Aplikasi Gratis

Soalut.com

v1.3.0

Install sekali, akses kapan saja tanpa browser

Ribuan soal & modul lengkap di aplikasi

GET IT ON Google Play

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir! 💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung
Rp
Rp
Rp
Rp
Selalu Gratis
Ribuan soal UT gratis,
karena kamu peduli
Ikut Dukung Sekarang

Soal UAS UT PWKL4204 Hukum dan Administrasi Perencanaan Beserta Kunci Jawaban

Aplikasi Gratis

Soalut.com
★★★★★ 5.0
Gratis
GET IT ON Google Play
Soal UT PWKL4204 Hukum dan Administrasi Perencanaan
Soal UT PWKL4204 Hukum dan Administrasi Perencanaan

Banyak mahasiswa UT yang baru pegang Modul 1 langsung down, apalagi ketika disuruh bedain administrasi pembangunan di KB 1 sama hukum perencanaan di KB 2. Padahal dua topik itu fondasi buat ngerti seluruh mata kuliah ini. Tanpa paham perbedaan konsepnya, soal UAS bisa terasa ngawang. Referensi soal UT di halaman ini sengaja kami susun untuk ngejar ketertinggalan kamu di PWKL4204 Hukum dan Administrasi Perencanaan.

Modul 3 soal Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sama Modul 6 tentang pengendalian pemanfaatan ruang itu dua topik yang paling sering bikin mahasiswa keliru waktu ujian. Bukan karena materinya susah, tapi karena cakupannya luas dan sering tumpang tindih. Mulai aja dari soal-soal di bagian itu. Soal UT Perencanaan Wilayah dan Kota ini dibagi per modul biar kamu bisa fokus belajar sesuai KB.

Soal UAS UT di bawah ini nyerempet inti tiap KB, dari peraturan zonasi di Modul 7 sampai mekanisme insentif dan disinsentif di Modul 8. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan biar kamu tahu alur berpikir yang benar. Coba kerjakan dulu sambil buka modul, baru cocokkan jawabannya.

Soal UT PWKL4204 Hukum dan Administrasi Perencanaan

1.

Administrasi pembangunan pada awal kemunculannya di Indonesia lebih banyak menekankan pada aspek…

  • A. Efisiensi dan efektivitas birokrasi
  • B. Partisipasi masyarakat
  • C. Keseimbangan ekologis
  • D. Desentralisasi kewenangan
Jawaban: A
Pada awal perkembangan, administrasi pembangunan di Indonesia lebih berfokus pada upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas birokrasi dalam menjalankan program pembangunan.
2.

Perkembangan praktik perencanaan di Indonesia menunjukkan pergeseran dari pendekatan top-down menuju pendekatan partisipatif. Hal ini didorong oleh kesadaran bahwa…

  • A. Masyarakat lebih memahami kebutuhan dan potensi wilayahnya
  • B. Perencanaan dari atas lebih cepat dan tepat sasaran
  • C. Pemerintah pusat memiliki data yang lebih lengkap
  • D. Biaya perencanaan partisipatif lebih murah
Jawaban: A
Pendekatan partisipatif muncul karena masyarakat dianggap lebih memahami kebutuhan, potensi, dan permasalahan wilayahnya sehingga perencanaan menjadi lebih relevan.
3.

Dalam konteks administrasi pembangunan, perencanaan wilayah dan kota memiliki fungsi utama sebagai…

  • A. Alat untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk
  • B. Sarana untuk meningkatkan pendapatan daerah
  • C. Pedoman dalam pemanfaatan ruang dan sumber daya secara terpadu
  • D. Instrumen untuk memperkuat kekuasaan pemerintah daerah
Jawaban: C
Fungsi utama perencanaan wilayah dan kota adalah memberikan pedoman dalam pemanfaatan ruang dan sumber daya secara terpadu dan berkelanjutan.
4.

Praktik perencanaan di Indonesia mulai mengadopsi konsep pembangunan berkelanjutan setelah pengaruh dari…

  • A. Komisi Brundtland 1987
  • B. Deklarasi Stockholm 1972
  • C. Konferensi Rio 1992
  • D. Deklarasi Milenium 2000
Jawaban: A
Konsep pembangunan berkelanjutan mulai populer setelah laporan Komisi Brundtland tahun 1987 yang mendefinisikan pembangunan berkelanjutan.
5.

Salah satu dampak positif dari pergeseran praktik perenc menuju desentralisasi adalah…

  • A. Munculnya inovasi lokal dalam perencanaan
  • B. Memperkuat hierarki birokrasi pusat
  • C. Meningkatnya konflik antar daerah
  • D. Berpusatnya perencanaan di tingkat nasional
Jawaban: A
Desentralisasi mendorong pemerintah daerah untuk berinovasi dalam perencanaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan spesifik wilayahnya.
6.

Dalam administrasi pembangunan, siklus perencanaan yang ideal meliputi tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan…

  • A. Pembiayaan
  • B. Legalisasi
  • C. Evaluasi
  • D. Delegasi
Jawaban: C
Siklus perencanaan yang ideal terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi untuk memastikan efektivitas dan perbaikan berkelanjutan.
7.

Hukum perencanaan wilayah dan kota berfungsi sebagai instrumen untuk…

  • A. Membatasi kebebasan warga dalam membangun
  • B. Menyeragamkan bentuk bangunan di seluruh wilayah
  • C. Meningkatkan pendapatan negara melalui pajak bangunan
  • D. Memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang
Jawaban: D
Hukum perencanaan wilayah dan kota memberikan kepastian hukum tentang bagaimana ruang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
8.

Sumber hukum perencanaan wilayah dan kota tertinggi di Indonesia adalah…

  • A. Peraturan Daerah
  • B. Peraturan Menteri
  • C. Peraturan Pemerintah
  • D. Undang-Undang
Jawaban: D
Undang-Undang merupakan sumber hukum tertinggi dalam hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur perencanaan wilayah dan kota.
9.

