Soal UT PWKL4407 Pembangunan Bertumpu pada Komunitas
Banyak mahasiswa Universitas Terbuka merasa kesulitan memahami konsep PWKL4407 Pembangunan Bertumpu pada Komunitas karena materinya yang luas. Mereka bingung membedakan teori partisipatif dengan praktik lapangan. Akibatnya, persiapan ujian jadi kurang terarah dan memicu kecemasan.
Soal UT di halaman ini dirancang khusus untuk menjawab kebingungan tersebut. Latihan soal ini fokus pada model pemberdayaan dan perencanaan dari bawah. Dengan berlatih, Anda bisa langsung mengukur pemahaman terhadap studi kasus komunitas nyata.
Halaman ini menyediakan Soal UAS UT yang dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan rinci. Setiap soal membahas indikator pembangunan partisipatif secara konkret. Materi pembahasan mengupas langkah fasilitator dalam memberdayakan kelompok lokal. Manfaatkan soal-soal berikut untuk menguji kesiapan Anda menghadapi Soal Ujian UT.
Catatan: Soal-soal ini akan terus diperbarui mengikuti modul terbaru Universitas Terbuka.
Soal UT PWKL4407 Pembangunan Bertumpu pada Komunitas
1.
Apa yang dimaksud dengan pembangunan bertumpu pada komunitas?
A. Pembangunan yang sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah pusat
B. Pembangunan yang berfokus pada kepentingan investor asing
C. Pembangunan yang berpusat pada partisipasi aktif dan inisiatif masyarakat lokal
D. Pembangunan yang hanya mengandalkan bantuan donor internasional
Jawaban: C. Pembangunan yang berpusat pada partisipasi aktif dan inisiatif masyarakat lokal. Pembangunan bertumpu pada komunitas menekankan partisipasi dan inisiatif masyarakat lokal sebagai pelaku utama pembangunan.
2.
Landasan hukum utama yang mengatur pembangunan bertumpu pada komunitas di Indonesia adalah?
A. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33
B. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
C. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
D. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jawaban: C. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan kerangka hukum untuk pembangunan berbasis komunitas di tingkat desa.
3.
Siapa saja yang termasuk dalam pemangku kepentingan (stakeholders) dalam pembangunan bertumpu pada komunitas?
A. Hanya pemerintah dan perusahaan swasta
B. Masyarakat lokal, pemerintah, LSM, akademisi, dan sektor swasta
C. Hanya masyarakat lokal dan pemerintah daerah
D. Hanya lembaga donor dan konsultan asing
Jawaban: B. Masyarakat lokal, pemerintah, LSM, akademisi, dan sektor swasta. Pemangku kepentingan meliputi berbagai pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung, termasuk masyarakat, pemerintah, LSM, akademisi, dan swasta.
4.
Apa fungsi utama pemangku kepentingan dalam pembangunan bertumpu pada komunitas?
A. Menggantikan peran pemerintah dalam pengambilan keputusan
B. Memastikan alokasi dana bantuan tepat sasaran
C. Berkolaborasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan
D. Mengawasi kegiatan masyarakat agar sesuai aturan pusat
Jawaban: C. Berkolaborasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Fungsi pemangku kepentingan adalah berkolaborasi dalam seluruh siklus pembangunan untuk mencapai tujuan bersama.
5.
Apa yang menjadi hambatan utama dalam pembangunan partisipatif?
A. Ketersediaan dana yang melimpah
B. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat karena kurangnya kesadaran
C. Teknologi yang terlalu canggih
D. Partisipasi yang berlebihan dari semua pihak
Jawaban: B. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat karena kurangnya kesadaran. Hambatan utama adalah rendahnya partisipasi akibat kurangnya kesadaran, pendidikan, atau kepercayaan terhadap proses pembangunan.
6.
Ancangan partisipatif yang paling tepat untuk melibatkan masyarakat sejak awal perencanaan adalah?
A. Top-down planning
B. Bottom-up planning
C. Centralized planning
D. Sectoral planning
Jawaban: B. Bottom-up planning. Bottom-up planning memungkinkan inisiatif dari masyarakat bawah yang kemudian diakomodasi oleh pemerintah.
7.
Apa tujuan utama dari perencanaan partisipatif dalam komunitas?
