Banyak yang lupa kalau dalam metode sampling, pemilihan teknik itu bukan soal mana yang paling keren, tapi mana yang sesuai sama desain penelitian SATS4321 Metode Sampling. Modul 1 tentang konsep dasar sampling sering banget luput dari perhatian karena dianggap sepele, padahal jadi fondasi untuk modul-modul selanjutnya. Padahal itu akar masalahnya, lho.
Nah, giliran masuk ke ukuran sampel di Modul 2, langsung terasa bedanya karena ada hubungannya sama jenis-jenis penelitian. Banyak mahasiswa UT yang asal comot rumus tanpa mikir apakah penelitiannya deskriptif atau inferensial. Intervensi cepatnya? Soal UAS UT Statistika di halaman ini sengaja kami kelompokkan per KB biar kamu bisa bandingkan langsung konsep acak sederhana sama acak sistematik.
Untuk yang suka bingung bedain sampel acak berlapis sama acak kelompok, stop khawatir dulu karena di soal berikut contohnya jelas. Mulai dari sampe acak dua tahap di Modul 6 hingga snowball sampling di Modul 9, semua soal ini dilengkapi kunci jawaban dan pembahasan. Setiap pembahasan fokus pada alasan kenapa suatu teknik dipilih dalam kasus tertentu. Bank soal UAS UT ini memang kami desain untuk memahamkan konsep, bukan sekadar menghafal.
Soal UT SATS4321 Metode Sampling
Dalam suatu penelitian, sekelompok elemen yang menjadi objek penelitian disebut sebagai…
Populasi adalah keseluruhan elemen yang menjadi objek penelitian.
Proses mengambil sebagian elemen dari populasi untuk mewakili keseluruhan disebut…
Sampling adalah proses pemilihan sampel dari populasi.
Jika setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel, maka teknik sampling yang digunakan adalah…
Probability sampling memberikan peluang yang sama pada setiap elemen populasi.
Sumber data yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner disebut data…
Data primer dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sumber pertama.
Kesalahan yang terjadi karena sampel tidak mewakili populasi disebut…
Sampling error adalah perbedaan antara nilai sampel dan populasi akibat pemilihan sampel.
Teknik pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku subjek secara langsung disebut…
Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung.
Teknik sampling yang membagi populasi menjadi kelompok-kelompok homogen kemudian mengambil sampel secara acak dari setiap kelompok disebut…
Stratified random sampling mengambil sampel dari setiap strata populasi.
Teknik sampling di mana sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu dari kerangka sampling disebut…
Systematic sampling memilih sampel dengan interval tetap dari kerangka sampling.
Keuntungan utama dari probability sampling dibandingkan non-probability sampling adalah…
Probability sampling memungkinkan estimasi sampling error secara statistik.
Teknik sampling yang berguna ketika populasi sangat besar dan tidak memiliki kerangka sampling yang jelas adalah…
Cluster sampling mengelompokkan populasi ke dalam kelompok-kelompok alami.
Dalam teknik accidental sampling, sampel diambil berdasarkan…
Accidental sampling mengambil subjek yang kebetulan tersedia saat penelitian.
Teknik sampling yang memilih subjek berdasarkan pertimbangan tertentu disebut…
Purposive sampling memilih subjek sesuai tujuan penelitian.
Penelitian yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel disebut penelitian…
Penelitian eksperimen menguji hubungan sebab-akibat secara langsung.
Penelitian yang hanya menggambarkan karakteristik suatu populasi tanpa manipulasi variabel disebut penelitian…
Penelitian deskriptif menggambarkan fenomena apa adanya.
Dalam penelitian survei cross-sectional, data dikumpulkan pada…
Cross-sectional mengumpulkan data dalam satu waktu tertentu.
Ukuran sampel dalam penelitian dipengaruhi oleh faktor berikut, kecuali…
Warna rambut peneliti tidak mempengaruhi ukuran sampel.
Jika populasi berdistribusi normal dan varians diketahui, rumus ukuran sampel yang tepat menggunakan…
Distribusi z digunakan jika varians populasi diketahui dan populasi normal.
