Aplikasi Gratis

Soalut.com

v1.3.0

Install sekali, akses kapan saja tanpa browser

Ribuan soal & modul lengkap di aplikasi

GET IT ON Google Play

Soalut.com tetap gratis karena kamu. Yuk, bantu kami terus hadir! 💜 Selalu gratis

🙌 Ikut Dukung
Rp
Rp
Rp
Rp
Selalu Gratis
Ribuan soal UT gratis,
karena kamu peduli
Ikut Dukung Sekarang

Soal UAS UT SATS4223 Komputer II dan Kunci Jawaban

Aplikasi Gratis

Soalut.com
★★★★★ 5.0
Gratis
GET IT ON Google Play
Soal UT SATS4223 Komputer II
Soal UT SATS4223 Komputer II

Bingung pas nyoba bikin fungsi di Modul 1, eh ternyata operasi logika di Modul 2 juga belum nempel. Dua topik ini saling terkait erat karena perintah R harus ditulis urut dan benar. Bikin error terus kalau salah logika. bank soal Universitas Terbuka di halaman ini dirancang untuk bantu kamu bedain mana sintaks fungsi sederhana dan mana pengendalian aliran yang bikin program jalan. Fokus utama ada di SATS4223 Komputer II.

Modul 4 tentang grafik level-tinggi dan Modul 6 soal operasi matriks itu sering bikin mahasiswa UT ngulang berkali-kali. Bukan karena sulit, tapi karena perintah R-nya beda tipis sama Excel. Coba kerjakan soal di bagian grafik dulu. latihan soal Statistika ini disusun per kegiatan belajar, jadi kamu bisa langsung praktek tanpa harus baca seluruh modul.

Soal UAS UT di bawah ini mencakup mulai dari pembangkitan data acak di Modul 9 sampai analisis ragam di Modul 8. Setiap soal dilengkapi kunci jawaban sekaligus pembahasan langkah-langkah di R. Kalau ada output yang beda dari punyamu, cek ulang perintah yang kamu tulis. Soal UAS UT ini sengaja kami buat dengan tingkat kesulitan mirip ujian sungguhan.

Soal UT SATS4223 Komputer II

1.

Dalam R, fungsi sederhana dapat dibuat dengan menggunakan perintah?

  • A. new()
  • B. function()
  • C. set()
  • D. create()
Jawaban: B
Kata kunci function() digunakan untuk mendefinisikan fungsi baru di R.
2.

Argumen dalam fungsi R dapat memiliki nilai default. Jika suatu argumen tidak diberikan nilai, maka fungsi akan menggunakan?

  • A. nilai NA
  • B. nilai default yang ditentukan dalam definisi fungsi
  • C. nilai NULL
  • D. nilai 0
Jawaban: B
Nilai default ditulis dalam definisi fungsi. Jika argumen tidak diisi saat pemanggilan, maka default akan digunakan.
3.

Perhatikan kode berikut: myfun <- function(x) { return(x^2) }. Pemanggilan myfun(3) akan menghasilkan?

  • A. 9
  • B. 6
  • C. 3
  • D. 12
Jawaban: A
Fungsi mengembalikan x^2, yaitu 3^2 = 9.
4.

Fungsi dalam R dapat memiliki lebih dari satu argumen. Jika ada fungsi f <- function(a, b) { a + b }, maka pemanggilan f(1, 2) menghasilkan?

  • A. 2
  • B. 12
  • C. 1
  • D. 3
Jawaban: D
Fungsi menjumlahkan dua argumen, 1+2 = 3.
5.

Fungsi R dapat mengembalikan objek kompleks seperti list. Perintah yang tepat untuk mengembalikan list dari fungsi adalah?

  • A. output(x, y)
  • B. return x dan y
  • C. return(list(x, y))
  • D. list(x, y) saja
Jawaban: C
Perintah return(list(…)) digunakan untuk mengembalikan list dari fungsi R.
6.

Dalam pendefinisian fungsi R, jika ingin menghentikan eksekusi dan mengembalikan nilai, digunakan perintah?

  • A. return
  • B. stop
  • C. break
  • D. exit
Jawaban: A
Perintah return() berfungsi menghentikan fungsi dan mengembalikan nilai yang ditentukan.
7.

Editor R bawaan yang sering digunakan untuk menulis skrip R adalah?

  • A. Tinn-R
  • B. R Editor
  • C. RStudio
  • D. Notepad
Jawaban: A
Tinn-R adalah editor eksternal yang populer untuk menulis skrip R meskipun RStudio juga umum. Namun berdasarkan modul, Tinn-R disebutkan.
8.

Kelebihan utama Tinn-R dibandingkan editor teks biasa adalah?

