💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT PEKI4420 Praktikum Kimia 2 dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT PEKI4420 Praktikum Kimia 2
Soal UT PEKI4420 Praktikum Kimia 2

Banyak mahasiswa mengalami kesulitan memahami konsep reaksi redoks dan titrasi kompleksometri dalam PEKI4420 Praktikum Kimia 2. Tantangan ini sering muncul karena keterbatasan waktu praktik langsung di laboratorium. Akibatnya, persiapan menghadapi ujian akhir semester menjadi kurang optimal.

Soal UT dari soalut.com dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Mahasiswa perlu banyak berlatih mengerjakan berbagai tipe soal agar terbiasa dengan pola ujian. Soal UT untuk praktikum kimia ini mencakup perhitungan konsentrasi hingga interpretasi data percobaan.

Kesulitan lain adalah memahami prosedur kerja alat seperti spektrofotometer dan pH meter. Soal UAS UT biasanya menguji kemampuan membaca grafik hasil percobaan. Soal Ujian UT sering menekankan pada analisis kesalahan praktikum. Semua ini membutuhkan latihan intensif dan pemahaman teori yang kuat.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT PEKI4420 Praktikum Kimia 2

1.

Dalam titrasi potensiometri, fungsi utama dari elektroda indikator adalah untuk…

  • A. Mengukur volume titran yang ditambahkan
  • B. Mengukur perubahan potensial selama titrasi
  • C. Mempertahankan pH larutan tetap stabil
  • D. Mengaduk larutan agar homogen
Jawaban: B. Mengukur perubahan potensial selama titrasi.
Elektroda indikator dalam titrasi potensiometri berfungsi untuk merespon perubahan konsentrasi ion dalam larutan, menghasilkan perubahan potensial listrik yang terukur.
2.

Pada kegiatan pembakuan larutan KOH dengan titrasi potensiometri, jenis elektroda yang tepat digunakan sebagai elektroda indikator adalah…

  • A. Elektroda kalomel
  • B. Elektroda kaca
  • C. Elektroda perak-perak klorida
  • D. Elektroda platina
Jawaban: B. Elektroda kaca.
Elektroda kaca sensitif terhadap perubahan konsentrasi ion H+, sehingga tepat digunakan sebagai elektroda indikator dalam titrasi asam-basa seperti pembakuan KOH.
3.

Dalam titrasi konduktometri, titik ekivalen ditunjukkan oleh…

  • A. Perubahan warna larutan secara tajam
  • B. Penurunan pH secara drastis
  • C. Perubahan kemiringan grafik konduktivitas terhadap volume titran
  • D. Konduktivitas yang konstan pada seluruh titrasi
Jawaban: C. Perubahan kemiringan grafik konduktivitas terhadap volume titran.
Titrasi konduktometri mengukur perubahan daya hantar listrik larutan. Titik ekivalen terlihat dari perubahan kemiringan kurva hubungan konduktivitas vs volume titran.
4.

Daya hantar listrik suatu larutan bergantung pada faktor-faktor berikut, kecuali…

  • A. Jumlah ion dalam larutan
  • B. Mobilitas ion
  • C. Suhu larutan
  • D. Volume larutan total
Jawaban: D. Volume larutan total.
Daya hantar listrik ditentukan oleh jumlah ion, muatan, mobilitas, dan suhu, bukan oleh volume larutan total secara langsung (konsentrasi yang berpengaruh).
5.

Pada penentuan kadar timbal (Pb) dalam air secara titrasi konduktometri, titran yang biasa digunakan adalah…

  • A. Asam klorida (HCl)
  • B. Natrium hidroksida (NaOH)
  • C. Natrium sulfat (Na2SO4)
  • D. Kalium permanganat (KMnO4)
Jawaban: C. Natrium sulfat (Na2SO4).
Timbal diendapkan sebagai PbSO4. Natrium sulfat (Na2SO4) sering digunakan sebagai titran untuk mengendapkan Pb2+ dalam titrasi konduktometri.
6.

Dalam kolorimetri visual, prinsip utama penentuan kadar besi (Fe) adalah membandingkan…

  • A. Volume larutan sampel dan standar
  • B. Intensitas warna larutan sampel dengan standar
  • C. Berat endapan yang terbentuk
  • D. Suhu larutan sampel dan standar
Jawaban: B. Intensitas warna larutan sampel dengan standar.
Kolorimetri visual membandingkan warna larutan sampel dengan seri larutan standar (konsentrasi diketahui) untuk menentukan konsentrasi analit.
7.