Undang-Undang yang menjadi landasan utama penataan ruang di Indonesia adalah…

  • A. UU No. 25 Tahun 2004
  • B. UU No. 26 Tahun 2007
  • C. UU No. 32 Tahun 2009
  • D. UU No. 23 Tahun 2014
Jawaban: B
UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang merupakan undang-undang utama yang mengatur perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian tata ruang.
10.

Asas dalam hukum penataan ruang yang menekankan bahwa ruang wilayah negara merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan adalah asas…

  • A. Keserasian
  • B. Keterpaduan
  • C. Keberlanjutan
  • D. Kebersamaan
Jawaban: B
Asas keterpaduan menyatakan bahwa penataan ruang harus dilakukan secara terpadu sebagai satu kesatuan sistem wilayah nasional.
11.

Sanksi administratif dalam pelanggaran tata ruang dapat berupa…

  • A. Pencabutan izin atau pembongkaran
  • B. Denda pidana
  • C. Kurungan badan
  • D. Hukuman mati
Jawaban: A
Sanksi administratif untuk pelanggaran tata ruang antara lain pencabutan izin, pembongkaran bangunan, dan denda administratif.
12.

Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus memperhatikan dokumen perencanaan lain secara hierarkis yaitu…

  • A. APBN dan APBD
  • B. RPJPN dan RPJMN
  • C. RKP dan Renstra
  • D. Renja dan Renbang
Jawaban: B
RTRW harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
13.

Konsep administrasi publik menurut Nicholas Henry menekankan pada…

  • A. Pemisahan politik dan administrasi
  • B. Efisiensi birokrasi semata
  • C. Integrasi antara nilai-nilai publik dan manajemen modern
  • D. Otoritas penuh pemerintah atas kebijakan
Jawaban: C
Nicholas Henry menekankan integrasi antara nilai-nilai publik dengan prinsip manajemen modern dalam administrasi publik.
14.

Manajemen sektor publik memiliki karakteristik yang berbeda dengan manajemen sektor swasta, terutama dalam hal…

  • A. Fokus pada keuntungan finansial
  • B. Persaingan pasar bebas
  • C. Kebebasan dalam pengelolaan sumber daya
  • D. Orientasi pada pelayanan publik dan akuntabilitas sosial
Jawaban: D
Manajemen sektor publik berorientasi pada pelayanan publik dan akuntabilitas sosial, bukan pada keuntungan finansial seperti sektor swasta.
15.

Manajemen strategis dalam sektor publik bertujuan untuk…

  • A. Meningkatkan laba organisasi
  • B. Mencapai target pendapatan daerah
  • C. Menetapkan arah dan prioritas kebijakan publik secara sistematis
  • D. Mengurangi jumlah pegawai
Jawaban: C
Manajemen strategis di sektor publik digunakan untuk menetapkan arah dan prioritas kebijakan serta mengalokasikan sumber daya secara sistematis.
16.

Analisis kebijakan publik memiliki peran utama dalam proses perencanaan yaitu…

  • A. Menentukan harga barang publik
  • B. Menyusun anggaran tahunan
  • C. Melakukan pembukuan keuangan
  • D. Mengevaluasi dampak dan alternatif kebijakan
Jawaban: D
Analisis kebijakan publik berperan untuk mengevaluasi dampak dari suatu kebijakan dan menyediakan alternatif kebijakan yang lebih baik.
17.

Manajemen konflik dalam perencanaan pembangunan diperlukan karena…

  • A. Konflik selalu bersifat negatif dan harus dihindari
  • B. Perencanaan sering menimbulkan perbedaan kepentingan antarpemangku kepentingan
  • C. Konflik dapat diabaikan dalam proses perencanaan
  • D. Perencanaan tidak memerlukan konsensus
Jawaban: B
Manajemen konflik diperlukan karena dalam perencanaan sering muncul perbedaan kepentingan antara berbagai pemangku kepentingan yang perlu dikelola agar tidak menghambat proses perencanaan.
18.

Dalam administrasi sektor publik, konsep manajemen yang menekankan pada efisiensi, efektivitas, dan ekonomi dikenal dengan istilah apa?

  • A. Governance
  • B. Public Administration
  • C. New Public Management
  • D. Bureaucracy
Jawaban: C
New Public Management adalah pendekatan yang mengedepankan efisiensi, efektivitas, dan ekonomi dalam administrasi sektor publik.
19.

Apa yang dimaksud dengan manajemen strategis dalam konteks sektor publik?

  • A. Proses sistematis untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi guna mencapai tujuan organisasi
  • B. Proses perencanaan jangka pendek untuk mencapai tujuan organisasi
  • C. Proses pengelolaan sumber daya manusia secara efisien
  • D. Proses pengendalian keuangan organisasi
Jawaban: A
Manajemen strategis meliputi perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi untuk mencapai tujuan organisasi secara sistematis.
20.

Analisis kebijakan publik bertujuan untuk?

  • A. Meningkatkan pendapatan negara
  • B. Mengidentifikasi dan memecahkan masalah publik melalui rekomendasi kebijakan
  • C. Mengawasi pelaksanaan proyek pemerintah
  • D. Menyusun anggaran tahunan
Jawaban: B
Analisis kebijakan publik berfokus pada identifikasi masalah publik dan memberikan rekomendasi untuk pemecahannya.
21.

Manajemen konflik dalam sektor publik penting karena?

  • A. Menghilangkan semua perbedaan pendapat
  • B. Mencegah terjadinya konflik di masa depan
  • C. Memperkuat otoritas pemimpin
  • D. Mengelola perbedaan untuk mencapai solusi yang konstruktif
Jawaban: D
Manajemen konflik bertujuan mengelola perbedaan secara konstruktif untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan.
22.

Langkah pertama dalam manajemen strategis adalah?

  • A. Evaluasi strategi
  • B. Implementasi strategi
  • C. Analisis lingkungan eksternal
  • D. Perumusan visi dan misi
Jawaban: D
Perumusan visi dan misi merupakan langkah awal yang mendasari seluruh proses manajemen strategis.
23.