  • A. memiliki fitur pemeriksa ejaan
  • B. menyediakan templat dokumen
  • C. dapat menjalankan R langsung dari editor
  • D. mendukung banyak bahasa pemrograman
Jawaban: C
Tinn-R terintegrasi dengan R, sehingga skrip dapat dijalankan langsung dari editor.
9.

Untuk menyimpan skrip R di editor Tinn-R, ekstensi file yang tepat adalah?

  • A. .txt
  • B. .exe
  • C. .csv
  • D. .r
Jawaban: D
Skrip R disimpan dengan ekstensi .r.
10.

Dalam Tinn-R, perintah untuk menjalankan seluruh skrip R adalah?

  • A. Execute
  • B. Run All
  • C. Run
  • D. Submit
Jawaban: B
Tombol Run All digunakan di Tinn-R untuk menjalankan seluruh skrip yang aktif.
11.

Perbedaan utama antara R Console dan editor R adalah?

  • A. Console mengeksekusi perintah langsung, editor untuk menulis skrip
  • B. Console untuk grafik, editor untuk data
  • C. Console hanya di Windows
  • D. Editor tidak bisa diinstal
Jawaban: A
R Console digunakan untuk eksekusi interaktif, sedangkan editor digunakan untuk menulis dan menyimpan skrip.
12.

Fungsi source() di R digunakan untuk?

  • A. membaca data dari file eksternal
  • B. membuat grafik
  • C. menginstall paket
  • D. mengeksekusi skrip R dari file
Jawaban: D
Source() digunakan untuk menjalankan skrip R yang disimpan dalam file.
13.

Operator aritmatika yang digunakan untuk pemangkatan di R adalah?

  • A. %/%
  • B. *
  • C. ^
  • D. %%
Jawaban: C
Operator ^ digunakan untuk eksponensial, misalnya 2^3 = 8.
14.

Ekspresi 10 %% 3 di R akan menghasilkan?

  • A. 3
  • B. 1
  • C. 0
  • D. 2
Jawaban: B
Operator %% adalah modulus, sisa bagi 10 dibagi 3 adalah 1.
15.

Operator logika AND di R adalah?

  • A. &
  • B. |
  • C. !
  • D. &&
Jawaban: A
& adalah operator AND vektor, sedangkan && untuk skalar. Keduanya AND, namun & lebih umum untuk vektor. Berdasarkan modul, & disebutkan.
16.

Hasil dari ekspresi TRUE | FALSE di R adalah?

  • A. NA
  • B. FALSE
  • C. TRUE
  • D. error
Jawaban: C
Operator OR menghasilkan TRUE jika salah satu operand TRUE. TRUE | FALSE = TRUE.
17.

Ekspresi relasional 5 > 3 && 2 <= 1 di R akan menghasilkan?

  • A. TRUE
  • B. error
  • C. NA
  • D. FALSE
Jawaban: D
5 > 3 adalah TRUE, 2 <= 1 adalah FALSE. TRUE && FALSE = FALSE.
18.

Dalam R, jika x = 10 dan y = 3, manakah hasil dari operasi x %% y?

  • A. 0
  • B. 3
  • C. 1
  • D. 10
Jawaban: C
Operator %% dalam R menghitung sisa bagi. 10 dibagi 3 menghasilkan sisa 1.
19.

Dalam perintah if-else di R, jika kondisi TRUE, blok mana yang dieksekusi?

  • A. Blok setelah else if
  • B. Blok setelah else
  • C. Blok setelah if
  • D. Tidak ada yang dieksekusi
Jawaban: C
Struktur if-else: jika kondisi TRUE, eksekusi blok setelah if, jika FALSE, eksekusi blok setelah else.
20.

Perintah for di R digunakan untuk:

  • A. Mengulang perintah berdasarkan kondisi
  • B. Menjalankan fungsi
  • C. Menghentikan perulangan
  • D. Mengulang perintah untuk setiap elemen vektor
Jawaban: D
For loop di R digunakan untuk iterasi melalui elemen vektor atau daftar, bukan berdasarkan kondisi boolean.
21.

Dalam R, fungsi while akan mengulang perintah selama:

  • A. Kondisi TRUE
  • B. Kondisi FALSE
  • C. Indeks tertentu
  • D. Tidak ada kondisi
Jawaban: A
While loop terus berjalan selama kondisi yang diberikan adalah TRUE.
22.

Perintah break dalam perulangan di R berfungsi untuk:

  • A. Melanjutkan ke iterasi berikutnya
  • B. Mengulang dari awal
  • C. Menghentikan perulangan
  • D. Menambah nilai pengulang
Jawaban: C
Break digunakan untuk keluar dari perulangan sebelum kondisi berakhir.
23.

Jika v = c(1,2,3) dan kita jalankan v^2, hasilnya adalah:

  • A. 1 4 9
  • B. 2 4 6
  • C. 1 2 3
  • D. Error
Jawaban: A
Di R, operator ^ bersifat vektor, sehingga v^2 menghasilkan kuadrat setiap elemen v.
24.

