💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT PEKI4417 Kimia Anorganik 3 dan Kunci Jawaban

Soal UT PEKI4417 Kimia Anorganik 3
Soal UT PEKI4417 Kimia Anorganik 3

Mahasiswa tingkat akhir kerap menghadapi tantangan besar saat mempersiapkan ujian. PEKI4417 Kimia Anorganik 3 menuntut pemahaman mendalam tentang struktur kompleks dan teori ikatan logam. Data menunjukkan tingkat kelulusan mata kuliah ini memerlukan strategi belajar yang terencana.

Satu sumber belajar yang terpercaya dapat membantu Anda menguasai materi lebih cepat. Soal UAS UT sering menguji topik simetri molekul dan spektroskopi. Anda bisa menemukan kumpulan latihan relevan untuk mengukur kesiapan akademik melalui soalut.com.

Mengintegrasikan latihan secara konsisten akan memperkuat pemahaman konsep abstrak. Soal UT menjadi referensi penting untuk memprediksi pola dalam Soal Ujian UT. Persiapkan diri dengan berlatih soal-soal terdahulu secara disiplin.

Soal UT PEKI4417 Kimia Anorganik 3

1.

Apa yang dimaksud dengan bilangan koordinasi dalam senyawa kompleks?

  • A. Jumlah atom pusat dalam kompleks
  • B. Jumlah ligan yang terikat pada atom pusat
  • C. Jumlah muatan pada atom pusat
  • D. Jumlah elektron valensi atom pusat
Jawaban: B. Jumlah ligan yang terikat pada atom pusat.
Bilangan koordinasi adalah jumlah ligan yang terikat langsung pada atom pusat dalam senyawa kompleks.
2.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh ligan monodentat?

  • A. etilendiamina
  • B. 2,2'-bipiridina
  • C. klorida (Cl-)
  • D. etilendiamintetraasetat (EDTA)
Jawaban: C. klorida (Cl-).
Ligan monodentat hanya memiliki satu atom donor, seperti Cl-. Etilendiamina, bipiridina, dan EDTA adalah ligan polidentat.
3.

Senyawa kompleks [Cr(NH3)6]Cl3 memiliki nama sistematik yang benar adalah?

  • A. heksaaminkromium(III) klorida
  • B. kromium heksaamin triklorida
  • C. trikloroheksaaminkromium
  • D. heksaaminkromat(III) klorida
Jawaban: A. heksaaminkromium(III) klorida.
Penamaan mengikuti urutan: jumlah dan nama ligan (heksaamin), nama atom pusat (kromium) dengan bilangan oksidasi (III), lalu anion (klorida).
4.

Isomer yang memiliki rumus kimia sama tetapi struktur ruang berbeda dan tidak dapat diinterkonversi pada suhu kamar disebut isomer?

  • A. struktur
  • B. geometris
  • C. optis
  • D. ionisasi
Jawaban: B. geometris.
Isomer geometris adalah isomer yang memiliki rumus sama tetapi susunan spasial ligan berbeda dan tidak mudah berubah pada suhu kamar, misalnya isomer cis-trans.
5.

Menurut Teori Werner, senyawa kompleks terdiri dari dua jenis ikatan, yaitu ikatan utama dan ikatan samping. Ikatan utama pada [Co(NH3)6]Cl3 terjadi antara?

  • A. Co dengan NH3
  • B. Co dengan Cl
  • C. NH3 dengan Cl
  • D. NH3 dengan NH3
Jawaban: A. Co dengan NH3.
Ikatan utama adalah ikatan antara atom pusat (Co) dengan ligan (NH3) yang membentuk ion kompleks. Ikatan samping adalah ikatan ionik antara ion kompleks dan ion lawan.
6.

Aturan 18 elektron menyatakan bahwa konfigurasi elektron yang stabil pada senyawa kompleks adalah ketika jumlah elektron valensi atom pusat dan elektron yang disumbangkan ligan sama dengan 18. Berapa jumlah elektron yang disumbangkan oleh ligan NH3?

  • A. 1
  • B. 2
  • C. 3
  • D. 4
Jawaban: B. 2.
NH3 adalah ligan netral yang menyumbangkan 2 elektron (pasangan elektron bebas pada N) ke atom pusat.
7.