Penelitian yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antar variabel dengan menggunakan kontrol ketat disebut sebagai penelitian…
Penelitian eksperimen memiliki ciri utama berupa kontrol ketat untuk menguji hubungan sebab-akibat antar variabel.
Jika seorang peneliti ingin mengetahui efektivitas metode pembelajaran baru dengan membandingkan kelompok yang mendapat perlakuan dan kelompok kontrol, maka jenis penelitian yang tepat adalah…
Penelitian eksperimen melibatkan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol untuk menguji efektivitas suatu intervensi.
Dalam menentukan ukuran sampel, faktor yang TIDAK mempengaruhi besarnya sampel adalah…
Warna sampel tidak mempengaruhi ukuran sampel, sedangkan variabilitas populasi, tingkat kepercayaan, dan margin of error mempengaruhi.
Rumus untuk menghitung ukuran sampel minimal pada populasi tak terhingga adalah n = (Z^2 . p . q)/E^2. Jika Z=1,96 , p=0,5 , q=0,5 , dan E=0,05, maka ukuran sampel minimal adalah… (dibulatkan ke atas)
n = (1,96^2 . 0,5 . 0,5)/0,05^2 = (3,8416 . 0,25)/0,0025 = 0,9604/0,0025 = 384,16, dibulatkan ke atas menjadi 385.
Pada populasi terbatas dengan N=5000, jika margin of error 0,05 dan proporsi 0,5, maka ukuran sampel menggunakan rumus Slovin adalah…
Rumus Slovin: n = N/(1+N.E^2) = 5000/(1+5000.0,0025) = 5000/13,5 = 370,37, dibulatkan menjadi 370.
Jika peneliti menggunakan tingkat kepercayaan 95% dan standar deviasi populasi 10, maka ukuran sampel minimal untuk menduga rata-rata dengan kesalahan maksimal 2 adalah…
n = (Z.sigma/E)^2 = (1,96.10/2)^2 = (19,6/2)^2 = 9,8^2 = 96,04, dibulatkan ke atas menjadi 97.
Semakin besar variabilitas populasi, maka ukuran sampel yang diperlukan cenderung…
Variabilitas populasi yang besar memerlukan ukuran sampel yang lebih besar untuk mencapai presisi yang sama.
Diketahui sampel acak sederhana sebanyak 100 elemen dari populasi N=500. Rata-rata sampel = 50. Penduga rata-rata populasi adalah…
Dalam sampel acak sederhana, penduga rata-rata populasi adalah rata-rata sampel, yaitu 50.
Jika dari sampel acak sederhana diperoleh total nilai 2000 dengan n=40, maka penduga total populasi adalah… (dengan N=200)
Penduga total populasi = N . rata-rata sampel = 200 . (2000/40) = 200.50 = 10000.
Keuntungan utama sampel acak sederhana adalah…
Sampel acak sederhana memberi peluang yang sama pada setiap elemen populasi untuk terpilih.
Dalam sampel acak sederhana, jika ukuran populasi N=100 dan ukuran sampel n=10, maka probabilitas setiap elemen terpilih adalah…
Probabilitas setiap elemen terpilih = n/N = 10/100 = 0,1.
Dari sampel acak sederhana berukuran 25, diperoleh ragam sampel 9. Penduga ragam populasi (s^2) adalah…
Penduga ragam populasi dalam SAS adalah ragam sampel, yaitu 9.
Jika rata-rata sampel = 30 dan ukuran sampel = 36, maka galat baku rata-rata sampel dengan simpangan baku populasi 6 adalah…
Galat baku = sigma/akar(n) = 6/6 = 1.
Suatu sampel acak sederhana berukuran 100 menghasilkan rata-rata 75 dan simpangan baku 10. Pendugaan interval rata-rata populasi pada tingkat kepercayaan 95% adalah… (Z=1,96)
Galat baku = 10/akar(100) = 1, interval = 75 ± 1,96.1 = 75 ± 1,96.