Perintah next dalam perulangan R berfungsi untuk:

  • A. Menghentikan perulangan
  • B. Melanjutkan ke iterasi berikutnya
  • C. Mengulang dari awal
  • D. Menambah nilai pengulang
Jawaban: B
Next digunakan untuk melanjutkan ke iterasi berikutnya tanpa menyelesaikan iterasi saat ini.
25.

Fungsi sum di R digunakan untuk:

  • A. Menghitung panjang vektor
  • B. Menjumlahkan semua elemen vektor
  • C. Mengurutkan vektor
  • D. Mencari rata-rata
Jawaban: B
Fungsi sum menghitung total dari semua elemen dalam vektor atau matriks.
26.

Jika matriks A = matrix(1:6, nrow=2), maka dimensi A adalah:

  • A. 2 baris, 3 kolom
  • B. 3 baris, 2 kolom
  • C. 2 baris, 2 kolom
  • D. 6 baris, 1 kolom
Jawaban: A
Perintah matrix(1:6, nrow=2) membuat matriks 2 baris; total 6 elemen, sehingga kolom = 3.
27.

Operator %*% dalam R digunakan untuk:

  • A. Perkalian elemen
  • B. Transpose matriks
  • C. Perkalian matriks
  • D. Determinan matriks
Jawaban: C
Operator %*% adalah operator perkalian matriks dalam R, bukan perkalian elemen.
28.

Fungsi solve dalam R biasanya digunakan untuk:

  • A. Menjumlahkan matriks
  • B. Menghitung invers matriks
  • C. Mengalikan matriks
  • D. Transpose matriks
Jawaban: B
Fungsi solve digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear atau menghitung invers matriks.
29.

Fungsi t dalam R digunakan untuk:

  • A. Transpose matriks
  • B. Determinan matriks
  • C. Rank matriks
  • D. Invers matriks
Jawaban: A
Fungsi t() mengembalikan transpose dari matriks atau data frame.
30.

Fungsi dnorm(x) dalam R digunakan untuk menghitung:

  • A. Fungsi distribusi kumulatif normal
  • B. Nilai acak normal
  • C. Fungsi kuantil normal
  • D. Fungsi kepadatan probabilitas normal
Jawaban: D
dnorm menghasilkan nilai fungsi kepadatan probabilitas (pdf) dari distribusi normal pada titik x.
31.

Fungsi pnorm(x) dalam R menghasilkan:

  • A. Probabilitas P(Z > x)
  • B. Nilai acak normal
  • C. Kuantil dari probabilitas x
  • D. Probabilitas P(Z <= x)
Jawaban: D
pnorm mengembalikan probabilitas kumulatif dari distribusi normal standar hingga nilai x.
32.

Fungsi rnorm(100) dalam R menghasilkan:

  • A. 100 nilai dari fungsi kepadatan normal
  • B. 100 nilai acak dari distribusi normal
  • C. Vektor 100 kuantil normal
  • D. Error karena argumen salah
Jawaban: B
rnorm(n) menghasilkan n bilangan acak yang mengikuti distribusi normal standar.
33.

Fungsi qnorm(0.975) dalam R digunakan untuk:

  • A. Menghitung probabilitas
  • B. Menghitung nilai acak
  • C. Menghitung rata-rata
  • D. Menghitung kuantil dari probabilitas 0.975
Jawaban: D
qnorm mengembalikan nilai z sehingga P(Z <= z) = probabilitas yang diberikan, yaitu kuantil.
35.

Fungsi di R yang digunakan untuk menghitung luas di bawah kurva distribusi normal baku dari -infinit sampai suatu nilai z adalah…

  • A. dnorm()
  • B. pnorm()
  • C. qnorm()
  • D. rnorm()
Jawaban: B
Fungsi pnorm() digunakan untuk menghitung probabilitas kumulatif distribusi normal, yaitu luas di bawah kurva dari -infinit sampai z.
36.

Perintah level-tinggi pada grafik di R yang digunakan untuk membuat plot scatter sederhana adalah…

  • A. plot()
  • B. lines()
  • C. points()
  • D. abline()
Jawaban: A
Fungsi plot() adalah perintah level-tinggi yang menghasilkan plot scatter atau jenis grafik dasar lainnya dengan satu perintah.
37.

Jika kita ingin menambahkan judul pada grafik yang sudah dibuat dengan perintah plot(), fungsi yang tepat adalah…

  • A. main()
  • B. title()
  • C. label()
  • D. head()
Jawaban: B
Fungsi title() digunakan untuk menambahkan judul dan label sumbu pada grafik yang sudah ada.
38.

