💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT PEKI4310 Kimia Fisika 2 dan Kunci Jawaban

Soal UT PEKI4310 Kimia Fisika 2
Soal UT PEKI4310 Kimia Fisika 2

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana hukum termodinamika mengatur reaksi kimia di sekitar kita? Konsep inilah yang menjadi inti dari PEKI4310 Kimia Fisika 2. Untuk menghadapi ujian akhir, latihan yang terarah sangat diperlukan agar nilai memuaskan bisa diraih.

Apakah Anda sudah siap mengerjakan latihan soal energi bebas dan kesetimbangan fasa? Mulailah dengan mengeksplorasi kumpulan Soal UT di portal soalut.com sebagai referensi utama. Soal UT tersebut dirancang untuk mengukur pemahaman Anda secara komprehensif.

Masih bingung menentukan strategi belajar yang efektif untuk Kimia Fisika 2? Simak contoh-contoh yang ada pada bank Soal UAS UT dan Soal Ujian UT tahun sebelumnya. Keduanya memberikan gambaran jelas tentang tipe pertanyaan yang paling sering muncul dalam ujian.

Soal UT PEKI4310 Kimia Fisika 2

1.

Dalam sistem larutan, komponen yang jumlahnya lebih sedikit disebut sebagai…

  • A. pelarut
  • B. zat terlarut
  • C. larutan
  • D. fase
Jawaban: B. zat terlarut.
Zat terlarut adalah komponen minor dalam larutan, sedangkan pelarut adalah komponen mayor.
2.

Fraksi mol suatu zat dalam larutan didefinisikan sebagai…

  • A. perbandingan massa zat dengan massa total larutan
  • B. perbandingan mol zat dengan volume total larutan
  • C. perbandingan mol zat dengan mol total seluruh komponen
  • D. perbandingan mol zat dengan massa pelarut
Jawaban: C. perbandingan mol zat dengan mol total seluruh komponen.
Fraksi mol adalah perbandingan mol suatu komponen dengan mol total semua komponen dalam larutan.
3.

Penurunan tekanan uap larutan termasuk sifat koligatif larutan non-elektrolit yang dipengaruhi oleh…

  • A. jenis zat terlarut
  • B. konsentrasi partikel zat terlarut
  • C. suhu pelarut
  • D. tekanan eksternal
Jawaban: B. konsentrasi partikel zat terlarut.
Sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan jenisnya.
4.

Faktor van't Hoff (i) untuk larutan elektrolit kuat seperti NaCl dalam air bernilai…

  • A. 0
  • B. 1
  • C. 2
  • D. 3
Jawaban: C. 2.
NaCl terdisosiasi sempurna menjadi 2 ion (Na⁺ dan Cl⁻), sehingga i = 2 untuk larutan encer.
5.

Mekanisme penghantaran listrik dalam larutan elektrolit terutama dilakukan oleh…

  • A. elektron bebas
  • B. ion-ion yang bergerak
  • C. molekul netral
  • D. proton dalam air
Jawaban: B. ion-ion yang bergerak.
Penghantaran listrik dalam larutan elektrolit melibatkan pergerakan ion-ion, bukan elektron bebas.
6.

Daya hantar molar (Λₘ) suatu elektrolit lemah pada pengenceran tak terhingga dibandingkan dengan elektrolit kuat yang sama konsentrasinya cenderung…

  • A. lebih besar
  • B. sama
  • C. lebih kecil
  • D. tidak dapat dibandingkan
Jawaban: C. lebih kecil.
Pada konsentrasi sama, derajat disosiasi elektrolit lemah lebih kecil, sehingga daya hantar molarnya lebih rendah.
7.

