💜 Selalu gratis

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir!💜 Selalu gratis

Soal UAS UT PWKL4103 Perencanaan Transportasi dan Kunci Jawaban

Soal UT PWKL4103 Perencanaan Transportasi
Soal UT PWKL4103 Perencanaan Transportasi

PWKL4103 Perencanaan Transportasi adalah mata kuliah yang menantang namun sangat bermanfaat. Memahami sistem transportasi membutuhkan latihan soal yang kontinu. Jangan khawatir, karena Soal UT di halaman ini dirancang untuk membantu Anda menguasai materi inti.

Setiap pertanyaan disusun berdasarkan silabus resmi agar fokus belajar Anda terarah. Anda bisa langsung mengukur sejauh mana pemahaman terhadap konsep perencanaan transportasi. Gunakan Soal UAS UT sebagai tolak ukur kesiapan sebelum ujian sesungguhnya.

Soal Ujian UT berikut sudah dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan. Materi di bawah ini mencakup studi kasus perencanaan moda transportasi yang sering diujikan. Kami sediakan langsung agar Anda bisa berlatih secara mandiri di sini.

Soal UT PWKL4103 Perencanaan Transportasi

1.

Transportasi didefinisikan sebagai kegiatan pemindahan barang dan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dalam konteks sistem, unsur utama yang membentuk kegiatan transportasi adalah…

  • A. Jalan, kendaraan, dan terminal
  • B. Manusia, barang, dan kendaraan
  • C. Aksesibilitas, mobilitas, dan tata guna lahan
  • D. Pengguna, prasarana, sarana, dan sistem operasional
Jawaban: D. Pengguna, prasarana, sarana, dan sistem operasional.
Unsur utama transportasi meliputi pengguna (manusia/barang), prasarana (jalan, terminal), sarana (kendaraan), dan sistem operasional (manajemen, aturan).
2.

Salah satu ciri dasar perencanaan transportasi adalah pendekatan yang berorientasi pada masa depan. Hal ini berarti perencanaan transportasi harus…

  • A. Hanya memperhatikan kondisi lalu lintas saat ini
  • B. Mengabaikan pertumbuhan jumlah kendaraan
  • C. Memproyeksikan kebutuhan transportasi di masa depan
  • D. Berfokus pada pembangunan infrastruktur tanpa data
Jawaban: C. Memproyeksikan kebutuhan transportasi di masa depan.
Perencanaan transportasi bersifat proaktif dengan memprediksi kebutuhan masa depan untuk menghindari masalah di kemudian hari.
3.

Isu transportasi yang berkaitan dengan peningkatan emisi gas rumah kaca dan polusi udara merupakan bagian dari aspek…

  • A. Ekonomi
  • B. Sosial
  • C. Lingkungan
  • D. Politik
Jawaban: C. Lingkungan.
Aspek lingkungan dalam transportasi mencakup dampak ekologis seperti polusi, perubahan iklim, dan konsumsi energi.
4.

Dalam pendekatan sistem perencanaan transportasi, tahap yang berfungsi untuk merumuskan tujuan dan sasaran perencanaan disebut…

  • A. Analisis kondisi eksisting
  • B. Formulasi kebijakan
  • C. Implementasi program
  • D. Evaluasi dan monitoring
Jawaban: B. Formulasi kebijakan.
Formulasi kebijakan adalah tahap perencanaan sistem transportasi yang menentukan tujuan, sasaran, dan skenario pengembangan.
5.

Moda transportasi yang paling efisien untuk mengangkut barang dalam jumlah besar dan jarak jauh dengan biaya rendah adalah…

  • A. Transportasi darat (truk)
  • B. Transportasi laut (kapal)
  • C. Transportasi udara (pesawat)
  • D. Transportasi pipa
Jawaban: B. Transportasi laut (kapal).
Transportasi laut memiliki kapasitas besar dan biaya per unit rendah untuk jarak jauh, cocok untuk perdagangan internasional.
6.

Pemodelan transportasi yang menggunakan pendekatan empat tahap (four-step model) umumnya dimulai dengan tahap…

  • A. Pemilihan moda
  • B. Pembangkitan pergerakan
  • C. Pemilihan rute
  • D. Distribusi pergerakan
Jawaban: B. Pembangkitan pergerakan.
Four-step model dimulai dengan trip generation (pembangkitan pergerakan) untuk menghitung jumlah perjalanan yang dihasilkan oleh zona.
7.

