💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT FSSO4208 Sosiologi Pariwisata dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT Versi terbaru 1.2.0

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT FSSO4208 Sosiologi Pariwisata
Soal UT FSSO4208 Sosiologi Pariwisata

Setiap perjalanan akademik memang butuh persiapan. FSSO4208 Sosiologi Pariwisata menuntut pemahaman konsep dan fenomena sosial di destinasi wisata. Di sini, latihan mandiri menjadi kunci utama meraih hasil maksimal.

Kami sediakan Soal UT di halaman ini sebagai bahan evaluasi diri. Materi mencakup interaksi wisatawan dengan masyarakat lokal dan dampak budaya. Dengan berlatih, Anda bisa menemukan pola soal yang sering muncul dalam ujian.

Sementara itu, Soal UAS UT yang kami tampilkan sudah dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan lengkap. Soal-soal di atas bisa dipelajari langsung untuk melihat logika di balik setiap jawaban. Pembahasan membantu Anda memahami alasan mengapa suatu opsi benar.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT FSSO4208 Sosiologi Pariwisata

1.

Apa yang menjadi objek utama kajian dalam Sosiologi Pariwisata?

  • A. Interaksi antara wisatawan dengan mesin
  • B. Hubungan timbal balik antara wisatawan, masyarakat tuan rumah, dan industri pariwisata
  • C. Pengelolaan keuangan destinasi wisata
  • D. Pemasaran paket wisata
Jawaban: B. Hubungan timbal balik antara wisatawan, masyarakat tuan rumah, dan industri pariwisata.
Sosiologi Pariwisata mengkaji interaksi sosial antara wisatawan, masyarakat lokal, dan pelaku industri pariwisata, bukan aspek teknis atau ekonomi semata.
2.

Pendekatan sosiologis dalam pariwisata menekankan pada…

  • A. Keuntungan ekonomi yang diperoleh pengusaha
  • B. Pola-pola interaksi sosial dan perubahan budaya akibat pariwisata
  • C. Pengembangan infrastruktur fisik
  • D. Strategi promosi destinasi
Jawaban: B. Pola-pola interaksi sosial dan perubahan budaya akibat pariwisata.
Hakikat Sosiologi Pariwisata adalah memahami pola interaksi sosial dan dampak budaya dari aktivitas pariwisata.
3.

Konsep 'tourist gaze' dalam Sosiologi Pariwisata merujuk pada…

  • A. Cara wisatawan melihat pemandangan alam
  • B. Perspektif wisatawan dalam memandang budaya dan masyarakat tuan rumah
  • C. Teknologi kamera yang digunakan wisatawan
  • D. Pandangan pemerintah terhadap pariwisata
Jawaban: B. Perspektif wisatawan dalam memandang budaya dan masyarakat tuan rumah.
Tourist gaze adalah konsep yang menggambarkan bagaimana wisatawan memandang dan mengkonstruksi realitas budaya lokal berdasarkan ekspektasi mereka.
4.

Interaksi antara wisatawan asing dan masyarakat lokal yang menghasilkan saling pengertian disebut…

  • A. Akulturasi budaya
  • B. Asimilasi sosial
  • C. Interaksi simbolik
  • D. Enkulturasi
Jawaban: A. Akulturasi budaya.
Akulturasi budaya terjadi ketika dua budaya berbeda berinteraksi dan saling mempengaruhi, seperti yang sering terjadi dalam interaksi wisatawan dan masyarakat lokal.
5.

Stratifikasi sosial dalam pariwisata dapat terlihat dari…

  • A. Perbedaan jenis tiket yang dijual
  • B. Pengelompokan wisatawan berdasarkan kelas ekonomi dan status sosial
  • C. Jumlah hotel yang tersedia
  • D. Warna seragam karyawan hotel
Jawaban: B. Pengelompokan wisatawan berdasarkan kelas ekonomi dan status sosial.
Stratifikasi sosial dalam pariwisata tercermin dari perbedaan akses dan layanan berdasarkan kelas ekonomi dan status sosial, misalnya wisatawan budget vs mewah.
6.