Mobilitas ion didefinisikan sebagai…

  • A. kecepatan ion dalam larutan pada gradien potensial 1 V/cm
  • B. jumlah ion yang berpindah per detik
  • C. daya hantar per satuan luas elektroda
  • D. bilangan angkut ion
Jawaban: A. kecepatan ion dalam larutan pada gradien potensial 1 V/cm.
Mobilitas ion adalah kecepatan ion di bawah gradien potensial listrik satu satuan (1 V/cm).
8.

Sel elektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik disebut…

  • A. sel elektrolisis
  • B. sel Galvani
  • C. sel konsentrasi
  • D. sel elektrolitik
Jawaban: B. sel Galvani.
Sel Galvani (sel volta) menghasilkan listrik dari reaksi redoks spontan.
9.

Gaya gerak listrik (EMF) suatu sel elektrokimia diukur menggunakan…

  • A. amperemeter
  • B. voltmeter dengan impedansi rendah
  • C. potensiometer
  • D. galvanometer
Jawaban: C. potensiometer.
Potensiometer digunakan untuk mengukur EMF tanpa menarik arus, sehingga menghasilkan pengukuran yang akurat.
10.

Elektroda reversibel yang digunakan sebagai referensi standar adalah…

  • A. elektroda tembaga
  • B. elektroda kalomel
  • C. elektroda hidrogen standar
  • D. elektroda perak-perak klorida
Jawaban: C. elektroda hidrogen standar.
Elektroda hidrogen standar (SHE) adalah elektroda referensi primer dengan potensial 0 V.
11.

Hubungan antara perubahan energi bebas Gibbs (ΔG) dan EMF sel dinyatakan oleh persamaan…

  • A. ΔG = -nFE
  • B. ΔG = nFE
  • C. ΔG = -nF/E
  • D. ΔG = F/ nE
Jawaban: A. ΔG = -nFE.
ΔG = -nFE, di mana n adalah jumlah elektron, F adalah konstanta Faraday, dan E adalah EMF sel.
12.

Sel elektrokimia yang terdiri dari dua elektroda logam sama yang dicelupkan ke dalam larutan dengan konsentrasi berbeda disebut…

  • A. sel konsentrasi
  • B. sel kimia
  • C. sel elektrolisis
  • D. sel galvanik
Jawaban: A. sel konsentrasi.
Sel konsentrasi menghasilkan EMF karena perbedaan konsentrasi di kedua elektroda.
13.

Penentuan koefisien keaktifan ion (γ) dilakukan dengan mengukur…

  • A. konduktivitas larutan
  • B. EMF sel tanpa transfer
  • C. pH larutan
  • D. derajat disosiasi
Jawaban: B. EMF sel tanpa transfer.
EMF sel tanpa transfer dapat digunakan untuk menghitung koefisien keaktifan ion berdasarkan persamaan Nernst.
14.

Untuk menentukan tetapan kesetimbangan asam lemah (Ka) menggunakan sel elektrokimia, diperlukan nilai…

  • A. potensial standar sel
  • B. pH larutan
  • C. koefisien keaktifan
  • D. daya hantar
Jawaban: B. pH larutan.
pH larutan berkaitan langsung dengan konsentrasi ion H⁺ dan digunakan untuk menghitung Ka.
15.

Dalam kinetika kimia, orde reaksi total ditentukan oleh…

  • A. jumlah koefisien reaksi
  • B. eksponen konsentrasi dalam persamaan laju
  • C. suhu reaksi
  • D. katalis yang digunakan
Jawaban: B. eksponen konsentrasi dalam persamaan laju.
Orde reaksi adalah jumlah eksponen konsentrasi reaktan dalam persamaan laju.
16.

Teori tumbukan menyatakan bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh…

  • A. frekuensi tumbukan dan energi aktivasi
  • B. suhu dan tekanan
  • C. konsentrasi produk
  • D. luas permukaan
Jawaban: A. frekuensi tumbukan dan energi aktivasi.
Menurut teori tumbukan, laju reaksi bergantung pada frekuensi tumbukan efektif dan energi aktivasi minimum.
17.

