💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung

Soal UAS UT PEKI4421 Kimia Farmasi dan Kunci Jawaban

Aplikasi Resmi

Soalut.com — Soal Ujian UT

★★★★★ · Gratis · 9 MB · Android
Unduh
Soal UT PEKI4421 Kimia Farmasi
Soal UT PEKI4421 Kimia Farmasi

Menguasai PEKI4421 Kimia Farmasi menjadi lebih mudah dengan latihan soal terstruktur. Manfaat utama mempersiapkan ujian adalah meningkatkan pemahaman konsep reaksi obat dalam tubuh. Sumber belajar seperti soalut.com menyediakan bank pertanyaan relevan.

Salah satu kunci sukses adalah berlatih menggunakan Soal UT yang dirancang khusus mengikuti kurikulum terkini. Latihan ini membantu mengidentifikasi materi yang perlu diperdalam sebelum menghadapi ujian akhir semester.

Pola pikir positif sangat penting saat mengerjakan Soal UAS UT PEKI4421 Kimia Farmasi. Latihan intensif Soal Ujian UT akan membiasakan Anda dengan format pertanyaan dan meningkatkan kecepatan menjawab. Semua ini bertujuan meraih hasil optimal.

Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.

Soal UT PEKI4421 Kimia Farmasi

1.

Penemuan obat modern seringkali berawal dari pengetahuan tradisional. Ilmuwan yang pertama kali mengisolasi senyawa aktif morfin dari tanaman opium (Papaver somniferum) adalah…

  • A. Alexander Fleming
  • B. Friedrich Sertürner
  • C. Paul Ehrlich
  • D. John Pemberton
Jawaban: B. Friedrich Sertürner.
Friedrich Sertürner, seorang apoteker Jerman, berhasil mengisolasi morfin dari opium pada tahun 1804, yang menjadi tonggak sejarah penemuan obat sintetik dari bahan alam.
2.

Salah satu keunggulan utama obat herbal dibandingkan obat sintetik murni adalah…

  • A. Dosis yang sangat presisi dan terstandarisasi
  • B. Efek farmakologis yang sangat spesifik pada satu target
  • C. Kandungan senyawa aktif yang tunggal dan terdefinisi
  • D. Efek sinergis dari berbagai senyawa yang ada di dalamnya
Jawaban: D. Efek sinergis dari berbagai senyawa yang ada di dalamnya.
Obat herbal mengandung multi-komponen yang seringkali bekerja secara sinergis, sehingga memberikan efek terapi yang lebih holistik meskipun dosisnya tidak setepat obat sintetik.
3.

Kelemahan utama penggunaan obat herbal dalam bentuk sediaan sederhana (misalnya serbuk atau rebusan) adalah…

  • A. Harganya yang sangat mahal
  • B. Ketersediaan bahan baku yang terbatas
  • C. Kandungan zat aktif yang tidak konsisten antar batch
  • D. Efek samping yang lebih berbahaya daripada obat sintetik
Jawaban: C. Kandungan zat aktif yang tidak konsisten antar batch.
Kandungan senyawa aktif dalam herbal sangat dipengaruhi oleh faktor geografis, iklim, cara panen, dan penyimpanan, sehingga kualitas dan dosisnya seringkali tidak konsisten.
4.

Efek utama (efek terapeutik) dari penggunaan obat analgetik golongan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug) seperti ibuprofen adalah…

  • A. Menekan sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit
  • B. Menghambat enzim siklooksigenase (COX) untuk mengurangi peradangan
  • C. Memblokir reseptor opioid di otak
  • D. Meningkatkan ambang rangsang nyeri di medula spinalis
Jawaban: B. Menghambat enzim siklooksigenase (COX) untuk mengurangi peradangan.
NSAID bekerja dengan menghambat enzim COX, sehingga produksi prostaglandin (mediator nyeri dan peradangan) berkurang. Ini adalah efek utama yang diinginkan.
5.