Kurva serapan suatu zat warna menunjukkan hubungan antara…

  • A. Konsentrasi dan volume
  • B. Panjang gelombang dan absorbansi
  • C. Waktu dan suhu
  • D. pH dan daya hantar listrik
Jawaban: B. Panjang gelombang dan absorbansi.
Kurva serapan (spektrum) adalah plot absorbansi sebagai fungsi panjang gelombang, digunakan untuk menentukan panjang gelombang maksimum serapan.
8.

Sifat aditif dua komponen dalam spektrofotometri sinar tampak dapat diuji berdasarkan…

  • A. Hukum Lambert-Beer yang menyatakan absorbansi total adalah jumlah absorbansi masing-masing komponen
  • B. Hukum kekekalan massa
  • C. Prinsip titrasi asam-basa
  • D. Teori keseimbangan kimia
Jawaban: A. Hukum Lambert-Beer yang menyatakan absorbansi total adalah jumlah absorbansi masing-masing komponen.
Pada campuran dua komponen yang tidak saling bereaksi, absorbansi total pada suatu panjang gelombang adalah jumlah absorbansi masing-masing komponen (hukum aditif).
9.

Bahan aktif yang berfungsi sebagai pembersih utama (surfaktan) dalam pembuatan sampo adalah…

  • A. Parfum
  • B. Natrium lauril sulfat (SLS)
  • C. Air suling
  • D. Gliserin
Jawaban: B. Natrium lauril sulfat (SLS).
Natrium lauril sulfat (SLS) adalah surfaktan anionik yang bertanggung jawab sebagai agen pembersih dan pembusa dalam sampo.
10.

Pada pembuatan sediaan sabun, reaksi saponifikasi melibatkan reaksi antara…

  • A. Asam karboksilat dan alkohol
  • B. Minyak/lemak dan basa kuat (NaOH atau KOH)
  • C. Gliserol dan asam lemak
  • D. Surfaktan dan pewangi
Jawaban: B. Minyak/lemak dan basa kuat (NaOH atau KOH).
Saponifikasi adalah reaksi hidrolisis lemak atau minyak dengan basa kuat (seperti NaOH untuk sabun padat atau KOH untuk sabun cair) menghasilkan sabun dan gliserol.
11.

Krim anti UV mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai…

  • A. Antibakteri
  • B. Tabir surya (sunscreen)
  • C. Pelembab
  • D. Pewangi
Jawaban: B. Tabir surya (sunscreen).
Bahan aktif dalam krim anti UV, seperti avobenzone atau zinc oxide, berfungsi melindungi kulit dari radiasi ultraviolet.
12.

Analisis BOD (Biochemical Oxygen Demand) mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh…

  • A. Bakteri untuk mengoksidasi bahan organik dalam air
  • B. Zat kimia untuk menguraikan polutan
  • C. Ikan untuk bernapas dalam air limbah
  • D. Fotosintesis oleh alga
Jawaban: A. Bakteri untuk mengoksidasi bahan organik dalam air.
BOD adalah jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh mikroorganisme (bakteri) untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah secara biologis.
13.

Dalam penetapan COD (Chemical Oxygen Demand), oksidator kuat yang sering digunakan adalah…

  • A. Oksigen terlarut
  • B. Kalium dikromat (K2Cr2O7)
  • C. Hidrogen peroksida (H2O2)
  • D. Natrium klorida (NaCl)
Jawaban: B. Kalium dikromat (K2Cr2O7).
Kalium dikromat dalam suasana asam merupakan oksidator kuat yang lazim untuk mengoksidasi bahan organik dalam uji COD.
14.

Dalam sintesis amil asetat, reaksi esterifikasi terjadi antara…

  • A. Asam asetat dan etanol
  • B. Asam asetat dan amil alkohol
  • C. Asam benzoat dan metanol
  • D. Asam propionat dan butanol
Jawaban: B. Asam asetat dan amil alkohol.
Amil asetat adalah ester dari asam asetat dan amil alkohol (pentanol) melalui reaksi esterifikasi.
15.