Pada reaksi katalitik homogen, katalis…

  • A. berada dalam fase berbeda dengan reaktan
  • B. mempercepat reaksi dengan menurunkan energi aktivasi
  • C. dikonsumsi selama reaksi
  • D. tidak mempengaruhi mekanisme reaksi
Jawaban: B. mempercepat reaksi dengan menurunkan energi aktivasi.
Katalis homogen berada dalam fase sama dengan reaktan dan mempercepat reaksi dengan menurunkan energi aktivasi tanpa dikonsumsi.
18.

Dalam konteks termodinamika larutan, besaran yang menyatakan perubahan energi bebas Gibbs ketika satu mol zat ditambahkan ke dalam larutan dalam jumlah besar sehingga konsentrasinya tidak berubah secara signifikan disebut…

  • A. entalpi molar parsial
  • B. volume molar parsial
  • C. potensial kimia
  • D. aktivitas
Jawaban: C. potensial kimia.
Potensial kimia didefinisikan sebagai turunan parsial energi bebas Gibbs terhadap jumlah mol zat pada suhu, tekanan, dan jumlah mol zat lain tetap. Ini adalah besaran fundamental dalam termodinamika larutan.
19.

Fraksi mol suatu zat dalam larutan adalah perbandingan antara…

  • A. massa zat terlarut dengan massa pelarut
  • B. jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol pelarut
  • C. jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol total seluruh komponen dalam larutan
  • D. volume zat terlarut dengan volume pelarut
Jawaban: C. jumlah mol zat terlarut dengan jumlah mol total seluruh komponen dalam larutan.
Fraksi mol didefinisikan sebagai perbandingan jumlah mol suatu komponen dengan jumlah mol total semua komponen dalam larutan.
20.

Penurunan tekanan uap jenuh larutan, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik dikenal sebagai sifat koligatif. Sifat-sifat ini hanya bergantung pada…

  • A. jenis zat terlarut
  • B. jumlah partikel zat terlarut
  • C. jenis pelarut
  • D. suhu larutan
Jawaban: B. jumlah partikel zat terlarut.
Sifat koligatif larutan adalah sifat yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut (konsentrasi), bukan pada jenis atau identitas zat terlarut tersebut.
21.

Untuk larutan elektrolit, faktor van't Hoff (i) digunakan untuk mengoreksi sifat koligatif. Nilai i untuk larutan NaCl 0,1 m yang terionisasi sempurna adalah…

  • A. 1
  • B. 2
  • C. 3
  • D. 0,5
Jawaban: B. 2.
NaCl terionisasi sempurna menjadi 2 ion (Na+ dan Cl-). Faktor van't Hoff (i) untuk elektrolit kuat yang terdisosiasi sempurna sama dengan jumlah ion yang dihasilkan, yaitu 2.
22.

Mekanisme penghantaran listrik dalam larutan elektrolit terjadi melalui…

  • A. aliran elektron bebas
  • B. perpindahan ion-ion bermuatan
  • C. getaran molekul pelarut
  • D. radiasi gelombang elektromagnetik
Jawaban: B. perpindahan ion-ion bermuatan.
Dalam larutan elektrolit, arus listrik dihantarkan oleh ion-ion yang bergerak menuju elektroda yang berlawanan muatannya. Ion positif (kation) bergerak ke katoda, ion negatif (anion) ke anoda.
23.

Bilangan angkut (transport number) suatu ion dalam larutan didefinisikan sebagai…

  • A. jumlah muatan yang dibawa oleh ion tersebut per detik
  • B. kecepatan gerak ion tersebut dalam medan listrik
  • C. fraksi arus total yang dibawa oleh ion tersebut
  • D. konsentrasi ion tersebut dalam larutan
Jawaban: C. fraksi arus total yang dibawa oleh ion tersebut.
Bilangan angkut (t) suatu ion menyatakan fraksi atau bagian dari arus total yang diangkut oleh ion tersebut dalam larutan elektrolit. Jumlah bilangan angkut semua ion dalam larutan adalah 1.
24.