Efek yang tidak diinginkan (efek samping) yang umum terjadi pada penggunaan obat golongan opioid (seperti morfin) adalah…

  • A. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • B. Konstipasi (sulit buang air besar)
  • C. Hipersekresi asam lambung
  • D. Takikardia (denyut jantung cepat)
Jawaban: B. Konstipasi (sulit buang air besar).
Opioid menyebabkan perlambatan motilitas usus dan meningkatkan penyerapan air di usus, sehingga konstipasi menjadi efek samping yang sangat umum dan seringkali membutuhkan penanganan khusus.
6.

Konsep 'sisi reseptor' (receptor site) dalam farmakologi pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan yang menyatakan bahwa obat bekerja seperti 'anak kunci' yang masuk ke dalam 'gembok' reseptor. Ilmuwan tersebut adalah…

  • A. John Langley
  • B. Paul Ehrlich
  • C. James Black
  • D. Robert Lefkowitz
Jawaban: B. Paul Ehrlich.
Paul Ehrlich menggunakan analogi 'kunci dan gembok' (lock and key) untuk menjelaskan interaksi spesifik antara obat (kunci) dan reseptor (gembok).
7.

Jenis ikatan kimia yang paling kuat dan paling spesifik dalam interaksi obat-reseptor adalah ikatan…

  • A. Ionik
  • B. Hidrogen
  • C. Kovalen
  • D. Van der Waals
Jawaban: C. Kovalen.
Ikatan kovalen melibatkan pemakaian bersama pasangan elektron, menghasilkan ikatan yang sangat kuat dan seringkali ireversibel. Contohnya adalah ikatan aspirin dengan enzim COX.
8.

Sebuah gugus biofungsional yang bersifat asam lemah, seperti gugus karboksilat (-COOH), cenderung mempengaruhi aktivitas biologis obat dengan cara…

  • A. Meningkatkan lipofilitas dan penetrasi membran sel
  • B. Mempermudah interaksi dengan reseptor yang bermuatan positif pada pH fisiologis
  • C. Membuat obat menjadi tidak larut dalam air
  • D. Menurunkan afinitas obat terhadap protein plasma
Jawaban: B. Mempermudah interaksi dengan reseptor yang bermuatan positif pada pH fisiologis.
Pada pH fisiologis (sekitar 7,4), gugus -COOH cenderung terionisasi menjadi -COO- (bermuatan negatif) sehingga dapat berinteraksi secara ionik dengan bagian reseptor yang bermuatan positif.
9.

Dua molekul obat yang memiliki rumus kimia dan ikatan yang sama tetapi merupakan bayangan cermin yang tidak dapat ditumpuk (non-superimposable) disebut sebagai…

  • A. Isomer geometri
  • B. Konformer
  • C. Enantiomer
  • D. Tautomer
Jawaban: C. Enantiomer.
Enantiomer adalah pasangan molekul yang merupakan bayangan cermin satu sama lain dan memiliki kiralitas. Perbedaan konfigurasi ini dapat menyebabkan perbedaan aktivitas biologis yang signifikan, misalnya pada talidomid.
10.

Perbedaan efek farmakologis yang drastis antara dua enantiomer suatu obat, di mana satu isomer aktif sebagai analgetik dan isomer lainnya aktif sebagai antitusif, merupakan contoh dari efek…

  • A. Konformasi
  • B. Konfigurasi
  • C. Induksi fit
  • D. Resonansi
Jawaban: B. Konfigurasi.
Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan konfigurasi absolut (R atau S) pada atom karbon kiral, yang menghasilkan bentuk tiga dimensi yang berbeda sehingga berinteraksi dengan reseptor yang berbeda pula.
11.