Asam pikrat (2,4,6-trinitrofenol) diperoleh melalui reaksi nitrasi fenol. Sifat khusus asam pikrat adalah…

  • A. Bersifat sebagai basa kuat
  • B. Mudah meledak dalam keadaan kering
  • C. Larut sempurna dalam minyak
  • D. Tidak berwarna
Jawaban: B. Mudah meledak dalam keadaan kering.
Asam pikrat merupakan senyawa nitro eksplosif yang mudah meledak jika kering atau terkena guncangan.
16.

Dalam isolasi kafein dari daun teh, pelarut yang umum digunakan untuk ekstraksi adalah…

  • A. Air dingin
  • B. Kloroform atau diklorometana
  • C. Etanol pekat
  • D. Minyak tanah
Jawaban: B. Kloroform atau diklorometana.
Kafein lebih larut dalam pelarut organik seperti kloroform atau diklorometana daripada air panas, sehingga diekstraksi menggunakan pelarut organik.
17.

Pada penentuan bilangan koordinasi senyawa kompleks, parameter yang diukur untuk menentukan jumlah ligan adalah…

  • A. pH larutan
  • B. Konduktivitas molar
  • C. Suhu dekomposisi
  • D. Kelarutan dalam air
Jawaban: B. Konduktivitas molar.
Konduktivitas molar larutan senyawa kompleks dapat memberikan informasi tentang jumlah ion yang dihasilkan, yang berkaitan dengan bilangan koordinasi.
18.

Dalam titrasi potensiometri untuk pembakuan larutan KOH, elektroda yang digunakan adalah pasangan elektroda indikator dan elektroda referensi. Manakah dari berikut ini yang merupakan fungsi elektroda indikator dalam titrasi tersebut?

  • A. Menjaga potensial tetap konstan selama titrasi
  • B. Mengukur perubahan potensial larutan karena perubahan konsentrasi ion H+
  • C. Menstabilkan suhu larutan
  • D. Menentukan titik akhir titrasi secara visual
Jawaban: B. Mengukur perubahan potensial larutan karena perubahan konsentrasi ion H+.
Elektroda indikator (seperti elektroda kaca) merespons perubahan aktivitas ion H+ dalam larutan, sehingga potensialnya berubah selama titrasi, sedangkan elektroda referensi memberikan potensial tetap.
19.

Pada penentuan tetapan dissosiasi asam lemah (Ka) dengan titrasi potensiometri, titik ekuivalen ditentukan dari kurva titrasi. Bagaimana cara menentukan titik ekuivalen tersebut?

  • A. Mencari pH pada awal titrasi
  • B. Mencari titik tengah kurva titrasi
  • C. Mencari titik infleksi atau perubahan potensial terbesar dari kurva titrasi
  • D. Mencari volume titran saat pH larutan netral
Jawaban: C. Mencari titik infleksi atau perubahan potensial terbesar dari kurva titrasi.
Titik ekuivalen pada titrasi potensiometri ditandai dengan perubahan potensial (atau pH) yang paling tajam, yaitu titik infleksi pada kurva titrasi.
20.

Dalam praktikum konduktometri, daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada beberapa faktor. Manakah faktor yang paling memengaruhi daya hantar listrik suatu larutan?

  • A. Volume larutan
  • B. Warna larutan
  • C. Konsentrasi dan jenis ion dalam larutan
  • D. Suhu ruangan yang konstan
Jawaban: C. Konsentrasi dan jenis ion dalam larutan.
Daya hantar listrik larutan elektrolit ditentukan oleh jumlah dan mobilitas ion-ion yang ada; semakin tinggi konsentrasi ion dan semakin besar muatannya, semakin besar daya hantarnya.
21.

Dalam penetapan kadar timbal dalam air secara titrasi konduktometri, titran yang digunakan bereaksi dengan ion timbal membentuk endapan. Perubahan konduktivitas yang diamati selama titrasi disebabkan oleh apa?

  • A. Peningkatan jumlah ion H+
  • B. Perubahan konsentrasi ion dalam larutan akibat pembentukan endapan dan penambahan titran
  • C. Perubahan suhu larutan
  • D. Perubahan warna larutan
Jawaban: B. Perubahan konsentrasi ion dalam larutan akibat pembentukan endapan dan penambahan titran.
Selama titrasi konduktometri, konduktivitas larutan berubah karena ion-ion digantikan oleh ion lain dari titran atau karena pembentukan endapan yang mengurangi jumlah ion bebas.
22.