Dalam analisis kebijakan publik, tahap identifikasi masalah dilakukan untuk?

  • A. Memahami akar permasalahan yang perlu diatasi
  • B. Menentukan alternatif solusi
  • C. Mengevaluasi dampak kebijakan
  • D. Mengimplementasikan kebijakan
Jawaban: A
Identifikasi masalah bertujuan untuk memahami akar permasalahan sebelum mencari solusi.
24.

Salah satu teknik manajemen konflik yang melibatkan pihak ketiga netral adalah?

  • A. Negosiasi
  • B. Kompromi
  • C. Arbitrase
  • D. Mediasi
Jawaban: D
Mediasi menggunakan pihak ketiga netral untuk membantu pihak-pihak yang berkonflik mencapai kesepakatan.
25.

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor?

  • A. 32 Tahun 2004
  • B. 17 Tahun 2007
  • C. 25 Tahun 2004
  • D. 23 Tahun 2014
Jawaban: C
UU Nomor 25 Tahun 2004 mengatur tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
26.

Dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang nasional disebut?

  • A. RPJPN
  • B. RPJMN
  • C. RKPD
  • D. Renstra
Jawaban: A
RPJPN adalah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional yang berlaku untuk 20 tahun.
27.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dilakukan pada tingkat?

  • A. Nasional saja
  • B. Semua tingkat pemerintahan dari desa hingga nasional
  • C. Daerah saja
  • D. Provinsi dan kabupaten saja
Jawaban: B
Musrenbang dilakukan secara berjenjang dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
28.

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) disusun untuk periode?

  • A. 20 tahun
  • B. 5 tahun
  • C. 1 tahun
  • D. 10 tahun
Jawaban: C
RKP merupakan rencana tahunan yang dijabarkan dari RPJMN.
29.

Visi Indonesia 2045 tertuang dalam dokumen?

  • A. RPJPN 2005-2025
  • B. RPJPN 2025-2045
  • C. RPJMN 2020-2024
  • D. RKPD 2023
Jawaban: B
Visi Indonesia 2045 diarahkan dalam RPJPN 2025-2045.
30.

Prinsip utama dalam penyusunan RTRW adalah?

  • A. Kepentingan investor
  • B. Keseimbangan dan keberlanjutan
  • C. Pertumbuhan ekonomi maksimal
  • D. Pembangunan infrastruktur cepat
Jawaban: B
Prinsip keseimbangan dan keberlanjutan menjadi dasar penyusunan RTRW untuk menjaga fungsi ruang.
31.

Pedoman penyusunan RTRW provinsi diatur dalam?

  • A. PP Nomor 15 Tahun 2010
  • B. PP Nomor 26 Tahun 2008
  • C. UU Nomor 26 Tahun 2007
  • D. Permen ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021
Jawaban: A
PP Nomor 15 Tahun 2010 mengatur pedoman penyusunan RTRW provinsi.
32.

RTRW kabupaten harus memperhatikan?

  • A. Rencana tata ruang nasional dan provinsi
  • B. Rencana detail tata ruang desa
  • C. Rencana investasi swasta
  • D. Rencana pembangunan perumahan
Jawaban: A
RTRW kabupaten harus selaras dengan RTRW nasional dan provinsi sebagai hierarki perencanaan.
33.

Komponen yang harus ada dalam RTRW kabupaten adalah?

  • A. Rencana induk transportasi
  • B. Petunjuk teknis bangunan
  • C. Analisis dampak lalu lintas
  • D. Peta zonasi
Jawaban: D
Peta zonasi merupakan komponen penting dalam RTRW kabupaten untuk mengatur pemanfaatan ruang.
34.

Masa berlaku RTRW kabupaten adalah?

  • A. 10 tahun
  • B. 5 tahun
  • C. 20 tahun
  • D. 25 tahun
Jawaban: C
RTRW kabupaten berlaku untuk jangka waktu 20 tahun sesuai ketentuan peraturan.
35.

Dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pedoman umum digunakan sebagai acuan untuk menjamin konsistensi perencanaan. Apa fungsi utama dari pedoman penyusunan RTRW tersebut?

  • A. Menentukan batas administrasi wilayah perencanaan
  • B. Menyediakan panduan teknis bagi pemerintah daerah dalam menyusun RTRW
  • C. Menggantikan kebutuhan analisis spasial di lapangan
  • D. Menetapkan lokasi proyek pembangunan secara langsung
Jawaban: B
Pedoman penyusunan RTRW berfungsi memberikan arahan teknis dan standar bagi pemerintah daerah saat menyusun rencana tata ruang agar seragam dan sesuai peraturan.
36.

Pedoman penyusunan RTRW memuat ketentuan tentang muatan rencana. Salah satu muatan wajib dalam RTRW provinsi adalah?

  • A. Struktur ruang dan pola ruang wilayah provinsi
  • B. Rencana tata ruang pulau-pulau kecil
  • C. Rencana pengembangan kawasan industri skala kecil
  • D. Rencana detail tata ruang setiap kabupaten
Jawaban: A
Muatan wajib RTRW provinsi meliputi struktur ruang dan pola ruang yang menjadi dasar pengembangan wilayah tingkat provinsi.
37.

Dalam Pedoman Penyusunan RTRW Kabupaten, salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah zonasi kawasan. Kawasan yang memiliki fungsi lindung di tingkat kabupaten ditetapkan sebagai?

  • A. Kawasan permukiman perkotaan
  • B. Kawasan perdagangan regional
  • C. Kawasan industri berat
  • D. Kawasan hutan lindung
Jawaban: D
Kawasan hutan lindung termasuk dalam kawasan lindung yang berfungsi melindungi lingkungan dan ditetapkan dalam RTRW kabupaten.
38.

Proses penyusunan RTRW Kabupaten harus melibatkan partisipasi masyarakat. Tujuan utama dari partisipasi ini adalah?

