💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT PBIN4216 Wacana Bahasa Indonesia dan Kunci Jawaban

Soal UT PBIN4216 Wacana Bahasa Indonesia
Soal UT PBIN4216 Wacana Bahasa Indonesia

Sudahkah kamu mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir semester untuk mata kuliah PBIN4216 Wacana Bahasa Indonesia? Mata kuliah ini menuntut pemahaman mendalam tentang struktur, fungsi, dan analisis wacana dalam konteks komunikasi nyata. Persiapan yang matang sejak awal akan sangat menentukan hasil ujianmu nanti.

Apakah kamu sudah mencoba berlatih dengan Soal UAS UT sebagai bahan evaluasi mandiri sebelum menghadapi ujian sesungguhnya? Berlatih soal-soal relevan membantu kamu mengidentifikasi materi yang masih lemah dan memperkuat pemahaman konsep wacana bahasa Indonesia secara menyeluruh. Kunjungi soalut.com untuk menemukan referensi soal latihan yang lengkap dan terpercaya.

Pernahkah kamu berpikir bahwa berlatih Soal Ujian UT secara rutin adalah strategi belajar paling efektif untuk mahasiswa Universitas Terbuka? Dengan membiasakan diri mengerjakan berbagai jenis soal, kamu akan lebih percaya diri saat ujian berlangsung. Temukan koleksi Soal UT lengkap yang dapat membantumu meraih nilai terbaik.

Soal UT PBIN4216 Wacana Bahasa Indonesia

1.

Wacana dalam pengertian linguistik merupakan satuan bahasa yang paling lengkap dan berada di atas tataran…

  • A. Morfem
  • B. Klausa
  • C. Kalimat
  • D. Paragraf
Jawaban: C. Kalimat.
Wacana adalah satuan bahasa terlengkap dan tertinggi yang berada di atas tataran kalimat atau klausa, sehingga kalimat merupakan satuan di bawah wacana yang menjadi acuan dasar.
2.

Menurut persyaratan kewacanaan, sebuah teks dapat disebut wacana apabila memenuhi syarat tertentu. Salah satu syarat utama adalah adanya…

  • A. Keindahan bahasa yang tinggi
  • B. Kelengkapan unsur sintaksis
  • C. Kepaduan dan keterhubungan antarkalimat
  • D. Penggunaan kosakata baku secara konsisten
Jawaban: C. Kepaduan dan keterhubungan antarkalimat.
Salah satu persyaratan kewacanaan yang fundamental adalah adanya kepaduan (koherensi) dan keterhubungan (kohesi) antarkalimat sehingga membentuk kesatuan makna yang utuh.
3.

Dalam analisis wacana, yang dimaksud dengan 'koteks' adalah…

  • A. Situasi sosial yang melingkupi wacana
  • B. Lingkungan kebahasaan yang ada di sekitar satuan bahasa dalam teks
  • C. Latar belakang budaya penutur
  • D. Tujuan komunikasi yang ingin dicapai penutur
Jawaban: B. Lingkungan kebahasaan yang ada di sekitar satuan bahasa dalam teks.
Koteks (co-text) merujuk pada lingkungan kebahasaan, yaitu kata, frasa, atau kalimat lain yang berada di sekitar satuan bahasa tertentu dalam teks, sedangkan konteks merujuk pada situasi di luar bahasa.
4.

Konteks wacana yang mencakup situasi, tempat, waktu, dan keadaan nonbahasa yang melingkupi terjadinya komunikasi disebut…

  • A. Koteks
  • B. Ko-teks verbal
  • C. Konteks situasi
  • D. Konteks linguistik
Jawaban: C. Konteks situasi.
Konteks situasi adalah konteks nonbahasa yang mencakup situasi, tempat, waktu, dan berbagai keadaan di luar bahasa yang melingkupi terjadinya peristiwa komunikasi atau wacana.
5.

Dalam struktur wacana, makrostruktur merujuk pada…

  • A. Susunan kalimat-kalimat dalam paragraf
  • B. Makna global atau isi keseluruhan wacana secara umum
  • C. Hubungan antara klausa dalam satu kalimat
  • D. Penggunaan tanda baca dalam teks
Jawaban: B. Makna global atau isi keseluruhan wacana secara umum.
Makrostruktur wacana adalah representasi isi atau makna global dari sebuah wacana secara keseluruhan, mencerminkan topik utama atau tema besar yang dibicarakan dalam teks tersebut.
6.

Superstruktur wacana adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan…

  • A. Kosakata tertinggi dalam hierarki bahasa
  • B. Skema atau kerangka formal yang mengorganisasikan isi wacana
  • C. Makna tersirat yang tersembunyi dalam teks
  • D. Tingkat formalitas bahasa yang digunakan
Jawaban: B. Skema atau kerangka formal yang mengorganisasikan isi wacana.
Superstruktur wacana mengacu pada skema atau kerangka formal (seperti pendahuluan, isi, dan penutup) yang mengorganisasikan dan mewadahi isi wacana secara keseluruhan.
7.

