Soal UAS UT PDGK4504 Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Beserta Kunci Jawaban

Soal UAS UT PDGK4504 Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Beserta Kunci Jawaban
Soal UT PDGK4504 Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD

Di antara mata kuliah yang wajib ditempuh, PDGK4504 Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD punya bobot tersendiri. Mata kuliah ini bukan sekadar soal nilai, tapi soal bagaimana calon guru memahami bahasa sebagai fondasi pembelajaran di kelas nyata.

Inilah kenapa rajin mengerjakan Soal UAS UT PDGK4504 Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD sangat dianjurkan. Latihan soal membentuk kepekaan terhadap pola ujian sekaligus mengukur seberapa dalam materi sudah benar-benar dipahami, bukan sekadar dihafal.

Baik format Ujian Tatap Muka (UTM), Ujian Online (UO), maupun Take Home Exam (THE), semuanya butuh strategi berbeda. Bank Soal UT dan Kisi-kisi Soal UT hadir untuk membantu Anda menavigasi persiapan dengan lebih terarah dan percaya diri.

Soal UAS UT PDGK4504 Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD

1.

Bahasa didefinisikan sebagai sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer dan digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi. Sifat arbitrer pada bahasa berarti…

  • A. Bunyi bahasa selalu meniru bunyi alam di sekitar manusia
  • B. Tidak ada hubungan wajib antara lambang dengan yang dilambangkan
  • C. Setiap kata dalam bahasa memiliki makna yang tetap dan tidak berubah
  • D. Lambang bahasa dibentuk berdasarkan kesepakatan ilmuwan linguistik
Jawaban: B. Tidak ada hubungan wajib antara lambang dengan yang dilambangkan.
Sifat arbitrer bahasa berarti hubungan antara lambang bunyi dan konsep yang dilambangkan bersifat manasuka, tidak ada keharusan atau kewajiban, dan ditentukan oleh konvensi penuturnya.
2.

Salah satu fungsi bahasa yang paling mendasar adalah fungsi komunikatif. Fungsi ini merujuk pada peran bahasa sebagai…

  • A. Alat untuk menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain
  • B. Sarana untuk melestarikan kebudayaan suatu bangsa dari generasi ke generasi
  • C. Media untuk mengidentifikasi identitas kelompok sosial tertentu
  • D. Instrumen untuk mengekspresikan kreativitas estetika penuturnya
Jawaban: A. Alat untuk menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain.
Fungsi komunikatif bahasa adalah fungsi paling dasar, yaitu sebagai alat interaksi antarpenutur untuk menyampaikan gagasan, pikiran, dan perasaan dalam kehidupan sosial.
3.

Belajar bahasa pertama berbeda dengan belajar bahasa kedua. Ciri khas pemerolehan bahasa pertama pada anak adalah…

  • A. Berlangsung secara formal melalui instruksi guru di sekolah
  • B. Memerlukan buku teks dan latihan terstruktur secara sistematis
  • C. Berlangsung secara alamiah tanpa instruksi formal dalam lingkungan keluarga
  • D. Didahului oleh penguasaan sistem tata bahasa secara sadar dan eksplisit
Jawaban: C. Berlangsung secara alamiah tanpa instruksi formal dalam lingkungan keluarga.
Pemerolehan bahasa pertama terjadi secara alami melalui interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya tanpa pengajaran formal, berbeda dengan pembelajaran bahasa kedua yang lebih terstruktur.
4.

Teori behaviorisme memandang pemerolehan bahasa pada anak sebagai proses yang ditentukan oleh…

  • A. Kemampuan bawaan yang telah dimiliki anak sejak lahir secara genetis
  • B. Perkembangan kognitif anak yang berjalan secara bertahap sesuai usia
  • C. Interaksi sosial antara anak dengan orang dewasa di lingkungannya
  • D. Stimulus dari lingkungan dan penguatan terhadap respons yang diberikan anak
Jawaban: D. Stimulus dari lingkungan dan penguatan terhadap respons yang diberikan anak.
Teori behaviorisme menekankan bahwa bahasa diperoleh melalui proses stimulus, respons, dan penguatan (reinforcement), di mana lingkungan memegang peranan utama dalam pembentukan kebiasaan berbahasa.
5.

Dalam kajian fonologi bahasa Indonesia, fonem didefinisikan sebagai…

  • A. Satuan terkecil bahasa yang mengandung makna leksikal
  • B. Satuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna kata
  • C. Kombinasi bunyi vokal dan konsonan yang membentuk suku kata
  • D. Satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia tanpa mempertimbangkan makna
Jawaban: B. Satuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna kata.
Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang bersifat distingtif atau pembeda makna, misalnya /p/ dan /b/ pada kata “paru” dan “baru” yang menghasilkan makna berbeda.
6.