Diferensiasi sosial dalam layanan pariwisata mengacu pada…

  • A. Perbedaan perlakuan terhadap wisatawan berdasarkan gender, usia, dan etnis
  • B. Perbedaan harga kamar hotel
  • C. Jenis makanan yang disajikan
  • D. Perbedaan jam buka objek wisata
Jawaban: A. Perbedaan perlakuan terhadap wisatawan berdasarkan gender, usia, dan etnis.
Diferensiasi sosial berkaitan dengan perbedaan perlakuan yang didasarkan pada karakteristik sosial seperti gender, usia, dan etnis dalam penyediaan layanan pariwisata.
7.

Perubahan sosial budaya yang sering terjadi akibat pariwisata adalah…

  • A. Peningkatan jumlah penduduk
  • B. Komodifikasi budaya lokal dan pergeseran nilai tradisional
  • C. Penurunan kualitas udara
  • D. Pembangunan gedung pencakar langit
Jawaban: B. Komodifikasi budaya lokal dan pergeseran nilai tradisional.
Pariwisata sering menyebabkan budaya lokal dikomodifikasi menjadi atraksi wisata, yang dapat menggeser nilai dan makna asli budaya tersebut.
8.

Dampak sosial-ekonomi pariwisata yang positif bagi masyarakat lokal adalah…

  • A. Meningkatnya harga tanah
  • B. Terbukanya lapangan kerja baru di sektor pariwisata
  • C. Berkurangnya lahan pertanian
  • D. Terjadinya kesenjangan pendapatan
Jawaban: B. Terbukanya lapangan kerja baru di sektor pariwisata.
Pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja seperti pemandu wisata, pengrajin, dan pekerja hotel, yang berdampak positif pada ekonomi lokal.
9.

Globalisasi pariwisata ditandai dengan…

  • A. Semakin banyaknya destinasi wisata lokal
  • B. Meningkatnya mobilitas wisatawan lintas negara dan homoginisasi budaya
  • C. Penurunan jumlah wisatawan domestik
  • D. Terbatasnya akses transportasi
Jawaban: B. Meningkatnya mobilitas wisatawan lintas negara dan homoginisasi budaya.
Globalisasi memudahkan pergerakan wisatawan antarnegara dan mendorong homoginisasi budaya global di berbagai destinasi.
10.

Dinamika pariwisata di negara-negara ASEAN dipengaruhi oleh faktor…

  • A. Hanya iklim tropis
  • B. Keragaman budaya, kebijakan regional, dan integrasi ekonomi
  • C. Jumlah penduduk yang sedikit
  • D. Keseragaman bahasa
Jawaban: B. Keragaman budaya, kebijakan regional, dan integrasi ekonomi.
ASEAN memiliki keragaman budaya dan kebijakan seperti MEA yang mendorong pariwisata regional, selain faktor iklim dan ekonomi.
11.

Dampak negatif pengembangan pariwisata bagi masyarakat lokal adalah…

  • A. Peningkatan pendapatan daerah
  • B. Terjadinya degradasi lingkungan dan konflik sosial
  • C. Pelestarian budaya tradisional
  • D. Peningkatan infrastruktur
Jawaban: B. Terjadinya degradasi lingkungan dan konflik sosial.
Pengembangan pariwisata yang tidak terkendali dapat merusak lingkungan dan menimbulkan konflik sosial seperti persaingan lahan.
12.

Dimensi sosial pariwisata yang berkaitan dengan identitas masyarakat adalah…

  • A. Dimensi ekonomi
  • B. Dimensi budaya
  • C. Dimensi politik
  • D. Dimensi ekologi
Jawaban: B. Dimensi budaya.
Dimensi sosial pariwisata mencakup aspek budaya yang mempengaruhi identitas dan nilai-nilai masyarakat tuan rumah.
13.

Institusi sosial yang berperan penting dalam mengelola objek wisata adalah…

  • A. Bank dan lembaga keuangan
  • B. Pemerintah desa, kelompok adat, dan organisasi pariwisata
  • C. Pabrik dan industri manufaktur
  • D. Perusahaan tambang
Jawaban: B. Pemerintah desa, kelompok adat, dan organisasi pariwisata.
Institusi sosial seperti pemerintah desa dan kelompok adat memiliki peran dalam mengatur dan melestarikan objek wisata berbasis budaya.
14.