Pada struktur mikro wacana, aspek yang dikaji meliputi hal-hal berikut, KECUALI…

  • A. Pilihan kata (diksi)
  • B. Gaya bahasa
  • C. Topik utama wacana
  • D. Sintaksis kalimat
Jawaban: C. Topik utama wacana.
Struktur mikro wacana mengkaji unsur-unsur terkecil seperti pilihan kata, gaya bahasa, dan sintaksis kalimat. Topik utama wacana merupakan bagian dari makrostruktur, bukan struktur mikro.
8.

Kohesi dalam wacana dapat dibedakan menjadi kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Penggunaan kata ganti (pronomina) untuk merujuk kembali pada nomina yang telah disebutkan sebelumnya merupakan contoh kohesi gramatikal yang disebut…

  • A. Substitusi
  • B. Elipsis
  • C. Referensi
  • D. Konjungsi
Jawaban: C. Referensi.
Referensi (pengacuan) adalah piranti kohesi gramatikal berupa penggunaan kata ganti atau bentuk lain untuk merujuk atau mengacu pada nomina atau hal yang telah disebutkan sebelumnya dalam teks.
9.

Piranti koherensi yang menyatakan hubungan sebab-akibat antara dua proposisi dalam wacana disebut…

  • A. Hubungan aditif
  • B. Hubungan kausalitas
  • C. Hubungan kontrastif
  • D. Hubungan temporal
Jawaban: B. Hubungan kausalitas.
Hubungan kausalitas adalah piranti koherensi yang menunjukkan relasi sebab-akibat antara dua proposisi atau bagian wacana, misalnya ditandai dengan kata hubung 'karena', 'sehingga', atau 'oleh karena itu'.
10.

Praanggapan (presupposition) dalam konteks wacana dapat didefinisikan sebagai…

  • A. Informasi baru yang disampaikan secara eksplisit oleh penutur
  • B. Asumsi dasar yang dianggap benar oleh penutur sebelum ujaran disampaikan
  • C. Makna tambahan yang muncul dari intonasi penutur
  • D. Pesan tersirat yang hanya dipahami oleh penulis
Jawaban: B. Asumsi dasar yang dianggap benar oleh penutur sebelum ujaran disampaikan.
Praanggapan adalah asumsi atau pengetahuan dasar yang dianggap sudah benar dan disetujui bersama oleh penutur sebelum suatu ujaran disampaikan, bukan merupakan informasi baru dalam komunikasi.
11.

Implikatur percakapan adalah konsep yang dikembangkan oleh Grice untuk menjelaskan…

  • A. Makna harfiah dari sebuah kalimat
  • B. Makna yang dimaksudkan penutur di luar makna literal tuturannya
  • C. Aturan tata bahasa dalam percakapan formal
  • D. Struktur giliran berbicara dalam dialog
Jawaban: B. Makna yang dimaksudkan penutur di luar makna literal tuturannya.
Implikatur percakapan mengacu pada makna yang dimaksudkan atau dikomunikasikan oleh penutur melebihi atau di luar makna literal yang secara eksplisit dinyatakan dalam tuturannya.
12.

Deiksis persona adalah salah satu jenis deiksis yang menunjukkan…

  • A. Waktu terjadinya peristiwa tutur
  • B. Lokasi atau tempat yang diacu dalam tuturan
  • C. Identitas peserta yang terlibat dalam peristiwa tutur
  • D. Urutan penyajian informasi dalam teks
Jawaban: C. Identitas peserta yang terlibat dalam peristiwa tutur.
Deiksis persona menunjukkan identitas pelaku atau peserta yang terlibat dalam peristiwa tutur, meliputi persona pertama (saya/kami), persona kedua (kamu/Anda), dan persona ketiga (dia/mereka).
13.

Wacana lisan memiliki ciri khas yang membedakannya dari wacana tulis, yaitu…

  • A. Menggunakan ejaan yang disempurnakan
  • B. Memanfaatkan prosodi, intonasi, dan paralinguistik sebagai pendukung makna
  • C. Selalu bersifat monolog tanpa interupsi
  • D. Memiliki struktur yang lebih sistematis dan teratur
Jawaban: B. Memanfaatkan prosodi, intonasi, dan paralinguistik sebagai pendukung makna.
Wacana lisan memiliki ciri khas memanfaatkan unsur prosodi (tekanan, intonasi, jeda) dan paralinguistik (gerak tubuh, ekspresi wajah) sebagai pendukung atau penyampai makna yang tidak terdapat dalam wacana tulis.
14.