Perhatikan pasangan kata berikut: “tahu” dan “dahu”. Pasangan kata ini digunakan untuk membuktikan bahwa /t/ dan /d/ adalah fonem yang berbeda dalam bahasa Indonesia. Prosedur ini disebut…

  • A. Analisis distribusi fonem
  • B. Identifikasi alofon bunyi
  • C. Pasangan minimal
  • D. Uji komplementer fonetik
Jawaban: C. Pasangan minimal.
Pasangan minimal adalah dua kata yang berbeda hanya pada satu bunyi di posisi yang sama, dan perbedaan bunyi tersebut menghasilkan perbedaan makna, sehingga digunakan untuk membuktikan status fonem.
7.

Morfologi adalah cabang linguistik yang secara khusus mengkaji…

  • A. Struktur internal kata dan proses pembentukan kata
  • B. Sistem bunyi bahasa dan cara bunyi dihasilkan
  • C. Hubungan antarkata dalam kalimat dan fungsi gramatikalnya
  • D. Makna kata dan perubahan makna dalam pemakaian bahasa
Jawaban: A. Struktur internal kata dan proses pembentukan kata.
Morfologi membahas satuan-satuan morfologis seperti morfem, proses afiksasi, reduplikasi, dan komposisi yang membentuk kata-kata dalam suatu bahasa.
8.

Morfem bebas dalam bahasa Indonesia adalah morfem yang…

  • A. Selalu muncul bersama morfem lain dan tidak dapat berdiri sendiri
  • B. Hanya muncul dalam bentuk imbuhan di awal atau akhir kata
  • C. Merupakan gabungan dua kata dasar yang membentuk kata majemuk
  • D. Dapat berdiri sendiri sebagai kata dan bermakna tanpa harus bergabung dengan morfem lain
Jawaban: D. Dapat berdiri sendiri sebagai kata dan bermakna tanpa harus bergabung dengan morfem lain.
Morfem bebas adalah morfem yang dapat muncul secara mandiri sebagai sebuah kata, misalnya “makan”, “jalan”, dan “tulis”, berbeda dengan morfem terikat seperti prefiks dan sufiks.
9.

Proses pembentukan kata “berlari-lari” merupakan contoh dari proses morfologi yang disebut…

  • A. Komposisi atau pemajemukan
  • B. Reduplikasi atau pengulangan
  • C. Afiksasi atau pengimbuhan
  • D. Konversi atau perubahan kategori kata
Jawaban: B. Reduplikasi atau pengulangan.
Kata “berlari-lari” terbentuk melalui proses reduplikasi, yaitu pengulangan bentuk dasar “lari” yang dikombinasikan dengan prefiks “ber-“, menghasilkan makna melakukan tindakan berulang-ulang.
10.

Dalam sintaksis, frasa didefinisikan sebagai…

  • A. Satuan bahasa yang terdiri atas subjek dan predikat serta mengandung pikiran lengkap
  • B. Rangkaian kalimat yang saling berhubungan membentuk paragraf
  • C. Satuan gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak membentuk klausa
  • D. Kelompok kata yang memiliki unsur subjek dan predikat secara implisit
Jawaban: C. Satuan gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak membentuk klausa.
Frasa adalah kelompok kata yang tidak memiliki predikat dan tidak dapat berdiri sebagai kalimat mandiri, berbeda dengan klausa yang sudah mengandung unsur predikat.
11.

Frasa “rumah besar” dalam bahasa Indonesia termasuk jenis frasa…

  • A. Frasa nominal yang berpusat pada nomina
  • B. Frasa verbal yang berpusat pada verba
  • C. Frasa adjektival yang berpusat pada adjektiva
  • D. Frasa preposisional yang diawali dengan preposisi
Jawaban: A. Frasa nominal yang berpusat pada nomina.
Frasa “rumah besar” berpusat pada kata “rumah” yang merupakan nomina, sedangkan “besar” berfungsi sebagai pewatas atau atribut, sehingga frasa ini tergolong frasa nominal.
12.

Perbedaan mendasar antara klausa dan kalimat adalah bahwa kalimat…

  • A. Hanya terdiri atas satu subjek dan satu predikat tanpa unsur tambahan
  • B. Tidak memiliki unsur predikat, sedangkan klausa memiliki predikat
  • C. Selalu menggunakan konjungsi untuk menghubungkan unsur-unsurnya
  • D. Merupakan satuan bahasa terlengkap yang diawali huruf kapital dan diakhiri tanda baca
Jawaban: D. Merupakan satuan bahasa terlengkap yang diawali huruf kapital dan diakhiri tanda baca.
Kalimat adalah satuan bahasa terlengkap yang secara formal ditandai oleh intonasi final dan dalam tulisan diawali huruf kapital serta diakhiri tanda baca, sementara klausa belum tentu memenuhi syarat kelengkapan tersebut.
13.