Modal sosial dalam pariwisata mengacu pada…

  • A. Uang yang dimiliki pengusaha
  • B. Jaringan kepercayaan, norma, dan kerjasama antar aktor pariwisata
  • C. Bangunan fisik hotel
  • D. Kendaraan wisata
Jawaban: B. Jaringan kepercayaan, norma, dan kerjasama antar aktor pariwisata.
Modal sosial adalah sumber daya yang muncul dari jaringan sosial, kepercayaan, dan kerjasama, yang memfasilitasi pengelolaan pariwisata yang partisipatif.
15.

Kebijakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus memperhatikan…

  • A. Keuntungan ekonomi jangka pendek
  • B. Keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan
  • C. Pembangunan hotel berbintang
  • D. Peningkatan jumlah turis asing
Jawaban: B. Keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pembangunan pariwisata berkelanjutan menekankan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan.
16.

Model pengembangan wisata yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal disebut…

  • A. Model pariwisata massal
  • B. Model Community Based Tourism (CBT)
  • C. Model pariwisata elit
  • D. Model pariwisata eksklusif
Jawaban: B. Model Community Based Tourism (CBT).
CBT adalah model pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam perencanaan, pengelolaan, dan manfaat wisata.
17.

Dimensi sosial pariwisata pada level mikro mencakup…

  • A. Kebijakan pariwisata nasional
  • B. Interaksi langsung antara wisatawan dan pemandu wisata
  • C. Perubahan iklim global
  • D. Kerjasama antar negara
Jawaban: B. Interaksi langsung antara wisatawan dan pemandu wisata.
Dimensi sosial mikro berfokus pada interaksi tatap muka antar individu, seperti antara wisatawan dan pemandu wisata dalam aktivitas sehari-hari.
18.

Berdasarkan kajian sosiologi pariwisata, objek utama yang menjadi fokus analisis adalah…

  • A. hubungan antara wisatawan dengan masyarakat lokal dan dampak sosial yang ditimbulkan
  • B. keindahan alam dan budaya suatu destinasi wisata
  • C. strategi pemasaran destinasi wisata modern
  • D. pergerakan harga tiket pesawat dan akomodasi
Jawaban: A. hubungan antara wisatawan dengan masyarakat lokal dan dampak sosial yang ditimbulkan.
Objek sosiologi pariwisata adalah interaksi sosial dan dampak sosial yang terjadi akibat kegiatan pariwisata, bukan pada aspek fisik destinasi atau pemasaran.
19.

Pendekatan yang digunakan dalam sosiologi pariwisata untuk memahami perilaku wisatawan dan masyarakat tuan rumah dari sudut pandang mereka sendiri disebut pendekatan…

  • A. struktural fungsional
  • B. fenomenologis
  • C. konflik
  • D. positivistik
Jawaban: B. fenomenologis.
Pendekatan fenomenologis menekankan pemahaman subjektif terhadap pengalaman dan makna yang diberikan oleh individu atau kelompok dalam interaksi pariwisata.
20.

Konsep 'tourist gaze' dalam sosiologi pariwisata merujuk pada…

  • A. cara wisatawan memandang dan mengonstruksi pengalaman di destinasi wisata
  • B. pengawasan ketat pihak keamanan terhadap wisatawan asing
  • C. teknologi pelacakan lokasi bagi wisatawan
  • D. proses perekrutan pemandu wisata lokal
Jawaban: A. cara wisatawan memandang dan mengonstruksi pengalaman di destinasi wisata.
Tourist gaze adalah konsep yang dikemukakan oleh John Urry, menjelaskan bagaimana wisatawan melihat dan memberi makna pada objek wisata yang berbeda dari pandangan sehari-hari.
21.

Dalam dimensi sosial pariwisata, akulturasi budaya yang terjadi akibat interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal dapat mengakibatkan…

  • A. hilangnya identitas budaya asli secara total
  • B. terjadinya perubahan budaya timbal balik tanpa dominasi penuh
  • C. penguatan isolasi budaya lokal
  • D. penolakan terhadap semua bentuk budaya asing
Jawaban: B. terjadinya perubahan budaya timbal balik tanpa dominasi penuh.
Akulturasi budaya dalam pariwisata adalah proses saling memengaruhi antara budaya wisatawan dan budaya lokal, menghasilkan perubahan yang bersifat timbal balik.
22.

