Menguasai teknik penyuntingan naskah membuka peluang besar dalam dunia penerbitan, jurnalistik, dan komunikasi profesional. Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan ujian PBIN4325 Penyuntingan, latihan soal secara rutin menjadi kunci keberhasilan meraih nilai terbaik di semester ini.
Berlatih dengan Soal UAS UT secara konsisten membantu mahasiswa memahami pola pertanyaan yang sering muncul dalam ujian. Dengan membiasakan diri mengerjakan soal-soal relevan, kemampuan analisis dan kepekaan terhadap kesalahan teks pun semakin terasah secara signifikan.
Untuk kemudahan akses, kunjungi soalut.com sebagai sumber referensi belajar yang lengkap dan terpercaya. Tersedia juga koleksi Soal UT yang mencakup berbagai mata kuliah, termasuk Soal Ujian UT untuk membantu mahasiswa berlatih lebih efektif dan percaya diri menghadapi ujian akhir semester.
Soal UT PBIN4325 Penyuntingan
1.
Penyuntingan secara hakiki merupakan kegiatan yang bertujuan untuk…
A. Mengubah ide pokok penulis agar lebih menarik pembaca
B. Memperbaiki dan menyempurnakan tulisan tanpa mengubah maksud penulisnya
C. Mengganti seluruh isi tulisan sesuai selera penyunting
D. Menambahkan informasi baru yang dianggap penting oleh penyunting
Jawaban: B. Memperbaiki dan menyempurnakan tulisan tanpa mengubah maksud penulisnya. Hakikat penyuntingan adalah kegiatan memperbaiki dan menyempurnakan tulisan agar layak baca dan layak terbit, tanpa mengubah maksud atau gagasan asli penulisnya.
2.
Ruang lingkup penyuntingan mencakup berbagai aspek. Aspek yang TIDAK termasuk dalam ruang lingkup penyuntingan adalah…
A. Penyuntingan ejaan dan tanda baca
B. Penyuntingan struktur kalimat
C. Penggantian topik utama tulisan
D. Penyuntingan pilihan kata
Jawaban: C. Penggantian topik utama tulisan. Ruang lingkup penyuntingan meliputi ejaan, tanda baca, kata, kalimat, dan paragraf. Penggantian topik utama tulisan bukan merupakan bagian dari ruang lingkup penyuntingan karena itu akan mengubah isi tulisan secara mendasar.
3.
Dalam konteks pendidikan, guru berperan sebagai penyunting terutama ketika…
A. Guru menyusun rencana pembelajaran harian
B. Guru memeriksa dan memperbaiki tulisan siswa
C. Guru memberikan nilai akhir kepada siswa
D. Guru memilih buku teks yang akan digunakan
Jawaban: B. Guru memeriksa dan memperbaiki tulisan siswa. Guru sebagai penyunting berperan penting saat memeriksa dan memperbaiki tulisan siswa, membantu siswa mengembangkan kemampuan menulis melalui koreksi dan saran perbaikan.
4.
Rambu-rambu penyuntingan yang harus diperhatikan oleh seorang penyunting adalah…
A. Penyunting bebas mengubah gaya penulisan sesuai seleranya
B. Penyunting tidak perlu memahami isi tulisan secara mendalam
C. Penyunting harus menjaga gagasan dan maksud penulis tetap utuh
D. Penyunting boleh menambahkan opini pribadi dalam tulisan
Jawaban: C. Penyunting harus menjaga gagasan dan maksud penulis tetap utuh. Salah satu rambu-rambu utama penyuntingan adalah bahwa penyunting wajib menjaga gagasan dan maksud penulis tetap utuh, artinya perbaikan dilakukan pada aspek kebahasaan bukan pada substansi isi.
5.
Dalam menyunting ejaan, pemakaian huruf kapital yang benar terdapat pada kalimat…
A. Ia adalah seorang Dokter yang berpengalaman.
B. Presiden soekarno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia.
C. Kami belajar Bahasa Indonesia setiap hari Senin.
D. Dia lahir di Jakarta pada bulan Agustus.
Jawaban: D. Dia lahir di Jakarta pada bulan Agustus.. Penulisan 'Jakarta' sebagai nama kota dan 'Agustus' sebagai nama bulan menggunakan huruf kapital sudah benar. Pilihan lain mengandung kesalahan seperti 'Dokter' yang tidak perlu kapital dan 'soekarno' yang seharusnya kapital.
6.