Kalimat majemuk setara dalam bahasa Indonesia ditandai oleh…

  • A. Keberadaan anak kalimat yang bergantung pada induk kalimat
  • B. Penggabungan dua klausa atau lebih yang masing-masing setara kedudukannya
  • C. Penggunaan konjungsi subordinatif seperti “karena”, “meskipun”, atau “ketika”
  • D. Adanya satu klausa utama yang disertai beberapa klausa bawahan sekaligus
Jawaban: B. Penggabungan dua klausa atau lebih yang masing-masing setara kedudukannya.
Kalimat majemuk setara dibentuk oleh dua klausa atau lebih yang memiliki kedudukan gramatikal yang sederajat, biasanya dihubungkan oleh konjungsi koordinatif seperti “dan”, “atau”, “tetapi”.
14.

Wacana sebagai satuan bahasa terlengkap dan tertinggi memiliki ciri yang membedakannya dari kalimat, yaitu…

  • A. Wacana selalu berbentuk tulisan dan tidak mencakup ujaran lisan
  • B. Wacana hanya terdiri atas satu paragraf yang mengandung satu gagasan
  • C. Wacana merupakan satuan yang memiliki keterpaduan makna dan bentuk secara menyeluruh
  • D. Wacana selalu diakhiri dengan kesimpulan yang merangkum semua gagasan pokok
Jawaban: C. Wacana merupakan satuan yang memiliki keterpaduan makna dan bentuk secara menyeluruh.
Wacana dicirikan oleh keterpaduan (koherensi dan kohesi) yang menjadikannya satu kesatuan makna yang utuh, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
15.

Alat wacana yang berfungsi menghubungkan bagian wacana dengan menggunakan kata atau frasa penghubung disebut…

  • A. Konjungsi antarkalimat
  • B. Referensi pronominal
  • C. Elipsis struktural
  • D. Substitusi leksikal
Jawaban: A. Konjungsi antarkalimat.
Konjungsi antarkalimat adalah alat kohesi wacana berupa kata atau frasa penghubung yang digunakan untuk menyatukan kalimat-kalimat dalam wacana sehingga terjalin hubungan logis yang kohesif.
16.

Kohesi wacana mengacu pada keterkaitan yang bersifat…

  • A. Semantis, yaitu keterkaitan makna antargagasan dalam wacana
  • B. Pragmatis, yaitu keterkaitan fungsi komunikasi dengan konteks situasi
  • C. Tematik, yaitu keterkaitan topik utama dengan subtopik pendukung
  • D. Gramatikal dan leksikal, yaitu keterkaitan bentuk antarsatuan dalam wacana
Jawaban: D. Gramatikal dan leksikal, yaitu keterkaitan bentuk antarsatuan dalam wacana.
Kohesi berkaitan dengan aspek formal wacana, meliputi keterkaitan gramatikal (referensi, substitusi, elipsis, konjungsi) dan keterkaitan leksikal (reiterasi, kolokasi) yang menjamin kepaduan bentuk.
17.

Pendekatan whole language dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SD menekankan bahwa bahasa harus diajarkan…

  • A. Secara terpisah berdasarkan komponen keterampilan yang berbeda-beda
  • B. Secara terpadu dan bermakna dalam konteks yang otentik
  • C. Dimulai dari unit terkecil seperti huruf, suku kata, kemudian kata
  • D. Melalui latihan drill dan repetisi untuk membentuk kebiasaan berbahasa
Jawaban: B. Secara terpadu dan bermakna dalam konteks yang otentik.
Pendekatan whole language memandang bahasa sebagai satu kesatuan yang tidak terpisah, sehingga pembelajaran dilakukan secara holistik, terpadu, dan dalam situasi yang bermakna bagi siswa.
18.

Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD bertujuan utama untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam…

  • A. Menguasai kaidah tata bahasa Indonesia secara eksplisit dan terstruktur
  • B. Menghafalkan kosakata sebanyak mungkin untuk keperluan ujian
  • C. Menggunakan bahasa secara nyata dan efektif dalam situasi komunikasi
  • D. Menganalisis struktur kalimat dan mengidentifikasi unsur sintaksis
Jawaban: C. Menggunakan bahasa secara nyata dan efektif dalam situasi komunikasi.
Pendekatan komunikatif menitikberatkan pada kompetensi komunikatif, yaitu kemampuan menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial dan tujuan komunikasi, bukan semata-mata penguasaan struktur gramatikal.
19.

Dalam pendekatan kontekstual (CTL), pembelajaran bahasa dikatakan bermakna jika…

  • A. Siswa mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata mereka
  • B. Guru menyampaikan materi dengan metode ceramah yang sistematis dan lengkap
  • C. Siswa mampu mengerjakan soal latihan dengan nilai di atas rata-rata kelas
  • D. Guru memberikan contoh konkret dari buku teks yang diakui secara resmi
Jawaban: A. Siswa mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata mereka.
Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) menekankan keterhubungan antara materi akademis dengan konteks kehidupan nyata siswa, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan mudah dipahami.
20.