Pada sampel acak sederhana dengan n=64 dan simpangan baku sampel 8, galat baku rata-rata adalah…
Galat baku = s/akar(n) = 8/8 = 1.
Dari sampel acak sederhana, diketahui n=49, rata-rata=200, simpangan baku=14. Pendugaan interval rata-rata populasi pada tingkat kepercayaan 95% adalah…
Galat baku = 14/7 = 2, interval = 200 ± 1,96.2 = 200 ± 3,92.
Jika galat baku rata-rata sampel semakin kecil, maka pendugaan rata-rata populasi akan semakin…
Galat baku yang kecil menunjukkan pendugaan yang lebih presisi atau akurat.
Dalam pendugaan parameter pada sampel acak sederhana, metode yang digunakan untuk memperkirakan nilai parameter populasi dari statistik sampel disebut sebagai
Pendugaan titik adalah metode yang menggunakan satu nilai statistik sampel untuk memperkirakan parameter populasi.
Jika rata-rata sampel adalah 50 dan standar deviasi populasi diketahui 10 dengan ukuran sampel 25, maka standard error dari rata-rata adalah
Standard error = standar deviasi populasi dibagi akar ukuran sampel = 10/5 = 2.
Konsep dasar sampel acak berlapis adalah membagi populasi menjadi beberapa subpopulasi yang disebut
Dalam sampel acak berlapis, populasi dibagi menjadi strata yang homogen.
Tujuan utama penggunaan sampel acak berlapis adalah untuk
Sampel acak berlapis meningkatkan presisi karena variabilitas dalam strata lebih kecil.
Dalam sampel acak berlapis, alokasi proporsional berarti ukuran sampel setiap strata sebanding dengan
Alokasi proporsional mengalokasikan sampel sesuai proporsi ukuran populasi setiap strata.
Jika populasi terdiri dari 3 strata dengan ukuran N1=100, N2=200, N3=300, dan total sampel 60 menggunakan alokasi proporsional, maka ukuran sampel strata 1 adalah
Proporsi strata 1 = 100/600 = 1/6, maka sampel strata 1 = (1/6) x 60 = 10.
Faktor yang menyebabkan sampel acak berlapis lebih efisien dibanding sampel acak sederhana adalah
Jika variabilitas antar strata besar, maka pengelompokan meningkatkan efisiensi.
Dalam pendugaan total populasi pada sampel acak berlapis, estimator yang digunakan adalah penjumlahan dari
Total populasi diduga dengan menjumlahkan rata-rata strata dikali ukuran populasi strata.
Varians penduga rata-rata populasi pada sampel acak berlapis dengan alokasi proporsional dihitung dari
Varians penduga adalah rata-rata tertimbang dari varians setiap strata sesuai bobotnya.
Jika seorang peneliti ingin menduga rata-rata pendapatan di kota dengan strata ekonomi, dan standar deviasi strata tinggi, maka alokasi yang tepat adalah
Alokasi Neyman mempertimbangkan variabilitas strata untuk meminimalkan varians.
Dalam pendugaan selisih dua rata-rata populasi pada sampel acak berlapis, data diambil dari
Pendugaan selisih dua rata-rata melibatkan perbandingan antar strata.
Interval kepercayaan untuk rata-rata populasi pada sampel acak berlapis menggunakan distribusi
Karena varians populasi tidak diketahui, digunakan distribusi t untuk sampel kecil.
Konsep dasar sampel acak kelompok adalah membagi populasi menjadi kelompok-kelompok yang disebut
Dalam sampel acak kelompok, populasi dibagi menjadi klaster yang heterogen.
Perbedaan utama antara sampel acak berlapis dan sampel acak kelompok adalah
Sampel berlapis membuat strata homogen, sedangkan sampel kelompok membuat klaster heterogen.
Dalam sampel acak kelompok, jika klaster dipilih secara acak dan semua unit dalam klaster disurvei, metode ini disebut
Sampel acak kelompok satu tahap mengambil semua unit dalam klaster terpilih.