Pada kolorimetri visual untuk penentuan kadar besi, prinsip dasar yang digunakan adalah membandingkan intensitas warna antara larutan sampel dan larutan standar. Mengapa larutan standar harus dibuat dengan konsentrasi yang bervariasi?

  • A. Untuk menentukan panjang gelombang maksimum
  • B. Untuk membedakan jenis kation besi
  • C. Untuk mencocokkan warna sampel dengan salah satu standar
  • D. Untuk mengukur absorbansi menggunakan spektrofotometer
Jawaban: C. Untuk mencocokkan warna sampel dengan salah satu standar.
Dalam kolorimetri visual, sampel dibandingkan secara visual dengan seri standar yang konsentrasinya diketahui; konsentrasi sampel ditentukan oleh standar yang memiliki intensitas warna paling dekat.
23.

Dalam penentuan kurva serapan beberapa zat warna menggunakan spektrofotometer sinar tampak, mengapa perlu diukur absorbansi pada berbagai panjang gelombang?

  • A. Untuk menentukan konsentrasi zat
  • B. Untuk mengetahui panjang gelombang maksimum serapan zat
  • C. Untuk mengencerkan sampel
  • D. Untuk menghitung massa molar zat
Jawaban: B. Untuk mengetahui panjang gelombang maksimum serapan zat.
Kurva serapan dibuat dengan mengukur absorbansi pada rentang panjang gelombang untuk mengidentifikasi panjang gelombang di mana serapan maksimum terjadi, yang spesifik untuk setiap zat.
24.

Dalam praktikum menguji sifat aditif dua komponen dengan teknik spektrofotometri sinar tampak, hukum yang mendasari bahwa absorbansi total suatu campuran adalah jumlah absorbansi masing-masing komponen pada panjang gelombang tertentu disebut hukum apa?

  • A. Hukum Lambert-Beer
  • B. Hukum Aditivitas Absorbansi
  • C. Hukum Kesetimbangan Kimia
  • D. Hukum Kekekalan Massa
Jawaban: B. Hukum Aditivitas Absorbansi.
Sifat aditif absorbansi menyatakan bahwa pada panjang gelombang tertentu, absorbansi total campuran sama dengan jumlah absorbansi masing-masing komponen penyusunnya, asalkan tidak terjadi interaksi.
25.

Dalam pembuatan sampo, surfaktan merupakan bahan utama yang berfungsi sebagai pembersih. Manakah dari berikut ini yang merupakan fungsi surfaktan dalam formula sampo?

  • A. Mengentalkan produk
  • B. Menurunkan tegangan permukaan air sehingga kotoran dapat terangkat
  • C. Memberikan aroma wangi
  • D. Melindungi rambut dari sinar UV
Jawaban: B. Menurunkan tegangan permukaan air sehingga kotoran dapat terangkat.
Surfaktan memiliki gugus hidrofilik dan lipofilik yang dapat menurunkan tegangan permukaan air, memungkinkan kotoran dan minyak teremulsi dan terbilas.
26.

Pada pembuatan sediaan sabun, reaksi saponifikasi melibatkan reaksi antara lemak atau minyak dengan basa kuat. Produk utama yang dihasilkan dari reaksi ini adalah apa?

  • A. Asam lemak dan gliserol
  • B. Sabun dan gliserol
  • C. Ester dan air
  • D. Alkohol dan asam karboksilat
Jawaban: B. Sabun dan gliserol.
Reaksi saponifikasi antara trigliserida (lemak/minyak) dengan basa (misalnya NaOH) menghasilkan sabun (garam asam lemak) dan gliserol sebagai produk samping.
27.

Dalam pembuatan krim anti UV, bahan aktif yang berfungsi menyerap atau memantulkan sinar ultraviolet adalah tabir surya. Manakah sifat penting yang harus dimiliki bahan tabir surya dalam formula krim?