Molekul obat dapat memiliki beberapa bentuk rotasi yang berbeda akibat rotasi ikatan tunggal. Bentuk-bentuk rotasi yang berbeda ini disebut sebagai…

  • A. Isomer optik
  • B. Konformer
  • C. Distereomer
  • D. Isomer fungsional
Jawaban: B. Konformer.
Konformer adalah bentuk molekul yang berbeda yang dihasilkan dari rotasi bebas pada ikatan sigma tunggal. Meskipun memiliki rumus yang sama, konformer yang berbeda dapat memiliki aktivitas biologis yang berbeda.
12.

Berdasarkan penggolongannya, obat yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit tanpa menyebabkan penurunan kesadaran, seperti parasetamol dan ibuprofen, termasuk dalam golongan…

  • A. Analgetika narkotika
  • B. Analgetika non-narkotika
  • C. Anestetika umum
  • D. Antipsikotika
Jawaban: B. Analgetika non-narkotika.
Analgetika non-narkotika (seperti NSAID dan parasetamol) tidak memiliki efek adiktif dan hilangnya kesadaran, berbeda dengan analgetika narkotika (opioid) yang bekerja pada reseptor opioid.
13.

Hubungan struktur dan aktivitas (SAR) pada analgetika narkotika menunjukkan bahwa inti struktur yang paling penting untuk aktivitas analgesik yang kuat adalah…

  • A. Cincin benzena yang terpisah
  • B. Sistem cincin fenantren
  • C. Rantai karbon panjang yang tidak bercabang
  • D. Gugus nitro aromatik
Jawaban: B. Sistem cincin fenantren.
Inti fenantren (yang merupakan inti dari morfin dan turunannya) sangat krusial untuk interaksi dengan reseptor opioid. Modifikasi pada inti ini biasanya sangat mengurangi atau menghilangkan aktivitas.
14.

Dalam proses antaraksi obat analgetika narkotika (misalnya morfin) dengan reseptor µ-opioid, ikatan yang berperan penting dalam mengikat gugus amina tersier (N+) pada obat dengan gugus karboksilat (COO-) pada reseptor adalah ikatan…

  • A. Hidrogen
  • B. Ionik
  • C. Van der Waals
  • D. Hidrofobik
Jawaban: B. Ionik.
Gugus amina tersier pada morfin terprotonasi (bermuatan positif) pada pH fisiologis, sehingga akan membentuk ikatan ionik (garam) yang kuat dengan gugus karboksilat (bermuatan negatif) yang ada pada reseptor.
15.

Senyawa utama yang terkandung dalam tanaman kunyit (Curcuma longa) dan dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi yang kuat adalah…

  • A. Piperin
  • B. Kurkumin
  • C. Kapsaisin
  • D. Alisin
Jawaban: B. Kurkumin.
Kurkumin adalah pigmen kuning pada kunyit yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang sangat baik. Piperin terdapat pada lada, kapsaisin pada cabai, dan alisin pada bawang putih.
16.

Metode ekstraksi yang menggunakan pelarut organik panas dalam wadah tertutup pada suhu dan tekanan di atas titik didih normal pelarut, untuk mengekstraksi senyawa dari tanaman keras seperti kayu, disebut…

  • A. Maserasi
  • B. Perkolasi
  • C. Sokletasi
  • D. Dekoktasi
Jawaban: C. Sokletasi.
Sokletasi menggunakan alat soklet yang memungkinkan sirkulasi pelarut panas secara terus-menerus dan kontak yang optimal dengan sampel, efektif untuk ekstraksi senyawa dari bahan yang keras.
17.

Sebuah herbal akan diekstraksi untuk mendapatkan zat aktif yang tidak tahan panas. Karena kandungan zat aktifnya mudah rusak oleh panas, metode ekstraksi yang paling tepat digunakan adalah…

  • A. Destilasi uap
  • B. Dekoktasi
  • C. Sokletasi
  • D. Maserasi dingin
Jawaban: D. Maserasi dingin.
Maserasi dingin dilakukan pada suhu kamar atau suhu rendah, sehingga aman untuk senyawa yang termolabil (tidak tahan panas). Dekoktasi dan sokletasi menggunakan panas yang dapat merusak senyawa tersebut.
18.

