💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT FSSP4305 Kebijakan Fiskal dan Moneter Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT FSSP4305 Kebijakan Fiskal dan Moneter
Soal UT FSSP4305 Kebijakan Fiskal dan Moneter

Persiapan menghadapi ujian akhir semester FSSP4305 Kebijakan Fiskal dan Moneter membutuhkan pemahaman mendalam tentang instrumen ekonomi makro. Mata kuliah ini mengkaji bagaimana pemerintah mengelola perekonomian melalui kebijakan fiskal dan otoritas moneter. Penguasaan materi akan membantu Anda meraih hasil maksimal dalam ujian nanti.

Koleksi Soal UT yang tersedia di soalut.com dapat menjadi sarana latihan efektif untuk mengukur kesiapan Anda. Berlatih dengan berbagai tipe soal membantu mengidentifikasi area yang masih memerlukan pendalaman materi. Konsistensi dalam belajar adalah kunci kesuksesan akademik mahasiswa Universitas Terbuka.

Mengerjakan Soal UAS UT secara rutin melatih kemampuan analisis dan manajemen waktu saat ujian sebenarnya. Soal Ujian UT dirancang menguji pemahaman konseptual sekaligus aplikasi teori dalam konteks kebijakan ekonomi Indonesia. Yakinlah bahwa usaha keras Anda akan membuahkan hasil gemilang di akhir semester ini.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT FSSP4305 Kebijakan Fiskal dan Moneter

1.

Salah satu indikator utama ekonomi makro yang mengukur nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama periode tertentu adalah:

  • A. Tingkat Inflasi
  • B. Produk Domestik Bruto (PDB)
  • C. Tingkat Pengangguran
  • D. Neraca Perdagangan
Jawaban: B. Produk Domestik Bruto (PDB).
PDB (Produk Domestik Bruto) adalah indikator utama yang mengukur nilai total seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu negara dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.
2.

Bank Sentral Indonesia yang memiliki tugas pokok dalam hal kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan adalah:

  • A. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • B. Bank Indonesia (BI)
  • C. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
  • D. Kementerian Keuangan
Jawaban: B. Bank Indonesia (BI).
Bank Indonesia adalah bank sentral Indonesia yang memiliki tiga tugas pokok: menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan.
3.

Dokumen perencanaan pembangunan nasional yang memiliki periode 20 tahun dan menjadi acuan penyusunan RPJMN adalah:

  • A. Rencana Kerja Pemerintah (RKP)
  • B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
  • C. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
  • D. Rencana Strategis Kementerian
Jawaban: C. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) merupakan dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20 tahun yang menjadi acuan dalam penyusunan RPJMN.
4.

Kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah dengan cara meningkatkan belanja negara dan/atau menurunkan pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi disebut:

  • A. Kebijakan Fiskal Kontraktif
  • B. Kebijakan Fiskal Ekspansif
  • C. Kebijakan Fiskal Netral
  • D. Kebijakan Fiskal Seimbang
Jawaban: B. Kebijakan Fiskal Ekspansif.
Kebijakan fiskal ekspansif adalah kebijakan yang bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi dengan cara meningkatkan belanja pemerintah dan/atau menurunkan pajak untuk mendorong konsumsi dan investasi.
5.

Komponen dalam APBN yang mencakup penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah disebut:

  • A. Belanja Negara
  • B. Pembiayaan Anggaran
  • C. Pendapatan Negara
  • D. Transfer ke Daerah
Jawaban: C. Pendapatan Negara.
Pendapatan Negara adalah komponen APBN yang terdiri dari penerimaan perpajakan (pajak dalam negeri dan perdagangan internasional), penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah.
6.

Fungsi pajak yang bertujuan untuk mengatur perekonomian, mendorong atau menghambat kegiatan ekonomi tertentu disebut fungsi:

  • A. Fungsi Budgetair
  • B. Fungsi Regulerend
  • C. Fungsi Alokasi
  • D. Fungsi Distribusi
Jawaban: B. Fungsi Regulerend.
Fungsi regulerend (mengatur) adalah fungsi pajak untuk mengatur atau mengendalikan kegiatan ekonomi tertentu melalui instrumen perpajakan, misalnya tarif pajak yang tinggi untuk barang mewah atau pajak rendah untuk sektor prioritas.
7.