Dalam pemodelan transportasi, matriks asal-tujuan (Origin-Destination Matrix) digunakan untuk menggambarkan…

  • A. Kecepatan perjalanan antar zona
  • B. Volume lalu lintas pada ruas jalan
  • C. Jumlah perjalanan per individu/hari
  • D. Pola pergerakan dari zona asal ke zona tujuan
Jawaban: D. Pola pergerakan dari zona asal ke zona tujuan.
Matriks asal-tujuan merepresentasikan hubungan spasial perjalanan antar zona dalam wilayah studi.
8.

Perencanaan infrastruktur transportasi yang baik harus mempertimbangkan siklus hidup proyek, yaitu mulai dari…

  • A. Perencanaan, desain, konstruksi, operasi, hingga pemeliharaan
  • B. Konstruksi saja
  • C. Operasi dan pemeliharaan
  • D. Desain dan konstruksi
Jawaban: A. Perencanaan, desain, konstruksi, operasi, hingga pemeliharaan.
Siklus hidup proyek mencakup perencanaan, desain, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan untuk memastikan keberlanjutan aset.
9.

Konsep perencanaan tata ruang perkotaan yang mengintegrasikan penggunaan lahan dengan sistem transportasi untuk mengurangi kemacetan dikenal sebagai…

  • A. Urban sprawl
  • B. Compact city
  • C. Transit-Oriented Development (TOD)
  • D. Green belt
Jawaban: C. Transit-Oriented Development (TOD).
TOD mengintegrasikan tata guna lahan dan transportasi umum untuk menciptakan kawasan yang padat, ramah pejalan kaki, dan terhubung transit.
10.

Integrasi perencanaan tata ruang dan sistem transportasi bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan jarak perjalanan
  • B. Menyeimbangkan aksesibilitas dan mobilitas
  • C. Memisahkan fungsi lahan sepenuhnya
  • D. Mengurangi penggunaan transportasi umum
Jawaban: B. Menyeimbangkan aksesibilitas dan mobilitas.
Integrasi ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara aksesibilitas dan mobilitas serta efisiensi pergerakan.
11.

Konektivitas transportasi yang baik antar wilayah akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena…

  • A. Memperlambat distribusi barang
  • B. Meningkatkan biaya logistik
  • C. Memfasilitasi perdagangan dan investasi
  • D. Mengisolasi daerah terpencil
Jawaban: C. Memfasilitasi perdagangan dan investasi.
Konektivitas transportasi memperlancar arus barang dan manusia sehingga meningkatkan perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
12.

Interaksi antara transportasi dan tata guna lahan bersifat resiprokal, artinya…

  • A. Tata guna lahan mempengaruhi transportasi tanpa umpan balik
  • B. Transportasi mempengaruhi tata guna lahan tanpa umpan balik
  • C. Tata guna lahan mempengaruhi pola pergerakan, dan transportasi mempengaruhi perkembangan lahan
  • D. Keduanya tidak saling terhubung
Jawaban: C. Tata guna lahan mempengaruhi pola pergerakan, dan transportasi mempengaruhi perkembangan lahan.
Hubungan resiprokal: tata guna lahan menentukan pola perjalanan, dan ketersediaan transportasi mempengaruhi perkembangan lahan.
13.

Aksesibilitas dan mobilitas merupakan dua konsep utama dalam suatu kawasan. Aksesibilitas mengacu pada…

  • A. Kemampuan untuk bergerak secara fisik
  • B. Jumlah perjalanan yang dilakukan per orang per hari
  • C. Kemudahan mencapai suatu tempat atau aktivitas
  • D. Kecepatan rata-rata kendaraan di jalan
Jawaban: C. Kemudahan mencapai suatu tempat atau aktivitas.
Aksesibilitas adalah kemudahan untuk mencapai tujuan atau pelayanan, sedangkan mobilitas lebih pada kemampuan bergerak.
14.

Manajemen permintaan transportasi (Transportation Demand Management) bertujuan untuk…

  • A. Membangun lebih banyak jalan
  • B. Mengurangi jumlah perjalanan dengan mengubah perilaku pengguna
  • C. Menambah jumlah kendaraan pribadi
  • D. Memperlebar jalan di pusat kota
Jawaban: B. Mengurangi jumlah perjalanan dengan mengubah perilaku pengguna.
TDM berfokus pada pengurangan permintaan perjalanan melalui insentif, seperti carpooling, teleworking, atau penggunaan angkutan umum.
15.