Wacana yang melibatkan lebih dari dua peserta dalam interaksi komunikasi disebut…

  • A. Wacana monolog
  • B. Wacana dialog
  • C. Wacana polilog
  • D. Wacana campuran
Jawaban: C. Wacana polilog.
Wacana polilog adalah wacana yang melibatkan lebih dari dua peserta komunikasi yang saling berinteraksi, berbeda dengan monolog (satu pihak) dan dialog (dua pihak).
15.

Wacana yang bertujuan memaparkan atau menjelaskan suatu hal secara rinci agar pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman disebut wacana…

  • A. Narasi
  • B. Deskripsi
  • C. Argumentasi
  • D. Eksposisi
Jawaban: D. Eksposisi.
Wacana eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, atau menguraikan suatu topik secara rinci dan sistematis agar pembaca atau pendengar memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang topik tersebut.
16.

Dalam prinsip-prinsip interpretasi analisis wacana, prinsip interpretasi lokal menyatakan bahwa…

  • A. Penafsiran wacana harus mempertimbangkan konteks global secara keseluruhan
  • B. Pendengar atau pembaca cenderung menafsirkan wacana berdasarkan konteks yang paling dekat dan minimal
  • C. Setiap kata harus ditafsirkan secara harfiah sesuai kamus
  • D. Interpretasi wacana harus selalu mengacu pada latar belakang budaya yang dominan
Jawaban: B. Pendengar atau pembaca cenderung menafsirkan wacana berdasarkan konteks yang paling dekat dan minimal.
Prinsip interpretasi lokal menyatakan bahwa pendengar atau pembaca cenderung menggunakan konteks yang paling dekat, spesifik, dan minimal yang diperlukan untuk menafsirkan makna tuturan tanpa mencari informasi lebih jauh.
17.

Dalam analisis wacana, perbedaan antara tema dan topik wacana adalah…

  • A. Tema adalah inti pesan yang ingin disampaikan, sedangkan topik adalah hal pokok yang dibicarakan dalam wacana
  • B. Tema selalu bersifat eksplisit, sedangkan topik selalu bersifat implisit
  • C. Tema hanya ada dalam wacana tulis, sedangkan topik hanya ada dalam wacana lisan
  • D. Tema dan topik adalah dua istilah yang memiliki makna identik dan dapat dipertukarkan
Jawaban: A. Tema adalah inti pesan yang ingin disampaikan, sedangkan topik adalah hal pokok yang dibicarakan dalam wacana.
Tema adalah gagasan atau inti pesan yang ingin disampaikan oleh penutur/penulis melalui wacana, sedangkan topik adalah hal pokok atau subjek pembicaraan yang dibahas dalam wacana tersebut.
18.

Wacana sebagai satuan bahasa terlengkap memiliki hakikat yang menempatkannya di atas kalimat. Pernyataan yang paling tepat mengenai hakikat wacana adalah…

  • A. Wacana merupakan satuan bahasa yang hanya terdiri dari satu kalimat tunggal yang sempurna
  • B. Wacana adalah satuan bahasa di atas kalimat yang membentuk kesatuan makna yang utuh dan terpadu
  • C. Wacana hanya dapat berbentuk tulisan dan tidak mencakup bentuk lisan
  • D. Wacana selalu terdiri dari minimal lima paragraf untuk dapat disebut sebagai wacana
Jawaban: B. Wacana adalah satuan bahasa di atas kalimat yang membentuk kesatuan makna yang utuh dan terpadu.
Hakikat wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang berada di atas tataran kalimat, membentuk kesatuan makna yang utuh, dan dapat berupa lisan maupun tulisan.
19.

Dalam kajian wacana, terdapat tujuh persyaratan kewacanaan yang dikemukakan oleh Beaugrande dan Dressler. Salah satu persyaratan tersebut adalah intentionalitas. Yang dimaksud dengan intentionalitas dalam konteks kewacanaan adalah…

  • A. Kemampuan wacana untuk dipahami oleh pembaca atau pendengar secara mudah
  • B. Keterkaitan antarkalimat dalam wacana secara gramatikal
  • C. Sikap penutur yang memiliki tujuan atau maksud tertentu dalam menghasilkan wacana
  • D. Kesesuaian wacana dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi
Jawaban: C. Sikap penutur yang memiliki tujuan atau maksud tertentu dalam menghasilkan wacana.
Intentionalitas mengacu pada sikap atau kesengajaan penutur dalam menghasilkan wacana untuk mencapai tujuan atau maksud tertentu, sehingga wacana tidak diproduksi secara kebetulan.
20.

