Aplikasi Gratis

Soalut.com

v1.3.0

Install sekali, akses kapan saja tanpa browser

Ribuan soal & modul lengkap di aplikasi

GET IT ON Google Play

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir! 💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung
Rp
Rp
Rp
Rp
Selalu Gratis
Ribuan soal UT gratis,
karena kamu peduli
Ikut Dukung Sekarang

Soal UAS UT PWKL4308 Teori Perencanaan dan Kunci Jawaban

Aplikasi Gratis

Soalut.com
★★★★★ 5.0
Gratis
GET IT ON Google Play
Soal UT PWKL4308 Teori Perencanaan
Soal UT PWKL4308 Teori Perencanaan

Pulang kerja, buka modul, eh malah bingung antara ‘Esensi Perencanaan’ di Modul 1 dengan ‘Logika Perencanaan’ di Modul 4. Dua topik ini saling terkait tapi sering bikin rancu saat belajar sendiri. Memang itu momoknya. Soal UT yang kami sediakan di halaman ini fokus menjembatani konsep dasar dan logika berpikir di PWKL4308 Teori Perencanaan. Bedakan dulu fungsi perencanaan sebagai domain publik dengan proses siklusnya.

Modul 5 tentang ‘Perencanaan Advokasi’ dan Modul 7 soal ‘Politik dan Perencanaan’ sering muncul bersama di soal. Keduanya membahas bagaimana pihak berbeda punya kepentingan dalam perencanaan. Paduan yang rumit. Kamu bisa kerjakan prediksi soal UAS Perencanaan Wilayah dan Kota untuk latihan memahami pergeseran orientasi dan model-model perencanaan.

contoh soal UAS UT di bawah ini mencakup inti tiap kegiatan belajar, dari perencanaan transaktif-komunikatif sampai evaluasi prosesnya. Setiap soal sudah dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan singkat. Bukan cuma latihan, tapi juga panduan buat menalar ulang bagian mana yang masih perlu diulang.

Soal UT PWKL4308 Teori Perencanaan

1.

Dalam teori perencanaan, esensi perencanaan berkaitan erat dengan upaya untuk mencapai tujuan tertentu. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan esensi perencanaan?

  • A. Perencanaan adalah proses pengambilan keputusan yang sistematis dan rasional untuk mencapai tujuan masa depan
  • B. Perencanaan merupakan proses yang bersifat reaktif terhadap perubahan lingkungan
  • C. Perencanaan adalah aktivitas yang hanya dilakukan oleh pemerintah pusat
  • D. Perencanaan hanya berfokus pada aspek fisik dan tata ruang
Jawaban: A
Esensi perencanaan adalah proses sistematis dan rasional dalam mengambil keputusan untuk mencapai tujuan masa depan, bukan hanya reaktif atau terbatas pada satu aktor.
2.

Salah satu karakteristik penting dalam perencanaan adalah adanya keterkaitan antara masa kini dan masa depan. Pernyataan yang tepat mengenai hal ini adalah bahwa perencanaan bertujuan untuk…

  • A. Mengabaikan kondisi masa lalu demi fokus pada masa depan
  • B. Memastikan semua sumber daya digunakan secara optimal untuk kebutuhan saat ini
  • C. Menghubungkan tindakan saat ini dengan tujuan yang ingin dicapai di masa mendatang
  • D. Menunda semua keputusan hingga informasi masa depan tersedia
Jawaban: C
Perencanaan menghubungkan tindakan saat ini dengan tujuan masa depan, sehingga masa kini dan masa depan saling terkait.
3.

Dalam konteks esensi perencanaan, mana dari pernyataan berikut yang benar mengenai peran data dan informasi?

  • A. Data dan informasi merupakan dasar untuk analisis dan pengambilan keputusan dalam perencanaan
  • B. Data hanya digunakan untuk memvalidasi rencana yang sudah jadi
  • C. Data dan informasi tidak diperlukan karena perencanaan didasarkan pada intuisi
  • D. Data hanya diperlukan pada tahap akhir perencanaan
Jawaban: A
Data dan informasi menjadi dasar penting dalam analisis dan pengambilan keputusan di seluruh proses perencanaan.
4.

Esensi perencanaan menekankan pada pengelolaan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan. Manakah pernyataan yang paling sesuai dengan prinsip ini?

  • A. Perencanaan mengabaikan keterbatasan sumber daya karena fokus pada tujuan
  • B. Sumber daya harus digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan
  • C. Pengelolaan sumber daya hanya dilakukan oleh pihak swasta
  • D. Perencanaan hanya membutuhkan sumber daya yang tidak terbatas
Jawaban: B
Prinsip utama perencanaan adalah penggunaan sumber daya secara efisien dan efektif karena sifatnya yang terbatas.
5.

Fungsi perencanaan dalam organisasi publik antara lain sebagai alat koordinasi. Manakah contoh penerapan fungsi koordinasi ini?

  • A. Menyusun anggaran tahunan tanpa melibatkan unit lain
  • B. Mendelegasikan semua keputusan kepada pimpinan tertinggi
  • C. Menetapkan target individu tanpa komunikasi antar bagian
  • D. Mengintegrasikan berbagai kegiatan dari departemen berbeda agar selaras dengan tujuan bersama
Jawaban: D
Fungsi koordinasi dalam perencanaan bertujuan mengintegrasikan kegiatan berbagai unit agar selaras dengan tujuan bersama.
6.

Kedudukan perencanaan dalam siklus manajemen sering dikaitkan dengan fungsi awal. Pernyataan yang tepat tentang kedudukan tersebut adalah bahwa perencanaan berada pada…

  • A. Tahap awal yang mendasari fungsi pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian
  • B. Tahap akhir setelah evaluasi dilakukan
  • C. Tahap tengah saat implementasi berjalan
  • D. Tahap yang hanya muncul jika terjadi masalah
Jawaban: A
Perencanaan merupakan fungsi manajemen paling awal yang menjadi dasar bagi fungsi-fungsi lainnya seperti pengorganisasian dan pengendalian.
7.

Salah satu fungsi perencanaan adalah sebagai alat untuk mengurangi ketidakpastian. Bagaimana perencanaan menjalankan fungsi ini?

  • A. Dengan mengabaikan risiko yang mungkin terjadi
  • B. Dengan meramalkan kondisi masa depan dan menyusun strategi antisipasi
  • C. Dengan menunggu informasi lengkap sebelum bertindak
  • D. Dengan menyerahkan keputusan pada kebetulan
Jawaban: B
Perencanaan mengurangi ketidakpastian melalui peramalan kondisi masa depan dan penyusunan strategi untuk mengantisipasinya.
8.