Salah satu keuntungan utama obat herbal dibandingkan obat sintetik adalah…

  • A. Memiliki efek samping yang lebih sedikit dan lebih aman
  • B. Kandungan zat aktifnya selalu konsisten pada setiap batch
  • C. Proses produksinya lebih mudah distandarisasi
  • D. Masa simpannya lebih panjang tanpa pengawet
Jawaban: A. Memiliki efek samping yang lebih sedikit dan lebih aman.
Obat herbal cenderung memiliki efek samping yang lebih ringan dibandingkan obat sintetik, meskipun tetap perlu pengawasan karena kandungan zat aktifnya bervariasi.
19.

Obat herbal dapat menjadi penuntun dalam penemuan obat sintetik karena…

  • A. Zat aktif herbal dapat langsung digunakan sebagai obat sintetik
  • B. Struktur kimia zat aktif herbal dapat dimodifikasi untuk meningkatkan aktivitas dan mengurangi toksisitas
  • C. Semua obat herbal telah teruji secara klinis
  • D. Obat herbal tidak memiliki efek samping sehingga aman ditiru
Jawaban: B. Struktur kimia zat aktif herbal dapat dimodifikasi untuk meningkatkan aktivitas dan mengurangi toksisitas.
Zat aktif dari herbal sering menjadi model untuk sintesis analog baru dengan sifat farmakologis yang lebih baik.
20.

Kelemahan utama dari sediaan obat herbal dalam bentuk simplisia adalah…

  • A. Efek terapi yang sangat cepat dan kuat
  • B. Kandungan zat aktif yang tidak seragam antar tanaman
  • C. Proses ekstraksi yang sangat sederhana
  • D. Tidak memerlukan pengujian keamanan apapun
Jawaban: B. Kandungan zat aktif yang tidak seragam antar tanaman.
Variasi faktor lingkungan seperti tanah, iklim, dan waktu panen menyebabkan kandungan zat aktif dalam simplisia tidak konsisten.
21.

Efek utama dari suatu obat adalah…

  • A. Efek yang tidak diinginkan dan membahayakan pasien
  • B. Efek yang timbul akibat interaksi obat dengan makanan
  • C. Efek terapeutik yang menjadi tujuan penggunaan obat
  • D. Efek yang muncul pada organ selain target terapi
Jawaban: C. Efek terapeutik yang menjadi tujuan penggunaan obat.
Efek utama adalah respons farmakologis yang diharapkan sesuai dengan indikasi pengobatan.
22.

Efek samping obat yang termasuk dalam reaksi alergi adalah…

  • A. Hipoglikemia akibat overdosis insulin
  • B. Urtikaria setelah pemberian antibiotik penisilin
  • C. Mual akibat iritasi lambung oleh aspirin
  • D. Konstipasi akibat penggunaan opioid
Jawaban: B. Urtikaria setelah pemberian antibiotik penisilin.
Urtikaria (biduran) merupakan manifestasi reaksi hipersensitivitas tipe I akibat respons imun terhadap obat.
23.

Efek toksik dari penggunaan obat dapat terjadi karena…

  • A. Dosis obat di bawah dosis terapi minimum
  • B. Penggunaan obat sesuai dosis yang dianjurkan dokter
  • C. Akumulasi obat dalam tubuh akibat dosis berlebihan atau gangguan eliminasi
  • D. Interaksi obat dengan plasebo
Jawaban: C. Akumulasi obat dalam tubuh akibat dosis berlebihan atau gangguan eliminasi.
Toksik terjadi ketika konsentrasi obat dalam tubuh melebihi ambang batas aman karena dosis tinggi atau penurunan klirens.
24.