Berdasarkan Teori Ikatan Valensi, hibridisasi atom pusat pada kompleks [Fe(CN)6]4- (Fe memiliki nomor atom 26) adalah?

  • A. sp3
  • B. d2sp3
  • C. sp3d2
  • D. dsp2
Jawaban: B. d2sp3.
Fe dalam [Fe(CN)6]4- memiliki bilangan oksidasi +2 dan konfigurasi d6. Ligan CN- kuat menyebabkan pasangan elektron, sehingga hibridisasi menjadi d2sp3 (oktahedral).
8.

Dalam Teori Medan Kristal, pemecahan orbital d pada kompleks oktahedral menghasilkan tingkat energi t2g dan eg. Urutan energi yang benar adalah?

  • A. t2g < eg
  • B. t2g = eg
  • C. t2g > eg
  • D. t2g dan eg tidak berurutan
Jawaban: A. t2g < eg.
Dalam medan oktahedral, orbital dxy, dxz, dyz (t2g) memiliki energi lebih rendah daripada orbital dz2 dan dx2-y2 (eg).
9.

Senyawa [Ni(CN)4]2- memiliki geometri segiempat planar. Menurut Teori Orbital Molekul, ikatan antara Ni dan CN- melibatkan orbital atom pusat dengan simetri yang sesuai. Orbital d manakah yang tidak terlibat dalam ikatan sigma?

  • A. dxy
  • B. dxz
  • C. dz2
  • D. dx2-y2
Jawaban: B. dxz.
Dalam kompleks segiempat planar, ikatan sigma melibatkan orbital dx2-y2, dz2, dan dxy. Orbital dxz dan dyz biasanya terlibat dalam ikatan pi.
10.

Warna senyawa kompleks [Cu(NH3)4]2+ adalah biru tua. Warna ini disebabkan oleh?

  • A. pemancaran cahaya biru oleh ion Cu2+
  • B. penyerapan cahaya pada panjang gelombang komplementer biru
  • C. transisi elektronik antara orbital d yang terpecah akibat medan ligan
  • D. refleksi cahaya oleh ligan NH3
Jawaban: C. transisi elektronik antara orbital d yang terpecah akibat medan ligan.
Warna senyawa kompleks transisi logam disebabkan oleh transisi elektron d-d, di mana elektron menyerap energi cahaya tertentu dan memancarkan warna komplementer.
11.

Faktor yang mempengaruhi besarnya pemecahan medan kristal (Δ) pada kompleks oktahedral adalah?

  • A. jenis ligan
  • B. suhu reaksi
  • C. warna ligan
  • D. ukuran kristal
Jawaban: A. jenis ligan.
Besarnya Δ dipengaruhi oleh jenis ligan (deret spektrokimia), bilangan oksidasi atom pusat, dan geometri kompleks.
12.

Dalam spektra elektronik, hukum Beer-Lambert menyatakan hubungan antara absorbansi (A) dengan?

  • A. konsentrasi dan intensitas cahaya
  • B. konsentrasi dan panjang lintasan
  • C. panjang gelombang dan suhu
  • D. warna dan pH
Jawaban: B. konsentrasi dan panjang lintasan.
Hukum Beer-Lambert: A = εbc, di mana A adalah absorbansi, ε adalah absorptivitas molar, b adalah panjang lintasan, dan c adalah konsentrasi.
13.

Spektrum elektronik kompleks [Ti(H2O)6]3+ menunjukkan satu puncak serapan pada sekitar 20.000 cm-1. Transisi elektronik yang terjadi adalah?

  • A. t2g → eg
  • B. eg → t2g
  • C. π → π*
  • D. d → s
Jawaban: A. t2g → eg.
Ti3+ memiliki konfigurasi d1. Transisi elektron dari t2g ke eg (d-d) menghasilkan satu puncak serapan dalam spektrum elektronik.
14.

Kestabilan suatu senyawa kompleks dinyatakan dengan konstanta pembentukan (Kf) yang besar. Faktor yang meningkatkan kestabilan kompleks adalah?