Salah satu target dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang terkait langsung dengan transportasi berkelanjutan adalah…

  • A. SDG 1: Tanpa Kemiskinan
  • B. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • C. SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan
  • D. SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Jawaban: C. SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan.
SDG 11 secara khusus menargetkan transportasi berkelanjutan, akses transportasi umum, dan kota layak huni.
16.

Penerapan sistem transportasi cerdas (Intelligent Transportation System/ITS) meliputi penggunaan teknologi informasi untuk…

  • A. Mempercepat waktu tempuh dengan mengabaikan keselamatan
  • B. Mengelola lalu lintas, informasi perjalanan, dan keselamatan secara real-time
  • C. Mengganti semua moda transportasi konvensional
  • D. Membangun jalan tol baru
Jawaban: B. Mengelola lalu lintas, informasi perjalanan, dan keselamatan secara real-time.
ITS mengintegrasikan teknologi komunikasi dan sensor untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan informasi lalu lintas.
17.

Dalam konsep kota cerdas (smart city), data dari sistem transportasi digunakan untuk…

  • A. Meningkatkan kepadatan lalu lintas
  • B. Membatasi akses warga ke informasi
  • C. Membantu pengambilan keputusan perencanaan yang responsif
  • D. Mengurangi penggunaan internet di jalan
Jawaban: C. Membantu pengambilan keputusan perencanaan yang responsif.
Data transportasi dalam smart city digunakan untuk analisis dan perencanaan yang adaptif guna meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup.
18.

Unsur utama dalam sistem transportasi yang meliputi manusia, barang, dan kendaraan disebut sebagai apa?

  • A. Prasarana
  • B. Sarana
  • C. Muatan
  • D. Pergerakan
Jawaban: C. Muatan.
Muatan merupakan unsur transportasi yang berupa manusia atau barang yang dipindahkan.
19.

Ciri dasar perencanaan transportasi yang menekankan pada keterkaitan antara berbagai komponen sistem adalah pendekatan…

  • A. Sektoral
  • B. Sistem
  • C. Linier
  • D. Deterministik
Jawaban: B. Sistem.
Pendekatan sistem dalam perencanaan transportasi menekankan interaksi dan keterkaitan antar komponen.
20.

Isu lingkungan yang sering dikaitkan dengan sistem transportasi perkotaan adalah…

  • A. Peningkatan konsentrasi oksigen
  • B. Polusi udara dari emisi kendaraan
  • C. Penurunan suhu udara
  • D. Pertumbuhan ruang terbuka hijau
Jawaban: B. Polusi udara dari emisi kendaraan.
Polusi udara dari emisi kendaraan menjadi isu lingkungan utama dalam transportasi perkotaan.
21.

Dalam pendekatan sistem perencanaan transportasi, langkah pertama yang dilakukan adalah…

  • A. Evaluasi alternatif
  • B. Identifikasi masalah dan tujuan
  • C. Pemilihan moda
  • D. Implementasi program
Jawaban: B. Identifikasi masalah dan tujuan.
Langkah awal pendekatan sistem adalah mengidentifikasi masalah dan menetapkan tujuan perencanaan.
22.

Contoh moda transportasi yang termasuk dalam kategori angkutan umum massal adalah…

  • A. Sepeda motor
  • B. Mobil pribadi
  • C. Bus Rapid Transit (BRT)
  • D. Pesawat terbang
Jawaban: C. Bus Rapid Transit (BRT).
BRT merupakan angkutan umum massal yang melayani banyak orang dalam satu trayek.
23.

Model transportasi empat langkah (four-step model) mencakup bangkitan perjalanan, distribusi perjalanan, pemilihan moda, dan…

  • A. Pemilihan rute
  • B. Analisis biaya
  • C. Evaluasi dampak
  • D. Penentuan tarif
Jawaban: A. Pemilihan rute.
Langkah keempat dalam four-step model adalah pemilihan rute atau pembebanan lalu lintas.
24.

Pemodelan transportasi yang menggunakan data masa lalu untuk memprediksi kondisi masa depan disebut model…

  • A. Dinamis
  • B. Statis
  • C. Deterministik
  • D. Ekonometrik
Jawaban: B. Statis.
Model statis menggunakan data historis untuk memperkirakan pola transportasi di masa mendatang.
25.

Perencanaan infrastruktur transportasi yang mempertimbangkan tata ruang perkotaan bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan kemacetan lalu lintas
  • B. Menciptakan integrasi antara jalur transportasi dan kawasan
  • C. Memperluas lahan parkir di pusat kota
  • D. Membangun jalan tol tanpa pertimbangan lingkungan
Jawaban: B. Menciptakan integrasi antara jalur transportasi dan kawasan.
Integrasi infrastruktur transportasi dengan tata ruang menciptakan kawasan yang terhubung dan efisien.
26.