Dalam organisasi, kedudukan perencanaan sering berkaitan dengan visi dan misi. Manakah pernyataan yang benar mengenai hubungan ini?

  • A. Perencanaan merupakan penjabaran dari visi dan misi menjadi langkah-langkah yang terukur
  • B. Visi dan misi tidak terkait dengan perencanaan operasional
  • C. Visi dan misi hanya bersifat dekoratif
  • D. Perencanaan menentukan visi dan misi secara sepihak
Jawaban: A
Perencanaan menjabarkan visi dan misi organisasi menjadi langkah operasional yang konkret dan terukur.
9.

Konsep 'public domain' dalam perencanaan berarti bahwa perencanaan merupakan ranah publik. Implikasi dari konsep ini adalah bahwa perencanaan harus…

  • A. Hanya melibatkan ahli perencana tanpa partisipasi masyarakat
  • B. Dilakukan secara tertutup untuk menjaga kerahasiaan
  • C. Berfokus pada keuntungan finansial semata
  • D. Mengutamakan kepentingan publik dan melibatkan partisipasi masyarakat
Jawaban: D
Public domain menekankan bahwa perencanaan adalah milik publik, sehingga harus mengutamakan kepentingan umum dan melibatkan partisipasi masyarakat.
10.

Perencanaan sebagai public domain menuntut akuntabilitas. Manakah contoh tindakan yang mencerminkan akuntabilitas dalam perencanaan?

  • A. Membuka proses perencanaan kepada publik dan memberikan laporan pertanggungjawaban
  • B. Menyembunyikan data dari publik untuk menghindari kritik
  • C. Menolak masukan masyarakat karena dianggap tidak relevan
  • D. Membuat rencana tanpa dokumentasi
Jawaban: A
Akuntabilitas dalam public domain diwujudkan dengan keterbukaan proses perencanaan dan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepada publik.
11.

Dalam konteks perencanaan sebagai public domain, peran perencana adalah sebagai fasilitator. Pernyataan yang tepat mengenai peran ini adalah bahwa perencana harus…

  • A. Memaksakan pendapatnya kepada masyarakat
  • B. Menjadi pengambil keputusan tunggal
  • C. Memfasilitasi dialog dan musyawarah antar pemangku kepentingan
  • D. Hanya bekerja untuk kepentingan pribadi
Jawaban: C
Sebagai fasilitator, perencana memfasilitasi dialog dan musyawarah antar pemangku kepentingan untuk mencapai kesepakatan bersama.
12.

Salah satu tantangan perencanaan sebagai public domain adalah konflik kepentingan. Bagaimana sebaiknya perencana menyikapi konflik kepentingan?

  • A. Mengabaikan konflik dan melanjutkan rencana
  • B. Memihak salah satu kelompok yang paling kuat
  • C. Menunda perencanaan hingga konflik selesai
  • D. Mengelola konflik melalui negosiasi dan mediasi untuk mencapai konsensus
Jawaban: D
Perencana harus mengelola konflik kepentingan dengan negosiasi dan mediasi untuk mencapai konsensus yang adil.
13.

Kemunculan teori perencanaan modern dipengaruhi oleh pemikiran rasionalisme. Manakah tokoh yang dikenal sebagai pelopor rasionalisme dalam teori perencanaan?

  • A. Friedrich Hayek
  • B. John Rawls
  • C. Jane Jacobs
  • D. Max Weber
Jawaban: D
Max Weber dikenal sebagai pelopor rasionalisme melalui konsep birokrasi rasional yang memengaruhi teori perencanaan modern.
14.

Teori perencanaan modern berkembang pada abad ke-20. Manakah faktor yang mendorong kemunculan teori perencanaan modern?

  • A. Penemuan teknologi yang lambat
  • B. Revolusi industri dan urbanisasi yang cepat
  • C. Stabilitas sosial yang tinggi
  • D. Tidak adanya perubahan demografi
Jawaban: B
Revolusi industri dan urbanisasi yang cepat mendorong perlunya perencanaan untuk mengatur pertumbuhan kota dan industri.
15.

Pendekatan perencanaan rasional-komprehensif merupakan salah satu model awal dalam teori perencanaan modern. Karakteristik utama dari model ini adalah…

  • A. Fokus pada aspek komunikasi antar pemangku kepentingan
  • B. Partisipasi masyarakat yang dominan
  • C. Langkah-langkah yang sistematis dan logis mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi
  • D. Penggunaan strategi jangka pendek
Jawaban: C
Model rasional-komprehensif dicirikan oleh langkah-langkah sistematis dari identifikasi masalah, analisis, hingga evaluasi.
16.

Perkembangan teori perencanaan modern tidak lepas dari kritik terhadap model rasional. Manakah kritik utama terhadap perencanaan rasional-komprehensif?

  • A. Terlalu fleksibel dan tidak terstruktur
  • B. Menganggap perencana memiliki informasi yang sempurna, padahal kenyataannya terbatas
  • C. Menyederhanakan masalah yang kompleks
  • D. Mengabaikan aspek politik dalam perencanaan
Jawaban: B
Kritik utama adalah asumsi bahwa perencana memiliki informasi sempurna dan rasionalitas penuh tidak realistis dalam praktik.
17.

Perdebatan mutakhir dalam teori perencanaan menyoroti pentingnya aspek komunikatif. Model perencanaan yang menekankan komunikasi dan konsensus disebut…

  • A. Perencanaan strategik
  • B. Perencanaan advokasi
  • C. Perencanaan komunikatif
  • D. Perencanaan rasional
Jawaban: C
Perencanaan komunikatif menekankan dialog dan konsensus antar pemangku kepentingan sebagai inti proses perencanaan.
18.

Perdebatan teoritis dalam perencanaan pada perkembangan mutakhir seringkali berfokus pada isu…

  • A. efisiensi biaya pembangunan
  • B. penggunaan teknologi tinggi
  • C. partisipasi publik dan demokrasi
  • D. stabilitas politik nasional
Jawaban: C
Perdebatan teoritis mutakhir dalam perencanaan menekankan partisipasi publik dan demokrasi sebagai respons terhadap kritik terhadap model rasional-komprehensif.
19.

Salah satu aliran pemikiran dalam perdebatan teoritis perencanaan modern adalah…

  • A. perencanaan otoriter
  • B. perencanaan birokratis
  • C. perencanaan tradisional
  • D. perencanaan komunikatif
Jawaban: D
Perencanaan komunikatif merupakan aliran pemikiran yang muncul dalam perdebatan teoritis modern, menekankan dialog dan konsensus.
20.