Dalam analisis wacana, teks, koteks, dan konteks memiliki peran penting. Yang dimaksud dengan koteks dalam kajian wacana adalah…

  • A. Situasi luar bahasa yang melatarbelakangi munculnya suatu wacana
  • B. Lingkungan verbal atau bahasa yang mengelilingi suatu unsur dalam teks
  • C. Latar sosial budaya yang mempengaruhi pemahaman wacana
  • D. Tujuan komunikatif yang ingin dicapai oleh penutur
Jawaban: B. Lingkungan verbal atau bahasa yang mengelilingi suatu unsur dalam teks.
Koteks adalah lingkungan verbal atau kebahasaan yang mengitari suatu unsur tertentu dalam teks, berbeda dengan konteks yang merujuk pada situasi ekstralinguistik.
21.

Struktur makro wacana berkaitan dengan makna global suatu wacana. Konsep struktur makro dalam analisis wacana Van Dijk merujuk pada…

  • A. Pilihan kata dan kalimat yang digunakan dalam wacana
  • B. Urutan peristiwa yang disajikan dalam wacana narasi
  • C. Makna keseluruhan (global) dari suatu wacana yang dapat diamati dari topik utama
  • D. Hubungan antarkalimat secara gramatikal dalam paragraf
Jawaban: C. Makna keseluruhan (global) dari suatu wacana yang dapat diamati dari topik utama.
Struktur makro dalam model Van Dijk merujuk pada makna global atau keseluruhan wacana yang dapat dilihat dari topik atau tema utama yang menjadi inti wacana tersebut.
22.

Superstruktur wacana merupakan salah satu dimensi dalam analisis wacana model Van Dijk. Superstruktur wacana merujuk pada…

  • A. Makna mendalam yang tersembunyi di balik kata-kata dalam wacana
  • B. Kerangka atau skema yang menunjukkan bagaimana struktur wacana disusun
  • C. Hubungan semantis antara proposisi dalam wacana
  • D. Aspek leksikal dan sintaksis yang digunakan penulis
Jawaban: B. Kerangka atau skema yang menunjukkan bagaimana struktur wacana disusun.
Superstruktur adalah kerangka atau skema yang menggambarkan bagaimana suatu wacana disusun dan diorganisasikan, misalnya skema berita yang terdiri dari judul, teras, dan tubuh berita.
23.

Struktur mikro wacana berkaitan dengan aspek-aspek kebahasaan yang bersifat lokal. Salah satu elemen struktur mikro dalam analisis wacana adalah semantik. Aspek semantik dalam struktur mikro mencakup…

  • A. Pilihan tata bahasa dan kalimat yang digunakan dalam wacana
  • B. Makna yang ingin ditekankan dalam wacana seperti latar, detail, dan praanggapan
  • C. Pemilihan kata tertentu untuk menggambarkan suatu peristiwa
  • D. Penggunaan metafora dan ekspresi idiomatis
Jawaban: B. Makna yang ingin ditekankan dalam wacana seperti latar, detail, dan praanggapan.
Aspek semantik dalam struktur mikro mencakup makna yang ingin ditonjolkan seperti latar belakang, detail tertentu, maksud, dan praanggapan yang dipilih penutur untuk memengaruhi pembaca.
24.

Kohesi merupakan salah satu unsur penting dalam wacana. Piranti kohesi yang menggunakan kata ganti untuk menggantikan unsur yang telah disebutkan sebelumnya disebut…

  • A. Elipsis
  • B. Konjungsi
  • C. Referensi (pengacuan)
  • D. Substitusi
Jawaban: C. Referensi (pengacuan).
Referensi atau pengacuan adalah piranti kohesi yang menggunakan kata ganti atau frasa referensial untuk mengacu pada unsur yang telah disebutkan sebelumnya (anafora) atau akan disebutkan kemudian (katafora).
25.

Perhatikan kalimat berikut: 'Saya membeli buku, pensil, dan penggaris. Semua itu akan digunakan untuk sekolah.' Piranti kohesi yang digunakan dalam contoh tersebut adalah…

  • A. Substitusi leksikal
  • B. Konjungsi aditif
  • C. Referensi demonstratif
  • D. Elipsis
Jawaban: C. Referensi demonstratif.
Frasa 'semua itu' merupakan piranti referensi demonstratif yang mengacu kembali pada unsur yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu 'buku, pensil, dan penggaris'.
26.

Koherensi dalam wacana berbeda dengan kohesi. Perbedaan mendasar antara kohesi dan koherensi adalah…

  • A. Kohesi berkaitan dengan kepaduan makna, sedangkan koherensi berkaitan dengan kepaduan bentuk
  • B. Kohesi berkaitan dengan kepaduan bentuk gramatikal, sedangkan koherensi berkaitan dengan kepaduan makna
  • C. Kohesi hanya berlaku pada wacana tulis, sedangkan koherensi berlaku pada wacana lisan
  • D. Kohesi dan koherensi merupakan hal yang sama dalam kajian wacana
Jawaban: B. Kohesi berkaitan dengan kepaduan bentuk gramatikal, sedangkan koherensi berkaitan dengan kepaduan makna.
Kohesi berkaitan dengan kepaduan bentuk atau hubungan gramatikal antarbagian wacana, sedangkan koherensi berkaitan dengan kepaduan makna atau hubungan semantis antarbagian wacana.
27.