Interaksi antara wisatawan dan tuan rumah yang bersifat transaksional dan terbatas pada kebutuhan jasa biasanya terjadi dalam bentuk…

  • A. persahabatan yang mendalam dan saling mengunjungi
  • B. pertukaran budaya yang setara dan berkelanjutan
  • C. hubungan bisnis jasa pariwisata yang impersonal
  • D. konflik terbuka akibat perbedaan nilai
Jawaban: C. hubungan bisnis jasa pariwisata yang impersonal.
Hubungan transaksional dalam pariwisata bersifat impersonal karena lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan layanan (misal: penjualan cendera mata, jasa pemandu) tanpa kedekatan personal yang mendalam.
23.

Implementasi interaksi simbolik dalam kegiatan wisata terlihat pada saat…

  • A. pemandu wisata menjelaskan makna tarian tradisional kepada wisatawan
  • B. petugas tiket menghitung jumlah pengunjung
  • C. pengelola hotel mengatur jadwal check-in
  • D. wisatawan memesan tiket melalui aplikasi daring
Jawaban: A. pemandu wisata menjelaskan makna tarian tradisional kepada wisatawan.
Interaksi simbolik menekankan pada pemberian makna terhadap simbol-simbol budaya. Pemandu wisata yang menjelaskan makna tarian menunjukkan adanya proses interpretasi simbol budaya.
24.

Stratifikasi sosial dalam kegiatan kepariwisataan dapat terlihat dari perbedaan…

  • A. jenis akomodasi yang digunakan (hotel bintang lima vs losmen)
  • B. jenis kelamin para wisatawan
  • C. suku bangsa wisatawan
  • D. warna kulit wisatawan
Jawaban: A. jenis akomodasi yang digunakan (hotel bintang lima vs losmen).
Stratifikasi sosial dalam pariwisata berkaitan dengan perbedaan status dan kelas sosial yang tercermin dalam pilihan akomodasi, transportasi, dan aktivitas wisata.
25.

Diferensiasi sosial dalam layanan pariwisata menyebabkan adanya segmen pasar khusus seperti wisata halal karena adanya perbedaan…

  • A. agama atau keyakinan wisatawan
  • B. tingkat pendapatan wisatawan
  • C. usia wisatawan
  • D. profesi wisatawan
Jawaban: A. agama atau keyakinan wisatawan.
Diferensiasi sosial membedakan masyarakat berdasarkan ciri-ciri tertentu, seperti agama. Wisata halal adalah respons terhadap kebutuhan wisatawan Muslim yang berbeda secara keyakinan.
26.

Perubahan sosial budaya yang sering terjadi pada masyarakat lokal akibat kedatangan wisatawan adalah…

  • A. demonstration effect, yaitu meniru gaya hidup wisatawan
  • B. peningkatan semangat gotong royong
  • C. pelestarian adat istiadat secara ketat
  • D. pengurangan jumlah penduduk lokal
Jawaban: A. demonstration effect, yaitu meniru gaya hidup wisatawan.
Demonstration effect adalah perubahan perilaku masyarakat lokal yang meniru gaya hidup, cara berpakaian, atau konsumsi wisatawan, seringkali berdampak pada lunturnya nilai tradisional.
27.

Perubahan sosial-ekonomi positif dari pengembangan pariwisata bagi masyarakat lokal adalah…

  • A. terciptanya lapangan kerja baru di sektor informal
  • B. meningkatnya ketergantungan pada impor barang mewah
  • C. terjadinya inflasi harga tanah dan properti
  • D. berkurangnya lahan pertanian produktif
Jawaban: A. terciptanya lapangan kerja baru di sektor informal.
Dampak sosial-ekonomi positif pariwisata antara lain membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama di sektor informal seperti pedagang cendera mata dan pemandu wisata.
28.