Struktur kimia obat yang bersifat asam lemah akan lebih mudah diabsorpsi di…

  • A. Usus halus karena pH basa
  • B. Lambung karena pH asam
  • C. Rektum karena pH netral
  • D. Mulut karena pH netral
Jawaban: B. Lambung karena pH asam.
Asam lemah berada dalam bentuk tidak terionisasi pada pH asam, sehingga lebih mudah melintasi membran biologis di lambung.
25.

Menurut teori sisi reseptor, untuk menimbulkan efek biologis suatu obat harus…

  • A. Berikatan secara permanen dengan reseptor
  • B. Memiliki struktur yang komplementer dengan reseptor
  • C. Larut dalam air tanpa perlu interaksi dengan reseptor
  • D. Menghancurkan reseptor setelah berikatan
Jawaban: B. Memiliki struktur yang komplementer dengan reseptor.
Teori kunci-gembok menyatakan bahwa obat harus memiliki bentuk dan muatan yang sesuai dengan sisi reseptor agar dapat berikatan dan mengaktifkannya.
26.

Ikatan hidrogen antara obat dan reseptor bersifat…

  • A. Kovalen dan ireversibel
  • B. Nonkovalen dan reversibel
  • C. Ionik dan permanen
  • D. Van der Waals dan sangat kuat
Jawaban: B. Nonkovalen dan reversibel.
Ikatan hidrogen adalah interaksi nonkovalen yang relatif lemah namun spesifik, memungkinkan pengikatan reversibel antara obat dan reseptor.
27.

Gugus biofungsional hidroksil (-OH) pada suatu molekul obat dapat meningkatkan…

  • A. Lipofilisitas obat sehingga mudah menembus sawar darah otak
  • B. Kelarutan dalam air dan kemampuan membentuk ikatan hidrogen
  • C. Stabilitas obat terhadap metabolisme enzim
  • D. Toksisitas obat secara signifikan
Jawaban: B. Kelarutan dalam air dan kemampuan membentuk ikatan hidrogen.
Gugus -OH bersifat polar dan mampu membentuk ikatan hidrogen dengan air maupun reseptor, sehingga meningkatkan hidrofilisitas dan interaksi.
28.

Konfigurasi isomer geometri pada suatu obat dapat mempengaruhi aktivitas biologis karena…

  • A. Kedua isomer memiliki titik lebur yang sama
  • B. Perbedaan posisi gugus fungsional dalam ruang mempengaruhi pengikatan pada reseptor
  • C. Semua isomer geometri selalu bersifat toksik
  • D. Isomer geometri tidak mempengaruhi polaritas molekul
Jawaban: B. Perbedaan posisi gugus fungsional dalam ruang mempengaruhi pengikatan pada reseptor.
Isomer cis dan trans memiliki orientasi spasial gugus yang berbeda, sehingga hanya satu isomer yang cocok dengan sisi aktif reseptor.
29.

Perubahan konformasi molekul obat dapat mempengaruhi aktivitasnya karena…

  • A. Konformasi tidak berpengaruh pada bentuk molekul
  • B. Konformasi tertentu diperlukan untuk mencapai jarak optimal antara gugus farmakofor dengan reseptor
  • C. Setiap konformasi selalu menghasilkan aktivitas yang sama
  • D. Konformasi hanya penting untuk obat yang bersifat gas
Jawaban: B. Konformasi tertentu diperlukan untuk mencapai jarak optimal antara gugus farmakofor dengan reseptor.
Konformasi yang fleksibel memungkinkan molekul obat untuk mengadopsi bentuk yang paling tepat agar sesuai dengan reseptor.
30.

Analgetika narkotika seperti morfin bekerja dengan cara…

  • A. Menghambat sintesis prostaglandin di perifer
  • B. Berikatan dengan reseptor opioid di sistem saraf pusat
  • C. Memblokir saluran natrium pada membran sel saraf
  • D. Meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh
Jawaban: B. Berikatan dengan reseptor opioid di sistem saraf pusat.
Morfin adalah agonis opioid yang berikatan dengan reseptor mu, kappa, dan delta di otak dan medula spinalis untuk menghasilkan efek analgesik.
31.