  • A. Mengurangi konflik kepentingan dalam pemanfaatan ruang
  • B. Mempercepat proses persetujuan anggaran
  • C. Menjamin semua usulan masyarakat diterima
  • D. Menentukan ganti rugi lahan yang terkena proyek
Jawaban: A
Partisipasi masyarakat bertujuan menyerap aspirasi sehingga mengurangi potensi konflik dalam pemanfaatan ruang di tingkat kabupaten.
39.

Pedoman Penyusunan RTRW Kabupaten mengatur tentang jangka waktu rencana. Berapa lama jangka waktu RTRW Kabupaten berlaku?

  • A. 10 tahun
  • B. 15 tahun
  • C. 20 tahun
  • D. 25 tahun
Jawaban: C
RTRW Kabupaten memiliki jangka waktu 20 tahun sesuai ketentuan dalam pedoman penyusunan rencana tata ruang.
40.

Dalam RTRW Kabupaten, penetapan kawasan strategis dilakukan berdasarkan kriteria tertentu. Salah satu kriteria kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi adalah?

  • A. Kawasan hutan lindung
  • B. Kawasan pusat pertumbuhan ekonomi
  • C. Kawasan pusat pemerintahan
  • D. Kawasan cagar budaya
Jawaban: B
Kawasan strategis ekonomi adalah wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi seperti kawasan pusat pertumbuhan.
41.

Penyusunan RTRW Kabupaten harus memperhatikan keserasian dengan RTRW Provinsi. Hal ini mencerminkan prinsip?

  • A. Desentralisasi
  • B. Otonomi daerah
  • C. Partisipasi publik
  • D. Hierarki perencanaan
Jawaban: D
Prinsip hierarki perencanaan menuntut RTRW Kabupaten selaras dengan RTRW Provinsi sebagai tingkat perencanaan yang lebih tinggi.
42.

Dalam RTRW Kabupaten, rencana sistem pusat permukiman mengacu pada?

  • A. Hierarki perkotaan dan perdesaan
  • B. Jumlah sekolah di setiap kecamatan
  • C. Kepadatan penduduk setiap desa
  • D. Luas wilayah hutan produksi
Jawaban: A
Rencana sistem pusat permukiman didasarkan pada hierarki perkotaan dan perdesaan untuk mengatur pelayanan publik.
43.

Kelembagaan pembangunan dan penataan ruang di Indonesia melibatkan berbagai pihak. Lembaga yang bertugas mengoordinasikan penataan ruang di tingkat pusat adalah?

  • A. Kementerian Dalam Negeri
  • B. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  • C. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  • D. Badan Pertanahan Nasional
Jawaban: C
Bappenas berperan dalam koordinasi perencanaan pembangunan termasuk penataan ruang di tingkat nasional.
44.

Dalam kelembagaan penataan ruang, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menyusun RTRW pada tingkat?

  • A. Hanya provinsi
  • B. Provinsi dan kabupaten/kota
  • C. Hanya kabupaten
  • D. Nasional dan provinsi
Jawaban: B
Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota memiliki kewenangan menyusun RTRW sesuai tingkat wilayahnya.
45.

Kelembagaan pembangunan daerah memerlukan koordinasi antar sektor. Fungsi utama badan perencanaan pembangunan daerah adalah?

  • A. Melaksanakan proyek infrastruktur
  • B. Mengelola aset daerah
  • C. Menetapkan pajak daerah
  • D. Menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah
Jawaban: D
Badan perencanaan pembangunan daerah bertugas menyusun dokumen perencanaan seperti RPJMD dan RTRW.
46.

Dalam konteks penataan ruang, lembaga yang berwenang menerbitkan izin pemanfaatan ruang di tingkat kabupaten adalah?

  • A. Dinas Pekerjaan Umum
  • B. Badan Pertanahan Nasional
  • C. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  • D. Kantor Kecamatan
Jawaban: C
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mengelola perizinan termasuk izin pemanfaatan ruang di tingkat kabupaten.
47.

Kelembagaan dalam penataan ruang melibatkan peran masyarakat. Bentuk partisipasi masyarakat dalam penyusunan RTRW adalah?

  • A. Memberikan suara dalam pemilu daerah
  • B. Menyampaikan aspirasi dalam forum konsultasi publik
  • C. Membayar pajak bumi dan bangunan
  • D. Mengelola lahan pertanian
Jawaban: B
Forum konsultasi publik menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam penyusunan RTRW.
48.

Pembiayaan pembangunan daerah dapat berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu komponen PAD adalah?

  • A. Dana Alokasi Umum
  • B. Dana Bagi Hasil
  • C. Pajak daerah
  • D. Pinjaman daerah
Jawaban: C
Pajak daerah merupakan salah satu sumber PAD yang digunakan untuk membiayai pembangunan daerah.
49.

Dalam pembiayaan pembangunan daerah, dana perimbangan dari pusat meliputi Dana Alokasi Umum (DAU). Fungsi utama DAU adalah?

  • A. Membantu daerah dalam mengurangi ketimpangan fiskal
  • B. Membiayai proyek infrastruktur tertentu
  • C. Memberikan pinjaman lunak kepada daerah
  • D. Mendanai kegiatan pemilu daerah
Jawaban: A
DAU berfungsi untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah dan mengurangi ketimpangan fiskal.
50.

Salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah adalah pinjaman daerah. Pinjaman daerah dapat digunakan untuk?

  • A. Menutup defisit anggaran rutin
  • B. Mendanai operasional kantor
  • C. Membayar gaji pegawai negeri
  • D. Membiayai proyek investasi yang produktif
Jawaban: D
Pinjaman daerah ditujukan untuk membiayai proyek investasi produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.
51.

Dalam pembiayaan pembangunan daerah, kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) menjadi alternatif. Keuntungan KPBU bagi daerah adalah?