Tanda baca koma (,) digunakan secara tepat dalam kalimat…
A. Dia membeli buku, dan pulang ke rumah.
B. Meskipun hujan deras, dia tetap berangkat sekolah.
C. Ibu memasak, di dapur sejak pagi.
D. Ayah bekerja keras, supaya kami bahagia.
Jawaban: B. Meskipun hujan deras, dia tetap berangkat sekolah.. Koma digunakan setelah anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Kalimat 'Meskipun hujan deras, dia tetap berangkat sekolah' menggunakan koma dengan benar karena anak kalimat (meskipun hujan deras) mendahului induk kalimat.
7.
Penyuntingan kata berkaitan erat dengan pemilihan kata yang tepat. Kata yang mengandung makna konotasi negatif adalah…
A. Pejabat itu telah meninggal dunia kemarin.
B. Wanita itu adalah seorang bini orang kaya.
C. Dokter memeriksa pasien dengan teliti.
D. Anak itu sedang belajar di perpustakaan.
Jawaban: B. Wanita itu adalah seorang bini orang kaya.. Kata 'bini' memiliki konotasi negatif atau kurang sopan. Dalam penyuntingan, kata tersebut sebaiknya diganti dengan 'istri' yang lebih netral dan sopan untuk konteks formal.
8.
Kalimat efektif yang memenuhi syarat kesepadanan struktur adalah…
A. Bagi para siswa diharapkan hadir tepat waktu.
B. Di dalam rapat itu membahas masalah keuangan.
C. Kepala sekolah mengumumkan jadwal ujian kepada seluruh siswa.
D. Dalam tulisan ini membuktikan bahwa pendidikan penting.
Jawaban: C. Kepala sekolah mengumumkan jadwal ujian kepada seluruh siswa.. Kalimat 'Kepala sekolah mengumumkan jadwal ujian kepada seluruh siswa' memiliki struktur yang sepadan dengan subjek (kepala sekolah), predikat (mengumumkan), objek (jadwal ujian), dan keterangan (kepada seluruh siswa) yang jelas.
9.
Kalimat yang mengandung kesalahan dalam penggunaan kata penghubung adalah…
A. Dia rajin belajar sehingga mendapat nilai baik.
B. Kami akan pergi meskipun hujan turun.
C. Karena malas belajar, tetapi dia tidak lulus ujian.
D. Ibu memasak ketika ayah membaca koran.
Jawaban: C. Karena malas belajar, tetapi dia tidak lulus ujian.. Kalimat 'Karena malas belajar, tetapi dia tidak lulus ujian' mengandung kesalahan karena menggunakan dua konjungsi yang kontradiktif sekaligus ('karena' dan 'tetapi'). Seharusnya salah satunya dihilangkan.
10.
Syarat paragraf yang baik adalah memiliki kesatuan dan kepaduan. Kesatuan paragraf berarti…
A. Setiap kalimat dalam paragraf menggunakan kata penghubung yang sama
B. Semua kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan pokok
C. Paragraf harus terdiri dari minimal lima kalimat
D. Kalimat utama harus selalu berada di awal paragraf
Jawaban: B. Semua kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan pokok. Kesatuan (unity) paragraf berarti semua kalimat dalam paragraf harus membicarakan satu gagasan pokok yang sama. Kalimat-kalimat pendukung harus berkaitan langsung dengan gagasan pokok tersebut.
11.
Dalam menyunting paragraf, penyunting menemukan kalimat yang tidak mendukung gagasan utama paragraf. Tindakan yang tepat dilakukan penyunting adalah…
A. Memindahkan kalimat tersebut ke paragraf lain yang relevan atau menghapusnya
B. Mengubah gagasan utama paragraf agar sesuai dengan kalimat tersebut
C. Menambahkan kalimat baru untuk menghubungkan kalimat menyimpang tersebut
D. Membiarkan kalimat tersebut karena tidak terlalu berpengaruh
Jawaban: A. Memindahkan kalimat tersebut ke paragraf lain yang relevan atau menghapusnya. Ketika ditemukan kalimat yang tidak mendukung gagasan utama, penyunting yang tepat akan memindahkan kalimat tersebut ke paragraf yang relevan atau menghapusnya demi menjaga kesatuan paragraf.
12.