Program modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pajak bertujuan untuk:

  • A. Meningkatkan tarif pajak secara menyeluruh
  • B. Mengurangi jumlah wajib pajak
  • C. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mempermudah administrasi
  • D. Menghapuskan seluruh jenis pajak daerah
Jawaban: C. Meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mempermudah administrasi.
Reformasi dan modernisasi administrasi perpajakan bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak, mempermudah proses administrasi, mengurangi tax gap, dan meningkatkan efisiensi pemungutan pajak melalui sistem yang lebih transparan dan akuntabel.
8.

Konsep yang menggambarkan dampak berlipat dari belanja pemerintah terhadap pendapatan nasional disebut:

  • A. Crowding Out Effect
  • B. Multiplier Fiskal
  • C. Tax Ratio
  • D. Fiscal Space
Jawaban: B. Multiplier Fiskal.
Multiplier fiskal adalah konsep yang menunjukkan bahwa peningkatan belanja pemerintah akan menghasilkan dampak berlipat terhadap pendapatan nasional karena adanya efek berantai dalam perekonomian.
9.

Dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah yang bersifat umum dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada daerah adalah:

  • A. Dana Alokasi Khusus (DAK)
  • B. Dana Alokasi Umum (DAU)
  • C. Dana Bagi Hasil (DBH)
  • D. Dana Otonomi Khusus
Jawaban: B. Dana Alokasi Umum (DAU).
Dana Alokasi Umum (DAU) adalah dana transfer yang bersifat block grant dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
10.

Kerangka kebijakan moneter yang menggunakan sasaran akhir stabilitas harga dengan mengumumkan target inflasi kepada publik disebut:

  • A. Monetary Targeting
  • B. Exchange Rate Targeting
  • C. Inflation Targeting Framework (ITF)
  • D. Dual Mandate Framework
Jawaban: C. Inflation Targeting Framework (ITF).
Inflation Targeting Framework (ITF) adalah kerangka kebijakan moneter yang menjadikan stabilitas harga sebagai tujuan utama dengan mengumumkan target inflasi secara eksplisit kepada publik dan berkomitmen untuk mencapainya.
11.

Instrumen kebijakan moneter berupa pembelian atau penjualan surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar uang disebut:

  • A. Giro Wajib Minimum (GWM)
  • B. Operasi Pasar Terbuka (OPT)
  • C. Fasilitas Diskonto
  • D. Imbauan Moral
Jawaban: B. Operasi Pasar Terbuka (OPT).
Operasi Pasar Terbuka (OPT) adalah instrumen kebijakan moneter dimana Bank Indonesia membeli atau menjual surat berharga di pasar uang untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan suku bunga.
12.

Jalur transmisi kebijakan moneter yang bekerja melalui pengaruh perubahan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga deposito dan kredit perbankan disebut jalur:

  • A. Jalur Nilai Tukar
  • B. Jalur Ekspektasi
  • C. Jalur Suku Bunga
  • D. Jalur Harga Aset
Jawaban: C. Jalur Suku Bunga.
Jalur suku bunga adalah mekanisme transmisi kebijakan moneter dimana perubahan suku bunga kebijakan Bank Indonesia mempengaruhi suku bunga perbankan (deposito dan kredit), yang selanjutnya mempengaruhi konsumsi dan investasi.
13.

Indeks yang digunakan Bank Indonesia untuk mengukur tingkat inflasi di Indonesia adalah:

  • A. Producer Price Index (PPI)
  • B. Indeks Harga Konsumen (IHK)
  • C. GDP Deflator
  • D. Wholesale Price Index (WPI)
Jawaban: B. Indeks Harga Konsumen (IHK).
Bank Indonesia menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) sebagai indikator utama untuk mengukur tingkat inflasi di Indonesia.
14.