Teori perencanaan yang menekankan peran wacana dan komunikasi dalam pengambilan keputusan termasuk dalam kategori…

  • A. perencanaan rasional
  • B. perencanaan advokasi
  • C. perencanaan transaktif
  • D. perencanaan strategis
Jawaban: C
Perencanaan transaktif menekankan interaksi dan komunikasi antara perencana dan masyarakat dalam proses perencanaan.
21.

Praktik perencanaan di Indonesia pada masa awal kemerdekaan lebih banyak dipengaruhi oleh…

  • A. sistem perencanaan kolonial
  • B. nilai-nilai tradisional
  • C. teori perencanaan modern barat
  • D. partisipasi masyarakat lokal
Jawaban: A
Pada awal kemerdekaan, praktik perencanaan di Indonesia masih banyak mengadopsi sistem dan prosedur perencanaan yang ditinggalkan oleh pemerintah kolonial.
22.

Sejarah perencanaan di Indonesia menunjukkan bahwa era Orde Baru identik dengan…

  • A. perencanaan sentralistik
  • B. perencanaan desentralisasi
  • C. perencanaan partisipatif
  • D. perencanaan berbasis komunitas
Jawaban: A
Era Orde Baru menerapkan perencanaan sentralistik dengan pemerintah pusat sebagai pengambil keputusan utama dalam pembangunan.
23.

Dokumen perencanaan awal yang menjadi landasan pembangunan di Indonesia pasca kemerdekaan adalah…

  • A. Repelita
  • B. RPJP
  • C. GBHN
  • D. Propenas
Jawaban: C
GBHN atau Garis-Garis Besar Haluan Negara merupakan dokumen perencanaan utama pada masa Orde Baru yang menjadi pedoman pembangunan nasional.
24.

Perubahan orientasi perencanaan di Indonesia dari sentralistik ke desentralistik terjadi setelah…

  • A. kemerdekaan 1945
  • B. reformasi 1998
  • C. orde lama
  • D. era globalisasi
Jawaban: B
Reformasi 1998 membawa perubahan signifikan dalam sistem perencanaan Indonesia, termasuk desentralisasi wewenang ke daerah.
25.

Paradigma dalam perencanaan berfungsi sebagai…

  • A. alat pengumpul data
  • B. kerangka berpikir dasar
  • C. teknik evaluasi
  • D. metode partisipasi
Jawaban: B
Paradigma memberikan kerangka berpikir dasar yang mempengaruhi cara perencana memahami masalah dan merumuskan solusi.
26.

Pentingnya paradigma dalam perencanaan terletak pada kemampuannya untuk…

  • A. mempercepat proses perencanaan
  • B. meningkatkan partisipasi
  • C. mengurangi biaya perencanaan
  • D. mengarahkan tujuan dan nilai
Jawaban: D
Paradigma membantu mengarahkan tujuan dan nilai yang mendasari proses perencanaan, sehingga keputusan yang diambil konsisten.
27.

Perubahan paradigma dalam perencanaan sering terjadi akibat…

  • A. kritik terhadap paradigma lama
  • B. kemajuan teknologi
  • C. peningkatan anggaran
  • D. tekanan internasional
Jawaban: A
Kritik dan kegagalan paradigma lama dalam menjawab tantangan baru sering menjadi pemicu perubahan paradigma perencanaan.
28.

Paradigma perencanaan yang menekankan rasionalitas dan efisiensi disebut…

  • A. paradigma positivistik
  • B. paradigma tradisional
  • C. paradigma partisipatif
  • D. paradigma kritis
Jawaban: A
Paradigma positivistik menekankan rasionalitas, objektivitas, dan efisiensi dalam proses perencanaan.
29.

Aliran pemikiran dalam perencanaan yang menekankan peran nilai dan kepentingan kelompok adalah…

  • A. perencanaan rasional
  • B. perencanaan incremental
  • C. perencanaan teknokratis
  • D. perencanaan advokasi
Jawaban: D
Perencanaan advokasi menekankan peran perencana sebagai advokat bagi kelompok tertentu, mengakomodasi nilai dan kepentingan mereka.
30.

Perencanaan rasional-komprehensif merupakan aliran pemikiran yang menganggap perencanaan sebagai…

  • A. proses politik
  • B. proses adaptif
  • C. proses partisipatif
  • D. proses teknis linier
Jawaban: D
Perencanaan rasional-komprehensif memandang perencanaan sebagai proses teknis yang linier, mulai dari analisis hingga implementasi.
31.

Aliran pemikiran yang menekankan perubahan kecil dan bertahap adalah…

  • A. perencanaan komprehensif
  • B. perencanaan advokasi
  • C. perencanaan incremental
  • D. perencanaan transaktif
Jawaban: C
Perencanaan incremental menekankan perubahan bertahap dan penyesuaian kecil sebagai respons terhadap keterbatasan informasi dan waktu.
32.

Perencanaan yang berfokus pada konsensus dan dialog antar pemangku kepentingan termasuk dalam aliran…

  • A. perencanaan teknokratis
  • B. perencanaan komunikatif
  • C. perencanaan otoriter
  • D. perencanaan sentralistik
Jawaban: B
Perencanaan komunikatif menekankan konsensus melalui dialog dan partisipasi dari semua pihak yang berkepentingan.
33.

Perkembangan mutakhir paradigma perencanaan menunjukkan pergeseran dari…

  • A. rasional ke partisipatif
  • B. sentralistik ke otoriter
  • C. teknokratis ke tradisional
  • D. partisipatif ke rasional
Jawaban: A
Perkembangan mutakhir menunjukkan pergeseran dari paradigma rasional-teknokratis ke paradigma partisipatif yang lebih inklusif.
34.

Paradigma perencanaan yang muncul sebagai respons terhadap keterbatasan perencanaan rasional adalah…

  • A. paradigma normatif
  • B. paradigma komunikatif
  • C. paradigma otoriter
  • D. paradigma tradisional
Jawaban: B
Paradigma komunikatif muncul untuk mengatasi kelemahan perencanaan rasional yang mengabaikan aspek sosial dan politik.
35.

Perkembangan mutakhir paradigma perencanaan ditandai dengan semakin diterimanya pendekatan yang lebih partisipatif dan komunikatif. Konsep yang menekankan dialog antara perencana dan masyarakat untuk mencapai kesepakatan bersama disebut sebagai…

  • A. Perencanaan Posmodern
  • B. Perencanaan Rasional
  • C. Perencanaan Strategis
  • D. Perencanaan Komunikatif
Jawaban: D
Perencanaan komunikatif menekankan dialog dan partisipasi untuk mencapai konsensus, menjadi ciri perkembangan mutakhir paradigma perencanaan.
36.