Mobilitas ion (u) didefinisikan sebagai kecepatan gerak ion dalam suatu medan listrik dengan gradien potensial…

  • A. 1 volt/cm
  • B. 1 volt/m
  • C. 1 volt
  • D. 1 ampere
Jawaban: A. 1 volt/cm.
Mobilitas ion (u) didefinisikan sebagai kecepatan ion (dalam m/s atau cm/s) di dalam suatu medan listrik dengan gradien potensial sebesar 1 volt/cm. Satuan mobilitas adalah cm²/(volt·s).
25.

Sel elektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik secara spontan disebut…

  • A. sel elektrolisis
  • B. sel volta (sel galvani)
  • C. sel konsentrasi
  • D. sel sekunder
Jawaban: B. sel volta (sel galvani).
Sel volta atau sel galvani adalah sel elektrokimia yang menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks spontan. Sebaliknya, sel elektrolisis memerlukan energi listrik dari luar untuk menjalankan reaksi.
26.

Elektroda yang potensialnya bergantung pada konsentrasi ionnya dalam larutan dan cocok digunakan sebagai elektroda indikator dalam pengukuran pH adalah…

  • A. elektroda hidrogen standar
  • B. elektroda kalomel
  • C. elektroda kaca
  • D. elektroda perak-perak klorida
Jawaban: C. elektroda kaca.
Elektroda kaca adalah elektroda yang potensialnya bergantung pada aktivitas ion H+ dalam larutan. Elektroda ini sangat sensitif terhadap perubahan pH dan banyak digunakan dalam pH meter.
27.

Hubungan antara perubahan energi bebas Gibbs (ΔG) dengan gaya gerak listrik (emf) sel dinyatakan dengan persamaan ΔG = -nFE. Dalam persamaan ini, F adalah…

  • A. jumlah mol elektron
  • B. potensial sel
  • C. tetapan Faraday (96485 C/mol)
  • D. energi aktivasi
Jawaban: C. tetapan Faraday (96485 C/mol).
F adalah tetapan Faraday, yaitu jumlah muatan listrik per mol elektron, yang nilainya 96485 Coulomb per mol (C/mol). Huruf n adalah jumlah mol elektron yang terlibat, dan E adalah potensial sel.
28.

Sel konsentrasi terdiri dari dua setengah sel yang identik tetapi…

  • A. jenis elektrodanya berbeda
  • B. suhunya berbeda
  • C. konsentrasi elektrolitnya berbeda
  • D. tekanannya berbeda
Jawaban: C. konsentrasi elektrolitnya berbeda.
Sel konsentrasi adalah sel elektrokimia yang terdiri dari dua elektroda yang sama (misalnya kedua-duanya tembaga) yang dicelupkan ke dalam larutan elektrolit yang sama tetapi dengan konsentrasi yang berbeda. Potensial sel timbul akibat perbedaan konsentrasi.
29.

Untuk menentukan koefisien keaktifan ion rata-rata (γ±) suatu elektrolit, salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan mengukur…

  • A. viskositas larutan
  • B. gaya gerak listrik (emf) sel
  • C. tekanan osmotik
  • D. suhu larutan
Jawaban: B. gaya gerak listrik (emf) sel.
Pengukuran emf sel dapat digunakan untuk menentukan koefisien keaktifan ion. Dengan mengukur potensial sel pada berbagai konsentrasi, kita dapat mengekstrapolasi ke konsentrasi nol untuk mendapatkan potensial standar dan kemudian menghitung γ±.
30.