Karakteristik bahasa lisan yang membedakannya dari bahasa tulis adalah…
A. Bahasa lisan selalu menggunakan kosakata baku dan formal
B. Bahasa lisan sangat bergantung pada konteks situasi dan paralinguistik
C. Bahasa lisan memiliki struktur kalimat yang lebih kompleks dari bahasa tulis
D. Bahasa lisan tidak dapat direkam dan didokumentasikan
Jawaban: B. Bahasa lisan sangat bergantung pada konteks situasi dan paralinguistik. Karakteristik utama bahasa lisan adalah ketergantungannya pada konteks situasi, ekspresi wajah, gerak tubuh (paralinguistik), intonasi, dan aspek nonverbal lainnya yang tidak ada dalam bahasa tulis.
13.
Dalam menyunting bahasa lisan, aspek lafal yang perlu diperhatikan adalah…
A. Cara pembicara berpakaian saat menyampaikan pesan
B. Pengucapan bunyi-bunyi bahasa secara jelas dan tepat sesuai kaidah
C. Kecepatan berbicara yang selalu harus lambat
D. Kemampuan pembicara menghafal teks secara lengkap
Jawaban: B. Pengucapan bunyi-bunyi bahasa secara jelas dan tepat sesuai kaidah. Lafal dalam bahasa lisan berkaitan dengan pengucapan bunyi-bunyi bahasa secara jelas dan tepat sesuai kaidah bahasa Indonesia baku, termasuk kejelasan vokal dan konsonan.
14.
Intonasi dalam bahasa lisan memiliki fungsi yang penting, yaitu…
A. Menentukan panjang pendeknya tulisan
B. Membedakan makna kalimat dan menunjukkan sikap pembicara
C. Menggantikan penggunaan tanda baca dalam tulisan
D. Memperindah penampilan fisik pembicara
Jawaban: B. Membedakan makna kalimat dan menunjukkan sikap pembicara. Intonasi dalam bahasa lisan berfungsi untuk membedakan makna kalimat (misalnya kalimat pernyataan dan pertanyaan) serta menunjukkan sikap, perasaan, dan maksud pembicara kepada pendengar.
15.
Kode etik penyuntingan mengharuskan penyunting untuk bersikap…
A. Subjektif berdasarkan selera pribadi dalam menilai tulisan
B. Objektif dan menghargai hak cipta serta karya penulis
C. Bebas mengubah dan mempublikasikan tulisan tanpa izin penulis
D. Memihak kepada penerbit dalam semua keputusan editorial
Jawaban: B. Objektif dan menghargai hak cipta serta karya penulis. Kode etik penyuntingan mewajibkan penyunting bersikap objektif, profesional, dan menghargai hak cipta serta karya penulis. Penyunting tidak boleh mengubah karya secara semena-mena atau mempublikasikan tanpa izin.
16.
Sebuah naskah dinyatakan layak terbit apabila memenuhi kriteria berikut, KECUALI…
A. Isi tulisan mengandung informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
B. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar
C. Penulis naskah adalah orang yang sudah terkenal di masyarakat
D. Naskah tidak mengandung unsur yang melanggar hukum atau norma sosial
Jawaban: C. Penulis naskah adalah orang yang sudah terkenal di masyarakat. Kelayakan terbit sebuah naskah dinilai dari kualitas isi, kebenaran bahasa, orisinalitas, dan aspek etika, bukan dari ketenaran penulisnya. Penulis baru pun bisa menerbitkan naskah jika memenuhi kriteria kelayakan.
17.
Penyunting yang profesional dalam menjalankan tugasnya harus memiliki kompetensi utama berupa…
A. Kemampuan menulis ulang seluruh naskah sesuai gaya penyunting
B. Penguasaan kaidah bahasa, kepekaan terhadap makna, dan etika profesi
C. Kemampuan menentukan tema dan judul baru untuk setiap naskah
D. Kewenangan untuk menolak semua karya yang tidak sesuai seleranya
Jawaban: B. Penguasaan kaidah bahasa, kepekaan terhadap makna, dan etika profesi. Penyunting profesional harus memiliki kompetensi utama berupa penguasaan kaidah bahasa Indonesia, kepekaan terhadap makna dan konteks, serta etika profesi yang menjaga integritas karya penulis.
18.
Penyuntingan pada hakikatnya merupakan kegiatan yang bertujuan untuk…
A. Mengubah isi dan gagasan pokok sebuah tulisan agar lebih menarik
B. Memperbaiki dan memperhalus tulisan tanpa mengubah isi dan gagasan pengarang
C. Mengganti seluruh kosakata dengan kata-kata yang lebih baku
D. Menambahkan gagasan baru dari penyunting ke dalam naskah
Jawaban: B. Memperbaiki dan memperhalus tulisan tanpa mengubah isi dan gagasan pengarang. Penyuntingan bertujuan memperbaiki dan memperhalus tulisan dari segi bahasa, ejaan, dan gaya tanpa mengubah isi serta gagasan pokok pengarang aslinya.