Perintah level-tinggi hist() di R digunakan untuk membuat grafik…

  • A. diagram batang
  • B. diagram lingkaran
  • C. plot sebar
  • D. histogram
Jawaban: D
Fungsi hist() secara khusus digunakan untuk membuat histogram dari data numerik.
39.

Fungsi boxplot() di R termasuk dalam kategori perintah…

  • A. level-rendah
  • B. level-dasar
  • C. level-menengah
  • D. level-tinggi
Jawaban: D
Boxplot() adalah perintah level-tinggi karena menghasilkan grafik utuh secara langsung tanpa perlu perintah tambahan.
40.

Perintah level-tinggi di R yang digunakan untuk membuat diagram batang adalah…

  • A. barchart()
  • B. bar()
  • C. barplot()
  • D. hist()
Jawaban: C
Fungsi barplot() adalah perintah level-tinggi yang digunakan untuk membuat diagram batang di R.
41.

Perintah level-rendah di R yang digunakan untuk menambahkan titik-titik pada grafik yang sudah ada adalah…

  • A. points()
  • B. lines()
  • C. text()
  • D. legend()
Jawaban: A
Fungsi points() adalah perintah level-rendah yang menambahkan titik-titik ke grafik yang sudah ada.
42.

Untuk menambahkan garis lurus vertikal atau horizontal pada grafik di R, perintah yang tepat adalah…

  • A. lines()
  • B. curve()
  • C. abline()
  • D. segments()
Jawaban: C
Fungsi abline() digunakan untuk menambahkan garis lurus berdasarkan koordinat atau parameter tertentu.
43.

Perintah level-rendah di R yang digunakan untuk menambahkan teks pada koordinat tertentu di grafik adalah…

  • A. cat()
  • B. label()
  • C. print()
  • D. text()
Jawaban: D
Fungsi text() menambahkan teks pada posisi (x,y) yang ditentukan dalam grafik.
44.

Untuk menambahkan kurva fungsi tertentu pada grafik di R, perintah yang digunakan adalah…

  • A. curve()
  • B. lines()
  • C. plot()
  • D. abline()
Jawaban: A
Fungsi curve() adalah perintah level-rendah yang menambahkan kurva dari suatu fungsi matematika ke grafik.
45.

Perintah level-rendah yang menambahkan segmen garis antara dua titik pada grafik di R adalah…

  • A. segments()
  • B. lines()
  • C. arrows()
  • D. abline()
Jawaban: A
Fungsi segments() menggambar garis dari satu titik ke titik lain dengan koordinat yang ditentukan.
46.

Grafik yang cocok untuk memeriksa distribusi data secara visual adalah…

  • A. diagram batang
  • B. histogram
  • C. plot sebar
  • D. diagram lingkaran
Jawaban: B
Histogram menampilkan distribusi frekuensi data sehingga cocok untuk pemeriksaan distribusi.
47.

Untuk memeriksa hubungan antara dua variabel numerik, grafik yang tepat adalah…

  • A. histogram
  • B. boxplot
  • C. diagram batang
  • D. scatter plot
Jawaban: D
Scatter plot atau plot sebar digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel numerik.
48.

Boxplot berguna untuk memeriksa…

  • A. frekuensi kategori
  • B. hubungan antar variabel
  • C. distribusi data dan pencilan
  • D. proporsi data
Jawaban: C
Boxplot menunjukkan kuartil, median, dan pencilan data sehingga berguna untuk pemeriksaan distribusi dan outlier.
49.

Fungsi di R untuk membuat boxplot adalah…

  • A. box()
  • B. boxplot()
  • C. plot()
  • D. hist()
Jawaban: B
Boxplot() secara khusus membuat grafik boxplot untuk pemeriksaan data.
50.

Q-Q plot di R digunakan untuk memeriksa…

  • A. kesesuaian data dengan distribusi teoretis
  • B. hubungan linier antar variabel
  • C. korelasi antar variabel
  • D. sebaran data kategorik
Jawaban: A
Q-Q plot membandingkan kuantil data dengan kuantil distribusi teoretis untuk memeriksa kesesuaian distribusi.
51.

Parameter dalam fungsi par() di R yang digunakan untuk mengatur tata letak grafik dalam satu halaman adalah…

  • A. mar
  • B. layout
  • C. mfrow
  • D. oma
Jawaban: C
Parameter mfrow pada par() digunakan untuk membagi area grafik menjadi beberapa baris dan kolom.
52.

Dalam R, perintah apa yang digunakan untuk menentukan jumlah baris dalam layout grafik?

  • A. layout()
  • B. par()
  • C. split.screen
  • D. mfrow
Jawaban: D
Fungsi mfrow dalam parameter grafik digunakan untuk mengatur jumlah baris dalam layout grafik.
53.