Reaksi: A → produk, memiliki persamaan laju: laju = k[A]². Jika konsentrasi awal A adalah [A]₀, maka waktu paruh (t½) reaksi ini adalah…

  • A. t½ = 1/(k[A]₀)
  • B. t½ = ln 2/k
  • C. t½ = [A]₀/(2k)
  • D. t½ = 1/(k)
Jawaban: A. t½ = 1/(k[A]₀).
Untuk reaksi orde dua, waktu paruh berbanding terbalik dengan konsentrasi awal. Rumusnya adalah t½ = 1/(k[A]₀). Semakin besar konsentrasi awal, semakin cepat waktu paruhnya.
31.

Menurut teori tumbukan, suatu reaksi kimia dapat terjadi jika partikel-partikel yang bertumbukan memiliki…

  • A. energi kinetik yang sama
  • B. massa yang sama
  • C. energi yang cukup (melebihi energi aktivasi) dan orientasi yang tepat
  • D. ukuran yang sama
Jawaban: C. energi yang cukup (melebihi energi aktivasi) dan orientasi yang tepat.
Teori tumbukan menyatakan bahwa agar reaksi terjadi, tumbukan antar partikel harus memiliki energi yang cukup (≥ energi aktivasi) dan orientasi geometri yang tepat sehingga dapat memutuskan ikatan lama dan membentuk ikatan baru.
32.

Dalam mekanisme reaksi komposit dua tahap: A → B (lambat) dan B → C (cepat). Orde reaksi keseluruhan ditentukan oleh…

  • A. tahap cepat
  • B. tahap lambat (tahap penentu laju)
  • C. rata-rata kedua tahap
  • D. hasil kali konstanta laju kedua tahap
Jawaban: B. tahap lambat (tahap penentu laju).
Laju reaksi keseluruhan ditentukan oleh tahap yang paling lambat, yang disebut tahap penentu laju (rate-determining step). Tahap ini memiliki energi aktivasi tertinggi dan menjadi 'bottleneck' reaksi.
33.

Katalis adalah zat yang mempercepat laju reaksi dengan cara…

  • A. meningkatkan suhu reaksi
  • B. menurunkan energi aktivasi reaksi
  • C. meningkatkan konsentrasi reaktan
  • D. mengubah produk reaksi
Jawaban: B. menurunkan energi aktivasi reaksi.
Katalis bekerja dengan menyediakan jalur reaksi alternatif yang memiliki energi aktivasi lebih rendah. Dengan energi aktivasi yang lebih rendah, lebih banyak molekul yang memiliki energi cukup untuk bereaksi, sehingga laju reaksi meningkat. Katalis tidak dikonsumsi dalam reaksi.
34.

Suatu reaksi katalit homogen terjadi jika katalis berada dalam…

  • A. fase yang sama dengan reaktan
  • B. fase yang berbeda dengan reaktan
  • C. wujud padat, sedangkan reaktan gas
  • D. wujud gas, sedangkan reaktan cair
Jawaban: A. fase yang sama dengan reaktan.
Katalis homogen adalah katalis yang berada dalam fase yang sama dengan reaktan, misalnya sama-sama dalam fase cair (larutan) atau sama-sama gas. Sebaliknya, katalis heterogen berada dalam fase yang berbeda.
35.

Suatu larutan mengandung 5,85 gram NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dalam 500 gram air. Fraksi mol NaCl dalam larutan tersebut adalah …

  • A. 0,0018
  • B. 0,0036
  • C. 0,018
  • D. 0,036
Jawaban: B. 0,0036.
Mol NaCl = 5,85/58,5 = 0,1 mol; mol air = 500/18 = 27,78 mol; X_NaCl = 0,1/(0,1+27,78) ≈ 0,0036.
36.

Tekanan uap jenuh larutan 0,1 mol urea dalam 1 kg air pada suhu 25°C adalah 23,62 mmHg. Jika tekanan uap jenuh air murni pada suhu yang sama adalah 23,76 mmHg, maka penurunan tekanan uap larutan tersebut adalah …

  • A. 0,14 mmHg
  • B. 0,24 mmHg
  • C. 1,40 mmHg
  • D. 2,40 mmHg
Jawaban: A. 0,14 mmHg.
ΔP = P° – P = 23,76 – 23,62 = 0,14 mmHg. Soal ini berkaitan dengan sifat koligatif larutan non-elektrolit.
37.