19.
Ruang lingkup penyuntingan mencakup aspek-aspek berikut, KECUALI…
A. Penyuntingan ejaan dan tanda baca
B. Penyuntingan kata dan kalimat
C. Penyuntingan tema dan alur cerita secara menyeluruh
D. Penyuntingan paragraf dan wacana
Jawaban: C. Penyuntingan tema dan alur cerita secara menyeluruh. Ruang lingkup penyuntingan meliputi ejaan, tanda baca, kata, kalimat, dan paragraf. Mengubah tema dan alur cerita secara menyeluruh bukan termasuk penyuntingan melainkan penulisan ulang.
20.
Dalam konteks pembelajaran, peran guru sebagai penyunting terutama diperlukan ketika…
A. Guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
B. Guru memeriksa dan memberikan umpan balik terhadap tulisan siswa
C. Guru memilih buku teks yang akan digunakan
D. Guru menyampaikan materi secara lisan di kelas
Jawaban: B. Guru memeriksa dan memberikan umpan balik terhadap tulisan siswa. Peran guru sebagai penyunting sangat diperlukan saat memeriksa dan memberikan umpan balik terhadap tulisan siswa agar tulisan tersebut menjadi lebih baik dari segi bahasa dan isi.
21.
Rambu-rambu penyuntingan yang harus diperhatikan oleh seorang penyunting adalah…
A. Mengutamakan perubahan gaya penulisan sesuai selera penyunting
B. Menghormati hak cipta penulis dengan tidak mengubah ide dan gagasan pokok
C. Menambahkan informasi dari sumber lain tanpa izin penulis
D. Menghapus bagian yang dianggap membosankan meskipun penting
Jawaban: B. Menghormati hak cipta penulis dengan tidak mengubah ide dan gagasan pokok. Rambu-rambu penyuntingan menekankan bahwa penyunting harus menghormati hak cipta dan kreativitas penulis dengan tidak mengubah ide dan gagasan pokok yang ada dalam tulisan.
22.
Dalam menyunting ejaan, penyunting harus mengacu pada pedoman yang berlaku, yaitu…
A. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi pertama
B. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)
C. Pedoman penulisan yang dibuat oleh redaksi masing-masing media
D. Kebiasaan penulisan yang umum digunakan masyarakat
Jawaban: B. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Penyunting harus mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai standar resmi yang ditetapkan pemerintah dalam menyunting ejaan bahasa Indonesia.
23.
Perhatikan kalimat berikut: 'Dia pergi ke-sekolah kemarin.' Kesalahan ejaan yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah…
A. Penulisan kata 'dia' yang seharusnya dikapitalkan
B. Penulisan 'ke-sekolah' yang seharusnya 'ke sekolah'
C. Penulisan kata 'kemarin' yang seharusnya 'kemaren'
D. Tidak ada kesalahan dalam kalimat tersebut
Jawaban: B. Penulisan 'ke-sekolah' yang seharusnya 'ke sekolah'. Kata depan 'ke' yang menyatakan arah atau tempat harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, sehingga penulisan yang benar adalah 'ke sekolah' bukan 'ke-sekolah'.
24.
Dalam kegiatan menyunting kata, seorang penyunting perlu memperhatikan hal-hal berikut, KECUALI…
A. Ketepatan pemilihan kata (diksi)
B. Kesesuaian kata dengan konteks kalimat
C. Penggunaan kata baku sesuai kaidah
D. Frekuensi penggunaan kata oleh pengarang
Jawaban: D. Frekuensi penggunaan kata oleh pengarang. Dalam menyunting kata, penyunting memperhatikan ketepatan diksi, kesesuaian konteks, dan kebakuan kata. Frekuensi penggunaan kata oleh pengarang bukan merupakan aspek yang disunting.
25.
Kalimat efektif memiliki ciri-ciri tertentu. Berikut ini yang merupakan ciri kalimat efektif adalah…
A. Menggunakan kata-kata mubazir untuk memperjelas maksud
B. Memiliki kesatuan, kepaduan, dan kehematan kata
C. Menggunakan struktur kalimat yang kompleks dan panjang
D. Menghindari penggunaan subjek dan predikat yang jelas
Jawaban: B. Memiliki kesatuan, kepaduan, dan kehematan kata. Kalimat efektif memiliki ciri kesatuan gagasan, kepaduan unsur-unsurnya, dan kehematan penggunaan kata sehingga makna dapat tersampaikan secara tepat dan jelas.