Praanggapan (presupposition) merupakan salah satu konsep penting dalam konteks wacana. Pernyataan yang paling tepat mengenai praanggapan adalah…

  • A. Praanggapan adalah makna yang secara eksplisit dinyatakan dalam tuturan
  • B. Praanggapan adalah asumsi dasar yang dianggap benar oleh penutur sebelum suatu tuturan disampaikan
  • C. Praanggapan adalah kesimpulan yang ditarik pembaca setelah membaca wacana
  • D. Praanggapan adalah makna tambahan yang disampaikan melalui nada bicara
Jawaban: B. Praanggapan adalah asumsi dasar yang dianggap benar oleh penutur sebelum suatu tuturan disampaikan.
Praanggapan adalah informasi atau asumsi latar belakang yang dianggap sudah diketahui dan diterima kebenarannya oleh penutur sebelum tuturan disampaikan.
28.

Implikatur percakapan merupakan konsep yang dikembangkan oleh Grice. Contoh implikatur percakapan terdapat dalam dialog berikut: A: 'Apakah kamu suka masakan ibu?' B: 'Ibu memasak dengan penuh kasih sayang.' Implikatur dari jawaban B adalah…

  • A. B tidak menjawab pertanyaan A karena tidak mengerti
  • B. B secara implisit menyatakan tidak suka masakan ibu tetapi menghindari menyakiti perasaan
  • C. B menyatakan bahwa masakan ibu sangat enak
  • D. B mengalihkan pembicaraan karena bosan
Jawaban: B. B secara implisit menyatakan tidak suka masakan ibu tetapi menghindari menyakiti perasaan.
Jawaban B tidak secara langsung menjawab pertanyaan, melainkan mengimplikasikan sesuatu secara tidak langsung. Dengan memuji cara memasak (bukan rasa), B secara implisit menghindari penilaian langsung terhadap cita rasa masakan.
29.

Deiksis merupakan salah satu aspek penting dalam konteks wacana. Kata 'sini' dan 'sana' dalam bahasa Indonesia termasuk dalam jenis deiksis…

  • A. Deiksis persona
  • B. Deiksis waktu
  • C. Deiksis tempat
  • D. Deiksis wacana
Jawaban: C. Deiksis tempat.
Deiksis tempat adalah deiksis yang menunjukkan lokasi atau tempat berdasarkan posisi penutur. Kata 'sini' dan 'sana' menunjukkan lokasi yang dekat dan jauh dari penutur.
30.

Wacana lisan memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari wacana tulis. Salah satu ciri khas wacana lisan yang tidak ditemukan dalam wacana tulis adalah…

  • A. Penggunaan tanda baca untuk memperjelas makna
  • B. Adanya prosodi seperti intonasi, tekanan, dan jeda sebagai penanda makna
  • C. Penggunaan paragraf untuk mengorganisasi ide
  • D. Adanya ejaan yang baku dan terstandar
Jawaban: B. Adanya prosodi seperti intonasi, tekanan, dan jeda sebagai penanda makna.
Wacana lisan memiliki ciri khas berupa unsur prosodi seperti intonasi, tekanan, nada, dan jeda yang berfungsi sebagai penanda makna, sementara wacana tulis menggunakan tanda baca sebagai penggantinya.
31.

Wacana monolog, dialog, dan polilog dibedakan berdasarkan jumlah peserta tutur. Contoh wacana polilog yang tepat adalah…

  • A. Seseorang yang sedang berpidato di depan umum
  • B. Dua orang yang sedang bercakap-cakap di telepon
  • C. Diskusi panel yang melibatkan lebih dari dua pembicara yang saling berinteraksi
  • D. Seorang penyiar yang sedang membacakan berita
Jawaban: C. Diskusi panel yang melibatkan lebih dari dua pembicara yang saling berinteraksi.
Polilog adalah wacana yang melibatkan lebih dari dua peserta tutur yang saling berinteraksi, seperti diskusi panel atau rapat yang melibatkan banyak pihak.
32.

Wacana argumentasi memiliki ciri khas tersendiri. Yang membedakan wacana argumentasi dari wacana eksposisi adalah…

  • A. Wacana argumentasi bertujuan memaparkan fakta, sedangkan eksposisi bertujuan meyakinkan pembaca
  • B. Wacana argumentasi bertujuan meyakinkan pembaca dengan bukti dan alasan, sedangkan eksposisi bertujuan menjelaskan informasi secara objektif
  • C. Wacana argumentasi hanya menggunakan data statistik, sedangkan eksposisi menggunakan deskripsi
  • D. Wacana argumentasi hanya ditemukan dalam karya ilmiah, sedangkan eksposisi dalam media massa
Jawaban: B. Wacana argumentasi bertujuan meyakinkan pembaca dengan bukti dan alasan, sedangkan eksposisi bertujuan menjelaskan informasi secara objektif.
Wacana argumentasi bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca dengan memberikan argumen, bukti, dan alasan yang kuat, sedangkan eksposisi bertujuan menjelaskan atau memaparkan informasi secara objektif tanpa memihak.
33.