  • A. efek kelat
  • B. ukuran ligan kecil
  • C. muatan atom pusat rendah
  • D. geometri linier
Jawaban: A. efek kelat.
Efek kelat (pengikatan ligan polidentat) meningkatkan kestabilan termodinamika kompleks karena entropi positif.
15.

Reaksi substitusi ligan pada kompleks oktahedral [Co(NH3)5Cl]2+ dengan air menghasilkan [Co(NH3)5H2O]3+. Mekanisme reaksi yang umum terjadi adalah?

  • A. asosiatif (A)
  • B. disosiatif (D)
  • C. pertukaran (I)
  • D. redoks
Jawaban: B. disosiatif (D).
Kompleks Co(III) bersifat inert, reaksi substitusi biasanya melalui mekanisme disosiatif (D) dengan pelepasan ligan Cl- terlebih dahulu.
16.

Ligan SCN- dapat berikatan melalui atom S atau N (ambidentat). Dalam kompleks [Co(SCN)4]2-, ikatan terjadi melalui atom?

  • A. S
  • B. N
  • C. C
  • D. Co
Jawaban: A. S.
Berdasarkan konsep basa keras-lunak (HSAB), Co2+ termasuk asam lunak sehingga lebih suka berikatan dengan basa lunak S dari SCN-.
17.

Energi penstabilan medan kristal (CFSE) untuk kompleks oktahedral dengan konfigurasi d8 dan ligan medan kuat adalah?

  • A. -1.2 Δo
  • B. -0.8 Δo
  • C. -0.6 Δo
  • D. -0.4 Δo
Jawaban: B. -0.8 Δo.
Untuk ligan medan kuat (low spin) d8, konfigurasi elektron: t2g^6 eg^2, CFSE = (6 x -0.4 + 2 x 0.6) Δo = -2.4 + 1.2 = -1.2 Δo? Koreksi: hitung ulang. d8 low spin: t2g^6 eg^2. Setiap elektron t2g: -0.4Δo, eg: +0.6Δo. Total = (6x-0.4)+(2x+0.6) = -2.4+1.2 = -1.2 Δo. Namun perlu diperiksa bahwa jawaban yang benar adalah -1.2 Δo, tetapi opsi yang tepat adalah A. Kesalahan pada opsi. Perbaiki: seharusnya opsi A adalah -1.2 Δo. Saya perbaiki opsi jawaban.
17.

Energi penstabilan medan kristal (CFSE) untuk kompleks oktahedral dengan konfigurasi d8 dan ligan medan kuat adalah?

  • A. -1.2 Δo
  • B. -0.8 Δo
  • C. -0.6 Δo
  • D. -0.4 Δo
Jawaban: A. -1.2 Δo.
Untuk ligan medan kuat (low spin) d8, konfigurasi elektron: t2g^6 eg^2. CFSE = (6 x -0.4) + (2 x 0.6) = -2.4 + 1.2 = -1.2 Δo.
18.

Definisi kimia koordinasi yang paling tepat adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang…

  • A. senyawa yang mengandung atom karbon sebagai pusat
  • B. senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik antara logam dan nonlogam
  • C. senyawa kompleks yang terdiri dari atom pusat logam dan ligan yang terikat melalui ikatan koordinasi
  • D. senyawa yang hanya mengandung ligan anorganik
Jawaban: C. senyawa kompleks yang terdiri dari atom pusat logam dan ligan yang terikat melalui ikatan koordinasi.
Kimia koordinasi mempelajari senyawa kompleks yang terdiri dari atom pusat (biasanya logam) dan ligan yang terikat melalui ikatan koordinasi.
19.

Atom pusat dalam senyawa kompleks biasanya berupa…

  • A. logam alkali
  • B. logam transisi
  • C. nonlogam
  • D. gas mulia
Jawaban: B. logam transisi.
Atom pusat dalam senyawa kompleks umumnya adalah logam transisi karena memiliki orbital d yang kosong untuk menerima pasangan elektron dari ligan.
20.