26.
Dalam menyunting kalimat, penyunting menemukan kalimat: 'Para hadirin sekalian dimohon untuk berdiri.' Masalah yang terdapat pada kalimat tersebut adalah…
A. Penggunaan kata 'dimohon' yang tidak tepat
B. Penggunaan kata 'para' dan 'sekalian' yang mubazir karena bermakna jamak
C. Tidak adanya objek dalam kalimat tersebut
D. Penggunaan kata 'berdiri' yang tidak baku
Jawaban: B. Penggunaan kata 'para' dan 'sekalian' yang mubazir karena bermakna jamak. Kata 'para' dan 'sekalian' keduanya bermakna jamak, sehingga penggunaannya bersamaan menjadi mubazir. Kalimat yang benar adalah 'Para hadirin dimohon berdiri' atau 'Hadirin sekalian dimohon berdiri'.
27.
Paragraf yang baik harus memiliki satu gagasan utama yang jelas. Syarat paragraf yang baik antara lain adalah…
A. Kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan
B. Panjang, rinci, dan menggunakan kata-kata ilmiah
C. Mengandung banyak gagasan utama agar lebih kaya informasi
D. Selalu diawali dengan kalimat yang panjang dan kompleks
Jawaban: A. Kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan. Paragraf yang baik harus memenuhi syarat kesatuan (satu gagasan utama), kepaduan (hubungan antar kalimat logis), dan kelengkapan (kalimat-kalimat pendukung yang memadai).
28.
Ketika menyunting paragraf, penyunting perlu memeriksa koherensi paragraf. Koherensi paragraf mengacu pada…
A. Jumlah kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf
B. Keterkaitan dan kelogisan hubungan antarkalimat dalam paragraf
C. Penggunaan kata penghubung yang banyak dalam paragraf
D. Panjang pendeknya sebuah paragraf
Jawaban: B. Keterkaitan dan kelogisan hubungan antarkalimat dalam paragraf. Koherensi paragraf mengacu pada keterkaitan dan kelogisan hubungan antarkalimat, sehingga kalimat-kalimat dalam paragraf saling mendukung dan membentuk kesatuan makna yang utuh.
29.
Bahasa lisan memiliki karakteristik yang membedakannya dari bahasa tulis. Salah satu karakteristik bahasa lisan adalah…
A. Menggunakan tanda baca untuk memperjelas maksud
B. Dibantu oleh unsur paralinguistik seperti intonasi, jeda, dan tekanan
C. Selalu menggunakan kosakata baku dan formal
D. Tidak dapat diperbaiki setelah diucapkan dalam situasi formal
Jawaban: B. Dibantu oleh unsur paralinguistik seperti intonasi, jeda, dan tekanan. Bahasa lisan dibantu oleh unsur paralinguistik seperti intonasi, jeda, tekanan, dan kecepatan bicara yang membantu penyampaian makna, berbeda dengan bahasa tulis yang menggunakan tanda baca.
30.
Dalam konteks bahasa lisan, lafal yang baik ditandai dengan…
A. Pengucapan kata sesuai dengan dialek daerah asal pembicara
B. Kejelasan pengucapan bunyi-bunyi bahasa sehingga mudah dipahami pendengar
C. Penggunaan nada suara yang tinggi agar terdengar percaya diri
D. Kecepatan bicara yang tinggi agar terkesan profesional
Jawaban: B. Kejelasan pengucapan bunyi-bunyi bahasa sehingga mudah dipahami pendengar. Lafal yang baik ditandai dengan kejelasan pengucapan setiap bunyi bahasa sehingga pendengar dapat memahami pesan yang disampaikan dengan mudah dan tepat.
31.
Intonasi dalam bahasa lisan berfungsi untuk…
A. Menentukan panjang pendeknya tulisan yang dihasilkan
B. Membedakan jenis kalimat dan memperjelas makna ujaran
C. Menggantikan fungsi ejaan dalam bahasa tulis
D. Mempercepat proses penyampaian pesan
Jawaban: B. Membedakan jenis kalimat dan memperjelas makna ujaran. Intonasi berfungsi membedakan jenis kalimat (berita, tanya, perintah) dan memperjelas makna ujaran. Intonasi yang tepat membantu pendengar memahami maksud pembicara dengan benar.
32.