Apa fungsi dari parameter 'mar' pada fungsi par() di R?

  • A. Menentukan margin grafik
  • B. Mengatur warna latar
  • C. Menentukan jenis garis
  • D. Mengatur ukuran huruf
Jawaban: A
Parameter 'mar' pada fungsi par() digunakan untuk mengatur margin di sekitar area plot.
54.

Perintah untuk menggabungkan beberapa grafik dalam satu halaman di R adalah?

  • A. plot()
  • B. layout()
  • C. lines()
  • D. points()
Jawaban: B
Fungsi layout() digunakan untuk membagi area grafik menjadi beberapa subplot dalam satu halaman.
55.

Apa yang dimaksud dengan parameter 'oma' pada fungsi par()?

  • A. Urutan plot
  • B. Margin dalam grafik
  • C. Margin luar grafik
  • D. Jumlah kolom
Jawaban: C
Parameter 'oma' mengatur margin luar (outer margin) yang mengelilingi seluruh area grafik.
56.

Bagaimana cara membuat vektor di R dengan elemen 4, 7, 9?

  • A. c(4,7,9)
  • B. vector(4,7,9)
  • C. list(4,7,9)
  • D. c(4,7,9)
Jawaban: A
Fungsi c() digunakan untuk membuat vektor dengan menggabungkan elemen-elemen yang diberikan.
57.

Apa hasil dari perintah matrix(1:6, nrow=2) di R?

  • A. Vektor
  • B. Matriks 3 baris 2 kolom
  • C. Matriks 2 baris 3 kolom
  • D. List
Jawaban: C
Perintah matrix(1:6, nrow=2) menghasilkan matriks dengan 2 baris dan 3 kolom karena data diisi per kolom.
58.

Fungsi untuk mengakses elemen baris ke-2 kolom ke-3 dari matriks M di R adalah?

  • A. M(2,3)
  • B. M[2,3]
  • C. M[3,2]
  • D. M(3,2)
Jawaban: B
Pengindeksan matriks di R menggunakan kurung siku dengan format [baris,kolom].
59.

Apa yang dihasilkan oleh perintah dim(x) jika x adalah matriks?

  • A. Jumlah baris dan kolom
  • B. Jumlah elemen
  • C. Tipe data
  • D. Nama baris
Jawaban: A
Fungsi dim() mengembalikan vektor berisi jumlah baris dan kolom dari matriks atau array.
60.

Perintah untuk menambahkan baris ke matriks M di R adalah?

  • A. append()
  • B. cbind()
  • C. rbind()
  • D. merge()
Jawaban: C
rbind() digunakan untuk menggabungkan matriks atau vektor berdasarkan baris.
61.

Apa hasil dari operasi matriks A %*% B di R?

  • A. Perkalian matriks
  • B. Perkalian elemen
  • C. Penjumlahan matriks
  • D. Transpos matriks
Jawaban: A
Operator %*% di R digunakan untuk perkalian matriks sesuai aturan aljabar linear.
62.

Fungsi untuk menghitung transpos matriks di R adalah?

  • A. tran()
  • B. transpose()
  • C. tr()
  • D. t()
Jawaban: D
Fungsi t() mengembalikan transpos dari matriks yang diberikan.
63.

Apa hasil dari perintah det(matrix(c(1,2,3,4), nrow=2))?

  • A. -2
  • B. 2
  • C. 4
  • D. -4
Jawaban: A
Determinan matriks 2×2 dengan elemen 1,2,3,4 adalah (1*4 – 2*3) = 4 – 6 = -2.
64.

Perintah untuk menghitung perkalian elemen per elemen antara dua matriks di R adalah?

  • A. *.*
  • B. %*%
  • C. mult()
  • D. *
Jawaban: D
Operator * di R digunakan untuk perkalian elemen per elemen antar matriks.
65.

Apa hasil dari perintah diag(c(1,2,3)) di R?

  • A. Vektor
  • B. Matriks diagonal 3×3
  • C. Matriks identitas
  • D. Skalar
Jawaban: B
Fungsi diag() dengan vektor menghasilkan matriks diagonal dengan elemen vektor pada diagonal utama.
66.

Fungsi untuk menghitung invers matriks di R adalah?

  • A. ginv()
  • B. inverse()
  • C. inv()
  • D. solve()
Jawaban: D
Fungsi solve() digunakan untuk menghitung invers matriks persegi.
67.

Bagaimana cara menyelesaikan sistem persamaan linear Ax = b di R?

  • A. A * b
  • B. inv(A) * b
  • C. solve(A,b)
  • D. A %*% b
Jawaban: C
Fungsi solve(A,b) menyelesaikan sistem persamaan linear dengan mengembalikan vektor x.
68.

Apa fungsi dari perintah eigen() di R?