  • A. Mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD secara penuh
  • B. Mengurangi tanggung jawab pelayanan publik
  • C. Menghilangkan risiko proyek sepenuhnya
  • D. Memberikan kewen penuh kepada swasta
Jawaban: A
KPBU memungkinkan pendanaan infrastruktur oleh swasta sehingga mempercepat pembangunan tanpa membebani APBD sepenuhnya.
52.

Apa yang dimaksud dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam konteks pembiayaan pembangunan daerah?

  • A. Dana yang berasal dari pemerintah pusat
  • B. Penerimaan yang diperoleh daerah dari pajak, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
  • C. Pinjaman daerah dari lembaga keuangan
  • D. Dana alokasi khusus dari pemerintah pusat
Jawaban: B
PAD adalah penerimaan daerah yang berasal dari sumber-sumber dalam daerah, seperti pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
53.

Sumber pembiayaan pembangunan daerah yang berasal dari transfer pemerintah pusat disebut:

  • A. Dana Perimbangan
  • B. Pinjaman Daerah
  • C. Pendapatan Asli Daerah
  • D. Hasil BUMD
Jawaban: A
Dana Perimbangan adalah dana yang berasal dari APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendukung kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
54.

Dalam konteks pembiayaan pembangunan daerah, apa yang dimaksud dengan pinjaman daerah?

  • A. Dana yang diterima daerah dari pihak ketiga yang harus dibayar kembali dengan bunga sesuai ketentuan
  • B. Dana yang diterima daerah dari pemerintah pusat tanpa kewajiban mengembalikan
  • C. Dana yang diterima dari hasil pajak daerah
  • D. Dana yang diterima dari hasil retribusi daerah
Jawaban: A
Pinjaman daerah adalah dana yang dipinjam oleh pemerintah daerah dari pihak ketiga, seperti lembaga keuangan, yang harus dikembalikan sesuai dengan perjanjian pinjaman.
55.

Apa tujuan utama dari pengendalian pemanfaatan ruang?

  • A. Meningkatkan investasi di suatu wilayah
  • B. Menertibkan pemanfaatan ruang agar sesuai dengan rencana tata ruang
  • C. Mempercepat pembangunan fisik
  • D. Mengurangi pengeluaran pemerintah daerah
Jawaban: B
Pengendalian pemanfaatan ruang bertujuan untuk menertibkan dan mengarahkan pemanfaatan ruang agar sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
56.

Instrumen utama dalam pengendalian pemanfaatan ruang adalah:

  • A. Peraturan zonasi
  • B. Izin mendirikan bangunan
  • C. Rencana tata ruang
  • D. Pajak daerah
Jawaban: A
Peraturan zonasi merupakan instrumen utama dalam pengendalian pemanfaatan ruang karena mengatur ketentuan tentang pemanfaatan ruang dan kegiatan yang diperbolehkan atau dilarang dalam suatu zona.
57.

Siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang di tingkat kabupaten/kota?

  • A. Pemerintah pusat
  • B. Pemerintah provinsi
  • C. Masyarakat
  • D. Pemerintah kabupaten/kota
Jawaban: D
Berdasarkan undang-undang, pemerintah kabupaten/kota memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayahnya.
58.

Apa yang dimaksud dengan sanksi administratif dalam pengendalian pemanfaatan ruang?

  • A. Sanksi berupa denda uang
  • B. Sanksi berupa teguran tertulis
  • C. Sanksi berupa pencabutan izin
  • D. Sanksi pidana penjara
Jawaban: B
Sanksi administratif dalam pengendalian pemanfaatan ruang meliputi teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, dan lain-lain yang bersifat administratif.
59.

Kegiatan apa yang termasuk dalam pengendalian pemanfaatan ruang?

  • A. Penyusunan rencana tata ruang
  • B. Pembentukan peraturan zonasi
  • C. Pemberian izin pemanfaatan ruang
  • D. Pembangunan infrastruktur
Jawaban: C
Pengendalian pemanfaatan ruang meliputi kegiatan pemberian izin pemanfaatan ruang, pengawasan, dan penertiban pemanfaatan ruang.
60.

Apa yang menjadi dasar hukum pengendalian pemanfaatan ruang di Indonesia?

  • A. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009
  • B. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007
  • C. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2010
  • D. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014
Jawaban: B
Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menjadi dasar hukum utama dalam pengendalian pemanfaatan ruang.
61.

Apa tujuan dari pengawasan teknis pemanfaatan ruang?

  • A. Mengawasi kegiatan pembangunan fisik
  • B. Menyusun rencana tata ruang baru
  • C. Mengumpulkan data tentang penggunaan lahan
  • D. Memastikan pemanfaatan ruang sesuai dengan izin dan ketentuan teknis
Jawaban: D
Pengawasan teknis bertujuan untuk memastikan bahwa pemanfaatan ruang yang dilakukan sesuai dengan izin yang diberikan dan memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.
62.

Siapa yang berwenang melakukan pengawasan teknis pemanfaatan ruang di tingkat kabupaten/kota?

  • A. Dinas pekerjaan umum
  • B. Badan perencanaan pembangunan daerah
  • C. Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu
  • D. Unit kerja yang membidangi penataan ruang di kabupaten/kota
Jawaban: D
Pengawasan teknis pemanfaatan ruang dilakukan oleh unit kerja yang membidangi penataan ruang di pemerintah kabupaten/kota.
63.

Apa yang diperiksa dalam pengawasan teknis pemanfaatan ruang?

  • A. Kesesuaian dokumen rencana tata ruang
  • B. Kepatuhan terhadap pajak daerah
  • C. Kesesuaian pelaksanaan pembangunan dengan izin dan ketentuan teknis
  • D. Ketersediaan infrastruktur
Jawaban: C
Dalam pengawasan teknis, yang diperiksa adalah kesesuaian antara pelaksanaan pembangunan dengan izin yang telah diberikan dan ketentuan teknis yang berlaku.
64.

Apa tindakan yang dapat diambil jika hasil pengawasan teknis menunjukkan adanya pelanggaran?