Seorang guru SD menggunakan pendekatan whole language dengan meminta siswa membaca cerita anak secara utuh, kemudian mendiskusikan isi cerita dan menggunakannya sebagai bahan menulis. Tindakan guru ini mencerminkan prinsip…

  • A. Pembelajaran berbasis drill untuk melatih keterampilan dasar membaca
  • B. Analisis komponen bahasa secara terpisah sesuai tingkat kesulitan
  • C. Pendekatan fonik yang menekankan hubungan antara huruf dan bunyi
  • D. Keterpaduan keterampilan berbahasa dalam konteks yang bermakna
Jawaban: D. Keterpaduan keterampilan berbahasa dalam konteks yang bermakna.
Kegiatan membaca, berdiskusi, dan menulis secara terintegrasi dengan menggunakan bahan autentik berupa cerita anak merupakan wujud nyata prinsip whole language yang mengedepankan keterpaduan keterampilan berbahasa.
21.

Hakikat media pembelajaran adalah…

  • A. Alat peraga fisik yang hanya berbentuk benda konkret tiga dimensi
  • B. Perangkat teknologi mutakhir yang digunakan untuk menyajikan materi
  • C. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran
  • D. Buku teks resmi yang digunakan guru sebagai pedoman mengajar di kelas
Jawaban: C. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
Media pembelajaran dalam pengertian luas adalah semua saluran atau wahana yang dapat membawa pesan dari pengirim kepada penerima sehingga pembelajaran dapat terjadi, tidak terbatas pada alat fisik tertentu.
22.

Salah satu manfaat media pembelajaran dalam pembelajaran keterampilan berbahasa lisan di SD adalah…

  • A. Menggantikan peran guru sepenuhnya dalam proses penyampaian materi
  • B. Menyediakan rangsangan dan model yang dapat memotivasi siswa berbicara
  • C. Memastikan seluruh siswa mendapat nilai yang seragam dalam ujian lisan
  • D. Menyederhanakan materi agar dapat dikuasai siswa tanpa latihan tambahan
Jawaban: B. Menyediakan rangsangan dan model yang dapat memotivasi siswa berbicara.
Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa lisan, media berperan memberikan stimuli dan contoh ujaran yang mendorong siswa untuk aktif berkomunikasi, misalnya melalui rekaman audio, gambar berseri, atau video percakapan.
23.

Guru kelas III SD menggunakan gambar berseri sebagai media untuk melatih keterampilan bercerita. Penggunaan media ini paling tepat digolongkan sebagai media untuk pembelajaran keterampilan…

  • A. Berbahasa lisan produktif, yaitu berbicara
  • B. Berbahasa lisan reseptif, yaitu menyimak
  • C. Berbahasa tulis reseptif, yaitu membaca
  • D. Berbahasa tulis produktif, yaitu menulis
Jawaban: A. Berbahasa lisan produktif, yaitu berbicara.
Gambar berseri digunakan sebagai stimulus visual yang mendorong siswa untuk memproduksi ujaran dalam kegiatan bercerita, sehingga media ini mendukung keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif.
24.

Media pembelajaran untuk keterampilan berbahasa tulis di SD mencakup berbagai jenis. Contoh media yang paling tepat untuk melatih keterampilan menulis kreatif siswa kelas IV SD adalah…

  • A. Rekaman audio percakapan antara dua orang dalam situasi formal
  • B. Video demonstrasi cara membaca puisi dengan intonasi yang benar
  • C. Papan tulis interaktif yang menampilkan teks bacaan berparagraf
  • D. Foto atau ilustrasi menarik yang menjadi pemantik ide tulisan siswa
Jawaban: D. Foto atau ilustrasi menarik yang menjadi pemantik ide tulisan siswa.
Foto atau ilustrasi menarik berfungsi sebagai rangsangan visual yang memunculkan gagasan pada diri siswa untuk dituangkan dalam bentuk tulisan kreatif, sehingga sesuai untuk melatih keterampilan menulis produktif.
25.

Dalam penilaian pembelajaran bahasa Indonesia di SD, istilah “penilaian autentik” mengacu pada penilaian yang…

  • A. Hanya menggunakan tes tertulis pilihan ganda yang telah divalidasi secara empiris
  • B. Dilakukan oleh penilai eksternal yang tidak mengenal siswa secara personal
  • C. Menilai kemampuan nyata siswa melalui kinerja dan produk dalam konteks nyata
  • D. Menggunakan instrumen yang sudah terstandarisasi secara nasional oleh pemerintah
Jawaban: C. Menilai kemampuan nyata siswa melalui kinerja dan produk dalam konteks nyata.
Penilaian autentik dirancang untuk mengukur kompetensi siswa dalam situasi yang mencerminkan dunia nyata, melalui tugas-tugas bermakna seperti portofolio, pementasan, wawancara, atau produk tulisan nyata.
26.

Jenis penilaian yang dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung untuk memantau perkembangan belajar siswa disebut penilaian…

  • A. Sumatif
  • B. Formatif
  • C. Diagnostik
  • D. Penempatan
Jawaban: B. Formatif.
Penilaian formatif dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran untuk memberikan umpan balik kepada guru dan siswa guna memperbaiki proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.
27.