Kode etik penyuntingan mewajibkan penyunting untuk menjaga kerahasiaan naskah. Hal ini bertujuan untuk…
A. Melindungi kepentingan bisnis penerbit semata
B. Melindungi hak penulis dan menjaga kepercayaan dalam hubungan profesional
C. Mencegah penyunting lain mengetahui isi naskah
D. Memperlambat proses penerbitan naskah
Jawaban: B. Melindungi hak penulis dan menjaga kepercayaan dalam hubungan profesional. Kewajiban menjaga kerahasiaan naskah dalam kode etik penyuntingan bertujuan melindungi hak dan kepentingan penulis serta menjaga kepercayaan dalam hubungan profesional antara penulis dan penyunting.
33.
Dalam menilai kelayakan terbit sebuah naskah, penyunting mempertimbangkan aspek-aspek berikut, KECUALI…
A. Kebenaran isi dan akurasi informasi
B. Kebahasaan dan keterbacaan naskah
C. Popularitas penulis di media sosial
D. Kesesuaian naskah dengan kebutuhan dan minat pembaca
Jawaban: C. Popularitas penulis di media sosial. Kelayakan terbit dinilai berdasarkan kebenaran isi, akurasi informasi, kualitas kebahasaan, keterbacaan, dan kesesuaian dengan kebutuhan pembaca. Popularitas penulis di media sosial bukan kriteria kelayakan terbit yang substansial.
34.
Seorang penyunting profesional menemukan bahwa naskah yang disuntingnya mengandung konten yang berpotensi menimbulkan konflik SARA. Berdasarkan kode etik penyuntingan, tindakan yang tepat dilakukan penyunting adalah…
A. Menerbitkan naskah tersebut karena bukan tanggung jawab penyunting
B. Mengubah sendiri seluruh konten tersebut tanpa memberitahu penulis
C. Melaporkan temuan tersebut kepada penulis dan redaksi untuk ditindaklanjuti
D. Menyembunyikan temuan tersebut agar proses penerbitan tidak terhambat
Jawaban: C. Melaporkan temuan tersebut kepada penulis dan redaksi untuk ditindaklanjuti. Berdasarkan kode etik penyuntingan, penyunting wajib melaporkan temuan konten yang berpotensi menimbulkan masalah kepada penulis dan redaksi agar dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama dan bertanggung jawab.
35.
Penyuntingan pada hakikatnya merupakan kegiatan yang bertujuan untuk…
A. Mengubah gaya penulisan penulis asli secara menyeluruh
B. Memperbaiki dan menyempurnakan teks agar layak baca dan layak terbit
C. Mengganti seluruh isi naskah dengan konten yang lebih baik
D. Menambahkan opini penyunting ke dalam naskah
Jawaban: B. Memperbaiki dan menyempurnakan teks agar layak baca dan layak terbit. Hakikat penyuntingan adalah kegiatan memperbaiki dan menyempurnakan naskah agar memenuhi standar kelayakan baca dan layak terbit tanpa mengubah substansi gagasan penulis.
36.
Ruang lingkup penyuntingan mencakup berbagai aspek bahasa. Berikut ini yang TIDAK termasuk dalam ruang lingkup penyuntingan adalah…
A. Penyuntingan ejaan dan tanda baca
B. Penyuntingan pilihan kata
C. Penyuntingan ide dan gagasan penulis secara mendasar
D. Penyuntingan struktur kalimat
Jawaban: C. Penyuntingan ide dan gagasan penulis secara mendasar. Penyuntingan tidak mencakup perubahan mendasar terhadap ide dan gagasan penulis karena penyunting bertugas memperbaiki aspek kebahasaan, bukan mengganti substansi gagasan.
37.
Dalam konteks pembelajaran di sekolah, guru berperan sebagai penyunting terutama ketika…
A. Menilai hasil ujian siswa secara kuantitatif
B. Memeriksa dan memberikan umpan balik terhadap karangan siswa
C. Menyampaikan materi pelajaran di depan kelas
D. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
Jawaban: B. Memeriksa dan memberikan umpan balik terhadap karangan siswa. Guru sebagai penyunting berperan saat memeriksa karangan atau tulisan siswa dengan memberikan umpan balik perbaikan kebahasaan agar kemampuan menulis siswa berkembang.
38.