Dalam perkembangan mutakhir paradigma perencanaan, muncul kritik terhadap model perencanaan yang terlalu teknokratis dan top-down. Paradigma baru ini lebih menekankan pentingnya…

  • A. Keputusan berbasis data dan analisis biaya-manfaat
  • B. Keterlibatan pemangku kepentingan dan keadilan prosedural
  • C. Penerapan standar teknis yang baku
  • D. Penyusunan rencana jangka panjang yang detail
Jawaban: B
Paradigma mutakhir mengkritik pendekatan teknokratis dan mendorong keterlibatan pemangku kepentingan serta keadilan dalam proses perencanaan.
37.

Dalam logika perencanaan, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menentukan tujuan adalah…

  • A. Menetapkan indikator keberhasilan
  • B. Menyusun rencana aksi
  • C. Mengidentifikasi masalah atau isu
  • D. Mengevaluasi hasil masa lalu
Jawaban: C
Logika perencanaan dimulai dengan identifikasi masalah sebagai dasar untuk merumuskan tujuan dan langkah selanjutnya.
38.

Logika perencanaan sering disamakan dengan proses berpikir deduktif. Dalam konteks ini, pernyataan umum atau asumsi dasar berperan sebagai…

  • A. Tujuan antara
  • B. Kesimpulan sementara
  • C. Premis mayor
  • D. Hipotesis kerja
Jawaban: C
Premis mayor merupakan pernyataan umum yang menjadi dasar penalaran deduktif dalam logika perencanaan.
39.

Salah satu prinsip logika perencanaan adalah hubungan sebab-akibat yang jelas. Apabila suatu rencana tidak mencapai tujuannya, maka berdasarkan logika perencanaan kemungkinan penyebabnya adalah…

  • A. Kurangnya dana dan sumber daya
  • B. Ketidaksesuaian antara asumsi dan realitas
  • C. Rencana yang terlalu sederhana
  • D. Partisipasi masyarakat yang rendah
Jawaban: B
Logika perencanaan menekankan konsistensi antara asumsi dan kondisi nyata; ketidaksesuaian ini menyebabkan rencana gagal mencapai tujuan.
40.

Logika perencanaan mengharuskan perencana untuk merumuskan tujuan yang spesifik dan terukur. Hal ini bertujuan agar…

  • A. Rencana mudah disosialisasikan
  • B. Dana dapat dialokasikan dengan tepat
  • C. Kinerja rencana dapat dievaluasi secara objektif
  • D. Masyarakat memahami manfaat rencana
Jawaban: C
Tujuan yang spesifik dan terukur memungkinkan evaluasi kinerja secara objektif berdasarkan indikator yang jelas.
41.

Dalam siklus perencanaan, tahap setelah perumusan tujuan dan sasaran adalah…

  • A. Implementasi rencana
  • B. Penyusunan strategi dan alternatif
  • C. Identifikasi masalah
  • D. Pengumpulan data
Jawaban: B
Setelah tujuan dan sasaran dirumuskan, langkah berikutnya adalah menyusun strategi dan alternatif untuk mencapainya.
42.

Siklus perencanaan yang ideal bersifat iteratif, artinya…

  • A. Setiap tahap dilakukan satu kali secara berurutan
  • B. Rencana bersifat statis dan tidak berubah
  • C. Tahap evaluasi dilakukan hanya di akhir siklus
  • D. Terdapat umpan balik yang memungkinkan revisi antar tahap
Jawaban: D
Sifat iteratif berarti adanya umpan balik yang memungkinkan perbaikan dan penyesuaian antar tahap dalam siklus perencanaan.
43.

Dalam siklus perencanaan, evaluasi terhadap implementasi rencana berfungsi untuk…

  • A. Mengukur pencapaian dan mengidentifikasi hambatan
  • B. Menyusun visi dan misi
  • C. Menentukan anggaran yang diperlukan
  • D. Menetapkan prioritas pembangunan
Jawaban: A
Evaluasi implementasi berfokus pada pengukuran pencapaian tujuan dan identifikasi masalah yang muncul selama pelaksanaan.
44.

Siklus perencanaan sering digambarkan sebagai lingkaran yang terdiri dari beberapa tahap. Tahap yang menjadi titik awal dan akhir siklus adalah…

  • A. Perumusan masalah
  • B. Penetapan tujuan
  • C. Implementasi
  • D. Evaluasi
Jawaban: D
Evaluasi menjadi titik akhir yang memberikan masukan untuk perencanaan selanjutnya, sekaligus awal siklus baru jika diperlukan.
45.

Pendekatan multiplisme dalam perencanaan menekankan bahwa…

  • A. Berbagai perspektif dan kepentingan harus diakomodasi
  • B. Perencana harus mengabaikan perbedaan kepentingan
  • C. Hanya satu metode perencanaan yang benar
  • D. Perencanaan bersifat netral dan bebas nilai
Jawaban: A
Multiplisme mengakui adanya beragam perspektif dan kepentingan yang perlu diakomodasi dalam proses perencanaan.
46.

Dalam pendekatan multiplisme, konflik antar pemangku kepentingan dipandang sebagai…

  • A. Hambatan yang harus dieliminasi
  • B. Tanda kegagalan perencanaan
  • C. Suatu keniscayaan yang perlu dikelola
  • D. Hal yang tidak relevan
Jawaban: C
Multiplisme melihat konflik sebagai hal wajar dan perlu dikelola, bukan dihilangkan, demi mencapai solusi inklusif.
47.

Salah satu teknik yang sering digunakan dalam pendekatan multiplisme untuk menjaring berbagai pandangan adalah…

  • A. Analisis biaya-manfaat tunggal
  • B. Musyawarah publik dan forum partisipatif
  • C. Peramalan kuantitatif
  • D. Studi kelayakan finansial
Jawaban: B
Musyawarah publik dan forum partisipatif memungkinkan berbagai pihak menyampaikan pandangan, sesuai prinsip multiplisme.
48.

Pendekatan multiplisme mengkritik model perencanaan rasional-komprehensif yang dianggap terlalu menyederhanakan realitas. Kritik utama multiplisme adalah…

  • A. Mengabaikan aspek teknis perencanaan
  • B. Terlalu fokus pada efisiensi ekonomi
  • C. Kurang memperhatikan aspek lingkungan
  • D. Tidak mengakui keberagaman nilai dan kepentingan
Jawaban: D
Multiplisme menentang keseragaman asumsi rasional-komprehensif dan menekankan pentingnya mengakomodasi nilai dan kepentingan yang beragam.
49.