Dalam penilaian keterampilan berbahasa lisan, guru menggunakan pedoman pengamatan dengan skala penilaian. Instrumen ini dikenal sebagai…

  • A. Rubrik penilaian
  • B. Portofolio siswa
  • C. Tes isian singkat
  • D. Jurnal refleksi
Jawaban: A. Rubrik penilaian.
Rubrik penilaian adalah pedoman penilaian yang memuat kriteria dan deskripsi tingkat pencapaian kinerja secara berjenjang, sering digunakan untuk menilai keterampilan berbahasa lisan yang tidak dapat diukur hanya dengan tes tertulis.
28.

Aspek yang dinilai dalam penilaian keterampilan berbahasa lisan mencakup kelancaran, ketepatan struktur, dan kosakata. Aspek kelancaran dalam berbicara mengacu pada…

  • A. Kemampuan menggunakan kosakata yang bervariasi dan tepat sasaran
  • B. Kesesuaian struktur kalimat dengan kaidah tata bahasa baku
  • C. Kemampuan menggunakan lafal dan intonasi yang sesuai dengan standar
  • D. Kemampuan berbicara tanpa jeda yang tidak wajar atau hambatan yang berarti
Jawaban: D. Kemampuan berbicara tanpa jeda yang tidak wajar atau hambatan yang berarti.
Kelancaran berbicara merujuk pada kemampuan penutur mengungkapkan gagasan secara mengalir dan berkesinambungan tanpa tersendat-sendat secara tidak wajar, yang mencerminkan tingkat penguasaan bahasa lisan seseorang.
29.

Dalam penilaian keterampilan menulis di SD, guru mengumpulkan berbagai karya tulis siswa dari waktu ke waktu untuk menilai perkembangan kemampuan menulis mereka. Teknik penilaian ini disebut…

  • A. Observasi proses menulis
  • B. Penilaian produk tunggal
  • C. Penilaian portofolio
  • D. Penilaian diagnostik tertulis
Jawaban: C. Penilaian portofolio.
Portofolio adalah kumpulan karya siswa yang dikumpulkan secara sistematis sepanjang kurun waktu tertentu untuk memperlihatkan perkembangan belajar dan pencapaian siswa dalam keterampilan menulis.
30.

Model pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan yang bersifat reseptif di SD mencakup kegiatan…

  • A. Berpidato, bermain peran, dan berdiskusi kelompok
  • B. Menyimak berita, menyimak cerita, dan mendengarkan petunjuk
  • C. Membaca nyaring, membaca intensif, dan membaca ekstensif
  • D. Menulis karangan, menulis surat, dan menulis laporan
Jawaban: B. Menyimak berita, menyimak cerita, dan mendengarkan petunjuk.
Keterampilan berbahasa lisan reseptif adalah keterampilan menerima dan memahami pesan lisan, yang diwujudkan dalam kegiatan menyimak berbagai jenis ujaran, berbeda dari keterampilan produktif yang bersifat menghasilkan ujaran.
31.

Dalam model pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia lisan produktif di SD, kegiatan yang paling tepat untuk melatih kemampuan berbicara siswa kelas II adalah…

  • A. Bercerita tentang pengalaman pribadi dengan menggunakan gambar sebagai panduan
  • B. Menyimak teks naratif yang dibacakan guru kemudian menjawab pertanyaan lisan
  • C. Membaca senyap teks pendek dan menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas
  • D. Mendengarkan rekaman lagu anak dan mengikuti gerakan yang ditunjukkan guru
Jawaban: A. Bercerita tentang pengalaman pribadi dengan menggunakan gambar sebagai panduan.
Kegiatan bercerita merupakan aktivitas berbahasa lisan yang bersifat produktif karena siswa menghasilkan ujaran. Penggunaan gambar sebagai panduan sangat sesuai untuk siswa kelas II yang masih membutuhkan scaffolding visual.
32.

Model pembelajaran keterampilan berbahasa tulis reseptif yang paling utama di SD adalah…

  • A. Menyalin teks dari papan tulis ke dalam buku catatan siswa
  • B. Menulis karangan berdasarkan topik yang ditentukan guru
  • C. Mendiktekan kata-kata kepada siswa untuk dieja dengan benar
  • D. Membaca teks untuk memahami dan menginterpretasi pesan tertulis
Jawaban: D. Membaca teks untuk memahami dan menginterpretasi pesan tertulis.
Keterampilan berbahasa tulis reseptif adalah membaca, yaitu proses menerima dan memahami pesan yang disampaikan melalui lambang tulis, dan ini merupakan inti dari keterampilan tulis reseptif di SD.
33.