  • A. Memberikan sanksi pidana
  • B. Menghentikan seluruh kegiatan di daerah tersebut
  • C. Mencabut izin tanpa prosedur
  • D. Memberikan teguran dan sanksi administratif
Jawaban: D
Jika ditemukan pelanggaran, tindakan yang dapat diambil berupa teguran dan sanksi administratif, seperti penghentian sementara kegiatan.
65.

Apa yang dimaksud dengan peraturan zonasi?

  • A. Aturan tentang pembagian wilayah administrasi
  • B. Peraturan tentang pembangunan infrastruktur
  • C. Ketentuan tentang pemanfaatan ruang dalam suatu zona
  • D. Pedoman penyusunan rencana tata ruang
Jawaban: C
Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur pemanfaatan ruang dan kegiatan yang diperbolehkan, dilarang, atau dibatasi dalam suatu zona berdasarkan rencana tata ruang.
66.

Apa fungsi utama peraturan zonasi dalam penataan ruang?

  • A. Menentukan jenis tanah
  • B. Menetapkan harga properti
  • C. Mengontrol penggunaan lahan agar sesuai dengan rencana tata ruang
  • D. Mengatur pembangunan gedung
Jawaban: C
Fungsi utama peraturan zonasi adalah mengontrol penggunaan lahan agar sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
67.

Apa yang dimaksud dengan insentif dalam mekanisme pemanfaatan ruang?

  • A. Pemberian imbalan atau kemudahan untuk mendorong pemanfaatan ruang yang sesuai rencana
  • B. Pemberian sanksi kepada pelanggar
  • C. Larangan mendirikan bangunan
  • D. Pajak tinggi bagi pengembang
Jawaban: A
Insentif adalah pemberian imbalan atau kemudahan, seperti keringanan pajak atau kemudahan perizinan, untuk mendorong pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang.
68.

Apa yang dimaksud dengan disinsentif dalam mekanisme pemanfaatan ruang?

  • A. Pemberian sanksi atau pengenaan beban untuk menghambat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai rencana
  • B. Pemberian hadiah kepada pengembang
  • C. Pengurangan pajak
  • D. Percepatan proses perizinan
Jawaban: A
Disinsentif adalah pengenaan beban atau sanksi, seperti pajak yang lebih tinggi atau persyaratan perizinan yang lebih ketat, untuk menghambat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang.
69.

Peraturan zonasi merupakan salah satu instrumen dalam penataan ruang yang berfungsi untuk….

  • A. menetapkan lokasi pusat pemerintahan baru
  • B. mengelola dana pembangunan infrastruktur daerah
  • C. menyusun rencana pembangunan jangka panjang nasional
  • D. mengatur intensitas pemanfaatan ruang dan ketentuan teknis bangunan
Jawaban: D
Peraturan zonasi mengatur intensitas pemanfaatan ruang dan ketentuan teknis bangunan, bukan lokasi pusat pemerintahan atau rencana pembangunan nasional.
70.

Dalam peraturan zonasi, istilah 'blok' merujuk pada….

  • A. kumpulan bangunan yang memiliki fungsi serupa
  • B. area yang digunakan untuk kegiatan industri berat
  • C. bagian wilayah yang dibatasi oleh jalan atau batas alam
  • D. zona yang ditetapkan untuk ruang terbuka hijau
Jawaban: C
Blok adalah bagian wilayah yang dibatasi oleh jalan, sungai, atau batas alam lainnya, bukan fungsi bangunan atau jenis kegiatan.
71.

Peraturan zonasi untuk fungsi lindung bertujuan utama untuk….

  • A. mengoptimalkan lahan untuk perumahan
  • B. meningkatkan pendapatan daerah dari pajak
  • C. mempermudah proses perizinan usaha
  • D. melestarikan sumber daya alam dan mencegah kerusakan lingkungan
Jawaban: D
Fungsi lindung dalam peraturan zonasi bertujuan melestarikan sumber daya alam dan mencegah kerusakan lingkungan, bukan tujuan ekonomi atau perizinan.
72.

Dalam suatu peraturan zonasi, koefisien dasar bangunan (KDB) mengatur….

  • A. tinggi maksimum bangunan
  • B. perbandingan luas lantai dasar bangunan terhadap luas lahan
  • C. luas lantai bangunan keseluruhan
  • D. jarak bebas antar bangunan
Jawaban: B
KDB adalah perbandingan luas lantai dasar bangunan dengan luas lahan, bukan tinggi bangunan atau luas total lantai.
73.

Langkah pertama dalam penyusunan peraturan zonasi adalah….

  • A. menyusun rancangan peraturan
  • B. melakukan konsultasi publik
  • C. menetapkan peraturan melalui peraturan daerah
  • D. melakukan inventarisasi dan identifikasi data
Jawaban: D
Penyusunan peraturan zonasi dimulai dengan inventarisasi dan identifikasi data untuk memahami kondisi wilayah, baru langkah-langkah lainnya.
74.

Dalam peraturan zonasi, ketentuan tentang Ketinggian Bangunan (KB) termasuk dalam….

  • A. ketentuan umum peraturan zonasi
  • B. ketentuan khusus peraturan zonasi
  • C. ketentuan penggunaan lahan
  • D. ketentuan teknis bangunan
Jawaban: D
Ketentuan Ketinggian Bangunan (KB) termasuk dalam ketentuan teknis bangunan yang mengatur aspek fisik bangunan di setiap zona.
75.

Penyusunan peraturan zonasi harus mengacu pada dokumen perencanaan tata ruang yang lebih tinggi, yaitu….

  • A. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
  • B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
  • C. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
  • D. Rencana Strategis (Renstra)
Jawaban: A
Peraturan zonasi disusun berdasarkan RTRW sebagai dokumen perencanaan tata ruang yang lebih tinggi, bukan RPJMD atau Renstra yang bersifat pembangunan.
76.

Dalam penyusunan peraturan zonasi, analisis daya dukung lahan diperlukan untuk….