Dalam perencanaan rasional-komprehensif, langkah awal yang diasumsikan selalu ada adalah…

  • A. Identifikasi masalah yang jelas
  • B. Partisipasi aktif masyarakat
  • C. Negosiasi antar pemangku kepentingan
  • D. Evaluasi terus-menerus
Jawaban: A
Model rasional-komprehensif berangkat dari asumsi bahwa masalah dapat diidentifikasi secara jelas dan objektif.
50.

Perencanaan rasional-komprehensif memiliki kelemahan utama dalam menghadapi situasi yang kompleks dan dinamis. Hal ini disebabkan karena model tersebut mengasumsikan bahwa…

  • A. Informasi yang tersedia sempurna dan lengkap
  • B. Masyarakat memiliki preferensi yang seragam
  • C. Perencana bersifat netral
  • D. Lingkungan bersifat stabil
Jawaban: A
Model ini mengasumsikan ketersediaan informasi yang sempurna, padahal dalam realitas sering terjadi ketidakpastian dan kompleksitas.
51.

Perbedaan mendasar antara perencanaan rasional-komprehensif dan perencanaan strategis terletak pada…

  • A. Cakupan waktu dan fokus pada isu kunci
  • B. Penekanan pada partisipasi masyarakat
  • C. Penggunaan analisis kuantitatif
  • D. Keterlibatan sektor swasta
Jawaban: A
Perencanaan rasional bersifat komprehensif dan jangka panjang, sedangkan perencanaan strategis lebih fokus pada isu kunci dan jangka pendek-menengah.
52.

Model perencanaan yang menekankan pada pengambilan keputusan melalui proses analisis sistematis, langkah demi langkah, dan komprehensif disebut sebagai perencanaan apa?

  • A. Perencanaan Advokasi
  • B. Perencanaan Stratejik
  • C. Perencanaan Transaktif
  • D. Perencanaan Rasional-Komprehensif
Jawaban: D
Perencanaan Rasional-Komprehensif adalah model yang mengedepankan analisis sistematis, langkah demi langkah, dan komprehensif dalam pengambilan keputusan.
53.

Dalam perencanaan advokasi, perencana berperan sebagai apa?

  • A. Pembela kepentingan kelompok tertentu
  • B. Fasilitator netral
  • C. Pengambil keputusan tertinggi
  • D. Ahli teknis yang independen
Jawaban: A
Perencanaan advokasi menempatkan perencana sebagai pembela atau advokat bagi kepentingan kelompok tertentu, terutama yang terpinggirkan.
54.

Salah satu kritik utama terhadap perencanaan rasional-komprehensif adalah bahwa model tersebut mengabaikan aspek apa?

  • A. Efisiensi biaya
  • B. Teknologi modern
  • C. Kekuasaan dan konflik
  • D. Data statistik
Jawaban: C
Kritik terhadap perencanaan rasional-komprehensif adalah bahwa model ini mengabaikan peran kekuasaan dan konflik dalam proses perencanaan.
55.

Perencanaan advokasi muncul sebagai respons terhadap keterbatasan model perencanaan mana?

  • A. Perencanaan Rasional-Komprehensif
  • B. Perencanaan Stratejik
  • C. Perencanaan Transaktif
  • D. Perencanaan Posmodern
Jawaban: A
Perencanaan advokasi lahir sebagai kritik terhadap perencanaan rasional-komprehensif yang dianggap tidak representatif bagi semua kelompok.
56.

Dalam konteks perencanaan advokasi, perencana sering kali bekerja untuk kelompok yang kurang berdaya. Tujuan utamanya adalah apa?

  • A. Meningkatkan efisiensi proyek
  • B. Menekan biaya pembangunan
  • C. Memperkuat posisi tawar kelompok tersebut
  • D. Mempercepat proses perencanaan
Jawaban: C
Tujuan perencanaan advokasi adalah memperkuat posisi tawar kelompok yang kurang berdaya agar kepentingannya terwakili.
57.

Model perencanaan yang menekankan pada dialog, negosiasi, dan partisipasi aktif antar pemangku kepentingan disebut perencanaan apa?

  • A. Perencanaan Advokasi
  • B. Perencanaan Rasional
  • C. Perencanaan Transaktif-Komunikatif
  • D. Perencanaan Stratejik
Jawaban: C
Perencanaan transaktif-komunikatif berfokus pada dialog dan partisipasi untuk mencapai kesepakatan bersama.
58.

Dalam perencanaan transaktif-komunikatif, peran perencana lebih sebagai apa?

  • A. Penguasa tunggal
  • B. Pembela kelompok
  • C. Analis data
  • D. Fasilitator dan mediator
Jawaban: D
Perencana dalam model ini berperan sebagai fasilitator dan mediator yang menjembatani komunikasi antar pemangku kepentingan.
59.

Salah satu prinsip kunci dari perencanaan transaktif-komunikatif adalah?

  • A. Kesetaraan dalam berpartisipasi
  • B. Komunikasi satu arah
  • C. Pengambilan keputusan sepihak
  • D. Fokus pada efisiensi teknis
Jawaban: A
Prinsip utama model ini adalah kesetaraan partisipasi, di mana semua pihak memiliki kesempatan sama untuk berkontribusi.
60.

Perencanaan transaktif-komunikatif sering dikaitkan dengan teori dari tokoh siapa?

  • A. John Rawls
  • B. Karl Marx
  • C. Max Weber
  • D. Jurgen Habermas
Jawaban: D
Perencanaan transaktif-komunikatif dipengaruhi oleh teori tindakan komunikatif dari Jurgen Habermas.
61.

Perencanaan stratejik memiliki ciri utama berupa fokus pada apa?

  • A. Detail teknis jangka pendek
  • B. Visi jangka panjang dan analisis lingkungan
  • C. Partisipasi masyarakat luas
  • D. Pembelaan kelompok minoritas
Jawaban: B
Perencanaan stratejik menekankan pada visi jangka panjang serta analisis lingkungan internal dan eksternal.
62.

Langkah pertama dalam proses perencanaan stratejik biasanya adalah?

  • A. Implementasi program
  • B. Evaluasi hasil
  • C. Perumusan misi dan tujuan
  • D. Penyusunan anggaran
Jawaban: C
Proses perencanaan stratejik dimulai dengan perumusan misi dan tujuan organisasi atau wilayah.
63.