A. Mempercepat proses pembangunan sesuai target pusat
B. Menghasilkan rencana yang sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat
C. Mengurangi biaya pembangunan secara drastis
D. Memperkuat dominasi pemerintah dalam pengambilan keputusan
Jawaban: B. Menghasilkan rencana yang sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Perencanaan partisipatif bertujuan menghasilkan rencana yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
8.
Perencanaan partisipatif dalam lingkup komunitas paling efektif dilakukan pada tahap?
A. Setelah proyek selesai
B. Sebelum proyek dimulai, saat identifikasi masalah
C. Hanya saat evaluasi akhir
D. Saat penandatanganan kontrak
Jawaban: B. Sebelum proyek dimulai, saat identifikasi masalah. Partisipasi paling efektif ketika masyarakat terlibat sejak tahap identifikasi masalah dan perencanaan awal.
9.
Survei swadaya dalam pembangunan bertumpu pada komunitas mengandalkan?
A. Tenaga ahli dari luar komunitas
B. Sumber daya dan kemampuan masyarakat setempat
C. Peralatan modern dan mahal
D. Dana pinjaman dari bank
Jawaban: B. Sumber daya dan kemampuan masyarakat setempat. Survei swadaya menggunakan sumber daya lokal, terutama tenaga dan pengetahuan masyarakat.
10.
Langkah pertama dalam menyusun survei swadaya adalah?
A. Mengumpulkan data sekunder
B. Menentukan tujuan survei
C. Melatih tim survei
D. Menyebar kuesioner
Jawaban: B. Menentukan tujuan survei. Penentuan tujuan survei merupakan langkah awal untuk mengarahkan seluruh proses pengumpulan data.
11.
Teknik penetapan prioritas pribadi dalam pembangunan komunitas biasanya didasarkan pada?
A. Keputusan pemimpin tertinggi
B. Kebutuhan dan keinginan individu anggota komunitas
C. Peraturan undang-undang
D. Ketersediaan dana bantuan
Jawaban: B. Kebutuhan dan keinginan individu anggota komunitas. Prioritas pribadi mencerminkan kebutuhan dan keinginan setiap individu, yang kemudian dapat diintegrasikan.
12.
Matriks pencapaian tujuan dalam teknik penetapan prioritas berfungsi untuk?
A. Membandingkan biaya dan manfaat proyek
B. Memetakan hubungan antara kegiatan dan tujuan yang ingin dicapai
C. Menentukan siapa yang menjadi ketua kelompok
D. Menghitung jumlah peserta rapat
Jawaban: B. Memetakan hubungan antara kegiatan dan tujuan yang ingin dicapai. Matriks pencapaian tujuan membantu memvisualisasikan hubungan antara aksi dengan tujuan strategis.
13.
Apa unsur utama dalam rencana tindak (action plan)?
A. Visi dan misi
B. Kegiatan, penanggung jawab, waktu, dan sumber daya
C. Struktur organisasi
D. Peraturan internal
Jawaban: B. Kegiatan, penanggung jawab, waktu, dan sumber daya. Rencana tindak berisi rincian kegiatan, siapa yang bertanggung jawab, jadwal, serta sumber daya yang diperlukan.
14.
Langkah awal dalam penyusunan rencana tindak adalah?
A. Mengadakan pelatihan untuk semua anggota
B. Mengidentifikasi masalah dan tujuan
C. Menandatangani kontrak kerja
D. Mendistribusikan dana
Jawaban: B. Mengidentifikasi masalah dan tujuan. Langkah awal adalah identifikasi masalah dan tujuan agar rencana tindak relevan dengan kebutuhan.
15.
Dalam kehidupan kelompok, pengorganisasian masyarakat bertujuan untuk?
A. Menciptakan ketergantungan pada pemimpin
B. Memfasilitasi kerjasama dan pengambilan keputusan kolektif
C. Membubarkan kelompok yang tidak aktif
D. Memonopoli sumber daya
Jawaban: B. Memfasilitasi kerjasama dan pengambilan keputusan kolektif. Pengorganisasian masyarakat bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan pengambilan keputusan bersama.
16.
Keputusan kelompok yang efektif dalam pengorganisasian masyarakat biasanya didasarkan pada?
A. Suara terbanyak tanpa diskusi
B. Musyawarah dan mufakat
C. Keputusan sepihak dari ketua
D. Hasil undian
Jawaban: B. Musyawarah dan mufakat. Musyawarah dan mufakat merupakan pendekatan ideal dalam pengambilan keputusan kelompok partisipatif.
