memahami makna tersirat di balik ujaran dalam konteks.
Pragmatik penting dalam pembelajaran bahasa karena membantu pembelajar memahami makna tersirat yang muncul dari konteks, bukan hanya makna literal atau gramatikal.
37.

Dalam sebuah percakapan, seorang penutur tiba-tiba berkata 'Di sini panas sekali' agar mitra tutur menyalakan AC. Fenomena ini termasuk dalam konsep pragmatik yang disebut…

  • A. Deiksis
  • B. Implikatur
  • C. Sharing background knowledge
  • D. Tindak tutur
Jawaban: C. Sharing background knowledge.
Sharing background knowledge adalah pengetahuan latar yang dibagi penutur dan mitra tutur. Dalam contoh, penutur mengandalkan pengetahuan bersama bahwa pernyataan 'panas' bisa dimaknai sebagai permintaan menyalakan AC.
38.

Kata 'besok' dalam kalimat 'Besok saya akan ke rumahmu' termasuk jenis deiksis…

  • A. Deiksis persona
  • B. Deiksis waktu
  • C. Deiksis tempat
  • D. Deiksis sosial
Jawaban: B. Deiksis waktu.
'Besok' merujuk pada waktu relatif terhadap saat tuturan diucapkan, sehingga termasuk deiksis waktu.
39.

Jika A berkata 'Apakah kamu tahu jam berapa sekarang?' dan B menjawab 'Jam dinding di ruang tamu mati', maka B telah menghasilkan…

  • A. Implikatur konvensional
  • B. Implikatur percakapan
  • C. Deiksis tempat
  • D. Tindak tutur langsung
Jawaban: B. Implikatur percakapan.
B memberikan jawaban tidak langsung yang memerlukan inferensi bahwa ia tidak tahu jam karena jam mati. Ini adalah implikatur percakapan.
40.

Dalam tindak tutur, makna yang merujuk pada pengaruh yang dihasilkan pada pendengar disebut…

  • A. Makna lokusi
  • B. Makna ilokusi
  • C. Makna perlokusi
  • D. Makna proposisi
Jawaban: C. Makna perlokusi.
Makna perlokusi adalah efek atau pengaruh yang timbul pada pendengar setelah mendengar tuturan, seperti rasa takut, terhibur, atau tergerak.
41.

Seorang siswa berkata 'Bisakah Anda memberi saya pulpen?' kepada gurunya. Tuturan ini termasuk tindak tutur…

  • A. Lokusi
  • B. Ilokusi
  • C. Perlokusi
  • D. Pragmatis
Jawaban: B. Ilokusi.
Tuturan tersebut memiliki daya ilokusi berupa permintaan (request), yaitu maksud penutur agar guru memberikan pulpen.
42.

Dalam budaya Jawa, seorang anak tidak boleh berbicara dengan nada keras kepada orang tua karena dianggap tidak sopan. Hal ini menunjukkan bahwa tindak tutur dipengaruhi oleh…

  • A. Kondisi gramatikal
  • B. Konteks budaya
  • C. Implikatur
  • D. Deiksis persona
Jawaban: B. Konteks budaya.
Konteks budaya menentukan norma kesopanan dalam tindak tutur. Budaya Jawa memiliki aturan tutur yang menekankan hormat kepada orang tua.
43.

Prinsip kerja sama Grice terdiri dari empat maksim. Manakah yang termasuk maksim tersebut?

  • A. Maksim hormat
  • B. Maksim kuantitas
  • C. Maksim kesantunan
  • D. Maksim solidaritas
Jawaban: B. Maksim kuantitas.
Maksim kuantitas adalah salah satu dari empat maksim dalam prinsip kerja sama Grice, yaitu memberikan informasi secukupnya, tidak berlebihan.
44.

Dalam percakapan, saat ditanya 'Sudah makan?', seseorang menjawab 'Tadi siang ada rapat'. Jawaban ini melanggar maksim…

  • A. Kualitas
  • B. Kuantitas
  • C. Relevansi
  • D. Cara
Jawaban: C. Relevansi.
Jawaban 'Tadi siang ada rapat' tidak relevan langsung dengan pertanyaan 'Sudah makan?', sehingga melanggar maksim relevansi (relation).
45.