Salah satu alat yang sering digunakan dalam perencanaan stratejik untuk menganalisis lingkungan adalah?

  • A. Grafik batang
  • B. Diagram alir
  • C. Peta konsep
  • D. Analisis SWOT
Jawaban: D
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) adalah alat umum dalam perencanaan stratejik.
64.

Perencanaan stratejik membedakan antara strategi dan taktik. Dalam konteks ini, taktik merujuk pada apa?

  • A. Tujuan jangka panjang
  • B. Tindakan spesifik jangka pendek
  • C. Visi organisasi
  • D. Analisis eksternal
Jawaban: B
Taktik adalah tindakan spesifik dan jangka pendek yang mendukung pencapaian strategi jangka panjang.
65.

Ciri utama pola kehidupan posmodernitas dalam perencanaan adalah?

  • A. Keseragaman budaya
  • B. Fragmentasi dan keberagaman
  • C. Pusat kekuasaan tunggal
  • D. Stabilitas ekonomi
Jawaban: B
Posmodernitas ditandai dengan fragmentasi, keberagaman, dan penolakan terhadap narasi tunggal.
66.

Dalam konteks perencanaan, posmodernitas menolak keyakinan akan?

  • A. Nilai-nilai universal
  • B. Partisipasi publik
  • C. Keberlanjutan
  • D. Analisis data
Jawaban: A
Posmodernitas menolak keyakinan akan nilai-nilai universal dan narasi besar yang dianggap absolut.
67.

Salah satu dampak posmodernitas terhadap perencanaan adalah meningkatnya perhatian pada?

  • A. Perencanaan terpusat
  • B. Lokalitas dan konteks spesifik
  • C. Standar internasional
  • D. Teknologi tunggal
Jawaban: B
Posmodernitas mendorong perhatian pada lokalitas dan konteks spesifik, bukan solusi universal.
68.

Kebutuhan perencanaan posmodern menekankan pada pentingnya?

  • A. Fleksibilitas dan adaptasi
  • B. Pendekatan tunggal
  • C. Rencana jangka panjang kaku
  • D. Kontrol birokrasi
Jawaban: A
Perencanaan posmodern membutuhkan fleksibilitas dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang cepat.
69.

Dalam perencanaan posmodern, konsep 'ketidakpastian' menjadi salah satu karakteristik utama karena…

  • A. perencanaan mengabaikan partisipasi masyarakat
  • B. perencanaan harus bersifat pasti dan terukur secara kuantitatif
  • C. perencanaan hanya berfokus pada aspek fisik dan geometris
  • D. perencanaan harus mampu mengakomodasi perubahan yang cepat dan tidak linier
Jawaban: D
Perencanaan posmodern mengakui realitas yang kompleks dan dinamis, sehingga ketidakpastian menjadi ciri utama yang perlu diantisipasi.
70.

Kebutuhan perencanaan posmodern muncul sebagai respons terhadap…

  • A. stagnasi teori perencanaan klasik
  • B. keberhasilan perencanaan modern dalam menyelesaikan semua masalah kota
  • C. kegagalan perencanaan modern yang terlalu linear dan reduksionis
  • D. dominasi perencanaan partisipatif di era sebelumnya
Jawaban: C
Perencanaan posmodern lahir untuk mengatasi keterbatasan perencanaan modern yang sering mengabaikan pluralitas dan kompleksitas.
71.

Ciri utama perencanaan posmodern adalah penekanan pada…

  • A. hierarki otoritas yang ketat
  • B. standarisasi seragam dalam semua aspek
  • C. keterbukaan terhadap perbedaan dan narasi lokal
  • D. pendekatan tunggal yang universal
Jawaban: C
Perencanaan posmodern menghargai pluralitas, perbedaan, dan konteks lokal sebagai landasan utama.
72.

Dalam perencanaan posmodern, proses perencanaan lebih bersifat…

  • A. inkremental dan iteratif
  • B. linear dan top-down
  • C. terpusat dan tertutup
  • D. statis dan permanen
Jawaban: A
Perencanaan posmodern menekankan proses yang fleksibel, berulang, dan adaptif terhadap perubahan.
73.

Salah satu ciri perencanaan posmodern adalah penggunaan 'storytelling' dalam perencanaan, yang bertujuan untuk…

  • A. menyederhanakan data statistik
  • B. memperkuat dominasi perencana
  • C. menggali nilai-nilai dan aspirasi masyarakat secara partisipatif
  • D. menghindari konflik
Jawaban: C
Storytelling menjadi alat untuk mengartikulasikan pengalaman dan harapan masyarakat dalam proses perencanaan.
74.

Perencanaan sebagai proses politik berarti bahwa perencanaan…

  • A. dipengaruhi oleh distribusi kekuasaan dan kepentingan
  • B. hanya bersifat teknis dan netral
  • C. terbebas dari nilai-nilai subjektif
  • D. selalu menghasilkan keputusan yang adil
Jawaban: A
Proses perencanaan tidak lepas dari politik karena melibatkan aktor dengan kepentingan dan kekuasaan yang berbeda.
75.

Dalam perencanaan sebagai proses politik, konflik antar pemangku kepentingan…

  • A. adalah hal yang wajar dan perlu dikelola
  • B. harus dihindari sepenuhnya
  • C. menunjukkan kegagalan perencanaan
  • D. hanya terjadi di negara berkembang
Jawaban: A
Konflik adalah bagian inheren dari proses perencanaan karena perbedaan kepentingan, sehingga perlu dikelola secara konstruktif.
76.

Pengaruh politik dalam perencanaan dapat terlihat pada…

  • A. penggunaan metode kuantitatif murni
  • B. pengambilan keputusan yang melibatkan lobi dan negosiasi
  • C. pengabaian partisipasi publik
  • D. fokus pada efisiensi teknis semata
Jawaban: B
Lobi dan negosiasi mencerminkan dinamika politik yang memengaruhi arah dan hasil perencanaan.
77.

Ideologi dalam perencanaan berfungsi sebagai…

  • A. alat untuk menghilangkan perbedaan pendapat
  • B. kerangka nilai yang mendasari tujuan dan metode perencanaan
  • C. himpunan data teknis
  • D. panduan yang bersifat universal dan tetap
Jawaban: B
Ideologi memberikan landasan normatif yang memengaruhi visi, prioritas, dan pendekatan perencanaan.
78.

Perbedaan ideologi dalam perencanaan dapat menghasilkan…

  • A. konflik yang tidak dapat diselesaikan
  • B. satu model perencanaan yang baku
  • C. beragam model dan pendekatan perencanaan yang berbeda
  • D. pengabaian kepentingan masyarakat
Jawaban: C
Ideologi yang berbeda melahirkan variasi dalam cara perencana memandang masalah dan solusi.
79.