Dalam perencanaan tata ruang, aksesibilitas yang baik di suatu wilayah akan mendorong…

  • A. Penurunan nilai properti
  • B. Peningkatan mobilitas penduduk
  • C. Pengurangan investasi
  • D. Isolasi kawasan pinggiran
Jawaban: B. Peningkatan mobilitas penduduk.
Aksesibilitas yang baik meningkatkan mobilitas dan memudahkan pergerakan barang serta orang.
27.

Konsep integrasi antara perencanaan tata ruang dan sistem transportasi menekankan pada…

  • A. Pemisahan fungsi kawasan secara ketat
  • B. Keterkaitan guna lahan dan jaringan transportasi
  • C. Pembangunan jalan tol yang terisolasi
  • D. Pengembangan kawasan tanpa akses transportasi
Jawaban: B. Keterkaitan guna lahan dan jaringan transportasi.
Integrasi tata ruang dan transportasi memastikan guna lahan didukung oleh jaringan transportasi yang sesuai.
28.

Hubungan antara transportasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah terlihat melalui…

  • A. Peningkatan biaya logistik
  • B. Konektivitas yang menghambat perdagangan
  • C. Efisiensi distribusi barang dan jasa
  • D. Penurunan investasi asing
Jawaban: C. Efisiensi distribusi barang dan jasa.
Transportasi yang baik meningkatkan efisiensi distribusi, mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
29.

Interaksi antara transportasi dan tata guna lahan ditunjukkan oleh…

  • A. Pembangunan jalan raya tanpa pengaruh terhadap lahan
  • B. Pengaruh aksesibilitas terhadap nilai dan penggunaan lahan
  • C. Transportasi yang tidak mempengaruhi pola permukiman
  • D. Tata guna lahan yang statis dan tidak berubah
Jawaban: B. Pengaruh aksesibilitas terhadap nilai dan penggunaan lahan.
Aksesibilitas transportasi memengaruhi nilai lahan dan pola penggunaan lahan di sekitarnya.
30.

Aksesibilitas mengukur kemudahan mencapai suatu lokasi, sedangkan mobilitas mengukur…

  • A. Kepadatan lalu lintas
  • B. Kemampuan bergerak atau berpindah
  • C. Kualitas jalan raya
  • D. Biaya transportasi
Jawaban: B. Kemampuan bergerak atau berpindah.
Mobilitas adalah kemampuan untuk bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
31.

Manajemen permintaan transportasi melalui pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan penggunaan kendaraan pribadi
  • B. Mengurangi kemacetan dengan memperbanyak lahan parkir
  • C. Mendorong penggunaan angkutan umum dan pejalan kaki
  • D. Memperluas jaringan jalan tol
Jawaban: C. Mendorong penggunaan angkutan umum dan pejalan kaki.
TOD mendorong penggunaan angkutan umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
32.

Konsep penawaran transportasi berkaitan dengan…

  • A. Jumlah perjalanan yang diminta masyarakat
  • B. Kapasitas infrastruktur dan layanan yang tersedia
  • C. Tingkat pendapatan pengguna
  • D. Preferensi moda transportasi
Jawaban: B. Kapasitas infrastruktur dan layanan yang tersedia.
Penawaran transportasi mencakup kapasitas infrastruktur dan layanan yang disediakan.
33.

Tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) dalam bidang transportasi adalah…

  • A. Meningkatkan konsumsi bahan bakar fosil
  • B. Mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan dan inklusif
  • C. Mempercepat pembangunan jalan tol di pedesaan
  • D. Menurunkan angka penggunaan transportasi umum
Jawaban: B. Mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan dan inklusif.
SDGs mendorong transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan dapat diakses semua orang.
34.

Penerapan sistem transportasi cerdas (Intelligent Transportation Systems) dalam kota cerdas (smart city) memberikan manfaat berupa…

  • A. Pengelolaan lalu lintas secara real-time untuk mengurangi kemacetan
  • B. Peningkatan penggunaan kendaraan konvensional
  • C. Penurunan kualitas udara perkotaan
  • D. Pengabaian terhadap data perjalanan
Jawaban: A. Pengelolaan lalu lintas secara real-time untuk mengurangi kemacetan.
Sistem transportasi cerdas menggunakan data real-time untuk mengoptimalkan lalu lintas dan mengurangi kemacetan.
35.