Strategi kesantunan 'bald on record' digunakan ketika penutur…

  • A. Mengancam muka mitra tutur secara langsung tanpa basa-basi
  • B. Menggunakan pujian untuk menyelamatkan muka
  • C. Menghindari tuturan langsung untuk mengurangi ancaman
  • D. Menggunakan kata ganti hormat
Jawaban: A. Mengancam muka mitra tutur secara langsung tanpa basa-basi.
Bald on record adalah strategi kesantunan yang menyampaikan maksud secara langsung dan tanpa basa-basi, biasanya dalam situasi darurat atau hubungan akrab.
46.

Ketika seseorang berkata 'Wah, rambutmu keren sekali!' sebelum meminta pinjaman uang, strategi kesantunan yang digunakan adalah…

  • A. Bald on record
  • B. Positive politeness
  • C. Negative politeness
  • D. Off-record
Jawaban: B. Positive politeness.
Positive politeness adalah strategi kesantunan yang mendekatkan diri dengan mitra tutur melalui pujian atau perhatian sebelum menyampaikan permintaan.
47.

Strategi kesantunan 'off-record' biasanya diungkapkan dengan cara…

  • A. Perintah langsung
  • B. Pujian berlebihan
  • C. Ungkapan tidak langsung atau sindiran
  • D. Penggunaan kata 'tolong'
Jawaban: C. Ungkapan tidak langsung atau sindiran.
Off-record adalah strategi kesantunan yang menghindari ancaman muka dengan menyampaikan maksud secara samar, tidak langsung, atau melalui sindiran.
48.

Bagian awal percakapan yang berfungsi untuk membuka interaksi dan menunjukkan hubungan antarpartisipan disebut…

  • A. Giliran bicara
  • B. Pasangan berurutan
  • C. Pembukaan
  • D. Penutup
Jawaban: C. Pembukaan.
Pembukaan (opening) adalah bagian dari percakapan yang digunakan untuk memulai interaksi dan menunjukkan hubungan antara penutur dan mitra tutur.
49.

Faktor yang menyebabkan ketidaklangsungan dalam percakapan antara lain…

  • A. Kejelasan topik
  • B. Kesopanan dan strategi menghindari konflik
  • C. Penggunaan deiksis yang tepat
  • D. Ketaatan pada maksim
Jawaban: B. Kesopanan dan strategi menghindari konflik.
Ketidaklangsungan dalam percakapan sering disebabkan oleh faktor kesopanan atau keinginan menghindari konflik, sehingga penutur memilih ungkapan tidak langsung.
50.

Analisis wacana percakapan dengan pendekatan pragmatik bertujuan untuk…

  • A. Menemukan struktur sintaksis kalimat
  • B. Memahami makna ujaran berdasarkan konteks dan tujuan komunikatif
  • C. Menilai benar-tidaknya tata bahasa
  • D. Menghitung frekuensi kata dalam percakapan
Jawaban: B. Memahami makna ujaran berdasarkan konteks dan tujuan komunikatif.
Pendekatan pragmatik dalam analisis wacana percakapan berfokus pada makna yang muncul dari konteks, tujuan komunikatif, dan interaksi antarpeserta.

Soal UAS UT memang jadi modal utama belajar mandiri. Setelah mengerjakan soal di halaman ini, kamu punya gambaran jelas soal pola pertanyaan pragmatik. Fokus sekarang adalah mengulang materi yang masih terasa sulit.

Untuk Ujian Online UT, format UTM dan UO menuntut pemahaman konsep. Latihan seperti ini membantumu terbiasa dengan tipe soal. Manfaatkan FSSI4210 Pragmatik sebagai panduan terakhir sebelum ujian. Pastikan semua definisi dan contoh sudah benar-benar dikuasai.

Bagikan

error: Content is protected !!