Larutan NaCl 0,1 M pada suhu 25°C memiliki tekanan osmotik yang lebih besar daripada larutan urea 0,1 M karena …

  • A. NaCl bersifat nonelektrolit
  • B. NaCl terionisasi menghasilkan lebih banyak partikel
  • C. urea memiliki massa molekul relatif lebih besar
  • D. urea mengalami hidrolisis
Jawaban: B. NaCl terionisasi menghasilkan lebih banyak partikel.
Sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel. NaCl terionisasi menjadi 2 ion (Na+ dan Cl-), sehingga jumlah partikelnya lebih banyak dibanding urea yang tetap satu molekul.
38.

Daya hantar listrik larutan elektrolit disebabkan oleh …

  • A. adanya molekul air
  • B. pergerakan ion-ion dalam larutan
  • C. pergerakan elektron bebas
  • D. ikatan kovalen dalam molekul
Jawaban: B. pergerakan ion-ion dalam larutan.
Hantaran listrik dalam larutan elektrolit terjadi karena pergerakan ion-ion yang membawa muatan listrik. Elektron tidak bergerak bebas dalam larutan seperti pada logam.
39.

Hantaran molar larutan elektrolit lemah menurun dengan bertambahnya konsentrasi karena …

  • A. derajat ionisasi berkurang
  • B. mobilitas ion meningkat
  • C. jumlah ion bertambah
  • D. viskositas larutan berkurang
Jawaban: A. derajat ionisasi berkurang.
Pada elektrolit lemah, semakin tinggi konsentrasi, derajat ionisasi semakin kecil, sehingga jumlah ion per mol zat terlarut berkurang dan hantaran molar menurun.
40.

Bilangan angkut (transport number) suatu ion dalam larutan menunjukkan …

  • A. jumlah mol ion yang diangkut per mol elektron
  • B. fraksi arus listrik yang dibawa oleh ion tersebut
  • C. kecepatan migrasi ion dalam medan listrik
  • D. muatan total ion dalam larutan
Jawaban: B. fraksi arus listrik yang dibawa oleh ion tersebut.
Bilangan angkut adalah fraksi dari total arus listrik yang dibawa oleh suatu jenis ion dalam larutan elektrolit.
41.

Mobilitas ion dalam larutan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang meningkatkan mobilitas ion adalah …

  • A. meningkatnya viskositas pelarut
  • B. meningkatnya jari-jari ion terhidrasi
  • C. meningkatnya suhu
  • D. meningkatnya konsentrasi larutan
Jawaban: C. meningkatnya suhu.
Peningkatan suhu menurunkan viskositas pelarut, sehingga ion bergerak lebih cepat dan mobilitas meningkat.
42.

Koefisien keaktifan ion (γ) dalam larutan elektrolit terkait dengan …

  • A. derajat ionisasi zat
  • B. konsentrasi sebenarnya ion aktif
  • C. muatan ion dan kekuatan ionik larutan
  • D. tekanan osmotik larutan
Jawaban: C. muatan ion dan kekuatan ionik larutan.
Koefisien keaktifan ion dipengaruhi oleh muatan ion dan kekuatan ionik (I) larutan. Semakin besar I, γ cenderung menurun.
43.

Sel elektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik disebut …

  • A. sel elektrolisis
  • B. sel volta
  • C. sel konsentrasi
  • D. sel reversibel
Jawaban: B. sel volta.
Sel volta atau sel galvani menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks spontan, sedangkan sel elektrolisis memerlukan energi listrik.
44.