Keuntungan utama sampel acak kelompok adalah
Sampel acak kelompok lebih efisien dalam biaya karena klaster mudah diakses.
Dalam pendugaan rata-rata populasi pada sampel acak kelompok, rata-rata populasi diduga dengan
Rata-rata populasi diduga dengan rata-rata tertimbang sesuai ukuran klaster untuk mengurangi bias.
Dalam sampel acak kelompok, populasi dibagi ke dalam beberapa kelompok yang disebut cluster. Tujuan utama pembentukan cluster dalam metode ini adalah agar setiap cluster bersifat heterogen internal. Manakah pernyataan berikut yang benar terkait cluster dalam sampel acak kelompok?
Pada sampel acak kelompok, cluster sebaiknya heterogen internal agar mewakili keragaman populasi, sehingga variasi dalam cluster mirip dengan variasi populasi.
Dalam sampling acak kelompok, jika setiap unit dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih, tetapi kelompok yang dipilih secara acak kemudian seluruh anggota kelompok tersebut dijadikan sampel, maka metode ini disebut sebagai?
Sampling acak kelompok satu tahap melibatkan pemilihan acak beberapa kelompok, lalu seluruh anggota dalam kelompok terpilih menjadi sampel.
Salah satu kelebihan sampel acak kelompok dibandingkan sampel acak sederhana adalah lebih efisien dalam biaya dan waktu. Namun, kelemahan utama dari desain ini adalah?
Kelemahan utama sampel acak kelompok adalah varians estimasi yang cenderung lebih besar dibandingkan sampel acak sederhana, karena adanya korelasi antar elemen dalam cluster.
Dalam pendugaan parameter pada sampel acak kelompok, rumus penduga rata-rata populasi (mu) adalah?
Penduga rata-rata populasi pada sampel acak kelompok adalah rata-rata dari rata-rata setiap cluster yang terpilih, yaitu (1/m) * jumlah rata-rata cluster.
Diketahui suatu populasi terbagi dalam 10 cluster, masing-masing cluster berukuran 50. Diambil 3 cluster secara acak sebagai sampel. Total nilai dari ketiga cluster tersebut adalah 700, 800, dan 900. Berapa estimasi rata-rata populasi per elemen?
Rata-rata total per cluster: (700+800+900)/3 = 800. Ukuran cluster rata-rata: 50. Maka estimasi rata-rata per elemen = 800/50 = 16.
Jika dalam sampel acak kelompok, ukuran cluster bervariasi, maka penduga rata-rata populasi yang lebih tepat adalah menggunakan?
Bila ukuran cluster tidak sama, penduga rata-rata populasi yang lebih tepat adalah rata-rata tertimbang dengan bobot ukuran cluster untuk menghindari bias.
Varians dari penduga rata-rata pada sampel acak kelompok dipengaruhi oleh?
Varians penduga rata-rata pada sampel acak kelompok dipengaruhi oleh variasi antar cluster, karena semakin besar variasi antar cluster, semakin besar varians estimasinya.
Dalam sampel acak dua tahap, pada tahap pertama dipilih sejumlah kelompok (PSU), dan pada tahap kedua dipilih sejumlah elemen (SSU) dari setiap kelompok terpilih. Manakah yang merupakan karakteristik utama dari desain ini?
Sampel acak dua tahap dapat mengurangi varians estimasi karena memungkinkan pengambilan sampel dari lebih banyak kelompok, meskipun tidak semua elemen dalam kelompok terpilih.
Dalam sampel acak dua tahap, pilih pernyataan yang benar tentang Primary Sampling Unit (PSU) dan Secondary Sampling Unit (SSU)?
Pada sampel acak dua tahap, PSU adalah kelompok yang dipilih pertama, dan dari setiap PSU terpilih, dipilih SSU sebagai elemen sampel.
Jika populasi terdiri dari 100 kelompok, masing-masing berukuran 20. Pada tahap pertama dipilih 5 kelompok, lalu pada tahap kedua dipilih 4 elemen dari setiap kelompok terpilih. Berapa total elemen sampel?