Hubungan struktur dan aktivitas pada analgetika narkotika menunjukkan bahwa gugus fenolik bebas pada morfin penting untuk…

  • A. Meningkatkan absorpsi melalui kulit
  • B. Interaksi dengan reseptor opioid melalui ikatan hidrogen
  • C. Memperpanjang durasi kerja obat
  • D. Mengurangi efek samping sembelit
Jawaban: B. Interaksi dengan reseptor opioid melalui ikatan hidrogen.
Gugus -OH fenolik pada posisi 3 morfin berperan dalam ikatan hidrogen dengan residu asam amino pada reseptor opioid.
32.

Senyawa yang termasuk dalam golongan analgetika non-narkotika adalah…

  • A. Morfin
  • B. Kodein
  • C. Parasetamol (asetaminofen)
  • D. Fentanil
Jawaban: C. Parasetamol (asetaminofen).
Parasetamol adalah analgetika non-narkotika yang bekerja melalui inhibisi siklooksigenase di SSP, tanpa efek adiktif seperti narkotika.
33.

Daun jambu biji (Psidium guajava) mengandung zat aktif yang berkhasiat sebagai…

  • A. Antidiare karena kandungan tanin dan flavonoid
  • B. Antikanker karena kandungan alkaloid tinggi
  • C. Antihipertensi karena kandungan kalium
  • D. Antibiotik karena kandungan minyak atsiri
Jawaban: A. Antidiare karena kandungan tanin dan flavonoid.
Daun jambu biji kaya akan tanin dan flavonoid yang memiliki aktivitas astringen dan antimikroba, sehingga efektif mengatasi diare.
34.

Metode ekstraksi maserasi dilakukan dengan cara…

  • A. Mengalirkan pelarut panas melalui serbuk simplisia
  • B. Merendam serbuk simplisia dalam pelarut pada suhu kamar selama waktu tertentu
  • C. Mendidihkan simplisia dalam air selama beberapa jam
  • D. Menyaring simplisia dengan tekanan tinggi menggunakan pelarut superkritis
Jawaban: B. Merendam serbuk simplisia dalam pelarut pada suhu kamar selama waktu tertentu.
Maserasi adalah teknik ekstraksi dingin dimana simplisia direndam dalam pelarut (biasanya etanol atau air) pada suhu ruang sambil sesekali diaduk.
35.

Penemuan obat sintetik seringkali terinspirasi dari pengetahuan tradisional. Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh obat sintetik yang dikembangkan dari senyawa aktif tanaman herbal?

  • A. Aspirin (asam asetilsalisilat)
  • B. Parasetamol
  • C. Morfin
  • D. Atropin
Jawaban: A. Aspirin (asam asetilsalisilat).
Aspirin dikembangkan dari senyawa salisin yang ditemukan dalam kulit pohon willow (Salix alba) yang telah digunakan secara tradisional sebagai antipiretik dan analgetik.
36.

Salah satu keunggulan utama obat herbal dibandingkan obat sintetik adalah…

  • A. Efek sampingnya selalu lebih ringan
  • B. Kandungan zat aktifnya sudah terstandarisasi dengan pasti
  • C. Ketersediaan dan harganya yang relatif lebih murah
  • D. Proses produksinya selalu lebih sederhana dan cepat
Jawaban: C. Ketersediaan dan harganya yang relatif lebih murah.
Obat herbal seringkali lebih mudah didapatkan dan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di negara berkembang, meskipun belum tentu memiliki efek samping yang lebih ringan atau kandungan yang terstandarisasi.
37.

Efek utama dari suatu obat adalah efek yang diharapkan untuk diagnosis, pencegahan, atau terapi penyakit. Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh efek utama dari obat antihipertensi?