  • A. Menghitung determinan
  • B. Menghitung nilai eigen dan vektor eigen
  • C. Menghitung invers
  • D. Menghitung transpos
Jawaban: B
Fungsi eigen() mengembalikan nilai eigen dan vektor eigen dari matriks persegi.
69.

Dalam R, perintah yang digunakan untuk menghitung kebalikan dari matriks A adalah …

  • A. inv(A)
  • B. det(A)
  • C. t(A)
  • D. solve(A)
Jawaban: D
solve(A) adalah fungsi di R untuk menghitung kebalikan (invers) dari matriks A.
70.

Jika diberikan sistem persamaan linear dalam bentuk matriks A * x = b, maka perintah R untuk mendapatkan solusi x adalah …

  • A. t(A) %*% b
  • B. det(A, b)
  • C. solve(A, b)
  • D. b / A
Jawaban: C
solve(A, b) digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear A * x = b dan mengembalikan vektor x.
71.

Dalam pendugaan parameter, metode yang memilih nilai parameter yang memaksimalkan fungsi likelihood disebut …

  • A. Metode Maksimum Likelihood
  • B. Metode Momen
  • C. Metode Kuadrat Terkecil
  • D. Metode Bayes
Jawaban: A
Metode Maksimum Likelihood (MLE) adalah metode yang memilih nilai parameter yang memaksimalkan fungsi likelihood dari data yang diamati.
72.

Jika diketahui data sampel x1, x2, …, xn dari suatu populasi dengan mean mu, penduga tak bias untuk mu adalah …

  • A. median sampel
  • B. modus sampel
  • C. varians sampel
  • D. rata-rata sampel
Jawaban: D
Rata-rata sampel (x bar) adalah penduga tak bias untuk mean populasi mu karena E(x bar) = mu.
73.

Dalam R, fungsi untuk membaca dan menampilkan ringkasan statistik dari suatu data frame adalah …

  • A. head()
  • B. plot()
  • C. summary()
  • D. lm()
Jawaban: C
summary() di R memberikan ringkasan statistik seperti mean, median, kuartil, dan lainnya dari suatu objek data.
74.

Penduga yang memiliki varians terkecil di antara semua penduga tak bias disebut …

  • A. penduga tak bias
  • B. penduga konsisten
  • C. penduga cukup
  • D. penduga efisien
Jawaban: D
Penduga efisien adalah penduga tak bias yang memiliki varians terkecil dibandingkan penduga tak bias lainnya.
75.

Nilai estimasi parameter yang diperoleh dari metode momen didasarkan pada …

  • A. memaksimalkan likelihood
  • B. menyamakan momen sampel dengan momen populasi
  • C. meminimalkan jumlah kuadrat error
  • D. menggunakan distribusi prior
Jawaban: B
Metode momen bekerja dengan menyamakan momen-momen sampel (seperti mean sampel) dengan momen-momen populasi untuk memperoleh estimasi parameter.
76.

Jika suatu penduga theta_hat memiliki bias yang mendekati nol seiring bertambahnya ukuran sampel, maka penduga tersebut disebut …

  • A. tak bias
  • B. konsisten
  • C. efisien
  • D. cukup
Jawaban: B
Penduga konsisten adalah penduga yang biasnya mendekati nol dan variansnya mengecil saat ukuran sampel meningkat.
77.

Dalam pengujian hipotesis, hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan atau efek disebut …

  • A. hipotesis nol
  • B. hipotesis alternatif
  • C. hipotesis satu arah
  • D. hipotesis dua arah
Jawaban: A
Hipotesis nol (H0) adalah pernyataan yang menyatakan tidak ada perbedaan, tidak ada efek, atau status quo yang akan diuji.
78.

Jika nilai p-value lebih kecil dari taraf signifikansi alpha, maka keputusan yang tepat adalah …

  • A. terima H0
  • B. tolak H0
  • C. tidak ada keputusan
  • D. tingkatkan alpha
Jawaban: B
Jika p-value < alpha, maka cukup bukti untuk menolak hipotesis nol pada taraf signifikansi tersebut.
79.

Dalam R, perintah untuk melakukan uji-t satu sampel adalah …

  • A. t.test(x, y)
  • B. chisq.test(x)
  • C. t.test(x, mu = n)
  • D. wilcox.test(x)
Jawaban: C
t.test(x, mu = n) di R digunakan untuk uji-t satu sampel, dengan n sebagai nilai hipotesis mean.
80.

Kesalahan tipe I dalam pengujian hipotesis terjadi ketika …

  • A. menolak H0 yang benar
  • B. menerima H0 yang salah
  • C. menolak H0 yang salah
  • D. menerima H0 yang benar
Jawaban: A
Kesalahan tipe I adalah menolak hipotesis nol yang sebenarnya benar, dan probabilitasnya sama dengan taraf signifikansi alpha.
81.