Globalisasi dalam kegiatan kepariwisataan ditandai dengan…

  • A. munculnya jaringan hotel dan restoran internasional di berbagai negara
  • B. pembatasan kunjungan wisatawan asing oleh pemerintah lokal
  • C. menurunnya minat wisatawan terhadap budaya lokal
  • D. isolasi destinasi wisata dari pengaruh luar
Jawaban: A. munculnya jaringan hotel dan restoran internasional di berbagai negara.
Globalisasi pariwisata terlihat dari hadirnya korporasi multinasional (hotel, restoran, biro perjalanan) yang menyamakan standar layanan di berbagai belahan dunia.
29.

Dinamika pariwisata di negara-negara ASEAN saat ini cenderung mengarah pada…

  • A. peningkatan kerja sama regional untuk mempromosikan pariwisata terpadu
  • B. penutupan total perbatasan antarnegara anggota
  • C. penghentian semua penerbangan internasional
  • D. pembatasan wisatawan hanya pada satu negara tujuan
Jawaban: A. peningkatan kerja sama regional untuk mempromosikan pariwisata terpadu.
Negara ASEAN cenderung meningkatkan kerja sama pariwisata melalui program seperti Visit ASEAN Years dan promosi paket wisata terpadu untuk menarik lebih banyak wisatawan global.
30.

Dampak negatif pengembangan pariwisata bagi masyarakat lokal yang sering terjadi adalah…

  • A. komodifikasi budaya, yaitu mengubah tradisi menjadi barang dagangan
  • B. peningkatan kesejahteraan merata bagi semua warga
  • C. penguatan identitas budaya asli tanpa perubahan
  • D. pelestarian lingkungan alam secara optimal
Jawaban: A. komodifikasi budaya, yaitu mengubah tradisi menjadi barang dagangan.
Komodifikasi budaya adalah dampak negatif pariwisata di mana tradisi dan upacara adat diubah menjadi atraksi wisata yang dijual, sehingga menghilangkan makna sakralnya.
31.

Dimensi sosial pariwisata yang mencakup sejauh mana masyarakat lokal berpartisipasi dalam perencanaan dan pengelolaan wisata disebut…

  • A. community based tourism
  • B. mass tourism
  • C. enclave tourism
  • D. dark tourism
Jawaban: A. community based tourism.
Community Based Tourism (CBT) menekankan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam mengelola dan mendapatkan manfaat dari pariwisata, sebagai bagian dari dimensi sosial.
32.

Institusi sosial yang paling berperan dalam menjaga nilai-nilai lokal di objek wisata adalah…

  • A. lembaga adat dan keagamaan setempat
  • B. perusahaan swasta asing pemilik hotel
  • C. biro perjalanan wisata internasional
  • D. pemerintah pusat yang jauh dari lokasi
Jawaban: A. lembaga adat dan keagamaan setempat.
Lembaga adat dan keagamaan merupakan institusi sosial yang memiliki otoritas dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai serta norma yang berlaku di masyarakat setempat.
33.

Membangun modal sosial dalam pengembangan wisata dapat dilakukan dengan cara…

  • A. memperkuat jaringan kepercayaan dan kerja sama antarwarga
  • B. memberikan modal uang tunai kepada setiap warga
  • C. membangun pagar tinggi di sekitar objek wisata
  • D. melarang warga lokal berinteraksi dengan wisatawan
Jawaban: A. memperkuat jaringan kepercayaan dan kerja sama antarwarga.
Modal sosial berkaitan dengan jaringan sosial, norma, dan kepercayaan yang memfasilitasi kerja sama. Memperkuat hubungan antarmasyarakat lokal akan mendukung keberhasilan pariwisata.
34.

Kebijakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan seharusnya menekankan pada aspek…

  • A. keseimbangan antara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan
  • B. keuntungan finansial jangka pendek semata
  • C. pembangunan gedung bertingkat di area konservasi
  • D. peningkatan jumlah wisatawan tanpa batas
Jawaban: A. keseimbangan antara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.
Pariwisata berkelanjutan menyeimbangkan tiga pilar utama: ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan, guna memastikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.
35.

Objek material sosiologi pariwisata adalah…

  • A. fakta sosial
  • B. budaya masyarakat
  • C. masyarakat dan interaksi sosial wisatawan
  • D. kebijakan pemerintah
Jawaban: C. masyarakat dan interaksi sosial wisatawan.
Objek material sosiologi pariwisata adalah masyarakat dan interaksi sosial yang terjadi dalam konteks kegiatan kepariwisataan, termasuk wisatawan, masyarakat lokal, dan pelaku industri.
36.