  • A. Penurunan tekanan darah
  • B. Batuk kering
  • C. Gangguan tidur
  • D. Hipotensi ortostatik
Jawaban: A. Penurunan tekanan darah.
Efek utama obat antihipertensi adalah menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Batuk kering, gangguan tidur, dan hipotensi ortostatik merupakan efek samping yang tidak diinginkan.
38.

Efek samping obat yang tidak dapat dihindari dan merupakan konsekuensi langsung dari mekanisme kerja farmakologis obat disebut sebagai…

  • A. Efek idiosinkrasi
  • B. Efek samping tipe A (augmented)
  • C. Efek samping tipe B (bizarre)
  • D. Efek toksik
Jawaban: B. Efek samping tipe A (augmented).
Efek samping tipe A adalah efek yang merupakan perpanjangan dari efek farmakologis obat dan dapat diprediksi. Misalnya perdarahan akibat antikoagulan.
39.

Bagian dari molekul obat yang bertanggung jawab langsung terhadap aktivitas biologis suatu obat dikenal dengan istilah…

  • A. Gugus farmakofor
  • B. Gugus toksikofor
  • C. Gugus biofungsi
  • D. Situs aktif
Jawaban: A. Gugus farmakofor.
Farmakofor adalah bagian atau gugus fungsional dalam molekul obat yang memberikan efek biologis atau farmakologis utama.
40.

Menurut teori kunci-gembok (lock and key) dari Emil Fischer, interaksi antara obat dan reseptor bersifat…

  • A. Sangat spesifik dan kaku
  • B. Fleksibel dan dinamis
  • C. Bergantung pada suhu tubuh
  • D. Acak dan tidak terstruktur
Jawaban: A. Sangat spesifik dan kaku.
Teori kunci-gembok menyatakan bahwa reseptor (gembok) memiliki bentuk yang kaku dan spesifik, dan hanya molekul obat (kunci) dengan bentuk yang tepat yang dapat berikatan.
41.

Jenis ikatan kimia yang paling kuat dalam interaksi obat-reseptor adalah…

  • A. Ikatan ionik
  • B. Ikatan hidrogen
  • C. Ikatan van der Waals
  • D. Ikatan kovalen
Jawaban: D. Ikatan kovalen.
Ikatan kovalen menghasilkan interaksi yang sangat kuat dan seringkali ireversibel. Ini biasanya menghasilkan efek obat yang panjang dan digunakan dalam obat-obatan tertentu seperti obat kanker.
42.

Penggantian gugus hidroksil (-OH) dengan gugus metoksi (-OCH3) pada cincin aromatik suatu molekul obat umumnya akan menyebabkan perubahan sifat…

  • A. Kelarutan dalam air menjadi lebih meningkat
  • B. Keasaman molekul menjadi lebih kuat
  • C. Lipofilisitas molekul menjadi meningkat
  • D. Kebasaan molekul menjadi lebih kuat
Jawaban: C. Lipofilisitas molekul menjadi meningkat.
Gugus metoksi bersifat lebih lipofilik (suka lemak) dibandingkan gugus hidroksil yang hidrofilik. Penggantian ini akan meningkatkan lipofilisitas molekul obat.
43.

Senyawa dengan atom karbon kiral yang memiliki konfigurasi absolut R atau S menunjukkan sifat isomer…

  • A. Konformasi
  • B. Geometri (cis-trans)
  • C. Konfigurasi (enantiomer)
  • D. Struktural
Jawaban: C. Konfigurasi (enantiomer).
Enantiomer adalah isomer konfigurasi yang merupakan bayangan cermin satu sama lain dan tidak dapat ditumpuk. Atom karbon kiral dengan konfigurasi R/S menunjukkan adanya enantiomer.
44.

Perubahan aktivitas biologis akibat rotasi ikatan tunggal dalam molekul obat yang menghasilkan bentuk tiga dimensi yang berbeda disebut efek dari…

  • A. Konfigurasi
  • B. Konformasi
  • C. Substitusi gugus
  • D. Isomerisasi geometri
Jawaban: B. Konformasi.
Konformasi adalah bentuk tiga dimensi yang berbeda dari molekul yang dihasilkan dari rotasi ikatan tunggal. Molekul obat yang fleksibel dapat mengadopsi berbagai konformasi.
45.