Ideologi neoliberal dalam perencanaan cenderung menekankan pada…

  • A. perencanaan komprehensif terpusat
  • B. intervensi negara yang kuat
  • C. partisipasi masyarakat secara langsung
  • D. efisiensi pasar dan privatisasi
Jawaban: D
Neoliberalisme mengedepankan peran pasar dan pengurangan campur tangan pemerintah dalam perencanaan.
80.

Dinamika politik di Indonesia pasca-Orde Baru menyebabkan pergeseran orientasi perencanaan dari…

  • A. swasta menuju negara
  • B. partisipatif menuju otoriter
  • C. desentralistik menuju sentralistik
  • D. sentralistik menuju desentralistik dan partisipatif
Jawaban: D
Reformasi politik mendorong desentralisasi dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan.
81.

Pergeseran orientasi perencanaan di Indonesia juga dipengaruhi oleh…

  • A. perubahan kebijakan dan tuntutan global
  • B. stabilitas politik yang konstan
  • C. pengabaian terhadap isu lingkungan
  • D. dominasi perencana asing
Jawaban: A
Faktor eksternal seperti globalisasi dan tekanan internasional turut membentuk perubahan orientasi perencanaan nasional.
82.

Salah satu dampak desentralisasi terhadap perencanaan di Indonesia adalah…

  • A. sentimentalitas kedaerahan yang berlebihan
  • B. peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi lokal
  • C. melemahnya koordinasi antar daerah
  • D. penyeragaman kebijakan nasional
Jawaban: B
Desentralisasi memberikan kewenangan lebih besar kepada daerah untuk merencanakan pembangunan sesuai kebutuhan lokal.
83.

Peran etika perencana mencakup tanggung jawab untuk…

  • A. mengutamakan kepentingan pribadi
  • B. bertindak jujur, adil, dan transparan dalam proses perencanaan
  • C. menyembunyikan informasi dari publik
  • D. memihak pada satu kelompok tertentu
Jawaban: B
Etika perencana menuntut integritas, kejujuran, dan keadilan dalam melayani kepentingan publik.
84.

Sistem nilai yang dianut perencana dapat memengaruhi…

  • A. teknik pengumpulan data
  • B. kecepatan proses perencanaan saja
  • C. biaya perencanaan
  • D. prioritas dan keputusan dalam perencanaan
Jawaban: D
Nilai-nilai perencana menjadi filter dalam menentukan apa yang dianggap penting dan bagaimana bertindak.
85.

Seorang perencana dihadapkan pada situasi dimana kepentingan publik dan kepentingan swasta saling bertentangan. Dalam menjalankan perannya, etika perencana menuntut agar ia bersikap netral dan objektif. Prinsip etika apakah yang paling utama diterapkan dalam situasi tersebut?

  • A. Mengutamakan hasil akhir yang efisien
  • B. Menghindari konflik kepentingan
  • C. Mempertahankan loyalitas kepada atasan
  • D. Mengikuti opini publik mayoritas
Jawaban: B
Menghindari konflik kepentingan adalah prinsip etika dasar agar perencana dapat bersikap netral dan objektif, tidak memihak pada salah satu pihak yang berkepentingan.
86.

Dalam sistem nilai perencanaan, partisipasi masyarakat dianggap sebagai elemen penting. Namun, terdapat kendala berupa rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di suatu daerah. Upaya yang paling tepat untuk mengatasi kendala tersebut agar partisipasi tetap berjalan efektif adalah…

  • A. Menunda proses perencanaan sampai tingkat pendidikan meningkat
  • B. Melibatkan tokoh masyarakat sebagai perwakilan tunggal
  • C. Menyediakan fasilitas dan edukasi yang memadai bagi masyarakat
  • D. Menggunakan data sekunder sebagai pengganti aspirasi masyarakat
Jawaban: C
Fasilitas dan edukasi membantu masyarakat memahami informasi perencanaan sehingga partisipasi mereka menjadi lebih bermakna dan efektif.
87.

Sebuah proyek pembangunan jalan tol direncanakan melewati permukiman padat penduduk. Warga setempat menolak karena khawatir kehilangan tempat tinggal. Dalam konteks sistem nilai, konflik ini mencerminkan pertentangan antara…

  • A. Nilai budaya dan nilai teknologi
  • B. Nilai agama dan nilai politik
  • C. Nilai ekonomi dan nilai sosial
  • D. Nilai estetika dan nilai hukum
Jawaban: C
Proyek jalan tol memiliki nilai ekonomi (kelancaran transportasi) sementara warga mempertahankan nilai sosial (tempat tinggal dan komunitas), sehingga terjadi pertentangan antara kedua nilai tersebut.
88.

Peran serta masyarakat dalam perencanaan seringkali diwujudkan melalui forum musyawarah. Agar musyawarah berjalan efektif dan menghasilkan keputusan yang adil, prinsip sistem nilai yang harus dijunjung tinggi adalah…

  • A. Efisiensi waktu agar keputusan cepat tercapai
  • B. Pencatatan hasil tanpa debat
  • C. Prioritas pada pendapat tokoh formal
  • D. Kesetaraan hak bicara antar peserta
Jawaban: D
Kesetaraan hak bicara memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, sehingga keputusan lebih adil dan mewakili semua pihak.
89.

Dalam komunikasi perencanaan, perencana menggunakan peta dan gambar teknis untuk menyampaikan rencana tata ruang kepada masyarakat. Namun, masyarakat awam kesulitan memahami informasi tersebut. Hambatan komunikasi yang terjadi adalah…

  • A. Hambatan semantik
  • B. Hambatan teknis
  • C. Hambatan psikologis
  • D. Hambatan budaya
Jawaban: B
Peta dan gambar teknis merupakan alat teknis yang memerlukan kemampuan khusus untuk dibaca, sehingga masyarakat yang tidak terlatih mengalami hambatan teknis dalam memahaminya.
90.

Seorang perencana ingin membangun kepercayaan masyarakat terhadap rencana yang diusulkan. Strategi komunikasi yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah…

  • A. Menyebarkan brosur secara massal
  • B. Mempublikasikan hasil studi dampak lingkungan
  • C. Memasang iklan di media sosial
  • D. Mengadakan dialog tatap muka secara intensif
Jawaban: D
Dialog tatap muka memungkinkan interaksi dua arah, sehingga perencana dapat mendengarkan kekhawatiran masyarakat dan meresponsnya secara langsung untuk membangun kepercayaan.
91.