Berikut ini yang bukan merupakan unsur utama dalam sistem transportasi adalah…

  • A. manusia
  • B. barang
  • C. kendaraan
  • D. jalan
Jawaban: B. barang.
Unsur utama sistem transportasi meliputi manusia, barang, kendaraan, dan jalan/prasarana. Barang adalah objek yang diangkut, bukan unsur utama sistem.
36.

Ciri dasar perencanaan transportasi yang menekankan pada analisis jangka panjang dan dampaknya terhadap tata ruang adalah…

  • A. sifatnya reaktif
  • B. berorientasi pada proyek
  • C. bersifat komprehensif dan strategis
  • D. hanya fokus pada moda tertentu
Jawaban: C. bersifat komprehensif dan strategis.
Perencanaan transportasi bersifat komprehensif (menyeluruh) dan strategis (jangka panjang) dengan mempertimbangkan interaksi dengan tata guna lahan.
37.

Dalam pendekatan sistem perencanaan transportasi, komponen yang berfungsi sebagai penghubung antara sistem kegiatan dan sistem jaringan adalah…

  • A. sistem pergerakan
  • B. sistem kelembagaan
  • C. sistem prasarana
  • D. sistem pendanaan
Jawaban: A. sistem pergerakan.
Sistem pergerakan (arus lalu lintas) menjadi penghubung antara sistem kegiatan (tata guna lahan) dan sistem jaringan (prasarana).
38.

Karakteristik moda transportasi yang paling tepat untuk angkutan massal dengan kapasitas besar dan jarak jauh adalah…

  • A. mobil pribadi
  • B. sepeda motor
  • C. kereta api
  • D. becak
Jawaban: C. kereta api.
Kereta api memiliki karakteristik kapasitas besar, efisien untuk jarak jauh, dan cocok sebagai angkutan massal.
39.

Dalam konsep pemodelan transportasi, tahapan yang memprediksi jumlah pergerakan yang terjadi di suatu wilayah disebut…

  • A. pemodelan bangkitan dan tarikan pergerakan
  • B. pemodelan sebaran pergerakan
  • C. pemodelan pemilihan moda
  • D. pemodelan pembebanan jaringan
Jawaban: A. pemodelan bangkitan dan tarikan pergerakan.
Model bangkitan dan tarikan pergerakan (trip generation) adalah tahap pertama yang memprediksi berapa banyak pergerakan yang dihasilkan oleh suatu zona.
40.

Tujuan utama dari pemodelan sebaran pergerakan (trip distribution) adalah…

  • A. menentukan rute yang dipilih
  • B. mengetahui asal dan tujuan pergerakan
  • C. memilih jenis kendaraan yang digunakan
  • D. menghitung kapasitas jalan
Jawaban: B. mengetahui asal dan tujuan pergerakan.
Model sebaran pergerakan bertujuan untuk mendistribusikan pergerakan dari zona asal ke zona tujuan sehingga diketahui pola pergerakannya.
41.

Perencanaan infrastruktur transportasi yang baik harus mempertimbangkan keselarasan dengan…

  • A. rencana tata ruang wilayah
  • B. hanya kondisi geografis
  • C. keinginan investor semata
  • D. ketersediaan kendaraan
Jawaban: A. rencana tata ruang wilayah.
Infrastruktur transportasi harus direncanakan selaras dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) agar tercipta keterpaduan.
42.

Dampak positif dari perencanaan tata ruang perkotaan yang terintegrasi dengan sistem transportasi adalah…

  • A. meningkatnya kemacetan di pusat kota
  • B. terciptanya aksesibilitas yang merata
  • C. berkurangnya ruang terbuka hijau
  • D. meningkatnya biaya transportasi
Jawaban: B. terciptanya aksesibilitas yang merata.
Integrasi tata ruang dan transportasi menghasilkan aksesibilitas yang merata, efisien, dan mengurangi kebutuhan perjalanan jauh.
43.

Integrasi perencanaan tata ruang dan sistem transportasi bertujuan untuk…

  • A. memisahkan pusat kegiatan dari jaringan jalan
  • B. menciptakan pola pergerakan yang efisien
  • C. memaksimalkan penggunaan kendaraan pribadi
  • D. mengabaikan aspek lingkungan
Jawaban: B. menciptakan pola pergerakan yang efisien.
Integrasi ini bertujuan menciptakan keterkaitan yang harmonis sehingga pergerakan menjadi efisien, mengurangi kemacetan dan biaya.
44.