  • A. Larut dalam air
  • B. Tidak berwarna dan tidak berbau
  • C. Memiliki kemampuan menyerap sinar UV pada rentang panjang gelombang tertentu
  • D. Bersifat asam kuat
Jawaban: C. Memiliki kemampuan menyerap sinar UV pada rentang panjang gelombang tertentu.
Bahan tabir surya harus dapat menyerap atau memantulkan sinar UV pada rentang UVA dan/atau UVB untuk melindungi kulit dari efek berbahaya sinar matahari.
28.

Analisis BOD (Biochemical Oxygen Demand) pada sampel air limbah mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik. Mengapa sampel diinkubasi selama 5 hari pada suhu 20°C?

  • A. Untuk membunuh mikroorganisme
  • B. Untuk mengendapkan partikel padat
  • C. Untuk kondisi standar penguraian bahan organik oleh mikroorganisme
  • D. Untuk oksidasi kimia bahan organik
Jawaban: C. Untuk kondisi standar penguraian bahan organik oleh mikroorganisme.
BOD5 diukur pada kondisi standar (inkubasi 5 hari, 20°C) untuk memungkinkan mikroorganisme menguraikan bahan organik secara biologis dalam waktu dan suhu yang seragam.
29.

Dalam penetapan COD (Chemical Oxygen Demand) air limbah, prinsipnya adalah mengoksidasi bahan organik secara kimia. Reagen apa yang umum digunakan sebagai oksidator kuat dalam metode COD?

  • A. Kalium permanganat
  • B. Natrium tiosulfat
  • C. Kalium dikromat
  • D. Asam klorida
Jawaban: C. Kalium dikromat.
COD biasanya ditetapkan dengan menggunakan kalium dikromat (K2Cr2O7) sebagai oksidator dalam suasana asam, yang mengoksidasi hampir semua senyawa organik.
30.

Analisis polutan organik total (TOC) dalam air limbah mengukur jumlah karbon yang terkait dengan senyawa organik. Prinsip dasar pengukuran TOC adalah mengoksidasi karbon organik menjadi gas apa yang kemudian diukur?

  • A. CO2
  • B. CO
  • C. CH4
  • D. O2
Jawaban: A. CO2.
Semua karbon organik dioksidasi menjadi karbon dioksida (CO2) melalui pembakaran atau oksidasi kimia, dan jumlah CO2 yang dihasilkan sebanding dengan TOC.
31.

Dalam sintesis amil asetat (ester pisang), reaksi yang terjadi antara asam asetat dan amil alkohol menggunakan katalis asam sulfat. Apa fungsi utama asam sulfat dalam reaksi esterifikasi ini?

  • A. Menurunkan suhu reaksi
  • B. Mengikat air yang terbentuk
  • C. Mempercepat reaksi dengan mengaktifkan gugus karboksil
  • D. Menetralkan produk akhir
Jawaban: C. Mempercepat reaksi dengan mengaktifkan gugus karboksil.
Asam sulfat sebagai katalis asam mempercepat reaksi esterifikasi dengan memprotonasi gugus karbonil asam asetat, membuatnya lebih reaktif terhadap serangan nukleofilik alkohol.
32.

Dalam sintesis asam pikrat dari fenol melalui nitrasi, mengapa perlu dilakukan pengontrolan suhu yang ketat?

  • A. Untuk mencegah penguapan fenol
  • B. Untuk mencegah pembentukan produk samping yang tidak diinginkan dan ledakan karena reaksi eksotermik
  • C. Untuk mempercepat reaksi
  • D. Untuk memisahkan asam pikrat dari air
Jawaban: B. Untuk mencegah pembentukan produk samping yang tidak diinginkan dan ledakan karena reaksi eksotermik.
Nitrasi fenol sangat eksotermik; jika suhu tidak dikontrol (biasanya dingin), reaksi dapat berlangsung terlalu cepat dan menghasilkan produk samping atau bahkan ledakan.
33.

Dalam analisis kuantitatif protein, metode Lowry sering digunakan. Prinsip metode Lowry didasarkan pada reaksi protein dengan reagen yang menghasilkan warna. Reagen apa yang bereaksi dengan ikatan peptida dan gugus tirosin/triptofan?

  • A. Reagen biuret dan reagen Folin-Ciocalteu
  • B. Reagen ninhidrin
  • C. Asam sulfat pekat
  • D. Iodin
Jawaban: A. Reagen biuret dan reagen Folin-Ciocalteu.
Metode Lowry melibatkan reaksi biuret (reaksi dengan ikatan peptida) dan reagen Folin-Ciocalteu yang bereaksi terutama dengan gugus tirosin dan triptofan, menghasilkan warna biru yang diukur secara spektrofotometri.
34.