Model ekonomi yang menggambarkan keseimbangan pasar barang (IS) dan pasar uang (LM) serta digunakan untuk menganalisis interaksi kebijakan fiskal dan moneter adalah:

  • A. Model AD-AS
  • B. Model IS-LM
  • C. Model Solow
  • D. Model Mundell-Fleming
Jawaban: B. Model IS-LM.
Model IS-LM adalah kerangka analisis yang menggambarkan keseimbangan simultan di pasar barang (kurva IS) dan pasar uang (kurva LM), serta digunakan untuk menganalisis dampak dan interaksi kebijakan fiskal dan moneter.
15.

Forum koordinasi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan adalah:

  • A. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
  • B. Dewan Stabilitas Ekonomi
  • C. Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan
  • D. Komite Kebijakan Ekonomi Nasional
Jawaban: A. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sebelumnya FKSSK, adalah forum koordinasi antar otoritas (BI, Kemenkeu, OJK, LPS) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan menangani krisis keuangan.
16.

Konsep Trilemma Mundell-Fleming menyatakan bahwa suatu negara tidak dapat secara bersamaan memiliki:

  • A. Inflasi rendah, pengangguran rendah, dan pertumbuhan tinggi
  • B. Nilai tukar tetap, mobilitas kapital bebas, dan kebijakan moneter independen
  • C. Defisit fiskal, defisit transaksi berjalan, dan utang luar negeri
  • D. Pajak tinggi, belanja tinggi, dan surplus anggaran
Jawaban: B. Nilai tukar tetap, mobilitas kapital bebas, dan kebijakan moneter independen.
Trilemma Mundell-Fleming menyatakan bahwa suatu negara tidak dapat secara bersamaan memiliki nilai tukar tetap, mobilitas kapital yang bebas, dan kebijakan moneter yang independen. Negara hanya dapat memilih dua dari tiga hal tersebut.
17.

Rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menjadi indikator kapasitas fiskal suatu negara disebut:

  • A. Debt to GDP Ratio
  • B. Tax Ratio
  • C. Fiscal Deficit Ratio
  • D. Primary Balance Ratio
Jawaban: B. Tax Ratio.
Tax Ratio adalah rasio penerimaan pajak terhadap PDB yang menunjukkan kapasitas fiskal dan kemampuan pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan pajak. Tax ratio Indonesia masih relatif rendah dibanding negara-negara lain.
18.

Salah satu indikator utama ekonomi makro yang mengukur nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama periode tertentu adalah:

  • A. Tingkat Inflasi
  • B. Produk Domestik Bruto (PDB)
  • C. Tingkat Pengangguran
  • D. Nilai Tukar
Jawaban: B. Produk Domestik Bruto (PDB).
PDB (Produk Domestik Bruto) merupakan indikator utama yang mengukur nilai total seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun.
19.

Bank sentral yang memiliki kewenangan untuk mengelola kebijakan moneter di Indonesia adalah:

  • A. Bank Mandiri
  • B. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • C. Bank Indonesia
  • D. Kementerian Keuangan
Jawaban: C. Bank Indonesia.
Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia yang memiliki tugas utama untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter guna mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
20.

Dokumen perencanaan pembangunan nasional jangka menengah yang memuat visi, misi, dan program pembangunan untuk periode lima tahun adalah:

  • A. RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional)
  • B. RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional)
  • C. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)
  • D. RAPBN (Rancangan APBN)
Jawaban: B. RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).
RPJMN adalah dokumen perencanaan pembangunan untuk periode 5 tahun yang memuat strategi pembangunan nasional, kebijakan umum, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan visi dan misi presiden.
21.

Kebijakan fiskal yang diterapkan untuk mengatasi resesi ekonomi dengan cara meningkatkan pengeluaran pemerintah atau menurunkan pajak disebut:

  • A. Kebijakan Fiskal Kontraktif
  • B. Kebijakan Fiskal Ekspansif
  • C. Kebijakan Fiskal Netral
  • D. Kebijakan Fiskal Restriktif
Jawaban: B. Kebijakan Fiskal Ekspansif.
Kebijakan fiskal ekspansif bertujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui peningkatan pengeluaran pemerintah atau penurunan pajak, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
22.