Pendekatan sosiologis yang menekankan pada makna individu terhadap tindakannya dalam pariwisata disebut pendekatan…

  • A. fungsionalisme struktural
  • B. konflik
  • C. interaksionisme simbolik
  • D. evolusionisme
Jawaban: C. interaksionisme simbolik.
Interaksionisme simbolik berfokus pada interaksi tatap muka dan bagaimana individu memberi makna pada pengalaman dan tindakan mereka, termasuk dalam berwisata.
37.

Konsep 'tourist gaze' yang diperkenalkan oleh John Urry merujuk pada…

  • A. cara wisatawan melihat dan mengkonsumsi tempat wisata
  • B. tatapan mata wisatawan saat berfoto
  • C. pengawasan petugas terhadap wisatawan
  • D. sikap ramah penduduk lokal
Jawaban: A. cara wisatawan melihat dan mengkonsumsi tempat wisata.
'Tourist gaze' adalah konsep yang menjelaskan bagaimana wisatawan mengkonstruksi dan mengkonsumsi pemandangan atau atraksi wisata secara visual dan kultural.
38.

Dimensi sosial pariwisata yang berkaitan dengan perubahan nilai dan norma masyarakat akibat pariwisata termasuk dalam dimensi…

  • A. ekonomi
  • B. lingkungan
  • C. sosial budaya
  • D. politik
Jawaban: C. sosial budaya.
Dimensi sosial budaya pariwisata menyangkut perubahan nilai, norma, adat istiadat, dan gaya hidup masyarakat lokal yang dipengaruhi oleh kegiatan wisata.
39.

Interaksi antara wisatawan dan penduduk lokal yang bersifat impersonal dan hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksional disebut interaksi…

  • A. primer
  • B. sekunder
  • C. simpatetik
  • D. komunal
Jawaban: B. sekunder.
Interaksi sekunder bersifat formal, impersonal, dan didasarkan pada kepentingan fungsional, misalnya interaksi antara wisatawan dan pelayan hotel atau penjual suvenir.
40.

Contoh implementasi interaksi dalam kegiatan wisata yang memperkuat solidaritas kelompok adalah…

  • A. traveling sendiri ke destinasi baru
  • B. wisata keluarga atau rombongan
  • C. transaksi jual beli tiket
  • D. menginap di hotel bintang lima
Jawaban: B. wisata keluarga atau rombongan.
Wisata keluarga atau rombongan melibatkan interaksi yang mempererat ikatan sosial dan solidaritas dalam kelompok, berbeda dengan wisata individu yang lebih personal.
41.

Dalam struktur sosial pariwisata, kelompok yang memiliki akses lebih besar terhadap sumber daya wisata dan pengambilan keputusan disebut…

  • A. wisatawan
  • B. komunitas lokal
  • C. elit pariwisata
  • D. stakeholder
Jawaban: C. elit pariwisata.
Elit pariwisata adalah kelompok yang menduduki posisi strategis dalam industri pariwisata dan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan dan keuntungan ekonomi.
42.

Diferensiasi sosial dalam layanan pariwisata seringkali didasarkan pada…

  • A. kesamaan hobi
  • B. kemampuan finansial wisatawan
  • C. asal daerah wisatawan
  • D. kesamaan suku
Jawaban: B. kemampuan finansial wisatawan.
Diferensiasi sosial dalam layanan pariwisata, seperti kelas ekonomi dan bisnis pada transportasi, mencerminkan stratifikasi berdasarkan kemampuan finansial atau status ekonomi wisatawan.
43.

Perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat lokal akibat pariwisata, di mana mereka mulai meninggalkan tradisi asli, disebut…

  • A. akulturasi
  • B. asimilasi
  • C. demonstrasi efek
  • D. revitalisasi budaya
Jawaban: C. demonstrasi efek.
Demonstrasi efek adalah perubahan perilaku dan nilai masyarakat lokal karena meniru gaya hidup wisatawan, yang dapat mengikis tradisi asli.
44.