17.
Apa bentuk peran masyarakat dalam penataan ruang menurut peraturan perundang-undangan?
A. Hanya sebagai objek yang diatur
B. Sebagai subjek yang dapat memberikan saran, masukan, dan melakukan pengawasan
C. Sebagai investor utama
D. Sebagai pelaksana tunggal proyek
Jawaban: B. Sebagai subjek yang dapat memberikan saran, masukan, dan melakukan pengawasan. Masyarakat berperan aktif melalui saran, masukan, dan pengawasan dalam proses penataan ruang.
18.
Apa yang dimaksud dengan pembangunan bertumpu pada komunitas?
A. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk masyarakat
B. Pembangunan yang berorientasi pada kepentingan investor swasta
C. Pembangunan yang prosesnya didorong, direncanakan, dan dikelola oleh komunitas setempat
D. Pembangunan yang fokus pada pembangunan infrastruktur fisik
Jawaban: C. Pembangunan yang prosesnya didorong, direncanakan, dan dikelola oleh komunitas setempat. Pembangunan bertumpu pada komunitas menekankan peran aktif komunitas sebagai subjek pembangunan, bukan hanya objek.
19.
Landasan pemikiran utama pembangunan bertumpu pada komunitas adalah…
A. Top-down approach
B. Kemandirian dan partisipasi masyarakat
C. Sentralisasi kekuasaan
D. Efisiensi biaya pembangunan
Jawaban: B. Kemandirian dan partisipasi masyarakat. Kemandirian dan partisipasi menjadi landasan agar masyarakat mampu mengelola pembangunannya sendiri.
20.
Siapa yang dimaksud dengan pemangku kepentingan dalam pembangunan komunitas?
A. Hanya pemerintah daerah
B. Semua pihak yang memiliki kepentingan dan terpengaruh oleh pembangunan
C. Hanya investor asing
D. Masyarakat kelas atas
Jawaban: B. Semua pihak yang memiliki kepentingan dan terpengaruh oleh pembangunan. Pemangku kepentingan mencakup semua individu atau kelompok yang terkait langsung atau tidak langsung dengan pembangunan.
21.
Fungsi utama pemangku kepentingan dalam pembangunan bertumpu pada komunitas adalah…
A. Menentukan kebijakan secara sepihak
B. Berperan sebagai mediator, fasilitator, dan penggerak partisipasi
C. Mengawasi program dari jarak jauh
D. Menyediakan dana tanpa terlibat dalam proses
Jawaban: B. Berperan sebagai mediator, fasilitator, dan penggerak partisipasi. Pemangku kepentingan berfungsi menjembatani kepentingan dan mendorong partisipasi aktif komunitas.
22.
Tujuan utama pembangunan partisipatif adalah…
A. Mempercepat proyek pembangunan fisik
B. Meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat
C. Mengurangi biaya pembangunan
D. Memenuhi target pemerintah
Jawaban: B. Meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat. Partisipasi meningkatkan rasa memiliki sehingga masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap hasil pembangunan.
23.
Salah satu hambatan dalam pembangunan partisipatif adalah…
A. Ketersediaan dana yang melimpah
B. Tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi
C. Rendahnya kesadaran dan kepercayaan diri masyarakat
D. Dukungan penuh dari pemerintah
Jawaban: C. Rendahnya kesadaran dan kepercayaan diri masyarakat. Kurangnya kesadaran dan kepercayaan diri dapat menghambat partisipasi aktif masyarakat.
24.
Apa manfaat utama perencanaan partisipatif bagi komunitas?
A. Rencana menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan lokal
B. Proses perencanaan menjadi lebih cepat
C. Biaya perencanaan menjadi lebih murah
D. Tidak perlu melibatkan banyak pihak
Jawaban: A. Rencana menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan partisipasi, rencana disusun berdasarkan kebutuhan nyata komunitas sehingga lebih relevan.
25.
Dalam lingkup komunitas, perencanaan partisipatif sebaiknya dilakukan pada tahap…
A. Setelah pembangunan selesai
B. Awal proses perencanaan hingga evaluasi
C. Hanya saat musyawarah desa
D. Saat terjadi konflik
Jawaban: B. Awal proses perencanaan hingga evaluasi. Partisipasi perlu dilakukan sejak awal perencanaan hingga evaluasi untuk memastikan keterlibatan menyeluruh.
26.