Instrumen kebijakan fiskal yang menjadi sumber penerimaan utama negara untuk membiayai pembangunan nasional adalah:

  • A. Subsidi
  • B. Belanja Modal
  • C. Pajak
  • D. Transfer Daerah
Jawaban: C. Pajak.
Pajak merupakan instrumen utama kebijakan fiskal dan menjadi sumber penerimaan terbesar negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan pembangunan nasional.
23.

Proses penyusunan APBN diawali dengan penyampaian dokumen dari pemerintah kepada DPR yang berisi rancangan anggaran. Dokumen tersebut adalah:

  • A. Nota Keuangan
  • B. RAPBN (Rancangan APBN)
  • C. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP)
  • D. Peraturan Presiden tentang APBN
Jawaban: B. RAPBN (Rancangan APBN).
RAPBN (Rancangan APBN) adalah dokumen yang disampaikan oleh Presiden kepada DPR untuk dibahas dan disahkan menjadi APBN melalui undang-undang.
24.

Fungsi pajak yang berkaitan dengan kemampuan pajak untuk mengatur perilaku ekonomi masyarakat, seperti mendorong investasi atau mengendalikan konsumsi, disebut fungsi:

  • A. Fungsi Budgetair
  • B. Fungsi Regulerend
  • C. Fungsi Alokasi
  • D. Fungsi Stabilisasi
Jawaban: B. Fungsi Regulerend.
Fungsi regulerend (mengatur) adalah fungsi pajak yang digunakan untuk mengatur atau mengendalikan perilaku ekonomi masyarakat sesuai dengan tujuan kebijakan pemerintah, seperti memberikan insentif pajak untuk investasi tertentu.
25.

Upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan memperbaiki sistem perpajakan dikenal dengan istilah:

  • A. Ekstensifikasi Pajak
  • B. Intensifikasi Pajak
  • C. Reformasi Perpajakan
  • D. Sunset Policy
Jawaban: C. Reformasi Perpajakan.
Reformasi perpajakan adalah upaya komprehensif untuk memperbaiki sistem perpajakan, termasuk modernisasi administrasi, perbaikan regulasi, dan peningkatan kepatuhan wajib pajak untuk meningkatkan penerimaan negara.
26.

Kebijakan pemerintah memberikan keringanan pajak kepada investor di sektor tertentu merupakan bentuk:

  • A. Subsidi langsung
  • B. Insentif pajak
  • C. Transfer fiskal
  • D. Belanja modal
Jawaban: B. Insentif pajak.
Insentif pajak adalah kebijakan pemberian keringanan atau pengurangan beban pajak kepada wajib pajak tertentu untuk mendorong aktivitas ekonomi yang diinginkan, seperti investasi di sektor prioritas.
27.

Konsep yang menjelaskan bahwa setiap rupiah pengeluaran pemerintah akan menghasilkan dampak berlipat terhadap pendapatan nasional disebut:

  • A. Fiscal Space
  • B. Multiplier Fiskal
  • C. Crowding Out Effect
  • D. Tax Ratio
Jawaban: B. Multiplier Fiskal.
Multiplier fiskal adalah konsep yang menjelaskan bahwa pengeluaran pemerintah akan berdampak berlipat ganda terhadap pendapatan nasional melalui putaran pengeluaran di dalam perekonomian.
28.

Analisis yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemerintah dalam membayar kembali utang dan memastikan beban utang tetap berkelanjutan disebut:

  • A. Fiscal Space Analysis
  • B. Tax Gap Analysis
  • C. Debt Sustainability Analysis (DSA)
  • D. Fiscal Risk Assessment
Jawaban: C. Debt Sustainability Analysis (DSA).
Debt Sustainability Analysis (DSA) adalah analisis yang digunakan untuk menilai kemampuan pemerintah dalam mengelola dan membayar kembali utang tanpa membahayakan stabilitas fiskal dan ekonomi jangka panjang.
29.

Dana yang ditransfer dari pemerintah pusat kepada daerah yang penggunaannya ditentukan untuk kegiatan khusus sesuai prioritas nasional disebut:

  • A. Dana Alokasi Umum (DAU)
  • B. Dana Alokasi Khusus (DAK)
  • C. Dana Bagi Hasil (DBH)
  • D. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Jawaban: B. Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana transfer dari pemerintah pusat kepada daerah yang dialokasikan untuk mendanai kegiatan khusus sesuai prioritas nasional dan menjadi urusan daerah.
30.