Dalam isolasi kafein dari daun teh, metode yang umum digunakan adalah ekstraksi dengan pelarut organik. Setelah ekstraksi, pelarut diuapkan untuk mendapatkan kafein. Sifat kafein apa yang memungkinkan metode ini berhasil?

  • A. Kafein mudah larut dalam air dingin
  • B. Kafein lebih larut dalam pelarut organik seperti kloroform dibandingkan air pada suhu kamar
  • C. Kafein bersifat asam kuat
  • D. Kafein mudah menguap
Jawaban: B. Kafein lebih larut dalam pelarut organik seperti kloroform dibandingkan air pada suhu kamar.
Kafein lebih mudah larut dalam pelarut organik (misalnya kloroform) dibandingkan dengan air, sehingga dapat diekstraksi dari daun teh. Setelah ekstraksi, pelarut diuapkan karena kafein tidak mudah menguap.
35.

Pada isolasi nikotin dari daun tembakau, prinsip yang digunakan adalah ekstraksi dengan pelarut. Setelah isolasi, penetapan kadar nikotin dilakukan secara titrasi bebas air. Mengapa titrasi bebas air digunakan untuk nikotin?

  • A. Nikotin tidak larut dalam air
  • B. Nikotin bersifat basa lemah dan titrasi dalam air kurang tajam titik akhirnya
  • C. Nikotin menguap dalam air
  • D. Pelarut air mengoksidasi nikotin
Jawaban: B. Nikotin bersifat basa lemah dan titrasi dalam air kurang tajam titik akhirnya.
Nikotin adalah basa lemah; titrasi dalam air memberikan titik akhir yang kurang jelas karena pH perubahan kecil. Titrasi bebas air (misal dengan asam perklorat dalam asam asetat glasial) meningkatkan ketajaman titik akhir.
36.

Dalam menentukan bilangan koordinasi senyawa kompleks, data yang diperlukan biasanya diperoleh dari analisis komposisi. Apa yang dimaksud dengan bilangan koordinasi dalam senyawa kompleks?

  • A. Jumlah ion logam pusat dalam senyawa
  • B. Jumlah ligan yang terikat langsung pada ion logam pusat
  • C. Jumlah muatan total senyawa kompleks
  • D. Jumlah atom dalam ligan
Jawaban: B. Jumlah ligan yang terikat langsung pada ion logam pusat.
Bilangan koordinasi adalah jumlah atom donor dari ligan yang terkoordinasi langsung dengan ion logam pusat dalam kompleks.
37.

Pada penentuan tetapan pembentukan senyawa kompleks, metode spektrofotometri sering digunakan dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang tertentu. Perubahan absorbansi selama titrasi mencerminkan apa?

  • A. Perubahan pH larutan
  • B. Perubahan konsentrasi kompleks yang terbentuk
  • C. Perubahan suhu
  • D. Perubahan volume larutan
Jawaban: B. Perubahan konsentrasi kompleks yang terbentuk.
Tetapan pembentukan (Kf) ditentukan dengan mengukur konsentrasi kompleks pada berbagai kondisi; absorbansi pada panjang gelombang tertentu sebanding dengan konsentrasi kompleks yang menyerap cahaya.
35.

Dalam titrasi potensiometri untuk pembakuan larutan KOH, elektroda yang digunakan adalah elektroda indikator dan elektroda referensi. Elektroda indikator yang tepat untuk mendeteksi perubahan konsentrasi ion H+ adalah…

  • A. Elektroda kalomel
  • B. Elektroda perak-perak klorida
  • C. Elektroda gelas
  • D. Elektroda platina
Jawaban: C. Elektroda gelas.
Elektroda gelas adalah elektroda indikator yang sensitif terhadap perubahan konsentrasi ion H+ dan banyak digunakan dalam titrasi potensiometri asam-basa.
36.