Dalam proses sosialisasi rencana pembangunan, terjadi miskomunikasi antara perencana dan kelompok masyarakat adat karena perbedaan bahasa. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini adalah…

  • A. Mengganti rencana dengan yang lebih sederhana
  • B. Menyerahkan sosialisasi kepada pihak ketiga
  • C. Meminta masyarakat adat belajar bahasa Indonesia
  • D. Menggunakan penerjemah yang menguasai bahasa setempat
Jawaban: D
Penggunaan penerjemah memfasilitasi pertukaran informasi secara lancar tanpa mengubah substansi rencana, sehingga komunikasi menjadi efektif.
92.

Prinsip evaluasi perencanaan menekankan pentingnya menilai kesesuaian antara rencana dan implementasi. Indikator yang paling tepat untuk mengukur kesesuaian tersebut adalah…

  • A. Capaian output terhadap target rencana
  • B. Tingkat partisipasi masyarakat
  • C. Anggaran yang tersedia
  • D. Durasi waktu pelaksanaan
Jawaban: A
Capaian output langsung merefleksikan sejauh mana rencana benar-benar dilaksanakan, sehingga menjadi indikator kesesuaian yang valid.
93.

Dalam melakukan evaluasi dampak suatu program pembangunan, seorang evaluator menemukan bahwa dampak positif yang dihasilkan justru dirasakan oleh kelompok yang bukan sasaran. Kondisi ini menunjukkan adanya…

  • A. Efek halo
  • B. Efek displacement
  • C. Efek multiplier
  • D. Efek rebound
Jawaban: C
Efek multiplier terjadi ketika manfaat program meluas ke kelompok atau sektor lain di luar sasaran awal, menghasilkan dampak tidak langsung yang positif.
94.

Suatu program perencanaan dinilai berhasil secara output tetapi gagal mencapai tujuan jangka panjang. Kelemahan dalam evaluasi yang mungkin terjadi adalah kurangnya fokus pada…

  • A. Outcome dan dampak
  • B. Akurasi data
  • C. Efisiensi biaya
  • D. Kesesuaian prosedur
Jawaban: A
Outcome dan dampak mengukur efek jangka panjang dari program, bukan hanya output langsung. Tanpa fokus ini, keberhasilan sejati program tidak terdeteksi.
95.

Dalam pengendalian perencanaan, ditemukan penyimpangan antara rencana dan realisasi di lapangan. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh perencana adalah…

  • A. Menghentikan seluruh kegiatan proyek
  • B. Menyesuaikan rencana agar sesuai realisasi
  • C. Mengidentifikasi sumber dan penyebab penyimpangan
  • D. Melaporkan ke pihak berwenang
Jawaban: C
Identifikasi penyebab penyimpangan merupakan langkah awal yang kritis untuk menentukan tindakan korektif yang tepat, bukan langsung menghentikan atau mengubah rencana.
96.

Sistem pengendalian perencanaan menggunakan indikator kinerja untuk memantau kemajuan. Jika indikator menunjukkan capaian 120% dari target, interpretasi yang tepat adalah…

  • A. Program mengalami pemborosan sumber daya
  • B. Program berjalan di atas target yang direncanakan
  • C. Program tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat
  • D. Program memerlukan revisi target ke bawah
Jawaban: B
Capaian melebihi target menunjukkan kinerja yang baik, meskipun perlu dikonfirmasi apakah kelebihan ini karena perencanaan yang terlalu rendah atau efisiensi.
97.

Dalam pengendalian perencanaan, umpan balik (feedback) digunakan untuk memperbaiki proses. Fungsi utama umpan balik adalah…

  • A. Menghukum pelaksana yang lalai
  • B. Meningkatkan anggaran proyek
  • C. Menyederhanakan dokumen perencanaan
  • D. Memberikan informasi untuk penyesuaian
Jawaban: D
Umpan balik memberikan data aktual yang dapat digunakan untuk membandingkan dengan rencana dan melakukan koreksi agar sasaran tetap tercapai.
98.

Penilaian terhadap praktik perencanaan dilakukan dengan melihat aspek partisipatif. Suatu rencana dianggap buruk dari segi proses jika…

  • A. Menggunakan data yang akurat
  • B. Melibatkan hanya kelompok elit
  • C. Memiliki tujuan yang jelas
  • D. Dilaksanakan tepat waktu
Jawaban: B
Proses perencanaan yang baik harus inklusif; keterlibatan hanya kelompok elit mengabaikan aspirasi masyarakat luas dan mengurangi legitimasi rencana.
99.

Dalam mengevaluasi praktik perencanaan di Indonesia, ditemukan bahwa banyak rencana tidak diimplementasikan secara konsisten. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah…

  • A. Perubahan politik dan kepemimpinan
  • B. Kurangnya data pendukung
  • C. Teknologi yang tidak memadai
  • D. Partisipasi masyarakat yang tinggi
Jawaban: A
Pergantian kepemimpinan seringkali mengubah prioritas dan kebijakan, menyebabkan rencana sebelumnya ditinggalkan atau diubah sehingga implementasi tidak konsisten.
100.

Suatu praktik perencanaan dinilai berhasil jika mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pemangku kepentingan. Indikator keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa perencanaan berfungsi sebagai…

  • A. Media rekonsiliasi konflik
  • B. Alat kontrol pemerintah
  • C. Dokumen legal formal
  • D. Instrumen investasi
Jawaban: A
Kemampuan mengakomodasi kepentingan yang beragam menandakan perencanaan berperan sebagai media rekonsiliasi yang menyelesaikan perbedaan dan menciptakan kesepakatan bersama.

Coba bandingkan jawabanmu dengan soal tentang perencanaan advokasi di Modul 5. Di situlah biasanya mahasiswa mulai goyah soal UO-nya. Kalau lihat latihan di atas, inti pertanyaan nggak jauh dari peran perencana sebagai fasilitator di tengah konflik kepentingan. Itu yang paling sering jadi pembeda nilai. Saya saranin kamu juga buka prediksi soal UAS UT ini biar makin mantap latihannya.

Pola ujian PWKL4308 Teori Perencanaan selalu memadukan soal ingatan dari UTM dengan studi kasus dari Modul 7 tentang politik perencanaan. Banyak yang baru sadar kalau evaluasi perencanaan juga harus paham etika perencana, bukan cuma hitung-hitungan. Ada kan soal yang terasa ganjil? Itu wajar, konsepnya memang perlu diulang.

Bagikan

error: Content is protected !!