Obat analgetika narkotika seperti morfin bekerja dengan cara mengaktivasi reseptor…

  • A. Adrenergik
  • B. Dopaminergik
  • C. Opioid
  • D. GABAergik
Jawaban: C. Opioid.
Analgetika narkotika (opioid) seperti morfin, kodein, dan fentanil bekerja dengan berikatan dan mengaktivasi reseptor opioid di sistem saraf pusat.
46.

Struktur dasar analgetika narkotika yang sangat penting untuk aktivitas analgetiknya adalah…

  • A. Cincin piperidin dan cincin benzena
  • B. Gugus fenolik dan amina tersier
  • C. Jembatan etilen dan gugus metoksi
  • D. Rantai samping propil
Jawaban: B. Gugus fenolik dan amina tersier.
Gugus fenolik (OH) dan amina tersier (N-CH3) pada molekul morfin merupakan dua gugus esensial yang diperlukan untuk berinteraksi dengan reseptor opioid dan menghasilkan efek analgetik.
47.

Tanaman herbal yang dikenal memiliki kandungan zat aktif kurkuminoid yang berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan adalah…

  • A. Jahe (Zingiber officinale)
  • B. Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza)
  • C. Kunyit (Curcuma longa)
  • D. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Jawaban: C. Kunyit (Curcuma longa).
Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkuminoid, terutama kurkumin, yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan yang kuat.
48.

Metode ekstraksi dengan cara merendam serbuk herbal dalam pelarut dengan sesekali diaduk pada suhu kamar disebut…

  • A. Maserasi
  • B. Perkolasi
  • C. Sokletasi
  • D. Destilasi
Jawaban: A. Maserasi.
Maserasi adalah metode ekstraksi sederhana di mana serbuk herbal direndam dalam pelarut (misalnya etanol) pada suhu ruang selama waktu tertentu dengan pengadukan sesekali.
49.

Salah satu efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat herbal adalah bahwa kandungan zat aktifnya dapat bervariasi. Faktor utama yang menyebabkan variasi ini adalah…

  • A. Harga jual herbal yang tinggi
  • B. Bentuk sediaan yang tidak praktis
  • C. Perbedaan tempat tumbuh, waktu panen, dan cara pengolahan
  • D. Rasa herbal yang pahit
Jawaban: C. Perbedaan tempat tumbuh, waktu panen, dan cara pengolahan.
Kandungan zat aktif herbal sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan (tanah, iklim), waktu panen, dan metode pengolahan pasca panen, sehingga kadarnya tidak seragam.
50.

Pada struktur morfin, apabila gugus fenolik (OH) pada cincin aromatik diubah menjadi gugus metoksi (OCH3), maka senyawa yang dihasilkan adalah…

  • A. Heroin
  • B. Kodein
  • C. Nalokson
  • D. Morfin-N-oksida
Jawaban: B. Kodein.
Kodein adalah metilasi dari morfin di mana gugus hidroksil fenolik (OH) pada posisi 3 digantikan oleh gugus metoksi (OCH3). Hal ini mengubah sifat farmakokinetik dan potensi analgetiknya.

Latihan soal ini mencerminkan variasi format ujian UT, yaitu UTM dan UO. Kerjakan ulang bagian yang sulit agar penguasaan konsep PEKI4421 Kimia Farmasi semakin matang. Persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tantangan sesungguhnya.

Ingatlah untuk selalu mengecek pemahaman dengan mengerjakan Soal UAS UT dari tahun sebelumnya. Semakin sering berlatih, semakin percaya diri Anda. Semoga sukses menempuh ujian akhir PEKI4421 Kimia Farmasi. Tetap semangat dan terus belajar.

Bagikan

error: Content is protected !!