Pembelajaran apresiasi sastra di kelas rendah SD (kelas I-III) sebaiknya difokuskan pada…

  • A. Analisis unsur intrinsik karya sastra secara mendalam dan sistematis
  • B. Penguasaan teori sastra dan aliran-aliran sastra Indonesia modern
  • C. Pengalaman menikmati karya sastra melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna
  • D. Penulisan karya sastra yang memenuhi kaidah estetika dan struktur yang baku
Jawaban: C. Pengalaman menikmati karya sastra melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.
Pada kelas rendah, pembelajaran apresiasi sastra bertujuan menumbuhkan rasa suka dan kegembiraan terhadap karya sastra melalui pengalaman langsung yang menyenangkan, bukan analisis teori yang abstrak.
34.

Kegiatan mendongeng di kelas rendah SD bermanfaat untuk mengembangkan apresiasi sastra karena…

  • A. Melatih siswa menghafal isi cerita secara verbatim untuk ujian
  • B. Memberikan pengalaman estetis dan menstimulasi imajinasi serta kreativitas siswa
  • C. Meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca teks sastra secara mandiri
  • D. Mengajarkan kaidah tata bahasa melalui contoh kalimat yang terdapat dalam dongeng
Jawaban: B. Memberikan pengalaman estetis dan menstimulasi imajinasi serta kreativitas siswa.
Mendongeng memberikan pengalaman estetis yang menyentuh perasaan dan membangkitkan imajinasi anak, yang merupakan fondasi penting dalam membangun apresiasi sastra sejak dini.
35.

Pembelajaran apresiasi sastra di kelas tinggi SD (kelas IV-VI) berbeda dari kelas rendah karena di kelas tinggi siswa sudah dapat…

  • A. Mengidentifikasi unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, alur, dan amanat secara lebih sistematis
  • B. Menikmati dongeng dan nyanyian anak sebagai hiburan semata
  • C. Menulis kritik sastra berdasarkan teori sastra yang komprehensif
  • D. Menghafal nama-nama sastrawan Indonesia beserta karyanya secara kronologis
Jawaban: A. Mengidentifikasi unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, alur, dan amanat secara lebih sistematis.
Siswa kelas tinggi memiliki perkembangan kognitif yang lebih matang sehingga dapat melakukan analisis unsur intrinsik karya sastra secara lebih terstruktur, tidak sekadar menikmati tetapi juga memahami struktur karya.
36.

Seorang guru membagi siswa kelas V menjadi beberapa kelompok, kemudian setiap kelompok diminta mementaskan penggalan drama anak. Kegiatan ini termasuk model pembelajaran apresiasi sastra berupa…

  • A. Apresiasi sastra reseptif melalui membaca pemahaman
  • B. Apresiasi sastra melalui kajian teori dan kritik sastra
  • C. Apresiasi sastra melalui analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik
  • D. Apresiasi sastra produktif melalui penampilan atau pementasan karya
Jawaban: D. Apresiasi sastra produktif melalui penampilan atau pementasan karya.
Pementasan drama merupakan wujud apresiasi sastra yang bersifat produktif karena siswa tidak hanya menerima tetapi secara aktif mengekspresikan dan mewujudkan karya sastra melalui penampilan langsung.
37.

Proses belajar bahasa yang berlangsung secara sadar melalui pengajaran formal di sekolah disebut…

  • A. Pemerolehan bahasa pertama
  • B. Pemerolehan bahasa alamiah
  • C. Pembelajaran bahasa
  • D. Internalisasi bahasa
Jawaban: C. Pembelajaran bahasa.
Istilah “pembelajaran bahasa” digunakan untuk membedakannya dari “pemerolehan bahasa”. Pembelajaran bahasa berlangsung secara formal, sadar, dan sistematis melalui instruksi di lingkungan sekolah.
38.

Teori nativisme yang dikemukakan oleh Chomsky menyatakan bahwa kemampuan berbahasa anak merupakan hasil dari…

  • A. Proses imitasi dan penguatan yang diterima anak dari lingkungan sosialnya
  • B. Kemampuan bawaan berupa perangkat pemerolehan bahasa yang dibawa sejak lahir
  • C. Perkembangan struktur kognitif anak yang semakin kompleks seiring bertambahnya usia
  • D. Interaksi aktif antara anak dengan lingkungan sosial dalam berbagai konteks komunikasi
Jawaban: B. Kemampuan bawaan berupa perangkat pemerolehan bahasa yang dibawa sejak lahir.
Chomsky memperkenalkan konsep Language Acquisition Device (LAD) sebagai perangkat bawaan yang memungkinkan anak memperoleh bahasa secara universal, sehingga pemerolehan bahasa bukanlah sekadar hasil belajar dari lingkungan.
39.

Bunyi vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/ dalam bahasa Indonesia diklasifikasikan berdasarkan tiga kriteria, yaitu posisi lidah, bentuk bibir, dan…

  • A. Cara pengucapan dan hambatan arus udara
  • B. Posisi pita suara saat bunyi dihasilkan
  • C. Frekuensi getaran yang dihasilkan alat ucap
  • D. Tinggi rendah posisi lidah dalam rongga mulut
Jawaban: D. Tinggi rendah posisi lidah dalam rongga mulut.
Vokal diklasifikasikan berdasarkan posisi lidah (depan, tengah, belakang), tinggi rendah lidah (tinggi, sedang, rendah), dan bentuk bibir (bulat atau tidak bulat), sehingga tinggi rendah posisi lidah menjadi salah satu kriteria utama.
40.