Dalam analisis wacana, terdapat berbagai pendekatan yang dapat digunakan. Analisis Wacana Kritis (AWK) berbeda dari analisis wacana konvensional karena…

  • A. AWK hanya menganalisis aspek gramatikal dan sintaksis wacana
  • B. AWK menelaah hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan ideologi dalam wacana
  • C. AWK hanya digunakan untuk menganalisis wacana lisan
  • D. AWK berfokus pada keindahan bahasa yang digunakan dalam wacana
Jawaban: B. AWK menelaah hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan ideologi dalam wacana.
Analisis Wacana Kritis (AWK) tidak hanya menganalisis struktur bahasa, tetapi juga mengkaji bagaimana bahasa digunakan untuk merepresentasikan kekuasaan, ideologi, dan kepentingan sosial tertentu.
34.

Dalam interpretasi wacana, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip interpretasi lokal dalam analisis wacana menyatakan bahwa…

  • A. Interpretasi wacana harus mempertimbangkan konteks global masyarakat secara keseluruhan
  • B. Penafsir wacana harus membangun konteks sespesifik dan sesederhana mungkin berdasarkan informasi yang tersedia
  • C. Setiap kata dalam wacana harus diinterpretasikan secara terpisah tanpa memperhatikan hubungannya
  • D. Interpretasi wacana hanya valid jika dilakukan oleh ahli bahasa yang berpengalaman
Jawaban: B. Penafsir wacana harus membangun konteks sespesifik dan sesederhana mungkin berdasarkan informasi yang tersedia.
Prinsip interpretasi lokal menyatakan bahwa dalam menafsirkan wacana, penafsir cenderung membangun konteks yang sespesifik dan sesederhana mungkin berdasarkan informasi lokal yang tersedia, tanpa membuat inferensi yang terlalu jauh.
35.

Wacana didefinisikan sebagai satuan bahasa yang paling lengkap dan tertinggi dalam hierarki gramatikal. Pernyataan ini mengandung makna bahwa wacana…

  • A. hanya dapat berbentuk teks tertulis yang panjang
  • B. merupakan satuan bahasa di atas kalimat yang memiliki keutuhan makna
  • C. selalu terdiri dari beberapa paragraf yang saling berhubungan
  • D. hanya ditemukan dalam bahasa formal dan akademis
Jawaban: B. merupakan satuan bahasa di atas kalimat yang memiliki keutuhan makna.
Wacana sebagai satuan bahasa tertinggi berarti ia berada di atas kalimat dan memiliki keutuhan makna, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, panjang maupun pendek.
36.

Salah satu persyaratan kewacanaan yang dikemukakan Beaugrande dan Dressler adalah 'intentionality'. Apa yang dimaksud dengan persyaratan tersebut?

  • A. Wacana harus dapat diterima oleh pembaca atau pendengar
  • B. Wacana harus memiliki situasi komunikasi yang jelas
  • C. Wacana harus dibuat dengan niat atau tujuan komunikatif tertentu dari penuturnya
  • D. Wacana harus mengandung informasi yang relevan bagi penerimanya
Jawaban: C. Wacana harus dibuat dengan niat atau tujuan komunikatif tertentu dari penuturnya.
Intentionality mengacu pada sikap atau niat penutur/penulis dalam menyampaikan wacana dengan tujuan komunikatif tertentu, seperti menginformasikan, membujuk, atau menghibur.
37.

Dalam kajian wacana, koteks merujuk pada…

  • A. situasi sosial dan budaya yang melingkupi tuturan
  • B. lingkungan bahasa yang mengelilingi sebuah tuturan dalam teks yang sama
  • C. pengetahuan bersama antara penutur dan mitra tutur
  • D. latar tempat dan waktu terjadinya komunikasi
Jawaban: B. lingkungan bahasa yang mengelilingi sebuah tuturan dalam teks yang sama.
Koteks (co-text) adalah lingkungan kebahasaan yang berada dalam teks yang sama, yaitu bagian teks yang mendahului atau mengikuti suatu tuturan, berbeda dengan konteks yang bersifat situasional.
38.