Jumlah sampel = jumlah PSU * jumlah SSU per PSU = 5 * 4 = 20 elemen.
Dalam pendugaan rata-rata populasi pada sampel acak dua tahap, jika ukuran PSU sama, maka penduga rata-rata per elemen adalah?
Penduga rata-rata per elemen adalah rata-rata tertimbang dari rata-rata setiap PSU, dengan bobot proporsi jumlah elemen dalam PSU.
Dalam sampel acak dua tahap, total populasi adalah 100.000, dibagi dalam 500 cluster dengan ukuran sama 200. Dipilih 20 cluster, lalu dari setiap cluster dipilih 10 elemen. Jika total nilai dari semua elemen sampel adalah 1.500, berapa estimasi rata-rata per elemen dalam populasi?
Rata-rata sampel per elemen = total nilai / jumlah elemen sampel = 1500/(20*10) = 1500/200 = 7,5.
Pada pendugaan total populasi dalam sampel acak dua tahap, rumus yang digunakan jika PSU dipilih dengan probabilitas sama adalah?
Penduga total populasi adalah rata-rata sampel per elemen dikali jumlah total populasi, asumsi probabilitas pemilihan sama.
Keuntungan utama dari sampel acak dua tahap dibandingkan sampel acak kelompok satu tahap adalah?
Sampel acak dua tahap mengurangi biaya karena tidak perlu mensensus semua elemen dalam kelompok, tetapi tetap menghasilkan estimasi dengan presisi yang baik.
Dalam pendugaan pada sampel acak dua tahap, varians dari penduga rata-rata terdiri dari komponen?
Varians penduga rata-rata terdiri dari varians antar PSU (dari tahap pertama) dan varians dalam PSU (dari tahap kedua), karena adanya dua tahap pemilihan.
Dalam sampel acak dua tahap, jika jumlah PSU yang dipilih adalah m, dan dari setiap PSU dipilih n elemen, serta ukuran populasi PSU sama, maka rumus penduga total populasi (t) adalah?
Penduga total populasi adalah (jumlah cluster populasi/jumlah cluster sampel) dikali total sampel, asumsi ukuran cluster sama.
Salah satu asumsi penting dalam analisis sampel acak dua tahap adalah bahwa pemilihan sampel pada tahap kedua bersifat acak sederhana dalam setiap PSU. Jika tidak dipenuhi, dampaknya adalah?
Jika pemilihan tahap kedua tidak acak, maka estimasi bisa bias dan rumus varians standar tidak berlaku, sehingga analisis menjadi tidak valid.
Dalam pemilihan unit sampel pada sampel acak dua tahap, apa yang dilakukan pada tahap pertama?
Pada sampel acak dua tahap, tahap pertama adalah memilih unit primer (misalnya kelompok) dari populasi, sedangkan tahap kedua memilih unit sekunder dari unit primer terpilih.
Dalam pendugaan rata-rata populasi pada sampel acak dua tahap, jika semua unit primer dipilih, maka pendugaannya setara dengan metode apa?
Jika semua unit primer dipilih, maka desain menjadi sampel acak kelompok (cluster sampling) karena unit primer dianggap sebagai kelompok yang diambil seluruhnya.
Dalam sampel acak sistematik, interval sampling (n) diperoleh dari perbandingan antara ukuran populasi (N) dan ukuran sampel (n), yang dirumuskan sebagai?
Interval sampling (n) dihitung dengan rumus n = N/n, yaitu ukuran populasi dibagi ukuran sampel.
Salah satu kelemahan sampel acak sistematik adalah jika terdapat pola periodik dalam populasi, maka sampel menjadi?
Jika populasi memiliki pola periodik yang bertepatan dengan interval sampling, maka sampel yang diperoleh bisa bias dan tidak mewakili populasi.
Pada pemilihan sampel acak sistematik, langkah pertama yang dilakukan adalah?