Dalam tata nama senyawa kompleks menurut IUPAC, urutan penamaan ligan yang benar adalah…

  • A. ligan netral disebut lebih dahulu dari ligan anionik
  • B. ligan anionik disebut lebih dahulu dari ligan netral
  • C. ligan disebut berdasarkan urutan alfabet, tanpa memperhatikan jenis muatan
  • D. ligan disebut berdasarkan ukuran molekulnya
Jawaban: B. ligan anionik disebut lebih dahulu dari ligan netral.
Aturan IUPAC menyebutkan bahwa ligan anionik disebut lebih dahulu, baru kemudian ligan netral, dengan urutan alfabetis.
21.

Berikut ini yang termasuk jenis isomer geometri pada senyawa kompleks dengan rumus [MA4B2] adalah…

  • A. isomer cis dan trans
  • B. isomer optik
  • C. isomer ionisasi
  • D. isomer tautomeri
Jawaban: A. isomer cis dan trans.
Senyawa kompleks [MA4B2] dapat menunjukkan isomer geometri cis (ligan B berdekatan) dan trans (ligan B berseberangan).
22.

Teori Werner menyatakan bahwa bilangan koordinasi logam dalam senyawa kompleks ditentukan oleh…

  • A. jumlah muatan atom pusat
  • B. jumlah ikatan yang terbentuk antara atom pusat dengan ligan
  • C. jumlah elektron valensi atom pusat
  • D. ukuran atom pusat
Jawaban: B. jumlah ikatan yang terbentuk antara atom pusat dengan ligan.
Menurut teori Werner, bilangan koordinasi adalah jumlah atom ligan yang terikat langsung pada atom pusat melalui ikatan koordinasi.
23.

Aturan 18 elektron dalam senyawa kompleks menyatakan bahwa senyawa kompleks yang stabil memiliki jumlah elektron valensi total sebanyak…

  • A. 8 elektron
  • B. 18 elektron
  • C. 32 elektron
  • D. 10 elektron
Jawaban: B. 18 elektron.
Aturan 18 elektron (mirip aturan oktet) menyatakan bahwa senyawa kompleks stabil cenderung memiliki total 18 elektron valensi pada atom pusat.
24.

Dalam teori ikatan valensi pada senyawa kompleks, hibridisasi orbital atom pusat untuk senyawa kompleks tetrahedral adalah…

  • A. sp
  • B. sp2
  • C. sp3
  • D. dsp2
Jawaban: C. sp3.
Senyawa kompleks tetrahedral menggunakan hibridisasi sp3 pada atom pusat, menghasilkan empat orbital hibrida yang setara.
25.

Teori medan kristal menjelaskan bahwa pemecahan orbital d (crystal field splitting) pada kompleks oktahedral menghasilkan tingkat energi…

  • A. t2g dan eg
  • B. eg dan t1u
  • C. a1g dan t2u
  • D. t1g dan t2g
Jawaban: A. t2g dan eg.
Dalam medan kristal oktahedral, orbital d terpecah menjadi dua set: t2g (energi lebih rendah) dan eg (energi lebih tinggi).
26.

Besar energi pemecahan medan kristal (Δ) pada senyawa kompleks dipengaruhi oleh faktor berikut, kecuali…

  • A. jenis atom pusat
  • B. jenis ligan
  • C. bilangan oksidasi atom pusat
  • D. warna kompleks
Jawaban: D. warna kompleks.
Warna kompleks adalah akibat dari Δ, bukan faktor yang memengaruhi besar Δ itu sendiri. Δ dipengaruhi oleh jenis atom pusat, ligan, dan bilangan oksidasi.
27.

Dalam teori orbital molekul untuk kompleks oktahedral, orbital atom pusat yang membentuk orbital molekul dengan ligan adalah…

  • A. orbital s, p, dan d
  • B. orbital s dan p saja
  • C. orbital d saja
  • D. orbital f saja
Jawaban: A. orbital s, p, dan d.
Orbital s, p, dan d dari atom pusat dapat berinteraksi dengan orbital ligan untuk membentuk orbital molekul dalam kompleks oktahedral.
28.

Warna komplementer dari warna kuning (panjang gelombang ~580 nm) adalah…

  • A. merah
  • B. biru
  • C. hijau
  • D. ungu
Jawaban: D. ungu.
Warna komplementer dari kuning adalah ungu (sekitar 400-435 nm), sesuai dengan roda warna komplementer.
29.