Struktur makro wacana menurut Van Dijk berkaitan dengan…

  • A. penggunaan piranti kohesi dalam kalimat
  • B. makna global atau tema umum yang mendasari keseluruhan wacana
  • C. susunan atau skema organisasi wacana
  • D. pemilihan kata dan struktur kalimat dalam wacana
Jawaban: B. makna global atau tema umum yang mendasari keseluruhan wacana.
Struktur makro dalam pandangan Van Dijk mengacu pada makna global atau topik umum yang menopang keseluruhan wacana, yang diperoleh melalui proses penyimpulan makna dari proposisi-proposisi dalam teks.
39.

Superstruktur wacana dalam analisis Van Dijk mengacu pada…

  • A. makna keseluruhan atau tema utama wacana
  • B. aspek leksikal dan sintaksis yang digunakan dalam wacana
  • C. skema atau kerangka organisasi global yang mengatur penyusunan wacana
  • D. hubungan antar kalimat yang membentuk kesatuan makna
Jawaban: C. skema atau kerangka organisasi global yang mengatur penyusunan wacana.
Superstruktur adalah skema atau format kerangka yang mengatur bagaimana bagian-bagian wacana disusun, misalnya struktur berita (judul, lead, isi, penutup) atau struktur argumentasi (tesis, argumen, simpulan).
40.

Struktur mikro wacana mencakup aspek-aspek berikut, KECUALI…

  • A. semantik dan pilihan kata (leksikon)
  • B. sintaksis dan retoris
  • C. tema umum yang mendasari wacana
  • D. stilistika dalam pemilihan ungkapan
Jawaban: C. tema umum yang mendasari wacana.
Tema umum yang mendasari wacana merupakan bagian dari struktur makro, bukan struktur mikro. Struktur mikro berkaitan dengan aspek-aspek kecil seperti semantik, sintaksis, leksikon, dan retoris.
41.

Piranti kohesi yang menggunakan kata ganti untuk merujuk pada unsur lain yang disebutkan sebelumnya dalam teks disebut…

  • A. substitusi
  • B. konjungsi
  • C. referensi
  • D. elipsis
Jawaban: C. referensi.
Referensi (pengacuan) adalah piranti kohesi gramatikal yang menggunakan kata ganti (pronomina) atau kata penunjuk untuk merujuk kembali (anaforis) atau merujuk ke depan (kataforis) pada unsur lain dalam teks.
42.

Perhatikan kalimat: 'Ani membeli buku. Ia sangat senang dengan pilihannya.' Hubungan antara dua kalimat tersebut menunjukkan koherensi jenis…

  • A. pertentangan
  • B. penambahan
  • C. sebab-akibat
  • D. elaborasi
Jawaban: C. sebab-akibat.
Kalimat kedua menjelaskan akibat dari tindakan yang disebutkan pada kalimat pertama (membeli buku → senang), sehingga hubungan koherensi yang terjalin adalah hubungan sebab-akibat.
43.

Praanggapan (presupposition) dalam analisis wacana adalah…

  • A. makna tersembunyi yang harus disimpulkan dari tuturan
  • B. informasi yang dianggap sudah diketahui bersama dan menjadi dasar suatu tuturan
  • C. implikasi tambahan yang ditimbulkan dari suatu tuturan
  • D. kesimpulan yang ditarik berdasarkan skema pengetahuan
Jawaban: B. informasi yang dianggap sudah diketahui bersama dan menjadi dasar suatu tuturan.
Praanggapan adalah asumsi atau informasi yang dianggap sudah diketahui bersama (taken for granted) oleh penutur dan mitra tutur, yang menjadi landasan atau prasyarat bagi sebuah tuturan untuk dipahami.
44.

Deiksis persona dalam wacana merujuk pada…

  • A. penggunaan kata yang menunjukkan lokasi atau tempat tuturan
  • B. penggunaan kata yang menunjukkan waktu terjadinya tuturan
  • C. penggunaan kata ganti atau pronomina yang menunjuk peserta tutur
  • D. penggunaan kata yang menunjukkan urutan peristiwa
Jawaban: C. penggunaan kata ganti atau pronomina yang menunjuk peserta tutur.
Deiksis persona adalah penggunaan bentuk-bentuk kebahasaan seperti kata ganti orang (saya, kamu, dia, kami, mereka) yang interpretasinya bergantung pada siapa yang berperan sebagai penutur dan mitra tutur dalam peristiwa tutur.
45.

Perbedaan utama antara wacana lisan dan wacana tulis terletak pada…

  • A. wacana lisan selalu lebih pendek daripada wacana tulis
  • B. wacana lisan didukung oleh unsur prosodik dan paralinguistik, sedangkan wacana tulis mengandalkan tanda baca dan tipografi
  • C. wacana tulis tidak memerlukan konteks situasi, sedangkan wacana lisan selalu bergantung pada konteks
  • D. wacana lisan bersifat formal, sedangkan wacana tulis bersifat informal
Jawaban: B. wacana lisan didukung oleh unsur prosodik dan paralinguistik, sedangkan wacana tulis mengandalkan tanda baca dan tipografi.
Wacana lisan memanfaatkan unsur prosodik (intonasi, tekanan, jeda) dan paralinguistik (gestur, mimik), sementara wacana tulis menggunakan tanda baca, spasi, dan tipografi sebagai penggantinya.
46.