Langkah pertama adalah memilih titik awal secara acak dari angka 1 sampai interval sampling, kemudian dilanjutkan dengan interval tetap.
Jika populasi berukuran 100 dan sampel yang diinginkan 20, maka interval sampling (n) adalah?
Interval sampling = N/n = 100/20 = 5.
Sampel acak sistematik termasuk dalam teknik sampling?
Sampel acak sistematik termasuk probability sampling karena setiap unit memiliki peluang terpilih yang diketahui.
Dalam pendugaan rata-rata populasi pada sampel acak sistematik, penduga yang digunakan adalah mean sampel dari unit terpilih, yang dinotasikan sebagai?
Penduga rata-rata populasi dalam sampel acak sistematik adalah mean sampel yang dilambangkan dengan x bar.
Varians penduga rata-rata pada sampel acak sistematik dihitung dengan asumsi bahwa sampel diambil secara?
Dalam praktik, varians penduga rata-rata pada sampel sistematik sering dihitung dengan asumsi sampel acak sederhana untuk penyederhanaan.
Jika interval sampling adalah 10 dan titik awal acak adalah 3, maka unit sampel kedua yang terpilih adalah nomor?
Unit sampel kedua = titik awal + interval = 3 + 10 = 13.
Pendugaan total populasi pada sampel acak sistematik menggunakan rumus?
Total populasi diduga dengan mengalikan ukuran populasi (N) dengan mean sampel (x bar).
Pada sampel acak sistematik, galat baku (standar error) dari rata-rata dihitung dengan akar dari?
Galat baku rata-rata adalah akar dari varians sampel dibagi ukuran sampel (s^2/n) dengan asumsi acak sederhana.
Purposive sampling adalah teknik sampel di mana peneliti memilih unit berdasarkan?
Purposive sampling atau judgmental sampling memilih unit sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan peneliti.
Accidental sampling sering juga disebut sebagai?
Accidental sampling sama dengan convenience sampling, yaitu memilih unit yang mudah ditemui.
Dalam purposive sampling, peneliti sering memilih responden yang dianggap?
Purposive sampling bertujuan memilih responden yang memiliki karakteristik sesuai dan dianggap representatif untuk tujuan penelitian.
Kelemahan utama accidental sampling adalah?
Accidental sampling rentan bias karena sampel dipilih berdasarkan kemudahan, bukan representasi populasi.
Dalam penelitian yang bertujuan mendalami fenomena spesifik secara mendalam dan peneliti memilih partisipan berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan studi, teknik sampling yang paling tepat digunakan adalah…
Purposive sampling adalah teknik non-probability sampling di mana peneliti memilih sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
Diketahui data tinggi badan (cm) dari 5 orang mahasiswa: 160, 165, 170, 175, 180. Rata-rata tinggi badan kelima mahasiswa tersebut adalah…
Rata-rata dihitung dengan (160+165+170+175+180)/5 = 850/5 = 170.
Diketahui data: 4, 6, 8, 10, 12, 14. Nilai median dari data tersebut adalah…
Data sudah terurut. Jumlah genap (6), median adalah rata-rata data ke-3 dan ke-4: (8+10)/2 = 9.
Dari data nilai ujian: 70, 80, 90, 80, 70, 90, 80, 85, 75, 85. Modus dari data tersebut adalah…
Nilai 80 muncul sebanyak 3 kali, lebih frequent dibandingkan nilai lainnya.
Diketahui nilai ulangan 6 siswa: 75, 80, 85, 90, 95, 100. Range (jangkauan) data tersebut adalah…
Range = nilai tertinggi – nilai terendah = 100 – 75 = 25.
Sebuah data memiliki jangkauan (range) 50 dan banyak kelas menurut aturan Sturges adalah 6. Lebar kelas yang tepat adalah… (pembulatan ke atas)
Lebar kelas = range/banyak kelas = 50/6 = 8,33 dibulatkan ke atas menjadi 9.