Dalam analisis regresi linear sederhana, model yang digunakan adalah Y = a + bX + e. Parameter b menunjukkan …

  • A. intersep
  • B. kemiringan garis regresi
  • C. koefisien determinasi
  • D. residual
Jawaban: B
Nilai b adalah koefisien regresi yang menunjukkan perubahan pada Y untuk setiap satu unit perubahan pada X.
82.

Dalam R, fungsi untuk membuat model regresi linear adalah …

  • A. summary()
  • B. plot()
  • C. glm()
  • D. lm()
Jawaban: D
lm() adalah fungsi di R yang digunakan untuk membuat model regresi linear, dengan sintaks lm(Y ~ X, data = dataframe).
83.

Koefisien determinasi R-squared dalam regresi mengukur …

  • A. korelasi antara X dan Y
  • B. signifikansi model
  • C. proporsi variansi Y yang dijelaskan oleh model
  • D. nilai prediksi Y
Jawaban: C
R-squared menunjukkan seberapa besar variansi variabel dependen Y dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model regresi.
84.

Dalam regresi linear berganda, uji-F digunakan untuk menguji …

  • A. signifikansi model secara keseluruhan
  • B. signifikansi koefisien individu
  • C. normalitas residual
  • D. homoskedastisitas
Jawaban: A
Uji-F dalam regresi berganda digunakan untuk menguji apakah setidaknya satu variabel independen memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen secara simultan.
85.

Dalam analisis regresi di R, jika kita ingin melihat ringkasan model regresi linear sederhana yang telah dibuat, fungsi yang digunakan adalah…

  • A. summary(model)
  • B. print(model)
  • C. plot(model)
  • D. anova(model)
Jawaban: A
Fungsi summary(model) digunakan untuk menampilkan ringkasan model regresi, termasuk koefisien, R-squared, dan signifikansinya.
86.

Dalam analisis ragam satu arah di R, jika data disusun dalam dua vektor yaitu nilai dan kelompok, fungsi yang tepat untuk melakukan ANOVA adalah…

  • A. lm(nilai ~ kelompok)
  • B. anova(lm(nilai ~ kelompok))
  • C. t.test(nilai ~ kelompok)
  • D. aov(nilai ~ kelompok)
Jawaban: D
Fungsi aov digunakan khusus untuk melakukan analisis ragam satu arah dengan formula nilai ~ kelompok.
87.

Hasil dari fungsi aov di R disimpan dalam objek. Untuk melihat tabel ANOVA secara detail, kita dapat menggunakan fungsi…

  • A. print(anova)
  • B. summary(anova_obj)
  • C. table(anova_obj)
  • D. plot(anova_obj)
Jawaban: B
Fungsi summary() pada objek aov akan menampilkan tabel ANOVA yang berisi jumlah kuadrat, derajat bebas, dan nilai F.
88.

Dalam analisis ragam dua arah di R, jika terdapat dua faktor A dan B, formula yang benar untuk model tanpa interaksi adalah…

  • A. y ~ A * B
  • B. y ~ A + B
  • C. y ~ A:B
  • D. y ~ A – B
Jawaban: B
Notasi y ~ A + B menunjukkan model aditif tanpa interaksi antara faktor A dan B.
89.

Untuk menguji asumsi normalitas residual dalam ANOVA di R, kita dapat menggunakan uji…

  • A. Bartlett test
  • B. Levene test
  • C. Shapiro-Wilk test
  • D. F test
Jawaban: C
Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk menguji normalitas residual, sedangkan Bartlett dan Levene untuk homogenitas varians.
90.

Jika hasil uji ANOVA menunjukkan nilai p kurang dari 0.05, maka kesimpulan yang tepat adalah…

  • A. semua kelompok sama
  • B. terdapat perbedaan signifikan antar kelompok
  • C. tidak ada perbedaan antar kelompok
  • D. data tidak normal
Jawaban: B
Nilai p < 0.05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok pada taraf signifikansi 5%.
91.

Untuk membangkitkan 100 data acak berdistribusi normal dengan rata-rata 50 dan simpangan baku 10 di R, perintah yang digunakan adalah…

  • A. rexp(100, rate=0.5)
  • B. runif(100, min=50, max=10)
  • C. rbinom(100, size=50, prob=0.5)
  • D. rnorm(100, mean=50, sd=10)
Jawaban: D
Perintah rnorm(n, mean, sd) digunakan untuk membangkitkan data acak dari distribusi normal dengan parameter yang ditentukan.
92.

Fungsi di R yang digunakan untuk membangkitkan data acak dari distribusi uniform antara 0 dan 1 adalah…

  • A. rnorm(100)
  • B. rpois(100)
  • C. rbinom(100)
  • D. runif(100)
Jawaban: D
Fungsi runif(n) membangkitkan n data acak dari distribusi uniform kontinu pada interval [0,1].
93.