Wacana polilog berbeda dengan wacana dialog karena…

  • A. wacana polilog tidak memerlukan giliran berbicara
  • B. wacana polilog melibatkan lebih dari dua partisipan yang aktif berkomunikasi
  • C. wacana polilog hanya terjadi dalam komunikasi formal
  • D. wacana polilog bersifat satu arah tanpa respons
Jawaban: B. wacana polilog melibatkan lebih dari dua partisipan yang aktif berkomunikasi.
Wacana polilog adalah wacana yang melibatkan lebih dari dua peserta tutur yang secara aktif berpartisipasi dalam komunikasi, berbeda dengan dialog yang hanya melibatkan dua pihak.
47.

Wacana yang bertujuan melukiskan atau menggambarkan suatu objek, tempat, atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasakan, atau mengalaminya disebut wacana…

  • A. narasi
  • B. eksposisi
  • C. argumentasi
  • D. deskripsi
Jawaban: D. deskripsi.
Wacana deskripsi bertujuan melukiskan atau menggambarkan sesuatu secara detail sehingga pembaca dapat membayangkan, melihat, merasakan, atau mengalami objek yang digambarkan seolah-olah hadir langsung.
48.

Dalam analisis wacana, prinsip interpretasi lokal mengandung makna bahwa…

  • A. penafsiran wacana harus mempertimbangkan konteks budaya secara menyeluruh
  • B. penafsir harus menggunakan konteks yang paling dekat dan minimal yang relevan untuk memahami tuturan
  • C. setiap kata harus ditafsirkan berdasarkan kamus resmi bahasa
  • D. interpretasi harus dilakukan dari awal teks hingga akhir secara berurutan
Jawaban: B. penafsir harus menggunakan konteks yang paling dekat dan minimal yang relevan untuk memahami tuturan.
Prinsip interpretasi lokal menyatakan bahwa dalam memahami wacana, penafsir cenderung menggunakan konteks yang paling dekat atau minimal yang diperlukan sebelum mencari konteks yang lebih luas.
49.

Topik wacana berbeda dengan tema wacana karena…

  • A. topik bersifat abstrak dan menyeluruh, sedangkan tema bersifat konkret
  • B. topik merupakan hal yang dibicarakan secara spesifik, sedangkan tema adalah gagasan besar atau pesan utama yang mendasari wacana
  • C. topik hanya ditemukan dalam wacana lisan, sedangkan tema hanya ada dalam wacana tulis
  • D. topik selalu dinyatakan secara eksplisit, sedangkan tema selalu tersembunyi
Jawaban: B. topik merupakan hal yang dibicarakan secara spesifik, sedangkan tema adalah gagasan besar atau pesan utama yang mendasari wacana.
Topik adalah hal atau pokok pembicaraan yang dibahas secara konkret dan spesifik dalam wacana, sedangkan tema merupakan gagasan besar atau ide pokok yang mendasari keseluruhan wacana dan bersifat lebih abstrak dan menyeluruh.
50.

Implikatur dalam wacana merujuk pada…

  • A. makna harfiah yang terkandung dalam sebuah tuturan
  • B. asumsi yang sudah dianggap diketahui bersama sebelum tuturan diucapkan
  • C. makna yang dimaksudkan penutur tetapi tidak dinyatakan secara eksplisit dalam tuturan
  • D. proses penarikan kesimpulan berdasarkan skema pengetahuan dunia
Jawaban: C. makna yang dimaksudkan penutur tetapi tidak dinyatakan secara eksplisit dalam tuturan.
Implikatur (implicature) adalah makna yang dimaksudkan oleh penutur namun tidak diungkapkan secara eksplisit dalam tuturan, melainkan harus disimpulkan oleh mitra tutur berdasarkan konteks dan prinsip-prinsip kerja sama komunikasi.

Berlatih dengan Soal UAS UT memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memahami pola dan tipe pertanyaan yang sering muncul. Latihan rutin membantu mahasiswa mengenali struktur wacana, kohesi, koherensi, serta aspek kebahasaan lainnya, sehingga kepercayaan diri meningkat saat menghadapi ujian dalam format UTM maupun UO.

Dengan persiapan yang matang dan pemahaman mendalam atas setiap materi, mahasiswa akan lebih siap menghadapi ujian akhir semester. Semoga latihan soal PBIN4216 Wacana Bahasa Indonesia ini menjadi bekal berharga untuk meraih nilai terbaik dan menyelesaikan studi dengan hasil yang memuaskan.

Bagikan

error: Content is protected !!