Survei swadaya dalam pembangunan komunitas bertujuan untuk…
A. Mengumpulkan data oleh pihak eksternal
B. Mengenali lingkungan permukiman secara mandiri oleh masyarakat
C. Mendapatkan data sekunder dari pemerintah
D. Menilai kelayakan investasi
Jawaban: B. Mengenali lingkungan permukiman secara mandiri oleh masyarakat. Survei swadaya dilakukan oleh masyarakat sendiri untuk memahami kondisi lingkungan mereka.
27.
Langkah pertama dalam menyusun survei swadaya adalah…
A. Mengumpulkan data sekunder
B. Menentukan tujuan dan ruang lingkup survei
C. Membuat laporan akhir
D. Melakukan wawancara mendalam
Jawaban: B. Menentukan tujuan dan ruang lingkup survei. Penentuan tujuan dan ruang lingkup menjadi dasar perencanaan survei yang efektif.
28.
Penetapan prioritas pribadi dalam teknik penetapan prioritas didasarkan pada…
A. Keputusan pemimpin komunitas
B. Kebutuhan dan nilai individu
C. Tekanan dari pihak luar
D. Anggaran yang tersedia
Jawaban: B. Kebutuhan dan nilai individu. Prioritas pribadi berasal dari penilaian individu terhadap kebutuhannya sendiri.
29.
Matriks pencapaian tujuan digunakan untuk…
A. Menentukan prioritas kelompok secara objektif
B. Menggambar struktur organisasi
C. Menghitung biaya proyek
D. Membuat jadwal kegiatan
Jawaban: A. Menentukan prioritas kelompok secara objektif. Matriks ini membantu membandingkan alternatif berdasarkan kriteria untuk mencapai tujuan kelompok.
30.
Unsur utama dalam penyusunan rencana tindak adalah…
A. Visi dan misi organisasi
B. Tujuan, kegiatan, jadwal, sumber daya, dan penanggung jawab
C. Anggaran dan laporan keuangan
D. Struktur kepengurusan
Jawaban: B. Tujuan, kegiatan, jadwal, sumber daya, dan penanggung jawab. Rencana tindak harus mencakup elemen operasional seperti kegiatan, jadwal, sumber daya, dan penanggung jawab.
31.
Langkah pertama dalam penyusunan rencana tindak adalah…
A. Mengevaluasi hasil kegiatan
B. Menetapkan tujuan yang spesifik
C. Mengalokasikan dana
D. Membagi tugas
Jawaban: B. Menetapkan tujuan yang spesifik. Penetapan tujuan menjadi langkah awal untuk mengarahkan seluruh perencanaan.
32.
Manusia dalam kehidupan kelompok cenderung…
A. Bersikap individualis
B. Mengikuti norma dan aturan kelompok
C. Menolak kerja sama
D. Mementingkan diri sendiri
Jawaban: B. Mengikuti norma dan aturan kelompok. Kelompok membentuk norma yang diikuti anggotanya untuk mencapai tujuan bersama.
33.
Keputusan kelompok yang efektif biasanya dicapai melalui…
A. Pemaksaan oleh pemimpin
B. Musyawarah dan konsensus
C. Voting mayoritas tanpa diskusi
D. Keputusan sepihak
Jawaban: B. Musyawarah dan konsensus. Musyawarah dan konsensus memungkinkan semua anggota merasa dihargai dan setuju dengan keputusan.
34.
Bentuk peran masyarakat dalam penataan ruang dapat berupa…
A. Hanya sebagai objek pengamat
B. Memberikan masukan, saran, dan pengawasan
C. Menentukan kebijakan secara langsung
D. Mengabaikan rencana tata ruang
Jawaban: B. Memberikan masukan, saran, dan pengawasan. Masyarakat dapat berperan aktif melalui partisipasi dalam perencanaan dan pengawasan tata ruang.
35.
Apa yang dimaksud dengan pembangunan bertumpu pada komunitas?
A. Pembangunan yang sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah pusat
B. Pembangunan yang berfokus pada kepentingan individu tanpa melibatkan komunitas
C. Pembangunan yang berbasis pada partisipasi aktif dan inisiatif komunitas lokal
D. Pembangunan yang hanya melibatkan sektor swasta
Jawaban: C. Pembangunan yang berbasis pada partisipasi aktif dan inisiatif komunitas lokal. Pembangunan bertumpu pada komunitas menekankan partisipasi aktif dan inisiatif dari komunitas lokal sebagai pelaku utama.