Faktor yang mempengaruhi warna senyawa kompleks adalah…

  • A. harga Δ (energi pemecahan medan kristal)
  • B. ukuran ligan
  • C. suhu ruangan
  • D. tekanan atmosfer
Jawaban: A. harga Δ (energi pemecahan medan kristal).
Warna senyawa kompleks ditentukan oleh besar Δ, yang menentukan panjang gelombang cahaya yang diserap, sehingga memengaruhi warna yang tampak.
30.

Dalam spektra elektronik senyawa kompleks, transisi elektronik yang menghasilkan warna sering terjadi pada daerah…

  • A. sinar-X
  • B. ultraviolet-tampak
  • C. inframerah
  • D. gelombang radio
Jawaban: B. ultraviolet-tampak.
Transisi elektronik pada senyawa kompleks, terutama transisi d-d, terjadi pada daerah ultraviolet-tampak (UV-Vis) yang menghasilkan warna.
31.

Kestabilan termodinamika senyawa kompleks dinyatakan dengan konstanta kestabilan (K). Semakin besar nilai K, maka…

  • A. semakin lambat reaksi pembentukan kompleks
  • B. semakin stabil senyawa kompleks tersebut
  • C. semakin besar energi aktivasi
  • D. semakin mudah kompleks terurai
Jawaban: B. semakin stabil senyawa kompleks tersebut.
Konstanta kestabilan (K) yang besar menunjukkan bahwa kesetimbangan pembentukan kompleks bergeser ke arah produk, sehingga kompleks lebih stabil.
32.

Faktor yang mempengaruhi kestabilan senyawa kompleks adalah…

  • A. sifat basa ligan
  • B. warna ligan
  • C. ukuran atom pusat saja
  • D. suhu reaksi
Jawaban: A. sifat basa ligan.
Sifat basa ligan (kemampuan memberikan pasangan elektron) sangat memengaruhi kestabilan kompleks, di mana ligan yang lebih basa cenderung membentuk kompleks lebih stabil.
33.

Dalam kinetika reaksi senyawa kompleks, mekanisme asosiatif ditandai dengan…

  • A. pembentukan intermediet dengan bilangan koordinasi lebih rendah
  • B. pembentukan intermediet dengan bilangan koordinasi lebih tinggi
  • C. pemutusan ikatan lama sebelum pembentukan ikatan baru
  • D. reaksi berlangsung dalam satu tahap tanpa intermediet
Jawaban: B. pembentukan intermediet dengan bilangan koordinasi lebih tinggi.
Mekanisme asosiatif melibatkan penambahan ligan baru terlebih dahulu sehingga intermediet memiliki bilangan koordinasi lebih tinggi dari reaktan.
34.

Contoh reaksi substitusi ligan dengan mekanisme disosiatif adalah…

  • A. [Ni(CN)4]2- + CO → [Ni(CO)4] + CN-
  • B. [Co(NH3)5Cl]2+ + H2O → [Co(NH3)5(H2O)]3+ + Cl-
  • C. [PtCl4]2- + 2NH3 → [PtCl2(NH3)2] + 2Cl-
  • D. [Fe(CN)6]3- + H2O → [Fe(H2O)6]3+ + 6CN-
Jawaban: B. [Co(NH3)5Cl]2+ + H2O → [Co(NH3)5(H2O)]3+ + Cl-.
Reaksi substitusi pada [Co(NH3)5Cl]2+ dengan H2O umumnya melalui mekanisme disosiatif di mana ligan Cl- lepas terlebih dahulu, membentuk intermediet dengan bilangan koordinasi lebih rendah.
35.

Dalam kimia koordinasi, senyawa yang mengandung ion logam pusat yang terikat pada molekul atau ion di sekitarnya disebut sebagai…

  • A. Senyawa kompleks
  • B. Senyawa ionik
  • C. Senyawa kovalen
  • D. Senyawa organik
Jawaban: A. Senyawa kompleks.
Senyawa kompleks adalah senyawa yang terdiri dari atom pusat logam yang terikat pada ligan melalui ikatan koordinasi.
36.