Dalam teknik quota sampling, peneliti menetapkan kuota tertentu untuk setiap kelompok dalam populasi. Hal yang membedakan quota sampling dengan stratified random sampling adalah…
Pada quota sampling, pemilihan sampel dalam setiap kuota bersifat non-acak, biasanya berdasarkan kenyamanan atau pertimbangan peneliti, berbeda dengan stratified random sampling yang acak.
Saturation sampling adalah teknik sampling yang digunakan ketika…
Saturation sampling, atau sampling jenuh, dilakukan dengan terus menambahkan sampel hingga data mencapai titik jenuh, yaitu tidak ada informasi baru lagi.
Snowball sampling sangat efektif digunakan pada populasi yang…
Snowball sampling cocok untuk populasi yang sulit diakses, seperti kelompok tertentu yang tersembunyi, dengan memanfaatkan jaringan rujukan dari responden awal.
Dalam quota sampling, jika seorang peneliti ingin memastikan proporsi sampel sesuai dengan proporsi populasi berdasarkan jenis kelamin dan usia, langkah pertama yang dilakukan adalah…
Langkah awal quota sampling adalah menentukan kuota untuk setiap kelompok, biasanya berdasarkan proporsi kelompok dalam populasi.
Kelemahan utama dari teknik snowball sampling adalah…
Snowball sampling sering menghasilkan sampel yang homogen karena responden mereferensikan orang-orang dari jaringan sosial yang sama, sehingga kurang mewakili variasi populasi.
Diketahui data nilai: 60, 70, 80, 90, 100. Simpangan baku (standar deviasi) dari data tersebut adalah… (gunakan rumus simpangan baku populasi)
Rata-rata = 80. Varian = [(60-80)^2 + (70-80)^2 + (80-80)^2 + (90-80)^2 + (100-80)^2]/5 = (400+100+0+100+400)/5 = 200. Simpangan baku = akar(200) = sekitar 14,1.
Sebuah data memiliki Q1 = 40, Q2 = 50, dan Q3 = 60. Nilai jangkauan interkuartil (IQR) data tersebut adalah…
IQR = Q3 – Q1 = 60 – 40 = 20.
Distribusi frekuensi data: 2, 3, 3, 4, 5, 5, 5, 6, 7. Persentil ke-50 (P50) dari data tersebut adalah…
P50 sama dengan median. Data terurut, jumlah 9, median adalah data ke-5 yaitu 5.
Dari data: 10, 12, 14, 16, 18, 20. Nilai desil ke-4 (D4) adalah…
Data terurut, n=6. Letak D4 = 4/10*(6+1) = 2,8. D4 = data ke-2 + 0,8*(data ke-3 – data ke-2) = 12 + 0,8*(14-12) = 12 + 1,6 = 13,6.
Jika data memiliki mean = 50 dan standar deviasi = 5, maka koefisien variasi (KV) data tersebut adalah… (dalam persen)
Koefisien variasi = (standar deviasi / mean) * 100% = (5/50)*100% = 10%.
Coba aja cek ulang soal yang ada bagian pendugaan di Modul 6, karena konsep dari sampel acak dua tahap sering bikin pusing kalau langsung loncat ke perhitungan. Rata-rata mahasiswa baru sadar bedanya sama sampel kelompok begitu masuk ke rumus varians. Itu jadi penentu di ujian. Kalau masih ada yang ngambang, coba pelan-pelan bedain dulu antara tahap pertama dan kedua sebelum ngitung. Ada banyak latihan UAS UT lain kalau mau tambah porsi latihan di luar modul ini.
Di SATS4321 Metode Sampling, bagian non-probability sampling di Modul 8 dan 9 juga sering keluar dalam format UO yang butuh pemahaman konteks, bukan sekadar hafalan definisi. Misalnya soal snowball sampling biasanya langsung dikaitkan dengan kasus populasi tersembunyi. Jadi jangan sampai kamu cuma hafal tekniknya tanpa tahu kapan pakainya. Soal UAS UT memang suka nguji nalar seperti ini, jadi pastikan logika kamu udah kuat di semua jenis sampling.