  • A. menentukan jumlah penduduk yang dapat ditampung
  • B. menghitung biaya pembangunan infrastruktur
  • C. memastikan pemanfaatan ruang sesuai dengan kemampuan lahan
  • D. mengatur lokasi pembangunan fasilitas umum
Jawaban: C
Analisis daya dukung lahan bertujuan memastikan pemanfaatan ruang tidak melebihi kemampuan lahan, bukan untuk menghitung penduduk atau biaya.
77.

Partisipasi masyarakat dalam penyusunan peraturan zonasi umumnya dilakukan melalui….

  • A. konsultasi publik atau forum musrenbang
  • B. rapat kerja pemerintah daerah
  • C. pemilihan umum langsung
  • D. sistem perizinan online
Jawaban: A
Partisipasi masyarakat dalam peraturan zonasi melalui konsultasi publik atau forum musrenbang, bukan rapat kerja internal atau pemilu.
78.

Apabila terjadi perubahan penggunaan lahan di suatu zona, peraturan zonasi dapat diubah melalui….

  • A. peraturan daerah yang melalui proses legislasi
  • B. keputusan sepihak kepala daerah
  • C. mekanisme musrenbang tanpa persetujuan DPRD
  • D. surat edaran menteri
Jawaban: A
Perubahan peraturan zonasi memerlukan peraturan daerah yang melalui proses legislasi bersama DPRD, bukan keputusan sepihak atau surat edaran.
79.

Izin pemanfaatan ruang dalam penataan ruang dikenal dengan istilah….

  • A. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • B. Izin Pemanfaatan Ruang (IPR)
  • C. Izin Lingkungan
  • D. Izin Usaha
Jawaban: B
Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) adalah izin khusus dalam penataan ruang, berbeda dengan IMB yang terkait bangunan dan izin usaha lainnya.
80.

Fungsi utama izin pemanfaatan ruang adalah untuk….

  • A. meningkatkan pendapatan asli daerah
  • B. memberikan kemudahan bagi investor asing
  • C. mengendalikan pemanfaatan ruang agar sesuai dengan rencana tata ruang
  • D. menyeragamkan desain bangunan di seluruh wilayah
Jawaban: C
Izin pemanfaatan ruang berfungsi mengendalikan agar pemanfaatan ruang sesuai rencana tata ruang, bukan untuk pendapatan atau kemudahan investasi.
81.

Pemberian izin pemanfaatan ruang didasarkan pada dokumen perencanaan tata ruang, yaitu….

  • A. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)
  • B. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
  • C. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
  • D. Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LKPD)
Jawaban: B
Izin pemanfaatan ruang mengacu pada RTRW sebagai dasar hukum pemanfaatan ruang, bukan dokumen pembangunan atau keuangan.
82.

Mekanisme insentif dalam penataan ruang diberikan untuk….

  • A. menghukum pelanggar ketentuan tata ruang
  • B. mendorong pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana
  • C. meningkatkan pajak daerah
  • D. mempercepat proses pembangunan
Jawaban: B
Insentif bertujuan mendorong pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana, bukan untuk menghukum atau mempercepat pembangunan tanpa aturan.
83.

Contoh disinsentif dalam penataan ruang adalah….

  • A. pemberian keringanan pajak
  • B. penyediaan infrastruktur publik
  • C. pengenaan pajak progresif bagi lahan yang tidak dimanfaatkan sesuai rencana
  • D. subsidi bunga pinjaman untuk pembangunan
Jawaban: C
Disinsentif berupa pengenaan pajak progresif untuk lahan yang tidak sesuai rencana, sedangkan keringanan pajak dan subsidi termasuk insentif.
84.

Izin pemanfaatan ruang tidak boleh diberikan jika….

  • A. pemanfaatan ruang tersebut melanggar ketentuan rencana tata ruang
  • B. lokasi berada di zona perumahan
  • C. pemohon belum memiliki IMB
  • D. lokasi berada di pusat kota
Jawaban: A
Izin tidak boleh diberikan jika melanggar rencana tata ruang, karena syarat utama adalah kesesuaian dengan rencana, bukan keberadaan IMB atau lokasi tertentu.
85.

Mekanisme insentif dalam penataan ruang bertujuan untuk…

  • A. mengurangi anggaran pembangunan daerah
  • B. memberikan hukuman bagi pelanggar tata ruang
  • C. membatasi partisipasi masyarakat dalam perencanaan
  • D. mendorong pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang
Jawaban: D
Insentif diberikan untuk mendorong kegiatan yang sejalan dengan rencana tata ruang, sehingga mencapai tujuan penataan ruang.
86.

Contoh disinsentif dalam pengendalian pemanfaatan ruang adalah…

  • A. pemberian keringanan pajak
  • B. penerapan retribusi yang lebih tinggi untuk kegiatan yang tidak sesuai rencana
  • C. pemberian subsidi infrastruktur
  • D. penghargaan bagi pengembang yang patuh
Jawaban: B
Disinsentif bersifat menghambat, misalnya retribusi tinggi untuk kegiatan yang tidak sesuai rencana tata ruang.
87.

Insentif fiskal dalam penataan ruang dapat berupa…

  • A. larangan mendirikan bangunan
  • B. pencabutan izin usaha
  • C. pengurangan pajak bumi dan bangunan
  • D. denda administrasi
Jawaban: C
Insentif fiskal seperti pengurangan pajak bertujuan memotivasi kegiatan yang sesuai rencana.
88.

Mekanisme insentif dan disinsentif diatur dalam peraturan perundang-undangan untuk…

  • A. mengendalikan pemanfaatan ruang secara efektif
  • B. menghapuskan peran swasta
  • C. mempercepat urbanisasi
  • D. menyeragamkan fungsi ruang
Jawaban: A
Mekanisme ini adalah alat pengendalian agar pemanfaatan ruang sesuai rencana.
89.