Seorang guru bahasa Indonesia mengamati bahwa beberapa siswa kelas IV sering mencampurkan unsur bahasa daerah saat berbicara dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks pembelajaran bahasa, fenomena ini disebut…

  • A. Interferensi bahasa pertama terhadap bahasa kedua
  • B. Transfer positif dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia
  • C. Kreativitas berbahasa yang menunjukkan perkembangan kognitif siswa
  • D. Bilingualisme produktif yang memperkaya kosakata bahasa Indonesia siswa
Jawaban: A. Interferensi bahasa pertama terhadap bahasa kedua.
Interferensi adalah pengaruh negatif bahasa pertama (dalam hal ini bahasa daerah) yang masuk ke dalam penggunaan bahasa kedua (bahasa Indonesia), sehingga terjadi penyimpangan dari kaidah bahasa yang sedang dipelajari.
41.

Dalam analisis wacana, koherensi mengacu pada…

  • A. Keterkaitan gramatikal antarkalimat yang dimarkahi secara eksplisit
  • B. Penggunaan kata ganti untuk menghindari pengulangan kata yang sama
  • C. Keterpaduan makna dan logika yang menjadikan wacana masuk akal secara keseluruhan
  • D. Penggunaan penanda wacana untuk menghubungkan paragraf satu dengan lainnya
Jawaban: C. Keterpaduan makna dan logika yang menjadikan wacana masuk akal secara keseluruhan.
Koherensi berkaitan dengan aspek semantis wacana, yaitu keterpaduan dan keruntutan makna yang membuat seluruh bagian wacana saling berhubungan secara logis dan dapat dipahami sebagai satu kesatuan yang utuh.
42.

Jenis wacana yang bertujuan meyakinkan pembaca atau pendengar untuk menerima pendapat penulis atau pembicara disebut wacana…

  • A. Deskriptif
  • B. Argumentatif
  • C. Naratif
  • D. Ekspositoris
Jawaban: B. Argumentatif.
Wacana argumentatif bertujuan meyakinkan pihak lain dengan mengemukakan alasan, bukti, dan penalaran logis untuk mendukung suatu pendapat atau posisi tertentu yang dianut penulis atau pembicara.
43.

Guru kelas VI SD ingin menilai kemampuan siswa dalam memahami teks yang dibaca. Guru meminta siswa membuat peta pikiran berdasarkan isi bacaan. Teknik penilaian ini mengukur keterampilan…

  • A. Membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang benar
  • B. Menulis kreatif berdasarkan interpretasi pribadi terhadap teks
  • C. Berbicara untuk menyampaikan rangkuman isi bacaan secara lisan
  • D. Membaca pemahaman pada tingkat analisis dan sintesis informasi
Jawaban: D. Membaca pemahaman pada tingkat analisis dan sintesis informasi.
Membuat peta pikiran mensyaratkan siswa menganalisis, mengorganisir, dan mensintesis informasi dari teks bacaan, sehingga kegiatan ini mengukur membaca pemahaman pada level kognitif yang lebih tinggi dari sekadar mengingat fakta.
44.

Dalam pendekatan komunikatif, kompetensi komunikatif mencakup beberapa subkompetensi. Subkompetensi yang berkaitan dengan kemampuan menggunakan bahasa sesuai dengan norma sosial dan situasi disebut kompetensi…

  • A. Sosiolinguistik
  • B. Gramatikal
  • C. Wacana
  • D. Strategis
Jawaban: A. Sosiolinguistik.
Kompetensi sosiolinguistik mencakup kemampuan menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks sosial, hubungan antarpeserta, tujuan, dan norma budaya, yang merupakan bagian penting dari kompetensi komunikatif.
45.

Seorang guru menggunakan teknik Role Play dalam pembelajaran berbicara. Teknik ini paling relevan dengan pendekatan…

  • A. Struktural, karena melatih pola kalimat melalui pengulangan
  • B. Whole language, karena mengintegrasikan semua komponen bahasa sekaligus
  • C. Komunikatif, karena menempatkan siswa dalam situasi komunikasi yang autentik
  • D. Kontekstual, karena mengaitkan materi dengan pengetahuan awal siswa
Jawaban: C. Komunikatif, karena menempatkan siswa dalam situasi komunikasi yang autentik.
Teknik role play menciptakan situasi komunikasi yang nyata dan bermakna di mana siswa berinteraksi menggunakan bahasa secara fungsional, yang merupakan ciri khas dan tujuan utama pendekatan komunikatif.
46.