Gaya gerak listrik (emf) suatu sel elektrokimia diukur dengan menggunakan …

  • A. amperemeter
  • B. voltmeter
  • C. potensiometer
  • D. galvanometer
Jawaban: C. potensiometer.
Emf diukur menggunakan potensiometer untuk menghindari arus yang mengalir, sehingga pengukuran lebih akurat tanpa polarisasi.
45.

Elektroda yang potensialnya ditentukan oleh konsentrasi ion perak (Ag+) dalam larutan adalah elektroda …

  • A. redoks
  • B. gas hidrogen
  • C. jenis pertama (logam-logam ion)
  • D. jenis kedua (logam-garam sukar larut)
Jawaban: C. jenis pertama (logam-logam ion).
Elektroda jenis pertama terdiri dari logam yang dicelupkan dalam larutan yang mengandung ion logam tersebut, misalnya elektroda perak (Ag) dalam larutan AgNO3.
46.

Reaksi redoks spontan terjadi jika potensial sel bernilai …

  • A. negatif
  • B. positif
  • C. nol
  • D. tidak menentu
Jawaban: B. positif.
Reaksi redoks spontan memiliki potensial sel (E°sel) positif. Semakin besar E°sel positif, semakin spontan reaksinya.
47.

Sel Daniell terdiri dari elektroda Zn dan Cu. Reaksi yang terjadi pada anoda adalah …

  • A. Zn²⁺ + 2e⁻ → Zn
  • B. Cu²⁺ + 2e⁻ → Cu
  • C. Zn → Zn²⁺ + 2e⁻
  • D. Cu → Cu²⁺ + 2e⁻
Jawaban: C. Zn → Zn²⁺ + 2e⁻.
Pada anoda terjadi oksidasi. Zn teroksidasi melepas elektron menjadi Zn²⁺, sesuai dengan potensial reduksi standar Zn yang lebih negatif.
48.

Potensial elektroda standar (E°) suatu setengah reaksi ditentukan pada kondisi …

  • A. suhu 0°C, tekanan 1 atm, konsentrasi 1 M
  • B. suhu 25°C, tekanan 1 atm, konsentrasi 1 M
  • C. suhu 25°C, tekanan 1 atm, konsentrasi 0,1 M
  • D. suhu 0°C, tekanan 1 atm, konsentrasi 0,1 M
Jawaban: B. suhu 25°C, tekanan 1 atm, konsentrasi 1 M.
Kondisi standar untuk E° adalah suhu 25°C (298 K), tekanan 1 atm, dan konsentrasi 1 M untuk zat terlarut.
49.

Orde reaksi total dari reaksi A + B → C dengan persamaan laju v = k [A]²[B] adalah …

  • A. 1
  • B. 2
  • C. 3
  • D. 4
Jawaban: C. 3.
Orde total adalah jumlah eksponen konsentrasi dalam persamaan laju, yaitu 2 (orde terhadap A) + 1 (orde terhadap B) = 3.
50.

Dalam mekanisme reaksi komposit, langkah yang menentukan laju reaksi adalah langkah …

  • A. tercepat
  • B. terlambat (paling lambat)
  • C. pertama
  • D. terakhir
Jawaban: B. terlambat (paling lambat).
Langkah penentu laju adalah langkah yang paling lambat dalam mekanisme reaksi karena langkah ini menghambat keseluruhan proses.

Persiapkan diri Anda dengan baik menghadapi ujian. Latihan mengerjakan Soal UT secara rutin akan sangat membantu. Pahami format Ujian Tulis Mandiri dan Ujian Online agar Anda tidak kaget saat ujian nanti.

Soal UAS UT ini bisa menjadi bekal berharga Anda. Teruslah berlatih untuk menguasai konsep PEKI4310 Kimia Fisika 2. Dengan dedikasi tinggi, kesuksesan dalam ujian pasti bisa diraih. Selamat belajar dan semoga sukses.

Bagikan

error: Content is protected !!