Perubahan sosial ekonomi positif dari pariwisata bagi masyarakat lokal adalah…

  • A. peningkatan kemacetan lalu lintas
  • B. terjadinya kesenjangan pendapatan
  • C. terbukanya lapangan kerja baru
  • D. pencemaran lingkungan
Jawaban: C. terbukanya lapangan kerja baru.
Terbukanya lapangan kerja baru merupakan dampak positif pariwisata yang meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
45.

Globalisasi pariwisata ditandai dengan…

  • A. pembatasan perjalanan antar negara
  • B. meningkatnya homogenitas budaya dan standarisasi layanan
  • C. munculnya destinasi wisata lokal eksklusif
  • D. penurunan jumlah wisatawan asing
Jawaban: B. meningkatnya homogenitas budaya dan standarisasi layanan.
Globalisasi pariwisata mendorong homogenitas budaya dan standarisasi layanan seperti hotel, restoran, dan atraksi yang seragam di berbagai negara.
46.

Dinamika pariwisata di negara-negara ASEAN seperti Thailand yang terkenal dengan wisata medis menunjukkan bentuk pariwisata…

  • A. wisata religi
  • B. wisata petualangan
  • C. wisata khusus (special interest tourism)
  • D. wisata massal
Jawaban: C. wisata khusus (special interest tourism).
Wisata medis adalah bentuk wisata khusus yang didasarkan pada minat spesifik wisatawan, memanfaatkan keunggulan biaya dan kualitas layanan kesehatan.
47.

Dampak negatif pengembangan pariwisata bagi masyarakat adalah…

  • A. meningkatnya interaksi positif antarbudaya
  • B. kerusakan lingkungan dan sumber daya alam
  • C. peningkatan pendapatan asli daerah
  • D. pelestarian budaya lokal
Jawaban: B. kerusakan lingkungan dan sumber daya alam.
Pengembangan pariwisata yang tidak terkendali seringkali berdampak negatif berupa kerusakan lingkungan, seperti pencemaran dan degradasi ekosistem.
48.

Dimensi sosial pariwisata yang membahas tentang keaslian (authenticity) atraksi budaya bagi wisatawan adalah dimensi…

  • A. interaksional
  • B. struktural
  • C. pengalaman wisatawan
  • D. kebijakan
Jawaban: C. pengalaman wisatawan.
Dimensi pengalaman wisatawan menyangkut persepsi terhadap keaslian atraksi, yang mempengaruhi kepuasan dan makna perjalanan mereka.
49.

Sistem sosial pada objek wisata mencakup…

  • A. hanya pemandu wisata
  • B. interaksi antara semua elemen yang terlibat dalam kegiatan wisata
  • C. pemerintah pusat saja
  • D. wisatawan mancanegara
Jawaban: B. interaksi antara semua elemen yang terlibat dalam kegiatan wisata.
Sistem sosial dalam pariwisata melibatkan interaksi terstruktur antara berbagai elemen seperti wisatawan, masyarakat lokal, pelaku usaha, pemandu, dan pemerintah.
50.

Model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) menekankan pada…

  • A. keuntungan investor asing
  • B. keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengelolaan
  • C. pembangunan hotel mewah
  • D. pariwisata massal
Jawaban: B. keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengelolaan.
Community-based tourism memberikan peran utama kepada masyarakat lokal dalam mengelola dan menikmati manfaat pariwisata secara berkelanjutan.

Paragraf pertama mengulas kembali inti materi Sosiologi Pariwisata yang sudah Anda kerjakan. Soal UAS UT di halaman ini menekankan dampak pariwisata pada perubahan sosial. Format ujian UT seperti UTM dan UO memang menuntut penguasaan konsep tersebut. Manfaatnya, Anda bisa memahami interaksi wisatawan dengan masyarakat lokal.

FSSO4208 Sosiologi Pariwisata menjadi bekal penting. Soal-soal di atas membantu Anda melihat penerapan teori di lapangan. Pelajari hubungan antar konsep dengan cermat. Dengan begitu, analisis Anda terhadap dinamika pariwisata akan lebih tajam dan bermanfaat.

Bagikan

error: Content is protected !!