Untuk membangkitkan 50 data acak dari distribusi binomial dengan jumlah percobaan 10 dan probabilitas sukses 0.3, perintah R yang tepat adalah…

  • A. runif(50, min=0, max=10)
  • B. rnorm(50, mean=10, sd=0.3)
  • C. rbinom(50, size=10, prob=0.3)
  • D. rbinom(10, size=50, prob=0.3)
Jawaban: C
rbinom(n, size, prob) membangkitkan n data dari distribusi binomial dengan parameter size dan prob yang diberikan.
94.

Jika kita ingin membangkitkan data acak dari distribusi Poisson dengan lambda = 5 sebanyak 200 data, perintahnya adalah…

  • A. rnorm(200, lambda=5)
  • B. runif(200, min=0, max=5)
  • C. rexp(200, rate=5)
  • D. rpois(200, lambda=5)
Jawaban: D
Fungsi rpois(n, lambda) digunakan untuk membangkitkan data acak dari distribusi Poisson.
95.

Fungsi set.seed(123) pada R digunakan untuk…

  • A. mengatur ulang generator bilangan acak agar hasilnya dapat direproduksi
  • B. menghapus data acak
  • C. memilih data acak secara manual
  • D. menentukan jumlah data acak
Jawaban: A
set.seed() digunakan untuk menginisialisasi generator bilangan acak sehingga hasil yang diperoleh dapat diulang kembali.
96.

Dalam Teorema Limit Pusat, jika kita mengambil sampel acak dari distribusi apapun dengan ukuran sampel besar, maka distribusi rata-rata sampel akan mendekati distribusi…

  • A. uniform
  • B. binomial
  • C. normal
  • D. eksponensial
Jawaban: C
Teorema Limit Pusat menyatakan bahwa distribusi rata-rata sampel akan mendekati distribusi normal untuk ukuran sampel yang besar.
97.

Di R, untuk mensimulasikan Teorema Limit Pusat, kita dapat membangkitkan banyak rata-rata sampel dari distribusi tertentu lalu melihat histogramnya. Fungsi untuk menghitung rata-rata sampel adalah…

  • A. mean(sample)
  • B. sum(sample)
  • C. var(sample)
  • D. sd(sample)
Jawaban: A
Fungsi mean() digunakan untuk menghitung rata-rata dari sebuah vektor data.
98.

Jika kita mengambil 1000 sampel masing-masing berukuran 30 dari distribusi eksponensial, lalu menghitung rata-rata setiap sampel, distribusi dari 1000 rata-rata tersebut akan mendekati…

  • A. distribusi eksponensial
  • B. distribusi uniform
  • C. distribusi normal
  • D. distribusi binomial
Jawaban: C
Menurut Teorema Limit Pusat, distribusi rata-rata sampel akan mendekati normal meskipun populasi asalnya tidak normal.
99.

Dalam simulasi Teorema Limit Pusat di R, fungsi replicate() digunakan untuk…

  • A. mereplikasi data
  • B. mengulang perintah beberapa kali dan menyimpan hasilnya
  • C. menyalin vektor
  • D. menggandakan matriks
Jawaban: B
Fungsi replicate(n, expr) mengulang eksekusi expr sebanyak n kali dan mengembalikan hasilnya dalam bentuk vektor atau array.
100.

Untuk melihat histogram dari rata-rata sampel hasil simulasi Teorema Limit Pusat di R, fungsi yang digunakan adalah…

  • A. hist()
  • B. barplot()
  • C. boxplot()
  • D. plot()
Jawaban: A
Fungsi hist() digunakan untuk membuat histogram, yang cocok untuk melihat distribusi data.

Soal-soal tadi langsung menguji pemahamanmu soal perintah dasar di R, dari fungsi sampai grafik. Yang bikin pusing biasanya di modul operasi matriks dan simulasi, apalagi kalau belum hafal sintaksnya. Itu yang bikin nilai bisa turun kalau asal tebak. Kalau masih ada jawaban yang ngambang, coba jalankan langsung di R atau Tinn-R biar ketahuan mana yang error. Ada banyak latihan UAS UT lain yang bisa kamu cek untuk memperkuat bagian itu.

Di SATS4223 Komputer II, soal UAS biasanya campuran antara UTM yang hafalan sintaks dan UO yang butuh analisis output. Bagian inferensia statistik dan regresi sering muncul dalam format UO, jangan cuma hafal kodenya, pahami juga output yang keluar. Soal Ujian UT memang nantang banget kalau cuma baca modul tanpa praktik. Coba ulang bagian simulasi di Modul 9, karena itu jadi jembatan ke soal-soal aplikatif.

Bagikan

error: Content is protected !!