Perhatikan dua kalimat berikut: (1) “Ibu memasak nasi goreng.” (2) “Nasi goreng dimasak oleh ibu.” Kedua kalimat ini memiliki makna yang setara tetapi berbeda dalam konstruksi sintaksisnya karena perbedaan…

  • A. Jenis kalimat, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk
  • B. Kalimat aktif dan kalimat pasif yang memengaruhi posisi subjek dan objek
  • C. Kalimat verbal dan kalimat nominal berdasarkan jenis predikatnya
  • D. Intonasi kalimat tanya dan kalimat berita yang berbeda secara prosodik
Jawaban: B. Kalimat aktif dan kalimat pasif yang memengaruhi posisi subjek dan objek.
Kalimat pertama adalah kalimat aktif dengan subjek sebagai pelaku, sedangkan kalimat kedua adalah kalimat pasif dengan subjek sebagai penderita. Perbedaan ini mengubah posisi unsur-unsur kalimat meskipun maknanya setara.
47.

Dalam proses afiksasi bahasa Indonesia, bentuk “me-” yang melekat pada kata dasar “baca” sehingga menjadi “membaca” mengalami proses yang disebut…

  • A. Sufiksasi, yaitu penambahan imbuhan di akhir kata dasar
  • B. Infiksasi, yaitu penambahan imbuhan di tengah kata dasar
  • C. Konfiksasi, yaitu penambahan imbuhan sekaligus di awal dan akhir kata dasar
  • D. Prefiksasi, yaitu penambahan imbuhan di awal kata dasar
Jawaban: D. Prefiksasi, yaitu penambahan imbuhan di awal kata dasar.
Prefiks “me-” ditambahkan di depan atau di awal kata dasar “baca” sehingga proses ini disebut prefiksasi. Prefiks “me-” merupakan salah satu imbuhan awalan yang paling produktif dalam bahasa Indonesia.
48.

Dalam sistem penilaian pembelajaran bahasa Indonesia di SD, tes yang diberikan sebelum pembelajaran dimulai untuk mengetahui kemampuan awal siswa disebut tes…

  • A. Pretes atau prates
  • B. Postes atau pascates
  • C. Tes sumatif akhir semester
  • D. Tes formatif tengah pembelajaran
Jawaban: A. Pretes atau prates.
Pretes atau prates adalah tes yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan dipelajari, berguna sebagai pijakan dalam merancang pembelajaran.
49.

Jika seorang guru SD kelas III ingin mengetahui apakah kesulitan membaca yang dialami siswa disebabkan oleh kelemahan pada pengenalan huruf, pemahaman suku kata, atau pemahaman kata, jenis penilaian yang paling tepat digunakan adalah penilaian…

  • A. Sumatif untuk mengukur ketercapaian kompetensi akhir semester
  • B. Formatif untuk memantau perkembangan belajar secara berkelanjutan
  • C. Diagnostik untuk mengidentifikasi letak dan jenis kesulitan belajar
  • D. Penempatan untuk menentukan kelompok belajar yang sesuai bagi siswa
Jawaban: C. Diagnostik untuk mengidentifikasi letak dan jenis kesulitan belajar.
Penilaian diagnostik dirancang untuk mendeteksi secara spesifik letak kelemahan dan jenis kesulitan yang dihadapi siswa dalam belajar, sehingga guru dapat merancang intervensi yang tepat sasaran.
50.

Dalam pembelajaran keterampilan menulis di kelas tinggi SD, guru meminta siswa merevisi draf karangan mereka berdasarkan umpan balik dari teman sekelas. Proses ini mencerminkan prinsip pembelajaran menulis melalui pendekatan…

  • A. Struktural, karena menitikberatkan pada perbaikan kaidah tata bahasa
  • B. Proses, karena menekankan tahapan menulis termasuk revisi berbasis umpan balik
  • C. Produk, karena berfokus pada hasil akhir tulisan yang dinilai oleh teman sebaya
  • D. Behavioristik, karena menggunakan penguatan sosial dari teman sebaya
Jawaban: B. Proses, karena menekankan tahapan menulis termasuk revisi berbasis umpan balik.
Pendekatan proses dalam pembelajaran menulis menekankan pentingnya setiap tahap penulisan mulai dari pramenulis, penyusunan draf, revisi berdasarkan umpan balik, penyuntingan, hingga publikasi, bukan sekadar hasil akhir tulisan.

Konsistensi mengerjakan Soal Latihan UT terbukti mengasah kecepatan dan ketepatan dalam menjawab. Semakin sering berlatih, semakin akrab Anda dengan struktur Soal Ujian UT yang sesungguhnya.

Coba bangun kebiasaan meringkas setiap modul dengan peta konsep sederhana. Pahami keterkaitan antar topik dalam PDGK4504, karena soal sering menguji pemahaman lintas bab, bukan hafalan per bab.

Perjalanan belajar Anda sampai di sini bukan hal kecil. Setiap sesi latihan Soal UAS UT yang Anda selesaikan adalah investasi nyata, bukan hanya untuk nilai, tapi untuk menjadi pendidik bahasa Indonesia yang benar-benar kompeten.

Bagikan:

error: Content is protected !!