Pada kegiatan penentuan tetapan dissosiasi asam lemah dengan titrasi potensiometri, data yang diperoleh dari titrasi adalah hubungan antara volume titran dengan pH. Harga Ka asam lemah dapat ditentukan pada saat…

  • A. pH sama dengan pKa
  • B. Volume titran setengah dari volume ekuivalen
  • C. Volume titran setara dengan volume ekuivalen
  • D. pH larutan sama dengan 7
Jawaban: B. Volume titran setengah dari volume ekuivalen.
Pada titik setengah netralisasi (volume titran setengah dari volume ekuivalen), konsentrasi asam lemah sama dengan konsentrasi garamnya, sehingga pH = pKa dan Ka dapat dihitung.
37.

  • A. Warna larutan
  • B. Suhu dan konsentrasi ion
  • C. Volume larutan
  • D. Tekanan udara
Jawaban: B. Suhu dan konsentrasi ion.
Daya hantar listrik larutan dipengaruhi oleh suhu (mobilitas ion) dan konsentrasi ion dalam larutan, bukan volume atau warna.
38.

Dalam penetapan kadar timbal dalam air secara titrasi konduktometri, larutan timbal dititrasi dengan larutan standar EDTA. Pada titik ekuivalen titrasi, perubahan konduktivitas larutan akan…

  • A. Meningkat tajam karena terbentuk kompleks
  • B. Menurun drastis karena ion Pb2+ habis
  • C. Menunjukkan perubahan gradien yang jelas
  • D. Tetap konstan sepanjang titrasi
Jawaban: C. Menunjukkan perubahan gradien yang jelas.
Pada titrasi konduktometri, titik ekuivalen ditandai dengan perubahan gradien (kemiringan) kurva konduktivitas terhadap volume titran karena perubahan jumlah dan jenis ion.
39.

Pada penentuan kadar besi dengan kolorimetri visual, warna larutan dibandingkan dengan warna larutan standar. Prinsip dasar metode ini adalah…

  • A. Hukum Beer-Lambert
  • B. Hukum Faraday
  • C. Hukum Avogadro
  • D. Hukum Henry
Jawaban: A. Hukum Beer-Lambert.
Kolorimetri visual menggunakan prinsip Hukum Beer-Lambert, di mana intensitas warna berbanding lurus dengan konsentrasi zat.
40.

Dalam penentuan kurva serapan beberapa zat warna menggunakan spektrofotometri sinar tampak, panjang gelombang maksimum (λ maks) adalah panjang gelombang di mana…

  • A. Transmitansi tertinggi
  • B. Serapan (absorbansi) tertinggi
  • C. Energi foton minimum
  • D. Warna zat paling cerah
Jawaban: B. Serapan (absorbansi) tertinggi.
λ maks adalah panjang gelombang di mana suatu zat menyerap cahaya paling kuat, ditandai dengan absorbansi maksimum.
41.

Untuk menguji sifat aditif dua komponen dengan teknik spektrofotometri sinar tampak, langkah pertama yang harus dilakukan adalah…

  • A. Membuat kurva kalibrasi masing-masing komponen
  • B. Mencampur kedua komponen secara langsung
  • C. Mengukur absorbansi campuran pada λ sembarang
  • D. Menentukan panjang gelombang isosbestik
Jawaban: D. Menentukan panjang gelombang isosbestik.
Penentuan panjang gelombang isosbestik penting untuk memastikan bahwa absorbansi total merupakan jumlah absorbansi masing-masing komponen, sehingga sifat aditif dapat diuji.
42.

Dalam pembuatan formula kosmetik sampo, bahan surfaktan utama yang berfungsi sebagai pembersih adalah…

  • A. Parfum
  • B. Sodium lauryl sulfate
  • C. Gliserin
  • D. Asam sitrat
Jawaban: B. Sodium lauryl sulfate.
Sodium lauryl sulfate adalah surfaktan anionik yang umum digunakan dalam sampo sebagai bahan pembersih utama.
43.

Pada pembuatan sediaan sabun, reaksi saponifikasi terjadi antara lemak atau minyak dengan basa kuat. Produk utama dari reaksi ini adalah…

  • A. Gliserol dan sabun
  • B. Asam lemak dan air
  • C. Ester dan air
  • D. Garam dan alkohol
Jawaban: A. Gliserol dan sabun.
Reaksi saponifikasi antara lemak (trigliserida) dengan basa menghasilkan gliserol dan sabun (garam asam lemak).
44.