Atom pusat dalam senyawa kompleks biasanya merupakan…

  • A. Non-logam
  • B. Logam transisi
  • C. Gas mulia
  • D. Halogen
Jawaban: B. Logam transisi.
Atom pusat dalam senyawa kompleks umumnya adalah logam transisi karena memiliki orbital d yang dapat menerima pasangan elektron dari ligan.
37.

Penamaan senyawa kompleks [Co(NH3)6]Cl3 menurut tata nama IUPAC yang benar adalah…

  • A. Heksaamin kobalt(III) klorida
  • B. Kobalt(III) heksaamin klorida
  • C. Klorida heksaamin kobalt(III)
  • D. Heksaamin kobalt(III) triklorida
Jawaban: A. Heksaamin kobalt(III) klorida.
Dalam tata nama senyawa kompleks, ligan disebutkan terlebih dahulu diikuti nama atom pusat dengan bilangan oksidasinya, kemudian ion lawan. [Co(NH3)6]Cl3 adalah heksaamin kobalt(III) klorida.
38.

Isomer yang memiliki rumus molekul sama tetapi berbeda dalam susunan atom-atom dalam ruang disebut…

  • A. Isomer geometri
  • B. Isomer struktural
  • C. Isomer optis
  • D. Isomer ionisasi
Jawaban: A. Isomer geometri.
Isomer geometri terjadi ketika atom-atom atau kelompok penyusun memiliki urutan ikatan yang sama tetapi posisinya berbeda dalam ruang, seperti isomer cis-trans.
39.

Menurut Teori Werner, bilangan koordinasi adalah…

  • A. Jumlah elektron valensi atom pusat
  • B. Jumlah ikatan yang terbentuk antara atom pusat dan ligan
  • C. Jumlah ligan yang terikat langsung pada atom pusat
  • D. Jumlah muatan atom pusat
Jawaban: C. Jumlah ligan yang terikat langsung pada atom pusat.
Teori Werner menyatakan bahwa bilangan koordinasi adalah jumlah ligan yang terikat langsung pada atom pusat dalam senyawa kompleks.
40.

Aturan 18 elektron menyatakan bahwa senyawa kompleks yang stabil umumnya memiliki jumlah elektron valensi atom pusat dan elektron dari ligan sebanyak…

  • A. 8 elektron
  • B. 10 elektron
  • C. 16 elektron
  • D. 18 elektron
Jawaban: D. 18 elektron.
Aturan 18 elektron analog dengan aturan oktet dan menyatakan bahwa konfigurasi elektron yang stabil untuk kompleks logam transisi adalah 18 elektron.
41.

Teori Ikatan Valensi (VBT) dalam senyawa kompleks menjelaskan bahwa ikatan antara atom pusat dan ligan terjadi melalui…

  • A. Pembentukan orbital hibrida
  • B. Transfer elektron sepenuhnya
  • C. Pembagian elektron secara merata
  • D. Interaksi elektrostatik murni
Jawaban: A. Pembentukan orbital hibrida.
Teori Ikatan Valensi menjelaskan bahwa ikatan koordinasi melibatkan hibridisasi orbital atom pusat untuk menerima pasangan elektron dari ligan.
42.

Dalam Teori Medan Kristal, pemisahan orbital d pada kompleks oktahedral menghasilkan…

  • A. Dua set orbital: t2g (energi lebih tinggi) dan eg (energi lebih rendah)
  • B. Dua set orbital: t2g (energi lebih rendah) dan eg (energi lebih tinggi)
  • C. Tiga set orbital yang sama energi
  • D. Satu set orbital dengan energi sama
Jawaban: B. Dua set orbital: t2g (energi lebih rendah) dan eg (energi lebih tinggi).
Pada medan kristal oktahedral, orbital d terpecah menjadi t2g (dxy, dyz, dxz) yang berenergi lebih rendah dan eg (dx2-y2, dz2) yang berenergi lebih tinggi.
43.

Jika harga pemisahan medan kristal (Δo) lebih kecil dari energi pasangan elektron (P), maka konfigurasi elektron yang terjadi adalah…

  • A. Spin tinggi (high-spin)
  • B. Spin rendah (low-spin)
  • C. Tidak stabil
  • D. Tidak ada konfigurasi khusus
Jawaban: A. Spin tinggi (high-spin).
Jika Δo < P, elektron cenderung mengisi orbital secara paralel terlebih dahulu (mengikuti aturan Hund) sehingga menghasilkan konfigurasi spin tinggi.
44.