36.
Menurut landasan hukum di Indonesia, salah satu dasar pelaksanaan pembangunan bertumpu pada komunitas adalah…
A. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
B. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
C. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
D. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Jawaban: C. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi landasan hukum yang kuat bagi pembangunan bertumpu pada komunitas di tingkat desa.
37.
Siapa saja yang termasuk dalam pemangku kepentingan (stakeholders) dalam pembangunan bertumpu pada komunitas?
A. Hanya pemerintah pusat dan pemerintah daerah
B. Komunitas lokal, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah
C. Hanya komunitas lokal dan akademisi
D. Sektor swasta dan media massa
Jawaban: B. Komunitas lokal, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah. Pemangku kepentingan dalam pembangunan bertumpu pada komunitas meliputi komunitas lokal, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah yang saling berinteraksi.
38.
Salah satu fungsi pemangku kepentingan dalam pembangunan bertumpu pada komunitas adalah…
A. Menentukan kebijakan sepihak tanpa melibatkan komunitas
B. Memfasilitasi partisipasi komunitas dalam perencanaan dan pelaksanaan
C. Mengontrol seluruh sumber daya dan dana pembangunan
D. Menjadi satu-satunya pelaksana proyek pembangunan
Jawaban: B. Memfasilitasi partisipasi komunitas dalam perencanaan dan pelaksanaan. Fungsi pemangku kepentingan termasuk memfasilitasi partisipasi komunitas agar mereka terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
39.
Hambatan utama dalam pembangunan partisipatif seringkali disebabkan oleh…
A. Partisipasi masyarakat yang terlalu tinggi
B. Kurangnya dukungan dana dari pemerintah pusat
C. Ketidakmampuan komunitas untuk mengelola pembangunan
D. Adanya dominasi elit lokal dan kurangnya kesadaran masyarakat
Jawaban: D. Adanya dominasi elit lokal dan kurangnya kesadaran masyarakat. Hambatan partisipatif antara lain adalah dominasi elit lokal yang mengabaikan suara mayoritas dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk terlibat.
40.
Manfaat utama dari pembangunan partisipatif adalah…
A. Meningkatkan kecepatan pembangunan karena tidak perlu diskusi
B. Mengurangi biaya pembangunan karena tenaga kerja sukarela
C. Meningkatkan rasa memiliki dan keberlanjutan program oleh komunitas
D. Memudahkan pengawasan oleh pemerintah pusat
Jawaban: C. Meningkatkan rasa memiliki dan keberlanjutan program oleh komunitas. Pembangunan partisipatif meningkatkan rasa memiliki komunitas terhadap program, sehingga keberlanjutannya lebih terjamin.
41.
Dalam perencanaan partisipatif, posisi komunitas adalah sebagai…
A. Objek pembangunan yang menerima program dari pemerintah
B. Subjek yang aktif dalam menentukan prioritas dan rencana
C. Pengamat yang hanya memantau jalannya pembangunan
D. Pelaksana tunggal tanpa melibatkan pihak lain
Jawaban: B. Subjek yang aktif dalam menentukan prioritas dan rencana. Dalam perencanaan partisipatif, komunitas menjadi subjek utama yang aktif merumuskan prioritas dan rencana pembangunan.
42.
Manfaat perencanaan partisipatif dalam lingkup komunitas adalah…
A. Perencanaan menjadi lebih cepat karena keputusan diambil oleh satu pihak
B. Menghasilkan rencana yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal
C. Mengurangi konflik karena semua warga dipaksa setuju
D. Memusatkan kekuasaan pada kelompok tertentu
Jawaban: B. Menghasilkan rencana yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal. Perencanaan partisipatif menghasilkan rencana yang lebih relevan dengan kebutuhan dan potensi lokal karena melibatkan aspirasi komunitas.
43.
Dasar pengenalan lingkungan permukiman dalam survei swadaya bertujuan untuk…
A. Mengetahui kondisi fisik dan sosial permukiman secara mendalam
B. Menentukan lokasi pembangunan proyek pemerintah
C. Mengidentifikasi individu yang memiliki kekuasaan di komunitas
D. Membuat peta administrasi desa secara resmi
Jawaban: A. Mengetahui kondisi fisik dan sosial permukiman secara mendalam. Survei swadaya bertujuan untuk memahami kondisi fisik dan sosial permukiman yang menjadi basis perencanaan komunitas.