Dalam penyusunan mekanisme insentif, prinsip yang harus diperhatikan adalah…

  • A. kesewenang-wenangan
  • B. keadilan dan transparansi
  • C. kerahasiaan data
  • D. monopoli pemerintah
Jawaban: B
Keadilan dan transparansi memastikan insentif diterima oleh pihak yang berhak dan tidak diskriminatif.
90.

Yang bukan merupakan bentuk insentif nonfiskal adalah…

  • A. pemberian denda
  • B. pembangunan infrastruktur
  • C. kemudahan perizinan
  • D. bantuan teknis
Jawaban: A
Pemberian denda termasuk disinsentif, bukan insentif nonfiskal.
91.

Integrasi dokumen perencanaan pembangunan dan tata ruang diperlukan untuk…

  • A. memisahkan urusan pusat dan daerah
  • B. mengurangi partisipasi publik
  • C. menghindari tumpang tindih kebijakan spasial dan aspatial
  • D. mempercepat proyek tanpa kajian
Jawaban: C
Integrasi penting untuk sinkronisasi antara rencana pembangunan dan tata ruang agar tidak terjadi konflik.
92.

Dasar hukum utama integrasi perencanaan pembangunan dan tata ruang di Indonesia adalah…

  • A. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
  • B. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
  • C. Kedua undang-undang tersebut secara bersamaan
  • D. Peraturan Pemerintah tentang Rencana Tata Ruang
Jawaban: C
UU 25/2004 dan UU 26/2007 menjadi landasan hukum integrasi antara perencanaan pembangunan dan penataan ruang.
93.

Permasalahan utama dalam integrasi dokumen perencanaan pembangunan dan tata ruang adalah…

  • A. sinkronisasi waktu dan substansi antar dokumen
  • B. kesamaan visi antar daerah
  • C. ketersediaan dana yang melimpah
  • D. partisipasi masyarakat yang tinggi
Jawaban: A
Sering terjadi ketidakselarasan waktu penyusunan dan isi antara RPJMD dengan RTRW, sehingga menghambat integrasi.
94.

Dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang harus diintegrasikan dengan rencana tata ruang adalah…

  • A. RPJP Daerah
  • B. RKPD
  • C. APBD
  • D. RPJMD
Jawaban: D
RPJMD sebagai rencana pembangunan jangka menengah daerah harus selaras dengan RTRW daerah.
95.

Salah satu permasalahan integrasi adalah perbedaan siklus perencanaan, yaitu…

  • A. siklus RPJMD lebih panjang dari RTRW
  • B. siklus RTRW lebih panjang dari RPJMD
  • C. keduanya memiliki siklus yang sama
  • D. tidak ada perbedaan siklus
Jawaban: B
RTRW berlaku 20 tahun, sedangkan RPJMD 5 tahun, sehingga diperlukan penyesuaian periodik.
96.

Prinsip dasar integrasi dokumen perencanaan pembangunan dan tata ruang adalah…

  • A. sentralisasi wewenang
  • B. pemisahan sektor
  • C. pengabaian aspek spasial
  • D. keselarasan dan konsistensi antar dokumen
Jawaban: D
Keselarasan dan konsistensi memastikan bahwa rencana pembangunan dan tata ruang saling mendukung.
97.

Langkah awal dalam mengintegrasikan dokumen perencanaan pembangunan dan tata ruang adalah…

  • A. mengidentifikasi kesenjangan antara RPJMD dan RTRW
  • B. menyusun RTRW tanpa memperhatikan RPJMD
  • C. menghapus dokumen yang tidak sesuai
  • D. menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah pusat
Jawaban: A
Identifikasi kesenjangan diperlukan untuk mengetahui ketidaksesuaian yang harus diselaraskan.
98.

Strategi integrasi dokumen perencanaan dapat dilakukan melalui…

  • A. penyusunan dokumen secara terpisah
  • B. pengabaian masukan publik
  • C. pembentukan forum koordinasi antar lembaga
  • D. penggunaan data yang berbeda
Jawaban: C
Forum koordinasi memfasilitasi komunikasi antara perencana pembangunan dan tata ruang untuk sinkronisasi.
99.

Peraturan zonasi merupakan instrumen yang mengatur…

  • A. pemberian insentif saja
  • B. ketentuan pemanfaatan ruang per blok/zona
  • C. pembiayaan pembangunan
  • D. kelembagaan daerah
Jawaban: B
Peraturan zonasi memuat ketentuan tentang kegiatan yang diizinkan, tidak diizinkan, dan bersyarat di setiap zona.
100.

Pengawasan teknis pemanfaatan ruang bertujuan untuk…

  • A. mengurangi partisipasi masyarakat
  • B. menambah jumlah proyek pembangunan
  • C. meningkatkan pajak daerah
  • D. memastikan bangunan sesuai izin dan rencana tata ruang
Jawaban: D
Pengawasan teknis dilakukan untuk memeriksa kesesuaian pemanfaatan ruang dengan perizinan dan rencana.

Banyak mahasiswa yang hafal definisi hukum tata ruang tapi lupa cara mengaitkannya dengan administrasi pembangunan daerah. Pas UAS nanti, soal dari Modul 6 tentang pengendalian ruang dan Modul 8 soal izin pemanfaatan ruang sering jadi jebakan. Dua modul itu saling terkait erat, lho. Kalau masih bingung bedanya insentif dan disinsentif di lapangan, tandanya harus belajar ulang. Cek juga Soal UAS UT lain untuk lihat pola pertanyaan integrasi spasial dan a-spasial.

UTM biasanya banyak berisi hafalan definisi dari Modul 1 sampai 3, sementara UO lebih ke kasus integrasi perencanaan di Modul 9. Untuk PWKL4204 Hukum dan Administrasi Perencanaan, kemampuan membaca peta kebijakan dan peraturan zonasi jadi pembeda utama nilai akhir. Jangan cuma ngafal pasal, tapi coba bayangkan implementasinya langsung di kota kecil. Selesai UAS nanti, pastiin semua materi perizinan dan kelembagaan pembangunan udah benar-benar nempel.

Bagikan

error: Content is protected !!