Rambu-rambu penyuntingan yang perlu diperhatikan oleh guru sebagai penyunting adalah…
A. Mengutamakan perubahan isi karangan siswa
B. Menghapus seluruh kesalahan tanpa memberikan penjelasan kepada siswa
C. Menjaga keaslian gagasan penulis sambil memperbaiki aspek kebahasaan
D. Mengganti kata-kata siswa dengan kosakata yang lebih tinggi tingkatannya
Jawaban: C. Menjaga keaslian gagasan penulis sambil memperbaiki aspek kebahasaan. Rambu-rambu penyuntingan menekankan bahwa penyunting harus menjaga keaslian gagasan penulis dan hanya memperbaiki aspek kebahasaan seperti ejaan, diksi, dan struktur kalimat.
39.
Pemakaian huruf kapital yang benar terdapat pada kalimat…
A. Dia belajar bahasa indonesia di sekolah dasar negeri
B. Kami mengunjungi Danau Toba di Sumatera Utara
C. presiden republic indonesia meresmikan jembatan baru
D. ibu kota negara kita adalah jakarta
Jawaban: B. Kami mengunjungi Danau Toba di Sumatera Utara. Penulisan 'Danau Toba' dan 'Sumatera Utara' menggunakan huruf kapital karena merupakan nama geografi, sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku.
40.
Penggunaan tanda baca yang tepat terdapat pada kalimat berikut…
A. Ia membeli: buku, pensil dan penghapus.
B. Ibu memasak, ayah membaca koran, adik bermain.
C. Tolong ambilkan buku itu, terima kasih.
D. Dia bertanya, apakah kamu sudah makan.
Jawaban: B. Ibu memasak, ayah membaca koran, adik bermain.. Penggunaan tanda koma pada kalimat tersebut sudah tepat karena memisahkan tiga klausa setara yang sejajar dalam satu kalimat majemuk setara.
41.
Dalam menyunting kata, penyunting perlu memperhatikan ketepatan diksi. Kata yang tepat digunakan dalam kalimat ilmiah adalah…
A. Penelitian ini ngomongin tentang dampak media sosial
B. Penelitian ini membahas tentang dampak media sosial
C. Penelitian ini ngebahas soal dampak media sosial
D. Penelitian ini cerita-cerita soal dampak media sosial
Jawaban: B. Penelitian ini membahas tentang dampak media sosial. Kata 'membahas' merupakan pilihan diksi yang tepat untuk kalimat ilmiah karena bersifat formal dan baku sesuai konteks penulisan akademis.
42.
Perhatikan kalimat berikut: 'Para hadirin sekalian dipersilakan untuk duduk.' Kesalahan pada kalimat tersebut adalah…
A. Penggunaan kata 'untuk' yang tidak tepat
B. Penggunaan kata 'para' dan 'sekalian' yang mubazir karena bermakna sama
C. Penggunaan kata 'dipersilakan' yang tidak baku
D. Kalimat tersebut sudah benar dan tidak perlu diperbaiki
Jawaban: B. Penggunaan kata 'para' dan 'sekalian' yang mubazir karena bermakna sama. Kata 'para' sudah bermakna jamak/banyak orang, begitu pula kata 'sekalian', sehingga penggunaan keduanya sekaligus merupakan pemborosan kata (pleonasme).
43.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan pesan secara tepat dan jelas. Kalimat berikut yang termasuk kalimat efektif adalah…
A. Bagi para siswa-siswa diharapkan untuk segera masuk ke dalam kelas
B. Siswa diharapkan segera masuk kelas
C. Para siswa-siswa semuanya harap segera masuk ke dalam kelas
D. Kepada siswa-siswi sekalian dimohon untuk masuk ke kelas
Jawaban: B. Siswa diharapkan segera masuk kelas. Kalimat 'Siswa diharapkan segera masuk kelas' adalah kalimat efektif karena singkat, jelas, tidak mengandung kata mubazir, dan menyampaikan pesan secara langsung.
44.
Paragraf yang baik harus memiliki satu gagasan utama yang didukung oleh kalimat-kalimat penjelas. Istilah untuk sifat paragraf yang hanya memiliki satu gagasan utama adalah…
A. Koherensi
B. Kesatuan (unity)
C. Kelengkapan
D. Kepaduan
Jawaban: B. Kesatuan (unity). Kesatuan (unity) paragraf berarti sebuah paragraf hanya boleh mengandung satu gagasan utama dan semua kalimat harus mendukung gagasan utama tersebut.
45.