Hubungan antara transportasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah tercermin dari…

  • A. peningkatan konektivitas yang mendorong perdagangan
  • B. pembangunan jalan yang tidak terencana
  • C. penggunaan moda yang sama
  • D. penurunan investasi infrastruktur
Jawaban: A. peningkatan konektivitas yang mendorong perdagangan.
Konektivitas transportasi yang baik memperlancar distribusi barang dan jasa, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
45.

Interaksi antara tata guna lahan dan transportasi bersifat…

  • A. satu arah
  • B. timbal balik dan dinamis
  • C. tidak saling mempengaruhi
  • D. statis
Jawaban: B. timbal balik dan dinamis.
Tata guna lahan mempengaruhi kebutuhan perjalanan, dan sebaliknya, sistem transportasi mempengaruhi perkembangan tata guna lahan.
46.

Perbedaan utama antara aksesibilitas dan mobilitas dalam transportasi adalah…

  • A. aksesibilitas adalah kemudahan mencapai tujuan, mobilitas adalah pergerakan
  • B. aksesibilitas adalah pergerakan, mobilitas adalah kemudahan
  • C. keduanya memiliki arti sama
  • D. aksesibilitas berkaitan dengan kecepatan, mobilitas dengan jarak
Jawaban: A. aksesibilitas adalah kemudahan mencapai tujuan, mobilitas adalah pergerakan.
Aksesibilitas mengukur kemudahan mencapai suatu tempat, sedangkan mobilitas adalah kemampuan untuk bergerak atau berpindah.
47.

Dalam konsep penawaran dan permintaan transportasi, yang termasuk dalam sisi penawaran adalah…

  • A. jumlah perjalanan yang dilakukan
  • B. kebutuhan pergerakan penduduk
  • C. kapasitas infrastruktur jalan
  • D. jumlah kendaraan yang beroperasi
Jawaban: C. kapasitas infrastruktur jalan.
Penawaran transportasi berupa penyediaan infrastruktur (misal kapasitas jalan) dan pelayanan, sedangkan permintaan adalah kebutuhan perjalanan.
48.

Prinsip utama pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) adalah…

  • A. mengutamakan kendaraan pribadi
  • B. memusatkan pembangunan di sekitar stasiun transit
  • C. menjauhkan permukiman dari transportasi umum
  • D. membangun jalan tol di pusat kota
Jawaban: B. memusatkan pembangunan di sekitar stasiun transit.
TOD memusatkan pembangunan dengan kepadatan tinggi di sekitar simpul transit untuk memudahkan akses pejalan kaki dan pengguna angkutan umum.
49.

Konsep transportasi berkelanjutan berkaitan erat dengan SDGs, terutama pada tujuan…

  • A. penghapusan kemiskinan
  • B. kota dan komunitas yang berkelanjutan
  • C. pendidikan berkualitas
  • D. kemitraan untuk mencapai tujuan
Jawaban: B. kota dan komunitas yang berkelanjutan.
Transportasi berkelanjutan mendukung terwujudnya kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan (SDGs tujuan 11).
50.

Penerapan sistem transportasi cerdas (ITS) dalam pengembangan kota cerdas contohnya adalah…

  • A. penggunaan delman di perkotaan
  • B. sistem manajemen lalu lintas real-time
  • C. pembangunan jalan setapak
  • D. pengaturan parkir manual
Jawaban: B. sistem manajemen lalu lintas real-time.
ITS menerapkan teknologi informasi seperti sensor dan kamera untuk manajemen lalu lintas real-time, bagian dari pengembangan kota cerdas.

Setelah membaca soal-soal di atas, fokusmu kini adalah kesiapan menghadapi UAS. Petakan tipe pertanyaan yang sering muncul, seperti perhitungan demand atau pemilihan rute. Manfaatkan halaman ini sebagai tolok ukur penguasaan materi PWKL4103 Perencanaan Transportasi. Ingat, Ujian Online (UO) sering menguji aplikasi konsep, bukan sekadar hafalan.

Pelajari kembali jawaban yang terlewat dari PWKL4103 Perencanaan Transportasi. Pahami logika di balik setiap Soal UAS UT yang sudah kamu kerjakan di sini. Untuk format UTM, biasakan mengelola waktu dengan membaca soal serupa. Konsistensi meninjau materi dari halaman ini akan membangun kepercayaan diri menjawab soal ujian nanti.

Bagikan

error: Content is protected !!