Dalam pembuatan sediaan kosmetik cream anti UV, bahan aktif yang berfungsi melindungi kulit dari sinar UV adalah…

  • A. Emulsifier
  • B. Titanium dioksida
  • C. Parfum
  • D. Air murni
Jawaban: B. Titanium dioksida.
Titanium dioksida adalah bahan yang dapat menyerap dan menyebarkan sinar UV, sehingga sering digunakan sebagai tabir surya dalam krim anti UV.
45.

Analisis BOD (Biochemical Oxygen Demand) pada sampel air limbah mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organik. Prinsip dasar analisis BOD adalah…

  • A. Dekantasi
  • B. Inkubasi selama 5 hari pada suhu 20°C
  • C. Destilasi
  • D. Ekstraksi pelarut
Jawaban: B. Inkubasi selama 5 hari pada suhu 20°C.
BOD diukur dengan menginkubasi sampel air pada suhu 20°C selama 5 hari dalam gelap, lalu mengukur penurunan oksigen terlarut.
46.

Penetapan COD (Chemical Oxygen Demand) dalam air limbah menggunakan oksidator kuat untuk mengoksidasi bahan organik. Oksidator yang umum digunakan dalam metode COD adalah…

  • A. KMnO4
  • B. K2Cr2O7
  • C. H2O2
  • D. Na2S2O3
Jawaban: B. K2Cr2O7.
Kalium dikromat (K2Cr2O7) adalah oksidator kuat yang umum digunakan dalam analisis COD karena kemampuannya mengoksidasi hampir semua senyawa organik.
47.

Analisis polutan organik total (TOC) dalam air limbah mengukur kandungan karbon organik total. Metode yang tepat untuk mengukur TOC adalah…

  • A. Titrasi asam-basa
  • B. Oksidasi dengan pemanasan tinggi dan deteksi CO2
  • C. Kolorimetri
  • D. Gravimetri
Jawaban: B. Oksidasi dengan pemanasan tinggi dan deteksi CO2.
TOC diukur dengan mengoksidasi karbon organik menjadi CO2 (misalnya melalui pembakaran) dan mendeteksi jumlah CO2 yang dihasilkan.
48.

Pada sintesis amil asetat, reaksi esterifikasi terjadi antara asam asetat dan amil alkohol dengan bantuan katalis asam. Produk yang dihasilkan adalah…

  • A. Ester dan air
  • B. Aldehid dan air
  • C. Keton dan air
  • D. Eter dan air
Jawaban: A. Ester dan air.
Reaksi esterifikasi antara asam karboksilat (asam asetat) dan alkohol (amil alkohol) menghasilkan ester (amil asetat) dan air.
49.

Sintesis asam pikrat dilakukan melalui reaksi nitrasi fenol. Gugus yang terikat pada cincin benzena dalam asam pikrat adalah…

  • A. Tiga gugus hidroksil
  • B. Tiga gugus nitro dan satu gugus hidroksil
  • C. Satu gugus nitro dan dua gugus amin
  • D. Dua gugus kloro dan satu gugus metil
Jawaban: B. Tiga gugus nitro dan satu gugus hidroksil.
Asam pikrat (2,4,6-trinitrofenol) memiliki tiga gugus nitro (-NO2) dan satu gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin benzena.
50.

Dalam analisis kuantitatif protein menggunakan metode Kjeldahl, kandungan protein ditentukan berdasarkan pengukuran…

  • A. Karbon
  • B. Hidrogen
  • C. Nitrogen
  • D. Oksigen
Jawaban: C. Nitrogen.
Metode Kjeldahl mengukur jumlah nitrogen organik dalam sampel. Kandungan protein kemudian dihitung dengan mengalikan kadar nitrogen dengan faktor konversi (biasanya 6,25).

Demikianlah panduan singkat untuk mempersiapkan UAS ini. Ingatlah bahwa latihan soal membiasakan diri dengan format Ujian Take Home (UTM) dan Ujian Online (UO) sangatlah penting. Kerjakan setiap Soal UAS UT secara teliti dan penuh percaya diri.

Teruslah tekun berlatih agar penguasaan materi PEKI4420 Praktikum Kimia 2 semakin kokoh. Penguasaan konsep dan prosedur praktikum adalah kunci sukses Anda. Semangat belajar dan selamat menempuh ujian akhir.

Bagikan

error: Content is protected !!