Teori Orbital Molekul (MOT) dalam senyawa kompleks menunjukkan bahwa ikatan antara atom pusat dan ligan dapat bersifat…

  • A. Hanya ionik
  • B. Hanya kovalen
  • C. Ionik dan kovalen
  • D. Logam
Jawaban: C. Ionik dan kovalen.
Teori Orbital Molekul menjelaskan bahwa ikatan dalam kompleks dapat bersifat ionik dan kovalen melalui pembentukan orbital molekul dari kombinasi orbital atom.
45.

Warna komplementer dari warna merah adalah…

  • A. Biru
  • B. Hijau
  • C. Kuning
  • D. Ungu
Jawaban: B. Hijau.
Warna komplementer adalah warna yang saling melengkapi dalam lingkaran warna. Merah komplementer dengan hijau.
46.

Faktor yang mempengaruhi warna senyawa kompleks antara lain adalah…

  • A. Jenis ligan dan bilangan koordinasi
  • B. Suhu dan tekanan
  • C. Massa atom pusat
  • D. Konsentrasi ligan
Jawaban: A. Jenis ligan dan bilangan koordinasi.
Warna senyawa kompleks dipengaruhi oleh jenis ligan karena menentukan kekuatan medan kristal dan besarnya pemisahan orbital d, serta bilangan koordinasi yang mempengaruhi geometri kompleks.
47.

Dalam spektra senyawa kompleks, transisi elektronik yang menyebabkan warna adalah…

  • A. Transisi inti atom
  • B. Transisi d-d
  • C. Transisi vibrasi
  • D. Transisi rotasi
Jawaban: B. Transisi d-d.
Transisi d-d adalah perpindahan elektron antar orbital d yang terpecah akibat medan ligan, yang menghasilkan serapan cahaya tampak dan menyebabkan warna pada senyawa kompleks.
48.

Kestabilan senyawa kompleks ditentukan oleh konstanta pembentukan (Kf). Semakin besar nilai Kf, maka…

  • A. Kompleks semakin tidak stabil
  • B. Kompleks semakin stabil
  • C. Kompleks mudah terurai
  • D. Kompleks tidak terbentuk
Jawaban: B. Kompleks semakin stabil.
Konstanta pembentukan (Kf) adalah ukuran kestabilan termodinamika kompleks. Semakin besar Kf, semakin stabil kompleks tersebut.
49.

Mekanisme reaksi substitusi ligan dalam senyawa kompleks yang melibatkan pembentukan intermediet dengan bilangan koordinasi lebih tinggi disebut…

  • A. Mekanisme disosiatif (D)
  • B. Mekanisme asosiatif (A)
  • C. Mekanisme interchange (I)
  • D. Mekanisme radikal
Jawaban: B. Mekanisme asosiatif (A).
Mekanisme asosiatif (A) terjadi ketika ligan baru berikatan terlebih dahulu dengan atom pusat membentuk intermediet dengan bilangan koordinasi lebih tinggi sebelum ligan lama lepas.
50.

Dalam kinetika reaksi senyawa kompleks, laju reaksi yang hanya bergantung pada konsentrasi kompleks menunjukkan orde reaksi…

  • A. Orde nol
  • B. Orde satu
  • C. Orde dua
  • D. Orde tiga
Jawaban: B. Orde satu.
Jika laju reaksi hanya bergantung pada konsentrasi kompleks dan tidak pada ligan, maka reaksi tersebut mengikuti hukum laju orde satu terhadap kompleks.

Selesaikan soal-soal ini dengan percaya diri. Ingatlah bahwa ujian UT menggunakan format UTM dan UO untuk menilai pemahaman Anda secara menyeluruh. Latihan ini adalah kunci untuk meraih hasil terbaik.

Semoga latihan ini membantu Anda menguasai materi Soal UAS UT dengan lebih mantap. Teruslah berusaha dan yakinkan diri Anda bahwa kesuksesan menanti di PEKI4417 Kimia Anorganik 3. Selamat belajar dan semoga sukses.

Bagikan

error: Content is protected !!