Kepaduan (koherensi) paragraf dapat dicapai dengan cara…
A. Menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi tinggi
B. Menulis kalimat-kalimat panjang yang berisi banyak informasi
C. Menggunakan kata penghubung dan kata ganti yang tepat antar kalimat
D. Menyusun paragraf dengan jumlah kalimat yang banyak
Jawaban: C. Menggunakan kata penghubung dan kata ganti yang tepat antar kalimat. Kepaduan paragraf dicapai melalui penggunaan kata penghubung (konjungsi), kata ganti, dan pengulangan kata kunci yang tepat sehingga antarkalimat terjalin dengan logis dan padu.
46.
Salah satu karakteristik bahasa lisan yang membedakannya dari bahasa tulis adalah…
A. Bahasa lisan selalu lebih formal daripada bahasa tulis
B. Bahasa lisan didukung oleh unsur paralinguistik seperti intonasi dan gestur
C. Bahasa lisan tidak dapat digunakan untuk menyampaikan gagasan kompleks
D. Bahasa lisan selalu menggunakan kosakata baku dan struktur kalimat sempurna
Jawaban: B. Bahasa lisan didukung oleh unsur paralinguistik seperti intonasi dan gestur. Karakteristik bahasa lisan adalah didukung unsur paralinguistik seperti intonasi, tekanan, nada, dan unsur nonverbal seperti gestur yang tidak dimiliki bahasa tulis.
47.
Dalam menyunting bahasa lisan, lafal yang baik adalah lafal yang…
A. Mengikuti dialek daerah penutur secara konsisten
B. Jelas, tepat, dan dapat dipahami oleh pendengar secara umum
C. Menggunakan aksen asing untuk terkesan profesional
D. Diucapkan dengan cepat agar terkesan lancar
Jawaban: B. Jelas, tepat, dan dapat dipahami oleh pendengar secara umum. Lafal yang baik dalam bahasa lisan adalah lafal yang jelas, tepat, dan dapat dipahami secara umum oleh pendengar sehingga komunikasi dapat berjalan efektif.
48.
Intonasi dalam bahasa lisan berfungsi untuk…
A. Menentukan panjang pendeknya tulisan
B. Membedakan makna, menunjukkan perasaan, dan memberi penekanan pada bagian penting
C. Mengubah struktur gramatikal kalimat yang diucapkan
D. Menggantikan fungsi tanda baca dalam bahasa tulis sepenuhnya
Jawaban: B. Membedakan makna, menunjukkan perasaan, dan memberi penekanan pada bagian penting. Intonasi dalam bahasa lisan berfungsi membedakan makna ujaran (misalnya kalimat tanya dan berita), menunjukkan perasaan penutur, serta memberi penekanan pada bagian yang dianggap penting.
49.
Kode etik penyuntingan mengharuskan penyunting untuk bersikap…
A. Dominan terhadap penulis dan bebas mengubah seluruh naskah
B. Menjaga kerahasiaan naskah dan menghormati hak cipta penulis
C. Mempublikasikan naskah atas nama penyunting sendiri
D. Mengutamakan selera pribadi dalam menilai kualitas naskah
Jawaban: B. Menjaga kerahasiaan naskah dan menghormati hak cipta penulis. Kode etik penyuntingan mewajibkan penyunting menjaga kerahasiaan naskah, menghormati hak cipta penulis, dan bekerja secara profesional tanpa mendominasi atau mengklaim naskah orang lain.
50.
Sebuah naskah dinyatakan layak terbit apabila memenuhi kriteria berikut, KECUALI…
A. Menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah
B. Memiliki isi yang berbobot, akurat, dan bermanfaat bagi pembaca
C. Ditulis oleh penulis yang sudah terkenal dan berpengalaman
D. Memenuhi standar format dan teknis penerbitan yang berlaku
Jawaban: C. Ditulis oleh penulis yang sudah terkenal dan berpengalaman. Kelayakan terbit suatu naskah dinilai dari kualitas isi, kebenaran bahasa, dan pemenuhan standar teknis penerbitan, bukan berdasarkan ketenaran atau pengalaman penulisnya.
Latihan dengan berbagai Soal UAS UT adalah langkah cerdas untuk membangun kepercayaan diri sebelum ujian. Pastikan kamu memahami materi penyuntingan secara menyeluruh agar siap menghadapi format ujian UT, baik UTM maupun UO, dengan hasil terbaik.
Jangan berhenti berlatih dan terus tingkatkan pemahamanmu tentang kaidah penyuntingan teks. Dengan ketekunan dan persiapan matang, kamu pasti mampu menaklukkan ujian PBIN4325 Penyuntingan dan meraih nilai yang membanggakan. Semangat terus!