Kerangka kebijakan moneter yang menetapkan tingkat inflasi sebagai sasaran utama dan mengumumkannya kepada publik disebut:

  • A. Monetary Targeting
  • B. Exchange Rate Targeting
  • C. Inflation Targeting Framework (ITF)
  • D. Interest Rate Targeting
Jawaban: C. Inflation Targeting Framework (ITF).
Inflation Targeting Framework (ITF) adalah kerangka kebijakan moneter yang menjadikan pencapaian target inflasi sebagai tujuan utama dan mengumumkan target tersebut secara transparan kepada publik untuk membentuk ekspektasi inflasi.
31.

Instrumen kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui jual beli surat berharga di pasar uang untuk mengatur jumlah uang beredar disebut:

  • A. Giro Wajib Minimum (GWM)
  • B. Fasilitas Diskonto
  • C. Operasi Pasar Terbuka (OPT)
  • D. Himbauan Moral
Jawaban: C. Operasi Pasar Terbuka (OPT).
Operasi Pasar Terbuka (OPT) adalah instrumen kebijakan moneter di mana Bank Indonesia melakukan jual beli surat berharga di pasar uang untuk mempengaruhi likuiditas dan jumlah uang beredar dalam perekonomian.
32.

Jalur transmisi kebijakan moneter yang bekerja melalui perubahan suku bunga yang mempengaruhi keputusan konsumsi dan investasi adalah:

  • A. Jalur Kredit
  • B. Jalur Nilai Tukar
  • C. Jalur Suku Bunga
  • D. Jalur Ekspektasi
Jawaban: C. Jalur Suku Bunga.
Jalur suku bunga adalah mekanisme transmisi kebijakan moneter di mana perubahan suku bunga kebijakan mempengaruhi suku bunga pasar, yang kemudian mempengaruhi keputusan konsumsi dan investasi masyarakat.
33.

Model ekonomi yang menggambarkan interaksi antara kebijakan fiskal (kurva IS) dan kebijakan moneter (kurva LM) dalam menentukan keseimbangan ekonomi adalah:

  • A. Model AD-AS
  • B. Model IS-LM
  • C. Model Mundell-Fleming
  • D. Model Solow
Jawaban: B. Model IS-LM.
Model IS-LM adalah kerangka analisis yang menggambarkan keseimbangan simultan di pasar barang (IS) dan pasar uang (LM), serta menunjukkan bagaimana kebijakan fiskal dan moneter mempengaruhi output dan suku bunga.
34.

Forum koordinasi antar lembaga yang dibentuk untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia yang beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS adalah:

  • A. Dewan Ekonomi Nasional
  • B. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
  • C. Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan
  • D. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
Jawaban: B. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sebelumnya dikenal sebagai FKSSK, adalah forum koordinasi yang beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua OJK, dan Ketua LPS untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.
35.

Salah satu indikator utama ekonomi makro yang mengukur total nilai barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu negara selama periode tertentu adalah:

  • A. Tingkat inflasi
  • B. Produk Domestik Bruto (PDB)
  • C. Tingkat pengangguran
  • D. Neraca pembayaran
Jawaban: B. Produk Domestik Bruto (PDB).
PDB (Produk Domestik Bruto) merupakan indikator utama yang mengukur total nilai barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu negara selama periode tertentu, biasanya satu tahun.
36.

Dalam struktur sistem keuangan Indonesia, lembaga yang berfungsi sebagai bank sentral dan memiliki tugas menjaga stabilitas nilai rupiah adalah:

  • A. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • B. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
  • C. Bank Indonesia (BI)
  • D. Kementerian Keuangan
Jawaban: C. Bank Indonesia (BI).
Bank Indonesia (BI) adalah bank sentral Indonesia yang memiliki tugas utama menjaga stabilitas nilai rupiah melalui pengendalian inflasi dan stabilitas sistem keuangan.
37.

Kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah untuk meningkatkan permintaan agregat melalui peningkatan belanja pemerintah atau penurunan pajak disebut kebijakan fiskal:

  • A. Kontraktif
  • B. Ekspansif
  • C. Netral
  • D. Otomatis
Jawaban: B. Ekspansif.
Kebijakan fiskal ekspansif bertujuan meningkatkan permintaan agregat melalui peningkatan belanja pemerintah atau penurunan pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
38.

Struktur APBN terdiri dari beberapa komponen utama. Komponen yang mencakup penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah adalah:

  • A. Belanja negara
  • B. Pembiayaan
  • C. Pendapatan negara
  • D. Transfer ke daerah
Jawaban: C. Pendapatan negara.
Pendapatan negara dalam APBN terdiri dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah sebagai sumber penerimaan pemerintah.
39.

Fungsi pajak yang bertujuan untuk mengatur atau mengarahkan perilaku masyarakat ke arah yang dikehendaki pemerintah disebut fungsi:

  • A. Budgetair
  • B. Regulerend
  • C. Alokasi
  • D. Distribusi
Jawaban: B. Regulerend.
Fungsi regulerend adalah fungsi pajak untuk mengatur atau mengarahkan perilaku masyarakat, misalnya pajak tinggi untuk rokok untuk mengurangi konsumsi.
40.

Modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Salah satu indikator yang mengukur perbedaan antara potensi pajak dengan realisasi penerimaan pajak adalah:

  • A. Tax ratio
  • B. Tax gap
  • C. Tax compliance
  • D. Tax burden
Jawaban: B. Tax gap.
Tax gap adalah perbedaan antara potensi penerimaan pajak dengan realisasi penerimaan pajak aktual, yang mengindikasikan tingkat kepatuhan dan efektivitas administrasi perpajakan.
41.

Konsep multiplier dalam belanja pemerintah menunjukkan bahwa peningkatan belanja pemerintah akan menghasilkan peningkatan pendapatan nasional yang:

  • A. Lebih kecil dari belanja awal
  • B. Sama dengan belanja awal
  • C. Lebih besar dari belanja awal
  • D. Tidak ada hubungannya dengan belanja awal
Jawaban: C. Lebih besar dari belanja awal.
Multiplier effect menunjukkan bahwa peningkatan belanja pemerintah akan menghasilkan peningkatan pendapatan nasional yang lebih besar dari belanja awal karena adanya efek berantai dalam perekonomian.
42.

Dalam desentralisasi fiskal di Indonesia, dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah yang bersifat umum dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada daerah adalah:

  • A. Dana Alokasi Khusus (DAK)
  • B. Dana Bagi Hasil (DBH)
  • C. Dana Alokasi Umum (DAU)
  • D. Dana Otonomi Khusus
Jawaban: C. Dana Alokasi Umum (DAU).
Dana Alokasi Umum (DAU) adalah dana transfer yang bersifat block grant dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah.
43.

Kerangka kebijakan moneter Indonesia yang menetapkan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter disebut:

  • A. Exchange Rate Targeting
  • B. Monetary Targeting
  • C. Inflation Targeting Framework (ITF)
  • D. Multiple Objectives Framework
Jawaban: C. Inflation Targeting Framework (ITF).
Inflation Targeting Framework (ITF) adalah kerangka kebijakan moneter yang menetapkan target inflasi sebagai sasaran utama dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.
44.

Instrumen kebijakan moneter yang digunakan Bank Indonesia untuk menyerap atau menambah likuiditas di pasar melalui jual beli surat berharga adalah:

  • A. Giro Wajib Minimum (GWM)
  • B. Operasi Pasar Terbuka (OPT)
  • C. Fasilitas Diskonto
  • D. Imbauan moral
Jawaban: B. Operasi Pasar Terbuka (OPT).
Operasi Pasar Terbuka (OPT) adalah instrumen kebijakan moneter yang dilakukan melalui jual beli surat berharga di pasar untuk mengatur likuiditas perekonomian.
45.

Mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui perubahan suku bunga yang mempengaruhi keputusan konsumsi dan investasi disebut jalur:

  • A. Jalur kredit
  • B. Jalur nilai tukar
  • C. Jalur suku bunga
  • D. Jalur harga aset
Jawaban: C. Jalur suku bunga.
Jalur suku bunga adalah mekanisme transmisi kebijakan moneter dimana perubahan suku bunga kebijakan mempengaruhi suku bunga pasar yang kemudian mempengaruhi keputusan konsumsi dan investasi.
46.

Dalam pengendalian inflasi, Bank Indonesia menggunakan indikator Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk mengukur:

  • A. Tingkat pertumbuhan ekonomi
  • B. Tingkat perubahan harga barang dan jasa konsumen
  • C. Tingkat pengangguran
  • D. Tingkat investasi
Jawaban: B. Tingkat perubahan harga barang dan jasa konsumen.
Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) mengukur tingkat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga, yang digunakan untuk menghitung tingkat inflasi.
47.

Model IS-LM digunakan untuk menganalisis interaksi antara kebijakan fiskal dan moneter. Dalam model ini, kurva IS menggambarkan keseimbangan di pasar:

  • A. Pasar uang
  • B. Pasar tenaga kerja
  • C. Pasar barang dan jasa
  • D. Pasar modal
Jawaban: C. Pasar barang dan jasa.
Dalam model IS-LM, kurva IS (Investment-Saving) menggambarkan keseimbangan di pasar barang dan jasa, sementara kurva LM menggambarkan keseimbangan di pasar uang.
48.

Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) dibentuk untuk koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Anggota FKSSK terdiri dari:

  • A. Bank Indonesia, OJK, dan LPS saja
  • B. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS
  • C. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan saja
  • D. OJK dan LPS saja
Jawaban: B. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS.
FKSSK beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk koordinasi menjaga stabilitas sistem keuangan.
49.

Trilemma Mundell-Fleming menyatakan bahwa suatu negara tidak dapat secara bersamaan memiliki ketiga hal berikut, kecuali:

  • A. Kebijakan moneter independen, nilai tukar tetap, dan mobilitas modal bebas
  • B. Kebijakan moneter independen, nilai tukar mengambang, dan mobilitas modal bebas
  • C. Nilai tukar tetap, mobilitas modal terbatas, dan kebijakan moneter independen
  • D. Nilai tukar tetap, mobilitas modal bebas, dan kebijakan fiskal ekspansif
Jawaban: B. Kebijakan moneter independen, nilai tukar mengambang, dan mobilitas modal bebas.
Trilemma Mundell-Fleming menyatakan negara hanya bisa memilih dua dari tiga: kebijakan moneter independen, nilai tukar tetap, atau mobilitas modal bebas. Kombinasi kebijakan moneter independen, nilai tukar mengambang, dan mobilitas modal bebas adalah kombinasi yang memungkinkan.
50.

Tax ratio merupakan indikator untuk mengukur efektivitas kebijakan fiskal, yaitu perbandingan antara:

  • A. Penerimaan pajak dengan belanja negara
  • B. Penerimaan pajak dengan Produk Domestik Bruto (PDB)
  • C. Belanja negara dengan PDB
  • D. Defisit anggaran dengan PDB
Jawaban: B. Penerimaan pajak dengan Produk Domestik Bruto (PDB).
Tax ratio adalah rasio penerimaan pajak terhadap PDB yang mengukur kemampuan pemerintah dalam menghimpun penerimaan pajak relatif terhadap ukuran perekonomian.

Latihan menggunakan Soal UAS UT secara konsisten membantu mahasiswa memahami konsep kebijakan fiskal dan moneter dengan lebih mendalam. Persiapan matang akan meningkatkan kemampuan menganalisis kasus ekonomi makro dan mempermudah pengerjaan soal saat ujian berlangsung, baik dalam format UTM maupun UO yang diterapkan Universitas Terbuka.

Dengan berlatih secara teratur, mahasiswa dapat menghadapi ujian FSSP4305 Kebijakan Fiskal dan Moneter dengan percaya diri. Pemahaman yang kuat terhadap instrumen kebijakan pemerintah dan bank sentral akan menjadi bekal berharga untuk meraih nilai optimal dan mengaplikasikan ilmu dalam konteks kebijakan ekonomi nasional.

Bagikan

error: Content is protected !!