44.
Langkah pertama dalam menyusun survei swadaya adalah…
A. Mengumpulkan dana dari pemerintah daerah
B. Membentuk tim survei dari warga setempat
C. Menganalisis data yang sudah ada
D. Menyusun laporan akhir
Jawaban: B. Membentuk tim survei dari warga setempat. Langkah awal adalah membentuk tim survei yang terdiri dari warga setempat agar survei berjalan partisipatif.
45.
Penetapan prioritas pribadi dalam teknik penetapan prioritas dilakukan dengan…
A. Musyawarah untuk mufakat bersama semua warga
B. Menentukan urutan kepentingan berdasarkan kebutuhan individu masing-masing
C. Mengikuti arahan dari tokoh masyarakat
D. Memilih program yang paling populer di media
Jawaban: B. Menentukan urutan kepentingan berdasarkan kebutuhan individu masing-masing. Prioritas pribadi adalah urutan kebutuhan individu sebelum dibawa ke forum kelompok untuk disepakati bersama.
46.
Matriks pencapaian tujuan digunakan untuk…
A. Menilai keberhasilan proyek berdasarkan jumlah dana
B. Membandingkan berbagai alternatif solusi dengan kriteria tertentu
C. Menyusun jadwal kegiatan pembangunan
D. Mendokumentasikan sejarah desa
Jawaban: B. Membandingkan berbagai alternatif solusi dengan kriteria tertentu. Matriks pencapaian tujuan membantu membandingkan alternatif solusi berdasarkan kriteria untuk memilih prioritas terbaik.
47.
Unsur utama dalam rencana tindak (action plan) adalah…
A. Visi dan misi organisasi
B. Tujuan, kegiatan, waktu, sumber daya, dan penanggung jawab
C. Anggaran dan laporan keuangan
D. Struktur organisasi dan pembagian tugas
Jawaban: B. Tujuan, kegiatan, waktu, sumber daya, dan penanggung jawab. Rencana tindak terdiri dari unsur-unsur seperti tujuan, kegiatan spesifik, jadwal, sumber daya, dan penanggung jawab.
48.
Langkah pertama dalam menyusun rencana tindak adalah…
A. Menetapkan indikator keberhasilan
B. Menyusun anggaran secara rinci
C. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai
D. Membagi tugas kepada semua anggota
Jawaban: C. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Penyusunan rencana tindak dimulai dengan merumuskan tujuan yang jelas sebagai arah kegiatan.
49.
Dalam teknik pengorganisasian masyarakat, manusia dalam kehidupan kelompok cenderung membentuk kelompok karena…
A. Kebutuhan untuk memenuhi kewajiban hukum
B. Adanya kepentingan bersama dan interaksi sosial
C. Paksaan dari pemerintah atau tokoh adat
D. Keinginan untuk menghindari konflik
Jawaban: B. Adanya kepentingan bersama dan interaksi sosial. Manusia membentuk kelompok karena adanya kepentingan bersama dan kebutuhan untuk berinteraksi sosial.
50.
Peran masyarakat dalam penataan ruang menurut pendekatan peran masyarakat adalah…
A. Hanya sebagai pelaksana rencana tata ruang dari pemerintah
B. Menyusun rencana tata ruang sendiri tanpa melibatkan pemerintah
C. Terlibat aktif mulai dari perencanaan, pemanfaatan, hingga pengendalian ruang
D. Menjadi pengawas proyek pembangunan infrastruktur
Jawaban: C. Terlibat aktif mulai dari perencanaan, pemanfaatan, hingga pengendalian ruang. Peran masyarakat dalam penataan ruang mencakup partisipasi dalam perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang secara aktif.
Setelah membaca soal-soal di atas, perhatikan pola pertanyaan PWKL4407 Pembangunan Bertumpu pada Komunitas. Latihan ini sangat berguna untuk memahami format ujian di UT, baik UTM maupun UO. Fokuslah pada penguasaan konsep partisipasi masyarakat yang sering muncul di Soal UT.
Pembelajaran mandiri dari halaman ini efektif jika kamu mencatat istilah kunci dari setiap soal. Biasakan diri dengan PWKL4407 Pembangunan Bertumpu pada Komunitas karena formatnya identik dengan ujian sesungguhnya. Ulangi soal yang terasa sulit agar strategi menjawabmu semakin tajam.